DABIQ 3 - SPESIAL
DARAH FOLEY DALAM GENGGAMAN OBAMA
Adalah sebuah penyejuk hati bagi orang-orang beriman untuk menyaksikan eksekusi seorang warga negara Amerika, James Wright Foley, sebagai balasan atas agresi militer Amerika baru-baru ini terhadap ummat Islam Iraq.
Pada saat yang sama, kemarahan dan kebencian disemburkan oleh mulut-mulut orang kafir dan munafik. Di mana media, tanpa menunggu waktu yang lama, secara langsung menerjunkan diri mereka, siang dan malam, dalam upaya untuk menyesatkan masyarakat Amerika dan masyarakat di seluruh dunia tentang penyebab sesungguhnya dari eksekusi James Foley. Jadi siapakah James Foley? Dan siapa yang sebenarnya bertanggung jawab atas kematiannya?
James Wright Foley adalah seorang warga negara Amerika yang menghabiskan sebagian besar karirnya dengan bepergian secara eksklusif ke zona peperangan di mana militer Amerika memerangi kaum Muslimin. Dia memasuki Afghanistan dan Iraq berkali-kali dari tahun 2008 sampai 2010 selama perang salib berlangsung. TG Taylor[1] dan Mathew Gregory[2] adalah dua pengawas militernya karena ia menutupi aksi militer AS di Afghanistan.
[1] tg.taylor@afgan.swa.army.mil – tel: 0794342276
[2] mathew.gregory@afgan.swa.army.mil – tel: 0797069916
Pekerjaannya mendokumentasi peperangan, dilakukan melalui mata para tentara salib, melaporkan semua hal yang memberitakan kebijakan luar negeri dan agenda mereka, serta menutupi berita apapun yang dapat mengekspos kejahatan mereka. Dalam arsip foto yang dia ambil secara pribadi, terdapat foto yang menggambarkan pemuliaan tentara salib Amerika di Afghanistan dan Iraq, sama seperti yang dilakukan pemerintah boneka Iraq. Terdapat pula foto-foto yang menggambarkan penangkapan banyak orang miskin Afghan dan muslim Iraq di tangan tentara salib. Penyesalan bagi James, karena arsip tersebut ada padanya saat dia ditangkap.
James melakukan perjalanan ke Suriah, melakukan banyak proteksi keamanan karena pengetahuan dan pengalaman sebelumnya sebagai seorang “wartawan” Amerika. Dia tahu bahwa orang Amerika tidak diterima di negeri Muslim karena pemerintah mereka yang tidak tahu malu dan tercatat lama melakukan agresi terhadap kaum muslimin. Namun demikian, dia memasuki Suriah dengan membawa barang-barang yang digunakan untuk mengintai, yang juga ditemukan sebagai miliknya saat dia ditangkap.
Tentang siapa pihak yang bertanggung jawab atas eksekusinya, maka pemerintahan Obama sadar akan penahanan James di awal November 2013. Dalam pesan yang dikirim setelah itu, solusi sederhana untuk membebaskannya telah jelas dinyatakan kepada Amerika. Semua yang harus dilakukan Obama adalah membebaskan saudara-saudara Muslim kita dari penjara mereka.
Sejak pegiriman pesan ini sampai dengan eksekusi James, ada banyak upaya yang telah dilakukan oleh Daulah Islam untuk mencapai sebuah solusi mengenai nasib James Wright Foley, akan tetapi pemerintah AS yang sombong, bodoh, dan payah itu berpaling dari warga mereka dengan acuh.
Selama 9 bulan ini, karena pemerintah Amerika telah angkat kaki, enggan untuk mengambil langkah yang diperlukan untuk menyelamatkan nyawa James, negosiasi dilakukan oleh pemerintah sejumlah tahanan Eropa, yang menghasilkan dua belas tawanan mereka bebas, setelah tuntutan-tuntutan yang diberikan Daulah Islam dipenuhi. Tersisa sejumlah tahanan dari Inggris dan Amerika dalam penjara Daulah Islam, hanya karena keangkuhan pemerintah mereka yang menolak untuk melepaskan saudara-saudara muslim kita yang dipenjara diantaranya saudari kita, Dr. Aafia Siddiqui.
Untuk menceritakan kisah James, pemerintah Obama akhirnya memukulkan paku terakhirnya di peti mati James dan membunuhnya dengan mengebom Iraq. Sebuah pesan dikirim dua hari sebelum eksekusi James dilaksanakan, peringatan kematian sebagai akibat dari serangan udara AS di Iraq. Solusinya mudah… Hentikan serangan udara!
Pemerintah AS yang sombong tidak memperhatikan tawaran (untuk negosiasi) tidak pula ancaman yang menyertainya, maka pertanyaan yang perlu ditanyakan setiap orang berakal adalah: Apa alasan sebenarnya di balik penolakan pemerintah Obama dalam memenuhi tuntutan yang diajukan oleh Daulah Islam untuk membebaskan warganya sendiri?
Jawabannya adalah bahwa saat ini Obama mengikuti Bush –sang “presiden perang”– secara membabi buta. Dia akan terus memperkuat musuh lama dan bersejarah dari Barat –yakni Persia/Iran–. Dia mengirim kabar yang menyenangkan kepada wakil pemerintah Iran di Suriah dan Libanon (Assad dan Hizbullah). Melalui keputusannya, dia membekukan pemerintahan boneka Iran di Iraq sebagaimana pemerintahan Iran yang didukung milisi Syiah bersekutu dengan pemerintahan boneka.
Dia mendukung sekutu syiah Iran di Afghanistan. Dia menyerang mujahidin –musuh sejati syiah di Yaman–, dengan demikian maka dia telah memperkuat wakil syiah Houti Iran. Semua tindakan yang dilakukannya jauh lebih bodoh dari apa yang Bush lakukan, karena Iran adalah sekutu utama Rusia, musuh bersejarah Barat yang lain, yang saat ini berperang melawan sekutu Barat di Ukraina dan lainnya! Demi tercapainya tujuan ini, dia mengorbankan kesejahteraan rakyat Amerika demi menguntungkan “beberapa hal” meliputi Zionisme dan Kapitalisme. Amerika menghadapi krisis demi krisis termasuk gempa bumi di California, protes di Missouri, dan potensi kematian para tahanan Amerika yang dilakukan oleh Daulah Islam…
PESAN LENGKAP DARI JAMES FOLEY
Namaku James Wright Foley, aku seorang warga negara Amerika. Ini adalah pesan untuk pemerintah AS dan seluruh rakyatnya.
Tujuan dari pesan ini bukanlah permohonan untuk kebebasanku. Karena banyak kesempatan yang telah diberikan kepada pemerintah (Amerika) dan keluargaku untuk bernegosiasi agar aku dibebaskan, namun semua penyebab kegagalan berada pada pemerintah dan keluargaku.
Orang-orang yang menangkapku telah banyak berupaya untuk membuat sebuah penawaran yang menguntungkan. Di antaranya mereka membuat persyaratan yang ketat terhadap keluargaku dan orang-orang yang kucintai agar tidak memberitahu media tentang kasusku.
Alasannya adalah agar pemerintah AS dapat hadir dalam sebuah penawaran yang cepat dan bijak, dengan demikian mereka dapat membebaskanku tanpa harus merasa malu di hadapan publik dan secara jelas melawan cara kerja mereka yang tidak bernegosiasi dengan teroris.
Hal ini terbukti sangat sukses dalam negosiasi beberapa rekanku sesama narapidana yang berkewarganegaraan Eropa, (padahal Eropa) secara terbuka berbagi konsep yang mirip (dengan AS) yang menyebutkan bahwa “tidak ada toleransi” dalam bernegosiasi dengan teroris.
Walaupun begitu, semua pemerintah melaksanakan tuntutan-tuntutan untuk membebaskan warga negara mereka, sementara aku dan warga Amerika lainnya putus asa menunggu politisi egois yang tak punya belas kasih untuk memutuskan nasib kami.
Aku dan rekan sesama narapidana tidak ditangkap hanya untuk dibunuh atau ditahan tanpa alasan. Sebagaimana halnya kebanyakan kaum muslim dari Iraq, Afghanistan, Somalia, Yaman, Libya dan negara-negara muslim lainnya, saat ini mereka menjadi tahanan pemerintah AS dengan berbagai kasus yang dipertanyakan legalitasnya menurut hukum AS. Dan kami yang warga Amerika pun menjadi korban dari kebijakan luar negeri pemerintah kami.
Pemerintah kami, selama 13 tahun terakhir telah mengerahkan pasukan militernya di seluruh tanah kaum muslimin untuk mencampuri urusan mereka. Mereka membunuh atas nama “mempertahankan hidup”, menyiksa dan memperkosa atas nama “kemanusiaan”, menghancurkan atas nama “membangun”, dan merusak kehidupan jutaan orang. Mereka telah berhutang besar atas darah yang ditumpahkan dan kekayaan yang dirampas. Hal tersebut akan membuat kalian dan aku, yakni kebanyakan masyarakat Amerika, yang harus membayar hutang atas kejahatan-kejahatan mereka.
Hari ini pemerintah kami terus melancarkan serangannya terhadap tanah kaum muslimin, sekali lagi dengan bom-bom serangan udara di beberapa kota terbesar Iraq, membunuh dan melukai banyak orang.
Sebagaimana aku yang berbicara disini sebelum kalian, aku menyerumu untuk bangun dan membawa kehidupmu, dan anak-anakmu ke tanganmu sendiri. Jangan biarkan dirimu menjadi pion catur di tangan para politisi sehingga mereka dapat memutuskan apakah engkau hidup atau mati!
Dan ingat, adalah hal yang sangat mudah jika kelak engkau berada dalam posisiku!
Aku menyeru teman-teman, keluarga, dan orang-orang yang kucintai untuk bangkit melawan pembunuhku yang sebenarnya, yakni pemerintah AS. Apa terjadi padaku hanyalah akibat dari kepuasan diri mereka dan kejahatan mereka sendiri.
Pesanku kepada orang tuaku yang tercinta adalah, simpankan untukku sedikit martabat dan jangan menerima sedikit pun kompensasi kematianku dari orang yang sama yang memukulkan paku terakhir ke peti matiku dengan kampanye udara terbaru mereka di Iraq.
Aku menyeru pada adikku, John, yang saat ini merupakan bagian dari angkatan udara AS, untuk berpikir tentang apa yang ia lakukan dan betapa pekerjaannya menghancurkan kehidupan banyak orang, termasuk keluarganya sendiri.
Aku meminta kepadamu John, untuk berpikir tentang siapa saja yang telah membuat keputusan untuk mengebom Iraq baru-baru ini dan membunuh orang-orang itu, siapapun mereka yang mungkin. Pikirkan John. Siapa sebenarnya yang mereka bunuh? Dan apakah mereka berpikir tentang aku, kau, atau keluarga kita dan seperti apa pengaruh keputusannya terhadap kita?
Aku mati pada hari itu, John. Ketika rekan-rekanmu menjatuhkan bom-bom itu, mereka menandatangani surat kematianku!
Aku harap aku punya waktu lebih. Aku berharap aku bisa memohon untuk bebas dan melihat keluargaku sekali lagi. Namun sayangnya, kapal telah berlabuh.
Sekarang, semua yang dapat kukatakan adalah, aku berharap bahwa aku berasal dari negara lain yang pemerintahnya benar-benar peduli terhadap warganya.
Semua yang kuharapkan adalah, aku berharap bahwa aku bukan orang Amerika.
DARAH FOLEY DALAM GENGGAMAN OBAMA
Adalah sebuah penyejuk hati bagi orang-orang beriman untuk menyaksikan eksekusi seorang warga negara Amerika, James Wright Foley, sebagai balasan atas agresi militer Amerika baru-baru ini terhadap ummat Islam Iraq.
Pada saat yang sama, kemarahan dan kebencian disemburkan oleh mulut-mulut orang kafir dan munafik. Di mana media, tanpa menunggu waktu yang lama, secara langsung menerjunkan diri mereka, siang dan malam, dalam upaya untuk menyesatkan masyarakat Amerika dan masyarakat di seluruh dunia tentang penyebab sesungguhnya dari eksekusi James Foley. Jadi siapakah James Foley? Dan siapa yang sebenarnya bertanggung jawab atas kematiannya?
James Wright Foley adalah seorang warga negara Amerika yang menghabiskan sebagian besar karirnya dengan bepergian secara eksklusif ke zona peperangan di mana militer Amerika memerangi kaum Muslimin. Dia memasuki Afghanistan dan Iraq berkali-kali dari tahun 2008 sampai 2010 selama perang salib berlangsung. TG Taylor[1] dan Mathew Gregory[2] adalah dua pengawas militernya karena ia menutupi aksi militer AS di Afghanistan.
[1] tg.taylor@afgan.swa.army.mil – tel: 0794342276
[2] mathew.gregory@afgan.swa.army.mil – tel: 0797069916
Pekerjaannya mendokumentasi peperangan, dilakukan melalui mata para tentara salib, melaporkan semua hal yang memberitakan kebijakan luar negeri dan agenda mereka, serta menutupi berita apapun yang dapat mengekspos kejahatan mereka. Dalam arsip foto yang dia ambil secara pribadi, terdapat foto yang menggambarkan pemuliaan tentara salib Amerika di Afghanistan dan Iraq, sama seperti yang dilakukan pemerintah boneka Iraq. Terdapat pula foto-foto yang menggambarkan penangkapan banyak orang miskin Afghan dan muslim Iraq di tangan tentara salib. Penyesalan bagi James, karena arsip tersebut ada padanya saat dia ditangkap.
James melakukan perjalanan ke Suriah, melakukan banyak proteksi keamanan karena pengetahuan dan pengalaman sebelumnya sebagai seorang “wartawan” Amerika. Dia tahu bahwa orang Amerika tidak diterima di negeri Muslim karena pemerintah mereka yang tidak tahu malu dan tercatat lama melakukan agresi terhadap kaum muslimin. Namun demikian, dia memasuki Suriah dengan membawa barang-barang yang digunakan untuk mengintai, yang juga ditemukan sebagai miliknya saat dia ditangkap.
Tentang siapa pihak yang bertanggung jawab atas eksekusinya, maka pemerintahan Obama sadar akan penahanan James di awal November 2013. Dalam pesan yang dikirim setelah itu, solusi sederhana untuk membebaskannya telah jelas dinyatakan kepada Amerika. Semua yang harus dilakukan Obama adalah membebaskan saudara-saudara Muslim kita dari penjara mereka.
Sejak pegiriman pesan ini sampai dengan eksekusi James, ada banyak upaya yang telah dilakukan oleh Daulah Islam untuk mencapai sebuah solusi mengenai nasib James Wright Foley, akan tetapi pemerintah AS yang sombong, bodoh, dan payah itu berpaling dari warga mereka dengan acuh.
Selama 9 bulan ini, karena pemerintah Amerika telah angkat kaki, enggan untuk mengambil langkah yang diperlukan untuk menyelamatkan nyawa James, negosiasi dilakukan oleh pemerintah sejumlah tahanan Eropa, yang menghasilkan dua belas tawanan mereka bebas, setelah tuntutan-tuntutan yang diberikan Daulah Islam dipenuhi. Tersisa sejumlah tahanan dari Inggris dan Amerika dalam penjara Daulah Islam, hanya karena keangkuhan pemerintah mereka yang menolak untuk melepaskan saudara-saudara muslim kita yang dipenjara diantaranya saudari kita, Dr. Aafia Siddiqui.
Untuk menceritakan kisah James, pemerintah Obama akhirnya memukulkan paku terakhirnya di peti mati James dan membunuhnya dengan mengebom Iraq. Sebuah pesan dikirim dua hari sebelum eksekusi James dilaksanakan, peringatan kematian sebagai akibat dari serangan udara AS di Iraq. Solusinya mudah… Hentikan serangan udara!
Pemerintah AS yang sombong tidak memperhatikan tawaran (untuk negosiasi) tidak pula ancaman yang menyertainya, maka pertanyaan yang perlu ditanyakan setiap orang berakal adalah: Apa alasan sebenarnya di balik penolakan pemerintah Obama dalam memenuhi tuntutan yang diajukan oleh Daulah Islam untuk membebaskan warganya sendiri?
Jawabannya adalah bahwa saat ini Obama mengikuti Bush –sang “presiden perang”– secara membabi buta. Dia akan terus memperkuat musuh lama dan bersejarah dari Barat –yakni Persia/Iran–. Dia mengirim kabar yang menyenangkan kepada wakil pemerintah Iran di Suriah dan Libanon (Assad dan Hizbullah). Melalui keputusannya, dia membekukan pemerintahan boneka Iran di Iraq sebagaimana pemerintahan Iran yang didukung milisi Syiah bersekutu dengan pemerintahan boneka.
Dia mendukung sekutu syiah Iran di Afghanistan. Dia menyerang mujahidin –musuh sejati syiah di Yaman–, dengan demikian maka dia telah memperkuat wakil syiah Houti Iran. Semua tindakan yang dilakukannya jauh lebih bodoh dari apa yang Bush lakukan, karena Iran adalah sekutu utama Rusia, musuh bersejarah Barat yang lain, yang saat ini berperang melawan sekutu Barat di Ukraina dan lainnya! Demi tercapainya tujuan ini, dia mengorbankan kesejahteraan rakyat Amerika demi menguntungkan “beberapa hal” meliputi Zionisme dan Kapitalisme. Amerika menghadapi krisis demi krisis termasuk gempa bumi di California, protes di Missouri, dan potensi kematian para tahanan Amerika yang dilakukan oleh Daulah Islam…
PESAN LENGKAP DARI JAMES FOLEY
Namaku James Wright Foley, aku seorang warga negara Amerika. Ini adalah pesan untuk pemerintah AS dan seluruh rakyatnya.
Tujuan dari pesan ini bukanlah permohonan untuk kebebasanku. Karena banyak kesempatan yang telah diberikan kepada pemerintah (Amerika) dan keluargaku untuk bernegosiasi agar aku dibebaskan, namun semua penyebab kegagalan berada pada pemerintah dan keluargaku.
Orang-orang yang menangkapku telah banyak berupaya untuk membuat sebuah penawaran yang menguntungkan. Di antaranya mereka membuat persyaratan yang ketat terhadap keluargaku dan orang-orang yang kucintai agar tidak memberitahu media tentang kasusku.
Alasannya adalah agar pemerintah AS dapat hadir dalam sebuah penawaran yang cepat dan bijak, dengan demikian mereka dapat membebaskanku tanpa harus merasa malu di hadapan publik dan secara jelas melawan cara kerja mereka yang tidak bernegosiasi dengan teroris.
Hal ini terbukti sangat sukses dalam negosiasi beberapa rekanku sesama narapidana yang berkewarganegaraan Eropa, (padahal Eropa) secara terbuka berbagi konsep yang mirip (dengan AS) yang menyebutkan bahwa “tidak ada toleransi” dalam bernegosiasi dengan teroris.
Walaupun begitu, semua pemerintah melaksanakan tuntutan-tuntutan untuk membebaskan warga negara mereka, sementara aku dan warga Amerika lainnya putus asa menunggu politisi egois yang tak punya belas kasih untuk memutuskan nasib kami.
Aku dan rekan sesama narapidana tidak ditangkap hanya untuk dibunuh atau ditahan tanpa alasan. Sebagaimana halnya kebanyakan kaum muslim dari Iraq, Afghanistan, Somalia, Yaman, Libya dan negara-negara muslim lainnya, saat ini mereka menjadi tahanan pemerintah AS dengan berbagai kasus yang dipertanyakan legalitasnya menurut hukum AS. Dan kami yang warga Amerika pun menjadi korban dari kebijakan luar negeri pemerintah kami.
Pemerintah kami, selama 13 tahun terakhir telah mengerahkan pasukan militernya di seluruh tanah kaum muslimin untuk mencampuri urusan mereka. Mereka membunuh atas nama “mempertahankan hidup”, menyiksa dan memperkosa atas nama “kemanusiaan”, menghancurkan atas nama “membangun”, dan merusak kehidupan jutaan orang. Mereka telah berhutang besar atas darah yang ditumpahkan dan kekayaan yang dirampas. Hal tersebut akan membuat kalian dan aku, yakni kebanyakan masyarakat Amerika, yang harus membayar hutang atas kejahatan-kejahatan mereka.
Hari ini pemerintah kami terus melancarkan serangannya terhadap tanah kaum muslimin, sekali lagi dengan bom-bom serangan udara di beberapa kota terbesar Iraq, membunuh dan melukai banyak orang.
Sebagaimana aku yang berbicara disini sebelum kalian, aku menyerumu untuk bangun dan membawa kehidupmu, dan anak-anakmu ke tanganmu sendiri. Jangan biarkan dirimu menjadi pion catur di tangan para politisi sehingga mereka dapat memutuskan apakah engkau hidup atau mati!
Dan ingat, adalah hal yang sangat mudah jika kelak engkau berada dalam posisiku!
Aku menyeru teman-teman, keluarga, dan orang-orang yang kucintai untuk bangkit melawan pembunuhku yang sebenarnya, yakni pemerintah AS. Apa terjadi padaku hanyalah akibat dari kepuasan diri mereka dan kejahatan mereka sendiri.
Pesanku kepada orang tuaku yang tercinta adalah, simpankan untukku sedikit martabat dan jangan menerima sedikit pun kompensasi kematianku dari orang yang sama yang memukulkan paku terakhir ke peti matiku dengan kampanye udara terbaru mereka di Iraq.
Aku menyeru pada adikku, John, yang saat ini merupakan bagian dari angkatan udara AS, untuk berpikir tentang apa yang ia lakukan dan betapa pekerjaannya menghancurkan kehidupan banyak orang, termasuk keluarganya sendiri.
Aku meminta kepadamu John, untuk berpikir tentang siapa saja yang telah membuat keputusan untuk mengebom Iraq baru-baru ini dan membunuh orang-orang itu, siapapun mereka yang mungkin. Pikirkan John. Siapa sebenarnya yang mereka bunuh? Dan apakah mereka berpikir tentang aku, kau, atau keluarga kita dan seperti apa pengaruh keputusannya terhadap kita?
Aku mati pada hari itu, John. Ketika rekan-rekanmu menjatuhkan bom-bom itu, mereka menandatangani surat kematianku!
Aku harap aku punya waktu lebih. Aku berharap aku bisa memohon untuk bebas dan melihat keluargaku sekali lagi. Namun sayangnya, kapal telah berlabuh.
Sekarang, semua yang dapat kukatakan adalah, aku berharap bahwa aku berasal dari negara lain yang pemerintahnya benar-benar peduli terhadap warganya.
Semua yang kuharapkan adalah, aku berharap bahwa aku bukan orang Amerika.