Rabu, 25 April 2018

“IMAM MAHDI” KAUM RAFIDHAH, DAJJAL

DABIQ 11 – ARTIKEL

“IMAM MAHDI” KAUM RAFIDHAH, DAJJAL

Semakin dekatnya hari Kiamat, menjadi penting rasanya untuk merefleksi beberapa hal yang dibuat-buat tentang peristiwa masa depan, karena tidak diragukan lagi hal ini akan memainkan peranan yang kelak akan dilakukan oleh berbagai aliran sesat. Di antara hal ini adalah tentang "al-Mahdi" kaum Rafidhah yang akan mengobarkan perang melawan Islam dan kaum Muslim, melawan keadilan dan kebenaran yang dipandu oleh al-Mahdi masa depan yang telah dijelaskan dalam sunnah. Semakin dekat hari Kiamat, semakin erat kaum Rafidhah berhubungan dengan orang-orang Yahudi untuk mempersiapkan datangnya pemimpin jahat yang ditunggu-tunggu ini. Setelah membaca catatan orang-orang Rafidhi tentang "al-Mahdi," menjadi jelas bahwa ia tidak lain adalah Dajjal.

Menurut kelompok Rafidhah, "al-Mahdi" adalah putra dari al-Hasan al-Askari yang bernama "Muhammad". Al-Hasan al-Askari meninggal hampir 1.200 tahun yang lalu. Mereka mengklaim Muhammad "al-Mahdi" lahir sekitar waktu kematian ayahnya. Para ulama Ahlus Sunnah ragu bahwa al-Hasan al-Askari pernah memiliki anak yang masih hidup, namun menurut klaim Rafidhah ia memiliki seorang putra yang disembunyikan oleh ayahnya atau oleh saudaranya dan yang kemudian bersembunyi di dekat Samarra' dan kelak akan muncul kembali sebelum hari Kiamat setelah hidup di dalam persembunyian lebih dari seribu tahun, atau seperti yang mereka klaim. Di sini, kami akan mengutip beberapa riwayat tentang "al-Mahdi" mereka dari kitab-kitab mereka "yang paling bisa dipercaya". (1)

Seorang Rafidhi an-Nu'mani meriwayatkan di dalam bukunya "Al-Ghaibah", "Ketika Imam ('al-Mahdi') menyeru, ia akan memohon kepada Allah melalui nama Ibrani-Nya."

Dalam buku "Al-Kafi", seorang Rafidhi bernama al-Kulaini memberi judul sebuah bab dengan nama: "Bab: Ketika Imam Muncul Mereka Akan Mengatur dengan Hukum Dawud dan Keluarga Dawud". Dia kemudian meriwayatkan bahwa Ja'far ash-Shadiq mengatakan, "Ketika al-Qa'im ('al-Mahdi') dari keluarga Muhammad muncul, ia akan memerintah dengan hukum Dawud dan Sulaiman." Dalam riwayat lain, Ja'far ash-Shadiq berkata, "Dunia tidak akan berakhir hingga seorang pria dari keturunanku akan mengatur dengan hukum Dawud." Al-Kulaini juga meriwayatkan bahwa Ja'far ash-Shadiq ditanya, "Berdasarkan apa engkau akan memerintah?" Dia menjawab, "dengan hukum keluarga Dawud."

Dalam "Al-Irsyad", seorang Rafidhi bernama at-Tusi meriwayatkan bahwa Ja'far ash-Shadiq mengatakan, "Dari Kufah akan muncul bersama al-Qa'im dua puluh tujuh laki-laki pengikut Musa, tujuh Ashabul Kahfi, Joshua, Sulaiman, Abu Dujanah Al-Ansari, al-Miqdad, dan Malik al-Asytar. Mereka akan mendukungnya."

Seorang Rafidhi bernama al-Majlisi meriwayatkan di dalam "Bihar al-Anwar" bahwa Ja'far ash-Shadiq mengatakan, "Al-Qa'im akan berurusan dengan orang-orang Arab sesuai dengan tanda merah." Dia ditanya, "Apa itu tanda merah?" Dia menjawab dengan menyilangkan jarinya di atas lehernya yang menunjukkan pembunuhan. Al-Majlisi juga meriwayatkan bahwa Ja'far ash-Shadiq berkata, "Takutlah kepada orang-orang Arab, karena mereka memiliki masa depan yang buruk. Sungguh, tidak ada satu pun dari mereka akan mengikuti al-Qa'im ketika ia muncul."

Seorang Rafidhi bernama an-Nu'mani juga meriwayatkan dalam "Al-Ghaibah" bahwa Muhammad al-Baqir mengatakan, "Jika orang tahu apa yang akan dilakukan oleh al-Qa'im ketika ia muncul maka kebanyakan dari mereka tentu tidak ingin melihatnya karena sangat banyak orang-orang yang akan dia bunuh. Ia hanya akan mulai pembunuhan dengan membunuh orang Quraisy. Dia tidak akan menerima apa pun dari mereka kecuali perang dan dia tidak akan menawarkan apapun kecuali pedang." An-Nu'mani juga meriwayatkan bahwa Ja'far as-Shadiq mengatakan, "Ketika al-Qa'im yang berasal dari keluarga Nabi itu muncul, ia akan membawa lima ratus orang dari Quraisy dan memenggal leher mereka. Dia kemudian akan membawa lima ratus lagi dan memenggal leher mereka. Dia akan melakukannya hingga enam kali (sehingga dia membunuh tiga ribu orang dari Quraisy). Dia akan membunuh mereka dan pengikut mereka." Dia juga meriwayatkan bahwa Ja'far ash-Sadiq(2) mengatakan, "Ketika al-Qa'im mulai muncul, tidak akan ada antara dia dan Arab serta Quraisy kecuali pedang."

Maka "al-Mahdi" menurut Rafidhah adalah dia berbicara dalam bahasa Ibrani, mengatur dengan Taurat, diikuti oleh orang-orang Yahudi, dan membunuh orang-orang Arab terutama Quraisy! Apakah ini gambaran tentang al-Mahdi atau Dajjal? Bandingkan dengan keterangan bahwa tujuh puluh ribu orang Yahudi dari Asbahan (Isfahan saat ini di Iran) akan mengikuti Dajjal seperti dalam hadits yang diriwayatkan oleh Imam Muslim dari Anas radhiyallahu anhum.

Dan juga apabila kita memperhatikan bahwa Dajjal akan muncul dari daerah Khawarij seperti dalam hadits yang diriwayatkan oleh Ibnu Majah dari Ibnu 'Umar radhiyallahu anhum. Dan juga apabila dibandingkan bahwa mereka yang menyangkal Qadar adalah termasuk pengikut Dajjal seperti disebutkan di dalam hadits yang diriwayatkan oleh Abu Dawud dari Hudzaifah radhiyallahu anhum. Hal ini penting karena dua alasan, yakni karena Rafidhah berasal dari sekte Khawarij terbesar. Mereka dan Khawarij lainnya memiliki akar yang sama pada seorang Yahudi bernama 'Abdullah bin Saba', yang ikut andil dalam pemberontakan terhadap Khalifah yang sah 'Utsman radhiyallahu anhu. Untuk alasan ini, beberapa ulama juga menyebut Khawarij sebagai "Saba'iyah"(3). Selain itu, Rafidhah juga terkenal karena mengucapkan vonis takfir kepada sebagian besar umat termasuk generasi terbaik dari umat –sahabat Nabi – Menolak otoritas para khalifah, bahkan bekerja sama dengan Tentara Salib dan Tatar melawan para khalifah dan rakyat Muslim mereka. Kaum Rafidhah juga memiliki sejarah pembantaian terhadap kaum Muslimin yang menolak keyakinan Rafidhah. Ini terlihat sangat nyata selama kerajaan Shafawi (1501- 1736 M) dan perang terhadap Ahlus Sunnah di Persia.

Terakhir, Rafidhah adalah salah satu sekte dari Qadariyah, mereka menyangkal bahwa perbuatan baik dan buruk adalah dengan qadar Allah. Oleh karena itu, kaum murtad Rafidhah telah menggabungkan antara syirik akbar (menyembah keluarga Nabi shallallahu alaihi wasallam), penolakan terhadap al-Qur'an dan Sunnah (karena mereka mengklaim bahwa para Sahabat telah memalsukan teks-teks agama), takfir terhadap para sahabat radhiyallahu 'anhum dan ummahatul mukminin, dan keyakinan dalam bid‘ah sesat Khawarij dan Qadariyah. Ketika merenungkan tentang ini dan fakta bahwa orang-orang Yahudi menunggu apa yang mereka sebut al-Masih/Messiah –padahal orang-orang Yahudi menyangkal kerasulan Isa alaihissalam, yang akan kembali sebelum Hari Kiamat– hal ini diperkirakan bahwa kaum Rafidhah akan bersekutu secara terang-terangan dengan orang-orang Yahudi di masa depan dalam perang mereka melawan Islam dan kaum Muslimin.(4)

Kami berlindung kepada Allah untuk Ahlus Sunnah dari kejahatan Dajjal. 70.000 orang Yahudi dari Ashbahan akan keluar mengikuti Dajjal.

Catatan kaki :

1. Sifat jujur adalah sesuatu yang mustahil bagi kaum pembohong Rafidhi, karena mereka terkenal sebagai makhluk paling pembohong. Tapi meskipun ada pemalsuan terang-terangan dalam kisah mereka, mereka tetap bertindak sesuai dengan keyakinan yang salah yang mereka pegang, sebagaimana orang-orang Yahudi yang akan mengikuti Dajjal sesuai dengan kepalsuan yang mereka klaim, di mana mereka menganggap bahwa Dajjal adalah al-Masih.

2. Catatan: Muhammad al-Baqir, Ja'far ash-Sadiq, dan al-Hasan al-Askari bukanlah orang Rafidhah. Mereka berasal dari Ahlul Bait (keluarga) Nabi shallallahu alaihi wa sallam sebagaimana 'Ali, Fatimah, al-Hasan dan al-Husain berasal dari keluarga Nabi. Hanya saja kaum Rafidhah membuat kedustaan atas nama 'Ali dan juga atas keluarga dekat mereka. Kaum Rafidhah membuat kedustaan atas nama keturunan mulianya.

3. Kedekatan Rafidhah kepada Khawarij yang lain terlihat pada wala' antara Iran and Oman. Oman diperintah semata-mata oleh Ibadiyah dan dihuni kebanyakan oleh mereka. Ibadiyah secara historis merupakan kelompok sesat Khawarij: tapi selama beberapa abad terakhir mereka telah berubah menjadi sekte murtad Jahmiyah. Thaghut mereka "sultan" mengatur dengan hukum buatan manusia dan memiliki wala' kepada Tentara Salib, kepada para thaghut Arab dan non-Arab termasuk Alu Salul dan Rafidhah.

4. Meskipun tidak mungkin untuk mengetahui secara pasti bagaimana tepatnya hal tersebut akan terjadi, tapi sangat menarik untuk dicatat bahwa 340 rabi Yahudi Amerika baru-baru ini menulis surat yang ditujukan kepada kongres Amerika untuk mendukung rekonsiliasi Amerika-Iran, seperti dilansir "I24 News" (saluran berita Yahudi) pada "18 Agustus 2015" dalam sebuah artikel berjudul " Suara Dukungan Ratusan Rabi AS untuk Kesepakatan Nuklir Iran." Laporan itu menambahkan bahwa Jewish Defense Forces Military Intelligence Directorate‘s Research Department memperlihatkan sikapnya terhadap kepemimpinan politik dari negara Yahudi dan "menekankan adanya kemungkinan manfaat yang bisa diambil dari kesepakatan tersebut."

Tidak ada komentar:

Posting Komentar