INI BUKAN MANHAJ KAMI DAN TIDAK AKAN MUNGKIN
Statemen Juru Bicara Resmi Daulah Islamiyah Di Iraq dan Syam, Syaikh Al-Mujahid Abu Muhammad Al-Adnaniy Asy-Syamiy
Alih Bahasa:
Ust. Abu Sulaiman Al Arkhabiliy
بسم الله الرحمن الرحيم
Segala puji hanya bagi Allah Yang Maha Kuat lagi Maha Kokoh. Shalawat dan salam semoga dilimpahkan kepada Nabi yang diutus dengan pedang sebagai rahmat bagi sekalian alam. Amma Ba’du:
Allah Ta’ala berfirman:
يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُواْ اصْبِرُواْ وَصَابِرُواْ وَرَابِطُواْ وَاتَّقُواْ اللَّهَ لَعَلَّكُمْ تُفْلِحُونَ
“Hai orang-orang yang beriman, bersabarlah kamu dan kuatkanlah kesabaranmu dan tetaplah bersiap siaga (di perbatasan negerimu) dan bertaqwalah kepada Allah supaya kamu beruntung.” (Ali Imran: 200)
Sungguh kami telah melihat berbagai keadaan pada orang-orang yang berjalan di jalur jihad ini; di mana di antara mereka ada orang yang berjalan sedikit saja terus tidak lama berselang dia berbelok di awal perjalanan dan ia berhenti di awal ujian, dan di antara mereka ada yang berjalan sampai pertengahan perjalanan kemudian ia tidak kuat memikul gangguan dan menanggung berbagai kesulitan kemudian dia diam sejenak dan akhirnya keluar, dan di antara mereka ada orang yang sampai mendekati akhir perjalanan kemudian kehilangan kesabaran sehingga akhirnya terpuruk, dan sesungguhnya mereka itu semuanya berstatus sama dengan status orang yang sama sekali tidak pernah melangkah di jalan ini.
Dan di antara mereka ada yang terpedaya setan dengan syahwat atau syubhat, sehingga ia menyimpang dan sia-sia segala upayanya sedang dia mengira bahwa ia berbuat kebaikan. Dan di antara mereka ada orang yang Allah sesatkan di atas ilmu. Dan alangkah sedikitnya orang yang berjalan di atas jalur jihad ini terus dia sabar dan tabah sampai menemui Allah dalam kondisi jujur terhadap janjinya kepada Allah, dia bertaqwa lagi tidak merubah dan mengganti.
Sesungguhnya kami memiliki tanda-tanda dan pelajaran-pelajaran pada jihad Iraq, kami membaca Al Qur’an dan kami melihatnya (Al Qur’an itu) berjalan di hadapan kami di atas bumi, kami menyaksikannya secara nyata setiap hari, setiap saat, setiap keadaan, dan tidak memahami Al Qur’an dengan sebenarnya seperti apa yang dipahami mujahid, dan tidak memahami dien ini seperti apa yang dipahami mujahid.
Sesungguhnya Allah telah memberikan karunia kepada kami, di mana Dia telah membukakan bagi kita pintu jihad di Iraq, sehingga para muhajirin-pun berlomba-lomba datang dan mereka berdatangan dari segala penjuru, maka panji tauhid diangkat, pasar jihad telah berdiri, serta sejumlah kecil dari muhajirin dan anshar menghadang kekuatan paling kuat super power yang dikenal sejarah dengan persenjataan kuno dan dada-dada terbuka, seraya mereka yakin dengan pertolongan Allah lagi bertekad kuat untuk memberlakukan syari’at Allah, di mana jasad-jasad mereka berada di Iraq sedangkan ruh-ruh mereka berada di Makkah yang tertawan, hati mereka berada di Baitul Maqdis dan mata-mata mereka mengarah ke Roma.
Pertempuran semakin sengit, api peperangan semakin merah menyala, maka teguhlah orang yang teguh dan gugurlah orang yang gugur (dari prinsip), dan Allah memberikan kemenangan kepada mujahidin sehingga lengan-pun makin menguat dan impian-pun semakin besar. Dan dikarenakan para mujahidin di Iraq itu tergolong pihak yang paling mengupayakan kesatuan dan persatuan kaum muslimin; maka Syaikh Abu Mush’ab Az Zarqawiy bersegera untuk membai’at Syaikh Usamah rahimahumullah; demi menyatukan barisan kaum muslimin dan demi membuat geram orang-orang kafir serta membangkitkan mentalitas para mujahidin, sungguh ia adalah bai’at yang penuh berkah, di mana setelahnya bermunculanlah bai’at-bai’at yang serupa dari berbagai belahan bumi, yang membuat bahagia kaum mu’minin dan menaikkan semangat para mujahidin, sehingga mimpi itu semakin dekat, dan peperangan semakin berkecamuk, pertempuran semakin panas, barisan-barisan semakin terpilahkan, sehingga mundurlah orang yang mundur, menyimpanglah orang yang menyimpang, tersesatlah orang yang tersesat dan teguhlah para mujahidin itu dan Allah-pun memberikan kemenangan bagi mereka; di mana mereka membentuk Majelis Syura Al-Mujahidin dan kemudian tidak lama beberapa bulan dari itu Allah memberikan tamkin bagi mereka, kemudian mereka mendeklarasikan Daulah Islam, mereka mendeklarasikannya secara lantang lagi terang-terangan, sehingga impian menjadi kenyataan dan para mujahidin-pun keluar dari kesempitan organisasi-organisasi kepada keluasan Daulah, dan Amir Daulah dan Menteri-nya Al Muhajir rahimahumullah mengumumkan pembubaran organisasi Al-Qa’idah Fi Bilad Ar Rafidain secara total, dan rasa takut memenuhi hati orang-orang kafir sehingga mereka-pun mulai melakukan tipu muslihat terhadap Daulah muda ini siang malam, mereka mengumpulkan seluruh kekuatan mereka dan melemparnya dengan segala cara mereka, namun Daulah tetap kokoh dengan karunia Allah saja, dan tidak diketahui dari para pimpinannya kecuali kejelasan pandangan dan ketegasan pernyataan serta kejernihan panji dan kebersihan manhaj. Mereka tidak bermudahanah atau mencari ridha siapapun dengan mengorbankan dien mereka, tidak sama sekali! Di jalan Allah mereka tidak peduli dengan celaan orang yang suka mencela.
Hari demi hari peperangan semakin sengit, dan -dengan memuji Allah- Daulah justeru semakin kuat dan kokoh, berkumpul di bawah panjinya para muhajirin dan anshar, manusia-manusia pilihan dari berbagai suku bangsa, mereka berjalan demi mencapai khilafah, teguh lagi kokoh, di mana peperangan semakin berkecamuk dan Daulah semakin meluas. Musuh-musuh dan orang-orang yang menyelisihi Daulah melempar daulah dari satu busur, di samping juga Ahli Bid’ah, orang-orang fasiq dan para penjahat. Sepanjang kondisi itu Daulah tetap menghargai keutamaan dan kedudukan para senior di jalan ini, tidak melampaui pernyataan mereka dan tidak menyelisihi perintah dan pendapat mereka; demi menjaga persatuan barisan kaum muslimin, dan demi menghormati orang-orang yang telah mendahuluinya di dalam jalan ini dari kalangan orang-orang yang utama dan yang berjihad.
Ya; tidak lain adalah demi menghormati dan menghargai, serta demi menjaga keutuhan jama’ah. Kami telah tetap di atas sikap ini seraya bersabar, walaupun apa yang kami dengar dan kami lihat berupa hal-hal yang kami tidak menyukainya, kami sabar dan kami terus sabar; kami menguraikan kebaikan-kebaikan (mereka) dan kami menutupi aib-aibnya, sampai akhirnya kami melihat inhiraf (penyimpangan), namun kami tetap bersabar dan kami melakukan takwil untuk membela orang-orang utama lagi senior itu, akan tetapi masalahnya sekarang sudah sangat parah dan penyimpangannya pun sudah sangat nyata jelas.
Sesungguhnya kami bersama urusan yang kami ingkari
Bagaikan sapi yang digiring ke tukang jagal
Atau seperti wanita yang dikira oleh keluarganya
Gadis perawan sedang ia pada umur sembilan tahun
Kami lemah-lembut kepadanya sedang ia telah dirobek
Dan bolongan-pun sudah terlalu lebar di hadapan si penambal
Sungguh Qiyadah (Pimpinan Pusat) organisasi Al-Qa’idah telah menyimpang dari manhaj yang benar, kami mengatakan ini sedang kesedihan meliputi diri kami dan kepahitan memenuhi hati kami. Kami mengatakannya dengan penuh penyayangan, ingin sekali kami untuk tidak mengatakannya, akan tetapi kami sudah berjanji untuk mengatakan Al Haq dan kami tidak takut celaan orang yang mencela.
Perubahan dan penggantian (manhaj) itu sudah sangat nampak jelas; Sesungguhnya Al-Qa’idah hari ini sudah bukan Qa’idah Al Jihad lagi, di mana bukan Qa’idah Al Jihad orang yang dipuji oleh orang-orang hina, dicandai oleh para thaghut dan diakrabi oleh orang-orang menyimpang dan orang-orang sesat. Bukan Qa’idah Al Jihad orang yang bergabung di dalam barisannya Shahawat dan orang-orang sekuler yang padahal dahulu mereka itu adalah musuh-musuhnya, di mana hari ini mereka ridha dengannya dan mereka membunuhi mujahidin dengan fatwa-fatwanya. Sesungguhnya Al-Qa’idah hari ini sudah bukan Qa’idah Al Jihad lagi, akan tetapi qiyadahnya sekarang telah menjadi balincong (serupa linggis pendek, sejenis alat pengungkit batu -ed) untuk menghancurkan proyek Daulah Islamiyah dan Khilafah yang akan datang dengan izin Allah.
Mereka telah menyimpangkan manhaj, mereka telah berburuk sangka, mereka telah menerima bai’at para penyempal, mereka telah memecah barisan mujahidin dan mereka telah mulai memerangi Daulah Islam yang telah berdiri di atas darah dan kepala-kepala muwahhidin, yaitu Daulah yang telah dipuji dahulu oleh seluruh panglima jihad, didukung oleh mereka dan mereka menetapkan untuk keabsahannya bertahun-tahun, dalam kondisi rahasia maupun terang-terangan, bahkan termasuk orang-orang yang sekarang memeranginya dahulu justeru membuatkan sajak-sajak dalam memujinya, memuji Amir-nya dan bala tentaranya serta mereka mengakui keutamaannya, dan dulu mereka itu mengakui; bahwa di setiap leher orang muslim itu ada hutang kepada Daulah.
Apa yang berubah, Amir tetap Amir itu juga, para panglima masih itu-itu juga, bala tentara masih itu-itu juga dan manhaj masih itu-itu?! Maka apa yang berubah sampai Qiyadah Al-Qa’idah menyerang kami dan mencap kami sebagai anak cucu Ibnu Muljam serta menvonis kami bahwa kami Khawarij?! Maka takutlah kalian kepada Allah pada diri kalian! Takutlah kalian kepada Allah dalam menyikapi mujahidin! Apa bukti kalian sampai kalian memprovokasi manusia terhadap mujahidin, sehingga kalian menumpahkan darah mereka dan kalian berupaya menghancurkan Daulah mereka serta berdiri menghadang di hadapannya?!
Katakanlah kepada kami dengan Nama Rabb kalian, apa bukti kalian itu?! Karena sesungguhnya menyematkan berbagai tuduhan tanpa bukti itu tidak akan menyelamatkan kalian di hadapan Allah, kalian akan ditanya tentang setiap tetes darah muhajirin dan anshar yang ditumpahkan dengan sebab kalian, apakah kalian lupa bahwa kalian sebentar lagi akan berdiri di hadapan Allah? Sedangkan lawan kalian adalah muhajirin dan anshar! Dan bahwa mereka akan bergelantungan di leher kalian seraya mengatakan: “Ya Rabbi sesungguhnya mereka itu telah menuduh kami sebagai Khawarij dan mereka memprovokasi kaum muslimin terhadap kami, sehingga mereka itu dengan sebab fatwa-fatwa mereka membunuhi mujahidin muwahhidin yang telah menadzarkan jiwa-jiwa mereka untuk membela dien-Mu, dan menumpahkan darah mereka untuk meninggikan kalimat-Mu dan menyerahkan potongan-potongan badan mereka untuk memberlakukan syari’at-Mu.”
Ya Rabbi, sesungguhnya mereka itu dengan perbuatannya ini telah melemahkan mujahidin, membuat senang orang-orang kafir, menguatkan mereka atas mujahidin serta menambahkan dari penderitaan kaum muslimin mustadl’afin.
Ya Rabb, sesungguhnya mereka itu duduk di negeri yang jauh; mereka tidak melihat dengan langsung dan tidak mendengar langsung, namun mereka melontarkan berbagai tuduhan semaunya kepada kami tanpa bukti dan tanpa pengakuan.
Ya Rabb, sesungguhnya mereka telah memecah belah barisan mujahidin di setiap tempat.
Ya Rabb, sesungguhnya mereka itu melakukan suatu perbuatan dan kemudian menuduhkannya kepada kami.
Ya Rabb, sesungguhnya mereka itu menghalalkan darah kami dan membolehkannya serta membunuhi kami, bila kami membiarkan mereka maka mereka membinasakan kami dan bila kami membela diri dan membalas mereka, maka mereka menangis di berbagai media dan mencap kami sebagai Khawarij.
Ya Rabbi, tanyakan kepada mereka kenapa mereka tidak menangisi Syaikh Abu Abdil Aziz rahimahullah, kenapa mereka tidak memprovokasi untuk menyerang pembunuhnya atau menuntut darahnya, bukankah ia menghabiskan umurnya seraya berpindah-pindah dari berbagai front dan berbagai penjara?! Apakah dikarenakan telah terbukti bahwa Daulah bukan yang membunuhnya?! Dan apakah mereka itu akan diam bila tidak diketahui pembunuhnya?! Ataukah mereka akan menuduh Daulah?!
Ya Rabb, tanyalah mereka kenapa mereka tidak mengecam para pembunuh muwahhidin di Sinai?! Kenapa mereka tidak memprovokasi manusia untuk memerangi mereka? Dan kenapa mereka memuji-muji thaghut mereka dan mendoakannya?!
Ya Rabb, sesungguhnya mereka itu tidak membedakan antara mujahidin dengan Shahawat, para perampok dan para penjahat, mereka samakan seluruhnya dan semuanya mereka namakan sebagai Ummat, dan mereka sebut semua sebagai mujahidin, mereka mendukungnya, mereka menyokongnya serta mereka membantunya, sehingga mereka itu memundurkan jihad puluhan tahun ke belakang.
Wahai kaum muslimin! Wahai mujahidin! Sungguh kami telah menanggung kezhaliman dan kami sabar; agar para tokoh itu tidak jatuh dan manusia tersesatkan di dalam diennya, kami sungguh telah bersabar dan kami telah berusaha menahan demi menjaga persatuan barisan, akan tetapi kami mendapatkan bahwa sudah tidak bisa lagi menahan, tidak ada jalan lagi!; dikarenakan Al-Qa’idah telah menyimpang, merubah dan berganti (manhaj).
Sesungguhnya perselisihan antara Daulah dengan Al-Qa’idah itu bukan atas keterbunuhan si fulan atau atas bai’at si fulan, perselisihan dengan mereka itu bukan atas peperangan terhadap Shahawat yang dahulu mereka (Al-Qa’idah) mendukung terhadapnya di Iraq, akan tetapi permasalahannya adalah permasalahan dien yang bengkok dan manhaj yang menyimpang. Manhaj yang dahulunya manhaj penjaharan millah Ibrahim, kufur kepada thaghut dan keberlepasan diri dari para pengikutnya serta menjihadi mereka, digantikan dengan manhaj yang mengimani silmiyah (jalan damai tanpa kekerasan) dan yang berjalan di belakang mayoritas, manhaj yang malu dari menyebutkan kata jihad dan penjaharan tauhid, dan menggantinya dengan kata-kata revolusi, sya’biyah (memasyarakat), intifadlah, nidlal, kifah, jamahiriyah (merakyat), dan da’awiyah, dan bahwa Rafidhah yang musyrik lagi najis itu masih diperselisihkan statusnya menurut mereka dan bahwa mereka itu lahan dakwah bukan untuk diperangi!
Sungguh Al-Qa’idah telah berjalan di belakang kafilah mayoritas dan menamakan mereka sebagai Ummat; sehingga Al-Qa’idah bermudahanah dengan mereka dengan mengorbankan dien, di mana thaghut Al Ikhwan (Mursi) yang memerangi mujahidin lagi berhukum dengan selain hukum Ar Rahman adalah didoakan baik baginya, diperlakukan dengan lemah lembut serta disifati dengan sebutan bahwa ia adalah harapan umat dan salah satu pahlawannya. Dan kami tidak mengetahui tentang umat apa yang mereka bicarakan itu dan panen pahit apa yang mereka harapkan!, juga orang-orang nasrani yang memerangi dan para penyembah berhala dari kalangan umat hindu, Sikh dan yang lainnya adalah serikat di tanah air; yang wajib hidup bersama mereka dengan damai, aman dan sentosa.
Tidak demi Allah! Ini bukan manhaj Daulah sama sekali dan tidak akan mungkin terjadi!, Daulah tidak mungin berjalan mengikuti manusia yang mana bila mereka baik maka ia baik dan bila mereka buruk maka ia buruk juga. Manhaj Daulah akan tetap: kufur kepada thaghut, pengumuman keberlepasan darinya dan dari penganutnya serta menjihadi mereka dengan pedang dan tombak serta dengan hujjah dan dalil, sehingga barangsiapa menerimanya maka ia menyambutnya dan barangsiapa menyelisihinya maka ia tidak mempedulikannya walaupun dia menamai dirinya sebagai Ummat, dan walaupun Daulah tinggal sendirian di satu kubu sedangkan alam seluruhnya di kubu yang lain.
Wahai kaum muslimin; inilah manhaj kami yang kami tidak akan menyimpang darinya insya Allah walaupun Al-Qa’idah memerangi kami di atasnya, hatta walaupun kami seluruhnya dimusnahkan dan tidak tersisa kecuali seorang saja dari kami yang tetap di atas manhaj itu.
Wahai para mujahidin! Wahai para muwahhidin!; telah diminta dari Daulah Islamiyah agar kembali ke Iraq di balik tirai Sykes Picot, dan mereka masih senantiasa memperhias di hadapan Daulah sikap kembali ke Iraq dengan berbagai surat dan sampai 3 bulan yang lalu, mereka mengancam Daulah atas hal itu dan menegonya, sehingga saat Daulah itu tetap bersikukuh untuk tetap mentaati Rabb-nya dan perintah Nabi-Nya dan apa yang telah diijmakan oleh para pendahulu dari kalangan masyayikh jihad, maka Daulah menjadi khawarij yang bermanhaj Haruriy! bahkan lebih buruk!; membohongi manusia, bermuka dua di dalam sikap-sikapnya serta menggunakan taqiyah. Dan mereka mencari alasan untuk bisa mengumumkan perang secara terang-terangan terhadapnya; maka mereka menjadikan tuduhan pembunuhan seorang pria sebagai pintu untuk merobohkan proyek Daulah dan mengubur hidup-hidup impian yang karenanya ribuan muwahhidin berhijrah kepadanya serta dikorbankan di jalan pewujudannya ribuan nyawa dan jiwa yang bersih suci, maka apakah ini kitab atau sunnah?! Apakah ini akal ataukah hikmah!! Atau justeru bahwa di balik semak belukar itu ada rahasia?! Dan bahwa manhaj itu telah berubah dan berganti?!
Maka pilihlah wahai mujahidin: di tangan siapa kalian berbai’at? Dan di barisan manhaj apa kalian berada?! Ya Allah, sesungguhnya kami berlindung kepadamu dari keterpurukan setelah kelurusan.
Dan tenanglah wahai bala tentara Daulah Islamiyah; sesungguhnya kita dengan izin Allah akan tetap berjalan di atas manhaj Al Imam Asy-Syaikh Usamah, Amir Istisyhadiyin Abu Mush’ab Az Zarqawiy dan pendiri Daulah Abu Umar Al Baghdadiy serta menteri perangnya Abu Hamzah Al Muhajir, kami tidak merubah insya Allah dan kita tidak akan mengganti sampai kita merasakan apa yang mereka rasakan.
Kita berjalan tetap di atas proyek khilafah, dan insya Allah tidak akan menggganggu kita sesuatupun, dan dengan izin Allah kita akan mengembalikan khilafah itu, dan kita akan mengembalikan bangunannya, kita akan mengembalikan kejayaannya dengan darah-darah kita, kepala-kepala kita dan serpihan-serpihan badan kita. Maka janganlah kalian merubah, dan janganlah kalian mengganti, dan para muhajirin akan terus berdatangan ke Daulah Islam, hatta walaupun mereka dibelenggu dengan rantai dan dijebloskan ke dalam penjara, tidak akan menghalangi antara mereka dengan Daulah suatu syubhatpun, tidak akan menghalangi mereka seorang thaghut-pun atau menyamarkan atas mereka seorang penyesatpun, sesungguhnya Rabb mereka akan mengeluarkan mereka, sesungguhnya Rabb mereka akan memberikan mereka bimbingan, dan cukuplah Rabb-mu sebagai pemberi bimbingan dan penolong.
Ya Allah, bila Daulah ini adalah daulah khawarij, maka hancurkanlah pilarnya dan bunuhlah para pemimpinnya dan gugurkanlah panjinya serta berilah hidayah bala tentaranya kepada Al Haq.
Ya Allah, bila ia itu Daulah Islam yang berhukum dengan Kitab-Mu dan Sunnah Nabi-Mu serta menjihadi musuh-musuh-Mu, maka teguhkanlah, jayakanlah, menangkanlah dan berilah baginya tamkin di muka bumi, serta jadikanlah ia sebagai khilafah ‘alaa manhaj nubuwwah.
Katakanlah; “Amiin” wahai kaum muslimin.
Ya Allah berilah hukuman kepada setiap orang yang memecah belah barisan mujahidin, mencerai-beraikan persatuan kaum muslimin, membuat bahagia orang-orang kafir, membuat dongkol kaum mu’minin serta memundurkan jihad bertahun-tahun ke belakang.
Ya Allah bongkarlah rahasianya, tampakkanlah niat buruknya, dan turunkanlah kepadanya kemurkaan-Mu dan Laknat-Mu, serta perlihatkanlah kepada kami keajaiban Qudrah-Mu.
Katakanlah wahai kaum muslimin: “Amiin”.
Al-Furqan Media
Statemen Juru Bicara Resmi Daulah Islamiyah Di Iraq dan Syam, Syaikh Al-Mujahid Abu Muhammad Al-Adnaniy Asy-Syamiy
Alih Bahasa:
Ust. Abu Sulaiman Al Arkhabiliy
بسم الله الرحمن الرحيم
Segala puji hanya bagi Allah Yang Maha Kuat lagi Maha Kokoh. Shalawat dan salam semoga dilimpahkan kepada Nabi yang diutus dengan pedang sebagai rahmat bagi sekalian alam. Amma Ba’du:
Allah Ta’ala berfirman:
يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُواْ اصْبِرُواْ وَصَابِرُواْ وَرَابِطُواْ وَاتَّقُواْ اللَّهَ لَعَلَّكُمْ تُفْلِحُونَ
“Hai orang-orang yang beriman, bersabarlah kamu dan kuatkanlah kesabaranmu dan tetaplah bersiap siaga (di perbatasan negerimu) dan bertaqwalah kepada Allah supaya kamu beruntung.” (Ali Imran: 200)
Sungguh kami telah melihat berbagai keadaan pada orang-orang yang berjalan di jalur jihad ini; di mana di antara mereka ada orang yang berjalan sedikit saja terus tidak lama berselang dia berbelok di awal perjalanan dan ia berhenti di awal ujian, dan di antara mereka ada yang berjalan sampai pertengahan perjalanan kemudian ia tidak kuat memikul gangguan dan menanggung berbagai kesulitan kemudian dia diam sejenak dan akhirnya keluar, dan di antara mereka ada orang yang sampai mendekati akhir perjalanan kemudian kehilangan kesabaran sehingga akhirnya terpuruk, dan sesungguhnya mereka itu semuanya berstatus sama dengan status orang yang sama sekali tidak pernah melangkah di jalan ini.
Dan di antara mereka ada yang terpedaya setan dengan syahwat atau syubhat, sehingga ia menyimpang dan sia-sia segala upayanya sedang dia mengira bahwa ia berbuat kebaikan. Dan di antara mereka ada orang yang Allah sesatkan di atas ilmu. Dan alangkah sedikitnya orang yang berjalan di atas jalur jihad ini terus dia sabar dan tabah sampai menemui Allah dalam kondisi jujur terhadap janjinya kepada Allah, dia bertaqwa lagi tidak merubah dan mengganti.
Sesungguhnya kami memiliki tanda-tanda dan pelajaran-pelajaran pada jihad Iraq, kami membaca Al Qur’an dan kami melihatnya (Al Qur’an itu) berjalan di hadapan kami di atas bumi, kami menyaksikannya secara nyata setiap hari, setiap saat, setiap keadaan, dan tidak memahami Al Qur’an dengan sebenarnya seperti apa yang dipahami mujahid, dan tidak memahami dien ini seperti apa yang dipahami mujahid.
Sesungguhnya Allah telah memberikan karunia kepada kami, di mana Dia telah membukakan bagi kita pintu jihad di Iraq, sehingga para muhajirin-pun berlomba-lomba datang dan mereka berdatangan dari segala penjuru, maka panji tauhid diangkat, pasar jihad telah berdiri, serta sejumlah kecil dari muhajirin dan anshar menghadang kekuatan paling kuat super power yang dikenal sejarah dengan persenjataan kuno dan dada-dada terbuka, seraya mereka yakin dengan pertolongan Allah lagi bertekad kuat untuk memberlakukan syari’at Allah, di mana jasad-jasad mereka berada di Iraq sedangkan ruh-ruh mereka berada di Makkah yang tertawan, hati mereka berada di Baitul Maqdis dan mata-mata mereka mengarah ke Roma.
Pertempuran semakin sengit, api peperangan semakin merah menyala, maka teguhlah orang yang teguh dan gugurlah orang yang gugur (dari prinsip), dan Allah memberikan kemenangan kepada mujahidin sehingga lengan-pun makin menguat dan impian-pun semakin besar. Dan dikarenakan para mujahidin di Iraq itu tergolong pihak yang paling mengupayakan kesatuan dan persatuan kaum muslimin; maka Syaikh Abu Mush’ab Az Zarqawiy bersegera untuk membai’at Syaikh Usamah rahimahumullah; demi menyatukan barisan kaum muslimin dan demi membuat geram orang-orang kafir serta membangkitkan mentalitas para mujahidin, sungguh ia adalah bai’at yang penuh berkah, di mana setelahnya bermunculanlah bai’at-bai’at yang serupa dari berbagai belahan bumi, yang membuat bahagia kaum mu’minin dan menaikkan semangat para mujahidin, sehingga mimpi itu semakin dekat, dan peperangan semakin berkecamuk, pertempuran semakin panas, barisan-barisan semakin terpilahkan, sehingga mundurlah orang yang mundur, menyimpanglah orang yang menyimpang, tersesatlah orang yang tersesat dan teguhlah para mujahidin itu dan Allah-pun memberikan kemenangan bagi mereka; di mana mereka membentuk Majelis Syura Al-Mujahidin dan kemudian tidak lama beberapa bulan dari itu Allah memberikan tamkin bagi mereka, kemudian mereka mendeklarasikan Daulah Islam, mereka mendeklarasikannya secara lantang lagi terang-terangan, sehingga impian menjadi kenyataan dan para mujahidin-pun keluar dari kesempitan organisasi-organisasi kepada keluasan Daulah, dan Amir Daulah dan Menteri-nya Al Muhajir rahimahumullah mengumumkan pembubaran organisasi Al-Qa’idah Fi Bilad Ar Rafidain secara total, dan rasa takut memenuhi hati orang-orang kafir sehingga mereka-pun mulai melakukan tipu muslihat terhadap Daulah muda ini siang malam, mereka mengumpulkan seluruh kekuatan mereka dan melemparnya dengan segala cara mereka, namun Daulah tetap kokoh dengan karunia Allah saja, dan tidak diketahui dari para pimpinannya kecuali kejelasan pandangan dan ketegasan pernyataan serta kejernihan panji dan kebersihan manhaj. Mereka tidak bermudahanah atau mencari ridha siapapun dengan mengorbankan dien mereka, tidak sama sekali! Di jalan Allah mereka tidak peduli dengan celaan orang yang suka mencela.
Hari demi hari peperangan semakin sengit, dan -dengan memuji Allah- Daulah justeru semakin kuat dan kokoh, berkumpul di bawah panjinya para muhajirin dan anshar, manusia-manusia pilihan dari berbagai suku bangsa, mereka berjalan demi mencapai khilafah, teguh lagi kokoh, di mana peperangan semakin berkecamuk dan Daulah semakin meluas. Musuh-musuh dan orang-orang yang menyelisihi Daulah melempar daulah dari satu busur, di samping juga Ahli Bid’ah, orang-orang fasiq dan para penjahat. Sepanjang kondisi itu Daulah tetap menghargai keutamaan dan kedudukan para senior di jalan ini, tidak melampaui pernyataan mereka dan tidak menyelisihi perintah dan pendapat mereka; demi menjaga persatuan barisan kaum muslimin, dan demi menghormati orang-orang yang telah mendahuluinya di dalam jalan ini dari kalangan orang-orang yang utama dan yang berjihad.
Ya; tidak lain adalah demi menghormati dan menghargai, serta demi menjaga keutuhan jama’ah. Kami telah tetap di atas sikap ini seraya bersabar, walaupun apa yang kami dengar dan kami lihat berupa hal-hal yang kami tidak menyukainya, kami sabar dan kami terus sabar; kami menguraikan kebaikan-kebaikan (mereka) dan kami menutupi aib-aibnya, sampai akhirnya kami melihat inhiraf (penyimpangan), namun kami tetap bersabar dan kami melakukan takwil untuk membela orang-orang utama lagi senior itu, akan tetapi masalahnya sekarang sudah sangat parah dan penyimpangannya pun sudah sangat nyata jelas.
Sesungguhnya kami bersama urusan yang kami ingkari
Bagaikan sapi yang digiring ke tukang jagal
Atau seperti wanita yang dikira oleh keluarganya
Gadis perawan sedang ia pada umur sembilan tahun
Kami lemah-lembut kepadanya sedang ia telah dirobek
Dan bolongan-pun sudah terlalu lebar di hadapan si penambal
Sungguh Qiyadah (Pimpinan Pusat) organisasi Al-Qa’idah telah menyimpang dari manhaj yang benar, kami mengatakan ini sedang kesedihan meliputi diri kami dan kepahitan memenuhi hati kami. Kami mengatakannya dengan penuh penyayangan, ingin sekali kami untuk tidak mengatakannya, akan tetapi kami sudah berjanji untuk mengatakan Al Haq dan kami tidak takut celaan orang yang mencela.
Perubahan dan penggantian (manhaj) itu sudah sangat nampak jelas; Sesungguhnya Al-Qa’idah hari ini sudah bukan Qa’idah Al Jihad lagi, di mana bukan Qa’idah Al Jihad orang yang dipuji oleh orang-orang hina, dicandai oleh para thaghut dan diakrabi oleh orang-orang menyimpang dan orang-orang sesat. Bukan Qa’idah Al Jihad orang yang bergabung di dalam barisannya Shahawat dan orang-orang sekuler yang padahal dahulu mereka itu adalah musuh-musuhnya, di mana hari ini mereka ridha dengannya dan mereka membunuhi mujahidin dengan fatwa-fatwanya. Sesungguhnya Al-Qa’idah hari ini sudah bukan Qa’idah Al Jihad lagi, akan tetapi qiyadahnya sekarang telah menjadi balincong (serupa linggis pendek, sejenis alat pengungkit batu -ed) untuk menghancurkan proyek Daulah Islamiyah dan Khilafah yang akan datang dengan izin Allah.
Mereka telah menyimpangkan manhaj, mereka telah berburuk sangka, mereka telah menerima bai’at para penyempal, mereka telah memecah barisan mujahidin dan mereka telah mulai memerangi Daulah Islam yang telah berdiri di atas darah dan kepala-kepala muwahhidin, yaitu Daulah yang telah dipuji dahulu oleh seluruh panglima jihad, didukung oleh mereka dan mereka menetapkan untuk keabsahannya bertahun-tahun, dalam kondisi rahasia maupun terang-terangan, bahkan termasuk orang-orang yang sekarang memeranginya dahulu justeru membuatkan sajak-sajak dalam memujinya, memuji Amir-nya dan bala tentaranya serta mereka mengakui keutamaannya, dan dulu mereka itu mengakui; bahwa di setiap leher orang muslim itu ada hutang kepada Daulah.
Apa yang berubah, Amir tetap Amir itu juga, para panglima masih itu-itu juga, bala tentara masih itu-itu juga dan manhaj masih itu-itu?! Maka apa yang berubah sampai Qiyadah Al-Qa’idah menyerang kami dan mencap kami sebagai anak cucu Ibnu Muljam serta menvonis kami bahwa kami Khawarij?! Maka takutlah kalian kepada Allah pada diri kalian! Takutlah kalian kepada Allah dalam menyikapi mujahidin! Apa bukti kalian sampai kalian memprovokasi manusia terhadap mujahidin, sehingga kalian menumpahkan darah mereka dan kalian berupaya menghancurkan Daulah mereka serta berdiri menghadang di hadapannya?!
Katakanlah kepada kami dengan Nama Rabb kalian, apa bukti kalian itu?! Karena sesungguhnya menyematkan berbagai tuduhan tanpa bukti itu tidak akan menyelamatkan kalian di hadapan Allah, kalian akan ditanya tentang setiap tetes darah muhajirin dan anshar yang ditumpahkan dengan sebab kalian, apakah kalian lupa bahwa kalian sebentar lagi akan berdiri di hadapan Allah? Sedangkan lawan kalian adalah muhajirin dan anshar! Dan bahwa mereka akan bergelantungan di leher kalian seraya mengatakan: “Ya Rabbi sesungguhnya mereka itu telah menuduh kami sebagai Khawarij dan mereka memprovokasi kaum muslimin terhadap kami, sehingga mereka itu dengan sebab fatwa-fatwa mereka membunuhi mujahidin muwahhidin yang telah menadzarkan jiwa-jiwa mereka untuk membela dien-Mu, dan menumpahkan darah mereka untuk meninggikan kalimat-Mu dan menyerahkan potongan-potongan badan mereka untuk memberlakukan syari’at-Mu.”
Ya Rabbi, sesungguhnya mereka itu dengan perbuatannya ini telah melemahkan mujahidin, membuat senang orang-orang kafir, menguatkan mereka atas mujahidin serta menambahkan dari penderitaan kaum muslimin mustadl’afin.
Ya Rabb, sesungguhnya mereka itu duduk di negeri yang jauh; mereka tidak melihat dengan langsung dan tidak mendengar langsung, namun mereka melontarkan berbagai tuduhan semaunya kepada kami tanpa bukti dan tanpa pengakuan.
Ya Rabb, sesungguhnya mereka telah memecah belah barisan mujahidin di setiap tempat.
Ya Rabb, sesungguhnya mereka itu melakukan suatu perbuatan dan kemudian menuduhkannya kepada kami.
Ya Rabb, sesungguhnya mereka itu menghalalkan darah kami dan membolehkannya serta membunuhi kami, bila kami membiarkan mereka maka mereka membinasakan kami dan bila kami membela diri dan membalas mereka, maka mereka menangis di berbagai media dan mencap kami sebagai Khawarij.
Ya Rabbi, tanyakan kepada mereka kenapa mereka tidak menangisi Syaikh Abu Abdil Aziz rahimahullah, kenapa mereka tidak memprovokasi untuk menyerang pembunuhnya atau menuntut darahnya, bukankah ia menghabiskan umurnya seraya berpindah-pindah dari berbagai front dan berbagai penjara?! Apakah dikarenakan telah terbukti bahwa Daulah bukan yang membunuhnya?! Dan apakah mereka itu akan diam bila tidak diketahui pembunuhnya?! Ataukah mereka akan menuduh Daulah?!
Ya Rabb, tanyalah mereka kenapa mereka tidak mengecam para pembunuh muwahhidin di Sinai?! Kenapa mereka tidak memprovokasi manusia untuk memerangi mereka? Dan kenapa mereka memuji-muji thaghut mereka dan mendoakannya?!
Ya Rabb, sesungguhnya mereka itu tidak membedakan antara mujahidin dengan Shahawat, para perampok dan para penjahat, mereka samakan seluruhnya dan semuanya mereka namakan sebagai Ummat, dan mereka sebut semua sebagai mujahidin, mereka mendukungnya, mereka menyokongnya serta mereka membantunya, sehingga mereka itu memundurkan jihad puluhan tahun ke belakang.
Wahai kaum muslimin! Wahai mujahidin! Sungguh kami telah menanggung kezhaliman dan kami sabar; agar para tokoh itu tidak jatuh dan manusia tersesatkan di dalam diennya, kami sungguh telah bersabar dan kami telah berusaha menahan demi menjaga persatuan barisan, akan tetapi kami mendapatkan bahwa sudah tidak bisa lagi menahan, tidak ada jalan lagi!; dikarenakan Al-Qa’idah telah menyimpang, merubah dan berganti (manhaj).
Sesungguhnya perselisihan antara Daulah dengan Al-Qa’idah itu bukan atas keterbunuhan si fulan atau atas bai’at si fulan, perselisihan dengan mereka itu bukan atas peperangan terhadap Shahawat yang dahulu mereka (Al-Qa’idah) mendukung terhadapnya di Iraq, akan tetapi permasalahannya adalah permasalahan dien yang bengkok dan manhaj yang menyimpang. Manhaj yang dahulunya manhaj penjaharan millah Ibrahim, kufur kepada thaghut dan keberlepasan diri dari para pengikutnya serta menjihadi mereka, digantikan dengan manhaj yang mengimani silmiyah (jalan damai tanpa kekerasan) dan yang berjalan di belakang mayoritas, manhaj yang malu dari menyebutkan kata jihad dan penjaharan tauhid, dan menggantinya dengan kata-kata revolusi, sya’biyah (memasyarakat), intifadlah, nidlal, kifah, jamahiriyah (merakyat), dan da’awiyah, dan bahwa Rafidhah yang musyrik lagi najis itu masih diperselisihkan statusnya menurut mereka dan bahwa mereka itu lahan dakwah bukan untuk diperangi!
Sungguh Al-Qa’idah telah berjalan di belakang kafilah mayoritas dan menamakan mereka sebagai Ummat; sehingga Al-Qa’idah bermudahanah dengan mereka dengan mengorbankan dien, di mana thaghut Al Ikhwan (Mursi) yang memerangi mujahidin lagi berhukum dengan selain hukum Ar Rahman adalah didoakan baik baginya, diperlakukan dengan lemah lembut serta disifati dengan sebutan bahwa ia adalah harapan umat dan salah satu pahlawannya. Dan kami tidak mengetahui tentang umat apa yang mereka bicarakan itu dan panen pahit apa yang mereka harapkan!, juga orang-orang nasrani yang memerangi dan para penyembah berhala dari kalangan umat hindu, Sikh dan yang lainnya adalah serikat di tanah air; yang wajib hidup bersama mereka dengan damai, aman dan sentosa.
Tidak demi Allah! Ini bukan manhaj Daulah sama sekali dan tidak akan mungkin terjadi!, Daulah tidak mungin berjalan mengikuti manusia yang mana bila mereka baik maka ia baik dan bila mereka buruk maka ia buruk juga. Manhaj Daulah akan tetap: kufur kepada thaghut, pengumuman keberlepasan darinya dan dari penganutnya serta menjihadi mereka dengan pedang dan tombak serta dengan hujjah dan dalil, sehingga barangsiapa menerimanya maka ia menyambutnya dan barangsiapa menyelisihinya maka ia tidak mempedulikannya walaupun dia menamai dirinya sebagai Ummat, dan walaupun Daulah tinggal sendirian di satu kubu sedangkan alam seluruhnya di kubu yang lain.
Wahai kaum muslimin; inilah manhaj kami yang kami tidak akan menyimpang darinya insya Allah walaupun Al-Qa’idah memerangi kami di atasnya, hatta walaupun kami seluruhnya dimusnahkan dan tidak tersisa kecuali seorang saja dari kami yang tetap di atas manhaj itu.
Wahai para mujahidin! Wahai para muwahhidin!; telah diminta dari Daulah Islamiyah agar kembali ke Iraq di balik tirai Sykes Picot, dan mereka masih senantiasa memperhias di hadapan Daulah sikap kembali ke Iraq dengan berbagai surat dan sampai 3 bulan yang lalu, mereka mengancam Daulah atas hal itu dan menegonya, sehingga saat Daulah itu tetap bersikukuh untuk tetap mentaati Rabb-nya dan perintah Nabi-Nya dan apa yang telah diijmakan oleh para pendahulu dari kalangan masyayikh jihad, maka Daulah menjadi khawarij yang bermanhaj Haruriy! bahkan lebih buruk!; membohongi manusia, bermuka dua di dalam sikap-sikapnya serta menggunakan taqiyah. Dan mereka mencari alasan untuk bisa mengumumkan perang secara terang-terangan terhadapnya; maka mereka menjadikan tuduhan pembunuhan seorang pria sebagai pintu untuk merobohkan proyek Daulah dan mengubur hidup-hidup impian yang karenanya ribuan muwahhidin berhijrah kepadanya serta dikorbankan di jalan pewujudannya ribuan nyawa dan jiwa yang bersih suci, maka apakah ini kitab atau sunnah?! Apakah ini akal ataukah hikmah!! Atau justeru bahwa di balik semak belukar itu ada rahasia?! Dan bahwa manhaj itu telah berubah dan berganti?!
Maka pilihlah wahai mujahidin: di tangan siapa kalian berbai’at? Dan di barisan manhaj apa kalian berada?! Ya Allah, sesungguhnya kami berlindung kepadamu dari keterpurukan setelah kelurusan.
Dan tenanglah wahai bala tentara Daulah Islamiyah; sesungguhnya kita dengan izin Allah akan tetap berjalan di atas manhaj Al Imam Asy-Syaikh Usamah, Amir Istisyhadiyin Abu Mush’ab Az Zarqawiy dan pendiri Daulah Abu Umar Al Baghdadiy serta menteri perangnya Abu Hamzah Al Muhajir, kami tidak merubah insya Allah dan kita tidak akan mengganti sampai kita merasakan apa yang mereka rasakan.
Kita berjalan tetap di atas proyek khilafah, dan insya Allah tidak akan menggganggu kita sesuatupun, dan dengan izin Allah kita akan mengembalikan khilafah itu, dan kita akan mengembalikan bangunannya, kita akan mengembalikan kejayaannya dengan darah-darah kita, kepala-kepala kita dan serpihan-serpihan badan kita. Maka janganlah kalian merubah, dan janganlah kalian mengganti, dan para muhajirin akan terus berdatangan ke Daulah Islam, hatta walaupun mereka dibelenggu dengan rantai dan dijebloskan ke dalam penjara, tidak akan menghalangi antara mereka dengan Daulah suatu syubhatpun, tidak akan menghalangi mereka seorang thaghut-pun atau menyamarkan atas mereka seorang penyesatpun, sesungguhnya Rabb mereka akan mengeluarkan mereka, sesungguhnya Rabb mereka akan memberikan mereka bimbingan, dan cukuplah Rabb-mu sebagai pemberi bimbingan dan penolong.
Ya Allah, bila Daulah ini adalah daulah khawarij, maka hancurkanlah pilarnya dan bunuhlah para pemimpinnya dan gugurkanlah panjinya serta berilah hidayah bala tentaranya kepada Al Haq.
Ya Allah, bila ia itu Daulah Islam yang berhukum dengan Kitab-Mu dan Sunnah Nabi-Mu serta menjihadi musuh-musuh-Mu, maka teguhkanlah, jayakanlah, menangkanlah dan berilah baginya tamkin di muka bumi, serta jadikanlah ia sebagai khilafah ‘alaa manhaj nubuwwah.
Katakanlah; “Amiin” wahai kaum muslimin.
Ya Allah berilah hukuman kepada setiap orang yang memecah belah barisan mujahidin, mencerai-beraikan persatuan kaum muslimin, membuat bahagia orang-orang kafir, membuat dongkol kaum mu’minin serta memundurkan jihad bertahun-tahun ke belakang.
Ya Allah bongkarlah rahasianya, tampakkanlah niat buruknya, dan turunkanlah kepadanya kemurkaan-Mu dan Laknat-Mu, serta perlihatkanlah kepada kami keajaiban Qudrah-Mu.
Katakanlah wahai kaum muslimin: “Amiin”.
Al-Furqan Media