SEDANGKAN ALLAH MENGETAHUI DAN KALIAN TIDAK MENGETAHUI
Statemen Amirul Mu’minin, Syaikh Al-Mujahid Abu Bakar Al-Husaini Al-Qurosyi Al-Baghdadi
Alih Bahasa:
Forum Islam Al-Busyro
بسم الله الرحمن الرحيم
Segala puji bagi Allah, kami memuji, memohon pertolongan dan ampunan pada-Nya. Kami berlindung pada Allah dari kejahatan jiwa kami dan dari keburukan ‘amal perbuatan kami. Siapa yang Allah beri petunjuk maka tidak ada yang dapat menyesatkannya, dan siapa yang Dia sesatkan maka tidak ada yang dapat memberikan petunjuk padanya.
Aku bersaksi tidak ada ilah (yang berhak disembah) selain Allah, tiada sekutu bagi-Nya. Dan saya bersaksi bahwa Muhammad adalah hamba dan utusan-Nya –semoga Allah limpahkan sholawat dan salam padanya beserta keluarga dan para shohabatnya.
Adapun kemudian;
Sesungguhnya di antara sunnah dan hikmah (kebijasanaan) Allah –tabaaroka wa ta’ala- adalah bercampurnya barisan kaum mu’minin dan mujahidin dengan orang yang bukan dari golongan mereka dan dengan golongan munafiqin. Namun Allah tidak-lah membiarkan barisan muslim (terus) bercampur dengan golongan munafiq dan tukang klaim yang bersembunyi di balik tabir Islam, juga bersembunyi di belakang da’wah Iman. Maka Allah subhaanahu wa ta’ala pun mengadakan tradisi ujian dan cobaan (sunnatul fitnah wal ibtila’).
Allah ta’ala berfirman;
مَا كَانَ اللَّهُ لِيَذَرَ الْمُؤْمِنِينَ عَلَىٰ مَا أَنْتُمْ عَلَيْهِ حَتَّىٰ يَمِيزَ الْخَبِيثَ مِنَ الطَّيِّبِ ۗ...
(Allah tidaklah membiarkan kaum mu’minin dalam keadaan kalian saat ini, hingga Dia menyisihkan yang buruk (munafiq) dari yang baik (mu’min)...” (Ali ‘Imron: 179)
Allah ta’ala berfirman;
وَلَقَدْ فَتَنَّا الَّذِينَ مِنْ قَبْلِهِمْ ۖ فَلَيَعْلَمَنَّ اللَّهُ الَّذِينَ صَدَقُوا وَلَيَعْلَمَنَّ الْكَاذِبِينَ
“Sungguh telah kami uji orang-orang sebelum kalian, maka Allah pun benar-benar mengetahui orang-orang yang jujur dan orang-orang yang berdusta.” (Al-‘Ankabut: 3)
Maka barisan ini haruslah dipanasi agar keburukan / kotoran keluar darinya, harus ditekan agar bata yang lemah tersingkir dan harus dipijarkan cahaya padanya agar tersingkap para penyusup dan pihak-pihak tak dikenal.
Demikianlah, pergelutan antara Al-haq dan Al-bathil tidaklah berhenti dan tradisi bentrokan (sunnah tadaffu’) yang jika berhenti tentulah telah dirobohkan gereja-gereja, rumah-rumah ibadah dan masjid-masjid yang di dalamnya disebut nama Allah, serta bumi pun akan rusak. Maka bentrokan dan pergulatan ini terus berlanjut, sedangkan ujian, cobaan dan penyaringan terus ada, namun kesudahan yang baik (hanya) bagi orang-orang yang bertaqwa, serta kesuksesan dan keberuntungan bagi kaum mu’minin yang jujur.
Sedangkan ujian yang terus menimpa mujahid di jalan Allah tidaklah menambahnya selain semakin bersih dan jernih, tidak pula ia menghadapi berbagai kesulitan / kepayahan selain menambah tekad dan keteguhan(nya).
Maka bersabarlah wahai mujahidin di Daulah Islam di Iraq dan Syam,
Kuatkanlah kesabaran dan siap-siagalah, serta jangan bersedih terhadap penelantaran orang dekat dan bersekongkolnya musuh. Janganlah kalian ngeri terhadap serangan yang gencar terhadap Daulah ini, karena Allah ‘azza wa jalla akan menolong pasukan-Nya dan membela orang-orang yang beriman. Janganlah kalian gemetar terhadap besarnya kedustaan dan tuduhan, serta apa saja yang disepakati oleh musuh-musuh Islam dan apa saja yang mereka perundingkan untuk melawan kalian, karena Allah ‘azza wa jalla mengetahui mana orang yang merusak dan mana orang yang membuat kebaikan, Dia mengetahui mana mujahid dan mana tukang klaim, Dia mengetahui siapa yang jujur dan siapa yang berdusta, Dia mengetahui siapa yang tulus dan siapa munafiq.
Ketahuilah, bahwa ujian yang menimpa kalian di Syam, insya Allah hanyalah kebaikan yang banyak, lalu tidak akan berlangsung lama dan akan berubah menjadi karunia yang sangat besar dengan ijin Allah.
Wahai putera-putera Daulah di Syam,
Sesungguhnya Allah mengetahui kemudian kalian pun juga mengetahui bahwa Daulah mengerahkan seluruh kemampuannya untuk menghentikan serangan yang ditimpakan padanya oleh berbagai detasemen tempur.
Lalu Allah mengetahui dan kalian pun juga mengetahui bahwa kami tidak menginginkan, tidak mengusahakan dan tidak pula merencanakan terjadinya peperangan ini, karena secara nyata dan apa yang nampak oleh kami adalah yang mendapat banyak keuntungan dari peperangan tersebut adalah Nushairiyah dan Rafidhah, namun sungguh kami terpaksa untuk menjalani peperangan ini dan untuk bertahan selama beberapa hari. Kami juga berusaha menghentikan peperangan ini meskipun benci (melihat) pengkhianatan yang jelas terhadap kami dan penganiayaan yang jelas atas kami, hingga orang-orang yang tertipu itu menyangka bahwa Daulah adalah sesuap (santapan) lezat, dan (mereka menyangka) bahwa mereka mampu mengalahkannya di belakang kepalsuan dan kebathilan media informasi. Sedangkan kami tidak memiliki pilihan lain selain memasuki peperangan ini dalam keadaan terpaksa. HasbunAllah wa ni’mal wakiil, cukuplah Allah bagi kami dan (Dia) adalah sebaik-baik pelindung.
Ketika kalian telah mengetahui hal ini wahai putera-putera Daulah, tawakkal-lah pada Allah dan berlepas dirilah kalian dari daya dan kekuatan kalian menuju daya dan kekuatan Allah, dan bertaqwalah pada Allah karena kesudahan yang baik untuk kalian jika kalian taqwa pada-Nya. Janganlah kalian zholim dan jangan ingkar janji. Kami nasehatkan kalian untuk menahan diri terhadap siapa saja yang menahan dirinya dan tidak menodongkan senjatanya dihadapan kalian dari pihak yang pernah memerangi kalian dari kalangan detasemen-detasemen itu, seberapapun kejahatannya dan seberapun besar dosanya. Pebanyaklah maaf dan pengampunan agar kalian dapat menyelesaikan musuh jahat yang mengancam semua Ahlus Sunnah (yakni kaum Syi’ah).
Lalu jika kalian telah mengerahkan seluruh kemampuan kalian untuk menghentikan peperangan ini dan (telah) menyelesaikan Nushairiyah dan Rafidhah, kemudian kalian telah lemah dan telah memiliki alasan di sisi Robb kalian, maka bertaqwalah pada Allah dan mintalah pertolongan pada-Nya karena cukuplah Dia saja bagi kalian, masuklah dalam peperangan itu karena kalian berhak menyelesaikannya dengan daya dari Allah. Yakinlah bahwa ini pasti baik bagi kalian karena hal ini (telah) diatur oleh Allah untuk kalian;
...وَاللَّهُ يَعْلَمُ وَأَنْتُمْ لَا تَعْلَمُونَ
“...Sedangkan Allah mengetahui dan kalian tidak mengetahui.” (Al-Baqarah: 216)
Jauhilah dan hindarilah sifat zholim oleh kalian. Sedangkan siapa saja yang telah berbuat zholim atau aniaya terhadap seseorang, maka hendaknya dia bersegera secepat mungkin untuk mengembalikan hak dan bertaubat karena sungguh kami mengembalikan (hak) setiap kezholiman yang terlanjur kami lakukan dan kami berlepas diri pada Allah dari setiap kezholiman yang dilakukan oleh personel Daulah.
Kami perintahkan pada setiap jundiy untuk mengembalikan (hak) setiap kezholiman yang terlanjur dia lakukan dan Allah tidaklah memberikan barokah pada setiap mujahid yang terlanjur berbuat zholim namun tidak mengembalikan (hak)nya jika ia mampu atau bisa berusaha mengangkatnya.
Perbanyaklah taubat, istighfar dan ucapan “laa hawla wa laa quwwata illaa billah (tiada daya dan kekuatan kecuali dengan ijin Allah)”.
Sedangkan (berikut) ini adalah seruan yang kami tujukan pada setiap mujaahid yang berjihad di jalan Allah dari kalangan detasemen-detasemen dan jama’ah-jama’ah di bumi Syam, sebagai qoid ataupun prajurit;
(Ketahuilah) bahwa pertempuran ini adalah pertempuran seluruh ummat dan yang menjadi target adalah seluruh mujahidin. Daulah hanyalah pintu untuk kalian, jika pintu itu telah dirusak, maka setelah pintu itu adalah lebih ringan bagi musuh kita, maka janganlah sampai datang pada kalian satu hari di mana kalian (harus) menggigit jari-jari penyesalan.
Kami katakan juga pada setiap pihak yang kakinya telah bergeser hingga memerangi kami atau terlibat bersama siapa saja dari kalangan detasemen yang memerangi Daulah,
Tinjaulah kembali perhitungan kalian dan taubatlah pada Robb kalian. Sungguh kalian telah menyerang kami ketika lengah dan kalian tikam kami dengan pengkhianatan dari belakang sedangkan (ketika itu) pasukan kami berada dalam front garis depan dan ribath, kecuali sedikit.
Kemudian hari ini kalian telah melihat sebagian dari kekuatan kami dan kalian lihat perbedaan(nya) antara hari ini dan kemarin. Sungguh kemarin sebelum kalian memerangi kami, kalian dapat berpatroli dengan aman, tidur dengan tenang. Lalu (sekarang) kalian berada dalam ketakutan dan gelisah. Kalian (harus) begadang dan berjaga-jaga dalam keadaan diawasi.
Dan inilah Daulah mengulurkan tangannya agar kalian menahan diri dari (menyerang)nya, hingga ia (juga) menahan diri dari (membalas) kalian. Agar kita dapat membereskan Nushairiyah dan Rafidhah. Jika tidak, ketahuilah bahwa dalam Daulah ada orang-orang yang tidak tidur di atas kelaliman, (telah) teruji dan dikenal oleh yang dekat dan yang jauh.
Adapun kalian wahai saudara-saudara kami di Syam,
Sungguh kalian memiliki Allah,
Semuanya menjual-belikan kalian dan semuanya menggigit kalian, (mereka) berlomba-lomba untuk menaiki pundak kalian bahkan tubuh kalian. Maka cukuplah Allah bagi kalian, cukuplah Allah bagi kalian.
Nushairiyah menumpahkan darah kalian dan mengkoyak-koyak kehormatan kalian, mereka hancurkan rumah-rumah kalian dengan dalih memerangi teroris untuk menjaga kalian.
Yahudi dan Nasrani membuat konspirasi untuk Islam serta membuat tipu daya dan memerangi mujahidin sembari berpura-pura menangisi kalian, padahal mereka menjual darah kalian dan urusan kalian.
Para thoghut dari kalangan penguasa negeri-negeri kaum muslimin membeli pelayanan, memfasilitasi antek-antek (penjajah) dan mengumpulkan para pendukung dengan dalih membantu kalian.
Para pembajak, pencuri dan perampok merampas harta dan kekayaan kalian, serta menghisap darah kalian atas nama kalian sendiri dan dengan dalih menolong, membela dan menjaga kalian.
Kalian memiliki Allah wahai saudara-saudara kami di Syam…
Alangkah beruntungnya kalian jika kalian bersabar, sungguh Allah sang pelindung telah menjamin kalian.
Adapun kami, hanya dapat menyampaikan pada kalian,
Darah dibalas dengan darah, penghancuran dibalas dengan penghancuran. Kami hanyalah berperang di jalan Allah dan mencari ridha Allah. Dalam hal ini kami tidak takut pada celaan para pencela, dalam hal ini kami tidak takut pada celaan para pencela. Kami telah bangkit untuk menolong kalian semenjak ujian kalian semakin mengeras dan kami tidaklah menyimpan kerja keras untuk itu, dan kami tidaklah menyimpan insya Allah. Kami senantiasa melakukan apa yang kami mampu insya Allah.
Maka janganlah kalian terpengaruh oleh media penipu dan insya Allah kalian tidak akan mendapati kami kecuali sebagai orang yang paling menyayangi kalian dan sebagai orang yang paling keras terhadap musuh-musuh kalian. Inilah hakekat kami.
Cukuplah bagi kami bahwa Allah mengetahuinya. Cukuplah bagi kami Allah mengetahui bahwa kami berusaha dengan segala kejujuran dan ikhlash untuk menjaga kaum muslimin, membela kehormatan mereka dan menjaga darah mereka, lalu kami dituduh di waktu malam dan di waktu dhuha-nya bahwa kami mengkafirkan saudara-saudara kami di Syam padahal kami berlindung pada Allah dari yang demikian, dan kami (dituduh) menghalalkan darah mereka padahal demi Allah tidaklah demikian.
Cukuplah bagi kami bahwa Allah mengetahui bahwa kami tidaklah memasuki sebuah desa, wilayah ataupun jalan kecuali kaum muslimin di tempat itu mendapat keamanan terhadap harta, jiwa dan kehormatan mereka, sedangkan para pencuri, perampok dan penjahat di tempat itu melarikan diri (hingga) kami pun mendapat tuduhan bahwa kami menakut-nakuti kaum muslimin dan menghalalkan kehormatan mereka.
Cukuplah bagi kami bahwa Allah mengetahui bahwa kami berbicara pada setiap orang dan kami buka tangan kami pada setiap jama’ah, kemudian kami dituduh bahwa kami hanya memandang diri kami, tidak mengakui (adanya) mujahid selain kami dan kami (dituduh) merugikan pekerjaan orang-orang (selain kami) padahal tidaklah seperti itu.
Cukuplah bagi kami bahwa Allah mengetahui bahwa kami tidak mengklaim suci (tak pernah salah) meskipun sehari atau sengaja berbuat salah atau terus-terusan (tidak mau berhenti) berbuat salah sebagaimana yang dituduhkan pada kami.
Cukuplah bagi kami bahwa Allah mengetahui bahwa kami tidaklah meninggalkan keluarga dan negeri kami dengan membawa nyawa kami (untuk) kami korbankan dengan murah di jalan Allah kecuali untuk menerapkan syari’ah Allah, lalu di waktu malam dan di waktu dhuha-nya kami dipersepsikan sebagai thoghut yang tidak berhukum pada syari’ah Allah, padahal kami berlindung pada Allah (dari yang demikian).
Cukuplah bagi kami bahwa Allah mengetahui bahwa kami termasuk orang yang paling keras terhadap Rafidhah dan Nushairiyah, sedangkan mereka sendiri mengetahui akan hal itu.
Cukuplah bagi kami bahwa Allah mengetahui bahwa hal itu adalah malam pengkhianatan terhadap kami dan kami ditikam di punggung kami, padahal kami memiliki pasukan di wilayah Al-Khair yang dipimpin oleh asy-Syaykh ‘Umar asy-Syisyaniy yang bertekad untuk tidak kembali hingga dapat membebaskan seluruh wilayah tersebut sedangkan beliau telah meletakkan rancangan untuk itu dan telah menjalankan rancangan tersebut. Kami juga memiliki kekuatan di Halab (Aleppo) yang menghadapi Front Barat dalam rencana untuk membebaskan seluruh Halab (Aleppo). Ada pula kekuatan lain yang aktif menyergap bandara Kuwairis dari Front Timur. Ada pula kekuatan lain yang siap menyergap barak Hananu. Ada pula detasemen yang disiapkan untuk menggempur Nushairiyah dengan sinkron di dalam wilayah-wilayah yang jatuh dalam kontrol mereka.
Dan Allah mengetahui bahwa kekuatan yang disiapkan di wilayah Idlib hanyalah menunggu keringnya bumi untuk menyergap sebelas tempat razia milik Nushairiyah dan guna membebaskan lembah adh-Dho’if dalam satu hari (saja). Sedangkan kekuatan yang berada di wilayah Hama tengah bersiap-siaga untuk menimpakan serangan terhadap Nushairiyah.
Cukuplah bagi kami bahwa Allah mengetahui semua, kemudian tentara-tentara kami pun mengetahui juga. Namun itu semua terhenti pada malam pengkhianatan terhadap kami, kemudian kami pun dituduh sebagai antek-antek Nushairiyah dan Rafidhah.
Maka cukuplah Allah bagi kami dan Dia sebaik-baik pelindung.
Cukuplah Allah bagi kami dan Dia sebaik-baik pelindung.
Maha suci Allah, tidak ada suatu apapun di bumi dan di langit yang tersembunyi bagi-Nya.
Rosululloh Shallallahu ‘alayhi wa sallam bersabda;
“Akan datang pada manusia tahun-tahun penipuan, di mana pendusta dibenarkan (ucapannya) dan orang jujur dianggap dusta (perkataannya), pengkhianat dipercaya dan orang yang amanah dianggap berkhianat.” (Diriwayatkan oleh Ahmad, Ibnu Majah dan Al-Hakim)
Adapun untuk Ahlus Sunnah di Iraq maka kami katakan,
Wahai saudara-saudara kami, inilah kalian telah melihat Rafidhah dengan sikap aslinya. Sungguh akhirnya kalian telah mengangkat senjata di hadapan mereka, dan ini adalah kesempatan bagi kalian, janganlah kalian menyia-nyiakannya. Jika tidak, setelah itu tidak akan ada lagi kalimat. Kemudian sungguh peperangan kalian melawan Rafidhah ini adalah perang ideology dan hal itu telah diteriakkan oleh Nuri si Shafawiy yang pendengki, juga sebagaimana yang dia teriakkan dengan sangat lancang seraya berkata bahwa peperangannya melawan mujahidin adalah perang suci dan peperangannya melawan Ahlus Sunnah adalah perang antara kufur dan iman. Benarlah (ucapannya) meskipun dia seorang pendusta.
Maka merapatlah kalian di sekitar putera-putera kalian yang berjihad dan umumkanlah hal itu dengan ikhlash (mengharap ridha) Allah. Sungguh hari ini kalian telah menjadi tameng bagi Ahlus Sunnah dalam melawan Rafidhah, maka jangan sampai mereka diserang dari arah kalian.
Wahai putera-putera Daulah di Iraq,
Wahai orang-orang yang telah dibersihkan dengan berbagai ujian serta dipilih dan dikilapkan dengan berbagai kondisi yang sangat sulit; alangkah mulianya kalian yang lebih teguh dari gunung. Janganlah kalian bergeser oleh berbagai syubuhat dan janganlah kalian terpengaruh oleh berbagai tuduhan. Jadilah yang terdepan dalam perang melawan Shafawiy, tetaplah kalian dalam barisan depan, berdirilah kalian di depan serangan Rafidhah ini dan bergeraklah menuju Baghdad dan Al-Janub untuk membakar orang-orang Rafidhah di pusat negeri mereka. Janganlah kalian menyerahkan keluarga dan rakyat kalian, ketahuilah bahwa Ahlus Sunnah di setiap tempat melihat kalian, dan saudara-saudara kalian di Syam menantikan kalian. BaarokaAllah fiikum, semoga Allah melimpahkan barokah atas kalian.
Terakhir, Pesan ini kami tujukan pada Amerika,
Ketahuilah wahai penjaga salib; bahwa proxy war / perang perwakilan tidaklah berguna bagi kalian di Syam, sebagaimana itu juga tidak berguna bagi kalian di Iraq. Dalam waktu dekat kalian akan berhadapan langsung, meskipun (kalian) membenci (hal ini) dengan ijin Allah. Dan sungguh putera-putera Islam telah mempersiapkan diri mereka untuk hari ini.
...فَتَرَبَّصُوا إِنَّا مَعَكُمْ مُتَرَبِّصُونَ
“...Maka tungguhlah sungguh kami (turut) menunggu bersama kalian.” (at-Taubah: 52)
...رَبَّنَا لَا تُؤَاخِذْنَا إِنْ نَسِينَا أَوْ أَخْطَأْنَا ۚ رَبَّنَا وَلَا تَحْمِلْ عَلَيْنَا إِصْرًا كَمَا حَمَلْتَهُ عَلَى الَّذِينَ مِنْ قَبْلِنَا ۚ رَبَّنَا وَلَا تُحَمِّلْنَا مَا لَا طَاقَةَ لَنَا بِهِ ۖ وَاعْفُ عَنَّا وَاغْفِرْ لَنَا وَارْحَمْنَا ۚ أَنْتَ مَوْلَانَا فَانْصُرْنَا عَلَى الْقَوْمِ الْكَافِرِينَ
“...Wahai Robb kami, janganlah Engkau hukum kami jika kami lupa atau kami bersalah (tidak disengaja). Wahai Robb kami, janganlah Engkau bebankan kepada kami beban yang berat sebagaimana Engkau telah membebankan kepada orang-orang sebelum kami. Wahai Robb kami, janganlah Engkau pikulkan kepada kami apa yang tidak sanggup kami pikul. Maafkanlah kami, ampunilah kami, dan limpahkanlah rohmah pada kami. Engkaulah Penolong kami, maka tolonglah kami terhadap kaum kafir.” (Al-Baqarah: 286)
Al-Furqan Media
Statemen Amirul Mu’minin, Syaikh Al-Mujahid Abu Bakar Al-Husaini Al-Qurosyi Al-Baghdadi
Alih Bahasa:
Forum Islam Al-Busyro
بسم الله الرحمن الرحيم
Segala puji bagi Allah, kami memuji, memohon pertolongan dan ampunan pada-Nya. Kami berlindung pada Allah dari kejahatan jiwa kami dan dari keburukan ‘amal perbuatan kami. Siapa yang Allah beri petunjuk maka tidak ada yang dapat menyesatkannya, dan siapa yang Dia sesatkan maka tidak ada yang dapat memberikan petunjuk padanya.
Aku bersaksi tidak ada ilah (yang berhak disembah) selain Allah, tiada sekutu bagi-Nya. Dan saya bersaksi bahwa Muhammad adalah hamba dan utusan-Nya –semoga Allah limpahkan sholawat dan salam padanya beserta keluarga dan para shohabatnya.
Adapun kemudian;
Sesungguhnya di antara sunnah dan hikmah (kebijasanaan) Allah –tabaaroka wa ta’ala- adalah bercampurnya barisan kaum mu’minin dan mujahidin dengan orang yang bukan dari golongan mereka dan dengan golongan munafiqin. Namun Allah tidak-lah membiarkan barisan muslim (terus) bercampur dengan golongan munafiq dan tukang klaim yang bersembunyi di balik tabir Islam, juga bersembunyi di belakang da’wah Iman. Maka Allah subhaanahu wa ta’ala pun mengadakan tradisi ujian dan cobaan (sunnatul fitnah wal ibtila’).
Allah ta’ala berfirman;
مَا كَانَ اللَّهُ لِيَذَرَ الْمُؤْمِنِينَ عَلَىٰ مَا أَنْتُمْ عَلَيْهِ حَتَّىٰ يَمِيزَ الْخَبِيثَ مِنَ الطَّيِّبِ ۗ...
(Allah tidaklah membiarkan kaum mu’minin dalam keadaan kalian saat ini, hingga Dia menyisihkan yang buruk (munafiq) dari yang baik (mu’min)...” (Ali ‘Imron: 179)
Allah ta’ala berfirman;
وَلَقَدْ فَتَنَّا الَّذِينَ مِنْ قَبْلِهِمْ ۖ فَلَيَعْلَمَنَّ اللَّهُ الَّذِينَ صَدَقُوا وَلَيَعْلَمَنَّ الْكَاذِبِينَ
“Sungguh telah kami uji orang-orang sebelum kalian, maka Allah pun benar-benar mengetahui orang-orang yang jujur dan orang-orang yang berdusta.” (Al-‘Ankabut: 3)
Maka barisan ini haruslah dipanasi agar keburukan / kotoran keluar darinya, harus ditekan agar bata yang lemah tersingkir dan harus dipijarkan cahaya padanya agar tersingkap para penyusup dan pihak-pihak tak dikenal.
Demikianlah, pergelutan antara Al-haq dan Al-bathil tidaklah berhenti dan tradisi bentrokan (sunnah tadaffu’) yang jika berhenti tentulah telah dirobohkan gereja-gereja, rumah-rumah ibadah dan masjid-masjid yang di dalamnya disebut nama Allah, serta bumi pun akan rusak. Maka bentrokan dan pergulatan ini terus berlanjut, sedangkan ujian, cobaan dan penyaringan terus ada, namun kesudahan yang baik (hanya) bagi orang-orang yang bertaqwa, serta kesuksesan dan keberuntungan bagi kaum mu’minin yang jujur.
Sedangkan ujian yang terus menimpa mujahid di jalan Allah tidaklah menambahnya selain semakin bersih dan jernih, tidak pula ia menghadapi berbagai kesulitan / kepayahan selain menambah tekad dan keteguhan(nya).
Maka bersabarlah wahai mujahidin di Daulah Islam di Iraq dan Syam,
Kuatkanlah kesabaran dan siap-siagalah, serta jangan bersedih terhadap penelantaran orang dekat dan bersekongkolnya musuh. Janganlah kalian ngeri terhadap serangan yang gencar terhadap Daulah ini, karena Allah ‘azza wa jalla akan menolong pasukan-Nya dan membela orang-orang yang beriman. Janganlah kalian gemetar terhadap besarnya kedustaan dan tuduhan, serta apa saja yang disepakati oleh musuh-musuh Islam dan apa saja yang mereka perundingkan untuk melawan kalian, karena Allah ‘azza wa jalla mengetahui mana orang yang merusak dan mana orang yang membuat kebaikan, Dia mengetahui mana mujahid dan mana tukang klaim, Dia mengetahui siapa yang jujur dan siapa yang berdusta, Dia mengetahui siapa yang tulus dan siapa munafiq.
Ketahuilah, bahwa ujian yang menimpa kalian di Syam, insya Allah hanyalah kebaikan yang banyak, lalu tidak akan berlangsung lama dan akan berubah menjadi karunia yang sangat besar dengan ijin Allah.
Wahai putera-putera Daulah di Syam,
Sesungguhnya Allah mengetahui kemudian kalian pun juga mengetahui bahwa Daulah mengerahkan seluruh kemampuannya untuk menghentikan serangan yang ditimpakan padanya oleh berbagai detasemen tempur.
Lalu Allah mengetahui dan kalian pun juga mengetahui bahwa kami tidak menginginkan, tidak mengusahakan dan tidak pula merencanakan terjadinya peperangan ini, karena secara nyata dan apa yang nampak oleh kami adalah yang mendapat banyak keuntungan dari peperangan tersebut adalah Nushairiyah dan Rafidhah, namun sungguh kami terpaksa untuk menjalani peperangan ini dan untuk bertahan selama beberapa hari. Kami juga berusaha menghentikan peperangan ini meskipun benci (melihat) pengkhianatan yang jelas terhadap kami dan penganiayaan yang jelas atas kami, hingga orang-orang yang tertipu itu menyangka bahwa Daulah adalah sesuap (santapan) lezat, dan (mereka menyangka) bahwa mereka mampu mengalahkannya di belakang kepalsuan dan kebathilan media informasi. Sedangkan kami tidak memiliki pilihan lain selain memasuki peperangan ini dalam keadaan terpaksa. HasbunAllah wa ni’mal wakiil, cukuplah Allah bagi kami dan (Dia) adalah sebaik-baik pelindung.
Ketika kalian telah mengetahui hal ini wahai putera-putera Daulah, tawakkal-lah pada Allah dan berlepas dirilah kalian dari daya dan kekuatan kalian menuju daya dan kekuatan Allah, dan bertaqwalah pada Allah karena kesudahan yang baik untuk kalian jika kalian taqwa pada-Nya. Janganlah kalian zholim dan jangan ingkar janji. Kami nasehatkan kalian untuk menahan diri terhadap siapa saja yang menahan dirinya dan tidak menodongkan senjatanya dihadapan kalian dari pihak yang pernah memerangi kalian dari kalangan detasemen-detasemen itu, seberapapun kejahatannya dan seberapun besar dosanya. Pebanyaklah maaf dan pengampunan agar kalian dapat menyelesaikan musuh jahat yang mengancam semua Ahlus Sunnah (yakni kaum Syi’ah).
Lalu jika kalian telah mengerahkan seluruh kemampuan kalian untuk menghentikan peperangan ini dan (telah) menyelesaikan Nushairiyah dan Rafidhah, kemudian kalian telah lemah dan telah memiliki alasan di sisi Robb kalian, maka bertaqwalah pada Allah dan mintalah pertolongan pada-Nya karena cukuplah Dia saja bagi kalian, masuklah dalam peperangan itu karena kalian berhak menyelesaikannya dengan daya dari Allah. Yakinlah bahwa ini pasti baik bagi kalian karena hal ini (telah) diatur oleh Allah untuk kalian;
...وَاللَّهُ يَعْلَمُ وَأَنْتُمْ لَا تَعْلَمُونَ
“...Sedangkan Allah mengetahui dan kalian tidak mengetahui.” (Al-Baqarah: 216)
Jauhilah dan hindarilah sifat zholim oleh kalian. Sedangkan siapa saja yang telah berbuat zholim atau aniaya terhadap seseorang, maka hendaknya dia bersegera secepat mungkin untuk mengembalikan hak dan bertaubat karena sungguh kami mengembalikan (hak) setiap kezholiman yang terlanjur kami lakukan dan kami berlepas diri pada Allah dari setiap kezholiman yang dilakukan oleh personel Daulah.
Kami perintahkan pada setiap jundiy untuk mengembalikan (hak) setiap kezholiman yang terlanjur dia lakukan dan Allah tidaklah memberikan barokah pada setiap mujahid yang terlanjur berbuat zholim namun tidak mengembalikan (hak)nya jika ia mampu atau bisa berusaha mengangkatnya.
Perbanyaklah taubat, istighfar dan ucapan “laa hawla wa laa quwwata illaa billah (tiada daya dan kekuatan kecuali dengan ijin Allah)”.
Sedangkan (berikut) ini adalah seruan yang kami tujukan pada setiap mujaahid yang berjihad di jalan Allah dari kalangan detasemen-detasemen dan jama’ah-jama’ah di bumi Syam, sebagai qoid ataupun prajurit;
(Ketahuilah) bahwa pertempuran ini adalah pertempuran seluruh ummat dan yang menjadi target adalah seluruh mujahidin. Daulah hanyalah pintu untuk kalian, jika pintu itu telah dirusak, maka setelah pintu itu adalah lebih ringan bagi musuh kita, maka janganlah sampai datang pada kalian satu hari di mana kalian (harus) menggigit jari-jari penyesalan.
Kami katakan juga pada setiap pihak yang kakinya telah bergeser hingga memerangi kami atau terlibat bersama siapa saja dari kalangan detasemen yang memerangi Daulah,
Tinjaulah kembali perhitungan kalian dan taubatlah pada Robb kalian. Sungguh kalian telah menyerang kami ketika lengah dan kalian tikam kami dengan pengkhianatan dari belakang sedangkan (ketika itu) pasukan kami berada dalam front garis depan dan ribath, kecuali sedikit.
Kemudian hari ini kalian telah melihat sebagian dari kekuatan kami dan kalian lihat perbedaan(nya) antara hari ini dan kemarin. Sungguh kemarin sebelum kalian memerangi kami, kalian dapat berpatroli dengan aman, tidur dengan tenang. Lalu (sekarang) kalian berada dalam ketakutan dan gelisah. Kalian (harus) begadang dan berjaga-jaga dalam keadaan diawasi.
Dan inilah Daulah mengulurkan tangannya agar kalian menahan diri dari (menyerang)nya, hingga ia (juga) menahan diri dari (membalas) kalian. Agar kita dapat membereskan Nushairiyah dan Rafidhah. Jika tidak, ketahuilah bahwa dalam Daulah ada orang-orang yang tidak tidur di atas kelaliman, (telah) teruji dan dikenal oleh yang dekat dan yang jauh.
Adapun kalian wahai saudara-saudara kami di Syam,
Sungguh kalian memiliki Allah,
Semuanya menjual-belikan kalian dan semuanya menggigit kalian, (mereka) berlomba-lomba untuk menaiki pundak kalian bahkan tubuh kalian. Maka cukuplah Allah bagi kalian, cukuplah Allah bagi kalian.
Nushairiyah menumpahkan darah kalian dan mengkoyak-koyak kehormatan kalian, mereka hancurkan rumah-rumah kalian dengan dalih memerangi teroris untuk menjaga kalian.
Yahudi dan Nasrani membuat konspirasi untuk Islam serta membuat tipu daya dan memerangi mujahidin sembari berpura-pura menangisi kalian, padahal mereka menjual darah kalian dan urusan kalian.
Para thoghut dari kalangan penguasa negeri-negeri kaum muslimin membeli pelayanan, memfasilitasi antek-antek (penjajah) dan mengumpulkan para pendukung dengan dalih membantu kalian.
Para pembajak, pencuri dan perampok merampas harta dan kekayaan kalian, serta menghisap darah kalian atas nama kalian sendiri dan dengan dalih menolong, membela dan menjaga kalian.
Kalian memiliki Allah wahai saudara-saudara kami di Syam…
Alangkah beruntungnya kalian jika kalian bersabar, sungguh Allah sang pelindung telah menjamin kalian.
Adapun kami, hanya dapat menyampaikan pada kalian,
Darah dibalas dengan darah, penghancuran dibalas dengan penghancuran. Kami hanyalah berperang di jalan Allah dan mencari ridha Allah. Dalam hal ini kami tidak takut pada celaan para pencela, dalam hal ini kami tidak takut pada celaan para pencela. Kami telah bangkit untuk menolong kalian semenjak ujian kalian semakin mengeras dan kami tidaklah menyimpan kerja keras untuk itu, dan kami tidaklah menyimpan insya Allah. Kami senantiasa melakukan apa yang kami mampu insya Allah.
Maka janganlah kalian terpengaruh oleh media penipu dan insya Allah kalian tidak akan mendapati kami kecuali sebagai orang yang paling menyayangi kalian dan sebagai orang yang paling keras terhadap musuh-musuh kalian. Inilah hakekat kami.
Cukuplah bagi kami bahwa Allah mengetahuinya. Cukuplah bagi kami Allah mengetahui bahwa kami berusaha dengan segala kejujuran dan ikhlash untuk menjaga kaum muslimin, membela kehormatan mereka dan menjaga darah mereka, lalu kami dituduh di waktu malam dan di waktu dhuha-nya bahwa kami mengkafirkan saudara-saudara kami di Syam padahal kami berlindung pada Allah dari yang demikian, dan kami (dituduh) menghalalkan darah mereka padahal demi Allah tidaklah demikian.
Cukuplah bagi kami bahwa Allah mengetahui bahwa kami tidaklah memasuki sebuah desa, wilayah ataupun jalan kecuali kaum muslimin di tempat itu mendapat keamanan terhadap harta, jiwa dan kehormatan mereka, sedangkan para pencuri, perampok dan penjahat di tempat itu melarikan diri (hingga) kami pun mendapat tuduhan bahwa kami menakut-nakuti kaum muslimin dan menghalalkan kehormatan mereka.
Cukuplah bagi kami bahwa Allah mengetahui bahwa kami berbicara pada setiap orang dan kami buka tangan kami pada setiap jama’ah, kemudian kami dituduh bahwa kami hanya memandang diri kami, tidak mengakui (adanya) mujahid selain kami dan kami (dituduh) merugikan pekerjaan orang-orang (selain kami) padahal tidaklah seperti itu.
Cukuplah bagi kami bahwa Allah mengetahui bahwa kami tidak mengklaim suci (tak pernah salah) meskipun sehari atau sengaja berbuat salah atau terus-terusan (tidak mau berhenti) berbuat salah sebagaimana yang dituduhkan pada kami.
Cukuplah bagi kami bahwa Allah mengetahui bahwa kami tidaklah meninggalkan keluarga dan negeri kami dengan membawa nyawa kami (untuk) kami korbankan dengan murah di jalan Allah kecuali untuk menerapkan syari’ah Allah, lalu di waktu malam dan di waktu dhuha-nya kami dipersepsikan sebagai thoghut yang tidak berhukum pada syari’ah Allah, padahal kami berlindung pada Allah (dari yang demikian).
Cukuplah bagi kami bahwa Allah mengetahui bahwa kami termasuk orang yang paling keras terhadap Rafidhah dan Nushairiyah, sedangkan mereka sendiri mengetahui akan hal itu.
Cukuplah bagi kami bahwa Allah mengetahui bahwa hal itu adalah malam pengkhianatan terhadap kami dan kami ditikam di punggung kami, padahal kami memiliki pasukan di wilayah Al-Khair yang dipimpin oleh asy-Syaykh ‘Umar asy-Syisyaniy yang bertekad untuk tidak kembali hingga dapat membebaskan seluruh wilayah tersebut sedangkan beliau telah meletakkan rancangan untuk itu dan telah menjalankan rancangan tersebut. Kami juga memiliki kekuatan di Halab (Aleppo) yang menghadapi Front Barat dalam rencana untuk membebaskan seluruh Halab (Aleppo). Ada pula kekuatan lain yang aktif menyergap bandara Kuwairis dari Front Timur. Ada pula kekuatan lain yang siap menyergap barak Hananu. Ada pula detasemen yang disiapkan untuk menggempur Nushairiyah dengan sinkron di dalam wilayah-wilayah yang jatuh dalam kontrol mereka.
Dan Allah mengetahui bahwa kekuatan yang disiapkan di wilayah Idlib hanyalah menunggu keringnya bumi untuk menyergap sebelas tempat razia milik Nushairiyah dan guna membebaskan lembah adh-Dho’if dalam satu hari (saja). Sedangkan kekuatan yang berada di wilayah Hama tengah bersiap-siaga untuk menimpakan serangan terhadap Nushairiyah.
Cukuplah bagi kami bahwa Allah mengetahui semua, kemudian tentara-tentara kami pun mengetahui juga. Namun itu semua terhenti pada malam pengkhianatan terhadap kami, kemudian kami pun dituduh sebagai antek-antek Nushairiyah dan Rafidhah.
Maka cukuplah Allah bagi kami dan Dia sebaik-baik pelindung.
Cukuplah Allah bagi kami dan Dia sebaik-baik pelindung.
Maha suci Allah, tidak ada suatu apapun di bumi dan di langit yang tersembunyi bagi-Nya.
Rosululloh Shallallahu ‘alayhi wa sallam bersabda;
“Akan datang pada manusia tahun-tahun penipuan, di mana pendusta dibenarkan (ucapannya) dan orang jujur dianggap dusta (perkataannya), pengkhianat dipercaya dan orang yang amanah dianggap berkhianat.” (Diriwayatkan oleh Ahmad, Ibnu Majah dan Al-Hakim)
Adapun untuk Ahlus Sunnah di Iraq maka kami katakan,
Wahai saudara-saudara kami, inilah kalian telah melihat Rafidhah dengan sikap aslinya. Sungguh akhirnya kalian telah mengangkat senjata di hadapan mereka, dan ini adalah kesempatan bagi kalian, janganlah kalian menyia-nyiakannya. Jika tidak, setelah itu tidak akan ada lagi kalimat. Kemudian sungguh peperangan kalian melawan Rafidhah ini adalah perang ideology dan hal itu telah diteriakkan oleh Nuri si Shafawiy yang pendengki, juga sebagaimana yang dia teriakkan dengan sangat lancang seraya berkata bahwa peperangannya melawan mujahidin adalah perang suci dan peperangannya melawan Ahlus Sunnah adalah perang antara kufur dan iman. Benarlah (ucapannya) meskipun dia seorang pendusta.
Maka merapatlah kalian di sekitar putera-putera kalian yang berjihad dan umumkanlah hal itu dengan ikhlash (mengharap ridha) Allah. Sungguh hari ini kalian telah menjadi tameng bagi Ahlus Sunnah dalam melawan Rafidhah, maka jangan sampai mereka diserang dari arah kalian.
Wahai putera-putera Daulah di Iraq,
Wahai orang-orang yang telah dibersihkan dengan berbagai ujian serta dipilih dan dikilapkan dengan berbagai kondisi yang sangat sulit; alangkah mulianya kalian yang lebih teguh dari gunung. Janganlah kalian bergeser oleh berbagai syubuhat dan janganlah kalian terpengaruh oleh berbagai tuduhan. Jadilah yang terdepan dalam perang melawan Shafawiy, tetaplah kalian dalam barisan depan, berdirilah kalian di depan serangan Rafidhah ini dan bergeraklah menuju Baghdad dan Al-Janub untuk membakar orang-orang Rafidhah di pusat negeri mereka. Janganlah kalian menyerahkan keluarga dan rakyat kalian, ketahuilah bahwa Ahlus Sunnah di setiap tempat melihat kalian, dan saudara-saudara kalian di Syam menantikan kalian. BaarokaAllah fiikum, semoga Allah melimpahkan barokah atas kalian.
Terakhir, Pesan ini kami tujukan pada Amerika,
Ketahuilah wahai penjaga salib; bahwa proxy war / perang perwakilan tidaklah berguna bagi kalian di Syam, sebagaimana itu juga tidak berguna bagi kalian di Iraq. Dalam waktu dekat kalian akan berhadapan langsung, meskipun (kalian) membenci (hal ini) dengan ijin Allah. Dan sungguh putera-putera Islam telah mempersiapkan diri mereka untuk hari ini.
...فَتَرَبَّصُوا إِنَّا مَعَكُمْ مُتَرَبِّصُونَ
“...Maka tungguhlah sungguh kami (turut) menunggu bersama kalian.” (at-Taubah: 52)
...رَبَّنَا لَا تُؤَاخِذْنَا إِنْ نَسِينَا أَوْ أَخْطَأْنَا ۚ رَبَّنَا وَلَا تَحْمِلْ عَلَيْنَا إِصْرًا كَمَا حَمَلْتَهُ عَلَى الَّذِينَ مِنْ قَبْلِنَا ۚ رَبَّنَا وَلَا تُحَمِّلْنَا مَا لَا طَاقَةَ لَنَا بِهِ ۖ وَاعْفُ عَنَّا وَاغْفِرْ لَنَا وَارْحَمْنَا ۚ أَنْتَ مَوْلَانَا فَانْصُرْنَا عَلَى الْقَوْمِ الْكَافِرِينَ
“...Wahai Robb kami, janganlah Engkau hukum kami jika kami lupa atau kami bersalah (tidak disengaja). Wahai Robb kami, janganlah Engkau bebankan kepada kami beban yang berat sebagaimana Engkau telah membebankan kepada orang-orang sebelum kami. Wahai Robb kami, janganlah Engkau pikulkan kepada kami apa yang tidak sanggup kami pikul. Maafkanlah kami, ampunilah kami, dan limpahkanlah rohmah pada kami. Engkaulah Penolong kami, maka tolonglah kami terhadap kaum kafir.” (Al-Baqarah: 286)
Al-Furqan Media
Tidak ada komentar:
Posting Komentar