DABIQ 6 - SPESIAL
KERUNTUHAN
Oleh : John Cantlie
Perang terus meningkat, nilai (jual) minyak mengalami penurunan, dan Amerika sedang mencetak $ 85 miliar dolar per bulan untuk mencegah kehancuran total. Krisis ekonomi mendekat dengan cepat dan dunia membutuhkan mata uang yang stabil dan dapat diandalkan. Sejak 5.000 tahun, mata uang itu adalah emas.
Ada terlalu banyak "uang" di dunia hari ini dan sebagai akibatnya hal itu tidak akan berjalan begitu lancar dalam beberapa tahun ke depan. Kamu bisa melihatnya dalam setiap perekonomian hampir di setiap negara. Biaya hidup akan naik bersamaan nilai mata uang yang semakin berkurang nilainya dan bank pusat mencoba untuk mengatasi masalah dengan mencetak lebih banyak lagi kertas dengan nomor di atasnya.
Sudah mencoba puluhan kali sepanjang sejarah dan selalu gagal. Dolar akan selalu turun bahkan kali akan menyeret dunia bersamanya.
Sejak tahun 1971, sistem keuangan dunia berdasarkan kepercayaan. Mata Uang hanya bernilai sebagai sesuatu dalam pertukaran untuk barang karena bank mengatakan bahwa - $ 5 bisa membelikanmu kopi dan sandwich kemarin sehingga Anda percaya bahwa ia akan melakukannya juga besok. Tapi kepercayaan dalam hal keuangan antara masyarakat dan pemerintah kini jatuh ke titik terendah yang tidak terlihat sejak tahun 1930-an, dan dengan tidak adanya mata uang dunia yang terikat dengan apa pun dari nilai sebenarnya, kenyataan krisis ekonomi global menyeret semakin dekat.
Sebagai mata uang cadangan dunia dan, sampai saat ini mata uang tunggal perdagangan minyak, bentuk dolar AS sekitar 60% dari semua nilai mata uang pada planet ini, dan lebih dari setengah uang itu berada di luar Amerika Serikat. Sehingga di saat dolar runtuh, itu akan menciptakan efek domino dan yang lain akan ikut menerjang runtuh bersamanya.
Pada saat seperti itu, dunia mencari sesuatu yang sedikit lebih berharga daripada kertas untuk menopang keuangannya. Sesuatu ini harus memiliki nilai intrinsik, nilai yang tidak naik atau turun liar hanya dengan menekan beberapa tombol di bank sentral. Sesuatu itu bisa jadi sapi, sekarung gandum, atau satu barel minyak, tetapi untuk ribuan tahun terakhir item yang paling popular nilainya adalah emas.
Dia memiliki batasan jumlah, sehingga tidak akan pernah kehilangan nilainya, bank tidak bisa mencetak lebih dari itu ketika mereka memilih, dan itu sangat berharga sesuai apa yang pasar katakan, bukan apa yang bank tentukan. Dia juga tahan lama, Anda dapat menukarnya dengan barang, dan nilai harganya bukan hanya pada hari ini saja, bahkan sejak ribuan tahun lalu. Sekarang, inilah uang sesungguhnya.
Sungguh menakjubkan untuk membayangkan bahwa segumpal emas yang mungkin telah digunakan selama ribuan perdagangan bertahun-tahun lalu sekarang masih beredar. Mungkin dilebur dan menjadi bagian dari sebuah emas batangan atau dikenakan di leher seseorang, tapi dia masih ada. Cobalah jika itu selembar kertas.
MENGAPA KITA BERBICARA TENTANG UANG?
Bulan lalu Daulah Islam mengumumkan rencana mencetak untuk kalangan mereka sendiri dinar emas dan dirham perak dalam sebuah langkah untuk memisahkan diri dari dolar terkait mata uang fiat dan membangun uang mereka sendiri, mata uang yang memiliki nilai intrinsik.
Setiap negara perlu mata uang sendiri dan peralihan yang dilakukan Daulah Islam kepada dinar emas akan menjadi sesuatu yang cerdas di pergolakan pasar saat ini. Situs keuangan Quartz menulis, "Dinar emas menyentuh sejarah yang mendalam dari mata uang Islam yang membentang ke belakang sejak masa Muhammad sendiri. Dinar Islam muncul di 696 AD, ketika Dinasti Umayah –berpusat di Damaskus– membentang dari semenanjung Iberia hingga Sungai Indus di Asia Selatan."
Dan nilai emas melonjak. Pada tahun 2006, saya memiliki 1 kg batangan emas yang berharga, diwaktu itu, sekitar $ 17.000. Sayangnya itu bukan milikku; sebuah agen emas batangan meminjamkannya kepada saya untuk sebuah artikel. Seluruh staf di gedung itu mendengar tentang hal itu dan datang untuk bermain mata atas keindahannya. Emas murni membuat orang menjadi sedikit aneh seperti itu. Tapi kalau aku punya uang untuk membelinya, batangan emas yang sama akan bernilai lebih dari $ 60.000 hari ini.
Ketika mereka bergerak untuk memperluas Khilafah, akan sesuai bagi Daulah Islam untuk memperkenalkan dinar dan dirham mereka sendiri. Ini bisa diterapkan, bentuk praktis dari mata uang yang menempatkan kekuasaan pengeluaran ke tangan bisnis dan konsumen. Dinar emas adalah salah satu mata uang yang paling abadi di dunia. Emas cukup masuk akal ketika ada krisis ekonomi yang cepat mendekati orang-orang seperti yang belum pernah terlihat sejak waktu yang sangat lama.
Cengkraman dolar AS di dunia sejak perjanjian Bretton Woods tahun 1944 –ketika mata uang dunia disematkan ke dolar, yang dia dipautkan pada emas $ 35 per ons– kurang lebih. Dunia telah mengirim emas mereka ke Amerika untuk diamankan saat Perang Dunia 2 dan mereka mengumpulkan sekitar 20.000 ton. Selama waktu beberapa tahun peperangan, dolar menjadi mata uang cadangan dari dunia internasional yang diakui melalui standar emas.
Amerika memutarnya secara tunai. Tapi dia over pengeluaran, peperangan, dan keserakahan nyata bahwa pada 1960-an mereka mencetak dolar jauh lebih banyak dari emas yang bisa mereka tebus. AS diperkirakan telah menghabiskan $ 546 miliar hanya selama Perang Dingin. Mereka mencetak dolar seperti mereka menegluarkan fashion, sehingga dunia gugup, mulai mengembalikan dolar, dan meminta emas mereka kembali sebagai gantinya.
Ini menciptakan tanah longsor dan Federal Reserve "Bank Sentral Amerika, pent" terpaksa mengakui bahwa mereka tidak memiliki cukup emas untuk diserahkan kembali. Pada tahun 1971, Presiden Nixon menyatakan Amerika tidak lagi menebus dolar untuk emas kecuali itu dalam "kepentingan Amerika Serikat."
Itu adalah penolakan pembayaran hutang terbesar dalam sejarah modern. Nixon segera menggantikan emas dengan minyak pada tahun 1973 dengan menyatakan bahwa semua transaksi internasional dengan negara-negara penghasil minyak OPEC harus dilakukan dalam bentuk dolar. Reputasi buruk keluarga korup kerajaan Saudi pun setuju. Sebagai imbalan untuk hanya menggunakan dolar sebagai mata uang perdagangan minyak dan investasi miliaran dalam obligasi AS, Amerika akan memberikan mereka dukungan militer dan melindungi ladang minyak mereka. Pada penawaran Saudi, negara-negara OPEC lainnya ikut jatuh ke garis ini, dan lahirlah petrodollar. Dolar telah disematkan ke emas, sekarang disematkan ke minyak.
"Tidak ada dolar, maka tidak ada akses ke komoditas terpenting dunia," kata Nick Giambruno, seorang penasihat keuangan di Casey Research. "Jika Italia ingin membeli minyak dari Kuwait, berarti harus terlebih dahulu membeli dolar AS pada kurs pasar untuk membayar minyak, sehingga menciptakan kebutuhan palsu untuk dolar AS yang tidak akan ada jika Italia bisa membayar dalam euro."
UNTUK SEMENTARA, SEMUA SESUAI RENCANA
Saudi membuat triliunan. Amerika membuat triliunan. Tapi kemudian Saddam mencaplok Kuwait pada tahun 1991 dan AS, membuang bagian mereka untuk tawar-menawar, dihancurkanlah tentara Baath-nya. Tapi mereka tidak berhenti di situ. Mereka kemudian dikenakan sanksi berat atas rakyat Iraq sendiri bahwa, karena kemiskinan, mengakibatkan kematian lebih dari 500.000 anak-anak saja, sampai tahun 2000, rezim Baath menyatakan mereka hanya akan menjual minyak mereka dengan Euro dan tidak kepada "musuh negara."
Amerika kembali pada tahun 2003 di bawah kebohongan tentang "senjata pemusnah massal" dan "perang melawan teror", setelah merusak negara lain untuk rakyatnya sendiri, segera dia mengembalikan penjualan minyak ke dalam dolar. Amerika akan memulai perang dan membunuh ratusan ribu orang untuk melindungi nilai dolar demi kepentingan ekonomi lainnya. Ini sangat jelas ketika AS dan sekutunya hanya duduk dan menonton sementara Asad menyembelih lebih dari 200.000 orang Suriah. Namun, segera setelah Daulah Islam bergerak menuju ladang minyak Iraq dan Saudi, Amerika langsung berusaha terlibat.
Dan meskipun melakukan agresi untuk melindungi nilai dolar di seluruh dunia, pemimpin politisi AS dan para pemodal tahu hari itu telah ditentukan. Kongres Ron Paul mengatakan runtuhnya dolar sudah dekat. "Kita akan mengetahui bahwa hari itu telah mendekat ketika negara-negara penghasil minyak meminta emas, atau yang setara, untuk minyak mereka, bukan dengan dolar atau euro," katanya.
Dan itulah yang terjadi sekarang. Rusia dan China dalam perdagangan minyak menggunakan mata uang mereka sendiri dan mereka mengumpulkan begitu banyak emas batangan sehingga mereka siap untuk membunuh dolar dan petrodollar sebagai alat perdagangan internasional. China telah membangun sebuah gunung emas terdiri dari 6.500 ton emas batangan. Negara lain berdagang dengan menggunakan euro dan emas atau berencana untuk melakukannya dalam waktu dekat.
Produsen gas alam terbesar di planet ini, Perusahaan Rusia Gazprom, baru-baru ini menandatangani perjanjian untuk beralih pembayaran dari dolar ke Euro. Gazprom juga merupakan produsen minyak yang besar dan itu adalah langkah besar dalam upaya de-dolarisasi Rusia. China akan mengikutinya.
Dan aksi militer Daulah Islam telah memeras monopoli minyak Amerika dengan menyerang, mempermalukan, dan mengambil alih atas pasokan minyak di wilayah yang telah mereka kuasai.
Iraq adalah pemasok minyak terbesar kedua setelah Saudi, tapi Daulah Islam mencapai ke sana dan telah mengganggu banyak pasokan minyak. Pasokan Libya telah terganggu oleh serangan Daulah Islam, sementara produksi Nigeria sedang diserang mujahidin di sana.
Ini bukan kebetulan dan ini sebuah cara cerdas untuk memukul Amerika di tempat mana yang sakit, sehingga AS harus bergantung lebih pada pasokan sendiri. Panik untuk menghentikan situasi yang bertambah parah, Amerika telah menginvestasikan milyaran ke dalam program pengeboran minyak dan gas mereka sendiri, membuat mereka sekarang menjadi produsen minyak terbesar di dunia pada 11 juta barel per hari dan masuk ke dalam perang harga minyak bersama sahabat mereka sendiri, Saudi.
Sehingga tiba-tiba pasar dibanjiri dengan minyak murah di mana setiap orang sekarang dapat membeli yang membuat semakin tidak berharganya dolar AS mereka. Anda tidak perlu menjadi seorang ahli keuangan untuk melihat kea rah mana ini semua menuju. Perang, ledakan ekonomi, deflasi kronis dan, akhirnya, sistem keuangan global yang baru yang akan muncul dari abu.
Beralih ke emas pada saat seperti ini sangat masuk akal. Emas dan perak masih dianggap uang yang terkuat di dunia karena orang membutuhkannya. Mereka tahu nilainya dan telah digunakan selama ribuan tahun. Tidak ada yang menciptakan tempat yang lebih baik bagi manusia untuk hidup daripada di rumah. Tidak ada yang menemukan cara yang lebih baik bagi manusia untuk tetap hangat daripada memakai baju. Dan tidak ada yang menemukan uang lebih stabil dari emas. Pada tahun 1944, dolar terpaut dengan emas $ 35 per ounce - hari ini akan perlu $ 15,400 dolar per ounce untuk menutupi jumlah dolar yang beredar! 61
Presiden Venezuela, Hugo Chavez, melihatnya hal ini datang dan memulai kampanye pada tahun 1998 untuk mendapatkan kembali 211 ton emas Venezuela dari AS. Butuh sejumlah besar perdebatan sebelum emas mereka pulang; negara tidak suka melepaskan emas setelah itu dari brankas mereka. Tapi bola mulai menggelinding dan sekarang semua orang menginginkan kembali emas batangan mereka. Swiss, Ekuador, Belanda, dan Austria semua berteriak meminta emas mereka kembali. Jerman meminta emas mereka kepada The Fed pada 2012 dan dengan mudah dibalas bahwa itu tidak ada.
Negara-negara sekarang dengan cepat menjauhkan diri dari dolar sebelum krisis terjadi. Oleh karena itu, sebuah ide cerdas Daulah Islam untuk mencetak dinar emas mereka sendiri. Jika Anda berdagang uang yang memiliki nilai di pasar bebas saat banyak negara lain di sekitar anda berjalan dengan gerobak uang kertas untuk membayar sepotong roti, berarti Anda berada dalam posisi jauh lebih kuat daripada mereka. Ekonomi Anda akan berkembang sementara mereka akan runtuh.
Emas dan perang selalu hidup berdampingan, sebagai penulis keuangan David Graeber menulis : "Selama perang ekspansi pada masa Dinasti Umayah, sejumlah besar emas dan perak yang direbut dari istana, kuil, biara-biara dan dicetak ke mata uang, memungkinkan Khilafah untuk menghasilkan dinar emas dan dirham perak dengan kemurnian yang luar biasa."
Tentu saja, banyak bank sentral di seluruh dunia membuang gagasan kembali kepada emas atau standar emas dalam abad ke-21, dengan alasan bahwa itu akan menjadi langkah besar ke arah kemunduran. Tapi itulah tugas mega bankir untuk membuang emas, karena jika dunia kembali ke sistem moneter berdasarkan logam mulia, kontrol mereka dan pemerintah terhadap seluruh negeri dan kesehatan keuangan publik akan berhenti. Mereka akan keluar dari pekerjaan. Anda tidak dapat memanipulasi nilai emas. Ini adalah apa yang pasar tuntut. Tetapi dengan uang kertas anda bisa menipu sekitar sebanyak yang Anda suka. Dan itu semua dirancang untuk memaksa uang sebanyak mungkin keluar dari saku para konsumen.
"Sistem moneter kita mencuri dari kelas menengah dan mentransfer kekayaan ke bank," kata pakar keuangan Mike Maloney. "Kami sudah melihat ini sepanjang sejarah dan itu hanya mengulangi lagi dan lagi."
Sistem dunia perbankan adalah penipuan yang dirancang untuk memakan dirinya sendiri dan pemerintah. Tidak ada yang benar-benar nyata, hanya sejumlah besar kertas dan banyak nomor pada komputer. Dengan sistem saat ini, pemerintah dan bank memegang semua emas sementara publik memiliki potongan-potongan kertas yang tidak berharga untuk bermain dengannya, dan ketika ekonomi runtuh tebak siapakah yang masih akan memiliki emas...
Itu sebabnya menempatkan logam mulia ke dalam peredaran adalah baik bagi semua orang kecuali bank. Ini membalikkan proses dan menempatkan uang kertas kembali ke dalam sistem sementara kekayaan nyata, logam berharga, ada di tangan rakyat.
The Federal Reserve (Bank Sentral) AS kini mencetak lebih dari $ 1 triliun per tahun dalam "Quantitative Easing 3" dalam upaya putus asa untuk mencegah deflasi dan mencetak jalan keluar dari kehancuran. Mereka mungkin kehabisan kertas dalam upaya mereka, tetapi tetap tidak akan berfungsi. Waktu keruntuhan dolar sekarang semakin dekat seperti yang terjadi pada setiap mata uang kertas lain sebelumnya, dan meskipun ratusan ribu orang mati untuk menundanya, sejarah menunjukkan itu tak terelakkan. Dan untuk pertama kalinya, semua mata uang dunia, juga mata uang fiat tidak didukung oleh sesuatu apa pun. Ketika keruntuhannya datang, maka ia akan hancur...
KERUNTUHAN
Oleh : John Cantlie
Perang terus meningkat, nilai (jual) minyak mengalami penurunan, dan Amerika sedang mencetak $ 85 miliar dolar per bulan untuk mencegah kehancuran total. Krisis ekonomi mendekat dengan cepat dan dunia membutuhkan mata uang yang stabil dan dapat diandalkan. Sejak 5.000 tahun, mata uang itu adalah emas.
Ada terlalu banyak "uang" di dunia hari ini dan sebagai akibatnya hal itu tidak akan berjalan begitu lancar dalam beberapa tahun ke depan. Kamu bisa melihatnya dalam setiap perekonomian hampir di setiap negara. Biaya hidup akan naik bersamaan nilai mata uang yang semakin berkurang nilainya dan bank pusat mencoba untuk mengatasi masalah dengan mencetak lebih banyak lagi kertas dengan nomor di atasnya.
Sudah mencoba puluhan kali sepanjang sejarah dan selalu gagal. Dolar akan selalu turun bahkan kali akan menyeret dunia bersamanya.
Sejak tahun 1971, sistem keuangan dunia berdasarkan kepercayaan. Mata Uang hanya bernilai sebagai sesuatu dalam pertukaran untuk barang karena bank mengatakan bahwa - $ 5 bisa membelikanmu kopi dan sandwich kemarin sehingga Anda percaya bahwa ia akan melakukannya juga besok. Tapi kepercayaan dalam hal keuangan antara masyarakat dan pemerintah kini jatuh ke titik terendah yang tidak terlihat sejak tahun 1930-an, dan dengan tidak adanya mata uang dunia yang terikat dengan apa pun dari nilai sebenarnya, kenyataan krisis ekonomi global menyeret semakin dekat.
Sebagai mata uang cadangan dunia dan, sampai saat ini mata uang tunggal perdagangan minyak, bentuk dolar AS sekitar 60% dari semua nilai mata uang pada planet ini, dan lebih dari setengah uang itu berada di luar Amerika Serikat. Sehingga di saat dolar runtuh, itu akan menciptakan efek domino dan yang lain akan ikut menerjang runtuh bersamanya.
Pada saat seperti itu, dunia mencari sesuatu yang sedikit lebih berharga daripada kertas untuk menopang keuangannya. Sesuatu ini harus memiliki nilai intrinsik, nilai yang tidak naik atau turun liar hanya dengan menekan beberapa tombol di bank sentral. Sesuatu itu bisa jadi sapi, sekarung gandum, atau satu barel minyak, tetapi untuk ribuan tahun terakhir item yang paling popular nilainya adalah emas.
Dia memiliki batasan jumlah, sehingga tidak akan pernah kehilangan nilainya, bank tidak bisa mencetak lebih dari itu ketika mereka memilih, dan itu sangat berharga sesuai apa yang pasar katakan, bukan apa yang bank tentukan. Dia juga tahan lama, Anda dapat menukarnya dengan barang, dan nilai harganya bukan hanya pada hari ini saja, bahkan sejak ribuan tahun lalu. Sekarang, inilah uang sesungguhnya.
Sungguh menakjubkan untuk membayangkan bahwa segumpal emas yang mungkin telah digunakan selama ribuan perdagangan bertahun-tahun lalu sekarang masih beredar. Mungkin dilebur dan menjadi bagian dari sebuah emas batangan atau dikenakan di leher seseorang, tapi dia masih ada. Cobalah jika itu selembar kertas.
MENGAPA KITA BERBICARA TENTANG UANG?
Bulan lalu Daulah Islam mengumumkan rencana mencetak untuk kalangan mereka sendiri dinar emas dan dirham perak dalam sebuah langkah untuk memisahkan diri dari dolar terkait mata uang fiat dan membangun uang mereka sendiri, mata uang yang memiliki nilai intrinsik.
Setiap negara perlu mata uang sendiri dan peralihan yang dilakukan Daulah Islam kepada dinar emas akan menjadi sesuatu yang cerdas di pergolakan pasar saat ini. Situs keuangan Quartz menulis, "Dinar emas menyentuh sejarah yang mendalam dari mata uang Islam yang membentang ke belakang sejak masa Muhammad sendiri. Dinar Islam muncul di 696 AD, ketika Dinasti Umayah –berpusat di Damaskus– membentang dari semenanjung Iberia hingga Sungai Indus di Asia Selatan."
Dan nilai emas melonjak. Pada tahun 2006, saya memiliki 1 kg batangan emas yang berharga, diwaktu itu, sekitar $ 17.000. Sayangnya itu bukan milikku; sebuah agen emas batangan meminjamkannya kepada saya untuk sebuah artikel. Seluruh staf di gedung itu mendengar tentang hal itu dan datang untuk bermain mata atas keindahannya. Emas murni membuat orang menjadi sedikit aneh seperti itu. Tapi kalau aku punya uang untuk membelinya, batangan emas yang sama akan bernilai lebih dari $ 60.000 hari ini.
Ketika mereka bergerak untuk memperluas Khilafah, akan sesuai bagi Daulah Islam untuk memperkenalkan dinar dan dirham mereka sendiri. Ini bisa diterapkan, bentuk praktis dari mata uang yang menempatkan kekuasaan pengeluaran ke tangan bisnis dan konsumen. Dinar emas adalah salah satu mata uang yang paling abadi di dunia. Emas cukup masuk akal ketika ada krisis ekonomi yang cepat mendekati orang-orang seperti yang belum pernah terlihat sejak waktu yang sangat lama.
Cengkraman dolar AS di dunia sejak perjanjian Bretton Woods tahun 1944 –ketika mata uang dunia disematkan ke dolar, yang dia dipautkan pada emas $ 35 per ons– kurang lebih. Dunia telah mengirim emas mereka ke Amerika untuk diamankan saat Perang Dunia 2 dan mereka mengumpulkan sekitar 20.000 ton. Selama waktu beberapa tahun peperangan, dolar menjadi mata uang cadangan dari dunia internasional yang diakui melalui standar emas.
Amerika memutarnya secara tunai. Tapi dia over pengeluaran, peperangan, dan keserakahan nyata bahwa pada 1960-an mereka mencetak dolar jauh lebih banyak dari emas yang bisa mereka tebus. AS diperkirakan telah menghabiskan $ 546 miliar hanya selama Perang Dingin. Mereka mencetak dolar seperti mereka menegluarkan fashion, sehingga dunia gugup, mulai mengembalikan dolar, dan meminta emas mereka kembali sebagai gantinya.
Ini menciptakan tanah longsor dan Federal Reserve "Bank Sentral Amerika, pent" terpaksa mengakui bahwa mereka tidak memiliki cukup emas untuk diserahkan kembali. Pada tahun 1971, Presiden Nixon menyatakan Amerika tidak lagi menebus dolar untuk emas kecuali itu dalam "kepentingan Amerika Serikat."
Itu adalah penolakan pembayaran hutang terbesar dalam sejarah modern. Nixon segera menggantikan emas dengan minyak pada tahun 1973 dengan menyatakan bahwa semua transaksi internasional dengan negara-negara penghasil minyak OPEC harus dilakukan dalam bentuk dolar. Reputasi buruk keluarga korup kerajaan Saudi pun setuju. Sebagai imbalan untuk hanya menggunakan dolar sebagai mata uang perdagangan minyak dan investasi miliaran dalam obligasi AS, Amerika akan memberikan mereka dukungan militer dan melindungi ladang minyak mereka. Pada penawaran Saudi, negara-negara OPEC lainnya ikut jatuh ke garis ini, dan lahirlah petrodollar. Dolar telah disematkan ke emas, sekarang disematkan ke minyak.
"Tidak ada dolar, maka tidak ada akses ke komoditas terpenting dunia," kata Nick Giambruno, seorang penasihat keuangan di Casey Research. "Jika Italia ingin membeli minyak dari Kuwait, berarti harus terlebih dahulu membeli dolar AS pada kurs pasar untuk membayar minyak, sehingga menciptakan kebutuhan palsu untuk dolar AS yang tidak akan ada jika Italia bisa membayar dalam euro."
UNTUK SEMENTARA, SEMUA SESUAI RENCANA
Saudi membuat triliunan. Amerika membuat triliunan. Tapi kemudian Saddam mencaplok Kuwait pada tahun 1991 dan AS, membuang bagian mereka untuk tawar-menawar, dihancurkanlah tentara Baath-nya. Tapi mereka tidak berhenti di situ. Mereka kemudian dikenakan sanksi berat atas rakyat Iraq sendiri bahwa, karena kemiskinan, mengakibatkan kematian lebih dari 500.000 anak-anak saja, sampai tahun 2000, rezim Baath menyatakan mereka hanya akan menjual minyak mereka dengan Euro dan tidak kepada "musuh negara."
Amerika kembali pada tahun 2003 di bawah kebohongan tentang "senjata pemusnah massal" dan "perang melawan teror", setelah merusak negara lain untuk rakyatnya sendiri, segera dia mengembalikan penjualan minyak ke dalam dolar. Amerika akan memulai perang dan membunuh ratusan ribu orang untuk melindungi nilai dolar demi kepentingan ekonomi lainnya. Ini sangat jelas ketika AS dan sekutunya hanya duduk dan menonton sementara Asad menyembelih lebih dari 200.000 orang Suriah. Namun, segera setelah Daulah Islam bergerak menuju ladang minyak Iraq dan Saudi, Amerika langsung berusaha terlibat.
Dan meskipun melakukan agresi untuk melindungi nilai dolar di seluruh dunia, pemimpin politisi AS dan para pemodal tahu hari itu telah ditentukan. Kongres Ron Paul mengatakan runtuhnya dolar sudah dekat. "Kita akan mengetahui bahwa hari itu telah mendekat ketika negara-negara penghasil minyak meminta emas, atau yang setara, untuk minyak mereka, bukan dengan dolar atau euro," katanya.
Dan itulah yang terjadi sekarang. Rusia dan China dalam perdagangan minyak menggunakan mata uang mereka sendiri dan mereka mengumpulkan begitu banyak emas batangan sehingga mereka siap untuk membunuh dolar dan petrodollar sebagai alat perdagangan internasional. China telah membangun sebuah gunung emas terdiri dari 6.500 ton emas batangan. Negara lain berdagang dengan menggunakan euro dan emas atau berencana untuk melakukannya dalam waktu dekat.
Produsen gas alam terbesar di planet ini, Perusahaan Rusia Gazprom, baru-baru ini menandatangani perjanjian untuk beralih pembayaran dari dolar ke Euro. Gazprom juga merupakan produsen minyak yang besar dan itu adalah langkah besar dalam upaya de-dolarisasi Rusia. China akan mengikutinya.
Dan aksi militer Daulah Islam telah memeras monopoli minyak Amerika dengan menyerang, mempermalukan, dan mengambil alih atas pasokan minyak di wilayah yang telah mereka kuasai.
Iraq adalah pemasok minyak terbesar kedua setelah Saudi, tapi Daulah Islam mencapai ke sana dan telah mengganggu banyak pasokan minyak. Pasokan Libya telah terganggu oleh serangan Daulah Islam, sementara produksi Nigeria sedang diserang mujahidin di sana.
Ini bukan kebetulan dan ini sebuah cara cerdas untuk memukul Amerika di tempat mana yang sakit, sehingga AS harus bergantung lebih pada pasokan sendiri. Panik untuk menghentikan situasi yang bertambah parah, Amerika telah menginvestasikan milyaran ke dalam program pengeboran minyak dan gas mereka sendiri, membuat mereka sekarang menjadi produsen minyak terbesar di dunia pada 11 juta barel per hari dan masuk ke dalam perang harga minyak bersama sahabat mereka sendiri, Saudi.
Sehingga tiba-tiba pasar dibanjiri dengan minyak murah di mana setiap orang sekarang dapat membeli yang membuat semakin tidak berharganya dolar AS mereka. Anda tidak perlu menjadi seorang ahli keuangan untuk melihat kea rah mana ini semua menuju. Perang, ledakan ekonomi, deflasi kronis dan, akhirnya, sistem keuangan global yang baru yang akan muncul dari abu.
Beralih ke emas pada saat seperti ini sangat masuk akal. Emas dan perak masih dianggap uang yang terkuat di dunia karena orang membutuhkannya. Mereka tahu nilainya dan telah digunakan selama ribuan tahun. Tidak ada yang menciptakan tempat yang lebih baik bagi manusia untuk hidup daripada di rumah. Tidak ada yang menemukan cara yang lebih baik bagi manusia untuk tetap hangat daripada memakai baju. Dan tidak ada yang menemukan uang lebih stabil dari emas. Pada tahun 1944, dolar terpaut dengan emas $ 35 per ounce - hari ini akan perlu $ 15,400 dolar per ounce untuk menutupi jumlah dolar yang beredar! 61
Presiden Venezuela, Hugo Chavez, melihatnya hal ini datang dan memulai kampanye pada tahun 1998 untuk mendapatkan kembali 211 ton emas Venezuela dari AS. Butuh sejumlah besar perdebatan sebelum emas mereka pulang; negara tidak suka melepaskan emas setelah itu dari brankas mereka. Tapi bola mulai menggelinding dan sekarang semua orang menginginkan kembali emas batangan mereka. Swiss, Ekuador, Belanda, dan Austria semua berteriak meminta emas mereka kembali. Jerman meminta emas mereka kepada The Fed pada 2012 dan dengan mudah dibalas bahwa itu tidak ada.
Negara-negara sekarang dengan cepat menjauhkan diri dari dolar sebelum krisis terjadi. Oleh karena itu, sebuah ide cerdas Daulah Islam untuk mencetak dinar emas mereka sendiri. Jika Anda berdagang uang yang memiliki nilai di pasar bebas saat banyak negara lain di sekitar anda berjalan dengan gerobak uang kertas untuk membayar sepotong roti, berarti Anda berada dalam posisi jauh lebih kuat daripada mereka. Ekonomi Anda akan berkembang sementara mereka akan runtuh.
Emas dan perang selalu hidup berdampingan, sebagai penulis keuangan David Graeber menulis : "Selama perang ekspansi pada masa Dinasti Umayah, sejumlah besar emas dan perak yang direbut dari istana, kuil, biara-biara dan dicetak ke mata uang, memungkinkan Khilafah untuk menghasilkan dinar emas dan dirham perak dengan kemurnian yang luar biasa."
Tentu saja, banyak bank sentral di seluruh dunia membuang gagasan kembali kepada emas atau standar emas dalam abad ke-21, dengan alasan bahwa itu akan menjadi langkah besar ke arah kemunduran. Tapi itulah tugas mega bankir untuk membuang emas, karena jika dunia kembali ke sistem moneter berdasarkan logam mulia, kontrol mereka dan pemerintah terhadap seluruh negeri dan kesehatan keuangan publik akan berhenti. Mereka akan keluar dari pekerjaan. Anda tidak dapat memanipulasi nilai emas. Ini adalah apa yang pasar tuntut. Tetapi dengan uang kertas anda bisa menipu sekitar sebanyak yang Anda suka. Dan itu semua dirancang untuk memaksa uang sebanyak mungkin keluar dari saku para konsumen.
"Sistem moneter kita mencuri dari kelas menengah dan mentransfer kekayaan ke bank," kata pakar keuangan Mike Maloney. "Kami sudah melihat ini sepanjang sejarah dan itu hanya mengulangi lagi dan lagi."
Sistem dunia perbankan adalah penipuan yang dirancang untuk memakan dirinya sendiri dan pemerintah. Tidak ada yang benar-benar nyata, hanya sejumlah besar kertas dan banyak nomor pada komputer. Dengan sistem saat ini, pemerintah dan bank memegang semua emas sementara publik memiliki potongan-potongan kertas yang tidak berharga untuk bermain dengannya, dan ketika ekonomi runtuh tebak siapakah yang masih akan memiliki emas...
Itu sebabnya menempatkan logam mulia ke dalam peredaran adalah baik bagi semua orang kecuali bank. Ini membalikkan proses dan menempatkan uang kertas kembali ke dalam sistem sementara kekayaan nyata, logam berharga, ada di tangan rakyat.
The Federal Reserve (Bank Sentral) AS kini mencetak lebih dari $ 1 triliun per tahun dalam "Quantitative Easing 3" dalam upaya putus asa untuk mencegah deflasi dan mencetak jalan keluar dari kehancuran. Mereka mungkin kehabisan kertas dalam upaya mereka, tetapi tetap tidak akan berfungsi. Waktu keruntuhan dolar sekarang semakin dekat seperti yang terjadi pada setiap mata uang kertas lain sebelumnya, dan meskipun ratusan ribu orang mati untuk menundanya, sejarah menunjukkan itu tak terelakkan. Dan untuk pertama kalinya, semua mata uang dunia, juga mata uang fiat tidak didukung oleh sesuatu apa pun. Ketika keruntuhannya datang, maka ia akan hancur...