DABIQ 6 - LAPORAN
PENANGKAPAN PILOT PASUKAN SALIB YORDANIA, MUADZ KASASBEH
Pada hari Rabu 2 Rabiul awal 1436, seorang Pilot murtad terbang untuk misi aliansi tentara salib berhasil ditangkap oleh Daulah Islam setelah pesawatnya ditembak jatuh dengan rudal anti-pesawat pencari panas. Tembakan itu sukses menghantam target dan selanjutnya menjatuhkannya dengan izin Allah. Segala puji dan syukur hanya untuk-Nya saja. Rezim Jordania mengakui bahwa pesawat mereka jatuh tertembak, hanya dibantah oleh Amerika yang khawatir jika sekutu mereka akan berhenti berpartisipasi dalam serangan udara, di mana sekutu mereka takut akan rasa malu yang harus dihadapi jika tentara mereka juga akhirnya ditangkap oleh Daulah Islam. Ayah dan saudaranya kemudian memohon agar dia dibebaskan, mengklaim bahwa dia adalah seorang "Muslim tulus", tidak menyadari dia adalah seorang pembunuh murtad karena bantuan militernya untuk Taghut Yordania dan partisipasinya dalam perang salib yang menewaskan banyak orang Muslim.
Berikut ini adalah wawancara dengan orang murtad tersebut.
DABIQ: Ceritakan kepada kami tentang diri anda. Siapa nama anda? Dari mana asal anda? Dan berapa usia anda?
SI MURTAD: Namaku Mu'adz Safi Yūsuf al-Kasāsibah. Aku orang Yordania, dari al-Karak. Aku lahir pada tahun 1988. Aku berumur 26 tahun.
DABIQ: Apa posisi anda di angkatan udara murtad? Kapan anda mulai ikut pada jalan Kufur ini?
SI MURTAD: Aku adalah seorang pilot letnan satu. Aku lulus dari King Hussein Air College pada tahun 2009. Aku melanjutkan pelatihanku hingga menjadi pilot operasional pada tahun 2012 dengan skuadron pertama di Pangkalan Udara Muwaffaq al-Salti.
DABIQ: Ceritakan kepada kami tentang penerbangan yang menyebabkan penangkapan memalukan anda pada hari Rabu itu.
MURTAD: Kami diberitahu tentang misi ini sehari sebelumnya pada jam 4 sore. Peran kami dalam misi ini adalah menjadi tim penyapu dan melindungi jet penyerang. Kami menyapu daerah untuk menghancurkan persenjataan anti-pesawat di darat dan memberikan perlindungan dalam kasus apabila jet musuh muncul. Kemudian jet penyerang yang dilengkapi dengan rudal berpemandu laser datang untuk melaksanakan bagian mereka dari misi ini. Kami take off ke Irak dari pangkalan udara Muwaffaq al- Salti – di kota al-Azraq di wilayah Zarqa – pada pukul 6:15 pagi. Kami menerima pengisian bahan bakar di udara pada pukul 7:55, lalu pergi ke area tunggu di mana kita bertemu beberapa regu yang terdiri dari F-15 Saudi, F-16 Emirat, dan F-16 Maroko. Kami memasuki wilayah tersebut dari ArRaqqah untuk membersihkan daerah tersebut, setelah itu jet penyerang masuk untuk memulai serangan mereka. Pesawatku ditembak oleh rudal pencari panas. Aku mendengar dan merasakan benturannya. Pilot Yordania lainnya yang juga dalam misi ini – pilot letnan satu Saddam Mardini - menghubungiku dari jet yang juga ikut serta dan mengatakan kepadaku bahwa aku terkena tembakan dan ada api yang keluar dari belakang nozzle mesinku. Aku memeriksa system display dan menunjukkan bahwa mesin rusak dan terbakar. Pesawat mulai menyimpang dari jalur normal penerbangan, maka segera ejected. Aku mendarat di Sungai Furat dengan parasut dan kursi lontar yang menyangkut di beberapa daratan, membuatku tidak bisa bergerak, hingga kemudian aku ditangkap oleh tentara Daulah Islam.
DABIQ: Resim Murtad Arab mana saja yang ikut mengambil bagian dengan anda dalam serangan udara tentara salib?
SI MURTAD: Yordania dengan F16, Emirates dengan F16 yang telah diupgrade dilengkapi dengan bom berpemandu laser, Saudi dengan F15 upgrade yang dilengkapi dengan bom berpemandu laser, Kuwait dengan Pesawat pengisi bahan bakar udara (Aerial refueling aircraft), Bahrain dengan F16, Maroko dengan upgrade F16, Qatar, dan Oman.
DABIQ: Pangkalan udara apa yang digunakan oleh orang-orang murtad dalam perang salib ini?
MURTAD: Jet Yordania lepas landas dari Jordan. Jet Teluk pada umumnya lepas landas dari Kuwait, Saudi, dan Bahrain. Ada juga beberapa bandara yang ditunjuk untuk pendaratan darurat: Bandara Azraq di Yordania, bandara Ar'ar di Arab, Bandara Internasional Baghdad, Bandara Internasional Kuwait, dan bandara di kota Turki – yang namanya aku lupa – sekitar 100 kilometer dari perbatasan Suriah.
DABIQ: Dan tentara salib, pangkalan mana yang mereka gunakan?
MURTAD: Beberapa jet Amerika dan Perancis lepas landas dari Prince Hassan Air Base dan Muwaffaq al-Salti Air Base. Beberapa jet Amerika juga lepas landas dari Turki.
DABIQ: Bagaimana misi penerbangan dikoordinasikan?
SI MURTAD: Ada pangkalan Amerika di Qatar dimana misi direncanakan, menentukan target, dan pembagian tugas. Mereka membagi gambaran tugas misi untuk setiap negara peserta sehari sebelumnya. Pihak-pihak yang berpartisipasi diberitahu tentang tugas mereka pada pukul 04:00 keesokan harinya. Amerika menggunakan penembak jitu udara, satelit, mata-mata, dan drone yang lepas landas dari negara-negara Teluk untuk menentukan dan mempelajari target. Kita diberi peta udara dan gambar target.
DABIQ: Apakah Anda bertemu tentara salib Amerika?
MURTAD: Tentu saja. Ada sekitar 200 orang Amerika di Muwaffaq al-Salti Air Base. Di antara mereka, ada sekitar 16 pilot AS, salah satunya adalah perempuan, dan sisa dari 200 porsi itu bertugas sebagai teknisi, insinyur, dan tugas pendukung lainnya. Orang-orang Amerika kadang-kadang makan malam dengan kami dan makan mansaf, yang mereka banyak suka. Obrolan mereka tidak termasuk tentang rincian operasi karena masalah kerahasiaan dan keamanan.
DABIQ: Apakah ada salah satu pilot AS yang tewas ketika sedang menjalankan misi?
SI MURTAD: Pada awal Desember, salah satu dari mereka lepas landas dari Muwaffaq al-Salti Air Base ke arah Irak di mana banyak jet koalisi bergabung di udara untuk membentuk skuadron serangan. Dia diikuti oleh jet kedua yang lepas landas di arah yang sama. Landing gear jet kedua itu gagal untuk masuk kembali (ke badan pesawat) setelah lepas landas. Pilot meminta jet pertama untuk berbalik ke arahnya dan memverifikasi masalah. Pilot pertama mengkonfirmasi ada masalah dengan landing gear. Ada kabut tebal ketika itu dan salah satu jet jatuh di Yordania. Si Pilot meninggal karena kecelakaan ini.
DABIQ: Apakah Anda sudah melihat video yang diproduksi oleh Daulah Islam?
SI MURTAD: Tidak, aku belum melihatnya.
DABIQ: Kami akan memastikan sipir memberikan Anda kesempatan untuk melihat video "Walau Karihal Kafirun", Apakah Anda tahu apa yang akan dilakukan Daulah Islam kepada Anda?
MURTAD: Ya... Mereka akan membunuhku...
PENANGKAPAN PILOT PASUKAN SALIB YORDANIA, MUADZ KASASBEH
Pada hari Rabu 2 Rabiul awal 1436, seorang Pilot murtad terbang untuk misi aliansi tentara salib berhasil ditangkap oleh Daulah Islam setelah pesawatnya ditembak jatuh dengan rudal anti-pesawat pencari panas. Tembakan itu sukses menghantam target dan selanjutnya menjatuhkannya dengan izin Allah. Segala puji dan syukur hanya untuk-Nya saja. Rezim Jordania mengakui bahwa pesawat mereka jatuh tertembak, hanya dibantah oleh Amerika yang khawatir jika sekutu mereka akan berhenti berpartisipasi dalam serangan udara, di mana sekutu mereka takut akan rasa malu yang harus dihadapi jika tentara mereka juga akhirnya ditangkap oleh Daulah Islam. Ayah dan saudaranya kemudian memohon agar dia dibebaskan, mengklaim bahwa dia adalah seorang "Muslim tulus", tidak menyadari dia adalah seorang pembunuh murtad karena bantuan militernya untuk Taghut Yordania dan partisipasinya dalam perang salib yang menewaskan banyak orang Muslim.
Berikut ini adalah wawancara dengan orang murtad tersebut.
DABIQ: Ceritakan kepada kami tentang diri anda. Siapa nama anda? Dari mana asal anda? Dan berapa usia anda?
SI MURTAD: Namaku Mu'adz Safi Yūsuf al-Kasāsibah. Aku orang Yordania, dari al-Karak. Aku lahir pada tahun 1988. Aku berumur 26 tahun.
DABIQ: Apa posisi anda di angkatan udara murtad? Kapan anda mulai ikut pada jalan Kufur ini?
SI MURTAD: Aku adalah seorang pilot letnan satu. Aku lulus dari King Hussein Air College pada tahun 2009. Aku melanjutkan pelatihanku hingga menjadi pilot operasional pada tahun 2012 dengan skuadron pertama di Pangkalan Udara Muwaffaq al-Salti.
DABIQ: Ceritakan kepada kami tentang penerbangan yang menyebabkan penangkapan memalukan anda pada hari Rabu itu.
MURTAD: Kami diberitahu tentang misi ini sehari sebelumnya pada jam 4 sore. Peran kami dalam misi ini adalah menjadi tim penyapu dan melindungi jet penyerang. Kami menyapu daerah untuk menghancurkan persenjataan anti-pesawat di darat dan memberikan perlindungan dalam kasus apabila jet musuh muncul. Kemudian jet penyerang yang dilengkapi dengan rudal berpemandu laser datang untuk melaksanakan bagian mereka dari misi ini. Kami take off ke Irak dari pangkalan udara Muwaffaq al- Salti – di kota al-Azraq di wilayah Zarqa – pada pukul 6:15 pagi. Kami menerima pengisian bahan bakar di udara pada pukul 7:55, lalu pergi ke area tunggu di mana kita bertemu beberapa regu yang terdiri dari F-15 Saudi, F-16 Emirat, dan F-16 Maroko. Kami memasuki wilayah tersebut dari ArRaqqah untuk membersihkan daerah tersebut, setelah itu jet penyerang masuk untuk memulai serangan mereka. Pesawatku ditembak oleh rudal pencari panas. Aku mendengar dan merasakan benturannya. Pilot Yordania lainnya yang juga dalam misi ini – pilot letnan satu Saddam Mardini - menghubungiku dari jet yang juga ikut serta dan mengatakan kepadaku bahwa aku terkena tembakan dan ada api yang keluar dari belakang nozzle mesinku. Aku memeriksa system display dan menunjukkan bahwa mesin rusak dan terbakar. Pesawat mulai menyimpang dari jalur normal penerbangan, maka segera ejected. Aku mendarat di Sungai Furat dengan parasut dan kursi lontar yang menyangkut di beberapa daratan, membuatku tidak bisa bergerak, hingga kemudian aku ditangkap oleh tentara Daulah Islam.
DABIQ: Resim Murtad Arab mana saja yang ikut mengambil bagian dengan anda dalam serangan udara tentara salib?
SI MURTAD: Yordania dengan F16, Emirates dengan F16 yang telah diupgrade dilengkapi dengan bom berpemandu laser, Saudi dengan F15 upgrade yang dilengkapi dengan bom berpemandu laser, Kuwait dengan Pesawat pengisi bahan bakar udara (Aerial refueling aircraft), Bahrain dengan F16, Maroko dengan upgrade F16, Qatar, dan Oman.
DABIQ: Pangkalan udara apa yang digunakan oleh orang-orang murtad dalam perang salib ini?
MURTAD: Jet Yordania lepas landas dari Jordan. Jet Teluk pada umumnya lepas landas dari Kuwait, Saudi, dan Bahrain. Ada juga beberapa bandara yang ditunjuk untuk pendaratan darurat: Bandara Azraq di Yordania, bandara Ar'ar di Arab, Bandara Internasional Baghdad, Bandara Internasional Kuwait, dan bandara di kota Turki – yang namanya aku lupa – sekitar 100 kilometer dari perbatasan Suriah.
DABIQ: Dan tentara salib, pangkalan mana yang mereka gunakan?
MURTAD: Beberapa jet Amerika dan Perancis lepas landas dari Prince Hassan Air Base dan Muwaffaq al-Salti Air Base. Beberapa jet Amerika juga lepas landas dari Turki.
DABIQ: Bagaimana misi penerbangan dikoordinasikan?
SI MURTAD: Ada pangkalan Amerika di Qatar dimana misi direncanakan, menentukan target, dan pembagian tugas. Mereka membagi gambaran tugas misi untuk setiap negara peserta sehari sebelumnya. Pihak-pihak yang berpartisipasi diberitahu tentang tugas mereka pada pukul 04:00 keesokan harinya. Amerika menggunakan penembak jitu udara, satelit, mata-mata, dan drone yang lepas landas dari negara-negara Teluk untuk menentukan dan mempelajari target. Kita diberi peta udara dan gambar target.
DABIQ: Apakah Anda bertemu tentara salib Amerika?
MURTAD: Tentu saja. Ada sekitar 200 orang Amerika di Muwaffaq al-Salti Air Base. Di antara mereka, ada sekitar 16 pilot AS, salah satunya adalah perempuan, dan sisa dari 200 porsi itu bertugas sebagai teknisi, insinyur, dan tugas pendukung lainnya. Orang-orang Amerika kadang-kadang makan malam dengan kami dan makan mansaf, yang mereka banyak suka. Obrolan mereka tidak termasuk tentang rincian operasi karena masalah kerahasiaan dan keamanan.
DABIQ: Apakah ada salah satu pilot AS yang tewas ketika sedang menjalankan misi?
SI MURTAD: Pada awal Desember, salah satu dari mereka lepas landas dari Muwaffaq al-Salti Air Base ke arah Irak di mana banyak jet koalisi bergabung di udara untuk membentuk skuadron serangan. Dia diikuti oleh jet kedua yang lepas landas di arah yang sama. Landing gear jet kedua itu gagal untuk masuk kembali (ke badan pesawat) setelah lepas landas. Pilot meminta jet pertama untuk berbalik ke arahnya dan memverifikasi masalah. Pilot pertama mengkonfirmasi ada masalah dengan landing gear. Ada kabut tebal ketika itu dan salah satu jet jatuh di Yordania. Si Pilot meninggal karena kecelakaan ini.
DABIQ: Apakah Anda sudah melihat video yang diproduksi oleh Daulah Islam?
SI MURTAD: Tidak, aku belum melihatnya.
DABIQ: Kami akan memastikan sipir memberikan Anda kesempatan untuk melihat video "Walau Karihal Kafirun", Apakah Anda tahu apa yang akan dilakukan Daulah Islam kepada Anda?
MURTAD: Ya... Mereka akan membunuhku...
Tidak ada komentar:
Posting Komentar