SARIYAH, GHAZWAH DAN FUTUHAT DI BULAN RAMADHAN (BAGIAN 4)
Disini kita akan menyebutkan kembali sebagian ghazwah Daulah Islamiyah yang terjadi di bulan Ramadhan dari umur Daulah yang diberkahi ini –semo¬ga Allah memanjangkan umurnya dan meluaskan kekuasaannya– sesuai den¬gan statemen-statemen resmi Daulah pada waktu itu. Kita akan menyebutkan beberapa saja dari ghazwah-ghazwah tersebut, karena ghazwah-ghazwah Dau¬lah yang terjadi di bulan Ramadhan itu amat banyak, semisal pada Ramadhan tahun 1434, amaliyah jihad yang tercatat saja berjumlah (867) amaliyah, itu selain amaliyah yang tidak tercatat. Berikut beberapa ghazwah yang terjadi selama Ramadhan:
25. Ghazwah al-Asiir (pembebasan tawanan) Pertama – 4 Ramadhan 1430 H
Ghazwah yang diberkahi, diinisiasi oleh Menteri Perang Daulah Islamiyah Syaikh Abu Hamzah Al Muhajir rahimahullah dan dieksekusi di jantung kota Baghdad dengan amaliyah-amaliyah istisyhadiyah yang akurat. Merobohkan markas-markas kekafiran dan benteng-benteng syirik pemer¬intahan Shafawiyah: Kementrian Luar Negeri, Kementrian Keuangan, Ke¬mentrian Pertahanan, dan bangunan gubernur Baghdad, serta sebagian sarang-sarang keburukan di Zona Hijau (Green Zone). Gempuran-gempuran ini mengakibatkan hancurnya markas-markas ini dan memakan korban mati dan luka ratusan dedengkot Shafawiyin.
26. Ghazwah al-Asiir Kedua – 18 Ramadhan 1431 H
Gelombang mengguncang dari gelombang-gelombang gempuran Ghazwah al-Asiir setahun setelah dimulainya operasi ini. Dalam operasi ini, mayori¬tas formasi Kementrian Perang Daulah Islam dikerahkan, baik dari detase¬men tempur ataupun keamanan, dipelopori oleh barisan istisyhadi. Seluruh rangkaian ghazwah yang berhasil dieksekusi hanya dalam beberapa jam saja ini mencakup seluruh wilayah Irak. Target dipilih secara teliti baik berupa markas-markas, pemusatan kekuatan dan pos-pos pemeriksaan Shafawiyin, juga gembong-gembong murtad dan perusak. Operasi ini memakan korban ratusan murtaddin terbunuh atau terluka.
27. Shoulah al-Muwahidin (serangan para muwahid membela kehormatan Ummahatul Mukminin) - 30 Ramadhan 1431 H
Setelah Rafidhah secara terang-terangan dengan lancangnya mencaci Umma¬hatul Mukminin –semoga Allah ta’ala meridhai mereka–, beberapa pemuda Daulah Islam yang telah menadzarkan nyawa mereka sebagai tebusan untuk kehormatan Rasulullah Shallallahu ’alaihi wasallam segera bangkit. Mereka segera mempersiapkan segala sesuatunya dengan baik, dan memilih salah satu lambing proyek Shafawi sebagai target, yaitu (Komando Operasi Janib ar-Rushafah (salah satu dari Sembilan distrik administratif di Baghdad), dan Komando Pusat militer Irak di Kementerian Pertahanan) yang terletak di daerah administratif Baghdad yang paling dijaga ketat, yaitu daerah Bab al-Mu’azzam.
Ghozwah ini dimulai dengan bomber istisyhadi yang berhasil meledakkan mobilnya di gerbang belakang kompleks, yang berhasil meng¬hancurkan Menara pengawas dan membinasakan seluruh penjaganya. Diten¬gah-tengah kebingungan dan kengerian yang menimpa murtaddin, empat inghi¬masi menyerbu masuk komplek dan berhasil menguasai bangunan utama. Baku tembak dengan tentara Shafawi yang berada di dalam komplek terjadi lebih dari sejam.
Tak ketinggalan pesawat Salibis ikut mengambil bagian, na¬mun Allah mengaruniakan kepada para pembela-Nya berupa puluhan mur¬taddin yang terbunuh dan terluka, sebelum akhirnya para in-ghimasi itu ke¬habisan peluru, lalu meledakkan sabuk peledak mereka pada tentara Shafawi yang mencoba menerobos masuk.
28. Ghazwah pembalasan untuk para pemimpin mulia – 14 Ramadhan 1432 H
Pembalasan untuk darah-darah suci yang tertumpah dari Syaikh: Ibn Ladin, Abu ‘Umar, Abu Hamzah, Abu Ibrahim taqabbalahumullah. Pada pertenga¬han Ramadhan, Kementrian Perang melancarkan serangan luas yang meliputi 100 operasi penyergapan yang bermacam-macam. Yang paling besar adalah penyerbuan inghimasi ke komplek istana pemerintah di Tikrit, penyerbuan inghimasi ke komplek milik Dewan Pemerintahan Provinsi Anbar, penyer¬buan tiga inghimasi atas markas pusat kepolisian Al Baghdadi, seorang bomber istisyhad yang menyerbu markas intelijen militer di Taji, serangan istisyhad atas Direktorat Bina Marga yang terletak di tengah-tengah kota Najaf, dan serangan istisyhad atas Markas Direktorat Jenderal Kepolisian Tarmiyah, bersamaan dengan peledakkan 16 bom mobil yang diparkir di Karbala, Hil¬lah, Bashrah dan lainnya, peledakkan puluhan IED atas target yang berma¬cam-macam, mengeksekusi puluhan perwira dengan pistol berperedam, dan masih banyak lagi amaliyah lainnya.
29. Gelombang pertama operasi Hadmul Aswar (menghancurkan jeruji) – 14 Ramadhan 1432 H
Untuk melaksanakan instruksi Amirul Mukminin Abu Bakr Al Baghdadi ha¬fizhahullah lewat pengumuman proyek Hadmul Aswar dan menandai fase baru amal jihad merebut kembali wilayah-wilayah yang pada waktu sebelum¬nya Daulah mundur darinya; Katibah-katibah mujahidin berangkat berge¬lombang dalam operasi berskala luas menargetkan sendi-sendi proyek Shafa¬wi, pengikut dan simpatisannya di seluruh wilayah ‘Iraq.
Dalam ghazwah ini, operasi-operasi jihad dalam satu hari berjumlah mencapai 166 amaliyah, yang berhasil memanen kepala-kepala najis Shafawi.
30. Ghazwah Direktorat Kontra Terorisme – 14 Ramadhan 1433 H
Berangkatlah sekelompok orang-orang mukmin bomber istisyhadi untuk menggempur salah satu simbol proyek Shafawi dan sendi keamanannya di Iraq, yaitu Depertemen Kontra Terorisme yang terletak di pusat kota Bagh¬dad. Amaliyah ini dimulai dengan meledakkan dua bom mobil yang diparkir di pintu gerbang komplek, yang berhasil menewaskan dan melukai puluhan penjaganya. Setelahnya, satu detasemen yang berkekuatan lima inghimasi mernyerbu masuk. Target mereka adalah akses masuk di lantai dua dima¬na para perwira investigasi biasanya beristirahat. Setelah membunuh sia-papun yang berusaha menghalangi, para ikhwah berhasil mengakses lantai dua. Kemudian mereka memblokade seluruh pintu masuknya dan berhasil mengeksekusi 30 perwira di mejanya masing-masing.
Setelah itu, murtaddin berusaha keras untuk mengontrol kembali komplek tersebut, yang seluruhn¬ya berujung pada kegagalan. Setelah 7 jam baku tembak sengit, para ikhwah kehabisan peluru, maka tibalah perang sabuk peledak. Tiap kali pasukan penyerbu berusaha masuk, mereka dikejutkan dengan ledakan yang men¬cabik-cabik tubuh. Ghazwah ini berhasil menewaskan 70 perwira dan calon perwira, dan komplek tersebut hampir seluruhnya hancur. Para eksekutor ghazwah menulisi dinding-dindingnya dengan kalimat: dengan darah mu¬wahhid; Daulah Islam akan terus eksis.
31. Ghazwah Ramadi dan Muqdadiyah – 6 Ramadhan 1434 H
Tiga inghimasi menyerang markas kepolisian andalus di Ramadi. Ghazwah dimulai dengan salah seorang istisyhadi menyerbu masuk menggunakan bom mobil dan meledakkannya ditengah-tengah mereka, disusul dengan dua inghimasi yang lain menyerbu masuk untuk menghabisi siapa saja yang tersisa dari mereka. Ketika patroli bantuan sampai, mereka segera terlibat baku tembak sengit selama enam jam. Dalam baku tembak ini salah satu dari keduanya terbunuh, sedangkan yang inghimasi yang lain menyergap dan meledakkan sabuk peledaknya di garda terdepan patroli. Disaat itu juga, seorang bomber istisyhadi meledakkan sabuk peledaknya di tengah-tengah pertemuan besar pemimpin dan elemen-elemen milisi Rafidhah di kota Miq¬dadiyah, provinsi Diyala. Dua ghazwah ini berhasil membunuh dan melukai lebih dari 100 shafawi.
32. Ghozwah Qahru Thawaghit (memukul mundur thaghut) – 13 Ramadhan 1434 H
Untuk memenuhi seruan Syaikh Mujahid Abu Bakar al-Baghdadi hafizhahul¬lah, yaitu agar menutup proyek “Hadmul Aswar” dengan ghazwah kualitatif yang bisa mengalahkan thaghut, menghancurkan belenggu, dan membebas¬kan para singa; Berangkatlah katibah-katibah mujahidin, setelah persiapan dan perencanaan berbulan-bulan, menargetkan dua penjara terbesar Pemer¬intahan Shafawi, yaitu Penjara Sentral Baghdad (Abu Ghuraib) dan Penjara Al Haut (At Taaji).
Di malam ke 13 Ramadhan, para singa tauhid menyerang pintu-pintu utama dan dinding terluar kedua penjara secara bergelombang dengan aliran bom-bom mobil yang dikemudikan oleh bomber istisyhadi. Jumlah bom mobil berhasil diledakkan total mencapai 12 bom mobil den¬gan beragam ukuran. Sebelumnya, jalan-jalan yang menuju ke dua penjara tersebut diblokade total setelah cekpoin yang bertebaran berhasil di musnah¬kan. Bersamaan dengan itu, semua kamp militer Shafawi yang berdekatan dengan lokasi dihujani dengan lontaran roket dan mortar. Dengan demiki¬an, akses-akses menuju ke dua penjara tersebut berhasil diamankan secara sempurna, dan pergerakan bantuan dara dan udara juga berhasil dihalangi.
Setelahnya barulah dimulai fase penyerangan dengan detasemen-detasemen inghimasi. Baku tembak dengan penjaga pejara berlangsung selama beberapa jam, dan berakhir dengan dikuasainya seluruh Menara pengawas serta ter¬bunuhnya seluruh penjaganya. Lalu, bersama dengan detasemen-detasemen yang berhasil dibebaskan, mereka menyisir seluruh bangunan. Dalam bebera¬pa jam saja, ribuan tawanan berhasil dibebaskan dan dipindahkan ke tempat yang aman. Lebih dari 160 elemen-elemen Shafawi terbunuh dan puluhan lainnya terluka.
33. Ghozwah sepuluh hari terakhir – 20 Ramadhan 1434 H
Sebagai pembalasan atas tekanan dan pengusiran Rafidhah terhadap terha¬dap orang-orang yang lemah dari kalangan ahlus sunnah; Para tentara Dau¬lah Islamiyah segera bergerak dalam amaliyah pertama dalam proyek “Ha¬shad al-Ajnad” untuk meluluhlantakkan protektorat Shafawi di Baghdad dan wilayah selatan dalam satu hari. Target-target khusus yang telah mengalami proses pemilihan dan pemantauan dipilih dengan teliti. Target-target tersebut berupa komplek-komplek pemerintahan, markas-markas keamanan dan mi¬liter, dan sorban-sorban Rafidhah serta sekutu mereka dari pengkhianat ahlus sunnah. Amaliyah ini dieksekusi ketika puncaknya penyebaran personel-per¬sonel keamanan pemerintahan Rafidhah. Operasi ini berhasil membunuh dan melukai ratusan dari mereka.
34. Ghazwah pembebasan bandar militer Minnigh – 27 Ramadhan 1434 hijriyah
Setelah memblokade bandara tersebut selama lebih dari Sembilan bulan; para prajurit Daulah Islam bergerak untuk membebaskan bandara militer Minnigh dari cengkeraman Nushairiyah. Ghazwah dibuka dengan serangan bombar¬dir selama tiga hari berkesinambungan. Setelah musuh kelelahan, pasukan pelopor penyerbu segera bergerak, didahului dengan seorang muhajir yang mengendarai BMP, yang berjalan pelan lantaran beratnya bahan peledak. Al¬lah memudahkan bomber istisyhadi ini memasuki komplek utama bandara dan meledakkan kendaraannya, yang segera disusul dengan kompi-kompi penyerbu dari tiga sisi.
Setelah baku tembak sengit yang berlangsung dari pagi sampai tengah malam, seluruh komplek bandara berhasil dikuasai secara sempurnya, puluhan tentara Nushairi berhasil ditawan.
35. Fathu al-Futuuh (kemenangan gilang gemilang) – 1 Ramadhan 1435 H
Setelah perjalanan jihad yang sedemikian panjang, dengan aliran sungai darah para syuhada, dan kehancuran proyek Salibis, Shafawi, orang-orang sekuler, serta setelah Daulah Islamiyah berhasil mengontrol wilayah luas di Irak dan Syam melalui berbagai pertempuran sengit; juru bicara Daulah Islamiyah Syaikh Abu Muhammad Al ‘Adnani hafizhahullah mendeklarasikan di hari Ahad di hari pertama Ramadhan 1435 H kembalinya Khilafah Islamiyah dan pengangkatan Syaikh Ibrahim Ibn ‘Awwad Al-Badri Al-Husaini hafi¬zhahullah sebagai Khalifah bagi setiap muslim.
Selesai…
Ya Allah, terimalah syuhada kami, sembuhkan luka-luka kami, bebaskan dari kami yang tertawan.
Ya Allah, jagalah Khilafah ini, pemimpin, prajurit dan rakyatnya.
Maktabah Al Himmah
Disini kita akan menyebutkan kembali sebagian ghazwah Daulah Islamiyah yang terjadi di bulan Ramadhan dari umur Daulah yang diberkahi ini –semo¬ga Allah memanjangkan umurnya dan meluaskan kekuasaannya– sesuai den¬gan statemen-statemen resmi Daulah pada waktu itu. Kita akan menyebutkan beberapa saja dari ghazwah-ghazwah tersebut, karena ghazwah-ghazwah Dau¬lah yang terjadi di bulan Ramadhan itu amat banyak, semisal pada Ramadhan tahun 1434, amaliyah jihad yang tercatat saja berjumlah (867) amaliyah, itu selain amaliyah yang tidak tercatat. Berikut beberapa ghazwah yang terjadi selama Ramadhan:
25. Ghazwah al-Asiir (pembebasan tawanan) Pertama – 4 Ramadhan 1430 H
Ghazwah yang diberkahi, diinisiasi oleh Menteri Perang Daulah Islamiyah Syaikh Abu Hamzah Al Muhajir rahimahullah dan dieksekusi di jantung kota Baghdad dengan amaliyah-amaliyah istisyhadiyah yang akurat. Merobohkan markas-markas kekafiran dan benteng-benteng syirik pemer¬intahan Shafawiyah: Kementrian Luar Negeri, Kementrian Keuangan, Ke¬mentrian Pertahanan, dan bangunan gubernur Baghdad, serta sebagian sarang-sarang keburukan di Zona Hijau (Green Zone). Gempuran-gempuran ini mengakibatkan hancurnya markas-markas ini dan memakan korban mati dan luka ratusan dedengkot Shafawiyin.
26. Ghazwah al-Asiir Kedua – 18 Ramadhan 1431 H
Gelombang mengguncang dari gelombang-gelombang gempuran Ghazwah al-Asiir setahun setelah dimulainya operasi ini. Dalam operasi ini, mayori¬tas formasi Kementrian Perang Daulah Islam dikerahkan, baik dari detase¬men tempur ataupun keamanan, dipelopori oleh barisan istisyhadi. Seluruh rangkaian ghazwah yang berhasil dieksekusi hanya dalam beberapa jam saja ini mencakup seluruh wilayah Irak. Target dipilih secara teliti baik berupa markas-markas, pemusatan kekuatan dan pos-pos pemeriksaan Shafawiyin, juga gembong-gembong murtad dan perusak. Operasi ini memakan korban ratusan murtaddin terbunuh atau terluka.
27. Shoulah al-Muwahidin (serangan para muwahid membela kehormatan Ummahatul Mukminin) - 30 Ramadhan 1431 H
Setelah Rafidhah secara terang-terangan dengan lancangnya mencaci Umma¬hatul Mukminin –semoga Allah ta’ala meridhai mereka–, beberapa pemuda Daulah Islam yang telah menadzarkan nyawa mereka sebagai tebusan untuk kehormatan Rasulullah Shallallahu ’alaihi wasallam segera bangkit. Mereka segera mempersiapkan segala sesuatunya dengan baik, dan memilih salah satu lambing proyek Shafawi sebagai target, yaitu (Komando Operasi Janib ar-Rushafah (salah satu dari Sembilan distrik administratif di Baghdad), dan Komando Pusat militer Irak di Kementerian Pertahanan) yang terletak di daerah administratif Baghdad yang paling dijaga ketat, yaitu daerah Bab al-Mu’azzam.
Ghozwah ini dimulai dengan bomber istisyhadi yang berhasil meledakkan mobilnya di gerbang belakang kompleks, yang berhasil meng¬hancurkan Menara pengawas dan membinasakan seluruh penjaganya. Diten¬gah-tengah kebingungan dan kengerian yang menimpa murtaddin, empat inghi¬masi menyerbu masuk komplek dan berhasil menguasai bangunan utama. Baku tembak dengan tentara Shafawi yang berada di dalam komplek terjadi lebih dari sejam.
Tak ketinggalan pesawat Salibis ikut mengambil bagian, na¬mun Allah mengaruniakan kepada para pembela-Nya berupa puluhan mur¬taddin yang terbunuh dan terluka, sebelum akhirnya para in-ghimasi itu ke¬habisan peluru, lalu meledakkan sabuk peledak mereka pada tentara Shafawi yang mencoba menerobos masuk.
28. Ghazwah pembalasan untuk para pemimpin mulia – 14 Ramadhan 1432 H
Pembalasan untuk darah-darah suci yang tertumpah dari Syaikh: Ibn Ladin, Abu ‘Umar, Abu Hamzah, Abu Ibrahim taqabbalahumullah. Pada pertenga¬han Ramadhan, Kementrian Perang melancarkan serangan luas yang meliputi 100 operasi penyergapan yang bermacam-macam. Yang paling besar adalah penyerbuan inghimasi ke komplek istana pemerintah di Tikrit, penyerbuan inghimasi ke komplek milik Dewan Pemerintahan Provinsi Anbar, penyer¬buan tiga inghimasi atas markas pusat kepolisian Al Baghdadi, seorang bomber istisyhad yang menyerbu markas intelijen militer di Taji, serangan istisyhad atas Direktorat Bina Marga yang terletak di tengah-tengah kota Najaf, dan serangan istisyhad atas Markas Direktorat Jenderal Kepolisian Tarmiyah, bersamaan dengan peledakkan 16 bom mobil yang diparkir di Karbala, Hil¬lah, Bashrah dan lainnya, peledakkan puluhan IED atas target yang berma¬cam-macam, mengeksekusi puluhan perwira dengan pistol berperedam, dan masih banyak lagi amaliyah lainnya.
29. Gelombang pertama operasi Hadmul Aswar (menghancurkan jeruji) – 14 Ramadhan 1432 H
Untuk melaksanakan instruksi Amirul Mukminin Abu Bakr Al Baghdadi ha¬fizhahullah lewat pengumuman proyek Hadmul Aswar dan menandai fase baru amal jihad merebut kembali wilayah-wilayah yang pada waktu sebelum¬nya Daulah mundur darinya; Katibah-katibah mujahidin berangkat berge¬lombang dalam operasi berskala luas menargetkan sendi-sendi proyek Shafa¬wi, pengikut dan simpatisannya di seluruh wilayah ‘Iraq.
Dalam ghazwah ini, operasi-operasi jihad dalam satu hari berjumlah mencapai 166 amaliyah, yang berhasil memanen kepala-kepala najis Shafawi.
30. Ghazwah Direktorat Kontra Terorisme – 14 Ramadhan 1433 H
Berangkatlah sekelompok orang-orang mukmin bomber istisyhadi untuk menggempur salah satu simbol proyek Shafawi dan sendi keamanannya di Iraq, yaitu Depertemen Kontra Terorisme yang terletak di pusat kota Bagh¬dad. Amaliyah ini dimulai dengan meledakkan dua bom mobil yang diparkir di pintu gerbang komplek, yang berhasil menewaskan dan melukai puluhan penjaganya. Setelahnya, satu detasemen yang berkekuatan lima inghimasi mernyerbu masuk. Target mereka adalah akses masuk di lantai dua dima¬na para perwira investigasi biasanya beristirahat. Setelah membunuh sia-papun yang berusaha menghalangi, para ikhwah berhasil mengakses lantai dua. Kemudian mereka memblokade seluruh pintu masuknya dan berhasil mengeksekusi 30 perwira di mejanya masing-masing.
Setelah itu, murtaddin berusaha keras untuk mengontrol kembali komplek tersebut, yang seluruhn¬ya berujung pada kegagalan. Setelah 7 jam baku tembak sengit, para ikhwah kehabisan peluru, maka tibalah perang sabuk peledak. Tiap kali pasukan penyerbu berusaha masuk, mereka dikejutkan dengan ledakan yang men¬cabik-cabik tubuh. Ghazwah ini berhasil menewaskan 70 perwira dan calon perwira, dan komplek tersebut hampir seluruhnya hancur. Para eksekutor ghazwah menulisi dinding-dindingnya dengan kalimat: dengan darah mu¬wahhid; Daulah Islam akan terus eksis.
31. Ghazwah Ramadi dan Muqdadiyah – 6 Ramadhan 1434 H
Tiga inghimasi menyerang markas kepolisian andalus di Ramadi. Ghazwah dimulai dengan salah seorang istisyhadi menyerbu masuk menggunakan bom mobil dan meledakkannya ditengah-tengah mereka, disusul dengan dua inghimasi yang lain menyerbu masuk untuk menghabisi siapa saja yang tersisa dari mereka. Ketika patroli bantuan sampai, mereka segera terlibat baku tembak sengit selama enam jam. Dalam baku tembak ini salah satu dari keduanya terbunuh, sedangkan yang inghimasi yang lain menyergap dan meledakkan sabuk peledaknya di garda terdepan patroli. Disaat itu juga, seorang bomber istisyhadi meledakkan sabuk peledaknya di tengah-tengah pertemuan besar pemimpin dan elemen-elemen milisi Rafidhah di kota Miq¬dadiyah, provinsi Diyala. Dua ghazwah ini berhasil membunuh dan melukai lebih dari 100 shafawi.
32. Ghozwah Qahru Thawaghit (memukul mundur thaghut) – 13 Ramadhan 1434 H
Untuk memenuhi seruan Syaikh Mujahid Abu Bakar al-Baghdadi hafizhahul¬lah, yaitu agar menutup proyek “Hadmul Aswar” dengan ghazwah kualitatif yang bisa mengalahkan thaghut, menghancurkan belenggu, dan membebas¬kan para singa; Berangkatlah katibah-katibah mujahidin, setelah persiapan dan perencanaan berbulan-bulan, menargetkan dua penjara terbesar Pemer¬intahan Shafawi, yaitu Penjara Sentral Baghdad (Abu Ghuraib) dan Penjara Al Haut (At Taaji).
Di malam ke 13 Ramadhan, para singa tauhid menyerang pintu-pintu utama dan dinding terluar kedua penjara secara bergelombang dengan aliran bom-bom mobil yang dikemudikan oleh bomber istisyhadi. Jumlah bom mobil berhasil diledakkan total mencapai 12 bom mobil den¬gan beragam ukuran. Sebelumnya, jalan-jalan yang menuju ke dua penjara tersebut diblokade total setelah cekpoin yang bertebaran berhasil di musnah¬kan. Bersamaan dengan itu, semua kamp militer Shafawi yang berdekatan dengan lokasi dihujani dengan lontaran roket dan mortar. Dengan demiki¬an, akses-akses menuju ke dua penjara tersebut berhasil diamankan secara sempurna, dan pergerakan bantuan dara dan udara juga berhasil dihalangi.
Setelahnya barulah dimulai fase penyerangan dengan detasemen-detasemen inghimasi. Baku tembak dengan penjaga pejara berlangsung selama beberapa jam, dan berakhir dengan dikuasainya seluruh Menara pengawas serta ter¬bunuhnya seluruh penjaganya. Lalu, bersama dengan detasemen-detasemen yang berhasil dibebaskan, mereka menyisir seluruh bangunan. Dalam bebera¬pa jam saja, ribuan tawanan berhasil dibebaskan dan dipindahkan ke tempat yang aman. Lebih dari 160 elemen-elemen Shafawi terbunuh dan puluhan lainnya terluka.
33. Ghozwah sepuluh hari terakhir – 20 Ramadhan 1434 H
Sebagai pembalasan atas tekanan dan pengusiran Rafidhah terhadap terha¬dap orang-orang yang lemah dari kalangan ahlus sunnah; Para tentara Dau¬lah Islamiyah segera bergerak dalam amaliyah pertama dalam proyek “Ha¬shad al-Ajnad” untuk meluluhlantakkan protektorat Shafawi di Baghdad dan wilayah selatan dalam satu hari. Target-target khusus yang telah mengalami proses pemilihan dan pemantauan dipilih dengan teliti. Target-target tersebut berupa komplek-komplek pemerintahan, markas-markas keamanan dan mi¬liter, dan sorban-sorban Rafidhah serta sekutu mereka dari pengkhianat ahlus sunnah. Amaliyah ini dieksekusi ketika puncaknya penyebaran personel-per¬sonel keamanan pemerintahan Rafidhah. Operasi ini berhasil membunuh dan melukai ratusan dari mereka.
34. Ghazwah pembebasan bandar militer Minnigh – 27 Ramadhan 1434 hijriyah
Setelah memblokade bandara tersebut selama lebih dari Sembilan bulan; para prajurit Daulah Islam bergerak untuk membebaskan bandara militer Minnigh dari cengkeraman Nushairiyah. Ghazwah dibuka dengan serangan bombar¬dir selama tiga hari berkesinambungan. Setelah musuh kelelahan, pasukan pelopor penyerbu segera bergerak, didahului dengan seorang muhajir yang mengendarai BMP, yang berjalan pelan lantaran beratnya bahan peledak. Al¬lah memudahkan bomber istisyhadi ini memasuki komplek utama bandara dan meledakkan kendaraannya, yang segera disusul dengan kompi-kompi penyerbu dari tiga sisi.
Setelah baku tembak sengit yang berlangsung dari pagi sampai tengah malam, seluruh komplek bandara berhasil dikuasai secara sempurnya, puluhan tentara Nushairi berhasil ditawan.
35. Fathu al-Futuuh (kemenangan gilang gemilang) – 1 Ramadhan 1435 H
Setelah perjalanan jihad yang sedemikian panjang, dengan aliran sungai darah para syuhada, dan kehancuran proyek Salibis, Shafawi, orang-orang sekuler, serta setelah Daulah Islamiyah berhasil mengontrol wilayah luas di Irak dan Syam melalui berbagai pertempuran sengit; juru bicara Daulah Islamiyah Syaikh Abu Muhammad Al ‘Adnani hafizhahullah mendeklarasikan di hari Ahad di hari pertama Ramadhan 1435 H kembalinya Khilafah Islamiyah dan pengangkatan Syaikh Ibrahim Ibn ‘Awwad Al-Badri Al-Husaini hafi¬zhahullah sebagai Khalifah bagi setiap muslim.
Selesai…
Ya Allah, terimalah syuhada kami, sembuhkan luka-luka kami, bebaskan dari kami yang tertawan.
Ya Allah, jagalah Khilafah ini, pemimpin, prajurit dan rakyatnya.
Maktabah Al Himmah