DABIQ 10 - SEJARAH
DARI LEMBARAN SEJARAH:
EKSPEDISI, PEPERANGAN DAN KEMENANGAN DI BULAN RAMADHAN
Sungguh bulan ramadhan mempunyai keistimewaan yang berbeda dengan bulan-bulan lainnya. Ramadhan bulan dimana diturunkannya Al-Qur’an. Shalat, puasa dan zakat sebagai tambahan amalan ibadah di bulan ini. Bulan dimana kaum muslim memaksimalkan amalan mereka.
Begitu juga jihad di bulan ini, para mujahidin menyambutnya dengan melaksanakan ibadah ini lebih dari bulan-bulan biasa, ini karena Allah membuka pintu rahmat seluas-luasnya untuk kaum muslim di bulan ramadhan. Jadi, bulan ini sungguh bulan penuh kemuliaan. Pintu-pintu Jannah terbuka dan pintu-pintu neraka ditutup. Syetan dibelenggu. Itulah bulan penuh kemuliaan dimana amal baik dilipatgandakan dan hawa nafsu dikekang. Bulan dimana seseorang berpuasa dan shalat malam dengan iman, berharap balasan dan ampunan atas dosa-dosanya. Jika demikian, bagaimana dengan seseorang yang berpuasa, shalat malam, dan berjihad dengan diri, harta dan lidahnya?
Karena keistimewaan ini, sepanjang sejarah, bulan ramadhan menjadi hari-hari jihad dan pertempuran. Dalam bulan ini banyak perjalanan perang dan kemenangan-kemenangan terjadi, kemenangan yang tak kan terlupakan. Kita akan menyebutkan beberapanya saja, insya Allah.
Ekspedisi yang diberangkatkan Rasul di bulan Ramadhan
Definisi Ghozwah adalah peperangan yang Rasul ikut bersama para sahabat dan memimpin peperangan tersebut. Sementara itu, Sariyah adalah pasukan perang yang rasul tidak ikut di dalamnya. Jumlah total Sariyah yang pernah diberangkatkan Rasul adalah 73, dan 11 diantaranya di bulan Ramadhan:
1. Sariyah Sahil al Bahr: pada bulan ramadhan tahun pertama Hijriah. Ini sariyah pertama yang diberangkatkan dalam sejarah Islam. Rasul mengangkat Hamzah sebagai pemimpin sariyah dengan 30 pasukan dari sahabat muhajirin. Mereka keluar dan menghadapi rombongan Quraisy yang datang dari Syam. Mereka sampai Sif al-Bahr area pantai laut merah menghadapi kufar dan bersiap dengan panah. Majdi ibnu Amr al-juhani yang memiliki perjanjian sekutu/hubungan baik dengan kedua sisi sehingga mereka tidak jadi berperang.
2. Sariyah Umair ibnu 'Adi al-Khitmi: Terjadi di tahun ke dua hijriah. Rasul memberangkatkan sariyah ini untuk membunuh 'Asma binti Marwan, perempuan yang menghina islam dan menyebarkan hasutan terhadap nabi. Umair Ibnu 'Adi al'-Khitmi datang ke rumah perempuan itu dan menghunus pedangnya, menusuk dada perempuan itu dengan keras sampai menembus belakangnya.
3. Sariyah Zaid ibnu Haritsah: Di bulan ramadhan tahun ke 6 Hijriah , Rasul mengutus sariyah ini ke Bani Fazaroh di lembah Quro karena seorang dari bani Fazaroh menangkap kafilah dagang Muslimin dan merampas barang-barangnya. Zaid ibnu Haritsah berangkat memimpin para sahabat sehingga sampai di bani Fazaroh pagi hari, mengepung mereka dan men- culik Ummu Oirfah Fatimah binti Rabi'ah al Fazariyah, perempuan yang dihormati dan ditaati kaumnya, dia telah menyiapkan 40 anak dan cucunya yang angkuh untuk membunuh nabi Muhammad shallallahu ‘alaihi wasallam. Zaid ibnu Haritsah membunuh mereka termasuk ummu Qirfah.
4. Sariyah Abdullah ibnu Atik: Berangkat di bulan Ramadhan tahun ke 6 Hijrah. Suku Aus dan Khazraj selalu berlomba dalam mempertahankan Rasul shallallahu ‘alaihi wasallam, seperti ketika suku Aus dapat membunuh Ka'ab ibnu Asraf yang sering mengganggu Rasul, maka suku Khazraj mencari orang yang serupa perlawannya terhadap Rasul. Mereka menemukan target itu pada Abu Rofi' Salam ibnu Abi Haqiq an Nadri, orang ini yang mengobarkan perang khondaq dan mempersiapkan bani Ghathafan untuk menyerang Rasul, ia juga memperolok olok nabi di berbagai pertemuan. Sahabat dari kalangan Khazraj meminta izin dari Rasul untuk membunuh Abu Rofi', dan diizinkan. Mereka mengirimkan 5 orang, dipimpin oleh Abdullah ibnu 'Atik. Sariyah ini menyerang rumah Abu Rofi' dan membunuhnya, dan kembali dengan selamat.
5. Sariyah Ghalib al-Laitsi: Dikirim saat bulan Ramadhan tahun ke-7 Hijrah, Rasul mengirim detasemen ini ke bani 'Uwal dan bani Abd ibnu Tsa'labah, dua suku dari badui Nejd. Orang orang dari dua suku tersebut menyerang pinggiran Madinah ketika kaum muslimin sibuk berperang dengan Ouraish dan Yahudi. Dibawah kepemimpinan Ghalib al-Laitsi, 130 pasukan muslim menyerang mereka di waktu Fajar dan membunuh siapa saja yang melawan mereka. Sisanya kabur. Mereka merampas ternak dan domba yang kemudian dibawa ke Madinah.
6. Sariyah Abu Qatadah as-Salami: Diberangkatkan pada bulan Ramadhan tahun ke 8 Hijrih, sariyah ini sebagai trik Rasul untuk menyamarkan tujuan serangan sebenarnya, yaitu Makkah. Supaya mereka menyangka target muslimin adalah bani Idam bukan Makkah. Rasul mengirim 8 orang yang dipimpin Abu Oatadah as-Salami ke bani Idam (satu lembah sebelah utara Makkah). Sariyah sampai ke target tanpa perlawanan maka mereka berangkat lagi untuk bergabung dengan tentara Muslimin menuju Makkah.
7. Sariyah Khalid ibnu al Walid: Terjadi di bulan Ramadhan tahun ke-8 Hijrah. Setelah Rasul menghancurkan berhala-berhala di Ka'bah saat pembukaan Makkah, beliau mengirim sariyah ini untuk menghancurkan berhala-berhala di area sekitar Makkah. Khalid ibnu al Walid dan 30 tentara berkuda pergi menuju berhala al Uzza di Nakhlah (wadi/lembah antara Makkah dan Tha'if). Mereka sampai disana dan berhasil menghancurkannya.
8. Sariyah 'Amr Ibnu al-Ash: Di waktu yang bersamaan, Rasul mengutus 'Amr Ibnu al-Ash sebagai pemimpin Sariyah menuju berhala Suwa' di daerah Ruhat (dekat Makkah). Mereka menghancurkannya.
9. Sariyah Sa'ad Ibnu Zaid al Ashhali: Sariyah ini dikirim untuk menghancurkan berhala Manat, Rasul mengirim Sa'ad ibnu Zaid dengan 20 anggota pasukannya menuju ke daerah al Mushallal (di pantai laut Merah). Ketika mereka sampai di sana setelah gelap malam, seorang perempuan telanjang keluar dengan rambut tergerai berteriak seraya mengutuk, dan mencela sambil memukul-mukul dadanya. Sa'ad membunuhnya dan menghancurkan berhalanya.
10. Sariyah 'Ali bin' Abi Thalib: Diutus pada Ramadhan tahun kesepuluh Hijrah, Nabi mengirim 'Ali ke Yaman dan mempersiapkan pasukan untuknya. Dia membungkus sorban 'Ali dengan tangannya sendiri. 'Ali berangkat dengan 300 pasukan berkuda. Ketika mereka tiba, ia mengirim prajuritnya yang kemudian kembali dengan rampasan perang yang disita dari kuffar berupa uang, wanita, anak-anak dan ternak. Dia kemudian bertemu tentara musuh dan menyeru mereka kepada Islam. Mereka menolak dan memanah dan melemparkan batu ke pasukan Muslim. Sebagai balasan, 'Ali mengatur barisan pasukannya dan melawan mereka. Dia membunuh 20 laki-laki mereka. Sisanya melarikan diri. 'Ali tidak mengejar mereka dan mengajak mereka sekali lagi kepada Islam hingga akhirnya mereka menerima.
11. Sariyah Jarir bin 'Abdillah al-Bajali: Masih di bulan Ramadhan tahun yang sama, Nabi mengutus Jarir Ibn' Abdillah dengan 150 pasukan menuju berhala Thul-Khalasah. Berhala itu merupakan sebuah rumah di daerah Tabalah (antara Makkah dan Yaman). Ini dikenal sebagai Ka'bah Yaman yang digunakan untuk melakukan haji oleh masyarakat jahiliyah. Ketika mereka sampai di Thul-Khalasah, mereka membakar dan menghancurkannya.
Ghazwah Nabi di bulan Ramadan
Jumlah pertempuran yang dipimpin sendiri oleh Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam mencapai 28 ghazwah. Dua pertempuran terbesar diantaranya terjadi di bulan Ramadhan, yaitu; Perang Badar dan penaklukan Makkah.
1. Pertempuran Badr: Ini terjadi di bulan Ramadhan tahun kedua setelah Hijrah. Allah subhanahu wa ta'ala menggambarkannya sebagai {hari furqaan - hari ketika dua tentara bertemu} [Al-Anfal: 41] dan dijelaskan bahwa Kemenangan dan penghargaan Allah diberikan kepada umat Islam melalui pertempuran ini setelah masa-masa pahit mereka, {Sungguh Allah telah menolong kamu di [pertempuran] Badar, padahal kamu adalah orang-orang yang lemah saat itu} [Ali 'Imran: 123].
Dalam Perang Badar, kaum Muslimin, di bawah kepemimpinan Rasulullah berangkat untuk mencegat konvoi milik Quraisy yang dipimpin oleh Abu Sufyan. Tapi Abu Sufyan merubah jalan ke pantai dan memanggil orang-orang Makkah untuk membantu dia. Mereka berangkat untuk melawan kaum Muslimin, yang dipimpin oleh Abu Jahal. Kedua pasukan bertemu di Badr (antara Makkah dan Madinah) dan Allah menolong kaum muslimin yang berjumlah 317 orang melawan lebih dari 1000 orang musyrik. 14 Sahabat syahid dalam pertempuran (6 dari Anshar dan 8 dari Muhajirin). 70 dari musyrikin tewas dan 70 lainnya ditawan.
2. Penaklukan Makkah: Di bulan Ramadhan tahun kedelapan setelah hijrah, Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam bergerak untuk menaklukkan Makkah dengan sepuluh ribu pasukan setelah Ouraisy melanggar perjanjian mereka. Allah memberikan mereka kemenangan di Makkah setelah pertempuran mudah di mana 12 musyrikin tewas dan 3 Sahabat mati syahid. Ibnul Qayim menggambarkan Penaklukan Makkah dengan mengatakan, "Itu adalah penaklukan terbesar. Dengan itu, Allah memuliakan agama-Nya, Rasul-Nya, tentara-Nya dan orang-orang beriman. Dia ambil tanah-Nya dan rumah-Nya melalui orang-orang yang diberi petunjuk oleh-Nya, dari tangan orang-orang kafir dan musyrikin. Ini adalah penaklukan di mana penduduk Surga bersukacita. Keagungan, kehormatan yang mencapai ketinggian bintang-bintang. Orang-orang masuk ke dalam agama Allah secara berbondong-bondong. Dan dunia diterangi dengan kecerahan dan sukacita." [Zadul Ma'ad].
Ini adalah Ramadhan! Ini adalah bagaimana as-Salaf ash-Shalih (para pendahulu yang shalih) berada di dalamnya! Jihad dan pertempuran, serta pertolongan dan kemenangan dari Allah! Sungguh jauh perbedaan antara as-Salaf ash-Shalih dalam menghabiskan hari-hari Ramadhan dengan orang-orang hari ini yang banyak tidur dan sibuk menyiapkan berbagai jenis makanan dan minuman, menghabiskan malam dengan hiburan dan bermain.
Oleh karena itu, Hai orang yang tetap duduk (absen) dari jihad, bahkan saat Mujahidin keluar hari demi hari menghabiskan bulan penuh berkah ini untuk menghadapi koalisi kuffar yang berkumpul untuk memerangi agama Allah, jangan biarkan Ramadhan kali ini berlalu begitu saja kecuali kalian bersiap maju berjuang di jalan Allah.
Dan wahai kalian yang terus berada di negeri kafir, di bawah kekuasaan tentara salib dan thawaghlt, di bawah naungan hukum buatan manusia, mendengar mereka (para kuffar) mencaci syari'at Allah siang dan malam di media-media mereka, dan menggambarkannya sebagai kebodohan, penindasan, dan kebiadaban, jangan biarkan Ramadhan kali ini berlalu begitu saja kecuali bahwa kalian telah berupaya hijrah dari negeri kufur ke Daulah Islam!
DARI LEMBARAN SEJARAH:
EKSPEDISI, PEPERANGAN DAN KEMENANGAN DI BULAN RAMADHAN
Sungguh bulan ramadhan mempunyai keistimewaan yang berbeda dengan bulan-bulan lainnya. Ramadhan bulan dimana diturunkannya Al-Qur’an. Shalat, puasa dan zakat sebagai tambahan amalan ibadah di bulan ini. Bulan dimana kaum muslim memaksimalkan amalan mereka.
Begitu juga jihad di bulan ini, para mujahidin menyambutnya dengan melaksanakan ibadah ini lebih dari bulan-bulan biasa, ini karena Allah membuka pintu rahmat seluas-luasnya untuk kaum muslim di bulan ramadhan. Jadi, bulan ini sungguh bulan penuh kemuliaan. Pintu-pintu Jannah terbuka dan pintu-pintu neraka ditutup. Syetan dibelenggu. Itulah bulan penuh kemuliaan dimana amal baik dilipatgandakan dan hawa nafsu dikekang. Bulan dimana seseorang berpuasa dan shalat malam dengan iman, berharap balasan dan ampunan atas dosa-dosanya. Jika demikian, bagaimana dengan seseorang yang berpuasa, shalat malam, dan berjihad dengan diri, harta dan lidahnya?
Karena keistimewaan ini, sepanjang sejarah, bulan ramadhan menjadi hari-hari jihad dan pertempuran. Dalam bulan ini banyak perjalanan perang dan kemenangan-kemenangan terjadi, kemenangan yang tak kan terlupakan. Kita akan menyebutkan beberapanya saja, insya Allah.
Ekspedisi yang diberangkatkan Rasul di bulan Ramadhan
Definisi Ghozwah adalah peperangan yang Rasul ikut bersama para sahabat dan memimpin peperangan tersebut. Sementara itu, Sariyah adalah pasukan perang yang rasul tidak ikut di dalamnya. Jumlah total Sariyah yang pernah diberangkatkan Rasul adalah 73, dan 11 diantaranya di bulan Ramadhan:
1. Sariyah Sahil al Bahr: pada bulan ramadhan tahun pertama Hijriah. Ini sariyah pertama yang diberangkatkan dalam sejarah Islam. Rasul mengangkat Hamzah sebagai pemimpin sariyah dengan 30 pasukan dari sahabat muhajirin. Mereka keluar dan menghadapi rombongan Quraisy yang datang dari Syam. Mereka sampai Sif al-Bahr area pantai laut merah menghadapi kufar dan bersiap dengan panah. Majdi ibnu Amr al-juhani yang memiliki perjanjian sekutu/hubungan baik dengan kedua sisi sehingga mereka tidak jadi berperang.
2. Sariyah Umair ibnu 'Adi al-Khitmi: Terjadi di tahun ke dua hijriah. Rasul memberangkatkan sariyah ini untuk membunuh 'Asma binti Marwan, perempuan yang menghina islam dan menyebarkan hasutan terhadap nabi. Umair Ibnu 'Adi al'-Khitmi datang ke rumah perempuan itu dan menghunus pedangnya, menusuk dada perempuan itu dengan keras sampai menembus belakangnya.
3. Sariyah Zaid ibnu Haritsah: Di bulan ramadhan tahun ke 6 Hijriah , Rasul mengutus sariyah ini ke Bani Fazaroh di lembah Quro karena seorang dari bani Fazaroh menangkap kafilah dagang Muslimin dan merampas barang-barangnya. Zaid ibnu Haritsah berangkat memimpin para sahabat sehingga sampai di bani Fazaroh pagi hari, mengepung mereka dan men- culik Ummu Oirfah Fatimah binti Rabi'ah al Fazariyah, perempuan yang dihormati dan ditaati kaumnya, dia telah menyiapkan 40 anak dan cucunya yang angkuh untuk membunuh nabi Muhammad shallallahu ‘alaihi wasallam. Zaid ibnu Haritsah membunuh mereka termasuk ummu Qirfah.
4. Sariyah Abdullah ibnu Atik: Berangkat di bulan Ramadhan tahun ke 6 Hijrah. Suku Aus dan Khazraj selalu berlomba dalam mempertahankan Rasul shallallahu ‘alaihi wasallam, seperti ketika suku Aus dapat membunuh Ka'ab ibnu Asraf yang sering mengganggu Rasul, maka suku Khazraj mencari orang yang serupa perlawannya terhadap Rasul. Mereka menemukan target itu pada Abu Rofi' Salam ibnu Abi Haqiq an Nadri, orang ini yang mengobarkan perang khondaq dan mempersiapkan bani Ghathafan untuk menyerang Rasul, ia juga memperolok olok nabi di berbagai pertemuan. Sahabat dari kalangan Khazraj meminta izin dari Rasul untuk membunuh Abu Rofi', dan diizinkan. Mereka mengirimkan 5 orang, dipimpin oleh Abdullah ibnu 'Atik. Sariyah ini menyerang rumah Abu Rofi' dan membunuhnya, dan kembali dengan selamat.
5. Sariyah Ghalib al-Laitsi: Dikirim saat bulan Ramadhan tahun ke-7 Hijrah, Rasul mengirim detasemen ini ke bani 'Uwal dan bani Abd ibnu Tsa'labah, dua suku dari badui Nejd. Orang orang dari dua suku tersebut menyerang pinggiran Madinah ketika kaum muslimin sibuk berperang dengan Ouraish dan Yahudi. Dibawah kepemimpinan Ghalib al-Laitsi, 130 pasukan muslim menyerang mereka di waktu Fajar dan membunuh siapa saja yang melawan mereka. Sisanya kabur. Mereka merampas ternak dan domba yang kemudian dibawa ke Madinah.
6. Sariyah Abu Qatadah as-Salami: Diberangkatkan pada bulan Ramadhan tahun ke 8 Hijrih, sariyah ini sebagai trik Rasul untuk menyamarkan tujuan serangan sebenarnya, yaitu Makkah. Supaya mereka menyangka target muslimin adalah bani Idam bukan Makkah. Rasul mengirim 8 orang yang dipimpin Abu Oatadah as-Salami ke bani Idam (satu lembah sebelah utara Makkah). Sariyah sampai ke target tanpa perlawanan maka mereka berangkat lagi untuk bergabung dengan tentara Muslimin menuju Makkah.
7. Sariyah Khalid ibnu al Walid: Terjadi di bulan Ramadhan tahun ke-8 Hijrah. Setelah Rasul menghancurkan berhala-berhala di Ka'bah saat pembukaan Makkah, beliau mengirim sariyah ini untuk menghancurkan berhala-berhala di area sekitar Makkah. Khalid ibnu al Walid dan 30 tentara berkuda pergi menuju berhala al Uzza di Nakhlah (wadi/lembah antara Makkah dan Tha'if). Mereka sampai disana dan berhasil menghancurkannya.
8. Sariyah 'Amr Ibnu al-Ash: Di waktu yang bersamaan, Rasul mengutus 'Amr Ibnu al-Ash sebagai pemimpin Sariyah menuju berhala Suwa' di daerah Ruhat (dekat Makkah). Mereka menghancurkannya.
9. Sariyah Sa'ad Ibnu Zaid al Ashhali: Sariyah ini dikirim untuk menghancurkan berhala Manat, Rasul mengirim Sa'ad ibnu Zaid dengan 20 anggota pasukannya menuju ke daerah al Mushallal (di pantai laut Merah). Ketika mereka sampai di sana setelah gelap malam, seorang perempuan telanjang keluar dengan rambut tergerai berteriak seraya mengutuk, dan mencela sambil memukul-mukul dadanya. Sa'ad membunuhnya dan menghancurkan berhalanya.
10. Sariyah 'Ali bin' Abi Thalib: Diutus pada Ramadhan tahun kesepuluh Hijrah, Nabi mengirim 'Ali ke Yaman dan mempersiapkan pasukan untuknya. Dia membungkus sorban 'Ali dengan tangannya sendiri. 'Ali berangkat dengan 300 pasukan berkuda. Ketika mereka tiba, ia mengirim prajuritnya yang kemudian kembali dengan rampasan perang yang disita dari kuffar berupa uang, wanita, anak-anak dan ternak. Dia kemudian bertemu tentara musuh dan menyeru mereka kepada Islam. Mereka menolak dan memanah dan melemparkan batu ke pasukan Muslim. Sebagai balasan, 'Ali mengatur barisan pasukannya dan melawan mereka. Dia membunuh 20 laki-laki mereka. Sisanya melarikan diri. 'Ali tidak mengejar mereka dan mengajak mereka sekali lagi kepada Islam hingga akhirnya mereka menerima.
11. Sariyah Jarir bin 'Abdillah al-Bajali: Masih di bulan Ramadhan tahun yang sama, Nabi mengutus Jarir Ibn' Abdillah dengan 150 pasukan menuju berhala Thul-Khalasah. Berhala itu merupakan sebuah rumah di daerah Tabalah (antara Makkah dan Yaman). Ini dikenal sebagai Ka'bah Yaman yang digunakan untuk melakukan haji oleh masyarakat jahiliyah. Ketika mereka sampai di Thul-Khalasah, mereka membakar dan menghancurkannya.
Ghazwah Nabi di bulan Ramadan
Jumlah pertempuran yang dipimpin sendiri oleh Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam mencapai 28 ghazwah. Dua pertempuran terbesar diantaranya terjadi di bulan Ramadhan, yaitu; Perang Badar dan penaklukan Makkah.
1. Pertempuran Badr: Ini terjadi di bulan Ramadhan tahun kedua setelah Hijrah. Allah subhanahu wa ta'ala menggambarkannya sebagai {hari furqaan - hari ketika dua tentara bertemu} [Al-Anfal: 41] dan dijelaskan bahwa Kemenangan dan penghargaan Allah diberikan kepada umat Islam melalui pertempuran ini setelah masa-masa pahit mereka, {Sungguh Allah telah menolong kamu di [pertempuran] Badar, padahal kamu adalah orang-orang yang lemah saat itu} [Ali 'Imran: 123].
Dalam Perang Badar, kaum Muslimin, di bawah kepemimpinan Rasulullah berangkat untuk mencegat konvoi milik Quraisy yang dipimpin oleh Abu Sufyan. Tapi Abu Sufyan merubah jalan ke pantai dan memanggil orang-orang Makkah untuk membantu dia. Mereka berangkat untuk melawan kaum Muslimin, yang dipimpin oleh Abu Jahal. Kedua pasukan bertemu di Badr (antara Makkah dan Madinah) dan Allah menolong kaum muslimin yang berjumlah 317 orang melawan lebih dari 1000 orang musyrik. 14 Sahabat syahid dalam pertempuran (6 dari Anshar dan 8 dari Muhajirin). 70 dari musyrikin tewas dan 70 lainnya ditawan.
2. Penaklukan Makkah: Di bulan Ramadhan tahun kedelapan setelah hijrah, Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam bergerak untuk menaklukkan Makkah dengan sepuluh ribu pasukan setelah Ouraisy melanggar perjanjian mereka. Allah memberikan mereka kemenangan di Makkah setelah pertempuran mudah di mana 12 musyrikin tewas dan 3 Sahabat mati syahid. Ibnul Qayim menggambarkan Penaklukan Makkah dengan mengatakan, "Itu adalah penaklukan terbesar. Dengan itu, Allah memuliakan agama-Nya, Rasul-Nya, tentara-Nya dan orang-orang beriman. Dia ambil tanah-Nya dan rumah-Nya melalui orang-orang yang diberi petunjuk oleh-Nya, dari tangan orang-orang kafir dan musyrikin. Ini adalah penaklukan di mana penduduk Surga bersukacita. Keagungan, kehormatan yang mencapai ketinggian bintang-bintang. Orang-orang masuk ke dalam agama Allah secara berbondong-bondong. Dan dunia diterangi dengan kecerahan dan sukacita." [Zadul Ma'ad].
Ini adalah Ramadhan! Ini adalah bagaimana as-Salaf ash-Shalih (para pendahulu yang shalih) berada di dalamnya! Jihad dan pertempuran, serta pertolongan dan kemenangan dari Allah! Sungguh jauh perbedaan antara as-Salaf ash-Shalih dalam menghabiskan hari-hari Ramadhan dengan orang-orang hari ini yang banyak tidur dan sibuk menyiapkan berbagai jenis makanan dan minuman, menghabiskan malam dengan hiburan dan bermain.
Oleh karena itu, Hai orang yang tetap duduk (absen) dari jihad, bahkan saat Mujahidin keluar hari demi hari menghabiskan bulan penuh berkah ini untuk menghadapi koalisi kuffar yang berkumpul untuk memerangi agama Allah, jangan biarkan Ramadhan kali ini berlalu begitu saja kecuali kalian bersiap maju berjuang di jalan Allah.
Dan wahai kalian yang terus berada di negeri kafir, di bawah kekuasaan tentara salib dan thawaghlt, di bawah naungan hukum buatan manusia, mendengar mereka (para kuffar) mencaci syari'at Allah siang dan malam di media-media mereka, dan menggambarkannya sebagai kebodohan, penindasan, dan kebiadaban, jangan biarkan Ramadhan kali ini berlalu begitu saja kecuali bahwa kalian telah berupaya hijrah dari negeri kufur ke Daulah Islam!
Tidak ada komentar:
Posting Komentar