RUMIYAH 5 - WAWANCARA
WAWANCARA DENGAN AMIR MARKAS HISBAH WILAYAH SINAI
Tanya: Bagaimana kondisi hisbah di Wilayah Sinai?
Jawab: Segala puji bagi Allah Rabb semesta alam. Shalawat dan salam kepada Nabi rahmat sekaligus ahli perang, dan kepada keluarga, para sahabatnya serta orang-orang yang mengikutinya.
Diantara anugerah Allah azza wa jalla kepada hamba-hambanya para mujahidin di Wilayah Sinai bahwa mereka tetap bersama-sama berpegang teguh dengan tali Allah, terus berperang agar kalimat Allahlah yang tertinggi dan tetap bersabar menghadapi ujian dan cobaan ditengah upaya siang malam musuh-musuh Allah koalisi Yahudi dan orang-orang murtad untuk menghancurkan dan menghabisi mereka, namun hal itu tidaklah mungkin.
Firman Allah ta'ala, “Mereka berkehendak memadamkan cahaya (agama) Allah dengan mulut (ucapan-ucapan) mereka, dan Allah tidak menghendaki selain menyempurnakan cahaya-Nya, walaupun orang-orang yang kafir tidak menyukai. Dialah yang telah mengutus Rasul-Nya (dengan membawa) petunjuk (Al-Qur’an) dan agama yang benar untuk dimenangkan-Nya atas segala agama, walaupun orangorang musyrikin tidak menyukai.” (QS. at-Taubah: 32-33).
Semua cobaan itu hanya menambah kekuatan, ketabahan, keteguhan dan keimanan tentara Wilayah Sinai. Sekalipun berjumlah sedikit, mereka terus menghadang pasukan kafir. Mereka terapkan syariat Rabb semesta alam dengan segenap kemampuannya pada setiap daerah yang berhasil dikontrolnya. Sekalipun sengitnya pertempuran antara kekufuran dan Islam di sini, namun markas-markas dan kantor-kantor di bawah Diwan-diwan Syar’I (seperti Diwan Peradilan dan Mazhalim, Diwan Hisbah, dan Diwan Dakwah) tetap beroperasi dan melaksanakan tugas-tugasnya dengan baik, walillahilhamd.
Allah telah memperkenankan dan memberi taufik kepada kita di Markas Hisbah untuk memberantas berbagai fenomena kerusakan seperti penyelundupan rokok, ganja, tramadol (sejenis narkotika untuk menghilangkan rasa sakit, edt) dan lain sebagainya. Kita juga melarang masyarakat dari berbagai kemungkaran seperti melarang wanita berdandan (tabarruj), ikhtilat, pakaian isbal, demikian juga kami melarang dari merokok, musik, dan perangkat penerima satelit. Tetapi fokus prioritas kami adalah memberantas fenomena kesyirikan dan bid’ah seperti tasawuf, sihir, ramalan, perdukunan, dan ghuluw terhadap kubur.
Tanya: Sufi adalah salah satu penyakit yang menjangkiti banyak negeri-negeri Islam dewasa ini karena berperan utama menyebarkan kesyirikan dan kebid’ahan diantara masyarakat. Tarekat-tarekat sufi juga berperan menghambakan masyarakat pada thawaghit. Barangkali Anda bisa menjelaskan kepada kita realitas sufi di Sinai?
Jawab: Kaum sufi di Sinai terbagi menjadi dua tarekat utama yaitu Tarekat Allawiyah Ahmadiyah dan Tarekat Jaririyah. Tarekat Ahmadiyah tersebar di daerah al-Jurah dan sekitarnya seperti Syabanah, azh-Zhahir, al-Malafiyah, juga di distrik Syaikh Zuwaid dan sekitarnya. Adapun Tarekat Jaririyah mempunya tiga Zawiah (tempat ritual para sufi, penj) utama yaitu Zawiah al-Arab di Provinsi Ismailiyah, Zawiah Sa’ud di Syarqiyah; keduanya di Mesir, dan Zawiah ar-Raudhah di Sinai. Di bawah ketiga zawiah tersebut ada banyak zawiah yang lebih kecil seperti Zawiaah Distrik Abu Jarir, ath-Thawil, Shabah dan lainnya.
Tarekat Ahmadiyah telah berkembang sejak lebih kurang setengah abad yang lalu lewat tangan si binasa Abu Ahmad al-Allawi al-Filisthini. Ia datang dari Gaza lalu bertempat tinggal di at-Tumah, yang membawahi Zawiah al-Jurah. Ketika al-Allawi hendak mati ia menyerahkan Zawiah itu kepada anaknya, Musthafa, dan mengangkat si binasa Khalaf al-Khalafat sebagai penerusnya lantaran anaknya (Musthafa) masih kecil. Maka jadilah si thaghut Khalaf sebagai syaikh tarekat, dan jadilah al-Jurah sebagai Zawiah induk. Kemudian si murtad ini mati dan dikuburkan di Zawiah al-Jurah. Kuburannya lalu menjadi sebuah monumen makam yang berkubah hijau.
Adapun Tarekat Jaririyah diciptakan oleh si binasa ‘Id Abu Jarir. Tarekat ini berpusat pada tiga Zawiah utama yang telah kami sebutkan sebelumnya, yaitu Zawiah Sa’ud, al-‘Arab, dan Raudhah. Daulah Islamiyah akan segera menghancurkannya jika berhasil menguasainya, insya Allah. Tarekat Jaririyah lebih tersebar luas dan berpengaruh daripada Tarekat Ahmadiyah, sebagaimana juga mereka lebih sesat dan syirik.
Tanya: Apa bid’ah dan kesyirikan yang paling berbahaya yang dipraktekkan oleh tarekat-tarekat sufi ini?
Jawab: Syirik kepada Allah telah tersebar luas di tengah-tengah tarekat-tarekat ini. Sampai-sampai anak-anak mereka tumbuh dalam kesyirikan dan bapak-bapaknya juga mati dalam kesyirikan. Malapetaka yang amat berbahaya. Mereka meyakini bahwa mayit bisa memberi manfaat dan madharat. Berbagai macam ritual dipraktekkan demi mayit ini, seperti doa, meminta tolong, tawakkal, menyembelih kurban, dan thawaf. Mereka juga menganggap orang mati itu sebagai perantara antara dirinya dengan Allah azza wa jalla.
Ditambah lagi, seluruh kesesatan thawaghit dan para syaikh mereka, perkataan dan perbuatannya, diikuti dan ditaati tanpa pandang bulu. Perkara ini telah menjangkiti seluruh tarekat-tarekat sufi di dunia dewasa ini, dengan sedikit perbedaan.
Seluruh tarekat sufi yang kita tahu, atau kita dengar dan kita baca telah terjerumus dalam kesyirikan di dalam persoalan ini atau persoalan lainnya. Pengikut Tarekat Ahmadiyah meyakini hulul (meyakini Allah ada di mana-mana, penj) dan ittihad (bersatunya Allah dengan ciptaan-Nya, penj), wal iyadzu billah. Mereka berkata bahwa Allah azza wa jalla itu diam bersama dengan semua hal yang diam dan bergerak bersama dengan semua hal yang bergerak. Mahatinggi Allah dari apa yang mereka katakan. Mereka juga memuja Ibnu Arabi, al-Hallaj dan para gembong kekafiran dan kesesatan lain.
Tarekat Jaririyah lebih parah lagi kesyirikannya. Mereka dikenal sebagai pemuja makam, menyembelih kurban untuknya, dan bertawaf disekelilingnya. Tarekat ini beririsan dengan Rafidhah. Adalah si Rafidhah binasa Nimr al-Laitsi, bertempat tinggal di Tanta, yang mengarang buku syair yang dipuja dan dianggap sebagai “Qur’an” mereka. Buku itu berjudul Bustanul Mahabbah. Ada ritual bid’ah yang dipraktekkan seluruh sufi di Sinai. Ritual itu dinamakan Hadhrah. Mereka berkumpul pada setiap malam Jum’at dan malam Senin untuk berdzikir bersama-sama, dengan satu suara sembari menggerakkan badan. Perkataan yang dibaca mengandung perkara-perkara syirik seperti meminta tolong kepada Nabi shallallahu alaihi wasallam dan meminta syafaat kepada mayit.
Tanya: Apa hubungan antara tarekat-tarekat sufi itu dengan thaghut penguasa bumi Sinai?
Jawab: Para sufi itu berhubungan erat dengan elemen-elemen thaghut itu. Tidak ada gubernur maupun direktur keamanan baru yang diangkat kecuali pasti dikunjungi oleh Khalaf al-Khalafat si binasa pembesar Tarekat Ahmadiyah. Hubungannya dengan intelijen Mesir juga terbilang bagus. Ketika Yahudi mencaplok Sinai, Zawiah al-Jurah tidak tersentuh sedikitpun bahkan dikunjungi oleh penguasa militer Yahudi. Para perwira Yahudi juga rutin mengunjungi Khalaf al-Khalafat di Zawiahnya, demikian juga para komandan pasukan penjaga keamanan salibis. Khalaf al-Khalafat memanfaatkan itu semua untuk menampakkan kekuatannya di depan pengikutnya. Tarekat al-Jaririyah juga berhubungan erat sekali dengan thaghut penguasai Sinai, bahkan banyak dari perwira dan penanggung jawab murtad itu yang menyukai tarekat ini. Pembesar tarekat ini adalah si dajjal binasa Sulaiman Abu Hiraz.
Tanya: Bagaimana sikap tarekat-tarekat sufi ini terhadap mujahidin Sinai sebelum dan setelah deklarasi baiat kepada Amirul Mukminin?
Jawab: Sudah sewajarnya terjadi permusuhan antara ahlu tauhid dan orang musyrik. Khalaf al-Khalafat amat keras permusuhannya kepada para mukmin muwahhid, dia menyebut mereka dengan Sunniyah, maksudnya ahlus sunnah. Para thaghut tarekat-tarekat sufi ini amat berusaha keras membuat penghalang kokoh agar para pemuda dan pengikut mereka tidak terpengaruh dengan mujahidin fi sabilillah dan berpegang dengan manhaj yang benar. Mereka berusaha keras agar para pemuda dan pengikut mereka tetap berada di bawah bendera jahiliyah, bodoh dan taklid buta. Usaha-usaha yang dipaksakan oleh syaikh-syaikh mereka itu semakin keras setelah berdirinya kembali Daulatul Khilafah dan tersebarnya dakwah tauhid.
Sekalipun demikian, Allah telah memberi petunjuk kepada banyak dari pemuda mereka Dien Yang Maha Esa sehingga mereka bertaubat dari kesyirikannya, mempelajari tauhid dan bergabung dalam barisan mujahidin. Para pemuda itulah yang berusaha keras untuk memberantas kesyirikan ini. Mereka telah memberikan contoh terbaik bagaimana berpegang teguh dengan akidah wala wal baro.
Tanya: Bagaimana mujahidin Wilayah Sinai menghadapi tarekat-tarekat sufi dengan seluruh syaikh dan pengikutnya ini?
Jawab: Setelah para mujahidin berjihad agar kalimat Allahlah yang tinggi memerangi para gembong kekafiran Thawaghit yang berhukum dengan selain apa yang diturunkan Allah, mujahidin berhasil mengontrol dan menguasai sebagian bumi Sinai. Maka mereka segera berupaya maksimal untuk menegakkan Dienullah di bumi-Nya dan memberantas tanda-tanda kesyirikan dan jahiliyah. Mereka berazam dengan jujur agar tidak tersisa lagi tarekattarekat sufi di tanah yang dinaungi bendera jihad. Maka mujahidin mulai mendakwahi para sufi itu baik pengikut Tarekat Ahmadiyah maupun Tarekat Jaririyah.
Sebagian dari mereka menerima dakwah itu dan segera bertaubat setelah para mujahidin menjelaskan kepada mereka dampak syirik kepada Allah azza wa jalla. Sebagiannya lagi memilih menolak Dinullah dan seruan tauhid. Ketika prajurit Daulah Islamiyah tersebar di mana-mana, dibuatlah beberapa cekpoin di jalan-jalan dan seluruh gembong-gembong musyrik mereka berhasil ditangkap. Mereka ditahan selama tiga hari untuk dimintai taubat, jika tidak terpaksa akan dibunuh. Dengan keutamaan Allah mereka bertaubat sejak pertama kali ditangkap, dengan seluruh pengikutnya, dari kesesatan dan kemurtadan mereka. Hal itu setelah mujahidin menjelaskan dampak kemusyrikan dan kebid’ahan yang mereka praktekkan, walhamdulillah.
Namun masih ada Zawiah-Zawiah syirik besar yang berada di luar kekuasaan Khilafah di bumi Mesir dan Sinai. Semuanya – dengan izin Allah ta'ala- akan menjadi target prajurit Khilafah ketika berhasil menguasainya, dengan jihad dan hisbah, agar manusia mendapat petunjuk dan keluar dari kegelapan menuju cahaya.
Tanya: Bagaimana peranan dakwah tauhid dalam pemberantasan syirik diantara penduduk Sinai secara umum dan khususnya tasawuf?
Jawab: Dengan kerjasama antara Markas Dakwah dan Hisbah, para prajurit Daulah Islamiyah mengadakan program-program syar’I untuk mendakwahi masyarakat dan mengajari mereka perkara-perkara Dien. Kami memohon taufik kepada Allah mengenai program-program ini. Kami juga mencetak dan membagikan kutaib-kutaib (kitab-kitab kecil/buku saku) dan selebaran-selebaran dakwah dalam persoalan akidah. Kami juga mengadakan dakwah keliling yang memfokuskan pada penanaman tauhid dan menjauhkan syirik serta kemurtadan dengan seluruh macamnya pada diri kaum muslimin awam.
Tanya: Kami lihat media memfokuskan pemberitaan tentang kisah terbunuhnya si dukun binasa ini (Abu Hiraz). Siapa dia? Mengapa para murtaddin amat memperhatikannya?
Jawab: Elemen-elemen Hisbah telah berhasil menangkap dua dukun penjahat yaitu Sulaiman Mushbih Hamdan Abu Hiraz dan Qathaifan Barik ‘Ied Manshur. Keduanya adalah dukun thaghut pengaku hal yang ghaib. Keduanya dikunjungi banyak orang yang menanyakan tentang hal yang ghaib dan meminta kesembuhan serta barakah lewat sihirnya. Abu Hiraz umurnya mencapai sembilan puluh tahun. Dukun yang kedua mempelajari sihir dan meminta tolong kepada setan melalui tangannya. Abu Hiraz ini adalah gembong Tarekat Jaririyah.
Karena itulah media memfokuskan pemberitaan mengenai kisah pembunuhannya. Dia berhubungan erat sekali dengan murtaddin. Banyak dari elemen-elemen rezim Mesir dan pasukan murtad yang mengunjunginya dan meyakini ia bisa memberi manfaat dan madharat. Mereka meyakininya sebagai lelaki saleh yang mengetahui hal-hal ghaib.
Demikian juga muridnya si Quthaifan. Dia mendirikan tiang di rumahnya dan memerintahkan orang-orang berthafaw mengelilinginya dan berkurban untuknya. Dia mengaku-aku mengetahu hal yang ghaib, mempraktekkan sihir, dan memberi tahu mengenai barang-barang yang dicuri. Dia melakukan kesyirikannya itu selama dua puluh tahun setelah mempelajarinya lewat tangan si binasa Abu Hiraz.
Tanya: Apa keputusan peradilan setelah dua orang murtad ini ditangkap?
Jawab: Hakim syar’I memutuskan hukum bunuh karena murtad atas dua orang ini lantaran mengaku mengetahui hal yang ghaib dan mempraktekkan perdukunan dan ilmu nujum. Karena keduanya juga gembong thaghut yang menyeru orang-orang menyekutukan Allah di balik topeng kesalihan, kebaikan dan ke-wali-an.
Allah azza wa jalla telah berfirman, “(Dia adalah Rabb) Yang Mengetahui yang ghaib, maka Dia tidak memperlihatkan kepa- da seorangpun tentang yang ghaib itu.” (QS. al-Jinn: 26).
Nabi shallallahu alaihi wasallam bersabda, “Barangsiapa mendatangi dukun atau peramal dan membenarkan kata-katanya maka sungguh dia telah kafir dengan apa yang diturunkan atas Muhammad.” (HR Ahmad dan al-Hakim dari Abu Hurairah).
Ini adalah hukum Allah atas siapa yang membenarkan dukun, lalu bagaimana dengan si dukun itu yang menyamakan dirinya dengan Allah azza wa jalla??
Rasulullah shallallahu alaihi wasallam bersabda, “Bunuhlah orang yang mengganti Dinnya.” (HR Bukhari dari Ibnu Abbas).
Umar radhiyallahu anhu menulis surat kepada Abu Musa radhiyallahu anhu yang isinya, “Bunuhlah semua penyihir dan dukun.” (Diriwayatkan oleh Ibnu Abi Syaibah).
Tanya: Sebagian orang berkata bahwa dukun ini ditangkap oleh prajurit Daulah Islamiyah lalu kemudian dibebaskan, bagaimana kejadian sebenarnya?
Jawab: Informasi ini tidak benar. Dia tidak dibebaskan setelah ditangkap, namun dia ditangkap dan segera dihukum bunuh karena murtad tanpa dimintai taubat dan hartanya dibagikan kepada kaum muslimin sebagai fai. Orang-orang musyrik pengikut keduanya menyebarkan banyak kabar burung yang tidak jelas. Ada yang cukup menggelikan seperti kata-kata mereka bahwa pedang algojo tidak mampu memenggal lehernya. Hal itu sebelum para ikhwah Kantor Media Wilayah Sinai menyebarkan foto keduanya telah terpenggal lehernya yang membungkam semua kabar burung itu, alhamdu lillahi rabbil ‘alamin.
Tanya: Apa pesan Anda kepada orang-orang sufi musyrik di Wilayah Sinai?
Jawab: Kami katakan kepada seluruh syaikh dan pengikut Zawiah sufi di dalam dan luar bumi Sinai; bahwa kami tidak akan membiarkan tarekat-tarekat sufi berkembang khususnya di Wilayah Sinai dan umumnya di Mesir. Kami tidak menginginkan kecuali hidayah kepada kalian. Mari kita bersepakat bahwa kita tidak menyembah kecuali Allah saja dan tidak menyekutukannya serta kita berhukum kepada Kitabullah dan Sunnah Rasulullah shallallahu alaihi wasallam.
Kami katakan kepada kalian; pelajarilah tauhid, iman, dan pembatal-pembatalnya. Ketahuilah bahwa mujahidin fi sabilillah tidak keluar dan tidak berjihad kecuali untuk menegakkan tauhid dan memberantas syirik. Mereka korbankan dengan murah darahnya untuk memerangi kaum kafir yang paling kuat di bumi. Demi Allah, celaan pencela tidak akan menggoyahkan mereka.
Ketahuilah bahwa kalian bagi kami adalah orang musyrik kafir, darah kalian adalah najis dan halal ditumpahkan. Namun kami akan mendakwahi dan meminta taubat kalian. Kami mengharapkan kalian mendapat hidayah dan masuk Islam. Kami mengharapkan kalian mengikuti jalan penutup para nabi shallallahu alaihi wasallam, para sahabatnya, dan para tabi’in setelahnya. Kebaikan adalah dengan mengikuti salaf, sedangkan keburukan adalah dengan mengada-adakan dan mengikuti orang-orang setelahnya.
Kami tutup pembicaraan kami dengan memuji Allah atas anugerah-Nya pada kita berupa nikmat tauhid, jihad, dan khilafah. Sungguh hanya Dia Yang Maha Suci yang pantas dipuji. Semoga shalawat dan salam terus mengalir pada nabi kita Muhammad shallallahu alaihi wasallam.
WAWANCARA DENGAN AMIR MARKAS HISBAH WILAYAH SINAI
Tanya: Bagaimana kondisi hisbah di Wilayah Sinai?
Jawab: Segala puji bagi Allah Rabb semesta alam. Shalawat dan salam kepada Nabi rahmat sekaligus ahli perang, dan kepada keluarga, para sahabatnya serta orang-orang yang mengikutinya.
Diantara anugerah Allah azza wa jalla kepada hamba-hambanya para mujahidin di Wilayah Sinai bahwa mereka tetap bersama-sama berpegang teguh dengan tali Allah, terus berperang agar kalimat Allahlah yang tertinggi dan tetap bersabar menghadapi ujian dan cobaan ditengah upaya siang malam musuh-musuh Allah koalisi Yahudi dan orang-orang murtad untuk menghancurkan dan menghabisi mereka, namun hal itu tidaklah mungkin.
Firman Allah ta'ala, “Mereka berkehendak memadamkan cahaya (agama) Allah dengan mulut (ucapan-ucapan) mereka, dan Allah tidak menghendaki selain menyempurnakan cahaya-Nya, walaupun orang-orang yang kafir tidak menyukai. Dialah yang telah mengutus Rasul-Nya (dengan membawa) petunjuk (Al-Qur’an) dan agama yang benar untuk dimenangkan-Nya atas segala agama, walaupun orangorang musyrikin tidak menyukai.” (QS. at-Taubah: 32-33).
Semua cobaan itu hanya menambah kekuatan, ketabahan, keteguhan dan keimanan tentara Wilayah Sinai. Sekalipun berjumlah sedikit, mereka terus menghadang pasukan kafir. Mereka terapkan syariat Rabb semesta alam dengan segenap kemampuannya pada setiap daerah yang berhasil dikontrolnya. Sekalipun sengitnya pertempuran antara kekufuran dan Islam di sini, namun markas-markas dan kantor-kantor di bawah Diwan-diwan Syar’I (seperti Diwan Peradilan dan Mazhalim, Diwan Hisbah, dan Diwan Dakwah) tetap beroperasi dan melaksanakan tugas-tugasnya dengan baik, walillahilhamd.
Allah telah memperkenankan dan memberi taufik kepada kita di Markas Hisbah untuk memberantas berbagai fenomena kerusakan seperti penyelundupan rokok, ganja, tramadol (sejenis narkotika untuk menghilangkan rasa sakit, edt) dan lain sebagainya. Kita juga melarang masyarakat dari berbagai kemungkaran seperti melarang wanita berdandan (tabarruj), ikhtilat, pakaian isbal, demikian juga kami melarang dari merokok, musik, dan perangkat penerima satelit. Tetapi fokus prioritas kami adalah memberantas fenomena kesyirikan dan bid’ah seperti tasawuf, sihir, ramalan, perdukunan, dan ghuluw terhadap kubur.
Tanya: Sufi adalah salah satu penyakit yang menjangkiti banyak negeri-negeri Islam dewasa ini karena berperan utama menyebarkan kesyirikan dan kebid’ahan diantara masyarakat. Tarekat-tarekat sufi juga berperan menghambakan masyarakat pada thawaghit. Barangkali Anda bisa menjelaskan kepada kita realitas sufi di Sinai?
Jawab: Kaum sufi di Sinai terbagi menjadi dua tarekat utama yaitu Tarekat Allawiyah Ahmadiyah dan Tarekat Jaririyah. Tarekat Ahmadiyah tersebar di daerah al-Jurah dan sekitarnya seperti Syabanah, azh-Zhahir, al-Malafiyah, juga di distrik Syaikh Zuwaid dan sekitarnya. Adapun Tarekat Jaririyah mempunya tiga Zawiah (tempat ritual para sufi, penj) utama yaitu Zawiah al-Arab di Provinsi Ismailiyah, Zawiah Sa’ud di Syarqiyah; keduanya di Mesir, dan Zawiah ar-Raudhah di Sinai. Di bawah ketiga zawiah tersebut ada banyak zawiah yang lebih kecil seperti Zawiaah Distrik Abu Jarir, ath-Thawil, Shabah dan lainnya.
Tarekat Ahmadiyah telah berkembang sejak lebih kurang setengah abad yang lalu lewat tangan si binasa Abu Ahmad al-Allawi al-Filisthini. Ia datang dari Gaza lalu bertempat tinggal di at-Tumah, yang membawahi Zawiah al-Jurah. Ketika al-Allawi hendak mati ia menyerahkan Zawiah itu kepada anaknya, Musthafa, dan mengangkat si binasa Khalaf al-Khalafat sebagai penerusnya lantaran anaknya (Musthafa) masih kecil. Maka jadilah si thaghut Khalaf sebagai syaikh tarekat, dan jadilah al-Jurah sebagai Zawiah induk. Kemudian si murtad ini mati dan dikuburkan di Zawiah al-Jurah. Kuburannya lalu menjadi sebuah monumen makam yang berkubah hijau.
Adapun Tarekat Jaririyah diciptakan oleh si binasa ‘Id Abu Jarir. Tarekat ini berpusat pada tiga Zawiah utama yang telah kami sebutkan sebelumnya, yaitu Zawiah Sa’ud, al-‘Arab, dan Raudhah. Daulah Islamiyah akan segera menghancurkannya jika berhasil menguasainya, insya Allah. Tarekat Jaririyah lebih tersebar luas dan berpengaruh daripada Tarekat Ahmadiyah, sebagaimana juga mereka lebih sesat dan syirik.
Tanya: Apa bid’ah dan kesyirikan yang paling berbahaya yang dipraktekkan oleh tarekat-tarekat sufi ini?
Jawab: Syirik kepada Allah telah tersebar luas di tengah-tengah tarekat-tarekat ini. Sampai-sampai anak-anak mereka tumbuh dalam kesyirikan dan bapak-bapaknya juga mati dalam kesyirikan. Malapetaka yang amat berbahaya. Mereka meyakini bahwa mayit bisa memberi manfaat dan madharat. Berbagai macam ritual dipraktekkan demi mayit ini, seperti doa, meminta tolong, tawakkal, menyembelih kurban, dan thawaf. Mereka juga menganggap orang mati itu sebagai perantara antara dirinya dengan Allah azza wa jalla.
Ditambah lagi, seluruh kesesatan thawaghit dan para syaikh mereka, perkataan dan perbuatannya, diikuti dan ditaati tanpa pandang bulu. Perkara ini telah menjangkiti seluruh tarekat-tarekat sufi di dunia dewasa ini, dengan sedikit perbedaan.
Seluruh tarekat sufi yang kita tahu, atau kita dengar dan kita baca telah terjerumus dalam kesyirikan di dalam persoalan ini atau persoalan lainnya. Pengikut Tarekat Ahmadiyah meyakini hulul (meyakini Allah ada di mana-mana, penj) dan ittihad (bersatunya Allah dengan ciptaan-Nya, penj), wal iyadzu billah. Mereka berkata bahwa Allah azza wa jalla itu diam bersama dengan semua hal yang diam dan bergerak bersama dengan semua hal yang bergerak. Mahatinggi Allah dari apa yang mereka katakan. Mereka juga memuja Ibnu Arabi, al-Hallaj dan para gembong kekafiran dan kesesatan lain.
Tarekat Jaririyah lebih parah lagi kesyirikannya. Mereka dikenal sebagai pemuja makam, menyembelih kurban untuknya, dan bertawaf disekelilingnya. Tarekat ini beririsan dengan Rafidhah. Adalah si Rafidhah binasa Nimr al-Laitsi, bertempat tinggal di Tanta, yang mengarang buku syair yang dipuja dan dianggap sebagai “Qur’an” mereka. Buku itu berjudul Bustanul Mahabbah. Ada ritual bid’ah yang dipraktekkan seluruh sufi di Sinai. Ritual itu dinamakan Hadhrah. Mereka berkumpul pada setiap malam Jum’at dan malam Senin untuk berdzikir bersama-sama, dengan satu suara sembari menggerakkan badan. Perkataan yang dibaca mengandung perkara-perkara syirik seperti meminta tolong kepada Nabi shallallahu alaihi wasallam dan meminta syafaat kepada mayit.
Tanya: Apa hubungan antara tarekat-tarekat sufi itu dengan thaghut penguasa bumi Sinai?
Jawab: Para sufi itu berhubungan erat dengan elemen-elemen thaghut itu. Tidak ada gubernur maupun direktur keamanan baru yang diangkat kecuali pasti dikunjungi oleh Khalaf al-Khalafat si binasa pembesar Tarekat Ahmadiyah. Hubungannya dengan intelijen Mesir juga terbilang bagus. Ketika Yahudi mencaplok Sinai, Zawiah al-Jurah tidak tersentuh sedikitpun bahkan dikunjungi oleh penguasa militer Yahudi. Para perwira Yahudi juga rutin mengunjungi Khalaf al-Khalafat di Zawiahnya, demikian juga para komandan pasukan penjaga keamanan salibis. Khalaf al-Khalafat memanfaatkan itu semua untuk menampakkan kekuatannya di depan pengikutnya. Tarekat al-Jaririyah juga berhubungan erat sekali dengan thaghut penguasai Sinai, bahkan banyak dari perwira dan penanggung jawab murtad itu yang menyukai tarekat ini. Pembesar tarekat ini adalah si dajjal binasa Sulaiman Abu Hiraz.
Tanya: Bagaimana sikap tarekat-tarekat sufi ini terhadap mujahidin Sinai sebelum dan setelah deklarasi baiat kepada Amirul Mukminin?
Jawab: Sudah sewajarnya terjadi permusuhan antara ahlu tauhid dan orang musyrik. Khalaf al-Khalafat amat keras permusuhannya kepada para mukmin muwahhid, dia menyebut mereka dengan Sunniyah, maksudnya ahlus sunnah. Para thaghut tarekat-tarekat sufi ini amat berusaha keras membuat penghalang kokoh agar para pemuda dan pengikut mereka tidak terpengaruh dengan mujahidin fi sabilillah dan berpegang dengan manhaj yang benar. Mereka berusaha keras agar para pemuda dan pengikut mereka tetap berada di bawah bendera jahiliyah, bodoh dan taklid buta. Usaha-usaha yang dipaksakan oleh syaikh-syaikh mereka itu semakin keras setelah berdirinya kembali Daulatul Khilafah dan tersebarnya dakwah tauhid.
Sekalipun demikian, Allah telah memberi petunjuk kepada banyak dari pemuda mereka Dien Yang Maha Esa sehingga mereka bertaubat dari kesyirikannya, mempelajari tauhid dan bergabung dalam barisan mujahidin. Para pemuda itulah yang berusaha keras untuk memberantas kesyirikan ini. Mereka telah memberikan contoh terbaik bagaimana berpegang teguh dengan akidah wala wal baro.
Tanya: Bagaimana mujahidin Wilayah Sinai menghadapi tarekat-tarekat sufi dengan seluruh syaikh dan pengikutnya ini?
Jawab: Setelah para mujahidin berjihad agar kalimat Allahlah yang tinggi memerangi para gembong kekafiran Thawaghit yang berhukum dengan selain apa yang diturunkan Allah, mujahidin berhasil mengontrol dan menguasai sebagian bumi Sinai. Maka mereka segera berupaya maksimal untuk menegakkan Dienullah di bumi-Nya dan memberantas tanda-tanda kesyirikan dan jahiliyah. Mereka berazam dengan jujur agar tidak tersisa lagi tarekattarekat sufi di tanah yang dinaungi bendera jihad. Maka mujahidin mulai mendakwahi para sufi itu baik pengikut Tarekat Ahmadiyah maupun Tarekat Jaririyah.
Sebagian dari mereka menerima dakwah itu dan segera bertaubat setelah para mujahidin menjelaskan kepada mereka dampak syirik kepada Allah azza wa jalla. Sebagiannya lagi memilih menolak Dinullah dan seruan tauhid. Ketika prajurit Daulah Islamiyah tersebar di mana-mana, dibuatlah beberapa cekpoin di jalan-jalan dan seluruh gembong-gembong musyrik mereka berhasil ditangkap. Mereka ditahan selama tiga hari untuk dimintai taubat, jika tidak terpaksa akan dibunuh. Dengan keutamaan Allah mereka bertaubat sejak pertama kali ditangkap, dengan seluruh pengikutnya, dari kesesatan dan kemurtadan mereka. Hal itu setelah mujahidin menjelaskan dampak kemusyrikan dan kebid’ahan yang mereka praktekkan, walhamdulillah.
Namun masih ada Zawiah-Zawiah syirik besar yang berada di luar kekuasaan Khilafah di bumi Mesir dan Sinai. Semuanya – dengan izin Allah ta'ala- akan menjadi target prajurit Khilafah ketika berhasil menguasainya, dengan jihad dan hisbah, agar manusia mendapat petunjuk dan keluar dari kegelapan menuju cahaya.
Tanya: Bagaimana peranan dakwah tauhid dalam pemberantasan syirik diantara penduduk Sinai secara umum dan khususnya tasawuf?
Jawab: Dengan kerjasama antara Markas Dakwah dan Hisbah, para prajurit Daulah Islamiyah mengadakan program-program syar’I untuk mendakwahi masyarakat dan mengajari mereka perkara-perkara Dien. Kami memohon taufik kepada Allah mengenai program-program ini. Kami juga mencetak dan membagikan kutaib-kutaib (kitab-kitab kecil/buku saku) dan selebaran-selebaran dakwah dalam persoalan akidah. Kami juga mengadakan dakwah keliling yang memfokuskan pada penanaman tauhid dan menjauhkan syirik serta kemurtadan dengan seluruh macamnya pada diri kaum muslimin awam.
Tanya: Kami lihat media memfokuskan pemberitaan tentang kisah terbunuhnya si dukun binasa ini (Abu Hiraz). Siapa dia? Mengapa para murtaddin amat memperhatikannya?
Jawab: Elemen-elemen Hisbah telah berhasil menangkap dua dukun penjahat yaitu Sulaiman Mushbih Hamdan Abu Hiraz dan Qathaifan Barik ‘Ied Manshur. Keduanya adalah dukun thaghut pengaku hal yang ghaib. Keduanya dikunjungi banyak orang yang menanyakan tentang hal yang ghaib dan meminta kesembuhan serta barakah lewat sihirnya. Abu Hiraz umurnya mencapai sembilan puluh tahun. Dukun yang kedua mempelajari sihir dan meminta tolong kepada setan melalui tangannya. Abu Hiraz ini adalah gembong Tarekat Jaririyah.
Karena itulah media memfokuskan pemberitaan mengenai kisah pembunuhannya. Dia berhubungan erat sekali dengan murtaddin. Banyak dari elemen-elemen rezim Mesir dan pasukan murtad yang mengunjunginya dan meyakini ia bisa memberi manfaat dan madharat. Mereka meyakininya sebagai lelaki saleh yang mengetahui hal-hal ghaib.
Demikian juga muridnya si Quthaifan. Dia mendirikan tiang di rumahnya dan memerintahkan orang-orang berthafaw mengelilinginya dan berkurban untuknya. Dia mengaku-aku mengetahu hal yang ghaib, mempraktekkan sihir, dan memberi tahu mengenai barang-barang yang dicuri. Dia melakukan kesyirikannya itu selama dua puluh tahun setelah mempelajarinya lewat tangan si binasa Abu Hiraz.
Tanya: Apa keputusan peradilan setelah dua orang murtad ini ditangkap?
Jawab: Hakim syar’I memutuskan hukum bunuh karena murtad atas dua orang ini lantaran mengaku mengetahui hal yang ghaib dan mempraktekkan perdukunan dan ilmu nujum. Karena keduanya juga gembong thaghut yang menyeru orang-orang menyekutukan Allah di balik topeng kesalihan, kebaikan dan ke-wali-an.
Allah azza wa jalla telah berfirman, “(Dia adalah Rabb) Yang Mengetahui yang ghaib, maka Dia tidak memperlihatkan kepa- da seorangpun tentang yang ghaib itu.” (QS. al-Jinn: 26).
Nabi shallallahu alaihi wasallam bersabda, “Barangsiapa mendatangi dukun atau peramal dan membenarkan kata-katanya maka sungguh dia telah kafir dengan apa yang diturunkan atas Muhammad.” (HR Ahmad dan al-Hakim dari Abu Hurairah).
Ini adalah hukum Allah atas siapa yang membenarkan dukun, lalu bagaimana dengan si dukun itu yang menyamakan dirinya dengan Allah azza wa jalla??
Rasulullah shallallahu alaihi wasallam bersabda, “Bunuhlah orang yang mengganti Dinnya.” (HR Bukhari dari Ibnu Abbas).
Umar radhiyallahu anhu menulis surat kepada Abu Musa radhiyallahu anhu yang isinya, “Bunuhlah semua penyihir dan dukun.” (Diriwayatkan oleh Ibnu Abi Syaibah).
Tanya: Sebagian orang berkata bahwa dukun ini ditangkap oleh prajurit Daulah Islamiyah lalu kemudian dibebaskan, bagaimana kejadian sebenarnya?
Jawab: Informasi ini tidak benar. Dia tidak dibebaskan setelah ditangkap, namun dia ditangkap dan segera dihukum bunuh karena murtad tanpa dimintai taubat dan hartanya dibagikan kepada kaum muslimin sebagai fai. Orang-orang musyrik pengikut keduanya menyebarkan banyak kabar burung yang tidak jelas. Ada yang cukup menggelikan seperti kata-kata mereka bahwa pedang algojo tidak mampu memenggal lehernya. Hal itu sebelum para ikhwah Kantor Media Wilayah Sinai menyebarkan foto keduanya telah terpenggal lehernya yang membungkam semua kabar burung itu, alhamdu lillahi rabbil ‘alamin.
Tanya: Apa pesan Anda kepada orang-orang sufi musyrik di Wilayah Sinai?
Jawab: Kami katakan kepada seluruh syaikh dan pengikut Zawiah sufi di dalam dan luar bumi Sinai; bahwa kami tidak akan membiarkan tarekat-tarekat sufi berkembang khususnya di Wilayah Sinai dan umumnya di Mesir. Kami tidak menginginkan kecuali hidayah kepada kalian. Mari kita bersepakat bahwa kita tidak menyembah kecuali Allah saja dan tidak menyekutukannya serta kita berhukum kepada Kitabullah dan Sunnah Rasulullah shallallahu alaihi wasallam.
Kami katakan kepada kalian; pelajarilah tauhid, iman, dan pembatal-pembatalnya. Ketahuilah bahwa mujahidin fi sabilillah tidak keluar dan tidak berjihad kecuali untuk menegakkan tauhid dan memberantas syirik. Mereka korbankan dengan murah darahnya untuk memerangi kaum kafir yang paling kuat di bumi. Demi Allah, celaan pencela tidak akan menggoyahkan mereka.
Ketahuilah bahwa kalian bagi kami adalah orang musyrik kafir, darah kalian adalah najis dan halal ditumpahkan. Namun kami akan mendakwahi dan meminta taubat kalian. Kami mengharapkan kalian mendapat hidayah dan masuk Islam. Kami mengharapkan kalian mengikuti jalan penutup para nabi shallallahu alaihi wasallam, para sahabatnya, dan para tabi’in setelahnya. Kebaikan adalah dengan mengikuti salaf, sedangkan keburukan adalah dengan mengada-adakan dan mengikuti orang-orang setelahnya.
Kami tutup pembicaraan kami dengan memuji Allah atas anugerah-Nya pada kita berupa nikmat tauhid, jihad, dan khilafah. Sungguh hanya Dia Yang Maha Suci yang pantas dipuji. Semoga shalawat dan salam terus mengalir pada nabi kita Muhammad shallallahu alaihi wasallam.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar