Tampilkan postingan dengan label Wawancara. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Wawancara. Tampilkan semua postingan

Rabu, 25 April 2018

WAWANCARA BERSAMA KOMANDAN MILITER KOTA RAQQAH

RUMIYAH 12 – WAWANCARA

WAWANCARA BERSAMA KOMANDAN MILITER KOTA RAQQAH

Pertempuran Raqqah Akan Membakar Salibis

Di mana sejumlah pertempuran meluas ke berbagai penjuru kota yang telah berubah menjadi medan tempur bagi siapa yang menginginkan satu dari dua kebaikan, serta menjadi kuburan orang-orang murtad dan para sekutu mereka. Barangsiapa yang menyaksikan Perang Mosul, maka dia mengetahui secara pasti bahwa Perang Raqqah tiada lain hanya akan menjadi kerugian dan penyesalan bagi kaum murtadin dan para pendukung mereka.

Orang-orang kafir sekali-kali takkan bisa maju ke negeri Islam walau sejengkal saja, sampai terdengar ratapan mereka menangisi darah tertumpah pengorbanan bala tentara Salibis. Sebagaimana tertumpahnya darah pasukan Rafidhah di Mosul. Dengan izin Allah, tidak akan ada satu rumah pun yang terbebas dari suara ratapan tangis mereka.

Dengan pertolongan dan kebaikan Allah, kami berkesempatan mewawancarai Komandan Militer kota Raqqah, yang akan membeberkan kepada para pembaca Majalah Rumiyah kondisi saudara-saudara kita pada pertempuran itu.

Tanya: ceritakan kepada kami mengenai Wilayah Raqqah; mulai dari kepentingan strategi, kondisi militer terkini, dan semangat mujahidin di wilayah?

Jawab: segala puji bagi Allah semata, shalawat serta salam tercurahkan untuk Sang Nabi pamungkas. Amma ba’du; sebelum berbicara tentang kepentingan strategis dan militer, Raqqah memiliki kepentingan istimewa, yaitu menjadi kota pertama yang Allah taklukkan untuk mujahidin.
Di kota ini mereka menyebarluaskan tauhid murni dan memerangi segala macam kekafiran. Kota ini menjadi titik tolak meluasnya Daulah Islam dan pusat amaliyah Khilafah di berbagai front. Adapun terkait kepentingan strategisnya, Raqqah memiliki keutamaan letak geografis yang berada di tengah-tengah antara kawasan-kawasan Turki dan kawasan-kawasan penting negeri Syam. Barangkali bisa disebut sebagai pusat kehidupan untuk kota-kota yang terletak di sebelah utara Sungai Eufrat.
Sedangkan terkait spirit mujahidin, sangatlah tinggi, dan atas karunia Allah, ada motivasi tempur. Mereka memiliki dua tujuan, tidak ada yang ketiga; baik itu kesyahidan dan berjumpa Rabb Semesta Alam, atau kemenangan, penaklukkan, dan kekuasaan, insyaa Allah.

Tanya: apa yang menjadi target para Salibis dan antek-antek mereka dengan melancarkan kampanye militer di Raqqah?

Jawab: Sejatinya target utama dari kampanye militer Salibis adalah memberangus Islam dan para pemeluknya, memurtadkan manusia dari agama mereka, setelah tauhid kembali mendatangi mereka. Setelah rentang waktu lamanya manusia tidak mengenal tauhid. Sedangkan target militer paling menonjol dari kampanye militer di kota Raqqah adalah:
- Menjauhkan mujahidin dari pusat-pusat penting mereka, dari sisi ekonomi, militer, dan lain sebagainya.
- Mengusir mujahidin Daulah Islam dari salah satu kota besar mereka. Musuh mengira bahwa hal ini dapat meminimalkan bergabungnya kaum muslimin ke Daulah Islam.
- Memberi kesempatan kepada orang-orang atheis untuk mendirikan negara-negara kecil yang dekat dengan kawasan-kawasan Turki. Mereka mengira bahwa hal itu mencegah masuknya mujahidin menuju Eropa melalui sejumlah perbatasan.
- Agar para Salibis bisa menginjakkan kaki mereka di kawasan-kawasan tepi Sungai Eufrat, untuk menguasai kota-kota pentingnya yaitu Raqqah dan menguasai bendungan-bendungan penting di kawasan.
- Untuk memberikan gambaran kepada negara-negara Barat dan Timur bahwa seandainya para Salibis dan para atheis menguasai Raqqah, maka hal ini menjadi pukulan telak bagi mujahidin dan menjadi sarana membasmi Khilafah di muka bumi. Namun mereka akan gagal dan kecewa, insyaa Allah. Karena Khilafah akan kekal hingga Hari Kiamat, dengan izin Allah.

Tanya: bagaimana persiapan yang dilakukan bala tentara dan para komandan Khilafah untuk mempertahankan wilayah secara umum dan kota Raqqah secara khusus?

Jawab: Allah memberikan kemudahan kepada mujahidin berbagai faktor pertempuran dan perlawanan terhadap kampanye militer Salibis, dan juga kemudahan untuk membantai musuh-musuh Allah. Pada awal kampanye militer, mujahidin di wilayah mula-mula menyerap kekuatan Salibis terkadang dengan taktik bertahan, terkadang dengan serangan balasan, terkadang menyerang musuh secara mendalam, serta melancarkan serangan-serangan penyergapan di kawasan-kawasan musuh dan kawasan-kawasan yang diprediksi dimasuki kuffar. Berbagai operasi ini memiliki dampak hebat dalam melemahkan kuffar dan murtadin, serta memicu instabilitas dan kekacauan di dalam pasukan mereka. Ketakutan tergores di kening mereka dan rasa gentar menyelimuti hati mereka.
Dan di antara cara bertahan tersukses melawan pergerakan maju murtadin adalah meledakkan tempat-tempat yang menjadi tujuan gerak maju mereka, terutama tempat-tempat strategisnya, atau tempat-tempat di mana musuh ingin memperoleh kemenangan semu.
Dan di antara metode lainnya adalah menyerbarkan unit penembak jitu dengan berbagai jenisnya; mulai senjata berat dan ringan, di tempat-tempat strategis yang memperlihatkan kelemahan musuh, juga di tempat-tempat yang tinggi semisal bangunan dan lain sebagainya.
Ikhwah juga mengandalkan metode kamuflase untuk mengupayakan faktor penting dalam memenangkan pertempuran. Sebagaimana ikhwah juga membagi kota ke dalam beberapa sektor dan bagian-bagian kecil yang memungkinkan untuk mengambil tindakan sendiri dalam kondisi genting dan berinteraksi dengan target. Pun demikian, masing-masing memiliki suplai dan cadangan amunisi yang setiap sektor tidak memerlukan bantukan ke sektor-sektor lainnya. Masing-masing berhak mengambil tindakan sendiri untuk menentukan sikap dan mengatur barisan.
Metode lainnya lagi adalah membuat bengkel untuk merawat, mereparasi persenjataan, juga memproduksi senjata setelah Daulah Islam –dengan karunia Allah—memiliki kapabilitas mengembangkan persenjataan, baik senjata pertahanan udara, pesawat-pesawat tanpa awak, serta senjata penangkis bangunan dan barak atau senjata sniper dan senjata-senjata berperedam. Demikian pula dengan bom-bom rakitan dan senjata-senjata lainnya yang Allah anugerahkan kepada para hamba mujahid, dan kami tidak akan menyia-nyiakannya.

Tanya: saudara-saudara kita di Mosul dan kawasan-kawasan pinggirannya melancarkan perang atrisi (perang menguras energi dan kekuatan lawan) melawan orang-orang kafir dan murtadin. Bagaimana dampak Perang Mosul terhadap Perang Raqqah?

Jawab: para ikhwah di Mosul memiliki dampak baik untuk seluruh wilayah Daulah Islam. Dikarenakan keteguhan mereka yang luar biasa dan perlawanan hebat mereka terhadap orang-orang musyrik musuh-musuh Allah, kendati orang-orang kafir mengeroyok dan mengerumuni mereka. Para ikhwah di Mosul memperlihatkan sejumlah cara baru dalam perang, yang mengagetkan institusi-institusi thaghut internasional, kendati bangsa-bangsa itu memobilisasi kekuatan besar dan memiliki kecanggihan militer. Sebagaimana Allah menganugerahkan ikhwah di Mosul berbagai metode sederhana untuk menghancurkan orang-orang kafir dan murtadin, yang membuat mereka tercengang.
Kami memberi kabar gembira kepada kaum muslimin di seluruh penjuru bumi bahwa Perang Raqqah takkan menjadi ajang hiburan bagi orang-orang murtad dan antek-antek mereka. Perang ini akan menjadi api yang membakar Salib dan para pemeluknya, menjayakan Daulah Islam dan meninggikan panjinya, akan menjadi pelajaran hebat bagi musuh-musuh Islam, dengan izin Allah.

Tanya: kita mendapati bahwa para Salibis melakukan berbagai operasi penerjunan pasukan, dan mereka gagal di sejumlah operasi tersebut, pertama-tama atas karunia Allah, kemudian berkat saudara-saudara kita yang menghadang operasi-operasi mereka. Ceritakan kepada kami kontribusi bentuk operasi tersebut dalam pertempuran; kenapa mereka melakoninya dan bagaimana kalian menghadapinya?

Jawab: pasukan Salibis terbiasa meningkatkan spirit pasukannya yang jatuh dari satu waktu ke waktu lainnya, yaitu melalui persenjataan besar pesawat yang dimilikinya, lalu mengeksploitasi operasi-operasi penerjunan pasukan melalui mesin media pendusta. Sejatinya operasi-operasi penerjunan pasukan itu tidak pernah melewati kawasan-kawasan gurun yang sepi dari manusia, batu, dan pepohonan. Kawasan-kawasan yang sangat luas di Daulah Islam, sebagaimana kalian ketahui. Adapun terkait operasi-operasi gagal, sesungguhnya Allah memberikan kemudahan kepada para ikhwah untuk melancarkan berbagai serangan ambush (penyergapan) yang menanti operasi penerjunan pasukan murtadin. Para ikhwah telah memprediksi kedatangannya di lokasi-lokasi yang tidak mampu ditembus oleh pasukan Salibis, di antaranya adalah Bendungan Eufrat yang mana sejumlah operasi penerjunan gagal dilakukan, baik melalui udara ataupun darat. Kesiapan-kesiapan yang dipermudah Allah pelaksanaannya menjadi pukulan telak bagi nalar militer yang berupaya sekuat tenaga untuk meminimalkan pertempuran melalui cara konfrontasi udara atau metode-metode licik lainnya.

Tanya: apa pesan Anda untuk para Salibis dan antek-antek mereka dari kalanga murtadin?

Jawab: Kepada bala tentara dan pasukan Salib, serta perkumpulannya yang tamak, sebagaimana sejarah mencatat pertempuran-pertempuran kaum muslimin berulang kali, menghancurkan pasukan Salib di negeri mereka dan di puncak kekuatan mereka. Allah menolong para hamba-Nya atas orang-orang kafir di berbagai tempat. Allah menghadiahkan bahu-bahu mereka kepada kaum muslimin, untuk dibunuh dan ditawan. Di masa silam, mereka dipaksa berlarian untuk membayar jizyah (upeti) kepada kaum muslimin. Sehingga mereka datang dengan penuh kehinaan dan tunduk patuh, mereka terpaksa untuk mematuhi para hamba Allah kaum beriman. Sesungguhnya Allah akan menunaikan janji-Nya pada masa ini terkait mereka. Dan kita akan berada di negeri mereka sebagaimana kita lakoni di masa lampau. Allah akan mewariskan kita bumi dan negeri mereka, serta negeri-negeri yang belum pernah kita injak sebelumnya, insyaa Allah, ini akan menjadi kenyataan bukan sekadar omongan. “Allah telah berjanji dengan sebenar-benarnya. Allah tidak akan memungkiri janji-Nya.”

Tanya: Apa pesan Anda kepada orang-orang munafik di barisan kita yang menunggu-nunggu (kehancuran) kita dan mengharapkan kemenangan orang-orang kafir atas kita, serta mengutamakan hukum demokrasi?

Jawab: Kepada setiap munafik yang bersembunyi di barisan kaum muslimin, berbalut pakaian mereka; bertaubatlah kalian kepada Allah. Pasukan banci dan para thaghut mereka takkan bermanfaat bagi kalian, senda gurau dan permainan kalian takkan bermanfaat bagi kalian. Sungguh kalian mengetahui kami, menyaksikan kami, dan melihat kami adalah orang-orang yang keras dalam pertempuran dan orang-orang kuat dalam peperangan. Kami tidak merasa berat untuk mengikuti perang, kami tidak lalai kepada orang kafir, dan kami tidak akan lupa kepada orang murtad, meskipun dalam waktu lama. Apabila kalian meyakini bahwa kesudahan yang baik adalah milk orang-orang kafir dan murtad dari kalangan pasukan para thaghut, maka kalian akan gagal dan kecewa, angan-angan kalian sia-sia. Sesungguhya Allah menjamin kami dengan kemenangan dan menjanjikan kalian dengan kekalahan. Maka bertaubatlah kepada Allah sebelum kami menangkap kalian. Kalian sungguh mengetahui kehebatan kami atas orang-orang kafir dan antek-antek mereka. Dan kalian, meskipun kalian bersembunyi di antara kaum muslimin, dalam kostum dan pakaian mereka, sesungguhnya Allah akan membongkar kalian dan menyingkap keburukan kalian.

Dan pesan yang kami sampaikan kepada mujahidin secara umum di berbagai front. Ketahuilah wahai saudara-saudara kami –semoga Allah menjaga dan melindungi kalian—sesungguhnya kemenangan adalah milik mujahidin setelah kesabaran mereka. Ia merupakan sunnah kauniyyah, dan kamu sekali-kali tidak akan mendapati perubahan pada sunnah Allah. Hanya saja, kesabaran dan keteguhan bukan sekadar kata-kata, namun adalah menggenggam bara api sampai Allah menyempurnakan urusan ini. Lalu tidak akan bisa teguh dalam cobaan melainkan orang yang mengupayakan faktor-faktornya, dan sebaik-baik faktor adalah keimanan serta ketaqwaan kepada Allah Yang Maha Perkasa lagi Maha Pemberi Karunia.

Apabila angin frustrasi menghempas kita dengan hebat
Kesempitan penderitaan akan diikuti oleh kelapangan
Demi Allah kita punya harapan dan Salwa
Di sisi Allah takkan kecewa harapan

WAWANCARA BERSAMA AMIR JUNUD KHILAFAH DI ASIA TIMUR, SYAIKH ABU ABDULLAH AL-MUHAJIR

RUMIYAH 10 - WAWANCARA

WAWANCARA BERSAMA AMIR JUNUD KHILAFAH DI ASIA TIMUR, SYAIKH ABU ABDULLAH AL-MUHAJIR

Amir junud Khilafah di Asia Timur menampik berbagai klaim palsu pemerintah thaghut Filipina seputar kemampuan militernya untuk memberantas mujahidin. Dia menceritakan berbagai pertempuran yang di jalani junud Daulah Islam melawan pasukan Salibis Filipina. Sejumlah pertempuran yang menjadikan para pengusung tauhid mengungguli orang-orang musyrik, kendati jumlah dan persenjataan mereka lebih banyak.

Dalam wawancaranya bersama majalah Rumiyah, Syaikh Abu Abdullah Al-Muhajir bercerita mulai dari perjalanan jihad di Asia Timur, sampai berbai’atnya para mujahidin kepada Amirul Mukminin Syaikh Abu Bakar Al-Baghdadi hafizhahullah, dan bergabung dengan Daulah Islam, serta penaklukan demi penaklukan yang mereka capai selepasnya.

Dia menjelaskan bahwa Front Islamis Pembebasan Moro (MILF), dengan berbagai alirannya, telah terjatuh ke dalam perangkap pemerintahan rezim Salibis Filipina yang tidak memberi mereka apa-apa kecuali janji-janji palsu, yang mana mereka meletakkan senjata mereka dalam rangka meraih itu semua. Dia juga menyingkap banyaknya pejuang yang meninggalkan gerakan tersebut, setelah mereka mengetahui kebobrokan manhaj dan kedustaan para komandannya. Kemudian sebagian besar dari mereka bergabung dengan Daulah Islam.

Melalui Rumiyah, ia menyeru kaum muslimin di seluruh dunia untuk berhijrah ke kawasan-kawasan junud Khilafah di Asia Timur, dalam rangka membela saudara-saudara mereka dan upaya menegakkan Daulah mereka. Sebagaimana dia juga menyampaikan kabar gembira tentang kedatangan muhajirin dari berbagai daerah, dan bergabungnya mereka ke dalam barisan mujahidin.

Majalah Rumiyah menyajikan untuk Anda wawancara bersama Amir Junud Khilafah Asia Timur, Syaikh Abu Abdullah Al-Muhajir hafizhahullah.

Tanya: Assalamu’alaikum warahmatullahi wabarakatuh, dapatkah Anda menjelaskan kondisi kaum muslimin di Asia Timur?

Jawab: Wa’alaikumussalam wa rahmatullahi wa barakatuh, segala puji bagi Allah Rabb semesta alam, shalawat serta salam terlimpahkan kepada Rasulullah Sang Terpercaya, juga kepada segenap keluarga dan sahabat beliau seluruhnya, dan siapa saja yang mengikuti mereka dengan baik sampai Hari Kiamat, amma ba’du:

Kondisi kaum muslimin di Asia Timur tidak berbeda dengan kondisi saudara-saudara mereka di seluruh penjuru bumi, hidup tanpa jama’ah (Khilafah) yang menyatukan mereka, tidak ada imam yang memimpin, mereka hidup dalam kelompok-kelompok, suku-suku, organisasi-organisasi, kabilah-kabilah, terpecah-belah, dan tercerai-berai. Kaum musyrikin sangat memanfaatkan kondisi ini.

Dengan banyaknya kaum Nasrani yang tersebar luas di daerah ini di bawah pedang imperialisme Salibis, dan sokongan dari mereka, serta terus berlanjut hingga hari ini, maka menghabisi Islam di daerah ini menjadi target terang-terangan terpenting bagi orang-orang musyrik. Mereka berusaha mengintimidasi kaum muslimin dengan berbagai cara untuk memurtadkan mereka, dan memusnahkannya dari muka bumi. Semua itu menimbulkan reaksi yang baik. Orang-orang pun terbangun dari tidur mereka, mendorong mereka menenteng senjata melawan pemerintahan dan pasukan kriminal Salibis.

Dan hal itu pula yang membuat kaum musyrikin tercengang, khususnya di tengah lemahnya kemampuan mereka untuk membuat jera orang-orang yang mengaku Islam, dan menaklukkan mereka lagi. Maka kaum musyrikin terpaksa berhenti menumpahkan darah kaum muslimin, dan menghentikan ekspansi ke daerah-daerah mereka. Kemudian ambisi terbesar mereka adalah menjadikan kaum muslimin enggan berjihad. Namun hal itu tidaklah mungkin, meski berlangsung kejahatan-kejahatan Salibis, kecurangan para penipu, dan pengkhianatan para pengkhianat, orang-orang masih menyimpan senjata, mereka siap untuk memerangi orang-orang Nasrani di setiap waktu.

Di tengah atmosfer perseteruan antara ahli tauhid dan ahli syirik ini, muncullah generasi baru dari kalangan pemuda yang mempelajari tauhid, mengenal al-walaa’ wal-baraa’ , dan bertekad menegakkan hukum Allah di muka bumi, di negeri yang akan menjadi penyumbat tenggorokan orang-orang Nasrani al-muharibin (yang wajib diperangi), kaum paganis Budha, dan golongan-golongan lain dari sekte-sekte syirik seluruhnya. Namun, banyaknya kelompok, berbilangnya panji, serta banyaknya amir (pemimpin) yang menggiring manusia dari kesesatan menuju kesesatan lainnya, justru malah menjauhkan manusia dari tujuan tertinggi mereka, bahkan menjerumuskan mereka ke dalam kesyirikan dan kemurtadan, dengan berjalannya mereka menapaki jalan Ikhwanul Murtadin, masuk ke dalam demokrasi, dan loyal kepada kaum musyrikin.

Meski demikian, tersisa segelintir muwahid yang menjaga agar tidak ada hukum yang tegak di bumi ini kecuali hukum Allah saja. Mereka adalah pelopor pasukan yang berbai’at kepada Amirul Mukminin hafizhahullah, dan bergabung dengan Daulah Islam, semoga Allah memberkahi kita di dalamnya.

Tanya: Bagaimana kondisi mujahidin di Asia Timur sebelum deklarasi Khilafah? Dan buah apa yang kalian peroleh setelah bergabung ke dalam barisan Daulah Islam?

Jawab: Sebagaimana yang saya katakan sebelumnya, meskipun ada dampak baik dalam menenteng senjata melawan para Salibis di wilayah kepulauan Nusantara, tetapi orang-orang di sini belum bisa melepaskan diri dari penyakit akibat faksi-faksi dan kelompok-kelompok, yang mendera setiap medan jihad, terutama sebelum kembalinya Khilafah, dan terbentuknya kembali jama’ah kaum muslimin di bawah satu komando pemimpin muslim (khalifah). Demikianlah, para pengusung kesesatan dengan segera mengeksploitasi berbagai peristiwa dan menyelewengkan manusia sehingga mau berdamai dengan para Salibis, dan bermesraan dengan mereka, demi mendapatkan sejumlah posisi di pemerintahan kafir.

Di sini, para ahli tauhid mengerahkan tenaga mereka untuk mengajarkan agama Islam kepada manusia, dan mengobarkan mereka untuk selalu berjihad sampai agama Allah tegak di bumi ini. Akan tetapi, manusia lebih cenderung kepada dunia, dan rela dengan sedikit kesenangan yang mereka dapatkan dari kaum musyrikin. Dengan jumlah pasukan dan persenjataan yang sedikit, serta minimnya manusia yang menolong, mulailah keputusasaan menyusup ke hati para pemuda. Dan sangat disayangkan, di antara mereka ada yang tidak mau berjihad, dan malah sibuk mengais rezeki dan mengurus anak-anak. Tapi di antara mereka ada juga yang berhijrah ke medan-medan jihad lain yang punya harapan besar dalam menegakkan agama Allah di muka bumi.

Di antara nikmat Allah kepada kita dan kaum muslimin di seluruh dunia adalah tatkala Syaikh Abu Bakar Al-Baghdadi hafizhahullah mendeklarasikan kembali Khilafah. Maka kami pun segera berbai’at kepada Amirul Mukminin, beberapa hari setelah pendeklarasiannya, demi menaati perintah Allah dan menyatukan barisan mujahidin yang tercerai-berai di daerah ini, di bawah panji Daulah Islam. Hanya saja, pengumuman bai’at ini agak terlambat beberapa waktu, sampai Allah memudahkan pengumumannya. Namun dalam proses tersebut mendatangkan banyak kebaikan bagi jihad di seluruh kepulauan Nusantara.

Terlebih lagi, banyak katibah (batalion) dan sariyah (satuan pasukan) yang bersatu di bawah panji Daulah Islam sebenarnya adalah jama’ah-jama’ah yang paling baik manhajnya, paling bersih aqidahnya, dan paling sengit memerangi orang-orang musyrik. Tidak ada bukti paling kuat selain pertempuran-pertempuran besar yang dilakoni junud Daulah Islam melawan pasukan Salibis Filipina dalam rentang dua tahun silam, meliputi di dalamnya upaya dalam menghadang kampanye militer besar, membunuh ratusan tentara Salibis, dan menyerbu banyak kota yang dikontrol para Salibis. Dengan izin Allah, kota Marawi tidak akan menjadi kota terakhir yang dikuasai oleh mujahidin.

Tanya: Bagaimana keadaan medan jihad di daerah kalian, dan mana saja daerah tempat keberadaan kalian di Asia Timur? Lalu pertempuran apa yang paling mengemuka yang dilakoni mujahidin dalam melawan pasukan pemerintahan Salibis pasca deklarasi Khilafah?

Jawab: Secara umum, kondisi mujahidin semakin lama semakin baik. Jumlah pasukan dan persenjataan semakin bertambah. Atas karunia Allah, jumlah mereka sangat besar di Pulau Mindanao, sebelah selatan Filipina, Asia Timur. Banyak muhajir yang mendatangi kami dari berbagai negara di kawasan Asia Timur, bahkan juga dari luar kawasan, segala puji bagi Allah semata.

Sejak deklarasi Khilafah, kami menjalani beberapa pertempuran di berbagai daerah di negeri ini. Di Basilan saja berlangsung lima pertempuran terpenting di antaranya adalah pertempuran yang berlangsung selama 46 hari, di mana di dalamnya disertakan helikopter, pesawat jet, dan senjata artileri yang membombardir muwahidin sepanjang siang-malam. Jumlah musuh yang tewas mencapai sekitar seratus, belum lagi yang luka-luka.

Begitu pula di kawasan strategis Ranau. Di Kota Ranau berlangsung lima pertempuran lainnya, sejak dideklarasikannya Khilafah. Salah satu pertempuran terpenting adalah pertempuran ketiga di Putij, tahun 1437 H. Pertempuran meletus setelah daerah-daerah mujahidin sepanjang siang dan malam dibombardir serangan udara oleh banyak helikopter, pesawat-pesawat jet tempur sepanjang siang, dan bombardir artileri siang-malam selama enam bulan berturut-turut. Musuh memiliki perlengkapan dan persenjataan semisal pesawat tempur, tank-tank, helikopter, dan artileri. Sedangkan mujahidin hanya memiliki semiang (sedikit) persenjataan dan jumlah pasukan, namun banyak bertawakal dan kembali kepada Allah. Meski demikian, Allah menganugerahkan mereka sehingga dapat membunuh ratusan musuh, dan menolong mereka atas musuh-musuhNya.

Sementara di Maguindanao, mujahidin berhasil memberi tekanan kepada para musuh dari kalangan Salibis congkak, atas karunia dan anugerah Allah. Secara umum, atas karunia Allah, para Salibis sungguh telah mencicipi banyak malapetaka dari kami. Kami telah berpengalaman menghadapi mereka, melalui banyak peperangan yang kami jalani melawan mereka. Kami mendapati mereka adalah para pengecut saat berlangsungnya pertempuran, meski jumlah mereka lebih banyak dan persenjataan mereka lebih hebat, tapi Allah memenangkan kami atas mereka dan kami timpakan kepedihan untuk mereka.

Tanya: Bisakah Anda bercerita tentang Front Islamis Pembebasan Moro (MILF), dan bagaimana bisa ia menandatangani kesepakatan damai dengan pemerintahan Salibis?

Jawab: Pada dasarnya, MILF terdiri dari elemen yang heterogen, tidak memiliki pandangan dan aliran sejenis. Di dalamnya terdapat banyak pribadi yang saling berseberangan, memiliki banyak cita-cita yang bertentangan. Coraknya lebih condong mengikuti Ikhwanul Murtadin. Oleh karenanya, selama empat dekade terakhir, kelompok ini mengalami banyak perpecahan. Demikian pula, kelompok ini juga dihempas perselisihan tajam seputar bagaimana ‘berdialog’ dengan pemerintahan Salibis. Ada kelompok yang sejak lama menolak aksi bersenjata, bersikukuh untuk bernegosiasi dengan pemerintah Salibis, dan rela dengan apa pun yang ditawarkan pemerintah. Sedangkan kelompok lain hanya melihat senjata merupakan satu-satunya sarana untuk mengusir pasukan Salibis Filipina dari wilayah-wilayah kaum muslimin. Para Salibis sukses memanfaatkan perselisihan ini dengan sebaik-baiknya. Kaum Salibis memberikan secuil harapan kepada kelompok yang mau menyerah, kemudian mereka memaksa kelompok yang bersikukuh berperang agar mau menerima secuil harapan tersebut.

Kemudian, mulailah para Salibis melepaskan diri memberi secuil harapan yang mereka janjikan itu. Sehingga para pemimpin MILF di berbagai kelompok menyadari bahwa para Salibis mempermainkan mereka selama bertahun-tahun. Akan tetapi, hal itu sama sekali tidak mengubah keadaan sedikit pun, karena mereka adalah orang-orang yang sudah keenakan duduk, dan rela dengan posisi semu yang mereka raih. Bahkan yang mengherankan lagi adalah mereka ikut masuk ke dalam permainan syirik demokrasi, dan ikut serta di dalamnya.

Persoalan itu, segala puji bagi Allah, membantu dalam membongkar hakikat orang-orang yang sesat lagi menyesatkan tersebut, menjauhkan para pemuda dari mereka, dan banyak di antara mereka mau bergabung kembali ke jama’ah-jama’ah jihad yang tegak di atas tauhid, dan tidak rela menggantungkan senjata selamanya. Tujuan terbuka mereka adalah penegakan hukum Allah di muka bumi. Yang terdepan dari mereka adalah jama’ah-jama’ah, katibah-katibah, dan sariyah-sariyah yang bergabung dengan Daulah Islam.

Sekarang, para komandan MILF dengan berbagai aliran dan panjinya, mereka tak berdaya di hadapan kekuasaan pemerintahan Salibis Filipina. Mereka hanya bisa mengeluhkan mengapa para Salibis melanggar janji mereka? Di saat yang sama, mereka mengklaim masih memiliki ribuan pejuang bersenjata, tetapi tidak mampu memobilisasi mereka untuk melawan para Salibis, karena takut dicap sebagai ‘teroris’.

Tanya: Media Salibis sering berbicara tentang ancaman Thaghut Filipina yang sebentar lagi akan menumpas mujahidin. Bagaimana fakta yang sebenarnya?

Jawab: Thaghut Filipina Rodrigo Duterte telah teperdaya oleh ambisinya. Dia mengira dapat memadamkan cahaya Allah dengan pernyataan-pernyataannya. Mahabenar Allah yang berfirman, “Mereka ingin memadamkan cahaya Allah dengan mulut-mulut mereka, dan Allah akan tetap menyempurnakan cahaya-Nya meskipun orang-orang kafir tidak menyukainya.” (At-Taubah: 32)

Semenjak para penduduk negeri ini memeluk Islam, tidak pernah sehari pun orang-orang kafir berhenti merancang peperangan melawan mereka. Betapa tidak, Rasulullah shallallahu alaihi wasallam telah bersabda, “Akan senantiasa ada sekelompok dari umatku yang berperang di atas kebenaran, dan menang atas orang-orang yang melawan mereka hingga generasi terakhir mereka kelak memerangi Al-Masih Ad-Dajjal.” (HR. Ahmad dan Abu Dawud)

Lantas, apakah thaghut ini telah berhasil menumpas para mujahidin dan melenyapkan mereka dari peta? Ataukah justru para mujahidin semakin bertambah banyak dan semakin kuat dari waktu ke waktu dengan izin Rabb mereka? Jadi, demi Allah, mereka tidak akan mampu memadamkan cahaya Allah, karena Allah telah berjanji kepada kita bahwa Dia akan menyempurnakan cahaya Nya dan memenangkan agamaNya. Allah berfirman, “Dialah yang telah mengutus Rasul-Nya dengan membawa petunjuk dan agama yang benar, agar Dia memenangkannya atas semua agama, meskipun orang-orang musyrik tidak menyukainya.” (At-Taubah: 33)

Tanya: Adakah pihak lain yang ikut terlibat bersama para thaghut memerangi balatentara Khilafah di Asia Timur? Apakah ada para thaghut di kawasan sekitar atau yang lainnya berpartisipasi dalam hal ini?

Jawab : Ya, ada pihak lain yang berpartisipasi dalam hal itu, bahkan mereka senantiasa menunggu dan memantau kabar tentang para mujahidin di sini. Di antara mereka adalah Rusia dan Amerika Serikat (AS), padahal keduanya sedang sibuk dengan penderitaan dan kekalahan mereka di Iraq dan Syam.

Tanya: Apakah sampai saat ini kalian masih menyambut muhajirin? Adakah jalan untuk bergabung dengan kalian?

Jawab: Ya, alhamdulillah. Kami masih menyambut muhajirin dan menerima mereka. Ada beberapa cara dan jalan yang relatif aman untuk berhijrah. Tetapi, setiap orang yang ingin berangkat harus mengupayakan berbagai faktor (sebab) untuk itu, disertai niat ikhlas dan berdoa sungguh-sungguh kepada Allah agar memudahkan hijrahnya, dan mengantarkannya ke sejumlah medan ribath dan perang, demi menggapai Ridha Rabb Yang Mahapengasih.

Tanya: Apa pesan yang ingin Anda sampaikan kepada para Salibis secara umum, dan mereka yang berada di Asia Timur secara khusus?

Jawab: Pesan saya untuk para Salibis, saya katakan,

Wahai para Salibis, bergembiralah dengan apa yang membuat kalian sengsara, karena sesungguhnya balatentara Daulah Islam di Timur Asia akan terus menapaki jalan mereka, sampai Allah menggoncang singgasana kalian di Washington dan Moskow, dengan kemuliaan orang yang mulia atau kehinaan orang yang hina. Kemuliaan yang mana Allah memuliakan Islam dengannya, dan kehinaan yang dengannya Allah menghinakan kekafiran, baik kalian suka maupun tidak. Kekuasaan umat kami akan membentang sejauh yang bisa dijangkau oleh waktu siang dan malam, dengan izin Rabb kami yang Mahapengasih. Masuk Islamlah kalian, atau kalian membayar jizyah dengan patuh sedang kalian dalam keadaan tunduk, atau bersiaplah kalian, karena sesungguhnya kami akan memerangi kalian setelah agresi kalian ini, insya Allah, dan kalian akan mendapati kami sebagai orang yang sabar, menang, dan menguasai dengan izin Allah.

Tanya: Apa pesan Anda untuk para muwahid di seluruh dunia secara umum, dan di Asia Timur secara khusus?

Jawab: Wahai para muwahid di seluruh penjuru dunia, negara kalian telah tegak sebagaimana telah disebutkan Nabi kalian, dan negara kalian telah datang sebagaimana yang beliau terangkan kepada kalian. Dan sungguh tanpa ragu, ini adalah Khilafah ‘Ala Minhajin Nubuwah (Khilafah Di Atas Manhaj Kenabian).

Waspadalah, jangan sampai khilafah ini diserang karena kelalaian kalian selama mata kalian masih bisa berkedip dan urat nadi kalian masih bisa berdenyut. Juallah ‘barang dagangan’ kalian kepada Allah dengan harga murah, dan niatkan amal kalian dengan ikhlas karena Allah, sehingga membuat malaikat bangga dan membuat geram para setan dari kalangan manusia maupun jin.

Beritahukan kepada para Salibis, bahwa telah dekat waktu kematian mereka dan telah tiba waktu peradilan mereka disebabkan mereka menyekutukan Allah, membantai dan mengusir kaum muslimin yang lemah di seluruh penjuru dunia, serta merampas kehormatan dan harta-benda umat Islam.

Dan kabarkan kepada mereka bahwa tempat ditunaikannya janji kita adalah di Washington dan Moskow. Kabar sebenarnya adalah yang akan mereka lihat, bukan yang akan mereka dengar, dengan izin Allah Ta’ala.

WAWANCARA BERSAMA AMIR JUNUD KHILAFAH DI MESIR

RUMIYAH 9 - WAWANCARA

WAWANCARA BERSAMA AMIR JUNUD KHILAFAH DI MESIR

Tanya: Bisa anda jelaskan bagaimana keadaan junud Khilafah di Mesir dan bagaimana operasi mereka?

Jawab: Segala puji bagi Rabb semesta alam, shalawat serta salam terlimpahkan kepada yang diutus dengan pedang sebagai rahmat seluruh alam amma Ba’ad: Junud Khilafah di Mesir atas karunia Allah ta'ala, kekuatan mereka terus bertambah, meski semua agresi yang tertuju pada mereka namun operasi demi operasi mereka membuahkan hasil yang memuaskan dan mewujudkan target-target yang telah direncanakan, segala puji bagi Allah semata.

Tanya: Problem apa yang dihadapai mujahidin di Mesir?

Jawab: Problem terbesar yang dihadapi mujahidin di Mesir adalah hilangnya tauhid dari banyak jiwa manusia, khususnya dalam masalah legitimasi syariat, berhakim kepada selain syariat Allah, loyal kepada pelaku kesyirikan, memusuhi ahlul iman yang berperang agar hukum sematamata milik Allah Raja alam semesta, Allah ta’ala berfirman, “Ingatlah, menciptakan dan memerintah hanyalah hak Allah. Maha Suci Allah, Tuhan semesta alam”. (QS. al-A’raf: 54)

Sehingga keadaan para manusia itu sebagaimana keadaan kaum Fir’aun dimana Allah berfirman tentangnya, “Maka Fir’aun mempengaruhi kaumnya (dengan perkataan itu) lalu mereka patuh kepadanya. Karena sesungguhnya mereka adalah kaum yang fasik.”(QS. az-Zukhruf: 54) .

Thawaghit membutakan mereka dari dien yang benar, di satu saat menggunakan para Syaikh sesat dan menggunakan media rusak mereka di saat yang lain. Menjadikan manusia loyal kepada mereka dan memusuhi mujahidin dengan dalih Anti Terorisme. Ini adalah kemurtaddan dari dien Islam yang nyata, Maka wajib bagi mereka untuk segera bertaubat, setelah itu jangan sampai mereka mencari-cari celah mujahidin. Sebaliknya, mereka justru harus menutupinya, bahkan menolong mereka, dan keluar bersama mereka memerangi para thaghut itu, ini adalah jihad wajib atas mereka.

Tanya: Apa hubungan kalian dengan wilayah Sinai?

Jawab: Yang mengikat kami dengan junud Khilafah di wilayah Sinai adalah tali persaudaraan, tali kecintaan dan loyalitas, semoga Allah memberkati mereka. Kami semua junud Daulah Islamiyah di negri Sinai dan Mesir berperang agar kalimat Allah menjadi yang tertinggi, dari Mesir kita akan menaklukan Baitul Maqdis melalui Sinai, sebentar lagi dengan izin Allah, meskipun orang-orang kafir membencinya.

Tanya: Apa tujuan yang ingin kalian capai dengan menargtekan gereja-gereja?

Jawab: Penargetan gereja-gereja ini termasuk bentuk peperangan kami atas kekafiran dan para pelakunya. Itu semua demi memenuhi perintah Allah ta'ala, “Perangilah orang-orang yang tidak beriman kepada Allah dan tidak (pula) kepada hari kemudian, dan mereka tidak mengharamkan apa yang diharamkan oleh Allah dan Rasul-Nya dan tidak beragama dengan agama yang benar (agama Allah), (yaitu orang-orang) yang diberikan Al- Kitab kepada mereka, sampai mereka membayar jizyah dengan patuh sedang mereka dalam keadaan tunduk.” (QS. at-Taubah: 29)

Jika para nasrani muharibin itu mengira bahwa benteng mereka akan menghalangi mereka dari serangan junud Daulah Islam, maka hendaknya mereka mengetahui bahwa mujahidin memiliki pedang yang telah terhunus –dengan izin Allah- di atas leher mereka yang tidak akan meleset atau terhalangi oleh sesuatu pun dengan izin Allah, tiada daya dan kekuatan bagi kami kecuali dengan Allah.

Tanya: Apa respon terkait sejumlah operasi yang kalian lancarkan baik dari kalangan awam, Thawaghit, pasukan kemanan maupun ulama durjana?

Jawab: Kebanyakan respon dari mayoritas adalah mengingkari dan berlepas diri dari operasi-operasi ini secara khusus dan mengingkari peperangan kami atas Nasrani dan Thawagit pada umumnya. Mereka justru berbela sungkawa atas apa yang menimpa musyrikin, di bawah slogan hubungan saudara sebangsa dan selainnya. Padahal hal tersebut adalah bentuk loyalitas kepada kuffar dan musyrkin yang bisa mengeluarkan seseorang dari Millah. Barang siapa yang melakukan hal tersebut maka dia murtad dari Dien Islam, semua amalannya terhapus, jika mereka tidak segera bertaubat dan menyesal, sebelum datang suatu hari dari Allah yang tidak akan bisa ditolak kedatangannya. Adapun respon dari murtaddin baik dari tentara maupun polisi, seperti biasanya setiap kali selesai operasi yang dilancarkan mujahidin berhasil mereka membunuh, menangkap dan menyiksa demi meraih kerelaan komandan mereka di pemerintahan, dan tuan-tuan salibis mereka. Operasi ini menjadikan sebagian manusia mencemooh mereka, Nasrani dan murtaddin semakin membenci mereka, walhamdulillah. Meskipun kesewenang-wenangan ini memiliki efek positik bagi mujahidin dan efek negatif bagi mereka namun mereka tetap tidak bisa menghindarinya. Atas karunia Allah ta'ala setelah operasi demi operasi ini, Allah menyelamatkan mujahidin dari kebengisan dan penekanan murtaddin. Mereka tidak terkena gangguan sedikitpun walhamdulillah.

Firman-Nya, “Dan Allah menghalau orang-orang yang kafir itu yang keadaan mereka penuh kejengkelan, (lagi) mereka tidak memperoleh keuntungan apapun”. (QS. al Ahzab: 25).

Adapun para Masyayikh dan ulama thagwahit pun para penyeru kepada pintu neraka dengan berbagai perbedaaan madzahab, partai dan organisasinya, keadaan mereka sebagaimana firman Allah ta'ala, “maka perumpamaan mereka seperti anjing jika kamu menghalaunya diulurkannya lidahnya dan jika kamu membiarkannya dia mengulurkan lidahnya (juga).” (QS. al-A’raf: 176).

Dan kami katakan kepada mereka apa yang dikatakan Allah ta'ala kepada umaat yang lebih dahulu menempuh jalan mereka: “Sesungguhnya orangorang yang menyembunyikan apa yang telah diturunkan Allah, yaitu Al Kitab dan menjualnya dengan harga yang sedikit (murah), mereka itu sebenarnya tidak memakan (tidak menelan) ke dalam perutnya melainkan api, dan Allah tidak akan berbicara kepada mereka pada hari kiamat dan tidak mensucikan mereka dan bagi mereka siksa yang amat pedih”. (QS. al Baqarah: 174)

Tanya: Apa nasehat anda bagi muslimin di Mesir yang belum bisa bergabung ke barisan mujahidin?

Jawab: Aku katakan kepada kaum muslimin di Mesir para ahlu tauhid dan jihad yang mengetahui kebenaran dan mengikutinya, hidupkanlah dakwah tauhid dan jihad di jalan Allah, dan bergabunglah dengan saudara-saudara kalian di Daulah Islamiyah, dan bergabunglah dengan al-Jamaah (Khilafah). Namun jika kalian tidak mampu akan hal itu, maka mintalah tolong kepada Allah, ambilah persenjataan kalian, siapkan kekuatan semampu kalian, dan rencanakan operasi kalian dalam melawan Nasrani dan murtaddin. Guna menimpakan kerugian besar dan efek jera bagi mereka. Bersemangatlah untuk meraih kesyahidan di jalan Allah. Dan Ketahuilah bahwa tidak ada hasil dalam peperangan kita kecuali kemenangan, terbunuh dan syahid, Jangan sampai kalian rela menjadi tawanan bala tentara thawaghit itu. Bersabar dan yakinlah, sungguh Allah akan menaklukan negri ini dan memberikan kita tamkin di dalamnya, sebentar lagi dengan izin Allah.

Allah ta'ala berfirman, “Dan sungguh telah Kami tulis didalam Zabur sesudah (Kami tulis dalam) Lauh Mahfuzh, bahwasanya bumi ini dipusakai hamba-hambaKu yang saleh.” (QS. al Anbya: 105)

Jangan sampai kalian terpengaruh dengan orang-orang yang meninggalkan dan menelantarkan kalian. Kalian adalah Thaifah Manshurah, yang menang atas musuhnya, walhamdulillah. Maka bersabarlah atas keterasingan kalian.

Allah ta'ala berfirman, “Maka berperanglah kamu pada jalan Allah, tidaklah kamu dibebani melainkan dengan kewajiban kamu sendiri. Kobarkanlah semangat para mukmin (untuk berperang). Mudah-mudahan Allah menolak serangan orang-orang yang kafir itu. Allah amat besar kekuatan dan amat keras siksaan(Nya)”. (QS. an-Nisa: 84).

Tanya: Apa pesan yang ingin anda sampaikan untuk Nasrani di Mesir?

Jawab: Kami katakan kepada mereka, “Sungguh ketetapan Allah berlaku atas kalian, hukum Allah dan Rasul-Nya akan diterapkan pada kalian, sungguh kalian diberi tiga pilhan: Islam, Jizyah, dan perang. Senjata-senjata dan loyalitas kalian terhadap Thawaghit murtaddin pun bala tentaranya tidak akan bermanfaat bagi kalian. Mereka sendiri saja tidak bisa menjaga dirinya dari serangan junud Khilafah atas karunia Allah, lalu bagaimana bisa mereka menjaga kalian? Sungguh kekafiran dan kecongkakan kalian akan menyebabkan kebinasaan kalian dengan adzab Allah atau melalui tangan kami.

Tanya: Apa pesan anda untuk kaum muslimin di Mesir?

Jawab: Aku katakan kepada mereka, “berpegang teguhlah dengan kitab Allah dan sunnah RasulNya, gigitlah keduanya dengan kuat. Terapkan keduanya dalam kehidupan kalian, dan jangan takut kepada musuh. Yakinlah akan janji Allah untuk hamba-hamba-Nya yang beriman, “Mereka sekali-kali tidak akan dapat membuat mudharat kepada kamu, selain dari gangguan-gangguan celaan saja, dan jika mereka berperang dengan kamu, pastilah mereka berbalik melarikan diri ke belakang (kalah). Kemudian mereka tidak mendapat pertolongan” (QS. Ali Imran: 111)

Kami peringtakan dan mewanti-wanti kalian, jangan sekali-kali mendekati tempat-tempat kaum Nasrani, juga perkumpulan tentara dan polisi, pun tempat-tempat pemerintahan dan tempet perekonomian mereka. Jauhi tempat-tempat keberadaan rakyat negara-negara barat salibis, tempat menyebarnya mereka dan selainnya. Karena semua tempat ini merupakan target bagi kami, dan kami bisa menghantamnya kapan saja dengan izin Allah. Kami tidak rela salah satu dari kalian terkena imbas dari operasi kami atas orang-orang kafir dan musyrikin, maka jauhilah mereka. Beritahukan kepada mereka yang belum mengetahuinya, kita memohon kepada Allah keselamatan untuk kami dan kalian.

Tanya: Apa pesan yang anda sampaikan untuk Thawaghit Mesir?

Jawab: Aku katakan kepada musuh-musuh Allah, “Wahai kalian para thaghut pengecut. Kalian bertambah kafir dan sewena-wena, kalian berbuat kerusakan di bumi, kalian timpakan kepada umat Islam yang lemah siksaan yang pedih. Kalian ingin menutupi kekalahan dan kelemahan kalian dalam peperangan melawan junud Daulah Islamiyah, namun kalian tidak mungkin bisa. Kedok kalian telah terbongkar. Kami kan selalu mengintai kalian. Kemenangan adalah milik kami sebentar lagi dengan izin Allah. Maka nantilah sungguh kami bersama kalian juga menanti. Permintaan bantuan kalian kepada Yahudi tidak akan berguna dalam peperangan ini, mereka lebih buta dan lebih bodoh dari kalian. Mereka senantiasa kalah disetiap negri dimana mereka memerangi kami. Pertolongan tidak datang kecuali dari sisi Allah”.

Aku katakan kepada bala tentara Thaghut murtaddin, Bertaubatlah dari kemurtadan kalian dan berlepas dirilah dari pemerintahan ini, dan musuhilah mereka sebelum kalian tertangkap. Jika kami berhasil menangkap kalian, maka tidak ada balasan kecuali pembunuhan. Sungguh kami sangat mengetahui penyiksaan dan penekanan kalian atas muwahidin di penjara-penjara. Kalian telah terang-terangan menampakkan permusuhan dan peperangan kalian atas Allah, Rasul-Nya dan orang-orang beriman. Kami peringati kalian, jangan sekali-kali mengganggu sedikitpun keluarga mujahidin dan istri-istri mereka, mereka tidak sama seperti selainnya. Namun jika mata kalian buta, dan pendengaran kalian tuli dari peringatan ini, dan kalian malah sombong dan tidak berhenti dari perbuatan pengecut kalian ini. Maka kami bersumpah Demi Allah yang maha perkasa dan kuat, kalian tidak akan merasa aman meski sejenak dengan izin Allah yang maha Agung, kalian tidak akan beruntung sampai kapanpun. Allah maha Menang atas segala urusan-Nya akan tetapi kebanyakan manusia tidak mengetahuinya.

WAWANCARA BERSAMA KOMANDAN MILITER WILAYAH HOMS

RUMIYAH 6 - WAWANCARA

WAWANCARA BERSAMA KOMANDAN MILITER WILAYAH HOMS

Tanya: Bagaimana kondisi front pertempuran di sekitar kota Tadmur sebelum penaklukkan, dan persiapan menaklukkannya?

Jawab: Junud Khilafah sebelumnya pernah menguasai kota Tadmur pada bulan Sya’ban 1436 H, dan pasukan Nushairi beserta milisi-milisi Rafidhah tidak sanggup untuk merebutnya kembali meski telah melancarkan puluhan serangan yang mengakibatkan ratusan personil tempur mereka tewas dan terluka, bahkan puluhan kendaraan mereka hancur, sampai akhirnya datang bantuan udara Rusia secara intensif dalam operasi militer mereka untuk menyerang kota yang dimulai dari bulan Jumadal Akhirah tahun 1437 H. Mereka mobilisasi ribuan pasukan darat mereka, dari pasukan rezim, milisi-milisi Rafidhah, dan infantri darat Rusia beserta para penasehat militernya, ditambah dengan bombardir intens, sehingga dalam sehari bisa berjatuhan sekitar 100 roket, bom birmil dan bom gas terhadap kota hanya dalam waktu sehari, mujahidin pun terpaksa mundur dari kota. Setelahnya, mujahidin kembali melancarkan serangkaian operasi atrisi, menguras energi musuh dengan taktik serangan ‘hit and run’, dan operasi militer skala besar terhadap sejumlah posisi tempur Nushairi di distrik Syair, Jazl dan sejumlah daerah dekat kota Tadmur. Kemudian operasi mujahidin berfokus di front timur. Hasil peperangan di Tadmur dan sekitarnya sejak Junud Khilafah menguasainya untuk pertama kalinya pada bulan Sya’ban 1436 H sampai awal bulan Rabi’ul Awwal 1438 H adalah sekitar 1700 tentara rezim dan militan Rafidhah tewas dan luka-luka, lalu tujuh tentara Rusia, diantaranya penasehat militer dan pilot helikopter tewas, sementara jumlah kendaraan yang berhasil dihancurkan dan menjadi rampasan perang Mujahidin mencapai 236 unit kendaraan. Diantaranya 71 buah Tank, 18 senapan mesin berat kaliber 23 mm, artilleri kaliber 57 mm, dua senapan mesin kaliber 14,5mm, 20 meriam artileri 122 mm dan 130 mm, dan banyak mobil 4x4 yang dilengkapi dengan senapan mesin berat. Satu helikopter Rusia juga berhasil ditembak jatuh, walillahilhamd.

Tanya: Berapa jumlah musuh di dalam Tadmur sebelum penaklukkan dan dimana saja posisi mereka?

Jawab: Rezim Nushairi beserta pasukan Rusia dan milisi-milisi Rafidhah yang membantunya menjadikan sejumlah daerah sebagai pos taktis utama bagi mereka, baik di dalam kota dan sekitarnya, guna memperkuat lini pertahanannya. Diantarantya pegunungan Tar, lumbung gandum kota, bukit Amiriyah, gunung Hayan, pun halnya distrik Jazal yang di dalamnya terdapat banyak pos taktis-pos taktis militer di atas bukit-bukit tinggi yang membentang di sepanjang jalan ke arahnya dan sangat kuat pertahanannya. Diantara pasukan yang menyokong rezim Nushairi adalah milisi-milisi Rafidhah dari Iran, Afghanistan, Irak, dan sejumlah personil dari Lajnah Sya’biyah, ditambah lagi pasukan Rusia. Pasukan Rusia yang jumlahnya sekitar puluhan itu berperan memberikan operasi ‘support’, mengkover dan melatih para tentara rezim yang ada di kota, yang jumlahnya sekitar 1500 sampai 2000 personil tempur, disokong dengan puluhan kendaraan lapis baja, tank-tank dan senjata berat. Padahal, Nushairi telah mengumpulkan seluruh pasukan ini untuk melancarkan serangan terhadap area kontrol mujahidin di wilayah al-Khair. Kota ini terbagi-bagi sesuai dengan milisi yang berada di dalamnya. Setiap milisi menguasai jalan atau suatu bangunan, dan menghiasinya dengan seruan-seruan syirik, dan meninggikan panji bendera mereka di atasnya, serta mendominasi daerah-daerah sekitarnya. Rafidhah juga membangun beberapa kuil mereka di dalam kota. Mereka curi semua barang-barang yang berada di dalamnya, bahkan sekedar tangki air. Kala itu kota ini dipenuhi oleh pos-pos batas ‘checkpoint’ militer, dan di dalamnya terdapat pangkalan militer pasukan khusus Rusia. Di samping itu, pelayanan publik juga sangatlah buruk.

Tanya: Bisa Anda ceritakan operasi penaklukkan kembali kota Tadmur? Bagaimana prosesnya dan apa saja hasilnya?

Jawab: Operasi militer ini dimulai pada hari Kamis, 8 Rabi’ul Awwal, dimana Junud Khilafah melancarkan serangan skala besar dan sengit terhadap pasukan Nushairi dan milisi-milisi Rafidhah loyalisnya, dengan front pertempuran yang membentang hingga sepanjang 200 km dari delapan arah. Atas karunia Allah operasi ini berhasil meraih kemajuan yang signifikan. Junud Khilafah berhasil menguasai kota Tadmur dan puluhan daerah di sekitarnya, di- tambah dengan kilang minyak dan gas, dan menguasai daerah yang luas di pinggiran timur Homs, memporak-pondakan angan-angan Nushairi untuk terus memperluas wilayahnya hingga jalan utama Tadmur - al-Khair dalam rangka memecahkan pengepungan yang dilakukan Mujahidin atas Nushairi di kota al-Khair dan bandara militernya. Kota Tadmur juga memiliki nilai vital penghubung antara wilayah Hama, Homs, dan Damaskus. Ia adalah jalan untuk menuju daerah-daerah kekuasaan Khilafah di Damaskus, Hama, Homs, al-Khair, dan Raqqah. Pun termasuk batu loncatan untuk menaklukkan sejumlah daerah yang dikuasai rezim. Pasukan Nushairi sebelumnya telah memperbanyak mobilisasi pasukan beberapa bulan yang lalu, mengadakan pertemuan-pertemuan bersama mereka yang mengeklaim sebagai para pembesar kabilah al-Khair dan Raqqah. Mereka telah mengumumkan pembentukan milisi Hasyad Asyair, meniru budak-budak Rafidhah dan kabilah-kabilah suku anteknya di Irak agar mereka menjadi budak Nushairi, diperalat untuk menjajah kembali kota al-Khair dimulai dari kota Tadmur –sebagaimana klaim mereka-. Sebaik-baik pertahanan adalah menyerang. Berlawanan dengan apa yang diinginkan Nushairi dan tidak sesuai dengan apa yang mereka sangka, bala tentara Allah dari kalangan muwahidin telah mempersiapkan kekuatan. Sembari meminta pertolongan kepada Allah mereka melancarkan serangan dengan skala besar di front pertempuran sepanjang 200 km secara kontinyu, sejumlah operasi ini dimulai pada malam hari dari distrik Huwaisis, dimana meletus baku tembak sengit secara terus menerus di daerah tersebut. Namun, pada fajar harinya berbeda dengan front-front lainnya, dimana sekelompok regu in-ghimasi telah siap menyerbu kuffar. Terdapat pula perintah bagi puluhan tank Junud Khilafah untuk menggempur pos-pos taktis pasukan Nushairi beserta milisi-milisi loyalisnya. Tank-tank ini juga ikut bergerak maju menggempur pos musuh guna mengkover masuknya regu in-ghimasi di benteng pertahanan kuffar di pos Talilah dan sekitar lumbung gandum Tadmur, serta gunung Hayan, gunung yang menyusahkan gerak ppesawat tempur Nushairi dan Rusia selama operasi berlangsungnya operasi militer mereka untuk merebut kembali kota Tadmur satu tahun yang lalu. Segala puji bagi Alla,h Junud Khilafah berhasil menguasai penuh gunung Hayan, pos-pos Talilah, dan pos-pos taktis yang berada di luimbung gandum selama hari pertama pertempuran. Setelahnya satu demi satu benteng Nushairi runtuh, di kilang Jihar, Jazal, Mahr, korporasi gas Hayan dan sejumlah titik mliter lainnya. Lumbung gandum pun takluk, padahal ini adalah benteng kuffar yang sangat kuat. Serangan mencekik Mujahidin semakin parah dengan takluknya gunung Tar. Maka datanglah perintah dengan cepat bagi pasukan Rusia yang berada di Tadmur untuk segera mundur. Kabar tentang mundurnya Wawancara Rusia dari peperangan bak petir yang menyambar Rafidhah dan Nushairi yang menganggap bahwa mereka tak akan terkalahkan dengan adanya bantuan pesawat, artilleri Rusia dan teropong penglihatan malam yang dibekali oleh mereka. Dikuasainya kota Tadmur adalah hal yang belum pernah diperkirakan sebelumnya, yang atas karunia Allah dan taufik-Nya bagi hamba-hamba-Nya dari kalangan Muwahidin hanya dalam jangka waktu empat hari saja kota ini berhasil ditaklukkan. Kekuatan pasukan Nushairi dan milisi-milisi Rafidhah runtuh dengan cepat di hadapan serangan mujahidin yang atas karunuia Allah menimpakan pada mereka kerugian yang amat besar. Sekitar 350 tentara rezim dan militan Rafidhah tewas dan luka-luka, 50 lainnya tertawan, satu pesawat tempur tertembak jatuh dan tiga pesawat hancur dihantam tembakan di hangar pesawat Bandara Militer T4. Sementara itu, mujahidin memperoleh rampasan perang lebih dari 50 unit tank, 28 meriam artileri dari berbagai kaliber, tujuh unit BMP, dan sejumlah sistem pelontar roket jarak jauh, empat pelontar roket ATGM, sejumlah roket Grad, roket ATGM Kornet, dan rudal tank, senapan mesin berat, serta banyak macam-macam amunisi. Segala puji bagi Allah atas karunia-Nya.

Tanya: Apa peran pasukan Istisyhadi dan In-ghimasi dalam penaklukan kota Tadmur dan peperangan setelahnya?

Jawab: Senjata mematikan setelah daya Allah dan kekuatan-Nya adalah amaliyah Istisyhadiyah. Pada hari ketiga peperangan, setelah taufik Allah operasi istisyhadiyah adalah senjata mematikan bagi kuffar dan selalu meneror mereka, dimana sang Kesatria Pemburu Syahadah, al-Akh Abu Bakar al-Khalidi –taqabbalahullah- mengendarai tank bermuatan material peledak menghajar lumbung gandum Tadmur, benteng kuffar yang paling kuat pertahanannya, tempat bermarkasnya milisi-milisi Syi’ah Fatimiyun Afghanistan dan Kataib Syuhada, serta pasukan lain yang dibimbing oleh komandan Rusia. Majunya sang istisyhadi membuat kuffar langsung mencari jalan kabur, namun al-Akh mendahului mereka dan menjadikan benteng mereka hancur berkeping-keping. Selang beberapa saat saja, Junud Khilafah pun sampai di ping- giran lumbung gandum, menyisir lokasi dari sisa pasukan musuh, dan maju ke perkebunan Tadmur bagian timur, sementara regu in-ghimasi berada di front gunung Tar dengan –meminta pertolongan dari Allah- maju ke arah targetnya untuk menaklukkan sejumlah pos taktis Nushairi di gunung dan sejumlah gudang senjata di Tadmur, menghimpit pasukan Nushairiyah di dalam kota dengan mengepungnya dari tiga arah dan menyisakan satu jalan sempit yang menuju distrik Dawah di utara.

Tanya: Setelah dikuasainya Tadmur, apa yang langsung dilakukan Mujahidin?

Jawab: Mujahidin memanfaatkan runtuhnya pertahanan Nushairi dan antek-anteknya untuk terus maju dari segala arah hingga sampai ke pinggiran bandara militer T4, dan setelahnya berhasil menguasai pos di persimpangan Qaryatain dan Masytal al-Hair, markas Batalyon Pertahanan Udara yang terletak di sekitar bandara dan menghimpit bandara dari tiga arah.

Tanya: Apa daerah-daerah penting yang dikuasai pasukan Daulah Islamiyah selama penyerangan?

Jawab: Di front barat laut kota Tadmur, ada distrik Huwaisis, Syair, Jazl, Jihar, Bukit Madfaiyah dan al-Abraj yang berada di sekitar distrik Jazl, ditambah gunung strategis yang terletak antara Jazl dan Syair. Di barat daya kota ada daerah Qashr Halabat, Gunung Hayan, yang membentang di sepanjang kota dan di atas jalur logistik pasukan rezim Nushairi. Dan di timur laut kota ada pos Irtawaziyah, bukit al-Burj dan al-Mahr, pos Irtawaziyah di sekitar Korporasi Gas Mahr yang terletak di timur bandara militer T4, barat Tadmur, 15 pos ‘checkpoint’ militer yang membentang antara Mahr dan Jihar, lumbung gandum Tadmur (yang dijadikan pasukan Rusia sebagai pos taktis dan pertahanan kuffar terkuat) dan juga 8 pos ‘chekpoint’ di sekitarnya, persimpangan Taliah timur kota. Dan di utara kota ada gunung strategis Tar juga gunung Antarah, gudang militer Tadmur, dan ini semua yang menyebabkan semakin terhimpitnya pasukan rezim Nushairi di dalam kota, dan dari arah selatan gunung strategis Hayan. Lalu dari arah barat Tadmur, ada markas Batalyon al-Mahjurah di timur laut bandara militer T4, setelahnya tibalah penaklukan Tadmur atas karunia Allah dan taufik-Nya pasca runtuhnya satu demi satu lini pertahanan kuffar akibat dikuasainya benteng Tadmur yang membentang atas seluruh kota dan juga bukit Amiriyah, komplek al Amiriyah utara kota, ditambah juga pintu masuk bagian timur kota hingga mengancam satu-satunya jalur logistik kuffar yang terkepung antara gunung Hayan dan Tar di barat laut dan barat daya kota yang dikuasai oleh mujahidin pada hari ketiga pertempuran. Dan dari barat kota Tadmur ada distrik Bayarat, Dawah, Segitiga Tadmur, sejumlah daerah dan kilang penting di antaranya adalah Korporasi Gas Mahr, kilang gas Jihar, kilang minyak Jazl dan sejumlah daerah yang berada di sekitarnya, serta Korporasi Gas Hayan. Akhirnya kota Tadmur berhasil diamankan secara sempurna setelah menguasai daerah hingga 40 km di barat kota. Wallilahil hamd. Hingga menghubungkan wilayah Hama dan kota Tadmur, sehingga front ribat mujahidin menjadi satu, dari Hama hingga Damaskus, dan jalan Internasional Tadmur-Damaskus. Pun persimpangan Jihar di timur bandara T4 dan sejumlah daerah serta benteng pertahanan kuffar di pegunungan yang terletak di utara bandara. 12 di antaranya di atas bukit yang menghubungkannya dengan Markas Batalyon Pertahanan Udara. Sementara di tenggara bandara, ada desa Marhiton, menara komunikasi Syriatel, ditrik Qashr al-Hair dan al-Masytal dekat distrik Baridah di selatan bandara militer T4, pun juga pos persimpangan yang menghubungkan antara kota Tadmur dan Qaryatain serta bandara T4. Di barat bandara juga ada desa Syarifah.

Tanya: Apa nilai nilai penting dan strategis Bandara Militer ini?

Jawab: Bandara T4 termasuk bandara militer terbesar di Syam, mampu menerbang landaskan pesawat-pesawat tempur dan pesawat bomber, juga dilengkapi dengan landasan pacu helikopter yang darinya operasi-operasi militer udara di atas langit pinggiran timur Homs mereka lancarkan. Bandara ini juga menjadi tempat pemberangkatan helikopter-helikopter logistik, lokasinya dekat dari kilang minyak dan gas alam di pinggiran timur Homs, memiliki peran selama bertahun-tahun dalam pertempuran melawan Daulah Islamiyah. Pasukan apapun yang hendak berusaha maju ke arah Tadmur akan diberangkatkan dari Bandara Militer ini.

Tanya: Apakah peran Shahawat–jika memang mereka ada di wilayah ini - dalam operasi-operasi militer di wilayah Homs dan sekitarnya?

Jawab: Sebagaimana kebiasaan mereka, Shahawat murtad bergerak untuk menolong saudara-saudara mereka dari kalangan Nushairi setelah pernyataan-pernyataan Amerika bahwa Rusia tidak akan mampu untuk menghadapai peperangan melawan Daulah Islamiyah. Amerika sangat bergantung dengan Shahawat yang mereka sebarkan di perbatasan imajiner guna bersiap melancarkan serangan pada Daulah Islamiyah untuk meringankan tekanan atas Nushairi. Shahawat bahkan meluncurkan operasi militer sandi Radd I’tibar dimana mereka menderita kekalahan telak beberapa bulan yang lalu di Qolamun timur. Waktu itu, Shahawat mengerahkan puluhan kendaraan tempur yang berangkat dari arah perbatasan imajiner di padang pasir Hamad asy-Syami, namun memasuki perangkap mujahidin berupa ladang ranjau yang menewaskan dan melukai sejumlah dari mereka, hingga akhirnya mereka mundur menuju pangkalan militer Amerika di kamp Rukban, markas yang dibuat untuk menjaga perbatasan Yordania. Serangan mereka tidak membuahkan hasil apapun. Alhamdulilah.

Tanya: Kenapa Korporasi Gas Hayan di pinggiran timur Homs diledakkan, dan apa nilai pentingnya kilang migas itu bagi Nushairi?

Jawab: Korporasi gas ini memproduksi lebih dari tiga juta meter Kubik gas alam per hari dan menjadi sumber ekonomi penting yang dimanfaatkan rezim Nushairi untuk menyokong operasi militer mereka. Di samping itu, kilang migas ini menyuplai energi listrik daerah selatan Syam, sehingga dengan menghancurkannya akan mengurangi sumber energi listrik dengan drastis di daerah kekuasaan rezim, belum lagi kerugian yang menimpanya dalam usaha mecari sumber energi pengganti.

Tanya: Bisa Anda ceritakan karamah dan pertolongan Allah dalam peperangan ini?

Jawab: Semua laporan menceritakan keruntuhan lini pertahanan pasukan Nushairi yang tidak pernah terbayangkan dalam waktu yang singkat meski adanya keberadaan pasukan Rusia dan partisipasi kuat milisi Rafidhah di daerah tersebut, penarikan Wawancara mundur pasukan musuh dalam skala besar, kondisi alam yang ekstrim, dan elevasi wilayah yang menyulitkan, khususnya di distrik Jazl yang dikenal dengan pegunungan yang besar dan banyak perbukitan itu, di samping persenjataan dan kekuatan militer yang ditempatkan Nushairi di daerah tersebut. Hanya dengan serangan-serangan kecil, mereka langsung melarikan diri, atas karunia Allah dan taufik-Nya untuk para mujahidin. Dan di sana terjadi kisah yang berperan besar setelah Allah azza wa jalla, dalam memporak porandakan barisan kuffar. Kami melihat pertolongan Allah dengan jelas, dimana al-Akh Istisyhadi bergerak maju dengan bom tanknya. Al-Akh bernama Abu Bakar al-Khair, menggempur lumbung gandum kota Tadmur, pertahanan kuffar terkuat di sekitar kota. Al-Akh bergerak maju selama 15 menit, melewati tanggul demi tanggul pertahanan musuh dan hujan bombardir mortir yang menargetkan kendaraaanya. Namun ia tetap maju, sementara Allah tetap menjaganya, hingga akhirnya ia mencapai target dan menghancurkan konsentrasi pasukan musuh dekat lumbung gandum. Asap tebal ledakan pun membumbung tinggi, bergerak hingga menutupi lumbung gandum. Setelahnya, asap tidak bergerak sama sekali, subhanallah, ia menutupi seluruh lumbung gandum dan tetap di tepatnya, menghalangi penglihatan kuffar. Setelahnya regu penyerang maju dan menguasai lumbung tersebut. Operasi ini memiliki peranan besar dalam serangan ofensif ikhwah mujahidin ke dalam kota dari arah komplek Amiriyah.

WAWANCARA DENGAN AMIR MARKAS HISBAH WILAYAH SINAI

RUMIYAH 5 - WAWANCARA

WAWANCARA DENGAN AMIR MARKAS HISBAH WILAYAH SINAI

Tanya: Bagaimana kondisi hisbah di Wilayah Sinai?

Jawab: Segala puji bagi Allah Rabb semesta alam. Shalawat dan salam kepada Nabi rahmat sekaligus ahli perang, dan kepada keluarga, para sahabatnya serta orang-orang yang mengikutinya.

Diantara anugerah Allah azza wa jalla kepada hamba-hambanya para mujahidin di Wilayah Sinai bahwa mereka tetap bersama-sama berpegang teguh dengan tali Allah, terus berperang agar kalimat Allahlah yang tertinggi dan tetap bersabar menghadapi ujian dan cobaan ditengah upaya siang malam musuh-musuh Allah koalisi Yahudi dan orang-orang murtad untuk menghancurkan dan menghabisi mereka, namun hal itu tidaklah mungkin.

Firman Allah ta'ala, “Mereka berkehendak memadamkan cahaya (agama) Allah dengan mulut (ucapan-ucapan) mereka, dan Allah tidak menghendaki selain menyempurnakan cahaya-Nya, walaupun orang-orang yang kafir tidak menyukai. Dialah yang telah mengutus Rasul-Nya (dengan membawa) petunjuk (Al-Qur’an) dan agama yang benar untuk dimenangkan-Nya atas segala agama, walaupun orangorang musyrikin tidak menyukai.” (QS. at-Taubah: 32-33).

Semua cobaan itu hanya menambah kekuatan, ketabahan, keteguhan dan keimanan tentara Wilayah Sinai. Sekalipun berjumlah sedikit, mereka terus menghadang pasukan kafir. Mereka terapkan syariat Rabb semesta alam dengan segenap kemampuannya pada setiap daerah yang berhasil dikontrolnya. Sekalipun sengitnya pertempuran antara kekufuran dan Islam di sini, namun markas-markas dan kantor-kantor di bawah Diwan-diwan Syar’I (seperti Diwan Peradilan dan Mazhalim, Diwan Hisbah, dan Diwan Dakwah) tetap beroperasi dan melaksanakan tugas-tugasnya dengan baik, walillahilhamd.

Allah telah memperkenankan dan memberi taufik kepada kita di Markas Hisbah untuk memberantas berbagai fenomena kerusakan seperti penyelundupan rokok, ganja, tramadol (sejenis narkotika untuk menghilangkan rasa sakit, edt) dan lain sebagainya. Kita juga melarang masyarakat dari berbagai kemungkaran seperti melarang wanita berdandan (tabarruj), ikhtilat, pakaian isbal, demikian juga kami melarang dari merokok, musik, dan perangkat penerima satelit. Tetapi fokus prioritas kami adalah memberantas fenomena kesyirikan dan bid’ah seperti tasawuf, sihir, ramalan, perdukunan, dan ghuluw terhadap kubur.

Tanya: Sufi adalah salah satu penyakit yang menjangkiti banyak negeri-negeri Islam dewasa ini karena berperan utama menyebarkan kesyirikan dan kebid’ahan diantara masyarakat. Tarekat-tarekat sufi juga berperan menghambakan masyarakat pada thawaghit. Barangkali Anda bisa menjelaskan kepada kita realitas sufi di Sinai?

Jawab: Kaum sufi di Sinai terbagi menjadi dua tarekat utama yaitu Tarekat Allawiyah Ahmadiyah dan Tarekat Jaririyah. Tarekat Ahmadiyah tersebar di daerah al-Jurah dan sekitarnya seperti Syabanah, azh-Zhahir, al-Malafiyah, juga di distrik Syaikh Zuwaid dan sekitarnya. Adapun Tarekat Jaririyah mempunya tiga Zawiah (tempat ritual para sufi, penj) utama yaitu Zawiah al-Arab di Provinsi Ismailiyah, Zawiah Sa’ud di Syarqiyah; keduanya di Mesir, dan Zawiah ar-Raudhah di Sinai. Di bawah ketiga zawiah tersebut ada banyak zawiah yang lebih kecil seperti Zawiaah Distrik Abu Jarir, ath-Thawil, Shabah dan lainnya.

Tarekat Ahmadiyah telah berkembang sejak lebih kurang setengah abad yang lalu lewat tangan si binasa Abu Ahmad al-Allawi al-Filisthini. Ia datang dari Gaza lalu bertempat tinggal di at-Tumah, yang membawahi Zawiah al-Jurah. Ketika al-Allawi hendak mati ia menyerahkan Zawiah itu kepada anaknya, Musthafa, dan mengangkat si binasa Khalaf al-Khalafat sebagai penerusnya lantaran anaknya (Musthafa) masih kecil. Maka jadilah si thaghut Khalaf sebagai syaikh tarekat, dan jadilah al-Jurah sebagai Zawiah induk. Kemudian si murtad ini mati dan dikuburkan di Zawiah al-Jurah. Kuburannya lalu menjadi sebuah monumen makam yang berkubah hijau.

Adapun Tarekat Jaririyah diciptakan oleh si binasa ‘Id Abu Jarir. Tarekat ini berpusat pada tiga Zawiah utama yang telah kami sebutkan sebelumnya, yaitu Zawiah Sa’ud, al-‘Arab, dan Raudhah. Daulah Islamiyah akan segera menghancurkannya jika berhasil menguasainya, insya Allah. Tarekat Jaririyah lebih tersebar luas dan berpengaruh daripada Tarekat Ahmadiyah, sebagaimana juga mereka lebih sesat dan syirik.

Tanya: Apa bid’ah dan kesyirikan yang paling berbahaya yang dipraktekkan oleh tarekat-tarekat sufi ini?

Jawab: Syirik kepada Allah telah tersebar luas di tengah-tengah tarekat-tarekat ini. Sampai-sampai anak-anak mereka tumbuh dalam kesyirikan dan bapak-bapaknya juga mati dalam kesyirikan. Malapetaka yang amat berbahaya. Mereka meyakini bahwa mayit bisa memberi manfaat dan madharat. Berbagai macam ritual dipraktekkan demi mayit ini, seperti doa, meminta tolong, tawakkal, menyembelih kurban, dan thawaf. Mereka juga menganggap orang mati itu sebagai perantara antara dirinya dengan Allah azza wa jalla.

Ditambah lagi, seluruh kesesatan thawaghit dan para syaikh mereka, perkataan dan perbuatannya, diikuti dan ditaati tanpa pandang bulu. Perkara ini telah menjangkiti seluruh tarekat-tarekat sufi di dunia dewasa ini, dengan sedikit perbedaan.

Seluruh tarekat sufi yang kita tahu, atau kita dengar dan kita baca telah terjerumus dalam kesyirikan di dalam persoalan ini atau persoalan lainnya. Pengikut Tarekat Ahmadiyah meyakini hulul (meyakini Allah ada di mana-mana, penj) dan ittihad (bersatunya Allah dengan ciptaan-Nya, penj), wal iyadzu billah. Mereka berkata bahwa Allah azza wa jalla itu diam bersama dengan semua hal yang diam dan bergerak bersama dengan semua hal yang bergerak. Mahatinggi Allah dari apa yang mereka katakan. Mereka juga memuja Ibnu Arabi, al-Hallaj dan para gembong kekafiran dan kesesatan lain.

Tarekat Jaririyah lebih parah lagi kesyirikannya. Mereka dikenal sebagai pemuja makam, menyembelih kurban untuknya, dan bertawaf disekelilingnya. Tarekat ini beririsan dengan Rafidhah. Adalah si Rafidhah binasa Nimr al-Laitsi, bertempat tinggal di Tanta, yang mengarang buku syair yang dipuja dan dianggap sebagai “Qur’an” mereka. Buku itu berjudul Bustanul Mahabbah. Ada ritual bid’ah yang dipraktekkan seluruh sufi di Sinai. Ritual itu dinamakan Hadhrah. Mereka berkumpul pada setiap malam Jum’at dan malam Senin untuk berdzikir bersama-sama, dengan satu suara sembari menggerakkan badan. Perkataan yang dibaca mengandung perkara-perkara syirik seperti meminta tolong kepada Nabi shallallahu alaihi wasallam dan meminta syafaat kepada mayit.

Tanya: Apa hubungan antara tarekat-tarekat sufi itu dengan thaghut penguasa bumi Sinai?

Jawab: Para sufi itu berhubungan erat dengan elemen-elemen thaghut itu. Tidak ada gubernur maupun direktur keamanan baru yang diangkat kecuali pasti dikunjungi oleh Khalaf al-Khalafat si binasa pembesar Tarekat Ahmadiyah. Hubungannya dengan intelijen Mesir juga terbilang bagus. Ketika Yahudi mencaplok Sinai, Zawiah al-Jurah tidak tersentuh sedikitpun bahkan dikunjungi oleh penguasa militer Yahudi. Para perwira Yahudi juga rutin mengunjungi Khalaf al-Khalafat di Zawiahnya, demikian juga para komandan pasukan penjaga keamanan salibis. Khalaf al-Khalafat memanfaatkan itu semua untuk menampakkan kekuatannya di depan pengikutnya. Tarekat al-Jaririyah juga berhubungan erat sekali dengan thaghut penguasai Sinai, bahkan banyak dari perwira dan penanggung jawab murtad itu yang menyukai tarekat ini. Pembesar tarekat ini adalah si dajjal binasa Sulaiman Abu Hiraz.

Tanya: Bagaimana sikap tarekat-tarekat sufi ini terhadap mujahidin Sinai sebelum dan setelah deklarasi baiat kepada Amirul Mukminin?

Jawab: Sudah sewajarnya terjadi permusuhan antara ahlu tauhid dan orang musyrik. Khalaf al-Khalafat amat keras permusuhannya kepada para mukmin muwahhid, dia menyebut mereka dengan Sunniyah, maksudnya ahlus sunnah. Para thaghut tarekat-tarekat sufi ini amat berusaha keras membuat penghalang kokoh agar para pemuda dan pengikut mereka tidak terpengaruh dengan mujahidin fi sabilillah dan berpegang dengan manhaj yang benar. Mereka berusaha keras agar para pemuda dan pengikut mereka tetap berada di bawah bendera jahiliyah, bodoh dan taklid buta. Usaha-usaha yang dipaksakan oleh syaikh-syaikh mereka itu semakin keras setelah berdirinya kembali Daulatul Khilafah dan tersebarnya dakwah tauhid.

Sekalipun demikian, Allah telah memberi petunjuk kepada banyak dari pemuda mereka Dien Yang Maha Esa sehingga mereka bertaubat dari kesyirikannya, mempelajari tauhid dan bergabung dalam barisan mujahidin. Para pemuda itulah yang berusaha keras untuk memberantas kesyirikan ini. Mereka telah memberikan contoh terbaik bagaimana berpegang teguh dengan akidah wala wal baro.

Tanya: Bagaimana mujahidin Wilayah Sinai menghadapi tarekat-tarekat sufi dengan seluruh syaikh dan pengikutnya ini?

Jawab: Setelah para mujahidin berjihad agar kalimat Allahlah yang tinggi memerangi para gembong kekafiran Thawaghit yang berhukum dengan selain apa yang diturunkan Allah, mujahidin berhasil mengontrol dan menguasai sebagian bumi Sinai. Maka mereka segera berupaya maksimal untuk menegakkan Dienullah di bumi-Nya dan memberantas tanda-tanda kesyirikan dan jahiliyah. Mereka berazam dengan jujur agar tidak tersisa lagi tarekattarekat sufi di tanah yang dinaungi bendera jihad. Maka mujahidin mulai mendakwahi para sufi itu baik pengikut Tarekat Ahmadiyah maupun Tarekat Jaririyah.

Sebagian dari mereka menerima dakwah itu dan segera bertaubat setelah para mujahidin menjelaskan kepada mereka dampak syirik kepada Allah azza wa jalla. Sebagiannya lagi memilih menolak Dinullah dan seruan tauhid. Ketika prajurit Daulah Islamiyah tersebar di mana-mana, dibuatlah beberapa cekpoin di jalan-jalan dan seluruh gembong-gembong musyrik mereka berhasil ditangkap. Mereka ditahan selama tiga hari untuk dimintai taubat, jika tidak terpaksa akan dibunuh. Dengan keutamaan Allah mereka bertaubat sejak pertama kali ditangkap, dengan seluruh pengikutnya, dari kesesatan dan kemurtadan mereka. Hal itu setelah mujahidin menjelaskan dampak kemusyrikan dan kebid’ahan yang mereka praktekkan, walhamdulillah.

Namun masih ada Zawiah-Zawiah syirik besar yang berada di luar kekuasaan Khilafah di bumi Mesir dan Sinai. Semuanya – dengan izin Allah ta'ala- akan menjadi target prajurit Khilafah ketika berhasil menguasainya, dengan jihad dan hisbah, agar manusia mendapat petunjuk dan keluar dari kegelapan menuju cahaya.

Tanya: Bagaimana peranan dakwah tauhid dalam pemberantasan syirik diantara penduduk Sinai secara umum dan khususnya tasawuf?

Jawab: Dengan kerjasama antara Markas Dakwah dan Hisbah, para prajurit Daulah Islamiyah mengadakan program-program syar’I untuk mendakwahi masyarakat dan mengajari mereka perkara-perkara Dien. Kami memohon taufik kepada Allah mengenai program-program ini. Kami juga mencetak dan membagikan kutaib-kutaib (kitab-kitab kecil/buku saku) dan selebaran-selebaran dakwah dalam persoalan akidah. Kami juga mengadakan dakwah keliling yang memfokuskan pada penanaman tauhid dan menjauhkan syirik serta kemurtadan dengan seluruh macamnya pada diri kaum muslimin awam.

Tanya: Kami lihat media memfokuskan pemberitaan tentang kisah terbunuhnya si dukun binasa ini (Abu Hiraz). Siapa dia? Mengapa para murtaddin amat memperhatikannya?

Jawab: Elemen-elemen Hisbah telah berhasil menangkap dua dukun penjahat yaitu Sulaiman Mushbih Hamdan Abu Hiraz dan Qathaifan Barik ‘Ied Manshur. Keduanya adalah dukun thaghut pengaku hal yang ghaib. Keduanya dikunjungi banyak orang yang menanyakan tentang hal yang ghaib dan meminta kesembuhan serta barakah lewat sihirnya. Abu Hiraz umurnya mencapai sembilan puluh tahun. Dukun yang kedua mempelajari sihir dan meminta tolong kepada setan melalui tangannya. Abu Hiraz ini adalah gembong Tarekat Jaririyah.

Karena itulah media memfokuskan pemberitaan mengenai kisah pembunuhannya. Dia berhubungan erat sekali dengan murtaddin. Banyak dari elemen-elemen rezim Mesir dan pasukan murtad yang mengunjunginya dan meyakini ia bisa memberi manfaat dan madharat. Mereka meyakininya sebagai lelaki saleh yang mengetahui hal-hal ghaib.

Demikian juga muridnya si Quthaifan. Dia mendirikan tiang di rumahnya dan memerintahkan orang-orang berthafaw mengelilinginya dan berkurban untuknya. Dia mengaku-aku mengetahu hal yang ghaib, mempraktekkan sihir, dan memberi tahu mengenai barang-barang yang dicuri. Dia melakukan kesyirikannya itu selama dua puluh tahun setelah mempelajarinya lewat tangan si binasa Abu Hiraz.

Tanya: Apa keputusan peradilan setelah dua orang murtad ini ditangkap?

Jawab: Hakim syar’I memutuskan hukum bunuh karena murtad atas dua orang ini lantaran mengaku mengetahui hal yang ghaib dan mempraktekkan perdukunan dan ilmu nujum. Karena keduanya juga gembong thaghut yang menyeru orang-orang menyekutukan Allah di balik topeng kesalihan, kebaikan dan ke-wali-an.

Allah azza wa jalla telah berfirman, “(Dia adalah Rabb) Yang Mengetahui yang ghaib, maka Dia tidak memperlihatkan kepa- da seorangpun tentang yang ghaib itu.” (QS. al-Jinn: 26).

Nabi shallallahu alaihi wasallam bersabda, “Barangsiapa mendatangi dukun atau peramal dan membenarkan kata-katanya maka sungguh dia telah kafir dengan apa yang diturunkan atas Muhammad.” (HR Ahmad dan al-Hakim dari Abu Hurairah).

Ini adalah hukum Allah atas siapa yang membenarkan dukun, lalu bagaimana dengan si dukun itu yang menyamakan dirinya dengan Allah azza wa jalla??

Rasulullah shallallahu alaihi wasallam bersabda, “Bunuhlah orang yang mengganti Dinnya.” (HR Bukhari dari Ibnu Abbas).

Umar radhiyallahu anhu menulis surat kepada Abu Musa radhiyallahu anhu yang isinya, “Bunuhlah semua penyihir dan dukun.” (Diriwayatkan oleh Ibnu Abi Syaibah).

Tanya: Sebagian orang berkata bahwa dukun ini ditangkap oleh prajurit Daulah Islamiyah lalu kemudian dibebaskan, bagaimana kejadian sebenarnya?

Jawab: Informasi ini tidak benar. Dia tidak dibebaskan setelah ditangkap, namun dia ditangkap dan segera dihukum bunuh karena murtad tanpa dimintai taubat dan hartanya dibagikan kepada kaum muslimin sebagai fai. Orang-orang musyrik pengikut keduanya menyebarkan banyak kabar burung yang tidak jelas. Ada yang cukup menggelikan seperti kata-kata mereka bahwa pedang algojo tidak mampu memenggal lehernya. Hal itu sebelum para ikhwah Kantor Media Wilayah Sinai menyebarkan foto keduanya telah terpenggal lehernya yang membungkam semua kabar burung itu, alhamdu lillahi rabbil ‘alamin.

Tanya: Apa pesan Anda kepada orang-orang sufi musyrik di Wilayah Sinai?

Jawab: Kami katakan kepada seluruh syaikh dan pengikut Zawiah sufi di dalam dan luar bumi Sinai; bahwa kami tidak akan membiarkan tarekat-tarekat sufi berkembang khususnya di Wilayah Sinai dan umumnya di Mesir. Kami tidak menginginkan kecuali hidayah kepada kalian. Mari kita bersepakat bahwa kita tidak menyembah kecuali Allah saja dan tidak menyekutukannya serta kita berhukum kepada Kitabullah dan Sunnah Rasulullah shallallahu alaihi wasallam.

Kami katakan kepada kalian; pelajarilah tauhid, iman, dan pembatal-pembatalnya. Ketahuilah bahwa mujahidin fi sabilillah tidak keluar dan tidak berjihad kecuali untuk menegakkan tauhid dan memberantas syirik. Mereka korbankan dengan murah darahnya untuk memerangi kaum kafir yang paling kuat di bumi. Demi Allah, celaan pencela tidak akan menggoyahkan mereka.

Ketahuilah bahwa kalian bagi kami adalah orang musyrik kafir, darah kalian adalah najis dan halal ditumpahkan. Namun kami akan mendakwahi dan meminta taubat kalian. Kami mengharapkan kalian mendapat hidayah dan masuk Islam. Kami mengharapkan kalian mengikuti jalan penutup para nabi shallallahu alaihi wasallam, para sahabatnya, dan para tabi’in setelahnya. Kebaikan adalah dengan mengikuti salaf, sedangkan keburukan adalah dengan mengada-adakan dan mengikuti orang-orang setelahnya.

Kami tutup pembicaraan kami dengan memuji Allah atas anugerah-Nya pada kita berupa nikmat tauhid, jihad, dan khilafah. Sungguh hanya Dia Yang Maha Suci yang pantas dipuji. Semoga shalawat dan salam terus mengalir pada nabi kita Muhammad shallallahu alaihi wasallam.

WAWANCARA DENGAN WALI WILAYAH THARABLUS, SYAIKH HUDZAIFAH AL-MUHAJIR

RUMIYAH 4 - WAWANCARA

WAWANCARA DENGAN WALI WILAYAH THARABLUS, SYAIKH HUDZAIFAH AL-MUHAJIR

Tanya: Telah berlalu delapan bulan sejak pertemuan kita dengan Syaikh Abdul Qodir an-Najdi hafizhahullah, sekarang bisakah Anda menerangkan pada kami persitiwa-peristiwa penting yang terjadi di berbagai wilayah di Libya akhir-akhir ini?

Jawab: Segala puji bagi Allah Yang Maha Kuat dan Maha tinggi, yang jika Dia menghendaki keburukan pada suatu kaum maka tiada akan yang bisa menghentikannya, dan sekali-kali tak ada pelindung bagi mereka selain-Nya, langit dan bumi datang kepada-Nya baik dalam keadaan suka hati atau terpaksa. Dia-lah yang membentangkan bumi dan mengokohkan gunung, dan guntur pun bertasbih dengan memuji Allah, (demikian pula) para malaikat karena takut kepada-Nya, dan melepaskan halilintar, lalu menimpakannya kepada siapa yang Dia kehendaki, dan mereka berbantah-bantahan tentang Allah, dan Dia- lah Tuhan Yang Maha Keras siksa-Nya. Shalawat serta salam terlimpahkan kepada panglima perang yang murah senyum dan juga kepada para sahabatnya, wa ba’du.

Sekarang, kita kembali pada pertanyaan Anda seputar kejadian-kejadian yang berlalu begitu cepat melewati mujahidin, bak cepatnya awan berjalan. Para Nabi Allah dan utusan-Nya, pun orang-orang yang mengikuti jejaknya dan berjalan di atas petunjuknya dari kalangan sahabat, tabi’in, dan mujahidin dalam satu manhaj, satu siroh, generasi pertama mereka seperti generasi terakhirnya, tertimpa ujian demi ujian kekeringan, himpitan, tekanan, dan malapetaka. Karena tersimpan hikmah yang besar dari Rabb kita azza wa jalla hingga pada akhirnnya mereka semakin terhimpit dan hampir putus asa, pertolongan Allah pun datang kepada mereka. Jika Dia dapati dalam hari hamba-hamba-Nya kebaikan, Allah menggantikan kebaikan dari apa yang diambil dari mereka (nyawa, harta, keluarga dll).

Delapan bulan masa memerangi musuh-musuh Allah telah berlalu, pun masa upaya menegakkan syariat-Nya di bumi-Nya, penaklukkan demi penaklukkan, kemenangan demi kemenangan diraih di sejumlah daerah dan kota yang dulunya berada di bawah kekuasaan Martin Kobler, Paolo Gentiloni, Francois Hollande dan Obama, mengusir dan membantai kaki-kaki tangan mereka dari kalangan pasukan pemerintah GNA (Pemerintah Persatuan Nasional Libya) dan pasukan pemerintah GNC (Kongres Nasional Umum Libya), dibasmi sampai ke akar-akarnya. Dan daerah-daerah ini kembali ke pangkuan Khilafah serta kekuasaan Syariat pun hukum-hukum Rabbani setelah sekian lama ters- esat. Kemudian, mereka menyerang sekali lagi di dalam pertempuran yang Mujahidin di dalamnya -hingga saat ini- mengorbankan hal termahal dan berharga demi menjaga Tauhid, dan membela Syariat.

Peperangan yang Junud Khilafah meraih kemenangan sejak awal dimulainya,tatkala mereka memilih kematian di jalan Allah, dan bertekad jangan sampai murtaddin menginjakan kaki di Darul Islam kecuali melangkahi jasad suci para Syuhada. Maka mereka memandang dunia ini sebagai hal remeh, demi meraih apaapa yang ada di sisi Allah. Mereka pun berdesak-desakkan untuk bergabung dengan kafilah Ribbiyun (para pengikut nabi yang bertaqwa) dan itulah kemenangan yang agung.

Tanya: Boleh jadi pembahasan tentang agresi militer Salibis atas wilayah Tarabulus, dimana murtaddin ikut berpartisipasi di dalamnya, yang dikenal dengan nama sandi “Operasi Bunyan al-Marsus (Bangunan yang Kokoh)” adalah kejadian terpenting di masa ini. Bagaimana awal serangan Shahawat terhadap Sirte? Dan kenapa mereka bersikukuh untuk memasuki kota ini meski biaya peperangan yang dikeluarkan demi meraihnya sangat besar?

Jawab: Musuh-musuh Allah dari kalangan Salibis sesungguhnya terus dihantui ketakutan dan kekhawatiran akan runtuhnya benteng-benteng dan kerajaan mereka, lantaran Junud Khilafah berhasil menguasai wilayah yang luas di daerah pesisir utara Afrika, di wilayah-wilayah Libya, lalu menegakkan Syariat, menyebarkan tauhid, memperingatkan manusia dari kesyirikan, dan memotivasi mereka untuk berjihad. Karenanya, musuh-musuh Dien ini pun bersegera untuk memeranginya.

Demi hal itu mereka mendatangkan seluruh kendaraan militer dan pasukannya untuk memasuki peperangan yang mereka tidak akan selamat dari apa yang mereka khawatirkan. Dan atas pertolongan Allah dan taufik-Nya, tanah lumpur yang mereka injak hanya akan bertambah becek (memburuk). Ini adalah peperangan yang jika tidak terjadi, maka layak bagi mujahidin untuk mempertanyakan hati dan meragukan niatnya apakah ia berada di jalan yang benar?

Peperangan yang diselami mujahidin dalam keadaan tenang dengan pertolongan Allah, setelah para masyaikh dan pemimpin kita berlomba-lomba untuk bertemu dengan Rabb mereka, diantaranya adalah Syaikh kita, Wali Tarabulus terdahulu yang bergabung dengan Kafilah In-ghimasiyin, menyerbu sekelompok besar murtaddin. Dan atas taufik dari Allah, ia ledakkan bom sabuknya di tengah-tengah pasukan murtaddin. Perbuatannya membenarkan perkataannya, menebus Syariat dengan darah sucinya, kita memohon kepada Allah supaya meninggikan derajatnya dan menempatkannya dalam surga Firdaus. Beliau gugur sekitar tiga bulan lalu.

Serangan murtaddin ini dimulai setelah berkumpulnya batalyon-batalyon militer yang berafiliasi pada Menteri Pertahanan Libya bagian barat, khususnya dari kota Misrata untuk memerangi Syariat, menjalin koordinasi langsung dengan Salibis serta ‘support’ udara mereka. Allah karuniakan kemampuan pada hamba-hamba-Nya yang berjihad untuk menghabisi pasukan demi pasukan murtaddin yang sejatinya saling bersaing satu sama lain, dan kini disatukan dalam ruang komando operasi bersama yang mereka namakan “Bunyan al-Marsus (Bangunan yang Kokoh)”.

Pada awal agresi militer ini, mereka mengumumkan bahwa pasukannya mencapai lebih dari 10.000 infantri, di samping ‘support’ udara (Salibis-Libya) melawan sekelompok kecil orang-orang beriman yang sabar, mengharapkan pahala dari Allah dan yakin bahwa ia akan bertemu dengan-Nya, serta sangat yakin akan janji-Nya. Maka Allah berikan taufik-Nya pada para hamba-hamba-Nya untuk menghalau serangan terbesar di zaman kita ini, demi membela negeri yang di dalamnya Syariat diterapkan oleh para hamba yang menolong diri mereka dengan tauhid dan memperbanyak jumlah mereka dengan Yang Maha Perkasa dan Maha Terpuji, membantai musuh-musuh Allah selama enam bulan berturut-turut.
Di dalamnya Allah memberikan karunia kepada hamba-hamba-Nya yang lemah berupa 120 operasi istisyhadiyah yang menargetkan konsentrasi pasukan demi pasukan murtaddin dan konvoi demi konvoi mereka, ditambah ratusan bom rakitan dan serangan ‘ambush’ yang membantai habis murtaddin. Hingga jatuh kerugian personil tempur yang hingga kini berjumlah sekitar 5000 murtaddin tewas dan luka-luka. Segala puji bagi Allah semata. Dan para mujahidin tidak tergoyahkan dan tidak pula terpalingkan oleh pesawat koalisi (Salibis-Libya) yang hingga hari ini telah melancarkan sekitar 2300 serangan udara, tak pula tergoyahkan oleh bombardir ribuan roket, mortir dan tank-tank.

Adapun faktor utama bersemangatnya murtaddin, lantaran kebencian mereka terhadap tauhid dan penganutnya, serta cita-cita mereka untuk melenyapkan Syariat, ditambah konsistensi mereka dalam mendengarkan perintah-perintah tuan mereka dari kalangan Salibis, yang memerangi kita sampai kita kufur kepada Allah, dan menjadikan tandingan bagi-Nya dalam hukum pun syariat-Nya. Mereka perangi kita agar kita mencampakkan Syariat ke belakang punggung kita dan mengkufurinya. Namun, kita beriman dengan harapan keberuntungan untuk bertemu dengan Rabb kita dalam keadaan menggenggam bara tauhid, berpegang teguh dengan tali yang kuat.

Tanya: Masa peperangan enam bulan telah berlalu, sementara murtaddin sama sekali belum berhasil menuntaskan peperangan di Sirte meski mereka disokong oleh Salibis baik di darat maupun udara. Apa faktor utama –setelah keutamaan dari Allah- keterlambatan majunya murtaddin selama ini? Dan taktik militer apa yang paling menonjol hingga mampu menimpakan kerugian besar di barisan mereka?

Jawab: Itu tak lain atas taufik dari Allah lantaran keteguhan Junud Khilafah di kota Sirte. Lantaran keimanan mereka, apa saja yang diciptakan Allah baik itu batu, pohon, pasir, lembah, gunung, hujan, angin, kegelapan malam, dan terangnya siang semuanya tunduk pada-Nya, rukuk dan sujud, akan terus loyal kepada wali-wali-Nya dan memusuhi musuh-musuh-Nya, dan tiada suka akan satupun yang bermaksiat di bumi-Nya. Itulah bala tentara yang disiapkan untuk menjaga mereka, Allah tundukkan mereka untuk menolong wali-wali-Nya kapan saja Dia hendaki. Adapun terkait tentang metode-metode peperangan.

Segala puji bagi Allah, Ikhwah dalam peperangan ini menggunakan berbagai macam cara yang menjadi sebab – setelah taufik dari Allah- masih terus berlangsungnya peperangan hingga saat ini. Di antaranya operasi istisyhadiyah, bom-bom rakitan, terowongan-terowongan, serangan-serangan manuver yang membuat letih musuh-musuh Allah.

Kemudian, pasukan-pasukan padang pasir yang berada di luar Sirte, tersebar di sepanjang garis pesisir antara Sirte dan Misrata memiliki peranan besar dan dampak yang bagus dalam memperpan- jang waktu peperangan di dalam komplek-komplek Sirte, –atas karunia Allah- mereka bisa melancarkan serangan-serangan ofensif, diantaranya berupa operasi istisyhadiyah yang menembus benteng-benteng murtaddin, ledakan demi ledakan bom-bom rakitan, serangan ‚ambush‘, membuat pos-pos checkpoint di jalur suplai logistik musuh, berdampak besar menguras kekuatan murtaddin yang sedang bergerak menuju medan peperangan melawan Syariat di Sirte.

Tak lupa juga kami sebutkan salah satu peperangan dahsyat, tatkala salah satu regu pasukan padang pasir menceburkan diri ke tengah sekelompok besar murtaddin, setelah ia berbaiat kepada para Ikhwah dan tidak memalingkan muka mereka (mundur) sampai mereka bertemu Rabb-nya. Mereka menyerang kota Sirte dari front timur dan berhasil menguasai distrik Sawawah, area pelabuhan , hotel Sirte dan villa ad-Dhiyafah, setelah menempuh perjalanan sejauh 30 km menuju daerah yang dikuasai murtaddin. Dan tidak tersisa antara mereka dan saudara-saudaranya yang terkepung di Sirte kecuali satu jalan. Mereka pun gugur dalam keadaan maju menyerang dan tidak lari mundur setelah membantai wali-wali setan, dan menghabisi mereka. Murtaddin pun segera melolong mengemis pertolongan kepada pesawat-pesawat Salibis, hingga para Kesatria kita berbahagia meraih syahadah di jalan Rabb mereka, demi menolong saudara-saudara muslim dan muslimah, dan membela syariat. Mereka gugur dalam keadaan maju dan tidak mundur. Demikianlah penilaian kami, dan kami tidak mensucikan satu pun di hadapan Allah.

Tanya: Para Salibis dan antek-antek murtaddin membangkitkan angan-angan kosong pada diri mereka bahwa peperangan mereka di Sirte akan menjadi peperangan terakhir mereka melawan Daulah Islamiyah, apa komentar Anda perihal hal ini?

Jawab: Ini merupakan termasuk apa yang dijanjikan Setan kepada mereka dan membangkitkan angan-angan kosong pada mereka, padahal Setan itu tidak menjanjikan kepada mereka kecuali tipuan belaka. Sungguh Rabb kita jalla fi ula Maha Kuat dan Perkasa, tidak akan menghinakan bala tentara-Nya para wali-Nya, tak akan terkalahkan, hamba-hamba-Nya akan selalu tertolong dan merekalah yang akan menang. Mujahidin, mereka adalah yang paling tinggi (derajatnya) sampai kapanpun, sedangkan para Salibis dan murtaddin mereka akan dikalahkan dan dicampakkan dengan berbagai macam cara. Sedangkan Amerika, Italia, Prancis, Inggris serta seluruh kaum Salibis yang berada dalam satu parit untuk memerangi Khilafah, meskipun mereka sesumbar dan merasa paling kuat, sesungguhnya pada hakekatnya mereka tidak bisa memberikan manfaat dan bahaya. Mereka sama sekali tidak bisa menciptakan lalat, sekalipun bersama-sama mengerahkan seluruh kemampuannya. Mereka itu hina, sampai derajat tidak bisa merebut kembali sesuatu yang diambil lalat dengan sayap lemahnya.“Amat lemahlah yang menyembah dan amat lemah (pulalah) yang disembah.” (QS. al-Hajj:73-74)

Begitu hina dan rendahnya mereka, sampai tidak pantas sama sekali untuk memerangi Allah atau memusuhi wali-wali-Nya. Niscaya engkau akan melihat seluruh Thagut PBB dan semua orang yang menyombongkan diri atas Rabb kita, niscaya engkau melihat mereka duduk tersimpuh dengan amat terhina pada hari kiamat nanti. Dan kami katakan kepada mereka yang memerangi Mujahidin pada hari ini di Sirte, yang membenci Syariat, para penentang, penganut kekafiran dan atheisme, sungguh kalian telah memerangi ummat yang tidak pernah mandul (selau melahirkan generasi) dan aqidahnya tak kan terkalahkan.

Sungguh sariyah-sariyah pasukan mujahidin yang tersebar pada hari ini di padang pasir Libya, akan membuat kalian merasakan dua kepahitan dan mereka akan merebut kembali kota-kota sekali lagi, dengan daya dan kekuatan Allah. Adapun pesan kami untuk orang-orang yang masih duduk dari kewajiban Muayan, di Misrata khususnya dan seluruh kota di Libya bagian barat secara umum, kami ingatkan bahwa mereka memiliki sejarah dalam pengorbanan jihad dan kemuliaan. Putra-putra terbaik mereka kini tengah berperang di kota Sirte.

Dan sebelum mereka, telah terbunuh ratusan di Irak dan Syam. Mereka termasuk putra-putra terbaik Daulah Islamiyah. Mereka terbunuh di tangan koalisi Salibis, oleh pesawat yang sama, yang kini menghancurkan rumah-rumah dan bangunan di atas para penghuninya di Sirte pada hari ini. Maka kami seru kalian untuk berdiri di pihak putra-putra kalian, para mujahidin di Daulah Islamiyah, dan belalah mereka semampu kalian. Dan cegahlah siapa saja yang mulai terperdaya, sehingga berperang di bawah panji Salibis di Sirte. Dan ia umumkan peperangan terhadap Syariat. Serulah mereka untuk bertaubat kepada Allah sebelum ia tertangkap, dan ditambahkan ke daftar orang-orang yang binasa. Sungguh, dengan membunuh akan mencegah seseorang dari terbunuh.

Tanya: Kita berpindah ke luar Sirte. Bagaimana penilaian Anda tentang Junud Khilafah di daerah-daerah Libya lainnya?

Jawab: Segala puji bagi Allah, kami berikan kabar gembira bagi kaum muslimin secara umum dan mujahidin pada khususnya, bahwa saudara-saudara mereka para mujahidin di berbagai daerah di wilayah Libya masih dalam keadaan kebaikan yang melimpah. Dan ini adalah karunia dari Allah Yang Maha Agung. Unit-unit Intelijen mujahidin masih tersebar di seluruh kota dan sejumlah daerah. Dan sama halnya sariyah-sariyah pasukan mereka menelusuri padang pasir dari timur hingga barat. Tidaklah hari-hari ini datang melainkan ujian akan hilang, yang akan datang setelahnya penaklukkan pun tamkin, dengan daya Allah dan kekuatan-Nya. Darah yang mengalir demi membela Syariat dan demi mengahalau musuh-musuhnya tidak akan disia-siakan oleh Allah. Dan Allah pasti akan menolong siapa saja yang menolong-Nya.

Tanya: Di saat sebelum terjadinya perang Sirte, terjadi gelombang besar muhajirin berdatangan ke sejumlah wilayah di Libya, apakah jalan hijrah masih terbuka? Dan apa urgensi muhajirin di dalam kancah peperangan kalian?

Jawab: Alhamdulillah, jalan masih tetap terbuka bagi siapa yang ingin berhijrah dan mengharapkan ridha Allah, seraya mengikhlaskan niatnya untuk-Nya azza wa jalla. Dan para muwahhidin baik Arab maupun non-Arab masih terus berdatangan dari segala penjuru untuk melaksanakan kewajiban jihad, demi membalaskan darah suci yang ditumpahkan oleh tangan musuh-musuh Dien ini. Mereka sangat zuhud (tidak tamak) terhadap dunia dan kenikmatannya yang akan sirna, menjelajahi padang pasir guna memerangi mereka yang kufur terhadap Rabb bumi dan langit. Cukuplah Allah sebagai penolong.

Adapun tentang urgensi mereka di dalam kancah jihad di Libiya, sungguh – atas karunia Allah – mereka telah tegakkan hukum-hukum-Nya, bersama dengan saudara-saudaranya dari kalangan Anshar mereka perangi musuh-musuh Allah. Termasuk nikmat Allah kepada kami adalah orang-orang yang terhalangi oleh udzur namun tetap berhijrah menuju wilayah-wilayah kami, mereka adalah hujjah bagi orang-orang yang mencari-cari udzur, diantara mereka ada yang dalam kondisi fakir, hingga mereka jual rumah dan seluruh barangnya yang dia punya demi bergabung dengan kafilah mujahidin, Allah azza wa jalla berfirman, “Dan sesungguhnya Tuhanmu (pelindung) bagi orang-orang yang berhijrah sesudah menderita cobaan, kemudian mereka berjihad dan sabar; sesungguhnya Tuhanmu sesudah itu benar-benar Maha Pengampun lagi Maha Pen- yayang.” (QS. an-Nahl: 110), semoga Allah menerima hijrah dan jihad mereka, dan disisi Allah sebaik-baik balasan.

Tanya: Bagaimana kondisi Sirte dan penduduknya setelah murtaddin menguasai sebagian besar daerahnya?

Jawab: Peperangan musuh-musuh Allah telah menyebabkan terlantarnya hukum-hukum Syariat, dan mereka berusaha untuk menggantinya dengan undang-undang Martin Kobler serta tuan-tuan mereka dari kalangan Salibis. Sebagian besar penduduk Sirte telah mengungsi ke daerah-daerah di sekitarnya sejak enam bulan lalu -yang masih saja- merasakan kepahitan. Musuh-musuh Allah menambah penderitaan mereka dengan membombardir dan menghancurkan rumah-rumah mereka, serta merampok harta-harta mereka. Maka kami berikan kabar gembira bagi ummat nabi kita Muhammad shallallahu alaihi wasallam bahwa putra-putra mereka masih akan terus memerangi musuh-musuh mereka sampai tidak ada fitnah (syirik) dan Dien ini semata-mata milik Allah.

Tanya: Faktor utama agresi Salibis melawan Junud Daulah Islamiyah di semua wilayah Libya ini adalah lantaran takutnya musyrikin akan meluasnya operasi demi operasi mujahidin ke negeri-negeri Thawaghit di sebelahnya. Dan para Salibis pun antek-anteknya membicarakan untuk mengamankan sejumlah daerah yang bersebelahan dengan Libya pasca tuntasnya agresi ini. Apa komentar Anda?

Jawab: Jihad di jalan Alllah yang bertujuan untuk meninggikan kalimat-Nya dan memerangi musuh-musuh-Nya tidak akan bisa dihentikan oleh siapapun. Allah tidak akan membiarkan satu rumah pun di kota maupun di pelosok daerah, kecuali Allah pasti memasukan urusan (Islam) ini, dengan kemuliaan orang yang mulia ataupun kehinaan orang yang hina. Kemuliaan yang dengannya Allah memuliakan Islam dan kehinaan yang dengannya Allah menghinakan kekafiran. Rasulullah bersabda, “Sesungguhnya Allah membentangkan bumi ini kepadaku. Maka aku melihat bagian timur dan baratnya, dan kekuasaan ummatku akan mencapai sejauh bumi dibentangkan kepadaku ini.” (HR Muslim dari Tsuban)

Peperangan dahsyat yang diselami mujahidin pada hari ini, dan bergabungnya ribuan muwahhidin ke medan-medan laga jihad menuju tempat-tempat terdapatnya kesyahidan ini, merupakan kabar gembira akan sirnanya kegelapan (kekafiran) dan nampaknya al haq. “Akan tetapi kalian terburu-buru.” (HR Bukhari dari Khabab bin al-Arats)

Tanya: Bagaimana menurut Anda keadaan pemerintahan GNA dan GNC pada hari ini? Dan apa operasi kalian mendatang dalam melawan dua pemerintahan murtad ini?

Jawab: Pemerintah GNA, GNC, dan Parlemen, kemudian mereka ingin membentuk pemerintahan keempat serta kelima. Inilah kondisi pemerintahan murtad di Libya, satu sama lain saling melaknat, terpecah belah, saling mengintai satu sama lain. Allah memutuskan tali kecintaan di antara mereka, dan Dia jadikan satu sama lainnya sebagai musuh, berpecah belah. Jika mereka berkumpul saling bersaing bahkan di medan perang yang mereka disatukan untuk memerangi Dien. Sungguh Junud Khilafah merealisasikan perintah Rabb mereka dengan memerangi semua yang memerangi Dien-Nya dan memusuhi wali-wali-Nya.

Ya, kami memerangi dan mengkafirkan mereka secara keseluruhan, dan kami lantang- kan suara permusuhan pun kebencian kami kepada mereka. Kami caci demokrasi dan kesyirikan mereka sebagaimana yang diperintahkan Rabb kami. Kami bukanlah kaum yang membeli kecintaan mereka atau mencari kerelaan mereka dengan imbalan secuil dunia yang fana, dan tidak pula kaum yang menggapai wasilah (sarana) untuk mencapai mereka.

Sungguh, banyak sekali yang mengklaim menolong Syariat, dan mencintai Tauhid serta pemeluknya telah terjatuh ke dalam jerat jebakannya. Dan ternyata mereka kini telah menjadi Anshar Thawaghit (penolong-penolong Thaghut), bersedih tatkala mereka bersedih, dan berperang di bawah bendera, sariyah pasukan dan menteri peperangan mereka. Kita memohon kepada Allah keselamatan.

Tanya: Apakah anda memilki wasiat untuk Junud Daulah Islamiyah di sejumlah wilayah di Libya. Dan apakah ada wasiat secara umum untuk Junud Daulah Islamiyah dimana saja mereka berada?

Jawab: Kepada makluk-makhluk Allah yang terbaik. Kepada mujahidin yang sabar lagi mengharapkan pahala di Sirte, Benghazi, Mosul, Halab (Aleppo) dan di semua tempat lainnya. Sungguh Rabb kalian sangatlah dekat dan Maha Mengabulkan. Dia melihat posisi kalian, mendengar perkataan kalian. Kalian telah bersandar kepada-Nya, kalian ambil sebab-sebab keselamatan seperti yang diperintahkan Allah. Kalian memerintahkan hal yang makruf, dan mencegah perbuatan mungkar. Kalian tegakkan Dien, memerangi musyrikin dan murtaddin. Sungguh Rabb kita telah berjanji kepada mereka yang berkumpul di atas ketaatan kepada-Nya, dengan pertolongan, kemenangan dan diberikan kekuasaan di muka bumi. Dan hasil akhir yang baik adalah bagi mereka. Mereka di giring menuju surga sekelompok demi sekelompok.

Sungguh Rabb kalian tidak menakdirkan ujian atas hamba-hamba-Nya kecuali untuk memisahkan yang buruk dari yang baik, yang jujur dari yang sekedar klaim. Dan Allah sekali-kali tidak akan memperlihatkan kepadamu hal-hal yang ghaib. Kita dapati sebagian hamba, jika ia tertimpa keburukan, ujian, himpitan, dan tekanan, ia langsung berburuk sangka terhadap Rabbnya. Ia menyangka bahwa orang-orang kafir itu kuat di atas kita, dan mereka unggul, mereka akan menang dan tak akan ada yang mengalahkan. Mereka telah berhasil memadamkan cahaya Allah dengan mulut-mulut mereka, dan mereka mengatakan bahwa Allah tidak akan menyempurnakan cahaya-Nya. Kita berlindung kepada Allah dari macam-macam purbasangka demikian. Mereka menyangka yang tidak benar terhadap Allah seperti sangkaan jahiliyah. Kalam-Nya, “Dan yang demikian itu adalah prasangkamu yang telah kamu sangka kepada Tuhanmu, Dia telah membinasakan kamu, maka jadilah kamu termasuk orang-orang yang merugi.”(QS. Fussilat: 23). Abu Muslim al-Khaulani berkata, “Berhati-hatilah dari berprasangka buruk terhadap seorang Mukmin, sungguh Allah menjadikan kebenaran di atas lisan dan hatinya.” (Ibnu Abdul Barr, Bahjatul Majalis).

Sungguh Rabb kita –besar pujian-Nya dan suci nama-nama-Nya- berkata dalam hadits Qudsi, “Aku tergantung dengan prasangka hamba-Ku, jika ia berprasangka baik, maka baginya sesuai perasangka itu, dan jika berprasangka buruk, maka keburukan itu juga yang didapatkan.” (HR Ahmad dan Ibnu Hibban dari Abu Hurairah). Kalam-Nya, “Maka apakah anggapanmu terhadap Tuhan semesta alam?“ (QS. as-Shafaat: 87)

WAWANCARA DENGAN KETUA BIRO PUSAT PENGAWASAN MAZHALIM

RUMIYAH 1 - WAWANCARA

WAWANCARA DENGAN KETUA BIRO PUSAT PENGAWASAN MAZHALIM

Dalam wawancaranya dengan an-Naba, al-Akh Ketua Biro Pusat Pengawasan Mazhalim menerangkan sebab didirikannya Biro ini dan peranannya dalam usaha mencegah kezhaliman yang menimpa masyarakat Daulah Islamiyah dan prajuritnya.

Beliau juga menerangkan metode dan sarana apa yang dipakai untuk menuntaskan persoalan yang diembannya sehingga yang terzhalimi bisa tertolong, atau untuk memastikan jika ternyata tidak ada kezhaliman dalam persoalan tersebut yang kemudian hal itu diberitahukan kepada si pendakwa.

Tanya: Kenapa didirikan Biro Pusat Pengawasan Mazhalim?

Jawab: Segala puji bagi Allah, shalawat dan salam semoga terlimpah kepada utusan-Nya yang mulia serta siapa saja yang berjalan diatas petunjuknya hingga hari kiamat. Waba’du.

Allah azza wa jalla telah memerintahkan untuk berlaku adil dan menjadikannya sebagai salah satu sifat-Nya Yang Maha Tinggi.

Allah berfirman: "Sesungguhnya Allah menyeru (kamu) untuk berbuat adil dan ihsan (kebaikan), serta menyantuni kerabat. Dan melarang dari perbuatan keji, munkar, dan permusuhan. Dia memberi pelajaran kepada kamu agar kamu dapat mengambil pelajaran” (QS. an-Nahl: 90)

Allah Ta‘ala juga berfirman: (Dan telah sempurna firman Rabbmu (alQur’an) dengan benar dan adil. Tidak Ada Yang dapat mengubah firman-Nya. Dan Dia Maha Mendengar lagi Maha Mengetahui). (QS. al An‘am: 115)

Allah juga meniadakan sifat zhalim dari Dzat-Nya, Dia berfirman: (Sesungguhnya Allah tidak menzhalimi manusia sedikitpun, tetapi manusialah Yang telah menzhalimi diri mereka sendiri). (QS. Yunus: 44)

Dan Dia melarang kezhaliman dengan semua bentuknya, diantaranya menyekutukan Allah yang merupakan kezhaliman terbesar, sebagaimana yang telah Allah Ta‘ala sebutkan: (Dan ingatlah ketika Luqman berkata menasehati anaknya: "wahai anakku, janganlah kamu menyekutukan Allah, karena syirik adalah benar-benar kezhaliman yang besar). (QS. Luqman: 13)

Contoh lainnya adalah seseorang yang menzhalimi dirinya sendiri dengan bermaksiat terhadap perintah Allah azza wa jalla dan melanggar larangan-larangan-Nya. Sebagaimana firman Allah Ta‘ala: (Dan siapa yang melanggar batasan-batasan Allah berarti dia telah menzhalimi dirinya sendiri). (QS. Ath-Thalaq: 6)

Contoh yang lain adalah seseorang yang menzhalimi orang lain dengan melanggar hak-haknya, sebagaimana firman Allah Ta‘ala melalui lisan Dawud ‘Alaihissalam:“ Dia (Dawud) berkata: (sungguh, dia telah berbuat zhalim kepadamu dengan meminta kambingmu itu untuk (ditambahkan) kepada kambingnya. Memang banyak diantara orangorang yang bersekutu itu berbuat zhalim kepada yang lain, kecuali orang-orang yang beriman dan beramal sholeh, dan hanya sedikitlah mereka yang begitu). (QS. Shad: 24)

Sesungguhnya iqomatuddin tidak akan terealisir kecuali dengan menghilangkan semua bentuk kezhaliman, dan inilah yang dilakukan oleh Daulah Islam hari ini, dengan karunia Allah. Dengan memerangi kesyirikan dan memaksa manusia untuk tunduk kepada hukum Rabb semesta alam kezhaliman terbesar dilenyapkan. Dengan amar makruf nahi munkar, kezhaliman manusia terhadap diri mereka sendiri dengan berbuat maksiat dan kemunkaran akan dilenyapkan. Dengan menerapkan syariat Allah, menegakkan hudud, dan mencegah tangan manusia dari saling menyakiti akan dicegah kezhaliman yang dilakukan oleh sebagian mereka terhadap sebagian yang lain. Karena alasan inilah, Daulah Islam mendirikan berbagai biro yang bertugas untuk mencegah manusia dari sikap saling menzhalimi dan mengangkat kezhaliman yang dilakukan oleh siapapun dan oleh pihak manapun. Diantara biro ini adalah Biro Pusat Pengawasan Mazhalim.

Tanya: Apa bidang-bidang lain dalam Daulah Islam yang bertugas untuk mencegah berbagai kezhaliman dan mengangkat kezhaliman yang terjadi diantara manusia?

Jawab: Pada prinsipnya, masalah menolong orang yang terzhalimi dan menghukum pelaku kezhaliman –meskipun dia seorang muslim– adalah kewajiban setiap muslim, sebagaimana sabdanya shallallahu ‘alaihi wasallam: “Tolonglah saudaramu baik yang berbuat zhalim maupun yang terzhalimi“, lalu bertanyalah seorang lelaki: "Wahai Rasulullah, saya bisa menolongnya, jika dia terzhalimi. Menurut anda, bagaimana saya akan menolongnya jika dia adalah yang berbuat zhalim?“ Beliau menjawab:“ Kamu menghalanginya atau mencegahnya dari berbuat zhalim, itulah cara menolongnya“. (HR. Bukhari dan Muslim)

Kewajiban ini semakin berat bagi para tentara Daulah Islam, mengingat amanat yang telah diembankan kepada mereka oleh para pejabat yang mengemban tugas khusus ini untuk membantu kerja saudara mereka yang ditugaskan memantau berbagai kezhaliman. Dikarenakan pentingnya mencegah kzhaliman maka dibutuhkan bagian khusus yang fokus menangani masalah ini maka -Dengan karunia Allah semata- Daulah Islam mampu mendirikan beberapa Biro Mazhalim yang menginduk kepada departemen hukum dan peradilan. Semua kantor peradilan di setiap wilayah Daulah Islam menginduk langsung kepada kantor para wali, sehingga semua pengaduan terkait dengan para tentara dan pemimpin yang berada di bawah otoritas wali bisa sampai kepada mereka.

Adapun Biro Pusat Pemantauan Mazhalim adalah biro independen khusus yang menangani persoalan ini. Semua biro ini bekerja bersama-sama menangani kasus-kasus yang diperkirakan terdapat kezhaliman dan terus mengawasinya hingga kezhaliman itu dapat diatasi jika memang ada.

Tanya: Apa tujuan banyaknya biro yang mengawasi kasus-kasus kezhaliman ?

Jawab: Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda: (Setiap kalian adalah pemimpin, dan masingmasing bertanggung jawab terhadap rakyatnya). (HR. Bukhari dan Muslim)

Maka, siapapun yang diangkat oleh Allah untuk mengurusi masalah kaum muslimin wajib mencegah terjadinya kezhaliman atas rakyatnya. Jika sampai kepadanya sesuatu tentang hal itu, maka dia dituntut berusaha semaksimal mungkin mencegah kezhaliman itu. Oleh karena itu, jumlah bidang yang bertugas untuk menangani berbagai kasus kezhaliman di Daulah Islam bukan hanya satu, di mana semua rakyat dan para tentara Daulah Islam di berbagai wilayah diperkenankan untuk mengadukan kezhaliman para tentara dan pemimpin kepada para wali. Demikian juga para pendakwa dan terdakwa juga berkesempatan mengadu kepada Departmen Peradilan untuk meninjau ulang vonis atau keputusan pengadilan.

Umat Islam secara umum di Daulah Islam juga bisa mengadukan kezhaliman kepada para wali secara langsung, atau para pemimpin departemen atau pemimpin militer sekalipun. Bisa juga mengadukan kezhaliman dalam persoalan administrasi dan birokrasi departemen-departemen yang ada kepada Lajnah Mufawwadhah yang ditunjuk langsung oleh Amirul Mukminin hafizhahullah yang telah menugaskan Biro Pusat Pengawasan Mazhalim untuk mengemban tugas ini. Dengan format ini, dengan izin Allah kami telah berupaya maksimal membuka peluang bagi masyarakat untuk mengadukan berbagai kezhaliman terkait siapapun atau pihak manapun di Daulah Islam.

Kami juga menghilangkan berbagai rintangan yang menghalangi tersampaikannya pengaduan mereka dengan alasan tidak ada pihak khusus yang bisa memproses dakwaan, atau si pendakwa tidak mempunyai otoritas atas terdakwa.

Tanya: Apa langkah-langkah yang diambil oleh biro untuk memproses kezhaliman yang diadukan?

Jawab: Setelah kami menerima laporan dan mencatatnya maka kami akan melihat, Jika kasus ini dimungkinkan terdapat kezhaliman sebagaimana yang diadukan oleh sang pelapor, maka kami akan langsung memprosesnya, tetapi jika tidak, maka akan segera dikembalikan. Kemudian kasusnya dilihat, jika berkaitan dengan orang yang berada dibawah otoritas para wali dan pemimpin department, maka bisa segera dialihkan kepada mereka untuk segera ditangani, dan hasilnya dikembalikan kepada kantor untuk ditinjau ulang. Jika penanganan sesuai prosedur dan keputusannya tepat, maka keputusan diakomodir. Tetapi jika penanganan kurang maksimal dan keputusan tidak sesuai, maka hasil dikembalikan lagi kepada mereka untuk ditinjau ulang. Jadi, peran kami dalam hal ini, adalah memantau kasus secara berkelanjutan guna memastikan hasil peninjauan dan sesegera mungkin menyelesaikannya.

Adapun jika kasus itu terkait putusan peradilan, maka kami akan mengalihkannya ke Departemen Peradilan dengan prolog pendapat kami dalam kasus ini kepada para ikhwah di pengadilan, agar mereka meninjau ulang kasus sehingga peran kami di sini juga adalah memantau secara berkelanjutan untuk memastikan kasus ini cepat selesai. Sedangkan jika kasus ini terkait salah seorang wali atau pemimpin department atau terkait salah satu elemen Daulah Islam, maka kami akan langsung menangani kasus ini. Kami akan memanggil pelapor atau wakil mereka untuk memastikan kasus, mendengarkan argumen pembelaan atas kasus yang dituduhkan kemudian memutuskan kasus dengan mengembalikan kezhaliman jika memang benar terbukti, atau dengan menghukum dan menta‘zir sang pelaku kezhaliman atau menolak kasus jika terbukti kesalahan aduan pelapor.

Tanya: Anda tadi mengatakan sesuatu terkait kasus yang anda tangani, bahwa di dalamnya terdapat mazhannatu zhulm (kemungkinan ada kezhaliman), apa yang anda maksud ?

Jawab: Agar duduk perkaranya jelas, saya akan berikan 2 contoh agar anda faham maksudnya, melalui perbedaan keduanya.

Pertama: Sang amir memindah tugaskan salah seorang tentara yang berada di bawah koordinasinya ke tempat lain karena ada keperluan di tempat tersebut, baik untuk menjaga perbatasan atau keperluan pribadinya atau yang semisal itu, tetapi sang tentara melihat itu sebagai sebuah kezhaliman kepadanya karena tugas tersebut akan menjauhkannya dari keluarga dan tempat tinggalnya.

Kedua: Sang amir memindah tugaskan salah seorang tentara yang berada di bawah koordinasinya ke tempat lain sebagai hukuman atas kelalaian atau kesalahannya atau sebagai tindakan preventif untuk mencegah terjadinya suatu hal, tetapi sang tentara melihat hal itu sebagai sebuah kezhaliman kepadanya, karena hukuman ta‘zir itu tidak sesuai dengan kesalahan yang telah dilakukannya, atau dia sama sekali tidak merasa melakukan kesalahan.

Dalam kondisi pertama, tidak terdapat kemungkinan kezhaliman dalam kasus tersebut, karena amir berhak untuk memindahkan salah seorang tentaranya atau bahkan semuanya jika perlu, dan para tentara harus mendengar dan taat. Adapun dalam kondisi kedua, maka di sana terdapat kemungkinan kezhaliman, saat itulah kami akan langsung bekerja menangani kasus hingga kami bisa membuktikan hakekat adanya kezhaliman di dalamnya, lalu kami akan mengangkatnya dengan idzin Allah.

Selama kami menangani ratusan kasus sejak didirikannya Biro ini, kami dapati hampir separuhnya tidak ada kemungkinan kezhaliman, barangkali bisa dinamai dengan pengaduan atau penuntutan. Adapun kasus yang kami lihat terdapat kemungkinan kezhaliman, alhamdulillah kami langsung menanganinya, dan kami perkirakan tidak memakan waktu lama, baik dengan mengangkat kezhaliman jika ada dan mengadili si zhalim, atau menjelaskan kepada si pendakwa alasan aduannya ditolak jika terbukti si terdakwa tidak bersalah.

Tanya: Adakah tugas lain yang diemban oleh biro ini?

Jawab: Ya, dengan karunia Allah ada beberapa lajnah yang menginduk ke biro yang bertugas berkeliling ke berbagai penjara yang terdapat di Daulah Islam untuk bertemu dengan para tahanan, atau yang masih dalam proses persidangan untuk meninjau kasus mereka dan membuktikan kezhaliman mereka jika memang ditemukan. Lajnah yang lain akan berkeliling ke perbatasan dan garis ribath untuk memantau keadaan para tentara dan meninjau kezhaliman yang mereka alami. Keduanya akan menindak lanjuti kasus yang dimungkinkan terdapat kezhaliman ke kantor pusat untuk memantau kasus-kasus tersebut.

Disamping itu juga diadakan pertemuan dengan para pembesar kabilah dan tokoh-tokoh masyarakat untuk mendengarkan keluhan-keluhan mereka dan mengangkatnya kepada ulil amri untuk diteliti.

Tanya: Adakah pesan yang ingin anda sampaikan di akhir wawancara ini?

Jawab: Kami berpesan kepada umat islam secara umum, dan khususnya kepada para tentara Daulah Islam agar mereka tidak saling menzhalimi, dan hendaklah masing-masing tahu, bahwa kezhaliman itu akibatnya sangat mengerikan, ia adalah kegelapan pada hari kiamat sebagaimana yang disebutkan oleh Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam. Siapa yang merasa terzhalimi oleh saudaranya, dan dia ingin mendapatkan haknya, maka ketahuilah bahwa pintu Biro Pusat Pengawasan Mazhalim dan maktab-maktab lain yang bertugas menangani perkara ini terbuka lebar di hadapannya. Silahkah dia melapor kepada kami. Jika dia memang benar, maka akan kami ambilkan haknya dari orang yang telah menzhaliminya, meskipun orang tersebut sangat kami cintai, dalam hal ini kami tidak akan takut terhadap celaan orang yang mencela, dengan idzin Allah. Tetapi siapa yang tahu dirinya telah melakukan kezhaliman, hendaklah dia bertaqwa kepada Allah, segera bertaubat, segera mengembalikan hak kepada pemiliknya dan hendaklah dia meminta maaf kepada orang telah dizhaliminya.

Dan siapa yang mengetahui kisah kezhaliman yang belum sampai kepada kami, maka janganlah dia berkeberatan untuk membantu orang yang terzhalimi dengan melaporkan hal itu kepada kami, karena diantara mereka ada orang yang lemah dan yang masih jahil, tidak tahu cara melaporkan kezhaliman yang menimpanya dan cara menuntut haknya. Jika anda melaporkannya kepada kami, berarti kasus ini telah sampai ke ulil amri dan di hadapan Allah anda terlepas dari tanggung jawab. Tetapi siapa yang diam dari kezhaliman yang dia tahu (tidak melaporkan permasalahan kepada kita) berarti dia telah membantu kezhaliman dengan sikap diamnya tersebut, dan akan mendorong lebih banyak lagi kezhaliman.

Kami memohon kepada Allah, agar memperbaiki keadaan kami dan menganugerahkan husnul khatimah kepada kami. Sesungguhnya Dia Mampu akan hal itu dan berkuasa atasnya. Shalawat dan salam semoga terlimpah kepada Nabi Muhammad. Dan segala puji bagi Allah Rabb semesta alam.