Jumat, 27 April 2018

HAROKAH ASY-SYABAB MENJERUMUSKAN BALA TENTARANYA KE DALAM GENGGAMAN MURTADDIN

HAROKAH ASY-SYABAB MENJERUMUSKAN BALA TENTARANYA KE DALAM GENGGAMAN MURTADDIN

Termasuk dalam kehendak Allah dalam memperlakukan sunnah-Nya terhadap hamba-hamba-Nya yang beriman, sebagaimana berlakukanya sunnah itu atas orang-orang terdahulu, Awalnya, adalah pelemahan kemudian Tamkhis (penyaringan) dan selanjutnya adalah ujian, setelahnya Allah akan memberikan karunia kepada para ham¬ba-hambaNya dari kalangan muwahdidin berupa tamkin (kekuasaan), kekuatan, dan kejayaan. Dan dengannya, Islam akan meluas ke seluruh penjuru dunia.

Beginilah keadaan Daulah Islamiyah, dimana dahu¬lu mereka adalah sekelompok kecil lagi lemah, namun mereka bersabar dan terus menguatkan kesaba¬ran. Mereka merasakan pedihnya ujian dan pahitnya guncangan demi guncangan sampai akhirnya Allah memuliakan mereka dengan tegaknya Khilafah, yang menaranya mulai menjulang tinggi dan bertambah luas wilayah naungannya. Kaum muslimin dari segala penjuru pun berdatangan berbondong-bondong, bai’at demi bai’at terus berdatangan, dan kelompok demi kelompok mujahidin yang jujur bekumpul di bawah naungan panjinya.

Termasuk diantara generasi awal yang berbai’at kepada Amirul Mu’minin, adalah sekelompok kecil mujahidin di Somalia, terutama Syaikh Abdul Qodir Mu’min (semoga Allah menjaganya) pada awal tahun 1437 H. Setelahnya berdatangan bai’at secara berang¬sur-angsur baik dari kelompok-kelompok maupun individu, dan bertambah banyak orang-orang yang berdatangan, lebih mengutamakan luasnya Khilafah daripada kesempitan tanzhim-tanzhim.

Junud Khilafah di Somalia berpusat di dua daerah yang pertama di Qandala, timur laut Somalia dan sebagian lainnya berpusat di distrik Juba, selatan Somalia. Tim media Junud Khilafah di Somalia dalam pertemuan khususnya dengan koresponden an Nabaa’ menginformasikan bahwa, bersamaan dengan meluasnya Daulah Islamiyah di Somalia, banyak sekali tabir yang tersingkap dari mereka yang mengklaim ingin menegakkan Khilafah Islamiyah. Nam¬paklah wujud dan apa tujuan asli mereka, diantara¬nya Harokah “Asy-Syabab” yang mulai merancang tipu daya busuknya dan selalu mengintai para Junud Khilafah guna membasminya sampai ke akar-akarn¬ya sebagaimana yang selalu mereka katakan. Maka terjadilah banyak insiden. Sumber menceritakan, di antaranya peristiwa “Tragedi Inad”.

Pasca para anggota Asy-Syabab mengetahui bai’atnya Mujahidin kepada Khalifah Muslimin, Abu Bakar al Baghdadi (semoga Allah menjaganya) dan tekad Junud Khilafah untuk meninggalkan beberapa daerah masih yang terdapat Harokah Asy-Syabab di dalam¬nya, Asy-Syabab pun mengirimkan pasukan mereka dalam jumlah yang besar untuk mengepung Junud Khilafah, dan ingin membunuh Syaikh Abdul Qodir Mu’min. Mereka berhasil menawan lebih dari 10 Ju¬nud Khilafah, tapi Allah menakdirkan Syaikh Abdul Qodir dan para ikhwah lainnya selamat dari makar busuk Harokah “Asy-Syabab”.

Setelah insiden ini, Junud Khilafah pun menjauhi daerah-daerah yang dikuasai Asy-Syabab sejauh ratusan kilometer, namun mereka tetap melanjutkan aksi memata-matai Junud Khilafah dan pengejaran terhadapnya.

Narasumber an Nabaa’ menambahkan, pada awal Rabi’ul Awal tahun 1437 H, tentara Harokah “Asy-Syabab” melancarkan serangan terhadap Junud Khilafah dari berbagai arah, maka berlangsunglah peperangan antar dua kubu selama 4 jam yang menyebabkan terbunuhnya dua anggota Harokah Asy-Syabab, dan sejumlah lainnya mengalami luka-luka. Makar mereka untuk kedua kalinya pun gagal, Junud Daulah Islamiyah pun bertambah yakin akan kebe¬naran manhajnya dan lurusnya jalannya.

Anggota-anggota Harokah “Asy-Syabab” di sela¬tan Somalia memahami bahwa memerangi Daulah Islamiyah di Somalia membutuhkan lebih banyak persiapan dari apa yang mereka miliki sekarang, maka mereka pun meminta bantuan pada para amir mer¬eka di pusat markas Asy-Syabab di selatan Somalia. Bala bantuan pasukan pun dikirim dari daerah Bay Bakool, Juba, Shabelle, Safhla, dan Hiiran, yang kesemuanya berada di bawah kendali pasukan Salibis Uni Afrika (AMISOM).

Mereka dikirim dengan menyeberangi daerah Gal¬guduud sampai ke kota pesisir Hareer Thoiri, dan merampas kapal buatan Yaman yang digunakan para pemiliknya untuk berburu ikan. Kapal-kapal itu mereka gunakan untuk mengangkut pasukannya, yang menurut narasumber an Nabaa’ jumlahnya sebesar 400 tentara menuju pesisir timur Somalia demi memerangi Junud Daulah Islamiyah. Namun Allah menyesatkan mereka dari jalan yang benar, mereka¬pun mendarat di kota Qur’ud distrik Madaj, dan di kota Jarmal distrk Najal. Keduanya adalah daerah yang dikuasai oleh milisi murtaddin Puntland, maka terjadilah peperangan antara dua kubu di distrik Jadab Giraan dan Suuj, menewaskan banyak anggota Asy-Syabab dan beberapa orang tertawan. Tidak ada yang tersisa dari mereka kecuali hanya sedikit saja, mereka terusir dan berupaya kembali menuju Soma¬lia selatan.

Sumber juga menuturkan, ada fakta tersembunyi terkait hubungan Harokah Asy-Syabab dan milisi murtaddin Puntland yang sangat penting dan harus diketahui oleh semuanya. Keduanya pernah mengadakan perjanjian genjatan senjata untuk memberhen¬tikan peperangan, namun milisi Puntland di bawah paksaan dan tekanan Amerika untuk tetap memeran¬gi Harokah Asy-Syabab di saat memfokuskan dirinya untuk memerangi Khilafah dan bala tentaranya.

Kepada mereka yang tertipu oleh Harokah Asy-Syabab, sumber media Junud Khilafah di Somalia menyampaikan risalah seruan agar mereka bertaubat kepada Allah dan berhenti memerangi Daulah Khilafah, kemudian segera bergabung dengan Khilafah yang dahulu mereka berjihad demi menegakkannya kembali, namun justru kini sekarang menjadi musuh bebuyutannya. Setelah cahaya Khilafah terbit, sumber An Nabaa’ berkata, “Junud Khilafah mengkha¬watirkan diri kalian dari adzab Allah, sungguh kalian telah menyaksikan bagaimana Allah menghalau tipu daya jahat kalian dan menyelamatkan Junud Khilafah dari makar kalian, maka ambillah pelajaran wahai orang-orang yang mempunyai akal, tidakkah kalian melihat berkoalisinya semua sekte kekafiran untuk memerangi Daulah yang masih muda ini? Tidakkah kalian melihat kebersamaan Allah dengannya? Sung¬guh barisan ini telah terpisah dan nampak jelas wahai tentara Asy-Syabab, maka pilihlah kubu mana yang kalian inginkan. Kubu Daulah Islamiyah atau kubu semua sekte kekafiran yang berkoalisi untuk memer-anginya.

Adapun kepada Junud Daulah Islamiyah dan para Anshornya di timur Afrika, al Akh penyampai ri¬salah telah berkata di akhir pertemuannya dengan an Nabaa’ , “Bersabarlah dan teguhlah. Sungguh kalian di atas al Haq dan inilah pertolongan Allah terli¬hat jelas di depan mata kepala kepada kalian. Maka bersabarlah sungguh semua ini hanyalah sesaat saja, setelahnya dengan izin Allah akan datang kemenan¬gan menjumpai kalian.”

Dan bergembiralah wahai Anshor Khilafah di timur Afrika, panji di Somalia akan berkibar tinggi. Sung-guh panjinya telah diemban oleh para kesatria yang merasakan aroma nikmat kematian di jalan Allah. Kami menyeru pada kalian untuk bergabung dengan kafilah Khilafah di Somalia, maka berhijrahlah dan bergeraklah, tinggalkanlah dunia, dan ingatlah firman Allah ta’ala, ‘Berangkatlah baik dalam keadaan berat maupun ringan’. Alhamdulilahirabbil ‘alamiin.

An-Naba Edisi 24

Tidak ada komentar:

Posting Komentar