Rabu, 25 April 2018

BAQIYAH WA TATAMADDAD (TETAP EKSIS DAN TERUS MELUAS)

DABIQ 12 - SEJARAH

BAQIYAH WA TATAMADDAD

Sembilan tahun yang lalu, pada hari dimana Daulah Islam di deklarasikan di Iraq (Ramadhan 1427) Mungkin menjadi hari yang paling berkesan setelah 11 September untuk kebanyakan muwahhidin. Ia adalah Negara yang berdasarkan tauhid dan jihad dengan seorang Imam dari Quraisy. Dan ia menjadi dasar dari masa depan Khilafah. Kepemimpinannya telah di ingkari oleh orang-orang kompromistis dan merekapun diperangi oleh seluruh pejuang kekufuran dan kesesatan, dan menjadikan mereka bersandar hanya kepada Allah saja.

Beberapa bulan kemudian, Shahawat Iraq didirikan. Amerika menyediakan insentif dan bantuan kepada Shahawat dari suku-suku korup dan beberapa faksi yang baru dibentuk untuk mengobarkan perang melawan Daulah Islam. Lalu pada tahun 1427-1428 hijriyah, Daulah Islam mulai kehilangan beberapa wilayah yang direbut pejuang murtad yang didukung tentara salib. Dan itu merupakan bagian dari cobaan dan kesengsaraan yang pasti akan menimpa orang orang mukmin sebagaimana dalam hadits, “Orang yang paling berat cobaannya adalah Para Nabi, kemudian yang semisalnya dan semisalnya lagi. Seseorang akan diuji sesuai dengan kondisi agamanya. Apabila agamanya begitu kuat (kokoh), maka semakin berat pula ujiannya. Apabila agamanya lemah, maka ia akan diuji sesuai dengan kualitas agamanya.” (Shahih at-Tirmidzi dari Sa’ad Ibn Abi Waqqas).

Selama terjadinya kekacauan atas konspirasi Shahawat ini, sebuah bisikan mulai muncul ditengah orang-orang yang berhati lemah, bahwa Daulah Islam hanya akan menjadi legenda dimasa lalu, dan ini mengingatkan kita pada Pertempuran al-Ahzab ((Yaitu) ketika mereka datang kepadamu dari atas dan dari bawahmu, dan ketika penglihatan(mu) terpana dan hatimu menyesak sampai ke tenggorokan dan kamu berprasangka yang bukan-bukan terhadap Allah. Di situlah diuji orang-orang mukmin dan diguncangkan (hatinya) dengan guncangan yang dahsyat. Dan (ingatlah) ketika orang-orang munafik dan orang-orang yang hatinya berpenyakit berkata, “Yang dijanjikan Allah dan Rasul-Nya kepada kami hanya tipu daya belaka.”) (Al-Ahzab: 10-12). Dan inilah seluruh peristiwa yang terjadi selama adanya Shahawat di Iraq. Orang-orang mukmin terguncang dengan hebat namun mereka kembali kokoh, sedangkan orang-orang munafik menampakkan diri dan mengkritik aqidah dan manhaj Daulah Islam.

Dan meskipun berada dalam kesengsaraan yang besar ini, ada seorang pria yang berbicara dengan lidah yang jujur serta hati yang tulus: kita menganggapnya demikian sedang Allah adalah hakimnya. Dialah orang yang baru ditunjuk sebagai amirul mukminin, Syaikh Abu Umar al-Husaini al-Baghdadi taqabbalahullah. Dia berbicara dengan kata-kata yang senantiasa berbaik sangka kepada Allah, yakin akan setiap janji Allah, serta tidak memiliki keraguan bahwa Allah tidak akan pernah menelantarkan mereka. Dia mengatakan dalam pidatonya yang terkenal “Masa panen pada Tahun ini oleh Negara para Muwahhid”, yang dirilis enam bulan setelah deklarasi Daulah Islam di Iraq, pada saat gelombang gelap terdahsyat dari Shahawat:

“Daulah Islam akan tetap baqiyah (eksis). Ia akan tetap baqiyah (eksis) karena itu dibangun dari jasad pada Syuhada yang disirami dengan darah mereka, dan dengan ini pasar-pasar surga diselenggarakan. Ia akan tetap baqiyah (eksis) karena kemenangan yang diberikan Allah dalam jihad ini lebih terang daripada matahari di tengah hari. Ia akan tetap baqiyah (eksis) karena tidak terkontaminasi oleh barang haram ataupun manhaj yang menyimpang. Ia akan tetap baqiyah (eksis) karena kejujuran dari para pemimpinnya yang telah mengorbankan darah mereka dan juga kejujuran dari tentaranya yang telah meninggikannya dengan senjata mereka; kami menganggapnya demikian, sedangkan Allah adalah hakim mereka. . Ia akan tetap baqiyah (eksis) karena menyatukan para mujahidin dan memberi kabar gembira bagi yang tertindas. Ia akan tetap baqiyah (eksis) karena Islam telah bangkit dan bersinar, awan gelap telah teruraikan, dan kekufuran sudah mulai tak terlindungi dan terkalahkan. Ia akan tetap baqiyah (eksis) karena doa dari orang-orang yang tertindas, air mata orang yang berduka, jeritan tahanan, dan harapan anak yatim. Ia akan tetap baqiyah (eksis) karena semua agama kufur dan sekte sesat telah berkumpul untuk menentangnya dan karena setiap pengkhianat dan pengecut mulai menyebarkan fitnah dan mencemarkan nama baiknya; dan yang tertinggal disana hanya kejujuran dalam tujuan dan kelurusan jalan. Ia akan tetap baqiyah (eksis) karena kita berada diatas kepastian bahwa Allah tidak akan mengecewakan hati muwahhidin yang tertindas dan Dia tidak akan membiarkan para penindas bersukacita kecuali atas kekalahan mereka. Ia akan tetap baqiyah (eksis) karena Allah telah menjanjikan secara eksplisit dengan berfirman, “Allah telah menjanjikan kepada orang-orang di antara kamu yang beriman dan yang mengerjakan kebajikan, bahwa Dia sungguh akan menjadikan mereka berkuasa di bumi sebagaimana Dia telah menjadikan orang-orang sebelum mereka berkuasa, dan sungguh Dia akan meneguhkan bagi mereka dengan agama yang telah Dia ridhai. Dan Dia benar-benar mengubah (keadaan) mereka, setelah berada dalam ketakutan menjadi aman sentosa.” (An- Nur: 55). “Dan Allah berkuasa terhadap urusan- Nya, tetapi kebanyakan manusia tidak mengerti.” (Yusuf: 21).“

Dia mengatakan kata-kata ini dengan kepastian bahwa itu hanya akan dikabulkan oleh Allah saja. Kata-katanya telah menyentuh hingga hati yang terdalam, mengingatkan mereka akan janji Allah kepada orang-orang mukmin serta menjaga agar mereka tetap kokoh pada tahun-tahun mendatang. Daulah Islam akan tetap eksis, meskipun tentara salib, Thawaghit, suku-suku dan faksi Shahawat, Rafidhah, Peshmerga, dan ulama kerajaan bersatu menyerangnya.

Setelah adanya Shahawat Iraq, tentara yang tersisa dari Daulah Islam hanya di kamp militer di padang pasir al-Anbar saja, di kota-kota Iraq yang beroperasi hanyalah sel-sel keamanan, dan hakim syar’i hanya menghukumi mereka yang datang kepadanya saja.

Orang-orang munafik pengklaim jihad mulai menampar Daulah Islam dengan mengklaim bahwa itu semua karena kesalahan dari Daulah Islam yang membiarkan Shahawat masuk kedalam barisan, Dan ketika tidak ada lagi akar dari Shahawat yang tersimpan kecuali kemunafikan yang ada dalam hati para penjahat korup, faksi-faksi pecahan, dan bidah yang menyimpang. Hingga akhirnya sejarah dari kata “baqiyah” terus menggema di hati para mujahidin.

Dan hanya dalam waktu yang singkat, hanya beberapa tahun kemudian Daulah Islam muncul kembali dengan kemanangan besar di kancah peperangan Iraq. Dan disaat yang sama, ia telah menginjakkan kakinya di Syam dan mempersiapkan pondasi dasar untuk pelebaran Wilayah disana. Kata-kata “Daulatul Islam baqiyah” memenuhi udara dan menggema sebelum ini dan juga setelahnya di berbagai tempat di wilayah Daulah Islam. Daulah Islam tidak hanya eksis di Iraq saja, tetapi sekarang telah menyebar ke semenajung arab, Syam, Afrika Utara dan Afrika Barat, Khurasan, al-Qauqaz, dan di tempat-tempat lain.

Ini adalah sejarah di balik pernyataan “Daulatul Islam Baqiyah”.

Semoga Allah menjaga Daulah Islam untuk tetap eksis dan meluas hingga para mujahidin muwahhid melawan tentara salib di dekat Dabiq. Daulatul Islam baaqiyah (dan terus meluas). Ia akan tetap baqiyah (eksis) karena itu dibangun dari jasad pada Syuhada yang disirami dengan darah mereka, dan dengan ini pasar-pasar surga diselenggarakan.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar