INILAH YANG DIJANJIKAN ALLAH DAN RASUL-NYA KEPADA KITA
Statemen Amirul Mu'minin, Syaikh Al-Mujahid Abu Bakar Al-Husaini Al-Qurasyi Al-Baghdadi
Alih Bahasa:
Furat Media
بسم الله الرحمن الرحيم
Allah Ta’ala berfirman:
وَلَمَّا رَأَى الْمُؤْمِنُونَ الْأَحْزَابَ قَالُوا هَٰذَا مَا وَعَدَنَا اللَّهُ وَرَسُولُهُ وَصَدَقَ اللَّهُ وَرَسُولُهُ ۚ وَمَا زَادَهُمْ إِلَّا إِيمَانًا وَتَسْلِيمًا
“Dan tatkala orang-orang mukmin melihat golongan-golongan yang bersekutu itu, mereka berkata: “Inilah yang dijanjikan Allah dan Rasul-Nya kepada kita”. Dan benarlah Allah dan Rasul-Nya Yang demikian itu tidaklah menambah apapun pada mereka kecuali iman dan ketundukan”. (Al-Ahzab : 22)
Benar, ini adalah apa yang dijanjikan oleh Allah dan kabar benar yang Dia sampaikan. Maka inilah seluruh orang Kafir telah bersatu dan menyeru menjalin koalisi dan persekutuan mengumpulkan segenap makarnya dan berkomplot. Mereka kumpulkan seluruh makar, kaki tangan, sekutu, dan para rekannya untuk memerangi Islam dan ummatnya. Mereka buat makar terhadap kaum mukminin dengan segenap makar yang mereka miliki dan kendaraan perang, pun militer yang mampu mereka kerahkan, baik itu di udara, darat maupun laut.
Semuanya demi upaya mereka yang berkelanjutan untuk memadamkan cahaya Allah, dan bentuk permusuhan terhadap Dien dan Manhaj-Nya di muka bumi. Mereka mengupayakannya lantaran khawatir lagi takut apabila ummat Islam dan Ahlus Sunnah mendapatkan kembali kekuatan dan kekhilafahan mereka, pun halnya khawatir jika mereka meraih tamkin dan kemenangan sebagaimana dahulu.
Sungguh, pertempuran sengit ini adalah perang total dan jihad besar yang dihadapi oleh Daulah Islamiyah pada hari ini tiada akan menambah apapun dari kami -insya Allah- kecuali keimanan yang kokoh dan keyakinan yang kuat. Dan bahwasanya semua itu tidak lain hanyalah mukadimah kejayaan gemilang dan permulaan menuju kemenangan yang nyata yang dijanjikan oleh Allah kepada para hamba-Nya.
Jika kita memperhatikan Kitabullah, serta sejarah panjang jihad ummat ini dalam melawan musuh-musuhnya, niscaya kita akan melihat ayat-ayat yang jelas menunjukan dekatnya masa akhir dan kehancuran musuh-musuh kita. Yakni, hari tatkala mereka mulai mengumumkan agresi untuk memerangi Allah, Rasul dan Dien-Nya pun para hamba dan wali-wali-Nya.
Yakni, hari tatkala mereka berusaha mengeluarkannya dari bumi yang Allah wariskan kepada hamba-hamba-Nya yang Ia kehendaki.
Allah Ta’ala berfirman:
وَإِنْ كَادُوا لَيَسْتَفِزُّونَكَ مِنَ الْأَرْضِ لِيُخْرِجُوكَ مِنْهَا ۖ وَإِذًا لَا يَلْبَثُونَ خِلَافَكَ إِلَّا قَلِيلًا
”Dan sesungguhnya mereka hampir saja benar-benar membuatmu gelisah di negeri (Mekkah) untuk mengusirmu darinya dan kalau terjadi hal demikian, niscaya sepeninggalmu mereka tidak tinggal, melainkan sebentar saja”. (Al-Israa’ : 76)
Sungguh awal dari kemenangan mulia dan terbesar kita adalah ketika musuh berkumpul, berkoalisi, berbangga akannya, dan mengerahkan tenaga sampai ke puncaknya. Disitulah Allah akan membela hamba-hamba-Nya dan akan diperlihatkan dihadapan mereka hasil dari kekuatan, dan keperkasaan-Nya.
Allah Ta’ala berfirman:
فَأَرْسَلَ فِرْعَوْنُ فِي الْمَدَائِنِ حَاشِرِينَ
إِنَّ هَٰؤُلَاءِ لَشِرْذِمَةٌ قَلِيلُونَ
وَإِنَّهُمْ لَنَا لَغَائِظُونَ
وَإِنَّا لَجَمِيعٌ حَاذِرُونَ
فَأَخْرَجْنَاهُمْ مِنْ جَنَّاتٍ وَعُيُونٍ
وَكُنُوزٍ وَمَقَامٍ كَرِيمٍ
كَذَٰلِكَ وَأَوْرَثْنَاهَا بَنِي إِسْرَائِيلَ
فَأَتْبَعُوهُمْ مُشْرِقِينَ
“Kemudian Fir’aun mengirimkan orang yang mengumpulkan (tentaranya) ke kota-kota. Fir’aun berkata): ‘Sesungguhnya mereka (Bani Israil) benar-benar golongan kecil, dan sesungguhnya mereka membuat hal-hal yang menimbulkan amarah kita, dan sesungguhnya kita benar-benar golongan yang selalu berjaga-jaga.’ Maka Kami keluarkan Fir’aun dan kaumnya dari taman-taman dan mata air, dan (dari) perbendaharaan dan kedudukan yang mulia, demikianlah halnya dan Kami anugerahkan semuanya (itu) kepada Bani Israil. Maka Fir’aun dan bala tentaranya dapat menyusuli mereka di waktu matahari terbit.
فَلَمَّا تَرَاءَى الْجَمْعَانِ قَالَ أَصْحَابُ مُوسَىٰ إِنَّا لَمُدْرَكُونَ
قَالَ كَلَّا ۖ إِنَّ مَعِيَ رَبِّي سَيَهْدِينِ
فَأَوْحَيْنَا إِلَىٰ مُوسَىٰ أَنِ اضْرِبْ بِعَصَاكَ الْبَحْرَ ۖ فَانْفَلَقَ فَكَانَ كُلُّ فِرْقٍ كَالطَّوْدِ الْعَظِيمِ
وَأَزْلَفْنَا ثَمَّ الْآخَرِينَ
Maka setelah kedua golongan itu saling melihat, berkatalah pengikut-pengikut Musa: ‘Sesungguhnya kita benar-benar akan tersusul.’ Musa menjawab: ‘Sekali-kali tidak akan tersusul; sesungguhnya Tuhanku besertaku, kelak Dia akan memberi petunjuk kepadaku.’ Lalu Kami wahyukan kepada Musa: ‘Pukullah lautan itu dengan tongkatmu.’ Maka terbelahlah lautan itu dan tiap-tiap belahan adalah seperti gunung yang besar. Dan di sanalah Kami dekatkan (tenggelamkan) golongan yang lain.
وَأَنْجَيْنَا مُوسَىٰ وَمَنْ مَعَهُ أَجْمَعِينَ
ثُمَّ أَغْرَقْنَا الْآخَرِينَ
إِنَّ فِي ذَٰلِكَ لَآيَةً ۖ وَمَا كَانَ أَكْثَرُهُمْ مُؤْمِنِينَ
وَإِنَّ رَبَّكَ لَهُوَ الْعَزِيزُ الرَّحِيمُ
Dan Kami selamatkan Musa dan orang-orang yang besertanya semuanya. Dan Kami tenggelamkan golongan yang lain itu. Sesungguhnya pada yang demikian itu benar-benar merupakan suatu tanda yang besar (mukjizat) dan tetapi adalah kebanyakan mereka tidak beriman. Dan sesungguhnya Rabbmu benar-benar Dialah Yang Maha Perkasa lagi Maha Penyayang.” (Asy-Syu’ara : 53-68)
Dan firman-Nya:
حَتَّىٰ إِذَا اسْتَيْأَسَ الرُّسُلُ وَظَنُّوا أَنَّهُمْ قَدْ كُذِبُوا جَاءَهُمْ نَصْرُنَا فَنُجِّيَ مَنْ نَشَاءُ ۖ وَلَا يُرَدُّ بَأْسُنَا عَنِ الْقَوْمِ الْمُجْرِمِينَ
“Sehingga apabila para Rasul tidak mempunyai harapan lagi (tentang keimanan mereka) dan telah meyakini bahwa mereka telah didustakan, datanglah kepada para rasul itu pertolongan Kami, lalu diselamatkan orang-orang yang Kami kehendaki. Dan tidak dapat ditolak siksa Kami dari pada orang-orang yang berdosa.” (Yusuf : 110)
Wahai hamba-hamba Allah, sungguh keimanan tidaklah sempurna dalam tubuh Jama’atul Muslimin sampai ia menghadapi dan bersiap untuk memerangi manusia dalam perkara keimanan ini. Dalam jihadnya itu, ia hadapi hantaman demi hantaman ujian dan pedihnya rasa sakit namun ia tetap bersabar, baik dalam keadaan kalah maupun menang.
Meskipun ia tertimpa ketakutan dan goncangan, namun senantiasa teguh dan tiada goyah, tetap lurus tiada berpaling, terus melangkah di jalan keimanan yang lurus, insya Allah. Jika bukan karena adanya koalisi dan jihad ini, niscaya iman ini akan melemah dan tidak bertambah, hati rusak dan tidak menjadi baik.
Kita pasti akan melihat jiwa yang stagnan tekadnya, yang mengendur dan mengering imannya. Demikianlah keadaan kita tatkala diuji dengan kelapangan hidup.
Firman-Nya:
وَلَوْلَا دَفْعُ اللَّهِ النَّاسَ بَعْضَهُمْ بِبَعْضٍ لَفَسَدَتِ الْأَرْضُ وَلَٰكِنَّ اللَّهَ ذُو فَضْلٍ عَلَى الْعَالَمِينَ...
“…Seandainya Allah tidak menolak (keganasan) sebahagian umat manusia dengan sebagian yang lain, pasti rusaklah bumi ini. Tetapi Allah mempunyai karunia (yang dicurahkan) atas semesta alam.” (Al-Baqarah : 251)
Sungguh musuh-musuh Allah dari kalangan Yahudi, Nashrani dan kaum Atheis, pun halnya (Syi’ah –red) Rafidhah, Murtaddin dan seluruh sekte kekafiran telah mengerahkan media, bala tentara dan persenjataan mereka untuk memerangi muslimin dan mujahidin di wilayah Ninawa setelah mereka memandangnya sebagai salah satu pusat kekuatan Islam dan salah satu menaranya yang berada di bawah naungan khilafah. Kehidupan kaum muslimin yang aman dan mulia di dalamnya menjadikan mereka tidak bisa tidur.
Dan terwujudnya hukum Islam di tengah manusia di dalamnya membuat batin mereka letih. Manusia telah menyaksikan dan hidup dengan hukum itu, berteduh di bawah naungannya, dan menikmati keberkahannya. Inilah apa yang paling mereka khawatirkan lagi takutkan, karena itu merupakan jalan meluasnya Islam dan melebarnya wilayah serta masuknya manusia ke dalamnya.
Pada penduduk Ninawa pada umumnya, dan para Mujahidin khususnya…
Ingatlah Allah, dan belalah Dienullah. Jangan sampai kalian melemah dalam memerangi dan menghalau musuh kalian, karena jika demikian, akan memutus tali kekuatan Islam dan memadamkan cahaya al-Haq (kebenaran).
Wahai segenap Muhajirin dan Anshar…
Berjalanlah di atas bashirah kalian, dan bersabarlah di atas tekad kalian. Bersabarlah di atas musibah yang keras, seakan-akan debu-debu ketercerai-beraian hampir mengendap dan kalimat kebaikan pun keadilan akan bersatu, dan al-Haq mengusir kebathilan. Sungguh hari ini akan menjadi hari yang bersejarah. Bersabar dalam suatu perkara akan menghasilkan hal baik.
Allah berfirman :
سَيُهْزَمُ الْجَمْعُ وَيُوَلُّونَ الدُّبُرَ
”Golongan itu pasti akan dikalahkan dan mereka akan mundur ke belakang.” (Al-Qamar: 45)
Dan berfirman :
وَتَوَدُّونَ أَنَّ غَيْرَ ذَاتِ الشَّوْكَةِ تَكُونُ لَكُمْ وَيُرِيدُ اللَّهُ أَنْ يُحِقَّ الْحَقَّ بِكَلِمَاتِهِ وَيَقْطَعَ دَابِرَ الْكَافِرِينَ
لِيُحِقَّ الْحَقَّ وَيُبْطِلَ الْبَاطِلَ وَلَوْ كَرِهَ الْمُجْرِمُونَ
”…Sedang kamu menginginkan bahwa yang tidak mempunyai kekuatan senjatalah yang untukmu, dan Allah menghendaki untuk membenarkan yang benar dengan ayat-ayat-Nya dan memusnahkan orang-orang Kafir, agar Allah menetapkan yang al-Haq (Islam) dan membatalkan yang bathil (syirik) walaupun orang-orang yang berdosa (musyrik) itu tidak menyukainya.” (Al-Anfal : 7-8)
Wahai Junud Khilafah…
Jika kalian dihadapkan dengan pesawat Amerika dan koalisinya maka hadapilah dengan teguh seraya bertawakkal kepada Dzat yang bumi dan langit berada di tangan-Nya, yang tidak ada suatu binatang melatapun melainkan Dia-lah yang memegang ubun-ubunnya. Sesungguhnya Rabbku di atas jalan yang lurus. Dan katakanlah, “Cukup bagi Allah pelindung dan sebaik-baik penolong kami.”
Itulah kata-kata Ibrahim tatkala ia dilemparkan ke dalam api, pun ucapan Muhammad shallallahu ‘alaihi wa sallam tatkala dikatakan kepadanya, “Sungguh manusia telah berkumpul melawan kalian maka takutlah akan mereka.”
Ketahuilah, jika saja langit ini dijatuhkan ke bumi, Allah pasti akan menjadikan celah untuk bernafas orang-orang mukmin.
Wahai batalyon-batalyon pasukan In-ghimasi, wahai kafilah-kafilah Istisyhadi, wahai pasukan-pasukan penyerbu, wahai penyongsong kesyahidan, pencari kebaikan dan tambahan (melihat wajah Allah). Wahai kalian yang berusaha menuju surga dan mencari keridhaan…
Berangkatlah di atas keberkahan Allah. Sungguh peperangan ini adalah peperangan kalian, jadikanlah malam hari Kuffar menjadi siang hari, hancurkanlah rumah-rumah mereka, jadikanlah aliran darah mereka menganak sungai, sungguh itu adalah keberuntungan.
Termasuk kemenangan yang besar adalah bisa menemani orang-orang yang Allah berikan nikmat, dari kalangan para Nabi, shiddiqin, syuhada dan orang-orang yang saleh dan merekalah sebaik-baik teman. Hendaknya sikap kalian menggambarkan ucapan, “Dan aku bersegera menuju Engkau wahai Rabb-ku supaya Engkau ridha.”
Semoga Allah membalaskan kebaikan kalian atas pembelaan kalian terhadap Islam dan kaum muslimin, kalian telah membuat orang-orang Kuffar merasakan malapetaka, kalian sungkurkan batang hidung mereka ke atas lumpur, jiwa kami tebusan bagi kalian, dari dulu hingga kini kalian adalah benteng perlindungan terbaik setelah Allah Ta’ala, pun lengan serta tonggak terbaik.
Wahai Ahlus Sunnah di Iraq…
Apakah di setiap saat tak terpikir dalam benak kalian? Bahwa kalian terbiasa merasakan kehinaan dan kerendahan hingga kalian menikmatinya.
Kalian tersesat sebagaimana Bani Israil tersesat sebelum kalian. Tidakkah kalian melihat Rafidhah setiap hari menimpakan kepada kalian siksaan yang pedih, menjajah negeri kalian dengan dalih memerangi Daulah Islamiyah. Kemudian pada akhirnya mereka membunuhi kaum lelaki diantara kalian, menawan wanita-wanita dan anak-anak di suatu waktu, dan mengusir mereka di waktu yang lain.
Tidakkah kalian melihat kota-kota di Iraq telah dikosongkan dari eksistensi Ahlus Sunnah kemudian diisi dengan makhluk Allah yang hina ibarat tanah yang diinjak-injak?
Lihatlah panji-panji mereka tatkala mereka memerangi kalian. Dengarkanlah seruan-seruan dan slogan mereka tatkala mengepung negeri kalian. Perhatikanlah perbuatan mereka tatkala mengusir kalian dari negeri kalian. Dengarkanlah seruan-seruan mereka tatkala mereka menyeru untuk memerangi semua negeri Ahlus Sunnah dari Iraq kalian sampai Syam kalian, sampai Najd kalian, bahkan sampai Yaman kalian.
Wahai Ahlus Sunnah…
Sungguh para pembesar kalian di daerah kalian telah sering melakukan pengkhianatan paling keji dalam sejarah, mereka perdagangkan urusan ini, mereka serahkan perkara dan negeri kalian kepada musuh. Dan inilah negeri kalian dijadikan bancakan kaum Atheis Kafir, kaum musyrikin Rafidhah, serta (Syi’ah –red) Nushairi si pendengki dalam sandiwara keji nan tersembunyi yang telah tersingkap dan telah didengar pun dilihat oleh seluruh manusia.
Inilah Halab (Aleppo) menghadapi agresi militer Nushairi terkuat dan tersengit, dengan sokongan dari Majusi Kafir Rusia yang bertujuan mendirikan eksistensi Nushairi sebagai penggantinya, di tengah-tengah pengkhianatan faksi-faksi oposisi murtad, yang sibuk memerangi Daulah Islamiyah dan berusaha menyingkirkan hukum Allah dari muka bumi, demi keuntungan tuan-tuan dan para penyokong mereka dari negara-negara Kafir. Hingga kini makar kaum Romawi (Barat) masih terus berjalan dan berlanjut.
Bahkan di Jazirah Muhammad, mereka berencana memapankan Rafidhah di pinggiran-pinggirannya di bawah kondisi kerusakan besar yang dilakukan oleh pemerintahan Alu Salul (Arab Saudi –red) untuk menjadikan negeri ini sekuler, dan memaksakan kekafiran pada penduduknya, serta menyebarkan kekejian di tengah mereka, pun menghentikan simbol Syari’at apa saja yang ingin ditegakkan.
Tidak cukup sampai di situ, mereka bahkan berpartisipasi langsung dalam militer bersama seluruh kaum kuffar untuk memerangi Islam dan Ahlus Sunnah di bumi Iraq dan Syam. Mereka adalah biang dari segala bencana dan sebab semua malapetaka.
Wahai para kesatria Jazirah Arab. Wahai cucu-cucu sahabat…
Ulangilah serangan demi serangan terhadap mereka. Bagi kalian musuh-musuh Allah, bantailah aparat keamanan, tentara dan polisi mereka. Seranglah kaki-kaki tangan dan para pemilik pena mereka (Ulama Suu’). Seranglah para komandan, menteri dan corong-corong media mereka. Tidak boleh berkumpul dua agama di Jazirah Arab.
Wahai Ahlus Sunnah…
Sungguh tidak ada harapan bagi kalian setelah Allah kecuali Daulah Khilafah yang akan menjaga Dien, kehormatan kalian, dan menguatkan kekuatan kalian. Didalamnya kalian hidup dengan mulia dan mati dengan terhormat, tanpa ada Rafidhah hina yang berani menyentuh kehormatanmu, pun halnya Nushairi busuk, ataupun Atheis najis.
Wahai kaum muslimin, muwahhidin di belahan bumi timur dan barat…
Kini Turki, si Liberalis murtad di tengah jihad dan pertempuran kami melawan seluruh koalisi kekafiran, mereka dengan hina memerangi kita. Dengan liciknya, Turki keluarkan sebelah muka mereka untuk mengintai kita, dan sebelahnya berada di balik tembok berusaha untuk mewujudkan kemaslahatan dan ketamakannya di pinggiran utara Iraq dan Syam.
Kemudian ia berbalik, khawatir akan dihajar mujahidin di tempat kediaman mereka dengan kobaran operasi penyerangan dan luapan peperangan mereka. Ia pun berfikir untuk memberikan keputusan dan pandangan, kemudian dengan muka masam dan kesombongannya mereka masuk ke dalam peperangan melawan kami bak hyena pincang yang bersandar dan bernaung di bawah pesawat-pesawat Salibis, memanfaatkan celah dan kesibukan mujahidin yang tengah memerangi semua sekte Kafir dan menghalau mereka untuk memasuki negeri Islam.
Mereka merasa, tempat mereka aman dan tidak akan didatangi oleh putera-putera Tauhid dan singa-singa Jihad. Ketahuilah bahwa dari rasa amannya itu mereka akan dihantui ketakutan.
Wahai muwahhidin…
Hari ini Turki telah ikut masuk mengganggu proyek operasi jihad kalian, maka mintalah pertolongan kepada Allah dan perangilah mereka. Jadikan rasa aman dan santai mereka menjadi keguncangan, kemudian seret mereka ke medan perang kalian yang menyala-nyala.
Wahai Junud Khilafah di negeri Syam…
Telah datang kepada kalian tentara Turki yang Kafir, sungguh darah mereka bak darah anjing yang hina. Perlihatkan kepada mereka kebengisan kalian, dan bakarlah mereka dengan api kemarahan kalian, balas perbuatan keji yang dilakukan Ikhwanusy Syaitan dan suri tauladan murtaddin, pun koalisi para Atheis Kesyirikan. Mereka tak akan mengalahkan Tauhid kalian, pun halnya kemunafikan mereka tak akan mengalahkan keimanan kalian. Sungguh Allah bersama orang-orang yang bertaqwa.
Inilah yang dijanjikan Allah dan Rasul-Nya…
Sungguh Ikhwanul Murtaddin adalah ujung tombak beracun yang dipegang oleh Salibis untuk memerangi Khilafah. Kelompok yang sesat ini, kesyirikannya terhadap Allah tidak terbatas hanya membuat undang-undang dan hukum-hukum buatan yang bathil dan menyaingi Allah dalam perkara hukum-Nya, dan menyetujui seluruh ummat Kafir atas kekafiran mereka sehingga menjadi kelompok yang tidak ada lagi Dien di dalamnya.
Mereka lebih mirip dengan orang-orang Zindik dan Bathiniyah. Ia dijadikan sebagai sayap militer yang dipercaya dalam sistem Koalisi Salibis dalam memerangi Islam dan ummatnya, dan mereka pasti dibutuhkan di medan tempur darat. Teman-teman karibnya (Salibis) akan selalu memberinya sokongan dan tidak akan merasa pelit untuk membantu mereka.
Maka lihatlah Iraq dan Syam, Libya, Tunisia dan negara-negara selainnya, sungguh kalian tidak akan mendapati apapun di sana kecuali adanya kaum musyrikin yang ikut serta dengan undang-undang Kafir ataupun yang condong dan loyal kepada para tentara Salibis, Rafidhah, kaum Liberal atau Atheis yang memerangi dan memusuhi mujahidin di jalan Allah yang berusaha untuk menegakkan hukum Allah di muka bumi.
Sungguh mereka pantas disebut sebagai Ikhwan Syaithan (kawan-kawan Setan), antek dan jongos yang bekerja untuk Salibis -semoga Allah membinasakan mereka-.
Bagaimanakah mereka sampai dipalingkan (dari kebenaran)?
Wahai mujahidin di jalan Allah…
Ketahuilah bahwa kalian pada hari ini adalah tameng Islam dan bentengnya yang kuat. Jangan sampai, jangan sampai -semoga Allah merahmati kalian- Islam dan kaum muslimin diserang dari arah kalian, Sungguh sunnatullah tidak membeda-bedakan siapapun.
Allah Ta’ala telah menggunakan kalian dan mewariskan kekuatan untuk kalian agar Dia melihat bagaimana kalian beramal. Maka gunakan taqwa kepada Allah dan ketaatan kepada-Nya untuk memohon pertolongan dan janji-Nya.
Allah berfirman:
يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا إِنْ تَتَّقُوا اللَّهَ يَجْعَلْ لَكُمْ فُرْقَانًا وَيُكَفِّرْ عَنْكُمْ سَيِّئَاتِكُمْ وَيَغْفِرْ لَكُمْ ۗ وَاللَّهُ ذُو الْفَضْلِ الْعَظِيمِ
“Hai orang-orang beriman, jika kamu bertaqwa kepada Allah, Kami akan memberikan kepadamu Furqan.Dan kami akan jauhkan dirimu dari kesalahan-kesalahanmu, dan mengampuni (dosadosa) mu, Dan Allah mempunyai karunia yang besar.” (Al-Anfal : 29)
Jauhilah dari bermaksiat kepada-Nya dan menyelisihi perintah-Nya. Sungguh hasil dari maksiat itu sangatlah buruk bagi kalian.
Akan aku bacakan kepada kalian wasiat Amirul Mukmimin Umar bin Khatthab kepada Sa’ad bin Abi Waqqas dan bala tentara yang membersamainya.
Ia berkata: “Sungguh aku memerintahkanmu dan bala tentaramu agar selalu bertaqwa kepada Allah dalam setiap keadaan. Sungguh taqwa kepada Allah merupakan sebaik-baik persenjataan untuk melawan musuh dan siasat terkuat dalam peperangan.
Aku perintahkan kamu beserta bala tentaramu untuk lebih berhati hati dari kemaksiatan melebihi kehati-hatianmu terhadap musuh kalian. Sungguh dosa bala tentara kita lebih dikhawatirkan dari pada musuh mereka.
Sungguh kaum muslimin ditolong lantaran kemaksiatan musuh mereka kepada Allah. Kalaulah bukan karena itu, kita tidak mempunyai kekuatan di hadapan mereka, karena jumlah kita tidaklah sebanding dengan jumlah mereka, pun halnya persenjataan kita tidaklah seperti persenjataan mereka.
Jika kemaksiatan kita sepadan dengan mereka, maka mereka akan unggul dalam kekuatan. Jika tidak demikian, maka kita akan ditolong dengan keunggulan kita lantaran sedikitnya maksiat
Kita tidak mengalahkan mereka dengan kekuatan kita. Ketauilah, bahwa dalam perjalanan kalian terdapat malaikat pencatat dari Allah yang mengetahui apa saja yang kalian kerjakan. Maka malulah kepada mereka. Jangan bermaksiat kepada Allah sedangkan kamu berada di jalan-Nya, dan jangan katakan musuh kami lebih buruk dari kita sehingga mereka tidak akan dimenangkan atas kita meski kita berlaku buruk.
Betapa banyak kaum yang dikuasai oleh kaum yang lebih buruk dari mereka sebagaimana yang menimpa Bani Israil, tatkala mereka diserbu Kafir Majusi lantaran tindakan-tindakan yang membuat murka Allah, sehingga negeri-negeri mereka hancur lebur, dan itulah ketetapan yang pasti terlaksana. Mintalah kepada Allah agar kalian bisa mengendalikan diri kalian, sebagaimana kalian meminta pertolongan atas musuh-musuh kalian. Aku memohon kepada Allah hal ini untuk kita semua.” Sampai di sini perkataan Umar.
Wahai Mujahidin…
Nabi kalian shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda:
“Sungguh kalian akan menang, mendapatkan kebaikan dan diberi penaklukkan. Maka barangsiapa dari kalian mendapatinya hendaknya ia bertaqwa kepada Allah, hendaknya memerintahkan kepada yang makruf dan melarang dari yang mungkar.”
Dan pada hari ini, Allah telah mewariskan bumi yang berbarokah ini kepada kalian dan membebankan kepada kalian amanah untuk menjaga dan mempertahankannya, pun teguh dalam menegakkan hukum Allah di dalamnya, maka berhati-hatilah, agar Setan tak menggelincirkan kalian, sehingga mundur dari suatu wilayah ataupun mundur dari front pertempuran.
Sebaliknya, kalian harus tetap bersabar, menguatkan kesabaran dan terus berjaga. Teguhlah dan jangan datangi sumber-sumber kehinaan setelah Allah memuliakan kalian. Jangan kalian ganti kebaikan dengan kerendahan. Dan jangan kembali terpuruk setelah kalian naik dari kerendahan dan keterpurukan. Ketahuilah bahwa kerugian yang dibayar saat kalian tetap tinggal di wilayah yang kalian pertahankan lebih sedikit seribu kali dari kerugian mundurnya kalian dengan kehinaan kalian.
Allah Ta’ala berfirman:
قُلْ لَنْ يَنْفَعَكُمُ الْفِرَارُ إِنْ فَرَرْتُمْ مِنَ الْمَوْتِ أَوِ الْقَتْلِ وَإِذًا لَا تُمَتَّعُونَ إِلَّا قَلِيلًا
“Katakanlah, ‘Lari itu sekali-kali tidaklah berguna bagimu, jika kamu melarikan diri dari kematian atau pembunuhan, dan jika (kamu terhindar dari kematian) kamu tidak juga akan mengecap kesenangan kecuali sebentar saja.” (Al-Ahzab : 16)
Dan Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda:
“Ribath sehari semalam lebih baik dari puasa sebulan dan bangun malamnya, Jika ia meninggal maka pahala amalnya akan terus mengalir rizkinya akan terus dialirkan dan aman dari fitnah.”
Namun jika kalian mundur dari suatu wilayah lantaran dosa kalian, maka kembalikan wilayah itu dengan taqwa kepada Rabb kalian. Sungguh itu akan terwujud jika kalian melakukannya. Ingatlah jika musuh kalian berperang di jalan Thaghut, maka kalian berperang di jalan Allah yang Maha Agung. Dan jika mereka berperang demi menegakkan kalimat kekafiran, maka kalian berperang di jalan untuk meninggikan kalimat Allah.
Dan jika mereka berperang demi secuil dunia maka kalian berperang demi pahala yang besar dan perdagangan yang menyelamatkan kalian dari adzab yang pedih. Dan mereka berperang, sedangkan dalam diri mereka ada pengkhianatan dan kekafiran, maka kalian berperang dengan keimanan dan al-Quran di dalam hati kalian.
Jika mereka berperang sedangkan ‘upah’ mereka adalah neraka, maka balasan bagi kalian berada di sisi ar-Rahman surga yang seluas langit dan bumi insya Allah.
Allah Ta’ala berfirman:
فَأَيُّ الْفَرِيقَيْنِ أَحَقُّ بِالْأَمْنِ ۖ إِنْ كُنْتُمْ تَعْلَمُونَ
الَّذِينَ آمَنُوا وَلَمْ يَلْبِسُوا إِيمَانَهُمْ بِظُلْمٍ أُولَٰئِكَ لَهُمُ الْأَمْنُ وَهُمْ مُهْتَدُونَ
“…Maka manakah di antara dua golongan itu yang lebih berhak memperoleh keamanan (dari malapetaka), jika kamu mengetahui? Orang-orang yang beriman dan tidak mencampuradukkan iman mereka dengan kedzaliman (syirik). Inilah yang dijanjikan Allah dan Rasul-Nya untuk kita.” (Al-An’am: 81-82)
Kemudian aku peringatkan akan persengketaan dan perselisihan dalam ilmu dan amal kalian, sedangkan kalian berada dalam satu kubu dan sama-sama mentauhidkan Rabb kalian dan kalian perangi musuh kalian. Kalian berusaha meninggikan kalimat Allah di muka bumi.
Firman-Nya:
يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا إِذَا لَقِيتُمْ فِئَةً فَاثْبُتُوا وَاذْكُرُوا اللَّهَ كَثِيرًا لَعَلَّكُمْ تُفْلِحُونَ
وَأَطِيعُوا اللَّهَ وَرَسُولَهُ وَلَا تَنَازَعُوا فَتَفْشَلُوا وَتَذْهَبَ رِيحُكُمْ ۖ وَاصْبِرُوا ۚ إِنَّ اللَّهَ مَعَ الصَّابِرِينَ
“Hai orang-orang yang beriman. Apabila kamu memerangi pasukan (musuh), maka berteguh hatilah kamu dan sebutlah (nama) Allah sebanyak-banyaknya agar kamu beruntung. Dan taatlah kepada Allah dan Rasul-Nya dan janganlah kamu berbantah-bantahan, yang menyebabkan kamu menjadi gentar dan hilang kekuatanmu dan bersabarlah. Sesungguhnya Allah beserta orang-orang yang sabar.” (Al-Anfal : 45-46)
Perselisihan adalah sebab berkuasanya musuh, perselisihan adalah sebab terjadinya keburukan dan timbulnya permusuhan antar kalian. Maka jangan mengikuti apa yang dilakukan para ummat terdahulu, yang melaksanakan satu perkara namun meninggalkan perkara yang lain.
Maka Allah percikkan api permusuhan dan kebencian diantara mereka.
Allah berfirman:
فَنَسُوا حَظًّا مِمَّا ذُكِّرُوا بِهِ فَأَغْرَيْنَا بَيْنَهُمُ الْعَدَاوَةَ وَالْبَغْضَاءَ إِلَىٰ يَوْمِ الْقِيَامَةِ ۚ وَسَوْفَ يُنَبِّئُهُمُ اللَّهُ بِمَا كَانُوا يَصْنَعُونَ
“…Tetapi mereka (sengaja) melupakan sebagian dari apa yang mereka telah diberi peringatan dengannya; maka Kami timbulkan diantara mereka permusuhan dan kebencian sampai hari kiamat. Dan kelak Allah akan memberitakan kepada mereka apa yang mereka kerjakan.” (Al-Ma’idah : 14)
Dan janganlah kalian sampai menyelisihi amir-amir kalian. Dengarkan dan taatilah dia sebagai bentuk ibadah selama ia tidak memerintahkan kemaksiatan. Ketahuilah, bahwa perselisihan kalian terhadap mereka adalah perkara Jahiliyah.
Sungguh Allah memuliakan kalian hanya dengan Islam dan Jama’ah, selalu mendengar dan taat.
وَاذْكُرُوا نِعْمَتَ اللَّهِ عَلَيْكُمْ إِذْ كُنْتُمْ أَعْدَاءً فَأَلَّفَ بَيْنَ قُلُوبِكُمْ فَأَصْبَحْتُمْ بِنِعْمَتِهِ إِخْوَانًا وَكُنْتُمْ عَلَىٰ شَفَا حُفْرَةٍ مِنَ النَّارِ فَأَنْقَذَكُمْ مِنْهَا ۗ كَذَٰلِكَ يُبَيِّنُ اللَّهُ لَكُمْ آيَاتِهِ لَعَلَّكُمْ تَهْتَدُونَ
“…Dan ingatlah akan nikmat Allah kepadamu ketika kamu dahulu (masa Jahiliyah) bermusuh-musuhan, maka Allah mempersatukan hatimu lalu menjadilah kamu karena nikmat Allah, orang-orang yang bersaudara; dan kamu telah berada di tepi jurang neraka, lalu Allah menyelamatkan kamu dari padanya. Demikianlah Allah menerangkan ayat-ayat-Nya kepadamu, agar kamu mendapat petunjuk.” (Ali ‘Imran : 103)
Ingat dan perhatikan firman Allah:
إِنَّ اللَّهَ لَا يُغَيِّرُ مَا بِقَوْمٍ حَتَّىٰ يُغَيِّرُوا مَا بِأَنْفُسِهِمْ
“…Sesungguhnya Allah tidak merubah keadaan sesuatu kaum sehingga mereka merubah keadaan yang ada pada diri mereka sendiri...” (Ar-Ra’d : 11)
Dan kepada Junud Khilafah di Khurasan, Bangladesh, dan Indonesia, Kaukasus, Filipina, Yaman, Jazirah Arab, Sinai, Mesir, Tunisia, Aljazair dan Libya, Somalia pun Afrika Barat…
Ketahuilah bahwa kalian hari ini adalah penopang Islam di muka bumi dan pasak-pasak Khilafah di dalamnya. Kalian buat seluruh sekte Kafir terperanjat dengan jihad, kesabaran dan keteguhan kalian.
Kalian ajari manusia bagaimana menuju jalan kemenangan, dengan kebaikan berjama’ah dan merealisasikan ketaatan, dengan mendirikan jama’ah muslimin besar (Khilafah) di saat kondisi Jahiliyah terus melanda karena banyaknya faksi yang tercerai berai dimana-mana.
Kalian telah membuat seluruh kuffar geram dengan jihad dan bersatunya kalian, sebagaimana kemarahan mereka saat Khilafah Islam tegak. Oleh karenanya, mereka akan terus berusaha memadamkan cahaya Allah yang berada di tengah kalian dengan menghembuskan racun perpecahan dan perselisihan.
Maka bersabarlah, dan kuatkan kesabaran, janganlah takut dan teguhlah, dan jangan melarikan diri tatkala pertempuran. Jika kalian bersabar, niscaya Allah akan menyokong kalian, menolong kalian dan mengokohkan injakan kaki kalian.
Ketahuilah bahwa surga berada di bawah naungan pedang. Ketahuilah jika sebagian komandan kalian terbunuh, maka Allah akan menggantikannya dengan yang lain untuk kalian, baik yang serupa atau lebih baik darinya. Allah tidak akan menelantarkan kalian dan jangan bersedih, sungguh Allah bersama kita.
Wahai mujahidin yang bersabar di atas kesedihan dan cobaan di Sirte (Libya –red)…
Kalian telah memberikan pelajaran kepada musuh dari kesabaran kalian. Kalian tulis pelajaran di atas lembaran kemuliaan dengan darah kalian yang suci.
Dari dulu Eropa hingga kini masih berambisi untuk memerangi Khilafah dan benteng Islam di Iraq dan Syam, sampai kalian guncang keamanan mereka dengan berkembangnya kalian dan kalian balikkan timbangan politiknya dengan jihad kalian.
Sehingga kalian menjadi batu penghalang dan batu karang kuat yang membuat hancurnya motivasi mereka, yang dengannya makar mereka berantakan. Sungguh musuh kalian merasakan keperihan sebagaimana kalian merasakannya, namun kalian mengharap dari Rabb kalian apa yang tidak mereka harapkan. Jangan sampai kalian tinggalkan pos-pos perang kalian dan tempat-tempat ribath kalian. Hampir-hampir saja musuh kalian bosan, pasukan mereka dihadang dan dicerai beraikan.
Dan tidak lupa pada kesempatan ini untuk mengingatkan kaum muslimin pada umumnya…
Jika jalan kalian sudah mulai menyempit dan jalan hijrah ke Iraq dan Syam sudah terputus, maka Allah telah menjadikan banyak cara untuk berhijrah ke sejumlah wilayah-wilayah lainnya yang berbarokah, supaya meninggikan bangunan Islam di sana dan mendapatkan keutamaan dengan bersegera dalam menolong Dien Allah dan meninggikan kalimat-Nya.
Allah berfirman :
يَا عِبَادِيَ الَّذِينَ آمَنُوا إِنَّ أَرْضِي وَاسِعَةٌ فَإِيَّايَ فَاعْبُدُونِ
“Hai hamba-hamba-Ku yang beriman, sesungguhnya bumi-Ku luas, maka sembahlah Aku saja.” (Al-Ankabut : 56)
Dan kepada saudaraku-saudaraku yang tengah memegang bara yang Allah uji dengan tertawannya mereka. Meski sengitnya pertempuran kami dalam melawan musuh-musuh Allah…
Demi Allah kami tidak lupa dan tidak akan melupakan kalian.
Bagaimana bisa kami lupa sedangkan kalian selalu terngiang dalam benak kami, dan kegundahan kami yang tidak hilang dalam jiwa. Kami meminta kepada Allah supaya belenggu tali yang menawan kalian terlepas melalui tangan kami, pun terpecahnya jeruji besi penjara kalian dengan senjata dan kekuatan kami.
Dan itu bukanlah hal yang sulit bagi Allah. Maka hendaklah kalian kembali kepada Allah atas musibah yang menimpa kalian, dan ingatlah Dia tengah menyimpan kalian untuk hari dimana kalian menolong Dien dan Daulah kalian.
Sungguh aku memotivasi kalian untuk mendo’akan saudara-saudara kalian di Daulah Islamiyah agar Allah memberikan jalan keluar bagi setiap perkara mereka dan menurunkan pertolongan Allah pada mereka, pun cukup hanya bergantung pada Allah dan tidak kepada selain-Nya.
Semoga Allah melepaskan belenggu tawanan kalian, mengentaskan penderitaan kalian dan menyembuhkan luka kalian, menguatkan tekad kalian dan memberikan kepada kalian jalan keluar.
Wahai kaum muslimin dimana saja kalian berada…
Aku berbela sungkawa terhadap kalian dan mujahidin atas gugurnya para masyaikh dan komandan, utamanya Syaikh Abu Muhammad al-Adnani dan Syaikh Abu Muhammad al-Furqan. Semoga Allah menempatkan mereka di surga firdaus tertinggi. Mereka adalah sebaik-baik menteri kami dan para pemimpin yang shalih.
Allah memuliakan mereka dengan sejarah kebaikan dan dan jasa-jasa mereka, dan kesungguhan mereka dalam meninggikan bangunan Khilafah dan menegakkan hukum Allah di muka bumi, sampai akhirnya mereka gugur dan telah menunaikan apa tugas mereka. Demikianlah penilaian kami dan Allah-lah sebenarnya yang menilai mereka.
Kami berikan pula kabar gembira dengan karunia Allah dan pemberian-Nya bahwa Khilafah tidak akan terpengaruh dengan terbunuhnya mereka, apa lagi roda jihad, ia tidak akan berhenti dengan kehilangan mereka.
Sebaliknya, jasad-jasad yang suci itu hanyalah merupakan kurban yang kami serahkan di hadapan Allah demi meraih keridhaan-Nya, pun demi meraih kemenangan yang nyata dan penaklukkan yang dekat, dengan izin Allah.
Telah kita ketahui dalam Kitabullah bahwa gugur syahidnya para komandan dan orang-orang shalih adalah pintu terdekat untuk mendapatkan penaklukkan di muka bumi, pun pahala dunia dan akhirat Allah berfirman tentang keadaan para Nabi dan para pengikutnya:
وَكَأَيِّنْ مِنْ نَبِيٍّ قَاتَلَ مَعَهُ رِبِّيُّونَ كَثِيرٌ فَمَا وَهَنُوا لِمَا أَصَابَهُمْ فِي سَبِيلِ اللَّهِ وَمَا ضَعُفُوا وَمَا اسْتَكَانُوا ۗ وَاللَّهُ يُحِبُّ الصَّابِرِينَ
وَمَا كَانَ قَوْلَهُمْ إِلَّا أَنْ قَالُوا رَبَّنَا اغْفِرْ لَنَا ذُنُوبَنَا وَإِسْرَافَنَا فِي أَمْرِنَا وَثَبِّتْ أَقْدَامَنَا وَانْصُرْنَا عَلَى الْقَوْمِ الْكَافِرِينَ
فَآتَاهُمُ اللَّهُ ثَوَابَ الدُّنْيَا وَحُسْنَ ثَوَابِ الْآخِرَةِ ۗ وَاللَّهُ يُحِبُّ الْمُحْسِنِينَ
“Dan berapa banyaknya Nabi yang berperang bersama-sama mereka sejumlah besar dari pengikut(nya) yang bertaqwa. Mereka tidak menjadi lemah karena bencana yang menimpa mereka di jalan Allah, dan tidak lesu dan tidak (pula) menyerah (kepada musuh). Allah menyukai orang-orang yang sabar. Tidak ada doa untuk mereka selain ucapan: ‘Ya Rabb kami, ampunilah dosa-dosa kami dan tindakan-tindakan kami yang berlebih-lebihan dalam urusan kami dan tetapkanlah pendirian kami, dan tolonglah kami terhadap kaum yang kafir’. Karena itu Allah memberikan kepada mereka pahala di dunia dan pahala yang baik di akhirat. Dan Allah menyukai orang-orang yang berbuat kebaikan.” (Ali ‘Imran : 146-148)
Ya Allah, yang menurunkan Kitab, yang menggerakkan awan dan yang mengalahkan pasukan Ahzab… Kalahkan mereka dan tolonglah kami dalam menghadapi mereka…
Ya Allah, hancurkanlah para kuffar penjahat yang menghalangi manusia dari jalan-Mu dan mendustakan Rasul-Mu dan memerangi wali-wali-Mu…
Ya Allah, timpakanlah mereka masa paceklik sebagaimana di masa Yusuf…
Ya Allah, kumpulkan mereka semua dalam satu jumlah pasukan dan bunuhlah mereka sampai habis berkeping-keping dan jangan sisakan mereka sedikitpun…
Ya Allah, cerai beraikan barisan dan kekuatan mereka…
Ya Allah, bagi mereka yang ingin keburukan bagi kami, Dien dan jihad kamimaka timpakanlah selalu keburukan bagi mereka sampai mereka binasakan dirinya dengan tangan mereka sendiri…
Ya Allah, buatlah makar baik untuk kami dan jangan jadikan makar buruk menimpa kami berikan kami petunjuk dan mudahkan kami untuk mendapatkannya tolonglah kami atas mereka yang melampaui batas atas kami Engkau adalah penolong, sebaik-baik pelindung dan penolong kami…
Al-Furqan Media
Statemen Amirul Mu'minin, Syaikh Al-Mujahid Abu Bakar Al-Husaini Al-Qurasyi Al-Baghdadi
Alih Bahasa:
Furat Media
بسم الله الرحمن الرحيم
Allah Ta’ala berfirman:
وَلَمَّا رَأَى الْمُؤْمِنُونَ الْأَحْزَابَ قَالُوا هَٰذَا مَا وَعَدَنَا اللَّهُ وَرَسُولُهُ وَصَدَقَ اللَّهُ وَرَسُولُهُ ۚ وَمَا زَادَهُمْ إِلَّا إِيمَانًا وَتَسْلِيمًا
“Dan tatkala orang-orang mukmin melihat golongan-golongan yang bersekutu itu, mereka berkata: “Inilah yang dijanjikan Allah dan Rasul-Nya kepada kita”. Dan benarlah Allah dan Rasul-Nya Yang demikian itu tidaklah menambah apapun pada mereka kecuali iman dan ketundukan”. (Al-Ahzab : 22)
Benar, ini adalah apa yang dijanjikan oleh Allah dan kabar benar yang Dia sampaikan. Maka inilah seluruh orang Kafir telah bersatu dan menyeru menjalin koalisi dan persekutuan mengumpulkan segenap makarnya dan berkomplot. Mereka kumpulkan seluruh makar, kaki tangan, sekutu, dan para rekannya untuk memerangi Islam dan ummatnya. Mereka buat makar terhadap kaum mukminin dengan segenap makar yang mereka miliki dan kendaraan perang, pun militer yang mampu mereka kerahkan, baik itu di udara, darat maupun laut.
Semuanya demi upaya mereka yang berkelanjutan untuk memadamkan cahaya Allah, dan bentuk permusuhan terhadap Dien dan Manhaj-Nya di muka bumi. Mereka mengupayakannya lantaran khawatir lagi takut apabila ummat Islam dan Ahlus Sunnah mendapatkan kembali kekuatan dan kekhilafahan mereka, pun halnya khawatir jika mereka meraih tamkin dan kemenangan sebagaimana dahulu.
Sungguh, pertempuran sengit ini adalah perang total dan jihad besar yang dihadapi oleh Daulah Islamiyah pada hari ini tiada akan menambah apapun dari kami -insya Allah- kecuali keimanan yang kokoh dan keyakinan yang kuat. Dan bahwasanya semua itu tidak lain hanyalah mukadimah kejayaan gemilang dan permulaan menuju kemenangan yang nyata yang dijanjikan oleh Allah kepada para hamba-Nya.
Jika kita memperhatikan Kitabullah, serta sejarah panjang jihad ummat ini dalam melawan musuh-musuhnya, niscaya kita akan melihat ayat-ayat yang jelas menunjukan dekatnya masa akhir dan kehancuran musuh-musuh kita. Yakni, hari tatkala mereka mulai mengumumkan agresi untuk memerangi Allah, Rasul dan Dien-Nya pun para hamba dan wali-wali-Nya.
Yakni, hari tatkala mereka berusaha mengeluarkannya dari bumi yang Allah wariskan kepada hamba-hamba-Nya yang Ia kehendaki.
Allah Ta’ala berfirman:
وَإِنْ كَادُوا لَيَسْتَفِزُّونَكَ مِنَ الْأَرْضِ لِيُخْرِجُوكَ مِنْهَا ۖ وَإِذًا لَا يَلْبَثُونَ خِلَافَكَ إِلَّا قَلِيلًا
”Dan sesungguhnya mereka hampir saja benar-benar membuatmu gelisah di negeri (Mekkah) untuk mengusirmu darinya dan kalau terjadi hal demikian, niscaya sepeninggalmu mereka tidak tinggal, melainkan sebentar saja”. (Al-Israa’ : 76)
Sungguh awal dari kemenangan mulia dan terbesar kita adalah ketika musuh berkumpul, berkoalisi, berbangga akannya, dan mengerahkan tenaga sampai ke puncaknya. Disitulah Allah akan membela hamba-hamba-Nya dan akan diperlihatkan dihadapan mereka hasil dari kekuatan, dan keperkasaan-Nya.
Allah Ta’ala berfirman:
فَأَرْسَلَ فِرْعَوْنُ فِي الْمَدَائِنِ حَاشِرِينَ
إِنَّ هَٰؤُلَاءِ لَشِرْذِمَةٌ قَلِيلُونَ
وَإِنَّهُمْ لَنَا لَغَائِظُونَ
وَإِنَّا لَجَمِيعٌ حَاذِرُونَ
فَأَخْرَجْنَاهُمْ مِنْ جَنَّاتٍ وَعُيُونٍ
وَكُنُوزٍ وَمَقَامٍ كَرِيمٍ
كَذَٰلِكَ وَأَوْرَثْنَاهَا بَنِي إِسْرَائِيلَ
فَأَتْبَعُوهُمْ مُشْرِقِينَ
“Kemudian Fir’aun mengirimkan orang yang mengumpulkan (tentaranya) ke kota-kota. Fir’aun berkata): ‘Sesungguhnya mereka (Bani Israil) benar-benar golongan kecil, dan sesungguhnya mereka membuat hal-hal yang menimbulkan amarah kita, dan sesungguhnya kita benar-benar golongan yang selalu berjaga-jaga.’ Maka Kami keluarkan Fir’aun dan kaumnya dari taman-taman dan mata air, dan (dari) perbendaharaan dan kedudukan yang mulia, demikianlah halnya dan Kami anugerahkan semuanya (itu) kepada Bani Israil. Maka Fir’aun dan bala tentaranya dapat menyusuli mereka di waktu matahari terbit.
فَلَمَّا تَرَاءَى الْجَمْعَانِ قَالَ أَصْحَابُ مُوسَىٰ إِنَّا لَمُدْرَكُونَ
قَالَ كَلَّا ۖ إِنَّ مَعِيَ رَبِّي سَيَهْدِينِ
فَأَوْحَيْنَا إِلَىٰ مُوسَىٰ أَنِ اضْرِبْ بِعَصَاكَ الْبَحْرَ ۖ فَانْفَلَقَ فَكَانَ كُلُّ فِرْقٍ كَالطَّوْدِ الْعَظِيمِ
وَأَزْلَفْنَا ثَمَّ الْآخَرِينَ
Maka setelah kedua golongan itu saling melihat, berkatalah pengikut-pengikut Musa: ‘Sesungguhnya kita benar-benar akan tersusul.’ Musa menjawab: ‘Sekali-kali tidak akan tersusul; sesungguhnya Tuhanku besertaku, kelak Dia akan memberi petunjuk kepadaku.’ Lalu Kami wahyukan kepada Musa: ‘Pukullah lautan itu dengan tongkatmu.’ Maka terbelahlah lautan itu dan tiap-tiap belahan adalah seperti gunung yang besar. Dan di sanalah Kami dekatkan (tenggelamkan) golongan yang lain.
وَأَنْجَيْنَا مُوسَىٰ وَمَنْ مَعَهُ أَجْمَعِينَ
ثُمَّ أَغْرَقْنَا الْآخَرِينَ
إِنَّ فِي ذَٰلِكَ لَآيَةً ۖ وَمَا كَانَ أَكْثَرُهُمْ مُؤْمِنِينَ
وَإِنَّ رَبَّكَ لَهُوَ الْعَزِيزُ الرَّحِيمُ
Dan Kami selamatkan Musa dan orang-orang yang besertanya semuanya. Dan Kami tenggelamkan golongan yang lain itu. Sesungguhnya pada yang demikian itu benar-benar merupakan suatu tanda yang besar (mukjizat) dan tetapi adalah kebanyakan mereka tidak beriman. Dan sesungguhnya Rabbmu benar-benar Dialah Yang Maha Perkasa lagi Maha Penyayang.” (Asy-Syu’ara : 53-68)
Dan firman-Nya:
حَتَّىٰ إِذَا اسْتَيْأَسَ الرُّسُلُ وَظَنُّوا أَنَّهُمْ قَدْ كُذِبُوا جَاءَهُمْ نَصْرُنَا فَنُجِّيَ مَنْ نَشَاءُ ۖ وَلَا يُرَدُّ بَأْسُنَا عَنِ الْقَوْمِ الْمُجْرِمِينَ
“Sehingga apabila para Rasul tidak mempunyai harapan lagi (tentang keimanan mereka) dan telah meyakini bahwa mereka telah didustakan, datanglah kepada para rasul itu pertolongan Kami, lalu diselamatkan orang-orang yang Kami kehendaki. Dan tidak dapat ditolak siksa Kami dari pada orang-orang yang berdosa.” (Yusuf : 110)
Wahai hamba-hamba Allah, sungguh keimanan tidaklah sempurna dalam tubuh Jama’atul Muslimin sampai ia menghadapi dan bersiap untuk memerangi manusia dalam perkara keimanan ini. Dalam jihadnya itu, ia hadapi hantaman demi hantaman ujian dan pedihnya rasa sakit namun ia tetap bersabar, baik dalam keadaan kalah maupun menang.
Meskipun ia tertimpa ketakutan dan goncangan, namun senantiasa teguh dan tiada goyah, tetap lurus tiada berpaling, terus melangkah di jalan keimanan yang lurus, insya Allah. Jika bukan karena adanya koalisi dan jihad ini, niscaya iman ini akan melemah dan tidak bertambah, hati rusak dan tidak menjadi baik.
Kita pasti akan melihat jiwa yang stagnan tekadnya, yang mengendur dan mengering imannya. Demikianlah keadaan kita tatkala diuji dengan kelapangan hidup.
Firman-Nya:
وَلَوْلَا دَفْعُ اللَّهِ النَّاسَ بَعْضَهُمْ بِبَعْضٍ لَفَسَدَتِ الْأَرْضُ وَلَٰكِنَّ اللَّهَ ذُو فَضْلٍ عَلَى الْعَالَمِينَ...
“…Seandainya Allah tidak menolak (keganasan) sebahagian umat manusia dengan sebagian yang lain, pasti rusaklah bumi ini. Tetapi Allah mempunyai karunia (yang dicurahkan) atas semesta alam.” (Al-Baqarah : 251)
Sungguh musuh-musuh Allah dari kalangan Yahudi, Nashrani dan kaum Atheis, pun halnya (Syi’ah –red) Rafidhah, Murtaddin dan seluruh sekte kekafiran telah mengerahkan media, bala tentara dan persenjataan mereka untuk memerangi muslimin dan mujahidin di wilayah Ninawa setelah mereka memandangnya sebagai salah satu pusat kekuatan Islam dan salah satu menaranya yang berada di bawah naungan khilafah. Kehidupan kaum muslimin yang aman dan mulia di dalamnya menjadikan mereka tidak bisa tidur.
Dan terwujudnya hukum Islam di tengah manusia di dalamnya membuat batin mereka letih. Manusia telah menyaksikan dan hidup dengan hukum itu, berteduh di bawah naungannya, dan menikmati keberkahannya. Inilah apa yang paling mereka khawatirkan lagi takutkan, karena itu merupakan jalan meluasnya Islam dan melebarnya wilayah serta masuknya manusia ke dalamnya.
Pada penduduk Ninawa pada umumnya, dan para Mujahidin khususnya…
Ingatlah Allah, dan belalah Dienullah. Jangan sampai kalian melemah dalam memerangi dan menghalau musuh kalian, karena jika demikian, akan memutus tali kekuatan Islam dan memadamkan cahaya al-Haq (kebenaran).
Wahai segenap Muhajirin dan Anshar…
Berjalanlah di atas bashirah kalian, dan bersabarlah di atas tekad kalian. Bersabarlah di atas musibah yang keras, seakan-akan debu-debu ketercerai-beraian hampir mengendap dan kalimat kebaikan pun keadilan akan bersatu, dan al-Haq mengusir kebathilan. Sungguh hari ini akan menjadi hari yang bersejarah. Bersabar dalam suatu perkara akan menghasilkan hal baik.
Allah berfirman :
سَيُهْزَمُ الْجَمْعُ وَيُوَلُّونَ الدُّبُرَ
”Golongan itu pasti akan dikalahkan dan mereka akan mundur ke belakang.” (Al-Qamar: 45)
Dan berfirman :
وَتَوَدُّونَ أَنَّ غَيْرَ ذَاتِ الشَّوْكَةِ تَكُونُ لَكُمْ وَيُرِيدُ اللَّهُ أَنْ يُحِقَّ الْحَقَّ بِكَلِمَاتِهِ وَيَقْطَعَ دَابِرَ الْكَافِرِينَ
لِيُحِقَّ الْحَقَّ وَيُبْطِلَ الْبَاطِلَ وَلَوْ كَرِهَ الْمُجْرِمُونَ
”…Sedang kamu menginginkan bahwa yang tidak mempunyai kekuatan senjatalah yang untukmu, dan Allah menghendaki untuk membenarkan yang benar dengan ayat-ayat-Nya dan memusnahkan orang-orang Kafir, agar Allah menetapkan yang al-Haq (Islam) dan membatalkan yang bathil (syirik) walaupun orang-orang yang berdosa (musyrik) itu tidak menyukainya.” (Al-Anfal : 7-8)
Wahai Junud Khilafah…
Jika kalian dihadapkan dengan pesawat Amerika dan koalisinya maka hadapilah dengan teguh seraya bertawakkal kepada Dzat yang bumi dan langit berada di tangan-Nya, yang tidak ada suatu binatang melatapun melainkan Dia-lah yang memegang ubun-ubunnya. Sesungguhnya Rabbku di atas jalan yang lurus. Dan katakanlah, “Cukup bagi Allah pelindung dan sebaik-baik penolong kami.”
Itulah kata-kata Ibrahim tatkala ia dilemparkan ke dalam api, pun ucapan Muhammad shallallahu ‘alaihi wa sallam tatkala dikatakan kepadanya, “Sungguh manusia telah berkumpul melawan kalian maka takutlah akan mereka.”
Ketahuilah, jika saja langit ini dijatuhkan ke bumi, Allah pasti akan menjadikan celah untuk bernafas orang-orang mukmin.
Wahai batalyon-batalyon pasukan In-ghimasi, wahai kafilah-kafilah Istisyhadi, wahai pasukan-pasukan penyerbu, wahai penyongsong kesyahidan, pencari kebaikan dan tambahan (melihat wajah Allah). Wahai kalian yang berusaha menuju surga dan mencari keridhaan…
Berangkatlah di atas keberkahan Allah. Sungguh peperangan ini adalah peperangan kalian, jadikanlah malam hari Kuffar menjadi siang hari, hancurkanlah rumah-rumah mereka, jadikanlah aliran darah mereka menganak sungai, sungguh itu adalah keberuntungan.
Termasuk kemenangan yang besar adalah bisa menemani orang-orang yang Allah berikan nikmat, dari kalangan para Nabi, shiddiqin, syuhada dan orang-orang yang saleh dan merekalah sebaik-baik teman. Hendaknya sikap kalian menggambarkan ucapan, “Dan aku bersegera menuju Engkau wahai Rabb-ku supaya Engkau ridha.”
Semoga Allah membalaskan kebaikan kalian atas pembelaan kalian terhadap Islam dan kaum muslimin, kalian telah membuat orang-orang Kuffar merasakan malapetaka, kalian sungkurkan batang hidung mereka ke atas lumpur, jiwa kami tebusan bagi kalian, dari dulu hingga kini kalian adalah benteng perlindungan terbaik setelah Allah Ta’ala, pun lengan serta tonggak terbaik.
Wahai Ahlus Sunnah di Iraq…
Apakah di setiap saat tak terpikir dalam benak kalian? Bahwa kalian terbiasa merasakan kehinaan dan kerendahan hingga kalian menikmatinya.
Kalian tersesat sebagaimana Bani Israil tersesat sebelum kalian. Tidakkah kalian melihat Rafidhah setiap hari menimpakan kepada kalian siksaan yang pedih, menjajah negeri kalian dengan dalih memerangi Daulah Islamiyah. Kemudian pada akhirnya mereka membunuhi kaum lelaki diantara kalian, menawan wanita-wanita dan anak-anak di suatu waktu, dan mengusir mereka di waktu yang lain.
Tidakkah kalian melihat kota-kota di Iraq telah dikosongkan dari eksistensi Ahlus Sunnah kemudian diisi dengan makhluk Allah yang hina ibarat tanah yang diinjak-injak?
Lihatlah panji-panji mereka tatkala mereka memerangi kalian. Dengarkanlah seruan-seruan dan slogan mereka tatkala mengepung negeri kalian. Perhatikanlah perbuatan mereka tatkala mengusir kalian dari negeri kalian. Dengarkanlah seruan-seruan mereka tatkala mereka menyeru untuk memerangi semua negeri Ahlus Sunnah dari Iraq kalian sampai Syam kalian, sampai Najd kalian, bahkan sampai Yaman kalian.
Wahai Ahlus Sunnah…
Sungguh para pembesar kalian di daerah kalian telah sering melakukan pengkhianatan paling keji dalam sejarah, mereka perdagangkan urusan ini, mereka serahkan perkara dan negeri kalian kepada musuh. Dan inilah negeri kalian dijadikan bancakan kaum Atheis Kafir, kaum musyrikin Rafidhah, serta (Syi’ah –red) Nushairi si pendengki dalam sandiwara keji nan tersembunyi yang telah tersingkap dan telah didengar pun dilihat oleh seluruh manusia.
Inilah Halab (Aleppo) menghadapi agresi militer Nushairi terkuat dan tersengit, dengan sokongan dari Majusi Kafir Rusia yang bertujuan mendirikan eksistensi Nushairi sebagai penggantinya, di tengah-tengah pengkhianatan faksi-faksi oposisi murtad, yang sibuk memerangi Daulah Islamiyah dan berusaha menyingkirkan hukum Allah dari muka bumi, demi keuntungan tuan-tuan dan para penyokong mereka dari negara-negara Kafir. Hingga kini makar kaum Romawi (Barat) masih terus berjalan dan berlanjut.
Bahkan di Jazirah Muhammad, mereka berencana memapankan Rafidhah di pinggiran-pinggirannya di bawah kondisi kerusakan besar yang dilakukan oleh pemerintahan Alu Salul (Arab Saudi –red) untuk menjadikan negeri ini sekuler, dan memaksakan kekafiran pada penduduknya, serta menyebarkan kekejian di tengah mereka, pun menghentikan simbol Syari’at apa saja yang ingin ditegakkan.
Tidak cukup sampai di situ, mereka bahkan berpartisipasi langsung dalam militer bersama seluruh kaum kuffar untuk memerangi Islam dan Ahlus Sunnah di bumi Iraq dan Syam. Mereka adalah biang dari segala bencana dan sebab semua malapetaka.
Wahai para kesatria Jazirah Arab. Wahai cucu-cucu sahabat…
Ulangilah serangan demi serangan terhadap mereka. Bagi kalian musuh-musuh Allah, bantailah aparat keamanan, tentara dan polisi mereka. Seranglah kaki-kaki tangan dan para pemilik pena mereka (Ulama Suu’). Seranglah para komandan, menteri dan corong-corong media mereka. Tidak boleh berkumpul dua agama di Jazirah Arab.
Wahai Ahlus Sunnah…
Sungguh tidak ada harapan bagi kalian setelah Allah kecuali Daulah Khilafah yang akan menjaga Dien, kehormatan kalian, dan menguatkan kekuatan kalian. Didalamnya kalian hidup dengan mulia dan mati dengan terhormat, tanpa ada Rafidhah hina yang berani menyentuh kehormatanmu, pun halnya Nushairi busuk, ataupun Atheis najis.
Wahai kaum muslimin, muwahhidin di belahan bumi timur dan barat…
Kini Turki, si Liberalis murtad di tengah jihad dan pertempuran kami melawan seluruh koalisi kekafiran, mereka dengan hina memerangi kita. Dengan liciknya, Turki keluarkan sebelah muka mereka untuk mengintai kita, dan sebelahnya berada di balik tembok berusaha untuk mewujudkan kemaslahatan dan ketamakannya di pinggiran utara Iraq dan Syam.
Kemudian ia berbalik, khawatir akan dihajar mujahidin di tempat kediaman mereka dengan kobaran operasi penyerangan dan luapan peperangan mereka. Ia pun berfikir untuk memberikan keputusan dan pandangan, kemudian dengan muka masam dan kesombongannya mereka masuk ke dalam peperangan melawan kami bak hyena pincang yang bersandar dan bernaung di bawah pesawat-pesawat Salibis, memanfaatkan celah dan kesibukan mujahidin yang tengah memerangi semua sekte Kafir dan menghalau mereka untuk memasuki negeri Islam.
Mereka merasa, tempat mereka aman dan tidak akan didatangi oleh putera-putera Tauhid dan singa-singa Jihad. Ketahuilah bahwa dari rasa amannya itu mereka akan dihantui ketakutan.
Wahai muwahhidin…
Hari ini Turki telah ikut masuk mengganggu proyek operasi jihad kalian, maka mintalah pertolongan kepada Allah dan perangilah mereka. Jadikan rasa aman dan santai mereka menjadi keguncangan, kemudian seret mereka ke medan perang kalian yang menyala-nyala.
Wahai Junud Khilafah di negeri Syam…
Telah datang kepada kalian tentara Turki yang Kafir, sungguh darah mereka bak darah anjing yang hina. Perlihatkan kepada mereka kebengisan kalian, dan bakarlah mereka dengan api kemarahan kalian, balas perbuatan keji yang dilakukan Ikhwanusy Syaitan dan suri tauladan murtaddin, pun koalisi para Atheis Kesyirikan. Mereka tak akan mengalahkan Tauhid kalian, pun halnya kemunafikan mereka tak akan mengalahkan keimanan kalian. Sungguh Allah bersama orang-orang yang bertaqwa.
Inilah yang dijanjikan Allah dan Rasul-Nya…
Sungguh Ikhwanul Murtaddin adalah ujung tombak beracun yang dipegang oleh Salibis untuk memerangi Khilafah. Kelompok yang sesat ini, kesyirikannya terhadap Allah tidak terbatas hanya membuat undang-undang dan hukum-hukum buatan yang bathil dan menyaingi Allah dalam perkara hukum-Nya, dan menyetujui seluruh ummat Kafir atas kekafiran mereka sehingga menjadi kelompok yang tidak ada lagi Dien di dalamnya.
Mereka lebih mirip dengan orang-orang Zindik dan Bathiniyah. Ia dijadikan sebagai sayap militer yang dipercaya dalam sistem Koalisi Salibis dalam memerangi Islam dan ummatnya, dan mereka pasti dibutuhkan di medan tempur darat. Teman-teman karibnya (Salibis) akan selalu memberinya sokongan dan tidak akan merasa pelit untuk membantu mereka.
Maka lihatlah Iraq dan Syam, Libya, Tunisia dan negara-negara selainnya, sungguh kalian tidak akan mendapati apapun di sana kecuali adanya kaum musyrikin yang ikut serta dengan undang-undang Kafir ataupun yang condong dan loyal kepada para tentara Salibis, Rafidhah, kaum Liberal atau Atheis yang memerangi dan memusuhi mujahidin di jalan Allah yang berusaha untuk menegakkan hukum Allah di muka bumi.
Sungguh mereka pantas disebut sebagai Ikhwan Syaithan (kawan-kawan Setan), antek dan jongos yang bekerja untuk Salibis -semoga Allah membinasakan mereka-.
Bagaimanakah mereka sampai dipalingkan (dari kebenaran)?
Wahai mujahidin di jalan Allah…
Ketahuilah bahwa kalian pada hari ini adalah tameng Islam dan bentengnya yang kuat. Jangan sampai, jangan sampai -semoga Allah merahmati kalian- Islam dan kaum muslimin diserang dari arah kalian, Sungguh sunnatullah tidak membeda-bedakan siapapun.
Allah Ta’ala telah menggunakan kalian dan mewariskan kekuatan untuk kalian agar Dia melihat bagaimana kalian beramal. Maka gunakan taqwa kepada Allah dan ketaatan kepada-Nya untuk memohon pertolongan dan janji-Nya.
Allah berfirman:
يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا إِنْ تَتَّقُوا اللَّهَ يَجْعَلْ لَكُمْ فُرْقَانًا وَيُكَفِّرْ عَنْكُمْ سَيِّئَاتِكُمْ وَيَغْفِرْ لَكُمْ ۗ وَاللَّهُ ذُو الْفَضْلِ الْعَظِيمِ
“Hai orang-orang beriman, jika kamu bertaqwa kepada Allah, Kami akan memberikan kepadamu Furqan.Dan kami akan jauhkan dirimu dari kesalahan-kesalahanmu, dan mengampuni (dosadosa) mu, Dan Allah mempunyai karunia yang besar.” (Al-Anfal : 29)
Jauhilah dari bermaksiat kepada-Nya dan menyelisihi perintah-Nya. Sungguh hasil dari maksiat itu sangatlah buruk bagi kalian.
Akan aku bacakan kepada kalian wasiat Amirul Mukmimin Umar bin Khatthab kepada Sa’ad bin Abi Waqqas dan bala tentara yang membersamainya.
Ia berkata: “Sungguh aku memerintahkanmu dan bala tentaramu agar selalu bertaqwa kepada Allah dalam setiap keadaan. Sungguh taqwa kepada Allah merupakan sebaik-baik persenjataan untuk melawan musuh dan siasat terkuat dalam peperangan.
Aku perintahkan kamu beserta bala tentaramu untuk lebih berhati hati dari kemaksiatan melebihi kehati-hatianmu terhadap musuh kalian. Sungguh dosa bala tentara kita lebih dikhawatirkan dari pada musuh mereka.
Sungguh kaum muslimin ditolong lantaran kemaksiatan musuh mereka kepada Allah. Kalaulah bukan karena itu, kita tidak mempunyai kekuatan di hadapan mereka, karena jumlah kita tidaklah sebanding dengan jumlah mereka, pun halnya persenjataan kita tidaklah seperti persenjataan mereka.
Jika kemaksiatan kita sepadan dengan mereka, maka mereka akan unggul dalam kekuatan. Jika tidak demikian, maka kita akan ditolong dengan keunggulan kita lantaran sedikitnya maksiat
Kita tidak mengalahkan mereka dengan kekuatan kita. Ketauilah, bahwa dalam perjalanan kalian terdapat malaikat pencatat dari Allah yang mengetahui apa saja yang kalian kerjakan. Maka malulah kepada mereka. Jangan bermaksiat kepada Allah sedangkan kamu berada di jalan-Nya, dan jangan katakan musuh kami lebih buruk dari kita sehingga mereka tidak akan dimenangkan atas kita meski kita berlaku buruk.
Betapa banyak kaum yang dikuasai oleh kaum yang lebih buruk dari mereka sebagaimana yang menimpa Bani Israil, tatkala mereka diserbu Kafir Majusi lantaran tindakan-tindakan yang membuat murka Allah, sehingga negeri-negeri mereka hancur lebur, dan itulah ketetapan yang pasti terlaksana. Mintalah kepada Allah agar kalian bisa mengendalikan diri kalian, sebagaimana kalian meminta pertolongan atas musuh-musuh kalian. Aku memohon kepada Allah hal ini untuk kita semua.” Sampai di sini perkataan Umar.
Wahai Mujahidin…
Nabi kalian shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda:
“Sungguh kalian akan menang, mendapatkan kebaikan dan diberi penaklukkan. Maka barangsiapa dari kalian mendapatinya hendaknya ia bertaqwa kepada Allah, hendaknya memerintahkan kepada yang makruf dan melarang dari yang mungkar.”
Dan pada hari ini, Allah telah mewariskan bumi yang berbarokah ini kepada kalian dan membebankan kepada kalian amanah untuk menjaga dan mempertahankannya, pun teguh dalam menegakkan hukum Allah di dalamnya, maka berhati-hatilah, agar Setan tak menggelincirkan kalian, sehingga mundur dari suatu wilayah ataupun mundur dari front pertempuran.
Sebaliknya, kalian harus tetap bersabar, menguatkan kesabaran dan terus berjaga. Teguhlah dan jangan datangi sumber-sumber kehinaan setelah Allah memuliakan kalian. Jangan kalian ganti kebaikan dengan kerendahan. Dan jangan kembali terpuruk setelah kalian naik dari kerendahan dan keterpurukan. Ketahuilah bahwa kerugian yang dibayar saat kalian tetap tinggal di wilayah yang kalian pertahankan lebih sedikit seribu kali dari kerugian mundurnya kalian dengan kehinaan kalian.
Allah Ta’ala berfirman:
قُلْ لَنْ يَنْفَعَكُمُ الْفِرَارُ إِنْ فَرَرْتُمْ مِنَ الْمَوْتِ أَوِ الْقَتْلِ وَإِذًا لَا تُمَتَّعُونَ إِلَّا قَلِيلًا
“Katakanlah, ‘Lari itu sekali-kali tidaklah berguna bagimu, jika kamu melarikan diri dari kematian atau pembunuhan, dan jika (kamu terhindar dari kematian) kamu tidak juga akan mengecap kesenangan kecuali sebentar saja.” (Al-Ahzab : 16)
Dan Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda:
“Ribath sehari semalam lebih baik dari puasa sebulan dan bangun malamnya, Jika ia meninggal maka pahala amalnya akan terus mengalir rizkinya akan terus dialirkan dan aman dari fitnah.”
Namun jika kalian mundur dari suatu wilayah lantaran dosa kalian, maka kembalikan wilayah itu dengan taqwa kepada Rabb kalian. Sungguh itu akan terwujud jika kalian melakukannya. Ingatlah jika musuh kalian berperang di jalan Thaghut, maka kalian berperang di jalan Allah yang Maha Agung. Dan jika mereka berperang demi menegakkan kalimat kekafiran, maka kalian berperang di jalan untuk meninggikan kalimat Allah.
Dan jika mereka berperang demi secuil dunia maka kalian berperang demi pahala yang besar dan perdagangan yang menyelamatkan kalian dari adzab yang pedih. Dan mereka berperang, sedangkan dalam diri mereka ada pengkhianatan dan kekafiran, maka kalian berperang dengan keimanan dan al-Quran di dalam hati kalian.
Jika mereka berperang sedangkan ‘upah’ mereka adalah neraka, maka balasan bagi kalian berada di sisi ar-Rahman surga yang seluas langit dan bumi insya Allah.
Allah Ta’ala berfirman:
فَأَيُّ الْفَرِيقَيْنِ أَحَقُّ بِالْأَمْنِ ۖ إِنْ كُنْتُمْ تَعْلَمُونَ
الَّذِينَ آمَنُوا وَلَمْ يَلْبِسُوا إِيمَانَهُمْ بِظُلْمٍ أُولَٰئِكَ لَهُمُ الْأَمْنُ وَهُمْ مُهْتَدُونَ
“…Maka manakah di antara dua golongan itu yang lebih berhak memperoleh keamanan (dari malapetaka), jika kamu mengetahui? Orang-orang yang beriman dan tidak mencampuradukkan iman mereka dengan kedzaliman (syirik). Inilah yang dijanjikan Allah dan Rasul-Nya untuk kita.” (Al-An’am: 81-82)
Kemudian aku peringatkan akan persengketaan dan perselisihan dalam ilmu dan amal kalian, sedangkan kalian berada dalam satu kubu dan sama-sama mentauhidkan Rabb kalian dan kalian perangi musuh kalian. Kalian berusaha meninggikan kalimat Allah di muka bumi.
Firman-Nya:
يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا إِذَا لَقِيتُمْ فِئَةً فَاثْبُتُوا وَاذْكُرُوا اللَّهَ كَثِيرًا لَعَلَّكُمْ تُفْلِحُونَ
وَأَطِيعُوا اللَّهَ وَرَسُولَهُ وَلَا تَنَازَعُوا فَتَفْشَلُوا وَتَذْهَبَ رِيحُكُمْ ۖ وَاصْبِرُوا ۚ إِنَّ اللَّهَ مَعَ الصَّابِرِينَ
“Hai orang-orang yang beriman. Apabila kamu memerangi pasukan (musuh), maka berteguh hatilah kamu dan sebutlah (nama) Allah sebanyak-banyaknya agar kamu beruntung. Dan taatlah kepada Allah dan Rasul-Nya dan janganlah kamu berbantah-bantahan, yang menyebabkan kamu menjadi gentar dan hilang kekuatanmu dan bersabarlah. Sesungguhnya Allah beserta orang-orang yang sabar.” (Al-Anfal : 45-46)
Perselisihan adalah sebab berkuasanya musuh, perselisihan adalah sebab terjadinya keburukan dan timbulnya permusuhan antar kalian. Maka jangan mengikuti apa yang dilakukan para ummat terdahulu, yang melaksanakan satu perkara namun meninggalkan perkara yang lain.
Maka Allah percikkan api permusuhan dan kebencian diantara mereka.
Allah berfirman:
فَنَسُوا حَظًّا مِمَّا ذُكِّرُوا بِهِ فَأَغْرَيْنَا بَيْنَهُمُ الْعَدَاوَةَ وَالْبَغْضَاءَ إِلَىٰ يَوْمِ الْقِيَامَةِ ۚ وَسَوْفَ يُنَبِّئُهُمُ اللَّهُ بِمَا كَانُوا يَصْنَعُونَ
“…Tetapi mereka (sengaja) melupakan sebagian dari apa yang mereka telah diberi peringatan dengannya; maka Kami timbulkan diantara mereka permusuhan dan kebencian sampai hari kiamat. Dan kelak Allah akan memberitakan kepada mereka apa yang mereka kerjakan.” (Al-Ma’idah : 14)
Dan janganlah kalian sampai menyelisihi amir-amir kalian. Dengarkan dan taatilah dia sebagai bentuk ibadah selama ia tidak memerintahkan kemaksiatan. Ketahuilah, bahwa perselisihan kalian terhadap mereka adalah perkara Jahiliyah.
Sungguh Allah memuliakan kalian hanya dengan Islam dan Jama’ah, selalu mendengar dan taat.
وَاذْكُرُوا نِعْمَتَ اللَّهِ عَلَيْكُمْ إِذْ كُنْتُمْ أَعْدَاءً فَأَلَّفَ بَيْنَ قُلُوبِكُمْ فَأَصْبَحْتُمْ بِنِعْمَتِهِ إِخْوَانًا وَكُنْتُمْ عَلَىٰ شَفَا حُفْرَةٍ مِنَ النَّارِ فَأَنْقَذَكُمْ مِنْهَا ۗ كَذَٰلِكَ يُبَيِّنُ اللَّهُ لَكُمْ آيَاتِهِ لَعَلَّكُمْ تَهْتَدُونَ
“…Dan ingatlah akan nikmat Allah kepadamu ketika kamu dahulu (masa Jahiliyah) bermusuh-musuhan, maka Allah mempersatukan hatimu lalu menjadilah kamu karena nikmat Allah, orang-orang yang bersaudara; dan kamu telah berada di tepi jurang neraka, lalu Allah menyelamatkan kamu dari padanya. Demikianlah Allah menerangkan ayat-ayat-Nya kepadamu, agar kamu mendapat petunjuk.” (Ali ‘Imran : 103)
Ingat dan perhatikan firman Allah:
إِنَّ اللَّهَ لَا يُغَيِّرُ مَا بِقَوْمٍ حَتَّىٰ يُغَيِّرُوا مَا بِأَنْفُسِهِمْ
“…Sesungguhnya Allah tidak merubah keadaan sesuatu kaum sehingga mereka merubah keadaan yang ada pada diri mereka sendiri...” (Ar-Ra’d : 11)
Dan kepada Junud Khilafah di Khurasan, Bangladesh, dan Indonesia, Kaukasus, Filipina, Yaman, Jazirah Arab, Sinai, Mesir, Tunisia, Aljazair dan Libya, Somalia pun Afrika Barat…
Ketahuilah bahwa kalian hari ini adalah penopang Islam di muka bumi dan pasak-pasak Khilafah di dalamnya. Kalian buat seluruh sekte Kafir terperanjat dengan jihad, kesabaran dan keteguhan kalian.
Kalian ajari manusia bagaimana menuju jalan kemenangan, dengan kebaikan berjama’ah dan merealisasikan ketaatan, dengan mendirikan jama’ah muslimin besar (Khilafah) di saat kondisi Jahiliyah terus melanda karena banyaknya faksi yang tercerai berai dimana-mana.
Kalian telah membuat seluruh kuffar geram dengan jihad dan bersatunya kalian, sebagaimana kemarahan mereka saat Khilafah Islam tegak. Oleh karenanya, mereka akan terus berusaha memadamkan cahaya Allah yang berada di tengah kalian dengan menghembuskan racun perpecahan dan perselisihan.
Maka bersabarlah, dan kuatkan kesabaran, janganlah takut dan teguhlah, dan jangan melarikan diri tatkala pertempuran. Jika kalian bersabar, niscaya Allah akan menyokong kalian, menolong kalian dan mengokohkan injakan kaki kalian.
Ketahuilah bahwa surga berada di bawah naungan pedang. Ketahuilah jika sebagian komandan kalian terbunuh, maka Allah akan menggantikannya dengan yang lain untuk kalian, baik yang serupa atau lebih baik darinya. Allah tidak akan menelantarkan kalian dan jangan bersedih, sungguh Allah bersama kita.
Wahai mujahidin yang bersabar di atas kesedihan dan cobaan di Sirte (Libya –red)…
Kalian telah memberikan pelajaran kepada musuh dari kesabaran kalian. Kalian tulis pelajaran di atas lembaran kemuliaan dengan darah kalian yang suci.
Dari dulu Eropa hingga kini masih berambisi untuk memerangi Khilafah dan benteng Islam di Iraq dan Syam, sampai kalian guncang keamanan mereka dengan berkembangnya kalian dan kalian balikkan timbangan politiknya dengan jihad kalian.
Sehingga kalian menjadi batu penghalang dan batu karang kuat yang membuat hancurnya motivasi mereka, yang dengannya makar mereka berantakan. Sungguh musuh kalian merasakan keperihan sebagaimana kalian merasakannya, namun kalian mengharap dari Rabb kalian apa yang tidak mereka harapkan. Jangan sampai kalian tinggalkan pos-pos perang kalian dan tempat-tempat ribath kalian. Hampir-hampir saja musuh kalian bosan, pasukan mereka dihadang dan dicerai beraikan.
Dan tidak lupa pada kesempatan ini untuk mengingatkan kaum muslimin pada umumnya…
Jika jalan kalian sudah mulai menyempit dan jalan hijrah ke Iraq dan Syam sudah terputus, maka Allah telah menjadikan banyak cara untuk berhijrah ke sejumlah wilayah-wilayah lainnya yang berbarokah, supaya meninggikan bangunan Islam di sana dan mendapatkan keutamaan dengan bersegera dalam menolong Dien Allah dan meninggikan kalimat-Nya.
Allah berfirman :
يَا عِبَادِيَ الَّذِينَ آمَنُوا إِنَّ أَرْضِي وَاسِعَةٌ فَإِيَّايَ فَاعْبُدُونِ
“Hai hamba-hamba-Ku yang beriman, sesungguhnya bumi-Ku luas, maka sembahlah Aku saja.” (Al-Ankabut : 56)
Dan kepada saudaraku-saudaraku yang tengah memegang bara yang Allah uji dengan tertawannya mereka. Meski sengitnya pertempuran kami dalam melawan musuh-musuh Allah…
Demi Allah kami tidak lupa dan tidak akan melupakan kalian.
Bagaimana bisa kami lupa sedangkan kalian selalu terngiang dalam benak kami, dan kegundahan kami yang tidak hilang dalam jiwa. Kami meminta kepada Allah supaya belenggu tali yang menawan kalian terlepas melalui tangan kami, pun terpecahnya jeruji besi penjara kalian dengan senjata dan kekuatan kami.
Dan itu bukanlah hal yang sulit bagi Allah. Maka hendaklah kalian kembali kepada Allah atas musibah yang menimpa kalian, dan ingatlah Dia tengah menyimpan kalian untuk hari dimana kalian menolong Dien dan Daulah kalian.
Sungguh aku memotivasi kalian untuk mendo’akan saudara-saudara kalian di Daulah Islamiyah agar Allah memberikan jalan keluar bagi setiap perkara mereka dan menurunkan pertolongan Allah pada mereka, pun cukup hanya bergantung pada Allah dan tidak kepada selain-Nya.
Semoga Allah melepaskan belenggu tawanan kalian, mengentaskan penderitaan kalian dan menyembuhkan luka kalian, menguatkan tekad kalian dan memberikan kepada kalian jalan keluar.
Wahai kaum muslimin dimana saja kalian berada…
Aku berbela sungkawa terhadap kalian dan mujahidin atas gugurnya para masyaikh dan komandan, utamanya Syaikh Abu Muhammad al-Adnani dan Syaikh Abu Muhammad al-Furqan. Semoga Allah menempatkan mereka di surga firdaus tertinggi. Mereka adalah sebaik-baik menteri kami dan para pemimpin yang shalih.
Allah memuliakan mereka dengan sejarah kebaikan dan dan jasa-jasa mereka, dan kesungguhan mereka dalam meninggikan bangunan Khilafah dan menegakkan hukum Allah di muka bumi, sampai akhirnya mereka gugur dan telah menunaikan apa tugas mereka. Demikianlah penilaian kami dan Allah-lah sebenarnya yang menilai mereka.
Kami berikan pula kabar gembira dengan karunia Allah dan pemberian-Nya bahwa Khilafah tidak akan terpengaruh dengan terbunuhnya mereka, apa lagi roda jihad, ia tidak akan berhenti dengan kehilangan mereka.
Sebaliknya, jasad-jasad yang suci itu hanyalah merupakan kurban yang kami serahkan di hadapan Allah demi meraih keridhaan-Nya, pun demi meraih kemenangan yang nyata dan penaklukkan yang dekat, dengan izin Allah.
Telah kita ketahui dalam Kitabullah bahwa gugur syahidnya para komandan dan orang-orang shalih adalah pintu terdekat untuk mendapatkan penaklukkan di muka bumi, pun pahala dunia dan akhirat Allah berfirman tentang keadaan para Nabi dan para pengikutnya:
وَكَأَيِّنْ مِنْ نَبِيٍّ قَاتَلَ مَعَهُ رِبِّيُّونَ كَثِيرٌ فَمَا وَهَنُوا لِمَا أَصَابَهُمْ فِي سَبِيلِ اللَّهِ وَمَا ضَعُفُوا وَمَا اسْتَكَانُوا ۗ وَاللَّهُ يُحِبُّ الصَّابِرِينَ
وَمَا كَانَ قَوْلَهُمْ إِلَّا أَنْ قَالُوا رَبَّنَا اغْفِرْ لَنَا ذُنُوبَنَا وَإِسْرَافَنَا فِي أَمْرِنَا وَثَبِّتْ أَقْدَامَنَا وَانْصُرْنَا عَلَى الْقَوْمِ الْكَافِرِينَ
فَآتَاهُمُ اللَّهُ ثَوَابَ الدُّنْيَا وَحُسْنَ ثَوَابِ الْآخِرَةِ ۗ وَاللَّهُ يُحِبُّ الْمُحْسِنِينَ
“Dan berapa banyaknya Nabi yang berperang bersama-sama mereka sejumlah besar dari pengikut(nya) yang bertaqwa. Mereka tidak menjadi lemah karena bencana yang menimpa mereka di jalan Allah, dan tidak lesu dan tidak (pula) menyerah (kepada musuh). Allah menyukai orang-orang yang sabar. Tidak ada doa untuk mereka selain ucapan: ‘Ya Rabb kami, ampunilah dosa-dosa kami dan tindakan-tindakan kami yang berlebih-lebihan dalam urusan kami dan tetapkanlah pendirian kami, dan tolonglah kami terhadap kaum yang kafir’. Karena itu Allah memberikan kepada mereka pahala di dunia dan pahala yang baik di akhirat. Dan Allah menyukai orang-orang yang berbuat kebaikan.” (Ali ‘Imran : 146-148)
Ya Allah, yang menurunkan Kitab, yang menggerakkan awan dan yang mengalahkan pasukan Ahzab… Kalahkan mereka dan tolonglah kami dalam menghadapi mereka…
Ya Allah, hancurkanlah para kuffar penjahat yang menghalangi manusia dari jalan-Mu dan mendustakan Rasul-Mu dan memerangi wali-wali-Mu…
Ya Allah, timpakanlah mereka masa paceklik sebagaimana di masa Yusuf…
Ya Allah, kumpulkan mereka semua dalam satu jumlah pasukan dan bunuhlah mereka sampai habis berkeping-keping dan jangan sisakan mereka sedikitpun…
Ya Allah, cerai beraikan barisan dan kekuatan mereka…
Ya Allah, bagi mereka yang ingin keburukan bagi kami, Dien dan jihad kamimaka timpakanlah selalu keburukan bagi mereka sampai mereka binasakan dirinya dengan tangan mereka sendiri…
Ya Allah, buatlah makar baik untuk kami dan jangan jadikan makar buruk menimpa kami berikan kami petunjuk dan mudahkan kami untuk mendapatkannya tolonglah kami atas mereka yang melampaui batas atas kami Engkau adalah penolong, sebaik-baik pelindung dan penolong kami…
Al-Furqan Media