Tampilkan postingan dengan label Dabiq Edisi 9. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Dabiq Edisi 9. Tampilkan semua postingan

Rabu, 25 April 2018

BADAI YANG SEMPURNA

DABIQ 9 - SPESIAL

BADAI YANG SEMPURNA
Oleh : John Cantlie

Apa yang dimulai sebagai sebuah gerakan eksplosif di Iraq kini tiba-tiba berubah menjadi fenomena global bahwa Barat dan dunia demokrasi secara keseluruhan sedang sakit - bersiap untuk menghadapi sakit.

"Ini adalah prinsip inti kepresidenan saya: Jika Anda mengancam Amerika, maka Anda tidak akan menemukan tempat yang aman". Obama, September 2014.

"Ketika mereka meraih tempat yang aman, maka ini akan menjadi titik peluncuran serangan terhadap Amerika, Barat dan serangan global". RAND Corporation, Maret 2015.

Janji setia yang sekarang dideklarasikan hampir setiap bulan dari berbagai Kelompok Islam di seluruh dunia untuk Islamic State adalah benar-benar apa yang setiap Mujahid berdoa untuknya dan skenario mimpi buruk bagi dunia militer dan politik para pemimpin demokratis seluruh dunia. Pertumbuhan Khilafah yang luar biasa dan fakta bahwa itu benar-benar hidup, kesatuan yang bernapas dengan ribuan mil persegi wilayah kekuasaan telah memberikan umat Islam di seluruh Timur Tengah, Asia, dan Afrika keyakinan dan kepercayaan diri untuk mengangkat senjata, menyatakan sumpah setia mereka, dan meluncurkan operasi dengan kesatuan dan kekuatan tujuan yang benar-benar belum per- nah terlihat sebelumnya.

Apa yang dimulai sebagai "kelompok" Islam paling eksplosif dalam dunia modern telah berubah dengan cepat menjadi gerakan Islam paling eksplosif yang belum pernah terlihat sebelumnya dalam dunia modern.

Tidak ada yang bergerak begitu cepat dan begitu besar skalanya dari ini. Banyak wilayah di Pakistan, Nigeria, Libya, Yaman dan Semenanjung Sinai kini bersatu dibawah panji hitam Tauhid, menyatu bersama menjadi satu dengan nama Islamic State. Mujahidin di provinsi Afghanistan, yang telah lebih satu dekade bertempur dengan sengit dalam peperangan yang dibiayai Amerika, yang menelan biaya triliunan dolar, kurang dari enam bulan setelah Amerika "menarik diri" dengan tertatih-tatih, kini setia kepada khilafah. 
Mujahidin dari Afrika Barat yang mengontrol banyak wilayah di Nigeria dan serangan mereka sekarang sedang meningkat, mengusir tentara nasional yang sekarang dalam keadaan kelelahan dan negara maya mereka hampir runtuh. Mereka menyatakan sumpah setia mereka kepada Khilafah pada bulan Maret, dan mereka adalah grup yang sama, ingat, yang Obama telah mengklaim berhasil lalu mengusir mereka di akhir tahun, lewat kebijakan intervensi Amerika. Bahkan, dia mengklaim bahwa model yang sama (memotong jalur finansial, perekrutan, dan keinginan untuk bertempur) telah berfungsi sangat "baik" dalam mendegradasi mujahidin di sana sebelum sumpah setia mereka kepada Islamic State, dan ini akan berhasil juga terhadap Islamic State.

Tapi sepertinya ada beberapa hal yang tidak berjalan seseuai rencana.

Energi di balik gerakan ini sangat mengerikan. Seekor singa dapat membunuh seekor antelop tapi dorongannya hanya karena lapar dan kelihaian, dan dia bisa, apabila dia bekerja bersama-sama, maka dia bisa merobohkan seekor gajah Afrika. Begitu juga kelompok-kelompok mujahidin di seluruh dunia yang menyatukan kekuatan, maka kekuatan di balik Islamic State akan membuat mereka mampu untuk melahap mangsa yang lebih besar.

Barat dan sekutunya telah, sekali lagi, benar-benar terkejut ketika mendapati diri mereka tidak hanya menghadapi satu musuh di Iraq dan Syam, tetapi sekarang menghadapi pasukan internasional mujahidin yang berjumlah ratusan ribu dari berbagai negara berbeda, dan benua yang terpisah. Perlu waktu bagi koalisi untuk mencari sisi terbaik selama setahun untuk mengumpulkan kampanye menyerang Islamic State, di mana hanya sekarang bisa melihat gerombolan Syiah yang didukung pesawat koalisi bergerak menyerang tikrit, tetapi itu berita lama, bahkan sebelum ini mulai. Mengapa fokus di Tikrit, sedangkan Timur Tengah, Afrika dan Asia sekarang sedang terbakar?

Dan gerakan ini tidak menunjukkan tanda-tanda un- tuk mereda. Bahkan, kecepatan ini, datang bersama dari kelompok-kelompok Islam yang saling berbagi fokus dan kemurnian keyakinan semakin meningkat. Dan semakin banyak kelompok yang bergabung, maka gerakan ini akan menjadi semakin kuat.

Sebagai kelompok-kelompok yang berkembang dari sel-sel yang berbeda dan melancarkan perang masingmasing berubah menjadi satu tubuh, maka itu akan mejadi kekuatan yang besar, bagaikan bola salju yang menggelinding menuruni gunung, maka dia akan semakin besar hingga berakhir menjadi longsoran salju. Semakin bayak pihak yang bekerja sama, sehingga mereka dapat saling menggunakan kemampuan dan kekuatan masing-masing untuk saling mengisi kekosongan sehingga titik kelemahan semakin tertutup.

"Katakanlah satu kelompok sangat baik dalam pembuatan bom dan kelompok lain sangat baik dalam propaganda, "kata Jonah Blank dari "think-tank" AS RAND Corporation. "Jika Anda meletakkan bom yang tepat di tempat yang tepat untuk efek propaganda yang tepat, maka itu dapat jauh lebih penting daripada salah satu dari hal ini pada mereka sendiri."

"Ini bukan sekedar propaganda", kata Gary Bernsten, mantan perwira Intelijen CIA pada wawancara dengan FOX News pada tanggal 9 Maret. "ISIS memiliki miliaran dolar. Mereka memiliki jaringan komunikasi untuk menjangkau kelompok-kelompok ini. Dan ini menunjukkan kepada Anda betapa mematikan dan efektifnya ISIS. Mereka benar-benar kelompok teroris sunni paling dalam sejarah, karena mereka telah menghapus batas ruang bagi bangsa dan negara, dan kelompok lain mengakui ini. Ini menunjukkan bahwa pernyataan Obama bawa "ini bukan Islam" hanyalah narasi palsu. ISIS dengan cerdas telah berhasil menjual diri mereka sendiri kepada ratusan juta orang di luar sana yang sedang mencari pesan". "Dan ketika Islamic State berhasil merebut senjata dari Amerika dan juga dari proksi yang didukung Iran untuk membantai Mujahidin, mereka berhasil meram- pas tank, peluncur roket, sistem rudal, dan sistem pertahanan udara."

Dan apa yang terlambat dari Obama? Sejujurnya, saya tidak melihat apa yang telah dikomentari oleh seorang peraih Nobel Perdamaian baru-baru ini, tetapi dia tidak bisa lebih senang. "Ini adalah strategi untuk mengusir teroris yang mengancam kita, di saat mendukung mitra yang ada di garis depan. Ini adalah salah satu yang telah sukses ditempuh di Yaman dan Somalia untuk beberapa tahun", katanya pada September lalu. Saya tidak punya infomasi mengenai situasi Somalia saat ini, tapi Yaman sudah meledak, dan Islamic State telah benar-benar telah mengambil perang dalam kerusuhan di sana, dan ini sangat jelas tidak termasuk dari "yang telah sukses ditempuh". Kedutaan Amerika telah ditutup lebih dari tiga bulan yang lalu, karena ketakutan terhadap teroris yang mungkin menyerang, sebagai negara yang berkecimpung kepada kekacauan. Apakah Anda ingin kata-kata mereka disajikan dengan acar atau asinan, Presiden?

"(Obama) menyebutkan bahwa kebijakan AS di Yaman dan Somalia sebagai gambaran kesukesan yang disiapkan untuk diterapkan di Iraq dan Suriah – sekali dua kali pukulan dari kekuatan udara AS dengan kekuatan lokal di darat. Tapi Somalia adalah negara yang gagal sedangkan Yaman adalah negara yang sudah sakit akut; keduanya butuh inkubator dari bahaya terorisme" tulis Washington Post sebagai tanggapan atas statemen presiden. Dan itu juga sembilan bulan yang lalu sebelum dunia muslim sebagian besar mengangkat senjata.

Dan ketika Islamic State berhasil merebut senjata dari Amerika dan juga dari proksi yang didukung Iran untuk membantai Mujahidin, mereka berhasil merampas tank, peluncur roket, sistem rudal, dan sistem pertahanan udara. Memperoleh sistem pertahanan udara bisa menjadi langkah logis selanjutnya. Ini adalah kisah film horor politik Barat.

Apa yang terjadi sekarang adalah kemampuan dan pengalaman yang akan berubah menjadi bahaya paling besar bagi Barat yang belum pernah terlihat di era modern. Ketika engkau pernah mengikuti sejumlah mujahidin yang telah ditempa dengan sengitnya pertempuran, lalu mereka bekerja sama dan bertukar informasi untuk pertama kali di bawah satu panji, maka kemampuan untuk melakukan operasi pada tingkat yang belum pernah terlihat sebelumnya akan meningkat dengan pesat.

Biarkan saya melempar operasi hipotesa ke atas meja. Islamic State memiliki uang miliaran dolar di bank, lalu mereka menyuruh orang-orang mereka di wilayah Pakistan untuk membeli peralatan nuklir dari penjual senjata yang memiliki link kepada para pejabat korup di wilayah itu. Perangkat itu kemudian diangkut lewat jalur darat hingga membuatnya di Libya, di mana Mujahidin memindahkannya ke Nigeria. Pengiriman obat dari Kolombia menuju Eropa melalui jalur Afrika Barat, sehingga bergerak untuk menyelundupkan hal serupa dari timur ke barat juga memungkinkan. Nuklir dan mujahidin yang mengangkutnya tiba di garis pantai Amerika Selatan dan diangkut menuju perbatasan dari Amerika Tengah sebelum tiba di Meksiko dan sampai ke perbatasan Amerika Serikat. Dari sana tinggal melompat sedikit melalui terowongan penyelundupan dan simsalabim, mereka telah berbaur dengan 12 juta alien "ilegal" di Amerika dengan bom nulir di bagasi mobil mereka.

Mungkin skenario seperti itu terlalu mengada-ada, tapi itu adalah ringkasan dari semua ketakutan badan-badan intelijen Barat, dan hal seperti itu untuk hari ini jauh lebih mungkin dari pada satu tahun yang lalu. Dan jika bukan bom nuklir, bagaimana dengan beberapa ribu ton peledak amonium nitrat? Itu cukup mudah untuk dibuat. Islamic State tidak merahasiakan fakta bahwa mereka memiliki niat sepenuhnya untuk menyerang Amerika di tanah mereka sendiri dan mereka tidak berbasa-basi, bagaimana dua mujahidin bisa merobohkan lusinan korban jika mereka berasal dari khilafah. Mereka akan mencoba melakukan sesuatu yang besar, sesuatu yang membuat operasi-operasi sebelumnya seperti menembak tupai, dan semakin banyak grup yang bersumpah setia maka hal ini semakin mungkin untuk menarik sesuatu yang benar-benar jagoan.

Ingat, semua ini terjadi dalam kurun waktu kurang dari satu tahun. Akan menjadi betapa bahayanya apabila ada jalur komunikasi dan suplai satu tahun mendatang? Apabila Barat telah gagal total dalam melihat bahaya dari Islamic State dan sekutu mereka yang bersumpah setia dari seluruh dunia, maka suatu hal besar dan penting apalagi yang akan hilang dari mereka?

Biarkan aku tutup pembicaraan ini dengan memberikan contoh ringkas tentang motivasi dalam diri para pejuang muslim untuk melawan Barat. Suatu hari saya berkesempatan untuk bertemu seorang pejuang karismatik dari negara Arab. Seorang yang berpendidikan dan cerdas, dia mengatakan kepadaku dengan nada jijik bahwa beberapa saudaranya kandungnya membantu tentara rezim Arab, "Saya berbicara dengan mereka sesekali setiap bulan di telpon". Dia berkata; "Mereka adalah saudara sedarah saya, jadi saya berbicara dengan mereka dan memberitahu mereka dengan harapan mereka akan berubah. Jika mereka menolak, maka insya Allah saya akan mendapatkan kesempatan untuk membunuh mereka di medan perang. Mereka berjuang untuk rezim thaghut yang mencintai Amerika sementara aku berjuang untuk Allah. Siapa yang lebih kuat?".

Ini adalah contoh rasa hormat dan hinaan bagaimana Barat tidak akan pernah bisa memenangkan perang ini. Barangkali ada kesempatan serangan yang dilakukan di dalam kawasan Barat atau perbatasan Barat dengan Islamic State bisa dihindari dengan negosiasi, tetapi tidak lagi. Wilayah Isamic State melintas dari satu perbatasan ke perbatasan lain seperti api yang membakar di luar kendali, dan hanya tinggal masalah waktu sebelum Islamic State menjangkau dunia Barat.

WAWANCARA BERSAMA AMIR KAMP YARMUK

DABIQ 9 – WAWANCARA

WAWANCARA BERSAMA AMIR KAMP YARMUK

Sehubungan dengan kemenangan bulan ini di Wilayah Damaskus (Damaskus) Daulah Islam terus bergerak maju ke arah benteng pertahanan orang-orang beriman di masa depan selama Al-Malahim, Dabiq mengetengahkan sejumlah pertanyaan kepada amir kawasan tersebut yang mencakup Kamp Al-Yarmuk di Wilayah itu. Tanya jawab kami sajikan berikut ini:

Dabiq: Kapan awal terjadinya pengepungan atas Kamp Al-Yarmuk dan apa pengaruhnya bagi penduduk kamp?

Yarmuk: Segala puji bagi Allah Yang MahaKuat lagi MahaAgung. Shalawat dan salam semoga tercurah kepada ksatria yang murah senyum, kepada para sahabat dan keluarganya. Amma ba’du: Ya Allah, tiada yang mudah selain apa yang Engkau jadikan mudah dan Engkau membuat kesedihan menjadi mudah jika Engkau kehendaki. Ya Allah, anugerahi kami syahadah di atas jalan-Mu sepenuhnya dengan mengharap wajah-Mu.

Pada kenyataanya, pengepungan total atas Damaskus Selatan dimulai sejak empat tahun lalu. Pengecualian atas pengepungan tersebut ialah Kamp Al-Yarmuk. Pihak Rezim berkonspirasi dengan para pemimpin Free Syrian Army di kawasan itu untuk menjaga agar kawasan tetap terbuka dalam rangka mengosongkan gudang-gudang besar yang ditemukan di Distrik ‘Aqraba dan Bait Sahm. Di kedua wilayah itu terdapat gudang milik Rezim yang menyimpan suplai bahan makanan pokok, seperti gula, beras, bulgur, dan lain-lain, mereka menggunakan Kamp Yarmuk sebagai jalan lintas untuk memindahkan suplai makanan ini keluar dari gudan.

Menurut rencana jahat ini Pihak Rezim akan bekerja selama kira-kira satu tahun, hingga dipastikan bahwa gudang dan pabrik-pabrik besar benar-benar kosong dan tidak ada yang tersisa di daerah tersebut kecuali sedikit yang mencukupi kaum Muslimin selama satu atau dua bulan. Pekerjaan diselesaikan di bawah pengawasan Aknaf Baitul Maqdis dan merekalah yang mengawasi satu-satunya jalan menuju kamp tersebut. Jalan itu ditutup pada 15 Ramadhan 1433. Pada saat itulah kelaparan menyerang kaum Muslimin dan kematian mulai merenggut nyawa mereka hingga mencapai 170 orang karena kurangnya persediaan makanan dan kelaparan.

Dabiq: Apa hubungan antara Aknaf Baitul Maqdis dan Hamas? Apakah Hamas mengambil bagian secara militer, operasional, politik, atau lewat propaganda, dalam perang melawan Daulah Islam?

Yarmuk: Aknaf Baitul Maqdis adalah cabang Hamas di Damaskus Selatan. Fraksi ini didirikan di masa-masa awal peristiwa di Syam untuk tujuan fundamental, membentuk suatu kekuatan internal yang dianggap "revolusioner" di mana pada saat bersamaan berperan sebagai penjaga yang melindungi Damaskus yang dikendalikan Rezim; dan Aknaf berhasil melakukan peran ini. Adapun apa yang terkait dengan hubungan antara Hamas dan Aknaf, nama-nama ketiga pemimpin yang mendirikan faksi ini adalah sebagai berikut. Abu Ja’far, komandan umum Aknaf Baitul Maqdis, seorang tokoh terkenal di Hamas. Abu Ahmad Az-Zaghmut, dikenal sebagai "Sang Kanselir", adalah komandan militer. Posisi sebelumnya di Hamas ialah pengawal pribadi Khalid Misy’al. Nidal Abu Al-A’la, anggota pendiri Aknaf, dulu bekerja sebagai seorang pengawal pribadi bagi pemimpin Hamas terkemuka, Abu Marzuq.

Kami memiliki rekaman percakapan seseorang yang disebut "Abu Shuhaib" Yahya Haurani. Dia adalah komandan kamp Asy-Syathat dan merupakan link yang menghubungkan antara Hamas dan komandan umum Aknaf; Abu Ja’far. Percakapan ini mengungkap dukungan yang diberikan kepada Aknaf oleh Hamas.

Adapun peperangan Aknaf terhadap Daulah Islam, pada saat diumumkannya Daulah Islam, Aknaf tidak berani mengobarkan perang melawan Daulah Islam secara mliter. Mereka merasa cukup dengan perang melawan Daulah Islam secara ideologi, politik, dan melalui propaganda. Akan tetapi, setelah diumumkannya Khilafah Islamiyah pada 1 Ramadhan 1435 H dan disebabkan oleh keserakahan faksi-faksi dan Shahawat yang didirikan di kawasan tersebut, untuk pertama kalinya Aknaf berpartisipasi secara militer dalam perang melawan Daulah Islam. Perang berlangsung selama 8 bulan. Pada saat itu, kami berjumlah sedikit sementara Shahawat berjumlah lebih banyak daripada kami. Akan tetapi, hanya dengan karunia Allah, kami mampu mengusir mereka dari Al-Hajar Al-Aswad, benteng pertahanan Daulah Islam di Damaskus. Kami membuat mereka mengalami kerugian jiwa yang besar dengan meninggalkan lebih dari 300 tentara mereka yang cedera dan terbunuh. Sebagian besar yang cedera dibawa ke rumah-rumah sakit milik Rezim untuk dirawat.

Dabiq: Apa kesepakatan antara Aknaf Baitul Maqdis dan Rezim Nushairiyah? Sebutkan secara terperinci bentuk "rekonsiliasi" yang dilakukan kedua belah pihak yang hampir terlaksana?

Yarmuk: Persetujuan itu bertujuan untuk menjadikan Kamp Yarmuk netral dalam konflik yang sedang berlangsung di kawasan tersebut dan menyerahkannya kepada faksi-faksi Palestina yang bersekutu dengan Rezim Nushairiyah yang diwakili oleh milisi "Perintah Jenderal" milik Ahmad Jibril, Organisasi Pembebasan Palestina (PLO), dan sejumlah faksi lainnya. Sang "Kanselir" Abu Ahmad ditugaskan untuk mengadakan negosiasi dan pengambilalihan. Dia ditunjuk oleh Abu Ja’far dan mulai mengadakan kerjasama tersebut di sebuah acara fashion terbuka di akhir rencana. Sumber-sumber keamanan kami yakin adanya pengkhianatan ini. Persoalan meningkat menjadi penyelundupan amunisi dan perlengkapan militer lewat kotak-kotak bantuan. Dan hal inilah yang memaksa kami secepatnya melakukan intervensi dan menghancurkan misi tersebut.

Dabiq: Setelah Daulah Islam mengambil alih kamp, terdapat laporan yang saling bertentangan mengenai tentara faksi Aknaf. Beberapa laporan mengklaim bahwa mereka menyerahkan diri mereka kepada Rezim Nushairiyah, lainnya mengklaim bahwa mereka bertaubat dan berbai’at kepada Daulah Islam, dan yang lainnya lagi mengklaim bahwa mereka kabur ke wilayah Rezim Nushairiyah dan bertempur bersama-sama dengan Rezim melawan Daulah Islam. Sebenarnya apa yang terjadi dengan faksi ini? Apakah masih eksis?

Yarmuk: Dengan masuknya Daulah Islam ke kamp serta serangan kuat yang menghancurkan Aknaf dan seluruh faksi di kawasan tersebut, maka Aknaf terpecah menjadi tiga kelompok. Kelompok pertama menyerahkan diri kepada Daulah Islam sehingga darah mereka terselamatkan. Jumlah mereka hampir mendekati 70 orang. Hal ini terjadi setelah situasi di depan mereka menjadi jelas dan setelah mereka menyaksikan pengkhianatan Aknaf dengan mata kepala mereka sendiri, termasuk para pemimpin Aknaf yang pergi ke pihak Rezim setelah dikepung di pinggiran kamp dan kembalinya mereka ke kawasan tersebut dari arah jalan lintas Sidi Miqdad setelah diberikan rencanarencana baru, personel, dan amunisi untuk berperang melawan Daulah Islam. Terdapat kesaksian dari beberapa anggota yang menyatakan bahwa Rezim menyediakan amunisi dan makanan bagi mereka serta masuknya unsur-unsur Rezim untuk berperang melawan Daulah Islam bersama- sama dengan Aknaf.

Kelompok kedua Aknaf bergabung dengan milisi "Perintah Jenderal" milik Ahmad Jibril. Mereka dan juga Rezim saat ini tengah berperang di pinggiran kamp.

Kelompok ketiga kembali bergabung dengan kepemimpinan Aknaf, yaitu di kawasan "rekonsiliasi": Yalda, Babila, dan Bait Sahm. Setelah mereka meninggalkan kamp, pihak Rezim mengembalikan mereka ke wilayah tersebut lewat jalan Sidi Miqdad dan kini mereka berperang bersama milisi Zahran ‘Allusy dan faksi-faksi lain melawan Daulah Islam.

Dabiq: Terdapat laporan bahwa beberapa faksi menimbun makanan yang dikirim ke kamp, 1 kilogram beras sekarang harganya lebih dari 13.000 Pound Suriah, dan ratusan orang mati karena kelaparan. Apakah benar bahwa beberapa faksi mendapatkan keuntungan dari pengepungan dengan mengorbankan Muslimin di dalam kamp? Siapa saja pemimpin- pemimpin dan faksi-faksi tersebut?

Yarmuk: Setelah menyerang kamp, Daulah Islam menemukan gudang penyimpanan milik Aknaf, berisi makanan yang ditimbun setelah Aknaf memandangnya sebagai bentuk pendistribusian bantuan makanan ke kamp. Bukan rahasia lagi bagi siapa pun di dalam kawasan tersebut bahwasanya faksi-faksi pejuang semacam Liwa’ Al-Islam, Ababil Hauran, dan Syam Ar-Rasul tidak pernah mengalami dampak dari pengepungan. Mereka biasanya menyimpan makanan untuk mereka sendiri dan para pejuangnya. Harganya pun terkadang bisa mencapai titik tertinggi. Harga 1 kilogram beras dan bulgur mencapai 15.000 Pound Suriah. Banyak bukti atas faksi-faksi ini dan kami memiliki foto gudang Liwa’ Al-Islam setelah menyerang mereka di kawasan Yalda. Gudang mereka penuh dengan persediaan makanan. Isinya tidak hanya dipenuhi oleh makanan pokok, tetapi juga makanan mewah semacam halva, kacang, biji-bijian, dan kurma. Faksi-faksi ini tidak berhenti memperjualbelikan kelaparan kaum Muslimin di kawasan-kawasan "rekonsiliasi" sampai sekarang dan mereka menimbun sebagian besar suplai makanan yang memasuki kawasan. Bagian terbesar dari pencurian ini jatuh ke tangan "para syaikh" "rekonsiliasi". Mereka juga merencanakan untuk mengosongkan kamp yang berisi penduduk Muslim dengan menetapkan bahwa bantuan makanan hanya akan didistribusikan kepada para keluarga Yarmuk yang tinggal di kawasan "rekonsiliasi."

Dabiq: Bagaimana orang-orang yang ada di dalam kamp ketika menerima tentara Daulah Islam?

Yarmuk: Dikarenakan perang propaganda yang besar dan tuduhan yang licik dari media, maka terjadi ketakutan besar dari kaum Muslimin di dalam kamp, karena gambaran mengenai Daulah Islam ialah bahwasanya mereka senang membunuh dan menyembelih serta mereka membunuh orang-orang berdasarkan kecurigaan. Mereka juga menuduh bahwa Daulah Islam akan memotong jari-jemari para perokok. Banyak tuduhan dusta juga disebarkan oleh musuh-musuh Daulah Islam. Kami menyaksikan lebih dari satu kejadian mengharukan pada hari-hari pertama pembebasan kamp. Suatu ketika, seorang Muslimah keluar bersama anakanaknya dan meminta kepada kami untuk membunuhnya dan tidak menjadikannya sebagai budak! Hasbiyallahu wani’ma al-wakil! Setelah itu kami memberinya roti dan bantuan serta menjelaskan semuanya kepadanya. Setelah beberapa hari, dia kembali dan membela Daulah Islam seraya berkata, "Demi Allah, aku tidak pernah melihat sesuatu apa pun dari mereka selain kebaikan. Apa yang mereka berikan kepada para penghuni kamp dalam beberapa hari tidak pernah kami dapatkan dari faksi-faksi itu selama bertahun-tahun!"

Dabiq: Bagaimana kondisi kamp saat ini?

Yarmuk: Situasi di dalam kamp sekarang baik, alhamdulillah. Sekarang kamp berada di bawah naungan Khilafah. Dengan adanya bantuan makanan membuktikan; pertama, sebagai karunia dari Allah ‘Azza wa Jalla, dan kedua, karena masuknya Tentara Khilafah ke dalam kamp. Tetapi situasi ini tidak disukai pihak Rezim Nushairiyah dan para anteknya di kawasan tersebut, maka pihak Rezim mulai menjatuhkan ratusan barel bom dan roket serta menghasut sejumlah orang untuk mendukung para syaikh jahat untuk mengusir Daulah Islam dari kamp tersebut. Mereka menggunakan berbagai bentuk tekanan dari luar dan dalam. Satu bentuk tekanan berupa penyebaran pos perbatasan antara kawasan "rekonsiliasi" dan kamp sebagaimana juga pemblokiran terhadap suplai bahan makanan apa pun bagi penduduk kamp dan Al-Hajar Al-Aswad supaya tidak masuk. Mereka mulai menahan para pemuda dari Al-Hajar Al-Aswad atau kamp tersebut. Sebagaimana telah saya sebutkan sebelumnya, mereka juga secara khusus mendistribusikan bantuan makanan ke kawasan "rekonsiliasi." Hal ini terlaksana melalui milisi "Perintah Jenderal", karena milisi ini setia kepada Rezim.

Dabiq: Banyak kaum Muslimin yang berharap bahwa pembebasan kamp adalah satu langkah menuju pembebasan Damaskus. Bagaimana anda melihat masa depan perang melawan Rezim Nushairiyah setelah pembebasan kamp?

Yarmuk: Tujuan pertama dan asasi kami ialah membebaskan Damaskus, sedangkan membebaskan Kamp Yarmuk merupakan langkah awal bagi terealisasinya tujuan ini. Bagaimapun, hal ini tidaklah mudah. Kami mohon kepada Allah agar menguatkan kami, sehingga kami bisa membebaskan Damaskus, Al-Quds, dan Roma. Namun ada perkara yang perlu disebutkan, yaitu banyak faksi di kawasan tersebut didirikan dan diciptakan demi melindungi wilayah Damaskus yang dikuasai Rezim dan berusaha menghalang-halangi upaya kami memasuki Damaskus. Daulah Islam mengobarkan perang melawan faksi-faksi ini dan mengungkap makar mereka, termasuk mereka yang berada di "Pengawal Damaskus" di Divisi 4. Daulah Islam terus maju guna menghancurkan divisi ini dan membinasakan para pemimpinnya, tetapi Allah menentukan bahwa sang komandan divisi, seseorang yang dipanggil "Bayan Maz’al", lolos. Kini dia bekerja di dalam salah satu departemen intelijen Rezim. Faksi kedua yang didirikan sebagai alternarif bagi Divisi 4 adalah Aknaf dan mereka telah dihancurkan, dengan karunia Allah. Alternatif baru yang telah muncul sekarang ini ialah Liwa’ Syam Ar-Rasul dan milisi Zahran ‘Allusy. Dengan izin Allah, pembersihan mereka dari kawasan tengah berlangsung saat ini, sebagaimana persiapan untuk perang Damaskus.

Dabiq: Bagaimana kondisi wilayah dekat kamp seperti Al-Hajar Al-Aswad dan Yalda?

Yarmuk: Kawasan selatan Damaskus terbagi menjadi dua bagian. Bagian pertama telah bergabung ke dalam "rekonsiliasi" dengan pihak Rezim dan secara berangsur kembali berada di bawah kontrol Rezim. Ini terdiri dari Yalda, Babila, dan Bait Sahm yang didominasi oleh Shahawat dan diperintah oleh tiga tokoh yang setia kepada Rezim Nushairiyah. Delegasi dari Rezim terdiri dari pegawai dan pejabat yang memasuki kawasan setiap harinya. Semua ini terjadi di bawah pengawasan orang-orang yang disebut "mujahidin" "Liwa’ Al-Islam" dan faksi-faksi lainnya.

Bagian kedua ialah Al-Hajar Al-Aswad, Al-Yarmuk, dan At-Tadamun, yaitu wilayah-wilayah yang ditempati Tentara Khilafah. Pertempuran di sana sangat keras, garis depannya terus berkobar, dan pemboman atas tempat-tempat ini terjadi setiap hari. Dengan karunia Allah, daerah-daerah ini sekarang berada di bawah hukum Allah.

Dabiq: Apa peran Jaisyul “Islam" dan Jabhah "Islamiyah"-nya Zahran ‘Allusy dalam perang melawan Daulah Islam? Apakah ada kerjasama antara mereka dan faksi Syabbihah serta rekonsiliasi?

Yarmuk: Tugas Jaisyul “Islam” dan faksi-faksi lain di kawasan itu hanya sekedar mengarahkan senjata mereka kepada Daulah Islam dan para pendukungnya, sementara keadaan front-Jabhah Shahawat dengan pihak Rezim tenang. Kami belum melihat adanya konflik di antara mereka (pihak Rezim dan Shahawat) selama kurang lebih setahun. Selain itu, sebagaimana telah kami sebutkan sebelumnya, mereka mengamankan "rekonsiliasi" di tiga kawasan dan menggunakan militer, senjata, dan amunisi mereka untuk memerangi Daulah Islam. Delegasi media, termasuk saluran media Rafidhah, masuk di bawah perlindungan faksi-faksi ini, sementara Angkatan Bersenjata Nasional dibentuk oleh anggota-anggota dari faksi-faksi ini dan kantor-kantor mereka ada di dalam kawasan "rekonsiliasi" ini. Konvoi militer Rezim masuk dan keluar dari pos perbatasan Jabhah "Islamiyah" milik ‘Allusy. Semua upaya yang dilakukan Shahawat untuk menyerang posisi-posisi Daulah Islam diawali oleh serangan udara Rezim terhadap posisiposisi tersebut. Dalam beberapa hari terakhir, kami mampu melihat sejumlah besar amunisi memasuki wilayah-wilayah tersebut yang secara khusus didistribusikan di antara faksi-faksi yang memerangi Daulah Islam. Hal penting untuk dicatat bahwa kapan pun Shahawat memulai peperangan melawan Daulah Islam, bantuan mengalir ke daerah-daerah "rekonsiliasi " dan para pendukungnya menyalurkan sejumlah besar uang kepada faksi-faksi ini (Jaisyul “Islam”, Syam Ar-Rasul, Ababil Hauran) yang menyebut diri mereka moderat.

Dabiq: Sekarang apa rencana Shahawat terhadap Wilayah Damaskus umumnya dan Kamp Yarmuk khususnya?

Yarmuk: Formasi koalisi untuk memerangi Daulah Islam, khususnya di Damaskus Selatan terjadi selama beberapa minggu dan bulan terakhir. Musuh-musuh agama ini sebagian besar bergantung kepada Zahran ‘Allusy yang melaksanakan makar Barat dan boneka-bonekanya di Teluk. Akhir-akhir ini, Zahran mengirim sebuah pesan yang meyakinkan kembali Barat dan para pendukungnya di antara thawaghit Teluk lewat sejumlah pernyataan yang dipublikasikan di jaringan-jaringan sosial, di mana dia menyebarkan semua pasukannya untuk memerangi Daulah Islam, sehingga meninggalkan semua garis depannya terhadap Rezim dalam keadaan tenang dan tidak memobilisasi pasukan bersenjata ini untuk menghentikan pengepungan atas Ghuthah bagian timur.

Mobilisasi ini tampak di Al-Qunaithirah dan Al-Qalamun. Dalam beberapa hari terakhir, pihak Rezim memberi jalan bagi konvoi Jaisyul Islam untuk keluar dan pergi ke arah Qalamun Timur guna memerangi Daulah Islam atas nama mereka. Koalisi ini juga tercermin di tempat lain dalam jumlah besar, yaitu di Damaskus Selatan secara umum dan di Kamp Yarmuk secara khusus. Terdapat rencana besar yang diadakan faksi-faksi ini (Jaisyul “Islam”, Syam Ar-Rasul, dan Ababil Hauran) untuk mengepung Daulah Islam di Damaskus Selatan. Faksi-faksi ini mengadakan rencana dan mulai memerangi Daulah Islam untuk mengusirnya dari kawasan "rekonsiliasi" yang terencana karena Khilafah menolak total sebuah "rekonsiliasi" dan memerangi serta menahan setiap orang yang berupaya ke arah tersebut. Dengan cepat, Daulah Islam membongkar makar jahat ini dan mulai menggagalkannya. Dengan pertolongan Allah, rencana untuk mengalihkan kawasan ke Rezim Nushairiyah akhirnya dikalahkan.

Dabiq: Apakah di antara faksi ini ada yang memperlihatkan ketertarikan untuk bergabung dengan Daulah Islam? Apakah ada sebagian tentara dan pasukan dari faksi-faksi itu datang dan berbai’at kepada Daulah Islam?

Yarmuk: Setelah menghancurkan Shahawat di kawasan Al-Hajar Al-Aswad dan setelah kemenangan besar yang Allah karuniakan kepada Daulah Islam, tentara yang berasal dari faksi-faksi yang memerangi Daulah Islam menemukan diri mereka berada dalam persimpangan jalan. Setelah perang ini, Daulah Islam tumbuh semakin kuat daripada sebelumnya, sehingga dengan demikian, hakikatnya mulai terlihat bagi orang-orang yang mencari kebenaran. Maka banyak prajurit dari faksi-faksi ini segera ikut dalam seminar-seminar syari’ah yang diadakan oleh Daulah Islam. Ada ratusan orang yang menghadirinya, dan segala puji hanya bagi Allah. Kami menyaksikan banyak bai’at dari batalyon terkenal di kawasan tersebut yang secara penuh bergabung ke dalam Daulah Islam.

Dabiq: Mengapa pihak Rezim berusaha untuk menggunakan bom-bom barel terhadap kamp?

Yarmuk: Apa yang terjadi pada tempat mana pun yang dikuasai Daulah Islam ialah pihak Rezim mengadakan berbagai macam serangan udara terhadapnya. Serangan udara Rezim ini mengandung sejumlah tujuan, di antaranya ialah memaksa penduduk lokal meninggalkan wilayah-wilayah yang dikuasai Daulah Islam dan memasuki wilayah-wilayah "rekonsiliasi" sehingga dengan demikian, mereka menguatkan peperangan Shahawat melawan Daulah Islam. Selain itu, mereka memberi pesan kepada masyarakat bahwa kawasan mana pun yang dikuasai oleh Daulah Islam akan dihancurkan secara total. Sebagai hasilnya, setiap upaya yang dilakukan Daulah Islam untuk merebut kawasan-kawasan lainnya akan membuat takut penduduk di kawasankawasan tersebut. Mereka juga menjalankan usaha pihak Rezim yang sia-sia untuk menghambat Daulah Islam agar tidak lagi bergerak maju. Ini membuktikan hancurnya militer Rezim. Setiap kali Daulah Islam maju dan menghasilkan kerugian besar di pihak tentara dan milisi Nushairiyah, sebagai pembalasan, Rezim kemudian mengadakan serangan udara secara membabi buta terhadap tempat-tempat yang dihuni Muslimin.

Dabiq: Apa yang anda lihat dari kunjungan Zahran ‘Allusy akhir-akhir ini ke Turki? Apakah menurutmu orang-orang murtad itu akan membawa "Badai Keputusan" ke Syam dalam rangka membela Shahawat?

Yarmuk: Kunjungan Zahran ‘Allusy ke Turki serta pertemuannya dengan sejumlah pemimpin utama faksi yang berperang di Syam memiliki berbagai dimensi dan konsekwensi tersendiri. Bahkan, demonstrasi militer yang ditunjukkan tentara Zahran di Al-Ghuthah dalam rangka acara kelulusan untuk seminar latihan dasarnya adalah pesan bagi bangsa-bangsa di Barat dan bonekaboneka mereka di Teluk, mengindikasikan bahwa mereka siap untuk mengamankan ibukota Damaskus. Dengan keberangkatan Zahran ke Turki, sejumlah faksi di sebelah timur Ghuthah membubarkan diri dan bergabung dengan tentara Zahran. Kami percaya bahwa akan ada dukungan besar untuk Zahran ‘Allusy dari Teluk dan Barat agar dia memasuki ibukota, bahkan seandainya perkara tersebut membutuhkan sebuah "Badai Keputusan," seperti yang terjadi di Yaman.

Dabiq: Anda tahu betapa pentingnya Damaskus bagi masa depan Islam, Al-Malahim, dan Al-Malhamah Al-Kubra. Bagaimana caranya agar kaum Muslimin bisa membantu mujahidin di Wilayah Damaskus saat ini?

Yarmuk: Betapa qudwah hasanah kita dan Rasul yang mulia shallallahu ‘alaihi wasallam memuji Damaskus, dan hal ini disebutkan dalam sejumlah riwayat. Damaskus merupakan kamp Muslimin selama perang besar (Al-Malhamah Al-Kubra). Akan tetapi, setiap Muslim yang tidak bisa hadir dan berjihad serta mendukung Daulah Islam bisa melakukannya di mana pun dia berada, sebagaimana yang diperintahkan oleh Khalifah hafizhahullah dalam pesan terakhirnya. Do’a yang sederhana dari ikhwah Muslim kita yang sedang melakukan ribath saja merupakan dukungan – sebuah dukungan besar bagi kami. Setiap kemajuan yang dilakukan Khilafah terhadap Nushairiyah dan Rafidhah, setiap perwujudan dari persatuan melalui bai’at kepada Khilafah, dan setiap serangan melawan para pendukung Shahawat –pihak salibis dan Alu Salul– akan mengokohkan mujahidin di Damaskus. Semoga Allah memudahkan prajurit-prajurit Khilafah untuk membebaskan Damaskus. Jazakumullahu khairan.

PERBINCANGAN MUSUH - DABIQ 9

DABIQ 9 – PERBINCANGAN MUSUH

DAULAH ISLAM DALAM PERBINCANGAN MUSUH

Salah satu posisi yang paling hina dari para pengklaim jihad adalah di saat mendapati dirinya mulai dipertimbangkan oleh para Tentara Salib dan Tawaghit Arab sebagai kemungkinan alternatif untuk melawan Khilafah atau "solusi" parsial untuk mencegah ekspansinya. Di mana seseorang sekarang mendengar bahwa Tentara Salib menganggap sekelompok pengklaim jihad sebagai sekutu potensial untuk melayani kepentingan Tentara Salib terhadap Daulah Islam, maka cucilah tanganmu dari kelompok itu dan larilah dari mereka dengan membawa agamamu sebagaimana engkau lari dari para penderita kusta!

Masalahnya adalah bukan karena Tentara Salib menganggap pengklaim Jihad memiliki musuh bersama –yang salah salah satu dari mereka telah dianggap oleh kaum Muslimin, seperti Rafidhah, Nusairiyah, kaum sekuler, dan para pendukung demokrasi ... dan yang ditakuti Tentara Salib lebih dari kaum Muslimin karena alasan materi, seperti musuh mereka; orang-orang Shafawi yang ingin memproduksi senjata nuklir. Akan tetapi, yang dianggap musuh bersama oleh mereka adalah Daulah Islam, yang mana para pemimpin kelompok pengklaim jihad ini yang telah syahid menganggap diri mereka telah memujinya berulang kali.

Berikut ini Anda akan menemukan kata-kata para think-tank Tentara Salib, para analis, penasihat, dan wartawan, yang menyarankan kepada pimpinan Tentara Salib Amerika akan perlunya melestarikan para pemimpin pengklaim jihad dan kelompoknya, serta membangun hubungan dengan mereka, karena dengan melakukan hal ini mereka akan melayani perang salib melawan Daulah Islam.

Di antara yang pertama kali mengeluarkan ide ini kepada pemimpin Tentara Salib Amerika adalah si Yahudi Barak Mendelsohn.

Dalam sebuah artikel Urusan Luar Negeri (Foreign Affairs) yang dipublikasitkan pada tanggal 13 Februari 2014, dia mengatakan, "Amerika Serikat juga harus bersikap rileks untuk kerjasama dengan Islamic Front (Jabhah Islamiyah) dan bahkan mempertimbangkan hubungan lebih dekat dengan JN (Jabhah An-Nusrah) di mana keduanya bekerja untuk menurunkan Presiden Suriah Bashar al-Assad. Hal ini akan memberikan tekanan lebih kepada ISIS, sementara tetap mengizinkan negara Inggris dan kelompok-kelompok Islam untuk saling akrab satu sama lain, memahami sudut pandang dan kekhawatiran masing-masing, dan bahkan mungkin untuk mengurangi orang-orang yang menderita di Suriah. Hubungan mereka pasti akan berharga ketika datang waktunya untuk merekonstruksi negara." (Catatan: Jabhah "Islamiyah" sebelumnya telah bekerja sama dengan agen AS - Qatar, Turki, dan Saudi - tetapi tidak secara langsung dan terbuka, kemudian dengan AS sendiri.)

Konsep ini telah dipetakan oleh Tentara Salib dalam Wall Street Journal pada 29 Agustus 2014 yang berjudul "United Against Islamic State", Mereka menjelaskan peta ini dengan mengatakan secara singkat, "Ketakutan atas penyebaran Islamic State berarti telah menjadikan pihak-pihak yang sering bertentangan sekarang berbagi musuh bersama ... Kelompok- kelompok yang memperlihatkan gesekan atau saling menyerang terhadap satu sama lain sekarang mendapati diri mereka satu barisan dalam keinginan untuk melawan Islamic State ... Dan pertemanan yang paling aneh dari semuanya adalah: Islamic State mengancam al-Qaeda sebagaimana mengancam Barat, yang berarti bahwa, secara fakta, al-Qaeda dan AS sekarang memiliki musuh bersama."

Small Wars Journal milik Tentara Salib menjelaskan fenomena ini secara singkat pada tanggal 22 Maret 2015, "Sekutu kita; para pemberontak yang didominasi basis Sunni dan termasuk dosis sehat Al-Qaeda - musuh setia kita di Iraq dan Afghanistan entah bagaimana sekarang berhasil berada di pihak kita di Suriah."

Dan setelah ini menjadi sekedar penggabungan kepentingan untuk melawan Daulah Islam –bukan untuk melawan orang kafir– Tentara Salib yang lain akan mulai menekankan pentingnya untuk membangun sebuah hubungan yang sebenarnya.

Seorang think-tank utama Tentara Salib –Carnegie Endowment– menulis pada tanggal 24 Maret 2015, "Barat sekarang melihat Jabhah Nusra sebagai ancaman. Tapi pragmatisme Nusra dan evolusi berkelanjutan menunjukkan bahwa mereka bisa menjadi sekutu dalam perjuangan melawan Islamic State ... Sebaliknya apabila menempatkan Nusra dan Islamic State di keranjang yang sama, Barat harus melihat melalui Afiliasi ideologis Nusra dan mendorong pragmatisme sebagai usaha mengakhiri konflik di Suriah."

Kalimat selanjutnya menjabarkan makna "Pragmatisme" Jabhah Jaulani secara rinci: Kerjasama dengan faksi lainnya adalah tanpa syarat dan "Ideologi" yang tidak dipaksakan dengan kekerasan. Penulis artikel mengatakan dalam nada memuji Jabhah Jaulani, "... Nusra tidak memaksakan ideologinya secara borongan. Sementara sumber-sumber lokal mengatakan bahwa 80 persen anggota Islamic State di Suriah bukanlah orang Suriah, sedangkan anggota Nusra sebagian besar adalah warga dan karena itu lebih menyadari akan keragaman budaya dan adat istiadat di daerah itu. Hal ini memungkinkan Nusra untuk memodifikasi pelaksanaan ideologi menurut keragaman tersebut ... "

"... Kemampuan Jabhah Nusra untuk mendapatkan hasil sebagian besar didorong oleh pragmatisme ini. Kelompok ini telah berkolaborasi dengan berbagai kekuatan lokal tanpa mendorong mereka untuk berjuang di bawah payungnya. Sebaliknya, mereka berjuang dengan Nusra sebagai sekutu –perubahan radikal dari model Islamic State, yang tidak mentolerir kolaborasi kecuali benar-benar diperlukan. Pendekatan ini telah memungkinkan Jabhah Nusra untuk memperluas jaringan dukungan dengan cepat, termasuk penambahan beberapa brigade FSA di Aleppo, Hama, dan Dar'a."

Penjabaran tentang Jabhah Jaulani juga dicerminkan di bagian lain yang ditulis oleh Tentara Salib dari Middle East Eye pada tanggal 30 April 2015. Setelah menjelaskan "Pragmatisme" dari Jabhah Jaulani (yaitu bekerjasama dengan semua orang dan tidak menerapkan hudud), penulis mengatakan, "Nusra juga bisa bermanfaat bagi serangan udara AS terhadap IS. Amerika Serikat mendaftar Jabhah Nusra sebagai organisasi teroris pada Desember 2012, jauh sebelum munculnya IS, tapi sejak tahun lalu, intervensi yang dipimpin AS di Suriah dan Iraq sebagian besar telah difokuskan pada tujuan meredam dan 'akhirnya menghancurkan' IS. Walau serangan udara koalisi juga telah menargetkan posisi Nusra, kelompok ini kurang kurang mendapat prioritas dari serangan yang dipimpin AS."

"IS secara signifikan akan melemah oleh serangan dukungan Barat, ... Nusra terlihat lebih baik untuk ditempatkan mengisi kekosongan di bagian utara, tengah dan timur dari Suriah."

"... Nusra bahkan telah menunjukkan dirinya bersedia bekerja sama dengan masyarakat internasional di wilayah itu, tahun lalu dia mau bekerja sama dengan Qatar dalam negosiasi untuk melepaskan 45 pasukan penjaga perdamaian PBB Fiji yang disandera di Golan pada bulan September."

"Dalam jangka panjang, (aktivis media oposisi dari Idlib, Juma al-Qasim) percaya bahwa penolakan rakyat Suriah terhadap IS akan mendorong oposisi untuk merangkul Nusra. ... Dan dengan kemungkinan payung kesepakatan untuk mengikutsertakan perwakilan Islam, Nusra, yang dipersenjatai, didanai dan terorganisir dengan baik, ada di posisi terbaik untuk mengisi peran itu."

Kebijakan untuk mengandalkan para pengklaim jihad untuk melawan Daulah Islam sudah diadopsi oleh beberapa thaghut Arab. Carnegie Endowment menulis pada tanggal 20 April 2015, "Islamic State berusaha untuk menyusup ke Yordania dengan banyak cara. Cara yang paling efektif untuk membangunnya tidak dengan menyerang melalui perbatasan, tetapi dengan memilih Faksi ekstremis Yordania dan mengeksploitasi kemarahan ketidakpuasan sosial di antara pemuda Yordania. Untuk mengatasi tren ini, pemerintah telah berusaha untuk mengeksploitasi perpecahan antara al-Qaida dan Islamic State, melepaskan beberapa ulama (al-Maqdisi dan al-Filistini) yang selaras dengan mantan kelompok mereka dan membiarkan mereka muncul di media."

Kebijakan ini bahkan juga telah disarankan untuk Afghanistan dan Pakistan, bahwa kehadiran Daulah Islam di sana mengancam stabilitas regional. Tentara Salib dalam "War on the Rocks" menulis pada tanggal 13 April 2015, "Namun yang jelas, Mullah Omar masih memiliki nilai penting - terutama di Asia Selatan, di mana dua perkembangan penting bermain keluar. Keduanya secara langsung terkait dengan stabilitas, di mana pemimpin Washington berkepentingan di wilayah tersebut. Dan terlepas dari nasibnya, Mullah Omar akan memiliki dampak pada masing-masing dari mereka. Perkembangan nomor satu adalah pengaruh Daulah Islam yang semakin dalam di Selatan Asia. … Tren kunci kedua adalah bersegeranya Kabul melakukan rekonsiliasi dengan Taliban. ... Akhir tahun lalu, para pejabat AS menyatakan bahwa pasukan Amerika tidak akan lagi aktif mengejar Mullah Omar. Mereka mengisyaratkan bahwa dia tidak lagi menimbulkan ancaman langsung terhadap pasukan AS. Secara zhahir, alasan ini menunjukkan bahwa Washington tidak lagi khawatir terhadapnya ... Namun, keputusan AS untuk tidak memburu Mullah Omar bisa jadi merupakan indikasi bahwa mereka masih menganggap dirinya sebagai orang yang relevan dan berguna. Washington dapat menyimpulkan bahwa jalan apapun untuk pembicaraan damai di Afghanistan tidak akan terlaksana kecuali melalui dia, dan menangkap atau menyerang dia akan menjadi bencana strategi."

Yang terburuk dari semuanya, apa yang ditulis oleh Barak Mendelsohn dalam sebuah artikel berjudul "Menerima Al-Qaeda - Musuh dari Musuh Amerika Serikat" untuk urusan Luar Negeri pada 9 Maret 2015. Di dalamnya ia berkata, "Sejak 9/11, Washington telah menganggap al-Qaeda sebagai ancaman paling besar terhadap Amerika Serikat, yang harus dimusnahkan tanpa peduli berapa banyak biaya dan waktu yang dibutuhkan. Setelah Washington membunuh Osama bin Laden pada tahun 2011, menjadikan Ayman al-Zhawahiri, pemimpin baru Al Qaeda sebagai target nomor satu selanjutnya. Tapi ketidakstabilan di Timur Tengah setelah revolusi Arab dan munculnya Negara Islam Iraq dan al-Sham (ISIS) dengan cepat, mengharuskan Washington memikirkan kembali kebijakannya terhadap al-Qaeda, terutama penargetannya terhadap Zhawahiri. Mendestabilisasi al-Qaeda saat ini mungkin sangat efektif dalam upaya AS untuk mengalahkan ISIS."

"... Hari ini, Al Qaeda, meskipun masih menjadi ancaman serius, hanya saja dia hanyalah salah satu dari beberapa ancaman yang berasal dari Tengah Timur. Washington tidak hanya harus menghadang aspirasi hegemoni Iran, yang mengancam para sekutu AS, tetapi juga harus melawan ekspansi ISIS. Kegagalan Washington untuk menyeimbangkan kepentingan-kepentingan yang beragam ini menjadi terlihat jelas ketika membuat kesalahan dalam pemboman target ISIS di Suriah dengan serangan terhadap kelompok al-Qaeda Khurasan..."

"Hingga Presiden AS Barack Obama berhasil memenuhi janjinya untuk 'menurunkan dan akhirnya menghancurkan' ISIS, ia harus melemahkan kontrol ISIS atas Mosul, Raqqa, dan pusat-pusat populasi besar lainnya, serta menghentikan ekspansinya. Sehingga secara tidak sengaja, administrasi pendekataan secara hati-hati menuju intervensi militer menjadikan al Qaeda –yang dipandang ISIS sebagai cabang murtad– pemain penting dalam membatasi pertumbuhan ISIS."

"... Selama Zhawahiri masih hidup, para pemimpin cabang Al-Qaeda yang terikat kepadanya oleh sumpah setia akan sedikit yang bergeser kesetiaan dan bergabung ke ISIS. Tetapi apabila, jika Washington berhasil membunuh Zhawahiri, para pemimpin cabang Al Qaeda akan memiliki kesempatan untuk menilai kembali apakah akan tetap dengan al Qaeda atau bergabung dengan Kekhalifahan Baghdadi…"

"Dan lebih daripada selama era Osama bin Laden, kekompakan al-Qaeda tergantung pada kemampuan kepemimpinan untuk menyatukan berbagai cabang secara bersamaan, dan tidak jelas apakah al-Qaeda dapat bertahan setelah suksesi kepemimpinan baru sejak para senior al-Qaeda telah menyusut dalam beberapa tahun terakhir, membuatnya lebih tergantung pada tokoh senior seperti Zhawahiri untuk mempertahankan kesatuan. Nampaknya, nasib kelompok ini tergantung pada kelangsungan hidup sosok Zhawahiri. Ada sebuah ironi pada titik ini, ketika Amerika telah mencapai titik paling dekat yang belum pernah diraih sebelumnya dalam menghancurkan al-Qaeda, kepentingannya ternyata menunjukkan akan lebih baik untuk tetap menjaga organisasi teroris ini tetap ada dan Zhawahiri tetap hidup." 
(gambar)
Teman yang Aneh
Kelompok-kelompok yang bergesekan atau bersinggungan langsung satu sama lain sekarang mendapati diri mereka sejajar dalam keinginan melawan Islamic State. Kelompok garis yang berwarna sama mewakili kepentingan bersama.
(teks dan gambar berasal dari media Salibis Wall Street Journal!)

Apakah Tentara Salib telah mengikuti atau akan mengikuti "nasihat" ini, itu tidak penting. Fakta ini telah disarankan oleh begitu banyak Tentara Salib dan analis murtad yang akan menjadi sumber malu untuk setiap pengklaim jihad!

Sesungguhnya kepentingan Tentara Salib ini terwujud secara jelas dengan fakta bahwa pasukan sekularis dari FSA yang didukung Tentara Salib tidak akan eksis tanpa Jabhah Jaulani, seperti yang diungkapkan oleh si murtad sekuler Orient News dalam sebuah laporan video pada tanggal 15 April 2015 menyatakan bahwa bentrokan antara FSA dan Jabhah Jaulani tidak akan memberi manfaat untuk kepentingan kedua sisi "terutama mengingat ekspansi Islamic State di sisi selatan, serangan mereka atas pangkalan udara Khalkhalah, dan an-nusrah selalu memukul mundur setiap ekspansi Islam State, membuat kehadiran An-Nusrah ini terus menjamin agar ekspansi tersebut tidak terjadi." Fakta ini telah didemostrasikan baru-baru ini oleh kerjasama antara Jabhah Jaulani dan FSA di Dar'a melawan mujahidin yang sesungguhnya, yang mereka dituduh sebagai Khawarij.

Puncak dari ini adalah sebutan yang dibuat oleh beberapa salibis ("Protected Zone for Syria" oleh John McCain, Lindsey Graham) dan orang-orang murtad (Koalisi Nasional Suriah, SNC) untuk pembentukan "zona yang dilindungi" di Idlib, Dar'a, dan Halab –daerah yang saat ini dihuni oleh "al-Qa'idah " Suriah dan sekutunya yang didukung negara-negara Teluk. Zona ini yang harus dilindungi dari Daulah Islam oleh Tentara Salib dan jet murtad! Semoga Allah mengampuni Syaikh Mujahid Usamah bin Ladin rahimahullah, di mana para pengklaim jihad ini telah merubah seruannya melenceng begitu jauh.

Jabhah Jaulani dan yang semisalnya, cepat atau lambat pasti akan mendapati diri mereka di antara dua pilihan, apakah mereka harus bergabung menjadi satu dengan faksi-faksi yang didukung oleh thaghut sebagaimana yang terjadi pada Fajr Libya, atau mereka akan menunggu pengkhianatan dari para sekutu mereka sebagaimana Jabhah Jaulani sebelumnya mengkhianati para muhajirin dan Anshar Daulah Islam.

DAN ALLAH SEBAIK-BAIK PEMBUAT MAKAR

DABIQ 9 - FEATURE

DAN ALLAH SEBAIK-BAIK PEMBUAT MAKAR

Pelajaran Dari Al-Qur’an Tentang Makar

Kekuatan itu seluruhnya hanyalah milik Allah. "Dan di antara manusia ada orang yang menyembah selain Allah sebagai tandingan, yang mereka cintai seperti mencintai Allah. Adapun orang-orang yang beriman sangat besar cintanya kepada Allah. Sekiranya orang-orang yang berbuat zhalim itu melihat, ketika mereka melihat azab (pada hari Kiamat), bahwa kekuatan itu semuanya milik Allah dan bahwa Allah sangat berat azab-Nya (niscaya mereka menyesal)." (Al-Baqarah: 162)

Kemuliaan itu seluruhnya hanyalah milik Allah.

"Kabarkanlah kepada orang-orang munafik bahwa mereka akan mendapat siksaan yang pedih, (yaitu) orang-orang yang menjadikan orang-orang kafir sebagai pemimpin dengan meninggalkan orang-orang mukmin. Apakah mereka mencari kekuatan di sisi orang kafir itu? Ketahuilah bahwa semua kekuatan itu milik Allah." (An-Nisaa’ : 138-139)

"Dan janganlah engkau (Muhammad) sedih oleh perkataan mereka. Sungguh, kekuasaan itu seluruhnya milik Allah. Dia Maha Mendengar, Maha Mengetahui." (Yunus : 65)

"Barangsiapa menghendaki kemuliaan, maka (ketahuilah) kemuliaan itu semuanya milik Allah. Kepada-Nyalah akan naik perkataan-perkataan yang baik, dan amal kebajikan Dia akan mengangkatnya. Adapun orang-orang yang merencanakan kejahatan mereka akan mendapat azab yang sangat keras, dan rencana jahat mereka akan hancur." (Faathir : 10)

Dan tipu daya juga seluruhnya hanyalah milik Allah.

"Dan sungguh, orang kafir sebelum mereka (kafir Mekah) telah mengadakan tipu daya, tetapi semua tipu daya itu dalam kekuasaan Allah. Dia mengetahui apa yang diusahakan oleh setiap orang, dan orang-orang kafir itu akan mengetahui untuk siapa tempat kesudahan (yang baik)." (Ar-Ra’d : 42)

Tidak ada yang luput dari kekuasaan-Nya. Tidak ada yang bisa memperoleh kemuliaan kecuali melalui Dia. Dan tidak ada tipu daya yang akan berhasil selain tipu daya-Nya.

Ini adalah kenyataan yang tidak disadari oleh orang-orang salib. Sehinnga mereka mempergunakan kekuasaan mereka untuk menzhalimi dan menindas kaum Muslimin. Sekutu-sekutu mereka dari orang-orang Yahudi, munafik dan murtad berusaha untuk meraih kemuliaan dan kekuatan melalui orang-orang salib. Dan mereka berbuat makar melawan Islam sementara memiliki keraguan Jahiliyah, berpikir bahwa Allah tidak akan memberikan kemenangan bagi agama-Nya…

Akan tetapi masalah kemenangan hanyalah milik Allah seluruhnya.

"Katakanlah: "Sesungguhnya urusan itu seluruhnya di tangan Allah." (Ali ‘Imran : 154)

"Dan milik Allah meliputi rahasia langit dan bumi dan kepada-Nya segala urusan dikembalikan. Maka sembahlah Dia dan bertawakallah kepada-Nya. Dan Rabbmu tidak akan lengah terhadap apa yang kamu kerjakan." (Huud : 123)

Begitu pula, Dia melegislasi (memutuskan) bahwa agama semuanya untuk-Nya dan yang ditetapkannya pasti terjadi.

"Dan perangilah mereka itu sampai tidak ada lagi fitnah dan agama hanya bagi Allah semata. Jika mereka berhenti (dari kekafiran), maka sesungguhnya Allah Maha Melihat apa yang mereka kerjakan." (Al-Anfaal : 39)

"Dialah yang telah mengutus Rasul-Nya dengan (membawa) petunjuk agama yang benar untuk dimenangkan atas semua agama, walaupun orang-orang musyrik membenci." (At-Taubah : 33)

"Dan cukuplah Allah sebagai saksi." (Al-Fath : 28)

Akan tetapi, disebabkan oleh kesesatan dan kesombongan musuh-musuh Allah, mereka membuat tipu daya atas agama-Nya dan wali-wali-Nya. Tipu daya mereka hampir-hampir membuat gunung runtuh karena terkejut bagaimana orang-orang kafir berani menentang Rabb (Pencipta dan Pengatur) langit dan bumi.

"Dan sungguh, mereka telah membuat tipu daya padahal Allah (mengetahui dan akan membalas) tipu daya mereka. Bahkan seandainya makar mereka mampu melenyapkan gunung-gunung." (Ibrahim : 46)

Dan juga, tipu daya mereka itu pada dasarnya memang lemah, karena merupakan bagian dari tipu daya Syaitan.

"Orang-orang yang beriman berperang di jalan Allah, dan orang-orang yang kafir berperang di jalan thaghut. Maka perangilah sekutu-sekutu Syaitan itu. Sesungguhnya tipu daya Syaitan itu sangat lemah." (An-Nisaa’ : 76)

Dan kelemahan ini disebabkan kekuatan ikhlas –inti tauhid– yang diberikan oleh Allah kepada hamba-hamba-Nya yang terpilih, sebagaimana disaksikan sendiri oleh Syaitan yang terkutuk.

"Ia (Iblis) berkata, "Rabbku, oleh karena Engkau telah memutuskan bahwa aku sesat, aku pasti akan jadikan (kejahatan) terasa indah bagi mereka di bumi, dan aku akan menyesatkan mereka semuanya, kecuali hamba-hamba-Mu yang tulus (ikhlas) di antara mereka. Dia (Allah) berfirman, "Ini adalah jalan yang lurus (menuju) kepada-Ku." Sesungguhnya kamu (Iblis) tidak kuasa atas hamba-hamba-Ku, kecuali mereka yang mengikutimu, yaitu orang yang sesat." (Al-Hijr : 39-42)

Meskipun mereka lemah dan begitu juga tuan mereka, yaitu Syaitan, juga lemah, mereka berbuat makar untuk kepentingannya. Maka mereka menjadi sasaran tipu daya yang paling kuat dan paling cepat dari para pembuat tipu daya, tanpa mereka sendiri menyadarinya.

"Mereka (orang-orang kafir itu) membuat tipu daya, tetapi Allah membuat tipu daya. Dan Allah adalah sebaik-baik pembuat tipu daya." (Ali ‘Imran : 54)

"Maka apakah mereka merasa aman dari makar Allah? Tidak ada yang merasa aman dari makar Allah kecuali orang-orang yang merugi." (Al-A’raaf : 99)

"Dan apabila Kami memberikan suatu rahmat kepada manusia, setelah mereka ditimpa bencana, mereka segera melakukan segala tipu daya (menentang) ayat-ayat Kami. Katakanlah, "Allah lebih cepat dalam tipu daya." Sesungguhnya malaikat-malaikat Kami mencatat tipu dayam."" (Yunus : 21)

"Dan Aku memberi tangguh kepada mereka. Sesungguhnya tipu daya-Ku amat teguh." (Al-A’raaf : 183)

"Ataukah mereka hendak melakukan tipu daya? Tetapi orang-orang yang kafir itu, justru merekalah yang terkena tipu daya." (Ath-Thuur : 42)

Dan Allah telah membuat lemah makar mereka dan membawa mereka kepada kegagalan, jalan yang menyimpang, dan kesesatan yang jauh.

"Sebenarnya bagi orang kafir, tipu daya mereka itu dijadikan terasa indah, dan mereka dihalangi dari jalan (yang benar). Dan barangsiapa disesatkan Allah, maka tidak ada seorang pun yang memberi petunjuk baginya." (Ar-Ra’d 33)

"Adapun orang-orang yang merencanakan kejahatan (makar) mereka akan mendapat azab yang sangat keras, dan rencana jahat mereka akan hancur." (Faathir : 10)

"Dan bahwasanya Allah tidak meridhai tipu daya orangorang yang berkhianat." (Yusuf : 52)

"Namun tipu daya orang-orang kafir itu sia-sia belaka." (Ghaafir : 25)

Hasil dari tipu daya mereka adalah kebalikan dari apa yang mereka kehendaki. Mereka hanya memperdaya diri mereka sendiri, kehidupan dunia mereka, dan akhirat mereka serta menghinakan derajat dan menghancurkan diri mereka sendiri.

"Dan mereka membuat tipu daya, dan Kami pun menyusun tipu daya, sedang mereka tidak menyadari. Maka perhatikanlah bagaimana akibat dari tipu daya mereka, bahwa Kami membinasakan mereka dan kaum mereka semuanya. Maka itulah rumah-rumah mereka yang runtuh karena kezhaliman mereka. Sungguh, pada yang demikian itu benarbenar terdapat tanda (kekuasaan Allah) bagi orang-orang yang mengetahui. Dan Kami selamatkan orang-orang yang beriman dan mereka selalu bertakwa." (An-Naml : 50-53)

"Dan demikianlah pada setiap negeri Kami jadikan pembesar-pembesar yang jahat agar melakukan tipu daya di negeri itu. Tapi mereka hanya menipu diri sendiri tanpa menyadarinya." (Al-An’aam : 123)

"Orang-orang yang berdosa, nanti akan ditimpa kehinaan di sisi Allah dan azab yang keras karena tipu daya yang mereka lakukan." (Al-An’aam : 124)

"Sungguh, orang-orang yang sebelum mereka telah mengadakan tipu daya, maka Allah menghancurkan rumah-rumah mereka mulai dari fondasinya, lalu atap (rumah itu) jatuh menimpa mereka dari atas, dan siksa itu datang kepada mereka dari arah yang tidak mereka sadari." (An-Nahl : 26)

"Maka apakah orang yang membuat tipu daya yang jahat itu, merasa aman (dari bencana) dibenamkannya bumi oleh Allah bersama mereka, atau (terhadap) datangnya siksa kepada mereka dari arah yang tidak mereka sadari." (An-Nahl : 45)

"Rencana yang jahat itu hanya akan menimpa orang yang merencanakannya sendiri. Mereka hanyalah menunggu (berlakunya) ketentuan kepada orang-orang yang terdahulu. Maka kamu tidak akan mendapatkan perubahan bagi sunnatullah (ketentuan Allah), dan tidak (pula) akan menemui penyimpangan bagi ketentuan Allah." (Faathir : 43)

Karena itu janganlah seorang Muslim merasa bersedih hati mendengar berbagai rencana jahat orang-orang kafir. Akan tetapi, dia harus bersabar dan yakin bahwa mereka akan segera hancur. Senjatanya yang paling kuat adalah tauhid dan apa yang mengikutinya berupa tawakkal kepada Allah, bertakwa kepada-Nya, memohon pertolongan-Nya, dan menyatakan bara'ah (berlepas diri) dari orang-orang musyrik itu.

"Jika kamu bersabar dan bertakwa, tipu daya mereka tidak akan membahayakanmu sedikit pun. Sungguh, Allah Maha Meliputi segala apa yang mereka kerjakan." (Ali ‘Imran : 120)

"Dan bersabarlah (wahai Muhammad) dan tidaklah kesabaranmu itu kecuali semata-mata dengan pertolongan Allah dan janganlah engkau bersedih hati terhadap (kekafiran) mereka dan jangan (pula) bersempit dada terhadap tipu daya yang mereka rencanakan." (An-Nahl : 127)

"Katakanlah (Muhammad) "Panggillah sekutu-sekutu yang kamu anggap sekutu Allah, kemudian lakukanlah tipu daya (untuk mencelakakan)ku, dan jangan kamu tunda lagi. Sesungguhnya pelindungku adalah Allah yang telah menurunkan Kitab (Al-Qur'an). Dia melindungi orang-orang shaleh. Dan sekutu-sekutu yang kamu seru selain Allah tidaklah sanggup menolongmu, bahkan tidak dapat menolong dirinya sendiri." (Al-A’raaf : 195-197)

"Dia (Hud) menjawab, "Sesungguhnya aku bersaksi kepada Allah dan saksikanlah bahwa aku berlepas diri dari apa yang kamu persekutukan dengan yang lain, sebab itu jalankanlah semua tipu dayamu terhadapku dan jangan kamu tunda lagi. Sesungguhnya aku bertawakal kepada Allah Rabbku dan Rabbmu. Tidak satu pun makhluk bergerak (bernyawa) melainkan Dialah yang memegang ubun-ubunnya (menguasainya). Sungguh, Rabbku di jalan yang lurus (adil)"." (Huud : 54-56)

Semua pelajaran ini seharusnya terpatri di dalam benak seluruh kaum Muslimin di saat para salibis dan murtaddin berencana untuk melaksanakan makar-makar baru mereka. Dia seharusnya mengingatkan dirinya sendiri dan yang lainnya dengan segala bentuk pelajaran ini agar dia tidak menghinakan dirinya di hadapan makar mereka ataupun menyerah kepada keyakinan syirik berupa berbagai teori konspirasi ekstrim [1].

[1] Baca artikel "Teori Konspirasi Syirik" pada edisi ini

PESAN KHALIFAH ATAS MAKAR TERAKHIR KAUM MURTADDIN

Pada tanggal 25 Rajab 1436, Khalifah (hafizhahullah) menyampaikan risalah kepada umat dalam pidato yang berjudul "Berangkatlah Kalian Baik dalam Keadaan Merasa Ringan ataupun Berat" yang secara singkat dan jelas beliau menyebutkan latar belakang rencana jahat (makar) baru yang ditujukan atas Islam.

Pertama beliau mengingatkan sikap yang membuat banyak faksi militan berubah menjadi murtad dan bersekutu dengan kuffar. Dan itu dikarenakan kemauan mereka untuk berkompromi dan berharap berdamai dengan Tentara Salib secara permanen. Beliau berkata, "Wahai kaum Muslimin; Siapa di antara kalian yang mengira, bahwa dengan kemampuannya dia bisa berdamai dengan orang-orang Yahudi, Nashrani dan orang-orang kafir. Dan mereka bisa berlaku damai dengan kalian, lalu satu sama lain dari mereka bisa hidup berdampingan, sedangkan dia masih tetap di atas dien dan tauhidnya, maka dia telah jelas-jelas mendustakan firman Allah yang berkata; … ""Mereka tidak akan berhenti memerangi kamu sampai kamu murtad (keluar) dari agamamu, jika mereka sanggup."" (Al-Baqarah: 217) …Inilah keadaan orang-orang kafir terhadap kaum muslimin hingga hari Kiamat; ""Dan engkau tidak akan dapati penyimpangan dari ketentuan Allah"." (Fathir: 43)

Beliau juga berkata, "Wahai kaum muslimin; Tidak pernah satu hari pun Islam menjadi agama kedamaian, sesungguhnya Islam adalah agama perang, dan telah diutus Nabi kalian shallallahu ‘alaihi wasallam dengan pedang sebagai rahmat bagi seluruh alam, dan beliau diperintah untuk berperang hingga Allah saja yang diibadahi, dan sesungguhnya beliau telah bersabda kepada orang-orang musyrik dari kaumnya; "Aku telah datang kepada kalian dengan sembelihan". (Diriwayatkan oleh Ahmad dari Abdullah bin ‘Amr). Beliau telah memerangi bangsa Arab dan ‘Ajam (non Arab), kulit merah dan kulit hitam, beliau memimpin sendiri puluhan peperangan, dan berkecimpung di dalam pertempuran, dan tidak pernah satu hari pun beliau letih dari peperangan... Dan demikian juga para sahabatnya setelah itu, dan juga para tabi’in, mereka senantiasa tidak pernah bersikap lunak atau damai dengan hingga mereka menguasai bumi, menaklukkan timur dan barat, dan umat-umat tunduk, dan negeri-negeri menyerah dengan tajamnya pedang. Dan begitulah keadaannya orang-orang yang mengikuti mereka hingga hari Kiamat. Dan Nabi kita shallallahu ‘alaihi wasallam telah memberitahukan kepada kita tentang peperangan besar (Al-Malhamah Al-Kubra) di akhir zaman, memberikan kabar gembira dan janji kepada kita bahwa kita akan menang, dan beliau adalah orang yang jujur lagi dipercaya, dan inilah kita hari ini telah melihat tanda-tanda malhamah itu, dan kita telah mencium aroma kemenangan darinya."

Beliau menjelaskan bahwa kaum Muslimin tidak akan pernah berhenti memerangi kelompok-kelompok kuffar hingga ‘Isa ‘alaihis salam turun dan memimpin pasukan Muslim. Beliau berkata, "Dan sesungguhnya memerangi orang-orang kafir, hijrah dan jihad akan senantiasa terjadi hingga hari kiamat, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda; "Hijrah tidak akan terputus hingga terputusnya (pintu) taubat, dan tidak akan terputus (pintu) taubat hingga matahari terbit dari barat." (Diriwayatkan oleh Abu Daud dari Mu’awiyah). Beliau shallallahu ‘alaihi wasallam juga bersabda, "Akan senantiasa ada segolongan dari umatku yang berperang memperjuangkan kebenaran dan meraih kemenangan hingga hari kiamat." Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam pun mengatakan, "Kemudia Isa bin Maryam turun ke muka bumi. Lalu pemimpin mereka-mereka tadi mengatakan pada Isa, "Jadilah imam shalat bersama kami." Nabi Isa menjawab; "Tidak. Sesungguhnya di antara kalian sudah menjadi pemimpin bagi yang lain. Allah betul-betul telah memuliakan umat ini." (Diriwayatkan oleh Muslim dari Jabir)."

Beliau menjelaskan akan segera hilangnya zona abu-abu seraya mengatakan, "Walaupun orang-orang salib hari ini mengatakan bahwa mereka menghindari mayoritas kaum muslimin, dan hanya mengincar orang-orang bersenjata (yang mereka sebut teroris), tapi sebentar lagi kalian akan melihat mereka akan mengincar setiap muslim di setiap tempat. Jika orang-orang salib hari ini telah mulai mempersempit kaum muslimin yang masih tinggal di negeri-negeri salib, mengawasi, menculik dan mengintimidasi mereka, maka sebentar lagi kalian akan melihat mereka akan mulai menyergap, menjadikan mereka mayat, sandera atau orang yang terusir, dan tidak akan ada lagi yang tiggal di sana kecuali orang-orang yang telah murtad dari agama Islam dan mengikuti millah mereka. Kalian akan mengingat apa yang aku katakan kepada kalian, dan aku serahkan urusanku kepada Allah. Wahai kaum muslimin; Orang-orang Yahudi, Nashrani dan orang-orang kafir tidak akan ridha kepada kalian, dan mereka akan terus memerangi kalian sampai kalian mengikuti millah mereka dan murtad dari agama kalian".

Beliau kemudian menguraikan kewajiban mengenai peperangan sebelum Kiamat ini atas Muslimin. Beliau berkata, "Wahai kaum muslimin; Janganlah seseorang mengira bahwa peperangan yang sedang kami jalani ini adalah peperangan Daulah Islamiyah saja, tetapi ini adalah peperangan seluruh kaum muslimin, perang setiap muslim di setiap tempat, sedangkan Daulah Islamiyah tidak lain hanya sebagai ujung tombak di dalamnya. Ini tidak lain adalah perang ahlul iman melawan ahlul kufur, maka berangkatlah kalian ke medan perang wahai kaum muslimin di seluruh tempat, sebab ini adalah kewajiban bagi setiap Muslim yang dipertanggungjawabkan perbuatannya di hadapan Allah … Maka, tidak ada uzur atas setiap Muslim yang mampu untuk hijrah ke Daulah Islam atau bertempur di mana pun dia berada."

Ini adalah perintah Khalifah (hafizhahullah). Seseorang hendaknya berhijrah ke wilayah-wilayah Khilafah, atau jika tidak mampu, maka dia wajib menyerang orang-orang salib, sekutu-sekutu mereka, Rafidhah, para thaghut, dan angkatan bersenjata murtad mereka. Dia tidak boleh ragu di mana pun dia berada jika memungkinkan untuk menyerang mereka dengan cara apa pun.

Demikian pula, dia tidak boleh berkonsultasi kepada "ulama" palsu tentang kewajiban ini. Dia harus menyerangnya setelah mengumumkan bai’at kepada Khilafah, sehingga matinya tidaklah dalam keadaan Jahiliyah. Maka dia akan menemukan teladan yang baik dari para syuhada' Daulah Islam, di antaranya ialah Numan Haider dan Man Haron Monis (Australia), Michael Zehaf-Bibeau, dan Martin Couture-Rouleau (Kanada), Zale Thompson, Elton Simpson, dan Nadir Soofi (Amerika), Amedy Coulibaly (Prancis), Omar Abdel Hamid El-Hussein (Denmark), dan Sofiane Amghar dan Khalid Ben Larbi (Belgia).

Kemudian beliau memperigatkan tentang propaganda Tentara Salib dengan mengatakan, "Amerika dan sekutunya, dari kalangan orang-orang salib, rafidhah, sekuleris, atheis dan murtad, mengklaim bahwa perang mereka dan persekutuan mereka adalah untuk menolong orang-orang lemah dan terzhalimi, menolong orang-orang miskin, menyelamatkan orang-orang yang menderita, memerdekakan orang-orang yang diperbudak, membela orang-orang yang tidak bersalah dan damai dan melindungi darah mereka. Mereka juga menganggap bahwa mereka ada di kubu kebenaran, kebaikan dan keadilan, dan sedang memerangi kebathilan, kejahatan dan kezhaliman, bahu membahu dengan kaum muslimin! Bahkan mereka menganggap bahwa mereka sedang membela Islam dan kaum muslimin! Ketehuilah mereka telah berdusta."

Kemudian beliau mengingatkan kaum Muslimin terhadap penguasa-penguasa thaghut yang menzhalimi negeri-negeri Muslim dengan hukum buatan manusia dan tunduk kepada pasukan Salib. Beliau berkata, "Sesungguhnya para pemimpin thaghut yang mengatur negeri-negeri kalian, di Al-Haramain, Yaman, Syam, Iraq, Mesir, Maroko, Khurasan, Kaukasus, India, Afrika dan di seluruh tempat; mereka tidak lain adalah sekutu Yahudi dan Salib, bahkan tidak lebih sebagai budak-budak dan anjing penjaga bagi mereka. Dan tidaklah pasukan yang mereka siapkan, mereka persenjatai, dan yang dilatih oleh orang-orang Yahudi dan salib, tidak lain adalah untuk membungkam kalian, melemahkan dan memperbudak kalian demi kepentingan Yahudi dan salib, memurtadkan kalian dari agama kalian, dan menghalangi kalian dari jalan Allah, merampas kekayaan negeri kalian, dan merampok harta-harta kalian. Ini adalah hakikat kenyataan yang sangat jelas bak mentari di siang hari."

Beliau kemudian menjelaskan secara detail sikap apatis para penguasa thaghut terhadap kaum Muslimin dan diikuti dengan perkataan, "Telah terbuka dan tersingkap keburukan para pemimpin negara-negara Jazirah, dan telah sirna kesyar’ian palsu mereka, dan telah jelas pengkhianatan mereka bahkan bagi orang-orang awam kaum muslimin, telah nampak hakikat mereka, dan telah habis masa berlaku dan legitimasi mereka di mata majikan mereka orang-orang Yahudi dan Salibis, sehingga mereka mulai menggantinya dengan orang-orang Rafidhah dan Shafawi, dan orang-orang atheis Kurdi. Dan ketika Alu Salul merasakan para majikan (Salibnya) mulai meninggalkan mereka, dan melempar mereka seperti sepatu usang, mereka mulai melancarkan perang palsu kepada orang-orang Rafidhah di Yaman, dan itu bukanlah badai keteguhan hati, tapi hanya tendangan orang yang telah sekarat, dengan izin Allah, yang sedang menghembuskan nafas terakhirnya".

Beliau kemudian berkata lagi, "Hari ini mereka mengaku membela Ahlussunnah di Yaman melawan orang-orang Rafidhah! Ketahuliah, mereka telah berdusta, gagal dan kalah! Itu semua tidak lain hanyalah usaha untuk mempertahankan legitimasi mereka di hadapan majikan mereka para Yahudi dan Salibis, itu semua hanya usaha putus asa untuk menghalangi kaum Muslimin dari Daulah Islamiyah yang kini suaranya mulai meninggi di setiap tempat, hakekatnya mulai menjadi jelas bagi seluruh kaum muslimin, sehingga mereka mulai berhimpun di sekitarnya sedikit demi sedikit. Amarah mereka hanyalah amarah khayalan setelah api Rafidhah membakar tahta mereka dan setelah pasukan Rafidhah mencapai penduduk Semenanjung Arab, suatu hal yang akan berujung pada berhimpunnya masyarakat Muslim di Semenanjung Arab di sekitar Daulah Islam karena menjadi pembela mereka melawan Rafidhah. Inilah yang menakutkan Alu Salul dan para penguasa Semenanjung Arab dan membuat tahta mereka terguncang. Inilah rahasia amarah palsu mereka, yang dengan izin Allah akan menjadi akhir bagi mereka, dan akhir mereka itu dekat, insya Allah. Alu Salul dan para penguasa Arab bukanlah orang-orang yang pandai berperang, dan juga bukan orang yang sabar menghadapinya, mereka hanyalah orang-orang yang terbiasa hidup mewah dan berfoya-foya, orang-orang mabuk, cabul, dansa dan pesta-pesta. Mereka telah terbiasa membela para Yahudi dan Salibis, hati mereka telah terasuki kehinaan, kerendahan dan sikap tunduk."

Beliau juga menyeru kaum Muslimin agar menyadari hakikat perang ini, "Wahai kaum muslimin di manapun kalian berada; Telah tiba masanya bagi kalian untuk mengetahui hakikat peperangan, sesungguhnya ini adalah perang antara kekafiran dan keimanan, maka perhatikanlah di sisi mana penguasa negerimu berada dan di kubu mana dia membela. Telah tiba masanya bagi kalian wahai Ahlussunnah untuk mengetahui bahwa kalian sendirianlah yang menjadi sasaran, dan peperangan ini tidak lain diarahkan hanya kepada kalian dan agama kalian. Telah tiba masanya bagi kalian untuk kembali kepada dien kalian dan jihad kalian, untuk mengembalikan kejayaan, kemuliaan, hak-hak, dan kekuasaan kalian. Telah tiba masanya bagi kalian wahai kaum muslimin untuk mengetahui bahwa tidak ada kemuliaan dan kejayaan, kehormatan, keamanan dan hak-hak kecuali di bawah naungan khilafah."

Amirul Mu’minin juga menunjukkan bagaimana Rafidhah membuat kesepakatan dengan sekutu "Sunni" mereka yang murtad, jika mereka sudah tidak lagi berguna bagi Rafidhah. Beliau berkata, "Wahai Ahlus Sunnah di Iraq … Mintalah perlindungan kepada Allah dan setelah itu kepada Daulah Islamiyah, apa yang kalian tunggu, hakikat kebenaran telah menjadi lebih terang daripada siang hari, orang-orang Rafidhah dengki telah terlihat hakikat mereka, lihatlah mereka hari ini, menyembelih siapa saja yang dianggap Ahlussunnah di Baghdad dan selainnya, tidak ada yang selamat dari mereka seorang pun bahkan sekutu mereka, penolong mereka, ekor mereka, dan anjing-anjing mereka; dari barisan orang-orang Ahlussunnah yang murtad dari kalangan shahawat, tentara, polisi, dan orang-orang lain yang tertipu oleh para ulama suu’, sehingga mereka lari dari penegakkan Syariat Allah di wilayah-wilayah Daulah Islam, maka mereka sekarang terusir, terhina, ketakutan dan khawatir dari serangan orang-orang Rafidhah. Sedangkan kaum muslimin yang tinggal di wilayah Daulah Islam hidup dengan penuh kehormatan dan kemuliaan, penuh rasa aman dengan karunia dari Allah semata, hidup nyaman, bebas beraktifitas untuk pekerjaan mereka, mata pencaharian mereka, dan bisnis mereka, hidup nikmat di bawah kekuasaan syari’at Rabb mereka ‘Azza wa Jalla, dan hanya milik Allah segala pujian dan pemberian, maka carilah perlindungan kepada Allah, lalu kepada Daulah kalian wahai kaum muslimin."

Beliau juga memperingatkan adanya kemungkinan upaya kaum kafir untuk menyerang Daulah Islam di wilayah-wilayah Syam sebelum di Iraq, "Teguhlah dan waspadalah, karena musuh-musuh Allah mulai bergerak, berpadu dan bertambah, mereka mengancam penduduk Mosul, dan sesungguhnya kami yakin mereka akan bergerak ke Raqqah dan Aleppo sebelum ke Mosul, maka waspadalah."

Akhirnya, beliau menjelaskan mengenai bertambah-nya kelemahan para salibis modern, "Wahai para tentara Daulah Islamiyah; Teguhlah kalian, karena kalian di atas kebenaran, mintalah pertolongan dengan bersabar, karena bersama kesabaran terdapat kemenangan, kemenangan itu hanya untuk orang yang mampu bersabar, bersabarlah karena para salibis telah berdarah hampir mati, orang-orang Rafidhah telah goyah, dan orang-orang Yahudi telah gemetar ketakutan, hari ini musuh kalian telah menjadi lebih lemah dari kemarin, mereka akan menjadi lebih lemah lagi dan lagi, walillahilhamd…"

SEBUAH ANALISA TERHADAP MAKAR YANG HANCUR

Dari pidatonya terdapat sebuah ringkasan tentang makar terakhir –insya Allah– Tentara Salib dan sekutu murtad mereka sebelum al-malhamah al-kubra.

Pertama, para salibis telah begitu lemah untuk mengobarkan perang mereka sendiri. Hal ini disebabkan operasi penuh berkah 11 September dan diikuti oleh jihad di Afghanistan dan Iraq. Mereka terlalu lemah, baik secara finansial, militer, dan psikologi untuk berperang lagi. Meskipun tidak diragukan lagi bahwa mereka pada akhirnya akan berperang menghadapi kaum Muslimin di Dabiq setelah pihak salib mengkhianati perjanjian gencatan senjata yang kelak akan terjadi. Karena lemah, mereka terpaksa untuk mengandalkan sekutu-sekutu dan agen-agen mereka untuk memenangkan perjuangan mereka. Di Iraq, sejak keruntuhan rezim Ba’ats milik thaghut Saddam yang murtad, sekutu-sekutu mereka adalah atheis Kurdi dari Peshmerga, pasukan pemerintah Shafawi [2], milisi-milisi Shafawi, dan Shahawat "Sunni" yang murtad. Dari waktu ke waktu, Shahawat "Sunni" ditinggalkan demi kestabilan rezim Shafawi pusat. Shahawat tidak benar-benar dipercaya karena beberapa faksinya pernah berpartisipasi dalam perang melawan Tentara Salib dan pasukan sekutu mereka, yaitu Rafidhah. Sebagai akibatnya, setelah mundurnya pasukan Amerika, Shahawat dikhianati oleh Shafawi yang merupakan bekas sekutu mereka sendiri. Banyak anggotanya dipenjara dan disiksa oleh Rafidhah yang pernah mereka layani.

[2] Kata ini mengacu pada Dinasti Safawi murtad - sufi rafidhah Persia yang memerintah bagian Afghanistan, Syam, Teluk Arab, Kaukasus Selatan, Persia, Iraq, Turki, Balochistan, Tajikistan, Turkmenistan dan Uzbekistan. Penguasa Rafidhah ini memaksakan agamanya kepada penduduk negeri yang mereka kuasai, dan ini yang menyebabkan bagaimana ‘Iran’ modern mengadopsi kemurtadannya.

Di Syam, pada awalnya Tentara Salib menaruh rasa percaya kepada Free Syrian Army (FSA), yang termasuk ke dalam "pemerintahan" sementara Dewan Nasional Suriah (SNC). Akan tetapi, pihak salib kaget ketika mengetahui bahwa bantuan militer dan non-militer yang sebagian besar disalurkan kepada faksi-faksi ini telah dijual kepada para pedagang senjata, dan akhirnya berakhir di tangan Daulah Islam. Apa yang tidak dijual oleh agen-agen Tentara Salib yang tidak bisa diandalkan ini akhirnya akan diambil sebagai ghanimah oleh Tentara Khilafah. Pihak salib tidak bisa mempercayai FSA, karena mereka terlalu korup dan tidak memiliki kepemimpinan yang kuat. Akhirnya sekutu utama mereka di kawasan tersebut ialah atheis Kurdi milik PKK –aliansi thaghut Bashar. Pada awal-awal peristiwa modern di Syam, PKK mendominasi beberapa bagian Halab, Ar-Raqqah, dan Al-Barakah dalam perjanjian dengan Rezim Nushairiyah. Mereka ditugaskan oleh Bashar untuk menghancurkan pemberontakan kaum Muslimin atas rezim di kawasan ini. PKK adalah inti Syabbihah Kurdi dan mereka terus demikian di daerah-daerah yang mereka kontrol. Akan tetapi, karena mereka lebih koheren sebagai sebuah organisasi dan "secara ideologi" lebih mudah dikendalikan, pihak salib lebih memilih mereka daripada FSA.

Dengan demikian, pihak salib mengandalkan sekutu-sekutu Kurdi Rafidhah di Iraq (Peshmerga) dan kepada sekutu-sekutu Nushairiyah di Syam (PKK). Demikian pula, kebijakan mereka untuk mendukung Rezim Shafawi di Iraq dan bernegosiasi dengan para pemimpin Shafawi di Iran memberi Rafidhah kekuatan dan kepercayaan diri untuk bergerak secara internasional. Dengan cepat, Rafidhah mengambil beberapa bagian Yaman. Rezim Suriah sebelumnya adalah sekutu Iran. Secara umum, Lebanon berada di bawah kekuasaan milisi Rafidhah. Dengan populasi Rafidhah [3] yang besar di Bahrain, Kuwait, dan Arab "Saudi" (di Provinsi Timur –Qathif, Dammam, Al-Ahsa’– Najran, dan bahkan Madinah) serta populasi yang kecil di Qatar dan Uni Emirat Arab–.

[3] Ini termasuk Rafhidhah Zaidiyah, Ismailiyah dan Imamiyah.

Demikian pula para penganut ‘Ibadiyah di Oman kesemuanya siap bergerak, membuat para thaghut Arab merasa tahta mereka bakal terancam. Sementara itu, thaghut Turki khawatir akan kemauan sekutu-sekutu salibis Kurdi dan pihak oposisi Rezim thaghut Erdogan yang berbasis di kawasan minoritas Rafidhah di Turki. Tiga serangkai thaghut juga khawatir bahwasanya peperangan yang panjang yang terjadi di Yaman dan Syam akan membuat Daulah Islam semakin kuat. Hal ini akan mengungkap kekakuan dan pengkhianatan para thaghut dan membuktikan bahwa Daulah Islam merupakan pembela satu-satunya bagi Ahlus Sunnah melawan Rafidhah dan atheis.

Dengan cepat, thaghut Turki, Alu Salul, dan Qatar –tiga serangkai murtad– bergerak tanpa meminta izin kepada tuan-tuan salib mereka. Mereka memperoleh dukungan dari para thaghut Arab dan non-Arab, yaitu Bahrain, Kuwait, Uni Emirat Arab, Mesir, Yordania, Maroko, Senegal, Bangladesh, Sudan, Pakistan, dan Somalia untuk membantu Rezim thaghut ‘Abdu Rabbih Manshur Hadi melawan Rafidhah Hutsi dan ‘Ali Abdullah Saleh di Yaman. Sekalipun para salibis sebelumnya mengklaim bahwa Rafidhah Hutsi tidak terkait dengan Iran, mereka berjanji untuk mendukung operasi tersebut.

Turki kemudian meminta dari para sekutu Shahawat di Halab –yang tergantung oleh bantuan Turki– untuk memulai perang melawan PKK di beberapa bagian kawasan, setelah sebuah perjanjian damai yang panjang dilakukan oleh PKK dan faksi-faksi Shahawat, termasuk Jabhah Jaulani. Ketiga serangkai murtad –Turki, As-Salul, dan Qatar– juga menyalurkan bantuan kepada koalisi dari beberapa faksi yang baru dibentuk yang bergantung kepada bantuan thaghut –"Jaisyul Fath" [4]– yang berperang dengan Rezim Nushairiyah di Idlib dan Al-Qalamun.

[4] Baca tentang anggota utama faksi pada koalisi ini dalam artkel yang berjudul "Aliansi Al-Qaidah di Syam (Bagian 2)" pada edisi ini.

Dengan cepat, "Jaisyul Fath" menambahkan dalam prioritas peperangannya untuk melawan Daulah Islam di Al-Qalamun. Saluran bantuan tersebut merupakan perkara di mana FSA, SNC, tiga serangkai murtad, Tentara Salibis, dan bahkan para anggota faksi "Jaisyul Fath" (seperti Failaq Asy-Syam) mengakuinya. Faksi-faksi Shahawat termasuk di dalamnya ialah Jabhah Jaulani bergerak melawan mujahidin Dar’a yang dituduh Khawarij. Sebuah koalisi faksi-faksi "Islami", serupa dengan "Jaisyul Fath", dengan cepat dibentuk di Halab. Tiba-tiba saja faksi Shahawat bergerak ke arah Nushairiyah di Latakia dan di mana saja, sedangkan sekutu-sekutu "pemberontak yang lebih disenangi oleh pihak salib yang ada di Syam, yaitu FSA", terbukti bukan militer yang handal.

Sementara itu, ketiga serangkai murtad mulai menarik dukungan terhadap Rezim Shafawi di Iraq, khawatir kalau ambisi jangka panjangnya dapat menganggu kestabilan tahta mereka sendiri. Mereka juga menyerukan para pemimpin Jabhah "Islamiyah" agar berkumpul kembali di Turki dan membahas perkembangan-perkembangan yang terjadi di tanah Syam, membuat rencana untuk masa depan dan bentuk-bentuk dukungan "tak bersyarat" mereka. Salah satu rencana yang dibahas ialah "badai keputusan" di Syam sebagai penutup bagi Shahawat dalam usahanya untuk bergerak melawan Daulah Islam. Sekali lagi, ketergantungan kepada bantuan thaghut merupakan problem bagi faksi Shahawat yang memudahkan mereka tenggelam lebih dalam lagi ke dalam kemurtadan.

Melalui semua ini, tiga serangkai murtad ingin "membuktikan" kepada tuan-tuan salib mereka bahwa mereka masih tetap memiliki peran penting bagi kawasan tersebut di masa mendatang. Mereka ingin "membuktikan" pula bahwa mereka mempunyai kekuatan untuk mempengaruhi hasil di sana. Opini mereka terjadi ketika berlangsung hubungan Amerika-Rafidhah dan isu tentang keinginan Rafidhah untuk memiliki nuklir. Pada pokoknya, hal tersebut adalah kerakusan, ketakutan, dan kedengkian yang menggerakkan mereka. Mereka menginginkan agar diri mereka sendiri yang menjadi sekutu yang disukai orang-orang salib, bukan Rafidhah.

Persaingan ini, yaitu antara salibis dan para thaghut, murtad "Sunni" dan Rafidhah, FSA dan Jabhah "Islam", Jabhah Jaulani dan faksi-faksi nasionalis, Jabhah Jaulani dan faksi-faksi "Islam", atheis Kurdi dan faksi "oposisi"; semua mengindikasikan akan segera hancurnya tipu daya mereka. "Kamu kira mereka itu bersatu padahal hati mereka terpecah belah. Yang demikian itu karena mereka orangorang yang tidak mengerti." (Al-Hasyr : 14)

Para salibis akhirnya akan mengetahui, mereka tidak akan mampu menghadapi Daulah Islam kecuali secara langsung, face-to-face, atau –disebabkan luka yang tiada henti– pihak salib akan dipaksa untuk melepaskan peperangan mereka melawan umat Islam hingga Allah memutuskan bahwa Al-Malhamah Al-Kubra terjadi saat itu.

Ya Allah, Yang menurunkan Al-Kitab, Yang cepat hisab-Nya, dan Yang menjalankan awan, kalahkan kelompok itu, guncangkanlah mereka, dan menangkan kami atas mereka.

ANTARA BUDAK WANITA ATAU PROSTITUSI?

DABIQ 9 – MUSLIMAH

KEPADA SAUDARI KAMI :
ANTARA BUDAK WANITA ATAU PROSTITUSI?

Dengan nama Allah Yang Maha Kuat lagi Maha Perkasa. Dia yang menguatkan kaum Muslimin dengan pertolongan-Nya dan menghinakan kaum musyrikin dengan kekuatan-Nya. Shalawat serta salam semoga tercurah kepada teladan Nabi dan Rasul, juga kepada para shahabat serta orang-orang yang mengikuti dan menapaki jalan beliau, serta kepada keluarga, sahabat, dan orang-orang yang menolong beliau. Amma ba’du.

Allah ta’ala berfirman, "Dan jika kamu takut tidak akan dapat berlaku adil terhadap (hak-hak) perempuan yatim (bilamana kamu mengawininya), maka kawinilah wanita-wanita (lain) yang kamu senangi: dua, tiga, atau empat. Kemudian jika kamu takut tidak akan dapat berlaku adil, maka (kawinilah) seorang saja, atau budak-budak yang kamu miliki. Yang demikian itu adalah lebih dekat kepada tidak berbuat aniaya." (An-Nisaa’ : 3)

Dia juga berfirman, "Dan kawinkanlah orang-orang yang sendirian di antara kamu, dan orang-orang yang layak (berkawin) dari hamba-hamba sahayamu yang lelaki dan perempuan. Jika mereka miskin Allah akan memampukan mereka dengan karunia-Nya. Dan Allah Maha Luas (pemberian-Nya) lagi Maha Mengetahui." (An-Nuur : 32)

Dia juga berfirman menjelaskan tentang hamba-hamba-Nya yang beriman, "Dan orang-orang yang menjaga kemaluannya, kecuali terhadap isteri-isteri mereka atau budak yang mereka miliki; maka sesungguhnya mereka dalam hal ini tiada tercela." (Al-Mu’minuun : 5-6)

Dia Subhanah berfirman, mendorong hamba-Nya yang beriman agar menikahi budak wanita, (jika mereka tidak dapat menikahi wanita merdeka) dan lebih mengutamakan mereka daripada musyrikin wanita dari keturunan mulia, "Sesungguhnya budak yang mu’min lebih baik daripada orang musyrik walaupun dia menarik hatimu." (Al-Baqarah : 221)

Mulkul yamin (kepemilikan tangan kanan) adalah tawanan wanita yang dipisahkan dari suami mereka lantaran perbudakan. Mereka menjadi halal bagi orang yang memperolehnya walau tanpa pernyataan cerai dari suami harbi (orang yang diperangi) mereka.

Sa’id ibnu Jubair meriwayatkan dari Ibnu ‘Abbas (radhiyallahu ‘anhuma) yang berkata, "Setiap wanita yang memiliki suami, mendatanginya (bersetubuh dengannya) adalah zina, kecuali yang telah menjadi budak." (Diriwayatkan oleh Al-Hakim dan dia berkata, "Shahih berdasarkan syarat-syarat Al-Bukhari dan Muslim")

Sabi (mengambil budak lewat perang) merupakan Sunnah Nabi yang agung yang mengandung banyak hikmah dan manfaat dari sisi agama, terlepas dari apakah orang itu mengetahuinya atau tidak. Sirah nabawiyah menjadi saksi atas Nabi kita shallallahu ‘alaihi wasallam yang memerangi kuffar. Beliau membunuh para lelaki mereka dan menjadikan budak anak-anak dan para wanita mereka. Perang yang dilakukan oleh Nabi kita tercinta shallallahu ‘alaihi wasallam menceritakan ini kepada kita. Tanyakanlah hal ini kepada kabilah Bani Al-Musthaliq, Bani Quraizhah, dan Hawazin mengenai hal ini.

Ibnu ‘Aun berkata, "Aku menulis surat kepada Nafi’, maka dia mengirim balasan yang isinya, ‘Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam menyerang Bani Al-Musthaliq di luar dugaan mereka dan di saat ternak-ternak mereka sedang minum. Maka beliau membunuh para petempur mereka, memperbudak anak-anak mereka, dan pada hari itu beliau mendapatkan Juwairiyah. Ibnu ‘Umar mengatakan hal ini kepadaku. Dan dia termasuk bagian dari pasukan tersebut." (Diriwayatkan oleh Al-Bukhari dan Muslim)

Setelah Perang Khandaq, Bani Quraizhah menyerahkan keputusan kepada Sa’ad ibnu Mu’adz radhiyallahu ‘anhu. Lalu Sa’ad berkata, "Aku memutuskan agar para lelaki (yang mampu berperang) agar dibunuh dan keluarga mereka dijadikan budak." Maka Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda, "Engkau telah memutuskan mereka dengan hukum Allah." (Diriwayatkan oleh Al-Bukhari dan Muslim)

Jumlah Yahudi yang dibunuh dalam Perang Khaibar mencapai 93 orang laki-laki (Maghazi al-Waqidi). Wanita dan anak-anak mereka dijadikan budak serta Shafiyah binti Huyay ibnu Akhthab –Ummul Mu’minin radhiyallahu ‘anha– menjadi tawanan. Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam memerdekakan dan menikahinya. (Diriwayatkan oleh Al-Bukhari dan Muslim).

Dan ketika perang Hunain, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam menjadikan orang-orang Hawazin sebagai budak, jumlah mereka mencapai enam ribu orang budak. (Ath-Thabaqat al-Kubra, Ibnu Sa’ad)

Para ulama sirah menyebutkan bahwa Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam mengambil empat budak wanita sebagai selir, dua di antaranya ialah Mariyah Al-Qibtiyah dan Raihanah An-Nadriyah. (Zadul Ma’ad)

Para sahabat dan orang yang mengikuti mereka dengan baik telah meniti jalan yang telah ditempuh oleh Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam. Oleh karena itu, kita hampir-hampir kita tidak dapati seorang sahabat pun yang tidak mengamalkan sabi (perbudakan). ‘Ali ibnu Abi Thalib radhiyallahu ‘anhu mempunyai sembilan belas budak wanita. Ibnu ‘Uyainah meriwayatkan bahwa ‘Amr ibnu Dinar berkata, "Ali ibnu Abi Thalib menuliskan dalam wasiatnya, ‘Amma ba’du. Jika sesuatu terjadi padaku dalam perang ini, maka budak-budak wanitaku yang aku dekati (setubuhi) ada 19 orang. Beberapa dari mereka melahirkan anak, beberapa yang lain hamil, dan yang lainnya tidak beranak." (Mushannaf ‘Abdur Razzaq)

Abu Sa’id Al-Khudri radhiyallahu ‘anhu berkata, "Aku mempunyai seorang budak wanita yang aku melakukan ‘azl terhadapnya. Dia memberiku seorang (anak) yang paling aku cintai." (Mushannaf ‘Abdur Razzaq)

Apakah setelah semua ini dan setelah matahari Khilafah bersinar sekali lagi, angin kemenangan dan persatuan kembali bertiup, dan Daulah Islam, dengan karunia Rabb semata, telah membawa hukum Islam dan hukum syari’at dari kegelapan buku-buku dan lembaran-lembaran, dan sungguh kita telah hidup bersama semua itu setelah terkubur selama berabad-abad…

Setelah semua ini, apakah orang yang berkata-kata kosong itu berani untuk menjulurkan lidah mereka dengan ucapan bathil dan tuduhan dusta untuk menjelek-jelekkan hukum syari’at yang agung dan Sunnah Nabi yang jernih yang bernama "sabi"? Setelah semua ini, apakah sabi berubah menjadi perzinaan dan tasarri (mengambil budak wanita sebagai selir) berubah menjadi pemerkosaan?

Seandainya saja kami mendengar kebathilan ini dari kaum kuffar yang tidak tahu tentang agama kami. Akan tetapi, kami mendengarnya dari orang-orang yang menisbatkan diri mereka kepada umat kita, mereka yang bernama Muhammad, Ibrahim, dan ‘Ali! Maka kukatakan dengan penuh keheranan: Apakah kaum kita sedang terjaga atau tertidur?

Tetapi apa yang lebih mengkhawatirkanku ialah adanya sebagian pendukung Daulah Islam (semoga Allah mengampuni mereka) bersegera membela Daulah Islam –semoga kemuliaannya tetap bertahan dan semoga Allah meluaskan wilayahnya– setelah media kafir menyinggung masalah para wanita Yazidi yang ditawan Daulah Islam. Maka para pendukung tersebut menyangkal perkara tersebut, seolah-olah Tentara Khilafah telah melakukan sebuah kesalahan atau kejahatan.

Karena itu, setelah permasalahan ini melewati batasnya dan gonggongan tukang jual obat –ulama suu– berdiri di atas mimbar penyimpangan, maka pernyataan mereka perlu ditanggapi dengan pernyataan pula, yaitu dengan satu kebenaran, untuk menekan kebathilan dan menghentikan lisan mereka.

Ya, Allah telah membuka negeri-negeri itu bagi wali-wali-Nya, maka mereka memasukinya dan menyebar, membunuh para prajurit kuffar, menawan wanita mereka, dan memperbudak anak-anak mereka.

Aku menulis (risalah) ini di saat tulisannya meneteskan kebanggaan. Ya, wahai agama-agama kufur semuanya, kami benar-benar telah memerangi dan menawan wanita-wanita kafir serta menggiring mereka seperti domba dengan pedang, dan kemuliaan itu milik Allah, Rasul-Nya, dan orang-orang beriman, akan tetapi orang-orang munafik tidak mengetahui!

Atau apakah Anda dan para pendukung Anda berpikir bahwa kami tengah bergurau pada hari di saat kami mengumumkan Khilafah di atas manhaj kenabian? Aku bersumpah demi Rabbku, ia benar-benar Khilafah, secara pasti sebagaimana anda dapat berbicara, melihat, dan mendengar. Ia adalah Khilafah dengan segala sesuatu yang dikandungnya berupa kemuliaan dan kebanggaan bagi seorang muslim, serta kehinaan dan kerendahan bagi umat kafir.

Nabi kami shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda, sebagaimana diriwayatkan oleh Ibnu ‘Umar (radhiyallahu ‘anhuma), "Aku diutus dengan pedang sebelum hari Kiamat sehingga hanya Allah yang diibadahi tanpa sekutu bagi-Nya. Dan rizkiku berada di bawah bayang-bayang tombakku. Kehinaan dan kerendahan bagi mereka yang menyelisihi perintahku." (Imam Ahmad)

Oleh sebab itu, kami tidak menghinakan mereka, tetapi Allah yang menghinakan mereka melalui tangan hamba-hamba-Nya yang tidak menghendaki apa pun selain agar kalimat Allah menjadi yang paling tinggi dan kalimat orang-orang kafir menjadi yang paling rendah. Demi hal itu, mereka mencurahkan jiwa dan hati mereka. Tujuan mereka ialah mengagungkan agama Islam dan menghinakan siapa saja yang menghendaki agama selain Islam!

‘Abdurrahman ibnu Jubair ibnu Nufair meriwayatkan dari bapaknya yang berkata, "Ketika negeri Siprus ditaklukkan, manusia mulai membagi-bagikan tawanan. Mereka memisah-misahkan di antara mereka (para tawanan), sementara para tawanan saling menangis satu sama lain. Maka Abu Ad-Darda’ pergi menyendiri. Dia kemudian duduk di atas tanah dan menangis. Lalu Jubair ibnu Nufair datang kepadanya dan bertanya, ‘Apa yang menyebabkan engkau menangis, wahai Abu Ad-Darda’? Apakah engkau menangis pada hari di mana Allah telah memuliakan Islam dan orang-orangnya serta menghinakan kekafiran dan orang-orangnya? Maka dia pun menjawab: "Tsakilatka ummuk (kalimat celaan, artinya ‘Semoga ibumu kehilanganmu’, pent). Betapa hinanya manusia di sisi Allah jika mereka meninggalkan perintah-Nya, padahal mereka adalah kaum yang kuat dan menang di atas manusia, mereka berkuasa hingga mereka meninggalkan perintah Allah, sehingga mereka berakhir sebagaimana yang engkau lihat sekarang ini. Sesungguhnya ketika perbudakan menimpa suatu kaum, maka mereka telah meninggalkan nikmat Allah, sehingga Allah tidak membutuhkan mereka." (Sunan Sa’id ibnu Manshur)

Oleh karena itu, aku akan tambah kemarahan para pendengki dengan mengatakan bahwa aku dan orang-orang yang tinggal bersamaku bersujud kepada Allah dengan rasa syukur pada hari di mana budak perempuan pertama memasuki rumah kami. Ya, kami bersyukur kepada Rabb kami karena mengalami kehidupan di mana kami melihat kekafiran dihinakan dan benderanya hancur.

Di sini dan pada hari ini serta setelah berabad-abad lamanya, kami telah menghidupkan kembali sebuah Sunnah Nabi yang telah dikubur oleh orang-orang Arab dan ajam. Demi Allah, kami membawanya kembali dengan pedang, dan kami tidak melakukannya lewat jalan damai, negosiasi, demokrasi, atau pemilu. Kami mendirikannya berdasarkan manhaj kenabian, dengan pedang-pedang berwarna merah darah, tidak dengan jari-jari yang dipakai untuk pemungutan suara atau twitter.

Adapun bagi mereka yang mencemooh Tentara Khilafah karena masalah sabi, maka ini tidak mengherankan sama sekali, karena mereka sendiri adalah orang-orang yang telah melumpuhkan kewajiban jihad dengan syubhat-syubhat bathil dan hujjah-hujjah keji. Mereka adalah orang-orang yang juga berjenggot dan begitu pula dengan para pengikut mereka yang seperti domba. Mengapa kita harus mencela mereka? Apakah tidak cukup bagi kita untuk sekedar mengetahui dosa mereka karena duduk-duduk saja yang telah membuat perut mereka buncit dan kelemahan mereka bertambah-tambah?

Mereka takut untuk berbicara mengenai prinsip agama –yaitu mengingkari thaghut! Lalu, apakah kita berharap dari mereka sebuah kata kebenaran dalam persoalan sekunder dalam agama? Bahkan kalimat syahadat "La ilaha illallah" mereka samarkan dan tidak dijelaskannya secara gamblang, takut jika tiran yang kejam akan menangkap mereka. Mereka lupa perintah Allah Yang Maha Kuasa kepada hamba-Nya Muhammad shallallahu ‘alaihi wasallam,"Maka sampaikanlah olehmu secara terang-terangan segala apa yang diperintahkan (kepadamu)." (Al-Hijr : 94)

Allah Yang Yang Esa dan Satu-satunya yang berhak memberi perintah dan bukan Ibnu Sa’ud (thaghut Saudi), Ibnu Zaid (thaghut Uni Emirat), Ibnu Mauzah (thaghut Qatar), atau pun yang lainnya. Dan semua penguasa ini adalah anak-anak tiri Gedung Putih.

Mereka mengatakan bahwa suatu hari nanti tidak akan ada jihad, kemudian sekelompok mu’min –hanya dengan kuasa Allah semata– justru mendirikan Khilafah di atas manhaj kenabian. Hari ini mereka mengatakan tidak ada sabi, sementara beberapa budak wanita di Daulah saat ini sedang hamil dan beberapa dari mereka bahkan dimerdekakan karena Allah dan dinikahi di mahkamah-mahkamah Daulah Islam setelah menjadi Muslim dan mengamalkan Islam dengan benar.

Bapak kita Ibrahim ‘alaihis salam mengambil Hajar sebagai selir dan dia melahirkan anak bernama Isma’il, dan Nabi kita shallallahu ‘alaihi wasallam mengambil Mariyah sebagai selir dan dia memberi beliau anak yang dinamai Ibrahim. Diriwayatkan bahwa Zaid ibnu ‘Ali* suatu ketika menemui Hisyam ibnu ‘Abdil Malik. Hisyam mengatakan kepadanya, "Telah sampai kepadaku bahwa engkau berharap untuk menjadi khalifah. Tetapi kamu tidak pantas mendapatkannya karena kamu anak seorang budak perempuan!" Maka Zaid menjawab, "Adapun perkataanmu bahwa aku berharap untuk menjadi khalifah –maka tidak ada yang mengetahui yang ghaib kecuali Allah. Dan adapun bahwa aku adalah anak dari budak perempuan, maka Isma’il adalah anak dari budak perempuan, dan Allah telah menjadikan manusia yang paling mulia, Muhammad, dari keturunannya."

*Catatan editor: Ayahnya adalah Ali bin Al-Husain bin Ali bin Abi Thalib Al-Hasyimi Al-Qurasyi dan ibunya adalah seorang budak wanita Sind yang ayahnya sendiri yang memilikinya dan mengambilnya sebagai selir.

Ibnu Katsir rahimahullah menyebutkan bahwa "Al- Husain (ibnu ‘Ali ibnu Abi Thalib) tidak mempunyai keturunan laki-laki kecuali dari ‘Ali ibnu Al-Husain dan ‘Ali ibnu Al-Husain tidak mempunyai keturunan kecuali dari sepupu dari pihak ayah anak perempuan Al-Hasan, maka Marwan ibnu Al-Hakam berkata kepadanya, ‘Jika engkau mengambil selir, maka anak -anakmu akan bertambah.’ Dia menjawab, ‘Aku tidak sanggup membeli selir.’ Lalu dia memberinya pinjaman uang sejumlah seratus ribu. Dia lalu membeli selir-selir dengan uang itu dan mereka memberinya keturunan. Setelah Marwan menderita sakit, dia menyatakan dalam wasiatnya bahwa apa yang telah dipinjamkannya kepada ‘Ali ibnu Al-Husain tidak boleh diambil (tidak perlu dikembalikan). Dengan demikian, semua keturunan Al-Husain berasal dari keturunan ‘Ali ibnu Al-Husain, rahimahullah." (al-Bidayah wan Nihayah)

Lebih dari itu, aku ingin menambah rasa sakit di hati orang-orang yang tidak senang. Sesungguhnya, banyak dari budak-budak perempuan yang setelah menjadi sabi berubah menjadi penuntut ilmu yang bersungguh-sungguh dan giat, setelah dia menemukan di dalam Islam apa yang tidak dia temukan ketika masih kafir, meskipun mereka mengeluarkan slogan "kebebasan" dan "persamaan". Sesungguhnya Islam kami yang lurus inilah yang mengangkat setiap orang rendah dan menyempurnakan setiap kekurangan.

Abu Hurairah radhiyallahu ‘anhu berkata bahwa Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda, "Allah kagum dengan orang-orang yang memasuki surga dalam keadaan dibelenggu." (Al-Bukhari)

Ibnul Jauzi rahimahullah berkata, "Artinya mereka adalah orang yang ditawan dan dirantai, dan ketika mereka mengetahui kebenaran Islam, mereka memasukinya dengan sukarela, maka kemudian mereka memasuki surga. Maka paksaan dalam bentuk tawanan dan belenggu adalah penyebab pertama. Seolah-olah dia memilih kata ‘paksaan’ (ke dalam perbudakan) dengan kata belenggu. Dan karena hal ini adalah penyebab dia masuk ke dalam surga, sehingga penyebab di gunakan sebagai kata sebab." (Fat?ul Bari, Ibnu Hajar)

Maka barangsiapa yang mengira bahwa tujuan akhir sabi adalah untuk kenikmatan, maka dia adalah seorang jahil (bodoh) yang salah. Jika iya, maka mengapa syari’at Islam menganjurkan berbuat baik kepada budak dan memperlakukannya dengan baik sekalipun mereka orang kafir yang dihinakan oleh Allah dengan menjadikannya budak yang dimiliki oleh ahli Islam? Itu semua tidak lain karena Dia Subhanah telah menjadikan keluarnya mereka dari negeri-negeri kufur untuk menjadi jalan bagi mereka dan petunjuk menuju jalan yang lurus.

Abu Dzar radhiyallahu ‘anhu meriwayatkan bahwa Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda, "Saudara-saudara kalian yang Allah jadikan di bawah kekuasaan kalian, maka berilah mereka makan dari apa yang kalian makan, kenakanlah untuk mereka pakaian dengan apa yang kalian kenakan, dan janganlah kalian bebani mereka dengan apa yang tidak mereka sanggupi, dan apabila kalian memberi beban kepadanya maka bantulah dia." (Diriwayatkan oleh Al-Bukhari dan Muslim)

Abu Mas’ud radhiyallahu ‘anhu berkata, "Aku pernah memukul seorang budak kecil milikku, lalu aku mendengar suara di belakangku mengatakan, ‘Ketahuilah Abu Mas’ud, bahwa Allah lebih sanggup menyiksamu daripada kamu kepada dia.’ Kemudian aku menoleh dan ternyata itu adalah Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam. Aku kemudian berkata, ‘Wahai Rasulullah, dia bebas demi keridhoan Allah.’ Maka beliau bersabda, "Jika kamu tidak melakukannya, api neraka pasti menghanguskanmu’ atau ‘api neraka pasti akan menyentuhmu’." (Diriwayatkan oleh Muslim)

Ya, ini –sebagaimana mereka klaim– adalah Islam kami yang "bengis", yaitu telah memerintahkan kami untuk berbuat baik sekalipun kepada para budak. Ini adalah tuntutan kewajiban, sekalipun mereka tetap berada di atas kekafiran. Dan aku bersumpah demi Allah, aku tidak pernah mendengar atau melihat seorang pun di Daulah Islam yang memaksa budak perempuannya untuk menerima Islam.

Sebaliknya, aku melihat semua orang yang memeluk Islam telah melakukannya secara sukarela, tidak atas dasar paksaan. Ketika budak perempuan itu bersaksi bahwa tiada ilah selain Allah dan Muhammad adalah utusan Allah serta mulai mengamalkan ibadah yang menjadi tuntutan baginya, maka kami berkata, "Selamat datang". Adapun untuk hatinya, maka kami serahkan kepada Allah ta’ala.

Adapun untuk mereka yang ada di layar kedustaan, yang mengaku telah melarikan diri dari Daulah Islam, membuat kebohongan, dan menulis cerita-cerita palsu, maka aku katakan, barangsiapa yang membaca sejarah dan mempelajari sirah, niscaya mereka akan tahu bahwa sepanjang sejarah terdapat budak-budak wanita licik dan jahat dengan kisah-kisah yang akan membuat rambut bayi yang baru lahir beruban.

Inilah Hafshah, Ummul Mu’minin, radhiyallahu ‘anha menyuruh untuk membunuh salah seorang budak perempuannya yang melakukan praktek sihir kepadanya, maka ‘Abdurrahman ibnu Zaid ibnul Khaththab membunuhnya. Budak perempuan Ibnu ‘Umar (radhiyallahu ‘anhuma) melarikan diri. Maka, apakah kita akan mengumpat orang-orang pada masa itu dan menyalahkan mereka?!

Mereka mengecam kami karena hukum Allah yang mulia sementara mengacuhkan hukum di mana gunung-gunung hampir runtuh karenanya (yakni hukum kafir). Maka, celakalah bagi para penipu, celakalah mereka!

Apakah budak-budak perempuan yang kami ambil karena perintah Allah itu lebih baik ataukah pelacur-pelacur –sebuah kejahatan yang tidak kalian cela– yang direnggut oleh lelaki-lelaki angkuh di negeri-negeri kufur di mana kalian tinggal? Seorang pelacur di negeri kalian datang dan pergi serta berbuat dosa dengan terang-terangan. Dia hidup dengan menjual kehormatannya, ulama-ulama melihatnya namun ucapan ulama-ulama sesat di sana yang melarangnya tidak pernah kami dengar, meskipun samar-samar. Adapun bagi budak perempuan yang diambil lewat pedang pria-pria yang mengikuti ksatria yang murah tersenyum (Muhammad shallallahu ‘alaihi wasallam), maka perbudakannya bertentangan dengan hak-hak asasi manusia dan persetubuhan dengannya adalah pemerkosaan?!

Ada apa denganmu? Bagaimana kamu memutuskan? Apa agamamu? Apa hukummu? Bahkan, katakan kepadaku siapa Rabbmu? Tidak pernah sekalipun Tentara Khilafah menghidupkan sebuah Sunnah dan memberantas sebuah bid’ah kecuali kalian berteriak secara kotor dan menyesatkan! Tinggalkanlah kami sendiri dan jangan banyak bicara, tunggulah sebuah Khilafah yang dibawa oleh Obama atau petunjuk dari Abu Kurdus (Iblis) kepada kalian!

Aku bersumpah demi Allah, wahai kalian yang sok pintar dan meneriakkan kebathilan di setiap pertemuan, pasar-pasar budak pasti akan tumbuh melawan kehendak politik "yang benar"! Dan siapa yang tahu, barangkali harga Michelle Obama tidak akan lebih dari sepertiga dinar, bahkan sepertiga dinar sudah terlalu banyak bagi dia!

Akhir seruan kami ialah segala puji bagi Allah Rabb semesta alam serta shalawat dan salam semoga tercurah kepada pemimpin kami Muhammad beserta seluruh keluarga dan sahabatnya.