RUMIYAH 9 - WAWANCARA
WAWANCARA BERSAMA AMIR JUNUD KHILAFAH DI MESIR
Tanya: Bisa anda jelaskan bagaimana keadaan junud Khilafah di Mesir dan bagaimana operasi mereka?
Jawab: Segala puji bagi Rabb semesta alam, shalawat serta salam terlimpahkan kepada yang diutus dengan pedang sebagai rahmat seluruh alam amma Ba’ad: Junud Khilafah di Mesir atas karunia Allah ta'ala, kekuatan mereka terus bertambah, meski semua agresi yang tertuju pada mereka namun operasi demi operasi mereka membuahkan hasil yang memuaskan dan mewujudkan target-target yang telah direncanakan, segala puji bagi Allah semata.
Tanya: Problem apa yang dihadapai mujahidin di Mesir?
Jawab: Problem terbesar yang dihadapi mujahidin di Mesir adalah hilangnya tauhid dari banyak jiwa manusia, khususnya dalam masalah legitimasi syariat, berhakim kepada selain syariat Allah, loyal kepada pelaku kesyirikan, memusuhi ahlul iman yang berperang agar hukum sematamata milik Allah Raja alam semesta, Allah ta’ala berfirman, “Ingatlah, menciptakan dan memerintah hanyalah hak Allah. Maha Suci Allah, Tuhan semesta alam”. (QS. al-A’raf: 54)
Sehingga keadaan para manusia itu sebagaimana keadaan kaum Fir’aun dimana Allah berfirman tentangnya, “Maka Fir’aun mempengaruhi kaumnya (dengan perkataan itu) lalu mereka patuh kepadanya. Karena sesungguhnya mereka adalah kaum yang fasik.”(QS. az-Zukhruf: 54) .
Thawaghit membutakan mereka dari dien yang benar, di satu saat menggunakan para Syaikh sesat dan menggunakan media rusak mereka di saat yang lain. Menjadikan manusia loyal kepada mereka dan memusuhi mujahidin dengan dalih Anti Terorisme. Ini adalah kemurtaddan dari dien Islam yang nyata, Maka wajib bagi mereka untuk segera bertaubat, setelah itu jangan sampai mereka mencari-cari celah mujahidin. Sebaliknya, mereka justru harus menutupinya, bahkan menolong mereka, dan keluar bersama mereka memerangi para thaghut itu, ini adalah jihad wajib atas mereka.
Tanya: Apa hubungan kalian dengan wilayah Sinai?
Jawab: Yang mengikat kami dengan junud Khilafah di wilayah Sinai adalah tali persaudaraan, tali kecintaan dan loyalitas, semoga Allah memberkati mereka. Kami semua junud Daulah Islamiyah di negri Sinai dan Mesir berperang agar kalimat Allah menjadi yang tertinggi, dari Mesir kita akan menaklukan Baitul Maqdis melalui Sinai, sebentar lagi dengan izin Allah, meskipun orang-orang kafir membencinya.
Tanya: Apa tujuan yang ingin kalian capai dengan menargtekan gereja-gereja?
Jawab: Penargetan gereja-gereja ini termasuk bentuk peperangan kami atas kekafiran dan para pelakunya. Itu semua demi memenuhi perintah Allah ta'ala, “Perangilah orang-orang yang tidak beriman kepada Allah dan tidak (pula) kepada hari kemudian, dan mereka tidak mengharamkan apa yang diharamkan oleh Allah dan Rasul-Nya dan tidak beragama dengan agama yang benar (agama Allah), (yaitu orang-orang) yang diberikan Al- Kitab kepada mereka, sampai mereka membayar jizyah dengan patuh sedang mereka dalam keadaan tunduk.” (QS. at-Taubah: 29)
Jika para nasrani muharibin itu mengira bahwa benteng mereka akan menghalangi mereka dari serangan junud Daulah Islam, maka hendaknya mereka mengetahui bahwa mujahidin memiliki pedang yang telah terhunus –dengan izin Allah- di atas leher mereka yang tidak akan meleset atau terhalangi oleh sesuatu pun dengan izin Allah, tiada daya dan kekuatan bagi kami kecuali dengan Allah.
Tanya: Apa respon terkait sejumlah operasi yang kalian lancarkan baik dari kalangan awam, Thawaghit, pasukan kemanan maupun ulama durjana?
Jawab: Kebanyakan respon dari mayoritas adalah mengingkari dan berlepas diri dari operasi-operasi ini secara khusus dan mengingkari peperangan kami atas Nasrani dan Thawagit pada umumnya. Mereka justru berbela sungkawa atas apa yang menimpa musyrikin, di bawah slogan hubungan saudara sebangsa dan selainnya. Padahal hal tersebut adalah bentuk loyalitas kepada kuffar dan musyrkin yang bisa mengeluarkan seseorang dari Millah. Barang siapa yang melakukan hal tersebut maka dia murtad dari Dien Islam, semua amalannya terhapus, jika mereka tidak segera bertaubat dan menyesal, sebelum datang suatu hari dari Allah yang tidak akan bisa ditolak kedatangannya. Adapun respon dari murtaddin baik dari tentara maupun polisi, seperti biasanya setiap kali selesai operasi yang dilancarkan mujahidin berhasil mereka membunuh, menangkap dan menyiksa demi meraih kerelaan komandan mereka di pemerintahan, dan tuan-tuan salibis mereka. Operasi ini menjadikan sebagian manusia mencemooh mereka, Nasrani dan murtaddin semakin membenci mereka, walhamdulillah. Meskipun kesewenang-wenangan ini memiliki efek positik bagi mujahidin dan efek negatif bagi mereka namun mereka tetap tidak bisa menghindarinya. Atas karunia Allah ta'ala setelah operasi demi operasi ini, Allah menyelamatkan mujahidin dari kebengisan dan penekanan murtaddin. Mereka tidak terkena gangguan sedikitpun walhamdulillah.
Firman-Nya, “Dan Allah menghalau orang-orang yang kafir itu yang keadaan mereka penuh kejengkelan, (lagi) mereka tidak memperoleh keuntungan apapun”. (QS. al Ahzab: 25).
Adapun para Masyayikh dan ulama thagwahit pun para penyeru kepada pintu neraka dengan berbagai perbedaaan madzahab, partai dan organisasinya, keadaan mereka sebagaimana firman Allah ta'ala, “maka perumpamaan mereka seperti anjing jika kamu menghalaunya diulurkannya lidahnya dan jika kamu membiarkannya dia mengulurkan lidahnya (juga).” (QS. al-A’raf: 176).
Dan kami katakan kepada mereka apa yang dikatakan Allah ta'ala kepada umaat yang lebih dahulu menempuh jalan mereka: “Sesungguhnya orangorang yang menyembunyikan apa yang telah diturunkan Allah, yaitu Al Kitab dan menjualnya dengan harga yang sedikit (murah), mereka itu sebenarnya tidak memakan (tidak menelan) ke dalam perutnya melainkan api, dan Allah tidak akan berbicara kepada mereka pada hari kiamat dan tidak mensucikan mereka dan bagi mereka siksa yang amat pedih”. (QS. al Baqarah: 174)
Tanya: Apa nasehat anda bagi muslimin di Mesir yang belum bisa bergabung ke barisan mujahidin?
Jawab: Aku katakan kepada kaum muslimin di Mesir para ahlu tauhid dan jihad yang mengetahui kebenaran dan mengikutinya, hidupkanlah dakwah tauhid dan jihad di jalan Allah, dan bergabunglah dengan saudara-saudara kalian di Daulah Islamiyah, dan bergabunglah dengan al-Jamaah (Khilafah). Namun jika kalian tidak mampu akan hal itu, maka mintalah tolong kepada Allah, ambilah persenjataan kalian, siapkan kekuatan semampu kalian, dan rencanakan operasi kalian dalam melawan Nasrani dan murtaddin. Guna menimpakan kerugian besar dan efek jera bagi mereka. Bersemangatlah untuk meraih kesyahidan di jalan Allah. Dan Ketahuilah bahwa tidak ada hasil dalam peperangan kita kecuali kemenangan, terbunuh dan syahid, Jangan sampai kalian rela menjadi tawanan bala tentara thawaghit itu. Bersabar dan yakinlah, sungguh Allah akan menaklukan negri ini dan memberikan kita tamkin di dalamnya, sebentar lagi dengan izin Allah.
Allah ta'ala berfirman, “Dan sungguh telah Kami tulis didalam Zabur sesudah (Kami tulis dalam) Lauh Mahfuzh, bahwasanya bumi ini dipusakai hamba-hambaKu yang saleh.” (QS. al Anbya: 105)
Jangan sampai kalian terpengaruh dengan orang-orang yang meninggalkan dan menelantarkan kalian. Kalian adalah Thaifah Manshurah, yang menang atas musuhnya, walhamdulillah. Maka bersabarlah atas keterasingan kalian.
Allah ta'ala berfirman, “Maka berperanglah kamu pada jalan Allah, tidaklah kamu dibebani melainkan dengan kewajiban kamu sendiri. Kobarkanlah semangat para mukmin (untuk berperang). Mudah-mudahan Allah menolak serangan orang-orang yang kafir itu. Allah amat besar kekuatan dan amat keras siksaan(Nya)”. (QS. an-Nisa: 84).
Tanya: Apa pesan yang ingin anda sampaikan untuk Nasrani di Mesir?
Jawab: Kami katakan kepada mereka, “Sungguh ketetapan Allah berlaku atas kalian, hukum Allah dan Rasul-Nya akan diterapkan pada kalian, sungguh kalian diberi tiga pilhan: Islam, Jizyah, dan perang. Senjata-senjata dan loyalitas kalian terhadap Thawaghit murtaddin pun bala tentaranya tidak akan bermanfaat bagi kalian. Mereka sendiri saja tidak bisa menjaga dirinya dari serangan junud Khilafah atas karunia Allah, lalu bagaimana bisa mereka menjaga kalian? Sungguh kekafiran dan kecongkakan kalian akan menyebabkan kebinasaan kalian dengan adzab Allah atau melalui tangan kami.
Tanya: Apa pesan anda untuk kaum muslimin di Mesir?
Jawab: Aku katakan kepada mereka, “berpegang teguhlah dengan kitab Allah dan sunnah RasulNya, gigitlah keduanya dengan kuat. Terapkan keduanya dalam kehidupan kalian, dan jangan takut kepada musuh. Yakinlah akan janji Allah untuk hamba-hamba-Nya yang beriman, “Mereka sekali-kali tidak akan dapat membuat mudharat kepada kamu, selain dari gangguan-gangguan celaan saja, dan jika mereka berperang dengan kamu, pastilah mereka berbalik melarikan diri ke belakang (kalah). Kemudian mereka tidak mendapat pertolongan” (QS. Ali Imran: 111)
Kami peringtakan dan mewanti-wanti kalian, jangan sekali-kali mendekati tempat-tempat kaum Nasrani, juga perkumpulan tentara dan polisi, pun tempat-tempat pemerintahan dan tempet perekonomian mereka. Jauhi tempat-tempat keberadaan rakyat negara-negara barat salibis, tempat menyebarnya mereka dan selainnya. Karena semua tempat ini merupakan target bagi kami, dan kami bisa menghantamnya kapan saja dengan izin Allah. Kami tidak rela salah satu dari kalian terkena imbas dari operasi kami atas orang-orang kafir dan musyrikin, maka jauhilah mereka. Beritahukan kepada mereka yang belum mengetahuinya, kita memohon kepada Allah keselamatan untuk kami dan kalian.
Tanya: Apa pesan yang anda sampaikan untuk Thawaghit Mesir?
Jawab: Aku katakan kepada musuh-musuh Allah, “Wahai kalian para thaghut pengecut. Kalian bertambah kafir dan sewena-wena, kalian berbuat kerusakan di bumi, kalian timpakan kepada umat Islam yang lemah siksaan yang pedih. Kalian ingin menutupi kekalahan dan kelemahan kalian dalam peperangan melawan junud Daulah Islamiyah, namun kalian tidak mungkin bisa. Kedok kalian telah terbongkar. Kami kan selalu mengintai kalian. Kemenangan adalah milik kami sebentar lagi dengan izin Allah. Maka nantilah sungguh kami bersama kalian juga menanti. Permintaan bantuan kalian kepada Yahudi tidak akan berguna dalam peperangan ini, mereka lebih buta dan lebih bodoh dari kalian. Mereka senantiasa kalah disetiap negri dimana mereka memerangi kami. Pertolongan tidak datang kecuali dari sisi Allah”.
Aku katakan kepada bala tentara Thaghut murtaddin, Bertaubatlah dari kemurtadan kalian dan berlepas dirilah dari pemerintahan ini, dan musuhilah mereka sebelum kalian tertangkap. Jika kami berhasil menangkap kalian, maka tidak ada balasan kecuali pembunuhan. Sungguh kami sangat mengetahui penyiksaan dan penekanan kalian atas muwahidin di penjara-penjara. Kalian telah terang-terangan menampakkan permusuhan dan peperangan kalian atas Allah, Rasul-Nya dan orang-orang beriman. Kami peringati kalian, jangan sekali-kali mengganggu sedikitpun keluarga mujahidin dan istri-istri mereka, mereka tidak sama seperti selainnya. Namun jika mata kalian buta, dan pendengaran kalian tuli dari peringatan ini, dan kalian malah sombong dan tidak berhenti dari perbuatan pengecut kalian ini. Maka kami bersumpah Demi Allah yang maha perkasa dan kuat, kalian tidak akan merasa aman meski sejenak dengan izin Allah yang maha Agung, kalian tidak akan beruntung sampai kapanpun. Allah maha Menang atas segala urusan-Nya akan tetapi kebanyakan manusia tidak mengetahuinya.
WAWANCARA BERSAMA AMIR JUNUD KHILAFAH DI MESIR
Tanya: Bisa anda jelaskan bagaimana keadaan junud Khilafah di Mesir dan bagaimana operasi mereka?
Jawab: Segala puji bagi Rabb semesta alam, shalawat serta salam terlimpahkan kepada yang diutus dengan pedang sebagai rahmat seluruh alam amma Ba’ad: Junud Khilafah di Mesir atas karunia Allah ta'ala, kekuatan mereka terus bertambah, meski semua agresi yang tertuju pada mereka namun operasi demi operasi mereka membuahkan hasil yang memuaskan dan mewujudkan target-target yang telah direncanakan, segala puji bagi Allah semata.
Tanya: Problem apa yang dihadapai mujahidin di Mesir?
Jawab: Problem terbesar yang dihadapi mujahidin di Mesir adalah hilangnya tauhid dari banyak jiwa manusia, khususnya dalam masalah legitimasi syariat, berhakim kepada selain syariat Allah, loyal kepada pelaku kesyirikan, memusuhi ahlul iman yang berperang agar hukum sematamata milik Allah Raja alam semesta, Allah ta’ala berfirman, “Ingatlah, menciptakan dan memerintah hanyalah hak Allah. Maha Suci Allah, Tuhan semesta alam”. (QS. al-A’raf: 54)
Sehingga keadaan para manusia itu sebagaimana keadaan kaum Fir’aun dimana Allah berfirman tentangnya, “Maka Fir’aun mempengaruhi kaumnya (dengan perkataan itu) lalu mereka patuh kepadanya. Karena sesungguhnya mereka adalah kaum yang fasik.”(QS. az-Zukhruf: 54) .
Thawaghit membutakan mereka dari dien yang benar, di satu saat menggunakan para Syaikh sesat dan menggunakan media rusak mereka di saat yang lain. Menjadikan manusia loyal kepada mereka dan memusuhi mujahidin dengan dalih Anti Terorisme. Ini adalah kemurtaddan dari dien Islam yang nyata, Maka wajib bagi mereka untuk segera bertaubat, setelah itu jangan sampai mereka mencari-cari celah mujahidin. Sebaliknya, mereka justru harus menutupinya, bahkan menolong mereka, dan keluar bersama mereka memerangi para thaghut itu, ini adalah jihad wajib atas mereka.
Tanya: Apa hubungan kalian dengan wilayah Sinai?
Jawab: Yang mengikat kami dengan junud Khilafah di wilayah Sinai adalah tali persaudaraan, tali kecintaan dan loyalitas, semoga Allah memberkati mereka. Kami semua junud Daulah Islamiyah di negri Sinai dan Mesir berperang agar kalimat Allah menjadi yang tertinggi, dari Mesir kita akan menaklukan Baitul Maqdis melalui Sinai, sebentar lagi dengan izin Allah, meskipun orang-orang kafir membencinya.
Tanya: Apa tujuan yang ingin kalian capai dengan menargtekan gereja-gereja?
Jawab: Penargetan gereja-gereja ini termasuk bentuk peperangan kami atas kekafiran dan para pelakunya. Itu semua demi memenuhi perintah Allah ta'ala, “Perangilah orang-orang yang tidak beriman kepada Allah dan tidak (pula) kepada hari kemudian, dan mereka tidak mengharamkan apa yang diharamkan oleh Allah dan Rasul-Nya dan tidak beragama dengan agama yang benar (agama Allah), (yaitu orang-orang) yang diberikan Al- Kitab kepada mereka, sampai mereka membayar jizyah dengan patuh sedang mereka dalam keadaan tunduk.” (QS. at-Taubah: 29)
Jika para nasrani muharibin itu mengira bahwa benteng mereka akan menghalangi mereka dari serangan junud Daulah Islam, maka hendaknya mereka mengetahui bahwa mujahidin memiliki pedang yang telah terhunus –dengan izin Allah- di atas leher mereka yang tidak akan meleset atau terhalangi oleh sesuatu pun dengan izin Allah, tiada daya dan kekuatan bagi kami kecuali dengan Allah.
Tanya: Apa respon terkait sejumlah operasi yang kalian lancarkan baik dari kalangan awam, Thawaghit, pasukan kemanan maupun ulama durjana?
Jawab: Kebanyakan respon dari mayoritas adalah mengingkari dan berlepas diri dari operasi-operasi ini secara khusus dan mengingkari peperangan kami atas Nasrani dan Thawagit pada umumnya. Mereka justru berbela sungkawa atas apa yang menimpa musyrikin, di bawah slogan hubungan saudara sebangsa dan selainnya. Padahal hal tersebut adalah bentuk loyalitas kepada kuffar dan musyrkin yang bisa mengeluarkan seseorang dari Millah. Barang siapa yang melakukan hal tersebut maka dia murtad dari Dien Islam, semua amalannya terhapus, jika mereka tidak segera bertaubat dan menyesal, sebelum datang suatu hari dari Allah yang tidak akan bisa ditolak kedatangannya. Adapun respon dari murtaddin baik dari tentara maupun polisi, seperti biasanya setiap kali selesai operasi yang dilancarkan mujahidin berhasil mereka membunuh, menangkap dan menyiksa demi meraih kerelaan komandan mereka di pemerintahan, dan tuan-tuan salibis mereka. Operasi ini menjadikan sebagian manusia mencemooh mereka, Nasrani dan murtaddin semakin membenci mereka, walhamdulillah. Meskipun kesewenang-wenangan ini memiliki efek positik bagi mujahidin dan efek negatif bagi mereka namun mereka tetap tidak bisa menghindarinya. Atas karunia Allah ta'ala setelah operasi demi operasi ini, Allah menyelamatkan mujahidin dari kebengisan dan penekanan murtaddin. Mereka tidak terkena gangguan sedikitpun walhamdulillah.
Firman-Nya, “Dan Allah menghalau orang-orang yang kafir itu yang keadaan mereka penuh kejengkelan, (lagi) mereka tidak memperoleh keuntungan apapun”. (QS. al Ahzab: 25).
Adapun para Masyayikh dan ulama thagwahit pun para penyeru kepada pintu neraka dengan berbagai perbedaaan madzahab, partai dan organisasinya, keadaan mereka sebagaimana firman Allah ta'ala, “maka perumpamaan mereka seperti anjing jika kamu menghalaunya diulurkannya lidahnya dan jika kamu membiarkannya dia mengulurkan lidahnya (juga).” (QS. al-A’raf: 176).
Dan kami katakan kepada mereka apa yang dikatakan Allah ta'ala kepada umaat yang lebih dahulu menempuh jalan mereka: “Sesungguhnya orangorang yang menyembunyikan apa yang telah diturunkan Allah, yaitu Al Kitab dan menjualnya dengan harga yang sedikit (murah), mereka itu sebenarnya tidak memakan (tidak menelan) ke dalam perutnya melainkan api, dan Allah tidak akan berbicara kepada mereka pada hari kiamat dan tidak mensucikan mereka dan bagi mereka siksa yang amat pedih”. (QS. al Baqarah: 174)
Tanya: Apa nasehat anda bagi muslimin di Mesir yang belum bisa bergabung ke barisan mujahidin?
Jawab: Aku katakan kepada kaum muslimin di Mesir para ahlu tauhid dan jihad yang mengetahui kebenaran dan mengikutinya, hidupkanlah dakwah tauhid dan jihad di jalan Allah, dan bergabunglah dengan saudara-saudara kalian di Daulah Islamiyah, dan bergabunglah dengan al-Jamaah (Khilafah). Namun jika kalian tidak mampu akan hal itu, maka mintalah tolong kepada Allah, ambilah persenjataan kalian, siapkan kekuatan semampu kalian, dan rencanakan operasi kalian dalam melawan Nasrani dan murtaddin. Guna menimpakan kerugian besar dan efek jera bagi mereka. Bersemangatlah untuk meraih kesyahidan di jalan Allah. Dan Ketahuilah bahwa tidak ada hasil dalam peperangan kita kecuali kemenangan, terbunuh dan syahid, Jangan sampai kalian rela menjadi tawanan bala tentara thawaghit itu. Bersabar dan yakinlah, sungguh Allah akan menaklukan negri ini dan memberikan kita tamkin di dalamnya, sebentar lagi dengan izin Allah.
Allah ta'ala berfirman, “Dan sungguh telah Kami tulis didalam Zabur sesudah (Kami tulis dalam) Lauh Mahfuzh, bahwasanya bumi ini dipusakai hamba-hambaKu yang saleh.” (QS. al Anbya: 105)
Jangan sampai kalian terpengaruh dengan orang-orang yang meninggalkan dan menelantarkan kalian. Kalian adalah Thaifah Manshurah, yang menang atas musuhnya, walhamdulillah. Maka bersabarlah atas keterasingan kalian.
Allah ta'ala berfirman, “Maka berperanglah kamu pada jalan Allah, tidaklah kamu dibebani melainkan dengan kewajiban kamu sendiri. Kobarkanlah semangat para mukmin (untuk berperang). Mudah-mudahan Allah menolak serangan orang-orang yang kafir itu. Allah amat besar kekuatan dan amat keras siksaan(Nya)”. (QS. an-Nisa: 84).
Tanya: Apa pesan yang ingin anda sampaikan untuk Nasrani di Mesir?
Jawab: Kami katakan kepada mereka, “Sungguh ketetapan Allah berlaku atas kalian, hukum Allah dan Rasul-Nya akan diterapkan pada kalian, sungguh kalian diberi tiga pilhan: Islam, Jizyah, dan perang. Senjata-senjata dan loyalitas kalian terhadap Thawaghit murtaddin pun bala tentaranya tidak akan bermanfaat bagi kalian. Mereka sendiri saja tidak bisa menjaga dirinya dari serangan junud Khilafah atas karunia Allah, lalu bagaimana bisa mereka menjaga kalian? Sungguh kekafiran dan kecongkakan kalian akan menyebabkan kebinasaan kalian dengan adzab Allah atau melalui tangan kami.
Tanya: Apa pesan anda untuk kaum muslimin di Mesir?
Jawab: Aku katakan kepada mereka, “berpegang teguhlah dengan kitab Allah dan sunnah RasulNya, gigitlah keduanya dengan kuat. Terapkan keduanya dalam kehidupan kalian, dan jangan takut kepada musuh. Yakinlah akan janji Allah untuk hamba-hamba-Nya yang beriman, “Mereka sekali-kali tidak akan dapat membuat mudharat kepada kamu, selain dari gangguan-gangguan celaan saja, dan jika mereka berperang dengan kamu, pastilah mereka berbalik melarikan diri ke belakang (kalah). Kemudian mereka tidak mendapat pertolongan” (QS. Ali Imran: 111)
Kami peringtakan dan mewanti-wanti kalian, jangan sekali-kali mendekati tempat-tempat kaum Nasrani, juga perkumpulan tentara dan polisi, pun tempat-tempat pemerintahan dan tempet perekonomian mereka. Jauhi tempat-tempat keberadaan rakyat negara-negara barat salibis, tempat menyebarnya mereka dan selainnya. Karena semua tempat ini merupakan target bagi kami, dan kami bisa menghantamnya kapan saja dengan izin Allah. Kami tidak rela salah satu dari kalian terkena imbas dari operasi kami atas orang-orang kafir dan musyrikin, maka jauhilah mereka. Beritahukan kepada mereka yang belum mengetahuinya, kita memohon kepada Allah keselamatan untuk kami dan kalian.
Tanya: Apa pesan yang anda sampaikan untuk Thawaghit Mesir?
Jawab: Aku katakan kepada musuh-musuh Allah, “Wahai kalian para thaghut pengecut. Kalian bertambah kafir dan sewena-wena, kalian berbuat kerusakan di bumi, kalian timpakan kepada umat Islam yang lemah siksaan yang pedih. Kalian ingin menutupi kekalahan dan kelemahan kalian dalam peperangan melawan junud Daulah Islamiyah, namun kalian tidak mungkin bisa. Kedok kalian telah terbongkar. Kami kan selalu mengintai kalian. Kemenangan adalah milik kami sebentar lagi dengan izin Allah. Maka nantilah sungguh kami bersama kalian juga menanti. Permintaan bantuan kalian kepada Yahudi tidak akan berguna dalam peperangan ini, mereka lebih buta dan lebih bodoh dari kalian. Mereka senantiasa kalah disetiap negri dimana mereka memerangi kami. Pertolongan tidak datang kecuali dari sisi Allah”.
Aku katakan kepada bala tentara Thaghut murtaddin, Bertaubatlah dari kemurtadan kalian dan berlepas dirilah dari pemerintahan ini, dan musuhilah mereka sebelum kalian tertangkap. Jika kami berhasil menangkap kalian, maka tidak ada balasan kecuali pembunuhan. Sungguh kami sangat mengetahui penyiksaan dan penekanan kalian atas muwahidin di penjara-penjara. Kalian telah terang-terangan menampakkan permusuhan dan peperangan kalian atas Allah, Rasul-Nya dan orang-orang beriman. Kami peringati kalian, jangan sekali-kali mengganggu sedikitpun keluarga mujahidin dan istri-istri mereka, mereka tidak sama seperti selainnya. Namun jika mata kalian buta, dan pendengaran kalian tuli dari peringatan ini, dan kalian malah sombong dan tidak berhenti dari perbuatan pengecut kalian ini. Maka kami bersumpah Demi Allah yang maha perkasa dan kuat, kalian tidak akan merasa aman meski sejenak dengan izin Allah yang maha Agung, kalian tidak akan beruntung sampai kapanpun. Allah maha Menang atas segala urusan-Nya akan tetapi kebanyakan manusia tidak mengetahuinya.