Minggu, 05 Februari 2017

MAAF YA WAHAI AMIR AL-QA’IDAH

MAAF YA WAHAI AMIR AL-QA’IDAH
Statemen Juru Bicara Resmi Daulah Islamiyah Di Iraq dan Syam, Syaikh Al-Mujahid Abu Muhammad Al ‘Adnaniy Asy Syamiy

Alih Bahasa:
Abu Sulaiman Al Arkhabiliy

بسم الله الرحمن الرحيم

Segala puji hanya bagi Allah Yang Maha Kuat lagi Maha Perkasa. Shalawat dan salam semoga dilimpahkan kepada Nabi yang diutus dengan pedang sebagai rahmat bagi sekalian alam. Amma Ba’du:

Allah Tabaraka wa Ta’ala berfirman:

وَقِفُوهُمْ إِنَّهُم مَّسْئُولُونَ

“Dan tahanlah mereka, karena sesungguhnya mereka akan ditanya.” (Ash Shaaffaat: 24)

Dan Allah Tabaraka wa Ta’ala berfirman:

سَتُكْتَبُ شَهَادَتُهُمْ وَيُسْأَلُونَ

“Kelak akan dituliskan persaksian mereka dan mereka akan dimintai pertanggungjawaban.” (Az Zukhruf: 19)

Dari Ubadah Ibnu Ash Shamit radhiyallahu tabaraka wa ta’ala ‘anhu berkata:

بَايَعْنَا رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ عَلَى السَّمْعِ وَالطَّاعَةِ فِي الْعُسْرِ وَالْيُسْرِ وَالْمَنْشَطِ وَالْمَكْرَهِ وَالْأَثَرَةِ عَلَيْنَا وَأَنْ لَا نُنَازِعَ الْأَمْرَ أَهْلَهُ وَأَنْ نَقُولَ الْحَقَّ حَيْثُمَا كُنَّا لَا نَخَافُ فِي اللَّهِ لَوْمَةَ لَائِمٍ

“Kami telah membai’at Rasulullah shallallahu ‘alaihi wassalam untuk assam’u wath tha’ah (mendengar dan taat) di dalam kondisi susah dan mudah, kondisi giat dan malas, dan di atas pengedepanan (hak) atas diri kami, dan agar kami tidak merampas kekuasaan dari pemiliknya, serta agar kami mengatakan Al Haq di mana saja kami berada seraya kami tidak takut di (jalan) Allah celaan orang yang suka mencela.”

Wahai para mujahidin, wahai manusia:

Simaklah dengan serius, karena sesungguhnya pembicaraanku memiliki apa yang akan terjadi sesudahnya..

Simaklah dengan serius, saya akan menukilkan kepada kalian sebagian dari ucapan para syaikh kami, para panglima kami dan umara kami Para Pimpinan Al-Qa’idah, Qa’idah Al Jihad.

Asy-Syaikh Al Imam Al Mujaddid Usamah Ibnu Ladin rahimahullah berkata di dalam Al Khithab ke-22, yaitu surat kepada penduduk Iraq secara khusus dan kepada kaum muslimin secara umum, beliau mengatakan di dalamnya:

“Seandainya manusia komitmen dengan seluruh hukum Islam kecuali pengharaman riba umpamanya, dan mereka membolehkan bank-bank riba, maka sesungguhnya UUD negara ini adalah dianggap sebagai UUD yang kafir, dikarenakan sesungguhnya tindakan ini mengandung keyakinan mereka terhadap ketidaksempurnaan syari’at dan ketidaksempurnaan Dzat Yang menurunkannya Subhanahu wa Ta’ala. Sedangkan tidak samar lagi bahwa ini adalah kufur akbar yang mengeluarkan dari Millah, apalagi sesungguhnya pemilu-pemilu ini berlangsung atas perintah Amerika di bawah pengawasan pesawat-pesawatnya dan mortar-mortar tank-tanknya. Dan atas dasar ini: Maka sesungguhnya SETIAP orang yang ikut serta di dalam pemilu-pemilu ini -yang telah disebutkan bentuk keadaannya- atas dasar pengetahuan dan ridha, maka dia itu kafir kepada Allah Ta’ala, wa laa haula wa laa quwwata illaa billaah. Dan harus waspada terhadap para dajjal yang berbicara atas nama partai-partai dan jama’ah-jama’ah islamiyah, dan mereka menganjurkan manusia untuk ikut serta di dalam kemurtaddan yang nyata ini. Dan seandainya mereka itu benar jujur, tentulah semangat mereka siang malam itu adalah pemurnian dien (ketundukan) hanya kepada Allah Ta’ala, berlepas diri dari pemerintahan murtad, dan pengobaran semangat manusia untuk menjihadi Amerika dan sekutu-sekutunya. Kemudian bila mereka itu tidak mampu, maka hendaklah mereka itu mengingkari dengan hati mereka dan menjauhi keikutsertaan di dalam program-program kaum murtaddin atau (menjauhi) duduk-duduk di majelis-majelis kemurtaddan. Dan semua yang telah kami sebutkan tentang Iraq itu adalah berlaku pula secara sama terhadap kondisi di Palestina, di mana negeri itu berada di bawah penjajahan, sedangkan UUD negara adalah undang-undang buatan jahiliyah yang mana Islam berlepas diri darinya, dan Mahmud Abbas sang calon itu adalah penganut sekte Baha-iyah yang merupakan antek lagi kafir.” Selesai ucapan beliau rahimahullah.


Syaikh Abu Yahya Al Libiy rahimahullah berkata seraya mengkhithabi para ulama suu:

“Maka mashalahat macam apa yang membuat lisan-lisan kalian ini kelu dari mengucapkan kalimat haq, dan kalian masih senantiasa mengklaim pemeliharaan mashlahat itu, sedangkan Thaghut Negeri Al Haramain mengiring manusia kepada kekafiran dan kemurtaddan yang nyata dengan cepatnya?!”

Dan berkata di dalam khuthbah ‘Iedul Adlha:

“Mesti meninggalkan orang-orang kafir, mesti melakukan pemutusan segala hubungan dengan mereka, mesti berlepas diri dari mereka, mereka mesti mengetahui bahwa kita ini berada di atas suatu jalan sedangkan mereka di jalan lain, kita di satu sisi dan sedangkan mereka di sisi yang lain, kita di atas suatu jalur dan sedangkan mereka di jalur yang lain. Adapun pembauran, pencampuran dan mempermainkan hukum-hukum syari’at dan lafadh-lafadh-nya, maka ini akan menghantarkan kepada kesesatan yang besar dan kerusakan yang luas.”

Dan berkata:

“Pilihan bisa jadi Ahlul Iman mengalahkan Ahlul Kufri, menundukkannya dan memasukkannya ke dalam dienullah ‘Azza wa Jalla atau mereka membayar jizyah secara langsung dalam kondisi hina, atau Ahlul Kufri mengalahkan Ahlul Iman, atau Ahlul Iman hijrah dan keluar dari negeri-negeri kafir, dan itulah hijrah.” Selesai ucapannya.

Semoga Allah merahmatimu wahai syaikh, itulah hijrah, dan inilah dien yang lurus.

Sulaiman Abu Ghaits berkata di dalam suatu khutbah yang berjudul “Al Murtaddun Fil Kuwait”:

“Saya katakan kepada orang ini: Wahai murtad, bila kamu anti pengislaman negara, dan anti pengislaman sistem pemerintahan di negeri ini, maka aku adalah anti sistem pemerintahan seluruhnya di negeri ini, dan bahwa UUD di negeri ini yang kamu berpegang erat kepadanya adalah berada di bawah sandal dan sepatuku, tidak bahkan -demi Allah-, aku ini tidak mau sepatuku menginjaknya sehingga terkena najis, namun aku melemparkannya ke tong sampah. Dan ketahuilah bahwa UUD Kuwait itu kafir, kafir, kafir, dan orang yang memutuskan dengan berdasarkan UUD ini adalah kafir juga. Demi Allah aku tidak akan menarik diri dari pernyataan ini, demi Allah aku tidak akan menarik diri, orang yang memutuskan dengan berlandaskan UUD ini adalah kafir.” Selesai ucapannya.

Syaikh Abu Mush’ab Az Zarqawiy rahimahullah berkata tentang Demokrasi dan penganutnya:

“Maka karena faktor-faktor ini dan yang lainnya; kami telah mengumumkan perang total terhadap sistem yang busuk ini, dan kami telah menjelaskan status hukum para penganut aqidah yang bathil dan jalan yang rugi ini. Di mana SETIAP orang yang berusaha dalam penegakan sistem ini dengan bentuk bantuan dan dukungan, maka dia itu telah tawalliy kepada sistem ini dan para penganutnya, dan statusnya adalah sama dengan status orang-orang yang mengajak kepadanya dan yang mendukungnya. Sedangkan orang-orang yang DICALONKAN untuk dipilih maka mereka itu adalah PARA PENGAKU rububiyah dan uluhiyah, dan orang-orang yang memilih mereka itu adalah telah menjadikan mereka sebagai Arbab dan Syuraka (sekutu-sekutu) selain Allah, dan status mereka di dalam agama Allah ini adalah kafir dan keluar dari Islam. Ya Allah, apakah saya telah menyampaikan... Ya Allah persaksikanlah.” Selesai ucapannya rahimahullah.

Inilah Qa’idatul Jihad yang selama ini kami kenal, dan inilah manhajnya. Dan siapa yang menggantinya maka kami akan menggantikannya juga.

Inilah Al-Qa’idah yang selama ini kami cintai, inilah Al-Qa’idah yang kami berikan loyalitas kepadanya, inilah Al-Qa’idah yang kami bela-bela.

Inilah Al-Qa’idah, inilah Al-Qa’idah yang menakutkan umat-umat kafir dan menggoncangkan singgasana para thaghut.

Inilah Al-Qa’idah yang mengalir di dalam darah-darah kami dan yang menenangkan kerinduan hati-hati kami, sehingga kami membelanya, menolongnya, memuliakannya, menghormatinya dan mengagungkannya, serta jiwa-jiwa kami tidak mau tunduk kepada selain qiyadahnya.

Para panglimanya adalah simbol, kami tidak merelakan adanya keraguan menghantui jiwa salah seorang di antara kami terus mencela salah seorang dari simbol-simbolnya itu, atau mencerca dengan suatu pernyataan terhadap salah seorang panglimanya atau merendahkannya.

Ya… Kenapa? Dikarenakan mereka itu adalah orang-orang yang lebih dahulu dalam jalan ini, karena mereka itu pemilik keutamaan, dikarenakan mereka itu para pemilik pengorbanan, dikarenakan mereka itu simbol-simbol umat dan imam-imamnya di zaman ini, yang melakukan pembaharuan.

INILAH HUBUNGAN KAMI DENGAN AL-QA’IDAH, QA’IDATUL JIHAD.

Oleh karena ini Daulah lewat Abu Hamzah Al Muhajir telah mengirim surat kepada qiyadah Al-Qa’idah yang mengukuhkan di dalamnya loyalitas Daulah kepada simbol-simbol umat yang tercermin pada Al-Qa’idah, dan mengabarkan kepada mereka bahwa kalimat (kebijakan) untuk memimpin jihad di dunia adalah di tangan anda sekalian, walaupun Tandhim anda telah dibubarkan di bumi Daulah, kebijakan tetap di tangan anda demi menjaga persatuan kalimat mujahidin serta kerapatan barisan-barisan mereka.

Dan karena apa yang telah kami sebutkan semuanya, umara Daulah Islamiyah itu masih selalu mengkhithabi Qa’idah Al Jihad atas dasar khithab bala tentara kepada umara, khithab murid kepada gurunya dan siswa kepada syaikhnya, khithab anak kecil kepada orang yang lebih besar.

Dan Daulah Islamiyah selama itu selalu komitmen dengan nasehat-nasehat dan arahan-arahan para syaikh jihad dan simbol-simbolnya, OLEH sebab itu Daulah tidak menghantam Rafidhah di Iran sejak Daulah itu berdiri, dan ia membiarkan Rafidhah aman sentosa di Iran, dan Daulah mengekang kendali bala tentaranya yang bergejolak marah, padahal Daulah itu mampu saat itu untuk merubah Iran menjadi kolam-kolam darah, dan Daulah menahan kegeramannnya selama bertahun-tahun ini seraya memikul berbagai tuduhan sebagai antek Iran yang padahal ia adalah musuhnya yang paling utama dengan sebab Daulah tidak menyerang Iran lagi membiarkan kaum Rafidhah bersenang-senang dengan rasa aman di dalamnya, sebagai perealisasian perintah Al-Qa’idah demi menjaga kepentingan-kepentingan Al-Qa’idah dan jalur-jalur logistiknya di Iran.

Ya, Daulah telah mengekang kendali bala tentaranya dan menahan kegeramanannya selama bertahun-tahun demi menjaga persatuan kalimat mujahidin dan kerapatan barisan mereka.

HENDAKLAH SEJARAH mencatat bahwa Iran itu memiliki hutang budi kepada Al-Qa’idah.

Ya, dengan sebab Al-Qa’idah juga Daulah tidak melakukan operasi di negeri Al Haramain, ia membiarkan Alu Salul bersenang-senang dengan rasa aman, mereka semena-mena terhadap ulama-ulama umat di sana dan terhadap para pemuda tauhid yang memenuhi penjara.

Dengan sebab Al-Qa’idah, Daulah tidak masuk campur tangan di Mesir atau di Libya atau Tunisia, dan Daulah terus menahan kegeramannya dan mengekang kendali bala tentaranya selama tahun-tahun itu, sedangkan kesedihan memenuhi pilar-pilar Daulah dan bumi-buminya dikarenakan banyaknya permohonan pertolongan orang-orang yang meminta tolong kepada Daulah, dan kaum sekuler mengangkat para thaghut baru yang lebih kafir dari yang sebelumnya di Tunisia, Libya dan Mesir, sedangkan Daulah tidak bisa mengusik kondisi yang diam demi persatuan kalimat di sekitar kalimat tauhid, karena tidak menyelisihi simbol-simbol dan pimpinan-pimpinan jihad yang tercermin pada Al-Qa’idah yang telah memimpin jihad global dan memiliki tanggung jawab operasi di negeri-negeri itu.

Maaf Ya wahai Amir Al-Qa’idah..
Maaf Ya wahai Doktor..

Sungguh kami telah membai’at Allah untuk mengatakan Al Haq di mana saja kami berada seraya kami tidak takut di jalan Allah celaan orang yang mencela.

Sesungguhnya anda di dalam kesaksianmu yang terakhir telah membuat talbis (pengkaburan) di hadapan manusia, dan anda telah membuat mereka menduga-duga suatu hal yang anda telah menyusahkan dirimu sendiri untuk membuktikannya dan anda tidak bisa membuktikannya dan tidak akan bisa membuktikannya, karena anda terlalu memaksakan diri di dalam memunculkan potongan-potongan dari isi surat-surat rahasia ke hadapan media dalam rangka menyematkan kepada kami kejahatan yang padahal dirimu sendirilah yang melakukannya dan menjadi biangnya, dan andalah orang akan diminta pertanggungjawaban tentangnya dan yang memikul dosanya.

Anda telah bersusah payah untuk melakukan talbis di hadapan manusia dan membuat mereka menduga suatu hal yang dengannya anda meletakkan kami pada posisi sebagai orang-orang yang melanggar (bai’at) yang melakukan pembatalan sepihak lagi berkhianat juga memecah belah barisan mujahidin. Orang semisal saya sebagai prajurit kecil sebenarnya tidak pantas membantah terhadap orang semacam-mu, terhadap Amir Al-Qa’idah, akan tetapi pemilik hak itu memilik hak untuk berbicara, dan sesungguhnya kami -sedangkan Allah yang mengetahui- begitu merasakan kepedihan hati kami dan kepahitan yang menyelimutinya sedangkan kami melakukan bantahan terhadap dirimu.

Maaf Ya wahai Amir Al-Qa’idah..

SIKAP kami merendahkan diri kepada anda sekalian secara suka rela, di mana kami komitmen dengan jama’ah dan kami sangat menjaga persatuan kalimat kaum muslimin dan kerapatan barisan mujahidin walaupun dengan mengorbankan hak-hak dan sebagian keinginan-keinginan kami ADALAH suatu hal, SEDANGKAN sikap anda setelah itu yang memaksakan kami dengan bai’at dan afiliasi kepada anda sekalian sehingga dengan itu anda menimpakan kepada kami dosa pemecahan barisan mujahidin dan penumpahan darah mereka yang padahal anda sendirilah penyebabnya dengan sikap anda menerima bai’at dari (Jaulaniy, pent) yang berkhianat lagi menikam dan melanggar janji itu ADALAH hal lain pula.

Maaf Ya wahai Amir Al-Qa’idah..

Daulah itu BUKAN cabang yang berafiliasi ke Al-Qa’idah, dan tidak pernah satu haripun seperti itu, bahkan seandainya Allah mentaqdirkan bagi anda sekalian untuk menginjakkan kaki di bumi Daulah Islamiyah maka tidak ada jalan bagi anda sekalian kecuali anda sekalian MEMBAI’AT-nya dan menjadi prajurit-prajurit bagi Amir-nya Al Qurasyiy Cucu Al Husain, sebagaimana anda sekalian sekarang adalah prajurit-prajurit di bawah kekuasaan Mullah Umar, karena tidak sah bagi imarah atau daulah apapun untuk membai’at tandhim.

Maaf Ya wahai Amir Al-Qa’idah..
Maaf Ya wahai Doktor..

Sesungguhnya semua yang anda sebutkan di dalam kesaksian kami sungguh di dalamnya sama sekali tidak ada suatupun yang membuktikan apa yang anda susahkan diri anda untuk membuktikannya dan anda telah tidak mampu dari membuktikannya, dan seandainya ada tentu anda sudah membalas orang yang anda sebut sebagai Al Muhajir Ash Shabir dengan satu patah kata saja, dan tentu anda menjauhi dari mendatangkan media dengan suatu yang padahal dirimu melarang darinya, oh sungguh aneh dan aneh..

Padahal di sisi kami banyak pembuktian-pembuktian yang kebalikan dari itu yang berasal dari mulut-mulut para pimpinan Daulah dan Al-Qa’idah, dan anda di antaranya, di mana dari mulutmu sendiri dunia telah mendengar bahwa Tandhim (Al-Qa’idah) telah dibubarkan di Iraq dan ia telah membai’at Daulah serta melebur di dalamnya.

Sesungguhnya semua yang telah anda sebutkan berupa kesaksian-kesaksianmu itu adalah benar, bahkan saya menambahkan buat dirimu bahwa kami dulu sampai waktu sebelum ini yang tidak jauh selalu menjawab setiap orang yang bertanya kepada kami tentang hubungan Daulah dengan Al-Qa’idah dengan jawaban bahwa hubungannya adalah hubungan prajurit dengan amir-nya, AKAN tetapi wahai doktor sesungguhnya sifat keprajuritan ini adalah dalam rangka menjadikan kalimat (kebijakan) jihad global satu, dan ia itu tidak berlaku di dalam wilayah Daulah sebagaimana ia tidak mengikat Daulah, akan tetapi ia adalah sikap tanazul (pengorbanan hak), tawadlu’, penghormatan dan pemuliaan kepada anda sekalian dari kami. Dan kami memiliki kejadian-kejadian, tragedi-tragedi serta kesaksian-kesaksian serupa dengan kesaksianmu yang berlipat-lipat banyaknya yang membuktikan model hubungan ini, dan bahwa ia itu tidak berlaku di dalam Daulah.

Sebagai contoh: Sikap kami yang tidak mengindahkan permintaanmu yang berulang-ulang agar menahan diri dari mentargetkan awam Rafidhah di Iraq dengan status hukum mereka (menurutmu) adalah orang-orang muslim yang diudzur dengan sebab kebodohan mereka, dan seandainya kami ini telah memiliki bai’at kepadamu tentu kami telah melaksanakan perintahmu walaupun kami ini menyelisihimu di dalam sikap menghukumi mereka dan keyakinan perihal mereka, begitulah kami telah belajar di dalam assam’u wath tha’ah. Dan seandainya anda ini Amir Daulah tentu anda mengharuskan permintaanmu itu untuk dilaksanakan dan tentu anda ini sudah memecat orang yang menyelisihi perintahmu, padahal kami ini melaksanakan permintaan anda untuk tidak menyerang Rafidhah di luar wilayah Daulah di Iran dan yang lainnya.

Dan contoh lain: Sesungguhnya anda -dan orang sebelummu- tidak pernah bertanya kepada kami berapa jumlah bala tentara kalian? Apa persenjataan kalian? Dari mana pendanaan kalian? Dari mana kalian mempersenjatai diri? Siapa saja menteri-menteri kalian, gubernur-gubernur kalian, qadli-qadli kalian dan ulama-ulama kalian? Apa saja kesulitan-kesulitan kalian? Apa saja penderitaan-penderitaan kalian? Katakan kepada saya dengan Nama Rab-mu: Apa yang telah anda berikan kepada Daulah bila memang anda ini amir-nya? Dengan apa anda suplai logistiknya? Tentang apa saja anda evaluasi kondisinya? Apa saja yang anda perintahkan kepadanya dan apa saja yang anda larang ia dari melakukannya? Siapa yang anda pecat dan siapa saja yang anda angkat di dalamnya? Semua ini tidak pernah terjadi selamanya. Maka Allah-lah bagi dirimu wahai Daulah yang dizhalimi!

Dan contoh lain: sesungguhnya anda dan orang sebelummu tidak pernah mengkhithabi kami sekalipun dengan khithab amir bagi prajuritnya atau dengan bentuk perintah, anda dan orang sebelummu tidak pernah mengkhithabi kami dengan bentuk perintah kecuali setelah ANDA meledakkan bencana di Syam dan mengagetkan umat dengan penerimaanmu pada bai’at Al Kha-in Al Ghadir (Al Jaulaniy pengkhianat lagi penikam).

Sungguh hari ini anda telah menempatkan dirimu sendiri di hadapan dua pilihan yang tidak bisa lari darinya:

Yaitu anda terus menerus di atas kesalahanmu, angkuh dan bersikukuh di atasnya, serta terus pula penyempalan dan peperangan di antara mujahidin di dunia ini.

Atau anda mengakui ketergelinciran dan kesalahanmu, terus memperbaiki dan melakukan pembenahan.

Inilah kami mengulurkan kembali kepadamu tangan-tangan kami supaya anda menjadi pengganti terbaik bagi pendahulu terbaik, di mana Syaikh Usamah telah menyatukan mujahidin di atas satu kata, namun anda malah mencerai-beraikannya, memecah-belahnya dan memotongnya berkeping-keping.

KAMI ulurkan kembali kepadamu tangan-tangan kami dan kami mengajakmu:

PERTAMA: Untuk rujuk dari kesalahanmu yang mematikan dan mengembalikan bai’at Si pengkhianat penikam lagi pelanggar janji, sehingga dengan itu anda membuat geram orang-orang kafir, membahagiakan kaum mu’minin serta menghentikan pertumpahan darah mujahidin. Karena anda lah orang yang telah membuat sedih kaum mu’minin dan membuat musuh mencibirkan para mujahidin, karena anda telah mendukung pengkhianatan orang yang berkhianat dan membelanya, sehingga anda telah membakar banyak jiwa dan membuat luka banyak hati, anda lah orang yang telah menyalakan api fitnah dan mengobarkannya, dan anda lah orang yang bisa memadamkannya bila anda mau in syaa Allah.

MAKA RUJUKLAH dirimu dan bersikaplah karena Allah dengan sikap yang dengannya anda membenahi apa yang telah anda rusak.

DAN untuk kedua kalinya: KAMI MENGAJAKMU untuk MEMPERBAIKI MANHAJ-mu, dengan terang-terangan mengkafirkan Rafidhah yang musyrik lagi najis itu, dan terang-terangan menvonis MURTAD militer Mesir, Pakistan, Afghanistan, Tunisia, Libya, Yaman dan yang lainnya dari kalangan bala tentara para thaghut dan Anshar mereka, serta mengganti penyematan kepada mereka dengan sematan Muta-Amrikin (antek Amerika) dan sematan-sematan lainnya DENGAN sematan-sematan yang telah disematkan oleh Rabbul ‘Alamin; seperti Thawaghit, kuffar dan murtaddin, dan agar tidak mempermainkan hukum-hukum dan kata-kata syar’iy, seperti ucapanmu: Al Hukmu Al Fasid (pemerintahan yang rusak), UUD yang bathil dan ‘Askar Muta-Amrikin (militer antek Amerika).

Cukuplah, supaya tidak menghantarkan kepada kesesatan yang besar dan kerusakan yang lebar, sebagaimana yang telah diwasiatkan dan dihati-hatikan oleh umara kami Az-Zarqawiy dan Al-Libiy umara Al-Qa’idah rahimahumullah, dan hendaklah anda mengajak kaum muslimin untuk menjihadi dan memerangi mereka seluruhnya dengan ajakan yang jelas dengan meninggalkan kata-kata dan istilah-istilah asing di kalangan mujahidin, seperti muqawamah sya’biyah, intifadlah jamahiriyah, harakah da’awiyah, sya’bu, jamahir, kifah, nidlal dan lainnya, dan menggantinya dengan kata-kata jihad yang syar’iy lagi jelas dan ajakan yang jelas untuk memikul senjata serta mencampakkan jalan damai terutama di Mesir untuk memerangi militer murtad, militer As Sisi Fir’aun baru Mesir, dan juga mengajak untuk terang-terangan berlepas diri dari Mursi dan partainya dan terang-terangan memvonisnya murtad, dan cukuplah anda selama ini telah membuat talbis di hadapan kaum muslimin.

Ya, Mursi si murtad lagi thaghut yang dirinya langsung terjun memimpin militernya ke Sinai, bukan untuk memerangi Yahudi, namun untuk memerangi mujahidin muwahhidin di sana, di mana dengan pesawat-pesawatnya dan tank-tanknya dia menghancurkan rumah-rumah mereka dan rumah-rumah kaum muslimin. Ya si thaghut itu yang karena saking dengkinya kepada mujahidin muwahhidin dia menunjuk hakim nasrani salibis untuk memvonis para mujahidin yang ditawan, dan tentunya datanglah vonis mati dan kemudian ditanda tangani oleh si thaghut murtad itu untuk melampiaskan kedengkiannya terhadap mereka, maka kenapa anda tidak mengingkarinya dan tidak mengajak untuk meng-qishash darinya?! Bahkan justeru anda malah menggambarkan si thaghut ini seolah dia orang yang didhalimi dan anda lemah lembut kepadanya dan bahkan mendoakan kebaikan untuknya! Ataukah anda ini ridha dengan perbuatannya dan UUD-nya yang dengannya dia memerintah serta penumpahannya terhadap darah mujahidin muwahhidin yang ribath di Sinai? Sedang kami tidak mengiramu seperti itu.

Maka jelaskanlah, sungguh anda telah kerugian modal dan tidak mendapatkan keuntungan juga!

Maka marilah, tawakkallah kepada Allah dan ambillah keputusan, dan jangan anda sia-siakan warisan Usamah, sungguh kami tidak mengajakmu kecuali kepada hal-hal yang syar’iy, bahkan hal yang wajib atas dirimu.

Marilah supaya anda menjadi Hakim (orang bijak), ambillah keputusan yang dengannya Allah mengangkat kedudukanmu di dunia dan di akhirat dengan izin Allah dan taufiq-Nya, dan dengannya anda menghadang musuh-musuh Islam dan memadamkan api fitnah yang mana anda adalah penyebabnya, ya anda adalah penyebabnya karena anda telah menjadikan dirimu dan Al-Qa’idah-mu sebagai bahan tertawaan dan mainan di tangan bocah ingusan yang berkhianat lagi melanggar bai’at yang belum pernah anda melihatnya, dan anda membiarkannya mempermainkan anda layaknya anak kecil yang mempermainkan bola, sehingga anda telah melenyapkan wibawa anda dan menyia-nyiakan sejarahmu dan kejayaanmu, maka segeralah dan hati-hati lah dari su-ul khatimah.

Maaf Ya wahai Amir Al-Qa’idah..

Inilah apa yang dikatakan tentang dirimu, inilah apa yang diperbincangkan oleh para mujahidin dari kalangan muhajirin dan anshar, maka segera lah karena di hadapanmu masih ada kesempatan, bila anda memanfaatkannya maka anda menjadi orang bijak, syaikh, panglima dan simbol.

Maaf Ya wahai Amir Al-Qa’idah..

Kami masih memiliki banyak pertanyaan yang butuh kepada jawabanmu, dan tidak ada salahnya anda memberikan jawaban kepada kami bila kami ini masih memiliki hak ukhuwwah di sisi anda, dan hendaklah anda melenyapkan kesamaran yang terjadi pada manusia pasca kesaksianmu yang terakhir itu, semoga jawabanmu itu menjadi sebab bagi penghentian aliran darah di antara mujahidin.

Saya meminta kepada anda dengan nama Allah agar menuturkan kadar minimal pilar-pilar Daulah yang dikatakan kepadamu bahwa ia itu belum terpenuhi pada kami, supaya kami bisa menjelaskannya kepadamu bila anda tidak mengetahuinya atau kami merealisasikannya bila kami belum memilikinya.

Kami bertanya kepada anda: Siapa itu anak cucu Ibnu Muljam yang anda sebutkan di dalam statement yang lalu dan anda telah mengajak umat untuk mengerahkan kekuatan untuk menghadang mereka? Siapa mereka itu yang wajib atas seluruh kaum muslimin untuk menghadang mereka dan membentuk opini umum dalam melawan mereka? Siapakah mereka itu yang menjadi penerus bagi para pembunuh Utsman?

Kami berharap kepada anda agar menjelaskannya dengan penjelasan orang-orang pemberani, karena sesungguhnya bala tentaramu di Syam dari kalangan Jabhah Jaulaniy dan koalisi-koalisinya dari kalangan jabhah dollar, dewan militer kafir dan para shahawat semuanya memahami bahwa yang dimaksud itu adalah bala tentara Daulah Islamiyah sehingga mereka melaksanakan perintahmu dan menghalalkan darah para muhajirin dan anshar dengan sebab ucapanmu. Bila anda tidak memaksudkan bala tentara Daulah dan Amir-nya, maka kami menuntutmu untuk menjelaskan segera hal itu demi menjaga darah mujahidin yang ditumpahkan dengan sebab fatwamu, ya dengan sebab dirimu dan hikmahmu!

Siapa gerangan cucu Ibnu Muljam yang telah anda sebutkan itu, dan siapakah Haruriyah yang telah disebutkan oleh Adam Al Amrikiy itu?

Dan bila yang dimaksudkan itu adalah Daulah, maka kami memiliki pertanyaan lain yang menanti jawaban yang bijak..

Apakah bila kami tetap berada di Syam maka kami ini Khawarij, Hasysyasyin dan Haruriyah yang “cucu mereka itu akan kecewa di bumi Syam”.

Dan bila kami ini menarik mundur ke Iraq seraya menyerah lagi kabur, maka kami menjadi Ahlus Sunnah anak cucu Al Husain lagi mujahidin dari kalangan yang kecintaan kepada mereka itu dien dan kebencian kepada mereka adalah kekafiran, dan kedekatan dengan mereka adalah keselamatan dan tempat yang aman.

Kemudian sesungguhnya kami meminta darimu dalil kalau demikian..

Kemudian bila anda mengatakan bahwa kalian telah membunuh si fulan atau si fulan, maka kami katakan mereka juga telah membunuh dari kami jumlah yang berlipat-lipat namun anda tidak mencap mereka dengan cap yang anda sematkan kepada kami dan anda tidak menangisi seorangpun dari kami, kemudian sesungguhnya ini juga bukan dalil.

Dan bila anda mengatakan: Kalian ini memerangi kelompok-kelompok yang muslim, maka kami katakan: Mereka demi Allah yang memulai menyerang kami, kemudian teriak-teriak seraya mengadu lagi menangis di saat kami membalas serangan mereka dan kami masih senantiasa membela diri saja, maka kenapa anda tidak mencap mereka dengan cap yang anda sematkan kepada kami? Kemudian ini juga bukan dalil.

Dan adapun mahkamah mustaqillah yang anda tuntut, maka kami katakan kepadamu: Sesungguhnya ini adalah hal yang tidak mungkin, bahkan mustahil, bahkan ia adalah permintaan yang tidak bisa dilakukan yang mirip khayalan.

Kenapa?!

Karena anda telah memecah belah kaum muslimin menjadi dua kubu yang tidak ada pihak ketiga; satu kubu bersama Daulah dan Ansharnya, dan satu kubu lagi bersama pihak-pihak yang menuntut mahkamah mustaqillah (independen), sedangkan di muka bumi ini tidak ada lembaga independen yang layak lagi diridhai oleh kedua pihak.

Kemudian maukah anda sekalian saya tunjukkan kepada suatu yang lebih baik dan lebih mudah?

Hal yang bila dilakukan oleh kaum muslimin tentu mereka beruntung sekali, bukankah di tengah kaum muslimin ini ada orang yang shalih? Bukankah di tengah kaum muslimin itu ada pria yang pantas?

Bukankah di tengah kaum muslimin di muka bumi ini ada pria yang dewasa yang dipilih oleh kaum muslimin, di mana dia mengumumkan di hadapan umum pengingkarannya terhadap thaghut, sikap bara’ dari kekafiran dan kesyirikan dan para pelakunya, dan dia mengumumkan kebenciannya kepada mereka dan sikap perangnya terhadap mereka, terus kita membai’atnya di atas hal itu dan menjadikannya sebagai Khalifah, kemudian kita memerangi orang yang maksiat kepadanya dengan orang yang taat kepadanya di Iraq, Syam, Jazirah, Mesir, Khurasan dan seluruh bumi, sehingga kita mengakhiri keceraiberaian dan perselisihan ini, dan kita membuat bahagia kaum mu’minin dan membuat geram orang-orang kafir. Sehingga tidak ada lagi imarah syar’iyah selainnya.

Inilah solusi, dan tidak ada solusi selainnya, di mana kewajiban pertama sang khalifah ini adalah membentuk mahkamah yang anda ajak kami kepadanya, inilah solusi satu-satunya, dan ini adalah solusi yang mudah yang tidak ada penghalang syar’iy apapun yang menghalanginya, bahkan ia adalah kewajiban masa kini yang mana kaum muslimin absen darinya, inilah penyakit kita dan obat kita.

Adapun tentang permintaanmu kepada kami agar menarik diri dari Syam, maka kami tidak akan mengulang lagi pernyataan bahwa ini adalah hal yang mirip mustahil, yang tidak mungkin baik secara syar’iy, akal maupun realita, dan kami tidak akan mengatakan bahwa Syam hari ini telah lebih membutuhkan kepada Daulah dari kemarin setelah perjanjian damai dengan Nushairiyah dan setelah mereka menjual wilayah-wilayah kepada Nushairiyah, dan kami tidak akan mengatakan bahwa wilayah-wilayah yang dikuasai Daulah Islamiyah di Suriah itu adalah lebih luas dari wilayah-wilayah yang dikuasai oleh semua fashail, kelompok-kelompok dan faksi-faksi lain dengan berbagai agama dan ajarannya, dan bahwa tidak ada hukum di wilayah-wilayah Daulah bagi selain Allah, di sana ditegakkan hudud-Nya, dan tidak ada kekuasaan bagi selain syari’at-Nya; shalat didirikan, zakat ditunaikan, hal yang ma’ruf diperintahkan dan yang munkar dilarang, dengan kejayaan orang yang jaya dan kehinaan orang yang hina, walaupun banyak pihak yang tidak suka, dan di kawasan-kawasannya telah dinaungi oleh rasa aman dan nyaman dengan karunia Allah saja.

Kami tidak akan mengatakan ini...

Tapi kami katakan: Bila Tandhim Al-Qa’idah ridha para mujahidin itu menarik mundur secara suka rela dari negeri yang telah mereka tegakkan syari’at Allah, mereka tegakkan hudud-Nya dan mereka menyerahkannya di atas pinggan yang terbuat dari emas kepada Koalisi Jarba, kotak-kotak suaranya, Dewan Militer Salim Iblis dan Majelisnya, Mafia-mafia Hayani, ‘Afasy dan para penjahat Jamal, Zanki, Jabhah Saluliyah dan Sururiyah, serta Jabhah (Jaulaniy) Al Kha-in Al Ghadir dan para perampoknya serta hyena-hyena-nya, bila Al-Qa’idah ridha dengan hal ini, maka sesungguhnya Rabb kami dan dien kami menolak hal itu!

Dan kami katakan: Bila anda mengajak kami untuk mencontoh Al Hasan, maka mana Mu’awaiyah radhiyallahu ‘anhuma?!

Seandainya di tengah kita ada Yazid (Ibnu Mu’awiyah) tentu kami sudah menyerahkannya, karena tidak tersisa di dalam Jabhah (Jaulaniy) Al Kha-in Al Ghadir An Nakits dari kalangan komandan kecuali hyena-hyena saja.

Kemudian hendaklah anda ketahui seribu pembunuhan model Al-Husain adalah lebih disukai oleh bala tentara Daulah Islamiyah daripada meninggalkan sejengkal tanah yang di dalamnya mereka memberlakukan syari’at Allah.

Kemudian sesungguhnya Al Hasan dan Al Husain keduanya adalah penghulu pemuda ahli surga radhiyallahu ‘anhuma.

Kemudian sesungguhnya kami telah membiarkan buat anda banyak front di Tunisia, Mesir dan Libya namun kalian malah menyerahkannya karena lemah kepada kotak-kotak suara.

Kurangilah celaan terhadap mereka -sungguh tidak ada bapak bagi bapak kalian-
Atau isilah tempat yang telah mereka isi

Demikianlah, dan kami menunggu jawaban anda yang bijak yang dengannya anda melenyapkan kesamaran yang diakibatkan oleh statement anda yang terakhir, sehingga semua orang bisa mengetahui sikap anda dengan jelas.

Maaf, maaf, dan maaf ya wahai Amir Al-Qa’idah...

Karena sesungguhnya para prajurit Jabhah Jaulaniy dan para prajurit Jabhah Abu Khalid As Suriy setelah statement anda terakhir ini mereka malah mengatakan: Kharrafa Asy-Syaikh (Syaikh telah PIKUN/NGAWUR/NGELANTUR)! Maaf sekali lagi atas penukilan yang tegas ini, karena itu muncul dari tengah mereka.

WAHAI MUJAHIDIN,

Sesungguhnya kesimpulan masalah adalah, bahwa perselisihan antara Daulah Islamiyah dengan Qiyadah Tandhim Al-Qa’idah adalah perselisihan MANHAJ sebagaimana yang telah dikatakan oleh Amir Tandhim sendiri di dalam Liqa’-nya yang terakhir bersama Mu-assasah As Sahab, inilah masalahnya dan bukan masalah bai’at siapa kepada siapa dan keafiliasian siapa kepada siapa, yang mana Amir Tandhim Al-Qa’idah telah melelahkan dirinya sendiri dalam rangka membuktikannya dan dia tidak bisa membuktikannya dan tidak akan bisa membuktikannya.

Dan bahwa dahulu itu tatkala Daulah Islamiyah adalah bagian dari jihad global, dan jihad global itu -secara dien- harus ada pemimpin yang mengaturnya, sedangkan para pimpinan Al-Qa’idah rahimahumullah dahulu itu adalah simbol-simbol jihad di zaman ini dan orang-orang yang lebih dahulu dan memiliki keutamaan, maka Daulah membiarkan kepemimpinan jihad global kepada mereka dalam rangka penghormatan, penghargaan, pengagungan, pemuliaan, tasyrif dan ta’zir, sehingga Daulah tidak melampaui mereka atau menyelisihi mereka di dalam politik di luar wilayah Daulah, dan Daulah mengkhithabi mereka dengan khithab kepada panglima dan umara.

Dan mereka juga tidak mengharuskan Daulah dengan putusan di dalam urusan internal Daulah, dan ucapan mereka itu rahimahumullah hanyalah: Orang yang menyaksikan itu melihat apa yang tidak bisa dilihat oleh orang yang tidak hadir.

Sehingga Doktor Adh Dhawahiriy hari ini dan orang-orang yang bersamanya dari kalangan pelaksana malah menjadikan Daulah sebagai cabang bagi Al-Qa’idah mereka dan menginginkannya agar mengikuti manhaj mereka yang selama itu terpendam lagi terkekang di dalam tubuh Al-Qa’idah, dan manhaj itu tidak nampak kecuali setelah Adh Dhawahiriy menjabat sebagai pimpinan dan lapangan lenggang bagi (Adam) Al Amrikiy.

Kemudian tatkala Daulah menolak manhaj yang mana kami telah menuntut Adh Dhawahiriy untuk merubahnya, maka mereka melakukan serangan kepada Daulah dan mereka tidak mendapatkan alasan dan cover untuk serangan itu kecuali tuduhan Khawarij yang mana selama ini para umala thaghut dan penguasa memerangi kami dengannya.

Dan ATAS dasar ini:

KAMI menunutut seluruh cabang-cabang Al-Qa’idah di seluruh dunia untuk memberikan statement resmi dan sikap yang jelas lagi tegas:

Apa keyakinan kalian terhadap Manhaj Daulah Islamiyah? Dan apa vonis kalian terhadapnya? Apakah ia itu Khawarij Haruriyah, bahkan lebih jahat! yang bersikap nifaq (bermuka dua) di hadapan manusia dan menggunakan taqiyah serta berperang demi kekuasaan dan jabatan, dan keadaannya terhadap pimpinan Jihad itu seperti keadaan Ibnu Muljam? Dan bahwa Manhajnya itu adalah kegelapan yang wajib diperangi dan dilenyapkan oleh kaum muslimin dari Syam?

Statement yang akan dicatat di dalamnya kesaksian kalian dan kalian akan ditanya tentangnya di saat kalian berdiri di hadapan Allah. Dan ingatlah bahwa diamnya kalian adalah berbicara...

وَقِفُوهُمْ إِنَّهُم مَّسْئُولُونَ

“Dan tahanlah mereka, karena sesungguhnya mereka akan ditanya.” (Ash Shaaffaat: 24)

سَتُكْتَبُ شَهَادَتُهُمْ وَيُسْأَلُونَ

“Kelak akan dituliskan persaksian mereka dan mereka akan dimintai pertanggungjawaban.” (Az Zukhruf: 19)

Seandainya kami boleh diam tentu kami diam, seandainya kami boleh bersikap santun tentu kami bersikap santun dan seandainya kami boleh bersikap lembut tentu kami lembut. Maka jangan sekali-kali seseorang mencela kami, karena sesungguhnya kami ini membela diri dan pemilik hak.

Dan jangan sekali-kali seseorang mengatakan bahwa kami ini menampakkan ke hadapan media apa yang wajib tidak ditampakkan, karena kami tidak menampakkan sesuatupun kecuali dalam rangka bantahan dan pembelaan yang mesti dilakukan terhadap apa yang dinampakkan oleh selain kami.

نَعُـمُّ أُنَاسَنَـا وَنَعِفُّ عَنْهُـمْ… وَنَحْمِـلُ عَنْهُـمُ مَا حَمَّلُوْنَـا
نُطَـاعِنُ مَا تَرَاخَى النَّاسُ عَنَّـا… وَنَضْرِبُ بِالسِّيُوْفِ إِذَا غُشِيْنَـا
بِسُمْـرٍ مِنْ قَنَا الخَطِّـيِّ لُـدْنٍ… ذَوَابِـلَ أَوْ بِبِيْـضٍ يَخْتَلِيْنَـا
كَأَنَّ جَمَـاجِمَ الأَبْطَالِ فِيْهَـا… وُسُـوْقٌ بِالأَمَاعِـزِ يَرْتَمِيْنَـا
نَشُـقُّ بِهَا رُؤُوْسَ القَوْمِ شَقًّـا… وَنَخْتَلِـبُ الرِّقَـابَ فَتَخْتَلِيْنَـا
وَرِثْنَـا المَجْدَ قَدْ عَلِمَتْ مَعَـدٌّ… نُطَـاعِنُ دُوْنَهُ حَـتَّى يَبِيْنَـا
بِشُبَّـانٍ يَرَوْنَ القَـتْلَ مَجْـداً… وَشِيْـبٍ فِي الحُرُوْبِ مُجَرَّبِيْنَـا
حُـدَيَّا النَّـاسِ كُلِّهِمُ جَمِيْعـاً… مُقَـارَعَةً بَنِيْـهِمْ عَـنْ بَنِيْنَـا
أَلاَ لاَ يَعْلَـمُ الأَقْـوَامُ أَنَّــا… تَضَعْضَعْنَـا وَأَنَّـا قَـدْ وَنِيْنَـا

Ya Allah, Wahai Dzat yang mengetahui siapa orang yang merusak dari orang yang membuat perbaikan, dan mengetahui orang yang buruk dari orang yang shalih, timpakanlah hukuman-Mu kepada orang-orang munafiq, orang-orang yang khianat dan orang-orang yang menikam. Permalukanlah mereka di hadapan khalayak dan perlihatkanlah kepada kami keajaiban-keajaiban.

Ya Allah jagalah hamba-hamba-Mu yang berjihad di seluruh tempat, Ya Allah berikanlah kepada mereka tamkin, Ya Allah berikanlah kepada mereka kemenangan yang telak, dan berikanlah kepada mereka penaklukan yang nyata. Ya Allah bebaskanlah tawanan-tawanan mereka, obathilah orang-orang yang terluka dari mereka, berikanlah ‘afiyah kepada orang yang mendapatkan ujian dari kalangan mereka, serta terimalah orang-orang yang terbunuh dari mereka.

Walhamdulillahi Rabbil ‘Alamin...

Al-Furqan Media

Jumat, 03 Februari 2017

APA SAJA NIKMAT YANG KAMU PEROLEH MAKA (ITU) ADALAH DARI ALLAH

APA SAJA NIKMAT YANG KAMU PEROLEH MAKA (ITU) ADALAH DARI ALLAH
Statemen Juru Bicara Resmi Daulah Islamiyah Di Iraq Dan Syam, Syaikh Al-Mujahid Abu Muhammad Al-Adnaniy Asy-Syamiy

Alih Bahasa:
Ust. Abu Sulaiman Al Arkhabiliy

بسم الله الرحمن الرحيم

Segala puji hanya bagi Allah Yang Maha Kuat lagi Maha Perkasa. Shalawat dan salam semoga dilimpahkan kepada Nabi yang diutus dengan pedang sebagai rahmat bagi sekalian alam. Amma Ba’du:

Allah Ta’ala berfirman:

إِذۡ يُوحِي رَبُّكَ إِلَى ٱلۡمَلَٰٓئِكَةِ أَنِّي مَعَكُمۡ فَثَبِّتُواْ ٱلَّذِينَ ءَامَنُواْۚ سَأُلۡقِي فِي قُلُوبِ ٱلَّذِينَ كَفَرُواْ ٱلرُّعۡبَ فَٱضۡرِبُواْ فَوۡقَ ٱلۡأَعۡنَاقِ وَٱضۡرِبُواْ مِنۡهُمۡ كُلَّ بَنَانٖ

“(Ingatlah), ketika Rabbmu mewahyukan kepada para malaikat: “Sesungguhnya Aku bersama kamu, maka teguhkan (pendirian) orang-orang yang telah beriman”. Kelak akan Aku jatuhkan rasa ketakutan ke dalam hati orang-orang kafir, maka penggallah kepala mereka dan pancunglah tiap-tiap ujung jari mereka.” (Al Anfal: 12)

Segala puji bagi Allah yang telah membuktikan janji-Nya, meneguhkan hamba-hamba-Nya, menolong bala tentara-Nya serta menghancurkan Rafidhah sendirian.

Segala puji hanya bagi Allah yang telah memenuhi hati mereka dengan rasa takut dan memenuhi jiwa mereka dengan rasa kekalahan.

Segala puji hanya bagi Allah yang telah menjadikan senjata-senjata mereka, perlengkapan mereka, kendaraan-kendaraan mereka serta harta-harta mereka jatuh ke tangan mujahidin sebagai ghanimah.

Bisa jadi dunia internasional hari ini diam tercengang di hadapan kemenangan-kemenangan Daulah Islamiyah Di Iraq Dan Syam:

Siapa yang mendanai Daulah?
Siapa yang menyokong Daulah?
Apa sumber pendanaannya?
Dari mana suplai persenjataannya?
Siapa yang membuatkan strategi baginya?
Apa rahasia ketangguhannya padahal semua pihak sudah mengumumkan perang terhadapnya?

Ingatlah, hendaklah kalian ketahui hakikat ini:

Ingatlah, sesungguhnya Daulah itu dari Allah, ia tidak memiliki kekuatan dan tidak memiliki daya. Daulah tidak mendapatkan kemenangan dari sebab banyaknya personel dan perlengkapan, dan tidak pula dari sebab persenjataan atau harta, akan tetapi Daulah hanyalah mendapatkan kemenangan dengan karunia Allah saja karena aqidah-nya yang menghancurkan segala syubhat dan menyingkap segala tuduhan. Daulah mendapatkan kemenangan dengan sebab keimanan bala tentaranya terhadap pertolongan Allah.

ٱلَّذِينَ قَالَ لَهُمُ ٱلنَّاسُ إِنَّ ٱلنَّاسَ قَدۡ جَمَعُواْ لَكُمۡ فَٱخۡشَوۡهُمۡ فَزَادَهُمۡ إِيمَٰنٗا وَقَالُواْ حَسۡبُنَا ٱللَّهُ وَنِعۡمَ ٱلۡوَكِيلُ فَٱنقَلَبُواْ بِنِعۡمَةٖ مِّنَ ٱللَّهِ وَفَضۡلٖ لَّمۡ يَمۡسَسۡهُمۡ سُوٓءٞ وَٱتَّبَعُواْ رِضۡوَٰنَ ٱللَّهِۗ وَٱللَّهُ ذُو فَضۡلٍ عَظِيمٍ

“(Yaitu) orang-orang (yang mentaati Allah dan Rasul) yang kepada mereka ada orang-orang yang mengatakan: “Sesungguhnya manusia telah mengumpulkan pasukan untuk menyerang kamu, karena itu takutlah kepada mereka”, maka perkataan itu menambah keimanan mereka dan mereka menjawab: “Cukuplah Allah menjadi Penolong kami dan Allah adalah sebaik-baik Pelindung”. Maka mereka kembali dengan nikmat dan karunia (yang besar) dari Allah, mereka tidak mendapat bencana apa-apa, mereka mengikuti keridhaan Allah. Dan Allah mempunyai karunia yang besar.” (Ali Imran: 173-174)

Daulah mendapatkan kemenangan dengan sebab kejujuran bala tentaranya:

ٱلَّذِينَ إِن مَّكَّنَّٰهُمۡ فِي ٱلۡأَرۡضِ أَقَامُواْ ٱلصَّلَوٰةَ وَءَاتَوُاْ ٱلزَّكَوٰةَ وَأَمَرُواْ بِٱلۡمَعۡرُوفِ وَنَهَوۡاْ عَنِ ٱلۡمُنكَرِۗ وَلِلَّهِ عَٰقِبَةُ ٱلۡأُمُورِ

“(yaitu) orang-orang yang jika Kami teguhkan kedudukan mereka di muka bumi niscaya mereka mendirikan shalat, menunaikan zakat, menyuruh berbuat ma´ruf dan mencegah dari perbuatan yang mungkar; dan kepada Allah-lah kembali segala urusan.” (Al Hajj: 41)

Daulah mendapatkan kemenangan dengan sebab pengorbanan-pengorbanan bala tentaranya dan para prajuritnya:

ٱلَّذِينَ ٱسۡتَجَابُواْ لِلَّهِ وَٱلرَّسُولِ مِنۢ بَعۡدِ مَآ أَصَابَهُمُ ٱلۡقَرۡحُ

“(Yaitu) orang-orang yang mentaati perintah Allah dan Rasul-Nya sesudah mereka mendapat luka (dalam peperangan Uhud).” (Ali Imran: 172)

Luka tidak mengurungkan mereka, penggerebekan-penggerebekan tidaklah membuat mereka takut, pemenjaraan tidaklah merubah mereka, mereka tidak peduli dengan pembunuhan, pengusiran, sedikit kawan dan penelantaran (umat islam). Mereka sabar terhadap rasa lapar, kekurangan dan keterhalangan (dari dunia) bertahun-tahun, berbulan-bulan, dan berhari-hari, mereka teguh, mereka bersabar dan terus bersabar; di penjara-penjara, di rumah-rumah, di bawah tanah, di gunung-gunung, di lembah-lembah, di padang pasir.

Dan tahukah kalian apa padang pasir itu? Di tempat terbuka di tempat panas gersang.

Daulah mendapatkan kemenangan, dikarenakan ia itu sebagaimana dikatakan oleh Amir-nya Abu ‘Umar -rahimahullah- adalah dibangun di atas serpihan jasad-jasad para syuhada, disiram dengan darah-darah para syuhada, dan dengannya pasar-pasar surga dilakukan transaksi.

Daulah mendapatkan kemenangan; dikarenakan taufiq Allah terhadap jihad ini adalah lebih jelas dari terang matahari di siang bolong.

Daulah mendapatkan kemenangan; dikarenakan ia tidak terkontaminasi usaha haram atau manhaj yang coreng.

Daulah mendapatkan kemenangan; dikarenakan kejujuran para pemimpinnya yang telah berkorban dengan darah-darah mereka, dan dengan kejujuran bala tentaranya yang menegakkannya dengan lengan-lengan mereka -kami menilai demikian sedang Allah-lah yang menilai sebenarnya-.

Daulah mendapatkan kemenangan; dikarenakan ia adalah persatuan mujahidin dan tempat perlindungan orang-orang yang tertindas.

Daulah mendapatkan kemenangan; dikarenakan Islam itu mulai nampak dan naik menjulang, dan awanpun mulai tersingkap, serta kekafiranpun mulai terhempas dan terhancurkan.

Daulah mendapatkan kemenangan; dikarenakan ia adalah doa orang-orang yang dizhalimi, air mata orang-orang yang menderita, teriakan para tawanan serta harapan anak-anak yatim.

Daulah mendapatkan kemenangan; dikarenakan kekafiran dengan semua aliran dan golongannya telah bersekongkol terhadapnya, dan setiap PENGANUT HAWA dan BID’AH yang pengecut lagi penakut mulai mencelanya, sehingga kami-pun yakin terhadap kejujuran tujuan dan kebenaran jalan ini.

Daulah mendapatkan kemenangan; dikarenakan kami sangat yakin bahwa Allah tidak akan mematahkan hati para muwahhidin mustadl’afin, dan tidak akan membuat senang orang-orang zhalim dengan penderitaan kami.

Daulah mendapatkan kemenangan; dikarenakan Allah Ta’ala telah memberikan janji di dalam Al Qur’an, di mana Dia berfirman:

وَعَدَ ٱللَّهُ ٱلَّذِينَ ءَامَنُواْ مِنكُمۡ وَعَمِلُواْ ٱلصَّٰلِحَٰتِ لَيَسۡتَخۡلِفَنَّهُمۡ فِي ٱلۡأَرۡضِ كَمَا ٱسۡتَخۡلَفَ ٱلَّذِينَ مِن قَبۡلِهِمۡ وَلَيُمَكِّنَنَّ لَهُمۡ دِينَهُمُ ٱلَّذِي ٱرۡتَضَىٰ لَهُمۡ وَلَيُبَدِّلَنَّهُم مِّنۢ بَعۡدِ خَوۡفِهِمۡ أَمۡنٗاۚ يَعۡبُدُونَنِي لَا يُشۡرِكُونَ بِي شَيۡ‍ٔٗاۚ وَمَن كَفَرَ بَعۡدَ ذَٰلِكَ فَأُوْلَٰٓئِكَ هُمُ ٱلۡفَٰسِقُونَ

“Dan Allah telah berjanji kepada orang-orang yang beriman di antara kamu dan mengerjakan amal-amal yang shaleh bahwa Dia sungguh-sungguh akan menjadikan mereka berkuasa di muka bumi, sebagaimana Dia telah menjadikan orang-orang sebelum mereka berkuasa, dan sungguh Dia akan meneguhkan bagi mereka agama yang telah diridhai-Nya untuk mereka, dan Dia benar-benar akan menukar (keadaan) mereka, sesudah mereka dalam ketakutan menjadi aman sentausa. Mereka tetap mengibadahi-Ku dengan tiada mempersekutukan sesuatu apapun dengan Aku. Dan barangsiapa yang (tetap) kafir sesudah (janji) itu, maka mereka itulah orang-orang yang fasik.” (An Nur: 55)

Inilah hakikat itu.

Wahai bala tentara Daulah..
Wahai para prajurit Daulah..
Wahai para pembela Daulah di setiap tempat:

Ingatlah selalu dan ketahuilah bahwa kemenangan ini, dan setiap kemenangan itu hanyalah dari Allah saja, dengan karunia Allah saja dan kemurahan-Nya atas kalian, tidak ada daya bagi kalian dan bagi Daulah kalian serta tidak ada kekuatan kecuali dengan (kekuatan) Allah.

Maka ingatlah selalu kelemahan kalian dan kecilnya kemampuan kalian, dan rendahkanlah diri kalian selalu kepada Allah dan janganlah kalian angkuh terhadap hamba-hamba-Nya, serta jangan sekali-kali rasa ujub dan bangga diri menimpa diri kalian.

Ambillah pelajaran dari pelajaran-pelajaran masa lalu, karena tidaklah Allah Tabaraka Wa Ta’ala mengkaruniakan kepada bala tentara-Nya suatu kemenangan terus rasa ujub atau bangga diri menimpa diri mereka melainkan Allah memberikan hukuman kepada mereka dengan sangsi, kekalahan dan bencana yang besar.

Allah Ta’ala berfirman:

أَوَلَمَّآ أَصَٰبَتۡكُم مُّصِيبَةٞ قَدۡ أَصَبۡتُم مِّثۡلَيۡهَا قُلۡتُمۡ أَنَّىٰ هَٰذَاۖ قُلۡ هُوَ مِنۡ عِندِ أَنفُسِكُمۡۗ إِنَّ ٱللَّهَ عَلَىٰ كُلِّ شَيۡءٖ قَدِيرٞ

“Dan mengapa ketika kamu ditimpa musibah (pada peperangan Uhud), padahal kamu telah menimpakan kekalahan dua kali lipat kepada musuh-musuhmu (pada peperangan Badar), kamu berkata: “Darimana datangnya (kekalahan) ini?” Katakanlah: “Itu dari (kesalahan) dirimu sendiri”. Sesungguhnya Allah Maha Kuasa atas segala sesuatu.” (Ali Imran: 165)

Dan berfirman:

مَّآ أَصَابَكَ مِنۡ حَسَنَةٖ فَمِنَ ٱللَّهِۖ وَمَآ أَصَابَكَ مِن سَيِّئَةٖ فَمِن نَّفۡسِكَۚ وَأَرۡسَلۡنَٰكَ لِلنَّاسِ رَسُولٗاۚ وَكَفَىٰ بِٱللَّهِ شَهِيدٗا

“Apa saja nikmat yang kamu peroleh adalah dari Allah, dan apa saja bencana yang menimpamu, maka dari (kesalahan) dirimu sendiri. Kami mengutusmu menjadi Rasul kepada segenap manusia. Dan cukuplah Allah menjadi saksi.” (An Nisa: 79)

Dan berfirman:

وَيَوۡمَ حُنَيۡنٍ إِذۡ أَعۡجَبَتۡكُمۡ كَثۡرَتُكُمۡ فَلَمۡ تُغۡنِ عَنكُمۡ شَيۡ‍ٔٗا وَضَاقَتۡ عَلَيۡكُمُ ٱلۡأَرۡضُ بِمَا رَحُبَتۡ ثُمَّ وَلَّيۡتُم مُّدۡبِرِينَ

“Dan (ingatlah) peperangan Hunain, yaitu di waktu kamu menjadi congkak karena banyaknya jumlah (mu), maka jumlah yang banyak itu tidak memberi manfaat kepadamu sedikitpun, dan bumi yang luas itu telah terasa sempit olehmu, kemudian kamu lari ke belakang dengan bercerai-berai.” (At Taubah: 25)

Maka perbanyaklah kalian dari mengucapkan: Laa haula wa laa quwwata illaa billaah, dan berlepas dirilah dari daya dan kekuatan kalian dan menyandarkannya kepada Daya dan Kekuatan Allah, dan perbaharuilah niat-niat kalian serta bertawakkallah selalu kepada Allah.

Janganlah kalian terpedaya dengan kemenangan yang Allah berikan kepada kalian, terus kalian malah menganggap enteng musuh kalian, sehingga kekalahanpun bisa ditimpakan kepada kalian.

Janganlah kalian terpesona dengan harta rampasan yang Allah berikan kepada kalian berupa pesawat-pesawat, tank-tank, kendaraan-kendaraan tempur, hummer-hummer, meriam-meriam, senjata-senjata, amunisi-amunisi, perlengkapan-perlengkapan dan barang-barang lainnya, karena bukan dengan sebab itu kalian diberikan kemenangan.

Maka bersandarlah kepada Allah bukan kepada barang-barang itu, bertawakkallah kepada-Nya bukan kepada hal-hal itu, dan bila kalian memasuki suatu desa maka tundukkan kepala-kepala kalian, mencontoh sunnah Nabi kalian shallallahu ‘alaihi wasallam, jangan kalian saling berbangga-bangga dan jangan saling memamerkan.

إِنَّ ٱللَّهَ لَا يُحِبُّ كُلَّ مُخۡتَالٖ فَخُورٖ

“Sesungguhnya Allah tidak menyukai orang-orang yang sombong lagi membanggakan diri.” (Luqman: 18)

Dan terimalah taubat dari orang yang ingin bertaubat, tahanlah tangan kalian dari orang yang menahan diri dari menyerang kalian, berikanlah pemaafan bagi keluarga-keluarga kalian Ahlus Sunnah, dan berikanlah pemaafan kepada suku-suku kalian dalam rangka mencontoh sunnah Nabi kalian shallallahu ‘alaihi wasallam di saat sudah mampu (membalas).

وَلۡيَعۡفُواْ وَلۡيَصۡفَحُوٓاْۗ أَلَا تُحِبُّونَ أَن يَغۡفِرَ ٱللَّهُ لَكُمۡ

“Dan hendaklah mereka memaafkan dan berlapang dada. Apakah kamu tidak ingin bahwa Allah mengampunimu?” (An Nur: 22)

Dan inganlah selalu.. bahwa selamatnya seribu orang kafir karena tanpa disengaja adalah lebih kami sukai dari membunuh seorang muslim secara tidak disengaja.

Hati-hatilah terhadap harta dunia karena ia sudah terbentang di hadapan kalian dan ia datang begitu saja ke hadapan kalian, maka janganlah ia memperdaya kalian, jangan sampai ia membuat kalian terlena, lanjutkan jihad kalian.

وَمَا عِندَ ٱللَّهِ خَيۡرٞ وَأَبۡقَىٰٓ

“Sedang apa yang di sisi Allah adalah lebih baik dan lebih kekal.” (Al Qashash: 60)

Sesungguhnya singa-singa pertarungan cita-citanya
Di hari pertempuran adalah musuh yang diterjang bukan rampasan

Berjalanlah untuk berjumpa dengan Rabb kalian, jangan terlena dengan kemenangan, dan jangan lunak terhadap musuh kalian, karena Allah telah menyodorkan kepada kalian pundak-pundak mereka, maka lanjutkan gerak kalian, karena peperangan sebenarnya belum panas, di mana ia tidak akan memanas kecuali di Baghdad dan Karbala, maka pakailah sabuk dan bersiaplah dan siapkanlah segalanya.

Dan kami tidak lupa, kami sampaikan kepada seluruh bala tentara dan para prajurit serta para anshar (pembela) Daulah Islamiyah di setiap tempat berita kesyahidan seorang pendekar dari sekian banyak pendekar Daulah Islamiyah, seorang panglima dari sekian banyak panglima-panglimanya, seorang simbol dari sekian simbolnya, seorang tokoh dari sekian banyak tokoh-tokohnya serta seorang imam dari sekian banyak imam-imamnya, dan seorang pemimpin dari sekian banyak pemimpinnya, yaitu ‘Adnan Ismail Najm Abu Abdirrahman Al Bailawiy Al Anbariy. Ya Rabb jadikanlah di surga tempat tinggalnya..

Dan dengan keinginan meraih hal yang sama kami sambut bencana ini.

Dengan pujian, kesabaran yang indah serta keridhaan
Kami terima ketentuan dan kami terima dengan keikhlasan

Kami terima kabar duka kehilangan para kekasih seraya bercita tinggi
Kami hadapi para pencela dengan penuh ketabahan

Allah-lah yang menilainya, dan kami tidak mensucikan seorang-pun di hadapan Allah.

Beliau tergolong As-Sabiqun Al-Awwalun di dalam menjihadi kaum salibis di bumia Rafidain. Bila kalian teringat dengan Al Anshar maka kalian pasti menganggapnya sebagai para pendahulu pilihan, dan bila kalian teringat dengan At Tauhid wal Jihad maka kalian pasti menggolongkannya dalam jajaran para perintis, dan bila kalian teringat dengan Daulah Islamiyah maka kalian pasti menggolongkannya dalam jajaran para pengokoh pilar-pilarnya dan para panglima yang senior, dan bila kalian teringat dengan sejarah maka kalian pasti menggolongkannya dalam jajaran mujahidin penakluk lagi pahlawan, serta bila kalian teringat dengan orang-orang pemberani, dermawan dan mulia maka kalian pasti menggolongkannya dalam barisan intinya.

Beliau rahimahullah tidak merelakan kehinaan di dalam dien-nya, beliau penyabar, kokoh lagi pemberani, cita-cita tinggi yang melebihi segala cita-cita, sumber kedengkian bagi orang-orang munafiq dan murtaddin, bila ia singgah di suatu tempat maka mereka ciut, hina dan kecewa, kebanggaan para mujahidin muwahhidin, bila mereka melihatnya maka mereka senang, merasa aman dan tentram, saya tidak melihatnya kecuali selalu shalat di malam hari, shaum lagi berjihad di siang hari, dan saya tidak melihat pada dirinya kecuali ketinggian harga diri, ‘izzah dan kejantanan, dan saya tidak berbicara dengannya kecuali saya mendengar darinya tauhid dan al wala wal bara.

Syaikh Abu Mush’ab Az Zarqawiy telah singgah padanya, maka ia adalah sebaik-baiknya anshar bagi sebaik-baiknya muhajir, maka ia menemaninya dan menyertainya selama tiga tahun, sehingga ia menimba dari Abu Mush’ab aqidah dan manhaj-nya, dan ia adalah tangan kanannya, sampai akhirnya Allah mengujinya dengan taqdir ditawan oleh salibis, maka ia menetap di Madrasah Yusuf beberapa tahun dalam pencarian ilmu, di mana ia itu bagaikan unta yang kehausan, tidak bosan dari mencari ilmu setiap harinya, ia membaca Al Qur’an dengan sepuluh qira’ah dan ia menguasainya, ia itu tergolong penghafal, ia membaca berbagai kitab tafsir dan sirah, mempelajari nahwu, hadits dan ushul fiqh, dan pencarian ilmu yang beliau lakukan ini tidak menghalanginya dari mengayomi urusan-urusan ikhwan-nya, di mana di penjara ia adalah amir yang mengurusi ikhwan-nya dan menyelesaikan permasalahannya serta beliau tampil menghadang ahli kebathilan dan orang-orang yang menyimpang serta tipu daya mereka.

Kemudian Allah Tabaraka Wa Ta’ala mengaruniakan nikmat, sehingga ia bebas dari penjara di waktu yang sangat sulit atas Daulah kurang lebih dua tahun yang lalu, sedangkan ia telah menggabungkan antara ilmu syar’iy dengan ilmu militer, ia keluar seraya kehausan ingin menghadapi musuh-musuh Allah, maka ia-pun melanjutkan kegiatan malam dengan siang, sebagai musyrif ‘aam yang berpindah-pindah dari satu wilayah ke wilayah yang lain, ia membuat strategi untuk peperangan dan ia mengatur penyerangan-penyerangan, maka ia menyalakan api peperangan dan ia menjadikan Iraq sebagai neraka bagi Rafidhah dan murtaddin. Dan dengan karunia Allah, ia-lah perencana dan panglima peperangan-peperangan terakhir kemarin di Al Anbar, Nainawa dan Shalahuddin, dan ia-lah tokoh pimpinan yang mengatur untuk penaklukan-penaklukan dan kemenangan-kemenangan terakhir kemarin.

Semoga Allah merahmatimu wahai Abu Abdirrahman, dan semoga Allah menempatkanmu di Al Firdaus Al A’la, serta mengumpulkanmu bersama para nabi, shiddiqin, syuhada dan shalihin, dan mereka itu adalah sebaik-baiknya teman.

Adapun Al Bailawiy, maka ia itu telah meraih syahadah yang selama itu selalu ia cita-citakan dan ia upayakan peraihannya, kami menilainya demikian sedang Allah-lah yang menilai sebenarnya.

Adapun kalian wahai bala tentara Daulah Islamiyah, maka berjalanlah di atas jalan Abu Abdirrahman, singsingkan lengan kalian, dan janganlah kalian melepaskan sejengkalpun dari wilayah yang telah kalian bebaskan, dan jangan sampai orang-orang Rafildlah kembali menginjakkan kaki mereka di sana kecuali di atas jasad-jasad kalian dan serpihan-serpihan daging kalian, lanjutkanlah gerak kalian ke Baghdad Ar Rasyid, Baghdad Al Khilafah, di mana di sana kita punya rencana pembersihan, kagetkan mereka dengan penyerangan ke benteng-bentengnya, jangan biarkan mereka bisa bernafas, yakinlah kalian dengan pertolongan Allah selagi kalian bertaqwa kepada-Nya, karena Rafidhah itu adalah umat pengecut, mana mungkin Allah memberikan kepada mereka kemenangan atas kalian sedangkan mereka itu musyrikin para penyembah manusia dan batu.

Dan ini adalah pesan terakhir kepada Nuri (Al Malikiy) si dungu Rafidhah:

Apa yang telah kamu lakukan dengan kaummu wahai dungu, dan tidak ada yang lebih dungu darimu kecuali orang yang rela menjadikanmu sebagai pemimpin dan panglima.

Jadi saja kamu sebagai penjual pakaian-pakaian dalam, kamu tidak becus dalam urusan politik dan kepemimpinan militer! Kamu telah menyia-nyiakan di hadapan kaummu kesempatan bersejarah di dalam menguasai Iraq, dan kamu akan selamanya dilaknat oleh Rafidhah selagi mereka masih ada tersisa.

Ya, sesungguhnya kami punya perhitungan, kamu benar sedangkan kamu ini pendusta, perhitungan yang berat lagi panjang, akan tetapi perhitungan itu tidak akan di Samara atau Baghdad, akan tetapi di Karbala yang ternajisi, Najaf Al Asyrak (Najaf yang paling syirik). Dan tunggulah, sesungguhnya kami bersamamu sama-sama menunggu.

وَٱللَّهُ غَالِبٌ عَلَىٰٓ أَمۡرِهِۦوَلَٰكِنَّ أَكۡثَرَ ٱلنَّاسِ لَا يَعۡلَمُونَ

“Dan Allah Maha Kuasa terhadap urusan-Nya, akan tetapi mayoritas manusia tidak mengetahui.”

Al-Furqan Media

Kamis, 02 Februari 2017

INI ADALAH JANJI ALLAH (DEKLARASI KHILAFAH ISLAMIYAH)

INI ADALAH JANJI ALLAH (DEKLARASI KHILAFAH ISLAMIYAH)
Statemen Juru Bicara Resmi Daulah Islamiyah, Syaikh Al-Mujahid Abu Muhammad Al-Adnaniy Asy-Syamiy

Alih Bahasa:
Ust. Abu Sulaiman Al Arkhabiliy

بسم الله الرحمن الرحيم

Segala puji hanya bagi Allah Yang Maha Kuat lagi Maha Perkasa. Shalawat dan salam semoga dilimpahkan kepada Nabi yang diutus dengan pedang sebagai rahmat bagi sekalian alam. Amma Ba’du:

Allah Ta’ala berfirman:

وَعَدَ ٱللَّهُ ٱلَّذِينَ ءَامَنُواْ مِنكُمۡ وَعَمِلُواْ ٱلصَّٰلِحَٰتِ لَيَسۡتَخۡلِفَنَّهُمۡ فِي ٱلۡأَرۡضِ كَمَا ٱسۡتَخۡلَفَ ٱلَّذِينَ مِن قَبۡلِهِمۡ وَلَيُمَكِّنَنَّ لَهُمۡ دِينَهُمُ ٱلَّذِي ٱرۡتَضَىٰ لَهُمۡ وَلَيُبَدِّلَنَّهُم مِّنۢ بَعۡدِ خَوۡفِهِمۡ أَمۡنٗاۚ يَعۡبُدُونَنِي لَا يُشۡرِكُونَ بِي شَيْئًا ۚ وَمَن كَفَرَ بَعۡدَ ذَٰلِكَ فَأُوْلَٰٓئِكَ هُمُ ٱلۡفَٰسِقُونَ

“Dan Allah telah berjanji kepada orang-orang yang beriman di antara kamu dan mengerjakan amal-amal yang shaleh bahwa Dia sungguh-sungguh akan menjadikan mereka berkuasa dimuka bumi, sebagaimana Dia telah menjadikan orang-orang sebelum mereka berkuasa, dan sungguh Dia akan meneguhkan bagi mereka agama yang telah diridhai-Nya untuk mereka, dan Dia benar-benar akan menukar (keadaan) mereka, sesudah mereka dalam ketakutan menjadi aman sentausa. Mereka tetap menyembah-Ku dengan tiada mempersekutukan sesuatu apapun dengan Aku. Dan barangsiapa yang (tetap) kafir sesudah (janji) itu, maka mereka itulah orang-orang yang fasik.” (An Nur: 55)

Istikhlaf (pemberian kekuasaan), Tamkin (peneguhan kekusaan) serta rasa aman, adalah janji yang Allah tetapkan bagi kaum muslimin, akan tetapi dengan syarat:

يَعۡبُدُونَنِي لَا يُشۡرِكُونَ بِي شَيْئًا

“Mereka tetap menyembah-Ku dengan tiada mempersekutukan sesuatu apapun dengan Aku.” (An Nur: 55)

Yaitu iman kepada Allah dan menjauhi segala pintu-pintu syirik dan ragam-ragamnya, yang disertai pemasrahan diri kepada perintah Allah di dalam hal besar dan kecil, dan ketaatan; yaitu ketaatan yang menjadikan hawa nafsu, keinginan jiwa serta kecenderungan hati tunduk mengikuti apa yang dibawa Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam. Dan janji itu tidak akan terealisasi kecuali dengan syarat ini; di mana dengannya diraihlah kemampuan untuk memakmurkan bumi dan melakukan perbaikan, melenyapkan kezhaliman, membentangkan keadilan, serta merealisasikan rasa aman dan nyaman, dengan itu saja terwujud Khalifah yang mana Allah ‘Azza wa Jalla telah mengabarkannya kepada malaikat. Dan tanpa hal itu, maka kekuasaan itu hanya sebagai kerajaan, pendominasian dan pemerintahan yang disertai penghancuran, pengrusakan, kezhaliman, pemaksaan dan rasa takut, serta pengrusakan moral manusia dan penjerumusan kepada perilaku-perilaku hewan, itulah hakikat istikhlaf (pemberian kekuasaan) yang karenanya Allah menciptakan kita, bukan sekedar kerajaan, pemaksaan kekuasaan, pendominasian dan pemerintahan, akan tetapi ia itu adalah penundukan itu semua dan penggunaannya di dalam membawa seluruh manusia kepada tuntutan syari’at; di dalam kepentingan-kepentingan akhirat dan dunia, yang tidak mungkin terealisasi kecuali dengan merealisasikan perintah Allah, penegakan dien-Nya dan tahakum kepada syari’at-Nya. Istikhlaf ini dengan hakikat ini: adalah tujuan yang karenanya Allah mengutus rasul-rasul-Nya, dan menurunkan kitab-kitab-Nya serta pedang-pedang jihad itu dihunus. Allah Tabaraka Wa Ta’ala telah memuliakan umat Muhammad shallallahu ‘alaihi wasallam, memberikan karunia terhadap mereka dan menjadikan mereka sebagai umat pilihan di antara seluruh umat;

كُنتُمۡ خَيۡرَ أُمَّةٍ أُخۡرِجَتۡ لِلنَّاسِ تَأۡمُرُونَ بِٱلۡمَعۡرُوفِ وَتَنۡهَوۡنَ عَنِ ٱلۡمُنكَرِ وَتُؤۡمِنُونَ بِٱللَّهِ

“Kamu adalah umat yang terbaik yang dilahirkan untuk manusia, menyuruh kepada yang ma´ruf, dan mencegah dari yang munkar, dan beriman kepada Allah.” (Ali Imran: 110)

Dan Allah menjanjikan pemberian kekuasaan bagi umat ini selagi mereka berpegang teguh dengan keimanannya dan mengambil segala sebab-sebab yang diperintahkan:

وَعَدَ ٱللَّهُ ٱلَّذِينَ ءَامَنُواْ مِنكُمۡ وَعَمِلُواْ ٱلصَّٰلِحَٰتِ لَيَسۡتَخۡلِفَنَّهُمۡ فِي ٱلۡأَرۡضِ كَمَا ٱسۡتَخۡلَفَ ٱلَّذِينَ مِن قَبۡلِهِمۡ

“Dan Allah telah berjanji kepada orang-orang yang beriman di antara kamu dan mengerjakan amal-amal yang shaleh bahwa Dia sungguh-sungguh akan menjadikan mereka berkuasa di muka bumi, sebagaimana Dia telah menjadikan orang-orang sebelum mereka berkuasa,” (An Nur: 55)

Dan menjadikan baginya pengendalian dunia dan penguasaan bumi, selagi ia mendatangkan syaratnya:

يَعۡبُدُونَنِي لَا يُشۡرِكُونَ بِي شَيْئًا

“Mereka tetap menyembah-Ku dengan tiada mempersekutukan sesuatu apapun dengan Aku.” (An Nur: 55)

Dan Allah Subhanahu telah menjadikan baginya ‘izzah (kejayaan);

وَلِلَّهِ ٱلۡعِزَّةُ وَلِرَسُولِهِۦ وَلِلۡمُؤۡمِنِينَ

“Padahal kekuatan itu hanyalah bagi Allah, bagi Rasul-Nya dan bagi orang-orang mukmin,” (Al Munafiqun: 8)

Ya, sesungguhnya ‘izzah bagi umat ini adalah ‘izzah yang didapatkan dari ‘izzah Allah Tabaraka wa Ta’ala, ‘izzah yang membauri iman pada hati orang mu’min; di mana bila iman telah terpatri dan bersarang di dalam hati maka ‘izzah-pun terpatri dan bersarang pula, ‘izzah yang tidak rendah dan tidak hina, ‘izzah yang tidak membungkuk dan tidak melembek, bagaimanapun dahsyatnya kesulitan atau beratnya ujian, ‘izzah yang pantas bagi umat terbaik, umat Muhammad shallallahu ‘alaihi wasallam yang tidak rela dengan kehinaan selamanya, yang tidak ridha dengan ketundukan dan perendahan diri kepada selain Allah selamanya, yang tidak ridha dengan aniaya dan tidak ridha dengan kezhaliman.

وَٱلَّذِينَ إِذَآ أَصَابَهُمُ ٱلۡبَغۡيُ هُمۡ يَنتَصِرُونَ

“Dan (bagi) orang-orang yang apabila mereka diperlakukan dengan zhalim mereka membela diri.” (Asy Syura: 39)

Umat yang agung lagi mulia, umat yang tidak tidur menanggung penzhaliman, dan tidak ridha dengan kehinaan serta tidak ridha dengan kerendahan;

وَلَا تَهِنُواْ وَلَا تَحۡزَنُواْ وَأَنتُمُ ٱلۡأَعۡلَوۡنَ إِن كُنتُم مُّؤۡمِنِينَ

“Janganlah kamu bersikap lemah, dan janganlah (pula) kamu bersedih hati, padahal kamulah orang-orang yang paling tinggi (derajatnya), jika kamu orang-orang yang beriman.” (Ali Imran: 139)

Umat yang kuat, umat yang perkasa, bagaimana tidak? Sedangkan Allah telah mengutusnya untuk mengeluarkan manusia dari peribadatan kepada makhluk menuju peribadatan kepada Sang Pencipta, bagaimana tidak sedangkan Allah yang memberikan bantuan kepadanya dan yang menyertainya, Allah-lah yang mengokohkannya dan Allah-lah yang menolongnya.

ذَٰلِكَ بِأَنَّ ٱللَّهَ مَوۡلَى ٱلَّذِينَ ءَامَنُواْ وَأَنَّ ٱلۡكَٰفِرِينَ لَا مَوۡلَىٰ لَهُمۡ

“Yang demikian itu karena sesungguhnya Allah adalah pelindung orang-orang yang beriman dan karena sesungguhnya orang-orang kafir itu tidak mempunyai pelindung.” (Muhammad: 11)

Inilah umat Muhammad shallallahu ‘alaihi wasallam yang kapan saja ia itu merealisasikan kejujuran kepada Allah, maka Allah pasti membuktikan janjinya kepadanya.

Allah Tabaraka wa Ta’ala telah mengutus Nabi kita shallallahu ‘alaihi wasallam sedangkan bangsa arab berada di dalam kejahiliyahan yang pekat dan dalam kesesatan yang buta; manusia yang paling telanjang badannya dan paling lapar perutnya, umat yang berada di akhir masa berbagai umat, tenggelam di dalam jurang yang sangat dalam, tidak dihiraukan dan tidak diperhitungkan, ia tunduk hina kepada Kisra dan Kaisar, serta tunduk kepada pihak yang menang. Allah Tabaraka wa Ta’ala berfirman:

وَإِن كَانُواْ مِن قَبۡلُ لَفِي ضَلَٰلٖ مُّبِينٖ

“Dan sesungguhnya mereka sebelumnya benar-benar dalam kesesatan yang nyata.” (Al Jumu’ah: 2)

Dan berfirman:

وَٱذۡكُرُوٓاْ إِذۡ أَنتُمۡ قَلِيلٞ مُّسۡتَضۡعَفُونَ فِي ٱلۡأَرۡضِ تَخَافُونَ أَن يَتَخَطَّفَكُمُ ٱلنَّاسُ

“Dan ingatlah (hai para muhajirin) ketika kamu masih berjumlah sedikit, lagi tertindas di muka bumi (Makkah), kamu takut orang-orang (Makkah) akan menculik kamu,” (Al Anfal: 26)

Qatadah rahimahullah berkata di dalam tafsir ayat ini: “Suku dari arab ini adalah manusia yang paling hina, paling lapar perutnya, paling bodoh dan paling telanjang, mereka itu dimakan dan tidak memakan, orang yang hidup dari mereka maka ia hidup dalam keadaan sengsara dan orang yang mati maka ia terjerumus ke dalam neraka.” Selesai ucapannya rahimahullah.

Duta dari kalangan sahabat telah masuk menemui Kisra Yazdajirda di masa peperangan Qadisiyah untuk mendakwahinya, maka dia berkata kepada mereka: “Sesungguhnya aku tidak mengetahui di atas bumi ini satu umat-pun yang paling sengsara, paling sedikit jumlahnya dan paling buruk keadaannya daripada kalian, sungguh dahulu kami telah mewakilkan dalam penanganan kalian kepada wilayah-wilayah pinggiran supaya mereka mencukupkan kami dari menangani kalian, supaya Persia tidak menginvasi kalian dan kalian-pun tidak memiliki keinginan untuk melawan mereka,” maka rombongan-pun terdiam, maka berdirilah Al Mughirah Ibnu Syu’bah radhiyallahu ‘anhu terus ia menjawabnya, dan di antara yang dikatakan oleh Al Mughirah adalah: “Adapun apa yang kamu sebutkan tentang keburukan kondisi; maka memang tidak ada orang yang lebih buruk keadaannya daripada kami, dan adapun kelaparan kami; maka tidak ada tandingannya, di mana kami dahulu memakan serangga, kumbang-kumbang, kalajengking dan ular, kami memandang hal itu sebagai makanan kami. Adapun tempat tinggal, maka ia itu adalah tempat terbuka, kami tidak berpakaian kecuali apa yang kami tenun dari bulu-bulu unta dan kambing, agama kami adalah satu sama lain saling membunuh dan saling aniaya, dan sungguh orang di antara kami ada yang mengubur hidup-hidup putrinya karena ia tidak ingin dia memakan dari makanannya.“

Begitulah keadaan bangsa arab sebelum islam; suku-suku yang beraneka ragam yang terpecah-pecah, cerai-berai lagi saling berperang, saling membunuh, menderita kelaparan dan kekurangan segala serta diserang banyak pihak. Kemudian tatkala Allah mengkaruniakan islam kepada mereka dan mereka beriman, maka Allah mengumpulkan dengan islam perkumpulan-perkumpulan mereka, mempersatukan barisan-barisan mereka, Dia menjayakan mereka setelah kehinaan, mencukupkan mereka setelah kemiskinan serta menyatukan hati-hati mereka; sehingga dengan nikmat-Nya mereka menjadi bersaudara:

لَوۡ أَنفَقۡتَ مَا فِي ٱلۡأَرۡضِ جَمِيعٗا مَّآ أَلَّفۡتَ بَيۡنَ قُلُوبِهِمۡ وَلَٰكِنَّ ٱللَّهَ أَلَّفَ بَيۡنَهُمۡ

“Dan Yang mempersatukan hati mereka (orang-orang yang beriman). Walaupun kamu membelanjakan semua (kekayaan) yang berada di bumi, niscaya kamu tidak dapat mempersatukan hati mereka, akan tetapi Allah telah mempersatukan hati mereka.” (Al Anfal: 63)

Maka lenyaplah dari hati mereka kesumat dan kedengkian, menyatulah mereka dengan sebab keimanan, dan jadilah bagi mereka ketaqwaan itu sebagai tolak ukur; mereka tidak membedakan antara orang ajam dengan orang arab, antara orang timur dengan orang barat, antara orang berkulit merah dengan yang berkulit hitam, dan tidak pula antara orang faqir dengan orang kaya, mereka campakkan nasionalisme dan seruan kejahiliyahan, mereka membawa panji Laa ilaaha illaallaah dan mereka berjihad di jalan Allah dengan jujur dan ikhlash, maka Allah-pun mengangkat mereka dengan dien ini, dan menjayakan mereka dengan pengembanan risalah-Nya, memuliakan mereka dan menjadikan mereka sebagai raja-raja dunia dan para pemimpin alam ini.

Wahai umat kami yang mulia, wahai umat terbaik: Sesungguhnya Allah Tabaraka wa Ta’ala telah memberikan kemenangan bagi umat ini dalam satu tahun apa yang tidak Dia berikan kepada pihak yang lain dalam waktu bertahun-tahun, bahkan berabad-abad, di mana dahulu mereka dalam waktu 25 tahun saja telah mampu menghancurkan dua imperium terbesar yang dikenal sejarah, dan mereka menyalurkan simpanan kekayaannya di jalan Allah; di mana mereka telah mematikan api Majusi selama-lamanya dan menundukkan kaum salibis dengan persenjataan paling kuno dan jumlah personil yang sangat sedikit.

Ibnu Abi Syaibah telah meriwayatkan di dalam Mushannaf-nya dari Hushain dari Abu Wail, berkata: “Datang Sa’ad ibnu Abi Waqqas sampai akhirnya ia turun di Qadisiyah dengan disertai pasukan, ia berkata: “Saya tidak mengetahui sepertinya jumlah kami itu tidak lebih dari 7 atau 8 ribu atau di antara itu, sedangkan kaum musyrikin berjumlah 60 ribu atau sekitar itu yang disertai kuda-kuda. Tatkala musuh sudah tiba, maka mereka berkata kepada kami: “Kembalilah kalian, karena jumlah kalian tidak seberapa dibandingkan kami, dan kami tidak melihat kekuatan dan persenjataan yang kalian miliki, maka kembalilah.” Maka ia berkata: Kami mengatakan: “Kami tidak akan kembali,” maka mereka-pun tertawa dengan penolakan kami itu dan mengatakan: “Duk duk,” seraya mereka menyerupakannya dengan alat-alat pemintal.”

Ya wahai umatku yang mulia!: Mereka itulah orang-orang yang telanjang kaki dan badan para penggembala kambing, yang tidak mengenal hal ma’ruf dari kemungkaran dan tidak mengenal hak dari kebathilan; mereka telah memenuhi bumi dengan keadilan setelah sebelumnya penuh dengan kezhaliman dan aniaya, dan mereka menguasai dunia berabad-abad, sedangkan hal itu bukan bertopang kepada kekuatan dari mereka dan kepada jumlah yang banyak, dan bukan pula bertopang kepada kelihaian akal. Tidak sama sekali, akan tetapi itu hanyalah dengan sebab keimanan mereka kepada Allah Tabaraka wa Ta’ala dan ittiba’ mereka kepada tuntunan Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam.

Wahai Ummat Muhammad shallallahu ‘alaihi wasallam; engkau masih sebagai umat terbaik, dan engkau masih memilik ‘izzah, dan sungguh benar-benar keberkuasaan itu akan kembali ke tanganmu, dan sesungguhnya Ilah umat ini kemarin adalah Ilah umat ini hari ini, dan sesungguhnya yang menolongnya kemarin pasti menolongnya juga hari ini, dan telah tiba saatnya!

Telah tiba saatnya bagi generasi-generasi yang telah tenggelam di dalam lautan kehinaan dan yang telah menyusui dengan air susu kenistaan serta setelah lama dikuasai oleh manusia-manusia yang paling hina setelah lama masa tidurnya di dalam kegelapan kelalaian, telah tiba saatnya untuk bangkit, telah tiba saatnya bagi umat Muhammad shallallahu ‘alaihi wa salam untuk bangun dari tidurnya; bangkit melepaskan pakaian kehinaan dan menyingkirkan debu-debu kehinaan dan kenistaan.

Telah berlalu zaman ratapan dan tangisan dan telah menyingsing kembali dengan izin Allah fajar kejayaan, telah terbit matahari jihad, telah bersinar tanda-tanda kebaikan dan telah nampak kemenangan di arah ufuk serta telah nampak tanda-tanda kemenangan. Inilah Panji Daulah Islamiyah, panji Tauhid, berkibar tinggi menjulang menaungi Halab sampai Diyala, dan penjara-penjara para thaghut telah hancur di bawahnya, bendera-benderanya berjatuhan hina, batas-batas wilayahnya dihancurkan dan bala tentaranya ada yang terbunuh, tertawan dan cerai-berai, sedangkan kaum muslimin mengalami kejayaan, dan orang-orang kafir mengalami kehinaan, Ahlus Sunnah menjadi pemimpin-pemimpin yang dimuliakan sedangkan Ahli bid’ah menjadi hina dan bersembunyi.

Hudud ditegakkan, yaitu semua hudud Allah, tsughur dipenuhi (mujahidin), salib-salib dihancurkan, (bangunan-bangunan di atas) kuburan dirobohkan, para tawanan dibebaskan dengan kekuatan pedang, dan manusia di seluruh wilayah Daulah bertebaran dalam kehidupan dan safar-safar mereka dengan rasa aman atas jiwa dan harta mereka, para pemimpin wilayah sudah diangkat, para qadli telah ditunjuk, jizyah telah diberlakukan, dan harta fai, kharaj dan zakat telah diambil, mahkamah-mahkamah telah ditegakkan untuk penyelesaian persengketaan dan pelenyapan kezhaliman, kemungkaran telah dilenyapkan, dan kajian-kajian serta halaqah telah diadakan di masjid-masjid, sehingga dengan karunia Allah ketundukan itu telah ditujukkan seluruhnya kepada Allah.

DAN TIDAK TERSISA kecuali SATU HAL SAJA, yaitu kewajiban kifayah yang mana seluruh umat berdosa dengan sebab meninggalkannya, yaitu kewajiban yang terlupakan, di mana umat ini tidak pernah merasakan nikmatnya kejayaan sejak hal itu ditelantarkan, yaitu IMPIAN yang menyelimuti benak setiap muslim mu’min, HARAPAN yang berkibar di hati setiap mujahid muwahhid; YAITU KHILAFAH! Ingatlah IA itu KHILAFAH!, kewajiban masa kini yang disia-siakan, Allah Ta’ala berfirman:

وَإِذۡ قَالَ رَبُّكَ لِلۡمَلَٰٓئِكَةِ إِنِّي جَاعِلٞ فِي ٱلۡأَرۡضِ خَلِيفَةٗ

“Ingatlah ketika Rabbmu berfirman kepada para Malaikat: “Sesungguhnya Aku hendak menjadikan seorang khalifah di muka bumi”.” (Al Baqarah: 30)

Al Imam Al Qurthubiy berkata di dalam Tafsir-nya: Ayat ini adalah pijakan dalam pengangkatan imam dan khalifah yang ditaati dan didengar; supaya umat menjadi satu kata dan dilaksanakan dengannya putusan-putusan khalifah, dan tidak ada perselisihan dalam kewajiban hal itu di antara umat ini dan tidak pula di antara para imam, kecuali apa yang diriwayatkan dari Al Ashamm; di mana dia itu tuli dari syari’at ini.” Selesai ucapan beliau rahimahullah.

DAN ATAS dasar ini; maka Majlis Syura Daulah Islamiyah telah berkumpul dan mengkaji masalah ini, setelah Daulah Islamiyah itu dengan karunia Allah memiliki semua elemen-elemen kekhilafahan yang mana kaum muslimin berdosa dengan tidak menegakkan Khilafah itu, dan bahwa tidak ada penghalang atau udzur syar’iy pada Daulah Islamiyah yang bisa menghindarkan dosa darinya di saat ia undur diri atau tidak menegakkan kekhilafahan ini, MAKA Daulah Islamiyah memutuskan melalui Ahlul Halli wal ‘Aqdi yang ada di dalamnya yang terdiri dari para tokoh, para panglima, para umara dan Majlis Syura:

“PENDEKLARASIAN TEGAKNYA KHILAFAH ISLAMIYAH”

Dan pengangkatan Khalifah bagi kaum muslimin serta pembai’atan Asy-Syaikh Al-Mujahid Al ‘Alim Al ‘Amil Al ‘Abid Al Imam Al Humam Al Mujaddid, keturunan keluarga kenabian (ahlul bait), Hamba Allah: Ibrahim Ibnu ‘Awwad Ibnu Ibrahim Ibnu ‘Ali Ibnu Muhammad Al Badriy Al Qurasyiy Al Hasyimiy Al Husainiy secara nasab, As Samura-iy secara tempat lahir dan tumbuh dewasa, Al Baghdadiy dalam hal pencarian ilmu dan tempat tinggal, dan beliau telah menerima pembai’atan ini; sehingga beliau dengan itu telah menjadi imam dan khalifah bagi kaum muslimin di SETIAP TEMPAT.

Dan atas dasar ini, maka nama Iraq dan Syam dihilangkan dari nama Daulah di dalam segala aktifitas dan interaksi resmi, dan cukup dengan nama “Ad Daulah Al Islamiyah” sejak munculnya statement ini.

Dan kami ingatkan kepada kaum muslimin: bahwa dengan pendeklarasian Khilafah ini, maka telah wajib atas SELURUH kaum muslimin untuk membai’at dan membela Khalifah Ibrahim hafidhahullah, dan batallah seluruh imarah, jama’ah, wilayah dan organisasi yang berada di dalam wilayah kekuasaan Daulah dan bala tentaranya.

Al Imam Ahmad rahimahullah berkata di dalam riwayat Abdus ibnu Malik al ‘Aththar: “Dan siapa saja yang telah menguasai mereka dengan pedang sehingga ia menjadi khalifah dan dinamakan Amirul Mu’minin; maka tidak halal bagi siapapun yang beriman kepada Allah, dia bermalam satu malampun sedang dia tidak memandangnya sebagai imam, baik imam itu adil maupun jahat.”

Dan sesungguhnya Khalifah Ibrahim hafidhahullah; telah terpenuhi pada dirinya seluruh syarat-syarat khilafah yang telah disebutkan oleh para ulama, dan beliau telah dibai’at di Iraq oleh Ahlul Halli wal ‘Aqdi di Daulah Islamiyah sebagai pengganti bagi Abu Umar Al Baghdadiy rahimahullah, dan kekuasaannya telah meluas ke wilayah-wilayah yang luas di Iraq dan Syam, dan sesungguhnya negeri itu hari ini tunduk kepada perintah dan kekuasaannya dari Halab sampai Diyala.

Maka takutlah kalian kepada Allah wahai hamba-hamba Allah, dengarkanlah dan taatilah khalifah kalian dan bela lah Daulah-nya yang hari demi hari dengan karunia Allah semakin kuat dan jaya, dan musuh-musuhnya hari demi hari semakin tersingkir dan hancur.

Maka marilah wahai kaum muslimin! Berkumpullah di sekitar khalifah kalian, supaya kalian kembali sebagai mana dahulu menjadi raja-raja bumi, pendekar-pendekar peperangan, marilah (merapat) untuk supaya kalian hidup jaya lagi mulia, sebagai para pemimpin yang agung.

Dan ketahuilah bahwa kita ini berperang demi membela agama Allah dan Allah telah menjanjikan pertolongan, dan (kita) adalah umat yang telah dijadikan baginya kejayaan, keunggulan dan keberkuasaan, serta Dia menjanjikan pemberian kekuasaan dan tamkin di muka bumi baginya, maka marilah wahai kaum muslimin menuju kejayaan kalian dan kemenangan kalian. Demi Allah seandainya kalian benar-benar kufur terhadap demokrasi, sekulerisme, nasionalisme dan isme-isme lainnya yang merupakan kotoran dan sampah pikiran orang-orang Barat, dan kalian kembali kepada dien dan aqidah kalian, maka demi Allah dan demi Allah sungguh kalian akan menguasai bumi dan pasti orang-orang barat dan orang-orang timur tunduk kepada kalian, ini adalah janji Allah untuk kalian, ini adalah janji Allah untuk kalian.

وَلَا تَهِنُواْ وَلَا تَحۡزَنُواْ وَأَنتُمُ ٱلۡأَعۡلَوۡنَ إِن كُنتُم مُّؤۡمِنِينَ

”Janganlah kamu bersikap lemah, dan janganlah (pula) kamu bersedih hati, padahal kamulah orang-orang yang paling tinggi (derajatnya), jika kamu orang-orang yang beriman.” (Ali Imran: 139)

Ini adalah janji Allah untuk kalian.

إِن يَنصُرۡكُمُ ٱللَّهُ فَلَا غَالِبَ لَكُمۡ

“Jika Allah menolong kamu, maka tak adalah orang yang dapat mengalahkan kamu;” (Ali Imran: 160)

Ini adalah janji Allah untuk kalian.

فَلَا تَهِنُواْ وَتَدۡعُوٓاْ إِلَى ٱلسَّلۡمِ وَأَنتُمُ ٱلۡأَعۡلَوۡنَ وَٱللَّهُ مَعَكُمۡ وَلَن يَتِرَكُمۡ أَعۡمَٰلَكُمۡ

“Janganlah kamu lemah dan minta damai padahal kamulah yang di atas dan Allah pun bersamamu dan Dia sekali-kali tidak akan mengurangi pahala amal-amalmu.” (Muhammad: 35)

Ini adalah janji Allah untuk kalian.

وَعَدَ ٱللَّهُ ٱلَّذِينَ ءَامَنُواْ مِنكُمۡ وَعَمِلُواْ ٱلصَّٰلِحَٰتِ لَيَسۡتَخۡلِفَنَّهُمۡ فِي ٱلۡأَرۡضِ كَمَا ٱسۡتَخۡلَفَ ٱلَّذِينَ مِن قَبۡلِهِمۡ

“Dan Allah telah berjanji kepada orang-orang yang beriman di antara kamu dan mengerjakan amal-amal yang shaleh bahwa Dia sungguh-sungguh akan menjadikan mereka berkuasa dimuka bumi, sebagaimana Dia telah menjadikan orang-orang sebelum mereka berkuasa,” (An Nur: 55)

Maka mari kalian sambut janji Rabb kalian ini.

إِنَّ ٱللَّهَ لَا يُخۡلِفُ ٱلۡمِيعَادَ

“Sesungguhnya Allah tidak menyalahi janji.” (Ali Imran: 9)

Dan pesan kepada seluruh kelompok-kelompok dan jama’ah-jama’ah di muka bumi ini seluruhnya, para mujahidin, para aktifis yang membela agama Allah dan yang mengangkat syiar-syiar Islam, maka kepada para panglima dan para umara kami katakan: Bertaqwalah kalian kepada Allah pada diri kalian, bertaqwalah kalian kepada Allah pada jihad kalian, bertaqwalah kalian kepada Allah pada umat kalian.

يَٰٓأَيُّهَا ٱلَّذِينَ ءَامَنُواْ ٱتَّقُواْ ٱللَّهَ حَقَّ تُقَاتِهِۦ وَلَا تَمُوتُنَّ إِلَّا وَأَنتُم مُّسۡلِمُونَ وَٱعۡتَصِمُواْ بِحَبۡلِ ٱللَّهِ جَمِيعٗا وَلَا تَفَرَّقُواْ

“Hai orang-orang yang beriman, bertaqwalah kepada Allah dengan sebenar-benar taqwa kepada-Nya; dan janganlah sekali-kali kamu mati melainkan dalam keadaan beragama Islam. Dan berpeganglah kamu semuanya kepada tali (agama) Allah, dan janganlah kamu bercerai berai,” (Ali Imran: 102-103)

Sesungguhnya kami demi Allah tidak mendapatkan bagi kalian udzur yang syar’iy di dalam sikap absen dari membela Daulah ini; maka ambillah sikap yang membuat Allah Tabaraka wa Ta’ala ridha dengannya kepada kalian, karena sungguh tabir itu sudah tersingkap dan kebenaran itu telah nampak, dan sesungguhnya ia adalah benar-benar Daulah, ia benar-benar Daulah! Daulah kaum bagi kaum muslimin, bagi kaum mustadl’afin, untuk anak-anak yatim, para janda dan orang-orang miskin. Bila kalian membelanya, maka manfaatnya bagi kalian sendiri.

Dan sesungguhnya ia itu Khilafah, dan telah tiba saatnya bagi kalian untuk mengakhiri perpecahan, gontok-gontokan dan kecerai-beraian yang buruk ini, yang sama sekali bukan dari ajaran Allah sedikitpun.

Dan bila kalian menelantarkannya dan memusuhinya, maka kalian tidak akan memudlaratkannya! Kalian tidak akan memudlaratkan kecuali pada diri kalian sendiri!

Dan sesungguhnya ia itu Daulah! Daulah kaum muslimin, dan cukuplah bagi kalian apa yang diriwayatkan oleh Al Bukhariy rahimahullah:

Dari Mu’awiyah radhiyallahu ‘anhu berkata: Saya mendengar Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam berkata:

إن هذا الأمر في قريش؛ لا يعاديهم أحد إلا كبّه الله على وجهه، ما أقاموا الدين

“Sesungguhnya urusan ini ada pada Quraisy, tidak memusuhi mereka seorangpun kecuali Allah pasti membinasakannya, selagi mereka menegakkan dien ini.”

Dan adapun kalian wahai junud kelompok-kelompok dan tandhim-tandhim (organisasi-organisasi); maka ketahuilah bahwa setelah tamkin dan tegaknya khilafah ini, maka gugurlah kesyar’iyan (keabsahan) jama’ah-jama’ah dan tandhim-tandhim kalian, dan tidak halal bagi seorangpun di antara kalian yang beriman kepada Allah dia bermalam semalam saja sedangkan dia tidak menganut loyalitas kepada khalifah.

Dan bila umara kalian itu memberikan bisikan buruk kepada kalian bahwa ia itu bukan khilafah; maka memang mereka itu selama ini yang selalu membisiki kalian bahwa ia itu bukan Daulah, bahwa ia itu hanyalah wahmiyah kartuniyah (khayalan kartun) sampai datang kepada kalian beritanya yang meyakinkan, dan bahwa ia adalah Daulah, dan sungguh benar-benar akan datang kepada kalian kabarnya bahwa ia adalah khilafah dengan izin Allah walaupun setelah saat nanti.

Dan ketahuilah bahwa yang paling memperlambat dan menangguhkan kemenangan itu adalah keberadaan tandhim-tandhim ini; dikarenakan ia adalah sebab perpecahan dan perselisihan yang melenyapkan kekuatan, sedangkan perpecahan itu sama sekali bukan termasuk ajaran Islam:

إِنَّ ٱلَّذِينَ فَرَّقُواْ دِينَهُمۡ وَكَانُواْ شِيَعٗا لَّسۡتَ مِنۡهُمۡ فِي شَيۡءٍ

“Sesungguhnya orang-orang yang memecah belah agama-Nya dan mereka menjadi bergolongan, tidak ada sedikitpun tanggung jawabmu kepada mereka.” (Al An’am: 159)

Dan ingatlah bahwa umara kalian itu tidak akan menemukan untuk menghalang-halangi kalian dari jama’ah dan khilafah serta kebaikan yang agung ini kecuali dua alasan yang bathil lagi lemah:

Pertama: Adalah sama dengan apa yang dituduhkan dahulu kepada Daulah; bahwa ia itu Daulah Khawarij dan tuduhan-tuduhan lainnya yang sudah jelas nampak kebathilannya dan nampak kepalsuannya di dalam kota-kota yang diperintah oleh Daulah.

Kedua: Bahwa umara kalian akan menghayalkan kepada diri mereka sendiri dan kepada kalian bahwa ia (Daulah Khilafah) itu hanya sekedar gejolak yang akan padam dan angin puyuh yang muncul tiba-tiba yang tidak akan langgeng, dan bangsa-bangsa kafir tidak akan membiarkannya eksis dan mereka akan bersekongkol terhadapnya sampai ia lenyap dengan segera, dan orang yang selamat dari kalangan bala tentaranya maka ia akan menyingkir ke puncak-puncak gunung, dasar-dasar lembah, tengah-tengah padang pasir dan kegelapan penjara-penjara, dan saat itulah kita kembali kepada jihad Nukhbah (orang-orang pilihan), sedangkan kita tidak memiliki kekuatan dengan jihad Nukhbah, jauh dari hotel-hotel dan konferensi-konferensi, kita tidak memiliki kekuatan dengan jihad nukhbah ini, dan kita ingin memimpin umat dalam jihad umat!

Enyahlah bagi para umara itu! Dan enyahlah bagi umat yang ingin mereka kumpulkan; umat sekuler, demokrat dan nasionalime, umat murji’ah, ikhwan dan sururiyah.

يَعِدُهُمۡ وَيُمَنِّيهِمۡۖ وَمَا يَعِدُهُمُ ٱلشَّيۡطَٰنُ إِلَّا غُرُورًا

“Syaitan itu memberikan janji-janji kepada mereka dan membangkitkan angan-angan kosong pada mereka, padahal syaitan itu tidak menjanjikan kepada mereka selain dari tipuan belaka.” (An Nisa: 120)

Dan sesungguhnya ia itu dengan izin Allah tetap eksis (baqiyah), dan silahkan tanya kelompok-kelompok di Iraq dan para panglimanya, betapa seringnya mereka itu menginginkan agar Daulah ini lenyap, sedangkan mereka itu lebih dahsyat kekuatannya dan lebih banyak personilnya daripada mereka itu.

أَوَ لَمۡ يَسِيرُواْ فِي ٱلۡأَرۡضِ فَيَنظُرُواْ كَيۡفَ كَانَ عَٰقِبَةُ ٱلَّذِينَ مِن قَبۡلِهِمۡ

“Dan apakah mereka tidak mengadakan perjalanan di muka bumi dan memperhatikan bagaimana akibat (yang diderita) oleh orang-orang sebelum mereka?” (Ar Ruum: 9)

Sedangkan mereka itu lebih dahsyat kekuatannya daripada mereka.

Dan adapun kalian, wahai junud Daulah Islamiyah, maka selamat bagi kalian, selamat bagi kalian atas penaklukan yang besar ini, selamat bagi kalian atas kemenangan yang agung ini, hari ini orang-orang kafir merasa dongkol dengan puncak kedongkolan, dan hampir saja banyak dari mereka mati karena kedongkolan yang tidak bisa dilampiaskan.

Hari ini kaum mu’minin berbahagia dengan pertolongan Allah dengan kebahagian yang agung, pada hari ini kaum munafiqin bersembunyi, dan terhinakan pula kaum Rafidhah, shahawat dan murtaddin, pada hari ini para thaghut di timur dan di barat gemetaran karena takut dan cemas, pada hari ini bangsa-bangsa kafir di Barat diliputi rasa takut, pada hari ini jatuh hina lah panji-panji setan dan golongannya, pada hari ini menjulang tinggilah panji tauhid dan ahlinya, pada hari ini kaum muslimin dimuliakan! pada hari ini kaum muslimin dimuliakan!

Inilah khilafah kalian telah kembali, walaupun leher-leher dihinakan, inilah khilafah kalian telah kembali walaupun banyak pihak tidak suka, inilah khilafah kalian telah kembali, kami memohon kepada Allah Ta’ala semoga menjadikannya di atas manhaj Nubuwwah, inilah harapan telah terwujud, inilah impian telah menjadi kenyataan, selamat lah bagi kalian, sungguh kalian telah berkata terus kalian jujur, dan kalian telah menjanjikan terus kalian telah memenuhi janji.

Wahai bala tentara Daulah Islamiyah; sesungguhnya di antara nikmat Allah Tabaraka wa Ta’ala yang paling besar atas kalian adalah Dia menyampaikan kalian kepada hari ini dan menjadikan kalian sebagai saksi atas kemenangan ini yang tidak datang kepada kalian setelah karunia Allah Tabaraka wa Ta’ala kecuali di atas darah-darah dan serpihan-serpihan daging saudara-saudara kalian terdahulu, dari kalangan manusia pilihan, kami kira demikian dan Allah-lah yang menilainya dan kami tidak menganggap suci seorang-pun di hadapan Allah, mereka telah memikul panji ini dan telah berkorban dengan segala hal di bawahnya, dan mereka mengerahkan segalanya termasuk nyawa mereka, untuk menyampaikan panji ini kepada kalian dengan kejayaan dan mereka telah berbuat, semoga Allah merahmati mereka dan memberikan balasan kebaikan atas jasanya kepada Islam ini.

Maka hendaklah kalian menjaga amanah yang berat ini, dan pikullah panji ini dengan segenap kekuatan, sirami lah dengan darah kalian dan angkatlah di atas serpihan-serpihan badan kalian, dan matilah di bawahnya, sampai kalian menyerahkannya in Syaa Allah kepada Isa Ibnu Maryam ‘alaihissalam.

Wahai bala tentara Daulah Islamiyah; Allah Tabaraka wa Ta’ala telah memerintahkan kita untuk berjihad dan menjanjikan kemenangan bagi kita dan Dia tidak membebani kita dengan kemenangan itu. Dan pada hari ini Allah Tabaraka Wa Ta’ala telah memberikan karunia kemenangan kepada kalian, maka kita mengumumkan Khilafah dalam rangka merealisasikan perintah Allah Tabaraka wa Ta’ala. Kita mengumumkannya, dikarenakan kita ini dengan karunia Allah telah memiliki pilar-pilarnya, dan dengan izin Allah kita mampu terhadapnya, maka kitapun merealisasikan perintah Allah Tabaraka wa Ta’ala dan kita diudzur in Syaa Allah, dan setelah itu kita tidak peduli apapun yang terjadi walaupun ia itu hanya eksis satu hari atau satu jam, dan hanya milik Allah saja segala urusan itu sebelum dan sesudahnya.

Bila Allah Tabaraka wa Ta’ala melanggengkannya dan ia bertambah kuat, maka itu adalah dengan karunia dan nikmat-Nya saja, karena kemenangan itu hanya berasal dari sisi-Nya. Dan bila ia itu lenyap atau melemah, maka ketahuilah bahwa itu berasal dari keteledoran diri kita dan akibat ulah kita, maka kita in Syaa Allah akan melindunginya selagi ia ada dan selagi ada sisa satu orang di antara kita, dan kita in Syaa Allah akan mengembalikannya di atas manhaj Nubuwwah.

Aku terheran dengan orang yang punya tombak dan pedang tajam***Namun dia terpental dengan keterpentalan pedang yang tumpul

Siapa yang memiliki jalan kepada kemuliaan***Maka jangan ia tinggalkan tunggangan tanpa pundakan

Dan aku tidak melihat sesuatupun pada aib manusia***Seperti kekurangan orang-orang yang mampu untuk menyempurnakan

Wahai bala tentara Daulah Islamiyah, sesungguhnya kalian ini akan menghadapi peperangan yang mengerikan yang membuat anak-anak kecil beruban, berbagai ujian dan cobaan yang beraneka ragam, ujian-ujian dan goncangan-goncangan, yang tidak akan selamat darinya kecuali orang yang dirahmati Allah, tidak teguh di dalamnya kecuali orang yang Allah kehendaki, dan di antara fitnah terbesar itu adalah fitnah dunia, maka hati-hatilah kalian jangan sampai berlomba-lomba di dalamnya, hati-hati lah, dan selalu ingatlah besarnya amanah yang kalian pikul di atas pundak-pundak kalian, di mana kalian sekarang telah menjadi pelindung barisan Islam dan kalian telah menjadi benteng-bentengnya, dan kalian tidak akan bisa menjaga amanah itu kecuali dengan taqwa kepada Allah dalam kondisi rahasia dan terang-terangan, kemudian dengan pengorbanan-pengorbanan, kesabaran dan pengorbanan darah.

Siapa orangnya yang kemuliaan adalah cita-cita tertingginya***Maka segala yang dilalui di dalamnya adalah disukainya

Kemudian ketahuilah: Bahwa di antara sebab terbesar kemenangan yang Allah Tabaraka wa Ta’ala karuniakan kepada kalian itu adalah: kerjasama kalian dan tidak adanya perselisihan di antara kalian, ketaatan dan kesetiaan kalian kepada umara kalian, serta kesabaran kalian terhadap mereka, maka ingatlah selalu sebab ini dan jagalah, bersatulah dan jangan berselisih, kerjasama lah dan jangan bertikai, dan jangan sekali-kali kalian memecah belah barisan, dan lebih baik orang di antara kalian disambar kematian daripada dia memecah barisan atau ikut andil di dalam hak itu. Dan barangsiapa ingin memecah belah barisan, maka pecahkan lah kepalanya dengan peluru dan keluarkan lah apa yang ada di dalam kepalanya, siapa saja dia itu, dan tidak ada nilainya dia itu. Rasulullah shallallahu ‘alahi wasallam bersabda:

ومَن بايع إمامًا فأعطاه صفقة يده وثمرة قلبه: فليطعه إن استطاع، فإن جاء آخر ينازعه: فاضربوا عنق الآخر

“Dan barangsiapa telah membai’at imam terus ia memberikan kesetiaannya dan kepatuhannya, maka hendaklah ia mentaatinya bila dia mampu. Kemudian bila ada datang orang yang menyainginya, maka penggallah leher dia itu.” (Riwayat Muslim dari Abdullah Ibnu ‘Amr radhiyallahu ‘anhuma).

Dan dari Abu Hurairah radhiyallahu ‘anhu bahwa Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam berkata:

مَن أطاعني: فقد أطاع الله، ومَن عصاني: فقد عصى الله، ومَن يطع الأمير: فقد أطاعني، ومَن يعصِ الأمير: فقد عصاني، وإنما الإمام جُنّة؛ يُقاتل مِن ورائه ويُتّقى به؛ فإن أمر بتقوى الله وعدل: فإن له بذلك أجرًا، وإن قال بغيره: فإن عليه منه

“Barangsiapa yang mentaatiku maka ia telah taat kepada Allah, dan siapa yang maksiat kepadaku maka ia telah maksiat kepada Allah, dan barangsiapa yang mentaati amir maka dia telah mentaatiku, dan barangsiapa yang maksiat kepada amir maka dia telah maksiat kepadaku, dan imam itu hanyalah dijadikan sebagai perisai, dilakukan perang di belakangnya dan berlindung di baliknya, kemudian bila dia memerintahkan untuk taat kepada Allah dan berbuat adil, maka sesungguhnya dia itu mendapatkan pahala dengan hal itu, dan bila ia mengatakan selain itu, maka atas dialah dosanya.” (Riwayat Al Bukhariy)

Wahai bala tentara Daulah Islamiyah; masih ada satu hal yang ingin saya ingatkan kalian kepadanya; orang-orang akan mencari celah-celah untuk mencela kalian, dan mereka akan mengatakan kepada kalian banyak syubhat; bila mereka mengatakan kepada kalian: Bagaimana kalian mengumumkan khilafah sedangkan umat itu tidak sepakat kepada kalian? Sedangkan fashail dan jama’ah-jama’ah yang lain tidak menerima kalian, juga kataib, liwa-liwa, saraya, partai-partai, firqah-firqah, felix-felix, perkumpulan-perkumpulan, dewan-dewan, lembaga-lembaga, ikatan-ikatan, koalisi-koalisi, bala tentara, jabhah-jabhah, pergerakan-pergerakan dan tandhim-tandhim itu juga tidak sepakat dengan kalian, maka katakanlah kepada mereka:

وَلَا يَزَالُونَ مُخۡتَلِفِينَ إِلَّا مَن رَّحِمَ رَبُّكَ

“Tetapi mereka senantiasa berselisih pendapat, kecuali orang-orang yang diberi rahmat oleh Rabbmu.” (Hud: 118-119)

Mereka itu tidak pernah sepakat terhadap suatu urusanpun pada suatu haripun, dan mereka tidak akan sepakat terhadap suatu urusan selamanya kecuali orang yang dirahmati Allah, kemudian sesungguhnya Daulah itu mengumpulkan orang-orang yang mau berkumpul.

Dan bila mereka mengatakan kepada kalian: “Kalian telah lancang terhadap mereka! Kenapa kalian tidak meminta pendapat mereka sehingga kalian memberikan alasan kepada mereka dan kalian menarik hati mereka?” Maka katakanlah kepada mereka: Sesungguhnya urusannya lebih butuh cepat dari itu.

وَعَجِلۡتُ إِلَيۡكَ رَبِّ لِتَرۡضَىٰ

“Dan aku bersegera kepada-Mu. Ya Rabbku, agar supaya Engkau ridha (kepadaku).” (Thaha: 84)

Dan katakan kepada mereka: Siapa yang kami harus ajak musyawarah?! Sedangkan mereka itu tidak mengakui bahwa ia itu Daulah, padahal Amerika, Inggris dan Prancis telah mengakui bahwa ia adalah Daulah! Siapa yang harus kami ajak musyawarah?! Apakah kami harus mengajak musyawarah orang yang telah menggembosi kami?! Ataukah kami harus mengajak musyawarah orang yang telah mengkhianati kami?! Ataukah kami harus meminta pendapat orang yang telah bara’ dari kami dan telah memprovokasi manusia terhadap kami? Ataukah kami harus meminta pendapat orang yang memusuhi kami? Ataukah kami harus meminta pendapat orang yang memerangi kami? Siapa yang harus kami ajak musyawarah? Dan terhadap siapa kami telah lancang?!

Dan sesungguhnya suatu yang ada di antaraku dengan anak bapakku dan dengan sepupuku adalah sangat berbeda.

Dan mereka itu tidak hadir untuk menolongku, dan bila mereka***mengajakku kepada pertolongan maka aku mendatangi mereka dengan segera

Dan bila mereka mengatakan kepada kalian: “Kami tidak menerima pendirian oleh kalian.” Maka katakanlah kepada mereka: Sungguh dengan karunia Allah kami telah mampu mendirikannya, maka kami wajib melakukan hal itu, dan kami segera melaksanakannya sebagai perealisasian perintah Allah Tabaraka wa Ta’ala.

وَمَا كَانَ لِمُؤۡمِنٖ وَلَا مُؤۡمِنَةٍ إِذَا قَضَى ٱللَّهُ وَرَسُولُهُۥٓ أَمۡرًا أَن يَكُونَ لَهُمُ ٱلۡخِيَرَةُ مِنۡ أَمۡرِهِمۡ

“Dan tidaklah patut bagi laki-laki yang mukmin dan tidak (pula) bagi perempuan yang mukmin, apabila Allah dan Rasul-Nya telah menetapkan suatu ketetapan, akan ada bagi mereka pilihan (yang lain) tentang urusan mereka.” (Al Ahzab: 36)

Dan katakanlah kepada mereka: Karenanya kami telah menumpahkan sungai-sungai dari darah-darah kami, kami menyirami tanamannya, kami rintis pondasi-pondasinya dengan tengkorak-tengkorak kami, kami bangun pilar-pilarnya di atas serpihan-serpihan badan kami, dan kami bersabar terhadap pembunuhan, pemenjaraan, penyiksaan, pemotongan anggota badan bertahun-tahun, dan kami juga mengecap rasa pahit dalam memimpikan hari ini, maka apakah kami harus menangguhkannya sejenak padahal kami sudah sampai kepadanya?

Dan katakanlah kepada mereka:

Kami telah mengambilnya secara paksa dengan ketajaman pedang***kami telah mengembalikannya dengan cara kemenangan dan perampasan

Kami telah mendirikannya walaupun banyak pihak tidak suka***dan leher-leher mereka telah dipukul keras dengan pedang

Dengan pemboman, peledakkan dan penghancuran***Dan dengan bala tentara yang tidak menganggap susah suatu yang susah

Dan dengan para singa dalam peperangan yang kehausan***sedang mereka telah meminum banyak darah orang-orang kafir

Sungguh Khilafah kita telah kembali secara yakin***dan telah tegak Daulah kita dengan bangunan yang kokoh

Telah lega dada kaum mu’minin***dan hati orang-orang kafir telah dipenuhi rasa ketakutan

Dan terakhir:

Kami ucapkan selamat kepada kaum muslimin dengan datangnya bulan Ramadhan yang penuh berkah, kami memohon kepada Allah Tabaraka wa Ta’ala agar menjadikannya sebagai bulan kemenangan, kejayaan dan tamkin bagi kaum muslimin, dan agar menjadikan hari-harinya dan malam-malamnya sebagai bencana bagi Rafidhah, Shahawat dan murtaddin.

وَٱللَّهُ غَالِبٌ عَلَىٰٓ أَمۡرِهِ وَلَٰكِنَّ أَكۡثَرَ ٱلنَّاسِ لَا يَعۡلَمُونَ

“Dan Allah Maha Kuasa terhadap urusan-Nya, akan tetapi mayoritas manusia tidak mengetahui.”

Al-Furqan Media

Rabu, 01 Februari 2017

SUNGGUH AKAN DIA KUASAKAN BAGI MEREKA DIIN YANG TELAH DIA RIDHAI BAGI MEREKA

SUNGGUH AKAN DIA KUASAKAN BAGI MEREKA DIIN YANG TELAH DIA RIDHAI BAGI MEREKA
Statemen Juru Bicara Resmi Daulah Islamiyah, Syaikh Al-Mujahid Abu Muhammad Al-‘Adnaniy Asy-Syamiy

Alih Bahasa:
Forum Islam al-Busyro

بسم الله الرحمن الرحيم

Segala puji bagi Allah Yang maha kuat, sholawat dan salam semoga (senantiasa) terlimpah pada rosul yang diutus dengan pedang sebagai rohmah untuk semesta alam, adapun kemudian;

Allah tabaaroka wa ta’ala berfirman,

الَّذِينَ آمَنُوا يُقَاتِلُونَ فِي سَبِيلِ اللَّهِ وَالَّذِينَ كَفَرُوا يُقَاتِلُونَ فِي سَبِيلِ الطَّاغُوتِ فَقَاتِلُوا أَوْلِيَاءَ الشَّيْطَانِ إِنَّ كَيْدَ الشَّيْطَانِ كَانَ ضَعِيفًا (76)

“Orang-orang yang beriman berperang di jalan Allah, sedangkan orang-orang yang kafir berperang di jalan Thaghut, maka perangilah teman-teman setan, sungguh tipu daya setan itu lemah.” (an-Nisa: 76)

Ya, sungguh tipu daya setan itu lemah.

Sungguh Amerika telah datang ke Iraq memimpin perang salib yang menyala-nyala sedangkan dalam ranselnya ada peta baru yang mereka namakan dengan “timur tengah”. Datang membawa batasan dan penindasan, dengan kecongkakan dan kebodohan, mengumpulkan aliansinya, mengumpulkan berbagai pesawat dan armadanya, mengumpulkan pasukan berkendara dan infanterinya, pasukan salibis ini pun mengira bahwa tidak akan ada yang mampu mengalahkannya.

Namun Allah ‘azza wa jalla menghinakan mereka dan memperlihatkan pada kami kelemahan tipu daya mereka.

Bara api jihad pun semakin menyala, serangan salibis pun terpecahkan dan Daulah Islam pun tegak meskipun para pencela tidak menyukainya. Amerika pun keluar dalam keadaan tercela lagi terusir, sembari menyeret ekor kegagalan dalam keadaan kalah dan hancur, serta meninggalkan peta itu untuk Daulah Islam, untuk mengembalikan peta dunia pada konsep Khilafah Nabawiyah, karena dengan karunia Allah saja Daulah ini semakin hari semakin kuat, inilah bangunannya semakin meninggi, pilarnya semakin membesar, panjinya semakin tinggi dan berkibar. Dengan karunia Allah lah serangannya belum pernah terputus semenjak didirikannya, dengan ijin Allah penyerbuannya tidak akan pernah berhenti hingga (seluruh) salib dihancurkan, (seluruh) babi dibunuh, pajak tidak lagi diberlakukan, hingga tiada lagi fitnah di bumi ini dan seluruh agama (tunduk) pada Allah.

Sungguh semakin hari kami semakin yakin dengan pertolongan Allah. Siapa saja yang berfikir untuk campur tangan berperang melawan kami, hendaknya dia membuat 1000 kali perhitungan.

Wahai Ahlus Sunnah di Negeri Dua Sungai, sungguh peperangan hari ini menjadi semakin jelas, peperangan antara al-haq dan al-bathil, antara kekufuran dan iman, antara syirik dan tauhid, peperangan antara Rafidhah –seluruh (sekte) Rafidhah– dan Ahlus Sunnah –seluruh kalangan Ahlus Sunnah–, dan tidak akan berhenti kecuali dengan berkuasanya salah satu pihak, maka pilih lah dalam barisan mana kalian berada?

Padahal maha suci Allah, dan tidak mungkin Dia menolong pelaku syirik dalam melawan pemeluk tauhid. Sungguh telah tiba saatnya bagi kalian wahai Ahlus Sunnah di Iraq untuk mengetahui kenyataan, bahwa tidak ada hidup rukun dan damai dengan Rafidhah. Sungguh kalian telah melihat hakekat mereka di medan Hawijah dan masjid-masjid di Ba’qubah, di pasar-pasar Mosul dan Samarra, di desa-desa di Lathifiyah, di perkampungan Buhrez, Ramadiy dan al-Fallujah, sedangkan yang akan datang lebih buruk dan lebih pahit.

Sungguh telah saatnya kalian memahami, bahwa Rafidhah musyrik itu adalah seburuk-buruk (makhluk) yang menginjak tanah ini, lebih buruk dari yahudi dan salibis. Telah tiba saatnya kalian mengingkari demokrasi yang tidak akan pernah mendatangkan apa yang lebih baik dari musim kemarau bertahun-tahun yang pernah kalian alami, karena demokrasi ini tidak akan kembali pada kalian kecuali hanya membawa kehinaan dan aib. Telah tiba saatnya kalian memahami bahwa demokrasi hanyalah alat dan media untuk mengokohkan (kekuasaan) Thaghut dan (untuk) memerangi agama Allah. Telah tiba saatnya kalian buang para pemimpin kalian yang pengkhianat, yang hanya bekerja untuk kepentingan dan keperluan pribadi mereka, di mana hasil dari memilihnya hanyalah kerendahan, kehinaan dan kelemahan.

Wahai Ahlus Sunnah di Iraq, telah tiba saatnya kalian mengetahui jalan keperkasaan dan kemuliaan, yaitu jalan kebaikan, ketenteraman dan kebahagiaan. Telah tiba saatnya kalian mengetahui bahwa tidak ada hak (terpenuhi) tanpa jihad. Tidak ada keadilan tanpa jihad, tidak ada kemuliaan tanpa jihad, tidak ada ketenteraman tanpa jihad, tidak ada harapan tanpa jihad, tidak ada kehidupan tanpa jihad dan tidak ada kehidupan tanpa jihad.

Maka telah tiba saatnya wahai Ahlus Sunnah, telah tiba saatnya berkumpul di sekitar mujahidin. Lihat dan pertimbangkanlah, renungkan dan pikirkanlah…

Sungguh mujahidin tidaklah berperang demi jabatan, kedudukan ataupun harta dunia yang fana. Sungguh mujahidin mengorbankan segala sesuatu demi membela agama Allah dan (untuk) membela kaum yang tertindas. Sungguh mujahidin tidak mendapatkan apapun dari dunia ini selain terbunuh, tertawan, terkalahkan ataupun luka. Mereka tidaklah mewariskan apapun pada keluarga dan kerabat mereka selain terpenjara, terusir dan tertahan (rizqinya).

Namun, meskipun mereka menghadapi berbagai tragedi dan luka, kalian lihat mereka (masih) berdenyut dengan kemuliaan dan (masih) berkeringat dengan keperkasaan. Kalau saja salah seorang di antara kalian ikhlash karena Allah dan berfikir dengan kejujuran hatinya sembari merenungkan kondisi ummat Islam hari ini, sungguh (niscaya) akan dia dapati ummat ini telah terlepas dari sikap perkasa dan mulia kecuali dalam tindakan para mujahidin, di tengah barisan mereka dan di bawah panji mereka…

Inilah kenyataan di mana siapa saja yang mengingkarinya secara lahir, tidak akan bisa mengingkarinya dalam kejujuran hatinya.

Tidak akan Anda temukan tindakan yang membuat orang kafir dan munafiq marah di muka bumi ini selain dalam tindakan mujahidin, tidak akan Anda temukan sesuatu yang membuat mereka sedih selain kemenangan mujahidin, tidak akan Anda temukan sesuatu yang menggentarkan para Thaghut, merobohkan tempat tidur mereka dan menyusahkan kehidupan mereka selain eksistensi mujahidin. Tidak akan Anda temukan harapan untuk orang-orang yang tertindas di setiap tempat selain mujahidin.

Wahai Ahlus Sunnah di Iraq, jika pemimpin kalian rela pada kalian untuk terhina, merendah lagi tunduk pada Rafidhah, maka kami tidak akan rela kalian demikian, kami akan tetap mengintai musuh kalian, sama saja kalian bela kami ataupun mengabaikan kami.

Wahai Ahlus Sunnah di Iraq, sungguh kalian telah melihat kekuatan dan kemampuan kami, maka ketahuilah bahwa kemampuan, senjata dan kekuatan ini hanya untuk membantu kalian, karena sungguh kami adalah bagian dari kalian dan kalian adalah bagian dari kami…

Jika kalian melihat kebaikan pada kami maka hal itu bagi kalian, dan jika kalian melihat selain itu maka nasehatilah kami. Tidak mungkin kami melihat anak-anak kalian menghamba, melayani dan mengekor pada Rafidhah lalu kami diam terhadap mereka. Tidak mungkin kami melihat mereka menempuh jalan menuju jahannam lalu kami biarkan mereka. Kami hanyalah menginginkan keperkasaan dan kemulian bagi kalian di dunia, serta keselamatan dan kebahagiaan di akhirat.

Kalian tidak akan melihat dari kami selain kasih sayang dan simpati terhadap kalian. Tidakkah kalian melihat bahwa kami menerima taubatnya putera-putera kalian walaupun mereka telah membunuh ribuan (personel) dari kami. Tidakkah kalian melihat bahwa kami tidak meminta ganti dan tebusan dari mereka selain agar mereka meletakkan senjatanya dari kami dan menghentikan dukungan/support mereka terhadap Rafidhah dan Thaghut serta agar mereka kembali kepada agama mereka.

Wahai suku-suku Ahlus Sunnah di Iraq, kalian tidak akan rugi dengan mengingkari demokrasi dan berkumpul dengan mujahidin. Kalian tidak akan rugi dengan membela diin Allah, maka kali ini angkatlah Asy-Syaikh Abu Bakr al-Baghdadiy sebagai pemimpin dan selamanya kalian tidak akan menyesal dengan ijin Allah. Jika kalian berkumpul dengan mujahidin, kalian akan dapat menguasai bangsa Arab, kalian akan dapat menundukkan non Arab dan kalian akan memimpin dunia, maka berkumpullah dengan mujahidin.

Saya katakan kepada tetua dan pemuka suku Ahlus Sunnah, sungguh sejarah mencatat dan malaikat membukukan sedangkan kalian pasti (akan) mati, sedangkan tidak ada yang tersisa dari kalian kecuali namanya dan tidak ada yang diambil kecuali ‘amal usahanya, maka bisa jadi generasi kaum muslimin akan berbangga dengan kalian dan memintakan rohmah untuk kalian di hari kiamat, bisa jadi juga mereka akan melaknat kalian setiap kali disebut nama kalian, bisa jadi di hari kiamat kalian datang dengan pahala kalian dan pahala siapa saja yang mengikuti kalian serta dikumpulkan bersama para nabi, syuhada’ dan orang-orang sholih. Bisa jadi juga kalian menanggung dosa-dosa (orang lain) dan dosa-dosa kalian sendiri, dan kaum kalian dan siapa saja yang mengikuti kalian datang lalu kalian seret mereka ke neraka bersama Fir’aun dan Haman.

Kepada orang-orang sekuler dan anak-anak burung Thaghut dari kalangan bangsa kami, kami katakan (pada mereka), sungguh kami telah menjanjikan untuk kembali pada wilayah-wilayah yang kami pernah mundur darinya dan (bahkan) lebih dari itu, dan inilah kami kembali untuk perluasan. Hari ini dengan ijin Allah kami lebih kuat dari kemarin dan musuh kami –dengan (kami) memuji Allah– dalam keadaan runtuh dan lemah.

Sungguh hari ini kalian melihat singa-singa Daulah Islam dari kalangan Muhajirin dan Anshar, dan kalian juga (terus) melihat kemampuan dan kekuatan mereka, sedangkan mereka itulah orang-orang yang kemarin hidup di padang pasir, tersakiti oleh bebatuannya dan terganggu oleh kerikilnya. Mereka (telah) mengalami kesepian, keterasingan dan kesukaran. Dan inilah mereka hari ini berpatroli di jalan-jalan dan lapangan-lapangan kota dengan ramah, merasakan senang dengan lading, sawah dan kebun yang subur dalam keadaan teduh dan nyaman. Maka jangan kalian kira mereka akan meninggalkan hari (yang) mereka (rasakan) ini dan kembali pada hari pertama mereka. Maka tidak ada tempat bagi kalian wahai orang-orang sekuler, lebih baik kalian lari dengan kekuatan kalian.

Karena sungguh Daulah Islam (akan) tetap kekal dengan ijin Allah, tetap kokoh dengan kekuatan Allah dan tetap menang insyaAllah. Kafilahnya terus berjalan dan tidak terpengaruhi oleh gongggongan anjing, dan para prajuritnya tidak akan terpengaruh dengan fitnah (apapun) setelah hari ini, insyaAllah.

Sungguh mereka pernah merasakan berbagai anak panah, pernah dihancurkan oleh berbagai tombak, pernah diobrak-abrik oleh banyak pedang, pernah dituduh dengan berbagai syubhat serta pernah dilempari berbagai celaan dan tuduhan, namun mereka semakin bertambah kuat dan solid, tekad dan keteguhan… maka beruntunglah kalian wahai putera-putera Daulah Islam di Iraq dan Syam, beruntunglah kalian karena demi Allah kalian adalah bagian dari (golongan) ghuroba’, beruntunglah kalian. Jika bukan kalian orang yang disebutkan oleh Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam, “tidak akan terpengaruh oleh orang yang menyelisihi mereka dan (oleh orang) yang menelantarkan mereka.” Lalu siapa?

Selamat bagi kalian atas kemenangan ini. Ya, karena kemenangan adalah keteguhan di atas ‘aqidah dan manhaj, serta bersabar di jalan ini. Sedangkan sungguh kalian lebih kokoh dari gunung, kalian tidak tergoncang oleh (kondisi) yang keras, tidak tergeser oleh serangan… Selamat untuk kalian, kalian telah bersabar dan menerima (hasilnya).

InsyaAllah penaklukan seperti masa ‘Umar telah dimulai. Sungguh (jika) salah seorang dari kalian berjalan sejauh ratusan mil maka hanya akan melihat panji Tauhid menjulang tinggi dan berkibar, di bawahnya hanya ada hukum Allah, hanya ada agama Allah, orang-orang munafiq terhina, terusir dan terbelakang, sedangkan orang-orang beriman mulia, menang dan perkasa.

Segala puji bagi Allah yang telah menghidupkan kita hingga kita dapat menemui kemenangan dan ni’mat ini.

Setelah ini tidaklah penting bagi kami jika kami terbunuh atau dibinasakan hingga tiada yang tersisa. Cukuplah bagi kami untuk bertemu Allah dengan berbagai pengadilan yang telah kami adakan ini, dengan batasan-batasan (Allah) yang telah kami tegakkan dan dengan syari’ah yang telah kami terapkan, meskipun amerika dan yahudi membencinya, meskipun para Thaghut dan pemuka mereka yaitu Alu Su’ud tidak menyukainya.

Wahai prajurit Daulah, ketahuilah kalian hari ini memasuki fase baru dari fase-fase pertempuran. Sungguh kalian telah kembali ke kota-kota dan kalian telah menguasai wilayah. Biarlah salah seorang di antara kalian dibunuh seribu kali sebelum dia berpikir untuk mundur ke belakang. Sesungguhnya kota dan distrik yang telah kalian pegang, dan yang paling utama adalah al-Fallujah, setelah ini dengan ijin Allah tidak akan diterapkan hukum di dalamnya selain dengan syari’ah Allah. Dan tidak ada tempat bagi orang-orang sekuler di dalamnya.

Sesungguhnya al-Fallujah adalah al-Fallujah milik mujahidin, al-Anbar adalah al-Anbar milik mujahidin. Sungguh Ninawa, Karkuk dan Shalahuddin adalah milik mujahidin. Sungguh Diyala serta Baghdad sebelah utara dan selatan adalah milik Ahlus Sunnah. Sungguh al-Bashrah adalah al-Bashrah kami dan tidak ada tempat bagi orang-orang Rafidhah najis.

Wahai prajurit Daulah, ingatlah selalu bahwa kalian memerangi ummat yang ditelantarkan, jika mereka memohon pertolongan pada ‘Aliy, jika memohon bantuan pada Husain, jika memohon perlindungan pada al-‘Abbas, jika memohon kemenangan pada Fathimah, semoga Allah meridhai para shahabat tersebut.

Orang-orang Rafidhah itu bersandar pada manusia dan beribadah pada berhala, maka mustahil Allah menolong mereka dalam melawan kalian. Maka jadikanlah ‘aqidah kalian sebagai bekal, taqwa kalian sebagai kekuatan kalian dan tetaplah yakin terhadap pertolongan Allah, karena kalian adalah tentara Allah yang berperang di jalan Allah, sedangkan orang-orang Rafidhah adalah tentara setan yang berperang di jalan Thaghut.

فَقَاتِلُوا أَوْلِيَاءَ الشَّيْطَانِ إِنَّ كَيْدَ الشَّيْطَانِ كَانَ ضَعِيفًا (76)

“Maka perangilah wali-wali setan, sungguh tipu daya setan itu lemah.” (an-Nisa: 76)

Sungguh Allah akan menaklukkan pundak mereka untuk kalian, dengan ijin Allah akan kalian hancurkan kekuatan mereka, insyaAllah kalian akan (dapat) memberantas akar pangkal mereka, sungguh Allah akan memenuhi hati mereka dengan dengan rasa gentar dan kaki mereka dengan kekalahan. Sungguh akan Allah jadikan harta dan perlengkapan mereka sebagai ghonimah untuk kalian. Maka intailah mereka di setiap tempat pengintaian, sergaplah mereka di setiap pintu, sembelihlah mereka seperti menyembelih domba dan bunuhlah mereka seperti membunuh lalat.

Meskipun mereka didukung oleh Amerika dan dibantu oleh Iran, namun sungguh pelindung kalian adalah Sang Raja Yang Maha Memberi Balasan, (dan Dia) sebaik-baik pelindung dan sebaik-baik penolong.

Wahai singa-singa di al-Anbar, Ninawa, Shalahuddin, Karkuk, Diyala, Baghdad dan al-Janub, teruskanlah serangan kalian dan kembalilah melukis peta, karena hari ini kalian menjadi harapan bagi orang-orang yang tertindas di setiap tempat. Sungguh para tawanan menunggu kalian di (penjara) Baghdad, Rumiyah, Halab, al-Hair dan Abu Za’bal. Sungguh kalian memiliki janji di Baghdad, Damaskus, al-Quds, Makkah dan Madinah. Sungguh kalian memiliki janji di Dabiq, Ghauthah dan Roma insyaAllah …

Maka hendaknya seluruh dunia mengetahui bahwa masa kehinaan dan ketundukan telah berlalu dan tidak akan kembali, sedangkan kekuasaan di dunia ini hanya untuk kaum muslimin dan dengan mata pedang. Sedangkan kemuliaan hanya milik Allah, Rasul-Nya dan orang-orang yang beriman akan tetapi orang-orang munafiq tidak mengetahui(nya).

Tidak lupa kami sampaikan ucapan Ta’ziyah kepada diri kami, seluruh mujahidin dan saudara-saudara kami di Imarah Kaukasus; atas kepergiaan salah satu ksatria dari ksatria Islam, singa di antara singa-singa Islam dan tokoh di antara tokoh-tokoh Islam; Asy-Syaikh Doka ‘Umarov Abu ‘Utsman, kami memohon pada Allah agar menerima beliau sebagai syuhada’ dan menempatkan beliau di Firdaus Al-A’la. Sungguh beliau rahimahullah tidak rela terhadap kehinaan yang menimpa diin-Nya, (beliau adalah) orang yang mulia lagi antusias, pemberani lagi gagah, tidak lemah dan tidak lembek dalam melawan tirani, tidak tunduk meskipun dalam keadaan sakit keras dan kami tidak mengenalnya selain sebagai orang yang tawadhu’, orang yang paling antusias untuk membela diin Allah, komitmen terhadap jama’ah, menyatukan barisan kaum muslimin dan (mampu) menimpakan kekalahan terhadap musuh. Semoga Allah melimpahkan rohmah yang luas pada beliau dan mengumpulkan beliau bersama para nabi, shiddiqin dan syuhada’.

Kami kukuhkan kesepakatan saudara-saudara kami di Kaukasus yang telah membuat kami gembira dengan bersepakatnya mereka atas al-Amir Abu Muhammad semoga Allah menjaganya, memberikan manfaat pada ‘amalnya dan menjadikannya sebagai sebagai sebab untuk menangnya diin Allah dan terusirnya Rusia.

Kami dorong mereka untuk melanjutkan jalan ini, menyempurnakan perjalanan para pemimpin mereka dan sungguh kami bersama mereka insyaAllah. Kami tidak akan lemah mendukung dan membela mereka, serta (untuk) berjalan di atas jalannya Khaththab, Abul Walid, Syamil dan ‘Umarov. Kami memohon pada Allah tabaaroka wa ta’alaa agar Dia teguhkan kami di atas jalan mereka dan agar Dia pertemukan kami dengan mereka tanpa terhina dan tersesatkan.

Kami berjalan untuk terbunuh agar kami dapat berderma dengan nyawa
Yang tidak ada lagi derma setelah nyawa itu, lalu tidakkan kami mendapat ‘udzur

Pipi kami enggan untuk mengelak dari tamparan
Setelah ditikam akan terjerembab di atas tanah

Seorang pemimpin di antara kami tidaklah mati di tempat tidurnya
Atau berlambat-lambat menghadiri medan pertempuran

Jika ada komandan di antara kami yang terkalahkan, datanglah
Setelahnya pemuda pemberani, cerdas lagi dermawan

Bagi orang-orang mulia terbunuh bukanlah tercela
Nabi pun ingin terbunuh lagi kalau saja bisa

Terbunuh karena mengharap ridha Ilahi adalah kemuliaan
Sungguh syahadah bagi dosa adalah tebusan

Terbunuh adalah lebih baik dari hidup terhina
Baik dicegah atau diperintah oleh orang hina yang berkuasa

Yaa Rabb, kuatkanlah punggung kami hingga terlihat
Daging-daging kami berserakan sebagai qurbah untuk-Mu

Al-Furqan Media