Rabu, 25 April 2018

WAWANCARA BERSAMA KOMANDAN MILITER WILAYAH HOMS

RUMIYAH 6 - WAWANCARA

WAWANCARA BERSAMA KOMANDAN MILITER WILAYAH HOMS

Tanya: Bagaimana kondisi front pertempuran di sekitar kota Tadmur sebelum penaklukkan, dan persiapan menaklukkannya?

Jawab: Junud Khilafah sebelumnya pernah menguasai kota Tadmur pada bulan Sya’ban 1436 H, dan pasukan Nushairi beserta milisi-milisi Rafidhah tidak sanggup untuk merebutnya kembali meski telah melancarkan puluhan serangan yang mengakibatkan ratusan personil tempur mereka tewas dan terluka, bahkan puluhan kendaraan mereka hancur, sampai akhirnya datang bantuan udara Rusia secara intensif dalam operasi militer mereka untuk menyerang kota yang dimulai dari bulan Jumadal Akhirah tahun 1437 H. Mereka mobilisasi ribuan pasukan darat mereka, dari pasukan rezim, milisi-milisi Rafidhah, dan infantri darat Rusia beserta para penasehat militernya, ditambah dengan bombardir intens, sehingga dalam sehari bisa berjatuhan sekitar 100 roket, bom birmil dan bom gas terhadap kota hanya dalam waktu sehari, mujahidin pun terpaksa mundur dari kota. Setelahnya, mujahidin kembali melancarkan serangkaian operasi atrisi, menguras energi musuh dengan taktik serangan ‘hit and run’, dan operasi militer skala besar terhadap sejumlah posisi tempur Nushairi di distrik Syair, Jazl dan sejumlah daerah dekat kota Tadmur. Kemudian operasi mujahidin berfokus di front timur. Hasil peperangan di Tadmur dan sekitarnya sejak Junud Khilafah menguasainya untuk pertama kalinya pada bulan Sya’ban 1436 H sampai awal bulan Rabi’ul Awwal 1438 H adalah sekitar 1700 tentara rezim dan militan Rafidhah tewas dan luka-luka, lalu tujuh tentara Rusia, diantaranya penasehat militer dan pilot helikopter tewas, sementara jumlah kendaraan yang berhasil dihancurkan dan menjadi rampasan perang Mujahidin mencapai 236 unit kendaraan. Diantaranya 71 buah Tank, 18 senapan mesin berat kaliber 23 mm, artilleri kaliber 57 mm, dua senapan mesin kaliber 14,5mm, 20 meriam artileri 122 mm dan 130 mm, dan banyak mobil 4x4 yang dilengkapi dengan senapan mesin berat. Satu helikopter Rusia juga berhasil ditembak jatuh, walillahilhamd.

Tanya: Berapa jumlah musuh di dalam Tadmur sebelum penaklukkan dan dimana saja posisi mereka?

Jawab: Rezim Nushairi beserta pasukan Rusia dan milisi-milisi Rafidhah yang membantunya menjadikan sejumlah daerah sebagai pos taktis utama bagi mereka, baik di dalam kota dan sekitarnya, guna memperkuat lini pertahanannya. Diantarantya pegunungan Tar, lumbung gandum kota, bukit Amiriyah, gunung Hayan, pun halnya distrik Jazal yang di dalamnya terdapat banyak pos taktis-pos taktis militer di atas bukit-bukit tinggi yang membentang di sepanjang jalan ke arahnya dan sangat kuat pertahanannya. Diantara pasukan yang menyokong rezim Nushairi adalah milisi-milisi Rafidhah dari Iran, Afghanistan, Irak, dan sejumlah personil dari Lajnah Sya’biyah, ditambah lagi pasukan Rusia. Pasukan Rusia yang jumlahnya sekitar puluhan itu berperan memberikan operasi ‘support’, mengkover dan melatih para tentara rezim yang ada di kota, yang jumlahnya sekitar 1500 sampai 2000 personil tempur, disokong dengan puluhan kendaraan lapis baja, tank-tank dan senjata berat. Padahal, Nushairi telah mengumpulkan seluruh pasukan ini untuk melancarkan serangan terhadap area kontrol mujahidin di wilayah al-Khair. Kota ini terbagi-bagi sesuai dengan milisi yang berada di dalamnya. Setiap milisi menguasai jalan atau suatu bangunan, dan menghiasinya dengan seruan-seruan syirik, dan meninggikan panji bendera mereka di atasnya, serta mendominasi daerah-daerah sekitarnya. Rafidhah juga membangun beberapa kuil mereka di dalam kota. Mereka curi semua barang-barang yang berada di dalamnya, bahkan sekedar tangki air. Kala itu kota ini dipenuhi oleh pos-pos batas ‘checkpoint’ militer, dan di dalamnya terdapat pangkalan militer pasukan khusus Rusia. Di samping itu, pelayanan publik juga sangatlah buruk.

Tanya: Bisa Anda ceritakan operasi penaklukkan kembali kota Tadmur? Bagaimana prosesnya dan apa saja hasilnya?

Jawab: Operasi militer ini dimulai pada hari Kamis, 8 Rabi’ul Awwal, dimana Junud Khilafah melancarkan serangan skala besar dan sengit terhadap pasukan Nushairi dan milisi-milisi Rafidhah loyalisnya, dengan front pertempuran yang membentang hingga sepanjang 200 km dari delapan arah. Atas karunia Allah operasi ini berhasil meraih kemajuan yang signifikan. Junud Khilafah berhasil menguasai kota Tadmur dan puluhan daerah di sekitarnya, di- tambah dengan kilang minyak dan gas, dan menguasai daerah yang luas di pinggiran timur Homs, memporak-pondakan angan-angan Nushairi untuk terus memperluas wilayahnya hingga jalan utama Tadmur - al-Khair dalam rangka memecahkan pengepungan yang dilakukan Mujahidin atas Nushairi di kota al-Khair dan bandara militernya. Kota Tadmur juga memiliki nilai vital penghubung antara wilayah Hama, Homs, dan Damaskus. Ia adalah jalan untuk menuju daerah-daerah kekuasaan Khilafah di Damaskus, Hama, Homs, al-Khair, dan Raqqah. Pun termasuk batu loncatan untuk menaklukkan sejumlah daerah yang dikuasai rezim. Pasukan Nushairi sebelumnya telah memperbanyak mobilisasi pasukan beberapa bulan yang lalu, mengadakan pertemuan-pertemuan bersama mereka yang mengeklaim sebagai para pembesar kabilah al-Khair dan Raqqah. Mereka telah mengumumkan pembentukan milisi Hasyad Asyair, meniru budak-budak Rafidhah dan kabilah-kabilah suku anteknya di Irak agar mereka menjadi budak Nushairi, diperalat untuk menjajah kembali kota al-Khair dimulai dari kota Tadmur –sebagaimana klaim mereka-. Sebaik-baik pertahanan adalah menyerang. Berlawanan dengan apa yang diinginkan Nushairi dan tidak sesuai dengan apa yang mereka sangka, bala tentara Allah dari kalangan muwahidin telah mempersiapkan kekuatan. Sembari meminta pertolongan kepada Allah mereka melancarkan serangan dengan skala besar di front pertempuran sepanjang 200 km secara kontinyu, sejumlah operasi ini dimulai pada malam hari dari distrik Huwaisis, dimana meletus baku tembak sengit secara terus menerus di daerah tersebut. Namun, pada fajar harinya berbeda dengan front-front lainnya, dimana sekelompok regu in-ghimasi telah siap menyerbu kuffar. Terdapat pula perintah bagi puluhan tank Junud Khilafah untuk menggempur pos-pos taktis pasukan Nushairi beserta milisi-milisi loyalisnya. Tank-tank ini juga ikut bergerak maju menggempur pos musuh guna mengkover masuknya regu in-ghimasi di benteng pertahanan kuffar di pos Talilah dan sekitar lumbung gandum Tadmur, serta gunung Hayan, gunung yang menyusahkan gerak ppesawat tempur Nushairi dan Rusia selama operasi berlangsungnya operasi militer mereka untuk merebut kembali kota Tadmur satu tahun yang lalu. Segala puji bagi Alla,h Junud Khilafah berhasil menguasai penuh gunung Hayan, pos-pos Talilah, dan pos-pos taktis yang berada di luimbung gandum selama hari pertama pertempuran. Setelahnya satu demi satu benteng Nushairi runtuh, di kilang Jihar, Jazal, Mahr, korporasi gas Hayan dan sejumlah titik mliter lainnya. Lumbung gandum pun takluk, padahal ini adalah benteng kuffar yang sangat kuat. Serangan mencekik Mujahidin semakin parah dengan takluknya gunung Tar. Maka datanglah perintah dengan cepat bagi pasukan Rusia yang berada di Tadmur untuk segera mundur. Kabar tentang mundurnya Wawancara Rusia dari peperangan bak petir yang menyambar Rafidhah dan Nushairi yang menganggap bahwa mereka tak akan terkalahkan dengan adanya bantuan pesawat, artilleri Rusia dan teropong penglihatan malam yang dibekali oleh mereka. Dikuasainya kota Tadmur adalah hal yang belum pernah diperkirakan sebelumnya, yang atas karunia Allah dan taufik-Nya bagi hamba-hamba-Nya dari kalangan Muwahidin hanya dalam jangka waktu empat hari saja kota ini berhasil ditaklukkan. Kekuatan pasukan Nushairi dan milisi-milisi Rafidhah runtuh dengan cepat di hadapan serangan mujahidin yang atas karunuia Allah menimpakan pada mereka kerugian yang amat besar. Sekitar 350 tentara rezim dan militan Rafidhah tewas dan luka-luka, 50 lainnya tertawan, satu pesawat tempur tertembak jatuh dan tiga pesawat hancur dihantam tembakan di hangar pesawat Bandara Militer T4. Sementara itu, mujahidin memperoleh rampasan perang lebih dari 50 unit tank, 28 meriam artileri dari berbagai kaliber, tujuh unit BMP, dan sejumlah sistem pelontar roket jarak jauh, empat pelontar roket ATGM, sejumlah roket Grad, roket ATGM Kornet, dan rudal tank, senapan mesin berat, serta banyak macam-macam amunisi. Segala puji bagi Allah atas karunia-Nya.

Tanya: Apa peran pasukan Istisyhadi dan In-ghimasi dalam penaklukan kota Tadmur dan peperangan setelahnya?

Jawab: Senjata mematikan setelah daya Allah dan kekuatan-Nya adalah amaliyah Istisyhadiyah. Pada hari ketiga peperangan, setelah taufik Allah operasi istisyhadiyah adalah senjata mematikan bagi kuffar dan selalu meneror mereka, dimana sang Kesatria Pemburu Syahadah, al-Akh Abu Bakar al-Khalidi –taqabbalahullah- mengendarai tank bermuatan material peledak menghajar lumbung gandum Tadmur, benteng kuffar yang paling kuat pertahanannya, tempat bermarkasnya milisi-milisi Syi’ah Fatimiyun Afghanistan dan Kataib Syuhada, serta pasukan lain yang dibimbing oleh komandan Rusia. Majunya sang istisyhadi membuat kuffar langsung mencari jalan kabur, namun al-Akh mendahului mereka dan menjadikan benteng mereka hancur berkeping-keping. Selang beberapa saat saja, Junud Khilafah pun sampai di ping- giran lumbung gandum, menyisir lokasi dari sisa pasukan musuh, dan maju ke perkebunan Tadmur bagian timur, sementara regu in-ghimasi berada di front gunung Tar dengan –meminta pertolongan dari Allah- maju ke arah targetnya untuk menaklukkan sejumlah pos taktis Nushairi di gunung dan sejumlah gudang senjata di Tadmur, menghimpit pasukan Nushairiyah di dalam kota dengan mengepungnya dari tiga arah dan menyisakan satu jalan sempit yang menuju distrik Dawah di utara.

Tanya: Setelah dikuasainya Tadmur, apa yang langsung dilakukan Mujahidin?

Jawab: Mujahidin memanfaatkan runtuhnya pertahanan Nushairi dan antek-anteknya untuk terus maju dari segala arah hingga sampai ke pinggiran bandara militer T4, dan setelahnya berhasil menguasai pos di persimpangan Qaryatain dan Masytal al-Hair, markas Batalyon Pertahanan Udara yang terletak di sekitar bandara dan menghimpit bandara dari tiga arah.

Tanya: Apa daerah-daerah penting yang dikuasai pasukan Daulah Islamiyah selama penyerangan?

Jawab: Di front barat laut kota Tadmur, ada distrik Huwaisis, Syair, Jazl, Jihar, Bukit Madfaiyah dan al-Abraj yang berada di sekitar distrik Jazl, ditambah gunung strategis yang terletak antara Jazl dan Syair. Di barat daya kota ada daerah Qashr Halabat, Gunung Hayan, yang membentang di sepanjang kota dan di atas jalur logistik pasukan rezim Nushairi. Dan di timur laut kota ada pos Irtawaziyah, bukit al-Burj dan al-Mahr, pos Irtawaziyah di sekitar Korporasi Gas Mahr yang terletak di timur bandara militer T4, barat Tadmur, 15 pos ‘checkpoint’ militer yang membentang antara Mahr dan Jihar, lumbung gandum Tadmur (yang dijadikan pasukan Rusia sebagai pos taktis dan pertahanan kuffar terkuat) dan juga 8 pos ‘chekpoint’ di sekitarnya, persimpangan Taliah timur kota. Dan di utara kota ada gunung strategis Tar juga gunung Antarah, gudang militer Tadmur, dan ini semua yang menyebabkan semakin terhimpitnya pasukan rezim Nushairi di dalam kota, dan dari arah selatan gunung strategis Hayan. Lalu dari arah barat Tadmur, ada markas Batalyon al-Mahjurah di timur laut bandara militer T4, setelahnya tibalah penaklukan Tadmur atas karunia Allah dan taufik-Nya pasca runtuhnya satu demi satu lini pertahanan kuffar akibat dikuasainya benteng Tadmur yang membentang atas seluruh kota dan juga bukit Amiriyah, komplek al Amiriyah utara kota, ditambah juga pintu masuk bagian timur kota hingga mengancam satu-satunya jalur logistik kuffar yang terkepung antara gunung Hayan dan Tar di barat laut dan barat daya kota yang dikuasai oleh mujahidin pada hari ketiga pertempuran. Dan dari barat kota Tadmur ada distrik Bayarat, Dawah, Segitiga Tadmur, sejumlah daerah dan kilang penting di antaranya adalah Korporasi Gas Mahr, kilang gas Jihar, kilang minyak Jazl dan sejumlah daerah yang berada di sekitarnya, serta Korporasi Gas Hayan. Akhirnya kota Tadmur berhasil diamankan secara sempurna setelah menguasai daerah hingga 40 km di barat kota. Wallilahil hamd. Hingga menghubungkan wilayah Hama dan kota Tadmur, sehingga front ribat mujahidin menjadi satu, dari Hama hingga Damaskus, dan jalan Internasional Tadmur-Damaskus. Pun persimpangan Jihar di timur bandara T4 dan sejumlah daerah serta benteng pertahanan kuffar di pegunungan yang terletak di utara bandara. 12 di antaranya di atas bukit yang menghubungkannya dengan Markas Batalyon Pertahanan Udara. Sementara di tenggara bandara, ada desa Marhiton, menara komunikasi Syriatel, ditrik Qashr al-Hair dan al-Masytal dekat distrik Baridah di selatan bandara militer T4, pun juga pos persimpangan yang menghubungkan antara kota Tadmur dan Qaryatain serta bandara T4. Di barat bandara juga ada desa Syarifah.

Tanya: Apa nilai nilai penting dan strategis Bandara Militer ini?

Jawab: Bandara T4 termasuk bandara militer terbesar di Syam, mampu menerbang landaskan pesawat-pesawat tempur dan pesawat bomber, juga dilengkapi dengan landasan pacu helikopter yang darinya operasi-operasi militer udara di atas langit pinggiran timur Homs mereka lancarkan. Bandara ini juga menjadi tempat pemberangkatan helikopter-helikopter logistik, lokasinya dekat dari kilang minyak dan gas alam di pinggiran timur Homs, memiliki peran selama bertahun-tahun dalam pertempuran melawan Daulah Islamiyah. Pasukan apapun yang hendak berusaha maju ke arah Tadmur akan diberangkatkan dari Bandara Militer ini.

Tanya: Apakah peran Shahawat–jika memang mereka ada di wilayah ini - dalam operasi-operasi militer di wilayah Homs dan sekitarnya?

Jawab: Sebagaimana kebiasaan mereka, Shahawat murtad bergerak untuk menolong saudara-saudara mereka dari kalangan Nushairi setelah pernyataan-pernyataan Amerika bahwa Rusia tidak akan mampu untuk menghadapai peperangan melawan Daulah Islamiyah. Amerika sangat bergantung dengan Shahawat yang mereka sebarkan di perbatasan imajiner guna bersiap melancarkan serangan pada Daulah Islamiyah untuk meringankan tekanan atas Nushairi. Shahawat bahkan meluncurkan operasi militer sandi Radd I’tibar dimana mereka menderita kekalahan telak beberapa bulan yang lalu di Qolamun timur. Waktu itu, Shahawat mengerahkan puluhan kendaraan tempur yang berangkat dari arah perbatasan imajiner di padang pasir Hamad asy-Syami, namun memasuki perangkap mujahidin berupa ladang ranjau yang menewaskan dan melukai sejumlah dari mereka, hingga akhirnya mereka mundur menuju pangkalan militer Amerika di kamp Rukban, markas yang dibuat untuk menjaga perbatasan Yordania. Serangan mereka tidak membuahkan hasil apapun. Alhamdulilah.

Tanya: Kenapa Korporasi Gas Hayan di pinggiran timur Homs diledakkan, dan apa nilai pentingnya kilang migas itu bagi Nushairi?

Jawab: Korporasi gas ini memproduksi lebih dari tiga juta meter Kubik gas alam per hari dan menjadi sumber ekonomi penting yang dimanfaatkan rezim Nushairi untuk menyokong operasi militer mereka. Di samping itu, kilang migas ini menyuplai energi listrik daerah selatan Syam, sehingga dengan menghancurkannya akan mengurangi sumber energi listrik dengan drastis di daerah kekuasaan rezim, belum lagi kerugian yang menimpanya dalam usaha mecari sumber energi pengganti.

Tanya: Bisa Anda ceritakan karamah dan pertolongan Allah dalam peperangan ini?

Jawab: Semua laporan menceritakan keruntuhan lini pertahanan pasukan Nushairi yang tidak pernah terbayangkan dalam waktu yang singkat meski adanya keberadaan pasukan Rusia dan partisipasi kuat milisi Rafidhah di daerah tersebut, penarikan Wawancara mundur pasukan musuh dalam skala besar, kondisi alam yang ekstrim, dan elevasi wilayah yang menyulitkan, khususnya di distrik Jazl yang dikenal dengan pegunungan yang besar dan banyak perbukitan itu, di samping persenjataan dan kekuatan militer yang ditempatkan Nushairi di daerah tersebut. Hanya dengan serangan-serangan kecil, mereka langsung melarikan diri, atas karunia Allah dan taufik-Nya untuk para mujahidin. Dan di sana terjadi kisah yang berperan besar setelah Allah azza wa jalla, dalam memporak porandakan barisan kuffar. Kami melihat pertolongan Allah dengan jelas, dimana al-Akh Istisyhadi bergerak maju dengan bom tanknya. Al-Akh bernama Abu Bakar al-Khair, menggempur lumbung gandum kota Tadmur, pertahanan kuffar terkuat di sekitar kota. Al-Akh bergerak maju selama 15 menit, melewati tanggul demi tanggul pertahanan musuh dan hujan bombardir mortir yang menargetkan kendaraaanya. Namun ia tetap maju, sementara Allah tetap menjaganya, hingga akhirnya ia mencapai target dan menghancurkan konsentrasi pasukan musuh dekat lumbung gandum. Asap tebal ledakan pun membumbung tinggi, bergerak hingga menutupi lumbung gandum. Setelahnya, asap tidak bergerak sama sekali, subhanallah, ia menutupi seluruh lumbung gandum dan tetap di tepatnya, menghalangi penglihatan kuffar. Setelahnya regu penyerang maju dan menguasai lumbung tersebut. Operasi ini memiliki peranan besar dalam serangan ofensif ikhwah mujahidin ke dalam kota dari arah komplek Amiriyah.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar