NISCAYA KALIAN AKAN MENGINGAT APA YANG AKU KATAKAN PADA KALIAN
Statemen Juru Bicara Resmi Daulah Islamiyah, Syaikh Abul Hasan Al-Muhajir
بسم الله الرحمن الرحيم
Sungguh segala puji bagi Allah, kami memuji-Nya, memohon pertolongan dan ampunan pada-Nya. Kami berlindung pada Allah dari kejahatan jiwa kami dan keburukan amal kami. Siapa yang Allah beri petunjuk maka tiada yang dapat menyesatkannya dan siapa yang Allah sesatkan maka tiada yang dapat memberi petunjuk padanya. Aku bersaksi bahwa tiada ilah selain Allah tanpa ada sekutu bagi-Nya, dan aku bersaksi bahwa Muhammad adalah hamba dan utusan-Nya. Semoga Allah limpahkan shalawat pada beliau, beserta keluarga dan sahabat beliau, juga semoga terlimpah salam yang banyak hingga hari pembalasan. Amma ba’du;
Allah ta’ala berfirman,
قَاتِلُوهُمْ يُعَذِّبْهُمُ اللَّهُ بِأَيْدِيكُمْ وَيُخْزِهِمْ وَيَنْصُرْكُمْ عَلَيْهِمْ وَيَشْفِ صُدُورَ قَوْمٍ مُؤْمِنِينَ
وَيُذْهِبْ غَيْظَ قُلُوبِهِمْ وَيَتُوبُ اللَّهُ عَلَى مَنْ يَشَاءُ وَاللَّهُ عَلِيمٌ حَكِيمٌ
أَمْ حَسِبْتُمْ أَنْ تُتْرَكُوا وَلَمَّا يَعْلَمِ اللَّهُ الَّذِينَ جَاهَدُوا مِنْكُمْ وَلَمْ يَتَّخِذُوا مِنْ دُونِ اللَّهِ وَلَا رَسُولِهِ وَلَا الْمُؤْمِنِينَ وَلِيجَةً وَاللَّهُ خَبِيرٌ بِمَا تَعْمَلُونَ
“Perangilah mereka, semoga Allah mengadzab mereka melalui tangan kalian, menghinakan mereka, menolong kalian dan menyembuhkan hati kaum beriman, serta menghilangkan kemarahan pada hati mereka dan menerima taubat siapa saja yang Dia kehendaki. Dan Allah maha mengetahui lagi bijaksana. Apakah kalian mengira bawah kalian akan dibiarkan sedangkan Allah belum melihat orang-orang yang berjihad di antara kalian dan tidak mengambil menjadi teman yang setia selain Allah, Rasul-Nya dan orang-orang yang beriman. Dan Allah Maha Mengetahui apa yang kalian kerjakan.” [At-Taubah : 14-16]
Kepada para mujahidin di jalan Allah di setiap tempat.
Wahai prajurit Khilafah yang bersabar lagi menggenggam bara.
Wahai para penjaga Diin dan kehormatan.
Wahai (perwira) yang mengorbankan ruh dengan murah di jalan Allah.
Wahai kalian yang menghadang dengan dada kalian serangan salibis yang tiada henti lagi tercatat oleh sejarah, kalian yang menjaga kemunian Islam dengan darah kalian.
Wahai kalian yang menggentarkan Bangsa-Bangsa Kafir dan Pasukan Murtad dengan keberanian dan keterikatan jiwa kalian, kalian juga telah membuat bingung seluruh alam ini dengan kesabaran dan keteguhan jiwa kalian.
Aku menasehatkan kalian dengan apa yang dinasehatkan oleh Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam kepada Ibnu ‘Abbas radhiyallahu ‘anhuma, di mana beliau bersabda,
فَلَوْ أَنَّ الْخَلْقَ كُلَّهُمْ جَمِيعًا أَرَادُوا أَنْ يَنْفَعُوكَ بِشَيْءٍ لَمْ يَكْتُبْهُ اللَّهُ عَلَيْكَ لَمْ يَقْدِرُوا عَلَيْهِ وَإِنْ أَرَادُوا أَنْ يَضُرُّوكَ بِشَيْءٍ لَمْ يَكْتُبْهُ اللَّهُ عَلَيْكَ لَمْ يَقْدِرُوا عَلَيْهِ وَاعْلَمْ أَنَّ فِي الصَّبْرِ عَلَى مَا تَكْرَهُ خَيْرًا كَثِيرًا وَأَنَّ النَّصْرَ مَعَ الصَّبْرِ وَأَنَّ الْفَرَجَ مَعَ الْكَرْبِ وَأَنَّ مَعَ الْعُسْرِ يُسْرًا
“Kalau saja seluruh makhluq ini ingin memberikan manfaat kepadamu dengan sesuatu yang tidak Allah tuliskan untukmu, niscaya mereka tidak akan mampu untuk itu. Sedangkan jika mereka ingin menimpakan marabahaya kepadamu dengan sesuatu yang tidak Allah tetapkan untukmu, niscaya mereka tidak akan mampu untuk itu. Ketahuilah, sungguh dalam kesabaran menghadapi apa yang tidak kalian suka terdapat banyak kebaikan, sungguh kemenangan bersama kesabaran, sungguh kelapangan ada bersama kesulitan dan sungguh bersama kesulitan ada kemudahan.” [Diriwayatkan oleh Ahmad]
Sungguh ‘Umar radhiyallahu ‘anhu berkata kepada para syaikh dari Bani ‘Abas, “Dengan apa kalian memerangi manusia?” Mereka menjawab, “Dengan kesabaran. Kami tidak menghadapi satu kaum melainkan kami bersabar terhadap mereka sebagaimana mereka bersabar menghadapi kami.”
Sebagian salaf berkata, “Kita semua membenci kematian dan sakitnya luka, namun kita menjadi mulia dengan kesabaran.”
Maka bersabarlah wahai saudara-saudara ku seperjuangan, tetaplah teguh dan bergembiralah. Demi Allah kalian pasti menang. Ujian yang kalian lalui ini tidak lain hanyalah satu mata rantai dari serangkaian ujian yang dengannya Allah melimpahkan rohmah pada hamba-hamba-Nya yang terpilih, untuk memisahkan yang buruk dengan yang baik, kemudian untuk mempersiapkan kalian dalam mengemban amanah yang lebih berat dan lebih besar. Ujian yang hakikatnya adalah anugerah ini, tidaklah lebih sulit dari ujian sebelumnya.
Sungguh telah berlalu pada kalian berbagai ujian yang kalau saja ditimpakan kepada gunung-gunung yang kokoh, niscaya ujian tersebut menjadikan gunung-gunung itu hancur rata dengan tanah, namun kalian dapat bersabar dalam ujian itu. Bahkan, kalian keluar darinya dengan tekad lebih kuat dan kembali dengan lebih solid.
Wahai Prajurit-Prajurit ‘Iraq dan Syam.
Wahai ghuroba’ Islam.
Sungguh kebathilan telah tertipu oleh hasil sementara, tertipu oleh angan-angan, bertindak aniaya terhadap dirinya sendiri dan setan telah meniupkan kesombongan pada hidungnya, hingga mereka berontak dan keluar, naik pitam, gemetar dan melancarkan serangan terhadap Darul Islam dan Bumi Khilafah dengan serangan yang belum pernah ada yang semisalnya dalam sejarah di masa lampau.
Inilah salibis Amerika dan Eropa, beserta komunis Rusia, majusi Iran, sekuleris Turki, atheis Kurdi, Rafidhah, Nushairiyah, Shahawat, milisi-milisi (bayaran), Thaghut-Thaghut ‘Arab dan militer mereka, mereka semua berada dalam satu barisan dipersenjatai dengan gudang militer kontemporer dan didukung dengan kekuatan media kotor.
Mereka memiliki satu slogan; “Basmi islam dan pemeluknya.” Mereka memiliki satu semboyan, “Siapa yang lebih kuat dari kami?!”
Lalu mereka merayap menuju kalian dengan ketajaman dan besi mereka. Mereka letakkan di depan mereka domba-domba dari binatang murtaddin dari kalangan bangsa kalian. Mereka giring menuju kalian hingga sampai di di medan pertempuran kalian. Maka bersabarlah, kuatkanlah kesabaran, tabahlah dan tetaplah komitmen memerangi mereka.
Sungguh Rafidhah dengan kendaraan dan pasukan infanterinya telah menghadap ke arah bumi Tal’afar, didorong kuat oleh kedengkian dan bualan menuju Darul Islam, untuk mengalahkannya dan menghinakan Ahlus Sunnah di dalamnya. Maka janganlah kalian membiarkan musuh Allah menghembuskan nafasnya atau merusak perisai Darul Islam. Siapkanlah penyergapan, kembalilah bertempur dan bersikap keraslah dalam berperang.
Sungguh kalian memerangi kaum yang tidak memiliki akal, pedoman, agama dan tidak pula dunia yang tertolong. Mereka digiring oleh penyembah salib di depannya untuk menghalangi posisinya dalam peperangan dan pertempuran ini, serta untuk mewujudkan target-target dan tujuan-tujuannya dalam membagi-bagi area tersebut, menundukkannya dan penduduknya pada hukum Rafidhah majusi. Padahal, demi Allah, mereka tidak akan mampu untuk itu!
Maka apabila dua kelompok telah berbaris, maka penggallah kepala mereka dan pancunglah tiap-tiap ujung jari mereka, hancurkanlah kendaraan-kendaraan mereka, serbulah mereka, kejutkanlah mereka di jalur pelarian mereka, hingga mereka dapat merasakan sebagian kekuatan kalian. Mereka tidak akan bertahan hingga Allah anugerahkan pada kalian pundak-pundak mereka.
Janganlah terbetik dalam diri kalian untuk melarikan diri. Demi Allah, jika kalian melarikan diri, janganlah kalian lari kecuali dari karena kehormatan yang tidak mendapat pelindung dan agama yang mengeluhkan pada Allah mengenai kaum yang menyia-nyiakannya dan para pembela yang menelantarkannya.
Ingatlah selalu firman Allah ta’ala,
"يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا إِذَا لَقِيتُمْ فِئَةً فَاثْبُتُوا وَاذْكُرُوا اللَّهَ كَثِيرًا لَّعَلَّكُمْ تُفْلِحُونَ، وَأَطِيعُوا اللَّهَ وَرَسُولَهُ وَلَا تَنَازَعُوا فَتَفْشَلُوا وَتَذْهَبَ رِيحُكُمْ ۖ وَاصْبِرُوا إِنَّ اللَّهَ مَعَ الصَّابِرِينَ"
“Wahai orang-orang yang beriman, apabila kalian bertemu dengan satu kelompok (musuh), tetaplah teguh dan ingatlah Allah sebanyak-banyaknya semoga kalian beruntung. Taatilah Allah dan Rasul-Nya, serta janganlah berselisih hingga kalian menjadi lemah dan hilanglah kekuatan kalian. Dan bersabarlah, sungguh Allah bersama orang-orang yang bersabar.” [Al-Anfal : 45-46]
Dan (ingatlah) juga firman Allah subhanah,
وَكَأَيِّن مِّن نَّبِيٍّ قَاتَلَ مَعَهُ رِبِّيُّونَ كَثِيرٌ فَمَا وَهَنُوا لِمَا أَصَابَهُمْ فِي سَبِيلِ اللَّهِ وَمَا ضَعُفُوا وَمَا اسْتَكَانُوا ۗ وَاللَّهُ يُحِبُّ الصَّابِرِينَ
وَمَا كَانَ قَوْلَهُمْ إِلَّا أَن قَالُوا رَبَّنَا اغْفِرْ لَنَا ذُنُوبَنَا وَإِسْرَافَنَا فِي أَمْرِنَا وَثَبِّتْ أَقْدَامَنَا وَانصُرْنَا عَلَى الْقَوْمِ الْكَافِرِينَ
فَآتَاهُمُ اللَّهُ ثَوَابَ الدُّنْيَا وَحُسْنَ ثَوَابِ الْآخِرَةِ ۗ وَاللَّهُ يُحِبُّ الْمُحْسِنِينَ
“Dan berapa banyaknya nabi yang berperang bersama-sama mereka sejumlah besar dari pengikut (nya) yang bertaqwa. Mereka tidak menjadi lemah karena bencana yang menimpa mereka di jalan Allah, dan tidak lemah dan tidak (pula) menyerah (kepada musuh). Allah menyukai orang-orang yang sabar. Tidak ada doa mereka selain ucapan: "Ya Tuhan kami, ampunilah dosa-dosa kami dan tindakan-tindakan kami yang berlebih-lebihan dalam urusan kami dan tetapkanlah pendirian kami, dan tolonglah kami terhadap kaum yang kafir." Karena itu Allah memberikan kepada mereka pahala di dunia dan pahala yang baik di akhirat. Dan Allah menyukai orang-orang yang berbuat kebaikan.” [Ali ‘Imran : 146 - 148]
Demi Allah, sungguh kami melihat bahwa Allah ta’ala telah memberikan umpan kepada salibis, murtaddin dan atheis untuk kebinasaan mereka. Sungguh ini adalah akhir serangan mereka dengan izin Allah, dan sebentar lagi kami yang akan menyerang mereka di pusat negeri mereka sebagai kepercayaan kami kepada Dzat Yang Maha Esa dan sebagai husnuzhan kami terhadap Dzat Yang Tunggal lagi Kekal.
Wahai Ahlul Islam dan singa-singa Islam di Ar-Raqqah!
Wahai orang-orang gagah, pemberani, perkasa, perwira dan mulia!
Apakah yang akan melakukan perampasan tanah kaum muslimin dari kalian seorang perempuan pezina atheis dan kafir, setelah pejantan yang mereka lahirkan menggagahi betina-betina sebayanya dan pejantan itu mencurahkan sampahnya pada mereka? Bahkan pejantan-pejantan luar daerah dari kalangan ahlul kufur dan penyembah berhala juga bersetubuh dengan mereka dalam rangka membela kebathilan mereka dan dalam rangka memerangi Islam dan pemeluknya.
Katakanlah, demi Rabb kalian, apa solusinya jika kelaliman atheis Kurdi tidak dapat ditolak dan mereka mendapatkan apa yang mereka inginkan? Semoga Allah tidak menetapkan hal itu. Jika itu terjadi, niscaya agama kalian diperangi, syari’ah kalian dilenyapkan, masjid-masjid kalian dinodai, pria-pria kalian dihinakan namun wanita-wanita dan istri-istri kalian dibiarkan hidup. Padahal demi Allah, mereka adalah orang-orang hina, rendahan, bodoh dan pesakitan. Ketika itu, tidak ada lagi kebaikan dalam hidup, tidak lagi berharga kehidupan dan ketahuilah bahwa inilah saat-saat kejujuran dan pemenuhan janji.
Wahai orang-orang Islam yang berjihad.
Ada tiga hal yang telah terkumpul untuk kalian dan celakalah seorang muslim yang ingin mengganti tiga hal ini;
- Bumi yang diterapkan syari’ah Allah,
- Satu musuh agresor (penjajah) yang tiada lagi kewajiban setelah iman selain dari menolak serangan tersebut, dan
- Syahadah yang telah lama diharapkan oleh orang-orang jujur.
قَلْبِي عَلَى ثِقَة ٍ وَنَفْسِيَ حُرَّة
تَأْبَى الدَّنِيَّ، وَصَارِمِي ذَلاَّقُ
فَعلامَ يَخشى المرءُ فرقة َ روحِه ؟
أوَ لَيْسَ عَاقِبَة َ الْحَيَاة ِ فِرَاقُ؟
فارغَب بِنفسِكَ وهِى َ فى أثوابِها
إن لم تَكُن شامٌ فَتِلكَ عِراقُ
لاَ خَيْرَ فِي عَيْشِ الْجَبَانِ يَحُوطُهُ
مِنْ جَانِبَيْهِ الذُّلُّ وَالإِمْلاَقُ
عَابُوا عَليَّ حَمِيَّتِي ونِكَايَتِي
والنارُ ليسَ يَعيبُها الإحراقُ
Hatiku percaya dan jiwaku merdeka
Enggan menerima kehinaan dan pedangku tajam
Mengapa orang takut berpisah dengan nyawanya?
Bukankah hidup pasti membawa pada perpisahan?
Maka sukailah (kematian itu) dengan jiwamu karena itu berpahala
Jika tidak di Syam, maka di ‘Iraq
Tidak ada kebaikan dalam kehidupan pengecut yang mengelilinginya
Dari kedua sisi (pengecut) ada kehinaan dan kemiskinan
Mereka mencela keberanian dan kemampuanku untuk mengalahkan
Padahal api tidak dicela oleh kebakaran.
Wahai para Ksatria Pemburu Syahadah dan singa-singa jihad di Al-Bab dan pedesaannya.
Semoga Allah memperelok wajah-wajah kalian dan membalas amal baik kalian, sungguh kalian telah menghadapi murtaddin Turki, Shahawat, Kurdi dan gerombolan Nushairiyah yang hina, dengan berani maju berkorban untuk diin kalian dalam keperkasaan dan keteguhan. Maka bersabarlah, kuatkanlah kesabaran, tetaplah siaga dan bertaqwalah pada Allah semoga kalian beruntung.
Sungguh anak-cucu para pembunuh muwahhidin hari ini dari kalangan murtaddin Turki telah maju untuk mengulangi lagi perbuatan para pendahulu mereka. Mereka hendak membinasakan Daulah dan Jama’ah Muslimin. Sungguh telah tiba hari pembalasan untuk diin dan tauhid kalian. Sungguh kalian tidaklah memearangi orang-orang kuat, namun (mereka) hanyalah (pasukan) fantasi yang berlindung di pundak pagar dan dinding. Maka realisasikan serangan kalian terhadap mereka, buatlah mereka gelisah, bunuhlah mereka di manapun kalian berada, kejarlah mereka di setiap jalan di atas penjuru bumi dan di bawah penjuru langit!!
Sungguh si murtadin ikhwaniy Turki yang mengemis di pintu Salibis Eropa menyangka bahwa dia dan pemerintahannya dalam kelapangan dan ketentraman dari urusan ini.
Wahai muslimin pemilik ghirah di setiap tempat.
Wahai para muwahhid yang jujur.
Wahai Ahlul Wala’ wal Bara’.
Sungguh si terlaknat ini telah memobilisasi sampah manusia dari Shahawat hina di Syam untuk memerangi agama Allah dan untuk memadamkan cahaya-Nya, membombardir dan menghancurkan rumah-rumah di atas kepala para penghuninya tanpa membedakan antara manusia dengan batu, seraya melumuri tangannya dengan darah-darah muslimin, serta melecehkan agama dan kehormatan mereka.
Oleh karena itu, sungguh kami menyeru setiap muwahhid yang jujur untuk mentarget persendian-persendian pemerintahan sekuler murtad Turki, divisi keamanan, militer, ekonomi dan media, bahkan kedutaan dan konsulat yang mewakilinya di negeri-negeri di seluruh dunia ini.
Kemudian ketahuilah wahai para mujahidin yang bertauhid, bahwa yang paling jahat, serta yang paling besar kekufuran dan dosanya adalah anjing-anjing mereka yang menggonggong dari kalangan ulama sesat dan para penyeru kepada kekufuran, para masyayikh kekerdilan dan jajahan, yang loyal pada kaum musyrik dan pemerintahan murtad dengan segala bentuk loyalitas dan dukungan melalui asosiasi-asosiasi ‘ilmiyah, majlis-majlis fatwa dan program-program media mereka. Bahkan juga dengan akun-akun pribadi mereka dan forum-forum diskusi mereka. Nama-nama mereka terkenal, lokasi-lokasi mereka diketahui dan acara-acara mereka dapat dideskripsikan.
Para ulama’ sesat itulah yang meramaikan pemerintahan kafir tiran, menggembirakan dan bergembira dengan kerusakkannya dalam memimpin. Mereka pun berlindung pada pemerintahaan ini dari penjuru negeri dan memberikan ucapan selamat padanya menyatakan kemudtaddan yang nyata dan kekufuran yang jelas. Mereka menjadikan negerinya terbuka untuk aktivitas mereka, tempat berlindung untuk kehinaan dan kebodohan mereka. Mereka pun menghapus rambu-rambu hidayah dengan daya-upaya mereka, membunuh sisa-sisa sikap keras terhadap kuffar dengan menjadikan mereka sebagai saudara. Itulah seburuk-buruk daya-upaya dan sejelek-jelek persaudaraan.
Para ulama’ sesat itu mendekati kukufuran, mengaggapnya sepele, merusak citra agama yang agung ini dan mencelanya. Dengan demikian tipuan menjadi semakin banyak, tersebarlah bid’ah, hawa nafsu disembah dan itulah seburuk-buruk sesembahan, sementara yang terpuji menjadi seperti tercela dan yang tercela menjadi seperti terpuji.
Adalah musibah dahsyat dan bencana besar ketika mereka menjadi pemimpin dan panutan manusia, serta mengajak untuk menjadi celaka. Mereka itu para penakut yang takut pada manusia melebihi rasa takut pada Allah, namun mereka juga orang-orang kuat yang cinta ketenaran, ingin didengar dan suka kedudukan, terfitnah dengan cinta kesenangan fana dan takut penyapihan (ujian). Sehingga mereka terus meraba dan melakukan kesia-siaan, serta mengubur kebenaran yang murni dan menyebarkan keburukan.
Orang-orang lain seperti mereka yang tidak perlu lagi kami sebutkan, dan sekarang kami tidak peduli dengan terbukanya aib mereka. Oooh… semoga Allah hinakan jiwa-jiwa cacat, jenggot-jenggot bayaran dan lisan-lisan palsu.
اذا غاب ملاح السفينة وارتمت ** بها الريح يوما، دبرتها الضفادع
Apabila para pelaut dalam perahu telah hilang dan perahu berlabuh
Ketika angin berhembus padanya, para katak pun ikut mengemudinya
Hampir saja tidak terlihat orang yang menghalangi mereka dan tidak pula orang yang dapat memotong lagak mereka, bahkan sekedar mencegah (saja)!
Sungguh dahulu Bal’am bin Baura’ lebih terlaknat dari kaumnya dan Ar-Rajjal bin ‘Unfuwah lebih terlaknat dari Musailamah. Sungguh salah seorang dari mereka hari ini lebih membahayakan Islam dan pemeluknya dari pada kebanyakan orang yang kalian kira. Sungguh demi Allah, telah tiba saatnya kesedihan ini terbelah, jiwa-jiwa ini menjadi tenang dan lisan-lisan ini terpotong.
‘Iyadh Al-Yahshibiy menyebutkan dalam kitabnya Tartibul Madarik wa Taqribul Masalik, bahwa Al-‘Allamah Abu Bakr Isma’il Ibnu Ishaq Ibnu ‘Udzrah rahimahullah ditanya mengenai para khathib di masa Bani ‘Ubaid al-Fathimiyin dan dikatakan kepadanya bahwa para khathib itu sunniy! Maka beliau bertanya, “Bukankah mereka mengatakan, “Yaa Allah, limpahkanlah shalawat kepada hamba-Mu al-Hakim* dan anugerahkanlah bumi ini padanya.”? Mereka pun menjawab, “Iya.”
*Al-Hakim adalah Khalifah ke-6 Dinasti Syi’ah Fathimiyah yang pernah berkuasa di Mesir
Maka beliau bertanya, “Tahukah kalian, apabila seorang khathib berkhuthbah, lalu memuji Allah dan Rasul-Nya, lalu memperelok pujian itu, kemudian berkata, ‘Abu Jahl berada di surga.’ Apakah dia telah kafir?” Mereka pun menjawab, “Iya.” Maka beliau kembali berkata, “Padahal Al-Hakim itu melebihi Abu Jahl.”
‘Iyadh berkata, Ad-Dawudiy ditanyai mengenai masalah ini, maka beliaupun menjawab, “Khathib mereka yang berkhuthbah untuk mereka dan melantukan doa kebaikan untuk mereka pada hari Jum’at adalah kafir dibunuh dan tidak dimintai taubat, isterinya diharamkan baginya, tidak mewarisi dan tidak diwarisi, sedangkan hartanya adalah fai’ untuk muslimin.” Hingga di sini perkataan beliau.
Wahai prajurit Tauhid pemilik ghirah di setiap tempat.
Semangatilah jiwa kalian untuk mentarget ulama’ suu’ dan para penyeru fitnah di setiap tempat yang mengganggu agama Allah dan wali-wali-Nya. Jika salah seorang di antara kalian melihat salah seorang di antara mereka, maka jangan sampai bayangannya berpisah hingga dia menyerang dan membinasakannya walaupun di dalam rumahnya dan di antara keluarganya.
Mulailah dengan yang terang-terangan melakukan permusuhan, menyeru untuk memerangi mujahidin atau menuduh mereka atheis atau (menuduh) keluar dari agama. Hidupkanlah terhadap mereka itu sunnah membunuh Jahm, Ja’d, Al-Hallaj dan Ma’bad. Sungguh demi Allah, kalau saja setan menegakkan negaranya, niscaya ia mendapati di antara mereka sebagai prajurit siaga, pendukung dan pembela, wa laa hawla wa laa quwwata illaa billahil ‘aliyil ‘azhim…
Abul Hasan ‘Aliy bin Abi Thalib radhiyallahu ‘anhu berkata, “Akan datang satu masa pada manusia, di mana Islam hanya tinggal nama dan Al-Qur’an hanya tinggal tulisan saja. Ketika itu masjid-masjid mereka ramai namun kosong dari petunjuk. Ulama’ mereka adalah seburuk-buruk makhluk di bawah kolong langit dan dari mereka itulah fitnah keluar dan kepada merka pula fitnah itu kembali.”
Ternyata sungguh fitnah ini dimulai dari mulut-mulut mereka dan di mimbar-mimbar mereka. Setelah mereka mengharamkan dan mengkriminalkan jihad fii sabiilillah, mereka pun mulai menyeru untuk masuk kepada kebathilan dan kekufuran dengan cara berperang di bawah panji-panji para Thaghut, demi menenangkan para penguasa mereka, juga demi keselamatan kekuasaan dan martabat mereka.
Orang yang merugi adalah yang merugi agamanya dengan mengikuti hawa nafsu mereka dan menjaga dunia mereka. Maka siapa yang tidak menyibukkan dirinya dengan kebenaran, setan pun akan menyibukkannya dengan kebathilan. Siapa yang hari ini tidak berperang di jalan Allah, suatu hari nanti Thaghut akan membawanya untuk berperang di jalannya.
Kepada kaum muslimin umumnya dan Ahlus Sunnah di ‘Iraq dan Syam khususnya.
Sungguh kejahatan dari negeri majusi Iran telah sampai puncaknya. Orang-orang jahat itu menyebar ke penjuru negeri dan (akibatnya) manusiapun menjadi buruk. Mereka pun menyerang Ahlus Sunnah di ‘Iraq dan Syam melalui agen-agen, pakar-pakar dan pemandu-pemandu mereka. Hingga seorang Sunniy menjadi antara terbelenggu lagi bersembunyi dan terhina berkhianat lagi mengikuti. Bahkan tidak cukup itu saja, karena tidak ada yang mencegah mereka dari kaum muslimin setelah Allah selain Daulah Islam, meskipun kebenaran lebih jelas dan kebathilan tergagap-gagap.
Bagaimana bisa penakar yang hilang melakukan tawar-menawar dengan prajurit Khilafah atau dua orang memperdebatkan orang yang membela agama, kehormatan dan tanah? Siapa yang menimpakan (balasan) kekejaman dan kesusahan pada Iran dan para pengikutnya? Semoga Allah menghinakan jenggot-jenggot jahat, amat besar kejahatan dan kedurhakaan mereka.
Siapa yang menghunus pedang kebenaran di hadapan Negara majusi Iran, menimpakan kebinasaan dari Baghdad hingga Beirut, Halab, Damaskus, Khurasan dan hingga Shan’a, wahai para penyeru keburukan dan kebinasaan, siapa?
Hari inilah Negara majusi itu menembus negeri-negeri Ahlus Sunnah, memerangi hamba-hamba Allah yang bertauhid lagi berjihad di bawah bombardir serta dukungan salibis dan pemerintahan murtadd kalian yang menjadi agen (mereka), meminang kasih-sayang mereka dan berharap hidup rukun dengan mereka. Semoga Allah menyegerakan kehancuran singgasana mereka dan lenyapnya kerajaan mereka di tangan mujahidin, dengan daya dan kekuatan Allah.
Belumkah tiba saatnya bagi kalian wahai Ahlus Sunnah untuk membuang omong kosong, teka-teki tabu, bualan semu dan mimpi-mimpinya? Untuk apa pongah, lirikan sinis, berwajah angkuh, congkak dan sombong? Apakah karena penolakan kalian terhadap kelaliman musuh yang bertindak aniaya, yang menyerang negeri-negeri dan telah berada di tempat pelemparan batu dari Makkah dan Madinah? Ataukah karena sangat kuat dan kerasnya kekuatan para penguasa kalian, yang menjadikan kalian mengira bahwa mereka menjaga dan membela kalian? Demi Allah, sungguh merugilah prasangka-prasangka itu. Kelak, niscaya kalian akan mengingat apa yang aku katakan pada kalian.
حتى ما نحن نساري النجم في الظلم ** وما سراه على خف ولا قدم
Sampai kapan kita berjalan dalam kegelapan bersama bintang
Sedangkan perjalan itu tidaklah menggunakan sepatu ataupun kakI
Sungguh musuh yang telah Allah (berikan) telah menyerang negeri kalian, hendak menghapus agama kalian dan melecehkan kehormatan kalian –semoga Allah menghinakan mereka-. Inilah telah tampak jalan yang benar maka lihatlah, Islam telah memanggil maka bela-lah, kehormatan meminta bantuan maka tolonglah, sedangkan saudara kalian se-iman yang berjihad menyeru kalian maka janganlah menelantarkannya.
Sungguh Darul Islam adalah negeri kalian dan Syari’ah Allah adalah amanah di pundak kalian. Mempertahankan Darul Islam dan Syari’ah bukan hanya kewajiban mujahidin, sehingga tidak ada ‘udzur untuk kalian di sisi Allah dan di hadapan kaum muslimin jika sampai anak cucu kera dan babi, beserta para penyembah pohon, batu dan manusia itu selamat. Bersegeralah bergabung dengan kafilah jihad dan tolonglah mujahidin fii sabilillah dengan segala kalian mampu dengan jiwa, harta, motivasi dan doa...
Kepada prajurit Khilafah dan para pendukungnya di seluruh penjuru dunia.
Kepada singa-singa tersembunyi yang merontokkan dipan-dipan kekufuran, menjadikan mereka lupa kemewahannya, menginjak hidung-hidung agen intelijen mereka ke tanah dan menjadikan keamanan hanyalah mimpi mereka.
Ketahuilah, semoga Allah menguatkan kalian dengan pertolongan-Nya, bahwa operasi-operasi kalian yang berbarokah ini dapat membalikkan timbangan dan merubah moncong artileri kekufuran terhadap muslimin. Maka seranglah mereka di rumah-rumah mereka, di pasar-pasar mereka, di jalan-jalan mereka, di forum-forum mereka dan dari arah yang tidak mereka sangka. Bakarlah bumi dari bawah kaki mereka dan buatlah keruh langit mereka hingga mereka menjadi sibuk. Tambahlah kerja keras kalian dan intens-kan operasi kalian, semoga Allah memberkahi kalian.
Dalam kesempatan ini, tidak lupa saya sampaikan pujian untuk para Ksatria Da’wah, Kesehatan, Media dan yang lainnya dari kalangan prajurit Islam. Saya haturkan selamat pada jihad dan ribath kalian di berbagai medan mereka masing-masing, karena pertempuran mereka hari ini tidak kalah pentingnya dari pertempuran militer.
اللهم لك الحمد حتى ترضى ولك الحمد اذا رضيت ولك الحمد بعد الرضى
اللهم عليك بالكفرة المجرمين اللذين يصدون عن سبيلك ويقاتلون اولياءك ويكذبون رسلك ويبغونها في الأرض عوجا اللهم انصر دينك وجندك واعلي كلمتك وارفع رايتك إله الحق ولا حول ولا قوة إلا بالله والحمدلله رب العالمين.
Yaa Allah, segala puji bagi-Mu sebanyak yang Engkau ridha, segala puji bagi-Mu ketika Engkau ridha dan segala puji bagi-Mu setelah Engkau ridha.
Yaa Allah, binasakanlah orang-orang kafir yang jahat yang menghalang-halangi dari jalan-Mu, memerangi wali-wali-Mu, mendustakan para Rasul-Mu dan menginginkan kerusakan di bumi ini.
Yaa Allah, tolonglah agama-Mu dan prajurit-Mu, serta tinggikanlah panji-Mu wahai Tuhan Kebenaran. Tiada daya dan kekuatan selain selain dengan kehendak Allah, wal hamdu lillahi Rabbil ‘alamin.
Statemen Juru Bicara Resmi Daulah Islamiyah, Syaikh Abul Hasan Al-Muhajir
بسم الله الرحمن الرحيم
Sungguh segala puji bagi Allah, kami memuji-Nya, memohon pertolongan dan ampunan pada-Nya. Kami berlindung pada Allah dari kejahatan jiwa kami dan keburukan amal kami. Siapa yang Allah beri petunjuk maka tiada yang dapat menyesatkannya dan siapa yang Allah sesatkan maka tiada yang dapat memberi petunjuk padanya. Aku bersaksi bahwa tiada ilah selain Allah tanpa ada sekutu bagi-Nya, dan aku bersaksi bahwa Muhammad adalah hamba dan utusan-Nya. Semoga Allah limpahkan shalawat pada beliau, beserta keluarga dan sahabat beliau, juga semoga terlimpah salam yang banyak hingga hari pembalasan. Amma ba’du;
Allah ta’ala berfirman,
قَاتِلُوهُمْ يُعَذِّبْهُمُ اللَّهُ بِأَيْدِيكُمْ وَيُخْزِهِمْ وَيَنْصُرْكُمْ عَلَيْهِمْ وَيَشْفِ صُدُورَ قَوْمٍ مُؤْمِنِينَ
وَيُذْهِبْ غَيْظَ قُلُوبِهِمْ وَيَتُوبُ اللَّهُ عَلَى مَنْ يَشَاءُ وَاللَّهُ عَلِيمٌ حَكِيمٌ
أَمْ حَسِبْتُمْ أَنْ تُتْرَكُوا وَلَمَّا يَعْلَمِ اللَّهُ الَّذِينَ جَاهَدُوا مِنْكُمْ وَلَمْ يَتَّخِذُوا مِنْ دُونِ اللَّهِ وَلَا رَسُولِهِ وَلَا الْمُؤْمِنِينَ وَلِيجَةً وَاللَّهُ خَبِيرٌ بِمَا تَعْمَلُونَ
“Perangilah mereka, semoga Allah mengadzab mereka melalui tangan kalian, menghinakan mereka, menolong kalian dan menyembuhkan hati kaum beriman, serta menghilangkan kemarahan pada hati mereka dan menerima taubat siapa saja yang Dia kehendaki. Dan Allah maha mengetahui lagi bijaksana. Apakah kalian mengira bawah kalian akan dibiarkan sedangkan Allah belum melihat orang-orang yang berjihad di antara kalian dan tidak mengambil menjadi teman yang setia selain Allah, Rasul-Nya dan orang-orang yang beriman. Dan Allah Maha Mengetahui apa yang kalian kerjakan.” [At-Taubah : 14-16]
Kepada para mujahidin di jalan Allah di setiap tempat.
Wahai prajurit Khilafah yang bersabar lagi menggenggam bara.
Wahai para penjaga Diin dan kehormatan.
Wahai (perwira) yang mengorbankan ruh dengan murah di jalan Allah.
Wahai kalian yang menghadang dengan dada kalian serangan salibis yang tiada henti lagi tercatat oleh sejarah, kalian yang menjaga kemunian Islam dengan darah kalian.
Wahai kalian yang menggentarkan Bangsa-Bangsa Kafir dan Pasukan Murtad dengan keberanian dan keterikatan jiwa kalian, kalian juga telah membuat bingung seluruh alam ini dengan kesabaran dan keteguhan jiwa kalian.
Aku menasehatkan kalian dengan apa yang dinasehatkan oleh Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam kepada Ibnu ‘Abbas radhiyallahu ‘anhuma, di mana beliau bersabda,
فَلَوْ أَنَّ الْخَلْقَ كُلَّهُمْ جَمِيعًا أَرَادُوا أَنْ يَنْفَعُوكَ بِشَيْءٍ لَمْ يَكْتُبْهُ اللَّهُ عَلَيْكَ لَمْ يَقْدِرُوا عَلَيْهِ وَإِنْ أَرَادُوا أَنْ يَضُرُّوكَ بِشَيْءٍ لَمْ يَكْتُبْهُ اللَّهُ عَلَيْكَ لَمْ يَقْدِرُوا عَلَيْهِ وَاعْلَمْ أَنَّ فِي الصَّبْرِ عَلَى مَا تَكْرَهُ خَيْرًا كَثِيرًا وَأَنَّ النَّصْرَ مَعَ الصَّبْرِ وَأَنَّ الْفَرَجَ مَعَ الْكَرْبِ وَأَنَّ مَعَ الْعُسْرِ يُسْرًا
“Kalau saja seluruh makhluq ini ingin memberikan manfaat kepadamu dengan sesuatu yang tidak Allah tuliskan untukmu, niscaya mereka tidak akan mampu untuk itu. Sedangkan jika mereka ingin menimpakan marabahaya kepadamu dengan sesuatu yang tidak Allah tetapkan untukmu, niscaya mereka tidak akan mampu untuk itu. Ketahuilah, sungguh dalam kesabaran menghadapi apa yang tidak kalian suka terdapat banyak kebaikan, sungguh kemenangan bersama kesabaran, sungguh kelapangan ada bersama kesulitan dan sungguh bersama kesulitan ada kemudahan.” [Diriwayatkan oleh Ahmad]
Sungguh ‘Umar radhiyallahu ‘anhu berkata kepada para syaikh dari Bani ‘Abas, “Dengan apa kalian memerangi manusia?” Mereka menjawab, “Dengan kesabaran. Kami tidak menghadapi satu kaum melainkan kami bersabar terhadap mereka sebagaimana mereka bersabar menghadapi kami.”
Sebagian salaf berkata, “Kita semua membenci kematian dan sakitnya luka, namun kita menjadi mulia dengan kesabaran.”
Maka bersabarlah wahai saudara-saudara ku seperjuangan, tetaplah teguh dan bergembiralah. Demi Allah kalian pasti menang. Ujian yang kalian lalui ini tidak lain hanyalah satu mata rantai dari serangkaian ujian yang dengannya Allah melimpahkan rohmah pada hamba-hamba-Nya yang terpilih, untuk memisahkan yang buruk dengan yang baik, kemudian untuk mempersiapkan kalian dalam mengemban amanah yang lebih berat dan lebih besar. Ujian yang hakikatnya adalah anugerah ini, tidaklah lebih sulit dari ujian sebelumnya.
Sungguh telah berlalu pada kalian berbagai ujian yang kalau saja ditimpakan kepada gunung-gunung yang kokoh, niscaya ujian tersebut menjadikan gunung-gunung itu hancur rata dengan tanah, namun kalian dapat bersabar dalam ujian itu. Bahkan, kalian keluar darinya dengan tekad lebih kuat dan kembali dengan lebih solid.
Wahai Prajurit-Prajurit ‘Iraq dan Syam.
Wahai ghuroba’ Islam.
Sungguh kebathilan telah tertipu oleh hasil sementara, tertipu oleh angan-angan, bertindak aniaya terhadap dirinya sendiri dan setan telah meniupkan kesombongan pada hidungnya, hingga mereka berontak dan keluar, naik pitam, gemetar dan melancarkan serangan terhadap Darul Islam dan Bumi Khilafah dengan serangan yang belum pernah ada yang semisalnya dalam sejarah di masa lampau.
Inilah salibis Amerika dan Eropa, beserta komunis Rusia, majusi Iran, sekuleris Turki, atheis Kurdi, Rafidhah, Nushairiyah, Shahawat, milisi-milisi (bayaran), Thaghut-Thaghut ‘Arab dan militer mereka, mereka semua berada dalam satu barisan dipersenjatai dengan gudang militer kontemporer dan didukung dengan kekuatan media kotor.
Mereka memiliki satu slogan; “Basmi islam dan pemeluknya.” Mereka memiliki satu semboyan, “Siapa yang lebih kuat dari kami?!”
Lalu mereka merayap menuju kalian dengan ketajaman dan besi mereka. Mereka letakkan di depan mereka domba-domba dari binatang murtaddin dari kalangan bangsa kalian. Mereka giring menuju kalian hingga sampai di di medan pertempuran kalian. Maka bersabarlah, kuatkanlah kesabaran, tabahlah dan tetaplah komitmen memerangi mereka.
Sungguh Rafidhah dengan kendaraan dan pasukan infanterinya telah menghadap ke arah bumi Tal’afar, didorong kuat oleh kedengkian dan bualan menuju Darul Islam, untuk mengalahkannya dan menghinakan Ahlus Sunnah di dalamnya. Maka janganlah kalian membiarkan musuh Allah menghembuskan nafasnya atau merusak perisai Darul Islam. Siapkanlah penyergapan, kembalilah bertempur dan bersikap keraslah dalam berperang.
Sungguh kalian memerangi kaum yang tidak memiliki akal, pedoman, agama dan tidak pula dunia yang tertolong. Mereka digiring oleh penyembah salib di depannya untuk menghalangi posisinya dalam peperangan dan pertempuran ini, serta untuk mewujudkan target-target dan tujuan-tujuannya dalam membagi-bagi area tersebut, menundukkannya dan penduduknya pada hukum Rafidhah majusi. Padahal, demi Allah, mereka tidak akan mampu untuk itu!
Maka apabila dua kelompok telah berbaris, maka penggallah kepala mereka dan pancunglah tiap-tiap ujung jari mereka, hancurkanlah kendaraan-kendaraan mereka, serbulah mereka, kejutkanlah mereka di jalur pelarian mereka, hingga mereka dapat merasakan sebagian kekuatan kalian. Mereka tidak akan bertahan hingga Allah anugerahkan pada kalian pundak-pundak mereka.
Janganlah terbetik dalam diri kalian untuk melarikan diri. Demi Allah, jika kalian melarikan diri, janganlah kalian lari kecuali dari karena kehormatan yang tidak mendapat pelindung dan agama yang mengeluhkan pada Allah mengenai kaum yang menyia-nyiakannya dan para pembela yang menelantarkannya.
Ingatlah selalu firman Allah ta’ala,
"يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا إِذَا لَقِيتُمْ فِئَةً فَاثْبُتُوا وَاذْكُرُوا اللَّهَ كَثِيرًا لَّعَلَّكُمْ تُفْلِحُونَ، وَأَطِيعُوا اللَّهَ وَرَسُولَهُ وَلَا تَنَازَعُوا فَتَفْشَلُوا وَتَذْهَبَ رِيحُكُمْ ۖ وَاصْبِرُوا إِنَّ اللَّهَ مَعَ الصَّابِرِينَ"
“Wahai orang-orang yang beriman, apabila kalian bertemu dengan satu kelompok (musuh), tetaplah teguh dan ingatlah Allah sebanyak-banyaknya semoga kalian beruntung. Taatilah Allah dan Rasul-Nya, serta janganlah berselisih hingga kalian menjadi lemah dan hilanglah kekuatan kalian. Dan bersabarlah, sungguh Allah bersama orang-orang yang bersabar.” [Al-Anfal : 45-46]
Dan (ingatlah) juga firman Allah subhanah,
وَكَأَيِّن مِّن نَّبِيٍّ قَاتَلَ مَعَهُ رِبِّيُّونَ كَثِيرٌ فَمَا وَهَنُوا لِمَا أَصَابَهُمْ فِي سَبِيلِ اللَّهِ وَمَا ضَعُفُوا وَمَا اسْتَكَانُوا ۗ وَاللَّهُ يُحِبُّ الصَّابِرِينَ
وَمَا كَانَ قَوْلَهُمْ إِلَّا أَن قَالُوا رَبَّنَا اغْفِرْ لَنَا ذُنُوبَنَا وَإِسْرَافَنَا فِي أَمْرِنَا وَثَبِّتْ أَقْدَامَنَا وَانصُرْنَا عَلَى الْقَوْمِ الْكَافِرِينَ
فَآتَاهُمُ اللَّهُ ثَوَابَ الدُّنْيَا وَحُسْنَ ثَوَابِ الْآخِرَةِ ۗ وَاللَّهُ يُحِبُّ الْمُحْسِنِينَ
“Dan berapa banyaknya nabi yang berperang bersama-sama mereka sejumlah besar dari pengikut (nya) yang bertaqwa. Mereka tidak menjadi lemah karena bencana yang menimpa mereka di jalan Allah, dan tidak lemah dan tidak (pula) menyerah (kepada musuh). Allah menyukai orang-orang yang sabar. Tidak ada doa mereka selain ucapan: "Ya Tuhan kami, ampunilah dosa-dosa kami dan tindakan-tindakan kami yang berlebih-lebihan dalam urusan kami dan tetapkanlah pendirian kami, dan tolonglah kami terhadap kaum yang kafir." Karena itu Allah memberikan kepada mereka pahala di dunia dan pahala yang baik di akhirat. Dan Allah menyukai orang-orang yang berbuat kebaikan.” [Ali ‘Imran : 146 - 148]
Demi Allah, sungguh kami melihat bahwa Allah ta’ala telah memberikan umpan kepada salibis, murtaddin dan atheis untuk kebinasaan mereka. Sungguh ini adalah akhir serangan mereka dengan izin Allah, dan sebentar lagi kami yang akan menyerang mereka di pusat negeri mereka sebagai kepercayaan kami kepada Dzat Yang Maha Esa dan sebagai husnuzhan kami terhadap Dzat Yang Tunggal lagi Kekal.
Wahai Ahlul Islam dan singa-singa Islam di Ar-Raqqah!
Wahai orang-orang gagah, pemberani, perkasa, perwira dan mulia!
Apakah yang akan melakukan perampasan tanah kaum muslimin dari kalian seorang perempuan pezina atheis dan kafir, setelah pejantan yang mereka lahirkan menggagahi betina-betina sebayanya dan pejantan itu mencurahkan sampahnya pada mereka? Bahkan pejantan-pejantan luar daerah dari kalangan ahlul kufur dan penyembah berhala juga bersetubuh dengan mereka dalam rangka membela kebathilan mereka dan dalam rangka memerangi Islam dan pemeluknya.
Katakanlah, demi Rabb kalian, apa solusinya jika kelaliman atheis Kurdi tidak dapat ditolak dan mereka mendapatkan apa yang mereka inginkan? Semoga Allah tidak menetapkan hal itu. Jika itu terjadi, niscaya agama kalian diperangi, syari’ah kalian dilenyapkan, masjid-masjid kalian dinodai, pria-pria kalian dihinakan namun wanita-wanita dan istri-istri kalian dibiarkan hidup. Padahal demi Allah, mereka adalah orang-orang hina, rendahan, bodoh dan pesakitan. Ketika itu, tidak ada lagi kebaikan dalam hidup, tidak lagi berharga kehidupan dan ketahuilah bahwa inilah saat-saat kejujuran dan pemenuhan janji.
Wahai orang-orang Islam yang berjihad.
Ada tiga hal yang telah terkumpul untuk kalian dan celakalah seorang muslim yang ingin mengganti tiga hal ini;
- Bumi yang diterapkan syari’ah Allah,
- Satu musuh agresor (penjajah) yang tiada lagi kewajiban setelah iman selain dari menolak serangan tersebut, dan
- Syahadah yang telah lama diharapkan oleh orang-orang jujur.
قَلْبِي عَلَى ثِقَة ٍ وَنَفْسِيَ حُرَّة
تَأْبَى الدَّنِيَّ، وَصَارِمِي ذَلاَّقُ
فَعلامَ يَخشى المرءُ فرقة َ روحِه ؟
أوَ لَيْسَ عَاقِبَة َ الْحَيَاة ِ فِرَاقُ؟
فارغَب بِنفسِكَ وهِى َ فى أثوابِها
إن لم تَكُن شامٌ فَتِلكَ عِراقُ
لاَ خَيْرَ فِي عَيْشِ الْجَبَانِ يَحُوطُهُ
مِنْ جَانِبَيْهِ الذُّلُّ وَالإِمْلاَقُ
عَابُوا عَليَّ حَمِيَّتِي ونِكَايَتِي
والنارُ ليسَ يَعيبُها الإحراقُ
Hatiku percaya dan jiwaku merdeka
Enggan menerima kehinaan dan pedangku tajam
Mengapa orang takut berpisah dengan nyawanya?
Bukankah hidup pasti membawa pada perpisahan?
Maka sukailah (kematian itu) dengan jiwamu karena itu berpahala
Jika tidak di Syam, maka di ‘Iraq
Tidak ada kebaikan dalam kehidupan pengecut yang mengelilinginya
Dari kedua sisi (pengecut) ada kehinaan dan kemiskinan
Mereka mencela keberanian dan kemampuanku untuk mengalahkan
Padahal api tidak dicela oleh kebakaran.
Wahai para Ksatria Pemburu Syahadah dan singa-singa jihad di Al-Bab dan pedesaannya.
Semoga Allah memperelok wajah-wajah kalian dan membalas amal baik kalian, sungguh kalian telah menghadapi murtaddin Turki, Shahawat, Kurdi dan gerombolan Nushairiyah yang hina, dengan berani maju berkorban untuk diin kalian dalam keperkasaan dan keteguhan. Maka bersabarlah, kuatkanlah kesabaran, tetaplah siaga dan bertaqwalah pada Allah semoga kalian beruntung.
Sungguh anak-cucu para pembunuh muwahhidin hari ini dari kalangan murtaddin Turki telah maju untuk mengulangi lagi perbuatan para pendahulu mereka. Mereka hendak membinasakan Daulah dan Jama’ah Muslimin. Sungguh telah tiba hari pembalasan untuk diin dan tauhid kalian. Sungguh kalian tidaklah memearangi orang-orang kuat, namun (mereka) hanyalah (pasukan) fantasi yang berlindung di pundak pagar dan dinding. Maka realisasikan serangan kalian terhadap mereka, buatlah mereka gelisah, bunuhlah mereka di manapun kalian berada, kejarlah mereka di setiap jalan di atas penjuru bumi dan di bawah penjuru langit!!
Sungguh si murtadin ikhwaniy Turki yang mengemis di pintu Salibis Eropa menyangka bahwa dia dan pemerintahannya dalam kelapangan dan ketentraman dari urusan ini.
Wahai muslimin pemilik ghirah di setiap tempat.
Wahai para muwahhid yang jujur.
Wahai Ahlul Wala’ wal Bara’.
Sungguh si terlaknat ini telah memobilisasi sampah manusia dari Shahawat hina di Syam untuk memerangi agama Allah dan untuk memadamkan cahaya-Nya, membombardir dan menghancurkan rumah-rumah di atas kepala para penghuninya tanpa membedakan antara manusia dengan batu, seraya melumuri tangannya dengan darah-darah muslimin, serta melecehkan agama dan kehormatan mereka.
Oleh karena itu, sungguh kami menyeru setiap muwahhid yang jujur untuk mentarget persendian-persendian pemerintahan sekuler murtad Turki, divisi keamanan, militer, ekonomi dan media, bahkan kedutaan dan konsulat yang mewakilinya di negeri-negeri di seluruh dunia ini.
Kemudian ketahuilah wahai para mujahidin yang bertauhid, bahwa yang paling jahat, serta yang paling besar kekufuran dan dosanya adalah anjing-anjing mereka yang menggonggong dari kalangan ulama sesat dan para penyeru kepada kekufuran, para masyayikh kekerdilan dan jajahan, yang loyal pada kaum musyrik dan pemerintahan murtad dengan segala bentuk loyalitas dan dukungan melalui asosiasi-asosiasi ‘ilmiyah, majlis-majlis fatwa dan program-program media mereka. Bahkan juga dengan akun-akun pribadi mereka dan forum-forum diskusi mereka. Nama-nama mereka terkenal, lokasi-lokasi mereka diketahui dan acara-acara mereka dapat dideskripsikan.
Para ulama’ sesat itulah yang meramaikan pemerintahan kafir tiran, menggembirakan dan bergembira dengan kerusakkannya dalam memimpin. Mereka pun berlindung pada pemerintahaan ini dari penjuru negeri dan memberikan ucapan selamat padanya menyatakan kemudtaddan yang nyata dan kekufuran yang jelas. Mereka menjadikan negerinya terbuka untuk aktivitas mereka, tempat berlindung untuk kehinaan dan kebodohan mereka. Mereka pun menghapus rambu-rambu hidayah dengan daya-upaya mereka, membunuh sisa-sisa sikap keras terhadap kuffar dengan menjadikan mereka sebagai saudara. Itulah seburuk-buruk daya-upaya dan sejelek-jelek persaudaraan.
Para ulama’ sesat itu mendekati kukufuran, mengaggapnya sepele, merusak citra agama yang agung ini dan mencelanya. Dengan demikian tipuan menjadi semakin banyak, tersebarlah bid’ah, hawa nafsu disembah dan itulah seburuk-buruk sesembahan, sementara yang terpuji menjadi seperti tercela dan yang tercela menjadi seperti terpuji.
Adalah musibah dahsyat dan bencana besar ketika mereka menjadi pemimpin dan panutan manusia, serta mengajak untuk menjadi celaka. Mereka itu para penakut yang takut pada manusia melebihi rasa takut pada Allah, namun mereka juga orang-orang kuat yang cinta ketenaran, ingin didengar dan suka kedudukan, terfitnah dengan cinta kesenangan fana dan takut penyapihan (ujian). Sehingga mereka terus meraba dan melakukan kesia-siaan, serta mengubur kebenaran yang murni dan menyebarkan keburukan.
Orang-orang lain seperti mereka yang tidak perlu lagi kami sebutkan, dan sekarang kami tidak peduli dengan terbukanya aib mereka. Oooh… semoga Allah hinakan jiwa-jiwa cacat, jenggot-jenggot bayaran dan lisan-lisan palsu.
اذا غاب ملاح السفينة وارتمت ** بها الريح يوما، دبرتها الضفادع
Apabila para pelaut dalam perahu telah hilang dan perahu berlabuh
Ketika angin berhembus padanya, para katak pun ikut mengemudinya
Hampir saja tidak terlihat orang yang menghalangi mereka dan tidak pula orang yang dapat memotong lagak mereka, bahkan sekedar mencegah (saja)!
Sungguh dahulu Bal’am bin Baura’ lebih terlaknat dari kaumnya dan Ar-Rajjal bin ‘Unfuwah lebih terlaknat dari Musailamah. Sungguh salah seorang dari mereka hari ini lebih membahayakan Islam dan pemeluknya dari pada kebanyakan orang yang kalian kira. Sungguh demi Allah, telah tiba saatnya kesedihan ini terbelah, jiwa-jiwa ini menjadi tenang dan lisan-lisan ini terpotong.
‘Iyadh Al-Yahshibiy menyebutkan dalam kitabnya Tartibul Madarik wa Taqribul Masalik, bahwa Al-‘Allamah Abu Bakr Isma’il Ibnu Ishaq Ibnu ‘Udzrah rahimahullah ditanya mengenai para khathib di masa Bani ‘Ubaid al-Fathimiyin dan dikatakan kepadanya bahwa para khathib itu sunniy! Maka beliau bertanya, “Bukankah mereka mengatakan, “Yaa Allah, limpahkanlah shalawat kepada hamba-Mu al-Hakim* dan anugerahkanlah bumi ini padanya.”? Mereka pun menjawab, “Iya.”
*Al-Hakim adalah Khalifah ke-6 Dinasti Syi’ah Fathimiyah yang pernah berkuasa di Mesir
Maka beliau bertanya, “Tahukah kalian, apabila seorang khathib berkhuthbah, lalu memuji Allah dan Rasul-Nya, lalu memperelok pujian itu, kemudian berkata, ‘Abu Jahl berada di surga.’ Apakah dia telah kafir?” Mereka pun menjawab, “Iya.” Maka beliau kembali berkata, “Padahal Al-Hakim itu melebihi Abu Jahl.”
‘Iyadh berkata, Ad-Dawudiy ditanyai mengenai masalah ini, maka beliaupun menjawab, “Khathib mereka yang berkhuthbah untuk mereka dan melantukan doa kebaikan untuk mereka pada hari Jum’at adalah kafir dibunuh dan tidak dimintai taubat, isterinya diharamkan baginya, tidak mewarisi dan tidak diwarisi, sedangkan hartanya adalah fai’ untuk muslimin.” Hingga di sini perkataan beliau.
Wahai prajurit Tauhid pemilik ghirah di setiap tempat.
Semangatilah jiwa kalian untuk mentarget ulama’ suu’ dan para penyeru fitnah di setiap tempat yang mengganggu agama Allah dan wali-wali-Nya. Jika salah seorang di antara kalian melihat salah seorang di antara mereka, maka jangan sampai bayangannya berpisah hingga dia menyerang dan membinasakannya walaupun di dalam rumahnya dan di antara keluarganya.
Mulailah dengan yang terang-terangan melakukan permusuhan, menyeru untuk memerangi mujahidin atau menuduh mereka atheis atau (menuduh) keluar dari agama. Hidupkanlah terhadap mereka itu sunnah membunuh Jahm, Ja’d, Al-Hallaj dan Ma’bad. Sungguh demi Allah, kalau saja setan menegakkan negaranya, niscaya ia mendapati di antara mereka sebagai prajurit siaga, pendukung dan pembela, wa laa hawla wa laa quwwata illaa billahil ‘aliyil ‘azhim…
Abul Hasan ‘Aliy bin Abi Thalib radhiyallahu ‘anhu berkata, “Akan datang satu masa pada manusia, di mana Islam hanya tinggal nama dan Al-Qur’an hanya tinggal tulisan saja. Ketika itu masjid-masjid mereka ramai namun kosong dari petunjuk. Ulama’ mereka adalah seburuk-buruk makhluk di bawah kolong langit dan dari mereka itulah fitnah keluar dan kepada merka pula fitnah itu kembali.”
Ternyata sungguh fitnah ini dimulai dari mulut-mulut mereka dan di mimbar-mimbar mereka. Setelah mereka mengharamkan dan mengkriminalkan jihad fii sabiilillah, mereka pun mulai menyeru untuk masuk kepada kebathilan dan kekufuran dengan cara berperang di bawah panji-panji para Thaghut, demi menenangkan para penguasa mereka, juga demi keselamatan kekuasaan dan martabat mereka.
Orang yang merugi adalah yang merugi agamanya dengan mengikuti hawa nafsu mereka dan menjaga dunia mereka. Maka siapa yang tidak menyibukkan dirinya dengan kebenaran, setan pun akan menyibukkannya dengan kebathilan. Siapa yang hari ini tidak berperang di jalan Allah, suatu hari nanti Thaghut akan membawanya untuk berperang di jalannya.
Kepada kaum muslimin umumnya dan Ahlus Sunnah di ‘Iraq dan Syam khususnya.
Sungguh kejahatan dari negeri majusi Iran telah sampai puncaknya. Orang-orang jahat itu menyebar ke penjuru negeri dan (akibatnya) manusiapun menjadi buruk. Mereka pun menyerang Ahlus Sunnah di ‘Iraq dan Syam melalui agen-agen, pakar-pakar dan pemandu-pemandu mereka. Hingga seorang Sunniy menjadi antara terbelenggu lagi bersembunyi dan terhina berkhianat lagi mengikuti. Bahkan tidak cukup itu saja, karena tidak ada yang mencegah mereka dari kaum muslimin setelah Allah selain Daulah Islam, meskipun kebenaran lebih jelas dan kebathilan tergagap-gagap.
Bagaimana bisa penakar yang hilang melakukan tawar-menawar dengan prajurit Khilafah atau dua orang memperdebatkan orang yang membela agama, kehormatan dan tanah? Siapa yang menimpakan (balasan) kekejaman dan kesusahan pada Iran dan para pengikutnya? Semoga Allah menghinakan jenggot-jenggot jahat, amat besar kejahatan dan kedurhakaan mereka.
Siapa yang menghunus pedang kebenaran di hadapan Negara majusi Iran, menimpakan kebinasaan dari Baghdad hingga Beirut, Halab, Damaskus, Khurasan dan hingga Shan’a, wahai para penyeru keburukan dan kebinasaan, siapa?
Hari inilah Negara majusi itu menembus negeri-negeri Ahlus Sunnah, memerangi hamba-hamba Allah yang bertauhid lagi berjihad di bawah bombardir serta dukungan salibis dan pemerintahan murtadd kalian yang menjadi agen (mereka), meminang kasih-sayang mereka dan berharap hidup rukun dengan mereka. Semoga Allah menyegerakan kehancuran singgasana mereka dan lenyapnya kerajaan mereka di tangan mujahidin, dengan daya dan kekuatan Allah.
Belumkah tiba saatnya bagi kalian wahai Ahlus Sunnah untuk membuang omong kosong, teka-teki tabu, bualan semu dan mimpi-mimpinya? Untuk apa pongah, lirikan sinis, berwajah angkuh, congkak dan sombong? Apakah karena penolakan kalian terhadap kelaliman musuh yang bertindak aniaya, yang menyerang negeri-negeri dan telah berada di tempat pelemparan batu dari Makkah dan Madinah? Ataukah karena sangat kuat dan kerasnya kekuatan para penguasa kalian, yang menjadikan kalian mengira bahwa mereka menjaga dan membela kalian? Demi Allah, sungguh merugilah prasangka-prasangka itu. Kelak, niscaya kalian akan mengingat apa yang aku katakan pada kalian.
حتى ما نحن نساري النجم في الظلم ** وما سراه على خف ولا قدم
Sampai kapan kita berjalan dalam kegelapan bersama bintang
Sedangkan perjalan itu tidaklah menggunakan sepatu ataupun kakI
Sungguh musuh yang telah Allah (berikan) telah menyerang negeri kalian, hendak menghapus agama kalian dan melecehkan kehormatan kalian –semoga Allah menghinakan mereka-. Inilah telah tampak jalan yang benar maka lihatlah, Islam telah memanggil maka bela-lah, kehormatan meminta bantuan maka tolonglah, sedangkan saudara kalian se-iman yang berjihad menyeru kalian maka janganlah menelantarkannya.
Sungguh Darul Islam adalah negeri kalian dan Syari’ah Allah adalah amanah di pundak kalian. Mempertahankan Darul Islam dan Syari’ah bukan hanya kewajiban mujahidin, sehingga tidak ada ‘udzur untuk kalian di sisi Allah dan di hadapan kaum muslimin jika sampai anak cucu kera dan babi, beserta para penyembah pohon, batu dan manusia itu selamat. Bersegeralah bergabung dengan kafilah jihad dan tolonglah mujahidin fii sabilillah dengan segala kalian mampu dengan jiwa, harta, motivasi dan doa...
Kepada prajurit Khilafah dan para pendukungnya di seluruh penjuru dunia.
Kepada singa-singa tersembunyi yang merontokkan dipan-dipan kekufuran, menjadikan mereka lupa kemewahannya, menginjak hidung-hidung agen intelijen mereka ke tanah dan menjadikan keamanan hanyalah mimpi mereka.
Ketahuilah, semoga Allah menguatkan kalian dengan pertolongan-Nya, bahwa operasi-operasi kalian yang berbarokah ini dapat membalikkan timbangan dan merubah moncong artileri kekufuran terhadap muslimin. Maka seranglah mereka di rumah-rumah mereka, di pasar-pasar mereka, di jalan-jalan mereka, di forum-forum mereka dan dari arah yang tidak mereka sangka. Bakarlah bumi dari bawah kaki mereka dan buatlah keruh langit mereka hingga mereka menjadi sibuk. Tambahlah kerja keras kalian dan intens-kan operasi kalian, semoga Allah memberkahi kalian.
Dalam kesempatan ini, tidak lupa saya sampaikan pujian untuk para Ksatria Da’wah, Kesehatan, Media dan yang lainnya dari kalangan prajurit Islam. Saya haturkan selamat pada jihad dan ribath kalian di berbagai medan mereka masing-masing, karena pertempuran mereka hari ini tidak kalah pentingnya dari pertempuran militer.
اللهم لك الحمد حتى ترضى ولك الحمد اذا رضيت ولك الحمد بعد الرضى
اللهم عليك بالكفرة المجرمين اللذين يصدون عن سبيلك ويقاتلون اولياءك ويكذبون رسلك ويبغونها في الأرض عوجا اللهم انصر دينك وجندك واعلي كلمتك وارفع رايتك إله الحق ولا حول ولا قوة إلا بالله والحمدلله رب العالمين.
Yaa Allah, segala puji bagi-Mu sebanyak yang Engkau ridha, segala puji bagi-Mu ketika Engkau ridha dan segala puji bagi-Mu setelah Engkau ridha.
Yaa Allah, binasakanlah orang-orang kafir yang jahat yang menghalang-halangi dari jalan-Mu, memerangi wali-wali-Mu, mendustakan para Rasul-Mu dan menginginkan kerusakan di bumi ini.
Yaa Allah, tolonglah agama-Mu dan prajurit-Mu, serta tinggikanlah panji-Mu wahai Tuhan Kebenaran. Tiada daya dan kekuatan selain selain dengan kehendak Allah, wal hamdu lillahi Rabbil ‘alamin.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar