RUMIYAH 10 - PENGANTAR
ALLAH DATANGKAN SIKSAAN KEPADA MEREKA DARI ARAH YANG TIDAK DISANGKA
Allah ta’ala berfirman, “Dialah yang mengeluarkan orang-orang kafir di antara ahli kitab dari kampung-kampung mereka pada saat pengusiran yang pertama. Kamu tidak menyangka, bahwa mereka akan keluar dan merekapun yakin, bahwa benteng-benteng mereka dapat mempertahankan mereka dari (siksa) Allah; maka Allah mendatangkan kepada mereka (hukuman) dari arah yang tidak mereka sangka-sangka. Dan Allah melemparkan ketakutan dalam hati mereka.” (QS. Al Hasyr:2)
Hanya sepekan sebelum tibanya bulan Ramadhan yang berbarokah, seluruh dunia terfokus pada kota Manchester di Inggris. Salah satu prajurit Khilafah melancarkan serangan terror, menargetkan Manchester Arena di Inggris pada saat diselenggarakanya pesta musik. Ledakannya mengguncang seluruh kota dan menimpakan ketakutan yang dahsyat ke dalam hati penduduknya. Mereka pun terperanjak hingga spontant menghubungi saudara-saudara mereka untuk meminta jaminan keamanan. Kemudian jumlah korban mulai terlihat. Lebih dari 20 yang tewas dan puluhan lainnya luka-luka. Jumlah korban terus meningkat hingga mencapai 100 korban tewas dan luka-luka.
Setelah ledakan, para teman-teman korban dan kerabat orang-orang yang ketakutan itu bersegera menuju media sosial guna meminta bantuan untuk mencari orang-orang Besayangannya. Bar-bar mulai menyugukan minuman kerasnya kepada para petugas darurat untuk menenangkan dirinya dari trauma setelah mereka melihat pemandangan mengerikan. Dan sebagaimana biasanya orang-orang yang menamai dirinya sebagi “muslim” British keluar mengutuk serangan ini lantaran takut kepada kuffar dan kwahatir mereka akan membalas dan menyakitinya. Sejumlah besar polisi dan tentara dikerahkan di jalanan. Tingkat ancaman di Inggris dinaikkan menjadi “Kritis”. Para politikus menghentikan kampanye pemilu umum yang akan datang, si Ariana Grande mengurungkan rencana jalan-jalanya keliling Eropa dan kembali ke negaranya dalam keadaan ketakutan, dan Team Chelsea membatalkan pawai kemenangannya di London. Para musuh-musuh Islam itu berusaha menampakkan keberanian, namun usaha mereka itu gagal, justru kepedihan mereka sangatlah nampak.
‘Survei’ membuktikan, Operasi di Manchaster ini menguatkan apa yang selama ini diprediksi oleh para pengamat sejak dulu : Bahwa untuk menggantikan kerugianya di Iraq dan Syam, Daulah Islamiyah memefokuskan operasinya di negri-negri salibis. Namun yang belum diakui oleh para pengamat itu adalah bahwa kerugian daerah bukanlah hal baru bagi Daulah Islamiyah. Daulah Islamiyah mulai kehilangan banyak daerahnya pada saat munculnya agresi Shahawat di Iraq yang menyebabkan kekalahannya. Tetapi, pada akhirnya itulah yang menyebabkan Daulah Islamiyah kembali, melipat gandakan usahanya, dan menyalakan api peperangannya sekali lagi. Dengan itu Daulah bisa merebut kembali setiap jengkal yang hilang darinya. Ia berhasil meluas ke Syam, Sinai, Khurasan, dan daerah-daerah lainnya di dunia, bahkan sampai ke beberapa daerah yang tidak disangka mujahidin bahwa mereka bisa menguasainya dan menegakkan hukum Allah di dalamnya.
Kejutan terjadi, -ribuan mil jaraknya dari Manchester- tatkala para prajurit khilafah di Timur Asia, tepatnya di kota Marawi yang terletak di kepulauan Mindanao Filipina Selatan membantai para polisi lokal dan para tentara, dan mengibarkan bendera Daulah Islamiyah. Hal ini mengingatkan kita peristiwa pembebasan kota Mosul dari para Syi’ah Rafidhah murtad dan para sekutu salib mereka. Kemenangan ini terjadi hanya selang beberapa minggu setelah pengakuan Rodrigo Duterte si thaghut salibis Filipina bahwa kondisi di wilayah Selatan Filipina membuatnya pusing dan gelisah di malam hari.
Si thaghut ini mengambil kendali pemerintahan dengan asumsi mampu mengendalikan “para militan islam bersenjata” di wilayah Selatan Filipina, terutama yang tinggal di pulau Mindanao, mengakhiri jihad mereka dan selanjutnya mengusir kekuatan Amerika yang ada di Filipina. Tetapi tatkala para prajurit Khilafah terus memperlihatkan sikap bahwa mereka tidak bernegoisasi kecuali dengan peluru dan bom, diapun mulai mengemis kepada para pemimpin “islam” lokal di wilayah Selatan agar membantunya dalam menghadapi para mujahidin. Di samping itu, dia juga mengancam akan memberlakukan darurat militer di wilayah-wilayah mereka jika masalah ini tidak selesai. Selanjutnya, ketika para prajurit khilafah menyerang kota Marawi, sesuai janjinya... diapun memberlakukan status darurat militer dan mengirim para tentara nya untuk kembali merebut kota. Tetapi justru para mujahidin berhasil membunuh puluhan para tentara salibnya dan membuka front baru dalam memerangi orang-orang kafir.
Realitas yang dihadapi oleh salibis hari ini, meskipun mereka beranggapan bahwa Daulah Islamiyah melemah, tetapi para mujahidin masih mampu untuk mengusir para salibis dan antek-antek mereka, serta dengan cepat mampu mewujudkan tamkin dari arah yang tidak diperkIraqan oleh musuh di belahan bumi manapun. Sebagaimana yang terjadi di Mosul sebelumnya, serangan-serangan mereka di tengah Negeri-negeri salibis di Barat terus menjadi surprise dan kejutan, seperti yang terjadi di Manchester. Sebagaimana terusirnya para salibis kafir pada pengiriman dan operasi mereka yang pertama di Iraq, maka demikian pula mereka akan kembali harus hengkang dari negerinegeri islam di Filipina, dan mereka akan terteror di tengah Negara mereka sendiri.
“Dan Allah maha kuasa atas urusan Nya, meskipun banyak manusia yang tidak tahu”. (QS. Yusuf : 21)
ALLAH DATANGKAN SIKSAAN KEPADA MEREKA DARI ARAH YANG TIDAK DISANGKA
Allah ta’ala berfirman, “Dialah yang mengeluarkan orang-orang kafir di antara ahli kitab dari kampung-kampung mereka pada saat pengusiran yang pertama. Kamu tidak menyangka, bahwa mereka akan keluar dan merekapun yakin, bahwa benteng-benteng mereka dapat mempertahankan mereka dari (siksa) Allah; maka Allah mendatangkan kepada mereka (hukuman) dari arah yang tidak mereka sangka-sangka. Dan Allah melemparkan ketakutan dalam hati mereka.” (QS. Al Hasyr:2)
Hanya sepekan sebelum tibanya bulan Ramadhan yang berbarokah, seluruh dunia terfokus pada kota Manchester di Inggris. Salah satu prajurit Khilafah melancarkan serangan terror, menargetkan Manchester Arena di Inggris pada saat diselenggarakanya pesta musik. Ledakannya mengguncang seluruh kota dan menimpakan ketakutan yang dahsyat ke dalam hati penduduknya. Mereka pun terperanjak hingga spontant menghubungi saudara-saudara mereka untuk meminta jaminan keamanan. Kemudian jumlah korban mulai terlihat. Lebih dari 20 yang tewas dan puluhan lainnya luka-luka. Jumlah korban terus meningkat hingga mencapai 100 korban tewas dan luka-luka.
Setelah ledakan, para teman-teman korban dan kerabat orang-orang yang ketakutan itu bersegera menuju media sosial guna meminta bantuan untuk mencari orang-orang Besayangannya. Bar-bar mulai menyugukan minuman kerasnya kepada para petugas darurat untuk menenangkan dirinya dari trauma setelah mereka melihat pemandangan mengerikan. Dan sebagaimana biasanya orang-orang yang menamai dirinya sebagi “muslim” British keluar mengutuk serangan ini lantaran takut kepada kuffar dan kwahatir mereka akan membalas dan menyakitinya. Sejumlah besar polisi dan tentara dikerahkan di jalanan. Tingkat ancaman di Inggris dinaikkan menjadi “Kritis”. Para politikus menghentikan kampanye pemilu umum yang akan datang, si Ariana Grande mengurungkan rencana jalan-jalanya keliling Eropa dan kembali ke negaranya dalam keadaan ketakutan, dan Team Chelsea membatalkan pawai kemenangannya di London. Para musuh-musuh Islam itu berusaha menampakkan keberanian, namun usaha mereka itu gagal, justru kepedihan mereka sangatlah nampak.
‘Survei’ membuktikan, Operasi di Manchaster ini menguatkan apa yang selama ini diprediksi oleh para pengamat sejak dulu : Bahwa untuk menggantikan kerugianya di Iraq dan Syam, Daulah Islamiyah memefokuskan operasinya di negri-negri salibis. Namun yang belum diakui oleh para pengamat itu adalah bahwa kerugian daerah bukanlah hal baru bagi Daulah Islamiyah. Daulah Islamiyah mulai kehilangan banyak daerahnya pada saat munculnya agresi Shahawat di Iraq yang menyebabkan kekalahannya. Tetapi, pada akhirnya itulah yang menyebabkan Daulah Islamiyah kembali, melipat gandakan usahanya, dan menyalakan api peperangannya sekali lagi. Dengan itu Daulah bisa merebut kembali setiap jengkal yang hilang darinya. Ia berhasil meluas ke Syam, Sinai, Khurasan, dan daerah-daerah lainnya di dunia, bahkan sampai ke beberapa daerah yang tidak disangka mujahidin bahwa mereka bisa menguasainya dan menegakkan hukum Allah di dalamnya.
Kejutan terjadi, -ribuan mil jaraknya dari Manchester- tatkala para prajurit khilafah di Timur Asia, tepatnya di kota Marawi yang terletak di kepulauan Mindanao Filipina Selatan membantai para polisi lokal dan para tentara, dan mengibarkan bendera Daulah Islamiyah. Hal ini mengingatkan kita peristiwa pembebasan kota Mosul dari para Syi’ah Rafidhah murtad dan para sekutu salib mereka. Kemenangan ini terjadi hanya selang beberapa minggu setelah pengakuan Rodrigo Duterte si thaghut salibis Filipina bahwa kondisi di wilayah Selatan Filipina membuatnya pusing dan gelisah di malam hari.
Si thaghut ini mengambil kendali pemerintahan dengan asumsi mampu mengendalikan “para militan islam bersenjata” di wilayah Selatan Filipina, terutama yang tinggal di pulau Mindanao, mengakhiri jihad mereka dan selanjutnya mengusir kekuatan Amerika yang ada di Filipina. Tetapi tatkala para prajurit Khilafah terus memperlihatkan sikap bahwa mereka tidak bernegoisasi kecuali dengan peluru dan bom, diapun mulai mengemis kepada para pemimpin “islam” lokal di wilayah Selatan agar membantunya dalam menghadapi para mujahidin. Di samping itu, dia juga mengancam akan memberlakukan darurat militer di wilayah-wilayah mereka jika masalah ini tidak selesai. Selanjutnya, ketika para prajurit khilafah menyerang kota Marawi, sesuai janjinya... diapun memberlakukan status darurat militer dan mengirim para tentara nya untuk kembali merebut kota. Tetapi justru para mujahidin berhasil membunuh puluhan para tentara salibnya dan membuka front baru dalam memerangi orang-orang kafir.
Realitas yang dihadapi oleh salibis hari ini, meskipun mereka beranggapan bahwa Daulah Islamiyah melemah, tetapi para mujahidin masih mampu untuk mengusir para salibis dan antek-antek mereka, serta dengan cepat mampu mewujudkan tamkin dari arah yang tidak diperkIraqan oleh musuh di belahan bumi manapun. Sebagaimana yang terjadi di Mosul sebelumnya, serangan-serangan mereka di tengah Negeri-negeri salibis di Barat terus menjadi surprise dan kejutan, seperti yang terjadi di Manchester. Sebagaimana terusirnya para salibis kafir pada pengiriman dan operasi mereka yang pertama di Iraq, maka demikian pula mereka akan kembali harus hengkang dari negerinegeri islam di Filipina, dan mereka akan terteror di tengah Negara mereka sendiri.
“Dan Allah maha kuasa atas urusan Nya, meskipun banyak manusia yang tidak tahu”. (QS. Yusuf : 21)
Tidak ada komentar:
Posting Komentar