Kamis, 26 Januari 2017

KATAKANLAH KEPADA ORANG-ORANG KAFIR BAHWA KALIAN PASTI AKAN DIKALAHKAN



KATAKANLAH KEPADA ORANG-ORANG KAFIR BAHWA KALIAN PASTI AKAN DIKALAHKAN
Statemen Juru Bicara Resmi Daulah Islamiyah, Syaikh Al-Mujahid Abu Muhammad Al-Adnani Asy-Syami

Alih Bahasa:
Usdul Wagha

Muraja’ah:
Ust. Abu Sulaiman al-Arkhabiliy

بسم الله الرحمن الرحيم

Segala puji bagi Allah yang Maha Kuat lagi Maha Perkasa, shalawat serta salam semoga tercurah kepada yang telah diutus dengan pedang sebagai rahmat semesta alam, amma ba’du:

Allah Ta’ala berfirman:

قُل لِّلَّذِينَ كَفَرُوا سَتُغْلَبُونَ وَتُحْشَرُونَ إِلَىٰ جَهَنَّمَ ۚ وَبِئْسَ الْمِهَادُ. قَدْ كَانَ لَكُمْ آيَةٌ فِي فِئَتَيْنِ الْتَقَتَا ۖ فِئَةٌ تُقَاتِلُ فِي سَبِيلِ اللَّهِ وَأُخْرَىٰ كَافِرَةٌ يَرَوْنَهُم مِّثْلَيْهِمْ رَأْيَ الْعَيْنِ ۚ وَاللَّهُ يُؤَيِّدُ بِنَصْرِهِ مَن يَشَاءُ ۗ إِنَّ فِي ذَٰلِكَ لَعِبْرَةً لِّأُولِي الْأَبْصَارِ

“Katakanlah kepada orang-orang yang kafir, “Kamu (pasti) akan dikalahkan dan digiring ke dalam neraka Jahanam. Dan itulah seburuk-buruk tempat tinggal.” Sungguh, telah ada tanda bagi kamu pada dua golongan yang berhadap-hadapan. Satu golongan berperang di jalan Allah dan yang lain (golongan) kafir yang melihat dengan mata kepala, bahwa mereka (golongan muslim) dua kali lipat mereka. Allah menguatkan dengan pertolongan-Nya bagi siapa yang Dia kehendaki. Sungguh, pada yang demikian itu terdapat pelajaran bagi orang-orang yang mempunyai penglihatan (mata hati).” (Ali Imran: 12-13)

Wahai kaum salibis, wahai orang-orang rafidhah, wahai orang-orang sekuler, wahai orang-orang murtad dan juga orang-orang Yahudi, hai orang-orang kafir seluruhnya…

Silahkan bentuklah koalisi semau yang kalian inginkan untuk melawan kaum muslimin, bentuklah! Berhimpunlah semau kalian, berhimpunlah! Buatlah rencana, buatlah makar, kerahkanlah kemampuan kalian, tapi ketahuilah sesungguhnya kalian akan dikalahkan, kemudian ke dalam neraka jahannam kalian akan digiring.

Kalian akan dikalahkan wahai para salibis, kalian akan dikalahkan wahai orang-orang Rafidhah, kalian akan dikalahkan wahai orang-orang murtad, kalian akan dikalahkan wahai orang-orang Yahudi, ini adalah sunnatullah yang telah terjadi kepada kaum terdahulu, sebagaimana yang terjadi kepada kaum Fir’aun, kaum Nabi Nuh dan kaum Nabi Hud, maka kalian akan dikalahkan, sebagaimana yang terjadi di perang Badar, Ahzab dan Khaibar. Maka kalian akan dikalahkan, sebagaimana yang terjadi di Yamamah dan Yarmuk, sebagaimana yang terjadi di Nahawand dan Qadisiyah maka kalian akan dikalahkan, sebagaimana yang terjadi di Hiththin dan Ain jalut, seperti itu kalian akan dikalahkan.

Kalian akan dikalahkan wahai orang-orang kafir seluruhnya, dan tidaklah Raqqah, Fallujah, Mosul, Tadmur, Ramadi jauh dari kalian.

Kalian akan dikalahkan dengan izin Allah wahai orang-orang Rusia, kalian akan dikalahkan wahai orang-orang Amerika, kamu akan digiring, beserta tentara dan sekutumu ke dalam jahannam, dan itu adalah tempat kembali yang paling buruk.

Amerika mengira akan menang melawan Mujahidin! Alangkah malang Amerika dan malangnya para sekutunya…

Maka ketahuilah hai Amerika, bahwa Daulah Islamiyah hari ini bukanlah seperti apa yang kamu kira, dan tidaklah seperti apa yang kamu inginkan.

Sesungguhnya para komandannya dan para tentaranya yang jujur enggan untuk mencari keridhaan siapapun dengan kemurkaan Allah, mereka tidak mengharap kecuali kepada maaf dan ridha-Nya semata! Mereka tidak akan memberikan kerendahan di dalam dien selamanya, dan tidak akan takut kepada siapa pun kecuali kepada Rabbnya saja! Meminta tolong hanya kepada-Nya, meminta bantuan hanya kepada-nya, meminta perlindungan hanya kepada-Nya, berserah diri hanya kepada-Nya saja yang tidak ada sekutu bagi-Nya, yakin dengan pertolongan-Nya dan tidak ragu dengan bantuan-Nya, karena itulah mereka kufur kepada seluruh berhala, baik itu berbentuk simbol, para syaikh atau para mentor.

Mereka campakkan kata-kata mereka yang kontradiktif ke arah tembok dan tidak peduli, dan tidak akan mundur dalam urusan agama mereka untuk mengikuti pendapat orang-orang yang hanya diam saja, karena itu hanyalah buih, karena itulah Daulah Islamiyah berjalan di atas jalan yang jelas dan petunjuk yang terang.

Jalan yang telah digariskan para komandan Daulah dengan serpihan daging dan tulang mereka, disinari dengan darah mereka, sehingga dengan izin Allah tidak akan tersesat orang-orang yang datang setelahnya, maka siapa yang bergabung ke dalam barisan Daulah maka dia akan ditarik oleh cahaya itu, dan akan diteguhkan di atas manhaj yang kuat yang telah dititi oleh para komandan Daulah dan dipikul oleh para junudnya di dalam dada, hingga manhaj itu menjadi seperti katup pengaman, sehingga siapa yang memangku jabatan tanpa memiliki hal ini maka dia pasti akan ditolak oleh Junud Daulah dan orang-orang akan pergi meninggalkannya lalu menggantinya, siapa pun dia orangnya…

Maka ketahuilah hai Amerika, bahwa bendera Daulah Islamiyah hari ini direngkuh oleh generasi baru dengan penuh kesempurnaannya, dan akan dilanjutkan setelahnya – dengan izin Allah oleh banyak generasi, maka bergembiralah dengan kabar buruk yang akan membuatmu bersedih hai Amerika…

Sesungguhnya Daulah Islamiyah hari ini –dengan karunia Allah– lebih kuat dari sebelumnya, dan dia akan terus berubah dari kuat menjadi lebih kuat, segala puji bagi Allah, dan sesungguhnya Amerika dan sekutunya hari ini lebih lemah dari hari-hari sebelumnya, dan akan terus berubah dari lemah –dengan karunia Allah– menjadi bertambah lemah…

Sesungguhnya Amerika hari ini lemah, bahkan telah renta, karena kelemahannya untuk memerangi Daulah Islamiyah, dia meminta bantuan kepada Australia, memohon kepada Turki, meminta kepada Rusia dan meminta keridhaan Iran, dan berkata sepenuh mulutnya: Bersiap untuk berkoalisi dengan setan.

Maka dengarkanlah dan perhatikanlah hai Amerika, setiap berlalu hari di mana kamu memerangi mujahidin, maka kami bertambah kuat sedang kamu bertambah lemah, dan sesungguhnya perang terus berjalan –dengan karunia Allah– sebagaimana yang telah kami rencanakan, kami telah menyeretmu kepada dua perang di Khurasan dan di Iraq, yang dengannya engkau lupa kengerian perang Vietnam. Dan ini adalah perang ketiga yang terulur hingga Syam, dan di sanalah akhir darimu, kehancuran dan kebinasaanmu dengan izin Allah.

Jika kamu menginginkan kerugian paling sedikit, maka kamu harus membayar jizyah kepada kami dan menyerah. Si keledai dungu Obama mengira bahwa dia sanggup untuk menyelesaikan perang dari udara melalui para proxy, agen dan shahawat budak. Maka perang semakin berjalan lama sebagaimana yang kami inginkan. Dan si dungu ini harus bersegera dan tidak membuang-buang waktu untuk melakukan percobaan solusi, dan si dungu ini pasti akan turun ke daratan, meski dia pasti gagal dan tidak memiliki jalan keluar.

Kalian pasti akan turun ke daratan hai Amerika dalam waktu dekat ini, sehingga itu akan menjadi kehancuranmu, kebinasaanmu, dan akhir darimu, tidak diragukan lagi. Sehingga kamu hai Obama, tidak berbeda seperti si dungu kecil Rafidhah Nuri. Amerika akan melaknatmu selagi dia masih ada hai Obama.

Ya, hai Amerika; kamu akan terkejut, karena Daulah Islamiyah hari ini tidak seperti apa yang kamu kira dan tidak seperti apa yang dinginkan.

Ya, hai Amerika; kamu akan hancur dan akan kalah, dan akan merasakan kengerian, dan di Beiji, al-Anbar, Tadmur dan al-Khair ada bukti terbaik. Amerika telah mengerahkan seluruh kemampuan dan kekuatannya untuk merebut Beiji dan mengambil ladang minyaknya, dan inilah dia setelah delapan bulan dari peperangan dahsyat yang terus menerus, dia hancur di Beiji dan terusir darinya dengan penuh kehinaan dan rasa malu. Sudah lebih dari sepuluh kali dia mengumumkan dengan penuh dusta dan menipu, bahwa dia berhasil menguasainya. Amerika telah lemah untuk bisa mengambil Beiji walau berusaha sekeras mungkin, dan lemah untuk bisa melindungi ladang minyaknya dan kami telah mengambilnya –dengan karunia Allah– secara paksa dan menundukkannya walau dia tidak suka dan juga para sekutunya.

Amerika mengira bahwa Daulah Islamiyah telah melemah dan tidak sanggup untuk membela diri dan melakukan ekspansi, dan akan kembali menyusut. Namun Allah mengaruniakan kepada kami Ramadi dan merampasnya dari Amerika, dan kami terus meluas hingga ke Sukhnah, Tadmur dan Qaryatain, sehingga jelaslah kedustaan Amerika secara telak dan runtuhlah mitos keperkasaan Amerika yang tak terkalahkan, dan terlihatlah kelemahan dan kerentaannya.

Sesungguhnya kemenangan yang berhasil digapai Amerika dari Mujahidin yang terbesar adalah: keberhasilan mereka mengusir mujahidin dari komplek ini atau desa ini, atau membunuh satu orang dari kalangan muslim, kemudian Amerika kegirangan hingga seolah mereka terbang lantaran berhasil membunuh Syaikh Abu Mu’taz al-Qurasyi rahimahullah, dan dia mengira bahwa itu adalah kemenangan besar. Semoga Allah merahmatimu wahai Abu Mu’taz.

Tidaklah engkau melainkan hanya seorang dari kalangan kaum muslimin. Kami tidak berkabung dan sekali-kali aku tidak berkabung. Aku tidak berkabung karena kami tidak menganggapmu wafat. Dia adalah laki-laki yang telah mendidik para ksatria dan meninggalkan para pahlawan, Amerika kini sedang menanti –dengan izin Allah– dari tangan-tangan mereka keburukan yang akan menimpanya. Kami tidak berkabung karena dia sesungguhnya telah meraih apa yang diimpikannya. Dia telah terbunuh sedangkan tidak ada cita-cita yang dia harapkan di dunia ini kecuali ingin dibunuh, tidak berubah dan tidak tergantikan. Telah banyak doa dipanjatkan di hari-hari terakhirnya. Bahkan orang-orang yang ada di sekitarnya mengatakan bahwa di hari-hari terakhirnya beliau melepas kewaspadaan, seolah dia melihat ajalnya. Dan tidaklah dia –rahimahullah– mengharapkan kematian dan berdoa kepada Allah untuk meraihnya, karena sikap putus asa dan bosan, tidak juga karena rasa takut, lemah dan letih, namun tidak lain karena rasa rindu untuk bertemu Rabbnya, dan rindu untuk bertemu dengan orang-orang yang telah mendahuluinya menapaki jalan ini.

Aku tidak akan berkabung untuknya, karena Amerika dan sekutunya bergembira dengan kematiannya, agen-agen dan anjingnya mencacinya, mereka gembira dan senang dengan kematian seorang laki-laki muslim yang cita-cita satu-satunya di dunia ini adalah terbunuh di jalan Allah. Dahulu Abu Mu’taz pernah berkata sambil memegang jenggotnya yang berwarna putih; “Demi Allah, ini pasti akan berlumuran darah, demi Allah ini pasti akan berlumuran darah!” dan Allah telah mengabulkan doanya dan menjawab sumpahnya, dan aku melihat jenggotnya berlumuran darah, maka lantaran apa aku berkabung?

Dan seandainya mata ini berlinang air mata karena kesedihan berpisah dengan Abu Mu’taz yang demi Allah aku menyayanginya, namun hati yang terbiasa dengan cobaan maka dia tidak akan peduli.

Hati ini terus tertimpa musibah hingga * hatiku seolah tertutup penuh anak panah

Sehingga jika aku terkena panah maka panah itu akan patah di atas mata panah

Itu adalah remeh dan aku tidak peduli dengan musibah* karena tidak ada manfaatnya jika seandainya aku peduli

Aku tidak akan berkabung dengan Abu Mu’taz, namun aku hanya mengharap kepada Allah Ta’ala semoga Dia menerimanya dalam keadaan hidup sebagai syuhada, menempatkannya di Firdaus Al-A’la bersama para shiddiqin dan para nabi. Dan semoga Dia meneguhkan kami sepeninggalnya di atas jalannya dan memberikan husnul khatimah, dan kami merasakan lebih dari apa yang telah dia rasakan.

Maka janganlah bergembira hai Amerika, kamu harus terus mengumpulkan pasukanmu, dan menggalang kekuatan dengan para sekutu salibmu hingga kalian turun di Dabiq, yang mana dengan izin Allah kalian akan hancur, lari dan dikalahkan. {Sesungguhnya Allah tidak menyalahi janji}.

Diriwayatkan dari Abu Hurairah radhiyallahu anhu, bahwasanya Rasulullah shallallahu alaihi wasallam bersabda;

“Tidak akan terjadi kiamat hingga orang-orang Romawi turun di A’maq atau Dabiq, lalu keluarlah kepadanya pasukan dari Madinah, mereka adalah dari golongan terbaik penduduk bumi ketika itu, di saat mereka telah saling berbaris, orang-orang Romawi mengatakan; ‘Biarkanlah antara kami dan orang-orang yang telah menawan (segolongan) dari kami, kami akan memeranginya’. Kaum muslimin menjawab; ‘Tidak, demi Allah kami tidak akan membiarkan kalian dan saudara-saudara kami’, hingga kemudian mereka memerangi orang-orang Romawi tersebut, sepertiga dari mereka akan lari, Allah tidak akan menerima taubat mereka selamanya, sepertiga lagi terbunuh, mereka adalah para syuhada terbaik di sisi Allah, seperti terakhir mendapatkan kemenangan, mereka tidak akan mendapatkan fitnah selamanya, dan lewat mereka akan ditaklukkan Konstantinopel”.

Ya, ini adalah janji Allah, kalian pasti akan turun hai kaum salibis, dan sesungguhnya kami menanti kalian.

Adapun kalian para kelompok murtad dan agen-agen musuh; hai kelompok-kelompok hina di setiap tempat, hai manusia-manusia sampah, tidakkah kalian mengambil pelajaran dengan para pendahulu kalian dari berbagai kelompok di Iraq sepanjang tahun? Atau kalian tidak mengambil pelajaran dari apa yang kalian dapatkan di Syam?

Maka dengarkanlah hai para jabhah, gerakan dan tanzhim! Dengarkanlah hai para liwa, katibah, pasukan, jama’ah dan perkumpulan! Dengarkanlah hai partai-partai dan kelompok-kelompok, suku-suku dan kabilah-kabilah. Dengarkanlah wahai manusia seluruhnya, dengarkanlah dan perhatikanlah;

Sesungguhnya Islam adalah tinggi dan tidak ada yang melebihi tingginya, dan tidaklah pernah satu hari pun pemeluknya itu sebagai orang-orang yang penakut. Rabb kami telah mengajarkan kepada kami; bahwa kekuatan hanya milik Allah seluruhnya, bahwa kemuliaan hanya milik Allah seluruhnya, dan bahwa kaum mu’minin itulah yang tinggi derajatnya, dan orang-orang kafir itulah yang rendah hina.

Dan sesungguhnya hubungan kami dengan Allah, kami berjalan dengan perintah Allah, kami tidak melangkah satu langkah pun kecuali di atas petunjuk dari Allah. Berkatalah semau kalian tentang kami, kami tidak peduli.

Aku orang yang sudah tenggelam maka aku tidak takut lagi untuk basah

Buatlah kedustaan, syubhat dan cacilah! Kobarkanlah, dustakanlah, palsukanlah, itu semua sama sekali tidak bermanfaat bagi kalian dan kalian pasti akan terhina dengan izin Allah. Itu semua tidak membahayakan kami kecuali gangguan kecil saja yang Allah akan membebaskan kami dari tuduhan-tuduhan itu. Kami akan terus berjalan dan tidak akan berpaling sama sekali dan kami tidak peduli, lakukanlah apa saja yang kalian ingin lakukan, buatlah sekutu, bergabunglah, buatlah rencana dan makar, bentuklah pasukan dan kerahkanlah, kalian sama sekali tidak akan menang dan tidak akan berhasil, kalian akan hancur dan kalah dengan izin Allah, sama sekali tidak membuat kami takut, dan cukuplah bagi kami Allah, kami akan terus berjalan tidak melemah dan tidak peduli.

Dan aku katakan kepada para pemimpin dan komandan kelompok-kelompok, jama’ah, partai, firqah dan tanzhim, yang memerangi Khilafah, sedang mereka mengaku melakukan itu untuk mengembalikan khilafah! Kepada mereka dan orang-orang yang menyepakatinya, aku katakan:

Kami akan terus berjalan di atas jalan kami dengan izin Allah, dan sungguh itu benar-benar Khilafah. Jika itu memikat kalian, maka bertaubatlah dan kembalilah, bergabunglah ke dalam barisannya, tolonglah dia karena itu benar-benar Khilafah. Kami telah menegakkannya dengan ketajaman pedang, meski dengan kebencian Amerika dan sekutunya, menundukkan para thaghut di muka bumi dan pemerintahannya. Dan sesungguhnya kami akan terus berjalan sesuai dengan perintah Rabb kami demi meninggikan menaranya dan mengembalikan kejayaannya. Dan jika itu tidak memikat kalian, maka kami juga akan tetap berjalan, dan kami akan melakukan apa yang kami inginkan sesuai dengan syari’at Rabb kami.

Jika fatwa para mentor kalian tidak tidak mampu menghentikan kami, arahan orang-orang bodoh kalian –yakni para pemimpin kalian– gagal untuk menahan dan menghalangi kami, maka bersandarlah ke dewan kemananan atau ke PBB, mungkin dia akan membuat resolusi untuk menghentikan kami atau melarang kami!

Atau jika kalian mau mintalah bantuan kepada sekutu salibis atau thaghut mana pun, orang Rafidhah, Nushairiyah atau dengan setan! Semoga saja dia akan mengirimkan bantuan dukungan dari udara atau bantuan pasukan darat.

Jika itu tidak memikat kalian juga, maka tanduklah gunung atau hancurkanlah, cangkulilah lautan atau minumlah jika kalian mau! Jika itu tidak memikat kalian hai orang-orang yang malang, maka buatlah terowongan di dalam bumi atau buatlah tangga ke langit. Jika itu tidak memikat kalian, maka matilah dengan kegeraman kalian, maka matilah dengan kegeraman kalian! Kami akan melakukan apa yang kami suka dan kapan kami suka.

Tidak ada garis merah bagi kami setelah al-Qur’an dan Sunnah, dan undang-undang manusia ada di bawah telapak kaki kami. Ya, tidak akan membuat kami gentar pasukan Arab dan ‘ajam. Kami akan kafirkan siapa saja yang dikafirkan oleh syari’at Allah, dan kami akan terus berjalan dengan izin Allah dan melanjutkan: menyerang, meledakkan, menghancurkan dan meruntuhkan. Walaupun para pengklaim dan orang-orang dungu membuat kedustaan atas kami, walau para ulama dan pemerintah menyebut kami dengan penuh kebohongan. Biarkanlah mereka berdusta semau yang mereka inginkan, biarkanlah mereka memalsukan semau yang mereka ingin lakukan.

Kami menyeru kepada tauhid sepanjang hayat kami * di setiap waktu ketika sendiri atau bersama

Dan kami memerangi kesyirikan dan pelakunya * dengan perang yang keras lewat lisan dan tangan

Dan juga bid’ah tercela seluruhnya * akan kami habisi hingga di pintu-pintu masjid

Inilah jalan kami dan inilah manhaj kami * maka karena apa kalian mengawasi kami

Banyak dari para ikhwan yang meminta kami untuk membuat bantahan terhadap berbagai tulisan, ceramah yang memenuhi penjuru dengan kedustaan dan kepalsuan, maka kami jawab dengan meminta pertolongan kepada Allah dan penuh ketundukan:

Sesungguhnya kedunguan orang tua tidak ada kebaikan setelahnya * sedangkan pemuda setelah kedunguan dia akan menjadi lembut setelahnya

Aku diam terhadap orang bodoh sehingga dia mengira bahwa aku * tidak mampu untuk menjawab padahal aku bukannya tidak mampu

Apakah orang yang berbai’at kepada orang mati dan mengajak umat untuk membaiatnya harus diberikan bantahan?

Akan kami pisahkan jama’ah-jama’ah dan barisan para tanzhim. Ya, karena tidak boleh ada jama’ah-jama’ah setelah adanya Al Jama’ah, dan enyahlah bagi tanzhim-tanzhim itu! Kami akan perangi gerakan-gerakan, kelompok-kelompok dan front-front. Kami akan robek katibah-katibah, liwa-liwa dan hingga kami akan habisi regu-regu. Ya, kami akan bebaskan tanah yang telah dibebaskan, karena jika tidak dihukumi dengan syari’at Allah maka itu belumlah dibebaskan.

Maka kembalilah kalian kepada petunjuk kalian wahai kaum muslimin. Kembalilah kepada petunjuk kalian, sungguh dia adalah Khilafah. Dia adalah kejayaan kalian, dia adalah kemenangan kalian, dia adalah kebanggaan kalian.

Adapun kepada para tentara kelompok-kelompok, maka kami katakan: kalian telah mendengar risalah kami kepada para komandan kalian dan pemimpin kalian, maka dengarkanlah dan perhatikanlah apa yang aku katakan:

Sesungguhnya kami dengan izin Allah akan mendatangi kalian, dan sesungguhnya kami kasihan kepada kalian. Maka ambillah kata-kata kami dan renungkanlah, jika kalian tidak mendapatinya sebagai kebenaran, maka tinggalkanlah; kami tahu bahwa niat kalian beragam, keadaan dan tujuan kalian beragam: ada dari kalian yang memerangi kami karena agama kami dan tidak menginginkan Daulah Islamiyah, karena benci dengan syari’at Allah dan untuk menolong thaghut, dan ridha dengan undang-undang buatan, dan golongan ini sedikit, alhamdulillah.

Dan banyak dari kalian yang memerangi kami walau dia ingin menerapkan syari’at Allah, akan tetapi dia tersesat dan tidak mendapatkan petunjuk.

Ada juga dari kalian yang memerangi kami karena mengira kami adalah musuh yang menyerang, ada juga karena ingin mendapat sebagian keuntungan dunia dan gaji dari kelompoknya, ada juga dari kalian yang berperang karena semangat kesukuan atau ingin dibilang berani atau niatan lainnya dan perdagangan yang buruk, maka ketahuilah bahwa kami tidak membeda-bedakan kelompok dan tujuan-tujuan ini; hukumnya bagi kami setelah dia tertangkap adalah satu: tembakan di kepala atau pisau tajam di leher.

Ketahuilah hai mereka yang memerangi kami karena dien kami: kami bersumpah kalian pasti akan kalah. Jika kalian ingin selamat maka larilah dan menghindarlah atau bertaubatlah sebelum kami menangkap kalian.

Ketahuilah, hai mereka yang memerangi kami karena anggapan melawan musuh yang menyerang! Tahanlah diri kalian dari kami. Kami tidaklah berperang dan mengorbankan nyawa kami demi meraih kekayaan yang fana dan harta, tenangkan diri kalian dan janganlah risau, kami bersumpah bukan untuk hartamu dan kekayaanmu kami datang.

Wahai mereka yang memerangi kami dengan tujuan untuk melaksanakan syari’at Allah: Tidakkah kalian tahu bahwa kami berhukum dengan syari’at Allah?! Tidakkah engkau melihat bahwa Islam meninggi dan dien ditegakkan di setiap jengkal tanah yang dibebaskan oleh Daulah Islamiyah?! Ketahuilah, sesungguhnya engkau dengan memerangi mujahidin maka engkau menjadi musuh dan lawan dari syari’at Allah! Jika engkau tertipu oleh fatwa para keledai dan bighal ilmu, aku akan tunjukkan sesuatu yang jika engkau merenunginya dengan tulus maka engkau akan mendapati kebenaran melaluinya:

Perhatikanlah individu-individu yang meninggalkan kelompok-kelompok itu dan bergabung ke dalam barisan Khilafah setiap hari, kalian akan dapati mereka adalah orang-orang terbaik dan tokoh-tokoh kaum, perhatikanlah terutama yang meninggalkan kelompokmu. Kemudian tanyakanlah pada dirimu: Lantaran apa orang-orang terbaik ini bergabung ke dalam Daulah Islamiyah? Jika dia menjawab bahwa mereka tersesat, seperti apa yang dikatakan oleh apa yang disebut para mentor dan ulama besar, maka katakan padanya dan pada mereka: tidak, demi Allah, mereka tidak akan meninggalkan kelompok-kelompok itu, tanzhim-tanzhim itu jika memang di atas kebenaran, kemudian disatukan oleh Daulah di atas kesesatan, karena tidaklah mereka berkumpul kecuali di atas al-haq.

Tidak, demi Allah, jika mereka adalah mujahidin maka mereka tidak akan berpecah belah dalam al-haq, atau bersatu di atas kesesatan, karena mujahidin tidak akan bersatu di atas kesesatan, maka perhatikanlah ini, dan tanyakanlah pada dirimu juga: kenapa tidak menjadi sebaliknya jika Daulah di atas kebathilan? Kenapa dia tidak ditinggalkan oleh orang-orang terbaiknya dan kemudian bergabung dengan kelompok-kelompok itu? Maka engkau akan mendapati jawabannya di dalam percakapan Abu Sufyan dengan Heraklius.

Sungguh telah bergabung bersama kami ribuan orang dari kelompok-kelompok di Halab (Aleppo) saja, setelah kalian memerangi kami. Dan supaya hatimu tenang dan hilang keraguannya maka hubungilah, hubungilah mereka yang telah bergabung dengannya dari kelompokmu dan tanyakanlah tentang kebenarannya, di manakah apa yang selama ini dituduhkan oleh lawan-lawan dan musuh-musuhnya?

Wahai siapa yang memerangi karena ingin menegakkan syari’at Allah, kebenaran bersama jama’ah jika engkau jujur dan tinggalkanlah kelompok-kelompok itu. Masih terus ada di hadapan kemenangan mujahidin dan kejayaan kaum muslimin penghalang terbesar, dan kami akan menghilangkannya dengan izin Allah. Sesungguhnya kami akan datang dengan izin Allah wahai para prajurit kelompok-kelompok di mana saja kalian berada walau dalam tempo lama. Bukan kalian yang kami inginkan, maka janganlah berdiri menghadang mujahidin. Maka siapa yang menyerahkan senjata dan bertaubat maka dia aman. Maka siapa yang duduk di masjid karena bertaubat maka dia aman. Siapa yang masuk ke dalam rumahnya dan mengunci pintunya karena taubat maka dia aman. Siapa yang memisah dirinya dari fashilah atau katibah yang memerangi kami dan bertaubat maka dia aman. Dia aman terhadap jiwa dan hartanya, bagaimanapun permusuhannya terdahulu kepada mujahidin dan kejahatannya. Ya Allah, bukankah kami telah memberi udzur? Ya Allah saksikanlah.

Wahai kaum muslimin, telah datang masanya bagi kalian untuk tahu bahwa Khilafah adalah jalan keluar satu-satunya bagi kalian, dan sesungguhnya pemimpin negeri kalian adalah pengikut dan budak Yahudi dan Salibis. Mereka tidak memutuskan perkara kecuali sesuai perintah mereka, dan tidak meniti jalan kecuali jalan mereka. Jika kalian tidak mengetahui ini dari perang Iraq dan Afghanistan terdahulu, maka ini dia medan Syam yang akan membeberkannya kepada kalian.

Sesungguhnya penyakit kalian wahai kaum muslimin, dan sebab kelemahan dan kehinaan kalian, tidak lain adalah runtuhnya Khilafah dan terpecah belahnya kalian setelah itu. Benar wahai kaum muslimin, sesungguhnya runtuhnya Khilafah adalah penyakit kalian dan tegaknya kembali adalah obat kalian. Maka berhimpunlah di sekitarnya, dan bergantunglah kepadanya – setelah kepada Allah, buanglah fashilah-fashilah, katibah-katibah dan tanzhim-tanzhim itu. Jika kalian melakukannya maka itulah obat kalian, jika kalian enggan maka itu adalah penyakit kalian.

Wahai kaum muslimin; jika kalian menginginkan keamanan maka tidak ada keamanan kecuali di bawah naungan Daulah Islamiyah, yang akan melindungi kalian dan membela kalian dari orang-orang yang menyerang kalian, melindungi benteng kalian, menjaga harta dan kehormatan kalian.

Wahai kaum muslimin; jika kalian menginginkan syari’at Allah maka dia tidak ditegakkan kecuali di bawah naungan Daulah Islamiyah, tidak akan ditegakkan syari’at Allah kecuali dengan besi dan api, dengan tusukan dan sabetan, menyerang orang-orang kafir di pagi dan sore hari, siang dan malam hari. Tidak akan tegak syari’at Allah kecuali di atas tengkorak, serpihan daging dan darah kaum mujahidin, muwahhidin, orang-orang jujur dan ikhlas.

Bodoh, ceroboh, dungu dan tolol; Orang yang mengira bahwa Amerika dan sekutunya menggelar peperangannya dengan tujuan membantu orang-orang yang tertindas dan membela orang-orang lemah, atau menolong orang-orang yang disakiti, dan bukan perang terhadap Islam dan kaum Muslimin.

Bodoh, ceroboh, dungu dan tolol; Orang yang mengira bahwa penegakan syari’at bisa dilakukan dengan kesepakatan bersama Amerika dan sekutunya, atau dengan ridha bangsa-bangsa kafir atau melalui ketetapan mereka. Tidak akan tegak syari’at Allah kecuali dengan kebencian seluruh bangsa-bangsa kafir. Tidak akan tegak syari’at Allah kecuali dengan menyerang bala tentara kafir, menghancurkan mereka dan mengalahkan mereka seluruhnya.

Bodoh, ceroboh, dungu dan tolol; Orang yang mengira bahwa kaum muslimin itu lemah atau renta. Tidak wahai kaum muslimin, sesungguhnya kalian adalah orang-orang kuat, selama kalian menegakkan dien kalian dan merealisasikan tauhid kalian, menyandarkan diri kepada Rabb kalian dan bertawakkal kepada-Nya, meminta pertolongan dan bantuan hanya kepada-Nya saja yang tidak ada sekutu bagi-Nya.

أَلَيْسَ اللَّهُ بِكَافٍ عَبْدَهُ ۖ وَيُخَوِّفُونَكَ بِالَّذِينَ مِنْ دُونِهِ ...
... أَلَيْسَ اللَّهُ بِعَزِيزٍ ذِي انْتِقَامٍ

“Bukankah Allah yang mencukupi hamba-Nya? Mereka menakut-nakutimu dengan sesembahan yang selain Dia. … Bukankah Allah Mahaperkasa dan mempunyai (kekuasaan untuk) menghukum.” (Az-Zumar: 36-37)

Alangkah mengherankan orang yang telah membaca ayat-ayat ini bagaimana dia merasa takut atau hina atau lemah?

Wahai kaum muslimin, sesungguhnya kalian kuat. Dan sesungguhnya Amerika dan sekutunya, Rusia dan seluruh bangsa-bangsa kufur adalah lemah di hadapan para mujahidin. Tidakkah Rabb kalian telah berfirman kepada kalian:

...فَقَاتِلُوا أَوْلِيَاءَ الشَّيْطَانِ ۖ إِنَّ كَيْدَ الشَّيْطَانِ كَانَ ضَعِيفًا

“...Maka perangilah kawan-kawan setan itu, (karena) sesungguhnya tipu daya setan itu lemah.” (An-Nisa: 76)

Ataukah Rabb kalian tidak menjanjikan kepada kalian kehancuran mereka dan kemenangan kalian jika kalian memerangi mereka?

قَاتِلُوهُمْ يُعَذِّبْهُمُ اللَّهُ بِأَيْدِيكُمْ وَيُخْزِهِمْ وَيَنْصُرْكُمْ عَلَيْهِمْ وَيَشْفِ صُدُورَ قَوْمٍ مُؤْمِنِينَ

“Perangilah mereka, niscaya Allah akan menyiksa mereka dengan (perantaraan) tanganmu dan Dia akan menghina mereka dan menolongmu (dengan kemenangan) atas mereka, serta melegakan hati orang-orang yang beriman.” (At-Taubah: 14)

Maka mengherankan dan sungguh mengherankan bagi seorang mukmin yang membaca ayat-ayat ini, bagaimana dia lemah atau pengecut atau lemah dan terhina? Sangat mengherankan bagi seseorang, bagaimana dia rela dengan kehinaan dan tawar menawar? Mengherankan bagi siapa yang beriman dengannya kemudian dia berbasa-basi dengan kekafiran atau berdamai? Sangat mengherankan kalian wahai kaum muslimin! Sangat mengherankan kenapa engkau takut? Atau tidakkah bersamamu Rabb yang memiliki kejayaan? Atau belumkah Dia mengatakan bahwa kalian memiliki ‘izzah?

...وَلِلَّهِ الْعِزَّةُ وَلِرَسُولِهِ وَلِلْمُؤْمِنِينَ وَلَٰكِنَّ الْمُنَافِقِينَ لَا يَعْلَمُونَ

“...Padahal kemuliaan itu hanyalah bagi Allah, Rasul-Nya dan bagi orang-orang mukmin, tetapi orang-orang munafiq itu tidak mengetahui.” (al-Munafiqun: 8)

Bukankah Dia mengatakan bahwa kalian memiliki ketinggian, tidakkah kalian membacanya? Tidakkah kalian mengimaninya? Wahai kaum muslimin, sesungguhnya yang telah menenggelamkan Fir’aun, yang telah membinasakan kaum ‘Aad dan Tsamud, dan yang telah menghancurkan pasukan Ahzab, Dialah yang akan menghancurkan Rusia dan Amerika serta sekutu-sekutu mereka, dan akan menimpakan kepada mereka adzab yang keras lewat tangan-tangan mujahidin. Ini adalah janji Allah selama kalian berperang di jalan-Nya. Maka berangkatlah kalian baik dalam keadaan berat maupun ringan dan penuhilah para penyeru Allah.

Hai orang-orang yang meninggalkan bumi jihad dan lari ke belakang, melarikan diri menuju negeri-negeri kafir, kemanakah kalian akan lari dari Allah pada hari perhimpunan? Apakah kalian akan menjadikan orang-orang kafir sebagai penolong selain orang-orang mukmin? Atau apakah kalian mengharapkan kejayaan dari kaum yang hina dan rendah?

...أَيَبْتَغُونَ عِنْدَهُمُ الْعِزَّةَ فَإِنَّ الْعِزَّةَ لِلَّهِ جَمِيعًا

“...Apakah mereka mencari kekuatan di sisi orang kafir itu? Ketahuilah bahwa semua kekuatan itu milik Allah.” (An-Nisa: 139)

Demi Allah, tidak akan hidup seorang muslim di negeri Kafir kecuali dalam keadaan rendah dan dihinakan, demi Allah tidak ada keamanan bagi kaum muslimin, dan tidak ada kejayaan dan kemuliaan jika mereka tidak mampu untuk berperang dan tidak menjadikan senjata sebagai teman.

Ada apa denganmu hai pemuda Islam? Atau apakah nenek moyangmu tidak pernah menguasai dunia dan memimpin umat manusia? Atau tidakkah pernah raja-raja dunia itu merendah kepada mereka dan negeri-negeri itu tunduk? Tidakkah mereka meraih kemuliaan dan kepemimpinan kecuali dengan jihad?

Wahai pemuda Islam, bergabunglah dengan barisan mujahidin, karena sesungguhnya kalian adalah orang-orang mulia, raja-raja bumi dan pemimpin-pemimpin dunia jika kalian mau melakukannya. Dan kalian adalah orang-orang rendah, hina, dan merugi jika kalian mengabaikannya.

يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا اسْتَجِيبُوا لِلَّهِ وَلِلرَّسُولِ إِذَا دَعَاكُمْ لِمَا يُحْيِيكُمْ ۖ وَاعْلَمُوا أَنَّ اللَّهَ يَحُولُ بَيْنَ الْمَرْءِ وَقَلْبِهِ وَأَنَّهُ إِلَيْهِ تُحْشَرُونَ
وَاتَّقُوا فِتْنَةً لَا تُصِيبَنَّ الَّذِينَ ظَلَمُوا مِنْكُمْ خَاصَّةً ۖ وَاعْلَمُوا أَنَّ اللَّهَ شَدِيدُ الْعِقَابِ

“Wahai orang-orang yang beriman! Penuhilah seruan Allah dan Rasul apabila dia menyerumu kepada sesuatu yang memberi kehidupan kepadamu, dan ketahuilah bahwa sesungguhnya Allah membatasi antara manusia dan hatinya dan sesungguhnya kepada-Nyalah kamu akan dikumpulkan. Dan peliharalah dirimu dari siksaan yang tidak hanya menimpa orang-orang yang zhalim saja di antara kamu. Dan ketahuilah bahwa Allah sangat keras siksaan-Nya.” (Al-Anfal: 24-25)

Wahai keluarga kami di negeri dua tanah suci, wahai anak cucu Sa’ad dan al-‘Ala`, anak cucu Majza’ah dan al-Bara`. Hingga kapan kalian akan ridha dengan pemerintahan thaghut Alu Salul yang kafir dan celaka? Hingga kapan kalian akan tertipu dengan para penyihir mereka di Hai`ah Kibaril Munafiqin dan ‘Umala (agen-agen) (maksudnya Hai’ah Kibar Ulama, pent)?

Inilah dia Rusia yang komunis menyerang negeri Syam benteng kaum Mu’minin! Gereja mereka telah mengumumkan perang sucinya kepada kaum Muslimin! Di manakah fatwa Hai’ah Kibar Syayatin? Bukankah dahulu mereka telah memerintahkan kalian untuk Jihad melawan Rusia di Afghanistan? Atau apakah dahulu fatwa-fatwa itu bersumber dari majikan mereka Amerika? Atau apakah dahulu jumlah Kaum Muslimin tidak cukup di Khurasan? Atau apakah penduduk Syam lebih kuat dari pada orang Afghan?

Ada apa dengan kalian wahai Kaum muslimin? Apakah di setiap saat kalian tidak memperhatikan? Ada apa dengan kalian, bagaimana kalian menghukuminya? Ada apa dengan kalian, tidakkah kalian mendengar? Atau tidakkah kalian melihat? Atau tidakkah kalian mendengar permintaan tolong kaum muslimin dan orang-orang lemah di Syam? Dan melihat keadaan mereka yang telak dikeroyok musuh?

Atau apakah dunia telah membutakan mata kalian dan syahwat telah menutup pendengaran kalian atau telah mati al-wala` wal bara`? Atau apakah kalian menunggu fatwa dari setan buta hati dan penglihatan, mufti Amerika? Sekali-kali tidak! Kalian telah disihir oleh para ulama penguasa, sehingga kalian terkena fitnah dan tertipu!

Sadar dan bangkitlah wahai putra-putra al-Haramain! Sesungguhnya di tangan kalian itu ada penentuan kemenangan, di mana dari tempat kalianlah sumber penyakit itu, dan pada kalian juga ada obatnya. Bangunlah melawan Alu Salul dan Hai`ah Umala mereka tentu berantakkanlah untaian kalung Amerika dan sekutunya.

Dari arah kalian mereka bertolak, dengan harta minyak kalian mereka berbekal, dan dengan fatwa setan-setan kalian mereka menghinakan kaum muslimin dan menyerahkan mereka, mengusir dan membunuh mereka, maka bangkitlah wahai putra-putra al-Haramain, tidak ada udzur bagi kalian di Hari Pembalasan, kami meminta kalian untuk berangkat berperang, kami meminta pertolongan dari kalian, maka tidak ada udzur bagi kalian jika kalian tidak melakukannya. Sesungguhnya kami berlepas diri di hadapan Allah dari penelantaran siapa saja yang menelantarkan kami dan condong kepada kemewahan dan kesenangan hidup. Cukup bagi kami sebagai hujjah atas kalian, Sa’ad dan Abdul Aziz al-‘Ayasy, alangkah hebat keduanya

Dua singa yang bercakar merah yang menyelamatkan * seperti dua lautan di zaman yang penuh noda kemarahan

Dua orang ini telah memenuhi (kewajibannya), mendapat udzur (di hadapan Allah) dan telah menepati (janjinya). Cukuplah bagi keduanya simpanan bekal karena telah memasukkan rasa gembira di hati kaum mu’minin, ghibthah (rasa iri dalam kebaikan) dan bahagia dengan perbuatan keduanya yang hebat, dan apa yang telah mereka berikan kepada orang-orang kafir dari kehinaan, rasa takut, kemurkaan dan marah. Mereka berdua bagian dari kami dan kami bagian dari mereka. Kami berharap semoga Allah meninggikan kedudukan mereka di Firdaus, dan apa yang telah keduanya lakukan lebih kami sukai dari pada puluhan bom.

Dua singa yang tidak tunduk dan tidak dilanggar daerah kekuasaannya
Dua tombak yang menancap di jantung langit kalian melihat keduanya

Memimpin tanpa menuntut, rasa maaf memenuhi seruannya
Ya demi Allah, rasa maaf memenuhi kedua seruannya

Bangkit dan ambillah teladan dari keduanya wahai putra-putra al-Haramain, jika kalian tidak memiliki senjata maka kalian tidak kehabisan tali dan pisau, sedang di hadapanmu tentara thaghut, di hadapanmu, entah engkau yang akan mengalahkannya atau engkau akan mati.

Pencari kemuliaan adalah teman bagi kematian * dan orang yang panjang angan-angan sangat cinta kepada dirinya

Jika kehidupan ini tidak menjadi mulia * maka untuk apa rindu untuk hidup berlama-lama

Ketahuilah, takut mati itu pahit seperti rasa mati itu sendiri * dan rasa takut pemuda seperti pedang tajam di atasnya

Dan jika engkau merasakan hidup dalam kehinaan * rasa kematian terasa manis ketika engkau merasakannya

Maka bangunlah wahai pemuda Islam di setiap tempat. Bangunlah untuk berjihad melawan Rusia dan Amerika. Karena itu adalah perang Salib atas kaum muslimin, perang kaum musyrikin dan atheis kepada orang-orang mukmin.

يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا مَا لَكُمْ إِذَا قِيلَ لَكُمُ انْفِرُوا فِي سَبِيلِ اللَّهِ اثَّاقَلْتُمْ إِلَى الْأَرْضِ ۚ أَرَضِيتُمْ بِالْحَيَاةِ الدُّنْيَا مِنَ الْآخِرَةِ ۚ فَمَا مَتَاعُ الْحَيَاةِ الدُّنْيَا فِي الْآخِرَةِ إِلَّا قَلِيلٌ
إِلَّا تَنْفِرُوا يُعَذِّبْكُمْ عَذَابًا أَلِيمًا وَيَسْتَبْدِلْ قَوْمًا غَيْرَكُمْ وَلَا تَضُرُّوهُ شَيْئًا ۗ وَاللَّهُ عَلَىٰ كُلِّ شَيْءٍ قَدِيرٌ

“Wahai orang-orang yang beriman! Mengapa apabila dikatakan kepada kamu, “Berangkatlah (untuk berperang) di jalan Allah,” kamu merasa berat dan ingin tinggal di tempatmu? Apakah kamu lebih menyenangi kehidupan di dunia daripada kehidupan di akhirat? Padahal kenikmatan hidup di dunia ini (dibandingkan dengan kehidupan) di akhirat hanyalah sedikit. Jika kamu tidak berangkat (untuk berperang), niscaya Allah akan menghukum kamu dengan adzab yang pedih dan menggantikan kamu dengan kaum yang lain, dan kamu tidak akan merugikan-Nya sedikit pun. Dan Allah Mahakuasa atas segala sesuatu.” (At-Taubah: 38-39)

Wahai tentara Daulah Islamiyah. perhatikanlah kalimat-kalimat ini: Janganlah kalian khawatir terhadap Khilafah, sesungguhnya Allah Tabaraka wa Ta’ala akan menjaganya, dan menyiapkan baginya orang yang menegakkannya. Namun khawatirlah terhadap diri kalian sendiri, muhasabahlah, bertaubat dan kembalilah kalian kepada Rabb kalian. Takutlah wahai mujahid, jangan sampai keadaan kalian di hari Kiamat seperti keadaan orang yang Allah firmankan:

يُنَادُونَهُمْ أَلَمْ نَكُنْ مَعَكُمْ ۖ قَالُوا بَلَىٰ وَلَٰكِنَّكُمْ فَتَنْتُمْ أَنْفُسَكُمْ وَتَرَبَّصْتُمْ وَارْتَبْتُمْ وَغَرَّتْكُمُ الْأَمَانِيُّ حَتَّىٰ جَاءَ أَمْرُ اللَّهِ وَغَرَّكُمْ بِاللَّهِ الْغَرُورُ

“Orang-orang munafiq memanggil orang-orang mukmin, “Bukankah kami dahulu bersama kamu?” Mereka menjawab, “Benar, tetapi kamu mencelakakan dirimu sendiri, dan kamu hanya menunggu, meragukan (janji Allah) dan ditipu oleh angan-angan kosong sampai datang ketetapan Allah; dan penipu (setan) datang memperdaya kamu tentang Allah.” (al-Hadid: 14)

Jangan sampai salah seorang dari kalian mengira akan selamat hanya dengan sekedar membawa senjata dan masuk ke dalam barisan mujahidn.

Allah Ta’ala berfirman:

...مِنْكُمْ مَنْ يُرِيدُ الدُّنْيَا وَمِنْكُمْ مَنْ يُرِيدُ الْآخِرَةَ ۚ...

“...Sebagian dari kalian menginginkan dunia dan sebagian dari kalian menginginkan akhirat...” (Ali Imran : 152)

Seorang laki-laki datang menemui Nabi shallallahu alaihi wasallam dan bertanya; “Wahai Rasulullah, bagaimanakah menurutmu seorang laki-laki yang berperang karena keberanian, dan berperang karena kesukuan, dan berpedang karena riya`, manakah yang berada di jalan Allah?” Maka Nabi shallallahu alaihi wasallam menjawab; “Siapa yang berperang untuk menjadikan kalimat Allah tertinggi maka dia di jalan Allah”.

Pernah disebutkan di sisi Nabi bahwa fulan terbunuh sebagai syuhada, maka Nabi shallallahu alaihi wasallam menjawab; “Tidak, sungguh aku melihatnya di neraka bersama pakaian yang dia curi (dari ghanimah)”.

Nabi Shallallahu alaihi wasallam bersabda: “Perang itu ada dua; Maka siapa yang mengharap wajah Allah, menaati Imam, bermudah-mudah dengan kawan, dan menjauhi perbuatan merusak, maka tidur dan terjaganya adalah pahala seluruhnya. Adapun siapa yang berperang karena kebanggaan, riya dan sum’ah, bermaksiat kepada imam dan membuat kerusakan di muka bumi maka dia tidak kembali dengan pahala”.

Maka lihatlah betapa banyak orang yang menyimpang, sesat, berguguran, yang berbelok dan kembali ke belakang!

Janganlah kalian khawatir terhadap Khilafah; sesungguhnya Allah menjaga dien-Nya dan hamba-Nya. Telah berlalu atas Daulah Islamiyah, sejak dibangun pertama kali lebih dari sepuluh tahun hingga hari ini, dari berbagai fitnah, ujian, musibah dan kegoncangan yang bisa meruntuhkan gunung, dari gugurnya para komandan, terbunuhnya para pasukan, banyaknya yang ditawan, kekurangan dalam jiwa, buah-buahan dan harta. Namun dia tetap kokoh dengan karunia Allah semata, dari keras bertambah keras, dari musibah demi musibah, dari fitnah dan ujian hingga ujian dan musibah. Tidak ada angin topan yang menghantam Daulah kecuali orang yang mengerti keadaannya akan mengatakan; “Dia pasti akan binasa”. Namun ternyata dia tetap ada, dan hanya Allah saja yang tahu bagaimana dia masih tetap ada. Jika tidak hancur, maka ketika sebuah bencana mengenainya kembali orang yang mengerti itu akan mengatakan; “Tidak ada yang bisa mengangkatnya” tapi kemudian Allah mengangkatnya. Kemudian datang lagi yang sesudahnya, hingga kita mengatakan; “Sekarang dan sekarang”.

Dan begitulah, tidaklah turun suatu musibah atau kedukaan kecuali akan datang jalan keluar dari arah yang tidak kita sangka dan perhitungkan. Kita tidak kehilangan seorang pemimpin, atau terbunuhnya seorang amir, kecuali Allah telah menyiapkan pengganti di posisinya orang yang bagus pengelolaannya, dan melanjutkan perjalanannya, sampai-sampai kami terkejut dengan bagusnya pekerjaannya, besarnya cobaannya, keras dan ahlinya dia dalam pekerjaannya, lebih menyakitkan dan lebih membuat murka musuh dari orang yang sebelumnya, padahal sebelumnya kami mengira kita tidak akan mendapati orang yang dapat menggantikan tempatnya. Segala puji bagi Allah yang telah membuktikan janji-Nya, menolong tentara-Nya, dan menegakkan khilafah ini sendirian.

Maka bergembiralah wahai junud khilafah; sesungguhnya Daulah kalian insya Allah akan tetap ada (baqiyah) hingga hari kiamat, karena Allah Tabaraka wa Ta’ala yang menjaganya, mengatur urusannya, menolong dan membantu, serta menjadi walinya. Takutlah kepada diri kalian sendiri dan janganlah khawatir terhadapnya. Janganlah berbuat zhalim, janganlah berkhianat, janganlah pengecut atau melemah atau patah semangat. Larilah dari dunia yang hina, menuju Rabb seluruh manusia.

اعْلَمُوا أَنَّمَا الْحَيَاةُ الدُّنْيَا لَعِبٌ وَلَهْوٌ وَزِينَةٌ وَتَفَاخُرٌ بَيْنَكُمْ وَتَكَاثُرٌ فِي الْأَمْوَالِ وَالْأَوْلَادِ ۖ كَمَثَلِ غَيْثٍ أَعْجَبَ الْكُفَّارَ نَبَاتُهُ ثُمَّ يَهِيجُ فَتَرَاهُ مُصْفَرًّا ثُمَّ يَكُونُ حُطَامًا ۖ وَفِي الْآخِرَةِ عَذَابٌ شَدِيدٌ وَمَغْفِرَةٌ مِنَ اللَّهِ وَرِضْوَانٌ ۚ وَمَا الْحَيَاةُ الدُّنْيَا إِلَّا مَتَاعُ الْغُرُورِ

“Ketahuilah, sesungguhnya kehidupan dunia itu hanyalah permainan dan senda gurauan, perhiasan dan saling berbangga di antara kamu serta berlomba dalam kekayaan dan anak keturunan, seperti hujan yang tanaman-tanamannya mengagumkan para petani; kemudian (tanaman) itu menjadi kering dan kamu lihat warnanya kuning kemudian menjadi hancur. Dan di akhirat (nanti) ada adzab yang keras dan ampunan dari Allah serta keridaan-Nya. Dan kehidupan dunia tidak lain hanyalah kesenangan yang palsu.” (al-Hadid: 20)

Wahai putra-putra Daulah Islamiyah; peperangan belumlah memuncak, dan apa yang akan datang akan lebih dahsyat, lebih pahit dan lebih keras; maka bulatkanlah tekad kalian dan songsonglah ke hadapan karena kejayaan ada di hadapan kalian:

Maka siapa yang mengharap apa yang kami harap dari keagungan dan kejayaan * maka sama baginya antara hidup dan terbunuh

Maka jauhilah dunia, dan tuntutlah ketinggian, berbuat baiklah, saling memaafkanlah, taatlah dan janganlah bercerai berai. Dan berusahalah agar supaya kalian menjadi orang yang dicintai Allah yang berada di tsughur, dan bukan di rumah atau kamar. Dalam medan ribat dan bukan di pasar atau taman. Kusut berdebu, berlumuran darah dan sebagai pejuang, bukan penuh kenikmatan dan foya-foya. Berfikir cerdaslah ketika kalian memangku kedudukan berat, dan sadarilah tentang beratnya beban amanah. Rasakanlah oleh kalian besarnya urusan dan beratnya musibah.

Ilahi, di dalam diriku terdapat detakaan cinta * dan sesungguhnya kepada-Mu aku kembali dan merasa takut

Dan di negeri ini terdapat bencana yang terjadi dan fitnah yang berputar * sehingga air mata mengalir karenanya

Darah tertumpah dan korban berserakan * kegoncangan mengepung kami dan juga halilintar

Dunia mengeroyok kami dan datanglah * gerombolan yang masuk ke rumah seperti binatang melata

Seolah mereka sedang berebut makanan mereka * hingga berdesak-desakkanlah gerombolan ini dan kelompok-kelompok lain

Ilahi, dan inilah umatku yang tercabik oleh hawa nafsu * dikalahkan dan diselimuti keinginan dan kesenang-senangan

Digiring langkahnya di tengah malam oleh orang-orang hina * lalu mendorongnya ke tengah topan yang menghancurkan

Dan di setiap tanah terdapat fitnah demi fitnah * dan hari yang kelam dan kengerian yang mencekam

Kejadian-kejadian itu berlalu atas kami hingga seakan * itu semua obrolan ringan yang berlalu dan dilupakan

Ilahi, kaum Muslimin telah tertidur maka siapakah yang dapat membangunkannya * ketika ayat dan mushaf tidak lagi dapat melakukan

Ilahi, tolonglah kami dan pancarkanlah cahaya ke tengah kami * dengan hati yang telah sempit karena berbagai cobaan

Satukanlah hati yang telah dipisahkan oleh rasa dengki * karena terkadang di suatu hari dapat bersatu orang yang telah bermusuhan

Karuniakanlah keyakinan ke dalam hati semoga saja * kami akan bangkit menuju medan jihad dan melawan

Dan turunkanlah rahmat kepada kami yang akan membersihkan * apa yang membuat kami sedih dari dosa dan kesalahan

Dan selamatkanlah kami dari dosa kami dengan taubat * yang akan membuat sadar orang yang lalai dari besarnya urusan

Hingga meluncurlah di medan juang kami pasukan * orang yang ragu akan tersapu senjata dan juga kelembutan

Dan kami akan mengemban risalah Rabb kami ke penjuru dunia * kami melawan dan berdamai dalam pancaran petunjuknya

Kami berjalan dengannya dalam satu barisan seakan tentaranya * pondasi bangunan yang sebagian menyeru dan sebagian menyerang

Dan turunkanlah kemenangan dan juga rahmat ya Ilahi * apabila telah benar tekad dan juga ibadah di medan perang

Al-Furqan Media

Rabu, 25 Januari 2017

DAN AGAR ORANG YANG HIDUP ITU HIDUP DI ATAS KETERANGAN YANG NYATA

DAN AGAR ORANG YANG HIDUP ITU HIDUP DI ATAS KETERANGAN YANG NYATA
Statemen Juru Bicara Resmi Daulah Islamiyah, Syaikh Al-Mujahid Abu Muhammad al-Adnani asy-Syami

Alih Bahasa:
Usdul Wagha

بسم الله الرحمن الرحيم

Segala puji bagi Allah Yang Maha Kuat Maha Perkasa, shalawat serta salam tercurah kepada yang telah diutus dengan membawa pedang untuk menjadi rahmat bagi semesta alam. Amma ba’du;

Allah Ta’ala berfirman:

إِنَّ الَّذِينَ يُحَادُّونَ اللَّهَ وَرَسُولَهُ أُولَٰئِكَ فِي الْأَذَلِّينَ
كَتَبَ اللَّهُ لَأَغْلِبَنَّ أَنَا وَرُسُلِي ۚ إِنَّ اللَّهَ قَوِيٌّ عَزِيزٌ

“Sesungguhnya orang-orang yang menentang Allah dan Rasul-Nya, mereka termasuk orang-orang yang sangat hina. Allah telah menetapkan: “Aku dan rasul-rasul-Ku pasti menang”. Sesungguhnya Allah Maha Kuat lagi Maha Perkasa.” (Al-Mujadilah: 20-21)

Allah juga berfirman tentang kaum Yahudi :

وَإِذْ تَأَذَّنَ رَبُّكَ لَيَبْعَثَنَّ عَلَيْهِمْ إِلَىٰ يَوْمِ الْقِيَامَةِ مَنْ يَسُومُهُمْ سُوءَ الْعَذَابِ ۗ إِنَّ رَبَّكَ لَسَرِيعُ الْعِقَابِ ۖ وَإِنَّهُ لَغَفُورٌ رَحِيمٌ

“Dan (ingatlah), ketika Rabbmu memberitahukan bahwa sesungguhnya Dia akan mengirim kepada mereka (orang-orang Yahudi) sampai hari kiamat orang-orang yang akan menimpakan kepada mereka adzab yang seburuk-buruknya. Sesungguhnya Rabbmu amat cepat siksa-Nya dan sesungguhnya Dia adalah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang.” (Al-A’raf: 167)

Dan dari Abu Hurairah radhiyallahu anhu, bahwasanya Nabi shallallahu alaihi wasallam bersabda:

“Tidak akan terjadi hari Kiamat hingga kaum muslimin memerangi kaum Yahudi, maka kaum muslimin memerangi mereka, hingga ada seorang Yahudi yang bersembunyi di balik batu dan pohon, maka berkatalah batu atau pohon itu; ‘Hai Muslim, hai hamba Allah, ini di belakangku ada orang Yahudi, kemari dan bunuhlah dia.”

Dan juga diriwayatkan olehnya bahwa Nabi shallallahu alaihi wasallam bersabda:

“Tidak akan terjadi hari Kiamat hingga orang-orang Romawi akan singgah di A’maq, maka keluarlah kepada mereka sekelompok orang dari Madinah yang termasuk penduduk bumi terbaik ketika itu, ketika mereka telah berbaris saling berhadap-hadapan, orang Romawi berkata; ‘Tinggalkanlah kita dan orang-orang yang telah menjadikan di antara kita budak, biar kami memerangi mereka’. Maka kaum muslimin menjawab; “Tidak, Demi Allah kami tidak akan membiarkan kalian dan saudara-saudara kami.” Maka kaum muslimin pun memerangi mereka (orang Romawi) hingga sepertiga dari kaum muslimin hancur (lari), Allah tidak menerima taubat mereka selamanya. Sepertiga lagi gugur, mereka adalah sebaik-baik syuhada di sisi Allah. Dan sepertiga sisanya tidak akan mendapat fitnah selamanya, mereka akan mencapai Konstantinopel dan menaklukkannya.”

Maka celakalah kalian hai orang-orang salib!
Kemudian celakalah kalian hai orang-orang Yahudi!

Setiap kali kalian merasa hebat dan tinggi, kemudian kalian berlebih-lebihan dan melebihi batas, maka Allah datangkan dari arah yang tidak kalian duga, datanglah hamba-hamba-Nya yang menimpakan kepada kalian siksaan yang sangat buruk. Inilah yang dijanjikan oleh Rabb kami kepada kami, dan Dia tidak pernah menyalahi janji.

Amerika yang lemah dan sekutu-sekutunya mengira bahwa mereka telah berhasil membuat takut kaum mu’minin, atau menang atas mujahidin.

Tidak!

Persekutuan Salibis telah datang 13 tahun yang lalu ke Iraq, mengira bahwa mereka tidak dapat dikalahkan siapapun, dan mengira bahwa kekuatan ada pada jumlah dan senjata, kemudian tidak berjalan kecuali beberapa hari hingga si bodoh Bush mengumumkan penghentian operasi militer dan menyatakan perang telah selesai dan mereka telah menang. Dia mengkhayal, berdusta dengan penuh keangkuhan dan kesombongan!

Maka kami beritahukan bahwa perangnya belum juga dimulai!
Dan tidak perlu waktu lama hingga terlihatlah kedustaan Bush dan kebenaran para Mujahidin.

Maka penggilingan perang mulai berputar atas Amerika dan sekutunya, hingga tentaranya menjadi tepung di seluruh penjuru bumi Rafidain (Iraq), hingga dia terjatuh ke dalam rawa kekalahan, yang mereka tidak akan pernah dapat keluar darinya dengan izin Allah.

Kemudian setelah 8 tahun perang sengit yang meruntuhkan ekonomi Amerika dan menghancurkan tentaranya, si keledai Obama mengumumkan ditariknya pasukan Salib dari Iraq dengan menang menurut pengakuan dustanya, dan saat itu kami katakan bahwa perang belum sampai puncaknya, dan kami bersumpah kepada mereka jika kalian keluar kalian pasti akan kembali. Maka berdustalah si keledai Yahudi (Obama) dan berdustalah Amerika dan benarlah mujahidin.

Dan inilah dia Daulah Islamiyah! Tetap ada (baqiyah) dengan karunia Allah dan menguat. Dan inilah dia si pelindung Yahudi dan Salib Amerika kembali dengan pasukannya, mendorong buah hatinya untuk memerangi mujahidin, dan merasa dirinya bersama sekutunya mampu menghabisi Daulah Islamiyah, dan memadamkan Jihad.

Maka dengarkanlah Amerika!
Dengarkanlah wahai para Salibis!
Dengarkanlah hai orang-orang Yahudi!

Rabb kami ‘Azza wa Jalla berfirman:

وَلَقَدْ سَبَقَتْ كَلِمَتُنَا لِعِبَادِنَا الْمُرْسَلِينَ
إِنَّهُمْ لَهُمُ الْمَنْصُورُونَ
وَإِنَّ جُنْدَنَا لَهُمُ الْغَالِبُونَ

“Dan sesungguhnya telah tetap janji Kami kepada hamba-hamba Kami yang menjadi rasul. (yaitu) sesungguhnya mereka itulah yang pasti mendapat pertolongan. Dan sesungguhnya tentara Kami itulah yang pasti menang.” (ash-Shaffat: 171-173)

قَاتِلُوهُمْ يُعَذِّبْهُمُ اللَّهُ بِأَيْدِيكُمْ وَيُخْزِهِمْ وَيَنْصُرْكُمْ عَلَيْهِمْ وَيَشْفِ صُدُورَ قَوْمٍ مُؤْمِنِينَ
وَيُذْهِبْ غَيْظَ قُلُوبِهِمْ ۗ وَيَتُوبُ اللَّهُ عَلَىٰ مَنْ يَشَاءُ ۗ وَاللَّهُ عَلِيمٌ حَكِيمٌ

“Perangilah mereka, niscaya Allah akan menghancurkan mereka dengan (perantaraan) tangan-tanganmu, dan Allah akan menghinakan mereka dan menolong kamu terhadap mereka, serta melegakan hati orang-orang yang beriman. Dan menghilangkan panas hati orang-orang mukmin.” (At-Taubah: 14-15)

Sesungguhnya kami menunggu janji-Nya dan sesungguhnya kami yakin akan hal itu.

Maka tidak akan pernah membuat kami takut tentara kalian dan jumlah kalian, tidak akan membuat kami mundur ancaman-ancaman kalian dan kampanye perang kalian. Kalian tidak akan pernah menang selamanya, dan sesungguhnya kalian akan hancur!

Ataukah Amerika mengira bahwa kemenangan itu dengan berhasil membunuh seorang komandan atau lebih? Jika begitu maka itu adalah kemenangan palsu!

Apakah dia telah menang ketika berhasil membunuh Abu Mush’ab atau Abu Hamzah, atau Abu Umar atau Usamah?

Atau apakah dia telah menang ketika berhasil membunuh Syisyani atau Abu Bakr, atau Abu Zaid atau Abu Amr?

Sekali-kali tidak!

Kemenangan adalah dengan hancurnya lawan.

Ataukah Amerika mengira bahwa kehancuran itu dengan hilangnya satu kota atau kerugian wilayah?

Apakah kita kalah ketika kami kehilangan kota-kota di Iraq dan kami tinggal di gurun tanpa kota tanpa wilayah?

Ataukah kami kalah dan kamu menang ketika kamu berhasil merebut Mosul atau Sirte atau Raqqah, atau seluruh kota lalu kami kembali sebagaimana keadaan kami dahulu?

TIDAK!

Sesungguhnya kekalahan adalah hilangnya kehendak dan keinginan dalam berperang.

Dan kalian Amerika akan menang dan mujahidin akan kalah dalam satu keadaan, kami akan hancur dan kalian akan menang; ketika kalian dapat mencabut Al-Qur’an dari dada kaum Muslimin.

Jauh dan jauh *** Alangkah jauh dari kalian apa yang terlewat

Namun kami adalah Ahlul-Qur’an *** kami jual jiwa kami untuk surga

Kami adalah orang-orang yang kudanya *** mencapai Kisra dengan angin yang kencang

Dan kami rampas dengan tongkat, mahkota Kaisar *** dan kami seret pintu langkah menuju Bani Ashfar

Berapa banyak kita telah dilahirkan oleh manusia baik dan mulia *** yang jemarinya mengalirkan darah atau musim semi yang menurunkan hujan

Jemarinya diciptakan untuk menggenggam pedang *** dan melakukan kedermawanan dan di puncak minbar

Dia hadapi tombak dengan wajah dan dadanya *** dan menegakkan tekadnya sebagai pelindung kepalanya

Maka dengarkanlah hai orang-orang Amerika dan perhatikanlah!

Apa yang telah kalian peroleh dari perang selama 13 tahun melawan mujahidin di negeri Rafidain dan apa yang mereka peroleh?!

Kalian datang ke Iraq dengan membawa puluhan bahkan ratusan ribu pasukan, sedangkan kami hanya sekian ratus bahkan hanya puluhan, kurang dan lebih, dan tidak kurang dari tiga tahun hingga Rumsfeld mengumkan pengunduran diri, kelemahan dan kekalahan, sedangkan mujahidin mengumumkan tegaknya Daulah Islam.

...كَمْ مِنْ فِئَةٍ قَلِيلَةٍ غَلَبَتْ فِئَةً كَثِيرَةً بِإِذْنِ اللَّهِ ۗ وَاللَّهُ مَعَ الصَّابِرِينَ

“...Berapa banyak terjadi golongan yang sedikit dapat mengalahkan golongan yang banyak dengan izin Allah, dan Allah bersama orang-orang yang sabar.” (Al-Baqarah: 249)

Maka Amerika pun hancur dan tentaranya mengalami kekalahan, dan mereka mulai runtuh, jika saja tidak diselamatkan oleh para Shahawat hina dan khianat. Maka datanglah sunnatullah untuk menyaring dan menguji mujahidin, hingga fitnah membesar dan ujian mengeras, hingga kami kehilangan tamkin di kota-kota, namun mujahidin tidak bertambah kecuali sabar dan yakin.

Dan Amerika mendapat kesempatan emas untuk lari, maka Obama mengumumkan kemenangan dan penarikan pasukan, dan dia dusta!

Hai keledai gagal dan kalah, di manakah kemenangan yang kamu klaim itu? Di manakah peta baru Timur Tengah yang dibawa oleh Amerika? Ataukah kamu lupa atau pura-pura lupa atau memang kami yang menggariskannya? Sedangkan kebinasaan dan kehancuran kalian semakin mendekat?

Di manakah Iraq bersatu yang merdeka dan di manakah demokrasi? Apakah kamu menipu dirimu sendiri, rakyatmu dan seluruh dunia, atau apakah kamu mengakui Daulah Islamiyah?

Di manakah keamanan, pembangunan, dan kesejahteraan yang dijanjikan? Apakah kamu berdusta hai Amerika atau karena kamu memang tidak sanggup memenuhi janji? Apakah kamu menjadikan dunia lebih aman dengan memerangi kami hai Amerika? Atau apakah ketakutan dan kehancuran semakin meluas dan disaksikan oleh Kanada, Perancis, Tunisia, Turki dan Belgia? Apakah engkau berhasil menghabisi terorisme dan mematikan api jihad? Atau apakah justru dia menyebar, meninggi, dan meluas ke seluruh penjuru negeri? Apakah kamu telah menang atas mujahidin atau justru kami umumkan Khilafah dan kami mendapat nikmat tamkin?

Perlahan hai Amerika, perang belum selesai dan kamu belum menang! Dan dengan izin Allah kamu akan hancur, maka tunggulah!

Tunggulah, pedang-pedang kami tidak akan meleset!
Lengan-lengan kami tidak akan lelah!
Tekad-tekad kami tidak akan padam!
Kami tidak akan bosan dan tidak akan melemah!

Bahkan kami, dengan karunia Allah semakin kuat berkali-kali lipat dibanding saat pertama perangmu dimulai hai Amerika. Setiap kali hari berlalu maka kami semakin menjadi kuat –dengan karunia Allah– dan kamu semakin lemah. Kami berjalan dengan langkah pasti dan jelas, sedangkan kalian kebingungan mengikuti strategi Obama yang gagal.

Wahai Kaum Muslimin!
Wahai Umat Muhammad shallallahu alaihi wasallam!

Sesungguhnya inilah Syam yang penuh skandal, kini telah jelas bagi kalian kebenaran hingga seperti matahari yang terang. Maka siapa yang binasa, binasalah di atas kejelasan. Dan siapa yang hidup maka dia hiduplah di atas kejelasan.

Inilah seluruh dunia kafir dengan anggotanya berkumpul, bersekutu, dan berpadu untuk memerangi Daulah Islamiyah. Dan memeranginya, menghancurkan dan memusnahkannya menjadi prioritas paling utama.

Maka apalah keperluan mereka dan apa tujuan orang-orang kafir? Apa hakikatnya dan apa syi’arnya? Mengapa puluhan negara kufur bergabung untuk memerangi Daulah Islamiyah? Mengapa Amerika dan sekutunya menjatuhkan dua puluh ribu lebih serangan udara atas kita?

Ya! dua puluh ribu lebih serangan udara.

Mengapa mereka membelanjakan milyaran dana untuk memerangi kami? Mengapa mereka melatih pasukan, gerilyawan dan milisi-milisi? Mengapa mereka mengirimkan putra-putranya dari ujung samudra untuk memerangi kami tanpa peduli? Kenapa mereka tidak melatih, mempersenjatai, menolong atau membantu para pejuang kecuali pengikutnya saja?

Tanyakanlah kepada mereka jika mereka (mau) menjawab!
Atau jawablah oleh kalian jika kalian mengetahui!

Maka tidaklah seluruh dunia berkumpul untuk memerangi kami kecuali karena kami memerintah untuk beribadah kepada Allah, kepada-Nya saja, tidak ada sekutu bagi-Nya, kami mendorong hal itu dan berwala karenanya, dan mengkafirkan siapa yang meninggalkannya. Dan kami memperingatkan dari perbuatan syirik dalam ibadah kepada Allah, kami bersikap keras dalam hal ini dan bermusuhan karenanya, dan mengkafirkan siapa yang melakukannya.

Ini adalah seruan kami, dan inilah dien kami!
Hanya karena ini sajalah kami memerangi dunia dan kami diperangi.

Dan bukan hal yang menjijikkan jika Amerika mengaku memerangi kita untuk menolong orang-orang yang dizhalimi, atau menyelamatkan orang-orang lemah, atau membela hak-hak rakyat atau warga negara. Namun yang menjijikkan adalah jika para binatang yang menisbatkan diri terhadap Islam dan dien, mereka mempercayainya, setelah melihat apa yang terjadi di Syam terhadap kaum muslimin.

Dan bukan hal yang memalukan atau hinaan jika Amerika mengklaim memerangi kita karena membela Islam, atau melindunginya dari kesesatan orang-orang ekstrim, atau kepalsuan orang-orang jahat dan pemikiran orang-orang bodoh, akan tetapi yang memalukan dan kehinaan, dan buruknya pemikiran, adalah ketika keledai ilmu memberikan fatwa palsu terhadap mujahidin, yang menganggap bahwa orang-orang murtad dan pengekor itu adalah para mujahidin yang berperang dijalan Allah memerangi para khawarij yang keluar dari dien.

“Sungguh laknat Allah atas orang-orang yang zhalim.”

Wahai kaum muslimin! Sesungguhnya mujahidin akan menang, menang dengan senjata dan pedang, dengan hujjah dan burhan. Dan inilah dia kelompok kecil itu, yang menggedor tentara dan negara-negara dunia dan tetap bertahan dalam tahun-tahun yang panjang.

Tidaklah dia memasuki suatu negara kecuali thaghut tidak sanggup menghancurkanya atau menghapusnya dari sana. Tidaklah dia diperangi oleh tentara kecuali dia akan menyakitinya, melemahkannya, membuatnya berdarah-darah dan membuatnya menangis!

Para mujahid telah melawan seluruh syubhat, meskipun seluruh ulama suu’ memerintahkan untuk menyerangnya dan menggunakan seluruh channel siaran. Maka tidak ada lagi udzur bagi seorang pun setelah perang Syam, kebenaran kini telah jelas dan terang, baik bagi orang tertentu maupun kaum awam.

Dua kubu, dua pasukan, dua parit. Perang antara kekufuran dan keimanan! Perang al-Wala’ wal Bara’. Dan seluruh perang selainnya adalah omong kosong! Walaupun orang-orang kafir mengangkat berbagai slogan dalam perangnya, dan walaupun mereka mengklaim berbagai tujuan di dalamnya.

Manakah klaim barat yang katanya melindungi warga sipil dan membela hak asasi manusia dan kemerdekaan? Telah terjatuh topeng palsu kedustaan dan terbukalah wajah buruk di bawah siraman bom kematian dan kehancuran, serta gas Nushairiyah!

Tidaklah Amerika dan sekutunya merasa pedih dan sakit, kecuali jika mujahidin berhasil maju dan meraih kemenangan!

Dunia tidak pernah menangisi apa yang terjadi dari pembantaian Rusia dan Nushairiyah setiap hari terhadap kaum muslimin. Perasaan Eropa, Amerika dan negara-negara kafir tidak pernah terguncang atau tergerak karena diusirnya jutaan orang. Mereka tidak merasa terganggu dengan kelaparan, penyakit, kesusahan dan kematian ribuan kaum lemah, dari anak-anak, wanita, orang tua yang terkepung.

Amerika dan sekutunya tidak pernah melihat mereka yang ada di Ghauthah, Zabdaniyah, Madhaya dan Mu’addimiyah, mereka tidak pernah melihat pengepungan kecuali di kota Al-Khair, lalu mereka segera menyelamatkannya dan mengirimkan bantuan logistik setiap hari untuk Nushairiyah.

Tidak pernah tergerak tubuh Eropa dan negara-negara kafir karena Rusia yang menghancurkan rumah sakit dan komplek pemukiman!

Namun mereka akan stress dan gila, apabila Daulah Islamiyah memotong beberapa kepala orang kafir dan mereka pun merinding, bergetar, berbuih-buih, mengebom dan menyerang!

Begitulah, padahal telinga mereka telah tuli dan mata mereka telah buta, dari apa yang dilakukan oleh salibis, orang hindu, atheis, dari pembantaian dan kejahatan terhadap kaum muslimin, di Burma, Turkistan, Indonesia, Kashmir dan Filipina, di Palestina, Bosnia, Afrika Tengah, Chechnya dan Iran, dan tempat lainnya.

Tidak ada permusuhan, tidak ada kejahatan, tidak ada terorisme, jika pelakunya bukan seorang muslim. Dan tidak ada permusuhan, tidak ada kejahatan, tidak ada terorisme, jika yang menjadi sasaran adalah kaum muslimin. Benar wahai kaum muslimin!

                                                          ...لِيَهْلِكَ مَنْ هَلَكَ عَنْ بَيِّنَةٍ وَيَحْيَىٰ مَنْ حَيَّ عَنْ بَيِّنَةٍ ...ۗ

“...Agar siapa yang binasa, binasa di atas kejelasan. Dan siapa yang hidup, hidup di atas kejelasan...” (Al-Anfal : 42)

Adapun para ulama suu’, para da’i dan syaikh dinar dan dollar, lembaga penyihir dan munafiq dan agen-agen senior, telah jelas kepalsuan fatwa yang mereka muntahkan, telah tersingkap dan batal syubhat-syubhat yang mereka sebarkan, tidak akan lagi memberi manfaat bagi mereka para majikan mereka dan akan segera mengakui kegagalan, walau mereka berusaha keras dan mengusir segala kemalasan.

Semua telah mengetahui hakikat mereka.

Maka apabila majikan mereka menguasai dan mencengkeram leher-leher hamba, mereka akan mengeluarkan fatwa wajibnya ketaatan pada mereka, dan haramnya menyelisihi perintah mereka dan haramnya jihad, walaupun mereka telah kufur, melampau batas, berkhianat, dan menyebarkan kerusakan.

Namun ketika mujahidin berhasil menguasai suatu kota dan berhukum dengan hukum Allah, maka darah mereka mendidih, amarah mereka memuncak, mereka kembali muntah dan mengeluarkan fatwa mereka untuk tidak taat kepada mujahidin dan wajib memerangi mereka, mencabut kekuatan mereka ke akar-akarnya, walau kaum muslimin harus menanggung darah dan kehancuran, sekaligus membolehkan bahkan menganjurkan meminta tolong dalam hal ini kepada kaum kuffar.

Dan meskipun kaum kuffar melakukan berbagai hal kepada kaum muslimin, dari pembantaian, penghancuran dan pengusiran, mereka akan bisu, tuli dan buta. Tidak ada fatwa, pengingkaran atau kecaman!

Namun jika ada seorang mujahidin membunuh satu orang kafir di ujung bumi sana atau membalas dengan perbuatan apa pun, maka keledai ilmu ini akan berguncang dan lari tanpa rasa malu, lalu dia akan berlepas diri, mengingkari, mengecam, berbela sungkawa, sedih dan mengaduh.

Dan para thaghut pemimpin negeri-negeri kaum Muslimin yang terampas, tidaklah ada pembatal kecuali mereka melakukannya, dan tidak ada satu dalil pun yang bisa digunakan untuk membela mereka kecuali ulama suu’ akan menggunakannya dan memolesnya.

Dan tidaklah mujahidin menjalankan satu syiar, atau menghidupkan satu sunnah, atau menegakkan satu hukum, atau mempraktekkan satu had, kecuali para ulama sulthan ini akan menyalahkan mereka, memburukkannya, mengingkarinya, dan menyebarkan syubhat agar menghalangi manusia dari jalan Allah!

Maka celakalah kalian Hai Ulama suu’ di hari mahsyar, hari ditampakkannya rahasia dan kalian tidak lagi memiliki udzur! Celaka kalian! Kalian telah menyelewengkan kata-kata dan menggantinya. Kalian jadikan toleransi Islam sebagai loyalitas kepada kaum kuffar, thaghut dan musyrikin. Kalian jadikan musuh yang merampas dan berada di barak militernya di tengah negri kaum muslimin sebagai ahlu dzimmah dan musta`man (orang yang mendapat jaminan keamanan).

Kalian jadikan demokrasi yang kafir dan syirik, sebagai syura yang syar’i. Kalian jadikan diam dari kebenaran dan tenang terhadap kebathilan sebagai kesabaran yang terpuji. Kalian jadikan loyal terhadap pemimpin murtad dan condong kepada orang zhalim sebagai hikmah, kehati-hatian dan pandangan yang benar. Kalian jadikan berkata yang benar di hadapan pemimpin jahat dan kafir sebagai sikap khawarij dan menyelisihi ulil amri.

Kalian tutupi kebenaran yang Allah turunkan dan kalian haramkan jihad, dan kalian jadikan dorongan kepadanya sebagai fitnah dan melakukannya adalah kerusakan yang besar. Kalian jadikan serangan kepada musuh kafir, sebagai penumpahan darah yang dilindungi. Kalian jadikan mujahidin yang menegakkan keadilan sebagai khawarij yang keluar dari dien, sedangkan kaum murtad, sekuler, nasionalis, demokratis, agen Amerika dan anjing-anjingnya sebagai mujahidin.

Kalian jadikan kufur kepada thaghut sebagai fitnah yang besar, al-wala’ wal bara’ sebagai kejahatan. Kalian jadikan para pemimpin thaghut, kufur dan murtad, sebagai imam dalam petunjuk, pemimpin yang adil, dan penguasa kaum muslimin. Kalian telah campakkan Kitabullah ke belakang punggung kalian, dan kalian telah menjual ayat-ayat Allah dengan harga yang murah, kalian telah tercabut dari ayat-ayat Allah dan dienullah.

Permisalan kalian wahai orang-orang murtad, seperti anjing, dan seperti keledai yang membawa kitab tebal, kalian telah membeli kesesatan dengan petunjuk dan siksaan dengan ampunan, atas kalian laknat Allah, malaikat, dan seluruh manusia.

Kepada perhitungan hari kiamat kita menuju *** dan di sisi Allah akan dikumpulkan persengketaan

Kamu akan tahu di dalam hisab ketika kita bertemu *** esok hari di sisi Ilah siapa yang terhina

Wahai kaum muslimin! Sesungguhnya kami tidak berjihad untuk melindungi tanah, tidak juga untuk menguasai atau membebaskan tanah, kami tidak berperang untuk kekuasaan atau kedudukan yang akan hilang dan hancur, atau untuk reruntuhan dunia yang hina dan fana. Jika tujuan kami adalah puing dan reruntuhan ini, tentu kami tidak akan memerangi seluruh dunia secara menyeluruh dengan segala agama, aliran dan bangsa.

Andai kami bisa mewakilkan kepada satu orang pejuang saja tentu telah kami lakukan daripada kami harus berlelah-lelah. Hanya saja Al-Qur’an telah memastikan kepada kami akan memerangi seluruh alam tanpa terkecuali!

Dan tidak lebih kami hanya ingin menegakkan syari’at Rabb kami, andai kami memiliki pilihan, tentu kami telah memilih dan merubah. Andai yang kita ikuti atau alasan kita berperang adalah suatu pendapat, tentu kami telah mengoreksinya. Andaikan itu adalah ambisi, tentu kami telah menggantinya. Andai itu adalah konstitusi, tentu kami telah merubahnya. Andai itu adalah sebuah jatah, tentu kami telah tawar menawar. Andai itu adalah sebuah bagian, tentu kami telah ridha. Akan tetapi itu adalah Al-Qur’an dan petunjuk dari Nabi bangsa Adnan, shallallahu alaihi wasallam.

أَفَمَنْ كَانَ عَلَىٰ بَيِّنَةٍ مِنْ رَبِّهِ كَمَنْ زُيِّنَ لَهُ سُوءُ عَمَلِهِ وَاتَّبَعُوا أَهْوَاءَهُمْ

“Maka apakah orang yang di atas keterangan dari Rabbnya sama seperti orang yang dihiasi amal buruknya dan mengikuti hawa nafsunya.” (Muhammad: 14)

Sesungguhnya pendorong kami adalah apa yang datang dari Rabb kami.

كُتِبَ عَلَيْكُمُ الْقِتَالُ...

“Telah diwajibkan atas kalian perang...” (Al-Baqarah : 216)

انْفِرُوا خِفَافًا وَثِقَالًا...

“Berangkatlah kalian berperang baik dalam keadaan ringan maupun berat...” (At-Taubah : 41)

...اسْتَجِيبُوا لِلَّهِ وَلِلرَّسُولِ إِذَا دَعَاكُمْ لِمَا يُحْيِيكُمْ...

“...Penuhilah Allah dan Rasul-Nya apabila menyerumu terhadap apa yang menghidupkanmu...” (Al-Anfal : 24)

وَمَا لَكُمْ لَا تُقَاتِلُونَ فِي سَبِيلِ اللَّهِ...

“Mengapakah kalian tidak berangkat berperang di jalan Allah?...” (An-Nisa : 75)

إِلَّا تَنْفِرُوا يُعَذِّبْكُمْ عَذَابًا أَلِيمًا...

“Jika kalian tidak berangkat berperang maka Dia akan menimpakan siksa yang pedih atas kalian...” (At-Taubah : 39)

...فَلَا تُوَلُّوهُمُ الْأَدْبَارَ

“...Dan janganlah kalian mundur ke belakang.” (Al-Anfal : 15)

وَقَاتِلُوا الْمُشْرِكِينَ كَافَّةً...

“Perangilah orang-orang musyrik secara menyeluruh...” (At-Taubah : 36)

...فَاللَّهُ أَحَقُّ أَنْ تَخْشَوْهُ إِنْ كُنْتُمْ مُؤْمِنِينَ

“...Apakah kalian takut kepada mereka, padahal Allah yang lebih pantas kalian takuti jika kalian orang yang beriman.” (At-Taubah : 13)

قَاتِلُوهُمْ يُعَذِّبْهُمُ اللَّهُ بِأَيْدِيكُمْ

“Perangilah mereka, maka Allah akan timpakan siksaan kepada mereka melalui tangan-tangan kalian...” (At-Taubah : 14)

قَاتِلُوا الَّذِينَ لَا يُؤْمِنُونَ بِاللَّهِ وَلَا بِالْيَوْمِ الْآخِرِ وَلَا يُحَرِّمُونَ مَا حَرَّمَ اللَّهُ وَرَسُولُهُ وَلَا يَدِينُونَ دِينَ الْحَقِّ مِنَ الَّذِينَ أُوتُوا الْكِتَابَ حَتَّىٰ يُعْطُوا الْجِزْيَةَ عَنْ يَدٍ وَهُمْ صَاغِرُونَ

“Perangilah orang-orang yang tidak beriman kepada Allah dan hari Akhir, dan tidak mengharamkan apa yang Allah dan Rasul-Nya haramkan, dan tidak beragama dengan agama yang benar, dari kalangan Ahlul-Kitab sampai mereka membayar jizyah dengan patuh sedang mereka dalam keadaan tunduk.” (At-Taubah : 29)

فَإِذَا لَقِيتُمُ الَّذِينَ كَفَرُوا فَضَرْبَ الرِّقَابِ...

“Jika kalian bertemu dengan orang-orang kafir maka penggallah leher-leher mereka...” (Muhammad)

وَقَاتِلُوهُمْ حَتَّىٰ لَا تَكُونَ فِتْنَةٌ وَيَكُونَ الدِّينُ كُلُّهُ لِلَّهِ...

“Dan perangilah mereka hingga tidak ada lagi fitnah, dan dien itu seluruhnya untuk Allah.” (Al-Anfal : 39)

Kami akan berperang, terus berperang dan berperang, hingga dien ini seluruhnya hanya untuk Allah.

Kami tidak akan pernah merayu-rayu manusia agar mau menerima dienullah dan menegakkan hukum dengan syari’at Allah. Maka siapa yang ridha, maka inilah syari’at Allah, dan siapa yang benci, murka dan enggan, maka kami tidak peduli dan inilah dienullah. Kami akan kafirkan orang-orang murtad dan bara’ dari mereka, kami musuhi orang-orang kafir dan musyrik dan membenci mereka.

قَدْ كَانَتْ لَكُمْ أُسْوَةٌ حَسَنَةٌ فِي إِبْرَاهِيمَ وَالَّذِينَ مَعَهُ إِذْ قَالُوا لِقَوْمِهِمْ إِنَّا بُرَآءُ مِنْكُمْ وَمِمَّا تَعْبُدُونَ مِنْ دُونِ اللَّهِ كَفَرْنَا بِكُمْ وَبَدَا بَيْنَنَا وَبَيْنَكُمُ الْعَدَاوَةُ وَالْبَغْضَاءُ أَبَدًا حَتَّىٰ تُؤْمِنُوا بِاللَّهِ وَحْدَهُ...

“Sesungguhnya telah ada suri tauladan yang baik bagimu pada Ibrahim dan orang-orang yang bersama dengan dia ketika mereka berkata kepada kaum mereka: “Sesungguhnya kami berlepas diri dari kalian dan dari apa yang kalian sembah selain Allah, kami kafirkan kalian dan telah nyata antara kami dan kalian permusuhan dan kebencian buat selama-lamanya sampai kamu beriman kepada Allah saja...” (al-Mumtahanah: 4)

Kami tidak bisa berwala kepada orang-orang kafir dan murtad dari majlis militer nasional, atau kelompok-kelompok demokrasi atau sekuler, sebagaimana orang-orang murtad dari Jama’ah yang disebut Islamis bisa loyal kepada mereka, lalu kami bersekutu dan membantu mereka!?

...وَمَنْ يَتَوَلَّهُمْ مِنْكُمْ فَإِنَّهُ مِنْهُمْ ۗ...

“...Maka siapa di antara kamu mengambil mereka sebagai pemimpin, maka sesungguhnya dia termasuk golongan mereka...” (al-Maa`idah: 51)

وَقَدْ نَزَّلَ عَلَيْكُمْ فِي الْكِتَابِ أَنْ إِذَا سَمِعْتُمْ آيَاتِ اللَّهِ يُكْفَرُ بِهَا وَيُسْتَهْزَأُ بِهَا فَلَا تَقْعُدُوا مَعَهُمْ حَتَّىٰ يَخُوضُوا فِي حَدِيثٍ غَيْرِهِ ۚ إِنَّكُمْ إِذًا مِثْلُهُمْ ۗ إِنَّ اللَّهَ جَامِعُ الْمُنَافِقِينَ وَالْكَافِرِينَ فِي جَهَنَّمَ جَمِيعًا

“Dan sungguh Allah telah menurunkan kepadamu di dalam Al Qur’an, bahwa apabila kamu mendengar ayat-ayat Allah diingkari dan diperolok-olokkan, maka janganlah kamu duduk beserta mereka, sehingga mereka memasuki pembicaraan yang lain, Karena sesungguhnya (kalau kamu berbuat demikian), tentulah kamu serupa dengan mereka. Sesungguhnya Allah akan mengumpulkan semua orang-orang munafiq dan orang-orang kafir di dalam Jahannam.” (An-Nisa: 140)

Maka tidak mungkin bagi kami untuk bermudahanah (berkompromi) dengan mereka dalam masalah ini dan tidak mengkafirkan kesyirikan mereka, tidak mengumumkan permusuhan dan kebencian terhadap mereka, atau menjalin persaudaraan, cinta kasih dan wala’ dengan mereka, sebagaimana yang dilakukan al-Qaeda Syam, Jabhah Riddah yang merugi. Jika kami tidak memperlihatkan permusuhan dan kebencian kepada orang-orang kafir, maka hilanglah al-Wala’ wal Bara’, dan hilanglah bersamanya dien, dan bercampurlah orang-orang kafir dan kaum mu’minin.

Kalian mengira bahwa dien itu adalah ucapan Labbaik di keramaian manusia *** atau mengerjakan shalat dan berperang bersama manusia

Atau mengucapkan salam dan berbaur dengan mereka yang benci agama *** dan tidaklah dien itu melainkan cinta, benci dan wala

Juga bara’ dari setiap pelaku keburukan dan pendosa.

وَالَّذِينَ كَفَرُوا بَعْضُهُمْ أَوْلِيَاءُ بَعْضٍ ۚ إِلَّا تَفْعَلُوهُ تَكُنْ فِتْنَةٌ فِي الْأَرْضِ وَفَسَادٌ كَبِيرٌ

“Adapun orang-orang yang kafir, sebagian mereka menjadi pelindung bagi sebagian yang lain, Jika kalian tidak melaksanakan itu semua, niscaya akan terjadi kekacauan di muka bumi dan kerusakan yang besar.” (Al-Anfal: 73)

Seandainya kami tahu, jika ada salafush shalih yang pernah menyerahkan sejengkal tanah kepada orang-orang kafir, dengan alasan pengakuan masyarakat atau menjaga bangunan dari kehancuran, atau menjaga pertumpahan darah atau maslahat palsu lainnya, tentu kami telah melakukannya sebagaimana telah dilakukan al-Qa’idah pembodoh umat. Akan tetapi ini adalah Al-Qur’an yang mulia, sunnah yang suci dan manhaj yang lurus, dien yang hanif yang tidak mengenal sikap mundur atau penyimpangan.

Kita akan bertempur hingga mati, walau kebun-kebun rusak dan rumah-rumah hancur, walau harga diri harus dikorbankan, nyawa melayang, dan darah ditumpahkan. Antara hidup dengan kemuliaan dien kita sebagai pemimpin mulia, atau mati di atasnya dengan penuh kemuliaan.

Wahai para tentara Daulah Islamiyah, tidak samar bagi kalian bahwa Amerika Salibis dan sekutunya, dan bangsa-bangsa kufur di belakangnya, dan orang-orang murtad dari anak bangsa kalian di depannya, mereka telah bersatu, berpadu dan mengancam kalian, dan setiap hari mereka mengira bahwa berakhirnya Daulah Islamiyah telah dekat, dan bahwa perang ini tidak diragukan lagi akan sengit, mengancam kalian dan menakut-nakuti kalian, dan sungguh Allah Ta’ala telah berfirman:

أَلَيْسَ اللَّهُ بِكَافٍ عَبْدَهُ ۖ وَيُخَوِّفُونَكَ بِالَّذِينَ مِنْ دُونِهِ ۚ وَمَنْ يُضْلِلِ اللَّهُ فَمَا لَهُ مِنْ هَادٍ
وَمَنْ يَهْدِ اللَّهُ فَمَا لَهُ مِنْ مُضِلٍّ ۗ أَلَيْسَ اللَّهُ بِعَزِيزٍ ذِي انْتِقَامٍ

“Bukankah Allah cukup untuk melindungi hamba-hamba-Nya. Dan mereka mempertakuti kamu dengan (sembahan-sembahan) yang selain Allah? Dan siapa yang disesatkan Allah maka tidak seorangpun pemberi petunjuk baginya. Dan barangsiapa yang diberi petunjuk oleh Allah, maka tidak seorangpun yang dapat menyesatkannya. Bukankah Allah Maha Perkasa lagi mempunyai (kekuasaan untuk) mengadzab?” (Az-Zumar: 36-37)

Tentu, sesungguhnya Allah cukup bagi hamba-Nya, dan Allah berkuasa untuk menurunkan siksaan, dan sesungguhnya kekuatan hanya milik Allah semata.

Jika kalian beriman kepada Allah, dan beramal untuk-Nya, maka tidak akan pernah ada yang membuat kalian takut kecuali Allah, apapun yang terjadi. Segala sesuatu selain Allah adalah ringan, segala sesuatu selain Allah adalah kekuatan yang lemah, lemah lagi remeh. Dan semenjak setelah kita deklarasikan tegaknya Daulah Islam, maka kaum murtaddin, salibis dan atheis berharap diri mereka dapat menghabisinya dalam hitungan hari, maka mereka kobarkan perang demi perang, dan mereka susul serangan demi serangan dan gempuran demi gempuran, namun mereka gagal, surut, dan dihinakan Allah setiap saat.

Ancaman mereka bukan hal baru, kekalahan mereka juga tidak jauh, sedangkan hari-hari itu dipergantikan dan perang itu selau berputar. Maka siapa yang mengira bahwa kita berperang karena melindungi tanah atau kekuasaan atau kemenangan adalah dengan itu, maka sungguh dia telah jauh keliru.

Kita berperang karena ingin taat kepada Allah dan ingin mendekatkan diri kepada-Nya, dan kemenangan adalah jika kita hidup dengan kemuliaan dien kita atau mati di atasnya.

Sama saja apakah Allah karuniakan kepada kita tamkin. Atau kita bermalam di gurun dan sahara, terusir dan terlunta-lunta, sama saja apakah salah seorang dari kami dijebloskan ke penjara sebagai tahanan, atau bermalam di rumahnya dengan penuh aman dan kebahagiaan, sama saja apakah kita selamat dan mendapat ghanimah, atau kami terluka dan terbunuh, dan kemenangan bagi kami adalah ketika kami hidup sebagai muwahhid, kufur kepada thaghut dan merealisasikan al-wala’ wal bara’ dan menegakkan dien. Jika kami meraih itu maka kami menang, apa pun keadaannya kita tetap menang. Ini adalah kenyataan, demi Allah, dan bukan sekedar slogan, telah digariskan dengan darah oleh orang-orang jujur dari tentara dan pemimpin Daulah Islamiyah.

Maka siapa yang tidak seperti ini keadaannya walau berada di barisan kami, maka dia bukan bagian dari kami, dia pasti akan terlihat atau keluar dari kami walau setelah waktu lama.

فَلْيُقَاتِلْ فِي سَبِيلِ اللَّهِ الَّذِينَ يَشْرُونَ الْحَيَاةَ الدُّنْيَا بِالْآخِرَةِ ۚ وَمَنْ يُقَاتِلْ فِي سَبِيلِ اللَّهِ فَيُقْتَلْ أَوْ يَغْلِبْ فَسَوْفَ نُؤْتِيهِ أَجْرًا عَظِيمًا

“Maka hendaknya berperang di jalan Allah orang-orang yang telah menukar kehidupan dunia dengan Akhirat, maka siapa yang berperang di jalan Allah lalu dia terbunuh atau menang maka Kami akan memberikan kepada mereka pahala yang besar.” (An-Nisa : 74)

Dan dari Abdullah ibn Umar radhiyallahu anhuma, bahwa Rasulullah shallallahu alaihi wasallam bersabda;

“Tidaklah seorang prajurit atau sekelompok pasukan yang berhasil mendapatkan ghanimah dan mereka selamat, melainkan mereka telah menyegerakan duapertiga dari pahalanya. Dan tidaklah seorang prajurit atau sekelompok pasukan yang gagal dan tertimpa musibah, melainkan mereka akan mendapat pahalanya secara penuh”. (HR. Muslim)

Wahai junud Daulah Islamiyah, periksalah dan kuatkanlah niat kalian, perbaikilah hati, karena kalian akan menang demi Allah, karena sesungguhnya kita di atas kejelasan dan kita tidak dibohongi!

Demi Allah kita tidak dibohongi.

Dan berikanlah kabar kepada Alu Salul (Saudi) dengan berita menyakitkan yang sebentar lagi dengan izin Allah, karena mereka yang pertama kali akan dihancurkan, insya Allah.

Diriwayatkan oleh Muslim dari Nafi’ ibnu Utbah radhiyallahu anhu dia berkata; Aku mendengar Rasulullah shallallahu alaihi wasallam bersabda;

“Kalian akan memerangi jazirah Arab dan Allah akan menaklukkannya, kemudian kalian memerangi Romawi dan Allah menaklukkannya, kemudian kalian memerangi Persia dan Allah menaklukkannya, kemudian kalian memerangi Dajjal dan Allah mengalahkannya.”

Walau dahulu para fuqaha berbeda pendapat mengenai makna menaklukkan jazirah Arab, namun kini semuanya telah menjadi jelas dan benarlah nabi kita Muhammad shallallahu alaihi wasallam dan tidak berdusta.

Maka semangatlah dan semangatlah! Sesungguhnya kalian tidak lain hanya berundi dengan umat-umat dari umat, jika kalian bertahan maka kalian menang, jika kalian mundur maka kalian kalah dan merugi, dan di hadapan kalian terdapat peperangan yang tidak bisa dilakukan oleh orang yang rugi atau pengecut, dan kehendak yang tidak bersumber kecuali dengan pertarungan dan tikaman, dan untuk itu kalian semua, dengan izin Allah.

Dan inilah dia bulan Ramadhan telah datang, bulan perang dan jihad, bulan penaklukan! Maka bersiaplah dan siagalah, dan hendaknya setiap dari kalian berusaha semampu mungkin untuk mengisinya di jalan Allah sebagai pejuang, meminta apa yang di sisi Allah dengan penuh harapan. Sehingga dengan begitu kalian menjadikannya, dengan izin Allah, sebagai bulan bencana bagi kaum kuffar di setiap tempat.

Dan kami khususkan kepada junud Khilafah dan ansharnya di Eropa dan Amerika:

Wahai Hamba-hamba Allah!
Wahai orang-orang yang bertauhid!

Jika para thaghut menutup di hadapan kalian pintu hijrah, maka bukalah di hadapan mereka pintu jihad dan jadikanlah perlakuan mereka sebagai kerugian atas mereka. Sekecil apapun tindakan yang kalian lakukan di tanah air mereka lebih utama dan kami suka daripada amal besar yang kalian lakukan di sini, karena itu lebih efektif bagi kami dan menyakitkan bagi mereka.

Jika salah seorang dari kalian berharap dan berusaha keras untuk sampai di Daulah Islam, maka kami di sini berharap bisa di tempat kalian untuk menimpakan bencana terhadap para salibis agar tidak bisa tidur siang malam, mengancam mereka, meneror mereka hingga seorang tetangga takut dengan tetangga lainnya, jika salah seorang dari kalian tidak sanggup maka janganlah dia meremehkan sebuah batu yang dilemparkan atas salibis di negeri mereka, janganlah dia meremehkan satu amalan karena manfaatnya untuk mujahidin amat besar, dan efeknya kepada kaum kuffar menyakitkan.

Dan kami mendengar bahwa salah seorang dari kalian tidak sanggup beramal karena tidak dapat mencapai target militer, sehingga dia merasa berat untuk menargetkan apa yang disebut sipil hingga dia berpaling dari mereka karena ragu tentang kebolehan dan masyru’iah. Maka ketahuilah, sesungguhnya di tanah air salibis yang memerangi tidak ada perlindungan darah, dan tidak ada yang disebut masyarakat tidak berdosa, dan tidak perlu di sini untuk menyebutkan dan merinci dalil-dalil, Karena daftarnya sangat panjang, dan minimal masuk ke dalam Bab Pembalasan dengan yang Setimpal.

Maka tidak ada bedanya bagi kami antara pesawat mereka yang bersenjata atau tidak, dan tidak beda antara laki-laki dan wanita, dan ketahuilah, target kalian terhadap apa yang disebut masyarakat sipil lebih kami suka dan lebih efektif, karena itu lebih menyakitkan bagi mereka, lebih mengena dan lebih mengerikan, maka bersiaplah kalian wahai para muwahhid di setiap tempat, semoga saja kalian memperoleh pahala yang besar atau kesyahidan di bulan Ramadhan.

Berlari menuju Allah tanpa membawa bekal *** kecuali taqwa dan amal kebaikan
Dan sabar karena Allah di atas jihad *** dan seluruh bekal itu pasti akan habis jua
Kecuali taqwa, kebaikan dan petunjuk

Ya Allah sampaikanlah kami kepada bulan Ramadhan, dan bantulah kami untuk taat kepada-Mu dan teguhkanlah kami.

Ya Allah, sesungguhnya kami tidak takut kecuali kepada Engkau dan tidak mengharap kecuali maaf-Mu dan keridhaan-Mu.

Ya Allah, sesungguhnya dunia dengan seluruh pasukannya bersatu dan mengeroyok kami ya Allah dan mereka tidak menimpakan kesusahan kepada kami kecuali karena kami mengatakan bahwa Rabb kami adalah Allah, maka lindungilah kami dari mereka wahai Engkau Yang Maha Perkasa. Hanya kepada Engkau satu-satunya kami meminta perlindungan.

Tolonglah kami wahai yang Maha Hidup dan Berdisi Sendiri. Hanya kepada-Mu lah satu-satunya kami meminta bantuan.

Ya Allah tolonglah kami atas Amerika dan sekutunya dari kalangan Yahudi dan Salibis, kaum Rafidhah dan atheis, dan dari kelompok-kelompok, front-front dan faksi-faksi murtad dan Nushairiyah dan sekutu mereka dan musuh-musuh-Mu seluruhnya.

Tiada Ilah yang berhak disembah kecuali Engkau, Maha Suci Engkau, sesungguhnya kami termasuk orang yang berbuat zhalim.

Dan shalawat atas Nabi kita Muhammad, dan juga atas keluarga dan seluruh shahabat, dan segala puji bagi Allah Rabb semesta alam.

Al-Furqan Media