Selasa, 24 April 2018

KEPUTUSAN AMERIKA MEMERANGI DAULAH ISLAM

DABIQ 3 - KATA PENGANTAR

KEPUTUSAN AMERIKA MEMERANGI DAULAH ISLAM

Segala puji hanya bagi Allah, Rabb alam semesta. Shalawat serta salam semoga terlimpah kepada Rasul-Nya Muhammad, keluarganya dan shahabatnya.

Pada tanggal 11 Syawal 1435H (7 Agustus 2014), Amerika secara resmi memutuskan untuk ikut campur sekali lagi dalam urusan Umat Muslim dengan melancarkan serangan udara kepada Daulah Islam dan rakyatnya. Ada sejumlah peristiwa terkait yang coba dihindari pemerintahan Obama dan media barat saat mendiskusikan serangan tersebut dan konsekuensinya berupa eksekusi James Foley.

1) Amerika telah ikut campur di Iraq dengan menolong militer Maliki, Peshmerga, dan dewan Shahawat yang baru, dengan informasi, nasehat, dan senjata, sebelum serangan udara akhir-akhir ini. Telah terjadi pengintaian udara yang teratur di Anbar dan Nainawa.

2) Amerika telah ikut campur di Syam dengan mendukung kelompok-kelompok yang bersekutu dengannya dan “Saudi Arabia” melawan Daulah Islam. Kelompok-kelompok tersebut sekarang meminta dukungan dan bantuan lebih lanjut dari Amerika, yang –dengan izin Allah– akan berakhir sebagai ghanimah bagi Daulah Islam.

3) Amerika telah membunuh wanita, anak-anak, dan orang tua, selama penjajahan langsung di Iraq sebelum mereka menarik mundur pasukannya. Tak terhitung pasukan Amerika dari kalangan tentara Amerika dan Blackwater yang mengeksekusi keluarga dan memperkosa kehormatan para wanita. Keluarga Muslim dibunuh dengan dalih “collateral damage”*, di mana Amerika memperbolehkan hal itu untuk dirinya sendiri. Sehingga, jika seorang mujahid membunuh seorang laki-laki dengan pisau, maka itu adalah pembunuhan cara barbar terhadap orang tak berdosa. Sedangkan jika Amerika membunuh ribuan keluarga Muslim di seluruh dunia dengan menekan tombol missil, maka itu disebut “collateral damage”.

*Collateral damage adalah istilah untuk warga sipil yang tidak sengaja terluka/terbunuh ketika penyerangan suatu target dalam operasi militer.

4) Amerika telah diberitahu bahwa status James Foley sebagai tawanan Daulah Islam. Telah ada negosiasi sebelum serangan Amerika untuk membebaskan tawanan Muslim yang ditahan Amerika sebagai ganti dengan pembebasan Foley, tetapi mereka dengan sombong menolaknya.

5) Amerika mencoba misi penyelamatan di Wilayah Raqqah, yang berakhir dengan kegagalan karena sebagian anggota misi terluka dan mungkin terbunuh, jadi mereka kembali mengalami kegagalan dan bencana.

6) Setelah serangan udara resmi Amerika dimulai di Iraq, Daulah Islam mengirim pesan peringatan akan mengeksekusi James Foley sebagai akibat serangan udara. Ancaman ini ditanggapi Amerika tidak berbeda dengan sebelumnya.

7) Setelah menerima ancaman dan sebelum eksekusi, Obama bergegas menutup-nutupi fakta tersebut dari rakyatnya. Pemerintahannya segera meminta sejumlah media sosial untuk menutup semua akun Daulah Islam, termasuk akun pendukungnya.

8) Dalam pidatonya pada tanggal 20 Agustus 2014, Obama benar-benar menghindari penyebutan Steven Sotloff, sekali lagi menunjukkan kepada “orang-orangnya” bahwa kepentingan utama pemerintah Amerika adalah kepentingan Israel dan sekutunya, termasuk pasukan zionis Peshmerga. Baginya, hal itu lebih penting daripada nyawa rakyatnya.

Dan dengan izin Allah, Obama akan melanjutkan jejak pendahulunya, Bush, hanya akan menjadi ahli waris terburuk bagi pewaris terburuk pula, dan pada akhirnya akan menuju keruntuhan total dari Kekaisaran Modern Amerika.

Walhamdulillaahirabbil alamiin.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar