Rabu, 01 Februari 2017

SUNGGUH AKAN DIA KUASAKAN BAGI MEREKA DIIN YANG TELAH DIA RIDHAI BAGI MEREKA

SUNGGUH AKAN DIA KUASAKAN BAGI MEREKA DIIN YANG TELAH DIA RIDHAI BAGI MEREKA
Statemen Juru Bicara Resmi Daulah Islamiyah, Syaikh Al-Mujahid Abu Muhammad Al-‘Adnaniy Asy-Syamiy

Alih Bahasa:
Forum Islam al-Busyro

بسم الله الرحمن الرحيم

Segala puji bagi Allah Yang maha kuat, sholawat dan salam semoga (senantiasa) terlimpah pada rosul yang diutus dengan pedang sebagai rohmah untuk semesta alam, adapun kemudian;

Allah tabaaroka wa ta’ala berfirman,

الَّذِينَ آمَنُوا يُقَاتِلُونَ فِي سَبِيلِ اللَّهِ وَالَّذِينَ كَفَرُوا يُقَاتِلُونَ فِي سَبِيلِ الطَّاغُوتِ فَقَاتِلُوا أَوْلِيَاءَ الشَّيْطَانِ إِنَّ كَيْدَ الشَّيْطَانِ كَانَ ضَعِيفًا (76)

“Orang-orang yang beriman berperang di jalan Allah, sedangkan orang-orang yang kafir berperang di jalan Thaghut, maka perangilah teman-teman setan, sungguh tipu daya setan itu lemah.” (an-Nisa: 76)

Ya, sungguh tipu daya setan itu lemah.

Sungguh Amerika telah datang ke Iraq memimpin perang salib yang menyala-nyala sedangkan dalam ranselnya ada peta baru yang mereka namakan dengan “timur tengah”. Datang membawa batasan dan penindasan, dengan kecongkakan dan kebodohan, mengumpulkan aliansinya, mengumpulkan berbagai pesawat dan armadanya, mengumpulkan pasukan berkendara dan infanterinya, pasukan salibis ini pun mengira bahwa tidak akan ada yang mampu mengalahkannya.

Namun Allah ‘azza wa jalla menghinakan mereka dan memperlihatkan pada kami kelemahan tipu daya mereka.

Bara api jihad pun semakin menyala, serangan salibis pun terpecahkan dan Daulah Islam pun tegak meskipun para pencela tidak menyukainya. Amerika pun keluar dalam keadaan tercela lagi terusir, sembari menyeret ekor kegagalan dalam keadaan kalah dan hancur, serta meninggalkan peta itu untuk Daulah Islam, untuk mengembalikan peta dunia pada konsep Khilafah Nabawiyah, karena dengan karunia Allah saja Daulah ini semakin hari semakin kuat, inilah bangunannya semakin meninggi, pilarnya semakin membesar, panjinya semakin tinggi dan berkibar. Dengan karunia Allah lah serangannya belum pernah terputus semenjak didirikannya, dengan ijin Allah penyerbuannya tidak akan pernah berhenti hingga (seluruh) salib dihancurkan, (seluruh) babi dibunuh, pajak tidak lagi diberlakukan, hingga tiada lagi fitnah di bumi ini dan seluruh agama (tunduk) pada Allah.

Sungguh semakin hari kami semakin yakin dengan pertolongan Allah. Siapa saja yang berfikir untuk campur tangan berperang melawan kami, hendaknya dia membuat 1000 kali perhitungan.

Wahai Ahlus Sunnah di Negeri Dua Sungai, sungguh peperangan hari ini menjadi semakin jelas, peperangan antara al-haq dan al-bathil, antara kekufuran dan iman, antara syirik dan tauhid, peperangan antara Rafidhah –seluruh (sekte) Rafidhah– dan Ahlus Sunnah –seluruh kalangan Ahlus Sunnah–, dan tidak akan berhenti kecuali dengan berkuasanya salah satu pihak, maka pilih lah dalam barisan mana kalian berada?

Padahal maha suci Allah, dan tidak mungkin Dia menolong pelaku syirik dalam melawan pemeluk tauhid. Sungguh telah tiba saatnya bagi kalian wahai Ahlus Sunnah di Iraq untuk mengetahui kenyataan, bahwa tidak ada hidup rukun dan damai dengan Rafidhah. Sungguh kalian telah melihat hakekat mereka di medan Hawijah dan masjid-masjid di Ba’qubah, di pasar-pasar Mosul dan Samarra, di desa-desa di Lathifiyah, di perkampungan Buhrez, Ramadiy dan al-Fallujah, sedangkan yang akan datang lebih buruk dan lebih pahit.

Sungguh telah saatnya kalian memahami, bahwa Rafidhah musyrik itu adalah seburuk-buruk (makhluk) yang menginjak tanah ini, lebih buruk dari yahudi dan salibis. Telah tiba saatnya kalian mengingkari demokrasi yang tidak akan pernah mendatangkan apa yang lebih baik dari musim kemarau bertahun-tahun yang pernah kalian alami, karena demokrasi ini tidak akan kembali pada kalian kecuali hanya membawa kehinaan dan aib. Telah tiba saatnya kalian memahami bahwa demokrasi hanyalah alat dan media untuk mengokohkan (kekuasaan) Thaghut dan (untuk) memerangi agama Allah. Telah tiba saatnya kalian buang para pemimpin kalian yang pengkhianat, yang hanya bekerja untuk kepentingan dan keperluan pribadi mereka, di mana hasil dari memilihnya hanyalah kerendahan, kehinaan dan kelemahan.

Wahai Ahlus Sunnah di Iraq, telah tiba saatnya kalian mengetahui jalan keperkasaan dan kemuliaan, yaitu jalan kebaikan, ketenteraman dan kebahagiaan. Telah tiba saatnya kalian mengetahui bahwa tidak ada hak (terpenuhi) tanpa jihad. Tidak ada keadilan tanpa jihad, tidak ada kemuliaan tanpa jihad, tidak ada ketenteraman tanpa jihad, tidak ada harapan tanpa jihad, tidak ada kehidupan tanpa jihad dan tidak ada kehidupan tanpa jihad.

Maka telah tiba saatnya wahai Ahlus Sunnah, telah tiba saatnya berkumpul di sekitar mujahidin. Lihat dan pertimbangkanlah, renungkan dan pikirkanlah…

Sungguh mujahidin tidaklah berperang demi jabatan, kedudukan ataupun harta dunia yang fana. Sungguh mujahidin mengorbankan segala sesuatu demi membela agama Allah dan (untuk) membela kaum yang tertindas. Sungguh mujahidin tidak mendapatkan apapun dari dunia ini selain terbunuh, tertawan, terkalahkan ataupun luka. Mereka tidaklah mewariskan apapun pada keluarga dan kerabat mereka selain terpenjara, terusir dan tertahan (rizqinya).

Namun, meskipun mereka menghadapi berbagai tragedi dan luka, kalian lihat mereka (masih) berdenyut dengan kemuliaan dan (masih) berkeringat dengan keperkasaan. Kalau saja salah seorang di antara kalian ikhlash karena Allah dan berfikir dengan kejujuran hatinya sembari merenungkan kondisi ummat Islam hari ini, sungguh (niscaya) akan dia dapati ummat ini telah terlepas dari sikap perkasa dan mulia kecuali dalam tindakan para mujahidin, di tengah barisan mereka dan di bawah panji mereka…

Inilah kenyataan di mana siapa saja yang mengingkarinya secara lahir, tidak akan bisa mengingkarinya dalam kejujuran hatinya.

Tidak akan Anda temukan tindakan yang membuat orang kafir dan munafiq marah di muka bumi ini selain dalam tindakan mujahidin, tidak akan Anda temukan sesuatu yang membuat mereka sedih selain kemenangan mujahidin, tidak akan Anda temukan sesuatu yang menggentarkan para Thaghut, merobohkan tempat tidur mereka dan menyusahkan kehidupan mereka selain eksistensi mujahidin. Tidak akan Anda temukan harapan untuk orang-orang yang tertindas di setiap tempat selain mujahidin.

Wahai Ahlus Sunnah di Iraq, jika pemimpin kalian rela pada kalian untuk terhina, merendah lagi tunduk pada Rafidhah, maka kami tidak akan rela kalian demikian, kami akan tetap mengintai musuh kalian, sama saja kalian bela kami ataupun mengabaikan kami.

Wahai Ahlus Sunnah di Iraq, sungguh kalian telah melihat kekuatan dan kemampuan kami, maka ketahuilah bahwa kemampuan, senjata dan kekuatan ini hanya untuk membantu kalian, karena sungguh kami adalah bagian dari kalian dan kalian adalah bagian dari kami…

Jika kalian melihat kebaikan pada kami maka hal itu bagi kalian, dan jika kalian melihat selain itu maka nasehatilah kami. Tidak mungkin kami melihat anak-anak kalian menghamba, melayani dan mengekor pada Rafidhah lalu kami diam terhadap mereka. Tidak mungkin kami melihat mereka menempuh jalan menuju jahannam lalu kami biarkan mereka. Kami hanyalah menginginkan keperkasaan dan kemulian bagi kalian di dunia, serta keselamatan dan kebahagiaan di akhirat.

Kalian tidak akan melihat dari kami selain kasih sayang dan simpati terhadap kalian. Tidakkah kalian melihat bahwa kami menerima taubatnya putera-putera kalian walaupun mereka telah membunuh ribuan (personel) dari kami. Tidakkah kalian melihat bahwa kami tidak meminta ganti dan tebusan dari mereka selain agar mereka meletakkan senjatanya dari kami dan menghentikan dukungan/support mereka terhadap Rafidhah dan Thaghut serta agar mereka kembali kepada agama mereka.

Wahai suku-suku Ahlus Sunnah di Iraq, kalian tidak akan rugi dengan mengingkari demokrasi dan berkumpul dengan mujahidin. Kalian tidak akan rugi dengan membela diin Allah, maka kali ini angkatlah Asy-Syaikh Abu Bakr al-Baghdadiy sebagai pemimpin dan selamanya kalian tidak akan menyesal dengan ijin Allah. Jika kalian berkumpul dengan mujahidin, kalian akan dapat menguasai bangsa Arab, kalian akan dapat menundukkan non Arab dan kalian akan memimpin dunia, maka berkumpullah dengan mujahidin.

Saya katakan kepada tetua dan pemuka suku Ahlus Sunnah, sungguh sejarah mencatat dan malaikat membukukan sedangkan kalian pasti (akan) mati, sedangkan tidak ada yang tersisa dari kalian kecuali namanya dan tidak ada yang diambil kecuali ‘amal usahanya, maka bisa jadi generasi kaum muslimin akan berbangga dengan kalian dan memintakan rohmah untuk kalian di hari kiamat, bisa jadi juga mereka akan melaknat kalian setiap kali disebut nama kalian, bisa jadi di hari kiamat kalian datang dengan pahala kalian dan pahala siapa saja yang mengikuti kalian serta dikumpulkan bersama para nabi, syuhada’ dan orang-orang sholih. Bisa jadi juga kalian menanggung dosa-dosa (orang lain) dan dosa-dosa kalian sendiri, dan kaum kalian dan siapa saja yang mengikuti kalian datang lalu kalian seret mereka ke neraka bersama Fir’aun dan Haman.

Kepada orang-orang sekuler dan anak-anak burung Thaghut dari kalangan bangsa kami, kami katakan (pada mereka), sungguh kami telah menjanjikan untuk kembali pada wilayah-wilayah yang kami pernah mundur darinya dan (bahkan) lebih dari itu, dan inilah kami kembali untuk perluasan. Hari ini dengan ijin Allah kami lebih kuat dari kemarin dan musuh kami –dengan (kami) memuji Allah– dalam keadaan runtuh dan lemah.

Sungguh hari ini kalian melihat singa-singa Daulah Islam dari kalangan Muhajirin dan Anshar, dan kalian juga (terus) melihat kemampuan dan kekuatan mereka, sedangkan mereka itulah orang-orang yang kemarin hidup di padang pasir, tersakiti oleh bebatuannya dan terganggu oleh kerikilnya. Mereka (telah) mengalami kesepian, keterasingan dan kesukaran. Dan inilah mereka hari ini berpatroli di jalan-jalan dan lapangan-lapangan kota dengan ramah, merasakan senang dengan lading, sawah dan kebun yang subur dalam keadaan teduh dan nyaman. Maka jangan kalian kira mereka akan meninggalkan hari (yang) mereka (rasakan) ini dan kembali pada hari pertama mereka. Maka tidak ada tempat bagi kalian wahai orang-orang sekuler, lebih baik kalian lari dengan kekuatan kalian.

Karena sungguh Daulah Islam (akan) tetap kekal dengan ijin Allah, tetap kokoh dengan kekuatan Allah dan tetap menang insyaAllah. Kafilahnya terus berjalan dan tidak terpengaruhi oleh gongggongan anjing, dan para prajuritnya tidak akan terpengaruh dengan fitnah (apapun) setelah hari ini, insyaAllah.

Sungguh mereka pernah merasakan berbagai anak panah, pernah dihancurkan oleh berbagai tombak, pernah diobrak-abrik oleh banyak pedang, pernah dituduh dengan berbagai syubhat serta pernah dilempari berbagai celaan dan tuduhan, namun mereka semakin bertambah kuat dan solid, tekad dan keteguhan… maka beruntunglah kalian wahai putera-putera Daulah Islam di Iraq dan Syam, beruntunglah kalian karena demi Allah kalian adalah bagian dari (golongan) ghuroba’, beruntunglah kalian. Jika bukan kalian orang yang disebutkan oleh Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam, “tidak akan terpengaruh oleh orang yang menyelisihi mereka dan (oleh orang) yang menelantarkan mereka.” Lalu siapa?

Selamat bagi kalian atas kemenangan ini. Ya, karena kemenangan adalah keteguhan di atas ‘aqidah dan manhaj, serta bersabar di jalan ini. Sedangkan sungguh kalian lebih kokoh dari gunung, kalian tidak tergoncang oleh (kondisi) yang keras, tidak tergeser oleh serangan… Selamat untuk kalian, kalian telah bersabar dan menerima (hasilnya).

InsyaAllah penaklukan seperti masa ‘Umar telah dimulai. Sungguh (jika) salah seorang dari kalian berjalan sejauh ratusan mil maka hanya akan melihat panji Tauhid menjulang tinggi dan berkibar, di bawahnya hanya ada hukum Allah, hanya ada agama Allah, orang-orang munafiq terhina, terusir dan terbelakang, sedangkan orang-orang beriman mulia, menang dan perkasa.

Segala puji bagi Allah yang telah menghidupkan kita hingga kita dapat menemui kemenangan dan ni’mat ini.

Setelah ini tidaklah penting bagi kami jika kami terbunuh atau dibinasakan hingga tiada yang tersisa. Cukuplah bagi kami untuk bertemu Allah dengan berbagai pengadilan yang telah kami adakan ini, dengan batasan-batasan (Allah) yang telah kami tegakkan dan dengan syari’ah yang telah kami terapkan, meskipun amerika dan yahudi membencinya, meskipun para Thaghut dan pemuka mereka yaitu Alu Su’ud tidak menyukainya.

Wahai prajurit Daulah, ketahuilah kalian hari ini memasuki fase baru dari fase-fase pertempuran. Sungguh kalian telah kembali ke kota-kota dan kalian telah menguasai wilayah. Biarlah salah seorang di antara kalian dibunuh seribu kali sebelum dia berpikir untuk mundur ke belakang. Sesungguhnya kota dan distrik yang telah kalian pegang, dan yang paling utama adalah al-Fallujah, setelah ini dengan ijin Allah tidak akan diterapkan hukum di dalamnya selain dengan syari’ah Allah. Dan tidak ada tempat bagi orang-orang sekuler di dalamnya.

Sesungguhnya al-Fallujah adalah al-Fallujah milik mujahidin, al-Anbar adalah al-Anbar milik mujahidin. Sungguh Ninawa, Karkuk dan Shalahuddin adalah milik mujahidin. Sungguh Diyala serta Baghdad sebelah utara dan selatan adalah milik Ahlus Sunnah. Sungguh al-Bashrah adalah al-Bashrah kami dan tidak ada tempat bagi orang-orang Rafidhah najis.

Wahai prajurit Daulah, ingatlah selalu bahwa kalian memerangi ummat yang ditelantarkan, jika mereka memohon pertolongan pada ‘Aliy, jika memohon bantuan pada Husain, jika memohon perlindungan pada al-‘Abbas, jika memohon kemenangan pada Fathimah, semoga Allah meridhai para shahabat tersebut.

Orang-orang Rafidhah itu bersandar pada manusia dan beribadah pada berhala, maka mustahil Allah menolong mereka dalam melawan kalian. Maka jadikanlah ‘aqidah kalian sebagai bekal, taqwa kalian sebagai kekuatan kalian dan tetaplah yakin terhadap pertolongan Allah, karena kalian adalah tentara Allah yang berperang di jalan Allah, sedangkan orang-orang Rafidhah adalah tentara setan yang berperang di jalan Thaghut.

فَقَاتِلُوا أَوْلِيَاءَ الشَّيْطَانِ إِنَّ كَيْدَ الشَّيْطَانِ كَانَ ضَعِيفًا (76)

“Maka perangilah wali-wali setan, sungguh tipu daya setan itu lemah.” (an-Nisa: 76)

Sungguh Allah akan menaklukkan pundak mereka untuk kalian, dengan ijin Allah akan kalian hancurkan kekuatan mereka, insyaAllah kalian akan (dapat) memberantas akar pangkal mereka, sungguh Allah akan memenuhi hati mereka dengan dengan rasa gentar dan kaki mereka dengan kekalahan. Sungguh akan Allah jadikan harta dan perlengkapan mereka sebagai ghonimah untuk kalian. Maka intailah mereka di setiap tempat pengintaian, sergaplah mereka di setiap pintu, sembelihlah mereka seperti menyembelih domba dan bunuhlah mereka seperti membunuh lalat.

Meskipun mereka didukung oleh Amerika dan dibantu oleh Iran, namun sungguh pelindung kalian adalah Sang Raja Yang Maha Memberi Balasan, (dan Dia) sebaik-baik pelindung dan sebaik-baik penolong.

Wahai singa-singa di al-Anbar, Ninawa, Shalahuddin, Karkuk, Diyala, Baghdad dan al-Janub, teruskanlah serangan kalian dan kembalilah melukis peta, karena hari ini kalian menjadi harapan bagi orang-orang yang tertindas di setiap tempat. Sungguh para tawanan menunggu kalian di (penjara) Baghdad, Rumiyah, Halab, al-Hair dan Abu Za’bal. Sungguh kalian memiliki janji di Baghdad, Damaskus, al-Quds, Makkah dan Madinah. Sungguh kalian memiliki janji di Dabiq, Ghauthah dan Roma insyaAllah …

Maka hendaknya seluruh dunia mengetahui bahwa masa kehinaan dan ketundukan telah berlalu dan tidak akan kembali, sedangkan kekuasaan di dunia ini hanya untuk kaum muslimin dan dengan mata pedang. Sedangkan kemuliaan hanya milik Allah, Rasul-Nya dan orang-orang yang beriman akan tetapi orang-orang munafiq tidak mengetahui(nya).

Tidak lupa kami sampaikan ucapan Ta’ziyah kepada diri kami, seluruh mujahidin dan saudara-saudara kami di Imarah Kaukasus; atas kepergiaan salah satu ksatria dari ksatria Islam, singa di antara singa-singa Islam dan tokoh di antara tokoh-tokoh Islam; Asy-Syaikh Doka ‘Umarov Abu ‘Utsman, kami memohon pada Allah agar menerima beliau sebagai syuhada’ dan menempatkan beliau di Firdaus Al-A’la. Sungguh beliau rahimahullah tidak rela terhadap kehinaan yang menimpa diin-Nya, (beliau adalah) orang yang mulia lagi antusias, pemberani lagi gagah, tidak lemah dan tidak lembek dalam melawan tirani, tidak tunduk meskipun dalam keadaan sakit keras dan kami tidak mengenalnya selain sebagai orang yang tawadhu’, orang yang paling antusias untuk membela diin Allah, komitmen terhadap jama’ah, menyatukan barisan kaum muslimin dan (mampu) menimpakan kekalahan terhadap musuh. Semoga Allah melimpahkan rohmah yang luas pada beliau dan mengumpulkan beliau bersama para nabi, shiddiqin dan syuhada’.

Kami kukuhkan kesepakatan saudara-saudara kami di Kaukasus yang telah membuat kami gembira dengan bersepakatnya mereka atas al-Amir Abu Muhammad semoga Allah menjaganya, memberikan manfaat pada ‘amalnya dan menjadikannya sebagai sebagai sebab untuk menangnya diin Allah dan terusirnya Rusia.

Kami dorong mereka untuk melanjutkan jalan ini, menyempurnakan perjalanan para pemimpin mereka dan sungguh kami bersama mereka insyaAllah. Kami tidak akan lemah mendukung dan membela mereka, serta (untuk) berjalan di atas jalannya Khaththab, Abul Walid, Syamil dan ‘Umarov. Kami memohon pada Allah tabaaroka wa ta’alaa agar Dia teguhkan kami di atas jalan mereka dan agar Dia pertemukan kami dengan mereka tanpa terhina dan tersesatkan.

Kami berjalan untuk terbunuh agar kami dapat berderma dengan nyawa
Yang tidak ada lagi derma setelah nyawa itu, lalu tidakkan kami mendapat ‘udzur

Pipi kami enggan untuk mengelak dari tamparan
Setelah ditikam akan terjerembab di atas tanah

Seorang pemimpin di antara kami tidaklah mati di tempat tidurnya
Atau berlambat-lambat menghadiri medan pertempuran

Jika ada komandan di antara kami yang terkalahkan, datanglah
Setelahnya pemuda pemberani, cerdas lagi dermawan

Bagi orang-orang mulia terbunuh bukanlah tercela
Nabi pun ingin terbunuh lagi kalau saja bisa

Terbunuh karena mengharap ridha Ilahi adalah kemuliaan
Sungguh syahadah bagi dosa adalah tebusan

Terbunuh adalah lebih baik dari hidup terhina
Baik dicegah atau diperintah oleh orang hina yang berkuasa

Yaa Rabb, kuatkanlah punggung kami hingga terlihat
Daging-daging kami berserakan sebagai qurbah untuk-Mu

Al-Furqan Media

Tidak ada komentar:

Posting Komentar