Rabu, 25 April 2018

DARI JAHILIYAH MENJADI KSATRIA KHILAFAH

DABIQ 6 - PENDAHULUAN



DARI JAHILIYAH MENJADI KSATRIA KHILAFAH

"Karena itu jika mereka tidak membiarkan kamu dan tidak mau menawarkan perdamaian kepadamu, serta tidak menahan tangan mereka (dari memerangimu), maka tawanlah mereka dan bunuhlah mereka di mana saja kamu temui, dan merekalah orang yang Kami berikan kepadamu alasan yang nyata (untuk memerangi, menawan dan membunuh) mereka." (An-Nisa: 91)

Bulan ini, sebuah serangan dilakukan di Sydney oleh Man Haron Monis, seorang Muslim yang memutuskan untuk bergabung dengan mujahidin Daulah Islam dalam perang mereka melawan koalisi tentara salib. Dia tidak melakukannya dengan melakukan perjalanan ke tanah Khilafah dan berjuang bersama dengan saudara-saudaranya (di Iraq atau Syam), melainkan dengan bertindak sendirian dan menyerang orang-orang kafir, di mana hal itu akan sangat menyakiti mereka – karena terjadi di negeri mereka sendiri dan di jalan-jalan yang sangat mereka duga bisa berjalan di sana dengan aman. Tidak butuh banyak; dia berhasil meraih pistol dan menyerbu sebuah kafe lalu menjadikan orang-orang yang di dalamnya sebagai sandera. Dan karena tindakannya ini, ia menimbulkan kepanikan massa, membawa teror ke seluruh negara, dan memicu evakuasi sejumlah warga dari pusat bisnis Sydney. Berkah-berkah dalam usahanya sangat jelas sejak awal.

Kemudian, situasi dikembangkan dan identitasnya terungkap, kami melihat respon yang bisa diprediksi dari media internasional. Mereka langsung mulai mencari sesuatu yang negatif yang bisa mereka gunakan untuk melawannya, dan kemudian mulai melaporkan berbagai tuduhan yang dibuat terhadapnya dalam upaya untuk mencoreng karakter dan, yang terpenting, tujuan mulia bahwa ia berjuang untuk Allah Ta’ala.

"Dan perangilah mereka itu sampai tidak ada lagi fitnah dan agama hanya bagi Allah semata." (Al-Anfal: 39)

Faktanya adalah, bagaimanapun, bahwa setiap tuduhan yang dialamatkan terhadap seseorang tentang masa lalunya, maka tidak berlaku selama dia mengharapkan rahmat Allah dan bersungguh-sungguh dalam bertaubat dari segala kesesatan-kesesatan masa lalunya. Ini sebagaimana orang yang baru masuk Islam dan dia memiliki sejarah masa lalu berupa kesyirikan dan maksiat, benar-benar terhapus (seluruh kesalahannya) – seperti yang terjadi dengan banyak shahabat. Maka berapa banyak orang yang seperti ini, yang kemudian setelah bertaubat dia lalu berperang dan terbunuh di jalan Allah, Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam yang mengetahui pun menyatakan bahwa orang tersebut akan diampuni saat tetes darahnya yang pertama.

Mengutuk seseorang berdasarkan masa lalu mereka telah menjadi tradisi para thaghut, seperti yang dilakukan oleh Fir'aun.

"Dia (Fir‘aun) menjawab, “Bukankah kami telah mengasuhmu dalam lingkungan (keluarga) kami, waktu engkau masih kanak-kanak dan engkau tinggal bersama kami beberapa tahun dari umurmu. Dan engkau (Musa) telah melakukan (kesalahan dari) perbuatan yang telah engkau lakukan dan engkau termasuk orang yang tidak tahu berterima kasih.” Dia (Musa) berkata, “Aku telah melakukannya, dan ketika itu aku termasuk orang yang khilaf." (Asy-Syu'ara: 18-20)

Manusia baru Haron Monis adalah seorang mujahid di jalan Allah. Ia menyatakan dirinya berada pada tauhid yang murni dan dari Ahlus-Sunnah, mengumumkan bai’at kepada Khalifah Ibrahim al-Qurasyi, dan kemudian bergerak maju untuk meneror kuffar dan membawa kemenangan bagi agama Allah. Kesyahidannya –insya Allah– adalah wasiat ketulusannya.

Setelah kebuntuan yang panjang, saudara Man Haron Monis akhirnya terbunuh. Serangan beraninya berakhir dengan dua sandera kafir tewas, dan empat lainnya luka-luka, termasuk seorang polisi. Dengan demikian, ia menambahkan namanya ke daftar kaum muslimin yang menjawab seruan Khilafah untuk menyerang orang-orang yang berperang melawan Daulah Islam di manapun mereka berada, seperti yang disampaikan oleh Juru Bicaranya, Syaikh Abu Muhammad al-'Adnani.

"Jika Anda dapat membunuh kafir Amerika atau Eropa –terutama si dengki yang najis Perancis– atau Australia, atau Kanada, atau kafir lainnya dari orang-orang kafir harbi, termasuk warga negara yang menandatangani Koalisi permusuhan terhadap Daulah Islam, maka bertawakallah kepada Allah, dan bunuhlah dengan cara atau alat apa pun yang memungkinkan. Jangan meminta saran siapa pun dan jangan meminta fatwa siapa pun." (Inna Rabbaka la bil Mirshad)

Akan ada orang lain yang mengikuti contoh yang ditetapkan oleh Man Haron Monis dan Numan Haider di Australia, Martin Couture Rouleau dan Michael Zehaf Bibeau di Kanada, Zale Thompson di Amerika, dan Bertrand Nzohabonayo di Perancis, dan tidak ada yang bisa dilakukan Barat kecuali cemas menunggu giliran pembantaian berikutnya dan kemudian mengeluarkan lelah yang sama, pernyataan klise mengecam kejadian itu. Kaum Muslimin akan terus menentang mesin perang orang-orang kafir, mengepung tentara salib di jalan-jalan mereka sendiri dan membawa perang kembali ke tanah mereka sendiri.

"Di masa lalu, aku telah mengangkat bendera selain bendera Islam. Aku memohon ampunan dari Allah dan bertobat kepada-Nya. Aku bersumpah demi Allah Yang Maha Kuasa bahwa aku tidak akan mengangkat bendera selain bendera Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam.
Aku dulu Rafidhi, tapi sekarang tidak lagi. Sekarang aku Muslim, alhamdulillah.
Segala puji bagi Allah yang telah memuliakanku dengan memberikan bai’at kepada Imam di zaman kita. Mereka yang memberikan bai’at kepada khalifah kaum muslimin dalam kenyataannya memberikan bai’at kepada Allah dan Rasul-Nya. Tangan Allah di atas tangan mereka.”
Man Haron Monis rahimahullah

Tidak ada komentar:

Posting Komentar