Selasa, 24 April 2018

DAKWAH DAN HISBAH DI DAULAH ISLAM

DABIQ 3 - LAPORAN

DAKWAH DAN HISBAH DI DAULAH ISLAM

Ketika kabilah Bani Syaiban menawarkan diri untuk menolong Nabi shallallahu 'alaihi wasallam melawan Arab tetapi tidak melawan Persia, Nabi shallallahu 'alaihi wasallam berkata kepada mereka, "Agama Allah hanya akan ditolong oleh orang yang melindunginya dari segala isinya." [Ibnu Hajar berkata, diriwayatkan oleh al-Hakim, Abu Nu'aim, dan al-Baihaqi dalam ad-Dala'il dengan sanad hasan].

Hadits ini hanya sebagai gambaran akan kemauan dan tekad yang Allah tuntut dari kita ketika hendak menegakkan agama-Nya, hal ini menunjukkan bahwa Islam tidak bisa dipilah-pilah dan dicapai sedikit demi sedikit. Kita tidak bisa mengadopsi pemikiran bahwa jihad dapat diterima tanpa da'wah, atau bahwa hudud tidak dapat ditegakkan selama jihad defensif, atau bahwa kami hidup di masa yang mirip dengan zaman Nabi di Makkah dan oleh karenanya harus fokus kepada da'wah karena tidak ada jihad.

Sebaliknya, Islam adalah agama yang menyeluruh yang harus diikuti dari setiap sisinya, dan dipertahankan dari segala penjuru. Jika salah satu aspeknya diabaikan atau dilalaikan, syaithan dan tentaranya akan segera mengisi kekosongan tersebut.

“Wahai orang-orang yang beriman, masuklah ke dalam Islam secara menyeluruh dan janganlah kalian mengikuti langkah-langkah syaithan. Sesungguhnya, syaithan adalah musuh yang nyata bagimu.” [Al-Baqarah: 208].

Karena alasan inilah Daulah Islam telah lama menjaga inisiatif untuk menegakkan jihad beriringan dengan kampanye da'wah yang secara aktif memenuhi kebutuhan masyarakat, ia berperang untuk membela Muslimin, membebaskan tanah-tanah mereka, dan mengakhiri para thaghut. Dan pada saat yang sama berusaha untuk membimbing dan membina mereka yang berada di bawah kekuasaanya serta memastikan dengan baik bahwa kebutuhan agama Tambahan laporan

dan sosial mereka terpenuhi. Karena tiada kebaikan dalam pembebasan suatu kota jika hanya untuk membiarkan penduduknya berjalan di atas kebathilan dan penderitaan, menderita karena kebodohan dan perpecahan, dan terputus dari Kitab Allah dan Sunnah Rasul-Nya shallalllahu 'alaihi wasallam.

Demikianlah, Daulah Islam secara aktif bekerja untuk mengedukasi masyarakatnya, memberi ceramah dan nasehat kepada mereka, mengajak mereka untuk berpegang teguh kepada kewajiban-kewajiban Islam, memutuskan perselisihan mereka, menerapkan syar'iat hudud, membasmi semua bentuk kesyirikan dan kebid'ahan, menyeru orang-orang untuk berjihad, dan menyeru mereka untuk bersatu di bawah Khalifah Ibrahim bin 'Awwad al-Husaini al-Qurasyi.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar