Selasa, 31 Januari 2017

SESUNGGUHNYA RABB-MU BENAR-BENAR MENGINTAI

SESUNGGUHNYA RABB-MU BENAR-BENAR MENGINTAI
Statemen Juru Bicara Resmi Daulah Islamiyah, Syaikh Al-Mujahid Abu Muhammad Al-Adnaniy Asy-Syamiy

Alih Bahasa:
Ust. Abu Sulaiman Al Arkhabiliy

بسم الله الرحمن الرحيم

Segala puji hanya bagi Allah Yang Maha Kuat lagi Maha Kokoh. Shalawat dan salam semoga dilimpahkan kepada Nabi yang diutus dengan pedang sebagai rahmat bagi sekalian alam. Amma Ba’du:

Allah Tabaraka wa Ta’ala berfirman:

كَذَّبَتْ قَبْلَهُمْ قَوْمُ نُوحٍ وَالْأَحْزَابُ مِن بَعْدِهِمْ وَهَمَّتْ كُلُّ أُمَّةٍ بِرَسُولِهِمْ لِيَأْخُذُوهُ وَجَادَلُوا بِالْبَاطِلِ لِيُدْحِضُوا بِهِ الْحَقَّ فَأَخَذْتُهُمْ فَكَيْفَ كَانَ عِقَابِ

“Sebelum mereka, kaum Nuh dan golongan-golongan yang bersekutu sesudah mereka telah mendustakan (rasul) dan tiap-tiap umat telah merencanakan makar terhadap rasul mereka untuk menawannya dan mereka membantah dengan (alasan) yang bathil untuk melenyapkan kebenaran dengan yang bathil itu; karena itu Aku adzab mereka. Maka betapa (pedihnya) adzab-Ku?” (Ghafir: 5)

Allah Tabaraka wa Ta’ala berfirman:

وَإِذْ يَمْكُرُ بِكَ الَّذِينَ كَفَرُواْ لِيُثْبِتُوكَ أَوْ يَقْتُلُوكَ أَوْ يُخْرِجُوكَ وَيَمْكُرُونَ وَيَمْكُرُ اللّهُ وَاللّهُ خَيْرُ الْمَاكِرِينَ

“Dan (ingatlah), ketika orang-orang kafir (Quraisy) memikirkan daya upaya terhadapmu untuk menangkap dan memenjarakanmu atau membunuhmu, atau mengusirmu. Mereka memikirkan tipu daya dan Allah menggagalkan tipu daya itu. Dan Allah sebaik-baik Pembalas tipu daya.” (Al Anfal: 30)

Allah Tabaraka wa Ta’ala berfirman:

الَّذِينَ قَالَ لَهُمُ النَّاسُ إِنَّ النَّاسَ قَدْ جَمَعُواْ لَكُمْ فَاخْشَوْهُمْ فَزَادَهُمْ إِيمَاناً وَقَالُواْ حَسْبُنَا اللّهُ وَنِعْمَ الْوَكِيلُ فَانقَلَبُواْ بِنِعْمَةٍ مِّنَ اللّهِ وَفَضْلٍ لَّمْ يَمْسَسْهُمْ سُوءٌ وَاتَّبَعُواْ رِضْوَانَ اللّهِ وَاللّهُ ذُو فَضْلٍ عَظِيمٍ إِنَّمَا ذَلِكُمُ الشَّيْطَانُ يُخَوِّفُ أَوْلِيَاءهُ فَلاَ تَخَافُوهُمْ وَخَافُونِ إِن كُنتُم مُّؤْمِنِينَ

“(Yaitu) orang-orang (yang menaati Allah dan Rasul) yang kepada mereka ada orang-orang yang mengatakan: “Sesungguhnya manusia telah mengumpulkan pasukan untuk menyerang kamu, karena itu takutlah kepada mereka”, maka perkataan itu menambah keimanan mereka dan mereka menjawab: “Cukuplah Allah menjadi Penolong kami dan Allah adalah sebaik-baik Pelindung.” Maka mereka kembali dengan nikmat dan karunia (yang besar) dari Allah, mereka tidak mendapat bencana apa-apa, mereka mengikuti keridhaan Allah. Dan Allah mempunyai karunia yang besar. Sesungguhnya mereka itu tidak lain hanyalah setan yang menakut-nakuti (kamu) dengan kawan-kawannya (orang-orang musyrik Quraisy), karena itu janganlah kamu takut kepada mereka, tetapi takutlah kepada-Ku, jika kamu benar-benar orang yang beriman.” (Ali ‘Imran: 173-175)

Penolakan kebenaran dan perolok-olokan terhadapnya, dan pendustaan terhadap penganutnya, makar, pengerahan massa dan ancaman, permusuhan dan penabuhan genderang perang, adalah keadaan orang-orang kafir terhadap Al Haq dan pengikut para rasul sejak dulu. Dorongan-dorongan peperangan itu adalah sangat serupa sepanjang masa, kubu kebathilan yang angkuh lagi sombong, yang menampakkan dirinya sebagai adidaya yang perkasa, yang tidak dikalahkan oleh siapapun dan tidak ada yang bisa bertahan di hadapannya siapapun yang melawan, padahal pada hakikatnya dia itu dipenuhi rasa ketakutan dan kekhawatiran, lemah tipu muslihat lagi terhinakan, terhempaskan lagi terkalahkan walaupun dia itu bebas berkeliaran di mana-mana. Statsiun-statsiun, satelit-satelit dan para tukang sihirnya aktif bergerak siang malam dalam rangka melakukan pembelaan baginya, ia memalsukan berbagai kejadian, memutar balik fakta seraya membuat pengkaburan di hadapan manusia, menipu dan membuat provokasi, menyiapkan dan mengerahkan segala tipu muslihat untuk melawan Ahlul Haq, lagi membela Ahlul Bathil dengan segenap kemampuan yang dimiliki berupa kekuatan, pemaksaan dan penindasan, dalam upaya yang putus-asa lagi gagal untuk menghancurkan Al Haq dan menteror para pengikutnya dan mengalahkan mereka, dan itu di setiap masa dan waktu.

Dan kita melihat pengikut para rasul berada di kubu yang lain, sangat sedikit jumlahnya dan sangat minim persenjataannya serta sangat lemah suaranya, akan tetapi kekuatan mereka itu tidak terkalahkan, dan kekuasaan mereka tidak terpatahkan, mereka tegar dalam setiap pertempuran, mereka maju dalam setiap pertarungan, tanpa ada rasa takut dan gemetar, dan di akhir pertarungan mereka meraih kemenangan dan kejayaan, mereka selalu mendapatkan kemenangan sejak pertarungan Nuh ‘alaihissalam dan sampai Allah mewarisi bumi dan semua penghuninya. Dan itu dikarenakan keimanan mereka kepada Allah Yang Maha Perkasa lagi Maha Adidaya, di mana dari-Nya-lah kekuatan mereka dan dengan-Nya-lah kekuasaan mereka, Dia-lah Pencukup mereka dan hanya kepada-Nya-lah mereka bertawakkal, mereka merasa yakin dengan pertolongan-Nya, serta dengan nikmat dan karunia-Nya mereka kembali, dan mereka tidak takut kepada selain-Nya.

Wahai bala-tentara Daulah Islamiyah, sungguh kalian ini sangat membuat bangga dan pahala kalian atas Allah. Demi Allah sungguh Allah telah membuat lega dada kaum mu’minin dengan tangan-tangan kalian dalam menghajar kaum Rafidhah dan Nushairiyah, dan dengan kalian Allah telah memenuhi hati orang-orang kafir dan munafiq dengan kegeraman.

Sungguh kalian ini kebanggaan, siapa kalian ini? Siapa kalian ini wahai bala tentara Daulah Islamiyah? Dari mana kalian datang? Apa rahasia kalian? Atas dasar apa hati orang-orang Timur dan Barat itu dipenuhi rasa takut dari kalian? Kenapa Amerika dan sekutu-sekutunya gemetaran karena takut dari kalian? Mana pesawat-pesawat kalian? Mana satelit-satelit kalian? Mana rudal-rudal kalian? Mana senjata-senjata pemusnah massal kalian? Kenapa dunia semua berkoalisi untuk memerangi kalian? Dan bangsa-bangsa kafir semua berada di dalam satu parit dalam memerangi kalian? Bahaya apa yang kalian perbuat terhadap Australia yang jauh itu sehingga ia mengirim pasukan besarnya untuk menghadang kalian? Apa urusan Kanada dengan kalian?

Wahai bala-tentara Daulah Islamiyah dan para pendukungnya di setiap tempat, dengarkanlah dan cermatilah; Bila manusia mendustakan kalian dan menolak Daulah kalian, serta menolak dakwah kalian dan memperolok-olok Khilafah kalian, maka Nabi kalian shallallahu ‘alaihi wasallam-pun telah didustakan, dakwahnya ditolak dan beliau diperolok-olokkan. Bila kaum kalian memerangi kalian dan memfitnah kalian dengan berbagai tuduhan dusta serta mensifati kalian dengan sematan-sematan yang paling busuk, maka beliau shallallahu ‘alaihi wasallam-pun telah diperangi oleh kaumnya, mereka mengusirnya dan menuduhnya dengan tuduhan yang lebih buruk dari apa yang dituduhkan kepada kalian. Bila Ahzab (koalisi berbagai negara) telah bersatu untuk menyerang kalian, maka ahzab-pun dulu telah bersatu untuk memerangi Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam. Inilah sunnah (ketentuan baku) Allah Tabaraka wa Ta’ala, apakah kalian mengira bahwa manusia itu akan menyambut kalian dengan senang gembira.

وَلَمَّا يَأْتِكُم مَّثَلُ الَّذِينَ خَلَوْاْ مِن قَبْلِكُم

“Padahal belum datang kepada kalian cobaan seperti apa yang dialami orang-orang terdahulu sebelum kalian,” (Al Baqarah: 214)

Dan merasakan apa yang mereka rasakan? Tidak sama sekali, sungguh kalian benar-benar akan diguncang dengan berbagai cobaan.

وَلَقَدْ فَتَنَّا الَّذِينَ مِن قَبْلِهِمْ فَلَيَعْلَمَنَّ اللَّهُ الَّذِينَ صَدَقُوا وَلَيَعْلَمَنَّ الْكَاذِبِينَ

“Dan sesungguhnya Kami telah menguji orang-orang yang sebelum mereka, maka sesungguhnya Allah mengetahui orang-orang yang benar dan sesungguhnya Dia mengetahui orang-orang yang dusta.” (Al ‘Ankabut: 3)

Sungguh Allah telah menjayakan kalian setelah sebelumnya dihinakan, dan memberikan kalian kecukupan setelah sebelumnya kalian kekurangan, serta Allah telah memberikan kalian kemenangan walaupun kalian itu lemah dan berjumlah sedikit, dan Dia memperlihatkan kepada kalian bahwa kemenangan itu hanyalah dari sisi Allah Subhanah, Dia memberikannya kepada orang yang dikehendaki-Nya pada waktu yang dikehendaki-Nya.

Maka ketahuilah bahwa kita tidak merasa takut dari gelombang serangan pesawat-pesawat, tidak pula dari rudal-rudal jelajah, tidak pula dari drone-drone dan satelit-satelit, tidak pula dari radar-radar dan senjata-senjata pemusnah massal.

Bagaimana, sedangkan Allah Ta’ala telah berfirman:

إِن يَنصُرْكُمُ اللّهُ فَلاَ غَالِبَ لَكُمْ وَإِن يَخْذُلْكُمْ فَمَن ذَا الَّذِي يَنصُرُكُم مِّن بَعْدِهِ وَعَلَى اللّهِ فَلْيَتَوَكِّلِ الْمُؤْمِنُونَ

“Jika Allah menolong kamu, maka tidak ada orang yang dapat mengalahkan kamu; jika Allah membiarkan kamu (tidak memberi pertolongan), maka siapakah gerangan yang dapat menolong kamu (selain) dari Allah sesudah itu? Karena itu hendaklah kepada Allah saja orang-orang mukmin bertawakal.” (Ali ‘Imran: 160)

Bagaimana, sedangkan Allah Ta’ala telah berfirman:

وَلاَ تَهِنُوا وَلاَ تَحْزَنُوا وَأَنتُمُ الأَعْلَوْنَ إِن كُنتُم مُّؤْمِنِينَ

“Janganlah kamu bersikap lemah, dan janganlah (pula) kamu bersedih hati, padahal kamu lah orang-orang yang paling tinggi (derajatnya), jika kamu orang-orang yang beriman.” (Ali ‘Imran: 139)

Bagaimana, sedangkan kalian telah membuktikan bahwa kalian ini adalah para pendekar pertempuran lagi ahli peperangan, dalam pembelaan kalian adalah gunung-gunung yang kokoh, dalam penyerangan kalian adalah singa-singa yang garang, kalian menyambut kematian dengan dada-dada terbuka, dan di bawah telapak kaki kalian dunia yang lapuk itu dinjak.

Demi Allah, saya tidak mengetahui seorangpun dari kalian, kecuali dia itu orang yang paling bergegas menyambut setiap gemuruh pertempuran, lagi sangat ambisi untuk mencari posisi kematian di setiap peperangan, dan saya melihat Al Qur’an berjalan hidup di tengah kalian, sungguh kalian ini adalah kebanggaan, orang yang lemah di tengah kalian adalah pendekar dan orang paling belas kasih di antara kalian adalah garang di saat pertempuran, kami tidak mengenal kalian kecuali orang-orang yang memiliki ghairah yang sangat tinggi lagi mudah marah, dan ghairah kalian itu tidak dilakukan kecuali terhadap dienullah, dan kemarahan kalian itu tidak terjadi kecuali di saat kehormatan-kehormatan ajaran Allah dinodai, kalian mengatakan kebenaran dan dengannya kalian berbuat adil, dan kalian mencintai Allah dan Rasul-Nya shallallahu ‘alaihi wasallam, serta kalian adalah manusia yang paling antusias mengamalkan sunnah Rasul-Nya shallallahu ‘alaihi wasallam, keras terhadap orang-orang kafir, saling berkasih sayang di antara kalian, dan kalian tidak takut di jalan Allah celaan orang yang mencela, maka sungguh Allah benar-benar akan menolong kalian, sungguh Allah benar-benar akan menolong kalian, demi Allah, sungguh Allah benar-benar akan menolong kalian.

Maka berikanlah jaminan dua hal bagi kami, tentu kami memberikan kepada kalian dengan izin Allah jaminan kemenangan selalu dan tamkin; janganlah kalian berbuat zhalim atau kalian meridhai kezhaliman di mana kalian mendiamkannya dan tidak melaporkannya. Dan kalian menjamin diri kalian, janganlah kalian terpesona (dengan kemenangan) dan jangan kalian angkuh, inilah yang kami khawatirkan dari kalian, dan inilah yang kami khawatirkan terhadap kalian. Bila kalian mendapatkan kemenangan, maka sandarkanlah kemenangan itu kepada Allah saja dan berjalanlah dengan penuh ketundukan, kerendahan diri seraya memuji Allah lagi bersyukur kepada-Nya. Dan bila kalian mendapatkan kekalahan, maka sandarkanlah sebabnya kepada diri kalian sendiri dan maksiat-maksiat kalian, dan akuilah kesalahan itu seraya meminta ampunan lagi bertaubat. Dan sesungguhnya kami berlepas diri dari kezhaliman yang muncul dari seseorang di antara kalian yang tidak sampai pelaporannya kepada kami, dan kami berlepas diri di hadapan Allah dari orang menutupinya atau mendiamkannya dari kalian.

Kemudian ketahuilah bahwa urusan ini dan segala apa yang ada di dalamnya, bahwa mesti waktu demi waktu terjadi di dalamnya ujian, penyaringan dan pemilihan, karena sungguh telah masuk ke dalam barisan kalian orang-orang yang bukan bagian dari kalian dan para klaimer, dan terjadilah pembauran, sehingga mesti terjadi ujian yang mengeluarkan orang-orang kotor dan membersihkan barisan, kami memohon kepada Allah ampunan dan ‘afiyah. Dan telah muncul dari sebagian jiwa kita rasa ujub dan bangga-diri, dan sebagian kita berbuat aniaya dan berbuat zhalim, sehingga mesti ada pembersihan bagi dosa-dosa itu, dengan harapan kalian ini kembali (kepada Allah).

Sungguh Allah telah mencintai mujahidin, sehingga Dia mesti menjadikan para syuhada di antara mereka, kita memohon kepada Allah agar menjadikan kita bagian dari mereka tanpa terhinakan lagi terkena fitnah.

Wahai bala-tentara Daulah Islamiyah, bersiaplah kalian untuk menghadang Perang Salib Terakhir, ya ia itu in Syaa Allah adalah perang salib terakhir, dan setelahnya kita dengan izin Allah akan menginvasi mereka dan mereka tidak akan menginvasi kita.

Maka bersiap-siaplah, dikarenakan kalian adalah orang-orang yang pantas mengarunginya, sungguh kaum salibis telah kembali datang dengan serangan salib baru, mereka datang kepada kalian supaya debu-debu itu lenyap, dan awan-awan mendung itu sirna serta kedok-kedok itu terbuka, supaya kepalsuan kebathilan itu terbongkar dan kebenaran itu nampak jelas.

لِّيَهْلِكَ مَنْ هَلَكَ عَن بَيِّنَةٍ وَيَحْيَى مَنْ حَيَّ عَن بَيِّنَةٍ

“Supaya binasa orang yang binasa itu di atas kejelasan dan hiduplah orang yang hidup itu di atas kejelasan.” (Al Anfal: 42)

Maka ketahuilah wahai Amerika, dan wahai para sekutu Amerika, ketahuilah wahai kaum salibis; bahwa urusan itu lebih berbahaya dari apa yang kalian perkIrakan dan lebih besar dari apa yang kalian gambarkan, dan kami telah memberitahukan kepada kalian bahwa kita sekarang ini berada di zaman yang baru, di dalam negara yang bala-tentara dan para pendukungnya adalah tuan-tuan bukan budak-budak, kaum yang sepanjang masa tidak mengenal kekalahan, dan hasil peperangannya sebelum ia dimulai sudah dipastikan, mereka tidak bersiap-siap untuk melakukan peperangan sejak zaman Nuh kecuali mereka itu meyakini kemenangan, sedangkan keterbunuhan itu di dalam perhitungan mereka adalah kemenangan, dan di sinilah rahasianya tersembunyi, di mana kalian ini memerangi kaum yang tidak pernah dikalahkan, mereka itu menang atau terbunuh.

Sedangkan kalian wahai kaum salibis adalah rugi dalam dua keadaan itu, dikarenakan kalian tidak mengetahui bahwa tidak seorangpun terbunuh dari kami kecuali Allah menghidupkan dengan darahnya itu orang-orang yang mati, dan tidak terbunuh seorangpun dari kami kecuali dia itu meninggalkan setelah kepergiannya kisah yang dengan penuturannya terbangunlah kaum muslimin dari ketertiduran. Di mana kamu melihat orang yang lemah di antara kami dan yang tidak memiliki pengalaman di dalam peperangan dan pertempuran serta yang mengira bahwa dia tidak bisa memberikan sedikitpun manfaat materi di atas bumi ini, yang tidak memiliki tujuan kecuali dia itu terbunuh supaya dengan darahnya dia menerangi jalan, sehingga menjadi hiduplah dengan penuturan kisahnya itu banyak hati manusia generasi demi generasi, seraya dia menjadikan dari jasad dan serpihan tubuhnya itu jembatan yang melintas di atasnya orang-orang yang terbangun sesudahnya.

Sungguh dia telah memahami hal ini, bahwa kehidupan umatnya itu hanyalah dengan darah dan ‘izzah umatnya ini dengan darah, sehingga dia berjalan dengan dada terbuka dan kepala telanjang menuju kematian seraya mencari kehidupan dan ‘izzah. Kemudian bila dia kembali maka dia jaya dengan kemenangan, merdeka, jaya, mulia lagi sebagai tuan. Dan bila dia terbunuh maka dia menerangi jalan bagi yang sesudahnya dan dia berlalu menuju Rabb-nya sebagai syahid lagi orang yang berbahagia, sedang dia sudah mengajari orang yang sesudahnya bahwa ‘izzah dan kemuliaan serta kehidupan itu hanyalah dengan jihad dan qital, dan bahwa kehinaan dan kenistaan serta kematian itu hanyalah dengan ridha dengan sikap pengekoran.

Wahai kaum salibis, kalian telah memahami bahaya Daulah Islamiyah, akan tetapi kalian tidak mengetahui cara penanganannya dan kalian tidak akan mengetahui cara penanganannya, dikarenakan ia itu tidak ada cara penanganan, di mana dengan memeranginya maka ia malah menjadi kuat dan kokoh, dan dengan membiarkannya maka ia semakin gemilang dan meluas. Dan bila Obama telah menjanjikan kepada kalian kekalahan Daulah Islamiyah, maka sungguh Bush sebelumnya telah berdusta juga, dan Rabb kami ‘Azza wa Jalla telah menjanjikan kemenangan kepada kami, dan inilah kami diberikan kemenangan, dan Rabb kami akan selalu memberikan kemenangan buat kami, Maha Suci Allah, Dia tidak menyelisihi janji.

Dan sesungguhnya kami menjanjikan kepada kalian dengan izin Allah, bahwa serangan ini adalah akhir serangan kalian, dan ia akan hancur dan kecewa, sebagaimana serangan-serangan kalian dahulu juga telah hancur dan kecewa, akan tetapi kali ini adalah bahwa kami adalah pihak yang akan menginvasi kalian sesudahnya dan kalian tidak akan menginvasi kami selamanya, dan kami akan menaklukan Roma kalian, menghancurkan salib-salib kalian dan menawan wanita-wanita kalian dengan izin Allah Ta’ala. Inilah janji Allah Subhanahu wa Ta’ala kepada kami, Dia tidak akan menyelisihi janji-Nya. Bila kami tidak mendapatkannya, maka anak-anak kami atau cucu-cucu kami yang akan mendapatkannya, dan mereka menjual anak-anak kalian di Pasar Nakhasa sebagai budak.

Dari Abdullah ibnu ‘Amr Ibnu Al ‘Ash radhiyallahu ‘anhuma, berkata: Kami dahulu berada di sisi Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam mencatat apa yang beliau katakan, maka beliau ditanya:

أى المدينتين تفتح أولا القسطنطينية أو رومية ؟ فقال رسول الله صل الله عليه وسلم : مدينة هرقل تفتح أولا : يعني قسطنطينية

“Kota mana dari dua kota itu yang lebih dahulu ditaklukan, apakah Kostantinopel ataukah Roma?” Maka Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam berkata: “Kota Heraklius ditaklukkan lebih dahulu, yaitu Kostantinopel.” (Diriwayatkan oleh Al Hakim di dalam Al Mustadrak, sesuai dengan syarat Asy-Syaikhain dan dishahihkan oleh Al Imam Adz Dzahabiy)

Maka kerahkanlah wahai kaum salibis, kerahkan, siapkan dan bersuka citalah, buatlah makar, persenjatailah dan buatlah persiapan perang, bombardirlah, membunuhlah dan hancurkanlah, hal itu tidak akan ada guna bagi kalian, karena sesungguhnya kalian akan dikalahkan, hal itu tidak ada guna bagi kalian, karena Rabb kami Yang Maha Kuasa lagi Maha Perkasa telah memberikan janji kemenangan bagi kami dan kekalahan kalian. Kirimkanlah bagi wakil-wakil kalian dan anjing-anjing kalian persenjataan dan segala perlengkapan, dan bekalilah mereka dengan peralatan-peralatan yang paling canggih, perbanyaklah, dikarenakan ia itu -dengan izin Allah- akan berakhir menjadi ghanimah di tangan-tangan kami. Kalian akan menginfakkannya kemudian kalian akan menyesal sendiri dan akhirnya kalian akan dikalahkan. Ini dia tank-tank kalian, peralatan-peralatan kalian, persenjataan kalian, dan perlengkapan kalian telah berada di tangan kami, Allah telah mengkaruniakannya kepada kami, yang dengannya kami memerangi kalian. Maka matilah kalian dengan kegeraman kalian!

إِنَّ الَّذِينَ كَفَرُواْ يُنفِقُونَ أَمْوَالَهُمْ لِيَصُدُّواْ عَن سَبِيلِ اللّهِ فَسَيُنفِقُونَهَا ثُمَّ تَكُونُ عَلَيْهِمْ حَسْرَةً ثُمَّ يُغْلَبُونَ وَالَّذِينَ كَفَرُواْ إِلَى جَهَنَّمَ يُحْشَرُونَ

“Sesungguhnya orang-orang yang kafir itu, menafkahkan harta mereka untuk menghalangi (orang) dari jalan Allah. Mereka akan menafkahkan harta itu, kemudian menjadi sesalan bagi mereka, dan mereka akan dikalahkan. Dan ke dalam neraka Jahanamlah orang-orang yang kafir itu dikumpulkan,” (Al Anfal: 36)

Wahai Obama, wahai Keledai Yahudi, terhinalah kamu, terhinalah kamu dan kecewalah kamu wahai Obama. Apakah ini maksimal kemampuan mu di dalam serangan ini? Apakah Amerika sudah sampai pada kondisi lemah dan ketidakmampuan semacam ini? Apakah Amerika dan seluruh koalisinya dari kalangan salibis dan komunis sudah tidak mampu turun ke darat? Apakah kalian wahai kaum salibis belum mengerti juga bahwa peperangan lewat wakil-wakil kalian itu sama sekali tidak berguna bagi kalian, dan ia itu tidak akan berguna?

Apa kamu tidak mengetahui wahai keledai yahudi, bahwa peperangan itu tidak bisa dituntaskan dari udara, ataukah kamu ini mengira bahwa kamu lebih pintar dari Bush si dungu kalian yang ditaati, di saat mendatangkan bala-tentara salib dan dia menjadikan mereka berada pada jarak tembak para mujahidin di darat? Tidak sama sekali, justru kamu lebih dungu darinya. Kamu wahai Obama telah mengklaim penarikan pasukan dari Iraq 4 tahun yang lalu, dan pada saat itu kami katakan bahwa kalian itu adalah para pendusta, kalian belum menarik pasukan, dan bila kalian menarik pasukan juga maka pasti kalian akan kembali nanti, akan kembali walau setelah waktu tertentu.

Inilah buktinya kalian itu belum menarik pasukan, akan tetapi kalian ini hanyalah bersembunyi dengan sebagian kekuatan kalian di belakang wakil-wakil kalian dan sisanya kalian tarik mundur, dan sungguh kekuatan kalian akan kembali datang lagi dengan jumlah yang lebih besar dari yang sebelumnya, sungguh kalian akan kembali datang lagi dan wakil-wakil kalian itu sama sekali tidak berguna. Dan bila kalian tidak mampu datang kembali, maka sungguh kami benar-benar akan mendatangi kalian di tengah negeri kalian sendiri dengan izin Allah.

Dan hari ini kamu wahai Keledai Yahudi telah mengklaim bahwa Amerika tidak akan ikut serta perang di darat, tidak benar, justru Amerika akan ikut serta di darat dan berduyun-duyun, dan ia akan turun ke darat dan ia digiring menuju kematiannya, kuburannya, dan kehancurannya. Dan kamu Obama, telah mengklaim bahwa tangan Amerika itu panjang bisa mencapai kemana saja wilayah yang diinginkannya, maka ketahuilah bahwa pisau kami tajam lagi keras, memotong tangan dan memenggal leher. Dan sesungguhnya Rabb kami Jalla Fi ‘Ulaah itu mengawasi kalian.

أَلَمْ تَرَ كَيْفَ فَعَلَ رَبُّكَ بِعَادٍ إِرَمَ ذَاتِ الْعِمَادِ الَّتِي لَمْ يُخْلَقْ مِثْلُهَا فِي الْبِلَادِ وَثَمُودَ الَّذِينَ جَابُوا الصَّخْرَ بِالْوَادِ وَفِرْعَوْنَ ذِي الْأَوْتَادِ الَّذِينَ طَغَوْا فِي الْبِلَادِ فَأَكْثَرُوا فِيهَا الْفَسَادَ فَصَبَّ عَلَيْهِمْ رَبُّكَ سَوْطَ عَذَابٍ إِنَّ رَبَّكَ لَبِالْمِرْصَادِ

“Apakah kamu tidak memperhatikan bagaimana Rabbmu berbuat terhadap kaum ‘Aad? (yaitu) penduduk Iram yang mempunyai bangunan-bangunan yang tinggi, yang belum pernah dibangun (suatu kota) seperti itu, di negeri-negeri lain, dan kaum Tsamud yang memotong batu-batu besar di lembah, dan kaum Firaun yang mempunyai pasak-pasak (tentara yang banyak), yang berbuat sewenang-wenang dalam negeri, lalu mereka berbuat banyak kerusakan dalam negeri itu, karena itu Rabbmu menimpakan kepada mereka cemeti adzab, sesungguhnya Rabbmu benar-benar mengawasi.” (Al Fajr: 6-14)

فَأَمَّا عَادٌ فَاسْتَكْبَرُوا فِي الْأَرْضِ بِغَيْرِ الْحَقِّ وَقَالُوا مَنْ أَشَدُّ مِنَّا قُوَّةً أَوَلَمْ يَرَوْا أَنَّ اللَّهَ الَّذِي خَلَقَهُمْ هُوَ أَشَدُّ مِنْهُمْ قُوَّةً وَكَانُوا بِآيَاتِنَا يَجْحَدُونَ فَأَرْسَلْنَا عَلَيْهِمْ رِيحًا صَرْصَرًا فِي أَيَّامٍ نَّحِسَاتٍ لِّنُذِيقَهُمْ عَذَابَ الْخِزْيِ فِي الْحَيَاةِ الدُّنْيَا وَلَعَذَابُ الْآخِرَةِ أَخْزَى وَهُمْ لَا يُنصَرُونَ

“Adapun kaum `Aad maka mereka menyombongkan diri di muka bumi tanpa alasan yang benar dan berkata: “Siapakah yang lebih besar kekuatannya dari kami?” Dan apakah mereka itu tidak memperhatikan bahwa Allah yang menciptakan mereka adalah lebih besar kekuatan-Nya dari mereka? Dan adalah mereka mengingkari tanda-tanda (kekuatan) Kami. Maka Kami meniupkan angin yang amat gemuruh kepada mereka dalam beberapa hari yang sial, karena Kami hendak merasakan kepada mereka itu siksaan yang menghinakan dalam kehidupan dunia. Dan sesungguhnya siksaan akhirat lebih menghinakan sedang mereka tidak diberi pertolongan.” (Al Fushshilat: 15-16)

Wahai bangsa Amerika, wahai orang-orang Eropa; sesungguhnya Daulah Islamiyah itu tidak mendahului menyerang kalian sebagaimana yang di-image-kan kepada kalian oleh pemerintah-pemerintah dan media-media kalian, kalianlah yang lebih dahulu berbuat aniaya kepada kami, sedangkan orang yang memulai itu adalah yang lebih zhalim, dan kalian akan membayar harganya dengan mahal, kalian akan membayar harganya, di saat hancur ekonomi kalian, kalian akan membayar harganya, di saat mereka mengirim anak-anak kalian untuk memerangi kami, dan benar-benar mereka akan pulang kembali ke tengah kalian dalam kondisi cacat tidak berdaya atau di dalam peti-peti mati atau mengalami gangguan jiwa. Kalian akan membayar harganya, di saat orang di antara kalian merasa ketakutan untuk bepergian ke negeri manapun, bahkan kalian akan membayar harganya, di saat kalian berjalan di jalan-jalan raya kalian seraya kalian tengok kanan kiri karena takut dari kaum muslimin, dan kalian tidak merasa aman termasuk di kamar tidur kalian. Kalian akan membayar harganya, di saat pasukan salib kalian ini hancur dan kami setelahnya langsung menginvasi kalian di negeri-negeri kalian sendiri, sehingga setelahnya kalian tidak bisa berbuat aniaya kepada siapapun sesudahnya. Kalian akan membayar harganya, sedangkan kami -dengan izin Allah- telah menyiapkan untuk kalian apa yang membuat bencana bagi kalian.

Wahai kaum muslimin, Amerika di awal perang salibnya ini telah mengklaim bahwa ia itu melindungi kepentingan-kepentingannya di Erbil dan di Baghdad dan menjaga warganya, kemudian nyata jelas kerancuannya dan nampak kepalsuan klaimnya, di mana dia mengklaim bahwa dia dengan serangan-serangannya itu ingin melindungi para pengungsi dan orang-orang yang terusir di Iraq serta melindungi warga-warga sipil. Kemudian nampak jelas di hadapannya bahwa masalahnya itu lebih berbahaya dan lebih besar dari apa yang dia perkirakan, maka dia pura-pura menangisi kaum muslimin di Syam dan dia menjanjikan akan memberikan bantuan dan pertolongan bagi mereka, dan menjanjikan akan menyelamatkan mereka dari para teroris.

Dan di sisi lain Amerika dan para sekutunya itu tetap hanya menonton apa yang diderita kaum muslimin akibat kejahatan Nushairiyah, seraya bahagia dengan pembunuhan, pengusiran dan penghancuran, tanpa peduli dengan ratusan ribu korban terbunuh, terluka dan ditahan, dan jutaan kaum muslimin yang terusir baik pria, wanita dan anak-anak di setiap tempat akibat kejahatan Yahudi, salibis, Rafidhah, Nushairiyah, Hindu, komunis dan kaum murtaddin di Palestina, Yaman, Suriah, Iraq, Mesir, Tunisia, Libya, Burma, Nigeria, Somalia, Afghanistan, Indonesia, India, China, Kaukasus serta tempat lainnya.

Perasaan Amerika itu tidak tergerak dengan kelaparan dan pengepungan bertahun-tahun di Suriah, dan ia menutup mata dari curahan birmil pembunuhan dan kehancuran, dan ia tidak memiliki rasa iba kemanusian, sedang ia melihat pemandangan ketakutan pada anak-anak dan para wanita kaum muslimin yang susah bernafas lagi matanya terbelalak akibat bom kimia Nushairiyah, yang mana pemandangan-pemandangan semacam itu masih terus terjadi setiap hari, sehingga terbongkarlah sandiwara pemusnahan senjata kimia milik Nushairiyah Anjing-Anjing penjaga Yahudi.

Perasaan dan nilai kemanusian Amerika dan sekutu-sekutunya itu tidak tergerak terhadap hal ini semua, dan mereka menutup telinga mereka dari jeritan orang-orang lemah yang meminta tolong dan mereka menutup mata mereka dari pembantaian kaum muslimin di negeri-negeri itu selama bertahun-tahun.

Kemudian tatkala kaum muslimin itu memiliki Daulah yang melindungi mereka dan membalas kejahatan terhadap mereka dengan yang setimpal, maka menangislah Amerika dan Salibis dengan air mata buaya, dan pura-pura menangisi ratusan bala tentara Rafidhah dan Nushairiyah yang jahat yang ditawan di dalam peperangan dan dibunuh oleh Daulah Islamiyah. Dan hati Amerika dan sekutu-sekutunya merasa iba terhadap sebagian tokoh busuk dari kalangan para antek, intel dan murtaddin, yang dieksekusi oleh Daulah Islamiyah. Amerika dan sekutunya juga berang atas perajaman pezina, pemotongan tangan pencuri, pemenggalan leher tukang sihir dan orang murtad, maka Amerika bangkit marah dan bangkit marah pula sekutu-sekutunya untuk menyelamatkan dunia dari teror dan kekejaman Daulah Islamiyah -begitu mereka klaim-.

Maka mereka mengerahkan segala media massa di dunia ini dan ia menggunakan semuanya untuk membela kebathilan, membuat pengkaburan di hadapan manusia, dan membuat image di hadapan manusia bahwa Daulah Islamiyah itu adalah sumber kejahatan dan biang kerusakan, dan bahwa ia itu adalah yang mengusir manusia dan membinasakan mereka serta yang membunuh orang-orang yang tidak memerangi dan yang menangkapi mereka serta yang menghancurkan rumah-rumah, memporak-porandakan kota-kota serta yang membuat ketakutan anak-anak dan para wanita yang dalam kondisi aman. Dan media-media itu menggambarkan bahwa kaum salibis itu adalah manusia pilihan yang menebar kasih sayang, orang mulia dan berbudi, orang-orang yang memiliki ghairah dan kepedulian yang peduli terhadap islam dan kaum muslimin dari kejahatan dan pengrusakan Khawarij yang ada di Daulah Islamiyah -begitu mereka klaim-, sampai-sampai si tua bangka Kerry menjadi ahli fiqih yang memberikan fatwa kepada manusia bahwa Daulah Islamiyah itu membuat buruk citra Islam dan bahwa apa yang dilakukan Daulah itu bertentangan dengan ajaran-ajaran Islam, dan bahwa Daulah Islam itu adalah musuh Islam. Dan keledai Yahudi Obama itu berubah menjadi Syaikh lagi mufti dan dai islam yang menghati-hatikan manusia seraya memberikan wejangan dan membela-bela Islam, sembari mengatakan bahwa Islam itu berlepas diri dari Daulah Islamiyah, dan itu di sela-sela enam statemennya dalam satu bulan, semuanya tentang bahaya Daulah Islamiyah.

Sungguh mereka itu telah berubah menjadi para fuqaha, mufti, syaikh dan pemberi wejangan, yang membela-bela Islam dan penganutnya. Dan nampaknya bahwa mereka itu sudah tidak percaya dengan kemampuan dan ketulusan para tukang sihir mereka; berupa Hai’ah Kibar Ulama Penguasa yang merupakan Anshar para thaghut.

Wahai kaum muslimin, Amerika dengan armada salibisnya itu tidak datang untuk menyelamatkan kaum muslimin, dan ia tidak mengeluarkan dananya di saat ia menderita kehancuran ekonominya dan kesulitannya untuk melatih dan mempersenjatai Shahawat di Syam dan Iraq karena rasa iba dan rasa kasian terhadap mujahidin dari kekejaman Khawarij dan sebagai pembelaan bagi mereka -begitu klaim mereka-.

يَا لَيْتَ قَوْمِي يَعْلَمُونَ

“Oh andai kaumku itu mengetahui.” (Yasin: 26)

Apakah kaum salibis itu bangkit untuk membantu dan menolong mujahidin fi sabilillah dalam rangka menyelamatkan mereka dari Khawarij?

Hiduplah lama tentu engkau melihat hal yang menakjubkan, kasian kaumku, kapan mereka itu mengambil pelajaran. Allah Ta’ala berfirman:

مَّا يَوَدُّ الَّذِينَ كَفَرُواْ مِنْ أَهْلِ الْكِتَابِ وَلاَ الْمُشْرِكِينَ أَن يُنَزَّلَ عَلَيْكُم مِّنْ خَيْرٍ مِّن رَّبِّكُمْ

“Orang-orang kafir dari Ahli Kitab dan orang-orang musyrik tiada menginginkan diturunkannya sesuatu kebaikan kepadamu dari Rabbmu.” (Al Baqarah: 105)

Dan Allah Ta’ala berfirman tentang ahli kitab:

وَلاَ يَزَالُونَ يُقَاتِلُونَكُمْ حَتَّىَ يَرُدُّوكُمْ عَن دِينِكُمْ إِنِ اسْتَطَاعُواْ

“Mereka tidak henti-hentinya memerangi kamu sampai mereka (dapat) mengembalikan kamu dari agamamu (kepada kekafiran), seandainya mereka sanggup.” (Al Baqarah: 217)

Amerika tidak datang kecuali untuk memerangi Islam dan kaum muslimin, dan ia tidak mengumpulkan sekutu-sekutunya dan mengeluarkan dananya kecuali dalam rangka menghancurkan kekuatan mujahidin. Ini adalah firman Allah, dan itu adalah klaim-klaim kaum salibis, maka siapa yang kalian percayai wahai kaum muslimin? Apa kalian tidak berpikir? Hati kaum salibis tidak terenyuh, dan perasaan mereka tidak tergerak serta air mata mereka tidak bercucuran kecuali di saat mereka melihat bala tentara Rafidhah Shafawiyah yang merupakan wakil mereka di dalam peperangan Iraq hancur oleh pukulan-pukulan mujahidin dan bala tentara mereka kocar-kacir melarikan diri bagaikan tikus-tikus, dan mereka dilibas bagaikan serangga di bawah kaki para muwahhidin.

Sungguh Amerika telah kalap dan sekutu-sekutunya telah kehilangan akal, di saat militer Nushairiyah yang merupakan anjing penjaga Yahudi mulai hancur ketakutan lagi kocar-kacir di hadapan serangan mujahidin. Dan hati Amerika dan sekutu-sekutunya terenyuh di saat melihat sekumpulan bala tentara Nushairiyah digiring oleh bala tentara Daulah Islamiyah bagaikan binatang ternak dan disembelih bagaikan kambing di dalam peperangan terbesar yang mana Nushairiyah mengalami kerugian di dalam sejarah mereka yang kelam, supaya setelahnya gerak Daulah Islamiyah meluncur menuju Damaskus, saat itu saja.

Sungguh kaum salibis telah mengetahui begitu besarnya bahaya, di saat itu saja, perasaan mereka tergerak, dan terenyuh rasa ibanya, saat itu saja, hati mereka terluka, dan berderailah air mata mereka, saat itu saja, mereka merasakan kepedihan dan rasa sakit, saat itu saja, Amerika dan sekutu-sekutunya bangkit dengan penuh kekalutan dan mereka berteriak histeris: “Yahudi, Yahudi, selamatkan yahudi.” Untuk itu mereka datang, dan inilah tujuan dari pengerahan pasukan, oh seandainya kaumku mengetahui, andai kaumku mengetahui.

Sungguh telah nampak hakikat penolakan dan perlawanan itu secara jelas, di mana Nushairiyah dan Rafidhah tidak kuasa menahan dirinya, maka Nushairiyah pun terang-terangan meminta bantuan Amerika dan mempersilahkannya untuk menyerang Daulah Islamiyah seraya melupakan klaim kedaulatannya, kekuatannya dan image kemampuannya, serta permusuhannya yang palsu terhadap Amerika. Begitu juga Iran, di mana nampaklah persekutuannya dengan Syaitannya yang terbesar, di mana si tua bangka Kerry akhirnya menegaskan bahwa Iran memiliki peranan di dalam memerangi Daulah Islamiyah. Maka nampaklah hakikat yang sebenarnya bahwa penolakan itu adalah penolakan dari memerangi yahudi dan salibis, dan bahwa perlawanan itu adalah perlawanan terhadap Islam dan mujahidin.

Wahai Ahlus Sunnah di Iraq, sudah saatnya kalian mengambil pelajaran dari kejadian-kejadian di masa lalu, dan bahwa Rafidhah itu tidak ada bermanfaat baginya kecuali pemotongan jakun dan pemenggalan leher, mereka membuat pemukiman sampai mereka memiliki kekuasaan, mereka menyembunyikan kedengkian mereka terhadap Ahlus Sunnah, serta menyembunyikan kedongkolan dan permusuhan mereka terhadap Ahlus Sunnah, membuat makar terhadap mereka, membuat konspirasi terhadap mereka, menipu dan mempedaya mereka, serta menampakkan di hadapan mereka kecintaan dan menjilat-jilat kepada mereka, selama Ahlus Sunnah itu kuat, mereka berkompetisi dan berlomba-lomba serta berupaya sekuat tenaga untuk melemahkan mereka di saat Ahlus Sunnah itu sama kuatnya dengan mereka. Kemudian bila suatu hari mereka unggul di atas Ahlus Sunnah, maka mereka mulai memamerkan taring mereka dan menampakkan cakar-cakar mereka serta mulai menindas dan mengintimidasi Ahlus Sunnah, membunuhi mereka dan menghinakan mereka.

Inilah sejarah ada di hadapan kalian wahai Ahlus Sunnah, maka silahkan kalian membacanya, dan perhatikanlah bagaimana seringnya kaum Rafidhah itu melakukan makar terhadap Ahlus Sunnah, apa yang mereka lakukan terhadap Ahlus Sunnah bila mereka itu berkuasa, bacalah sejarah mereka dan perhatikanlah realita mereka sekarang. Sungguh si pecundang Nuri telah menampakkan kepada kalian wajah hakiki mereka, maka janganlah kalian terpedaya oleh ular baru mereka yang menampakkan kelembutan sikap dan keindahan tutur kata, dan sungguh kalian telah tersengat bisa dari lobang klaim kompromi dengan Nuri yang pecundang, maka hati-hatilah.

Wahai keluarga-keluarga kami di Syam, inilah hakikat kebenaran hari-demi hari semakin jelas di hadapan kalian, dan ambillah pelajaran dari apa yang menimpa keluarga kita di Iraq, dikarenakan sejarah itu selalu berulang. Sungguh kaum salibis telah memulai dengan membentuk militer Shafawiyah di Iraq dengan melatih kader-kadernya di Yordania, dengan beberapa ribu, sebagaimana sekarang ia dikumpulkan di dekat Syam, maka apa yang didapatkan Ahlus Sunnah dari bala tentara itu selain pemberian kesempatan bagi Rafidhah untuk menguasai leher dan harta mereka, sehingga mereka merasakan kehinaan, kenistaan dan kesengsaraan dari bala tentara itu selama sepuluh tahun. Kemudian apa yang didapatkan anak-anak Ahlus Sunnah dari masuk ke dalam barisan tentara itu selain kemurtaddan dari agama Allah, perobohan rumah-rumah mereka dan pemenggalan leher-leher mereka, sedangkan orang yang hidup di antara mereka maka ia hidup dalam ketakutan terus menerus, dan dia tidak mengetahui kapan dia itu menjadi sasaran tembakan, atau badannya itu dihancurkan berkeping-keping oleh bom tempel, atau dipanggang oleh ranjau atau bom, atau dibunuh oleh pistol peredam atau lehernya dipotong oleh belati, atau kapan dia pulang terus melihat rumahnya ternyata sudah dihancurkan. Kemudian di jalan apa semua ini dilakukan? Maka ambillah pelajaran wahai orang-orang yang berakal!

وَكَمْ أَهْلَكْنَا قَبْلَهُم مِّن قَرْنٍ هُمْ أَشَدُّ مِنْهُم بَطْشًا فَنَقَّبُوا فِي الْبِلَادِ هَلْ مِن مَّحِيصٍ إِنَّ فِي ذَلِكَ لَذِكْرَى لِمَن كَانَ لَهُ قَلْبٌ أَوْ أَلْقَى السَّمْعَ وَهُوَ شَهِيدٌ

“Dan berapa banyaknya umat-umat yang telah Kami binasakan sebelum mereka yang mereka itu lebih besar kekuatannya daripada mereka ini, maka mereka (yang telah dibinasakan itu) telah pernah menjelajah di beberapa negeri. Adakah (mereka) mendapat tempat lari (dari kebinasaan)? Sesungguhnya pada yang demikian itu benar-benar terdapat peringatan bagi orang-orang yang mempunyai hati atau yang menggunakan pendengarannya, sedang dia menyaksikannya.” (Qaaf: 36-37)

Maka waspadalah wahai Ahlus Sunnah, tidaklah bala tentara yang disiapkan oleh Dinasti Salul sekarang ini kecuali anjing-anjing baru penjaga yahudi dan tongkat di tangan kaum salibis untuk menghantam Islam dan mujahidin.

Oleh sebab itu kami berpesan kepada mujahidin di Syam agar mentargetkan setiap orang yang menjadi anggota bala tentara itu atau berniat untuk mendaftarkan diri menjadi anggota, sedangkan orang yang memberikan peringatan itu telah mengutarakan alasan.

Dan adapun Shahawat dan para juru bicaranya dari kalangan politikus, maka mereka tidak akan bisa menyembunyikan hakikat dirinya setelah hari ini, dan ia akan nampak jelas, dan bahwa ia itu adalah shahawat yang merupakan sepatu kaum salibis, maka berkumpullah kalian di sekeliling mujahidin wahai Ahlus Sunnah di Syam, dan laranglah anak-anak kalian dari bergabung dengan tentara dan shahawat, maka kebaikan macam apa yang ada pada bala tentara yang dibentuk oleh kaum salibis dan mereka latih di dalam pangkuan para thaghut, cegahlah anak-anak kalian. Dan barangsiapa yang menolak larangan, maka dia jangan mencela kecuali pada dirinya sendiri bila datang suatu hari di mana dia menggali lobang kuburannya oleh tangan dia sendiri, dan kepalanya dipenggal, dan rumahnya dirobohkan. Orang yang bahagia adalah orang yang mengambil pelajaran dari orang lain. Sungguh ‘izzah itu milik Allah, milik Rasul-Nya dan milik kaum mu’minin, dan akibat akhir yang baik itu adalah bagi orang-orang yang bertaqwa.

Dan kami tidak lupa sebelum mengakhiri ini, untuk memuji saudara-saudara kami mujahidin di Sinai, sungguh harapan telah bersinar di bumi Kinanah dan telah nampak kabar gembira di Mesir dengan operasi-operasi mereka yang penuh berkah terhadap para pengawal Yahudi bala tentara As Sisi Fir’aun yang baru. Teruslah kalian berjalan di atas manhaj ini, inilah jalan yang lurus, semoga Allah melimpahkan barakah kepada kalian, cerai-beraikanlah dengan menumpas mereka orang-orang yang ada di belakang mereka di mana saja kalian mendapatkan mereka, pasanglah ranjau-ranjau di jalan-jalan, serbulah markas-markas mereka, dobraklah rumah-rumah dengan tiba-tiba, dan penggallah leher-leher mereka, jangan biarkan mereka mendapatkan rasa aman, burulah mereka di mana saja mereka berada, rubahlah dunia mereka menjadi rasa takut dan neraka, dan keluarkanlah anak istri mereka dari rumah-rumah mereka dan kemudian ledakkanlah rumah-rumah mereka itu. Janganlah kalian mengatakan bahwa ia itu fitnah, namun fitnah itu adalah mereka dibela-bela oleh suku-suku mereka dan tidak berlepas diri dari mereka, Allah Ta’ala berfirman:

قَالَ يَا نُوحُ إِنَّهُ لَيْسَ مِنْ أَهْلِكَ إِنَّهُ عَمَلٌ غَيْرُ صَالِحٍ

“Allah berfirman: Hai Nuh, sesungguhnya dia bukanlah termasuk keluargamu (yang dijanjikan akan diselamatkan), sesungguhnya (perbuatannya) perbuatan yang tidak baik.” (Huud: 46)

Dan berfirman:

إِلاَّ تَفْعَلُوهُ تَكُن فِتْنَةٌ فِي الأَرْضِ وَفَسَادٌ كَبِيرٌ

“Jika kamu (hai para muslimin) tidak melaksanakan apa yang telah diperintahkan Allah itu, niscaya akan terjadi kekacauan di muka bumi dan kerusakan yang besar.” (Al Anfal: 73)

Dan kepada ikhwan kami muwahhidin di Libya tercinta; sampai kapan cerai-berai dan gontok-gontokkan ini, sudah saatnya kalian menyatukan barisan-barisan kalian dan mengumpulkan kelompok-kelompok kalian serta menyatukan kalimat kalian, serta merapatkan barisan kalian, dan mengenal siapa yang bersama kalian dan siapa yang menjadi lawan kalian, karena tafarruq kalian ini adalah berasal dari syaitan.

إِنَّ اللَّهَ يُحِبُّ الَّذِينَ يُقَاتِلُونَ فِي سَبِيلِهِ صَفًّا كَأَنَّهُم بُنيَانٌ مَّرْصُوصٌ

“Sesungguhnya Allah menyukai orang-orang yang berperang di jalan-Nya dalam barisan yang teratur seakan-akan mereka seperti suatu bangunan yang tersusun kokoh.” (Ash Shaff: 4)

Dan kami mengingatkan kepada muwahhidin di bumi Tunisia yang dirampas agar mereka mengikuti langkah ikhwan mereka di bumi Kinanah, wahai saudara tauhid apa yang kamu tunggu sedangkan para thaghut sudah mengharamkan dakwah atasmu dan menghalangimu dari hijrah serta mereka telah membuka di hadapanmu penjara-penjara kebebasan mereka yang dusta. Mereka menangkapi saudara-saudaramu setiap hari dan membunuh, apa yang kamu tunggu? Apakah kehidupan yang nista dan hina ataukah kamu mencintai dunia dan membenci kematian, berdirilah dan bangkit, karena muwahhid itu adalah tentara walau dia itu sendiri. Mana cucu-cucu Uqbah, Musa dan Thariq?

قَاتِلُوهُمْ يُعَذِّبْهُمُ اللّهُ بِأَيْدِيكُمْ وَيُخْزِهِمْ وَيَنصُرْكُمْ عَلَيْهِمْ وَيَشْفِ صُدُورَ قَوْمٍ مُّؤْمِنِينَ

 “Perangilah mereka, niscaya Allah akan menyiksa mereka dengan (perantaraan) tangan-tanganmu dan Allah akan menghinakan mereka dan menolong kamu terhadap mereka, serta melegakan hati orang-orang yang beriman,” (At Taubah: 14)

Adapun Yaman, oh sayang sekali Yaman, oh sayang sekali, oh sayang sekali Shan’a, ia dimasuki oleh kaum Rafidhah Hautsah sedang kulit mereka tidak dibakar oleh ranjau-ranjau dan badan mereka tidak dicabik-cabik oleh rompi-rompi peledak dan bom-bom, apa di Yaman tidak ada orang yang melenyapkan dahaga kami dari Hautsah?

وَإِن تَتَوَلَّوْا يَسْتَبْدِلْ قَوْمًا غَيْرَكُمْ ثُمَّ لَا يَكُونُوا أَمْثَالَكُمْ

“Dan bila kalian berpaling, maka Allah akan mengganti kalian dengan kaum yang lain kemudian mereka tidak menjadi seperti kalian.” (Muhammad: 38)

Wahai muwahhidīn di Eropa, Amerika, Australia, dan Kanada…
Wahai muwahhidīn di Maroko dan Aljazair…
Wahai muwahhidīn di Khurasan, Kaukasus, dan Iran…
Wahai muwahhidīn di manapun di atas muka bumi…
Wahai ikhwah seaqidah…
Wahai pemilik Al-wala’ wal bara’…
Wahai Anshar Daulah Islamiyah…
Wahai orang yang telah berbai’at kepada Khalifah Ibrāhīm di manapun…
Wahai orang yang mencintai Daulah Islamiyah…
Wahai orang yang mendukung Khilafah…
Wahai orang menganggap dirinya sebagai junud dan ansharnya…

Daulah kalian sedang menghadapi kampanye Perang Salib Baru. Maka wahai muwahhid di manapun kalian berada, apa yang akan kalian lakukan untuk menolong ikhwan kalian? Apa yang kalian tunggu sedangkan orang-orang telah terbelah menjadi dua perkemahan, dan suhu perang yang terus meningkat dari hari ke hari?

Wahai muwahhid, kami memanggil kalian untuk membela Daulah Islam, puluhan negara telah berkumpul untuk menyerangnya, mereka memulai perang mereka melawan kita di segala bidang.

Maka bangkitlah wahai muwahhid. Bangkit dan belalah Daulah kalian dari tempat kalian di manapun kalian berada. Bangkit dan tolonglah saudara-saudara muslim kalian, sesungguhnya rumah, keluarga, dan kekayaan mereka terancam dan dianggap halal oleh musuh-musuh mereka. Mereka menghadapi pertempuran yang menentukan dari pertempuran penting dalam sejarah Islam. Jika umat Islam dikalahkan, mereka akan dipermalukan sedemikian rupa dengan penghinaan yang tidak ada bandingannya. Dan jika kaum muslimin menang -dan ini hanya dengan izin Allah- mereka akan dihormati dengan semua kehormatan di mana umat Islam akan kembali menjadi tuan dari dunia dan raja-raja di bumi.

Maka wahai muwahhid, jangan biarkan pertempuran ini berlalu begitu saja di manapun kalian berada. Kalian harus menyerang tentara, anshar, dan pasukan thawāghīt tersebut. Serang polisi, keamanan, dan anggota intelijen mereka, serta agen berbahaya mereka. Hancurkan tempat tidur mereka. Persulitlah kehidupan mereka dan buat mereka sibuk dengan diri mereka sendiri. Jika kalian bisa membunuh kafir Amerika atau Eropa -terutama pendengki kotor Perancis- atau Australia, atau Kanada, atau kafir harbi lainnya, termasuk warga negara yang negaranya menandatangani koalisi penyerangan terhadap Daulah Islam, maka tawakkallah kepada Allah, dan bunuhlah dengan cara atau jalan apapun juga! Janganlah meminta saran siapa pun dan janganlah mencari pendapat siapa pun.

Bunuhlah kafir itu baik dia itu sipil atau militer, karena hukum mereka sama. Keduanya (sipil dan militer) adalah orang-orang kafir. Keduanya harbi. Keduanya halal harta dan darahnya. Darah menjadi terjaga atau mubah ditumpahkan tidak dilihat dari pakaiannya. Pakaian sipil tidak membuat darah mereka haram ditumpahkan, seragam militer tidak membuat halal darah ditumpahkan. Satu-satunya hal yang membuat darah terjaga dan haram untuk ditumpahkan adalah Islam dan perjanjian (perjanjian damai, dzimmah, dll -pent). Dan menjadi mubah ditumpahkan dengan kekafiran. Barangsiapa muslim maka terjaga darah dan hartanya, dan barangsiapa kafir maka hartanya halal bagi seorang muslim untuk mengambilnya dan darahnya mubah ditumpahkan. Darahnya adalah darah anjing! Tidak berdosa (menumpahkannya), tidak ada diyat atasnya. Allah Ta’ala berfirman:

فَإِذَا انسَلَخَ الأَشْهُرُ الْحُرُمُ فَاقْتُلُواْ الْمُشْرِكِينَ حَيْثُ وَجَدتُّمُوهُمْ وَخُذُوهُمْ وَاحْصُرُوهُمْ وَاقْعُدُواْ لَهُمْ كُلَّ مَرْصَدٍ

“Apabila sudah habis bulan-bulan Haram itu, maka bunuhlah orang-orang musyrikin itu dimana saja kamu jumpai mereka, dan tangkaplah mereka. Kepunglah mereka dan intailah ditempat pengintaian.” (At Taubah: 5)

Dan berfirman Ta’ala:

فَإِذا لَقِيتُمُ الَّذِينَ كَفَرُوا فَضَرْبَ الرِّقَابِ

“Apabila kamu bertemu dengan orang-orang kafir (di medan perang) maka pancunglah batang leher mereka.” (Muhammad: 4)

Dan Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda:

لَا يَجْتَمِعُ كَافِرٌ وَقَاتِلُهُ فِي النَّارِ أَبَدًا

“Orang kafir tidak akan berkumpul dengan pembunuhnya (Mukmin) dalam neraka selama-lamanya.”

Dan bersabda:

مَنْ قَتَلَ كَافِرًا فَلَهُ سَلَبُهُ

“Barangsiapa membunuh orang kafir maka ia boleh mengambil hartanya.”

Jadi wahai muwahhid… Hai orang yang berpegang pada al-wala’ wal bara’… Apakah kalian akan membiarkan orang Amerika, Prancis, atau sekutu mereka untuk berjalan dengan aman di muka bumi sementara tentara-tentara salib menyerang negeri-negeri kaum muslimin dengan tidak membedakan antara warga sipil dan tentara? Dan 3 hari yang lalu mereka telah membunuh 9 Muslimah dengan menyerang sebuah bus yang mengangkut mereka dari Syam ke Iraq. Apakah kalian membiarkan orang kafir untuk tidur nyenyak di rumah mereka sementara para wanita dan anak-anak kaum muslim menggigil ketakutan dari raungan pesawat-pesawat tentara salib di atas kepala mereka siang dan malam hari? Bagaimana kalian bisa menikmati hidup dan tidur sementara kalian tidak membantu saudara-saudara kalian dan tidak melemparkan ketakutan ke dalam hati para penyembah salib, dan tidak membalas serangan mereka?

Maka wahai muwahhid di manapun kalian berada… Hambatlah mereka yang ingin membahayakan saudara-saudara dan Daulah kalian, semampu kalian. Usahakanlah hal terbaik yang kalian bisa dan bunuhlah orang kafir, apakah ia orang Prancis, Amerika, atau dari salah satu sekutu mereka.

يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُواْ خُذُواْ حِذْرَكُمْ فَانفِرُواْ ثُبَاتٍ أَوِ انفِرُواْ جَمِيعًا

“Hai orang-orang yang beriman, bersiap siagalah kamu, dan majulah (ke medan pertempuran) berkelompok-kelompok, atau majulah bersama-sama.” (An-Nisa’: 71)

Jika kamu tidak dapat menemukan IED atau peluru, kemudian keluar seorang kafir Amerika, Prancis, atau salah satu sekutu mereka maka pukullah kepalanya dengan batu, atau sembelihlah dia dengan pisau, atau tabraklah dengan mobilmu, atau lemparkanlah dia dari tempat yang tinggi, atau cekiklah, atau racunilah!

Tidaklah engkau kekurangan atau terhina. Jadikanlah sloganmu (mottomu): “Saya tidak akan selamat jika penyembah salib dan Anshar thaghut selamat.”

Jika kamu tidak mampu melakukannya, maka bakarlah rumahnya atau mobilnya atau bisnisnya. Atau rusaklah tanamannya!

Jika kamu tidak mampu melakukannya, maka ludahilah wajahnya!

Jika dirimu menolak untuk melakukannya, sementara saudara-saudaramu dibombardir dan dibunuh, dan sementara darah dan harta mereka di mana-mana dihalalkan oleh musuh-musuh mereka, maka kembalilah ke agamamu. Maka kamu berada dalam kondisi yang sangat berbahaya karena dien ini tidak tegak kecuali dengan al-wala’ wal bara’…

Dan kami tidak lupa untuk menyampaikan pesan kepada keluarga dan ikhwan kami kaum muslimin suku Kurdi di Iraq, Syam dan di setiap tempat; bahwa peperangan kami dengan Kurdi itu adalah peperangan aqidah bukan nasionalisme, mana mungkin, kami tidak memerangi orang-orang Kurdi dikarenakan mereka itu suku Kurdi, akan tetapi kami hanya memerangi orang-orang yang kafir saja di antara mereka, sekutu salibis dan yahudi di dalam memerangi kaum muslimin. Adapun bangsa Kurdi yang muslim, maka mereka itu adalah keluarga kami dan ikhwan kami di mana saja mereka berada, darah kami siap melindungi darah mereka, dan sesungguhnya orang-orang muslim Kurdi yang ada di barisan Daulah Islamiyah itu sangatlah banyak, dan mereka itu tergolong orang-orang yang paling keras dalam memerangi kaum mereka yang kafir.

Ya Allah sesungguhnya Amerika, Prancis dan sekutu-sekutunya telah aniaya terhadap kami, dan mereka telah datang kepada kami dengan armada-armada perangnya untuk memerangi kami karena permusuhan mereka kepada agama-Mu, mereka menghalangi kami dari menegakkan dien-Mu, penerapan hudud-Mu dan dari pemutusan dengan apa yang telah Engkau turunkan.

Ya Allah sesungguhnya Engkau mengetahui kelemahan kami, kami tidak punya daya dengan sebab serangan pesawat-pesawat mereka.

Ya Allah Engkau telah mengatakan sedangkan perkataan-Mu adalah Al Haq.

وَلاَ تَهِنُوا وَلاَ تَحْزَنُوا وَأَنتُمُ الأَعْلَوْنَ إِن كُنتُم مُّؤْمِنِينَ

“Janganlah kamu bersikap lemah, dan janganlah (pula) kamu bersedih hati, padahal kamulah orang-orang yang paling tinggi (derajatnya), jika kamu orang-orang yang beriman.” (Ali ‘Imran: 139)

Ya Allah sesungguhnya kami beriman kepada-Mu, kami tawakkal kepada-Mu, Engkau-lah Pencukup kami dan Penolong terbaik.

Ya Allah sesungguhnya Amerika dan sekutu-sekutunya itu kafir terhadap-Mu dan menyekutukan-Mu.

Ya Allah Engkau telah menjadikan mereka di atas kami dengan pesawat-pesawat mereka.

Ya Allah Engkau mengetahui bahwa kami tidak memiliki daya dan kemampuan dalam menghadapinya kecuali dengan pertolongan-Mu.

Ya Allah jangan sampai mereka berada di atas kami sedangkan Engkau ada di atas mereka.

Ya Allah jangan sampai mereka ada di atas kami sedangkan kamilah orang-orang yang paling tinggi.

Ya Allah jangan sampai mereka ada di atas kami sedangkan kamilah orang-orang yang paling tinggi, Laa Ilaaha Illaa Anta Maha Suci Engkau, Engkau tidak pernah menyelisihi janji, kami meminta ampunan-Mu dan bertaubat kepada-Mu.

Ya Allah cukupkanlah kami dalam menangani mereka dengan apa yang Engkau kehendaki dan bagaimana Engkau kehendaki, Engkaulah Yang Maha Perkasa lagi Maha Kuasa.

Ya Allah turunkanlah mereka ke bumi dan jadikanlah kami di atas mereka, Engkaulah Sang Raja Yang Maha Hebat.

Ya Allah jadikanlah ini adalah akhir armada perang salib mereka, setelah itu kami menginvasi mereka dan mereka tidak menginvasi kami lagi. Laa Ilaaha Illaa Anta Maha Suci Engkau, sesungguhnya kami adalah tergolong orang-orang yang zhalim, kami meminta ampunan-Mu dan bertaubat kepada-Mu, maka janganlah Engkau berikan siksa kepada kami dengan sebab apa yang dilakukan oleh orang-orang bodoh di antara kami, Engkau-lah Pencukup kami dan sebaik-baiknya Penolong, kami bersandar kepada Engkau, dan kami serahkan urusan kami kepada Engkau, Subhaanaka Subhaanaka, Engkau sebaik-baiknya pelindung dan sebaik-baiknya Penolong.

Dan limpahkanlah ya Allah shalawat kepada Nabi kami Muhammad, kepada keluarganya dan seluruh sahabatnya.

Dan akhir seruan kami adalah segala puji bagi Rabb semesta alam.

Ak-Furqan Media

Senin, 30 Januari 2017

KATAKANLAH: MATILAH KALIAN DENGAN KEGERAMAN KALIAN

KATAKANLAH: MATILAH KALIAN DENGAN KEGERAMAN KALIAN
Statemen Juru Bicara Resmi Daulah Islamiyah, Syaikh Al-Mujahid Abu Muhammad Al-Adnaniy Asy-Syamiy

Alih Bahasa:
Ust. Abu Sulaiman Al Arkhabiliy

بسم الله الرحمن الرحيم

Segala puji hanya bagi Allah Yang Maha Kuat lagi Maha Perkasa, shalawat dan salam semoga dilimpahkan kepada orang yang diutus dengan pedang sebagai rahmat bagi sekalian alam. Amma Ba’du:

Allah Ta’ala berfirman:

...قُلِ ٱدْعُوا۟ شُرَكَآءَكُمْ ثُمَّ كِيدُونِ فَلَا تُنظِرُونِ . إِنَّ وَلِۦِّىَ ٱللَّهُ ٱلَّذِى نَزَّلَ ٱلْكِتَٰبَ ۖ وَهُوَ يَتَوَلَّى ٱلصَّٰلِحِينَ

“…Katakanlah: Panggillah berhala-berhalamu yang kamu jadikan sekutu Allah, kemudian lakukanlah tipu daya (untuk mencelakakan) ku, tanpa memberi tangguh (kepada ku). Sesungguhnya pelindungku ialah Allah yang telah menurunkan Al Kitab (Al Qur’an) dan Dia melindungi orang-orang yang shaleh.” (Al A’raf: 195-196)

Bersepakatlah kalian wahai kaum salibis yang dengki, dan kumpulkanlah koalisi-koalisi kalian dari kalangan murtaddin, Rafidhah dan orang-orang atheis, berkumpullah dan berkoalisilah kalian semua serta bahu-membahulah kalian, berkumpullah kalian setiap hari, buatlah rencana, buatlah tipu daya dan buatlah makar, berkumpullah kalian dan buatlah konspirasi dan kerahkanlah kekuatan kalian, kaum muwahhidin tidak akan takut kepada kalian dan para mujahidin tidak akan silau dari kalian, karena mereka telah berlindung pada benteng yang kokoh dan telah bersandar kepada Dzat Yang Maha Perkasa, Maha Bijaksana lagi Maha Terpuji, seraya mereka penuh keyakinan lagi penuh ketentraman.

أَلَيْسَ ٱللَّهُ بِكَافٍ عَبْدَهُۥ ۖ وَيُخَوِّفُونَكَ بِٱلَّذِينَ مِن دُونِهِۦ ۚ وَمَن يُضْلِلِ ٱللَّهُ فَمَا لَهُۥ مِنْ هَادٍۢ . وَمَن يَهْدِ ٱللَّهُ فَمَا لَهُۥ مِن مُّضِلٍّ ۗ أَلَيْسَ ٱللَّهُ بِعَزِيزٍۢ ذِى ٱنتِقَامٍۢ

“Bukankah Allah cukup untuk melindungi hamba-hamba-Nya. Dan mereka mempertakuti kamu dengan (sembahan-sembahan) yang selain Allah? Dan siapa yang disesatkan Allah, maka tidak seorang pun pemberi petunjuk baginya. Dan barang siapa yang diberi petunjuk oleh Allah, maka tidak seorang pun yang dapat menyesatkannya. Bukankah Allah Maha Perkasa lagi mempunyai (kekuasaan untuk) mengadzab?” (Az Zumar” 36-37)

Dengan aqidah ini kami memerangi kalian wahai kaum salibis, maka mana mungkin kalian bisa menang.

Sesungguhnya setiap mujahid muwahhid merasa yakin bahwa kalian tidak akan mampu seluruhnya untuk menyakiti dia kecuali dengan izin Rabb-nya yang mengayominya.

وَهُوَ ٱلْقَاهِرُ فَوْقَ عِبَادِهِۦ ۚ وَهُوَ ٱلْحَكِيمُ ٱلْخَبِيرُ

“Dan Dialah yang berkuasa atas sekalian hamba-hamba-Nya. Dan Dialah Yang Maha Bijaksana lagi Maha Mengetahui.” (Al An’am: 18)

Dia-lah Dzat yang melakukan apa yang Dia kehendaki.

Wahai kaum Yahudi, wahai kaum salibis, wahai orang-orang atheis, wahai kaum Rafidhah, wahai kaum murtaddin, wahai para Shahawat, wahai para penjahat, wahai semua musuh-musuh Allah, sesungguhnya kami terus berlanjut di atas jalan kami, penuh keyakinan dengan pertolongan Rabb kami, maka matilah kalian dengan kegeraman kalian, demi Allah kalian tidak akan melihat dari kami dengan izin Allah kecuali apa yang membuat kalian muram.

Segala puji hanya bagi Allah yang telah menjadikan Daulah Islamiyah sebagai duri di dalam mata kalian, dan sedakan di tenggorokan kalian serta belati yang menghujam di dada kalian dan kedongkolan di hati kalian, matilah kalian dengan kegeraman kalian, demi Allah kalian tidak akan melihat dari kami dengan izin Allah kecuali sikap kasar dan kekerasan. Dan orang di antara kalian yang selamat dari peledakkan kami dan tidak terkena senjata kami, maka dia benar-benar akan mati penuh kecewa dengan izin Allah dari kemenangan kami.

Maka berbahagialah kalian wahai kaum muslimin di setiap tempat, karena Daulah kalian dengan karunia Allah semakin kuat dan semakin kokoh, ia eksis dengan izin Allah lagi meluas, ia terus berlalu di atas jalannya di atas kejelasan dan bashirah dari Rabb-nya, ia yakin dengan langkah-langkahnya, tidak ada keraguan dan tidak ada kebimbangan, walaupun gelombang serangan salibis semakin dahsyat dan walaupun tetap berlangsungnya persekongkolan pihak yang jauh dan yang dekat terhadap Daulah Islamiyah, serta walaupun serangan pihak yang jauh dan yang dekat terhadapnya.

Kami memberikan kabar gembira kepada para mujahidin bahwa Daulah Islamiyah telah melebar ke Khurasan, di mana para mujahidin dari Junud Khilafah di sana telah menyempurnakan syarat-syarat dan mereka telah memenuhi tuntutan-tuntutan untuk pendeklarasian Wilayah Khurasan, di mana dahulu mereka telah mendeklarasikan bai’at mereka kepada Amirul Mu’minin hafidhahullah Al Khalifah Ibrahim, dan beliau-pun telah menerimanya dan telah menunjuk Asy-Syaikh Al Fadlil Hafidh Sa’id Khan hafidhahullah sebagai Wali (Gubernur) bagi Wilayah Khurasan, dan menunjuk sebagai wakilnya Asy-Syaikh Al Fadlil Abdurrauf Khadim Aba Thalhah hafidhahullah, maka kami mengajak seluruh muwahhidin di Khurasan untuk bergabung dengan kafilah Khilafah serta untuk mencampakkan perselisihan dan perpecahan, maka marilah kalian bergabung dengan Daulah kalian wahai para mujahidin, marilah bergabung dengan Khilafah kalian, karena kalian ini adalah orang-orang yang memiliki keterdepanan (di dalam perjuangan). Kalian telah memerangi Inggris, Rusia dan Amerika, dan hari ini di depan kalian ada peperangan baru, peperangan yang mengukuhkan tauhid dan menghancurkan syirik dan tandid (penyekutuan), marilah segera kalian dengan penuh perendahan diri kepada Allah menyambutnya, tentu Allah akan menjayakan dan memenangkan kalian, marilah, karena ini adalah kesempatan bagi kaum muslimin, dan kalian masih memiliki kesempatan maka jangan kalian sia-siakan.

Dan kami menghimbau kepada seluruh junud Daulah Islamiyah di Khurasan untuk mendengar dan taat kepada Al Wali Hafidh Said Khan dan Wakilnya hafidhahumullah, dan juga untuk bersiap-siap menghadapi apa yang akan mereka jumpai berupa kejadian-kejadian besar, di mana akan bersekongkol terhadap kalian Al Ahzab (Pasukan Koalisi) dan akan banyak serangan dan hujaman terhadap kalian, sedangkan kalian adalah orang-orang yang mampu menghadapinya dengan izin Allah, maka hunuslah pedang kalian dan genggamlah tombak-tombak kalian, teguhlah, janganlah kalian lemah dan luntur, raihlah apa itu kemenangan yang dengannya Allah menjayakan Islam dan kaum muslimin atau syahadah yang dengannya kita menjumpai Allah dalam kondisi diudzur, dan sesungguhnya kami benar-benar melihat kemenangan ini sangat dekat sekali.

Dan dalam waktu dekat dengan pertolongan dan kekuatan Allah sungguh pasukan salibis ini akan hancur, dan setelahnya kita in syaa Allah memiliki perjumpaan di Al Quds dan janji di Roma, yang sebelumnya pasukan Salib dikalahkan di Dabiq. Sesungguhnya mereka menganggap hal itu masih jauh, padahal kami menganggapnya itu sudah dekat.

Wahai kaum salibis, telah lewat beberapa bulan atas serangan sporadis kalian, namun para mujahidin malah semakin kuat, kokoh dan yakin dengan kemenangan dengan karunia Allah. Setiap hari berlalu kalian semakin dipenuhi rasa ketakutan, kecemasan dan kehilangan rasa keamanan, dan Anjing Kalian Obama karena kepengecutan dan ketakutannya masih saja menghati-hatikan dari keterseretan pada peperangan darat, dan karena kelemahan dan ketidakmampuan kalian masih saja kalian menekankan pada pentingnya peranan para penguasa Arab yang murtad, bala tentara mereka dan para tukang sihir mereka dari kalangan ulama penguasa, serta pentingnya mereka dalam gelombang serangan ini, dan mereka itu dijadikan sandaran serta dikompori untuk menyokong dan mendanai Shahawat, dan menjanjikan kepada mereka kemenangan padahal ia sudah menegaskan bahwa peperangan itu akan panjang.

يَعِدُهُمْ وَيُمَنِّيهِمْ ۖ وَمَا يَعِدُهُمُ ٱلشَّيْطَٰنُ إِلَّا غُرُورًا

“Setan itu memberikan janji-janji kepada mereka dan membangkitkan angan-angan kosong pada mereka, padahal setan itu tidak menjanjikan kepada mereka selain dari tipuan belaka.” (An Nisaa: 120)

Semua ini tidak ada manfaatnya bagi kalian dan kami akan melihat kalian turun ke tanah, dan kami akan berjumpa kalian dengan kalian di darat, serta kami benar-benar akan mengalahkan kalian dan akan menginvasi kalian, ini janji Allah, dan Allah tidak pernah menyelisihi janji-Nya.

Wahai para mujahidin, persiapkan perlengkapan kalian, bersiap-siaplah untuk menghadapi musuh-musuh kalian, serta memintalah pertolongan kepada Rabb kalian, peperangan tidak lama lagi akan bergolak panas, dan sesungguhnya urusan ini sangat besar, sangat besar lagi sangat besar, maka pujilah Allah wahai junud Daulah Islamiyah karena Dia telah menghidupkan kalian sampai hari dan telah memilih kalian untuk urusan ini, maka hendaklah masing-masing kalian menjaga tsughur (celah), jangan sampai Islam diserang dari arahnya, dan kalau tidak mampu maka tidak ada yang lebih rendah dari pengorbanan jiwa dan pemurahan nyawa.

Dan kami kembali mengajak para muwahhidin di Eropa dan negara-negara Barat yang kafir dan di setiap tempat, UNTUK mentarget orang-orang salibis di kampung halaman mereka dan di mana saja mereka berada, dan sesungguhnya kami di hadapan Allah akan menghujat setiap muslim yang mampu menumpahkan darah seorang salibis namun ia tidak melakukannya, baik dengan ranjau atau tembakan atau pisau atau mobil atau batu atau hatta dengan tendangan atau tamparan.

Dan sungguh kalian telah melihat apa yang dilakukan oleh seorang muslim terhadap Kanada dan terhadap Parlemen syiriknya, dan apa yang dilakukan oleh ikhwan kita di Prancis, Autralia dan Belgia semoga Allah merahmati mereka semuanya dan memberikan balasan kebaikan bagi mereka atas jasanya terhadap Islam, dan orang-orang selain mereka yang sangat banyak, yang telah membunuh, memberikan pukulan, mengancam, menebar rasa takut dan membuat teror, sampai kami melihat bala tentara salib mengerahkan kekuatannya di Australia, Kanada, Prancis, Belgia dan negara-negara salib lainnya, yang kami menjanjikan kepadanya in syaa Allah bahwa kondisi siaga satu, kondisi mencekam, rasa takut serta kehilangan rasa aman akan terus berlangsung, sedangkan yang akan datang itu lebih dahsyat dan lebih pahit dengan izin Allah, dimana kalian belum melihat sesuatupun dari kami.

Dan terakhir, sungguh para muwahhidun telah berbahagia dengan kematian Thaghut Jazirah si pengkhianat dua tanah suci, kami memohon kepada Allah untuk melemparkannya ke dalam neraka Jahannam dan ia itu tempat yang paling buruk dengan disertai adzab yang paling dahsyat bersama Firaun dan Haman. Kami katakan bahwa kematiannya tidak berarti apapun bagi kami, karena si thaghut telah binasa dan telah digantikan oleh thaghut lainnya, sedang kedua-duanya adalah sama, ada dan tidak adanya sama saja, karena para penguasa sebenarnya bagi negeri Al Haramain adalah orang-orang yahudi dan salibis, bukan Salman dan bukan juga Ibnu Nayef semoga Allah membinasakan keduanya.

Kami memohon kepada Allah Ta’ala untuk membinasakan anjing-anjing Yahudi dan Salibis juga Dinasti Salul, para pembantu mereka dan Anshar mereka dari kalangan Ulama Suu’ dan Para Penyeru Kesesatan, serta menyegerakan pembebasan Bilad Al Haramain dan Jazirah Muhammad shallallahu ‘alaihi wasallam.

Dan hanya milik Allah-lah segala urusan sebelum dan sesudahnya, wa laa haula wa laa quwwata illaa billaah.

Al-Furqan Media

Minggu, 29 Januari 2017

MEREKA MEMBUNUH DAN MEREKA TERBUNUH

MEREKA MEMBUNUH DAN MEREKA TERBUNUH
Statemen Juru Bicara Resmi Daulah Islamiyah, Syaikh Al-Mujahid Abu Muhammad Al-Adnaniy Asy-Syamiy

Alih Bahasa:
Ust. Abu Sulaiman Al Arkhabily

بسم الله الرحمن الرحيم

Segala puji hanya bagi Allah Yang Maha Kuat lagi Maha Perkasa, shalawat dan salam semoga dilimpahkan kepada orang yang diutus dengan pedang sebagai rahmat bagi sekalian alam. Amma Ba’du:

Allah Tabaraka wa Ta’ala berfirman:

وَلا تَهِنُوا وَلا تَحْزَنُوا وَأَنْتُمْ الأَعْلَوْنَ إِنْ كُنْتُمْ مُؤْمِنِينَ

“Janganlah kamu (merasa) lemah, dan janganlah (pula) kamu bersedih hati, padahal kamulah orang-orang yang paling tinggi (derajatnya), jika kamu orang-orang yang beriman.” (Ali ‘Imran : 139)

Ya Allah Rabb kami, Engkau sajalah Ilah kami yang tidak ada sekutu bagi-Mu, kami beriman kepada-Mu dan kami kafir kepada segala yang diibadati selain Engkau.

Ya Allah Rabb kami, tidak ada kekuatan bagi kami kecuali dengan Engkau, hanya kepada Engkau kami beribadah dan hanya kepada Engkau kami meminta pertolongan, dan hanya kepada Engkau kami meminta pertolongan dari kesulitan serta hanya kepada Engkau kami bertawakkal.

Tidak ada ilah yang berhak diibadati selain Engkau saja lagi tidak ada sekutu bagi Engkau, Engkau-lah Yang Maha Kuat, Engkau-lah Yang Maha Perkasa, Engkau-lah Yang Maha Kuasa, Engkau-lah Yang Maha Mengendalikan lagi Sang Raja.

Maka demi Kejayaan-Mu dan Keagungan-Mu, kami tidak akan lemah, tidak akan kecut, tidak akan patah semangat dan tidak akan bersedih hati.

Maka demi Kejayaan-Mu dan Keagungan-Mu, sungguh Engkau akan menolong kami, Engkau benar-benar akan menolong kami selagi kami takut kepada-Mu dan takut kepada ancaman-Mu, Engkau benar-benar akan menolong kami, dan benar-benar akan menggagalkan setiap (keinginan) orang durjana lagi pembangkang.

Wahai manusia, apakah kalian terheran-heran dengan kemenangan Daulah Islamiyah? Ataukah kalian terheran-heran dari ketegarannya padahal ia itu lemah lagi tidak berdaya?

Maka apakah kalian terheran-heran dari persekongkolan semua bangsa kepadanya dan dari banyaknya pihak-pihak yang memusuhinya?

Sesungguhnya kami tidak heran, kami tidak heran, dikarenakan kami merasa yakin bahwa ia itu berada di atas Al Haq, kami merasa yakin bahwa Allah ‘Azza wa Jalla bersama kami, tidak ada ilah yang berhak diibadati kecuali Dia Subhanahu wa Ta’ala, Dia-lah Pencukup kami dan Sebaik-baiknya Penolong.

Maha Suci Allah, tidak ada yang bisa menolak karunia-Nya, tidak ada yang bisa mengkoreksi Hukum-Nya, Yang Maha Kuasa atas semua hamba-hamba-Nya, Yang Maha Bijaksana lagi Maha Mengetahui, Dia-lah Penolong kami dan Pelindung kami, Dia-lah Sebaik-baiknya Pelindung dan Sebaik-baiknya Penolong.

Daulah Islamiyah berjalan di atas jalannya di atas bashirah, teguh langkah-langkahnya di dalam parit sendirian, dan di sisi lain semua negara dunia bersatu padu menghadangnya dengan semua agama dan ideologinya, sedang lisan keadaan mereka mengatakan:

إِنَّ هَٰؤُلَاءِ لَشِرْذِمَةٌ قَلِيلُونَ (54) وَإِنَّهُمْ لَنَا لَغَائِظُونَ (55) وَإِنَّا لَجَمِيعٌ حَاذِرُونَ

“Sesungguhnya mereka (Bani Israil) benar-benar golongan kecil, dan sesungguhnya mereka membuat hal-hal yang menimbulkan amarah kita, dan sesungguhnya kita semua tanpa kecuali harus selalu waspada”. (Asy Syu’ara’: 54-56)

Semua mengamati dalam kebingungan dan ketidak-percayaan seraya bertanya-tanya: Apakah ini masuk akal, apakah Khilafah berdiri di tengah kepungan bala tentara kami, apakah syari’at Allah ditegakkan padahal di tengah kepungan rudal-rudal jarak jauh kami, pesawat-pesawat kami, tank-tank kami, misil-misil kami, kapal-kapal induk kami serta senjata-senjata pemusnah masal kami?

Apakah Daulah Islamiyah itu tetap eksis padahal telah dikerahkan untuk melumpuhkannya media-media online kami, para tukang sihir kami, para ulama kami, para syaikh kami dan fatwa-fatwa kami?

Ini mustahil. Sesungguhnya ia hanyalah awan yang akan berlalu, kabut yang akan berakhir, dan ujian yang akan lenyap.

Tidak, tidak sama sekali wahai musuh-musuh Allah, Khilafah itu akan tetap eksis dengan izin Allah sampai hari kiamat, karena kami adalah para pengikut Muhammad shallallahu ‘alaihi wasallam, sedangkan para pengikut-nya shallallahu ‘alaihi wasallam itu tidak akan dikalahkan selamanya.

Umat Muhammad shallallahu ‘alaihi wasallam ini senantiasa melahirkan, demi Allah kami benar-benar akan mengulang kembali Badar dan Uhud, kami benar-benar akan mengulang kembali Mu`tah dan Hunain, kami benar-benar akan mengulang kembali Qadisiyah dan Yarmuk, kami benar-benar akan mengulang kembali Yamamah, kami mengulang kembali Hiththin dan ‘Ain Jalut, kami akan mengulang kembali Jalaula, Zallaqah Pertama dan Zallaqah Kedua serta Bilath Syuhada, kami akan mengulang kembali Fallujah Pertama dan Kedua, kami bersumpah sungguh Nahawand benar-benar akan terulang kembali, maka waspadailah leher-leher kalian wahai Rafidhah Shafawiyun.

Bila dahulu kakek-kakek kami memerangi Romawi, Persia dan Murtaddin semuanya dalam banyak front yang berbeda lagi terpisah-pisah, maka suatu kebanggaan bagi kami adalah hari ini kami memerangi mereka di dalam satu front dan satu kepemimpinan secara bersamaan.

Maka berbahagialah wahai kaum muslimin di setiap tempat, karena sesungguhnya Daulah Khilafah itu tetap tegar dengan karunia dan nikmat Allah, dan bangunannya senantiasa menjulang tinggi dan semakin kuat dan kokoh hari demi hari, dan hanya milik Allah segala puji dan karunia.

Ia senantiasa menang, dan sedangkan kemenangan-kemenangan yang diklaim oleh Salibis dan Rafidhah di dalam televisi-televisi mereka dan mereka membesar-besarkannya itu tidak lain adalah kemenangan-kemenangan khayalan dan palsu yang mana perebutan kembali sebagian daerah dan desa yang mereka lakukan itu tidak lebih dari sekedar apa yang biasa terjadi di dalam peperangan berupa menyerang dan lari.

Dan hari ini kami memberikan kabar gembira kepada kalian bahwa Khilafah telah meluas ke kawasan Barat Afrika, di mana Khalifah hafidhahullah telah menerima bai’at saudara-saudara kita di Jama’ah Ahlus Sunnah Wal Jihad, maka kami mengucapkan selamat kepada kaum muslimin dan kepada saudara-saudara kami mujahidin di Barat Afrika atas bai’at mereka ini, dan kami mengucapkan selamat atas bergabungnya mereka dengan barisan Khilafah.

Maka berbahagialah wahai kaum muslimin, ini adalah pintu baru yang telah dibukakan oleh Allah ‘Azza wa Jalla supaya kalian berhijrah ke Darul Islam dan berjihad. Barangsiapa yang tertahan oleh para thaghut sehingga ia tidak bisa hijrah ke Iraq atau Syam atau Yaman atau Jazirah Arab atau Khurasan, maka ia bisa hijrah ke Afrika dengan izin Allah.

Marilah wahai kaum muslimin untuk berhijrah ke Daulah kalian, sesungguhnya kami menyeru kalian semua untuk berjihad, menyemangati kalian dan mengajak kalian untuk hijrah ke saudara-saudara kalian di Barat Afrika, dan kami menyerukan khusus kepada para du’at dan para pencari ilmu.

Marilah wahai kaum muslimin untuk menuju bumi Khilafah, sungguh kamu menjadi penggembala kambing di Darul Islam adalah lebih baik bagimu daripada menjadi tokoh yang ditaati di Darul Kufri.

Di sini kamu bisa merealisasikan tauhid, di sini kamu bisa mewujudkan Al-Wala wal Bara’, di sini kamu bisa berjihad di jalan Allah, tidak ada syirik di sini dan tidak ada berhala, tidak ada nasionalisme dan tidak ada kebangsaan, tidak ada demokrasi syirik dan tidak ada sekulerisme kafir di sini.

Tidak ada perbedaan antara orang arab dengan orang ‘ajam, antara orang berkulit putih dengan yang berkulit hitam, di sini orang Amerika bersaudara dengan orang arab, orang Afrika dengan orang Eropa, orang timur dengan orang barat.

Di sini ada Al Amru bil Ma’ruf dan An Nahyu ‘Anil Munkar, di sini syari’at Allah ditegakkan, di sini ketundukkan seluruhnya kepada Allah.

Dengan karunia Allah, di sini ada penjaharan tauhid, di sini Darul Islam, di sini Darul Khilafah.

Wahai orang-orang Yahudi, wahai orang-orang salibis, kalian sudah banyak terlambat, dan kalian tidak bisa menambal apa yang telah lewat, sungguh kami telah mengagetkan kalian dan membuat kejutan tiba-tiba kepada kalian.

Inilah Daulah Islam telah tegak, dan inilah Khilafah telah tegak walau kalian tidak menginginkannya, dan hanya milik Allah segala pujian dan karunia.

Sungguh keangkuhan dan kesombongan kalian telah memperdaya kalian, dan kalian menduga bahwa dengan kedigjayaan dan kehebatan kalian, kalian bisa menghalangi kembalinya Khilafah selamanya.

Dan di saat kami mendeklarasikannya maka kalian mencemoohkannya, dan mencemoohkan juga koalisi-koalisi kalian, kaki tangan kalian, para pengikut kalian, budak-budak kalian dan anjing-anjing kalian dari kalangan Rafidhah, murtaddin, Shahawat, dan Ulama Suu’ yang merupakan Anshar para thaghut.

Sebagaimana kalian mencemooh maka mereka juga dahulu telah mencemooh di saat kami mendeklarasikan berdirinya Daulah Islam, dan sebagaimana ia dahulu telah tegak walaupun kalian tidak menginginkannya, ia kokoh dan ia tegar dengan karunia Allah, ia akan terus berjalan dan eksis dan meluas walaupun kalian tidak menginginkannya dengan izin Allah, dan kalian tidak akan bisa menghadangnya in syaa Allah.

Dan dikarenakan Islam itu adalah agama rahmat (kasih sayang), maka kami akan menunjukkan kalian kepada kebaikan dan kami mengajak kalian kepadanya, MAKA dengarkanlah nasehat kami dan terimalah ajakan kami, dan kalau tidak maka kesombongan dan keangkuhan kalian akan menggiring kalian kepada penyesalan, dan di saat itu tidak berguna lagi penyesalan.

Wahai orang-orang yahudi, wahai orang-orang salibis, bila kalian ingin menjaga darah kalian dan melindungi harta kalian serta kalian hidup aman dari pedang-pedang kami, maka di hadapan kalian tidak ada kecuali dua pilihan yang tidak ada ketiganya, yaitu kalian menyerahkan wajah kalian kepada Allah dan beriman kepada-Nya sebagai Rabb dan Ilah yang Satu lagi tidak ada sekutu bagi-Nya, sehingga kalian selamat di dunia dan beruntung di akhirat serta kalian diberikan dua pahala, dan inilah yang kami ajak kalian kepadanya dan kami nasehatkan kalian untuk menerimanya.

Atau kalian membayar jizyah kepada kami secara langsung sedangkan kalian dalam posisi hina, setelah kalian keluar dari Jazirah Muhammad shallallahu ‘alaihi wasallam dan bala tentara kalian keluar dari Quds dan dari seluruh negeri kaum muslimin, dan sesungguhnya apa yang kalian tunaikan kepada kami berupa jizyah itu tidaklah sebanding dengan seperseribu apa yang kalian bayarkan di dalam mendanai peperangan kalian yang rugi, maka jagalah harta kalian dan angkatlah pedang kami dari leher-leher kalian.

Dan adapun bila kalian memilih yang ketiga dan kalian bersikukuh di atas keangkuhan dan kesombongan serta pembangkangan kalian, maka kalian akan mengigit jari penyesalan sebentar lagi dengan izin Allah, karena kalian tidak akan mampu menghentikan laju pasukan Khilafah in Syaa Allah, bagaimanapun kalian kerahkan segenap kemampuan, bagaimanapun kalian membuat makar dan apapun yang kalian lakukan. Di mana umat Muhammad shallallahu ‘alaihi wasallam itu adalah umat yang banyak melahirkan, dan tidak akan ada sesuatupun yang bisa menghadangnya selagi ia berpegang teguh dengan Kitab-Nya dan Sunnah Nabi-Nya shallallahu ‘alaihi wasallam, dan selagi ia tetap menegakkan jihadnya, serta selagi anak-anaknya mengorbankan nyawa-nyawa dan darah-darah mereka di jalan Allah.

Dan ingatlah selalu wahai orang-orang Yahudi, wahai orang-orang salibis, wahai orang-orang Rafidhah, wahai orang-orang atheis, sesungguhnya kalian ini adalah para pengecut dan lemah seluruhnya, sedangkan orang lemah dan pengecut itu tidak akan mendapatkan kemenangan.

Kalian ini para pengecut, dikarenakan kalian ini tidak berani mengumumkan hakikat peperangan kalian, ia itu perang salib, dan ia itu perang terhadap Islam, dan ia itu perang terhadap Ahlus Sunnah. Dan kalian tidak mengumumkannya dikarenakan kalian ini lemah, di mana bila kalian menampakkan wajah kalian dan terang-terangan dengan hakikat peperangan kalian, maka kaum muslimin yang masih tidur akan terbangun dan mereka tersadar dari mabuknya, dan di saat itu tidak akan habis generasi mereka atau lenyap dengan izin Allah sampai mereka itu menjual anak istri kalian di pasar Nakhasah, oh seandainya kaumku mengetahui.

Wahai orang-orang yahudi, wahai orang-orang salibis, sesungguhnya kalian ini di hadapan pilihan yang sulit dan berada di dalam terowongan yang gelap gulita lagi panjang, di saat kalian memandang bahwa solusi itu ada pada pembunuhan para panglima dan bala tentara Khilafah, karena sesungguhnya kaum muslimin itu hanyalah hidup dengan darah orang-orang yang kalian bunuhi dan dengan darah-darah itu api jihad dinyalakan serta menjadi besar kobarannya. Apa kalian tidak mengetahui bahwa kami ini tidak peduli dengan keterbunuhan, dan apakah kalian tidak mengetahui bahwa kami ini selalu berupaya untuk meraihnya di jalan Allah dan kami mencita-citakannya. Apakah kalian tidak mendengar ucapan Haram Ibnu Malhan radhiyallahu ‘anhu? Di mana Muslim rahimahullah meriwayatkan di dalam Shahihnya:

وأتى رجل حرامًا قال أنس من خلفه فطعنه برمح حتى أنفذه، فقال حرام: “فزت ورب الكعبة”، فقال رسول الله صلى الله عليه وسلم لأصحابه:

“Seorang pria menghampiri Haram pamannya Anas dari arah belakang dan terus menusuknya dengan tombak sampai tembus, maka Haram berkata: Aku menang demi Rabb Ka’bah,” maka Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda kepada para sahabatnya:

(إن إخوانكم قد قتلوا وإنهم قالوا: اللهم بلغ عنا نبينا أنا قد لقيناك فرضينا عنك ورضيت عنا)

“Sesungguhnya saudara-saudara kalian telah terbunuh dan bahwa mereka itu berkata: Ya Allah sampaikanlah dari kami kepada Nabi kami bahwa kami telah bertemu dengan Engkau dan kami ridha dengan-Mu dan Engkau ridha dengan kami.”

Ataukah belum sampai kepada kalian doa Abdullah Ibnu Jahsy radhiyallahu ‘anhu dan cita-citanya pada perang Uhud di saat ia berkata:

“اللهم ارزقني رجلاً شديدًا حرده، شديدًا بأسه، أقاتله فيك ويقاتلني ثم يأخذني فيجدع أنفي وأذني، فإذا لقيتك غدًا قلت: “يا عبد الله؛ من جدع أنفك وأذنك؟ فأقول فيك وفي رسولك، فتقول: صدقت”، قال سعد: لقد رأيته آخر النهار وإن أنفه وأذنه لمعلقتان”

“Ya Allah karuniakan kepadaku seorang pria yang perkasa lagi kuat, aku memeranginya di jalan-Mu dan dia juga memerangiku, kemudian dia membawaku dan memotong hidung dan telingaku, sehingga bila aku berjumpa dengan Engkau nanti maka Engkau berkata: “Wahai Abdullah siapa yang memotong hidung dan telingamu,” maka aku berkata: “Di Jalan-Mu dan di jalan Rasul-Mu.” Maka Engkau berkata: “Kamu benar”. Sa’ad berkata: “Aku melihatnya di akhir siang sedangkan hidung dan telinganya tergantung”.”

Dan apakah kalian tidak mengetahui kisah ‘Umair radhiyallahu ‘anhu yang di tangannya ada beberapa butir kurma yang ia makan; tiba-tiba ia mendengar Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam menyemangati untuk berperang dan memberikan motivasi untuk berjihad serta membuat kerinduan ke surga, maka ‘Umair berkata: Bakh Bakh, sesungguhnya jarak antara diriku dengan masuk surga itu tidak lain adalah aku terbunuh oleh mereka, kemudian ia membuang kurma-kurmanya dan terus berperang sampai terbunuh.

Dan apakah kalian tidak mendengar sabda Rasul kami shallallahu ‘alaihi wasallam:

(والذي نفس محمد بيده؛ لوددتُ أني أغزو في سبيل الله فأقتل، ثم أغزو فأقتل، ثم أغزو فأقتل)

“Demi Dzat Yang Jiwa Muhammad berada di Tangan-Nya, sungguh aku ingin beperang di jalan Allah terus aku terbunuh kemudian aku berperang dan terus terbunuh kemudian aku berperang dan terus terbunuh.”

Apakah kalian tidak mendengar firman Rabb kami ‘Azza wa Jalla:

وَمَن يُقَاتِلْ فِي سَبِيلِ اللَّـهِ فَيُقْتَلْ أَوْ يَغْلِبْ فَسَوْفَ نُؤْتِيهِ أَجْرًا عَظِيمًا

“Dan barangsiapa yang berperang di jalan Allah, lalu gugur atau memperoleh kemenangan maka kelak akan Kami berikan kepadanya pahala yang besar”. (An Nisa’: 74)

إِنَّ اللَّـهَ اشْتَرَىٰ مِنَ الْمُؤْمِنِينَ أَنفُسَهُمْ وَأَمْوَالَهُم بِأَنَّ لَهُمُ الْجَنَّةَ ۚ يُقَاتِلُونَ فِي سَبِيلِ اللَّـهِ فَيَقْتُلُونَ وَيُقْتَلُونَ ۖ وَعْدًا عَلَيْهِ حَقًّا فِي التَّوْرَاةِ وَالْإِنجِيلِ وَالْقُرْآنِ ۚ وَمَنْ أَوْفَىٰ بِعَهْدِهِ مِنَ اللَّـهِ ۚ فَاسْتَبْشِرُوا بِبَيْعِكُمُ الَّذِي بَايَعْتُم بِهِ ۚ وَذَٰلِكَ هُوَ الْفَوْزُ الْعَظِيمُ

“Sesungguhnya Allah telah membeli dari orang-orang beriman diri dan harta mereka dengan memberikan surga untuk mereka. Mereka berperang di jalan Allah; lalu mereka membunuh atau terbunuh. (Itu telah menjadi) janji yang benar dari Allah di dalam Taurat, Injil dan Al Qur’an. Dan siapakah yang lebih menepati janjinya (selain) daripada Allah? Maka bergembiralah dengan jual beli yang telah kamu lakukan itu, dan itulah kemenangan yang agung”. (At Taubah : 111)

Apakah kalian tidak mengetahui wahai orang-orang salibis bahwa di antara kami ini adalah ratusan ribu keturunan Haram, Abdullah dan ‘Umair, kalian melihat kafilah-kafilah istisyhadiyin setiap hari, apa kalian tidak melihat bagaimana mereka itu maju menemui kematian dengan rasa bahagia dan tertawa, sedangkan kematian itu lari lagi ketakutan, dan mereka terus mengejarnya sampai mendapatkannya dan menceburkan diri ke dalam pangkuannya seraya berlomba-lomba untuk meraihnya, demi menoreh kembali sejarah seraya mengatakan dengan darah-darah mereka:

Di sinilah wangi surga.
Di sinilah lahan jihad.
Di sinilah Darul islam.
Di sinilah Bumi Khilafah.
Di sinilah Al-Wala’ wal Bara’.
Di sinilah ‘izzah.
Di sinilah kemuliaan.
Dan tidak ada ‘izzah dan kemuliaan bagi kaum muslimin kecuali di sini.

Maka apakah mereka itu bisa dikalahkan?!

Tidak mungkin, Demi Rabb Muhammad shallallahu ‘alaihi wasallam. Tidak mungkin umat jihad dan istisyhad itu bisa dikalahkan, mereka itu tidak mati namun mereka itu diberikan kehidupan sebenarnya.

Kami telah menang wahai kaum salibis; kami telah mengembalikan khilafah dengan karunia Allah saja, maka koreksilah diri kalian sebelum terlambat, dan segeralah masuk islam atau membayar jizyah, karena kesempatan masih ada bagi kalian.

Kami telah menang dengan karunia Allah saja, dan kami telah mempecundangi kalian wahai kaum salibis, dan kalian akan dikalahkan, sumpah demi Rabbul ‘Izzah kalian akan dikalahkan.

Kami telah menang di saat kami mengumumkan Al-Wala’ wal Bara’, menghancurkan berhala-berhala, menjaharkan tauhid di setiap mesjid, jalan dan tempat, dan kami merajam pezina, kami membunuh tukang sihir, memotong tangan pencuri dan mendera peminum khamr serta kami kembalikan bagi wanita muslimah kesucian mereka dengan hijab.

Kami telah menang di saat kami telah menghancurkan kotak-kotak Pemilu dan kami angkat Khalifah dengan kotak-kotak peluru dan pemenggalan leher. Kami dirikan shalat, kami tunaikan zakat, kami memerintahkan hal yang ma’ruf dan melarang dari yang munkar.

Kami telah menang di saat Pentagon menganggap perebutan ‘Ainul Islam atau Zammar itu sebagai kemenangan, setelah para mujahidin mundur darinya di dalam peperangan maju dan mundur, dan kalian telah melihatnya hancur dan tinggal puing-puing setelah empat bulan pengurasan 70% dari kemampuan pesawat-pesawat kalian, kapal-kapal induk kalian dan kekuatan-kekuatan kalian.

Maka selamat bagimu wahai Pentagon atas kemenangan ini!

Selamat bagi kaum salibis mendapatkan tumpukkan puing-puing bebatuan di Kobani dan Zammar.

Kami telah menang di saat kalian mengerahkan puluhan ribu orang-orang kafir untuk memasuki kota Albu ‘Ajil atau ‘Alam atau Ad Dour, atau beberapa rumah tanah di desa-desa yang berpencaran di padang pasir, sehingga di saat kalian memasuki sebagiannya maka kalian menganggap itu sebagai kemenangan!

Kami telah menang di saat Amerika dan Eropa bermimpi untuk merebut kembali rumah-rumah tanah liat di Tel Hamis atau Tel Barak atau ‘Adlil atau Jallam.

Wahai orang-orang salibis; Bila kalian mempertaruhkan diri terhadap kota Shalahuddin dan memimpikan Mosul, Sinjar, Haul, Tikrit atau Huwaijah atau memimpikan Mayadin atau Jarablus atau Karmah atau Tel Abyadl atau Al Qaim atau Darnah atau memimpikan untuk merebut kembali hutan belantara di pedalaman Nigeria atau menguasai ‘Asy’asy di padang Pasir Sinai, maka sesungguhnya kami justru menginginkan Paris in Syaa Allah sebelum Roma dan sebelum Andalusia.

Setelah kami membuat hitam kehidupan kalian dan menghancurkan Gedung Putih kalian, Jam Big Ben, Menara Eiffel in syaa Allah, sebagaimana dulu kami telah menghancurkan istana Kisra.

Kami menginginkan Kabul, Karachi, Kaukasus, Qum, Riyadh dan Teheran, kami menginginkan Baghdad, Quds, Kairo, Shan’a, Doha, Abu Dabbi, dan Oman. Dan kaum muslimin akan kembali berkuasa, memimpin dan mengendalikan di semua tempat.

Ini Dabiq dan ini Ghauthah, ini Quds dan itu Roma, kami akan memasukinya, tidak bohong, ini janji Rasul yang jujur lagi dipercaya shallallahu ‘alaihi wasallam.

Dan inilah kami sekarang, sedangkan hari-hari penentuan itu di antara kita dan peperangan besar itu akan datang.

Wahai Ahlus Sunnah di Syam, Iraq, Jazirah dan Yaman; Sering sekali kami menghati-hatikan kalian dari bahaya Rafidhah yang najis, dan apa yang kami hati-hatikan itu telah terjadi, dan kami terus menghati-hatikan kalian. Bila dahulu mereka itu berbohong kepada kalian dan menampakkan di hadapan kalian sentuhan ular yang lembut; maka ini mereka sekarang telah menampakkan taring mereka, menghembuskan bisa mereka dan mereka telah mengumumkan Imperium Shafawiyah mereka dengan terang-terangan, sedangkan ibu kotanya adalah Baghdad dan itu mereka nyatakan dengan penuh kepongahan.

Sesungguhnya mereka hari ini telah menampakkan kepada kalian wajah kedengkian mereka yang telah kalian lihat di Baghdad, Damaskus dan Shan’a, dan telah kalian liat di Doma dan Patyas, dan telah kalian lihat di Kuwait, Bahrain dan Ahsa, dan juga di Huwaijah, Sa’diyah, Miqdadiyah dan Khaliqin, dan yang kalian bisa lihat di Tikrit, di ‘Alam, Dour dan Albu ‘Ajil.

Sesungguhnya Rafidhah Shafawiyin itu pada hari ini telah memasuki fase baru di dalam perang mereka terhadap Ahlus Sunnah, di mana mereka mengira bahwa mereka bisa dengan mudah mengambil wilayah-wilayah Ahlus Sunnah dan menguasainya secara total.

Sesungguhnya mereka hari ini tidak lagi menginginkan ada satu muslim sunni-pun berada di dalam Imperium kekuasaan yang mereka impikan. Mereka tidak menginginkan seorangpun yang tidak mencela ibunda kita Aisyah dan Ummahatul Mu’minin radhiyallahu ‘anhunna, dan tidak mencela kehormatan Nabi kita shallallahu ‘alaihi wasallam, mereka tidak menginginkan seorang-pun yang masih mendoakan keridhaan Allah bagi Abu Bakar, Umar, Utsman dan seluruh sahabat radhiyallahu ‘anhum. Dan siapa yang tidak mau melakukannya maka mereka membunuhnya dan mereka merampas rumah dan hartanya serta mereka menawan para wanita dan anak-anaknya.

Wahai Ahlus Sunnah; Pada hari ini koalisi Salibis Shafawiy itu telah nampak jelas. Ini buktinya, Iran bersama setan terbesarnya Amerika saling membagi wilayah dan daerah di dalam memerangi Islam dan Ahlus Sunnah. Di mana kaum salibis dan yahudi itu tidak merasa cukup dengan menyerahkan Baghdad, Damaskus, Berut dan San’a kepada Rafidhah, namun mereka justeru menginginkan menyerahkan Makkah dan Madinah kepada mereka, mereka menginginkan Pakistan dan Afghanistan, mereka menginginkan Indonesia, ya Indonesia seandainya kalian mengetahui.

Sesungguhnya orang-orang yahudi dan salibis menginginkan penyerahan seluruh negeri kaum muslimin kepada kaum Rafidhah yang najis, dan mereka tidak mendapatkan kaum yang lebih dahsyat kekafiran dan perusakannya di muka bumi daripada Rafidhah, di mana mereka itu memerangi tauhid dan menyebarkan perbuatan-perbuatan keji, syirik dan tandid.

Dan yang mengherankan di dalam peperangan ini adalah; Masih saja para pemuka pengkhianatan dan pengantekkan diri, dan para pemuka kebejatan dan kenistaan, semisal An Nujaifiy, Al Jabburiy dan Al ‘Ubaidiy itu menjanjikan kembalinya Rafidhah ke Mosul, Shalahuddin dan Al Anbar, dan mereka mengancam para mujahidin dan menantang mereka, sedangkan panglima perangnya si Rafidhiy Shafawiy yang kotor Sulaimaniy adalah pemimpin mereka dan tuan mereka. Mereka itu masih saja berjalan di belakang Rafidhah, bagaikan anjing liar yang tersesat, dan mereka masih saja menggonggong dengan menyatakan bahwa mereka-lah para pelindung Ahlus Sunnah dan bahwa Daulah Islamiyah adalah antek Iran dan bonekanya. Subhanallah..

Wahai Ahlus Sunnah di Iraq, Syam, Jazirah dan Yaman, dan kami khususkan penduduk Iraq; Rafidhah Shafawiyin yang najis itu tidak datang dari Iran, Bashrah, Najaf, Karbala dan tempat lainnya maju menuju kematian mereka dengan dipenggal leher-leher mereka dan tercabik-cabik badan mereka dan mereka disembelih serta dibunuh seperti binatang (mereka tidak datang) untuk melindung kalian!

Dan klaim Rafidhah yang najis bahwa mereka itu membela Ahlus Sunnah dan mengamankan wilayah-wilayah mereka, klaim itu tidak lain adalah seperti klaim orang-orang salibis pendengki yang mengaku membela Islam dan melindunginya dari penyimpangan serta membela kaum tertindas.

Sungguh Rafidhah itu telah datang wahai Ahlus Sunnah untuk merampas rumah-rumah kalian, tanah-tanah kalian dan harta-harta kalian. Mereka telah datang untuk membunuhi kaum pria kalian dan memperbudak para wanita kalian. Sungguh orang-orang Iran itu telah datang dalam rangka membalas dendam kepada 80 orang warga Iraq.

Rafidhah telah datang seraya menuntut balas dendam dari Ahlus Sunnah atas kematian Husain radhiyallahu ‘anhu yang mereka (Rafidhah) bunuh sendiri, mereka ratapi dan mereka tampar beratus-ratus tahun.

Maka bangunlah wahai kaum muslimin;

Wahai Ahlus Sunnah di Iraq, Syam, Jazirah dan Yaman;
Wahai Ahlus Sunnah di Mesir, Maroko dan Afrika;
Wahai Ahlus Sunnah di Afghanistan dan India;
Wahai Ahlus Sunnah di Indonesia, Malaysia, Filipina, Turki dan Kaukasus;
Wahai kaum muslimin di Amerika, Eropa, Kanada dan Australia;
Wahai umat Muhammad shallallahu ‘alaihi wasallam;

Kami telah menghati-hatikan kalian sebelumnya, dan kami masih terus menghati-hatikan kalian.

Sesungguhnya peperangan ini adalah perang salib shafawiy, perang terhadap Islam, perang terhadap tauhid, perang terhadap Ahlus Sunnah.

Bila Daulah Islamiyah hancur -semoga Allah tidak mentaqdirkannya- maka tidak ada Makkah dan Madinah lagi bagi kalian wahai Ahlus Sunnah!

Dan sungguh benar-benar kaum Rafidhah itu akan menggali kuburan para sahabat Nabi kalian shallallahu ‘alaihi wasallam, terutama kuburan Al Khulafa Ar Rasyidin radhiyallahu ‘anhum, dan kalian benar-benar akan hidup sebagai budak dan pelayan bagi kaum Rafidhah.

Marilah wahai kaum muslimin ikut di dalam peperangan kalian; Sesungguhnya kami mengajak kalian semua untuk bergabung dari seluruh belahan bumi, untuk hijrah ke Daulah kalian dan membelanya, meninggikan bangunannya dan menyertai bala tentaranya, dan kami lebih khusus menyebutkan saudara-saudara kami kaum muslimin dari suku Kurdi di Turki, Utara Iraq dan Iran, marilah kalian bergabung untuk memerangi orang-orang komunis yang berasal dari bangsa kalian, dan supaya kalian membuktikan bahwa peperangan kita ini adalah peperangan aqidah, bukan peperangan iman dan kufur, dan bukan juga kebangsaan dan nasionalisme.

Wahai bala tentara khilafah;
Teguhlah kalian, dikarenakan kalian itu di atas Al Haq.
Teguhlah, karena sesungguhnya Allah bersama kita.
Teguhlah, dikarenakan Allah itu Penolong kita.

Teguhlah, demi Rabb langit dan bumi, tidak mungkin kemusyrikan Rafidhah itu bisa mengalahkan tauhid kalian, mana mungkin! Kekafiran komunis Kurdi itu tidak akan menguasai dosa-dosa dan maksiat kalian, mana mungkin bisa, demi Allah. Shahawat murtad itu tidak akan mengalahkan keislaman kalian in syaa Allah. Dan koalisi salibis itu tidak akan bisa mematahkan keimanan kalian dengan izin Allah.

Berjalanlah, karena sesungguhnya Makkah, Madinah, Quds, dan Roma menunggu kalian. Berjalanlah menuju Badar, Uhud dan Petang Ahzab Baru. Berjalanlah menuju Mu-tah, Yamamah, Yarmuk, Qadisiyah dan Nahwand baru. Berjalanlah menuju ‘Ain Jalut, Zallaqah dan Hiththin Baru. Berjalanlah menuju Dabiq dan Ghauthah.

Wahai bala tentara Daulah Islamiyah; Sesungguhnya ia itu adalah Khilafah dengan izin Allah, dan bila kalian menginginkannya di atas manhaj kenabian in syaa Allah, maka hindarilah kezhaliman, keangkuhan dan bangga diri. Tuluskan niat kalian karena Allah dan perbaharuilah niat itu selalu, dan perbanyaklah dari melakukan taubat, istighfar dan mengucapkan La haula wa laa quwwata illa billah. Berlepas dirilah dari kekuatan dan daya kalian kepada Daya dan Kekuatan Allah. Dan bila kalian bertemu dengan musuh maka ingatlah selalu ketauhidan dan dien kalian dan ingatlah selalu kemusyrikan dan kekafiran mereka. Bila kalian melakukan hal ini maka perhatikanlah betapa kuatnya kalian, dan kalian melihat betapa lemah dan pengecutnya mereka itu.

Ingatlah wahai mujahid di saat kamu bertemu dengan musuhmu; Ingatlah bahwa kamu ini memerangi Rafidhah yang musyrik lagi kotor yang berperang di jalan manusia dan demi Ali, Husain dan Ahli Bait mereka -itu klaimnya-. Dia berperang di jalan Khumainiy (Khameini), Khaminaiy (Khamenei) dan As Sistaniy, semoga Allah melaknat mereka semua. Dia sujud kepada kuburan, thawaf dan tabarruk dengannya, sumpah dengan nama manusia, meminta pertolongan dan perlindungan kepada manusia yang sudah mati, bernadzar dan menyembelih untuk manusia, dan bertawakkal kepada manusia. Dan bila ia ingin bertaqarrub kepada Allah -sesuai klaimnya-, maka dengan zina (mut’ah), maka selalu ingatlah hal itu wahai mujahid-muwahhid.

Ingatlah selalu bahwa kamu ini memerangi orang kafir mulhid dan orang murtad yang busuk, dia kafir kepada Allah dan iman kepada demokrasi dan sekulerisme serta bersaudara dengan kaum musyrikin, berkoalisi dengan mereka, serta memusuhi agama dan hukum Allah, dia berupaya dan berperang untuk melenyapkan syari’at Allah, dan dia telah menghalalkan darah para wali Allah dari kalangan muwahhidin mujahidin, dan dia menghabiskan hari-harinya dengan mabuk, cabul, dansa, musik dan berbagai maksiat dan kemungkaran, dan dia telah mengganti Al Qur’anul Karim dengan alat musik dan gendang.

Ingat selalu hal itu wahai mujahid di saat kamu bertemu dengan musuhmu, dan ingat selalu ketauhidanmu kepada Allah, tawakkalmu kepada-Nya saja, serta permintaanmu terhadap pertolongan dan perlindungan dari Allah saja. Ingat selalu sujud dan ruku’mu kepada-Nya saja, doamu dan ketundukanmu di hadapan-Nya. Ingatlah selalu bahwa kamu ini berperang di jalan Allah Subhanahu. Bila kalian melakukan hal itu wahai para mujahidin, maka seranglah musuh-musuh kalian dan terobos barisan mereka, maka mereka tidak akan tegar dan teguh di hadapan kalian dengan izin Allah.

Wahai para mujahidin; Janganlah sekali-kali orang jahil mengira bahwa para mujahidin di jalan Allah itu tidak mengalami kerugian satu pertempuran-pun! Tidak, karena sesungguhnya peperangan itu sepadan dan hari-hari itu berputar. Dan sesungguhnya mujahidin di jalan Allah kadang mengalami kerugian dalam satu pertempuran atau kehilangan satu kota atau daerah, akan tetapi mereka itu tidak dikalahkan selamanya. Dan pada ujungnya dan kemenangan akhirnya adalah bagi mereka selamanya. Maka teguhlah kalian wahai bala tentara Khilafah dan memintalah kepada Allah agar menjadikannya di atas minhaj kenabian.

Bila ia itu di atas manhaj kenabian, sedangkan ia itu seperti itu dengan izin Allah, maka Amerika, Eropa, Rusia, Cina dan Iran semuanya tidak akan bisa membendung aliran pasukannya, dan ia benar-benar akan menggedor singgasana mereka dan bala tentaranya, akan tetapi mesti terus mengalami goncangan dan ujian dari waktu ke waktu.

Ya Allah sesungguhnya dien ini adalah dien Engkau, dan kami adalah bala tentara-Mu, kami berperang di jalan-Mu.

Ya Allah Engkau telah menolong kami dengan karunia dan keutamaan-Mu, bukan dengan sebab daya dan kekuatan dari kami, dan kami ini bukan orang yang berhak mendapatkan pertolongan itu.

Ya Allah jangan sampai kemusyrikan mereka itu mengalahkan ketauhidan kami. Dan jangan sampai maksiat-maksiat kami mengalahkan kekafiran mereka.

Ya Allah ampunilah dosa-dosa kami, sesungguhnya kami memohon ampunan-Mu dan bertaubat kepada-Mu, kami beriman kepada-Mu dan kami bertawakkal kepada-Mu, serta jangan berikan kepada kami sangsi dengan sebab apa yang dilakukan orang-orang bodoh di antara kami.

Ya Rabb kami, jangan Engkau jadikan kami sebagai fitnah bagi orang-orang kafir.

Ya Rabb kami ampunilah dosa-dosa kami, teguhkanlah pendirian kami dan menangkanlah kami terhadap orang-orang kafir dengan rahmat-Mu ya Rabb.

Semoga shalawat dan salam dilimpahkan Allah kepada Nabi kami Muhammad, keluarganya dan para sahabatnya.

Dan akhir seruan kami adalah Alhamdulillahi Rabbil ‘Alamin.

Al-Furqan Media

Sabtu, 28 Januari 2017

WAHAI KAUM KAMI, PENUHILAH SERUAN ORANG YANG MENYERU KEPADA ALLAH

WAHAI KAUM KAMI, PENUHILAH SERUAN ORANG YANG MENYERU KEPADA ALLAH
Statemen Juru Bicara Resmi Daulah Islamiyah, Syaikh Al-Mujahid Abu Muhammad Al-Adnani Asy-Syami

Alih Bahasa
Usdul Wagha

بسم الله الرحمن الرحيم

Alhamdulillah, segala puji bagi Allah Yang Maha Kuat dan Maha Perkasa, shalawat serta salam tercurah kepada Nabi yang diutus dengan pedang sebagai rahmat semesta alam. Amma ba’du;

Allah ‘Azza wa Jalla berfirman:

يَاأَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا مَنْ يَرْتَدَّ مِنْكُمْ عَنْ دِينِهِ فَسَوْفَ يَأْتِي اللَّهُ بِقَوْمٍ يُحِبُّهُمْ وَيُحِبُّونَهُ أَذِلَّةٍ عَلَى الْمُؤْمِنِينَ أَعِزَّةٍ عَلَى الْكَافِرِينَ يُجَاهِدُونَ فِي سَبِيلِ اللَّهِ وَلَا يَخَافُونَ لَوْمَةَ لَائِمٍ ذَلِكَ فَضْلُ اللَّهِ يُؤْتِيهِ مَنْ يَشَاءُ وَاللَّهُ وَاسِعٌ عَلِيمٌ

“Wahai orang-orang yang beriman! Barangsiapa di antara kamu yang murtad (keluar) dari agamanya, maka kelak Allah akan mendatangkan suatu kaum, Dia mencintai mereka dan mereka pun mencintai-Nya, dan bersikap lemah lembut terhadap orang-orang yang beriman, tetapi bersikap keras terhadap orang-orang kafir, yang berjihad di jalan Allah, dan yang tidak takut kepada celaan orang yang suka mencela. Itulah karunia Allah yang diberikan-Nya kepada siapa yang Dia kehendaki. Dan Allah Mahaluas (pemberian-Nya), Maha Mengetahui.” (Al-Maidah: 54)

Allah Yang Maha Suci berfirman:

يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا قَاتِلُوا الَّذِينَ يَلُونَكُم مِّنَ الْكُفَّارِ وَلْيَجِدُوا فِيكُمْ غِلْظَةً ۚ وَاعْلَمُوا أَنَّ اللَّهَ مَعَ الْمُتَّقِينَ

“Wahai orang-orang yang beriman! Perangilah orang-orang kafir yang di sekitar kamu, dan hendaklah mereka merasakan sikap keras darimu, dan ketahuilah bahwa Allah bersama orang yang bertaqwa.” (At-Taubah: 123)

مُّحَمَّدٌ رَّسُولُ اللَّهِ ۚ وَالَّذِينَ مَعَهُ أَشِدَّاءُ عَلَى الْكُفَّارِ رُحَمَاءُ بَيْنَهُمْ

“Muhammad adalah utusan Allah, dan orang-orang yang bersama dengan dia bersikap keras terhadap orang-orang kafir, tetapi berkasih sayang sesama mereka.” (Al-Fath: 29)

قَدْ كَانَتْ لَكُمْ أُسْوَةٌ حَسَنَةٌ فِي إِبْرَاهِيمَ وَالَّذِينَ مَعَهُ إِذْ قَالُوا لِقَوْمِهِمْ إِنَّا بُرَاء مِنكُمْ وَمِمَّا تَعْبُدُونَ مِن دُونِ اللَّهِ كَفَرْنَا بِكُمْ وَبَدَا بَيْنَنَا وَبَيْنَكُمُ الْعَدَاوَةُ وَالْبَغْضَاء أَبَداً حَتَّى تُؤْمِنُوا بِاللَّهِ وَحْدَهُ

“Sungguh, telah ada suri teladan yang baik bagimu pada Ibrahim dan orang-orang yang bersama dengannya, ketika mereka berkata kepada kaumnya, “Sesungguhnya kami berlepas diri dari kamu dan dari apa yang kamu sembah selain Allah, kami mengingkari (kekafiran)mu dan telah nyata antara kami dan kamu ada permusuhan dan kebencian buat selama-lamanya sampai kamu beriman kepada Allah saja,” (Al-Mumtahanah: 4)

Sesungguhnya di antara sifat hamba Allah yang mukmin dan mujahid di jalan-Nya yang mereka dimuliakan dengan kecintaan mereka kepada-Nya dan cinta-Nya kepada mereka, dan memilih mereka dari sekian makhluknya untuk menegakkan kekuasaan-Nya dan menghukumi dengan syari’at-Nya, adalah keras kepada orang-orang kafir, gagah dan merasa tinggi, tinggi dengan aqidah dan tauhid mereka, dan bukan dengan diri mereka, dengan keyakinan bahwa kemenangan, tamkin dan kejayaan adalah milik mereka – dengan karunia Allah, bukan dengan senjata mereka atau jumlah mereka, mereka tetap melakukan apa yang Allah perintahkan kepada mereka tanpa peduli dengan celaan manusia, karena Rabb manusia mencintai mereka, mereka tidak peduli demi melaksanakan perintah Allah walau harus menyelisihi hukum-hukum manusia, adat kebiasaan mereka dan pandangan mereka, mereka tidak takut dengan akibatnya, walau seluruh manusia bersatu padu untuk melawannya, karena Allah bersama mereka, tegas kepada orang-orang kafir, keras seperti binatang buas terhadap buruannya.

Sesungguhnya siapa yang Allah Tabaraka wa Ta’ala pilih dan mengaruniakan kepadanya kemuliaan untuk menegakkan dien-Nya dan menjalankan hukum-hukum-Nya, mereka berlepas diri (bara`) dari orang-orang kafir, memisahkan diri dari mereka, mengumumkan permusuhan dan kebencian kepada mereka, tidak berkoalisi dengan mereka, tidak bermudahanah, tidak membuat mereka tenang, tidak tinggal bersama-sama mereka, atau duduk-duduk di pangkuan mereka, walau mereka itu adalah keluarga mereka atau kerabat mereka atau kaum mereka, ini adalah keadaan orang-orang yang menegakkan syari’at Allah, tidak akan berubah dan berganti, walau harus menghadapi berbagai rintangan dan ujian di jalan panjang mereka. Dan di tahun-tahun pengkhianatan ini kami telah melihat, orang-orang yang mengaku jihad, ingin berusaha menolong agama Allah dan menegakkan syari’at-Nya, namun telah menyelisihi jalan para Nabi, dan telah membawa petunjuk selain petunjuk Nabi kita shallallahu alalihi wasallam dan para shahabatnya yang mulia, mereka khawatir dengan akibatnya sesudahnya, takut dengan celaan orang yang suka mencela, bermuka manis terhadap orang-orang kafir dan bernegosiasi dengan mereka, mencari perhatian dan membuat mereka tenang, bahkan berkoalisi dengan mereka, membela mereka dan bermesraan dengan mereka, engkau lihat dia berusaha keras untuk membangun hubungan dengan mereka, dengan cara mendekati dan berusaha membuka kantor perwakilan di tempat mereka dan di bawah kekuasaan mereka, mengharap agar mendapatkan manfaat dari mereka dan menolak bahaya dari mereka, engkau lihat dia memohon kepada mereka dengan meminta pasukan dan bantuan dari mereka.

Adapun Daulah Islamiyah, maka dia telah mengenal jalan kemuliaan, jalan Nabi kita Shallallahu alaihi wasallam, dia meniti jejaknya, berpegang teguh dengan petunjuknya, dan tidak akan berubah –insya Allah– dan tidak akan melenceng, kami akan tetap melangkah di ajas jalan ini dengan izin Allah, kami tidak takut terhadap celaan para pencela, dan sama sekali tidak akan peduli, walau seluruh manusia menembak kami dari satu busur, walau seluruh umat manusia mengeroyok kami atau pedang-pedang menebas kami, kami tidak peduli walau keledai ilmu tergelincir di tanah, dengan izin Allah itu tidak akan mendatangkan bahaya atas kami, karena kami berada di atas bashirah Rabb kami, kami sama sekali tidak mendatangkan sesuatu dari diri kami sendiri, dan kami tidak melebihi apa yang harus kami pegang erat dari Kitabullah dan Sunnah Nabi kita shallallahu alaihi wasallam.

Wahai kaum muslimin di seluruh tempat, kami mengucapkan selamat kepada kalian atas datangnya bulan Ramadhan yang diberkahi, kami memuji Allah Yang Maha Suci Yang telah menyampaikan kami hingga di bulan mulia ini, maka ambillah kebaikannya wahai hamba-hamba Allah, bersegaralah melakukan amal-amal shalih dan raihlah kemuliaannya, dan sesungguhnya pendekataan diri kepada Allah yang terbaik adalah jihad, maka bersegeralah melakukannya dan semangatlah dalam berperang di bulan yang mulia ini dan carilah kesyahidan di dalamnya, karena amalan sunnah pada bulan ini dihitung seperti amalan wajib, dan amalan wajib dilipatgandakan sepuluh kali lipat, dan sesungguhnya orang yang berakal dan cerdas adalah orang yang bersemangat untuk tetap berjihad dan berperang pada bulan Ramadhan, dan tidak ada ibadah yang menyamai jihad, dan tidak akan meyamai jihad di bulan Ramadhan jihad di bulan lainnya, maka berbahagialah siapa yang mengisi Ramadhan dengan berjihad di jalan Allah, dan berbahagialah bagi siapa yang Allah pilih di bulan mulia ini dan menjadikannya sebagai syuhada, dan semoga saja Allah melipatgandakan pahala orang yang syahid di bulan Ramadhan sepuluh kali lipat dari bulan lainnya, maka bersegeralah wahai kaum muslimin untuk berjihad, dan bergeraklah wahai mujahidin di seluruh penjuru, majulah dan jadikanlah bulan Ramadhan –dengan izin Allah– sebagai bulan kesengsaraan bagi kaum kafir.

Wahai Ahlus Sunnah di seluruh tempat, dan kami khususkan para penduduk Iraq, kalian hari ini hidup bersama orang-orang Rafidhah benar-benar seperti apa yang telah kami peringatkan tidak lama sebelum ini, kalian sekarang benar-benar telah menjalaninya dan melihatnya dengan mata keyakinan, di Baghdad, Diyala, Al-Anbar, Kirkuk dan Shalahuddin, tidak lagi rahasia bagi kalian apa yang terjadi dari penculikan, pembunuhan, pengusiran terhadap Ahlus Sunnah di Baghdad, dan seorang sunni tidak berani untuk menampakkan diennya di tempat itu, dan tidak lagi bisa kembali untuk memasukinya, siapa dari kalian hari ini yang berada di Baghdad bisa memberi nama anaknya dengan nama Umar atau Utsman atau Mu’awiyah? Siapa dari kalian hari ini yang bisa memasuki Baghdad? Rafidhah hari ini tidak akan membiarkan Ahlus Sunnah untuk memasuki Baghdad, bahkan walau dia tidak terhitung dari Ahlus Sunnah, mereka tidak akan membiarkan walau dia adalah pembantunya, ekornya, anjingnya dari kalangan murtadin shahawat, polisi dan tentara untuk memasukinya, hanya karena mereka terhitung dengan nama Ahlus Sunnah, dan walaupun mereka telah memberikan pelayanan bertahun-tahun lamanya, mati-matian membela mereka, dan walau mereka terkadang lebih shafawi dari orang shafawi sendiri.

Maka tanyakanlah tentang seorang polisi sunni murtad dari penduduk Al-Anbar yang dahulu adalah sepatu di kaki-kaki orang shafawi, yang melindungi mereka dari mujahidin, namun itu tidak bermanfaat di sisi orang-orang Rafidhah, ketika dia kabur dari mujahidin menuju Baghdad, maka dia dihentikan oleh orang-orang Rafidhah di pintu perbatasan dan dilarang untuk masuk, lalu mereka bernegosiasi dengan imbalan dua anak wanitanya, dan itu ibarat petir yang menyadarkan dirinya dari kekeliruannya, dan dia menyadari kesesatannya, kemudian dia lari kembali menuju Al-Anbar, lalu datang menemui mujahidin dalam keadaan bertaubat.

Sekali-kali orang Rafidhah tidak akan mengasihi Ahlus Sunnah ketika mereka telah menguasainya, bagaimana akan mengasihi, sedangkan mereka meyakini bahwa membunuh orang sunni merupakan bentuk pendekatan diri untuk tuhan-tuhan mereka, bahkan walau sebenarnya dia telah lepas dari agamanya dan tidak ada yang tersisa kecuali nama, dan walau dia adalah pembantu atau budak yang pernah mati-matian membela mereka.

Kami tidak berbicara kepada kalian tentang masa depan yang akan terjadi, tetapi kami berbicara tentang hakikat kenyataan yang hari ini kalian telah menjalaninya dan lihat secara nyata, pertama kali yang dilakukan Hasyad Rafidhah ketika memasuki Amuriah adalah menggerebek markas-markas shahawat, para shahawat yang dayuts dan menjadi agen, pertama kali Hasyad Rafidhah masuk ke Dhulu’iyah maka dilaranglah shalat Jum’at, dan sungguh kalian telah melihat apa yang mereka lakukan di Diyala, Shalahuddin dan Al-Anbar, dari membakar masjid-masjid dan meledakkannya, membunuh, menyembelih dan mengusir Ahlus Sunnah, merampas harta mereka dan mengambil kekayaan mereka. Kalian hari ini telah menemui kenyataan ini dan melihatnya dengan nyata wahai Ahlus Sunnah, tidakkah kalian mendengar tentang berita tukang emas dan orang-orang di bank yang diculik di Samarra kemudian kembali dengan jasad mati yang telah membeku? Apakah kalian lupa dengan kejadian Al-A’zhamiah terakhir ini dan perbuataan orang-orang Rafidhah di sana? Dan apa yang mereka lakukan dengan terang-terangan kepada kalian ketika membakar rumah-rumah kalian dan kendaraan kalian? Atau apakah kalian belum mendengar ancaman mereka setiap hari kepada kalian wahai penduduk Al-Anbar? Mereka menyebut kalian seperti kepala ular dan mengancam kalian, atau apakah kalian tidak melihat wahai Ahlus Sunnah ribuan orang dari kalian yang ditahan di penjara Al-Janub, atau apakah kalian tidak tahu bahwa di antara mereka ada seribu tiga ratus kaum wanita yang suci? Dan ini adalah jumlah yang mereka sebutkan, dan tentu ini tidak bisa dipercaya.

Wahai Ahlus Sunnah di mana saja kalian berada, sesungguhnya kaum salibis telah menetapkan untuk membersihkan Iraq secara total dari Ahlus Sunnah dan menjadikannya rafidhah secara murni, bangunlah kalian wahai Ahlus Sunnah di semua tempat, sesungguhnya bahaya telah jelas, dan sungguh Rafidhah telah membuka kedoknya dan memperlihatkan wajah sesungguhnya, dan telah terang permusuhan dan kedengkian mereka terhadap kalian. Dan permusuhan orang-orang Rafidhah kepada kalian tidaklah kurang seperti permusuhan salibis kepada kalian, dan tidak kurang kedengkian mereka kepada kalian.

مَا يَوَدُّ الَّذِينَ كَفَرُوا مِنْ أَهْلِ الْكِتَابِ وَلَا الْمُشْرِكِينَ أَنْ يُنَزَّلَ عَلَيْكُمْ مِنْ خَيْرٍ مِنْ رَبِّكُمْ...

“Orang-orang kafir dari Ahli Kitab dan orang-orang musyrik tidak menginginkan diturunkannya kepadamu suatu kebaikan dari Rabbmu...” (Al-Baqarah: 105)

...وَلَا يَزَالُونَ يُقَاتِلُونَكُمْ حَتَّىٰ يَرُدُّوكُمْ عَنْ دِينِكُمْ إِنِ اسْتَطَاعُوا ...

“...Mereka tidak akan berhenti memerangi kamu sampai kamu murtad (keluar) dari agamamu, jika mereka sanggup...” (Al-Baqarah: 217)

Dengan karunia Allah kaum Salibis telah putus asa untuk memadamkan jihad di bumi Iraq, dan mereka tidak sanggup untuk menjauhkan Ahlus Sunnah dari mujahidin dan menundukkan mereka dengan apa yang mereka sebut sebagai proses politik, dan kaum Salibis telah rugi dalam perang ini, dan Ahlus Sunnah telah memulai tahunnya dengan merengkuh di sekitar para mujahidin, kaum Yahudi menggigil dan ketakutan melihat bai’at para syaikh dan pembesar suku-suku kepada mujahidin, sehingga mereka memutuskan untuk menjual Iraq kepada kaum Rafidhah, Iran dan atheis Kurdi, supaya mereka membunuh Ahlus Sunnah dan memenjarakan mereka dan mengusir mereka, dan ini adalah kenyataan yang sangat terang bak mentari di tengah hari. Dan ini adalah strategi sesungguhnya kaum Salibis dalam melawan Khilafah.

Dan sempurnalah dengan fatwa dari As-Sistani najis terlaknat, si mufti Salibis, untuk membentuk Al-Hasyad Ar-Rafidhi, melatihnya dan mempersenjatainya dengan singkat dan dengan peralatan maksimal, dilindungi dengan pasukan udara Salibis, lalu dibukalah pintu untuk kaum Rafidhah terhadap medan perangnya untuk segera masuk dari berbagai negara, membentuk brigade-brigade, milisi-milisi, partai-partai dan kelompok-kelompok, hingga dibukalah bagi setiap partai, bahkan bagi setiap brigade channel satelit yang menjual nama mereka. Sedangkan kaum murtad Ahlus Sunnah kita lihat kebalikannya, mereka menangis di depan pintu salibis, mencium kaki-kaki mereka agar mereka diberi senjata, namun semua tidak bermanfaat, dan secara bertahap selesailah pembersihan daerah-daerah yang dikuasai oleh Rafidhah dari Ahlus Sunnah, melalui cara membunuh, menculik atau mengusir mereka.

Dan inilah dia penculikan mereka setiap hari terjadi ratusan kali, dan pengungsi Ahlus Sunnah dilarang untuk kembali ke rumah-rumah mereka yang berada di daerah yang dikuasai Rafidhah, maka siapa yang kembali ke Diyala atau Tikrit, siapa yang kembali ke Jurf Ash-shakhr atau Karaghur atau Al-‘Uwaisat atau selainnya, maka tidak diperbolehkan bagi para pengungsi Ahlus Sunnah untuk pergi ke daerah-daerah yang dikuasai Rafidhah, terutama penduduk Al-Anbar, maka siapa dari mereka yang bisa masuk ke Baghdad, maka pastilah dia akan disergap untuk dibunuh, ditahan atau diusir.

Atau tidakkah kalian membaca selebaran di Baghdad yang di dalamnya tertulis “Siapa yang meminta tolong sebagai pengungsi dan dia dari Al-Anbar maka dia adalah teroris”, maka para pengungsi dari Al-Anbar dibiarkan begitu saja terlunta-lunta terbakar panasnya gurun. Dan sebagian dari mereka masih ada hingga sekarang, yang enggan untuk kembali kepada keluarga mereka dan dien mereka, menenggak pahitnya siksa dan kehinaan, laa haula walaa quwwata illa billah. Dan kami tidaklah menzhalimi mereka tetapi mereka sendiri yang menzhalimi diri mereka.

Dan itu semua (terjadi) tidak lain karena mereka telah meninggalkan jihad, dan berwala’nya sebagian anak-anak mereka kepada rafidhah dan salibis, dan masuknya mereka ke dalam (barisan) shahawat atau tentara shafawi, demi mengharap kemuliaan dari mereka, maka Allah menghinakan mereka.

... وَمَنْ يُهِنِ اللَّهُ فَمَا لَهُ مِنْ مُكْرِمٍ ...

“...Barangsiapa dihinakan Allah, tidak seorang pun yang akan memuliakannya...” (al-Hajj: 18)

Dan bukti kebenaran dari sabda Rasulullah shallallahu alaihi wasallam,

“Apabila kalian telah berjual beli dengan sistem ‘inah, dan kalian telah mengambil ekor-ekor sapi dan senang dengan bercocok tanam dan meninggalkan jihad, maka Allah akan menguasakan atas kalian kehinaan yang tidak akan dicabut hingga kalian kembali kepada agama kalian”.

Maka kembalilah wahai penduduk Al-Anbar kepada negeri kalian, kembalilah kepada keluarga kalian, kembalilah ke rumah kalian, dan walau pun keadaan telah seperti sekarang, semoga orang-orang murtad yang berasal dari kulit kita akan mengetahui hakikat rafidhah, dan kami telah mendengar bahwa banyak dari mereka yang berniat lari meninggalkan benteng-benteng rafidhah, akan tetapi tidak menemukan jalan karena takut dari palu kami.

Maka untuk mendapatkan udzur di hadapan Allah kemudian di hadapan kaum muslimin, dan sebagai jawaban dari seruan Amirul Mu’minin untuk mengajak para tetua suku-suku dan pembesar mereka, maka kami memberikan kesempatan terakhir kepada shahawat dan orang-orang yang masih bersama Rafidhah dari para tentara dan polisi, dan kami kembali menyeru mereka untuk bertaubat, dan tanpa ada pengecualian, kami tidak membedakan antara komandan dan pelaku kriminal, dan kami tidak memberikan syarat apa pun kepada mereka kecuali mereka harus menyerahkan senjata mereka, sebagai bukti kejujuran mereka, dan kami tidak mengecualikan dalam menerima taubat mereka satu orang pun, bahkan para Jagha`ifah di Haditsa, yang telah berulang kali melakukan kemurtadan, dan kami mengatakan ini tidak lain karena landasan kekuatan, dan kami sekarang telah mengepung Haditsa, dan kami bisa saja memasukinya dalam sekejap, maka ini adalah kesempatan berharga bagi kalian.

Dan bagi seluruh orang-orang murtad, maka gunakanlah dia dan bertaubatlah di bulan mulia ini, semoga saja Allah akan menerima taubat kalian, dan jika seandainya Allah memberikan karunia kepada kami dan kami memasuki Haditsa sebelum kalian bertaubat, maka kami bersumpah, kami pasti akan menjadikan kalian sebagai pelajaran bagi generasi selanjutnya –dengan izin Allah– sehingga kelak akan ada orang-orang yang melewati Haditsa dan mengatakan; “dulu di sini ada Jagha`ifah dan rumah-rumah milik Jagha`ifah”.

Dan kami juga mengulangi seruan kami kepada para tentara kelompok-kelompok di Syam dan Libya, kami mengajak mereka untuk berfikir berulang kali sebelum maju memerangi Daulah Islamiyah, yang telah berhukum dengan apa yang Allah turunkan. Ingatlah wahai engkau yang terkena fitnah sebelum engkau maju memeranginya, sesungguhnya tidak ada di muka bumi ini satu jengkal tanah pun yang ditegakkan di atasnya syari’at Allah kecuali daerah-daerah yang berada di bawah kekuasaan Daulah Islam. Ingatlah jika engkau berhasil merebut satu jengkal tanah darinya atau satu kota atau satu desa, maka hukum Allah di dalamnya akan diganti dengan hukum manusia, maka tanyakanlah kepada dirimu, apa hukum bagi orang yang mengganti atau menyebabkan hukum Allah berganti dengan hukum manusia? Ya, engkau menjadi kafir dengan hal itu.

Maka berhati-hatilah sesungguhnya engkau dengan memerangi Daulah Islamiyah engkau akan terjatuh ke dalam kekafiran baik engkau sadar atau tidak, kemudian fikirkanlah seluruh alasan bahaya yang dianggap bahaya oleh para da’i yang menyeru kepada pintu jahannam supaya engkau memerangi Daulah Islamiyah, maka engkau dapati bahwa itu semua adalah bathil, maka renungkan dan fikirkanlah wahai jundi yang terkena fitnah, lihatlah dengan mata inshaf (adil) tidak dengan mata golongan, lihatlah dengan pandangan syari’at dan dalil, kemudian janganlah engkau menoleh kepada fatwa-fatwa keledai ilmu yang tergelincir dan terjatuh ke dalam kotoran, jangalah engkau tertipu dengan suara-suara mereka yang disiarkan dan walau mereka memiliki tulisan dan karangan yang hebat dan laris, mereka tidak mau meninggalkan pelukan thaghut, tidak juga mau berangkat untuk berjihad, mereka habiskan umur dengan duduk-duduk di balik tabir bersama para wanita, memperhatikan mujahidin untuk mencari kesalahan dan kekeliruannya, jika mereka ribath mereka hanya ribath di twiter, jika mereka berperang perang mereka hanya pertemuan-pertemuan di channel televisi, salah seorang dari mereka belum pernah menembak di jalan Allah walau hanya sekali, tidak pernah ikut serta berperang dengan mujahidin walau hanya sekali, bahkan bisa jadi jika salah satu dari mereka ingin masuk ke salah satu faksi mereka tidak akan menerimanya, dan jika diterima maka dia pasti tidak akan bertahan kecuali sejenak sebelum mereka mengusirnya atau dia meninggalkan mereka, jika salah satu dari mereka mau merenunginya mungkin mereka dapati bahwa rasa sombong itulah yang menghalanginya mengapa dia tidak ikut berperang, hawa nafsunya tidak membuatnya nyaman untuk tunduk di bawah perintah seorang amir, bahkan bisa jadi salah seorang dari mereka belum pernah berniat untuk berperang sebelumnya dan tidak pernah berniat sepanjang hidupnya. Dan setelah ini semua, dia yang hanya duduk-duduk dari jihad serta fasik ingin menjadikan dirinya penasihat bagi jihad dan mujahidin?! Sungguh tidak!

Sesungguhnya aku manusia yang paling tidak butuh kepada orang yang membuat-buat
Yang melihat manusia lain tersesat padahal dia sendiri tidak mendapat petunjuk

Kapan saja engkau memimpin dengan kebathilan maka kebenaran akan menolaknya
Dan jika engkau memimpin dengan kebenaran maka gunung pun akan tertunduk

Maka lihatlah wahai jundi yang terkena fitnah dari mana engkau mengambil agamamu, bertaubatlah kepada Rabbmu semoga Dia merahmati dan memberimu petunjuk, kemudian tidakkah kalian mengambil pelajaran wahai faksi-faksi dan shahawat, tidakkah engkau mengambil pelajaran dari peperangan orang-orang sebelum kalian kepada Daulah Islamiyah sejak sepuluh tahun? Di manakah faksi-faksi yang memerangi Daulah? Di manakah shahawat? Apakah kalian belum mengambil pelajaran wahai faksi-faksi di Libya, apakah kalian belum mengambil pelajaran wahai shahawat Derna? Apakah kalian belum mengambil pelajaran wahai faksi-faksi Khurasan?

Apalah kalian dengan peperangan Daulah? Apakah salah satu dari kalian ingin menggali liang kuburnya dengan tangannya sendiri? Atau ingin terpotong kepalanya atau hancur rumahnya? Apalah kalian dengan memerangi Daulah wahai faksi-faksi, apakah kalian mengira sanggup menghabisinya? Apakah kalian merasa lebih perkasa dibanding shahawat Iraq dan Amerika yang ada di belakangnya serta sekutunya? Tidakkah kalian mengambil pelajaran dengan faksi-faksi Syam dan shahawatnya? Berhentilah wahai faksi-faksi di seluruh tempat dari memerangi Daulah, taubatlah kalian kepada Rabb kalian, biarkanlah urusan kami terhadap orang-orang Yahudi, Salibis dan para thaghut.

Adapun dia yang bersikeras ingin memerangi kami, maka janganlah dia meratapi di kesudahannya dan janganlah dia menampar atau mencela kecuali terhadap dirinya sendiri.

Wahai Ahlus Sunnah di setiap tempat, dan kami khususkan keluarga kami di Yordania, al-Haramain dan Lebanon, jika kalian tidak mengalami apa yang terjadi di Iraq dan Syam maka kenalilah diri kalian, jangan sampai keadaan kalian seperti keadaan orang yang mengatakan “Aku dimakan di hari dimakannya sapi putih”, jika iman kalian lemah dan agama kalian telah sedikit, azzam kalian runtuh dan kalian meninggalkan jihad dan menjauhinya, maka janganlah sekali-kali kecemburuan dan harga diri kalian mati, bagaimana hidup kalian terasa nikmat dan kalian merasa nyaman di rumah kalian, sedangkan saudara-saudara kalian sesama Ahlus Sunnah dibunuh dan diusir, rumah mereka dihancurkan dan harta mereka dirampas serta kehormatan mereka dilecehkan, dan itu semua tidak terjadi kecuali karena pesawat-pesawat salibis yang berangkat dari tengah-tengah kalian, dibiayai dengan harta-harta kalian dan disuplai dengan minyak dan bahan bakar kalian, sungguh laknat Allah atas pemimpin-pemimpin kalian, dan laknat Allah atas orang-orang yang berwala’ dan menolong mereka dari kalangan kalian, laknat Allah atas para Bul’am si keledai ilmu yang telah menipu kalian dengan fatwa-fatwa mereka demi menolong para thaghut dan melanggengkan singgasana mereka.

Maka bangunlah wahai Ahlus Sunnah di Lebanon, bangunlah wahai keluarga kami di Haramain, bangkit lawanlah pemerintah kalian yang kafir dan fajir, bangkitlah kalian sebelum kalian menyesal karena penyesalan tidaklah bermanfaat, janganlah tertidur sebagaimana penduduk Yaman tertidur, hingga ketika thaghut telah menyalakan api rafidhah di setiap jengkal tanahnya, kemudian kalian kaget dan akan memadamkannya tapi ketika itu kalian telah terkepung api sehingga kalian tidak sanggup melakukannya.

Aku melihat api berkobar dari kejauhan
Di setiap arah terpancar kobarannya

Namun Bani Abbas tertidur darinya
Sehingga api itu membesar dan aman terjaga

Sebagaimana Bani Umayah tertidur kemudian terjaga
Mereka ingin memadamkannya namun mereka tidak lagi sanggup melakukannya

Wahai keluarga kami di Lebanon, Yordania dan negeri Haramain, kami telah memperingatkan kalian sejak bertahun-tahun, sungguh orang-orang Rafidhah telah benar-benar bergerak menuju kalian, perang kalian melawan mereka pasti benar-benar akan terjadi, apakah kalian akan berperang melawan hingga bisa menghalau mereka, atau kalian akan tetap dalam tidur kalian lalu kalian terbangun sebagaimana penduduk Iraq, Syam dan Yaman terbangun karena pembunuhan, penahanan dan pengusiran, penghancuran rumah, perampasan harta dan pelecehan kehormatan.

Wahai engkau yang memperhatikan keadaan Syam dan mencucurkan air mata
Apa yang terjadi padamu dan apa yang kalian harapkan

Apabila orang-orang kaget dengan apa yang terjadi di Barada
Maka di Furat dan di tepian Dijlah ada yang lebih menakutkan

Sesungguhnya aku melihat darah mengalir di tepiannya
Dan tanahnya antara basah dan lembab

Baghdad menanti dan jiwa menggigil
Mata berdenyut dan jantung mengharap

Di manakah Ar-Rasyid dan hari-hari yang telah berlalu
Di manakah para penjaga dan di manakan para pemuda hebat

Apa yang ditakuti dan diharapkan lagi oleh seseorang
Ketika jiwa-jiwa telah terusik dengan hidup yang seluruhnya menakutkan

Curahkanlah ketakutan harapan menjadi api yang menyala di hatiku
Dan biarkanlah hatiku bergemuruh dengan hal lain di dalamnya

Tidak ada udzur bagi kaum yang diperintah untuk berperang namun enggan
Tekad dicurahkan dan pandangan dikerahkan

Apa lagi yang diharapkan dari keamanan dan ketentraman
Sementara harta dirampas dan kekayaan direbut

Wahai umat perwira, dimana keperwiraan yang melindungi kalian
Wahai umat yang mulia di mana kemuliaan itu dan keagungan

Jangan kalian terima ketidak adilan dan belalah kemuliaan
Karena kemuliaan adalah hal yang dilindungi orang-orang Arab

Sesungguhnya aku melihat umat-umat terdahulu yang disibukkan
Oleh kesungguhan sehingga tidak ada kesia-siaan dan main-main

Entah itu dengan hidup untuk melindungi kemuliaan yang jauh dari kehinaan
Atau memilih kematian dan kehancuran

Lindungilah negeri kalian dan jadilah manusia-manusia tangguh
Yang tidak merundukkan sayap kehinaan jika terkena bencana

Apa yang kalian fikirkan ketika kalian disergap
Sehingga tidak ada lagi tempat berlindung dan tempat berlari

Adapun kepada Obama si keledai Yahudi yang gagal, dan partainya yang lemah, sekutunya yang lemah, dan pasukannya yang kalah, kami katakan: sepanjang sejarah kami belum pernah mendengar taktik mundur, akan tetapi kami janjikan kepada kalian di masa yang akan datang –insya Allah– kemunduran demi kemunduran, kejutan demi kejutan, maka tunggulah sesungguhnya kami juga menunggu.

Dan kami ucapkan selamat kepada para junud Daulah Islamiyah di Kaukasus yang telah mendeklarasikan wilayah, kami menerima bai’at mereka dan bergabungnya mereka ke dalam barisan Khilafah. Amirul Mu’minin telah menerima bai’at mereka dan menunjuk syaikh yang mulia Abu Muhammad Al-Qadari sebagai Wali (Gubernur) di Kaukasus, dan mewasiatkan kepadanya untuk bertaqwa kepada Allah baik di dalam kesendirian atau bersama-sama, untuk bersikap lembut dan santun kepada orang yang bersamanya.

Dan kami wasiatkan kepada seluruh mujahidin di Kaukasus untuk segera bergabung kepada barisannya, untuk mendengar dan taat kepadanya selama bukan dalam maksiat. Dan kami memohon kepada Allah agar meneguhkan kalian, menolong dan memberikan kemenangan.

Dan kami menyeru kepada seluruh mujahidin di Khurasan, untuk berusaha dengan jujur dalam menegakkan syari’at Allah, kami seru supaya segera bergabung ke dalam barisan khilafah, dan kami seru mereka untuk menyudahi perselisihan, perselisihan faksi-faksi, kelompok-kelompok dan jama’ah-jama’ah.

Dan Khilafah akan menyatukan seluruh kaum muslimin, menyatukan antara orang Syam, Iraq, Yaman, Mesir, Eropa, Amerika dan Afrika, menyatukan antara orang Arab dan ‘Ajam, menyatukan antara pengikut Hanafi, Maliki, Syafi’I dan Hanbali.

Maka segeralah menuju Khilafah kalian, telah bertahun-tahun kalian berperang demi mengembalikannya dan menegakkan syari’at Allah, dan ini dia telah kembali, maka segeralah kalian bergabung, janganlah menjadi seperti orang-orang Yahudi ketika Allah menceritakan tentang mereka;

...فَلَمَّا جَاءَهُمْ مَا عَرَفُوا كَفَرُوا بِهِ...

“...Maka setelah datang kepada mereka apa yang telah mereka ketahui, mereka lalu ingkar kepadanya...” (Al-Baqarah: 89)

Bersegeralah, dan jadikanlah wala’ kalian hanya kepada dien dan Rabb kalian, bukan untuk kaum, bangsa, negara, atau kelompok kalian, karena di Khurasan ada yang mengaku bahwa mereka adalah mujahid di jalan Allah, namun dia adalah sekutu intelijen Pakistan dan lainnya, maka kita peringatkan mereka dan menyeru mereka supaya bertaubat. Siapa yang tidak bertaubat dan mengumumkan taubatnya, maka janganlah dia mencela kecuali diri mereka sendiri, dan janganlah kalian kasihan kepada mereka dan janganlah menyayangi mereka wahai para mujahidin.

Wahai junud Daulah Islamiyah di setiap tempat, medan ini ada di hadapan kalian, dan ini senjata kalian, dan ini adalah Ramadhan, perbaharuilah niat kalian kepada Allah ‘Azza wa Jalla, ikhlaskanlah niat kalian hanya untuk-Nya, dan terus meneruslah memperbaharuinya, bertaubatlah kepada Allah dalam kesendirian kalian dan kebersamaan kalian dan beristighfarlah, perbanyaklah taubat dan istighfar, dan ketahuilah bahwa Allah tidak memberikan janji kemenangan bagi mujahidin pada setiap saat, namun termasuk sunnatullah adalah Dia menjadikan hari-hari itu dipergilirkan dan perang itu bergulir.

Allah berfirman;

إِنْ يَمْسَسْكُمْ قَرْحٌ فَقَدْ مَسَّ الْقَوْمَ قَرْحٌ مِثْلُهُ ۚ وَتِلْكَ الْأَيَّامُ نُدَاوِلُهَا بَيْنَ النَّاسِ...

“Jika kamu mendapat luka (perang Uhud), maka sesungguhnya kaum (kafir) itu pun mendapat luka yang serupa (di Perang Badar). Dan masa (kejayaan dan kehancuran) itu, Kami pergilirkan di antara manusia...” (QS. Ali ‘Imran : 140)

Dan terkadang mujahidin fi sabilillah mendapatkan kekalahan dalam satu peperangan bahkan dalam banyak peperangan, terkadang mereka tertimpa kekalahan sehingga menderita kerugian dengan lepasnya beberapa kota atau daerah, akan tetapi mereka tidak akan hancur selamanya. Sesungguhnya Allah telah menjadikan akhir urusan dan kemenangan bagi mereka selama mereka bertaqwa dan bersabar, namun sebelum itu semua haruslah terdapat tamhish (penyaringan) dan ujian. Jika kalian mendapat kerugian dengan lepasnya satu wilayah maka kalian akan dapat merebutnya kembali –insya Allah– bahkan mendapat yang lebih, walau dalam waktu yang lama, karena akhir urusan ini adalah bagi kalian dan juga tamkin, maka lawanlah musuh-musuh kalian dan seranglah mereka di setiap tempat, goncanglah bumi tempat mereka berpijak dan bersabar serta teguhlah, karena sesungguhnya Allah bersama kalian.

Wahai kaum muslimin, ini adalah saat-saat penuh berkah di hari-hari kemuliaan, aku akan berdoa maka aminkanlah;

Ya Allah, tolonglah para mujahidin di jalan-Mu di seluruh tempat.
Ya Allah, tolonglah para mujahidin di jalan-Mu di seluruh tempat.
Ya Allah, tolonglah para mujahidin di jalan-Mu di seluruh tempat.

Ya Allah, kuatkanlah hati mereka, teguhkanlah pijakan mereka, tolonglah mereka dengan pertolongan yang kuat, dan berikanlah kemenangan dengan kemenangan yang nyata.

Ya Allah, jadikanlah bulan ini sebagai bulan futuhat (penaklukan) kaum muslimin di setiap tempat. Dan jadikanlah dia bulan kemalangan, kehancuran dan kehinaan bagi seluruh kaum kafir di setiap tempat.

Ya Allah, kami serahkan kepada-Mu setiap orang yang memerangi mujahidin di jalan-Mu dan menumpahkan darah mereka dengan hujjah mereka adalah khawarij.

Ya Allah, cerai beraikanlah kesatuan mereka, pisahkanlah perpaduan mereka, hancurkanlah pelindung-pelindung mereka semua.

Ya Allah, kami serahkan kepada-Mu setiap orang yang mendorong orang-orang untuk memerangi mujahidin di jalan-Mu dan berfatwa untuk membunuh mereka dengan alasan mereka adalah khawarij.

Ya Allah, timpakanlah kepada mereka kematian dan musibah, dan jadikanlah mereka sebagai pelajaran bagi manusia, tidak ada ilah yang berhak disembah melainkan Engkau, Engkau Maha Suci, sesungguhnya kami termasuk orang-orang yang zhalim.

Shalawat Allah atas Muhammad, keluarga dan para shahabat seluruhnya, dan segala puji bagi Allah Rabb semesta alam.

Al-Furqan Media