RUMIYAH 12 – WAWANCARA
WAWANCARA BERSAMA KOMANDAN MILITER KOTA RAQQAH
Pertempuran Raqqah Akan Membakar Salibis
Di mana sejumlah pertempuran meluas ke berbagai penjuru kota yang telah berubah menjadi medan tempur bagi siapa yang menginginkan satu dari dua kebaikan, serta menjadi kuburan orang-orang murtad dan para sekutu mereka. Barangsiapa yang menyaksikan Perang Mosul, maka dia mengetahui secara pasti bahwa Perang Raqqah tiada lain hanya akan menjadi kerugian dan penyesalan bagi kaum murtadin dan para pendukung mereka.
Orang-orang kafir sekali-kali takkan bisa maju ke negeri Islam walau sejengkal saja, sampai terdengar ratapan mereka menangisi darah tertumpah pengorbanan bala tentara Salibis. Sebagaimana tertumpahnya darah pasukan Rafidhah di Mosul. Dengan izin Allah, tidak akan ada satu rumah pun yang terbebas dari suara ratapan tangis mereka.
Dengan pertolongan dan kebaikan Allah, kami berkesempatan mewawancarai Komandan Militer kota Raqqah, yang akan membeberkan kepada para pembaca Majalah Rumiyah kondisi saudara-saudara kita pada pertempuran itu.
Tanya: ceritakan kepada kami mengenai Wilayah Raqqah; mulai dari kepentingan strategi, kondisi militer terkini, dan semangat mujahidin di wilayah?
Jawab: segala puji bagi Allah semata, shalawat serta salam tercurahkan untuk Sang Nabi pamungkas. Amma ba’du; sebelum berbicara tentang kepentingan strategis dan militer, Raqqah memiliki kepentingan istimewa, yaitu menjadi kota pertama yang Allah taklukkan untuk mujahidin.
Di kota ini mereka menyebarluaskan tauhid murni dan memerangi segala macam kekafiran. Kota ini menjadi titik tolak meluasnya Daulah Islam dan pusat amaliyah Khilafah di berbagai front. Adapun terkait kepentingan strategisnya, Raqqah memiliki keutamaan letak geografis yang berada di tengah-tengah antara kawasan-kawasan Turki dan kawasan-kawasan penting negeri Syam. Barangkali bisa disebut sebagai pusat kehidupan untuk kota-kota yang terletak di sebelah utara Sungai Eufrat.
Sedangkan terkait spirit mujahidin, sangatlah tinggi, dan atas karunia Allah, ada motivasi tempur. Mereka memiliki dua tujuan, tidak ada yang ketiga; baik itu kesyahidan dan berjumpa Rabb Semesta Alam, atau kemenangan, penaklukkan, dan kekuasaan, insyaa Allah.
Tanya: apa yang menjadi target para Salibis dan antek-antek mereka dengan melancarkan kampanye militer di Raqqah?
Jawab: Sejatinya target utama dari kampanye militer Salibis adalah memberangus Islam dan para pemeluknya, memurtadkan manusia dari agama mereka, setelah tauhid kembali mendatangi mereka. Setelah rentang waktu lamanya manusia tidak mengenal tauhid. Sedangkan target militer paling menonjol dari kampanye militer di kota Raqqah adalah:
- Menjauhkan mujahidin dari pusat-pusat penting mereka, dari sisi ekonomi, militer, dan lain sebagainya.
- Mengusir mujahidin Daulah Islam dari salah satu kota besar mereka. Musuh mengira bahwa hal ini dapat meminimalkan bergabungnya kaum muslimin ke Daulah Islam.
- Memberi kesempatan kepada orang-orang atheis untuk mendirikan negara-negara kecil yang dekat dengan kawasan-kawasan Turki. Mereka mengira bahwa hal itu mencegah masuknya mujahidin menuju Eropa melalui sejumlah perbatasan.
- Agar para Salibis bisa menginjakkan kaki mereka di kawasan-kawasan tepi Sungai Eufrat, untuk menguasai kota-kota pentingnya yaitu Raqqah dan menguasai bendungan-bendungan penting di kawasan.
- Untuk memberikan gambaran kepada negara-negara Barat dan Timur bahwa seandainya para Salibis dan para atheis menguasai Raqqah, maka hal ini menjadi pukulan telak bagi mujahidin dan menjadi sarana membasmi Khilafah di muka bumi. Namun mereka akan gagal dan kecewa, insyaa Allah. Karena Khilafah akan kekal hingga Hari Kiamat, dengan izin Allah.
Tanya: bagaimana persiapan yang dilakukan bala tentara dan para komandan Khilafah untuk mempertahankan wilayah secara umum dan kota Raqqah secara khusus?
Jawab: Allah memberikan kemudahan kepada mujahidin berbagai faktor pertempuran dan perlawanan terhadap kampanye militer Salibis, dan juga kemudahan untuk membantai musuh-musuh Allah. Pada awal kampanye militer, mujahidin di wilayah mula-mula menyerap kekuatan Salibis terkadang dengan taktik bertahan, terkadang dengan serangan balasan, terkadang menyerang musuh secara mendalam, serta melancarkan serangan-serangan penyergapan di kawasan-kawasan musuh dan kawasan-kawasan yang diprediksi dimasuki kuffar. Berbagai operasi ini memiliki dampak hebat dalam melemahkan kuffar dan murtadin, serta memicu instabilitas dan kekacauan di dalam pasukan mereka. Ketakutan tergores di kening mereka dan rasa gentar menyelimuti hati mereka.
Dan di antara cara bertahan tersukses melawan pergerakan maju murtadin adalah meledakkan tempat-tempat yang menjadi tujuan gerak maju mereka, terutama tempat-tempat strategisnya, atau tempat-tempat di mana musuh ingin memperoleh kemenangan semu.
Dan di antara metode lainnya adalah menyerbarkan unit penembak jitu dengan berbagai jenisnya; mulai senjata berat dan ringan, di tempat-tempat strategis yang memperlihatkan kelemahan musuh, juga di tempat-tempat yang tinggi semisal bangunan dan lain sebagainya.
Ikhwah juga mengandalkan metode kamuflase untuk mengupayakan faktor penting dalam memenangkan pertempuran. Sebagaimana ikhwah juga membagi kota ke dalam beberapa sektor dan bagian-bagian kecil yang memungkinkan untuk mengambil tindakan sendiri dalam kondisi genting dan berinteraksi dengan target. Pun demikian, masing-masing memiliki suplai dan cadangan amunisi yang setiap sektor tidak memerlukan bantukan ke sektor-sektor lainnya. Masing-masing berhak mengambil tindakan sendiri untuk menentukan sikap dan mengatur barisan.
Metode lainnya lagi adalah membuat bengkel untuk merawat, mereparasi persenjataan, juga memproduksi senjata setelah Daulah Islam –dengan karunia Allah—memiliki kapabilitas mengembangkan persenjataan, baik senjata pertahanan udara, pesawat-pesawat tanpa awak, serta senjata penangkis bangunan dan barak atau senjata sniper dan senjata-senjata berperedam. Demikian pula dengan bom-bom rakitan dan senjata-senjata lainnya yang Allah anugerahkan kepada para hamba mujahid, dan kami tidak akan menyia-nyiakannya.
Tanya: saudara-saudara kita di Mosul dan kawasan-kawasan pinggirannya melancarkan perang atrisi (perang menguras energi dan kekuatan lawan) melawan orang-orang kafir dan murtadin. Bagaimana dampak Perang Mosul terhadap Perang Raqqah?
Jawab: para ikhwah di Mosul memiliki dampak baik untuk seluruh wilayah Daulah Islam. Dikarenakan keteguhan mereka yang luar biasa dan perlawanan hebat mereka terhadap orang-orang musyrik musuh-musuh Allah, kendati orang-orang kafir mengeroyok dan mengerumuni mereka. Para ikhwah di Mosul memperlihatkan sejumlah cara baru dalam perang, yang mengagetkan institusi-institusi thaghut internasional, kendati bangsa-bangsa itu memobilisasi kekuatan besar dan memiliki kecanggihan militer. Sebagaimana Allah menganugerahkan ikhwah di Mosul berbagai metode sederhana untuk menghancurkan orang-orang kafir dan murtadin, yang membuat mereka tercengang.
Kami memberi kabar gembira kepada kaum muslimin di seluruh penjuru bumi bahwa Perang Raqqah takkan menjadi ajang hiburan bagi orang-orang murtad dan antek-antek mereka. Perang ini akan menjadi api yang membakar Salib dan para pemeluknya, menjayakan Daulah Islam dan meninggikan panjinya, akan menjadi pelajaran hebat bagi musuh-musuh Islam, dengan izin Allah.
Tanya: kita mendapati bahwa para Salibis melakukan berbagai operasi penerjunan pasukan, dan mereka gagal di sejumlah operasi tersebut, pertama-tama atas karunia Allah, kemudian berkat saudara-saudara kita yang menghadang operasi-operasi mereka. Ceritakan kepada kami kontribusi bentuk operasi tersebut dalam pertempuran; kenapa mereka melakoninya dan bagaimana kalian menghadapinya?
Jawab: pasukan Salibis terbiasa meningkatkan spirit pasukannya yang jatuh dari satu waktu ke waktu lainnya, yaitu melalui persenjataan besar pesawat yang dimilikinya, lalu mengeksploitasi operasi-operasi penerjunan pasukan melalui mesin media pendusta. Sejatinya operasi-operasi penerjunan pasukan itu tidak pernah melewati kawasan-kawasan gurun yang sepi dari manusia, batu, dan pepohonan. Kawasan-kawasan yang sangat luas di Daulah Islam, sebagaimana kalian ketahui. Adapun terkait operasi-operasi gagal, sesungguhnya Allah memberikan kemudahan kepada para ikhwah untuk melancarkan berbagai serangan ambush (penyergapan) yang menanti operasi penerjunan pasukan murtadin. Para ikhwah telah memprediksi kedatangannya di lokasi-lokasi yang tidak mampu ditembus oleh pasukan Salibis, di antaranya adalah Bendungan Eufrat yang mana sejumlah operasi penerjunan gagal dilakukan, baik melalui udara ataupun darat. Kesiapan-kesiapan yang dipermudah Allah pelaksanaannya menjadi pukulan telak bagi nalar militer yang berupaya sekuat tenaga untuk meminimalkan pertempuran melalui cara konfrontasi udara atau metode-metode licik lainnya.
Tanya: apa pesan Anda untuk para Salibis dan antek-antek mereka dari kalanga murtadin?
Jawab: Kepada bala tentara dan pasukan Salib, serta perkumpulannya yang tamak, sebagaimana sejarah mencatat pertempuran-pertempuran kaum muslimin berulang kali, menghancurkan pasukan Salib di negeri mereka dan di puncak kekuatan mereka. Allah menolong para hamba-Nya atas orang-orang kafir di berbagai tempat. Allah menghadiahkan bahu-bahu mereka kepada kaum muslimin, untuk dibunuh dan ditawan. Di masa silam, mereka dipaksa berlarian untuk membayar jizyah (upeti) kepada kaum muslimin. Sehingga mereka datang dengan penuh kehinaan dan tunduk patuh, mereka terpaksa untuk mematuhi para hamba Allah kaum beriman. Sesungguhnya Allah akan menunaikan janji-Nya pada masa ini terkait mereka. Dan kita akan berada di negeri mereka sebagaimana kita lakoni di masa lampau. Allah akan mewariskan kita bumi dan negeri mereka, serta negeri-negeri yang belum pernah kita injak sebelumnya, insyaa Allah, ini akan menjadi kenyataan bukan sekadar omongan. “Allah telah berjanji dengan sebenar-benarnya. Allah tidak akan memungkiri janji-Nya.”
Tanya: Apa pesan Anda kepada orang-orang munafik di barisan kita yang menunggu-nunggu (kehancuran) kita dan mengharapkan kemenangan orang-orang kafir atas kita, serta mengutamakan hukum demokrasi?
Jawab: Kepada setiap munafik yang bersembunyi di barisan kaum muslimin, berbalut pakaian mereka; bertaubatlah kalian kepada Allah. Pasukan banci dan para thaghut mereka takkan bermanfaat bagi kalian, senda gurau dan permainan kalian takkan bermanfaat bagi kalian. Sungguh kalian mengetahui kami, menyaksikan kami, dan melihat kami adalah orang-orang yang keras dalam pertempuran dan orang-orang kuat dalam peperangan. Kami tidak merasa berat untuk mengikuti perang, kami tidak lalai kepada orang kafir, dan kami tidak akan lupa kepada orang murtad, meskipun dalam waktu lama. Apabila kalian meyakini bahwa kesudahan yang baik adalah milk orang-orang kafir dan murtad dari kalangan pasukan para thaghut, maka kalian akan gagal dan kecewa, angan-angan kalian sia-sia. Sesungguhya Allah menjamin kami dengan kemenangan dan menjanjikan kalian dengan kekalahan. Maka bertaubatlah kepada Allah sebelum kami menangkap kalian. Kalian sungguh mengetahui kehebatan kami atas orang-orang kafir dan antek-antek mereka. Dan kalian, meskipun kalian bersembunyi di antara kaum muslimin, dalam kostum dan pakaian mereka, sesungguhnya Allah akan membongkar kalian dan menyingkap keburukan kalian.
Dan pesan yang kami sampaikan kepada mujahidin secara umum di berbagai front. Ketahuilah wahai saudara-saudara kami –semoga Allah menjaga dan melindungi kalian—sesungguhnya kemenangan adalah milik mujahidin setelah kesabaran mereka. Ia merupakan sunnah kauniyyah, dan kamu sekali-kali tidak akan mendapati perubahan pada sunnah Allah. Hanya saja, kesabaran dan keteguhan bukan sekadar kata-kata, namun adalah menggenggam bara api sampai Allah menyempurnakan urusan ini. Lalu tidak akan bisa teguh dalam cobaan melainkan orang yang mengupayakan faktor-faktornya, dan sebaik-baik faktor adalah keimanan serta ketaqwaan kepada Allah Yang Maha Perkasa lagi Maha Pemberi Karunia.
Apabila angin frustrasi menghempas kita dengan hebat
Kesempitan penderitaan akan diikuti oleh kelapangan
Demi Allah kita punya harapan dan Salwa
Di sisi Allah takkan kecewa harapan
WAWANCARA BERSAMA KOMANDAN MILITER KOTA RAQQAH
Pertempuran Raqqah Akan Membakar Salibis
Di mana sejumlah pertempuran meluas ke berbagai penjuru kota yang telah berubah menjadi medan tempur bagi siapa yang menginginkan satu dari dua kebaikan, serta menjadi kuburan orang-orang murtad dan para sekutu mereka. Barangsiapa yang menyaksikan Perang Mosul, maka dia mengetahui secara pasti bahwa Perang Raqqah tiada lain hanya akan menjadi kerugian dan penyesalan bagi kaum murtadin dan para pendukung mereka.
Orang-orang kafir sekali-kali takkan bisa maju ke negeri Islam walau sejengkal saja, sampai terdengar ratapan mereka menangisi darah tertumpah pengorbanan bala tentara Salibis. Sebagaimana tertumpahnya darah pasukan Rafidhah di Mosul. Dengan izin Allah, tidak akan ada satu rumah pun yang terbebas dari suara ratapan tangis mereka.
Dengan pertolongan dan kebaikan Allah, kami berkesempatan mewawancarai Komandan Militer kota Raqqah, yang akan membeberkan kepada para pembaca Majalah Rumiyah kondisi saudara-saudara kita pada pertempuran itu.
Tanya: ceritakan kepada kami mengenai Wilayah Raqqah; mulai dari kepentingan strategi, kondisi militer terkini, dan semangat mujahidin di wilayah?
Jawab: segala puji bagi Allah semata, shalawat serta salam tercurahkan untuk Sang Nabi pamungkas. Amma ba’du; sebelum berbicara tentang kepentingan strategis dan militer, Raqqah memiliki kepentingan istimewa, yaitu menjadi kota pertama yang Allah taklukkan untuk mujahidin.
Di kota ini mereka menyebarluaskan tauhid murni dan memerangi segala macam kekafiran. Kota ini menjadi titik tolak meluasnya Daulah Islam dan pusat amaliyah Khilafah di berbagai front. Adapun terkait kepentingan strategisnya, Raqqah memiliki keutamaan letak geografis yang berada di tengah-tengah antara kawasan-kawasan Turki dan kawasan-kawasan penting negeri Syam. Barangkali bisa disebut sebagai pusat kehidupan untuk kota-kota yang terletak di sebelah utara Sungai Eufrat.
Sedangkan terkait spirit mujahidin, sangatlah tinggi, dan atas karunia Allah, ada motivasi tempur. Mereka memiliki dua tujuan, tidak ada yang ketiga; baik itu kesyahidan dan berjumpa Rabb Semesta Alam, atau kemenangan, penaklukkan, dan kekuasaan, insyaa Allah.
Tanya: apa yang menjadi target para Salibis dan antek-antek mereka dengan melancarkan kampanye militer di Raqqah?
Jawab: Sejatinya target utama dari kampanye militer Salibis adalah memberangus Islam dan para pemeluknya, memurtadkan manusia dari agama mereka, setelah tauhid kembali mendatangi mereka. Setelah rentang waktu lamanya manusia tidak mengenal tauhid. Sedangkan target militer paling menonjol dari kampanye militer di kota Raqqah adalah:
- Menjauhkan mujahidin dari pusat-pusat penting mereka, dari sisi ekonomi, militer, dan lain sebagainya.
- Mengusir mujahidin Daulah Islam dari salah satu kota besar mereka. Musuh mengira bahwa hal ini dapat meminimalkan bergabungnya kaum muslimin ke Daulah Islam.
- Memberi kesempatan kepada orang-orang atheis untuk mendirikan negara-negara kecil yang dekat dengan kawasan-kawasan Turki. Mereka mengira bahwa hal itu mencegah masuknya mujahidin menuju Eropa melalui sejumlah perbatasan.
- Agar para Salibis bisa menginjakkan kaki mereka di kawasan-kawasan tepi Sungai Eufrat, untuk menguasai kota-kota pentingnya yaitu Raqqah dan menguasai bendungan-bendungan penting di kawasan.
- Untuk memberikan gambaran kepada negara-negara Barat dan Timur bahwa seandainya para Salibis dan para atheis menguasai Raqqah, maka hal ini menjadi pukulan telak bagi mujahidin dan menjadi sarana membasmi Khilafah di muka bumi. Namun mereka akan gagal dan kecewa, insyaa Allah. Karena Khilafah akan kekal hingga Hari Kiamat, dengan izin Allah.
Tanya: bagaimana persiapan yang dilakukan bala tentara dan para komandan Khilafah untuk mempertahankan wilayah secara umum dan kota Raqqah secara khusus?
Jawab: Allah memberikan kemudahan kepada mujahidin berbagai faktor pertempuran dan perlawanan terhadap kampanye militer Salibis, dan juga kemudahan untuk membantai musuh-musuh Allah. Pada awal kampanye militer, mujahidin di wilayah mula-mula menyerap kekuatan Salibis terkadang dengan taktik bertahan, terkadang dengan serangan balasan, terkadang menyerang musuh secara mendalam, serta melancarkan serangan-serangan penyergapan di kawasan-kawasan musuh dan kawasan-kawasan yang diprediksi dimasuki kuffar. Berbagai operasi ini memiliki dampak hebat dalam melemahkan kuffar dan murtadin, serta memicu instabilitas dan kekacauan di dalam pasukan mereka. Ketakutan tergores di kening mereka dan rasa gentar menyelimuti hati mereka.
Dan di antara cara bertahan tersukses melawan pergerakan maju murtadin adalah meledakkan tempat-tempat yang menjadi tujuan gerak maju mereka, terutama tempat-tempat strategisnya, atau tempat-tempat di mana musuh ingin memperoleh kemenangan semu.
Dan di antara metode lainnya adalah menyerbarkan unit penembak jitu dengan berbagai jenisnya; mulai senjata berat dan ringan, di tempat-tempat strategis yang memperlihatkan kelemahan musuh, juga di tempat-tempat yang tinggi semisal bangunan dan lain sebagainya.
Ikhwah juga mengandalkan metode kamuflase untuk mengupayakan faktor penting dalam memenangkan pertempuran. Sebagaimana ikhwah juga membagi kota ke dalam beberapa sektor dan bagian-bagian kecil yang memungkinkan untuk mengambil tindakan sendiri dalam kondisi genting dan berinteraksi dengan target. Pun demikian, masing-masing memiliki suplai dan cadangan amunisi yang setiap sektor tidak memerlukan bantukan ke sektor-sektor lainnya. Masing-masing berhak mengambil tindakan sendiri untuk menentukan sikap dan mengatur barisan.
Metode lainnya lagi adalah membuat bengkel untuk merawat, mereparasi persenjataan, juga memproduksi senjata setelah Daulah Islam –dengan karunia Allah—memiliki kapabilitas mengembangkan persenjataan, baik senjata pertahanan udara, pesawat-pesawat tanpa awak, serta senjata penangkis bangunan dan barak atau senjata sniper dan senjata-senjata berperedam. Demikian pula dengan bom-bom rakitan dan senjata-senjata lainnya yang Allah anugerahkan kepada para hamba mujahid, dan kami tidak akan menyia-nyiakannya.
Tanya: saudara-saudara kita di Mosul dan kawasan-kawasan pinggirannya melancarkan perang atrisi (perang menguras energi dan kekuatan lawan) melawan orang-orang kafir dan murtadin. Bagaimana dampak Perang Mosul terhadap Perang Raqqah?
Jawab: para ikhwah di Mosul memiliki dampak baik untuk seluruh wilayah Daulah Islam. Dikarenakan keteguhan mereka yang luar biasa dan perlawanan hebat mereka terhadap orang-orang musyrik musuh-musuh Allah, kendati orang-orang kafir mengeroyok dan mengerumuni mereka. Para ikhwah di Mosul memperlihatkan sejumlah cara baru dalam perang, yang mengagetkan institusi-institusi thaghut internasional, kendati bangsa-bangsa itu memobilisasi kekuatan besar dan memiliki kecanggihan militer. Sebagaimana Allah menganugerahkan ikhwah di Mosul berbagai metode sederhana untuk menghancurkan orang-orang kafir dan murtadin, yang membuat mereka tercengang.
Kami memberi kabar gembira kepada kaum muslimin di seluruh penjuru bumi bahwa Perang Raqqah takkan menjadi ajang hiburan bagi orang-orang murtad dan antek-antek mereka. Perang ini akan menjadi api yang membakar Salib dan para pemeluknya, menjayakan Daulah Islam dan meninggikan panjinya, akan menjadi pelajaran hebat bagi musuh-musuh Islam, dengan izin Allah.
Tanya: kita mendapati bahwa para Salibis melakukan berbagai operasi penerjunan pasukan, dan mereka gagal di sejumlah operasi tersebut, pertama-tama atas karunia Allah, kemudian berkat saudara-saudara kita yang menghadang operasi-operasi mereka. Ceritakan kepada kami kontribusi bentuk operasi tersebut dalam pertempuran; kenapa mereka melakoninya dan bagaimana kalian menghadapinya?
Jawab: pasukan Salibis terbiasa meningkatkan spirit pasukannya yang jatuh dari satu waktu ke waktu lainnya, yaitu melalui persenjataan besar pesawat yang dimilikinya, lalu mengeksploitasi operasi-operasi penerjunan pasukan melalui mesin media pendusta. Sejatinya operasi-operasi penerjunan pasukan itu tidak pernah melewati kawasan-kawasan gurun yang sepi dari manusia, batu, dan pepohonan. Kawasan-kawasan yang sangat luas di Daulah Islam, sebagaimana kalian ketahui. Adapun terkait operasi-operasi gagal, sesungguhnya Allah memberikan kemudahan kepada para ikhwah untuk melancarkan berbagai serangan ambush (penyergapan) yang menanti operasi penerjunan pasukan murtadin. Para ikhwah telah memprediksi kedatangannya di lokasi-lokasi yang tidak mampu ditembus oleh pasukan Salibis, di antaranya adalah Bendungan Eufrat yang mana sejumlah operasi penerjunan gagal dilakukan, baik melalui udara ataupun darat. Kesiapan-kesiapan yang dipermudah Allah pelaksanaannya menjadi pukulan telak bagi nalar militer yang berupaya sekuat tenaga untuk meminimalkan pertempuran melalui cara konfrontasi udara atau metode-metode licik lainnya.
Tanya: apa pesan Anda untuk para Salibis dan antek-antek mereka dari kalanga murtadin?
Jawab: Kepada bala tentara dan pasukan Salib, serta perkumpulannya yang tamak, sebagaimana sejarah mencatat pertempuran-pertempuran kaum muslimin berulang kali, menghancurkan pasukan Salib di negeri mereka dan di puncak kekuatan mereka. Allah menolong para hamba-Nya atas orang-orang kafir di berbagai tempat. Allah menghadiahkan bahu-bahu mereka kepada kaum muslimin, untuk dibunuh dan ditawan. Di masa silam, mereka dipaksa berlarian untuk membayar jizyah (upeti) kepada kaum muslimin. Sehingga mereka datang dengan penuh kehinaan dan tunduk patuh, mereka terpaksa untuk mematuhi para hamba Allah kaum beriman. Sesungguhnya Allah akan menunaikan janji-Nya pada masa ini terkait mereka. Dan kita akan berada di negeri mereka sebagaimana kita lakoni di masa lampau. Allah akan mewariskan kita bumi dan negeri mereka, serta negeri-negeri yang belum pernah kita injak sebelumnya, insyaa Allah, ini akan menjadi kenyataan bukan sekadar omongan. “Allah telah berjanji dengan sebenar-benarnya. Allah tidak akan memungkiri janji-Nya.”
Tanya: Apa pesan Anda kepada orang-orang munafik di barisan kita yang menunggu-nunggu (kehancuran) kita dan mengharapkan kemenangan orang-orang kafir atas kita, serta mengutamakan hukum demokrasi?
Jawab: Kepada setiap munafik yang bersembunyi di barisan kaum muslimin, berbalut pakaian mereka; bertaubatlah kalian kepada Allah. Pasukan banci dan para thaghut mereka takkan bermanfaat bagi kalian, senda gurau dan permainan kalian takkan bermanfaat bagi kalian. Sungguh kalian mengetahui kami, menyaksikan kami, dan melihat kami adalah orang-orang yang keras dalam pertempuran dan orang-orang kuat dalam peperangan. Kami tidak merasa berat untuk mengikuti perang, kami tidak lalai kepada orang kafir, dan kami tidak akan lupa kepada orang murtad, meskipun dalam waktu lama. Apabila kalian meyakini bahwa kesudahan yang baik adalah milk orang-orang kafir dan murtad dari kalangan pasukan para thaghut, maka kalian akan gagal dan kecewa, angan-angan kalian sia-sia. Sesungguhya Allah menjamin kami dengan kemenangan dan menjanjikan kalian dengan kekalahan. Maka bertaubatlah kepada Allah sebelum kami menangkap kalian. Kalian sungguh mengetahui kehebatan kami atas orang-orang kafir dan antek-antek mereka. Dan kalian, meskipun kalian bersembunyi di antara kaum muslimin, dalam kostum dan pakaian mereka, sesungguhnya Allah akan membongkar kalian dan menyingkap keburukan kalian.
Dan pesan yang kami sampaikan kepada mujahidin secara umum di berbagai front. Ketahuilah wahai saudara-saudara kami –semoga Allah menjaga dan melindungi kalian—sesungguhnya kemenangan adalah milik mujahidin setelah kesabaran mereka. Ia merupakan sunnah kauniyyah, dan kamu sekali-kali tidak akan mendapati perubahan pada sunnah Allah. Hanya saja, kesabaran dan keteguhan bukan sekadar kata-kata, namun adalah menggenggam bara api sampai Allah menyempurnakan urusan ini. Lalu tidak akan bisa teguh dalam cobaan melainkan orang yang mengupayakan faktor-faktornya, dan sebaik-baik faktor adalah keimanan serta ketaqwaan kepada Allah Yang Maha Perkasa lagi Maha Pemberi Karunia.
Apabila angin frustrasi menghempas kita dengan hebat
Kesempitan penderitaan akan diikuti oleh kelapangan
Demi Allah kita punya harapan dan Salwa
Di sisi Allah takkan kecewa harapan