KHUTBAH JUM’AT AMIRUL MU’MININ SYAIKH ABU BAKAR AL-BAGHDADI DI KOTA MOSUL
Sajian Spesial, Khutbah Jum’at Khalifah Ibrahim, Amirul Mu’minin Di Daulah Islamiyah
Di Masjid Jami’ Al Kabir, Di Kota Mosul, 6 Ramadhan 1435 H
Alih Bahasa:
Ust. Abu Sulaiman Al Arkhabiliy
بسم الله الرحمن الرحيم
Khutbah Pertama
Sesungguhnya segala puji hanya milik Allah, kita memuji-Nya, meminta pertolongan-Nya, meminta ampunan-Nya serta kita berlindung kepada Allah dari kejahatan jiwa kita dan dari keburukan amalan kita. Siapa orangnya yang Allah berikan hidayah kepadanya, maka tiada seorang-pun yang bisa menyesatkannya, dan siapa orangnya yang Allah sesatkan, maka tiada seorang-pun yang bisa memberikan hidayah kepadanya. Saya bersaksi bahwa tiada ilah yang berhak diibadati kecuali Allah saja yang tidak ada sekutu bagi-Nya, dan saya bersaksi bahwa Muhammad itu adalah hamba dan utusan-Nya, semoga Allah Ta’ala melimpahkan shalawat dan salam kepadanya, kepada keluarganya dan kepada para sahabatnya.
يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُواْ اتَّقُواْ اللَّهَ حَقَّ تُقَاتِهِ وَلاَ تَمُوتُنَّ إِلاَّ وَأَنتُم مُّسْلِمُونَ
“Hai orang-orang yang beriman, bertaqwalah kepada Allah dengan sebenar-benar taqwa kepada-Nya; dan janganlah sekali-kali kamu mati melainkan dalam keadaan muslim.” (Ali ‘Imran: 102)
يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا اتَّقُوا اللَّهَ وَقُولُوا قَوْلا سَدِيدًا * يُصْلِحْ لَكُمْ أَعْمَالَكُمْ وَيَغْفِرْ لَكُمْ ذُنُوبَكُمْ وَمَن يُطِعْ اللَّهَ وَرَسُولَهُ فَقَدْ فَازَ فَوْزًا عَظِيمًا
“Hai orang-orang yang beriman, bertaqwalah kamu kepada Allah dan katakanlah perkataan yang benar, niscaya Allah memperbaiki bagimu amalan-amalanmu dan mengampuni bagimu dosa-dosamu. Dan barang siapa menaati Allah dan Rasul-Nya, maka sesungguhnya ia telah mendapat kemenangan yang besar.” (Al Ahzab: 70-71)
Amma ba’du,
Sesungguhnya sebaik-baiknya perkataan adalah Kitabullah dan sebaik-baiknya tuntunan adalah tuntunan Muhammad shallallahu ‘alaihi wa sallam, serta seburuk-buruknya urusan adalah apa yang diada-adakan, sedangkan setiap yang diada-adakan itu adalah bid’ah, dan setiap bid’ah adalah kesesatan, dan sedangkan setiap kesesatan itu di neraka.
يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُواْ كُتِبَ عَلَيْكُمُ الصِّيَامُ كَمَا كُتِبَ عَلَى الَّذِينَ مِن قَبْلِكُمْ لَعَلَّكُمْ تَتَّقُونَ * أَيَّامًا مَّعْدُودَاتٍ
“Hai orang-orang yang beriman, diwajibkan atas kamu berpuasa sebagaimana diwajibkan atas orang-orang sebelum kamu agar kamu bertaqwa, (yaitu) dalam beberapa hari yang tertentu.” (Al Baqarah: 183-184)
Dan berfirman:
شَهْرُ رَمَضَانَ الَّذِيَ أُنزِلَ فِيهِ الْقُرْآنُ هُدًى لِّلنَّاسِ وَبَيِّنَاتٍ مِّنَ الْهُدَى وَالْفُرْقَانِ فَمَن شَهِدَ مِنكُمُ الشَّهْرَ فَلْيَصُمْهُ
“(Beberapa hari yang ditentukan itu ialah) bulan Ramadan, bulan yang di dalamnya diturunkan (permulaan) Al Qur’an sebagai petunjuk bagi manusia dan penjelasan-penjelasan mengenai petunjuk itu dan pembeda (antara yang hak dan yang bathil). Karena itu, barang siapa di antara kamu hadir (di negeri tempat tinggalnya) di bulan itu, maka hendaklah ia berpuasa pada bulan itu,” (Al Baqarah: 185)
Wahai kaum muslimin,
Sesungguhnya sampai ke bulan Ramadhan adalah nikmat yang besar dan karunia yang agung dari Allah Ta’ala, bulan yang awalnya adalah rahmat, pertengahannya adalah ampunan, dan penghujungnya adalah pemerdekaan dari api neraka.
Bulan yang barangsiapa melaksanakan shaum di dalamnya dalam rangka keimanan dan pengharapan apa yang di sisi Allah, maka diampuni apa yang telah lalu dari dosanya, dan barangsiapa melakukan qiyam (shalat malam) di dalamnya maka diampuni apa yang telah lalu dari dosanya.
Dari Abu Hurairah radliyallahu ‘anhu berkata: Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam berkata:
مَن صام رمضان إيمانًا واحتسابًا: غُفِر له ما تقدّم مِن ذنبه، ومَن قام رمضان إيمانًا واحتسابًا: غُفِر له ما تقدّم مِن ذنبه
“Bulan yang barangsiapa melaksanakan shaum Ramadhan dalam rangka keimanan dan pengharapan apa yang di sisi Allah, maka diampuni apa yang telah lalu dari dosanya, dan barangsiapa melakukan qiyam (shalat malam) di bulan Ramadhan maka diampuni apa yang telah lalu dari dosanya.”
Bulan yang bila ia telah masuk, maka dibukakanlah pintu-pintu surga dan ditutuplah pintu-pintu neraka serta dibelenggulah syaitan-syaitan. Bulan yang di dalamnya ada satu malam yang lebih baik dari seribu bulan, dan siapa yang terhalang dari mendapatkannya maka terhalanglah dia dari segala kebaikan.
لَيْلَةُ الْقَدْرِ خَيْرٌ مِّنْ أَلْفِ شَهْرٍ * تَنَزَّلُ الْمَلائِكَةُ وَالرُّوحُ فِيهَا بِإِذْنِ رَبِّهِم مِّن كُلِّ أَمْرٍ * سَلامٌ هِيَ حَتَّى مَطْلَعِ الْفَجْرِ *
“Malam kemuliaan itu lebih baik dari seribu bulan. Pada malam itu turun malaikat-malaikat dan malaikat Jibril dengan izin Rabbnya untuk mengatur segala urusan. Malam itu (penuh) kesejahteraan sampai terbit fajar.” (Al Qadr: 3-5)
Bulan yang di dalamnya Allah memiliki orang-orang yang dimerdekakan, orang-orang yang dimerdekakan dari api neraka, dan itu adalah pada setiap malam, bulan yang dibuka di dalamnya pasar jihad, di mana Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam di dalam bulan ini menyematkan panji-panji dan mengirimkan pasukan-pasukan untuk memerangi musuh-musuh Allah, untuk menjihadi kaum musyrikin, maka gunakanlah kesempatan di bulan yang mulia ini wahai hamba-hamba Allah dalam ketaatan kepada Allah; karena di dalamnya segala pahala dilipat-gandakan.
وَفِي ذَلِكَ فَلْيَتَنَافَسِ الْمُتَنَافِسُونَ
“Dan untuk yang demikian itu hendaknya orang berlomba-lomba.” (Al Muthaffifin: 26)
Wahai kaum muslimin,
Sesungguhnya Allah Tabaraka wa Ta’ala telah menciptakan kita untuk mentauhidkan-Nya, mengibadati-Nya dan menegakkan dien-Nya.
Allah Ta’ala berfirman:
وَمَا خَلَقْتُ الْجِنَّ وَالإِنسَ إِلاَّ لِيَعْبُدُونِ
“Dan Aku tidak menciptakan jin dan manusia melainkan supaya mereka menyembah-Ku.” (Adz Dzariyat: 56)
Dan Allah Tabaraka Wa Ta’ala telah memerintahkan kita untuk memerangi musuh-musuh-Nya dan untuk berjihad di jalan-Nya; dalam perealisasian hal itu dan dalam penegakan dien.
Allah Ta’ala berfirman:
كُتِبَ عَلَيْكُمُ الْقِتَالُ وَهُوَ كُرْهٌ لَّكُمْ
“Diwajibkan atas kamu berperang, padahal berperang itu adalah sesuatu yang kamu benci.” (Al Baqarah: 216)
Dan berfirman:
وَقَاتِلُوهُمْ حَتَّى لاَ تَكُونَ فِتْنَةٌ وَيَكُونَ الدِّينُ كُلُّهُ لِلَّه
“Dan perangilah mereka, supaya jangan ada fitnah dan supaya agama itu semata-mata untuk Allah.” (Al An’am: 39)
Wahai manusia,
Sesungguhnya dienullah Tabaraka wa Ta’ala itu tidak bisa ditegakkan dan tidak bisa juga direalisasikan tujuan yang karenanya Allah telah menciptakan kita; kecuali dengan pemberlakuan syari’at Allah, tahakum (berhukum) kepadanya, dan penegakkan hudud, sedangkan hal itu tidak bisa terwujud kecuali dengan kekuatan dan pemerintahan.
Allah Ta’ala berfirman:
لَقَدْ أَرْسَلْنَا رُسُلَنَا بِالْبَيِّنَاتِ وَأَنزَلْنَا مَعَهُمُ الْكِتَابَ وَالْمِيزَانَ لِيَقُومَ النَّاسُ بِالْقِسْطِ وَأَنزَلْنَا الْحَدِيدَ فِيهِ بَأْسٌ شَدِيدٌ وَمَنَافِعُ لِلنَّاسِ وَلِيَعْلَمَ اللَّهُ مَن يَنصُرُهُ وَرُسُلَهُ بِالْغَيْبِ إِنَّ اللَّهَ قَوِيٌّ عَزِيزٌ
“Sesungguhnya Kami telah mengutus rasul-rasul Kami dengan membawa bukti-bukti yang nyata dan telah Kami turunkan bersama mereka Al Kitab dan neraca (keadilan) supaya manusia dapat melaksanakan keadilan. Dan Kami ciptakan besi yang padanya terdapat kekuatan yang hebat dan berbagai manfaat bagi manusia, (supaya mereka mempergunakan besi itu) dan supaya Allah mengetahui siapa yang menolong (agama) Nya dan rasul-rasul-Nya padahal Allah tidak dilihatnya. Sesungguhnya Allah Maha Kuat lagi Maha Perkasa.” (Al Hadid: 25)
Inilah pilar tegaknya dien: Kitab yang membimbing dan pedang yang membela, dan sesungguhnya saudara-saudara kalian yang berjihad telah diberikan karunia kemenangan dan penaklukan oleh Allah Tabaraka wa Ta’ala, dan Dia telah memberikan kepada mereka tamkin setelah bertahun-tahun di dalam jihad dan sabar serta menghadapi musuh-musuh Allah, dan Allah-pun memberikan kepada mereka taufiq dan tamkin untuk mencapai tujuan mereka; kemudian merekapun bergegas mendeklarasikan khilafah dan pengangkatan imam, sedangkan ini adalah wajib atas kaum muslimin, kewajiban yang telah diterlantarkan sejak berabad-abad dan telah lenyap dari dunia nyata, sehingga banyak kaum muslimin tidak mengetahui kewajiban ini, yang mana mereka itu -yaitu kaum muslimin- berdosa dengan sebab penelantaran dan penyia-nyiaannya, dan wajib atas mereka untuk selalu berupaya untuk menegakkannya.
Dan inilah sekarang mereka telah menegakkannya walillahil hamdu wal minnah, dan sungguh saya telah diuji dengan urusan besar ini, saya telah diuji dengan amanah ini; amanah yang berat, dimana saya diangkat untuk memimpin anda sekalian padahal saya ini bukan orang terbaik di antara kalian dan bukan pula orang yang lebih utama dari kalian, maka bila kalian melihatku di atas kebenaran, maka bantulah saya, dan bila kalian meliahtku di atas kebathilan, maka nasehatilah saya dan luruskanlah saya.
Taatilah saya selagi saya taat kepada Allah dalam mengurusi kalian, dan bila saya maksiat kepada-Nya, maka tidak ada ketaatan kepadaku atas diri kalian. Dan sesungguhnya saya tidak menjanjikan kepada kalian seperti apa yang dijanjikan para raja dan para penguasa kepada para pengikut dan rakyatnya; berupa kesejahteraan, kenyamanan, keamanan dan kesentausaan, akan tetapi yang saya janjikan kepada kalian hanyalah apa yang Allah Tabaraka wa Ta’ala janjikan kepada hamba-hamba-Nya yang beriman:
وَعَدَ اللَّهُ الَّذِينَ آمَنُوا مِنكُمْ وَعَمِلُوا الصَّالِحَاتِ لَيَسْتَخْلِفَنَّهُم فِي الأَرْضِ كَمَا اسْتَخْلَفَ الَّذِينَ مِن قَبْلِهِمْ وَلَيُمَكِّنَنَّ لَهُمْ دِينَهُمُ الَّذِي ارْتَضَى لَهُمْ وَلَيُبَدِّلَنَّهُم مِّن بَعْدِ خَوْفِهِمْ أَمْنًا يَعْبُدُونَنِي لا يُشْرِكُونَ بِي شَيْئًا وَمَن كَفَرَ بَعْدَ ذَلِكَ فَأُولَئِكَ هُمُ الْفَاسِقُونَ
“Dan Allah telah berjanji kepada orang-orang yang beriman di antara kamu dan mengerjakan amAl-amal yang shalih bahwa Dia sungguh-sungguh akan menjadikan mereka berkuasa dimuka bumi, sebagaimana Dia telah menjadikan orang-orang sebelum mereka berkuasa, dan sungguh Dia akan meneguhkan bagi mereka agama yang telah diridhai-Nya untuk mereka, dan Dia benar-benar akan menukar (keadaan) mereka, sesudah mereka dalam ketakutan menjadi aman sentausa. Mereka tetap menyembah-Ku dengan tiada mempersekutukan sesuatu apapun dengan Aku. Dan barangsiapa yang (tetap) kafir sesudah (janji) itu, maka mereka itulah orang-orang yang fasik.” (An Nur: 55)
Dan berfirman:
وَلاَ تَهِنُوا وَلاَ تَحْزَنُوا وَأَنتُمُ الأَعْلَوْنَ إِن كُنتُم مُّؤْمِنِينَ
“Janganlah kamu bersikap lemah, dan janganlah (pula) kamu bersedih hati, padahal kamulah orang-orang yang paling tinggi (derajatnya), jika kamu orang-orang yang beriman.” (Ali ‘Imran: 139)
Dan berfirman:
إِن يَنصُرْكُمُ اللَّهُ فَلاَ غَالِبَ لَكُمْ
“Jika Allah menolong kamu, maka tak adalah orang yang dapat mengalahkan kamu;” (Ali Imran: 160)
Dan berfirman:
وَكَانَ حَقًّا عَلَيْنَا نَصْرُ الْمُؤْمِنِينَ
“Dan Kami selalu berkewajiban menolong orang-orang yang beriman.” (An Nur: 47)
Dan berfirman:
وَلِلَّهِ الْعِزَّةُ وَلِرَسُولِهِ وَلِلْمُؤْمِنِينَ وَلَكِنَّ المُنَافِقِينَ لَا يَعْلَمُونَ
“Padahal kekuatan itu hanyalah bagi Allah, bagi Rasul-Nya dan bagi orang-orang beriman,” (Al Munafiqun: 8)
Inilah apa yang dijanjikan Allah, dan bila kalian menginginkan apa yang Allah janjikan, maka bertaqwalah kepada Allah dan taatlah kepada-Nya, bertaqwalah kepada Allah Yang Maha Agung dalam segala hal dan dalam semua keadaan, komitmenlah di atas Al Haq dan pegang-teguhlah Al haq itu baik dalam hal yang kalian sukai maupun dalam hal yang tidak kalian sukai.
Bila kalian menginginkan apa yang Allah janjikan, maka berjihadlah di jalan Allah, kobarkanlah semangat jihad di tengah kaum mu’minin dan sabarlah di atas kesulitan itu. Dan seandainya kalian mengetahui apa yang ada pada jihad itu berupa pahala, kemuliaan, kejayaan dan keagungan di dunia dan akhirat; tentu tidak ada seorangpun di antara kalian yang duduk-duduk atau absen dari jihad; karena ia adalah perniagaan yang telah Allah tunjukkan dan dengannya Allah menyelamatkan dari kehinaan serta memasukan dengannya ke dalam kemuliaan di dunia dan akhirat.
تُؤْمِنُونَ بِاللَّهِ وَرَسُولِهِ وَتُجَاهِدُونَ فِي سَبِيلِ اللَّهِ بِأَمْوَالِكُمْ وَأَنفُسِكُمْ ذَلِكُمْ خَيْرٌ لَّكُمْ إِن كُنتُمْ تَعْلَمُونَ * يَغْفِرْ لَكُمْ ذُنُوبَكُمْ وَيُدْخِلْكُمْ جَنَّاتٍ تَجْرِي مِن تَحْتِهَا الأَنْهَارُ وَمَسَاكِنَ طَيِّبَةً فِي جَنَّاتِ عَدْنٍ ذَلِكَ الْفَوْزُ الْعَظِيمُ * وَأُخْرَى تُحِبُّونَهَا نَصْرٌ مِّنَ اللَّهِ وَفَتْحٌ قَرِيبٌ وَبَشِّرِ الْمُؤْمِنِينَ
“(yaitu) kamu beriman kepada Allah dan Rasul-Nya dan berjihad di jalan Allah dengan harta dan jiwamu. Itulah yang lebih baik bagi kamu jika kamu mengetahuinya, niscaya Allah akan mengampuni dosa-dosamu dan memasukkan kamu ke dalam surga yang mengalir di bawahnya sungai-sungai, dan (memasukkan kamu) ke tempat tinggal yang baik di dalam surga Adn. Itulah keberuntungan yang besar. Dan (ada lagi) karunia yang lain yang kamu sukai (yaitu) pertolongan dari Allah dan kemenangan yang dekat (waktunya). Dan sampaikanlah berita gembira kepada orang-orang yang beriman.” (Ash Shaff: 11-13)
Saya katakan apa yang saya katakan ini, dan saya memohon ampunan kepada Allah bagi saya dan bagi kalian, maka berdoalah kepada Allah sedangkan kalian penuh keyakinan dengan pengkabulan.
Khutbah Kedua
Segala puji hanya bagi Allah dengan sebenar-benarnya pujian, shalawat dan salam semoga dilimpahkan kepada orang yang yang tidak ada Nabi lagi sesudahnya, juga kepada keluarganya, para sahabatnya, barisannya dan bala tentaranya serta orang-orang yang mengikuti mereka dengan baik sampai hari perjumpaan dan pembalasan. Tidak ada ilah yang haq kecuali Allah yang tidak ada sekutu bagi-Nya, Dia telah menunaikan janji-Nya, menolong bala-tentara-Nya, dan telah mengalahkan pasukan sekutu sendirian. Tidak ada ilah yang haq kecuali Allah yang tidak ada sekutu bagi-Nya, seraya (kami) memurnikan seluruh ketundukkan kepada-Nya, walaupun orang-orang kafir tidak menyukainya.
Wahai hamba-hamba Allah,
Tegakkanlah dien kalian, dan bertaqwlah kepada Allah dengan sebenar-benarnya ketaqwaan; tentu Dia pasti menjayakan kalian di dunia dan di akhirat, bila kalian mendapatkan keamanan, maka bertaqwalah kepada Allah, bila kalian menginginkan karunia rizqi, maka bertaqwalah kepada Allah, dan bila kalian mengingkan kehidupan yang mulia, maka bertaqwalah kepada Allah dan berjihadlah di jalan Allah. Kami memohon kepada Allah Yang Maha Agung Rabb ‘Arsy yang agung agar menyatukan kalimat kalian, menyatukan hati kalian dan membimbing kalian kepada kebaikan yang Dia cintai dan Dia ridhai.
Ya Allah jayakanlah Islam dan kaum muslimin, hinakanlah kesyirikan dan kaum musyrikin, dan tolonglah hamba-hamba-Mu yang berjihad lagi bertauhid di belahan timur dan barat bumi. Ya Allah tepatkanlah tembakan mereka dan tepatkanlah pendapat mereka. Ya Allah siapkanlah bagi mereka kelurusan dari urusan mereka dan jadikanlah pertolongan-Mu yang baik sebagai bala bantuan bagi mereka.
Ya Allah, Wahai Dzat yang membolak-balikkan hati; teguhkanlah hati kami di atas dien-Mu. Ya Allah, wahai Dzat yang memalingkan hati, palingkanlah hati kami kepada ketaatan kepada-Mu. Ya Allah sucikanlah hati kami dari nifaq dan sucikanlah amalan kami dari riya, dan sucikanlah lisan kami dari dusta, serta sucikanlah mata kami dari khianat.
Ya Allah sesungguhnya kami memohon kepada Engkau keimanan yang jujur, hati yang khusyu’ dan amalan yang diterima. Ya Allah sesungguhnya kami memohon kepada Engkau ampunan dan ‘afiyah serta keterjagaan yang selalu pada dien dan dunia.
Ya Allah jadikanlah perkumpulan kami ini perkumpulan yang dirahmati dan jadikanlah perpisahan kami ini sesudahnya sebagai perpisahan yang penuh berkah lagi dilindungi. Dan janganlah Engkau jadikan di tengah kami ini dan bersama kami ini orang yang binasa dan orang yang terhalang dari kebaikan.
Dan akhir seruan kami adalah Alhamdulillahi Rabbil ‘Alamin. Semoga shalawat dan salam juga barakah Allah limpahkan kepada Nabi kita Muhammad...
Al-Furqan Media
Sajian Spesial, Khutbah Jum’at Khalifah Ibrahim, Amirul Mu’minin Di Daulah Islamiyah
Di Masjid Jami’ Al Kabir, Di Kota Mosul, 6 Ramadhan 1435 H
Alih Bahasa:
Ust. Abu Sulaiman Al Arkhabiliy
بسم الله الرحمن الرحيم
Khutbah Pertama
Sesungguhnya segala puji hanya milik Allah, kita memuji-Nya, meminta pertolongan-Nya, meminta ampunan-Nya serta kita berlindung kepada Allah dari kejahatan jiwa kita dan dari keburukan amalan kita. Siapa orangnya yang Allah berikan hidayah kepadanya, maka tiada seorang-pun yang bisa menyesatkannya, dan siapa orangnya yang Allah sesatkan, maka tiada seorang-pun yang bisa memberikan hidayah kepadanya. Saya bersaksi bahwa tiada ilah yang berhak diibadati kecuali Allah saja yang tidak ada sekutu bagi-Nya, dan saya bersaksi bahwa Muhammad itu adalah hamba dan utusan-Nya, semoga Allah Ta’ala melimpahkan shalawat dan salam kepadanya, kepada keluarganya dan kepada para sahabatnya.
يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُواْ اتَّقُواْ اللَّهَ حَقَّ تُقَاتِهِ وَلاَ تَمُوتُنَّ إِلاَّ وَأَنتُم مُّسْلِمُونَ
“Hai orang-orang yang beriman, bertaqwalah kepada Allah dengan sebenar-benar taqwa kepada-Nya; dan janganlah sekali-kali kamu mati melainkan dalam keadaan muslim.” (Ali ‘Imran: 102)
يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا اتَّقُوا اللَّهَ وَقُولُوا قَوْلا سَدِيدًا * يُصْلِحْ لَكُمْ أَعْمَالَكُمْ وَيَغْفِرْ لَكُمْ ذُنُوبَكُمْ وَمَن يُطِعْ اللَّهَ وَرَسُولَهُ فَقَدْ فَازَ فَوْزًا عَظِيمًا
“Hai orang-orang yang beriman, bertaqwalah kamu kepada Allah dan katakanlah perkataan yang benar, niscaya Allah memperbaiki bagimu amalan-amalanmu dan mengampuni bagimu dosa-dosamu. Dan barang siapa menaati Allah dan Rasul-Nya, maka sesungguhnya ia telah mendapat kemenangan yang besar.” (Al Ahzab: 70-71)
Amma ba’du,
Sesungguhnya sebaik-baiknya perkataan adalah Kitabullah dan sebaik-baiknya tuntunan adalah tuntunan Muhammad shallallahu ‘alaihi wa sallam, serta seburuk-buruknya urusan adalah apa yang diada-adakan, sedangkan setiap yang diada-adakan itu adalah bid’ah, dan setiap bid’ah adalah kesesatan, dan sedangkan setiap kesesatan itu di neraka.
يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُواْ كُتِبَ عَلَيْكُمُ الصِّيَامُ كَمَا كُتِبَ عَلَى الَّذِينَ مِن قَبْلِكُمْ لَعَلَّكُمْ تَتَّقُونَ * أَيَّامًا مَّعْدُودَاتٍ
“Hai orang-orang yang beriman, diwajibkan atas kamu berpuasa sebagaimana diwajibkan atas orang-orang sebelum kamu agar kamu bertaqwa, (yaitu) dalam beberapa hari yang tertentu.” (Al Baqarah: 183-184)
Dan berfirman:
شَهْرُ رَمَضَانَ الَّذِيَ أُنزِلَ فِيهِ الْقُرْآنُ هُدًى لِّلنَّاسِ وَبَيِّنَاتٍ مِّنَ الْهُدَى وَالْفُرْقَانِ فَمَن شَهِدَ مِنكُمُ الشَّهْرَ فَلْيَصُمْهُ
“(Beberapa hari yang ditentukan itu ialah) bulan Ramadan, bulan yang di dalamnya diturunkan (permulaan) Al Qur’an sebagai petunjuk bagi manusia dan penjelasan-penjelasan mengenai petunjuk itu dan pembeda (antara yang hak dan yang bathil). Karena itu, barang siapa di antara kamu hadir (di negeri tempat tinggalnya) di bulan itu, maka hendaklah ia berpuasa pada bulan itu,” (Al Baqarah: 185)
Wahai kaum muslimin,
Sesungguhnya sampai ke bulan Ramadhan adalah nikmat yang besar dan karunia yang agung dari Allah Ta’ala, bulan yang awalnya adalah rahmat, pertengahannya adalah ampunan, dan penghujungnya adalah pemerdekaan dari api neraka.
Bulan yang barangsiapa melaksanakan shaum di dalamnya dalam rangka keimanan dan pengharapan apa yang di sisi Allah, maka diampuni apa yang telah lalu dari dosanya, dan barangsiapa melakukan qiyam (shalat malam) di dalamnya maka diampuni apa yang telah lalu dari dosanya.
Dari Abu Hurairah radliyallahu ‘anhu berkata: Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam berkata:
مَن صام رمضان إيمانًا واحتسابًا: غُفِر له ما تقدّم مِن ذنبه، ومَن قام رمضان إيمانًا واحتسابًا: غُفِر له ما تقدّم مِن ذنبه
“Bulan yang barangsiapa melaksanakan shaum Ramadhan dalam rangka keimanan dan pengharapan apa yang di sisi Allah, maka diampuni apa yang telah lalu dari dosanya, dan barangsiapa melakukan qiyam (shalat malam) di bulan Ramadhan maka diampuni apa yang telah lalu dari dosanya.”
Bulan yang bila ia telah masuk, maka dibukakanlah pintu-pintu surga dan ditutuplah pintu-pintu neraka serta dibelenggulah syaitan-syaitan. Bulan yang di dalamnya ada satu malam yang lebih baik dari seribu bulan, dan siapa yang terhalang dari mendapatkannya maka terhalanglah dia dari segala kebaikan.
لَيْلَةُ الْقَدْرِ خَيْرٌ مِّنْ أَلْفِ شَهْرٍ * تَنَزَّلُ الْمَلائِكَةُ وَالرُّوحُ فِيهَا بِإِذْنِ رَبِّهِم مِّن كُلِّ أَمْرٍ * سَلامٌ هِيَ حَتَّى مَطْلَعِ الْفَجْرِ *
“Malam kemuliaan itu lebih baik dari seribu bulan. Pada malam itu turun malaikat-malaikat dan malaikat Jibril dengan izin Rabbnya untuk mengatur segala urusan. Malam itu (penuh) kesejahteraan sampai terbit fajar.” (Al Qadr: 3-5)
Bulan yang di dalamnya Allah memiliki orang-orang yang dimerdekakan, orang-orang yang dimerdekakan dari api neraka, dan itu adalah pada setiap malam, bulan yang dibuka di dalamnya pasar jihad, di mana Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam di dalam bulan ini menyematkan panji-panji dan mengirimkan pasukan-pasukan untuk memerangi musuh-musuh Allah, untuk menjihadi kaum musyrikin, maka gunakanlah kesempatan di bulan yang mulia ini wahai hamba-hamba Allah dalam ketaatan kepada Allah; karena di dalamnya segala pahala dilipat-gandakan.
وَفِي ذَلِكَ فَلْيَتَنَافَسِ الْمُتَنَافِسُونَ
“Dan untuk yang demikian itu hendaknya orang berlomba-lomba.” (Al Muthaffifin: 26)
Wahai kaum muslimin,
Sesungguhnya Allah Tabaraka wa Ta’ala telah menciptakan kita untuk mentauhidkan-Nya, mengibadati-Nya dan menegakkan dien-Nya.
Allah Ta’ala berfirman:
وَمَا خَلَقْتُ الْجِنَّ وَالإِنسَ إِلاَّ لِيَعْبُدُونِ
“Dan Aku tidak menciptakan jin dan manusia melainkan supaya mereka menyembah-Ku.” (Adz Dzariyat: 56)
Dan Allah Tabaraka Wa Ta’ala telah memerintahkan kita untuk memerangi musuh-musuh-Nya dan untuk berjihad di jalan-Nya; dalam perealisasian hal itu dan dalam penegakan dien.
Allah Ta’ala berfirman:
كُتِبَ عَلَيْكُمُ الْقِتَالُ وَهُوَ كُرْهٌ لَّكُمْ
“Diwajibkan atas kamu berperang, padahal berperang itu adalah sesuatu yang kamu benci.” (Al Baqarah: 216)
Dan berfirman:
وَقَاتِلُوهُمْ حَتَّى لاَ تَكُونَ فِتْنَةٌ وَيَكُونَ الدِّينُ كُلُّهُ لِلَّه
“Dan perangilah mereka, supaya jangan ada fitnah dan supaya agama itu semata-mata untuk Allah.” (Al An’am: 39)
Wahai manusia,
Sesungguhnya dienullah Tabaraka wa Ta’ala itu tidak bisa ditegakkan dan tidak bisa juga direalisasikan tujuan yang karenanya Allah telah menciptakan kita; kecuali dengan pemberlakuan syari’at Allah, tahakum (berhukum) kepadanya, dan penegakkan hudud, sedangkan hal itu tidak bisa terwujud kecuali dengan kekuatan dan pemerintahan.
Allah Ta’ala berfirman:
لَقَدْ أَرْسَلْنَا رُسُلَنَا بِالْبَيِّنَاتِ وَأَنزَلْنَا مَعَهُمُ الْكِتَابَ وَالْمِيزَانَ لِيَقُومَ النَّاسُ بِالْقِسْطِ وَأَنزَلْنَا الْحَدِيدَ فِيهِ بَأْسٌ شَدِيدٌ وَمَنَافِعُ لِلنَّاسِ وَلِيَعْلَمَ اللَّهُ مَن يَنصُرُهُ وَرُسُلَهُ بِالْغَيْبِ إِنَّ اللَّهَ قَوِيٌّ عَزِيزٌ
“Sesungguhnya Kami telah mengutus rasul-rasul Kami dengan membawa bukti-bukti yang nyata dan telah Kami turunkan bersama mereka Al Kitab dan neraca (keadilan) supaya manusia dapat melaksanakan keadilan. Dan Kami ciptakan besi yang padanya terdapat kekuatan yang hebat dan berbagai manfaat bagi manusia, (supaya mereka mempergunakan besi itu) dan supaya Allah mengetahui siapa yang menolong (agama) Nya dan rasul-rasul-Nya padahal Allah tidak dilihatnya. Sesungguhnya Allah Maha Kuat lagi Maha Perkasa.” (Al Hadid: 25)
Inilah pilar tegaknya dien: Kitab yang membimbing dan pedang yang membela, dan sesungguhnya saudara-saudara kalian yang berjihad telah diberikan karunia kemenangan dan penaklukan oleh Allah Tabaraka wa Ta’ala, dan Dia telah memberikan kepada mereka tamkin setelah bertahun-tahun di dalam jihad dan sabar serta menghadapi musuh-musuh Allah, dan Allah-pun memberikan kepada mereka taufiq dan tamkin untuk mencapai tujuan mereka; kemudian merekapun bergegas mendeklarasikan khilafah dan pengangkatan imam, sedangkan ini adalah wajib atas kaum muslimin, kewajiban yang telah diterlantarkan sejak berabad-abad dan telah lenyap dari dunia nyata, sehingga banyak kaum muslimin tidak mengetahui kewajiban ini, yang mana mereka itu -yaitu kaum muslimin- berdosa dengan sebab penelantaran dan penyia-nyiaannya, dan wajib atas mereka untuk selalu berupaya untuk menegakkannya.
Dan inilah sekarang mereka telah menegakkannya walillahil hamdu wal minnah, dan sungguh saya telah diuji dengan urusan besar ini, saya telah diuji dengan amanah ini; amanah yang berat, dimana saya diangkat untuk memimpin anda sekalian padahal saya ini bukan orang terbaik di antara kalian dan bukan pula orang yang lebih utama dari kalian, maka bila kalian melihatku di atas kebenaran, maka bantulah saya, dan bila kalian meliahtku di atas kebathilan, maka nasehatilah saya dan luruskanlah saya.
Taatilah saya selagi saya taat kepada Allah dalam mengurusi kalian, dan bila saya maksiat kepada-Nya, maka tidak ada ketaatan kepadaku atas diri kalian. Dan sesungguhnya saya tidak menjanjikan kepada kalian seperti apa yang dijanjikan para raja dan para penguasa kepada para pengikut dan rakyatnya; berupa kesejahteraan, kenyamanan, keamanan dan kesentausaan, akan tetapi yang saya janjikan kepada kalian hanyalah apa yang Allah Tabaraka wa Ta’ala janjikan kepada hamba-hamba-Nya yang beriman:
وَعَدَ اللَّهُ الَّذِينَ آمَنُوا مِنكُمْ وَعَمِلُوا الصَّالِحَاتِ لَيَسْتَخْلِفَنَّهُم فِي الأَرْضِ كَمَا اسْتَخْلَفَ الَّذِينَ مِن قَبْلِهِمْ وَلَيُمَكِّنَنَّ لَهُمْ دِينَهُمُ الَّذِي ارْتَضَى لَهُمْ وَلَيُبَدِّلَنَّهُم مِّن بَعْدِ خَوْفِهِمْ أَمْنًا يَعْبُدُونَنِي لا يُشْرِكُونَ بِي شَيْئًا وَمَن كَفَرَ بَعْدَ ذَلِكَ فَأُولَئِكَ هُمُ الْفَاسِقُونَ
“Dan Allah telah berjanji kepada orang-orang yang beriman di antara kamu dan mengerjakan amAl-amal yang shalih bahwa Dia sungguh-sungguh akan menjadikan mereka berkuasa dimuka bumi, sebagaimana Dia telah menjadikan orang-orang sebelum mereka berkuasa, dan sungguh Dia akan meneguhkan bagi mereka agama yang telah diridhai-Nya untuk mereka, dan Dia benar-benar akan menukar (keadaan) mereka, sesudah mereka dalam ketakutan menjadi aman sentausa. Mereka tetap menyembah-Ku dengan tiada mempersekutukan sesuatu apapun dengan Aku. Dan barangsiapa yang (tetap) kafir sesudah (janji) itu, maka mereka itulah orang-orang yang fasik.” (An Nur: 55)
Dan berfirman:
وَلاَ تَهِنُوا وَلاَ تَحْزَنُوا وَأَنتُمُ الأَعْلَوْنَ إِن كُنتُم مُّؤْمِنِينَ
“Janganlah kamu bersikap lemah, dan janganlah (pula) kamu bersedih hati, padahal kamulah orang-orang yang paling tinggi (derajatnya), jika kamu orang-orang yang beriman.” (Ali ‘Imran: 139)
Dan berfirman:
إِن يَنصُرْكُمُ اللَّهُ فَلاَ غَالِبَ لَكُمْ
“Jika Allah menolong kamu, maka tak adalah orang yang dapat mengalahkan kamu;” (Ali Imran: 160)
Dan berfirman:
وَكَانَ حَقًّا عَلَيْنَا نَصْرُ الْمُؤْمِنِينَ
“Dan Kami selalu berkewajiban menolong orang-orang yang beriman.” (An Nur: 47)
Dan berfirman:
وَلِلَّهِ الْعِزَّةُ وَلِرَسُولِهِ وَلِلْمُؤْمِنِينَ وَلَكِنَّ المُنَافِقِينَ لَا يَعْلَمُونَ
“Padahal kekuatan itu hanyalah bagi Allah, bagi Rasul-Nya dan bagi orang-orang beriman,” (Al Munafiqun: 8)
Inilah apa yang dijanjikan Allah, dan bila kalian menginginkan apa yang Allah janjikan, maka bertaqwalah kepada Allah dan taatlah kepada-Nya, bertaqwalah kepada Allah Yang Maha Agung dalam segala hal dan dalam semua keadaan, komitmenlah di atas Al Haq dan pegang-teguhlah Al haq itu baik dalam hal yang kalian sukai maupun dalam hal yang tidak kalian sukai.
Bila kalian menginginkan apa yang Allah janjikan, maka berjihadlah di jalan Allah, kobarkanlah semangat jihad di tengah kaum mu’minin dan sabarlah di atas kesulitan itu. Dan seandainya kalian mengetahui apa yang ada pada jihad itu berupa pahala, kemuliaan, kejayaan dan keagungan di dunia dan akhirat; tentu tidak ada seorangpun di antara kalian yang duduk-duduk atau absen dari jihad; karena ia adalah perniagaan yang telah Allah tunjukkan dan dengannya Allah menyelamatkan dari kehinaan serta memasukan dengannya ke dalam kemuliaan di dunia dan akhirat.
تُؤْمِنُونَ بِاللَّهِ وَرَسُولِهِ وَتُجَاهِدُونَ فِي سَبِيلِ اللَّهِ بِأَمْوَالِكُمْ وَأَنفُسِكُمْ ذَلِكُمْ خَيْرٌ لَّكُمْ إِن كُنتُمْ تَعْلَمُونَ * يَغْفِرْ لَكُمْ ذُنُوبَكُمْ وَيُدْخِلْكُمْ جَنَّاتٍ تَجْرِي مِن تَحْتِهَا الأَنْهَارُ وَمَسَاكِنَ طَيِّبَةً فِي جَنَّاتِ عَدْنٍ ذَلِكَ الْفَوْزُ الْعَظِيمُ * وَأُخْرَى تُحِبُّونَهَا نَصْرٌ مِّنَ اللَّهِ وَفَتْحٌ قَرِيبٌ وَبَشِّرِ الْمُؤْمِنِينَ
“(yaitu) kamu beriman kepada Allah dan Rasul-Nya dan berjihad di jalan Allah dengan harta dan jiwamu. Itulah yang lebih baik bagi kamu jika kamu mengetahuinya, niscaya Allah akan mengampuni dosa-dosamu dan memasukkan kamu ke dalam surga yang mengalir di bawahnya sungai-sungai, dan (memasukkan kamu) ke tempat tinggal yang baik di dalam surga Adn. Itulah keberuntungan yang besar. Dan (ada lagi) karunia yang lain yang kamu sukai (yaitu) pertolongan dari Allah dan kemenangan yang dekat (waktunya). Dan sampaikanlah berita gembira kepada orang-orang yang beriman.” (Ash Shaff: 11-13)
Saya katakan apa yang saya katakan ini, dan saya memohon ampunan kepada Allah bagi saya dan bagi kalian, maka berdoalah kepada Allah sedangkan kalian penuh keyakinan dengan pengkabulan.
Khutbah Kedua
Segala puji hanya bagi Allah dengan sebenar-benarnya pujian, shalawat dan salam semoga dilimpahkan kepada orang yang yang tidak ada Nabi lagi sesudahnya, juga kepada keluarganya, para sahabatnya, barisannya dan bala tentaranya serta orang-orang yang mengikuti mereka dengan baik sampai hari perjumpaan dan pembalasan. Tidak ada ilah yang haq kecuali Allah yang tidak ada sekutu bagi-Nya, Dia telah menunaikan janji-Nya, menolong bala-tentara-Nya, dan telah mengalahkan pasukan sekutu sendirian. Tidak ada ilah yang haq kecuali Allah yang tidak ada sekutu bagi-Nya, seraya (kami) memurnikan seluruh ketundukkan kepada-Nya, walaupun orang-orang kafir tidak menyukainya.
Wahai hamba-hamba Allah,
Tegakkanlah dien kalian, dan bertaqwlah kepada Allah dengan sebenar-benarnya ketaqwaan; tentu Dia pasti menjayakan kalian di dunia dan di akhirat, bila kalian mendapatkan keamanan, maka bertaqwalah kepada Allah, bila kalian menginginkan karunia rizqi, maka bertaqwalah kepada Allah, dan bila kalian mengingkan kehidupan yang mulia, maka bertaqwalah kepada Allah dan berjihadlah di jalan Allah. Kami memohon kepada Allah Yang Maha Agung Rabb ‘Arsy yang agung agar menyatukan kalimat kalian, menyatukan hati kalian dan membimbing kalian kepada kebaikan yang Dia cintai dan Dia ridhai.
Ya Allah jayakanlah Islam dan kaum muslimin, hinakanlah kesyirikan dan kaum musyrikin, dan tolonglah hamba-hamba-Mu yang berjihad lagi bertauhid di belahan timur dan barat bumi. Ya Allah tepatkanlah tembakan mereka dan tepatkanlah pendapat mereka. Ya Allah siapkanlah bagi mereka kelurusan dari urusan mereka dan jadikanlah pertolongan-Mu yang baik sebagai bala bantuan bagi mereka.
Ya Allah, Wahai Dzat yang membolak-balikkan hati; teguhkanlah hati kami di atas dien-Mu. Ya Allah, wahai Dzat yang memalingkan hati, palingkanlah hati kami kepada ketaatan kepada-Mu. Ya Allah sucikanlah hati kami dari nifaq dan sucikanlah amalan kami dari riya, dan sucikanlah lisan kami dari dusta, serta sucikanlah mata kami dari khianat.
Ya Allah sesungguhnya kami memohon kepada Engkau keimanan yang jujur, hati yang khusyu’ dan amalan yang diterima. Ya Allah sesungguhnya kami memohon kepada Engkau ampunan dan ‘afiyah serta keterjagaan yang selalu pada dien dan dunia.
Ya Allah jadikanlah perkumpulan kami ini perkumpulan yang dirahmati dan jadikanlah perpisahan kami ini sesudahnya sebagai perpisahan yang penuh berkah lagi dilindungi. Dan janganlah Engkau jadikan di tengah kami ini dan bersama kami ini orang yang binasa dan orang yang terhalang dari kebaikan.
Dan akhir seruan kami adalah Alhamdulillahi Rabbil ‘Alamin. Semoga shalawat dan salam juga barakah Allah limpahkan kepada Nabi kita Muhammad...
Al-Furqan Media
Tidak ada komentar:
Posting Komentar