Tampilkan postingan dengan label Al-Furqan Media. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Al-Furqan Media. Tampilkan semua postingan

Sabtu, 05 Mei 2018

INILAH YANG DIJANJIKAN ALLAH DAN RASUL-NYA KEPADA KITA

INILAH YANG DIJANJIKAN ALLAH DAN RASUL-NYA KEPADA KITA
Statemen Amirul Mu'minin, Syaikh Al-Mujahid Abu Bakar Al-Husaini Al-Qurasyi Al-Baghdadi

Alih Bahasa:
Furat Media

بسم الله الرحمن الرحيم

Allah Ta’ala berfirman:

وَلَمَّا رَأَى الْمُؤْمِنُونَ الْأَحْزَابَ قَالُوا هَٰذَا مَا وَعَدَنَا اللَّهُ وَرَسُولُهُ وَصَدَقَ اللَّهُ وَرَسُولُهُ ۚ وَمَا زَادَهُمْ إِلَّا إِيمَانًا وَتَسْلِيمًا

“Dan tatkala orang-orang mukmin melihat golongan-golongan yang bersekutu itu, mereka berkata: “Inilah yang dijanjikan Allah dan Rasul-Nya kepada kita”. Dan benarlah Allah dan Rasul-Nya Yang demikian itu tidaklah menambah apapun pada mereka kecuali iman dan ketundukan”. (Al-Ahzab : 22)

Benar, ini adalah apa yang dijanjikan oleh Allah dan kabar benar yang Dia sampaikan. Maka inilah seluruh orang Kafir telah bersatu dan menyeru menjalin koalisi dan persekutuan mengumpulkan segenap makarnya dan berkomplot. Mereka kumpulkan seluruh makar, kaki tangan, sekutu, dan para rekannya untuk memerangi Islam dan ummatnya. Mereka buat makar terhadap kaum mukminin dengan segenap makar yang mereka miliki dan kendaraan perang, pun militer yang mampu mereka kerahkan, baik itu di udara, darat maupun laut.

Semuanya demi upaya mereka yang berkelanjutan untuk memadamkan cahaya Allah, dan bentuk permusuhan terhadap Dien dan Manhaj-Nya di muka bumi. Mereka mengupayakannya lantaran khawatir lagi takut apabila ummat Islam dan Ahlus Sunnah mendapatkan kembali kekuatan dan kekhilafahan mereka, pun halnya khawatir jika mereka meraih tamkin dan kemenangan sebagaimana dahulu.

Sungguh, pertempuran sengit ini adalah perang total dan jihad besar yang dihadapi oleh Daulah Islamiyah pada hari ini tiada akan menambah apapun dari kami -insya Allah- kecuali keimanan yang kokoh dan keyakinan yang kuat. Dan bahwasanya semua itu tidak lain hanyalah mukadimah kejayaan gemilang dan permulaan menuju kemenangan yang nyata yang dijanjikan oleh Allah kepada para hamba-Nya.

Jika kita memperhatikan Kitabullah, serta sejarah panjang jihad ummat ini dalam melawan musuh-musuhnya, niscaya kita akan melihat ayat-ayat yang jelas menunjukan dekatnya masa akhir dan kehancuran musuh-musuh kita. Yakni, hari tatkala mereka mulai mengumumkan agresi untuk memerangi Allah, Rasul dan Dien-Nya pun para hamba dan wali-wali-Nya.

Yakni, hari tatkala mereka berusaha mengeluarkannya dari bumi yang Allah wariskan kepada hamba-hamba-Nya yang Ia kehendaki.

Allah Ta’ala berfirman:

وَإِنْ كَادُوا لَيَسْتَفِزُّونَكَ مِنَ الْأَرْضِ لِيُخْرِجُوكَ مِنْهَا ۖ وَإِذًا لَا يَلْبَثُونَ خِلَافَكَ إِلَّا قَلِيلًا

”Dan sesungguhnya mereka hampir saja benar-benar membuatmu gelisah di negeri (Mekkah) untuk mengusirmu darinya dan kalau terjadi hal demikian, niscaya sepeninggalmu mereka tidak tinggal, melainkan sebentar saja”. (Al-Israa’ : 76)

Sungguh awal dari kemenangan mulia dan terbesar kita adalah ketika musuh berkumpul, berkoalisi, berbangga akannya, dan mengerahkan tenaga sampai ke puncaknya. Disitulah Allah akan membela hamba-hamba-Nya dan akan diperlihatkan dihadapan mereka hasil dari kekuatan, dan keperkasaan-Nya.

Allah Ta’ala berfirman:

فَأَرْسَلَ فِرْعَوْنُ فِي الْمَدَائِنِ حَاشِرِينَ
إِنَّ هَٰؤُلَاءِ لَشِرْذِمَةٌ قَلِيلُونَ
وَإِنَّهُمْ لَنَا لَغَائِظُونَ
وَإِنَّا لَجَمِيعٌ حَاذِرُونَ
فَأَخْرَجْنَاهُمْ مِنْ جَنَّاتٍ وَعُيُونٍ
وَكُنُوزٍ وَمَقَامٍ كَرِيمٍ
كَذَٰلِكَ وَأَوْرَثْنَاهَا بَنِي إِسْرَائِيلَ
فَأَتْبَعُوهُمْ مُشْرِقِينَ

“Kemudian Fir’aun mengirimkan orang yang mengumpulkan (tentaranya) ke kota-kota. Fir’aun berkata): ‘Sesungguhnya mereka (Bani Israil) benar-benar golongan kecil, dan sesungguhnya mereka membuat hal-hal yang menimbulkan amarah kita, dan sesungguhnya kita benar-benar golongan yang selalu berjaga-jaga.’ Maka Kami keluarkan Fir’aun dan kaumnya dari taman-taman dan mata air, dan (dari) perbendaharaan dan kedudukan yang mulia, demikianlah halnya dan Kami anugerahkan semuanya (itu) kepada Bani Israil. Maka Fir’aun dan bala tentaranya dapat menyusuli mereka di waktu matahari terbit.

فَلَمَّا تَرَاءَى الْجَمْعَانِ قَالَ أَصْحَابُ مُوسَىٰ إِنَّا لَمُدْرَكُونَ
قَالَ كَلَّا ۖ إِنَّ مَعِيَ رَبِّي سَيَهْدِينِ
فَأَوْحَيْنَا إِلَىٰ مُوسَىٰ أَنِ اضْرِبْ بِعَصَاكَ الْبَحْرَ ۖ فَانْفَلَقَ فَكَانَ كُلُّ فِرْقٍ كَالطَّوْدِ الْعَظِيمِ
وَأَزْلَفْنَا ثَمَّ الْآخَرِينَ

Maka setelah kedua golongan itu saling melihat, berkatalah pengikut-pengikut Musa: ‘Sesungguhnya kita benar-benar akan tersusul.’ Musa menjawab: ‘Sekali-kali tidak akan tersusul; sesungguhnya Tuhanku besertaku, kelak Dia akan memberi petunjuk kepadaku.’ Lalu Kami wahyukan kepada Musa: ‘Pukullah lautan itu dengan tongkatmu.’ Maka terbelahlah lautan itu dan tiap-tiap belahan adalah seperti gunung yang besar. Dan di sanalah Kami dekatkan (tenggelamkan) golongan yang lain.

وَأَنْجَيْنَا مُوسَىٰ وَمَنْ مَعَهُ أَجْمَعِينَ
ثُمَّ أَغْرَقْنَا الْآخَرِينَ
إِنَّ فِي ذَٰلِكَ لَآيَةً ۖ وَمَا كَانَ أَكْثَرُهُمْ مُؤْمِنِينَ
وَإِنَّ رَبَّكَ لَهُوَ الْعَزِيزُ الرَّحِيمُ

Dan Kami selamatkan Musa dan orang-orang yang besertanya semuanya. Dan Kami tenggelamkan golongan yang lain itu. Sesungguhnya pada yang demikian itu benar-benar merupakan suatu tanda yang besar (mukjizat) dan tetapi adalah kebanyakan mereka tidak beriman. Dan sesungguhnya Rabbmu benar-benar Dialah Yang Maha Perkasa lagi Maha Penyayang.” (Asy-Syu’ara : 53-68)

Dan firman-Nya:

حَتَّىٰ إِذَا اسْتَيْأَسَ الرُّسُلُ وَظَنُّوا أَنَّهُمْ قَدْ كُذِبُوا جَاءَهُمْ نَصْرُنَا فَنُجِّيَ مَنْ نَشَاءُ ۖ وَلَا يُرَدُّ بَأْسُنَا عَنِ الْقَوْمِ الْمُجْرِمِينَ

“Sehingga apabila para Rasul tidak mempunyai harapan lagi (tentang keimanan mereka) dan telah meyakini bahwa mereka telah didustakan, datanglah kepada para rasul itu pertolongan Kami, lalu diselamatkan orang-orang yang Kami kehendaki. Dan tidak dapat ditolak siksa Kami dari pada orang-orang yang berdosa.” (Yusuf : 110)

Wahai hamba-hamba Allah, sungguh keimanan tidaklah sempurna dalam tubuh Jama’atul Muslimin sampai ia menghadapi dan bersiap untuk memerangi manusia dalam perkara keimanan ini. Dalam jihadnya itu, ia hadapi hantaman demi hantaman ujian dan pedihnya rasa sakit namun ia tetap bersabar, baik dalam keadaan kalah maupun menang.

Meskipun ia tertimpa ketakutan dan goncangan, namun senantiasa teguh dan tiada goyah, tetap lurus tiada berpaling, terus melangkah di jalan keimanan yang lurus, insya Allah. Jika bukan karena adanya koalisi dan jihad ini, niscaya iman ini akan melemah dan tidak bertambah, hati rusak dan tidak menjadi baik.

Kita pasti akan melihat jiwa yang stagnan tekadnya, yang mengendur dan mengering imannya. Demikianlah keadaan kita tatkala diuji dengan kelapangan hidup.

Firman-Nya:

وَلَوْلَا دَفْعُ اللَّهِ النَّاسَ بَعْضَهُمْ بِبَعْضٍ لَفَسَدَتِ الْأَرْضُ وَلَٰكِنَّ اللَّهَ ذُو فَضْلٍ عَلَى الْعَالَمِينَ...

“…Seandainya Allah tidak menolak (keganasan) sebahagian umat manusia dengan sebagian yang lain, pasti rusaklah bumi ini. Tetapi Allah mempunyai karunia (yang dicurahkan) atas semesta alam.” (Al-Baqarah : 251)

Sungguh musuh-musuh Allah dari kalangan Yahudi, Nashrani dan kaum Atheis, pun halnya (Syi’ah –red) Rafidhah, Murtaddin dan seluruh sekte kekafiran telah mengerahkan media, bala tentara dan persenjataan mereka untuk memerangi muslimin dan mujahidin di wilayah Ninawa setelah mereka memandangnya sebagai salah satu pusat kekuatan Islam dan salah satu menaranya yang berada di bawah naungan khilafah. Kehidupan kaum muslimin yang aman dan mulia di dalamnya menjadikan mereka tidak bisa tidur.

Dan terwujudnya hukum Islam di tengah manusia di dalamnya membuat batin mereka letih. Manusia telah menyaksikan dan hidup dengan hukum itu, berteduh di bawah naungannya, dan menikmati keberkahannya. Inilah apa yang paling mereka khawatirkan lagi takutkan, karena itu merupakan jalan meluasnya Islam dan melebarnya wilayah serta masuknya manusia ke dalamnya.

Pada penduduk Ninawa pada umumnya, dan para Mujahidin khususnya…

Ingatlah Allah, dan belalah Dienullah. Jangan sampai kalian melemah dalam memerangi dan menghalau musuh kalian, karena jika demikian, akan memutus tali kekuatan Islam dan memadamkan cahaya al-Haq (kebenaran).

Wahai segenap Muhajirin dan Anshar…

Berjalanlah di atas bashirah kalian, dan bersabarlah di atas tekad kalian. Bersabarlah di atas musibah yang keras, seakan-akan debu-debu ketercerai-beraian hampir mengendap dan kalimat kebaikan pun keadilan akan bersatu, dan al-Haq mengusir kebathilan. Sungguh hari ini akan menjadi hari yang bersejarah. Bersabar dalam suatu perkara akan menghasilkan hal baik.

Allah berfirman :

سَيُهْزَمُ الْجَمْعُ وَيُوَلُّونَ الدُّبُرَ

”Golongan itu pasti akan dikalahkan dan mereka akan mundur ke belakang.” (Al-Qamar: 45)

Dan berfirman :

وَتَوَدُّونَ أَنَّ غَيْرَ ذَاتِ الشَّوْكَةِ تَكُونُ لَكُمْ وَيُرِيدُ اللَّهُ أَنْ يُحِقَّ الْحَقَّ بِكَلِمَاتِهِ وَيَقْطَعَ دَابِرَ الْكَافِرِينَ
لِيُحِقَّ الْحَقَّ وَيُبْطِلَ الْبَاطِلَ وَلَوْ كَرِهَ الْمُجْرِمُونَ

”…Sedang kamu menginginkan bahwa yang tidak mempunyai kekuatan senjatalah yang untukmu, dan Allah menghendaki untuk membenarkan yang benar dengan ayat-ayat-Nya dan memusnahkan orang-orang Kafir, agar Allah menetapkan yang al-Haq (Islam) dan membatalkan yang bathil (syirik) walaupun orang-orang yang berdosa (musyrik) itu tidak menyukainya.” (Al-Anfal : 7-8)

Wahai Junud Khilafah…

Jika kalian dihadapkan dengan pesawat Amerika dan koalisinya maka hadapilah dengan teguh seraya bertawakkal kepada Dzat yang bumi dan langit berada di tangan-Nya, yang tidak ada suatu binatang melatapun melainkan Dia-lah yang memegang ubun-ubunnya. Sesungguhnya Rabbku di atas jalan yang lurus. Dan katakanlah, “Cukup bagi Allah pelindung dan sebaik-baik penolong kami.”

Itulah kata-kata Ibrahim tatkala ia dilemparkan ke dalam api, pun ucapan Muhammad shallallahu ‘alaihi wa sallam tatkala dikatakan kepadanya, “Sungguh manusia telah berkumpul melawan kalian maka takutlah akan mereka.”

Ketahuilah, jika saja langit ini dijatuhkan ke bumi, Allah pasti akan menjadikan celah untuk bernafas orang-orang mukmin.

Wahai batalyon-batalyon pasukan In-ghimasi, wahai kafilah-kafilah Istisyhadi, wahai pasukan-pasukan penyerbu, wahai penyongsong kesyahidan, pencari kebaikan dan tambahan (melihat wajah Allah). Wahai kalian yang berusaha menuju surga dan mencari keridhaan…

Berangkatlah di atas keberkahan Allah. Sungguh peperangan ini adalah peperangan kalian, jadikanlah malam hari Kuffar menjadi siang hari, hancurkanlah rumah-rumah mereka, jadikanlah aliran darah mereka menganak sungai, sungguh itu adalah keberuntungan.

Termasuk kemenangan yang besar adalah bisa menemani orang-orang yang Allah berikan nikmat, dari kalangan para Nabi, shiddiqin, syuhada dan orang-orang yang saleh dan merekalah sebaik-baik teman. Hendaknya sikap kalian menggambarkan ucapan, “Dan aku bersegera menuju Engkau wahai Rabb-ku supaya Engkau ridha.”

Semoga Allah membalaskan kebaikan kalian atas pembelaan kalian terhadap Islam dan kaum muslimin, kalian telah membuat orang-orang Kuffar merasakan malapetaka, kalian sungkurkan batang hidung mereka ke atas lumpur, jiwa kami tebusan bagi kalian, dari dulu hingga kini kalian adalah benteng perlindungan terbaik setelah Allah Ta’ala, pun lengan serta tonggak terbaik.

Wahai Ahlus Sunnah di Iraq…

Apakah di setiap saat tak terpikir dalam benak kalian? Bahwa kalian terbiasa merasakan kehinaan dan kerendahan hingga kalian menikmatinya.

Kalian tersesat sebagaimana Bani Israil tersesat sebelum kalian. Tidakkah kalian melihat Rafidhah setiap hari menimpakan kepada kalian siksaan yang pedih, menjajah negeri kalian dengan dalih memerangi Daulah Islamiyah. Kemudian pada akhirnya mereka membunuhi kaum lelaki diantara kalian, menawan wanita-wanita dan anak-anak di suatu waktu, dan mengusir mereka di waktu yang lain.

Tidakkah kalian melihat kota-kota di Iraq telah dikosongkan dari eksistensi Ahlus Sunnah kemudian diisi dengan makhluk Allah yang hina ibarat tanah yang diinjak-injak?

Lihatlah panji-panji mereka tatkala mereka memerangi kalian. Dengarkanlah seruan-seruan dan slogan mereka tatkala mengepung negeri kalian. Perhatikanlah perbuatan mereka tatkala mengusir kalian dari negeri kalian. Dengarkanlah seruan-seruan mereka tatkala mereka menyeru untuk memerangi semua negeri Ahlus Sunnah dari Iraq kalian sampai Syam kalian, sampai Najd kalian, bahkan sampai Yaman kalian.

Wahai Ahlus Sunnah…

Sungguh para pembesar kalian di daerah kalian telah sering melakukan pengkhianatan paling keji dalam sejarah, mereka perdagangkan urusan ini, mereka serahkan perkara dan negeri kalian kepada musuh. Dan inilah negeri kalian dijadikan bancakan kaum Atheis Kafir, kaum musyrikin Rafidhah, serta (Syi’ah –red) Nushairi si pendengki dalam sandiwara keji nan tersembunyi yang telah tersingkap dan telah didengar pun dilihat oleh seluruh manusia.

Inilah Halab (Aleppo) menghadapi agresi militer Nushairi terkuat dan tersengit, dengan sokongan dari Majusi Kafir Rusia yang bertujuan mendirikan eksistensi Nushairi sebagai penggantinya, di tengah-tengah pengkhianatan faksi-faksi oposisi murtad, yang sibuk memerangi Daulah Islamiyah dan berusaha menyingkirkan hukum Allah dari muka bumi, demi keuntungan tuan-tuan dan para penyokong mereka dari negara-negara Kafir. Hingga kini makar kaum Romawi (Barat) masih terus berjalan dan berlanjut.

Bahkan di Jazirah Muhammad, mereka berencana memapankan Rafidhah di pinggiran-pinggirannya di bawah kondisi kerusakan besar yang dilakukan oleh pemerintahan Alu Salul (Arab Saudi –red) untuk menjadikan negeri ini sekuler, dan memaksakan kekafiran pada penduduknya, serta menyebarkan kekejian di tengah mereka, pun menghentikan simbol Syari’at apa saja yang ingin ditegakkan.

Tidak cukup sampai di situ, mereka bahkan berpartisipasi langsung dalam militer bersama seluruh kaum kuffar untuk memerangi Islam dan Ahlus Sunnah di bumi Iraq dan Syam. Mereka adalah biang dari segala bencana dan sebab semua malapetaka.

Wahai para kesatria Jazirah Arab. Wahai cucu-cucu sahabat…

Ulangilah serangan demi serangan terhadap mereka. Bagi kalian musuh-musuh Allah, bantailah aparat keamanan, tentara dan polisi mereka. Seranglah kaki-kaki tangan dan para pemilik pena mereka (Ulama Suu’). Seranglah para komandan, menteri dan corong-corong media mereka. Tidak boleh berkumpul dua agama di Jazirah Arab.

Wahai Ahlus Sunnah…

Sungguh tidak ada harapan bagi kalian setelah Allah kecuali Daulah Khilafah yang akan menjaga Dien, kehormatan kalian, dan menguatkan kekuatan kalian. Didalamnya kalian hidup dengan mulia dan mati dengan terhormat, tanpa ada Rafidhah hina yang berani menyentuh kehormatanmu, pun halnya Nushairi busuk, ataupun Atheis najis.

Wahai kaum muslimin, muwahhidin di belahan bumi timur dan barat…

Kini Turki, si Liberalis murtad di tengah jihad dan pertempuran kami melawan seluruh koalisi kekafiran, mereka dengan hina memerangi kita. Dengan liciknya, Turki keluarkan sebelah muka mereka untuk mengintai kita, dan sebelahnya berada di balik tembok berusaha untuk mewujudkan kemaslahatan dan ketamakannya di pinggiran utara Iraq dan Syam.

Kemudian ia berbalik, khawatir akan dihajar mujahidin di tempat kediaman mereka dengan kobaran operasi penyerangan dan luapan peperangan mereka. Ia pun berfikir untuk memberikan keputusan dan pandangan, kemudian dengan muka masam dan kesombongannya mereka masuk ke dalam peperangan melawan kami bak hyena pincang yang bersandar dan bernaung di bawah pesawat-pesawat Salibis, memanfaatkan celah dan kesibukan mujahidin yang tengah memerangi semua sekte Kafir dan menghalau mereka untuk memasuki negeri Islam.

Mereka merasa, tempat mereka aman dan tidak akan didatangi oleh putera-putera Tauhid dan singa-singa Jihad. Ketahuilah bahwa dari rasa amannya itu mereka akan dihantui ketakutan.

Wahai muwahhidin…

Hari ini Turki telah ikut masuk mengganggu proyek operasi jihad kalian, maka mintalah pertolongan kepada Allah dan perangilah mereka. Jadikan rasa aman dan santai mereka menjadi keguncangan, kemudian seret mereka ke medan perang kalian yang menyala-nyala.

Wahai Junud Khilafah di negeri Syam…

Telah datang kepada kalian tentara Turki yang Kafir, sungguh darah mereka bak darah anjing yang hina. Perlihatkan kepada mereka kebengisan kalian, dan bakarlah mereka dengan api kemarahan kalian, balas perbuatan keji yang dilakukan Ikhwanusy Syaitan dan suri tauladan murtaddin, pun koalisi para Atheis Kesyirikan. Mereka tak akan mengalahkan Tauhid kalian, pun halnya kemunafikan mereka tak akan mengalahkan keimanan kalian. Sungguh Allah bersama orang-orang yang bertaqwa.
Inilah yang dijanjikan Allah dan Rasul-Nya…

Sungguh Ikhwanul Murtaddin adalah ujung tombak beracun yang dipegang oleh Salibis untuk memerangi Khilafah. Kelompok yang sesat ini, kesyirikannya terhadap Allah tidak terbatas hanya membuat undang-undang dan hukum-hukum buatan yang bathil dan menyaingi Allah dalam perkara hukum-Nya, dan menyetujui seluruh ummat Kafir atas kekafiran mereka sehingga menjadi kelompok yang tidak ada lagi Dien di dalamnya.

Mereka lebih mirip dengan orang-orang Zindik dan Bathiniyah. Ia dijadikan sebagai sayap militer yang dipercaya dalam sistem Koalisi Salibis dalam memerangi Islam dan ummatnya, dan mereka pasti dibutuhkan di medan tempur darat. Teman-teman karibnya (Salibis) akan selalu memberinya sokongan dan tidak akan merasa pelit untuk membantu mereka.

Maka lihatlah Iraq dan Syam, Libya, Tunisia dan negara-negara selainnya, sungguh kalian tidak akan mendapati apapun di sana kecuali adanya kaum musyrikin yang ikut serta dengan undang-undang Kafir ataupun yang condong dan loyal kepada para tentara Salibis, Rafidhah, kaum Liberal atau Atheis yang memerangi dan memusuhi mujahidin di jalan Allah yang berusaha untuk menegakkan hukum Allah di muka bumi.

Sungguh mereka pantas disebut sebagai Ikhwan Syaithan (kawan-kawan Setan), antek dan jongos yang bekerja untuk Salibis -semoga Allah membinasakan mereka-.

Bagaimanakah mereka sampai dipalingkan (dari kebenaran)?

Wahai mujahidin di jalan Allah…

Ketahuilah bahwa kalian pada hari ini adalah tameng Islam dan bentengnya yang kuat. Jangan sampai, jangan sampai -semoga Allah merahmati kalian- Islam dan kaum muslimin diserang dari arah kalian, Sungguh sunnatullah tidak membeda-bedakan siapapun.

Allah Ta’ala telah menggunakan kalian dan mewariskan kekuatan untuk kalian agar Dia melihat bagaimana kalian beramal. Maka gunakan taqwa kepada Allah dan ketaatan kepada-Nya untuk memohon pertolongan dan janji-Nya.

Allah berfirman:

يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا إِنْ تَتَّقُوا اللَّهَ يَجْعَلْ لَكُمْ فُرْقَانًا وَيُكَفِّرْ عَنْكُمْ سَيِّئَاتِكُمْ وَيَغْفِرْ لَكُمْ ۗ وَاللَّهُ ذُو الْفَضْلِ الْعَظِيمِ

“Hai orang-orang beriman, jika kamu bertaqwa kepada Allah, Kami akan memberikan kepadamu Furqan.Dan kami akan jauhkan dirimu dari kesalahan-kesalahanmu, dan mengampuni (dosadosa) mu, Dan Allah mempunyai karunia yang besar.” (Al-Anfal : 29)

Jauhilah dari bermaksiat kepada-Nya dan menyelisihi perintah-Nya. Sungguh hasil dari maksiat itu sangatlah buruk bagi kalian.

Akan aku bacakan kepada kalian wasiat Amirul Mukmimin Umar bin Khatthab kepada Sa’ad bin Abi Waqqas dan bala tentara yang membersamainya.

Ia berkata: “Sungguh aku memerintahkanmu dan bala tentaramu agar selalu bertaqwa kepada Allah dalam setiap keadaan. Sungguh taqwa kepada Allah merupakan sebaik-baik persenjataan untuk melawan musuh dan siasat terkuat dalam peperangan.

Aku perintahkan kamu beserta bala tentaramu untuk lebih berhati hati dari kemaksiatan melebihi kehati-hatianmu terhadap musuh kalian. Sungguh dosa bala tentara kita lebih dikhawatirkan dari pada musuh mereka.

Sungguh kaum muslimin ditolong lantaran kemaksiatan musuh mereka kepada Allah. Kalaulah bukan karena itu, kita tidak mempunyai kekuatan di hadapan mereka, karena jumlah kita tidaklah sebanding dengan jumlah mereka, pun halnya persenjataan kita tidaklah seperti persenjataan mereka.

Jika kemaksiatan kita sepadan dengan mereka, maka mereka akan unggul dalam kekuatan. Jika tidak demikian, maka kita akan ditolong dengan keunggulan kita lantaran sedikitnya maksiat

Kita tidak mengalahkan mereka dengan kekuatan kita. Ketauilah, bahwa dalam perjalanan kalian terdapat malaikat pencatat dari Allah yang mengetahui apa saja yang kalian kerjakan. Maka malulah kepada mereka. Jangan bermaksiat kepada Allah sedangkan kamu berada di jalan-Nya, dan jangan katakan musuh kami lebih buruk dari kita sehingga mereka tidak akan dimenangkan atas kita meski kita berlaku buruk.

Betapa banyak kaum yang dikuasai oleh kaum yang lebih buruk dari mereka sebagaimana yang menimpa Bani Israil, tatkala mereka diserbu Kafir Majusi lantaran tindakan-tindakan yang membuat murka Allah, sehingga negeri-negeri mereka hancur lebur, dan itulah ketetapan yang pasti terlaksana. Mintalah kepada Allah agar kalian bisa mengendalikan diri kalian, sebagaimana kalian meminta pertolongan atas musuh-musuh kalian. Aku memohon kepada Allah hal ini untuk kita semua.” Sampai di sini perkataan Umar.

Wahai Mujahidin…

Nabi kalian shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda:

“Sungguh kalian akan menang, mendapatkan kebaikan dan diberi penaklukkan. Maka barangsiapa dari kalian mendapatinya hendaknya ia bertaqwa kepada Allah, hendaknya memerintahkan kepada yang makruf dan melarang dari yang mungkar.”

Dan pada hari ini, Allah telah mewariskan bumi yang berbarokah ini kepada kalian dan membebankan kepada kalian amanah untuk menjaga dan mempertahankannya, pun teguh dalam menegakkan hukum Allah di dalamnya, maka berhati-hatilah, agar Setan tak menggelincirkan kalian, sehingga mundur dari suatu wilayah ataupun mundur dari front pertempuran.

Sebaliknya, kalian harus tetap bersabar, menguatkan kesabaran dan terus berjaga. Teguhlah dan jangan datangi sumber-sumber kehinaan setelah Allah memuliakan kalian. Jangan kalian ganti kebaikan dengan kerendahan. Dan jangan kembali terpuruk setelah kalian naik dari kerendahan dan keterpurukan. Ketahuilah bahwa kerugian yang dibayar saat kalian tetap tinggal di wilayah yang kalian pertahankan lebih sedikit seribu kali dari kerugian mundurnya kalian dengan kehinaan kalian.

Allah Ta’ala berfirman:

قُلْ لَنْ يَنْفَعَكُمُ الْفِرَارُ إِنْ فَرَرْتُمْ مِنَ الْمَوْتِ أَوِ الْقَتْلِ وَإِذًا لَا تُمَتَّعُونَ إِلَّا قَلِيلًا

“Katakanlah, ‘Lari itu sekali-kali tidaklah berguna bagimu, jika kamu melarikan diri dari kematian atau pembunuhan, dan jika (kamu terhindar dari kematian) kamu tidak juga akan mengecap kesenangan kecuali sebentar saja.” (Al-Ahzab : 16)

Dan Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda:

“Ribath sehari semalam lebih baik dari puasa sebulan dan bangun malamnya, Jika ia meninggal maka pahala amalnya akan terus mengalir rizkinya akan terus dialirkan dan aman dari fitnah.”

Namun jika kalian mundur dari suatu wilayah lantaran dosa kalian, maka kembalikan wilayah itu dengan taqwa kepada Rabb kalian. Sungguh itu akan terwujud jika kalian melakukannya. Ingatlah jika musuh kalian berperang di jalan Thaghut, maka kalian berperang di jalan Allah yang Maha Agung. Dan jika mereka berperang demi menegakkan kalimat kekafiran, maka kalian berperang di jalan untuk meninggikan kalimat Allah.

Dan jika mereka berperang demi secuil dunia maka kalian berperang demi pahala yang besar dan perdagangan yang menyelamatkan kalian dari adzab yang pedih. Dan mereka berperang, sedangkan dalam diri mereka ada pengkhianatan dan kekafiran, maka kalian berperang dengan keimanan dan al-Quran di dalam hati kalian.

Jika mereka berperang sedangkan ‘upah’ mereka adalah neraka, maka balasan bagi kalian berada di sisi ar-Rahman surga yang seluas langit dan bumi insya Allah.

Allah Ta’ala berfirman:

فَأَيُّ الْفَرِيقَيْنِ أَحَقُّ بِالْأَمْنِ ۖ إِنْ كُنْتُمْ تَعْلَمُونَ
الَّذِينَ آمَنُوا وَلَمْ يَلْبِسُوا إِيمَانَهُمْ بِظُلْمٍ أُولَٰئِكَ لَهُمُ الْأَمْنُ وَهُمْ مُهْتَدُونَ

“…Maka manakah di antara dua golongan itu yang lebih berhak memperoleh keamanan (dari malapetaka), jika kamu mengetahui? Orang-orang yang beriman dan tidak mencampuradukkan iman mereka dengan kedzaliman (syirik). Inilah yang dijanjikan Allah dan Rasul-Nya untuk kita.” (Al-An’am: 81-82)

Kemudian aku peringatkan akan persengketaan dan perselisihan dalam ilmu dan amal kalian, sedangkan kalian berada dalam satu kubu dan sama-sama mentauhidkan Rabb kalian dan kalian perangi musuh kalian. Kalian berusaha meninggikan kalimat Allah di muka bumi.

Firman-Nya:

يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا إِذَا لَقِيتُمْ فِئَةً فَاثْبُتُوا وَاذْكُرُوا اللَّهَ كَثِيرًا لَعَلَّكُمْ تُفْلِحُونَ
وَأَطِيعُوا اللَّهَ وَرَسُولَهُ وَلَا تَنَازَعُوا فَتَفْشَلُوا وَتَذْهَبَ رِيحُكُمْ ۖ وَاصْبِرُوا ۚ إِنَّ اللَّهَ مَعَ الصَّابِرِينَ

“Hai orang-orang yang beriman. Apabila kamu memerangi pasukan (musuh), maka berteguh hatilah kamu dan sebutlah (nama) Allah sebanyak-banyaknya agar kamu beruntung. Dan taatlah kepada Allah dan Rasul-Nya dan janganlah kamu berbantah-bantahan, yang menyebabkan kamu menjadi gentar dan hilang kekuatanmu dan bersabarlah. Sesungguhnya Allah beserta orang-orang yang sabar.” (Al-Anfal : 45-46)

Perselisihan adalah sebab berkuasanya musuh, perselisihan adalah sebab terjadinya keburukan dan timbulnya permusuhan antar kalian. Maka jangan mengikuti apa yang dilakukan para ummat terdahulu, yang melaksanakan satu perkara namun meninggalkan perkara yang lain.

Maka Allah percikkan api permusuhan dan kebencian diantara mereka.

Allah berfirman:

فَنَسُوا حَظًّا مِمَّا ذُكِّرُوا بِهِ فَأَغْرَيْنَا بَيْنَهُمُ الْعَدَاوَةَ وَالْبَغْضَاءَ إِلَىٰ يَوْمِ الْقِيَامَةِ ۚ وَسَوْفَ يُنَبِّئُهُمُ اللَّهُ بِمَا كَانُوا يَصْنَعُونَ

“…Tetapi mereka (sengaja) melupakan sebagian dari apa yang mereka telah diberi peringatan dengannya; maka Kami timbulkan diantara mereka permusuhan dan kebencian sampai hari kiamat. Dan kelak Allah akan memberitakan kepada mereka apa yang mereka kerjakan.” (Al-Ma’idah : 14)

Dan janganlah kalian sampai menyelisihi amir-amir kalian. Dengarkan dan taatilah dia sebagai bentuk ibadah selama ia tidak memerintahkan kemaksiatan. Ketahuilah, bahwa perselisihan kalian terhadap mereka adalah perkara Jahiliyah.

Sungguh Allah memuliakan kalian hanya dengan Islam dan Jama’ah, selalu mendengar dan taat.

وَاذْكُرُوا نِعْمَتَ اللَّهِ عَلَيْكُمْ إِذْ كُنْتُمْ أَعْدَاءً فَأَلَّفَ بَيْنَ قُلُوبِكُمْ فَأَصْبَحْتُمْ بِنِعْمَتِهِ إِخْوَانًا وَكُنْتُمْ عَلَىٰ شَفَا حُفْرَةٍ مِنَ النَّارِ فَأَنْقَذَكُمْ مِنْهَا ۗ كَذَٰلِكَ يُبَيِّنُ اللَّهُ لَكُمْ آيَاتِهِ لَعَلَّكُمْ تَهْتَدُونَ

“…Dan ingatlah akan nikmat Allah kepadamu ketika kamu dahulu (masa Jahiliyah) bermusuh-musuhan, maka Allah mempersatukan hatimu lalu menjadilah kamu karena nikmat Allah, orang-orang yang bersaudara; dan kamu telah berada di tepi jurang neraka, lalu Allah menyelamatkan kamu dari padanya. Demikianlah Allah menerangkan ayat-ayat-Nya kepadamu, agar kamu mendapat petunjuk.” (Ali ‘Imran : 103)

Ingat dan perhatikan firman Allah:

إِنَّ اللَّهَ لَا يُغَيِّرُ مَا بِقَوْمٍ حَتَّىٰ يُغَيِّرُوا مَا بِأَنْفُسِهِمْ

“…Sesungguhnya Allah tidak merubah keadaan sesuatu kaum sehingga mereka merubah keadaan yang ada pada diri mereka sendiri...” (Ar-Ra’d : 11)

Dan kepada Junud Khilafah di Khurasan, Bangladesh, dan Indonesia, Kaukasus, Filipina, Yaman, Jazirah Arab, Sinai, Mesir, Tunisia, Aljazair dan Libya, Somalia pun Afrika Barat…

Ketahuilah bahwa kalian hari ini adalah penopang Islam di muka bumi dan pasak-pasak Khilafah di dalamnya. Kalian buat seluruh sekte Kafir terperanjat dengan jihad, kesabaran dan keteguhan kalian.

Kalian ajari manusia bagaimana menuju jalan kemenangan, dengan kebaikan berjama’ah dan merealisasikan ketaatan, dengan mendirikan jama’ah muslimin besar (Khilafah) di saat kondisi Jahiliyah terus melanda karena banyaknya faksi yang tercerai berai dimana-mana.

Kalian telah membuat seluruh kuffar geram dengan jihad dan bersatunya kalian, sebagaimana kemarahan mereka saat Khilafah Islam tegak. Oleh karenanya, mereka akan terus berusaha memadamkan cahaya Allah yang berada di tengah kalian dengan menghembuskan racun perpecahan dan perselisihan.

Maka bersabarlah, dan kuatkan kesabaran, janganlah takut dan teguhlah, dan jangan melarikan diri tatkala pertempuran. Jika kalian bersabar, niscaya Allah akan menyokong kalian, menolong kalian dan mengokohkan injakan kaki kalian.

Ketahuilah bahwa surga berada di bawah naungan pedang. Ketahuilah jika sebagian komandan kalian terbunuh, maka Allah akan menggantikannya dengan yang lain untuk kalian, baik yang serupa atau lebih baik darinya. Allah tidak akan menelantarkan kalian dan jangan bersedih, sungguh Allah bersama kita.

Wahai mujahidin yang bersabar di atas kesedihan dan cobaan di Sirte (Libya –red)…

Kalian telah memberikan pelajaran kepada musuh dari kesabaran kalian. Kalian tulis pelajaran di atas lembaran kemuliaan dengan darah kalian yang suci.

Dari dulu Eropa hingga kini masih berambisi untuk memerangi Khilafah dan benteng Islam di Iraq dan Syam, sampai kalian guncang keamanan mereka dengan berkembangnya kalian dan kalian balikkan timbangan politiknya dengan jihad kalian.

Sehingga kalian menjadi batu penghalang dan batu karang kuat yang membuat hancurnya motivasi mereka, yang dengannya makar mereka berantakan. Sungguh musuh kalian merasakan keperihan sebagaimana kalian merasakannya, namun kalian mengharap dari Rabb kalian apa yang tidak mereka harapkan. Jangan sampai kalian tinggalkan pos-pos perang kalian dan tempat-tempat ribath kalian. Hampir-hampir saja musuh kalian bosan, pasukan mereka dihadang dan dicerai beraikan.

Dan tidak lupa pada kesempatan ini untuk mengingatkan kaum muslimin pada umumnya…

Jika jalan kalian sudah mulai menyempit dan jalan hijrah ke Iraq dan Syam sudah terputus, maka Allah telah menjadikan banyak cara untuk berhijrah ke sejumlah wilayah-wilayah lainnya yang berbarokah, supaya meninggikan bangunan Islam di sana dan mendapatkan keutamaan dengan bersegera dalam menolong Dien Allah dan meninggikan kalimat-Nya.

Allah berfirman :

يَا عِبَادِيَ الَّذِينَ آمَنُوا إِنَّ أَرْضِي وَاسِعَةٌ فَإِيَّايَ فَاعْبُدُونِ

“Hai hamba-hamba-Ku yang beriman, sesungguhnya bumi-Ku luas, maka sembahlah Aku saja.” (Al-Ankabut : 56)

Dan kepada saudaraku-saudaraku yang tengah memegang bara yang Allah uji dengan tertawannya mereka. Meski sengitnya pertempuran kami dalam melawan musuh-musuh Allah…

Demi Allah kami tidak lupa dan tidak akan melupakan kalian.

Bagaimana bisa kami lupa sedangkan kalian selalu terngiang dalam benak kami, dan kegundahan kami yang tidak hilang dalam jiwa. Kami meminta kepada Allah supaya belenggu tali yang menawan kalian terlepas melalui tangan kami, pun terpecahnya jeruji besi penjara kalian dengan senjata dan kekuatan kami.

Dan itu bukanlah hal yang sulit bagi Allah. Maka hendaklah kalian kembali kepada Allah atas musibah yang menimpa kalian, dan ingatlah Dia tengah menyimpan kalian untuk hari dimana kalian menolong Dien dan Daulah kalian.

Sungguh aku memotivasi kalian untuk mendo’akan saudara-saudara kalian di Daulah Islamiyah agar Allah memberikan jalan keluar bagi setiap perkara mereka dan menurunkan pertolongan Allah pada mereka, pun cukup hanya bergantung pada Allah dan tidak kepada selain-Nya.

Semoga Allah melepaskan belenggu tawanan kalian, mengentaskan penderitaan kalian dan menyembuhkan luka kalian, menguatkan tekad kalian dan memberikan kepada kalian jalan keluar.

Wahai kaum muslimin dimana saja kalian berada…

Aku berbela sungkawa terhadap kalian dan mujahidin atas gugurnya para masyaikh dan komandan, utamanya Syaikh Abu Muhammad al-Adnani dan Syaikh Abu Muhammad al-Furqan. Semoga Allah menempatkan mereka di surga firdaus tertinggi. Mereka adalah sebaik-baik menteri kami dan para pemimpin yang shalih.

Allah memuliakan mereka dengan sejarah kebaikan dan dan jasa-jasa mereka, dan kesungguhan mereka dalam meninggikan bangunan Khilafah dan menegakkan hukum Allah di muka bumi, sampai akhirnya mereka gugur dan telah menunaikan apa tugas mereka. Demikianlah penilaian kami dan Allah-lah sebenarnya yang menilai mereka.

Kami berikan pula kabar gembira dengan karunia Allah dan pemberian-Nya bahwa Khilafah tidak akan terpengaruh dengan terbunuhnya mereka, apa lagi roda jihad, ia tidak akan berhenti dengan kehilangan mereka.

Sebaliknya, jasad-jasad yang suci itu hanyalah merupakan kurban yang kami serahkan di hadapan Allah demi meraih keridhaan-Nya, pun demi meraih kemenangan yang nyata dan penaklukkan yang dekat, dengan izin Allah.

Telah kita ketahui dalam Kitabullah bahwa gugur syahidnya para komandan dan orang-orang shalih adalah pintu terdekat untuk mendapatkan penaklukkan di muka bumi, pun pahala dunia dan akhirat Allah berfirman tentang keadaan para Nabi dan para pengikutnya:

وَكَأَيِّنْ مِنْ نَبِيٍّ قَاتَلَ مَعَهُ رِبِّيُّونَ كَثِيرٌ فَمَا وَهَنُوا لِمَا أَصَابَهُمْ فِي سَبِيلِ اللَّهِ وَمَا ضَعُفُوا وَمَا اسْتَكَانُوا ۗ وَاللَّهُ يُحِبُّ الصَّابِرِينَ
وَمَا كَانَ قَوْلَهُمْ إِلَّا أَنْ قَالُوا رَبَّنَا اغْفِرْ لَنَا ذُنُوبَنَا وَإِسْرَافَنَا فِي أَمْرِنَا وَثَبِّتْ أَقْدَامَنَا وَانْصُرْنَا عَلَى الْقَوْمِ الْكَافِرِينَ
فَآتَاهُمُ اللَّهُ ثَوَابَ الدُّنْيَا وَحُسْنَ ثَوَابِ الْآخِرَةِ ۗ وَاللَّهُ يُحِبُّ الْمُحْسِنِينَ

“Dan berapa banyaknya Nabi yang berperang bersama-sama mereka sejumlah besar dari pengikut(nya) yang bertaqwa. Mereka tidak menjadi lemah karena bencana yang menimpa mereka di jalan Allah, dan tidak lesu dan tidak (pula) menyerah (kepada musuh). Allah menyukai orang-orang yang sabar. Tidak ada doa untuk mereka selain ucapan: ‘Ya Rabb kami, ampunilah dosa-dosa kami dan tindakan-tindakan kami yang berlebih-lebihan dalam urusan kami dan tetapkanlah pendirian kami, dan tolonglah kami terhadap kaum yang kafir’. Karena itu Allah memberikan kepada mereka pahala di dunia dan pahala yang baik di akhirat. Dan Allah menyukai orang-orang yang berbuat kebaikan.” (Ali ‘Imran : 146-148)

Ya Allah, yang menurunkan Kitab, yang menggerakkan awan dan yang mengalahkan pasukan Ahzab… Kalahkan mereka dan tolonglah kami dalam menghadapi mereka…

Ya Allah, hancurkanlah para kuffar penjahat yang menghalangi manusia dari jalan-Mu dan mendustakan Rasul-Mu dan memerangi wali-wali-Mu…

Ya Allah, timpakanlah mereka masa paceklik sebagaimana di masa Yusuf…

Ya Allah, kumpulkan mereka semua dalam satu jumlah pasukan dan bunuhlah mereka sampai habis berkeping-keping dan jangan sisakan mereka sedikitpun…

Ya Allah, cerai beraikan barisan dan kekuatan mereka…

Ya Allah, bagi mereka yang ingin keburukan bagi kami, Dien dan jihad kamimaka timpakanlah selalu keburukan bagi mereka sampai mereka binasakan dirinya dengan tangan mereka sendiri…

Ya Allah, buatlah makar baik untuk kami dan jangan jadikan makar buruk menimpa kami berikan kami petunjuk dan mudahkan kami untuk mendapatkannya tolonglah kami atas mereka yang melampaui batas atas kami Engkau adalah penolong, sebaik-baik pelindung dan penolong kami…

Al-Furqan Media

MAKA TUNGGULAH SESUNGGUHNYA KAMI MENUNGGU BERSAMA KALIAN

MAKA TUNGGULAH SESUNGGUHNYA KAMI MENUNGGU BERSAMA KALIAN
Statemen Amirul Mu'minin, Syaikh Al-Mujahid Abu Bakar Al-Husaini Al-Qurasyi Al-Baghdadi

Alih Bahasa:
Mowahhed Militant

Muraja’ah:
Ust. Abu Sulaiman Al Arkhabiliy

بسم الله الرحمن الرحيم

Segala puji hanya bagi Allah, kami memuji-Nya, memohon pertolongan dari-Nya, dan memohon ampunan kepada-Nya. Kami berlindung kepada Allah dari keburukan jiwa kami, dan dari kejelekan amal kami. Barangsiapa yang diberi petunjuk oleh Allah maka tidak ada yang bisa menyesatkannya dan barangsiapa yang disesatkan-Nya maka tidak ada yang bisa memberinya petunjuk. Aku bersaksi bahwa tidak ada Ilah yang berhak diibadati kecuali Allah saja tidak ada sekutu bagi-Nya dan aku bersaksi bahwa Muhammad -Shallallahu ‘alaihi wasallam- adalah hamba dan Rasul-Nya.

Amma Ba’du:

Allah Ta’ala berfirman :

قُلْ هَلْ تَرَبَّصُونَ بِنَا إِلا إِحْدَى الْحُسْنَيَيْنِ وَنَحْنُ نَتَرَبَّصُ بِكُمْ أَنْ يُصِيبَكُمُ اللَّهُ بِعَذَابٍ مِنْ عِنْدِهِ أَوْ بِأَيْدِينَا فَتَرَبَّصُوا إِنَّا مَعَكُمْ مُتَرَبِّصُونَ

“Katakanlah tidak ada yang kalian tunggu-tunggu bagi kami kecuali salah satu dari dua kebaikan (kemenangan atau kesyahidan). Dan kami menunggu-nunggu bagi kalian bahwa Allah akan menimpakan adzab kepada kalian dari sisi-Nya atau melalui tangan kami. Maka tunggulah sesungguhnya kami menunggu bersama kalian” (At Taubah : 52)

Wahai kaum muslimin,

Sesungguhnya kami berperang dalam rangka ketaatan dan mendekatkan diri kepada-Nya. Kami berperang karena Dia Yang Maha Suci memerintahkan kami untuk berperang dan mencintai kami untuk berada di dalamnya. Dia menjadikan perang sebagai wasilah yang paling utama untuk menuju kepada-Nya. Kami memuji Allah Yang Maha Suci bahwa Dia telah memerintahkan kita berperang dan menjanjikan kita salah satu dari dua kebaikan serta tidak membebani kita dengan kemenangan.

Allah Ta’ala berfirman :

وَمَنْ يُقَاتِلْ فِي سَبِيلِ اللَّهِ فَيُقْتَلْ أَوْ يَغْلِبْ فَسَوْفَ نُؤْتِيهِ أَجْرًا عَظِيمًا

“Dan barangsiapa yang berperang di jalan Allah kemudian dia terbunuh atau memperoleh kemenangan maka akan Kami berikan pahala yang besar kepadanya.” (An Nisa’ : 74)

Sesungguhnya kewajiban kita hanya berperang dan bersabar dan atas Allah-lah kemenangan itu. Oleh karena itu tidak membuat takut kami koalisi umat-umat kafir atas kami atau membuat gentar kami atau menghilangkan tekad kami. Karena kami adalah para pemenang dalam setiap keadaan dengan daya dan kekuatan Allah.

Allah Ta’ala berfirman :

إِنَّ اللَّهَ اشْتَرَى مِنَ الْمُؤْمِنِينَ أَنْفُسَهُمْ وَأَمْوَالَهُمْ بِأَنَّ لَهُمُ الْجَنَّةَ يُقَاتِلُونَ فِي سَبِيلِ اللَّهِ فَيَقْتُلُونَ وَيُقْتَلُونَ وَعْدًا عَلَيْهِ حَقًّا فِي التَّوْرَاةِ وَالإنْجِيلِ وَالْقُرْآنِ وَمَنْ أَوْفَى بِعَهْدِهِ مِنَ اللَّهِ فَاسْتَبْشِرُوا بِبَيْعِكُمُ الَّذِي بَايَعْتُمْ بِهِ وَذَلِكَ هُوَ الْفَوْزُ الْعَظِيمُ

“Sesungguhnya Allah membeli dari orang orang beriman baik diri maupun harta mereka dengan memberikan surga untuk mereka. Mereka berperang di jalan Allah, sehingga mereka membunuh atau terbunuh, (sebagai) janji yang benar dari Allah di dalam Taurat, Injil, dan Al Qur’an. Dan siapakah yang lebih menepati janjinya selain Allah? Maka bergembiralah dengan jual beli yang telah kamu lakukan itu, dan demikian itulah kemenangan yang agung.” (At Taubah : 111)

Allah Yang Maha Suci juga berfirman :

وَأُخْرَى لَمْ تَقْدِرُوا عَلَيْهَا قَدْ أَحَاطَ اللَّهُ بِهَا وَكَانَ اللَّهُ عَلَى كُلِّ شَيْءٍ قَدِيرًا . وَلَوْ قَاتَلَكُمُ الَّذِينَ كَفَرُوا لَوَلَّوُا الأدْبَارَ ثُمَّ لا يَجِدُونَ وَلِيًّا وَلا نَصِيرًا . سُنَّةَ اللَّهِ الَّتِي قَدْ خَلَتْ مِنْ قَبْلُ وَلَنْ تَجِدَ لِسُنَّةِ اللَّهِ تَبْدِيلا

“Dan (kemenangan kemenangan) atas negeri negeri lain yang tidak dapat kalian perkiraan, tetapi sesungguhnya Allah telah menentukannya. Dan Allah Maha Kuasa atas segala sesuatu. Dan sekiranya orang-orang kafir itu memerangi kalian, pastilah mereka akan berbalik melarikan diri (kalah), dan mereka tidak akan mendapatkan pelindung dan penolong. (Demikianlah) hukum Allah yang sudah berlaku sejak dahulu, kamu sekali kali tidak akan menemukan perubahan pada hukum Allah itu.” (Al Fath : 21-23)

Maka jika kita teguh di hadapan alam ini dan kita perangi semua tentaranya dengan segala kemampuan kemudian kita mendapat kemenangan maka tidak mengherankan karena hal itu adalah janji Allah kepada kita,

وَأُخْرَى تُحِبُّونَهَا نَصْرٌ مِنَ اللَّهِ وَفَتْحٌ قَرِيبٌ وَبَشِّرِ الْمُؤْمِنِينَ

“Dan karunia lain yang kalian sukai yaitu pertolongan dari Allah dan kemenangan yang dekat waktunya.” (As Shaff : 13)

Dan jika kita terbunuh, banyak terluka dan tertimpa bencana serta membesarnya musibah maka tidak mengherankan pula karena hal itu adalah janji Allah kepada kita bahkan ujian adalah taqdir yang pasti.

Allah Ta’ala berfirman :

أَمْ حَسِبْتُمْ أَنْ تَدْخُلُوا الْجَنَّةَ وَلَمَّا يَأْتِكُمْ مَثَلُ الَّذِينَ خَلَوْا مِنْ قَبْلِكُمْ مَسَّتْهُمُ الْبَأْسَاءُ وَالضَّرَّاءُ وَزُلْزِلُوا حَتَّى يَقُولَ الرَّسُولُ وَالَّذِينَ آمَنُوا مَعَهُ مَتَى نَصْرُ اللَّهِ أَلا إِنَّ نَصْرَ اللَّهِ قَرِيبٌ

“Apakah kalian mengira akan masuk ke dalam surga sedangkan belum datang kepada kalian (cobaan) seperti (yang dialami) orang-orang terdahulu sebelum kalian. Mereka ditimpa dengan kemelaratan, penderitaan, dan diguncang (dengan berbagai cobaan), sehingga Rasul dan orang orang beriman bersamanya berkata, “kapankah datang pertolongan Allah?” Ingatlah, sesungguhnya pertolongan Allah itu dekat.” (Al Baqarah : 214)

Dan dari Khabbab radhiyallahu ‘anhu dia berkata : Kami mengadu kepada Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wasallam sedangkan beliau berbantalkan burdah di bawah naungan Ka’bah, kemudian kami berkata : “Tidakkah engkau memohon pertolongan dan berdoa untuk kami?” Kemudian beliau bersabda : “Telah ada orang sebelum kalian seorang laki laki yang disiksa dengan dikubur di muka bumi kemudian digergaji di atas kepalanya sampai badannya menjadi dua, kemudian disisir dengan sisir yang terbuat dari besi sampai tinggal tulang dan dagingnya saja akan tetapi hal itu tidak memalingkan dia dari diennya. Demi Allah, akan sempurna urusan dien ini sampai pengendara dari Shan’a ke Hadramaut tidak takut kecuali kepada Allah kemudian kepada serigala atas kambing-kambingnya akan tetapi kalian terlalu tergesa gesa.”

Wahai kaum muslimin,

Janganlah kalian heran dengan berkoalisinya umat-umat kafir, negara-negaranya, millah-millahnya terhadap Daulah Islamiyah. Beginilah kondisi Thaifah Manshurah di setiap zaman. Dan koalisi ini akan terus berlangsung dan semakin sengitnya fitnah serta ujian sampai terbaginya dua tenda dengan sempurna. Tidak akan ada orang Munafik dalam tenda ini, dan tidak akan ada orang mukmin dalam tenda itu. Kemudian yakinlah bahwa Allah akan menolong hamba-hamba-Nya yang mukmin. Bergembiralah dan tenanglah karena Daulah kalian masih baik-baik saja. Setiap bertambahnya pengeroyokan umat-umat atasnya, bertambah pula keyakinannya atas pertolongan Allah dan bahwa ia berada di atas jalan yang lurus. Setiap bertambah sengitnya ujian ini maka ia semakin menyingkirkan para pengklaim serta orang munafik, dan bertambah pula-lah kemurnian barisannya serta semakin bertambah pula kekokohan serta keteguhan-nya.

Wahai kaum muslimin,

Sesungguhnya pertempuran pada hari ini tidak lagi hanya sekedar kampanye serangan Salibis, akan tetapi sesungguhnya ia adalah peperangan semua umat kafir melawan umat Islam, dan belum pernah terjadi di dalam sejarah umat kita berkumpulnya seluruh dunia terhadap umat Islam dalam satu medan perang sebagaimana yang terjadi pada hari ini. Sesungguhnya ini adalah peperangan semua kaum kafir melawan semua kaum muslimin. Setiap muslim terbebani atas perang ini, terbebani atasnya untuk melakukan perintah Allah kepadanya dengan menunaikan kewajiban Jihad di jalan Allah. Jika dia mau melaksanakannya maka baginya kebaikan, keselamatan, kemenangan, kedekatan dengan Allah dan mendapatkan ridha-Nya. Jika dia tidak melaksanakannya maka baginya keburukan, kehancuran, kerugian, serta ia mendapatkan kemarahan Allah dan kemurkaan-Nya. Setiap muslim terbebani atas perang ini untuk membela agama Allah dan syari’at-Nya, untuk menolong kaum yang tertindas dari kalangan laki laki, perempuan dan anak anak. Peperangan ini adalah peperangan setiap muslim. Hendaknya setiap muslim mengobarkannya untuk membela agama, jiwa, harta, kehormatan dan kemuliaannya. Bangkitlah untuk peperangan kalian wahai kaum muslimin di setiap tempat. Bangkitlah sedangkan kalian yakin atas pertolongan Allah. Bangkitlah dan jangan kalian melemah dan bersedih. Telah berfirman Rabb kalian tentang kaum kuffar :

لأنْتُمْ أَشَدُّ رَهْبَةً فِي صُدُورِهِمْ مِنَ اللَّهِ ذَلِكَ بِأَنَّهُمْ قَوْمٌ لا يَفْقَهُونَ .لا يُقَاتِلُونَكُمْ جَمِيعًا إِلا فِي قُرًى مُحَصَّنَةٍ أَوْ مِنْ وَرَاءِ جُدُرٍ بَأْسُهُمْ بَيْنَهُمْ شَدِيدٌ تَحْسَبُهُمْ جَمِيعًا وَقُلُوبُهُمْ شَتَّى ذَلِكَ بِأَنَّهُمْ قَوْمٌ لا يَعْقِلُونَ

“Kalian itu lebih menakutkan di dalam hati mereka daripada Allah itu dikarenakan mereka adalah kaum yang tidak memahami. Mereka tidak memerangi kalian secara bersama-sama kecuali di negeri-negeri yang berbenteng atau di balik tembok. Perselisihan di antara sesama mereka sangatlah hebat, kalian mengira bahwa mereka bersatu padu padahal hati mereka terpecah belah, itu dikarenakan mereka adalah kaum yang tidak mengerti.” (Al Hasyr : 13-14)

Benarlah Allah Azza wa Jalla, inilah mereka orang-orang Nashrani kaum Salibis dan umat-umat kafir serta millah-millahnya dan orang-orang Yahudi yang berada di balik mereka tidak berani turun ke daratan untuk memerangi sekelompok kecil dari Mujahidin. Setiap dari mereka mendorong sekutunya untuk menempati posisi yang sulit itu. Mereka tidak berani datang karena hati mereka penuh dengan rasa takut kepada para Mujahidin. Karena mereka telah mengambil pelajaran dari Afghanistan dan Iraq bahwa mereka tidak mempunyai kemampuan untuk menghadapi para Mujahidin. Mereka tidak berani untuk datang karena mereka mengetahui secara yakin apa yang menanti mereka berupa kehancuran dan kebinasaan di Syam, Iraq, Libya, Afghanistan, Sinai, Afrika dan Yaman serta Shomalia. Mereka mengetahui apa yang menanti mereka di Dabiq dan Ghauthah berupa kekalahan dan kebinasaan, serta kehancuran. Mereka mengetahui bahwa hal ini adalah perang yang terakhir dan setelahnya -dengan izin Allah- kita akan menginvasi mereka dan mereka tidak menginvasi kita lagi, dan Islam akan kembali memimpin dunia sampai terjadinya hari kiamat.

Oleh karena itu mereka mengakhirkan waktu kedatangan mereka selama mereka mampu untuk hal itu. Mereka berusaha dengan keras untuk mengumpulkan tambahan para kaki tangan dan antek-antek mereka dari kalangan Shahawat, kaum murtadin, kaum Atheis Kurdi, dan binatang-binatang Rafidhah. Amerika dan sekutunya masih berangan-angan untuk melenyapkan Khilafah melalui wakil-wakil (proxy) dan antek-antek mereka. Setiap gagal salah satu sekutu atau terpotongnya satu ekor mereka, cepat-cepat untuk membangun yang lain, sampai terakhir mereka mengumumkan Koalisi Saluli yang mereka sebut secara dusta dengan “Islami”. Padahal telah disebutkan bahwa tujuannya adalah untuk memerangi Khilafah.

Andaikata Koalisi ini adalah Koalisi Islami, tentu akan mengumumkan bantuannya dan pertolongannya untuk penduduk Syam yang tertindas lagi tertimpa bencana. Andaikata Koalisi ini, Koalisi Islami tentu akan mengumumkan peperangannya kepada Nushairiyah dan para tuan mereka Rusia. Andaikata Koalisi ini adalah Koalisi Islami, tentu akan mengumumkan permusuhan dan peperangan atas kaum Rafidhah Musyrikin dan kaum Atheis Kurdi di Iraq yang menghalalkan Ahlus Sunnah untuk dibunuh, diusir dan telah berbuat kerusakan di negeri mereka. Andaikata Koalisi ini adalah Koalisi Islami, tidak mungkin didukung oleh China yang Atheis dan tidak mungkin meminta China untuk masuk ke dalamnya. Andaikata Koalisi ini adalah Koalisi Islami, tentu akan mengumumkan keberlepasan diri dari tuan-tuannya Yahudi dan kaum Salibis dan tentu akan menjadikan tujuannya untuk membunuhi Yahudi dan membebaskan Palestina.

Ya, Palestina yang mana orang Yahudi mengira bahwa kami melupakannya dan mereka mengira bahwa mereka telah menyibukkan kami darinya. Sekali-kali tidak wahai Yahudi, kami tidak melupakan Palestina meski hanya sejenak dan dengan izin Allah kami sekali-kali tidak akan pernah melupakannya. Telah dekat, telah dekat waktunya dengan izin Allah kalian akan mendengar jejak langkah mujahidin, dan brigade-brigade mereka akan mengepung kalian di hari yang kalian lihat masih jauh tapi kami melihatnya dekat. Inilah kami mendekati kalian hari demi hari. Sesungguhnya perhitungan kalian akan sulit dan sulit. Kalian tidak akan tenang selamanya di Palestina wahai Yahudi. Palestina tidak akan menjadi rumah dan bumi kalian selamanya wahai Yahudi. Palestina tidak akan menjadi kecuali kuburan bagi kalian dan tidaklah Allah mengumpulkan kalian di dalamnya kecuali agar kaum muslimin membunuhi kalian sampai kalian bersembunyi di balik pohon dan batu sedangkan kalian telah mengetahui hal itu dengan baik. Maka tungguhlah sungguh kami telah menunggu bersama kalian.

Wahai kaum muslimin,

Kembalilah kepada Kitab Rabb kalian -Azza wa Jalla- dan Sunnah Nabi kalian -shallallahu ‘alaihi wasallam- agar kalian mengetahui hakekat peperangan ini dan hakekat Koalisi Yahudi Salibis Shafawiy ini dengan komando Amerika dan perencanaan Yahudi. Agar kalian mengetahui hakekat orang yang berdiri di barisan, parit, dan tenda Koalisi tersebut. Rabb kalian Azza wa Jalla telah berfirman :

وَلَنْ تَرْضَى عَنْكَ الْيَهُودُ وَلا النَّصَارَى حَتَّى تَتَّبِعَ مِلَّتَهُمْ

“Dan orang orang Yahudi dan Nashrani tidak akan ridha kepadamu sebelum engkau mengikuti agama mereka.” (Q.S.Al Baqarah : 120)

Allah Ta’ala juga berfirman :

وَلا يَزَالُونَ يُقَاتِلُونَكُمْ حَتَّى يَرُدُّوكُمْ عَنْ دِينِكُمْ إِنِ اسْتَطَاعُوا

“Mereka tidak akan berhenti memerangi kalian sampai kalian murtad dari agama kalian jika mereka sanggup.” (Al Baqarah : 217)

Allah Yang Maha Suci juga berfirman :

إِنْ يَثْقَفُوكُمْ يَكُونُوا لَكُمْ أَعْدَاءً وَيَبْسُطُوا إِلَيْكُمْ أَيْدِيَهُمْ وَأَلْسِنَتَهُمْ بِالسُّوءِ وَوَدُّوا لَوْ تَكْفُرُونَ

“Jika mereka menangkap kalian, niscaya mereka bertindak sebagai musuh bagi kalian lalu melepaskan tangan dan lidahnya kepada kalian untuk menyakiti dan mereka ingin agar kalian kembali kafir.” (Al Mumtahanah :2)

Allah Ta’ala juga berfirman :

لا يَرْقُبُونَ فِي مُؤْمِنٍ إِلا وَلا ذِمَّةً وَأُولَئِكَ هُمُ الْمُعْتَدُونَ

“Mereka tidak memelihara kekerabatan dengan orang mukmin dan tidak mengindahkan perjanjian. Dan mereka itulah orang yang melampaui batas.” (At Taubah : 10)

Allah Yang Maha Suci juga berfirman :

وَدُّوا مَا عَنِتُّمْ قَدْ بَدَتِ الْبَغْضَاءُ مِنْ أَفْوَاهِهِمْ وَمَا تُخْفِي صُدُورُهُمْ أَكْبَرُ قَدْ بَيَّنَّا لَكُمُ الآيَاتِ إِنْ كُنْتُمْ تَعْقِلُونَ

“Mereka mengharapkan kehancuran kalian. Sungguh telah nyata kebencian dari mulut mereka, dan apa yang tersembunyi di hati mereka lebih jahat. Sungguh, telah kami terangkan kepada kalian ayat-ayat kami jika kalian mengerti.” (Ali Imran : 118)

Allah Yang Maha Suci juga berfirman :

إِنْ تَمْسَسْكُمْ حَسَنَةٌ تَسُؤْهُمْ وَإِنْ تُصِبْكُمْ سَيِّئَةٌ يَفْرَحُوا بِهَا وَإِنْ تَصْبِرُوا وَتَتَّقُوا لا يَضُرُّكُمْ كَيْدُهُمْ شَيْئًا إِنَّ اللَّهَ بِمَا يَعْمَلُونَ مُحِيطٌ

“Jika kalian memperoleh kebaikan, niscaya mereka bersedih hati. Jika kalian tertimpa bencana, mereka bergembira karenanya. Jika kalian bersabar dan bertaqwa, tipu daya mereka tidak akan menyusahkan kamu sedikitpun. Sungguh Allah Maha Meliputi segala apa yang mereka kerjakan.” (Ali Imran : 120)

Allah Yang Maha Suci berfirman :

مَا يَوَدُّ الَّذِينَ كَفَرُوا مِنْ أَهْلِ الْكِتَابِ وَلا الْمُشْرِكِينَ أَنْ يُنَزَّلَ عَلَيْكُمْ مِنْ خَيْرٍ مِنْ رَبِّكُمْ

“Orang orang kafir dari Ahli Kitab dan orang orang musyrik tidak menginginkan diturunkannya kapada kalian suatu kebaikan dari Rabb kalian.” (Al Baqarah : 105)

Kemudian setelah semua ini, di antara kaum muslimin masih ada yang mengira bahwa Koalisi Negara-negara dan millah-millah kafir untuk memerangi Daulah Islamiyah ini bukanlah peperangan terhadap Syari’at Allah dan ummat Muhammad Shallallahu ‘alaihi wasallam, kesesatan apakah yang sampai kepada orang yang meyakini demikian? Di atas agama apa orang yang ikut berdiri di parit koalisi ini melawan Daulah Islamiyah? Di atas agama apa orang yang mengobarkan semangat untuk melawan Daulah Islamiyah dan menyeru untuk memeranginya? Bahkan ia memprioritaskan untuk memeranginya padahal Daulah Islamiyah memerangi seluruh bala tentara kekafiran tanpa terkecuali secara sendirian?

Wahai kaum muslimin,

Hendaknya kalian mengetahui bahwa Daulah Islamiyah sejak berdirinya sepuluh tahun yang lalu sampai sekarang merupakan pemimpin peperangan dalam perhelatan antara tenda keimanan dan tenda kekafiran bahkan ia adalah tiang, pilar, dan pondasi tenda ini. Dan karena musuh Allah mengetahui hal ini secara baik maka berkoalisilah seluruh kekuatan Kuffar dan Murtadin di dunia serta bersepakat untuk memerangi Daulah Islamiyah dan berusaha siang dan malam untuk melemahkan dan melenyapkannya dengan seluruh wasilah dan berbagai macam jalan. Dan koalisi mereka ini adalah bukti bahwa Daulah Islamiyah merupakan tiang tenda keimanan dan pemimpin peperangan di paritnya. Bukti yang lebih jelas daripada matahari di siang bolong, yang tidak tersamar bahkan sampai orang tua dan anak anak mengetahuinya. Dan tidaklah yang mengingkarinya kecuali penentang dan pembangkang kebenaran.

Wahai kaum muslimin,

Sesugguhnya mengobarkan peperangan ini wajib atas setiap muslim dan tidak diudzur di dalamnya seorangpun. Dan sesungguhnya kami memobilisasi kalian semua di setiap tempat dan kami khususkan kepada para penduduk Negeri Haramain (dua tanah haram, Makkah dan Madinah), berangkatlah dalam keadaan ringan maupun berat, orang tua maupun para pemuda, bangkitlah wahai anak cucu Muhajirin dan Anshar, bangkitlah untuk melawan Alu Salul para Thaghut Murtadin. Tolonglah keluarga dan saudara kalian di Syam, Iraq, Yaman, Afghanistan, Kaukasus, Mesir, Libya, Somalia, Filipina, Afrika, Indonesia, Turkistan, Bangladesh dan setiap tempat.

يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا مَا لَكُمْ إِذَا قِيلَ لَكُمُ انْفِرُوا فِي سَبِيلِ اللَّهِ اثَّاقَلْتُمْ إِلَى الأرْضِ أَرَضِيتُمْ بِالْحَيَاةِ الدُّنْيَا مِنَ الآخِرَةِ فَمَا مَتَاعُ الْحَيَاةِ الدُّنْيَا فِي الآخِرَةِ إِلا قَلِيلٌ .إِلا تَنْفِرُوا يُعَذِّبْكُمْ عَذَابًا أَلِيمًا وَيَسْتَبْدِلْ قَوْمًا غَيْرَكُمْ وَلا تَضُرُّوهُ شَيْئًا وَاللَّهُ عَلَى كُلِّ شَيْءٍ قَدِيرٌ

“Wahai orang orang yang beriman, mengapa apabila dikatakan kepada kalian, “berangkatlah untuk berperang di jalan Allah,” kalian merasa berat dan ingin tinggal di tempat? Apakah kalian lebih menyenangi kehidupan dunia daripada kehidupan akhirat? Padahal kenikmatan hidup di dunia ini dibandingkan dengan kehidupan akhirat hanyalah sedikit. Jika kalian tidak berangkat, niscaya Allah akan menghukum kalian dengan adzab yang pedih dan menggantikan kalian dengan kaum yang lain, dan kalian tidak akan merugikan-Nya sedikitpun. Dan Allah Maha Kuasa atas segala sesuatu.” (At Taubah : 38-39)

Allah Yang Maha Suci juga berfirman :

انْفِرُوا خِفَافًا وَثِقَالا وَجَاهِدُوا بِأَمْوَالِكُمْ وَأَنْفُسِكُمْ فِي سَبِيلِ اللَّهِ ذَلِكُمْ خَيْرٌ لَكُمْ إِنْ كُنْتُمْ تَعْلَمُونَ

“Berangkatlah kalian baik dengan rasa ringan maupun rasa berat, dan berjihadlah dengan harta dan jiwa kalian di jalan Allah. Yang demikian itu adalah lebih baik bagimu jika kalian mengetahui.” (At Taubah : 41)

Wahai tentara Daulah Islamiyah,

Bersabarlah sesungguhnya kalian di atas kebenaran. Bersabarlah sesungguhnya Allah bersama kalian. Dia pelindung kalian, Dia penolong kalian, sebaik baik Pelindung dan Penolong. Bersabarlah karena ini adalah peperangan Ahzab yang baru. Dalam waktu dekat -dengan izin Allah- akan terlepas kemah-kemah dan terpelanting panci-panci mereka dan Allah akan mengalahkan mereka -Maha Suci Dia-. Setelahnya kita akan perangi mereka -dengan izin Allah- dan mereka tidak lagi memerangi kita. Maka teguhlah dan yakinlah atas pertolongan Allah. Sesungguhnya Koalisi atas kalian ini dan goncangan ini adalah janji Allah kepada kaum mukminin. Sungguh Allah telah menjanjikan para hamba-Nya yang bertaqwa dengan kemenangan setelah kemelaratan, penderitaan, dan kegoncangan.

Allah Ta’ala berfirman :

وَلَمَّا رَأَى الْمُؤْمِنُونَ الأحْزَابَ قَالُوا هَذَا مَا وَعَدَنَا اللَّهُ وَرَسُولُهُ وَصَدَقَ اللَّهُ وَرَسُولُهُ وَمَا زَادَهُمْ إِلا إِيمَانًا وَتَسْلِيمًا

“Dan ketika kaum mukminin melihat melihat pasukan Ahzab, mereka berkata, “Inilah yang dijanjikan Allah dan Rasul-Nya kepada kita.” Benarlah Allah dan Rasul-Nya. Tidaklah yang demikian itu kecuali menambah keimanan dan keislaman mereka.” (Al Ahzab :22)

Telah bergembira kaum mukminin ketika melihat berkumpulnya pasukan Ahzab dengan dekatnya pertolongan. Ketika mereka melihat hal semisal yang menimpa orang-orang sebelum mereka berupa kekerasan dan ujian. Maka harus ada bencana yang sengit dan ujian yang besar sampai hilangnya kemunafikan dan bersihnya keimanan agar turun pertolongan. Dan sungguh Allah -Tabaraka wa Ta’ala- telah menolong kita sejak sepuluh tahun pada hari ketika kita mengumumkan berdirinya Daulah Islam, kemudian turun kepada kita ujian dan fitnah yang dahsyat serta bencana yang besar sampai Daulah Islamiyah kehilangan banyak daerah yang telah ditaklukan dan dikuasainya. Bumi yang luas itu menjadi terasa sempit sampai musuh-musuh Daulah Islamiyah mengira bahwa mereka telah melenyapkannya. Sampai orang-orang munafik dan orang-orang yang di dalam hatinya ada penyakit berkata :

مَا وَعَدَنَا اللَّهُ وَرَسُولُهُ إِلا غُرُورًا

“Tidaklah apa yang dijanjikan Allah dan Rasul-Nya kepada kami kecuali hanya tipuan”.

Sampai para Mujahidin Mukminin yang sabar berkata : “Kapan datangnya pertolongan Allah?” Maka ketika mereka teguh dan bersabar dan Allah mengetahui kaum munafikin dan mengetahui kaum mukminin, turunlah pertolongan Allah lebih dekat dan lebih cepat dari apa yang disangka kaum mukminin. Dan Daulah kembali -dengan karunia Allah- lebih kuat dari sebelumnya berlipat-lipat. Maka teguhlah wahai Mujahidin, tidaklah di hadapan kalian kecuali salah satu dari dua kebaikan, jika tidak kemenangan maka kesyahidan. Tidak ada kebaikan dalam kehidupan kita jika kita belum hidup dibawah hukum Allah dan di bawah naungan Syari’at-Nya. Begitu lezatnya kematian dalam membela agama Allah dan syari’at serta hukum-Nya. Maka teguhlah, jika tidak (mendapat) kehidupan yang mulia lagi terhormat maka kematian yang menyenangkan dan kesyahidan yang mulia. Maka berzuhudlah dalam dunia dan menghadaplah kepada Allah. Dunia ini adalah fana dan apa yang ada di sisi Allah lebih baik dan lebih kekal. Maka cabutlah diri kalian dari kemaksiatan-kemaksiatan, jauhilah kezhaliman, taatilah para amir kalian, janganlah berpecah belah, perbanyaklah membaca Al Qur’an, perbanyaklah Taubat dan Istighfar,

وَمَا كَانَ اللَّهُ مُعَذِّبَهُمْ وَهُمْ يَسْتَغْفِرُونَ

“Tidaklah Allah akan mengadzab mereka sedangkan mereka masih memohon ampunan.” (Al Anfal : 33)

Dan jika kalian bertemu dengan musuh-musuh Allah maka mohonlah pertolongan kepada Allah dan teguhlah serta ulang-ulanglah perkataan, “Tidak ada daya dan kekuatan kecuali dengan Allah.” Bersabarlah, Allah akan menolong dan meneguhkan kaki-kaki kalian dan akan memberikan kalian kemenangan dari jalan yang tidak kalian sangka sangka.

وَأَطِيعُوا اللَّهَ وَرَسُولَهُ وَلا تَنَازَعُوا فَتَفْشَلُوا وَتَذْهَبَ رِيحُكُمْ وَاصْبِرُوا إِنَّ اللَّهَ مَعَ الصَّابِرِينَ .وَلا تَكُونُوا كَالَّذِينَ خَرَجُوا مِنْ دِيَارِهِمْ بَطَرًا وَرِئَاءَ النَّاسِ وَيَصُدُّونَ عَنْ سَبِيلِ اللَّهِ وَاللَّهُ بِمَا يَعْمَلُونَ مُحِيطٌ

“Wahai orang-orang yang beriman, apabila kalian bertemu pasukan musuh, maka berteguh hatilah dan sebutlah nama Allah banyak–banyak agar kalian beruntung. Ta’atilah Allah dan Rasul-Nya serta janganlah kalian berselisih, yang menyebabkan kalian menjadi gentar dan kekuatan kalian hilang serta bersabarlah. Sungguh, Allah beserta orang-orang yang sabar.” (Al Anfal : 46)

Dan wasiatku kepada kalian untuk membebaskan kaum muslimin yang tertawan di setiap tempat terkhusus para penuntut ilmu yang mendekam di dalam penjara penjara Thawaghit. Bersabarlah wahai saudara kami yang tertawan, jangan mengira bahwa hidup kami akan menjadi enak sedangkan kami belum mengeluarkan kalian semua dengan daya dan kekuatan Allah.

Kami katakan kepada orang orang Yahudi, para Salibis, dan ekor-ekor serta pasukan-pasukan mereka, juga kepada Amerika, Eropa, Rusia, dan sekutu sekutu serta antek-antek mereka, juga kepada para kaum Rafidhah, kaum murtadin dengan segala kelompok dan jenisnya,

قُلْ هَلْ تَرَبَّصُونَ بِنَا إِلا إِحْدَى الْحُسْنَيَيْنِ وَنَحْنُ نَتَرَبَّصُ بِكُمْ أَنْ يُصِيبَكُمُ اللَّهُ بِعَذَابٍ مِنْ عِنْدِهِ أَوْ بِأَيْدِينَا فَتَرَبَّصُوا إِنَّا مَعَكُمْ مُتَرَبِّصُونَ

“Katakanlah, tidak ada yang kalian tunggu-tunggu bagi kami kecuali salah satu dari dua kebaikan (kemenangan atau kesyahidan). Dan kami menunggu–nunggu bagi kalian bahwa Allah akan menimpakan adzab kepada kalian dari sisi-Nya atau adzab melalui tangan kami. Maka tunggulah, sesungguhnya kami menunggu bersama kalian.” (At Taubah : 52)

Sesungguhnya Rabb kami Azza wa Jalla Yang Maha Mengetahui lagi Maha Bijaksana berfirman :

إِنَّ الَّذِينَ كَفَرُوا يُنْفِقُونَ أَمْوَالَهُمْ لِيَصُدُّوا عَنْ سَبِيلِ اللَّهِ فَسَيُنْفِقُونَهَا ثُمَّ تَكُونُ عَلَيْهِمْ حَسْرَةً ثُمَّ يُغْلَبُونَ وَالَّذِينَ كَفَرُوا إِلَى جَهَنَّمَ يُحْشَرُونَ

“Sesungguhnya orang orang kafir itu menginfakkan harta mereka untuk menghalang-halangi orang dari jalan Allah. Mereka akan terus menginfakkan harta itu, kemudian mereka akan menyesal sendiri dan akhirnya mereka akan dikalahkan. Dan orang orang kafir ke dalam neraka Jahannam mereka akan dikumpulkan.” (Al Anfal : 36)

Dan Rabb kami Azza wa Jalla Yang Maha Perkasa lagi Maha Mengetahui berfirman :

وَلَوْ قَاتَلَكُمُ الَّذِينَ كَفَرُوا لَوَلَّوُا الأدْبَارَ ثُمَّ لا يَجِدُونَ وَلِيًّا وَلا نَصِيرًا .سُنَّةَ اللَّهِ الَّتِي قَدْ خَلَتْ مِنْ قَبْلُ وَلَنْ تَجِدَ لِسُنَّةِ اللَّهِ تَبْدِيلا

“Dan sekiranya orang-orang kafir itu memerangi kalian, pastilah mereka akan berbalik melarikan diri dan mereka tidak akan mendapatkan pelindung dan penolong. Demikianlah hukum Allah yang telah berlaku sejak dahulu, kamu sekali-kali tidak akan menemukan perubahan pada hukum Allah itu.” (Al Fath : 22-23)

Maka tunggulah wahai kaum kuffar dan murtadin, sesungguhnya kami menunggu bersama kalian.

Rabb kami Azza wa Jalla yang Maha Perkasa berfirman :

قَاتِلُوهُمْ يُعَذِّبْهُمُ اللَّهُ بِأَيْدِيكُمْ وَيُخْزِهِمْ وَيَنْصُرْكُمْ عَلَيْهِمْ وَيَشْفِ صُدُورَ قَوْمٍ مُؤْمِنِينَ

“Perangilah mereka, niscaya Allah akan menyiksa mereka dengan perantara tangan kalian dan Dia akan menghina mereka dan menolong kalian atas mereka serta melegakan hati orang-orang beriman.” (At Taubah :14)

Sesungguhnya Rabb kita Azza wa Jalla Yang Maha Agung lagi Maha Kuasa serta Maha Suci berfirman :

وَلَقَدْ سَبَقَتْ كَلِمَتُنَا لِعِبَادِنَا الْمُرْسَلِينَ .إِنَّهُمْ لَهُمُ الْمَنْصُورُونَ .وَإِنَّ جُنْدَنَا لَهُمُ الْغَالِبُونَ

“Dan sungguh, janji Kami telah tetap bagi hamba-hamba Kami yang menjadi Rasul, bahwa mereka itu pasti akan mendapat pertolongan. Dan sesungguhnya tentara kami itulah yang pasti menang.” (Ash Shaffat : 171-173)

Sungguh Rabb kami Yang Maha Suci telah menjajikan salah satu dari dua kebaikan (kemenangan atau kesyahidan) dan menjanjikan kepada kami dengan kemenangan dan kekuasaan serta menjanjikan bagi kalian wahai kaum kuffar dengan kehinaan dan adzab dari sisi-Nya atau dengan tangan kami. Dan (Dia) menjanjikan bagi kalian kehinaan dan kekalahan. Allah tidak (akan) menyelisihi janji-Nya. Dan kami menjanjikan kalian -dengan izin Allah- bahwa setiap pihak yang ikut serta dalam memerangi Daulah Islamiyah akan membayar harganya dengan mahal dengan izin Allah, mereka pasti akan menyesal. Maka tunggulah wahai Amerika, tunggulah wahai Eropa, tunggulah wahai Rusia, tunggulah wahai Rafidlah, tunggulah wahai murtaddin, tunggulah wahai yahudi, sesungguhnya kami juga menunggu.

Ya Allah, Dzat yang menurunkan Kitab, yang menjalankan awan, yang menghancurkan (pasukan) Ahzab, hancurkanlah mereka dan goncangkanlah mereka, hancurkanlah mereka dan menangkanlah kami atas mereka.

Dan limpahkanlah shalawat dan salam kepada Nabi kami Muhammad, keluarganya dan para sahabatnya.

Dan akhir seruan kami adalah Alhamdulillahi Rabbil ‘Alamin.

Al-Furqan Media

KHUTBAH JUM’AT SYAIKH ABU BAKAR AL-BAGHDADI DI KOTA MOSUL

KHUTBAH JUM’AT AMIRUL MU’MININ SYAIKH ABU BAKAR AL-BAGHDADI DI KOTA MOSUL
Sajian Spesial, Khutbah Jum’at Khalifah Ibrahim, Amirul Mu’minin Di Daulah Islamiyah
Di Masjid Jami’ Al Kabir, Di Kota Mosul, 6 Ramadhan 1435 H

Alih Bahasa:
Ust. Abu Sulaiman Al Arkhabiliy

بسم الله الرحمن الرحيم

Khutbah Pertama

Sesungguhnya segala puji hanya milik Allah, kita memuji-Nya, meminta pertolongan-Nya, meminta ampunan-Nya serta kita berlindung kepada Allah dari kejahatan jiwa kita dan dari keburukan amalan kita. Siapa orangnya yang Allah berikan hidayah kepadanya, maka tiada seorang-pun yang bisa menyesatkannya, dan siapa orangnya yang Allah sesatkan, maka tiada seorang-pun yang bisa memberikan hidayah kepadanya. Saya bersaksi bahwa tiada ilah yang berhak diibadati kecuali Allah saja yang tidak ada sekutu bagi-Nya, dan saya bersaksi bahwa Muhammad itu adalah hamba dan utusan-Nya, semoga Allah Ta’ala melimpahkan shalawat dan salam kepadanya, kepada keluarganya dan kepada para sahabatnya.

يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُواْ اتَّقُواْ اللَّهَ حَقَّ تُقَاتِهِ وَلاَ تَمُوتُنَّ إِلاَّ وَأَنتُم مُّسْلِمُونَ

“Hai orang-orang yang beriman, bertaqwalah kepada Allah dengan sebenar-benar taqwa kepada-Nya; dan janganlah sekali-kali kamu mati melainkan dalam keadaan muslim.” (Ali ‘Imran: 102)

يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا اتَّقُوا اللَّهَ وَقُولُوا قَوْلا سَدِيدًا * يُصْلِحْ لَكُمْ أَعْمَالَكُمْ وَيَغْفِرْ لَكُمْ ذُنُوبَكُمْ وَمَن يُطِعْ اللَّهَ وَرَسُولَهُ فَقَدْ فَازَ فَوْزًا عَظِيمًا

“Hai orang-orang yang beriman, bertaqwalah kamu kepada Allah dan katakanlah perkataan yang benar, niscaya Allah memperbaiki bagimu amalan-amalanmu dan mengampuni bagimu dosa-dosamu. Dan barang siapa menaati Allah dan Rasul-Nya, maka sesungguhnya ia telah mendapat kemenangan yang besar.” (Al Ahzab: 70-71)

Amma ba’du,

Sesungguhnya sebaik-baiknya perkataan adalah Kitabullah dan sebaik-baiknya tuntunan adalah tuntunan Muhammad shallallahu ‘alaihi wa sallam, serta seburuk-buruknya urusan adalah apa yang diada-adakan, sedangkan setiap yang diada-adakan itu adalah bid’ah, dan setiap bid’ah adalah kesesatan, dan sedangkan setiap kesesatan itu di neraka.

يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُواْ كُتِبَ عَلَيْكُمُ الصِّيَامُ كَمَا كُتِبَ عَلَى الَّذِينَ مِن قَبْلِكُمْ لَعَلَّكُمْ تَتَّقُونَ * أَيَّامًا مَّعْدُودَاتٍ

“Hai orang-orang yang beriman, diwajibkan atas kamu berpuasa sebagaimana diwajibkan atas orang-orang sebelum kamu agar kamu bertaqwa, (yaitu) dalam beberapa hari yang tertentu.” (Al Baqarah: 183-184)

Dan berfirman:

شَهْرُ رَمَضَانَ الَّذِيَ أُنزِلَ فِيهِ الْقُرْآنُ هُدًى لِّلنَّاسِ وَبَيِّنَاتٍ مِّنَ الْهُدَى وَالْفُرْقَانِ فَمَن شَهِدَ مِنكُمُ الشَّهْرَ فَلْيَصُمْهُ

“(Beberapa hari yang ditentukan itu ialah) bulan Ramadan, bulan yang di dalamnya diturunkan (permulaan) Al Qur’an sebagai petunjuk bagi manusia dan penjelasan-penjelasan mengenai petunjuk itu dan pembeda (antara yang hak dan yang bathil). Karena itu, barang siapa di antara kamu hadir (di negeri tempat tinggalnya) di bulan itu, maka hendaklah ia berpuasa pada bulan itu,” (Al Baqarah: 185)

Wahai kaum muslimin,

Sesungguhnya sampai ke bulan Ramadhan adalah nikmat yang besar dan karunia yang agung dari Allah Ta’ala, bulan yang awalnya adalah rahmat, pertengahannya adalah ampunan, dan penghujungnya adalah pemerdekaan dari api neraka.

Bulan yang barangsiapa melaksanakan shaum di dalamnya dalam rangka keimanan dan pengharapan apa yang di sisi Allah, maka diampuni apa yang telah lalu dari dosanya, dan barangsiapa melakukan qiyam (shalat malam) di dalamnya maka diampuni apa yang telah lalu dari dosanya.

Dari Abu Hurairah radliyallahu ‘anhu berkata: Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam berkata:

مَن صام رمضان إيمانًا واحتسابًا: غُفِر له ما تقدّم مِن ذنبه، ومَن قام رمضان إيمانًا واحتسابًا: غُفِر له ما تقدّم مِن ذنبه

“Bulan yang barangsiapa melaksanakan shaum Ramadhan dalam rangka keimanan dan pengharapan apa yang di sisi Allah, maka diampuni apa yang telah lalu dari dosanya, dan barangsiapa melakukan qiyam (shalat malam) di bulan Ramadhan maka diampuni apa yang telah lalu dari dosanya.”

Bulan yang bila ia telah masuk, maka dibukakanlah pintu-pintu surga dan ditutuplah pintu-pintu neraka serta dibelenggulah syaitan-syaitan. Bulan yang di dalamnya ada satu malam yang lebih baik dari seribu bulan, dan siapa yang terhalang dari mendapatkannya maka terhalanglah dia dari segala kebaikan.

لَيْلَةُ الْقَدْرِ خَيْرٌ مِّنْ أَلْفِ شَهْرٍ * تَنَزَّلُ الْمَلائِكَةُ وَالرُّوحُ فِيهَا بِإِذْنِ رَبِّهِم مِّن كُلِّ أَمْرٍ * سَلامٌ هِيَ حَتَّى مَطْلَعِ الْفَجْرِ *

“Malam kemuliaan itu lebih baik dari seribu bulan. Pada malam itu turun malaikat-malaikat dan malaikat Jibril dengan izin Rabbnya untuk mengatur segala urusan. Malam itu (penuh) kesejahteraan sampai terbit fajar.” (Al Qadr: 3-5)

Bulan yang di dalamnya Allah memiliki orang-orang yang dimerdekakan, orang-orang yang dimerdekakan dari api neraka, dan itu adalah pada setiap malam, bulan yang dibuka di dalamnya pasar jihad, di mana Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam di dalam bulan ini menyematkan panji-panji dan mengirimkan pasukan-pasukan untuk memerangi musuh-musuh Allah, untuk menjihadi kaum musyrikin, maka gunakanlah kesempatan di bulan yang mulia ini wahai hamba-hamba Allah dalam ketaatan kepada Allah; karena di dalamnya segala pahala dilipat-gandakan.

وَفِي ذَلِكَ فَلْيَتَنَافَسِ الْمُتَنَافِسُونَ

“Dan untuk yang demikian itu hendaknya orang berlomba-lomba.” (Al Muthaffifin: 26)

Wahai kaum muslimin,

Sesungguhnya Allah Tabaraka wa Ta’ala telah menciptakan kita untuk mentauhidkan-Nya, mengibadati-Nya dan menegakkan dien-Nya.

Allah Ta’ala berfirman:

وَمَا خَلَقْتُ الْجِنَّ وَالإِنسَ إِلاَّ لِيَعْبُدُونِ

“Dan Aku tidak menciptakan jin dan manusia melainkan supaya mereka menyembah-Ku.” (Adz Dzariyat: 56)

Dan Allah Tabaraka Wa Ta’ala telah memerintahkan kita untuk memerangi musuh-musuh-Nya dan untuk berjihad di jalan-Nya; dalam perealisasian hal itu dan dalam penegakan dien.

Allah Ta’ala berfirman:

كُتِبَ عَلَيْكُمُ الْقِتَالُ وَهُوَ كُرْهٌ لَّكُمْ

“Diwajibkan atas kamu berperang, padahal berperang itu adalah sesuatu yang kamu benci.” (Al Baqarah: 216)

Dan berfirman:

وَقَاتِلُوهُمْ حَتَّى لاَ تَكُونَ فِتْنَةٌ وَيَكُونَ الدِّينُ كُلُّهُ لِلَّه

“Dan perangilah mereka, supaya jangan ada fitnah dan supaya agama itu semata-mata untuk Allah.” (Al An’am: 39)

Wahai manusia,

Sesungguhnya dienullah Tabaraka wa Ta’ala itu tidak bisa ditegakkan dan tidak bisa juga direalisasikan tujuan yang karenanya Allah telah menciptakan kita; kecuali dengan pemberlakuan syari’at Allah, tahakum (berhukum) kepadanya, dan penegakkan hudud, sedangkan hal itu tidak bisa terwujud kecuali dengan kekuatan dan pemerintahan.

Allah Ta’ala berfirman:

لَقَدْ أَرْسَلْنَا رُسُلَنَا بِالْبَيِّنَاتِ وَأَنزَلْنَا مَعَهُمُ الْكِتَابَ وَالْمِيزَانَ لِيَقُومَ النَّاسُ بِالْقِسْطِ وَأَنزَلْنَا الْحَدِيدَ فِيهِ بَأْسٌ شَدِيدٌ وَمَنَافِعُ لِلنَّاسِ وَلِيَعْلَمَ اللَّهُ مَن يَنصُرُهُ وَرُسُلَهُ بِالْغَيْبِ إِنَّ اللَّهَ قَوِيٌّ عَزِيزٌ

“Sesungguhnya Kami telah mengutus rasul-rasul Kami dengan membawa bukti-bukti yang nyata dan telah Kami turunkan bersama mereka Al Kitab dan neraca (keadilan) supaya manusia dapat melaksanakan keadilan. Dan Kami ciptakan besi yang padanya terdapat kekuatan yang hebat dan berbagai manfaat bagi manusia, (supaya mereka mempergunakan besi itu) dan supaya Allah mengetahui siapa yang menolong (agama) Nya dan rasul-rasul-Nya padahal Allah tidak dilihatnya. Sesungguhnya Allah Maha Kuat lagi Maha Perkasa.” (Al Hadid: 25)

Inilah pilar tegaknya dien: Kitab yang membimbing dan pedang yang membela, dan sesungguhnya saudara-saudara kalian yang berjihad telah diberikan karunia kemenangan dan penaklukan oleh Allah Tabaraka wa Ta’ala, dan Dia telah memberikan kepada mereka tamkin setelah bertahun-tahun di dalam jihad dan sabar serta menghadapi musuh-musuh Allah, dan Allah-pun memberikan kepada mereka taufiq dan tamkin untuk mencapai tujuan mereka; kemudian merekapun bergegas mendeklarasikan khilafah dan pengangkatan imam, sedangkan ini adalah wajib atas kaum muslimin, kewajiban yang telah diterlantarkan sejak berabad-abad dan telah lenyap dari dunia nyata, sehingga banyak kaum muslimin tidak mengetahui kewajiban ini, yang mana mereka itu -yaitu kaum muslimin- berdosa dengan sebab penelantaran dan penyia-nyiaannya, dan wajib atas mereka untuk selalu berupaya untuk menegakkannya.

Dan inilah sekarang mereka telah menegakkannya walillahil hamdu wal minnah, dan sungguh saya telah diuji dengan urusan besar ini, saya telah diuji dengan amanah ini; amanah yang berat, dimana saya diangkat untuk memimpin anda sekalian padahal saya ini bukan orang terbaik di antara kalian dan bukan pula orang yang lebih utama dari kalian, maka bila kalian melihatku di atas kebenaran, maka bantulah saya, dan bila kalian meliahtku di atas kebathilan, maka nasehatilah saya dan luruskanlah saya.

Taatilah saya selagi saya taat kepada Allah dalam mengurusi kalian, dan bila saya maksiat kepada-Nya, maka tidak ada ketaatan kepadaku atas diri kalian. Dan sesungguhnya saya tidak menjanjikan kepada kalian seperti apa yang dijanjikan para raja dan para penguasa kepada para pengikut dan rakyatnya; berupa kesejahteraan, kenyamanan, keamanan dan kesentausaan, akan tetapi yang saya janjikan kepada kalian hanyalah apa yang Allah Tabaraka wa Ta’ala janjikan kepada hamba-hamba-Nya yang beriman:

وَعَدَ اللَّهُ الَّذِينَ آمَنُوا مِنكُمْ وَعَمِلُوا الصَّالِحَاتِ لَيَسْتَخْلِفَنَّهُم فِي الأَرْضِ كَمَا اسْتَخْلَفَ الَّذِينَ مِن قَبْلِهِمْ وَلَيُمَكِّنَنَّ لَهُمْ دِينَهُمُ الَّذِي ارْتَضَى لَهُمْ وَلَيُبَدِّلَنَّهُم مِّن بَعْدِ خَوْفِهِمْ أَمْنًا يَعْبُدُونَنِي لا يُشْرِكُونَ بِي شَيْئًا وَمَن كَفَرَ بَعْدَ ذَلِكَ فَأُولَئِكَ هُمُ الْفَاسِقُونَ

“Dan Allah telah berjanji kepada orang-orang yang beriman di antara kamu dan mengerjakan amAl-amal yang shalih bahwa Dia sungguh-sungguh akan menjadikan mereka berkuasa dimuka bumi, sebagaimana Dia telah menjadikan orang-orang sebelum mereka berkuasa, dan sungguh Dia akan meneguhkan bagi mereka agama yang telah diridhai-Nya untuk mereka, dan Dia benar-benar akan menukar (keadaan) mereka, sesudah mereka dalam ketakutan menjadi aman sentausa. Mereka tetap menyembah-Ku dengan tiada mempersekutukan sesuatu apapun dengan Aku. Dan barangsiapa yang (tetap) kafir sesudah (janji) itu, maka mereka itulah orang-orang yang fasik.” (An Nur: 55)

Dan berfirman:

وَلاَ تَهِنُوا وَلاَ تَحْزَنُوا وَأَنتُمُ الأَعْلَوْنَ إِن كُنتُم مُّؤْمِنِينَ

“Janganlah kamu bersikap lemah, dan janganlah (pula) kamu bersedih hati, padahal kamulah orang-orang yang paling tinggi (derajatnya), jika kamu orang-orang yang beriman.” (Ali ‘Imran: 139)

Dan berfirman:

إِن يَنصُرْكُمُ اللَّهُ فَلاَ غَالِبَ لَكُمْ

“Jika Allah menolong kamu, maka tak adalah orang yang dapat mengalahkan kamu;” (Ali Imran: 160)

Dan berfirman:

وَكَانَ حَقًّا عَلَيْنَا نَصْرُ الْمُؤْمِنِينَ

“Dan Kami selalu berkewajiban menolong orang-orang yang beriman.” (An Nur: 47)

Dan berfirman:

وَلِلَّهِ الْعِزَّةُ وَلِرَسُولِهِ وَلِلْمُؤْمِنِينَ وَلَكِنَّ المُنَافِقِينَ لَا يَعْلَمُونَ

“Padahal kekuatan itu hanyalah bagi Allah, bagi Rasul-Nya dan bagi orang-orang beriman,” (Al Munafiqun: 8)

Inilah apa yang dijanjikan Allah, dan bila kalian menginginkan apa yang Allah janjikan, maka bertaqwalah kepada Allah dan taatlah kepada-Nya, bertaqwalah kepada Allah Yang Maha Agung dalam segala hal dan dalam semua keadaan, komitmenlah di atas Al Haq dan pegang-teguhlah Al haq itu baik dalam hal yang kalian sukai maupun dalam hal yang tidak kalian sukai.

Bila kalian menginginkan apa yang Allah janjikan, maka berjihadlah di jalan Allah, kobarkanlah semangat jihad di tengah kaum mu’minin dan sabarlah di atas kesulitan itu. Dan seandainya kalian mengetahui apa yang ada pada jihad itu berupa pahala, kemuliaan, kejayaan dan keagungan di dunia dan akhirat; tentu tidak ada seorangpun di antara kalian yang duduk-duduk atau absen dari jihad; karena ia adalah perniagaan yang telah Allah tunjukkan dan dengannya Allah menyelamatkan dari kehinaan serta memasukan dengannya ke dalam kemuliaan di dunia dan akhirat.

تُؤْمِنُونَ بِاللَّهِ وَرَسُولِهِ وَتُجَاهِدُونَ فِي سَبِيلِ اللَّهِ بِأَمْوَالِكُمْ وَأَنفُسِكُمْ ذَلِكُمْ خَيْرٌ لَّكُمْ إِن كُنتُمْ تَعْلَمُونَ * يَغْفِرْ لَكُمْ ذُنُوبَكُمْ وَيُدْخِلْكُمْ جَنَّاتٍ تَجْرِي مِن تَحْتِهَا الأَنْهَارُ وَمَسَاكِنَ طَيِّبَةً فِي جَنَّاتِ عَدْنٍ ذَلِكَ الْفَوْزُ الْعَظِيمُ * وَأُخْرَى تُحِبُّونَهَا نَصْرٌ مِّنَ اللَّهِ وَفَتْحٌ قَرِيبٌ وَبَشِّرِ الْمُؤْمِنِينَ

“(yaitu) kamu beriman kepada Allah dan Rasul-Nya dan berjihad di jalan Allah dengan harta dan jiwamu. Itulah yang lebih baik bagi kamu jika kamu mengetahuinya, niscaya Allah akan mengampuni dosa-dosamu dan memasukkan kamu ke dalam surga yang mengalir di bawahnya sungai-sungai, dan (memasukkan kamu) ke tempat tinggal yang baik di dalam surga Adn. Itulah keberuntungan yang besar. Dan (ada lagi) karunia yang lain yang kamu sukai (yaitu) pertolongan dari Allah dan kemenangan yang dekat (waktunya). Dan sampaikanlah berita gembira kepada orang-orang yang beriman.” (Ash Shaff: 11-13)

Saya katakan apa yang saya katakan ini, dan saya memohon ampunan kepada Allah bagi saya dan bagi kalian, maka berdoalah kepada Allah sedangkan kalian penuh keyakinan dengan pengkabulan.

Khutbah Kedua

Segala puji hanya bagi Allah dengan sebenar-benarnya pujian, shalawat dan salam semoga dilimpahkan kepada orang yang yang tidak ada Nabi lagi sesudahnya, juga kepada keluarganya, para sahabatnya, barisannya dan bala tentaranya serta orang-orang yang mengikuti mereka dengan baik sampai hari perjumpaan dan pembalasan. Tidak ada ilah yang haq kecuali Allah yang tidak ada sekutu bagi-Nya, Dia telah menunaikan janji-Nya, menolong bala-tentara-Nya, dan telah mengalahkan pasukan sekutu sendirian. Tidak ada ilah yang haq kecuali Allah yang tidak ada sekutu bagi-Nya, seraya (kami) memurnikan seluruh ketundukkan kepada-Nya, walaupun orang-orang kafir tidak menyukainya.

Wahai hamba-hamba Allah,

Tegakkanlah dien kalian, dan bertaqwlah kepada Allah dengan sebenar-benarnya ketaqwaan; tentu Dia pasti menjayakan kalian di dunia dan di akhirat, bila kalian mendapatkan keamanan, maka bertaqwalah kepada Allah, bila kalian menginginkan karunia rizqi, maka bertaqwalah kepada Allah, dan bila kalian mengingkan kehidupan yang mulia, maka bertaqwalah kepada Allah dan berjihadlah di jalan Allah. Kami memohon kepada Allah Yang Maha Agung Rabb ‘Arsy yang agung agar menyatukan kalimat kalian, menyatukan hati kalian dan membimbing kalian kepada kebaikan yang Dia cintai dan Dia ridhai.

Ya Allah jayakanlah Islam dan kaum muslimin, hinakanlah kesyirikan dan kaum musyrikin, dan tolonglah hamba-hamba-Mu yang berjihad lagi bertauhid di belahan timur dan barat bumi. Ya Allah tepatkanlah tembakan mereka dan tepatkanlah pendapat mereka. Ya Allah siapkanlah bagi mereka kelurusan dari urusan mereka dan jadikanlah pertolongan-Mu yang baik sebagai bala bantuan bagi mereka.

Ya Allah, Wahai Dzat yang membolak-balikkan hati; teguhkanlah hati kami di atas dien-Mu. Ya Allah, wahai Dzat yang memalingkan hati, palingkanlah hati kami kepada ketaatan kepada-Mu. Ya Allah sucikanlah hati kami dari nifaq dan sucikanlah amalan kami dari riya, dan sucikanlah lisan kami dari dusta, serta sucikanlah mata kami dari khianat.

Ya Allah sesungguhnya kami memohon kepada Engkau keimanan yang jujur, hati yang khusyu’ dan amalan yang diterima. Ya Allah sesungguhnya kami memohon kepada Engkau ampunan dan ‘afiyah serta keterjagaan yang selalu pada dien dan dunia.

Ya Allah jadikanlah perkumpulan kami ini perkumpulan yang dirahmati dan jadikanlah perpisahan kami ini sesudahnya sebagai perpisahan yang penuh berkah lagi dilindungi. Dan janganlah Engkau jadikan di tengah kami ini dan bersama kami ini orang yang binasa dan orang yang terhalang dari kebaikan.

Dan akhir seruan kami adalah Alhamdulillahi Rabbil ‘Alamin. Semoga shalawat dan salam juga barakah Allah limpahkan kepada Nabi kita Muhammad...

Al-Furqan Media

BERANGKATLAH KALIAN DALAM KEADAAN RINGAN MAUPUN BERAT

BERANGKATLAH KALIAN DALAM KEADAAN RINGAN MAUPUN BERAT
Statemen Amirul Mu'minin, Syaikh Abu Bakar Al-Husaini Al-Qurasyi Al-Baghdadi

Alih Bahasa:
Usdul Wagha

Muraja'ah:
Ust. Abu Sulaiman Al-Arkhabiliy

بسم الله الرحمن الرحيم

إن الحمد لله نحمده ونستعينه ونستغفره، ونعوذ بالله من شرور أنفسنا وسيئات أعمالنا، من يهده الله فلا مضل له، ومن يضلل فلا هادي له.
وأشهد أن لا إله إلا الله وحده لا شريك له، وأشهد أن محمدًا عبده ورسوله.

Amma ba’du:

Allah ‘Azza wa Jalla berfirman:

كُتِبَ عَلَيْكُمُ الْقِتَالُ وَهُوَ كُرْهٌ لَّكُمْ

“Telah diwajibkan atas kalian perang, dan itu adalah hal yang dibenci oleh kalian” (Al Baqarah : 216)

فَلْيُقَاتِلْ فِي سَبِيلِ اللَّـهِ الَّذِينَ يَشْرُونَ الْحَيَاةَ الدُّنْيَا بِالْآخِرَةِ ۚ وَمَن يُقَاتِلْ فِي سَبِيلِ اللَّـهِ فَيُقْتَلْ أَوْ يَغْلِبْ فَسَوْفَ نُؤْتِيهِ أَجْرًا عَظِيمًا

“Karena itu, hendaklah orang-orang yang menjual kehidupan dunia untuk (kehidupan) akhirat berperang di jalan Allah. Dan barangsiapa berperang di jalan Allah, lalu gugur atau memperoleh kemenangan maka akan Kami berikan pahala yang besar kepadanya.” (An-Nisa: 74)

يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا مَا لَكُمْ إِذَا قِيلَ لَكُمُ انفِرُوا فِي سَبِيلِ اللَّـهِ اثَّاقَلْتُمْ إِلَى الْأَرْضِ ۚ أَرَضِيتُم بِالْحَيَاةِ الدُّنْيَا مِنَ الْآخِرَةِ ۚ فَمَا مَتَاعُ الْحَيَاةِ الدُّنْيَا فِي الْآخِرَةِ إِلَّا قَلِيلٌ (٣٨) إِلَّا تَنفِرُوا يُعَذِّبْكُمْ عَذَابًا أَلِيمًا وَيَسْتَبْدِلْ قَوْمًا غَيْرَكُمْ وَلَا تَضُرُّوهُ شَيْئًا ۗ وَاللَّـهُ عَلَىٰ كُلِّ شَيْءٍ قَدِيرٌ

“Wahai orang-orang yang beriman! Mengapa apabila dikatakan kepada kamu, “Berangkatlah (untuk berperang) di jalan Allah,” kamu merasa berat dan ingin tinggal di tempatmu? Apakah kamu lebih menyenangi kehidupan di dunia daripada kehidupan di akhirat? Padahal kenikmatan hidup di dunia ini (dibandingkan dengan kehidupan) di akhirat hanyalah sedikit. Jika kamu tidak berangkat (untuk berperang), niscaya Allah akan menghukum kamu dengan adzab yang pedih dan menggantikan kamu dengan kaum yang lain, dan kamu tidak akan merugikan-Nya sedikit pun. Dan Allah Mahakuasa atas segala sesuatu.” (At-Taubah: 38-39)

وَلَوْ يَشَاءُ اللَّـهُ لَانتَصَرَ مِنْهُمْ وَلَـٰكِن لِّيَبْلُوَ بَعْضَكُم بِبَعْضٍ ۗ وَالَّذِينَ قُتِلُوا فِي سَبِيلِ اللَّـهِ فَلَن يُضِلَّ أَعْمَالَهُمْ (٤) سَيَهْدِيهِمْ وَيُصْلِحُ بَالَهُمْ (٥) وَيُدْخِلُهُمُ الْجَنَّةَ عَرَّفَهَا لَهُمْ

“...dan sekiranya Allah menghendaki, niscaya Dia membinasakan mereka, tetapi Dia hendak menguji kamu satu sama lain. Dan orang-orang yang gugur di jalan Allah, Allah tidak menyia-nyiakan amal mereka. Allah akan memberi petunjuk kepada mereka dan memperbaiki keadaan mereka, dan memasukkan mereka ke dalam surga yang telah diperkenalkan-Nya kepada mereka.” (Muhammad: 4-6)

Wahai kaum muslimin,

Wahai kalian yang telah ridha Allah sebagai Rabb dan Muhammad shallallahu ‘alaihi wa sallam sebagai Nabi dan Rasul.

Wahai kalian yang bersyahadat bahwa tiada ilah yang berhak disembah selain Allah dan Muhammad shallallahu ‘alaihi wa sallam adalah utusan Allah.

Ucapan sama sekali tidak akan memberikan manfaat bagi kalian jika tidak disertai amal, tidak ada iman tanpa amal, maka siapa yang mengatakan Rabbku adalah Allah, jika dia jujur, maka dia harus menaati Allah ‘Azza wa Jalla yang telah mewajibkan qital, yang telah mewajibkan atas orang yang beriman kepada-Nya, dan yang telah memerintahkan untuk berjihad di jalan-Nya, dan Dia telah menjanjikan kebaikan bagi siapa yang menaati perintah-Nya, dan mengancam mereka yang mendurhakai-Nya.

Dan siapa yang mengatakan bahwa nabiku adalah Muhammad shallallahu ‘alaihi wa sallam, maka jika dia jujur dalam pengakuannya, dia harus menjadikanya sebagai teladan, beliau yang telah bersabda;

والذي نفس محمد بيده لولا أن أشق على المسلمين ما قعدت خلاف سرية تغزو في سبيل الله أبدا؛ ولكني لا أجد سعة فيتبعوني ولا تطيب أنفسهم فيتخلفون بعدي، والذي نفس محمد بيده لوددت أن أغزو في سبيل الله فأقتل، ثم أغزو فأقتل، ثم أغزو فأقتل) رواه أحمد وقال شعيب الأرناؤوط: إسناده صحيح على شرط الشيخين(

”Dan demi yang jiwa Muhammad ada ditangan-Nya, kalaulah bukan karena khawatir akan memberatkan kaum muslimin, aku tidak akan duduk dibelakang pasukan yang sedang berperang dijalan Allah selamanya; Akan tetapi aku tidak mendapatkan kelapangan sehingga mereka bisa mengikutiku dan diri mereka tidak senang di saat tidak ikut berperang bersamaku. Dan demi Dzat Yang jiwa Muhammad ada di Tangan-Nya, sungguh aku ingin berperang dijalan Allah dan terbunuh, kemudian aku berperang dan terbunuh, kemudian aku berperang dan terbunuh.” (Diriwayatkan Ahmad dan berkata Syu'aib Al Arnauuth sanadnya shahih dengan syarat Imam Bukhari dan Muslim)

Maka di manakah engkau wahai umat Islam dari perintah Rabbmu? Yang telah memerintahkan kepadamu puasa dalam satu ayat, dan memeritahkan padamu jihad dan qital dengan puluhan ayat?

Di manakah engkau dari Nabimu shallallahu ‘alaihi wa sallam? yang engkau mengaku mengikutinya, padahal ia telah menghabiskan umurnya untuk menjadi seorang mujahid di jalan Allah, memerangi musuh-musuhnya, gerahamnya pecah dalam peperangan, dahinya terluka, dua besi dari topi perangnya menancap di kedua kelopak alisnya, topi perangnya pecah di kepalanya, dan darah bercucuran di wajahnya, tebusannya ayahku, ibuku, jiwaku dan semua umat manusia.

Wahai orang Islam, wahai engkau yang mengaku mencintai Allah ‘Azza wa Jalla dan mencintai Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam,

Jika engkau jujur dalam pengakuanmu maka taatilah siapa yang engkau cintai dan bertempurlah di jalan-Nya, teladanilah kekasihmu shallallahu ‘alaihi wa sallam, dan janganlah engkau mati kecuali engkau adalah seorang mujahid di jalan Allah.

الم (١) أَحَسِبَ النَّاسُ أَن يُتْرَكُوا أَن يَقُولُوا آمَنَّا وَهُمْ لَا يُفْتَنُونَ (٢) وَلَقَدْ فَتَنَّا الَّذِينَ مِن قَبْلِهِمْ ۖ فَلَيَعْلَمَنَّ اللَّـهُ الَّذِينَ صَدَقُوا وَلَيَعْلَمَنَّ الْكَاذِبِينَ (٣) أَمْ حَسِبَ الَّذِينَ يَعْمَلُونَ السَّيِّئَاتِ أَن يَسْبِقُونَا ۚ سَاءَ مَا يَحْكُمُونَ (٤) مَن كَانَ يَرْجُو لِقَاءَ اللَّـهِ فَإِنَّ أَجَلَ اللَّـهِ لَآتٍ ۚ وَهُوَ السَّمِيعُ الْعَلِيمُ (٥) وَمَن جَاهَدَ فَإِنَّمَا يُجَاهِدُ لِنَفْسِهِ ۚ إِنَّ اللَّـهَ لَغَنِيٌّ عَنِ الْعَالَمِينَ (٦(

“Alif lâm mîm. Apakah manusia mengira bahwa mereka akan dibiarkan hanya dengan mengatakan, “Kami telah beriman,” dan mereka tidak diuji? Dan sungguh, Kami telah menguji orang-orang sebelum mereka, maka Allah pasti mengetahui orang-orang yang benar dan pasti mengetahui orang-orang yang dusta. Ataukah orang-orang yang mengerjakan kejahatan itu mengira bahwa mereka akan luput dari (adzab) Kami? Sangatlah buruk apa yang mereka tetapkan itu! Barangsiapa mengharap pertemuan dengan Allah, maka sesungguhnya waktu (yang dijanjikan) Allah pasti datang. Dan Dia Yang Maha Mendengar, Maha Mengetahui. Dan barangsiapa berjihad, maka sesungguhnya jihadnya itu untuk dirinya sendiri. Sungguh, Allah Mahakaya (tidak memerlukan sesuatu) dari seluruh alam.” (QS. Al-‘Ankabut: 1-6)

انفِرُوا خِفَافًا وَثِقَالًا وَجَاهِدُوا بِأَمْوَالِكُمْ وَأَنفُسِكُمْ فِي سَبِيلِ اللَّـهِ ۚ ذَٰلِكُمْ خَيْرٌ لَّكُمْ إِن كُنتُمْ تَعْلَمُونَ

“Berangkatlah kamu baik dengan rasa ringan maupun dengan rasa berat, dan berjihadlah dengan harta dan jiwamu di jalan Allah. Yang demikian itu adalah lebih baik bagimu jika kamu mengetahui” (QS. At-Taubah: 41)

Wahai kaum muslimin,

Sesungguhnya telah menjadi sunnatullah akan berlanjutnya pertempuran antara yang haq dan yang bathil hingga hari Kiamat, “Dan tidak akan sekali-kali engkau dapati perubahan pada sunnah (ketetapan) Allah” (QS. Al-Ahzab: 62)

Dan sesungguhnya Allah Yang Maha Suci telah menguji hamba-Nya dengan pertempuran ini, untuk memisahkan antara orang-orang yang buruk dari orang-orang yang baik, antara para pendusta dari orang-orang yang jujur, dan antara orang yang beriman dari orang munafik.

وَلَنَبْلُوَنَّكُمْ حَتَّىٰ نَعْلَمَ الْمُجَاهِدِينَ مِنكُمْ وَالصَّابِرِينَ وَنَبْلُوَ أَخْبَارَكُمْ

“Dan sungguh, Kami benar-benar akan menguji kamu sehingga Kami mengetahui orang-orang yang benar-benar berjihad dan bersabar di antara kamu; dan akan Kami uji perihal kamu” (QS. Muhammad: 31)

Rabb kalian telah mewajibkan atas kalian jihad di jalan-Nya, memerintahkan kalian untuk memerangi musuh-musuh-Nya agar supaya Dia mengampuni dosa-dosa kalian, meninggikan derajat kalian, dan menjadikan dari kalian para syuhada, menyaring orang-orang yang beriman, dan membuat murka orang-orang kafir, karena Dia itu Maha Kuasa untuk menghancurkan semua musuh-Nya, “Akan tetapi untuk menguji kalian” (QS. Al-Ma`idah: 48)

وَتِلْكَ الْأَيَّامُ نُدَاوِلُهَا بَيْنَ النَّاسِ وَلِيَعْلَمَ اللَّـهُ الَّذِينَ آمَنُوا وَيَتَّخِذَ مِنكُمْ شُهَدَاءَ ۗ وَاللَّـهُ لَا يُحِبُّ الظَّالِمِينَ (١٤٠) وَلِيُمَحِّصَ اللَّـهُ الَّذِينَ آمَنُوا وَيَمْحَقَ الْكَافِرِينَ (١٤١) أَمْ حَسِبْتُمْ أَن تَدْخُلُوا الْجَنَّةَ وَلَمَّا يَعْلَمِ اللَّـهُ الَّذِينَ جَاهَدُوا مِنكُمْ وَيَعْلَمَ الصَّابِرِينَ (١٤٢(

“Dan masa (kejayaan dan kehancuran) itu, Kami pergilirkan di antara manusia (agar mereka mendapat pelajaran), dan agar Allah membedakan orang-orang yang beriman (dengan orang-orang kafir) dan agar sebagian kamu dijadikan-Nya (gugur sebagai) syuhada. Dan Allah tidak menyukai orang-orang zhalim. dan agar Allah membersihkan orang-orang yang beriman (dari dosa mereka) dan membinasakan orang-orang kafir. Apakah kamu mengira bahwa kamu akan masuk surga, padahal belum nyata bagi Allah orang-orang yang berjihad di antara kamu, dan belum nyata orang-orang yang sabar.” (QS. Ali Imran: 40-42)

Wahai kaum muslimin,

Siapa di antara kalian yang mengira bahwa dengan kemampuannya dia bisa berlaku damai dengan orang-orang Yahudi, Nashrani dan dan orang-orang kafir, dan mereka bisa berlaku damai dengan kalian, lalu satu sama lain dari mereka bisa hidup berdampingan, sedangkan dia masih tetap di atas dien dan tauhidnya, maka dia telah jelas-jelas mendustakan firman Allah yang berkata;

وَلَن تَرْضَىٰ عَنكَ الْيَهُودُ وَلَا النَّصَارَىٰ حَتَّىٰ تَتَّبِعَ مِلَّتَهُمْ

“Dan orang-orang Yahudi dan Nasrani tidak akan rela kepadamu (Muhammad) sebelum engkau mengikuti agama mereka.” (QS. Al-Baqarah: 120)

وَلَا يَزَالُونَ يُقَاتِلُونَكُمْ حَتَّىٰ يَرُدُّوكُمْ عَن دِينِكُمْ إِنِ اسْتَطَاعُوا

“Mereka tidak akan berhenti memerangi kamu sampai kamu murtad (keluar) dari agamamu, jika mereka sanggup.” (QS. Al-Baqarah: 217)

مَّا يَوَدُّ الَّذِينَ كَفَرُوا مِنْ أَهْلِ الْكِتَابِ وَلَا الْمُشْرِكِينَ أَن يُنَزَّلَ عَلَيْكُم مِّنْ خَيْرٍ مِّن رَّبِّكُمْ ۗ وَاللَّـهُ يَخْتَصُّ بِرَحْمَتِهِ مَن يَشَاءُ ۚ وَاللَّـهُ ذُو الْفَضْلِ الْعَظِيمِ

“Orang-orang yang kafir dari Ahli Kitab dan orang-orang musyrik tidak menginginkan diturunkannya kepadamu suatu kebaikan dari Rabbmu. Tetapi secara khusus Allah memberikan rahmat-Nya kepada orang yang Dia kehendaki. Dan Allah pemilik karunia yang besar.” (QS. Al-Baqarah: 105)

Inilah keadaan orang-orang kafir terhadap kaum muslimin hingga hari Kiamat; “Dan engkau tidak akan dapati penyimpangan dari ketentuan Allah” (QS. Fathir: 43)

Dan sesungguhnya memerangi orang-orang kafir, hijrah dan jihad akan senantiasa terjadi hingga hari kiamat, Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda;

لا تنقطع الهجرة حتى تنقطع التوبة، ولا تنقطع التوبة حتى تطلع الشمس من مغربها

“Hijrah tidak akan terputus hingga terputusnya (pintu) taubat, dan tidak akan terputus (pintu) taubat hingga matahari terbit dari barat” (HR. Abu Dawud)

الخيل معقود في نواصيها الخير إلى يوم القيامة الأجر والمغنم

“Akan senantiasa tertambat kebaikan pada jambul kuda hingga hari kiamat, yaitu pahala dan ghanimah” (Muttafaq Alaih)

لا تزال طائفة من أمتي يقاتلون على الحق، ظاهرين إلى يوم القيامة، فينزل عيسى ابن مريم، فيقول أميرهم تعال صلِّ لنا، فيقول: لا؛ إن بعضكم على بعض أمراء. تكرمة هذه الأمة

“Akan senantiasa ada segolongan dari umatku yang berperang memperjuangkan kebenaran dan meraih kemenangan hingga hari kiamat.” Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam pun mengatakan, “Kemudia Isa bin Maryam turun ke muka bumi. Lalu pemimpin mereka tadi mengatakan pada Isa, “Jadilah imam shalat bersama kami.” Nabi Isa menjawab; “Tidak. Sesungguhnya di antara kalian sudah menjadi pemimpin bagi yang lain. Allah betul-betul telah memuliakan umat ini” (HR. Muslim no. 156)

Wahai kaum muslimin,

Janganlah seseorang mengira bahwa peperangan yang sedang kami jalani ini adalah peperangan Daulah Islamiyah saja, tetapi ini adalah peperangan seluruh kaum muslimin, perang setiap muslim di setiap tempat, sedangkan Daulah Islamiah tidak lain hanya sebagai ujung tombak di dalamnya. Ini tidak lain adalah perang ahlul iman melawan ahlul kufur, maka berangkatlah kalian ke medan perang wahai kaum muslimin di seluruh tempat, ini adalah wajib atas setiap muslim mukallaf, dan barangsiapa yang tertinggal atau melarikan diri maka Allah akan murka, Dia akan mengadzabnya dengan adzab yang pedih.

يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا إِذَا لَقِيتُمُ الَّذِينَ كَفَرُوا زَحْفًا فَلَا تُوَلُّوهُمُ الْأَدْبَارَ (١٥) وَمَن يُوَلِّهِمْ يَوْمَئِذٍ دُبُرَهُ إِلَّا مُتَحَرِّفًا لِّقِتَالٍ أَوْ مُتَحَيِّزًا إِلَىٰ فِئَةٍ فَقَدْ بَاءَ بِغَضَبٍ مِّنَ اللَّـهِ وَمَأْوَاهُ جَهَنَّمُ ۖ وَبِئْسَ الْمَصِيرُ (١٦(

“Wahai orang yang beriman! Apabila kamu bertemu dengan orang-orang kafir yang akan menyerangmu, maka janganlah kamu berbalik membelakangi mereka (mundur). Dan barangsiapa mundur pada waktu itu, kecuali berbelok untuk (siasat) perang atau hendak menggabungkan diri dengan pasukan lain, maka sungguh, orang itu kembali dengan membawa kemurkaan dari Allah. Tempatnya ialah neraka Jahanam, dan seburuk-buruk tempat kembali” (QS. Al-Anfal: 15-16)

إِلَّا تَنفِرُوا يُعَذِّبْكُمْ عَذَابًا أَلِيمًا وَيَسْتَبْدِلْ قَوْمًا غَيْرَكُمْ وَلَا تَضُرُّوهُ شَيْئًا

“Jika kamu tidak berangkat (untuk berperang), niscaya Allah akan menghukum kamu dengan adzab yang pedih dan menggantikan kamu dengan kaum yang lain, dan kamu tidak akan merugikan-Nya sedikit pun.” (QS. At-Taubah: 39)

وَمَن جَاهَدَ فَإِنَّمَا يُجَاهِدُ لِنَفْسِهِ ۚ إِنَّ اللَّـهَ لَغَنِيٌّ عَنِ الْعَالَمِينَ

“Dan barangsiapa berjihad, maka sesungguhnya jihadnya itu untuk dirinya sendiri. Sungguh, Allah Mahakaya (tidak memerlukan sesuatu) dari seluruh alam” (QS. Al-‘Ankabut: 6)

Maka tidak ada lagi udzur bagi seorang muslim pun yang mampu untuk berhijrah ke Daulah Islamiyah, atau sanggup memikul senjata di tempatnya, karena sesungguhnya Allah telah memerintahkannya dengan hijrah, jihad dan mewajibkan atasnya qital.

Dan sesungguhnya kami meminta kepada setiap muslim di setiap tempat untuk berangkat berhijrah menuju Daulah Islamiyah, atau berperang di mana saja dia berada, dan janganlah kalian mengira kami meminta kalian untuk berangkat dikarenakan kami lemah atau tidak sanggup, akan tetapi kami kuat –dengan karunia Allah– dengan keimanan kepada-Nya, meminta pertolongan kepada-Nya, berserah diri kepada-Nya, dan tawakkal kami kepada-Nya saja, yang tidak ada sekutu bagi-Nya, dan persangkaan baik (husnuzhann) kami kepada-Nya, karena pertempuran ini adalah pertempuran antara wali-wali Ar-Rahman dan wali-wali Syaithan, dan sesungguhnya Allah ‘Azza wa Jalla pasti akan menolong tentara-Nya, menjadikan hamba-Nya sebagai khalifah dan menjaga dien-Nya, walaupun hari-hari senantiasa berputar, dan peperangan terus berganti-gantian, dan kepedihan menghinggapi kedua kelompok.

Kami tidak memintamu berangkat, wahai kaum muslimin, bukan karena kami lemah atau tidak sanggup, tetapi kami memintamu berangkat karena sebagai nasihat untuk kalian, cinta kepada kalian, kasihan kepada kalian, kami mengingatkanmu dan berdo’a untukmu agar supaya kalian tidak terjerumus ke dalam kemurkaan, adzab dan hukuman Allah, agar supaya engkau tidak tertinggal dari kebaikan ini, yang telah diraih oleh para mujahidin yang berjuang di jalan Allah, dari kebaikan dunia dan akhirat, diampuni dosa-dosa, meraih kebaikan-kebaikan, ditinggikan derajat, dan kedekatan kepada Allah, menemani para nabi, shiddiqin, syuhada dan shalihin. Kami memintamu berangkat agar engkau keluar dari kehidupan hina dan rendah, kehidupan yang hanya menjadi ekor, dikecewakan, tidak dipedulikan dan kefakiran, menuju kehidupan yang penuh dengan kemuliaan, kejayaan, kepemimpinan dan kekayaan.

وَأُخْرَىٰ تُحِبُّونَهَا ۖ نَصْرٌ مِّنَ اللَّـهِ وَفَتْحٌ قَرِيبٌ

“Dan (ada lagi) karunia yang lain yang kamu sukai (yaitu) pertolongan dari Allah dan kemenangan yang dekat (waktunya).” (QS. Ash-Shaff: 13)

Wahai kaum muslimin,

Tidak pernah satu hari pun Islam menjadi agama kedamaian, sesungguhnya Islam adalah agama perang, dan telah diutus Nabi kalian (shallallahu ‘alaihi wa sallam) dengan pedang sebagai rahmat bagi seluruh alam, dan beliau diperintah untuk berperang hingga Allah saja yang diibadahi, dan sesungguhnya beliau telah bersabda kepada orang-orang musyrik dari kaumnya;

جئتكم بالذبح

“Aku datang kepada kalian dengan sembelihan”. (HR. Ahmad)

Beliau telah memerangi bangsa Arab dan ‘Ajam (non Arab), kulit merah dan kulit hitam, beliau memimpin sendiri puluhan peperangan, dan berkecimpung di dalam pertempuran, dan tidak pernah terputus satu hari pun dari peperangan, beliau telah keluar menuju Tabuk untuk berperang melawan Romawi padahal usianya telah melebihi 60 tahun, shallallahu ‘alahi wa sallam, bahkan beliau wafat dalam keadaan telah menyiapkan pasukan yang dipimpin oleh Usamah bin Zaid radhiyallahu ‘anhu, dan di antara wasiatnya adalah “Berangkatkanlah pasukan Usamah”.

Dan demikian juga para shahabatnya setelah itu, dan juga para tabi’in, mereka senantiasa tidak pernah bersikap lunak atau damai hingga mereka menguasai bumi, menaklukkan timur dan barat, dan umat-umat tunduk, dan negeri-negeri menyerah dengan tajamnya pedang. Dan begitulah keadaannya orang-orang yang mengikuti mereka hingga hari Kiamat.

Dan Nabi kita shallallahu ‘alaihi wa sallam telah memberitahukan kepada kita tentang peperangan besar (Al Malhamah Al Kubra) di akhir zaman, memberikan kabar gembira dan janji kepada kita bahwa kita akan menang, dan beliau adalah orang yang jujur lagi dipercaya, dan inilah kita hari ini telah melihat tanda-tanda malhamah itu, dan kita telah mencium aroma kemenangan darinya.

Walaupun orang-orang salib hari ini mengatakan bahwa mereka menghindari mayoritas kaum muslimin, dan hanya mengincar orang-orang bersenjata, tapi sebentar lagi kalian akan melihat mereka akan mengincar setiap muslim di setiap tempat.

Jika orang-orang salib hari ini telah mulai mempersempit kaum muslimin yang masih tinggal di negeri-negeri salib, mengawasi, menculik dan mengintimidasi mereka, maka sebentar lagi kalian akan melihat orang-orang salib itu menangkapi kaum muslimin baik dibunuh, atau disandera atau diusir, dan tidak akan ada lagi yang tinggal di sana kecuali orang-orang yang telah murtad dari agama Islam dan mengikuti millah mereka.

فَسَتَذْكُرُونَ مَا أَقُولُ لَكُمْ ۚ وَأُفَوِّضُ أَمْرِي إِلَى اللَّـهِ

 “Maka kalian akan mengingat apa yang aku katakan kepada kalian, dan aku serahkan urusanku kepada Allah” (Ghafir: 44)

Wahai kaum muslimin,

Orang-orang Yahudi, Nashrani dan orang-orang kafir tidak akan ridha kepada kalian, dan mereka akan terus memerangi kalian sampai kalian mengikuti millah mereka dan murtad dari agama kalian, ini adalah firman Rabb kalian dan khabar dari Nabi kalian, dan kalian menganggap bahwa Amerika dan sekutunya, dari kalangan orang-orang Salib, Rafidhah, Sekuleris, Atheis dan murtad, bahwa perang mereka dan persekutuan mereka adalah untuk menolong orang-orang lemah dan terzhalimi, menolong orang-orang miskin, menyelamatkan orang-orang yang menderita, memerdekakan orang-orang yang diperbudak, membela orang-orang yang tidak bersalah dan damai dan melindungi darah mereka. Mereka juga menganggap bahwa mereka ada di kubu kebenaran, kebaikan dan keadilan, dan sedang memerangi kebathilan, kejahatan dan kezhaliman, bahu membahu dengan kaum muslimin! Bahkan mereka menganggap bahwa mereka sedang membela Islam dan kaum muslimin!

Ketahuilah mereka telah berdusta, Allah dan Rasul-Nya shallallahu ‘alaihi wa sallam lah yang benar.

Wahai kaum muslimin,

Sesungguhnya para pemimpin thaghut yang mengatur negeri-negeri kalian, di Al-Haramain, Yaman, Syam, Iraq, Mesir, Maroko, Khurasan, Kaukasus, India, Afrika dan di seluruh tempat; mereka tidak lain adalah sekutu Yahudi dan Salib, bahkan tidak lebih sebagai budak-budak dan anjing penjaga bagi mereka. Dan tidaklah pasukan yang mereka siapkan, mereka persenjatai, dan yang dilatih oleh orang-orang Yahudi dan Salib, tidak lain adalah untuk membungkam kalian, melemahkan dan memperbudak kalian demi kepentingan Yahudi dan Salib, memurtadkan kalian dari agama kalian, dan menghalangi kalian dari jalan Allah, merampas kekayaan negeri kalian, dan merampok harta-harta kalian.

Ini adalah hakikat kenyataan yang sangat jelas bak mentari di siang hari, tidak akan diingkari kecuali oleh orang-orang yang telah Allah padamkan cahaya pada dirinya, yang telah dibutakan pandangannya, dan telah dikunci mati hatinya. Di manakah pesawat-pesawat pemerintah jazirah terhadap Yahudi yang telah mengotori negeri isra Rasul kita shallallahu ‘alaihi wa sallam? Yang telah menimpakan siksaan keji setiap hari kepada penduduk Palestina yang muslim?

Di manakah pertolongan Alu Salul (kerajaan Saudi) terhadap jutaan orang-orang Islam yang lemah yang dibantai di Burma tanpa terkecuali? Di manakah keberanian mereka terhadap bom-bom barrel Nushairi dan meriam mereka yang menghancurkan rumah-rumah kaum muslimin, di atas kepala para penduduknya, dari wanita dan anak-anak yang lemah di Aleppo, Idlib, Hama, Homsh, Damaskus dan tempat lainnya?

Di manakah kecemburuan para pemimpin negeri-negeri Jazirah terhadap para wanita yang diperkosa setiap hari di Syam, Iraq dan di negeri-negeri kaum muslimin lainnya? Di mana pertolongan pemimpin Makkah dan Madinah terhadap kaum muslimin di China dan India yang diperlakukan dengan sangat buruk oleh orang-orang Hindu, dibunuh, dibakar, diperkosa, dicincang, dirampas dan dipenjara? Di mana pertolongan mereka terhadap kaum muslimin di Indonesia, Kaukasus, Afrika, Khurasan dan di setiap tempat?

Telah terbuka dan tersingkap keburukan para pemimpin negara-negara Jazirah, dan telah sirna kesyar’ian palsu mereka, dan telah jelas pengkhianatan mereka bahkan bagi orang-orang awam kaum muslimin, telah nampak hakikat mereka, dan telah habis masa berlaku dan legitimasi mereka di mata majikan mereka orang-orang Yahudi dan Salibis, sehingga mereka mulai menggantinya dengan orang-orang Rafidhah dan Shafawi, dan orang-orang atheis Kurdi, dan ketika Alu Salul merasakan para majikan mulai meninggalkan mereka, dan melempar mereka seperti sepatu usang, mereka mulai melancarkan perang palsu kepada orang-orang Rafidhah di Yaman, dan itu bukanlah Badai Serangan, tapi hanya tendangan orang yang sedang mengalami sekarat, dengan izin Allah, yang sedang menghembuskan nafas terakhirnya.

Alu Salul, para penyembah Salib dan para sekutu Yahudi tidak akan senang jika turun kebaikan terhadap kaum Muslimin dari Rabb mereka. Mereka telah puluhan tahun terus menerus tidak peduli dengan derita kaum muslimin di seluruh dunia secara umum dan di Palestina secara khusus, dan mereka selama bertahun-tahun terus bersekutu dengan orang-orang Rafidhah di Iraq untuk memerangi Ahlus Sunnah, dan terus menerus sekedar menonton bom-bom barrel yang membunuh dan menghancurkan di Syam, menikmati pemandangan pembunuhan kaum muslimin, dipenjara, disembelih, dibakar, kehormatan yang dilecehkan, harta yang dirampas, rumah-rumah diruntuhkan, oleh tangan-tangan Nushairi, dan hari ini mereka mengaku membela Ahlus Sunnah di Yaman melawan orang-orang Rafidhah!

Ketahuilah, mereka telah berdusta, gagal dan kalah! Itu semua tidak lain hanyalah usaha untuk mempertahankan legitimasi mereka di hadapan majikan mereka para Yahudi dan Salibis, itu semua hanya usaha putus asa untuk menghalangi kaum Muslimin dari Daulah Islamiyah yang kini suaranya mulai meninggi di setiap tempat, hakekatnya mulai menjadi jelas bagi seluruh kaum muslimin, sehingga mereka mulai berhimpun di sekitarnya sedikit demi sedikit.

Amarah mereka hanyalah amarah khayalan setelah api Rafidah membakar tahta mereka dan setelah pasukan Rafidah mencapai penduduk Semenanjung Arab, suatu hal yang akan berujung pada berhimpunnya masyarakat Muslim di Semenanjung Arab di sekitar Daulah Islam karena menjadi pembela mereka melawan Rafidah. Inilah yang menakutkan Alu Salul dan para penguasa Semenanjung Arab dan membuat tahta mereka gemetar. Inilah rahasia amarah palsu mereka, yang dengan izin Allah akan menjadi akhir bagi mereka, dan akhir mereka itu dekat, insya Allah.

Alu Salul dan para penguasa Arab bukanlah orang-orang yang pandai berperang, dan juga bukan orang yang sabar menghadapinya, mereka hanyalah orang-orang yang terbiasa hidup mewah dan berfoya-foya, orang-orang mabuk, cabul, dansa dan pesta-pesta. Mereka telah terbiasa membela para Yahudi dan Salibis, hati mereka telah terasuki kehinaan, kerendahan dan sikap tunduk.

Wahai kaum muslimin di manapun kalian berada,

Telah tiba masanya bagi kalian untuk mengetahui hakikat peperangan, sesungguhnya ini adalah perang antara kekafiran dan keimanan, maka perhatikanlah di sisi mana penguasa negerimu berada dan di kubu mana dia membela. Telah tiba masanya bagi kalian wahai Ahlus Sunnah untuk mengetahui bahwa kalian sendirianlah yang menjadi sasaran, dan peperangan ini tidak lain diarahkan hanya kepada kalian dan agama kalian. Telah tiba masanya bagi kalian untuk kembali kepada dien kalian dan jihad kalian, untuk mengembalikan kejayaan, kemuliaan, hak-hak, dan kekuasaan kalian. Telah tiba masanya bagi kalian wahai kaum muslimin untuk mengetahui bahwa tidak ada kemuliaan dan kejayaan, kehormatan, keamanan dan hak-hak kecuali di bawah naungan Khilafah.

Sungguh sangat membuat kami bersedih dan membuat jiwa kami teriris ketika melihat sebagian wanita Ahlus Sunnah, anak-anak mereka dan keluarga mereka meminta bantuan ke daerah-daerah yang dikuasai oleh Rafidhah dan para Kurdi Atheis di Iraq, berdiri di depan pintu mereka dengan kehinaan, rendah, tunduk dan terusir, laa haula wa laa quwwata illa billah. Yang menanggung dosa terusirnya orang-orang Isam ini dan terhinanya mereka, tidak lain adalah para ulama suu’ dari kalangan anshar thaghut, da’i-da’I di depan pintu-pintu jahannam, yang telah menipu orang-orang malang ini, yang menggambarkan bahwa Daulah Islam adalah penyebab keburukan dan musibah, yang jika dia tidak ada tentu mereka hidup penuh aman, sejahtera dan damai, dan menggambarkan orang-orang Salibis, rafidhah, atheis dan murtad adalah orang-orang baik, adil, penuh kasih sayang dan kelembutan, dan mereka adalah orang-orang yang membela kaum muslimin. Sungguh mereka adalah orang-orang yang pandai bersilat lidah dan penipu.

Wahai Ahlus Sunnah di Iraq, dan terutama keluarga kami di Al-Anbar,

Yakinlah, bahwa hati kami sangat hancur lantaran kalian meninggalkan rumah kalian dan tempat kalian, lalu kalian mencari perlindungan kepada orang-orang Rafidhah dan Kurdi atheis sehingga kalian terusir dan terlunta-lunta di negeri ini, jika seandainya salah seorang kerabat kalian murtad dan memerangi agama Allah, berwala` kepada Rafidhah dan salibis, maka kami tidak akan menyakiti kalian lantaran kejahatan mereka, maka kembalilah ke negeri kalian dan tetaplah di rumah kalian, carilah perlindungan kepada Allah lalu kepada Daulah Islamiyah, maka kalian dengan izin Allah akan mendapat pelukan hangat, perlindungan aman, karena kalian adalah keluarga kami, kami membela kalian, kehormatan dan kekayaan kalian, kami ingin kalian menjadi mulia dan terhormat, kami ingin kalian dalam keadaan aman, damai dan selamat dari api neraka.

Mintalah perlindungan kepada Allah dan setelah itu kepada Daulah Islamiyah, apa yang kalian tunggu, hakikat kebenaran telah menjadi lebih terang daripada siang hari, orang-orang Rafidhah dengki telah terlihat hakikat mereka, lihatlah mereka hari ini, menyembelih siapa saja yang dianggap Ahlus Sunnah di Baghdad dan selainnya, tidak ada yang selamat dari mereka seorang pun bahkan sekutu mereka, penolong mereka, ekor mereka, dan anjing-anjing mereka; dari barisan orang-orang Ahlus Sunnah yang murtad dari kalangan shahawat, tentara, polisi, dan orang-orang lain yang tertipu oleh para ulama suu’, sehingga mereka lari dari penegakkan Syariat Allah di wilayah-wilayah Daulah Islam, maka mereka sekarang terusir, terhina, ketakutan dan khawatir dari serangan orang-orang Rafidhah.

Sedangkan kaum muslimin yang tinggal di wilayah Daulah Islam hidup dengan penuh kehormatan dan kemuliaan, penuh rasa aman dengan karunia dari Allah semata, hidup nyaman, bebas beraktifitas untuk pekerjaan mereka, mata pencaharian mereka, dan bisnis mereka, hidup nikmat di bawah kekuasaan syari’at Rabb mereka ‘Azza wa Jalla, dan hanya milik Allah segala pujian dan pemberian, maka carilah perlindungan kepada Allah, lalu kepada Daulah kalian wahai kaum muslimin.

Dan kami kembali menyeru bagi siapa yang masih berada di barisan Rafidhah dan Salibis, dari para tentara, polisi dan shahawat untuk segera bertaubat kepada Allah dan tidak lagi membantu orang-orang kafir dalam memerangi kaum muslimin, semoga saja Allah menerima taubat mereka dan mengampuni mereka sehingga mereka selamat dari api neraka.

Maka bersegeralah untuk bertaubat, karena pintunya tidak akan tertutup hingga matahari terbit dari barat, bertaubatlah, semoga kalian bisa menyelamatkan akhirat kalian sebelum semuanya terlambat, kalian telah merugi di dunia maka janganlah sampai kalian juga merugi di akhirat lantaran mencari dunia untuk orang lain, bertaubatlah sebelum tangan-tangan mujahidin menjangkau kalian sehingga tidak ada lagi taubat bagi kalian, sehingga kalian merugi di dunia dan akhirat, bertaubatlah, kembalilah, pulanglah kepada keluarga kalian, bertaubatlah kalian, maka kalian akan dapati kami orang-orang yang penyayang, sungguh taubat kalian lebih kami cintai dari pada membunuh kalian atau mengusir kalian.

Bertaubatlah kalian, kami menyeru kalian bukan karena kami lemah, akan tetapi kami menyeru kalian sedangkan pedang kami berjarak dua busur atau lebih dekat lagi dari leher kalian, jika kalian telah bertaubat maka kalian tidak akan melihat dari kami kecuali kebaikan.

Wahai para tentara Daulah Islamiyah,

Teguhlah kalian, karena kalian di atas kebenaran, mintalah pertolongan dengan bersabar, karena bersama kesabaran terdapat kemenangan, kemenangan itu hanya untuk orang yang mampu bersabar, bersabarlah karena para salibis telah berdarah hampir mati, orang-orang Rafidhah telah goyah, dan orang-orang Yahudi telah gemetar ketakutan, hari ini musuh kalian telah menjadi lebih lemah dari kemarin, mereka akan menjadi lebih lemah lagi dan lagi, walillahilhamd… dengan karunia dari Allah kalian telah menjadi lebih kuat, tapi bukan untuk dibanggakan, kalian berjalan dengan karunia Allah dari kuat menuju kuat, maka bersabarlah kalian, karena itu semua tidak lain salah satu dari dua kebaikan, dan itu tidak lain hanya satu jiwa, maka curahkanlah dengan murah di jalan Allah.

إِنَّ اللَّـهَ اشْتَرَىٰ مِنَ الْمُؤْمِنِينَ أَنفُسَهُمْ وَأَمْوَالَهُم بِأَنَّ لَهُمُ الْجَنَّةَ ۚ يُقَاتِلُونَ فِي سَبِيلِ اللَّـهِ فَيَقْتُلُونَ وَيُقْتَلُونَ ۖ وَعْدًا عَلَيْهِ حَقًّا فِي التَّوْرَاةِ وَالْإِنجِيلِ وَالْقُرْآنِ ۚ وَمَنْ أَوْفَىٰ بِعَهْدِهِ مِنَ اللَّـهِ ۚ فَاسْتَبْشِرُوا بِبَيْعِكُمُ الَّذِي بَايَعْتُم بِهِ ۚ وَذَٰلِكَ هُوَ الْفَوْزُ الْعَظِيمُ

“Sesungguhnya Allah membeli dari orang-orang beriman, baik diri maupun harta mereka dengan memberikan surga untuk mereka. Mereka berperang di jalan Allah; sehingga mereka membunuh atau terbunuh, (sebagai) janji yang benar dari Allah di dalam Taurat, Injil dan Al-Qur'an. Dan siapakah yang lebih menepati janjinya selain Allah? Maka bergembiralah dengan jual beli yang telah kamu lakukan itu, dan demikian itulah kemenangan yang agung.” (QS. At-Taubah: 111)

Dan aku tidak akan mengakhiri perkataan ini sebelum memuji singa-singa aqidah yang pemberani, para tentara khilafah di Baghdad, sebelah timur dan selatannya, yang menggenggam bara api, dan lebih keras dari batu karang, yang membuat murka orang-orang Rafidhah di markas mereka dan di benteng-benteng mereka setiap hari :

Alangkah hebat kalian, alangkah hebat kalian. Sesungguhnya satu orang dari kalian kami hitung seperti seribu orang, jika kaum muslimin tidak menghargai keagungan amal kalian dan pengorbanan kalian, maka cukuplah Allah bagi kalian, sesungguhnya tidak ada yang samar bagi-Nya apa yang ada di bumi dan di langit.

Dan aku memuji manusia-manusia perkasa tauhid, pahlawan Islam, para mujahidin pemberani dari muhajirin dan anshar di wilayah Baiji; benteng Ahlus Sunnah di utara, dan di Wilayah Kirkuk yang gagah, yang menghadapi gempuran koalisi millah-millah kufur terhadap kaum muslimin, dan membuktikan bahwa kaki-kaki Daulah Islam adalah kaki yang paling kokoh, dan suaranya adalah yang paling nyaring, mereka korbankan darah dan tubuh mereka untuk itu, mereka curahkan jiwa mereka dengan murah demi membela Islam dan membela umatnya, mereka buat orang-orang Yahudi dan Salibis di Amerika, Eropa, Australia dan Kanada bermalam dengan kemarahan memenuhi hati mereka, ketidakberdayaan membebani punggung mereka, dan ketakutan menggoyang tempat tidur mereka :

Alangkah hebat kalian, alangkah hebat kalian. Kalian telah membuktikan bahwa kaum muslimin tidak akan terkalahkan selama dia berpegang teguh dengan Al-Qur’an dan pedang, yang dengan keduanya Nabi kita shallallahu ‘alaihi wa sallam diutus, teguhlah! jiwaku menjadi tebusannya, teguhlah! Karena serangan kalian terhadap kaum Rafidhah dan sekutu mereka di Iraq tidak sekedar membuat kaum Salibis sekarat dan mengokohkan pilar-pilar Khilafah, akan tetapi bahkan meruntuhkan Nushairiyah dan Houtsi di Syam dan Yaman.

Dan aku memuji para singa Al-wala` dan Al-bara`; para predator di Al-Anbar, yang telah meruntuhkan benteng-benteng kaum murtadin, membuat mereka meneguk cangkir kehinaan dan rasa pahit, merobek dan mengusir mereka, mencabut Al-Anbar dengan sekali sentakan dari mata orang-orang murtad dan cengkraman orang-orang Rafidhah, walau Amerika dan sekutunya tidak menyukai, alangkah hebat kalian, alangkah hebat kalian :

Kalian telah memberikan pelajaran bahwa ‘izzah hanya milik Allah, Rasul-Nya dan kaum mukminin. Teguhlah, alangkah hebat kalian, dan tempat selanjutnya yang dijanjikan adalah Baghdad dan Karbala, insya Allah.

Dan aku memuji singa-singa khilafah muwahhidin di Sinai yang gagah dan perkasa, yang telah kufur kepada ‘jalan damai’, dan lebih memilih untuk menempuh jalan kemuliaan, kehormatan dan kejantanan, enggan dengan kehinaan dan ketundukan, mereka menjadikan darah dan leher mereka pelindung agama mereka :

Alangkah hebat kalian, alangkah hebat kalian, kami menganggap kalian, dan Allah yang lebih tahu dengan keadaan kalian, adalah termasuk orang-orang yang Allah firmankan;

رِجَالٌ صَدَقُوا مَا عَاهَدُوا اللَّـهَ عَلَيْهِ

“Orang-orang yang menepati apa yang telah mereka janjikan kepada Allah.” (QS. Al-Ahzab: 23)

Kami berharap kepada Allah agar kami bisa melihat kalian di waktu dekat ini berada di Baitul Maqdis, dan cukup sebagai simpanan amal bagi kalian yang telah membuat tempat tidur orang-orang Yahudi bergetar karena ketakutan.

Aku memuji singa-singa khilafah mujahidin di Raqqah, Mosul, Aleppo, Dijlah, Furat, Jazirah, Al-Barakah, Al-Khair, Homsh dan Hama :

Alangkah hebat kalian wahai para pahlawan Islam, alangkah hebat kalian yang telah menggoreskan pertempuran, dan mengembalikan kemuliaan Islam, bersabarlah, teguhlah dan waspadalah, karena musuh-musuh Allah mulai bergerak, berpadu dan bertambah, mereka mengancam penduduk Mosul, dan sesungguhnya kami yakin mereka akan bergerak ke Raqqah dan Aleppo sebelum ke Mosul, maka waspadalah.

Dan aku memuji singa-singa khilafah di Damaskus dan Diyala, orang-orang yang sabar, teguh dan pemberani :

Alangkah hebat kalian, alangkah hebat kalian, tidak akan kalah umat yang memiliki orang-orang seperti kalian.

Dan aku memuji para tentara khilafah, para ksatria dan perkasa, di Libya, Aljazair dan Tunisia :

Alangkah hebat kalian, teguhlah dan bersabarlah, karena kesudahan ini semua dengan izin Allah adalah milik kalian.

Aku juga memuji para mujahidin dari tentara Daulah Islamiyah di Khurasan dan Afrika Barat :

Dan kami menyambut bai’at mereka, dan semoga Allah Ta’ala meneguhkan mereka dan memberikan kemenangan, serta memberikan kekuasaan (tamkin), alangkah hebat mereka.

Aku juga memuji tentara khilafah di Yaman :

Dan kami menyambut kemajuan mereka dan selalu menunggu tambahan dari mereka, alangkah hebat mereka.

Dan kami tidak lupa untuk menyebut para tahanan muslimin di penjara-penjara thaghut di setiap tempat, kami katakan kepada mereka:

Kami tidak akan melupakan kalian satu hari pun, dan kami tidak akan melupakan kalian selamanya, insya Allah, dan dengan izin Allah kami tidak akan menahan setiap usaha, melewatkan setiap peluang, hingga kami akan membebaskan hingga orang terakhir dari kalian, dengan izin Allah, maka bersabarlah dan teguhlah, dan aku khsusukan ini bagi para penuntut ilmu di penjara-penjara thaghut Alu Salul dan penolong mereka.

Ya Allah yang menurunkan kitab dan yang cepat hisabnya, hancurkanlah musuh yang bersekutu, ya Allah hancurkan mereka dan goncanglah mereka, ya Allah tolonglah kami atas mereka.

Ya Allah hancurkanlah Amerika dan sekutunya dari kalangan yahudi dan salibis, orang-orang Rafidhah, murtad dan atheis.

Ya Allah binasakanlah harta benda mereka, keraskanlah hati mereka, karena mereka tidak beriman kecuali setelah melihat adzab yang pedih.

Ya Allah ampunilah dosa-dosa kami dan sikap berlebihan kami dalam urusan kami, teguhkanlah kaki-kaki kami, dan tolonglah kami atas orang-orang kafir.

Dan akhir dari seruan kami; segala puji hanya milik Allah Rabb semesta alam.

Al-Furqan Media