Selasa, 07 Februari 2017

KEMUDIAN MARILAH KITA BERMUBAHALAH, AGAR LAKNAT ALLAH DITIMPAKAN KEPADA ORANG-ORANG YANG DUSTA

KEMUDIAN MARILAH KITA BERMUBAHALAH, AGAR LAKNAT ALLAH DITIMPAKAN KEPADA ORANG-ORANG YANG DUSTA
Statemen Juru Bicara Daulah Islamiyah Di Iraq dan Syam, Syaikh Al-Mujahid Abu Muhammad Al-‘Adnaniy Asy-Syamiy

Alih Bahasa:
Ust. Abu Sulaiman Al Arkhabiliy

بسم الله الرحمن الرحيم

Segala puji hanya milik Allah Yang Maha Kuat lagi Maha Kokoh, shalawat dan salam semoga dilimpahkan kepada orang yang telah diutus dengan pedang sebagai rahmat bagi sekalian alam. Amma Ba’du:

Allah Ta’ala berfirman:

يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا إِن جَاءكُمْ فَاسِقٌ بِنَبَأٍ فَتَبَيَّنُوا أَن تُصِيبُوا قَوْماً بِجَهَالَةٍ فَتُصْبِحُوا عَلَى مَا فَعَلْتُمْ نَادِمِينَ

“Wahai orang-orang yang beriman! Jika seseorang yang fasiq datang kepadamu membawa suatu berita, maka telitilah kebenarannya, agar kamu tidak mecelakakan suatu kaum karena kebodohan (kecerobohan), yang akhirnya kamu menyesali perbuatanmu itu.” (Al Hujurat: 6)

Dan berfirman:

يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُواْ اتَّقُواْ اللّهَ وَكُونُواْ مَعَ الصَّادِقِينَ

“Wahai orang-orang yang beriman! Bertaqwalah kepada Allah, dan bersamalah kamu dengan orang-orang yang benar.” (At Taubah: 119)

Kepada orang yang menginginkan jihad di jalan Allah…
Kepada orang yang menginginkan pembelaan agama Allah…
Kepada orang yang berupaya jujur untuk memberlakukan syari’at Allah..
Kepada orang yang terkabur di hadapannya urusan-urusan itu sehingga ia berada dalam kebingungan lagi kebimbangan; dia khawatir fitnah lagi menginginkan kelurusan..
Kepada orang yang dibisikkan oleh jiwanya agar bersikap tawaqquf atau taraju’ atau netral…

Pinjamkanlah pendengaranmu kepadaku dan perhatikanlah, pikirkanlah karena Allah dengan obyektifitas dan penuh pengamatan, sungguh Rabb-mu Jalla Fi ‘Ulah telah mengatakan kepadamu:

لَتَجِدَنَّ أَشَدَّ النَّاسِ عَدَاوَةً لِّلَّذِينَ آمَنُواْ الْيَهُودَ وَالَّذِينَ أَشْرَكُواْ

“Sungguh benar-benar kamu akan mendapatkan manusia yang paling dasyat permusuhannya terhadap orang-orang yang beriman itu adalah orang-orang yahudi dan orang-orang musyrik” (Al Maidah: 82)

Dan Dia mengatakan kepadamu:

وَلاَ يَزَالُونَ يُقَاتِلُونَكُمْ حَتَّىَ يَرُدُّوكُمْ عَن دِينِكُمْ إِنِ اسْتَطَاعُواْ

“Dan senantiasa mereka itu akan terus memerangi kalian sampai mereka mengembalikan kalian dari dien kalian bila mereka mampu,” (Al Baqarah: 117)

Dan berfirman:

بَلْ مَكْرُ اللَّيْلِ وَالنَّهَارِ إِذْ تَأْمُرُونَنَا أَن نَّكْفُرَ بِاللَّهِ وَنَجْعَلَ لَهُ أَندَاداً

“Sebenarnya tipu daya (kalian) pada waktu malam dan siang (yang menghalangi kami), ketika kalian mengajak kami agar kafir kepada Allah dan menjadikan sekutu-sekutu bagi-Nya,” (Saba’: 33)

Bila kamu menginginkan untuk mengetahui Al Haq, maka niatkanlah murni karena Allah, dan perhatikanlah siapakah hari ini pihak yang dimusuhi oleh Amerika, Yahudi, Rafidhah dan seluruh antek-antek mereka dari kalangan para thaghut, siapakah yang membuat mereka itu geram? Siapakah yang mengancam keamanan mereka? Siapakah yang menggoncangkan singgasana mereka?! Siapakah yang menjadi sumber kecemasan dan ketakutan mereka?! Terhadap siapa mereka itu membuat makar siang dan malam serta melakukan konspirasi?! Dalam menghadang siapa mereka itu mengerahkan seluruh media informasi mereka dan corong-corong mereka; dalam rangka mempermalukan, mencela-cela dan membuat pencitraan buruk, dalam rangka membuat gaduh, menuduh, mengada-ada kebohongan, memprovokasi dan memancing kemarahan publik?!

Maka tidak diragukan bahwa mereka itu adalah para mujahidin, akan tetapi saya bertanya kepadamu dengan Nama Allah wahai pencari jihad; bukankah Daulah Islamiyah itu berada di puncak paling atas daftar ini?! Saya bertanya kepadamu dengan Nama Allah apakah di muka bumi ini ada satu elemen yang mana negara-negara kafir, agama-agamanya dan isme-ismenya sepakat untuk memeranginya dan telah berupaya terhadap hal itu, seperti yang dialami Daulah?!

Mereka mengklaim bahwa Daulah itu telah merusak jihad di Iraq dan ia ingin merusaknya juga di Syam!

Saya bertanya kepadamu dengan Nama Allah wahai pencari kebenaran; apakah Daulah itu menjadi perusak jihad, sedangkan negara-negara kafir bersepakat untuk memeranginya dan menghabisinya?!

Bukankah sepantasnya mereka itu membiarkan Daulah kalau memang tuduhan-tuduhan itu benar?!

Ataukah bahwa negara-negara kafir dan antek-antek mereka dari kalangan para thaghut itu telah menjadi para pelindung jihad dan orang-orang yang menjaga kelestarian jihad?!

Wahai orang yang ingin menolong agama Allah; apakah kamu rela berada di barisan Salim ‘Iblis’ Idris, kelompok Al Jarba, milisi Jamal Ma’ruf dan Ahfad Ar Rais, geng-geng Badai Utara dan ‘Afasy, Hayaniy dan Jazrah?! Dan kelompok-kelompok yang didukung oleh Dinasti Salul (Saudi), Amerika dan Pihak Kafir Barat?!

Demi Allah sesungguhnya dukungan dan kebahagiaan mereka itu dengan sikapmu memerangi Daulah; adalah benar-benar sebab yang cukup bagimu untuk menghentikan diri dari memerangi Daulah atau dari membantu dan menyokong pihak yang memeranginya, jangan ditanya lagi tentang kebahagiaan Nushairiyah dan Rafidhah terhadap dirimu!

Wahai orang yang mencari kelurusan; Sesungguhnya Nabi-mu shallallahu ‘alaihi wasallam telah mengatakan:

عليكَ بالشام فإنّها خيرةُ اللهِ من أرضه، يجتبي إليها خيرته من خلقه

“Hendaklah kamu menuju Syam, dikarenakan ia adalah bumi pilihan Allah, didatangkan kepadanya manusia-manusia pilihan-Nya.”

Maka perhatikanlah para muhajirin di bumi Syam di barisan mana mereka itu hari ini bergabung? Apakah kamu mengira wahai orang yang bingung; bahwa mereka itu meninggalkan negeri-negeri mereka, harta kekayaan mereka dan tanah air mereka untuk merusak jihad ataukah untuk berjihad di jalan Allah?! Apakah mereka meninggalkan anak istri mereka dan berpisah dengan orang-orang yang mereka cintai untuk memerangi mujahidin di jalan Allah ataukah untuk memerangi para thaghut dan para perusak, serta dalam rangka membela dien ini?! Apakah mereka berangkat ke front Syam untuk mencuri harta dan untuk berbuat aniaya kepada kaum muslimin, ataukah untuk melindungi kehormatan, kesucian dan orang-orang yang tertindas?!

Wahai muhajir yang masih berada di barisan faksi-faksi lain; Berhentilah sejenak dan tengoklah ke sekitarmu, dan lihatlah berapa banyak muhajirin yang masih ada bersamamu.

Wahai sekalian Anshar; perhatikanlah firman Rabb kalian ‘Azza wa Jalla:

إِنَّ الَّذِينَ آمَنُواْ وَالَّذِينَ هَاجَرُواْ وَجَاهَدُواْ فِي سَبِيلِ اللّهِ أُوْلَـئِكَ يَرْجُونَ رَحْمَتَ اللّهِ

“Sesungguhnya orang-orang yang beriman, dan orang-orang yang berhijrah dan berjihad di jalan Allah, mereka itulah yang mengharapkan rahmat Allah.” (Al Baqarah: 218)

Dan firman-Nya Ta’ala:

إِنَّ الَّذِينَ آمَنُواْ وَهَاجَرُواْ وَجَاهَدُواْ بِأَمْوَالِهِمْ وَأَنفُسِهِمْ فِي سَبِيلِ اللّهِ وَالَّذِينَ آوَواْ وَّنَصَرُواْ أُوْلَـئِكَ بَعْضُهُمْ أَوْلِيَاء بَعْضٍ

“Sesungguhnya orang-orang yang beriman dan berhijrah serta berjihad dengan harta dan jiwanya di jalan Allah dan orang-orang yang memberikan tempat kediaman dan memberi pertolongan (kepada muhajirin), mereka itu satu sama lain saling melindungi.“ (Al Anfal: 72)

Dan firman-Nya Ta’ala:

وَالَّذِينَ آمَنُواْ وَهَاجَرُواْ وَجَاهَدُواْ فِي سَبِيلِ اللّهِ وَالَّذِينَ آوَواْ وَّنَصَرُواْ أُولَـئِكَ هُمُ الْمُؤْمِنُونَ حَقّاً لَّهُم مَّغْفِرَةٌ وَرِزْقٌ كَرِيمٌ

“Dan orang-orang yang beriman dan berhijrah serta berjihad di jalan Allah, dan orang-orang yang memberi tempat kediaman dan memberi pertolongan (kepada orang muhajirin), mereka itulah orang yang benar-benar beriman. Mereka memperoleh ampunan dan rejeki (nikmat) yang mulia..” (Al Anfal: 74)

Maka berlindunglah kalian di barisan muhajirin wahai sekalian anshar, dikarenakan Allah Tabaraka wa Ta’ala berfirman:

وَالَّذِينَ هَاجَرُواْ فِي اللّهِ مِن بَعْدِ مَا ظُلِمُواْ لَنُبَوِّئَنَّهُمْ فِي الدُّنْيَا حَسَنَةً وَلَأَجْرُ الآخِرَةِ أَكْبَرُ لَوْ كَانُواْ يَعْلَمُونَ

“Dan orang yang berhijrah karena Allah setelah mereka di zhalimi, pasti kami akan memberikan tempat yang baik kepada mereka di dunia. Dan pahala di akhirat pasti lebih besar, sekiranya mereka mengetahui..” (An Nahl: 41)

Dan berfirman:

ثُمَّ إِنَّ رَبَّكَ لِلَّذِينَ هَاجَرُواْ مِن بَعْدِ مَا فُتِنُواْ ثُمَّ جَاهَدُواْ وَصَبَرُواْ إِنَّ رَبَّكَ مِن بَعْدِهَا لَغَفُورٌ رَّحِيمٌ

“Kemudian Tuhanmu (pelindung) bagi orang yang berhijrah setelah menderita cobaan, kemudian mereka berjihad dan bersabar, sungguh, Tuhanmu setelah itu benar-benar Maha Pengampun, Maha Penyayang..” (An Nahl: 110)

Berlindunglah kalian wahai sekalian anshar, dikarenakan mereka itu (para muhajirin) katup pengamanan bagi setiap front jihad. Berlindunglah kalian di balik muhajirin, dikarenakan Allah telah menjamin bagi mereka. Berlindunglah kalian di balik muhajirin dan berilah mereka tempat serta bela lah mereka, dikarenakan Allah tidak akan menyesatkan mereka. Berlindunglah kalian di balik muhajirin, dikarenakan jihad itu tidak tegak kecuali dengan muhajirin dan anshar.

Dan hati-hatilah wahai orang yang mengharapkan rahmat Allah; janganlah kamu menjadi pedang di tangan Amerika, atau panah di kantong Nushairiyah sedangkan kamu tidak mengetahui! Janganlah kamu berada di parit demokrasi sedangkan kamu tidak menyadari! Dan bertaqwalah kepada Allah di dalam menyikapi kami wahai hamba-hamba Allah; bertaqwalah kepada Allah di dalam menyikapi kami wahai hamba-hamba Allah, bertaqwalah kepada Allah di dalam menyikapi Daulah yang dizhalimi ini; semua sepakat untuk menjatuhkannya, menyingkirkannya dan mengakhirinya, semua sepakat untuk memeranginya. Alasan-alasannya beragam dan tuduhan-tuduhannya berbeda-beda namun tujuannya satu; yaitu menghabisi Daulah Islamiyah. Terjadi perbedaan kepentingan dan menyatu di atasnya semua tujuan; semua memerangi Daulah, hati mereka berbeda-beda, persatuan mereka cerai-berai serta perkumpulan mereka berpecah-belah kecuali terhadap memerangi Daulah.

Kaum Yahudi, Salibis dan kaki tangan mereka dari kalangan para thaghut, memerangi kami dengan tuduhan bahwa kami ini adalah teroris yang jahat lagi menentang undang-undang mereka.

Rafidhah dan Nushairiyah memerangi kami dengan tuduhan bahwa kami ini wahabi yang kafir lagi antek Amerika, Yahudi dan Dinasti Salul.

Shahawat Iraq memerangi kami dengan tuduhan bahwa kami ini antek-antek Iran.

Shahawat Syam memerangi kami dengan tuduhan bahwa kami ini adalah antek-antek Nushairiyah dan pemerintahannya.

Jabhah Islamiyah, Jabhah Dlirar, Jabhah Dinasti Salul; memerangi kami dengan tuduhan bahwa kami ini Khawarij.

Jabhah Jaulaniy, Jabhah penikaman dan pengkhianatan; memerangi kami dengan tuduhan bahwa kami ini adalah bughat yang lebih dekat kepada kekafiran lagi menolak tahkim kepada syari’at Allah.

Oh anehnya! Oh anehnya! Subhanallah! Seandainya kami meminta seseorang untuk mengutarakan satu bukti saja terhadap apa yang mereka tuduhkan kepada kami dan yang dengan berdasarkannya dia memerangi kami, tentu dia tidak mampu, dan tetaplah itu sebagai klaim-klaim dusta dan tuduhan-tuduhan bathil tanpa hujjah dan bukti, dan tidak pernah disebutkan walau satu saja sifat yang baik bagi Daulah. Ia digambarkan seolah keburukan total, bahkan tidak ada sebab bagi keburukan dan bencana di Iraq dan Syam selain Daulah;

Bila suatu rumah atau suatu kampung digerebek, mereka mengatakan: Gara-gara Daulah!

Bila suatu kampung dibombardir atau suatu rumah dihancurkan, mereka mengatakan: Gara-gara Daulah!

Bila seorang wanita dibunuh di sini atau seorang anak kecil dibunuh di sana, mereka mengatakan: Daulah!

Bila ditemukan kuburan atau didapatkan mayat atau bila seseorang dibunuh misterius, mereka mengatakan: Siapa lagi kalau bukan Daulah?!

Bila seseorang diculik, mereka mengatakan: Enyahlah bagi Daulah!

Bila aliran listrik terputus atau aliran air ditutup, mereka mengatakan: Gara-gara Daulah!

Bila air hujan ditahan dan bumi kering kerontang, mereka mengatakan: Gara-gara Daulah!

Aneh kamu ini wahai Daulah! Aneh kamu ini wahai Daulah! Semua memerangi Daulah, dan berupaya serius untuk menghabisinya, dan semua menuduh Daulah bahwa ia yang berbuat aniaya kepada semua dan ia ingin memerangi semua.

Saya meminta kepada kalian dengan Nama Allah wahai kaum; sebutkan kepada kami satu faksi saja yang kami lebih dahulu menyerangnya sebelum dia lebih dahulu memerangi kami, bahkan sesungguhnya kami ini berbuat santun kepada mereka dan kami sabar terhadap gangguan mereka, akan tetapi mereka itu tidak takut kepada kemarahan orang yang santun, sehingga mereka berani lancang terhadap kami dan malah lebih dulu menyerang kami, sesungguhnya ia itulah Dinar dan Dollar, sesungguhnya ia itulah sikap hasud yang buta dan kedengkian yang hitam.

Sesungguhnya kami setiap hari meneriakkan:

Wahai manusia; tahan diri kalian dari menyerang kami supaya kami menahan diri dari menyerang kalian tanpa batasan dan tanpa syarat, tanpa ajuan inisiatif-inisiatif dan tanpa konspirasi, maka apa untungnya bagi kalian?! Lenggangkan jalan bagi kami untuk memerangi Rafidhah, lenggangkan jalan bagi kami untuk memerangi Nushairiyah, lenggangkan jalan bagi kami untuk memerangi Salibis, lenggangkan jalan bagi kami untuk memerangi Yahudi.

Demi Allah seandainya kami ini memang lebih ghuluw dari Azariqah (satu sekte Khawarij, pent), tentu wajib atas orang yang mengklaim jihad untuk menahan dirinya dari memerangi kami selagi kami menahan diri kami dari menyerangnya dan kami menyibukkan diri dengan memerangi Rafidhah dan Nushairiyah, dan tentu wajib juga atas umat untuk membantu dan mendukung kami selagi kami memerangi musuh yang menyerang, maka bagaimana sedangkan kami ini -dan Allah sebagai saksinya- adalah pihak yang paling tegas menindak orang-orang yang ghuluw yang mana barisan jama’ah apapun sejak zaman Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam tidak pernah kosong dari keberadaan orang-orang semacam itu?!

Apa kalian tidak mendengar ucapan kakek mereka: Berbuat adillah wahai Muhammad, dikarenakan sesungguhnya kamu ini tidak adil? Dan tidak sampai kepada kami keberadaan seseorang dari mereka itu melainkan kami segera untuk memberikan sangsi kepadanya, mengajarinya dan meluruskannya atau mengusirnya dan memecatnya dari barisan kami.

Dan ini adalah seruan yang kami tujukan kepada setiap orang yang menuduh kami dengan tuduhan ghuluw, baik dia itu orang alim atau syaikh atau dai atau qadli di belahan bumi mana saja, kepada setiap penanggung jawab atau komandan atau prajurit di faksi mana saja, juga kepada setiap muslim :

Agar ia datang ke wilayah-wilayah yang dikuasai Daulah Islamiyah baik di Iraq maupun di Syam, terus ia keliling mendatangi markaz-markaz kami, kamp-kamp kami dan ma’had-ma’had kami dan dia bertemu dengan siapa saja yang dia inginkan baik itu bala tentara kami, para komandan kami maupun umara kami, terus dia melihat dan mendengar langsung, bertanya, memeriksa, dan mencermati, kemudian setelah itu dia menghukumi kami dan bersaksi terhadap aqidah dan manhaj kami.

Dan ajakan ini saya lebih khususkan kepada bala tentara dari faksi-faksi lain, maka waspadalah wahai orang yang menginginkan jihad di jalan Allah; jangan sampai kamu terpedaya, sehingga kamu malah menghalang-halangi dari jalan Allah dan memerangi mujahidin di jalan Allah. Ini pintu-pintu kami terbuka lebar bagimu, maka mari datang dan lihatlah langsung oleh kedua matamu, dan hukumilah oleh dirimu langsung, di mana sesungguhnya kamu tidak akan mendapatkan kami kecuali manusia yang paling tegas terhadap orang-orang yang ghuluw dan khawarij, dan inilah sikap obyektif, dan sesungguhnya termasuk kezhaliman bila kami dituduh dengan berbagai kejahatan dan tuduhan tanpa bukti.

Dan bila saya bertanya kepada salah seorang dari mereka itu bagaimana kamu menghukumi?

Maka dia menjawab: Saya telah diberi kabar oleh orang yang tsiqah, fa subhanallah!

Apakah walaupun si orang tsiqah itu lawan kami?!

Dan bila saya bertanya kepada yang lain: Apa buktimu yang menunjukkan bahwa mereka itu Khawarij?

Dia menjawab: Mereka membunuh orang muslim, fa subhanallah!

Sesungguhnya Daulah sedang terjun di dalam perang yang sengit, bahkan peperangan yang sangar lagi panas di Iraq dan Syam, dan sesungguhnya bala tentara kami berperang siang malam yang mana senjata tidak pernah lepas dari tangan mereka termasuk di saat mereka tidur, mereka memasuki desa-desa dan kota-kota serta berbaur dengan masyarakat, sedangkan jama’ah atau pasukan manapun tidak akan kosong dari orang-orang yang bodoh dan orang-orang yang keliru, dan sesungguhnya setiap orang muslim yang terbunuh oleh tangan bala tentara Daulah bila itu memang terjadi maka itu hanyalah terjadi dengan sebab jenis orang-orang semacam ini, di mana orang jahil membunuh dengan sebab kebodohannya dan orang yang keliru membunuh dengan sebab kekeliruannya, berapa kali Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam berlepas diri dari keterbunuhan orang yang dibunuh oleh shahabat. Disamping itu tuduhan yang dialamatkan kepada Daulah berupa kejadian keterbunuhan yang mana Daulah berlepas diri darinya, maka hendaklah takut kepada Allah orang yang mencap kami sebagai Khawarij dengan sebab kejadian-kejadian semacam ini.

Kemudian kenapa orang-orang itu lupa dan melupakan seluruh kekeliruan dan kejahatan berbagai jama’ah lain, kekejian-kekejian mereka dan kenistaan-kenistaan mereka, dan mereka menutup mata mereka, mereka jadikan jemari mereka menutupi telinga mereka, mereka menutupkan pakaian mereka, dan mereka membungkamkan mulut-mulut mereka, dan mereka malah sebaliknya meneliti cacat-catat Daulah, mencari-cari kesalahannya, dan mereka dengan kaca pembesar meneliti tindakan atau kejadian yang menjeratnya atau mencorengnya, terus ia dibesar-besarkan, dilebih-lebihkan, diulang-ulang dan disebarkan ke sana kemari, kemudian tindakan itu dijadikan sebagai bagian dari sifat Daulah, manhajnya dan kebiasaannya.

Maka bertaqwalah kepada Allah wahai hamba-hamba Allah di dalam menyikapi kami.

Ya Allah kami mengadukan kepada-Mu kezhaliman manusia terhadap kami. Ya Allah, mereka itu mengklaim bahwa Daulah menolak tahakum kepada syari’at Allah, oh alangkah buruknya tuduhan ini!

Bukankah Daulah diperangi oleh Barat, Timur, Bangsa yang hitam dan merah serta ia dihujani berbagai pedang, itu tidak lain adalah dikarenakan ia menegakkan syari’at Allah?!

Sesungguhnya Daulah Islamiyah itu tidak menolak tahakum kepada syari’at Allah, dan barangsiapa menolak tahakum kepada syari’at Allah maka kafir, akan tetapi orang-orang dungu itu menjadikan mubadarah (inisiatif-inisiatif) mereka itu sebagai syari’at Allah terus siapa yang menolaknya karena suatu sebab syar’iy maka ia (dianggap) menolak syari’at Allah. Maha Suci Engkau (Ya Allah), ini adalah kebohongan yang besar.

Sesungguhnya Daulah Islamiyah itu tidak pernah menolak tahakum kepada syari’at Allah kapanpun, Ma’aadzallaah, sungguh ia sudah tunduk kepada mahkamah musytarakah (mahkamah bersama) dan ia tidak menolaknya atau angkuh darinya, sebagai contoh hal itu:

– Kasus pembunuhan Abu ‘Ubaidah Al Bansyiy dan kasus pembunuhan Muhammad Faris Al Halabiy rahimahumullah, keduanya dari Ahrar, dan qadli dari pihak mereka adalah Abu Abdil Malik.

– Kasus cek point Liwa Tauhid yang mengambil tenggang dari Daulah, dan qadli dari pihak mereka adalah Hasan.

– Kasus Liwa Tauhid saat membunuh dua orang dari Daulah, dan qadli dari pihak mereka adalah Hasan.

– Kasus bersama Jabhah Jaulaniy; di mana mereka membunuh ‘Athiyah Al ‘Unaziy Syar’iy di Daulah.

– Dan dibuat juga mahkamah musytarakah dengan Jabhah Jaulaniy di dalam urusan yang berkaitan dengan Idarah Islamiyah untuk Pelayanan Sosial.

– Dan juga mahkamah bersama Ahrar Syam; dalam kasus orang-orang yang dituduh berupaya membunuh diam-diam Abu Anas Al ‘Iraqiy, sedangkan qadli dari pihak mereka adalah Mahmud Abu Malik.

Sehingga tidak memfitnah kami dan menuduh kami dengan tuduhan bahwa kami tidak menerima kecuali bila kami ini berstatus pihak yang berseteru sekaligus sebagai hakim, sama sekali tidak seperti itu; akan tetapi orang-orang itu menolak mahkamah musytarakah, dan mereka datang dengan membawa makar dan konspirasi serta tipu muslihat yang di dalamnya mereka menjadikan mubadarah (inisiatif-inisiatif usulan) mereka itu sebagai syari’at Allah, dan penolakannya dianggap sebagai penolakan terhadap syari’at Allah, serta sebagai pedang yang dihunuskan kepada Daulah.

Ya; bisa jadi putusan perdana mahkamah mustaqillah (independen) yang diserukan oleh mubadarat itu; adalah “keluarnya Daulah dari Syam” sebagaimana yang telah ditegaskan oleh salah seorang pembesar mereka di media televisi, dan menyerahkannya kepada hyena-hyena, musang-musang dan serigala-serigala, juga kepada para pengkhianat, para perampok dan para penipu, yang mana ia adalah urusan yang akan menyebabkan berjatuhannya banyak kepala, pemenggalan banyak leher dan pengoyakan banyak perut.

Sesungguhnya orang-orang itu tidak menginginkan kecuali satu hal saja; “Tidak mengakui keberadaan Daulah Islamiyah dengan sikap pembangkangan dan keangkuhan, dan menggugurkannya serta menghabisinya”.

Di awal-awal mereka telah menempuh jalan konspirasi damai, dan mereka mengira bahwa mereka akan bisa memprovokasi manusia terhadap Daulah dan membubarkan bala tentara dari sekelilingnya, namun mereka tidak mampu dan mengalami kegagalan.

Kemudian tatkala mereka melihat Daulah semakin kuat dan meluaskan kekuasaannya, maka mereka menggunakan cara kekuatan, dan mereka mengira bahwa mereka akan bisa menghapus Daulah dalam beberapa hari atau beberapa jam, di mana mereka merancang untuk serangan militer total di semua wilayah Syam, dan untuk hal itu mereka mendahuluinya dengan serangan media yang aniaya lagi busuk dalam rangka mencitrakan buruk Daulah dan memprovokasi manusia terhadapnya, di dalam hal itu dikerahkanlah semua corong, dan digunakan semua jaringan dan stasiun udara, kemudian dilakukan serangan penikaman dari belakang dan pengkhianatan, namun mereka dikejutkan dengan realita bahwa Daulah itu lebih kokoh dari apa yang mereka prediksikan dan mereka tidak mampu menghancurkannya, sehingga mereka kebingungan, saling mencela, mengadu dan menangis, dengan tetap berlangsung serangan kebohongan, pengada-adaan, pencitraan buruk dan penjelek-jelekan, yang ringkasannya ada pada statemen Syar’iy (Jabhah) Jaulaniy dan anggota majelis syura-nya yaitu Abu Abdillah Asy Syamiy Al Kadzdzab yang telah saya dengarkan statemennya sekali saja dan ternyata saya menghitung di dalamnya ada sekitar 40 kebohongan, dan ini saya sebutkan sebagiannya yang saya mengajak dia bermubahalah di atasnya, dan silahkan dia bermubahalah dengan saya bila memang dia itu jujur:

Wahai kaum muslimin, aminilah dan jadikanlah laknat Allah atas orang-orang yang dusta.

Ya Allah sesungguhnya Abu Abdillah Asy Syamiy menuduh bahwa kami ini:

– Mengadukan urusan itu kepada Syaikh Adh Dhawahiriy di mana kedua belah pihak telah ridha dengannya sebagai pemutus hukum dan qadli.

– Dan bahwa Daulah menggunakan kebohongan dan penipuan untuk berdalil terhadap keshahihan manhaj-nya.

– Dan Daulah melancarkan serangan hujatan dan pencitraan buruk pada aqidah dan manhaj para panglima jihad.

– Dan bahwa Daulah telah memulai invasi-invasinya di Syam dengan serentetan tindakan aniaya yang bertubi-tubi lagi intensif terhadap markaz-markaz dan gudang-gudang senjata Jabhah serta kamp-kamp-nya.

– Dan bahwa dengan sekedar seseorang menyelisihinya atau menasehatinya maka Daulah melakukan tindakan penjatuhannya dengan berbagai cara.

– Dan bahwa di antara sifat Daulah itu adalah penikaman dari belakang dan khianat.

– Dan bahwa ia itu melanggar berbagai perjanjian dan kesepakatan.

– Dan bahwa di antara sifatnya adalah sumpah yang dusta.

– Dan bahwa ia itu menipu bala tentaranya, di mana ia menjadikan mereka itu menyerang Jabhah Nushrah dan memberikan image kepada mereka bahwa Jabhah Nushrah itu Shahawat.

– Dan bahwa Daulah itu berkali-kali telah mengancam Abu Khalid As Suriy.

– Dan bahwa ia itu menolak tunduk kepada mahkamah syar’iyah.

– Dan bahwa ia itu memvonis kafir sebagian orang dengan sekedar ia mendengar bahwa orang itu duduk bersama orang kafir.

– Dan Abu Abdillah Asy Syamiy itu mengklaim bahwa Daulah itu mengkafirkan orang dengan berdasarkan praduga, ma-aalaat (konsekuensi jauh suatu pendapat), dan hal-hal yang mengandung banyak kemungkinan serta apa yang dinamakan dengan desas-desus.

– Dan Daulah memvonis setiap orang yang menyelisihinya bahwa dia itu Shahawat.

– Dan di Raqqah ia menempatkan para sniper dan ia mulai membunuhi setiap orang yang lewat dari kalangan awam kaum muslimin.

– Dan Abu Abdillah mengklaim bahwa Syaikh Umar Asy Syisyaniy telah melanggar janjinya yang ia sepakati dengan Abu Khalid As Suriy.

– Dan dia mengklaim bahwa Daulah memandang setiap orang yang memeranginya itu telah menjadi orang yang memerangi Islam lagi keluar dari millah Islam.

– Dan bahwa Daulah mengkafirkan dengan Lawazim, Mutasyabihat, Ihtimalaat dan Ma-aalaat.

– Dan bahwa ia mengetes manusia pada aqidah mereka dan membunuh para pemeluk islam dan membiarkan para penyembah berhala.

– Dan di antara sifatnya adalah taqiyah, dusta, pelanggaran perjanjian, penikaman, sumpah bohong dan kebejatan, serta menolak tunduk dan tahakum kepada syari’at Allah.

– Dan bahwa ia-lah yang lebih dulu bersikap aniaya dan menyerang pihak lain.

– Dan bahwa ia itu adalah sandungan terbesar di jalan jihad dan penghadangan Nushairiyah yang menyerang.

Ya Allah sesungguhnya saya menjadikan Engkau sebagai saksi bahwa apa yang telah saya sebutkan tadi dari apa yang telah dikatakan oleh hamba-Mu Abu Abdillah Asy Syamiy adalah kedustaan dan pengada-adaan terhadap Daulah, dan bahwa itu bukan termasuk manhaj-nya dan Daulah tidak menganutnya dan tidak menyengaja untuk melakukannya, bahkan ia mengingkari orang yang melakukannya.

Ya Allah, barangsiapa yang dusta maka jadikanlah terhadapnya laknat-Mu, dan perlihatkanlah kepada kami padanya tanda dan jadikanlah ia sebagai pelajaran.

Ya Allah, barangsiapa yang dusta maka jadikanlah terhadapnya laknat-Mu, dan perlihatkanlah kepada kami padanya tanda dan jadikanlah ia sebagai pelajaran.

Ya Allah, barangsiapa yang dusta maka jadikanlah terhadapnya laknat-Mu, dan perlihatkanlah kepada kami padanya tanda dan jadikanlah ia sebagai pelajaran.

Ya Allah, setiap orang yang berkonspirasi terhadap jihad dan mujahidin; maka balikanlah tipu dayanya di lehernya, dan bongkarlah kebusukannya, dan tampakkanlah apa yang dirahasiakannya, serta jadikanlah ia sebagai pelajaran bagi orang yang mengambil pelajaran.

Ya Allah, kuasakanlah kepadanya berbagai penyakit dan bencana.

واللهُ غالبٌ على أمره ولكن أكثر الناس لا يعلمون

“Dan Allah Maha Kuasa terhadap urusan-Nya, akan tetapi mayoritas manusia tidak mengetahui.”

Al-Furqan Media

Tidak ada komentar:

Posting Komentar