Sabtu, 05 Mei 2018

BERANGKATLAH KALIAN DALAM KEADAAN RINGAN MAUPUN BERAT

BERANGKATLAH KALIAN DALAM KEADAAN RINGAN MAUPUN BERAT
Statemen Amirul Mu'minin, Syaikh Abu Bakar Al-Husaini Al-Qurasyi Al-Baghdadi

Alih Bahasa:
Usdul Wagha

Muraja'ah:
Ust. Abu Sulaiman Al-Arkhabiliy

بسم الله الرحمن الرحيم

إن الحمد لله نحمده ونستعينه ونستغفره، ونعوذ بالله من شرور أنفسنا وسيئات أعمالنا، من يهده الله فلا مضل له، ومن يضلل فلا هادي له.
وأشهد أن لا إله إلا الله وحده لا شريك له، وأشهد أن محمدًا عبده ورسوله.

Amma ba’du:

Allah ‘Azza wa Jalla berfirman:

كُتِبَ عَلَيْكُمُ الْقِتَالُ وَهُوَ كُرْهٌ لَّكُمْ

“Telah diwajibkan atas kalian perang, dan itu adalah hal yang dibenci oleh kalian” (Al Baqarah : 216)

فَلْيُقَاتِلْ فِي سَبِيلِ اللَّـهِ الَّذِينَ يَشْرُونَ الْحَيَاةَ الدُّنْيَا بِالْآخِرَةِ ۚ وَمَن يُقَاتِلْ فِي سَبِيلِ اللَّـهِ فَيُقْتَلْ أَوْ يَغْلِبْ فَسَوْفَ نُؤْتِيهِ أَجْرًا عَظِيمًا

“Karena itu, hendaklah orang-orang yang menjual kehidupan dunia untuk (kehidupan) akhirat berperang di jalan Allah. Dan barangsiapa berperang di jalan Allah, lalu gugur atau memperoleh kemenangan maka akan Kami berikan pahala yang besar kepadanya.” (An-Nisa: 74)

يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا مَا لَكُمْ إِذَا قِيلَ لَكُمُ انفِرُوا فِي سَبِيلِ اللَّـهِ اثَّاقَلْتُمْ إِلَى الْأَرْضِ ۚ أَرَضِيتُم بِالْحَيَاةِ الدُّنْيَا مِنَ الْآخِرَةِ ۚ فَمَا مَتَاعُ الْحَيَاةِ الدُّنْيَا فِي الْآخِرَةِ إِلَّا قَلِيلٌ (٣٨) إِلَّا تَنفِرُوا يُعَذِّبْكُمْ عَذَابًا أَلِيمًا وَيَسْتَبْدِلْ قَوْمًا غَيْرَكُمْ وَلَا تَضُرُّوهُ شَيْئًا ۗ وَاللَّـهُ عَلَىٰ كُلِّ شَيْءٍ قَدِيرٌ

“Wahai orang-orang yang beriman! Mengapa apabila dikatakan kepada kamu, “Berangkatlah (untuk berperang) di jalan Allah,” kamu merasa berat dan ingin tinggal di tempatmu? Apakah kamu lebih menyenangi kehidupan di dunia daripada kehidupan di akhirat? Padahal kenikmatan hidup di dunia ini (dibandingkan dengan kehidupan) di akhirat hanyalah sedikit. Jika kamu tidak berangkat (untuk berperang), niscaya Allah akan menghukum kamu dengan adzab yang pedih dan menggantikan kamu dengan kaum yang lain, dan kamu tidak akan merugikan-Nya sedikit pun. Dan Allah Mahakuasa atas segala sesuatu.” (At-Taubah: 38-39)

وَلَوْ يَشَاءُ اللَّـهُ لَانتَصَرَ مِنْهُمْ وَلَـٰكِن لِّيَبْلُوَ بَعْضَكُم بِبَعْضٍ ۗ وَالَّذِينَ قُتِلُوا فِي سَبِيلِ اللَّـهِ فَلَن يُضِلَّ أَعْمَالَهُمْ (٤) سَيَهْدِيهِمْ وَيُصْلِحُ بَالَهُمْ (٥) وَيُدْخِلُهُمُ الْجَنَّةَ عَرَّفَهَا لَهُمْ

“...dan sekiranya Allah menghendaki, niscaya Dia membinasakan mereka, tetapi Dia hendak menguji kamu satu sama lain. Dan orang-orang yang gugur di jalan Allah, Allah tidak menyia-nyiakan amal mereka. Allah akan memberi petunjuk kepada mereka dan memperbaiki keadaan mereka, dan memasukkan mereka ke dalam surga yang telah diperkenalkan-Nya kepada mereka.” (Muhammad: 4-6)

Wahai kaum muslimin,

Wahai kalian yang telah ridha Allah sebagai Rabb dan Muhammad shallallahu ‘alaihi wa sallam sebagai Nabi dan Rasul.

Wahai kalian yang bersyahadat bahwa tiada ilah yang berhak disembah selain Allah dan Muhammad shallallahu ‘alaihi wa sallam adalah utusan Allah.

Ucapan sama sekali tidak akan memberikan manfaat bagi kalian jika tidak disertai amal, tidak ada iman tanpa amal, maka siapa yang mengatakan Rabbku adalah Allah, jika dia jujur, maka dia harus menaati Allah ‘Azza wa Jalla yang telah mewajibkan qital, yang telah mewajibkan atas orang yang beriman kepada-Nya, dan yang telah memerintahkan untuk berjihad di jalan-Nya, dan Dia telah menjanjikan kebaikan bagi siapa yang menaati perintah-Nya, dan mengancam mereka yang mendurhakai-Nya.

Dan siapa yang mengatakan bahwa nabiku adalah Muhammad shallallahu ‘alaihi wa sallam, maka jika dia jujur dalam pengakuannya, dia harus menjadikanya sebagai teladan, beliau yang telah bersabda;

والذي نفس محمد بيده لولا أن أشق على المسلمين ما قعدت خلاف سرية تغزو في سبيل الله أبدا؛ ولكني لا أجد سعة فيتبعوني ولا تطيب أنفسهم فيتخلفون بعدي، والذي نفس محمد بيده لوددت أن أغزو في سبيل الله فأقتل، ثم أغزو فأقتل، ثم أغزو فأقتل) رواه أحمد وقال شعيب الأرناؤوط: إسناده صحيح على شرط الشيخين(

”Dan demi yang jiwa Muhammad ada ditangan-Nya, kalaulah bukan karena khawatir akan memberatkan kaum muslimin, aku tidak akan duduk dibelakang pasukan yang sedang berperang dijalan Allah selamanya; Akan tetapi aku tidak mendapatkan kelapangan sehingga mereka bisa mengikutiku dan diri mereka tidak senang di saat tidak ikut berperang bersamaku. Dan demi Dzat Yang jiwa Muhammad ada di Tangan-Nya, sungguh aku ingin berperang dijalan Allah dan terbunuh, kemudian aku berperang dan terbunuh, kemudian aku berperang dan terbunuh.” (Diriwayatkan Ahmad dan berkata Syu'aib Al Arnauuth sanadnya shahih dengan syarat Imam Bukhari dan Muslim)

Maka di manakah engkau wahai umat Islam dari perintah Rabbmu? Yang telah memerintahkan kepadamu puasa dalam satu ayat, dan memeritahkan padamu jihad dan qital dengan puluhan ayat?

Di manakah engkau dari Nabimu shallallahu ‘alaihi wa sallam? yang engkau mengaku mengikutinya, padahal ia telah menghabiskan umurnya untuk menjadi seorang mujahid di jalan Allah, memerangi musuh-musuhnya, gerahamnya pecah dalam peperangan, dahinya terluka, dua besi dari topi perangnya menancap di kedua kelopak alisnya, topi perangnya pecah di kepalanya, dan darah bercucuran di wajahnya, tebusannya ayahku, ibuku, jiwaku dan semua umat manusia.

Wahai orang Islam, wahai engkau yang mengaku mencintai Allah ‘Azza wa Jalla dan mencintai Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam,

Jika engkau jujur dalam pengakuanmu maka taatilah siapa yang engkau cintai dan bertempurlah di jalan-Nya, teladanilah kekasihmu shallallahu ‘alaihi wa sallam, dan janganlah engkau mati kecuali engkau adalah seorang mujahid di jalan Allah.

الم (١) أَحَسِبَ النَّاسُ أَن يُتْرَكُوا أَن يَقُولُوا آمَنَّا وَهُمْ لَا يُفْتَنُونَ (٢) وَلَقَدْ فَتَنَّا الَّذِينَ مِن قَبْلِهِمْ ۖ فَلَيَعْلَمَنَّ اللَّـهُ الَّذِينَ صَدَقُوا وَلَيَعْلَمَنَّ الْكَاذِبِينَ (٣) أَمْ حَسِبَ الَّذِينَ يَعْمَلُونَ السَّيِّئَاتِ أَن يَسْبِقُونَا ۚ سَاءَ مَا يَحْكُمُونَ (٤) مَن كَانَ يَرْجُو لِقَاءَ اللَّـهِ فَإِنَّ أَجَلَ اللَّـهِ لَآتٍ ۚ وَهُوَ السَّمِيعُ الْعَلِيمُ (٥) وَمَن جَاهَدَ فَإِنَّمَا يُجَاهِدُ لِنَفْسِهِ ۚ إِنَّ اللَّـهَ لَغَنِيٌّ عَنِ الْعَالَمِينَ (٦(

“Alif lâm mîm. Apakah manusia mengira bahwa mereka akan dibiarkan hanya dengan mengatakan, “Kami telah beriman,” dan mereka tidak diuji? Dan sungguh, Kami telah menguji orang-orang sebelum mereka, maka Allah pasti mengetahui orang-orang yang benar dan pasti mengetahui orang-orang yang dusta. Ataukah orang-orang yang mengerjakan kejahatan itu mengira bahwa mereka akan luput dari (adzab) Kami? Sangatlah buruk apa yang mereka tetapkan itu! Barangsiapa mengharap pertemuan dengan Allah, maka sesungguhnya waktu (yang dijanjikan) Allah pasti datang. Dan Dia Yang Maha Mendengar, Maha Mengetahui. Dan barangsiapa berjihad, maka sesungguhnya jihadnya itu untuk dirinya sendiri. Sungguh, Allah Mahakaya (tidak memerlukan sesuatu) dari seluruh alam.” (QS. Al-‘Ankabut: 1-6)

انفِرُوا خِفَافًا وَثِقَالًا وَجَاهِدُوا بِأَمْوَالِكُمْ وَأَنفُسِكُمْ فِي سَبِيلِ اللَّـهِ ۚ ذَٰلِكُمْ خَيْرٌ لَّكُمْ إِن كُنتُمْ تَعْلَمُونَ

“Berangkatlah kamu baik dengan rasa ringan maupun dengan rasa berat, dan berjihadlah dengan harta dan jiwamu di jalan Allah. Yang demikian itu adalah lebih baik bagimu jika kamu mengetahui” (QS. At-Taubah: 41)

Wahai kaum muslimin,

Sesungguhnya telah menjadi sunnatullah akan berlanjutnya pertempuran antara yang haq dan yang bathil hingga hari Kiamat, “Dan tidak akan sekali-kali engkau dapati perubahan pada sunnah (ketetapan) Allah” (QS. Al-Ahzab: 62)

Dan sesungguhnya Allah Yang Maha Suci telah menguji hamba-Nya dengan pertempuran ini, untuk memisahkan antara orang-orang yang buruk dari orang-orang yang baik, antara para pendusta dari orang-orang yang jujur, dan antara orang yang beriman dari orang munafik.

وَلَنَبْلُوَنَّكُمْ حَتَّىٰ نَعْلَمَ الْمُجَاهِدِينَ مِنكُمْ وَالصَّابِرِينَ وَنَبْلُوَ أَخْبَارَكُمْ

“Dan sungguh, Kami benar-benar akan menguji kamu sehingga Kami mengetahui orang-orang yang benar-benar berjihad dan bersabar di antara kamu; dan akan Kami uji perihal kamu” (QS. Muhammad: 31)

Rabb kalian telah mewajibkan atas kalian jihad di jalan-Nya, memerintahkan kalian untuk memerangi musuh-musuh-Nya agar supaya Dia mengampuni dosa-dosa kalian, meninggikan derajat kalian, dan menjadikan dari kalian para syuhada, menyaring orang-orang yang beriman, dan membuat murka orang-orang kafir, karena Dia itu Maha Kuasa untuk menghancurkan semua musuh-Nya, “Akan tetapi untuk menguji kalian” (QS. Al-Ma`idah: 48)

وَتِلْكَ الْأَيَّامُ نُدَاوِلُهَا بَيْنَ النَّاسِ وَلِيَعْلَمَ اللَّـهُ الَّذِينَ آمَنُوا وَيَتَّخِذَ مِنكُمْ شُهَدَاءَ ۗ وَاللَّـهُ لَا يُحِبُّ الظَّالِمِينَ (١٤٠) وَلِيُمَحِّصَ اللَّـهُ الَّذِينَ آمَنُوا وَيَمْحَقَ الْكَافِرِينَ (١٤١) أَمْ حَسِبْتُمْ أَن تَدْخُلُوا الْجَنَّةَ وَلَمَّا يَعْلَمِ اللَّـهُ الَّذِينَ جَاهَدُوا مِنكُمْ وَيَعْلَمَ الصَّابِرِينَ (١٤٢(

“Dan masa (kejayaan dan kehancuran) itu, Kami pergilirkan di antara manusia (agar mereka mendapat pelajaran), dan agar Allah membedakan orang-orang yang beriman (dengan orang-orang kafir) dan agar sebagian kamu dijadikan-Nya (gugur sebagai) syuhada. Dan Allah tidak menyukai orang-orang zhalim. dan agar Allah membersihkan orang-orang yang beriman (dari dosa mereka) dan membinasakan orang-orang kafir. Apakah kamu mengira bahwa kamu akan masuk surga, padahal belum nyata bagi Allah orang-orang yang berjihad di antara kamu, dan belum nyata orang-orang yang sabar.” (QS. Ali Imran: 40-42)

Wahai kaum muslimin,

Siapa di antara kalian yang mengira bahwa dengan kemampuannya dia bisa berlaku damai dengan orang-orang Yahudi, Nashrani dan dan orang-orang kafir, dan mereka bisa berlaku damai dengan kalian, lalu satu sama lain dari mereka bisa hidup berdampingan, sedangkan dia masih tetap di atas dien dan tauhidnya, maka dia telah jelas-jelas mendustakan firman Allah yang berkata;

وَلَن تَرْضَىٰ عَنكَ الْيَهُودُ وَلَا النَّصَارَىٰ حَتَّىٰ تَتَّبِعَ مِلَّتَهُمْ

“Dan orang-orang Yahudi dan Nasrani tidak akan rela kepadamu (Muhammad) sebelum engkau mengikuti agama mereka.” (QS. Al-Baqarah: 120)

وَلَا يَزَالُونَ يُقَاتِلُونَكُمْ حَتَّىٰ يَرُدُّوكُمْ عَن دِينِكُمْ إِنِ اسْتَطَاعُوا

“Mereka tidak akan berhenti memerangi kamu sampai kamu murtad (keluar) dari agamamu, jika mereka sanggup.” (QS. Al-Baqarah: 217)

مَّا يَوَدُّ الَّذِينَ كَفَرُوا مِنْ أَهْلِ الْكِتَابِ وَلَا الْمُشْرِكِينَ أَن يُنَزَّلَ عَلَيْكُم مِّنْ خَيْرٍ مِّن رَّبِّكُمْ ۗ وَاللَّـهُ يَخْتَصُّ بِرَحْمَتِهِ مَن يَشَاءُ ۚ وَاللَّـهُ ذُو الْفَضْلِ الْعَظِيمِ

“Orang-orang yang kafir dari Ahli Kitab dan orang-orang musyrik tidak menginginkan diturunkannya kepadamu suatu kebaikan dari Rabbmu. Tetapi secara khusus Allah memberikan rahmat-Nya kepada orang yang Dia kehendaki. Dan Allah pemilik karunia yang besar.” (QS. Al-Baqarah: 105)

Inilah keadaan orang-orang kafir terhadap kaum muslimin hingga hari Kiamat; “Dan engkau tidak akan dapati penyimpangan dari ketentuan Allah” (QS. Fathir: 43)

Dan sesungguhnya memerangi orang-orang kafir, hijrah dan jihad akan senantiasa terjadi hingga hari kiamat, Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda;

لا تنقطع الهجرة حتى تنقطع التوبة، ولا تنقطع التوبة حتى تطلع الشمس من مغربها

“Hijrah tidak akan terputus hingga terputusnya (pintu) taubat, dan tidak akan terputus (pintu) taubat hingga matahari terbit dari barat” (HR. Abu Dawud)

الخيل معقود في نواصيها الخير إلى يوم القيامة الأجر والمغنم

“Akan senantiasa tertambat kebaikan pada jambul kuda hingga hari kiamat, yaitu pahala dan ghanimah” (Muttafaq Alaih)

لا تزال طائفة من أمتي يقاتلون على الحق، ظاهرين إلى يوم القيامة، فينزل عيسى ابن مريم، فيقول أميرهم تعال صلِّ لنا، فيقول: لا؛ إن بعضكم على بعض أمراء. تكرمة هذه الأمة

“Akan senantiasa ada segolongan dari umatku yang berperang memperjuangkan kebenaran dan meraih kemenangan hingga hari kiamat.” Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam pun mengatakan, “Kemudia Isa bin Maryam turun ke muka bumi. Lalu pemimpin mereka tadi mengatakan pada Isa, “Jadilah imam shalat bersama kami.” Nabi Isa menjawab; “Tidak. Sesungguhnya di antara kalian sudah menjadi pemimpin bagi yang lain. Allah betul-betul telah memuliakan umat ini” (HR. Muslim no. 156)

Wahai kaum muslimin,

Janganlah seseorang mengira bahwa peperangan yang sedang kami jalani ini adalah peperangan Daulah Islamiyah saja, tetapi ini adalah peperangan seluruh kaum muslimin, perang setiap muslim di setiap tempat, sedangkan Daulah Islamiah tidak lain hanya sebagai ujung tombak di dalamnya. Ini tidak lain adalah perang ahlul iman melawan ahlul kufur, maka berangkatlah kalian ke medan perang wahai kaum muslimin di seluruh tempat, ini adalah wajib atas setiap muslim mukallaf, dan barangsiapa yang tertinggal atau melarikan diri maka Allah akan murka, Dia akan mengadzabnya dengan adzab yang pedih.

يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا إِذَا لَقِيتُمُ الَّذِينَ كَفَرُوا زَحْفًا فَلَا تُوَلُّوهُمُ الْأَدْبَارَ (١٥) وَمَن يُوَلِّهِمْ يَوْمَئِذٍ دُبُرَهُ إِلَّا مُتَحَرِّفًا لِّقِتَالٍ أَوْ مُتَحَيِّزًا إِلَىٰ فِئَةٍ فَقَدْ بَاءَ بِغَضَبٍ مِّنَ اللَّـهِ وَمَأْوَاهُ جَهَنَّمُ ۖ وَبِئْسَ الْمَصِيرُ (١٦(

“Wahai orang yang beriman! Apabila kamu bertemu dengan orang-orang kafir yang akan menyerangmu, maka janganlah kamu berbalik membelakangi mereka (mundur). Dan barangsiapa mundur pada waktu itu, kecuali berbelok untuk (siasat) perang atau hendak menggabungkan diri dengan pasukan lain, maka sungguh, orang itu kembali dengan membawa kemurkaan dari Allah. Tempatnya ialah neraka Jahanam, dan seburuk-buruk tempat kembali” (QS. Al-Anfal: 15-16)

إِلَّا تَنفِرُوا يُعَذِّبْكُمْ عَذَابًا أَلِيمًا وَيَسْتَبْدِلْ قَوْمًا غَيْرَكُمْ وَلَا تَضُرُّوهُ شَيْئًا

“Jika kamu tidak berangkat (untuk berperang), niscaya Allah akan menghukum kamu dengan adzab yang pedih dan menggantikan kamu dengan kaum yang lain, dan kamu tidak akan merugikan-Nya sedikit pun.” (QS. At-Taubah: 39)

وَمَن جَاهَدَ فَإِنَّمَا يُجَاهِدُ لِنَفْسِهِ ۚ إِنَّ اللَّـهَ لَغَنِيٌّ عَنِ الْعَالَمِينَ

“Dan barangsiapa berjihad, maka sesungguhnya jihadnya itu untuk dirinya sendiri. Sungguh, Allah Mahakaya (tidak memerlukan sesuatu) dari seluruh alam” (QS. Al-‘Ankabut: 6)

Maka tidak ada lagi udzur bagi seorang muslim pun yang mampu untuk berhijrah ke Daulah Islamiyah, atau sanggup memikul senjata di tempatnya, karena sesungguhnya Allah telah memerintahkannya dengan hijrah, jihad dan mewajibkan atasnya qital.

Dan sesungguhnya kami meminta kepada setiap muslim di setiap tempat untuk berangkat berhijrah menuju Daulah Islamiyah, atau berperang di mana saja dia berada, dan janganlah kalian mengira kami meminta kalian untuk berangkat dikarenakan kami lemah atau tidak sanggup, akan tetapi kami kuat –dengan karunia Allah– dengan keimanan kepada-Nya, meminta pertolongan kepada-Nya, berserah diri kepada-Nya, dan tawakkal kami kepada-Nya saja, yang tidak ada sekutu bagi-Nya, dan persangkaan baik (husnuzhann) kami kepada-Nya, karena pertempuran ini adalah pertempuran antara wali-wali Ar-Rahman dan wali-wali Syaithan, dan sesungguhnya Allah ‘Azza wa Jalla pasti akan menolong tentara-Nya, menjadikan hamba-Nya sebagai khalifah dan menjaga dien-Nya, walaupun hari-hari senantiasa berputar, dan peperangan terus berganti-gantian, dan kepedihan menghinggapi kedua kelompok.

Kami tidak memintamu berangkat, wahai kaum muslimin, bukan karena kami lemah atau tidak sanggup, tetapi kami memintamu berangkat karena sebagai nasihat untuk kalian, cinta kepada kalian, kasihan kepada kalian, kami mengingatkanmu dan berdo’a untukmu agar supaya kalian tidak terjerumus ke dalam kemurkaan, adzab dan hukuman Allah, agar supaya engkau tidak tertinggal dari kebaikan ini, yang telah diraih oleh para mujahidin yang berjuang di jalan Allah, dari kebaikan dunia dan akhirat, diampuni dosa-dosa, meraih kebaikan-kebaikan, ditinggikan derajat, dan kedekatan kepada Allah, menemani para nabi, shiddiqin, syuhada dan shalihin. Kami memintamu berangkat agar engkau keluar dari kehidupan hina dan rendah, kehidupan yang hanya menjadi ekor, dikecewakan, tidak dipedulikan dan kefakiran, menuju kehidupan yang penuh dengan kemuliaan, kejayaan, kepemimpinan dan kekayaan.

وَأُخْرَىٰ تُحِبُّونَهَا ۖ نَصْرٌ مِّنَ اللَّـهِ وَفَتْحٌ قَرِيبٌ

“Dan (ada lagi) karunia yang lain yang kamu sukai (yaitu) pertolongan dari Allah dan kemenangan yang dekat (waktunya).” (QS. Ash-Shaff: 13)

Wahai kaum muslimin,

Tidak pernah satu hari pun Islam menjadi agama kedamaian, sesungguhnya Islam adalah agama perang, dan telah diutus Nabi kalian (shallallahu ‘alaihi wa sallam) dengan pedang sebagai rahmat bagi seluruh alam, dan beliau diperintah untuk berperang hingga Allah saja yang diibadahi, dan sesungguhnya beliau telah bersabda kepada orang-orang musyrik dari kaumnya;

جئتكم بالذبح

“Aku datang kepada kalian dengan sembelihan”. (HR. Ahmad)

Beliau telah memerangi bangsa Arab dan ‘Ajam (non Arab), kulit merah dan kulit hitam, beliau memimpin sendiri puluhan peperangan, dan berkecimpung di dalam pertempuran, dan tidak pernah terputus satu hari pun dari peperangan, beliau telah keluar menuju Tabuk untuk berperang melawan Romawi padahal usianya telah melebihi 60 tahun, shallallahu ‘alahi wa sallam, bahkan beliau wafat dalam keadaan telah menyiapkan pasukan yang dipimpin oleh Usamah bin Zaid radhiyallahu ‘anhu, dan di antara wasiatnya adalah “Berangkatkanlah pasukan Usamah”.

Dan demikian juga para shahabatnya setelah itu, dan juga para tabi’in, mereka senantiasa tidak pernah bersikap lunak atau damai hingga mereka menguasai bumi, menaklukkan timur dan barat, dan umat-umat tunduk, dan negeri-negeri menyerah dengan tajamnya pedang. Dan begitulah keadaannya orang-orang yang mengikuti mereka hingga hari Kiamat.

Dan Nabi kita shallallahu ‘alaihi wa sallam telah memberitahukan kepada kita tentang peperangan besar (Al Malhamah Al Kubra) di akhir zaman, memberikan kabar gembira dan janji kepada kita bahwa kita akan menang, dan beliau adalah orang yang jujur lagi dipercaya, dan inilah kita hari ini telah melihat tanda-tanda malhamah itu, dan kita telah mencium aroma kemenangan darinya.

Walaupun orang-orang salib hari ini mengatakan bahwa mereka menghindari mayoritas kaum muslimin, dan hanya mengincar orang-orang bersenjata, tapi sebentar lagi kalian akan melihat mereka akan mengincar setiap muslim di setiap tempat.

Jika orang-orang salib hari ini telah mulai mempersempit kaum muslimin yang masih tinggal di negeri-negeri salib, mengawasi, menculik dan mengintimidasi mereka, maka sebentar lagi kalian akan melihat orang-orang salib itu menangkapi kaum muslimin baik dibunuh, atau disandera atau diusir, dan tidak akan ada lagi yang tinggal di sana kecuali orang-orang yang telah murtad dari agama Islam dan mengikuti millah mereka.

فَسَتَذْكُرُونَ مَا أَقُولُ لَكُمْ ۚ وَأُفَوِّضُ أَمْرِي إِلَى اللَّـهِ

 “Maka kalian akan mengingat apa yang aku katakan kepada kalian, dan aku serahkan urusanku kepada Allah” (Ghafir: 44)

Wahai kaum muslimin,

Orang-orang Yahudi, Nashrani dan orang-orang kafir tidak akan ridha kepada kalian, dan mereka akan terus memerangi kalian sampai kalian mengikuti millah mereka dan murtad dari agama kalian, ini adalah firman Rabb kalian dan khabar dari Nabi kalian, dan kalian menganggap bahwa Amerika dan sekutunya, dari kalangan orang-orang Salib, Rafidhah, Sekuleris, Atheis dan murtad, bahwa perang mereka dan persekutuan mereka adalah untuk menolong orang-orang lemah dan terzhalimi, menolong orang-orang miskin, menyelamatkan orang-orang yang menderita, memerdekakan orang-orang yang diperbudak, membela orang-orang yang tidak bersalah dan damai dan melindungi darah mereka. Mereka juga menganggap bahwa mereka ada di kubu kebenaran, kebaikan dan keadilan, dan sedang memerangi kebathilan, kejahatan dan kezhaliman, bahu membahu dengan kaum muslimin! Bahkan mereka menganggap bahwa mereka sedang membela Islam dan kaum muslimin!

Ketahuilah mereka telah berdusta, Allah dan Rasul-Nya shallallahu ‘alaihi wa sallam lah yang benar.

Wahai kaum muslimin,

Sesungguhnya para pemimpin thaghut yang mengatur negeri-negeri kalian, di Al-Haramain, Yaman, Syam, Iraq, Mesir, Maroko, Khurasan, Kaukasus, India, Afrika dan di seluruh tempat; mereka tidak lain adalah sekutu Yahudi dan Salib, bahkan tidak lebih sebagai budak-budak dan anjing penjaga bagi mereka. Dan tidaklah pasukan yang mereka siapkan, mereka persenjatai, dan yang dilatih oleh orang-orang Yahudi dan Salib, tidak lain adalah untuk membungkam kalian, melemahkan dan memperbudak kalian demi kepentingan Yahudi dan Salib, memurtadkan kalian dari agama kalian, dan menghalangi kalian dari jalan Allah, merampas kekayaan negeri kalian, dan merampok harta-harta kalian.

Ini adalah hakikat kenyataan yang sangat jelas bak mentari di siang hari, tidak akan diingkari kecuali oleh orang-orang yang telah Allah padamkan cahaya pada dirinya, yang telah dibutakan pandangannya, dan telah dikunci mati hatinya. Di manakah pesawat-pesawat pemerintah jazirah terhadap Yahudi yang telah mengotori negeri isra Rasul kita shallallahu ‘alaihi wa sallam? Yang telah menimpakan siksaan keji setiap hari kepada penduduk Palestina yang muslim?

Di manakah pertolongan Alu Salul (kerajaan Saudi) terhadap jutaan orang-orang Islam yang lemah yang dibantai di Burma tanpa terkecuali? Di manakah keberanian mereka terhadap bom-bom barrel Nushairi dan meriam mereka yang menghancurkan rumah-rumah kaum muslimin, di atas kepala para penduduknya, dari wanita dan anak-anak yang lemah di Aleppo, Idlib, Hama, Homsh, Damaskus dan tempat lainnya?

Di manakah kecemburuan para pemimpin negeri-negeri Jazirah terhadap para wanita yang diperkosa setiap hari di Syam, Iraq dan di negeri-negeri kaum muslimin lainnya? Di mana pertolongan pemimpin Makkah dan Madinah terhadap kaum muslimin di China dan India yang diperlakukan dengan sangat buruk oleh orang-orang Hindu, dibunuh, dibakar, diperkosa, dicincang, dirampas dan dipenjara? Di mana pertolongan mereka terhadap kaum muslimin di Indonesia, Kaukasus, Afrika, Khurasan dan di setiap tempat?

Telah terbuka dan tersingkap keburukan para pemimpin negara-negara Jazirah, dan telah sirna kesyar’ian palsu mereka, dan telah jelas pengkhianatan mereka bahkan bagi orang-orang awam kaum muslimin, telah nampak hakikat mereka, dan telah habis masa berlaku dan legitimasi mereka di mata majikan mereka orang-orang Yahudi dan Salibis, sehingga mereka mulai menggantinya dengan orang-orang Rafidhah dan Shafawi, dan orang-orang atheis Kurdi, dan ketika Alu Salul merasakan para majikan mulai meninggalkan mereka, dan melempar mereka seperti sepatu usang, mereka mulai melancarkan perang palsu kepada orang-orang Rafidhah di Yaman, dan itu bukanlah Badai Serangan, tapi hanya tendangan orang yang sedang mengalami sekarat, dengan izin Allah, yang sedang menghembuskan nafas terakhirnya.

Alu Salul, para penyembah Salib dan para sekutu Yahudi tidak akan senang jika turun kebaikan terhadap kaum Muslimin dari Rabb mereka. Mereka telah puluhan tahun terus menerus tidak peduli dengan derita kaum muslimin di seluruh dunia secara umum dan di Palestina secara khusus, dan mereka selama bertahun-tahun terus bersekutu dengan orang-orang Rafidhah di Iraq untuk memerangi Ahlus Sunnah, dan terus menerus sekedar menonton bom-bom barrel yang membunuh dan menghancurkan di Syam, menikmati pemandangan pembunuhan kaum muslimin, dipenjara, disembelih, dibakar, kehormatan yang dilecehkan, harta yang dirampas, rumah-rumah diruntuhkan, oleh tangan-tangan Nushairi, dan hari ini mereka mengaku membela Ahlus Sunnah di Yaman melawan orang-orang Rafidhah!

Ketahuilah, mereka telah berdusta, gagal dan kalah! Itu semua tidak lain hanyalah usaha untuk mempertahankan legitimasi mereka di hadapan majikan mereka para Yahudi dan Salibis, itu semua hanya usaha putus asa untuk menghalangi kaum Muslimin dari Daulah Islamiyah yang kini suaranya mulai meninggi di setiap tempat, hakekatnya mulai menjadi jelas bagi seluruh kaum muslimin, sehingga mereka mulai berhimpun di sekitarnya sedikit demi sedikit.

Amarah mereka hanyalah amarah khayalan setelah api Rafidah membakar tahta mereka dan setelah pasukan Rafidah mencapai penduduk Semenanjung Arab, suatu hal yang akan berujung pada berhimpunnya masyarakat Muslim di Semenanjung Arab di sekitar Daulah Islam karena menjadi pembela mereka melawan Rafidah. Inilah yang menakutkan Alu Salul dan para penguasa Semenanjung Arab dan membuat tahta mereka gemetar. Inilah rahasia amarah palsu mereka, yang dengan izin Allah akan menjadi akhir bagi mereka, dan akhir mereka itu dekat, insya Allah.

Alu Salul dan para penguasa Arab bukanlah orang-orang yang pandai berperang, dan juga bukan orang yang sabar menghadapinya, mereka hanyalah orang-orang yang terbiasa hidup mewah dan berfoya-foya, orang-orang mabuk, cabul, dansa dan pesta-pesta. Mereka telah terbiasa membela para Yahudi dan Salibis, hati mereka telah terasuki kehinaan, kerendahan dan sikap tunduk.

Wahai kaum muslimin di manapun kalian berada,

Telah tiba masanya bagi kalian untuk mengetahui hakikat peperangan, sesungguhnya ini adalah perang antara kekafiran dan keimanan, maka perhatikanlah di sisi mana penguasa negerimu berada dan di kubu mana dia membela. Telah tiba masanya bagi kalian wahai Ahlus Sunnah untuk mengetahui bahwa kalian sendirianlah yang menjadi sasaran, dan peperangan ini tidak lain diarahkan hanya kepada kalian dan agama kalian. Telah tiba masanya bagi kalian untuk kembali kepada dien kalian dan jihad kalian, untuk mengembalikan kejayaan, kemuliaan, hak-hak, dan kekuasaan kalian. Telah tiba masanya bagi kalian wahai kaum muslimin untuk mengetahui bahwa tidak ada kemuliaan dan kejayaan, kehormatan, keamanan dan hak-hak kecuali di bawah naungan Khilafah.

Sungguh sangat membuat kami bersedih dan membuat jiwa kami teriris ketika melihat sebagian wanita Ahlus Sunnah, anak-anak mereka dan keluarga mereka meminta bantuan ke daerah-daerah yang dikuasai oleh Rafidhah dan para Kurdi Atheis di Iraq, berdiri di depan pintu mereka dengan kehinaan, rendah, tunduk dan terusir, laa haula wa laa quwwata illa billah. Yang menanggung dosa terusirnya orang-orang Isam ini dan terhinanya mereka, tidak lain adalah para ulama suu’ dari kalangan anshar thaghut, da’i-da’I di depan pintu-pintu jahannam, yang telah menipu orang-orang malang ini, yang menggambarkan bahwa Daulah Islam adalah penyebab keburukan dan musibah, yang jika dia tidak ada tentu mereka hidup penuh aman, sejahtera dan damai, dan menggambarkan orang-orang Salibis, rafidhah, atheis dan murtad adalah orang-orang baik, adil, penuh kasih sayang dan kelembutan, dan mereka adalah orang-orang yang membela kaum muslimin. Sungguh mereka adalah orang-orang yang pandai bersilat lidah dan penipu.

Wahai Ahlus Sunnah di Iraq, dan terutama keluarga kami di Al-Anbar,

Yakinlah, bahwa hati kami sangat hancur lantaran kalian meninggalkan rumah kalian dan tempat kalian, lalu kalian mencari perlindungan kepada orang-orang Rafidhah dan Kurdi atheis sehingga kalian terusir dan terlunta-lunta di negeri ini, jika seandainya salah seorang kerabat kalian murtad dan memerangi agama Allah, berwala` kepada Rafidhah dan salibis, maka kami tidak akan menyakiti kalian lantaran kejahatan mereka, maka kembalilah ke negeri kalian dan tetaplah di rumah kalian, carilah perlindungan kepada Allah lalu kepada Daulah Islamiyah, maka kalian dengan izin Allah akan mendapat pelukan hangat, perlindungan aman, karena kalian adalah keluarga kami, kami membela kalian, kehormatan dan kekayaan kalian, kami ingin kalian menjadi mulia dan terhormat, kami ingin kalian dalam keadaan aman, damai dan selamat dari api neraka.

Mintalah perlindungan kepada Allah dan setelah itu kepada Daulah Islamiyah, apa yang kalian tunggu, hakikat kebenaran telah menjadi lebih terang daripada siang hari, orang-orang Rafidhah dengki telah terlihat hakikat mereka, lihatlah mereka hari ini, menyembelih siapa saja yang dianggap Ahlus Sunnah di Baghdad dan selainnya, tidak ada yang selamat dari mereka seorang pun bahkan sekutu mereka, penolong mereka, ekor mereka, dan anjing-anjing mereka; dari barisan orang-orang Ahlus Sunnah yang murtad dari kalangan shahawat, tentara, polisi, dan orang-orang lain yang tertipu oleh para ulama suu’, sehingga mereka lari dari penegakkan Syariat Allah di wilayah-wilayah Daulah Islam, maka mereka sekarang terusir, terhina, ketakutan dan khawatir dari serangan orang-orang Rafidhah.

Sedangkan kaum muslimin yang tinggal di wilayah Daulah Islam hidup dengan penuh kehormatan dan kemuliaan, penuh rasa aman dengan karunia dari Allah semata, hidup nyaman, bebas beraktifitas untuk pekerjaan mereka, mata pencaharian mereka, dan bisnis mereka, hidup nikmat di bawah kekuasaan syari’at Rabb mereka ‘Azza wa Jalla, dan hanya milik Allah segala pujian dan pemberian, maka carilah perlindungan kepada Allah, lalu kepada Daulah kalian wahai kaum muslimin.

Dan kami kembali menyeru bagi siapa yang masih berada di barisan Rafidhah dan Salibis, dari para tentara, polisi dan shahawat untuk segera bertaubat kepada Allah dan tidak lagi membantu orang-orang kafir dalam memerangi kaum muslimin, semoga saja Allah menerima taubat mereka dan mengampuni mereka sehingga mereka selamat dari api neraka.

Maka bersegeralah untuk bertaubat, karena pintunya tidak akan tertutup hingga matahari terbit dari barat, bertaubatlah, semoga kalian bisa menyelamatkan akhirat kalian sebelum semuanya terlambat, kalian telah merugi di dunia maka janganlah sampai kalian juga merugi di akhirat lantaran mencari dunia untuk orang lain, bertaubatlah sebelum tangan-tangan mujahidin menjangkau kalian sehingga tidak ada lagi taubat bagi kalian, sehingga kalian merugi di dunia dan akhirat, bertaubatlah, kembalilah, pulanglah kepada keluarga kalian, bertaubatlah kalian, maka kalian akan dapati kami orang-orang yang penyayang, sungguh taubat kalian lebih kami cintai dari pada membunuh kalian atau mengusir kalian.

Bertaubatlah kalian, kami menyeru kalian bukan karena kami lemah, akan tetapi kami menyeru kalian sedangkan pedang kami berjarak dua busur atau lebih dekat lagi dari leher kalian, jika kalian telah bertaubat maka kalian tidak akan melihat dari kami kecuali kebaikan.

Wahai para tentara Daulah Islamiyah,

Teguhlah kalian, karena kalian di atas kebenaran, mintalah pertolongan dengan bersabar, karena bersama kesabaran terdapat kemenangan, kemenangan itu hanya untuk orang yang mampu bersabar, bersabarlah karena para salibis telah berdarah hampir mati, orang-orang Rafidhah telah goyah, dan orang-orang Yahudi telah gemetar ketakutan, hari ini musuh kalian telah menjadi lebih lemah dari kemarin, mereka akan menjadi lebih lemah lagi dan lagi, walillahilhamd… dengan karunia dari Allah kalian telah menjadi lebih kuat, tapi bukan untuk dibanggakan, kalian berjalan dengan karunia Allah dari kuat menuju kuat, maka bersabarlah kalian, karena itu semua tidak lain salah satu dari dua kebaikan, dan itu tidak lain hanya satu jiwa, maka curahkanlah dengan murah di jalan Allah.

إِنَّ اللَّـهَ اشْتَرَىٰ مِنَ الْمُؤْمِنِينَ أَنفُسَهُمْ وَأَمْوَالَهُم بِأَنَّ لَهُمُ الْجَنَّةَ ۚ يُقَاتِلُونَ فِي سَبِيلِ اللَّـهِ فَيَقْتُلُونَ وَيُقْتَلُونَ ۖ وَعْدًا عَلَيْهِ حَقًّا فِي التَّوْرَاةِ وَالْإِنجِيلِ وَالْقُرْآنِ ۚ وَمَنْ أَوْفَىٰ بِعَهْدِهِ مِنَ اللَّـهِ ۚ فَاسْتَبْشِرُوا بِبَيْعِكُمُ الَّذِي بَايَعْتُم بِهِ ۚ وَذَٰلِكَ هُوَ الْفَوْزُ الْعَظِيمُ

“Sesungguhnya Allah membeli dari orang-orang beriman, baik diri maupun harta mereka dengan memberikan surga untuk mereka. Mereka berperang di jalan Allah; sehingga mereka membunuh atau terbunuh, (sebagai) janji yang benar dari Allah di dalam Taurat, Injil dan Al-Qur'an. Dan siapakah yang lebih menepati janjinya selain Allah? Maka bergembiralah dengan jual beli yang telah kamu lakukan itu, dan demikian itulah kemenangan yang agung.” (QS. At-Taubah: 111)

Dan aku tidak akan mengakhiri perkataan ini sebelum memuji singa-singa aqidah yang pemberani, para tentara khilafah di Baghdad, sebelah timur dan selatannya, yang menggenggam bara api, dan lebih keras dari batu karang, yang membuat murka orang-orang Rafidhah di markas mereka dan di benteng-benteng mereka setiap hari :

Alangkah hebat kalian, alangkah hebat kalian. Sesungguhnya satu orang dari kalian kami hitung seperti seribu orang, jika kaum muslimin tidak menghargai keagungan amal kalian dan pengorbanan kalian, maka cukuplah Allah bagi kalian, sesungguhnya tidak ada yang samar bagi-Nya apa yang ada di bumi dan di langit.

Dan aku memuji manusia-manusia perkasa tauhid, pahlawan Islam, para mujahidin pemberani dari muhajirin dan anshar di wilayah Baiji; benteng Ahlus Sunnah di utara, dan di Wilayah Kirkuk yang gagah, yang menghadapi gempuran koalisi millah-millah kufur terhadap kaum muslimin, dan membuktikan bahwa kaki-kaki Daulah Islam adalah kaki yang paling kokoh, dan suaranya adalah yang paling nyaring, mereka korbankan darah dan tubuh mereka untuk itu, mereka curahkan jiwa mereka dengan murah demi membela Islam dan membela umatnya, mereka buat orang-orang Yahudi dan Salibis di Amerika, Eropa, Australia dan Kanada bermalam dengan kemarahan memenuhi hati mereka, ketidakberdayaan membebani punggung mereka, dan ketakutan menggoyang tempat tidur mereka :

Alangkah hebat kalian, alangkah hebat kalian. Kalian telah membuktikan bahwa kaum muslimin tidak akan terkalahkan selama dia berpegang teguh dengan Al-Qur’an dan pedang, yang dengan keduanya Nabi kita shallallahu ‘alaihi wa sallam diutus, teguhlah! jiwaku menjadi tebusannya, teguhlah! Karena serangan kalian terhadap kaum Rafidhah dan sekutu mereka di Iraq tidak sekedar membuat kaum Salibis sekarat dan mengokohkan pilar-pilar Khilafah, akan tetapi bahkan meruntuhkan Nushairiyah dan Houtsi di Syam dan Yaman.

Dan aku memuji para singa Al-wala` dan Al-bara`; para predator di Al-Anbar, yang telah meruntuhkan benteng-benteng kaum murtadin, membuat mereka meneguk cangkir kehinaan dan rasa pahit, merobek dan mengusir mereka, mencabut Al-Anbar dengan sekali sentakan dari mata orang-orang murtad dan cengkraman orang-orang Rafidhah, walau Amerika dan sekutunya tidak menyukai, alangkah hebat kalian, alangkah hebat kalian :

Kalian telah memberikan pelajaran bahwa ‘izzah hanya milik Allah, Rasul-Nya dan kaum mukminin. Teguhlah, alangkah hebat kalian, dan tempat selanjutnya yang dijanjikan adalah Baghdad dan Karbala, insya Allah.

Dan aku memuji singa-singa khilafah muwahhidin di Sinai yang gagah dan perkasa, yang telah kufur kepada ‘jalan damai’, dan lebih memilih untuk menempuh jalan kemuliaan, kehormatan dan kejantanan, enggan dengan kehinaan dan ketundukan, mereka menjadikan darah dan leher mereka pelindung agama mereka :

Alangkah hebat kalian, alangkah hebat kalian, kami menganggap kalian, dan Allah yang lebih tahu dengan keadaan kalian, adalah termasuk orang-orang yang Allah firmankan;

رِجَالٌ صَدَقُوا مَا عَاهَدُوا اللَّـهَ عَلَيْهِ

“Orang-orang yang menepati apa yang telah mereka janjikan kepada Allah.” (QS. Al-Ahzab: 23)

Kami berharap kepada Allah agar kami bisa melihat kalian di waktu dekat ini berada di Baitul Maqdis, dan cukup sebagai simpanan amal bagi kalian yang telah membuat tempat tidur orang-orang Yahudi bergetar karena ketakutan.

Aku memuji singa-singa khilafah mujahidin di Raqqah, Mosul, Aleppo, Dijlah, Furat, Jazirah, Al-Barakah, Al-Khair, Homsh dan Hama :

Alangkah hebat kalian wahai para pahlawan Islam, alangkah hebat kalian yang telah menggoreskan pertempuran, dan mengembalikan kemuliaan Islam, bersabarlah, teguhlah dan waspadalah, karena musuh-musuh Allah mulai bergerak, berpadu dan bertambah, mereka mengancam penduduk Mosul, dan sesungguhnya kami yakin mereka akan bergerak ke Raqqah dan Aleppo sebelum ke Mosul, maka waspadalah.

Dan aku memuji singa-singa khilafah di Damaskus dan Diyala, orang-orang yang sabar, teguh dan pemberani :

Alangkah hebat kalian, alangkah hebat kalian, tidak akan kalah umat yang memiliki orang-orang seperti kalian.

Dan aku memuji para tentara khilafah, para ksatria dan perkasa, di Libya, Aljazair dan Tunisia :

Alangkah hebat kalian, teguhlah dan bersabarlah, karena kesudahan ini semua dengan izin Allah adalah milik kalian.

Aku juga memuji para mujahidin dari tentara Daulah Islamiyah di Khurasan dan Afrika Barat :

Dan kami menyambut bai’at mereka, dan semoga Allah Ta’ala meneguhkan mereka dan memberikan kemenangan, serta memberikan kekuasaan (tamkin), alangkah hebat mereka.

Aku juga memuji tentara khilafah di Yaman :

Dan kami menyambut kemajuan mereka dan selalu menunggu tambahan dari mereka, alangkah hebat mereka.

Dan kami tidak lupa untuk menyebut para tahanan muslimin di penjara-penjara thaghut di setiap tempat, kami katakan kepada mereka:

Kami tidak akan melupakan kalian satu hari pun, dan kami tidak akan melupakan kalian selamanya, insya Allah, dan dengan izin Allah kami tidak akan menahan setiap usaha, melewatkan setiap peluang, hingga kami akan membebaskan hingga orang terakhir dari kalian, dengan izin Allah, maka bersabarlah dan teguhlah, dan aku khsusukan ini bagi para penuntut ilmu di penjara-penjara thaghut Alu Salul dan penolong mereka.

Ya Allah yang menurunkan kitab dan yang cepat hisabnya, hancurkanlah musuh yang bersekutu, ya Allah hancurkan mereka dan goncanglah mereka, ya Allah tolonglah kami atas mereka.

Ya Allah hancurkanlah Amerika dan sekutunya dari kalangan yahudi dan salibis, orang-orang Rafidhah, murtad dan atheis.

Ya Allah binasakanlah harta benda mereka, keraskanlah hati mereka, karena mereka tidak beriman kecuali setelah melihat adzab yang pedih.

Ya Allah ampunilah dosa-dosa kami dan sikap berlebihan kami dalam urusan kami, teguhkanlah kaki-kaki kami, dan tolonglah kami atas orang-orang kafir.

Dan akhir dari seruan kami; segala puji hanya milik Allah Rabb semesta alam.

Al-Furqan Media

WALAU ORANG-ORANG KAFIR MEMBENCINYA

WALAU ORANG-ORANG KAFIR MEMBENCINYA
Statemen Amirul Mu’minin, Syaikh Al-Mujahid Abu Bakar Al-Husaini Al-Qurasyi Al-Baghdadi

Alih Bahasa :
Shoutussalam Islamic Media

بسم الله الرحمن الرحيم

Sesungguhnya segala puji hanyalah milik Allah. Kami memujinya. Kami memohon pertolongan kepadaNya. Kami juga memohon ampunan dan bertaubat kepadaNya. Kami berlindung kepada Allah dari kejelekan jiwa kami dan dari keburukan amal perbuatan kami. Barang siapa yang diberi hidayah oleh Allah maka tidak ada yang bisa menyesatkannya. Dan barang siapa yang Allah sesatkan maka tiada satupun yang bisa memberi hidayah kepadanya. Aku bersaksi bahwa tiada sesembahan yang berhak disembah melainkan Allah semata tanpa ada sekutu bagi-Nya. Aku juga bersaksi bahwa Muhammad adalah hamba dan utusan-Nya. Semoga Allah mencurahkan shalawat dan salam kepadanya, kepada keluarga serta para sahabatnya.

Amma ba’du:

Allah (‘azza wa jalla) telah mewajibkan jihad kepada kita sebagaimana Dia mewajibkan shalat dan puasa, sebagaimana firman-Nya Ta’ala,

كُتِبَ عَلَيْكُمُ الْقِتَالُ وَهُوَ كُرْهٌ لَكُمْ

“Diwajibkan atas kamu berperang, padahal berperang itu adalah sesuatu yang kamu benci” (Al-Baqarah: 216)

Dan Dia (subhanah) berfirman:

يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا كُتِبَ عَلَيْكُمُ الصِّيَامُ كَمَا كُتِبَ عَلَى الَّذِينَ مِنْ قَبْلِكُمْ لَعَلَّكُمْ تَتَّقُونَ

“Wahai orang-orang yang beriman, diwajibkan atas kalian berpuasa sebagaimana diwajibkan atas orang-orang sebelum kamu agar kalian bertaqwa” (Al-Baqarah: 183)

Allah (tabaraka wa ta’ala) juga menjadikan jihad sebagai sebaik-baik amal dan puncak tertinggi dari Islam. Dia (subhanah) menjadikan kehormatan kaum Muslimin dengan jihad dan menjadikan atas mereka kehinakan jika meninggalkannya.

Rasulullah (shallallahu ‘alaihi wa sallam) bersabda, “Jika kalian telah berjual beli dengan sistem ‘innah, memegang ekor sapi dan ridha dengan pertanian serta meninggalkan jihad, niscaya Allah akan menjadikan kehinaan atas kalian, Dia tidak akan mencabutnya dari kalian, hingga kalian kembali kepada agama kalian” (Shahih: diriwayatkan oleh Imam Ahmad dan Abu Dawud dari Ibnu ‘Umar)

Allah (‘azza wa jalla) juga menyiapkan adzab yang pedih bagi siapa saja yang berpangku tangan dari jihad. Dia (ta’ala) berfirman,

إِلا تَنْفِرُوا يُعَذِّبْكُمْ عَذَابًا أَلِيمًا وَيَسْتَبْدِلْ قَوْمًا غَيْرَكُمْ وَلا تَضُرُّوهُ شَيْئًا

“Jika kamu tidak berangkat untuk berperang, niscaya Allah menyiksa kamu dengan siksa yang pedih dan menggantikanmu dengan kaum yang lain, dan kamu tidak akan dapat memberi kemudharatan kepada-Nya sedikitpun” (At-Taubah: 39)

Dan Dia memerintahkan semua orang untuk berjihad tanpa mengecualikan seorang pun, sebagaimana Dia (‘azza wa jalla) berfirman,

انْفِرُوا خِفَافًا وَثِقَالا

“Berangkatlah kamu baik dalam keadaan merasa ringan atau berat” (At-Taubah: 41)

Dia (subhanah) memerintahkan untuk berperang dalam setiap keadaan, bahkan jika hanya seorang mujahid yang tersisa, sebagaimana Dia (subhanah) berfirman,

فَقَاتِلْ فِي سَبِيلِ اللَّهِ لا تُكَلَّفُ إِلا نَفْسَكَ وَحَرِّضِ الْمُؤْمِنِينَ

“Maka berperanglah kamu di jalan Allah, tidaklah kamu dibebani melainkan dengan dirimu sendiri. Dan kobarkanlah semangat kaum mukminin” (An-Nisa’: 84)

Dan Dia (subhanah) menjanjikan bagi siapa yang berperang di jalan-Nya dengan pertolongan dan menjadikan kemenangan dan akhir yang baik bagi orang-orang yang beriman. Dia (ta’ala) berfirman,

عَسَى اللَّهُ أَنْ يَكُفَّ بَأْسَ الَّذِينَ كَفَرُوا

“Mudah-mudahan Allah menolak serangan orang-orang kafir itu” (An-Nisa’: 84)

Dan Dia (subhanah) berfirman,

وَلَقَدْ سَبَقَتْ كَلِمَتُنَا لِعِبَادِنَا الْمُرْسَلِينَ (١٧١) إِنَّهُمْ لَهُمُ الْمَنْصُورُونَ (١٧٢) وَإِنَّ جُنْدَنَا لَهُمُ الْغَالِبُونَ (١٧٣)

“Dan sesungguhnya telah tetap janji Kami kepada hamba-hamba Kami, para Rasul, bahwa sesungguhnya mereka pasti mendapat pertolongan. Dan sesungguhnya tentara kami itulah yang pasti menang” (Ash-Shaffat: 171-173)

Dan Dia (ta’ala) berfirman,

وَكَانَ حَقًّا عَلَيْنَا نَصْرُ الْمُؤْمِنِينَ

“Dan wajib atas Kami menolong orang-orang yang beriman” (Ar-Rum: 47)

Maka, wajib bagi kaum Muslimin untuk memahami dengan baik dan menyadari bahwa berperang adalah kewajiban atas setiap individu dari mereka, dan bahwa jihad adalah sebaik-baik amal dan puncak tertinggi Islam. Kehormatan dan keagungan mereka adalah dengannya, juga keselamatan di dunia dan di akhirat. Kehinaan, kegagalan, dan kemunduran mereka adalah disebabkan meninggalkan jihad, begitu pula adzab di dunia dan di akhirat. Mereka juga harus menyadari bahwa Allah (‘azza wa jalla) akan menolong mujahidin; hal ini tidak diragukan lagi. Dan oleh karenanya, tentara Daulah Islam berperang. Mereka berperang sebagai ketaatan kepada Allah dan mendekatkan diri kepada-Nya (subhanah).

Mereka tidak akan meninggalkan jihad selama-lamanya. Bahkan jika hanya seorang tentara dari mereka yang tersisa, mereka tidak akan meninggalkan jihad selama-lamanya, karena mereka menentang kehinaan dan ketidakadilan. Mereka tidak akan meninggalkan jihad karena mereka tidak merasakan kehormatan dan kemuliaan kecuali dengannya. Mereka tidak akan meninggalkan jihad, karena sesungguhnya merekalah yang akan menang. Mereka akan mendapat kemenangan walaupun hanya tersisa satu laki-laki dari mereka. Merekalah yang mendapat kemenangan dan mereka di atas keyakinan atas pertologan Allah kepada mereka.

Maka bergembiralah wahai umat Islam dan berharaplah kebaikan, karena putra-putra kalian dari tentara Daulah Islam hari ini lebih berani, lebih kuat, dan lebih tabah –dengan karunia Allah. Perang Salib ini hanya meningkatkan keyakinan mereka terhadap manhaj mereka, keteguhan di atas jalan mereka, dan ketabahan untuk mencapai tujuan mereka. Segala puji hanya bagi Allah.

Dan walaupun perang salib ini adalah yang paling dahsyat dan sengit, tetapi ini adalah yang paling gagal dan mengecewakan. Kita melihat Amerika dan sekutunya tersandung antara ketakutan, kelemahan, ketidakmampuan, dan kegagalan. Amerika, Eropa, Australia, Kanada, pengikut dan budak mereka yang murtad dari kalangan pemerintah negeri-negari kaum Muslimin merasa ketakutan akan Daulah Islam. Yahudi juga ketakutan; mereka mengkhawatirkan ekonomi mereka. Mereka ketakutan karena harta kaum Muslimin dan kekayaan alam kita, yang mereka rampas, mereka hisap, mereka nikmati sendiri, dan dengannya mereka memerangi kita melalui agen-agen mereka dari kalangan pemerintah pengkhianat di negeri-negeri kaum Muslimin. Mereka takut akan keamanan mereka. Mereka takut revolusi umat Muslim “terhadap penguasa tersebut”. Mereka takut kekalahan mereka. Mereka takut kembalinya Khilafah dan kembalinya umat Muslim untuk menjadi yang terdepan dan berkuasa.

Kita melihat semua ketakutan mereka dengan jelas dan dengan bukti. Dan kita melihat kelemahan mereka. Karena ketakukan mereka, mereka tidak mau memulai sebuah operasi militer sampai berkumpul bersama mereka budak-budak dan anjing-anjing mereka dari kalangan penguasa di negeri-negeri kaum Muslimin. Kelemahan mereka tidak terletak pada kebutuhan mereka akan pesawat terbang dari budak-budak mereka, yang tidak mereka berikan kecuali setelah melakukan layanan militer untuk mereka. Yahudi dan Salibis tidak butuh dengan pilot-pilot banci dari bala tentara penguasa teluk, tidak pula butuh kepada pesawat-pesawat mereka, berita keikutsertaan mereka dalam perang salib hanyalah lelucon media.

Sebaliknya, kelemahan Salibis dan sekutunya terletak pada kebutuhan mereka pada penyihir jahat dari kalangan ulama’ dan penguasa thgahut di negeri-negeri kaum Muslimin, sehingga mereka menyihir mata manusia dan menipu Muslim secara umum dengan fatwa-fatwa dari orang-orang Yahudi dan disebarkan oleh Salibis, yang mengatakan bahwa peperangan ini bukanlah Perang Salib dan orang-orang tersebut (Daulah Islam) adalah Khawarij dan orang-orang jahat, bukan mujahidin. Mereka melakukan hal ini melalui penyihir-penyihir dan fatwa-fatwa itu untuk mencegah kembalinya kaum Muslimin kepada Khilafah mereka dan bersatunya mereka untuk menolong mujahidin. Inilah rahasia di balik ketakutan Yahudi dan Salibis dan di dalamnya terdapat kelemahan mereka. Maka, pahamilah hal ini baik-baik, wahai kaum Muslimin.

Allah (ta’ala) berfirman,

لأنْتُمْ أَشَدُّ رَهْبَةً فِي صُدُورِهِمْ مِنَ اللَّهِ ذَلِكَ بِأَنَّهُمْ قَوْمٌ لا يَفْقَهُونَ (١٣) لا يُقَاتِلُونَكُمْ جَمِيعًا إِلا فِي قُرًى مُحَصَّنَةٍ أَوْ مِنْ وَرَاءِ جُدُرٍ بَأْسُهُمْ بَيْنَهُمْ شَدِيدٌ تَحْسَبُهُمْ جَمِيعًا وَقُلُوبُهُمْ شَتَّى ذَلِكَ بِأَنَّهُمْ قَوْمٌ لا يَعْقِلُونَ (١٤)

“Sesungguhnya dalam hati mereka (orang-orang munafik), kamu (muslimin) lebih ditakuti daripada Allah. Yang demikian itu karena mereka orang-orang yang tidak mengerti. Mereka tidak akan memerangi kamu dalam keadaan bersatu padu, kecuali di negeri-negeri yang berbenteng atau di balik tembok. Permusuhan antara sesama mereka sangat hebat. Kamu kira mereka itu bersatu, padahal hati mereka berpecah belah. Yang demikian itu karena mereka orang-orang yang tidak mengerti” (Al-Hasyr: 13-14)

Amerika dan sekutunya ketakutan, lemah, dan tanpa kekuatan. Karena ketakutan dan kelemahan mereka, orang-orang Yahudi berpartisipasi dalam Perang Salib ini secara rahasia dan diam-diam. Mereka tidak memiliki keberanian untuk mengumumkannya, karena ketakutan kepada kaum Muslimin. Dan karena rasa takut sekutunya dan kelemahan mereka, mereka tidak mampu mencegah kaum Muslimin dari Khilafah. Dan kerena ketakutan dan kelemahan mereka, mereka tidak mampu mengirim pasukan darat untuk memerangi mujahidin.

Dan di antara ketakutan, kelemahan, dan ketidakberdayaan ini, kita melihat mereka tersandung dengan kegagalan. Yahudi dan Salibis -melalui wakil-wakil mereka- gagal dalam mencegah berdirinya Khilafah, sehingga mereka dipaksa untuk berhadapan langsung. Yahudi, Salibis, dan sekutu-sekutu mereka mengumpulkan semua “ulama istana” dan menggunakan semua corong, stasiun televisi, media mereka dalam sebuah kampanye terbesar untuk memalsukan, mendistorsi, dan memfitnah Daulah Islam, sehingga manusia akan menjauh darinya dan untuk mengurangi para pendukung dan pengikutnya. Tetapi mereka tidak mampu untuk melakukannya dan gagal. Inilah sekarang para penyokong Daulah Islam dan pendukungnya serta tentaranya yang terus bertambah di tengah meningkatnya keganasan kampanye media mereka “yang gagal”.

Para pemimpin Yahudi, Salibis, orang-orang murtad, setan-setan, para kepala, dan para senior mereka berkumpul. Mereka memikirkan, menghitung, merencanakan, dan bersekongkol untuk memerangi Daulah Islam. Kemudian mereka menghasilkan sebuah rencana yang gagal berupa membombardir posisi, batalion, kendaraan, dan tentara Daulah Islam dengan tujuan untuk mencegah kemajuan dan barisannya… Sebuah rencana yang diwujudkan dengan mempersenjatai, merekrut, dan melatih tentara-tentara murtad, dan juga berjuang untuk membentuk kembali shahawat untuk merebut kembali kota-kota yang ditaklukkan Daulah Islam.

Kegagalan rencana mereka menjadi tampak dengan cepat, dengan keutamaan Allah. Dan tidak lama lagi, Yahudi dan Salibis akan dipaksa untuk turun ke darat dan mengirim pasukan darat mereka kepada kematian dan kehancuran, dengan izin Allah. Bahkan, nyatanya hal ini sudah dimulai. Inilah Obama telah memerintahkan pengiriman 1500 tentara tambahan dengan menyebut mereka sebagai penasihat karena serangan udara Salibis dan bombardir yang terus menerus -siang dan malam- terhadap posisi-posisi Daulah Islam tidak dapat mencegah kemajuannya dan tidak pula melemahkan tekadnya. Dan agen-agen Yahudi dan Salibis, budak-budak, pengekor, dan anjing-anjing mereka, tidak mampu bertahan di hadapan Daulah Islam, dan mereka tidak akan pernah mampu bertahan melawannya. Dan sesungguhnya Salibis akan dikalahkan. Dengan izin Allah, mereka akan dikalahkan. Dan sesungguhnya kaum Muslimin akan menang. Dengan izin Allah, mereka akan menang. Dan barisan mujahidin akan terus melaju sampai mereka mencapai Roma, dengan izin Allah.

Oleh karena itu, yakinlah wahai kaum Muslimin, dan sampaikanlah kabar gembira. Yakinlah, bahwa rencana dan operasi militer Salibis adalah suatu kegagalan. Yakinlah, dan jangan mempercayai media-media mereka yang berdusta dan klaim mereka bahwa mereka membunuh puluhan mujahidin setiap hari, menghancurkan markas dan kendaraan mereka, dan apapun dari kebohongan-kebohongan mereka dan bualan-bulan mereka. Yakinlah, wahai kaum Muslimin, bahwa Daulah kalian baik-baik saja dan berada di kondisi terbaik. Barisannya tidak akan berhenti dan akan terus melebar, dengan izin Allah, walaupun orang-orang kafir membencinya.

Kabar gembira, wahai kaum Muslimin, bahwa kami memberi kalian kabar baik berupa pengumuman ekspansi Daulah Islam ke negeri-negeri baru, ke negeri Al-Haramain dan Yaman… ke Mesir, Libya, dan Aljazair. Kami mengumumkan penerimaan bai’at dari saudara-saudara kami yang memberi kami bai’at dari negeri-negeri tersebut, penghapusan jama’ah-jama’ah di dalamnya, mengumumkan wilayah baru bagi Daulah Islam, dan pengangkatan pemimpin untuk mereka. Kami juga mengumumkan penerimaan bai’at yang diberikan oleh kelompok-kelompok dan individu di semua wilayah yang disebutkan dan juga yang lainnya. Kami meminta setiap individu di antara mereka untuk bergabung dengan wilayah terdekat dengannya, untuk mendengar dan taat kepada pemimpin yang kami angkat baginya.

Maka wahai putra-putra Al-Haramain…

Wahai orang-orang bertauhid… Wahai orang-orang pemilik wala’ dan bara’… Kepala ular dan benteng penyakit ada di samping kalian. Oleh karena itu, angkatlah pedang kalian dan hancurkanlah sarungnya. Ceraikanlah dunia, karena tidak akan ada keamanan tidak pula istirahat bagi Alu Salul dan tentaranya setelah hari ini. Tidak ada tempat bagi kaum musyrikin di jazirah Muhammad (shallallahu ‘alaihi wa sallam). Angkat pedang-pedang kalian. Urusilah Rafidhah terlebih dahulu, di manapun kalian menemukan mereka, kemudian Alu Salul dan bala tentaranya sebelum Salibis dan basis mereka. Hukumlah Rafidhah, Alu Salul, dan tentara-tentara mereka. Potonglah tangan-tangan dan kaki-kaki mereka. Tangkap mereka secara berkelompok maupun individu. Kacaukanlah hidup mereka dan buatlah mereka sibuk dengan diri mereka sendiri daripada kita. Sabarlah dan jangan tergesa-gesa. Tidak lama lagi -in sya’a Alllah- barisan terdepan Daulah Islam akan mencapai kalian.

Dan wahai tentara-tentara (mujahidin di) Yaman…

Wahai orang-orang pemilik dukungan dan pertolongan… Wahai orang-orang pemilik kebijaksanaan dan keimanan… Bersikap keraslah kepada Houthi Rafidhah, karena mereka adalah orang-orang kafir lagi murtad. Perangilah mereka dan kalahkan mereka. Yakinlah bahwa keadaan akan menguntungkan kalian atas mereka, karena Rafidhah adalah bangsa yang ditinggalkan. Jika mereka bertemu muwahhidin dan memerangi mereka, keburukan mereka tidak akan hilang. Karenanya, mintalah pertolongan dari Allah, karena kalian dapat mengatasi mereka, insya Allah. Kalahkanlah kesyirikan mereka dengan tauhid kalian, dan Allah akan menghancurkan kekuatan mereka. Allah akan memindahkan harta dan senjata mereka kepada kalian. Kalian akan merebutnya dari tangan-tangan mereka sebagai ghanimah yang dengannya kalian akan menolong agama Allah dan insya Allah akan terus menjadi orang-orang pemilik pertolongan.

Dan wahai putra-putra aqidah di Sinai yang tercinta,

Selamat atas kalian dan bergembiralah. Selamat atas kalian, wahai laki-laki. Selamat atas kalian atas karena kalian telah melaksanakan kewajiban jihad melawan thaghut Mesir. Selamat atas kalian karena telah menolong Baitul Maqdis. Selamat atas kalian karena kalian telah menakut-nakuti Yahudi. Apa yang bisa kami katakan kepada kalian, sedangkan kalian telah memecahkan sarung pedang kalian, membakar kapAl-kapal kalian, dan berjalan dengan susah payah di tengah padang pasir, sedangkan kalian sabar menghadapi kepahitan dan menggenggam bara api. Bersabarlah dan bergembiralah, maka Allah akan menolong kalian.

Dan wahai singa-singa tauhid di Libya, Aljazair , Tunisia, dan Maroko…

Wahai pahlawan jihad… Wahai anak cucu Musa, ‘Uqbah, Thariq, dan Ibnu Tashifin… tiada kebaikan pada kalian jika kalian menyerahkan negeri kalian kepada putra-putra sekuler sedangkan kalian memiliki mata yang mampu berkedip (hidup, pent.). Tiada kebaikan pada kalian jika mereka hidup aman dan senang sementara kalian memiliki nadi yang berdenyut. Tiada kebaikan pada kalian jika kalian cenderung kepada dunia, padang pasir dan berbalik ke belakang. Tidak, bahkan kalian diciptakan untuk kebaikan dan kebaikan diciptakan untuk kalian. Kalian adalah bahan bakar dan penolong setiap medang jihad, dan di antara pemimpin-pemimpinnya. Kami memohon kepada Allah untuk memuliakan kalian, merahmati kalian dan mengaruniakan kepada kalian kemenangan.

Wahai tentara Daulah Islam,

Lanjutkanlah memanen bala tentara. Ledakkan gunung api jihad di setiap tempat. Terangilah bumi dengan api yang membakar semua thaghut, bala tentaranya, dan pendukungnya. Lanjutkanlah di jalanmu, karena kalianlah yang kuat dengan izin Allah. Lanjutkanlah, karena kalianlah yang mulia. Lanjutkanlah, karena kalianlah yang unggul. Lanjutkanlah, karena kalianlah pemenang –in sya’a Allah.

Yaa Allah, tiada sesembahan (yang berhak disembah) selain Engkau, yaa Al Mannan (Maha Pemberi nikmat)… Pencipta langit dan bumi… Pemilik Keagungan dan Kemuliaan… Sesungguhnya kami berperang di jalanmu, takut akan murka-Mu dan mencari ampunan-Mu. Kami tidak keluar dengan sombong, tidak pula tinggi hati, tidak pula riya’ dan tidak pula sum’ah.

Yaa Allah, semua tentara kekafiran dari kalangan Yahudi, Salibis, atheis, dan orang-orang murtad telah berkumpul memusuhi kami. Mereka melakukan itu sebagai permusuhan terhadap agama-Mu, ingin memadamkan cahaya-Mu.

Yaa Allah, kami tidak memiliki daya dan kekuatan kecuali dari-Mu. Maka, yaa Allah, tolonglah tentara-tentara-Mu dan berikanlah kemenangan kepada agama-Mu.

Ya Allah, hukumlah Amerika dan sekutunya. Yaa Allah, kuatkanlah ikatan-Mu pada mereka, tolonglah kami atas mereka dengan tujuh tahun sebagaimana Yusuf. Kalahkan mereka dengan kekalahan terburuk yang pernah mereka alami. Pecah belah barisan mereka, koyak tubuh mereka, hancurkan mereka seluruhnya, dan jadikanlah kami menyerbu mereka dan bukan mereka menyerbu kami.

Tiada sesembahan (yang berhak disembah) selain Engkau. Maha Suci Engkau. Kami memohon ampunan dan bertaubah kepada-Mu.

Dan segala puji hanya bagi Allah, Rabb seluruh alam.

Al-Furqan Media

PESAN KEPADA MUJAHIDIN DAN UMAT ISLAM DI BULAN RAMADHAN

PESAN KEPADA MUJAHIDIN DAN UMAT ISLAM DI BULAN RAMADHAN
Statemen Amirul Mu'minin, Syaikh Abu Bakar Al-Husaini Al-Qurasyi Al-Baghdadi

Alih Bahasa:
Ust. Abu Sulaiman Al Arkhabiliy

بسم الله الرحمن الرحيم

Sesungguhnya segala puji hanya bagi Allah; kami memuji-Nya, kami memohon pertolongan-Nya dan kami memohon ampunan kepada-Nya, serta kami berlindung kepada Allah dari kejahatan jiwa kami dan dari keburukan amalan kami. Barangsiapa yang Allah berikan hidayah kepadanya, maka tidak ada seorangpun yang bisa menyesatkannya, dan barangsiapa yang Dia sesatkan, maka tidak ada seorangpun yang bisa memberikan hidayah kepadanya. Saya bersaksi bahwa tidak ada ilah yang berhak diibadati kecuali Allah saja lagi tidak ada sekutu bagi-Nya, dan saya bersaksi bahwa Muhammad shallallahu ‘alaihi wa sallam adalah hamba dan utusan-Nya.

يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُواْ اتَّقُواْ اللّهَ حَقَّ تُقَاتِهِ وَلاَ تَمُوتُنَّ إِلاَّ وَأَنتُم مُّسْلِمُونَ

“Hai orang-orang yang beriman, bertaqwalah kepada Allah sebenar-benar taqwa kepada-Nya; dan janganlah sekali-kali kamu mati melainkan dalam keadaan muslim.” (Ali ‘Imran: 102)

يَا أَيُّهَا النَّاسُ اتَّقُواْ رَبَّكُمُ الَّذِي خَلَقَكُم مِّن نَّفْسٍ وَاحِدَةٍ وَخَلَقَ مِنْهَا زَوْجَهَا وَبَثَّ مِنْهُمَا رِجَالاً كَثِيرًا وَنِسَاء وَاتَّقُواْ اللّهَ الَّذِي تَسَاءلُونَ بِهِ وَالأَرْحَامَ إِنَّ اللّهَ كَانَ عَلَيْكُمْ رَقِيبًا

“Hai sekalian manusia, bertaqwalah kepada Rabb-mu yang telah menciptakan kamu dari diri yang satu, dan daripadanya Allah menciptakan istrinya; dan daripada keduanya Allah memperkembang biakkan laki-laki dan perempuan yang banyak. Dan bertaqwalah kepada Allah yang dengan (mempergunakan) nama-Nya kamu saling meminta satu sama lain, dan (peliharalah) hubungan silaturahmi. Sesungguhnya Allah selalu menjaga dan mengawasi kamu.” (An Nisa: 1)

يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا اتَّقُوا اللَّهَ وَقُولُوا قَوْلًا سَدِيدًايُصْلِحْ لَكُمْ أَعْمَالَكُمْ وَيَغْفِرْ لَكُمْ ذُنُوبَكُمْ وَمَن يُطِعْ اللَّهَ وَرَسُولَهُ فَقَدْ فَازَ فَوْزًا عَظِيمًا

“Hai orang-orang yang beriman, bertaqwalah kamu kepada Allah dan katakanlah perkataan yang benar, niscaya Allah memperbaiki bagimu amalan-amalanmu dan mengampuni bagimu dosa-dosamu. Dan barang siapa menaati Allah dan Rasul-Nya, maka sesungguhnya ia telah mendapat kemenangan yang besar.” (Al Ahzab: 70-71)

Amma ba’du,

Allah Ta’ala berfirman:

يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُواْ كُتِبَ عَلَيْكُمُ الصِّيَامُ كَمَا كُتِبَ عَلَى الَّذِينَ مِن قَبْلِكُمْ لَعَلَّكُمْ تَتَّقُونَ

“Hai orang-orang yang beriman, diwajibkan atas kamu berpuasa sebagaimana diwajibkan atas orang-orang sebelum kamu agar kamu bertaqwa,” (Al Baqarah: 183)

Dan Allah Ta’ala berfirman:

شَهْرُ رَمَضَانَ الَّذِيَ أُنزِلَ فِيهِ الْقُرْآنُ هُدًى لِّلنَّاسِ وَبَيِّنَاتٍ مِّنَ الْهُدَى وَالْفُرْقَانِ فَمَن شَهِدَ مِنكُمُ الشَّهْرَ فَلْيَصُمْهُ

“(Beberapa hari yang ditentukan itu ialah) bulan Ramadan, bulan yang di dalamnya diturunkan (permulaan) Al Qur’an sebagai petunjuk bagi manusia dan penjelasan-penjelasan mengenai petunjuk itu dan pembeda (antara yang hak dan yang bathil). Karena itu, barang siapa di antara kamu hadir (di negeri tempat tinggalnya) di bulan itu, maka hendaklah ia berpuasa pada bulan itu,” (Al Baqarah: 185)

Kami ucapkan selamat kepada umat Islam di seluruh belahan timur dan barat bumi ini atas datangnya bulan Ramadhan yang penuh berkah, dan kami memuji Allah Subhanahu karena Dia telah menyampaikan kami ke bulan yang utama ini. Al Bukhari dan Muslim telah meriwayatkan dari Abu Hurairah radliyallahu ‘anhu berkata: Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam berkata:

مَنْ صَامَ رَمَضَانَ إِيمَانًا وَاحْتِسَابًا غُفِرَ لَهُ مَا تَقَدَّمَ مِنْ ذَنْبِهِ

“Barangsiapa melaksanakan shaum Ramadhan atas dasar keimanan dan pengharapan pahala, maka diampuni baginya apa yang telah lalu dari dosanya.”

Dan berkata juga:

مَنْ قَامَ رَمَضَانَ إِيمَانًا وَاحْتِسَابًا غُفِرَ لَهُ مَا تَقَدَّمَ مِنْ ذَنْبِهِ

“Barangsiapa melaksanakan qiyam (shalat malam) Ramadhan atas dasar keimanan dan pengharapan pahala, maka diampuni baginya apa yang telah lalu dari dosanya.”

Selamat bagi kalian wahai hamba-hamba Allah, karena Allah telah menyampaikan kalian ke bulan yang mulia ini, pujilah Allah dan bersyukurlah kepada-Nya karena Dia telah memanjangkan umur kalian dan memberikan kesempatan kepada kalian untuk menyelesaikan apa yang kalian lewatkan dahulu, maka sambutlah Ramadhan ini dengan taubat nashuha dan keinginan yang jujur.

يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا تُوبُوا إِلَى اللَّهِ تَوْبَةً نَّصُوحًا عَسَى رَبُّكُمْ أَن يُكَفِّرَ عَنكُمْ سَيِّئَاتِكُمْ وَيُدْخِلَكُمْ جَنَّاتٍ تَجْرِي مِن تَحْتِهَا الْأَنْهَارُ يَوْمَ لَا يُخْزِي اللَّهُ النَّبِيَّ وَالَّذِينَ آمَنُوا مَعَهُ

“Hai orang-orang yang beriman, bertobatlah kepada Allah dengan taubat yang semurni-murninya, mudah-mudahan Rabb kamu akan menghapus kesalahan-kesalahanmu dan memasukkan kamu ke dalam surga yang mengalir di bawahnya sungai-sungai, pada hari ketika Allah tidak menghinakan Nabi dan orang-orang yang beriman bersama dengan dia;” (At Tahrim: 8)

Dan berfirman:

وَسَارِعُواْ إِلَى مَغْفِرَةٍ مِّن رَّبِّكُمْ وَجَنَّةٍ عَرْضُهَا السَّمَاوَاتُ وَالأَرْضُ أُعِدَّتْ لِلْمُتَّقِينَ

“Dan bersegeralah kamu kepada ampunan dari Rabbmu dan kepada surga yang luasnya seluas langit dan bumi yang disediakan untuk orang-orang yang bertaqwa,” (Ali ‘Imran: 133)

Sedangkan tidak ada amalan pada bulan yang utama ini dan pada bulan yang lainnya, yang lebih agung dari jihad di jalan Allah. Maka ambillah kesempatan ini, dan berjalanlah kalian di atas jalan Salaf kalian yang Shalih; belalah agama Allah dengan berjihad di jalan-Nya, maka marilah bangkit wahai para mujahidin fi sabilillah; buat gentarlah musuh-musuh Allah dan carilah tempat-tempat kematian; karena dunia ini adalah hal yang lenyap lagi fana, sedangkan akhirat adalah yang langgeng lagi selamanya.

فَلَا تَهِنُوا وَتَدْعُوا إِلَى السَّلْمِ وَأَنتُمُ الْأَعْلَوْنَ وَاللَّهُ مَعَكُمْ وَلَن يَتِرَكُمْ أَعْمَالَكُمْإِنَّمَا الحَيَاةُ الدُّنْيَا لَعِبٌ وَلَهْوٌ

“Janganlah kamu lemah dan minta damai padahal kamulah yang di atas dan Allah (pun) beserta kamu dan Dia sekali-kali tidak akan mengurangi (pahala) amAl-amalmu. Sesungguhnya kehidupan dunia hanyalah permainan dan senda gurau.” “Muhammad: 35-36)

وَمَا هَذِهِ الْحَيَاةُ الدُّنْيَا إِلَّا لَهْوٌ وَلَعِبٌ وَإِنَّ الدَّارَ الْآخِرَةَ لَهِيَ الْحَيَوَانُ لَوْ كَانُوا يَعْلَمُونَ

“Dan tiadalah kehidupan dunia ini melainkan senda gurau dan main-main. Dan sesungguhnya akhirat itulah yang sebenarnya kehidupan, kalau mereka mengetahui.” (Al ‘Ankabut: 64)

وَالْبَاقِيَاتُ الصَّالِحَاتُ خَيْرٌ عِندَ رَبِّكَ ثَوَابًا وَخَيْرٌ أَمَلًا

“Tetapi amalan-amalan yang kekal lagi shalih adalah lebih baik pahalanya di sisi Rabbmu serta lebih baik untuk menjadi harapan.” (Al Kahfi: 46)

Maka bahagialah bagi orang yang meninggalkan dunianya di bulan Ramadhan dan menjumpai Rabb-nya di hari-hari ampunan.

Wahai para mujahidin fi sabilillah, hendaklah kalian menjadi para rahib (ahli ibadah) di malam hari dan para pendekar di siang hari, sejukkanlah dada kaum mu’minin, dan perlihatkan dari kalian kepada para thaghut apa yang mereka takutkan.

Wahai para mujahidin fi sabilillah, sesungguhnya ia adalah dienullah, dan sesungguhnya ia (surga) adalah apa yang Allah tawarkan, serta sesungguhnya nyawa itu hanyalah satu saja dan ajal itu sudah ditentukan yang tidak bisa didahulukan dan tidak bisa pula diakhirkan, dan yang ada hanya surga dan neraka, serta kebahagian dan kesengsaraan; sedangkan sesungguhnya dienullah itu pasti diberikan kemenangan, Allah telah menjanjikan pertolongan-Nya, dan adapun apa yang Allah tawarkan itu adalah suatu yang mahal lagi berharga.

“Ingatlah apa yang Allah tawarkan itu sangatlah mahal, ingatlah sesungguhnya apa yang Allah tawarkan itu adalah surga”.

Dan adapun jiwa, maka alangkah hinanya dia! dan alangkah celakanya dia! serta alangkah binasanya dia bila dia tidak mencari apa yang ada di sisi Allah dan membela dienullah!

Demi Allah kita tidak akan menjadi mujahidin bila kita kikir dengan jiwa kita atau harta kita, demi Allah kita tidak akan menjadi orang-orang yang jujur bila kita tidak mendermakannya untuk meninggikan kalimat Allah dan membela dienullah.

إِنَّ اللّهَ اشْتَرَى مِنَ الْمُؤْمِنِينَ أَنفُسَهُمْ وَأَمْوَالَهُم بِأَنَّ لَهُمُ الجَنَّةَ يُقَاتِلُونَ فِي سَبِيلِ اللّهِ فَيَقْتُلُونَ وَيُقْتَلُونَ وَعْدًا عَلَيْهِ حَقًّا فِي التَّوْرَاةِ وَالإِنجِيلِ وَالْقُرْآنِ وَمَنْ أَوْفَى بِعَهْدِهِ مِنَ اللّهِ فَاسْتَبْشِرُواْ بِبَيْعِكُمُ الَّذِي بَايَعْتُم بِهِ وَذَلِكَ هُوَ الْفَوْزُ الْعَظِيمُ

“Sesungguhnya Allah telah membeli dari orang-orang mukmin, diri dan harta mereka dengan memberikan surga untuk mereka. Mereka berperang pada jalan Allah; lalu mereka membunuh atau terbunuh. (Itu telah menjadi) janji yang benar dari Allah di dalam Taurat, Injil dan Al Qur’an. Dan siapakah yang lebih menepati janjinya (selain) daripada Allah? Maka bergembiralah dengan jual beli yang telah kamu lakukan itu, dan itulah kemenangan yang besar.” (At Taubah: 111)

Peganglah selalu senjata wahai Bala Tentara Daulah! Terjunlah terus kalian dalam pertempuran! Janganlah kalian terpesona atau menjadi lemah, dan hati-hatilah! Sungguh dunia telah mendatangi kalian dengan begitu saja, tendanglah dunia itu dengan kaki kalian, dan injaklah dengan telapak kaki kalian, serta tinggalkan jauh di belakang kalian, karena apa yang ada di sisi Allah itu adalah lebih baik lagi lebih kekal.

Sesungguhnya umat Islam; memperhatikan jihad kalian dan pertempuran kalian dengan mata harapan, dan sesungguhnya kalian di berbagai belahan bumi memiliki saudara-saudara yang sedang ditindas dengan berbagai penyiksaan; kehormatan-kehormatan dinodai, darah-darah ditumpahkan, para tawanan merintih lagi berteriak meminta pertolongan, anak-anak yatim dan para janda mengadukan penderitaan, para korban meratapi, masjid-masjid dikotori, kehormatan-kehormatan dilegalkan, dan hak-hak dirampas lagi perkosa; di Cina, India, Palestina, Somalia, di Jazirah Arab, Kaukasus, Syam, Mesir, Iraq, Indonesia, Afghanistan, Filipina, di Ahwaz dan Iran, di Pakistan, Tunisia, Libia, Al Jazair dan Maroko, di Belahan Timur dan Barat dunia; maka semangatlah dan semangatlah wahai bala tentara Daulah Islamiyah! Dikarenakan saudara-saudara kalian di setiap belahan bumi menunggu pertolongan kalian, mereka menunggu pasukan-pasukan kalian, dan cukup bagi kalian apa yang telah sampai kepada kalian berupa pembantaian-pembantaian di Afrika Tengah, dan sebelumnya di Burma, sedangkan apa yang terselubung adalah lebih dahsyat, maka DEMI ALLAH kami benar-benar AKAN MEMBERIKAN PEMBALASAN! DEMI ALLAH kami benar-benar AKAN MEMBERIKAN PEMBALASAN walaupun nanti kami benar-benar AKAN MEMBERIKAN PEMBALASAN! Dan sungguh kami akan membalas satu sha’ dengan balasan yang lebih dan satu takaran dengan takaran yang lebih banyak.

وَالَّذِينَ إِذَا أَصَابَهُمُ الْبَغْيُ هُمْ يَنتَصِرُونَ

“Dan (bagi) orang-orang yang apabila mereka diperlakukan dengan lalim mereka membela diri.” “Asy Syura: 39)

Sedangkan orang yang memulai itu adalah yang lebih zhalim, dan tidak akan lama lagi dengan izin Allah; sungguh orang muslim benar-benar akan berjalan di atasnya di setiap tempat sebagai tuan yang mulia lagi disegani, terhormat lagi terjaga kemuliaannya, tidak satu pihak-pun yang lancang terhadapnya kecuali dia pasti diberikan pelajaran, dan tidak ada tangan jahat yang berani menjamahnya melainkan dia pasti dipotong.

Ingatlah, HENDAKLAH DUNIA MENGETAHUI: Sesungguhnya kami hari ini berada di zaman yang baru, ingatlah hendaknya orang yang lalai dia tersadar, ingatlah hendaknya orang yang tertidur dia bangun, ingatlah hendaknya orang yang terperangah lagi tersentak dia memahami; bahwa sesungguhnya kaum muslimin pada hari ini memiliki otoritas kebijakan yang tinggi lagi menggema dan memiliki pijakan-pijakan yang kokoh; otoritas kebijakan yang memperdengarkan kepada dunia dan memahamkan kepadanya makna irhab (teror), kaki-kaki yang menginjak hina berhala nasionalisme, dan menghancurkan patung demokrasi serta membongkar kepalsuannya.

MAKA DENGARKANLAH WAHAI UMAT ISLAM, dengarkanlah dan pahami, berdirilah dan bangkit; sungguh telah tiba saatnya bagimu untuk membebaskan diri dari borgol-borgol kelemahan, dan bangkit melawan kejahatan para tirani; melawan para penguasa pengkhianat, antek-antek kaum salibis dan atheis serta para pelindung Yahudi.

Wahai umat Islam,

Dunia ini telah terpilah menjadi dua kubu dan dua parit yang tidak ada yang ketiga: Kubu Islam dan Iman dengan Kubu Kufur dan Nifaq, kubu kaum muslimin dan mujahidin di setiap tempat, dengan kubu Yahudi, Salibis dan sekutu-sekutu mereka yang disertai umat-umat dan agama-agama kafir lainnya, yang dipimpin oleh Amerika dan Rusia dan digerakkan oleh Yahudi.

Sungguh dahulu kaum muslimin telah porak poranda sesudah kejatuhan khilafahnya kemudian daulah mereka lenyap; sehingga orang-orang kafir bisa menghinakan kaum muslimin dan menindas mereka, menguasai mereka di setiap tempat, menjarah kekayaan alam dan aset-aset mereka, serta merampas hak-hak mereka; dan itu terjadi lewat jalan menginvasi mereka dan menduduki negeri-negeri mereka serta mengangkat para penguasa khianat yang menjadi antek mereka; yang memerintah kaum muslimin dengan api dan besi, seraya mereka mengibarkan slogan-slogan indah lagi menipu; seperti kemajuan, perdamaian, toleransi, kebebasan, demokrasi, sekulerisme, sosialisme, nasionalisme, kebangsaan serta slogan-slogan palsu lagi dusta lainnya.

Dan para penguasa itu masih terus berupaya serius untuk memperbudak kaum muslimin dan menjauhkan mereka dari agama mereka dengan slogan-slogan itu; orang muslim hanya ada pilihan yaitu dia itu lepas dari agamanya dan kafir kepada Allah serta dia tunduk kepada undang-undang buatan barat dan timur yang syirik dengan segenap ketundukan dan kehinaan, serta dia hidup mengekor lagi hina juga dihinakan serta ikut-ikutan menyuarakan slogan-slogan itu, tercopot keinginannya lagi terlepas kemuliaannya, ATAU dia itu ditindas, diperangi dan diusir atau dibunuh atau dipenjara dan intimidasi dengan klaim tuduhan terorisme.

Sesungguhnya teror itu (dalam kamus mereka) adalah: engkau kafir kepada slogan-slogan itu dan iman kepada Allah, sesungguhnya teror itu adalah engkau berhukum kepada syari’at Allah, sesungguhnya teror itu adalah engkau beribadah kepada Allah sesuai dengan apa yang Dia perintahkan, sesungguhnya teror itu adalah engkau menolak sikap hina, tunduk, patuh dan pengekoran, sesungguhnya teror itu adalah orang muslim hidup merdeka, agung, mulia lagi sebagai muslim, sesungguhnya teror adalah engkau menuntut hak-hakmu dan tidak menarik diri darinya.

Bukanlah teror sikap membunuhi kaum muslimin, membakari rumah-rumah mereka di Burma, dan memotong-motong badan mereka di Filipina, Indonesia dan Kasymir serta membedel perut-perut mereka. Bukanlah tindakan teror bila kaum muslimin dibunuhi dan diusir di Kaukasus, bukanlah tindakan teror pembuatan kuburan massal di Bosnia Herzegovina dan anak-anak mereka dikristenkan, bukanlah tindakkan teror bila rumah-rumah kaum muslimin dihancurkan di Palestina, tanah-tanah mereka dirampas, kehormatan-kehormatan mereka dinodai, dan kesucian-kesucian mereka dikotori, bukan tindakan teror bila mesjid-mesjid di Mesir dibakari, dan rumah-rumah kaum muslimin dirobohkan, serta para wanita yang suci diperkosa, dan juga para mujahidin di Sinai dan tempat lainnya diberangus.

Bukanlah tindakan teror bila kaum muslimin disiksa dengan penyiksaan yang sadis, dibombardir, dihinakan, direndahkan serta dihalangi dari hak-hak mereka yang paling kecil di Turkistan Timur dan di Iran. Bukanlah teror bila penjara-penjara di setiap tempat dipenuhi kaum muslimin, bukanlah tindakan teror bila kesucian dan hijab dilarang di Prancis dan negara lainnya, dan juga kecabulan, kenistaan serta perzinaan disebarkan. Bukanlah tindakan teror bila Rabbul ‘Izzah (Allah) dihina, dan dien ini dihujat serta Nabi kita shallallahu ‘alaihi wa sallam dinistakan.

Bukanlah tindakan teror bila kaum muslimin disembelihi di Afrika Tengah, mereka disembelih bagaikan kambing, sedangkan tidak ada seorangpun yang menangisi dan mengecam, semua ini bukanlah tindakan teror, akan tetapi (itu adalah) kebebasan, demokrasi, perdamaian, keamanan dan toleransi, maka cukuplah Allah bagi kita dan Dia-lah sebaik-baiknya penolong.

وَمَا نَقَمُوا مِنْهُمْ إِلَّا أَن يُؤْمِنُوا بِاللَّهِ الْعَزِيزِ الْحَمِيدِ

“Dan mereka tidak menyiksa orang-orang mukmin itu melainkan karena orang-orang mukmin itu beriman kepada Allah Yang Maha Perkasa lagi Maha Terpuji,” (Al Buruj: 8)

Wahai kaum muslimin di setiap tempat,

Berbahagialah dan bercita-citalah yang baik, serta angkatlah kepala kalian tingi-tinggi, dikarenakan pada hari ini kalian dengan karunia Allah telah memiliki Negara dan Khilafah yang akan mengembalikan kemuliaan dan kejayaan kalian, serta mengembalikan hak-hak kalian dan keberkuasaan kalian, Daulah yang mempersaudarakan di dalamnya antara orang ajam dengan orang arab, antara orang kulit putih dengan orang kulit hitam, antara orang timur dengan barat. Kekhalifahan yang menyatukan orang Kaukasus, India, Cina, Syam, Iraq, Yaman, Mesir, Maroko, Amerika, Prancis, Jerman, dan Australia. Allah telah menyatukan di antara hati mereka sehingga dengan karunia Allah mereka menjadi bersaudara yang saling mencintai karena-Nya lagi berdiri sama di satu parit, saling membela, saling melindungi, saling menebus, darah mereka telah menyatu di bawah satu panji, satu tujuan, satu kubu, seraya menikmati lagi bersenang-senang dengan nikmat ini; nikmat ukhuwwah imaniyah yang seandainya rasa nikmatnya dirasakan oleh para raja, tentulah mereka pasti meninggalkan kekuasaan mereka dan memerangi mujahidin untuk merebutnya, maka segala puji dan syukur hanya milik Allah.

Maka marilah kalian semua menuju Daulah kalian wahai kaum muslimin, ya Daulah kalian; ayo marilah; Suriah itu bukan untuk orang-orang Suriah dan Iraq itu bukan untuk orang-orang Iraq;

إِنَّ الأَرْضَ لِلّهِ يُورِثُهَا مَن يَشَاء مِنْ عِبَادِهِ وَالْعَاقِبَةُ لِلْمُتَّقِينَ

“Sesungguhnya bumi (ini) kepunyaan Allah; dipusakakan-Nya kepada siapa yang dikehendaki-Nya dari hamba-hamba-Nya. Dan kesudahan yang baik adalah bagi orang-orang yang bertaqwa.” (Al A’raf: 128)

Daulah ini adalah Daulah kaum muslimin, dan bumi ini adalah bumi kaum muslimin, seluruh kaum muslimin.

WAHAI KAUM MUSLIMIN di SETIAP TEMPAT, siapa yang mampu hijrah ke Daulah Islamiyah, maka hendaklah dia berhijrah, karena hijrah ke Darul Islam itu adalah wajib.

Allah Ta’ala berfirman:

إِنَّ الَّذِينَ تَوَفَّاهُمُ الْمَلآئِكَةُ ظَالِمِي أَنْفُسِهِمْ قَالُواْ فِيمَ كُنتُمْ قَالُواْ كُنَّا مُسْتَضْعَفِينَ فِي الأَرْضِ قَالْوَاْ أَلَمْ تَكُنْ أَرْضُ اللّهِ وَاسِعَةً فَتُهَاجِرُواْ فِيهَا فَأُوْلَئِكَ مَأْوَاهُمْ جَهَنَّمُ وَسَاءتْ مَصِيرًا

“Sesungguhnya orang-orang yang diwafatkan malaikat dalam keadaan menganiaya diri sendiri, (kepada mereka) malaikat bertanya: “Dalam keadaan bagaimana kamu ini?”. Mereka menjawab: “Adalah kami orang-orang yang tertindas di negeri”. Para malaikat berkata: “Bukankah bumi Allah itu luas, sehingga kamu dapat berhijrah di bumi itu?”. Orang-orang itu tempatnya neraka Jahanam, dan Jahanam itu seburuk-buruk tempat kembali,” (An Nisa: 97)

Maka larilah kalian wahai kaum muslimin dengan membawa agama kalian kepada Allah dengan berhijrah:

وَمَن يُهَاجِرْ فِي سَبِيلِ اللّهِ يَجِدْ فِي الأَرْضِ مُرَاغَمًا كَثِيرًا وَسَعَةً وَمَن يَخْرُجْ مِن بَيْتِهِ مُهَاجِرًا إِلَى اللّهِ وَرَسُولِهِ ثُمَّ يُدْرِكْهُ الْمَوْتُ فَقَدْ وَقَعَ أَجْرُهُ عَلى اللّهِ وَكَانَ اللّهُ غَفُورًا رَّحِيمًا

“Barang siapa berhijrah di jalan Allah, niscaya mereka mendapati di muka bumi ini tempat hijrah yang luas dan rezeki yang banyak. Barang siapa keluar dari rumahnya dengan maksud berhijrah kepada Allah dan Rasul-Nya, kemudian kematian menimpanya (sebelum sampai ke tempat yang dituju), maka sungguh telah tetap pahalanya di sisi Allah. Dan adalah Allah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang.” (An Nisa: 100)

Dan kami mengkhususkan ajakan kami kepada para pencari ilmu, para fuqaha dan para du’at, terutama para qadli dan para pemilik keahlian; baik itu kemiliteran, manajemen, sosial pelayan, para dokter dan insinyur dalam segala bidang keahlian, kami mengajak mereka semua untuk datang dan kami mengingatkan mereka agar takut kepada Allah; dikarenakan berangkat jihad itu adalah wajib ‘ain atas mereka, dikarenakan kaum muslimin sangat membutuhkan kepada mereka, dikarenakan manusia itu jahil terhadap urusan dien mereka dan sangat haus kepada orang yang mengajari dan memberikan pemahaman kepada mereka, maka takutlah kalian kepada Allah wahai hamba-hamba Allah.

Wahai bala tentara Daulah Islamiyah,

Janganlah kalian terpana dengan banyaknya jumlah musuh-musuh kalian, dikarenakan Allah bersama kalian, sedangkan saya ini tidak mengkhawatirkan atas kalian musuh dari selain diri kalian, dan saya tidak mengkhawatirkan atas kalian kesusahan atau kefakiran, dikarenakan Allah Ta’ala telah memberikan jaminan kepada Nabi kalian shallallahu ‘alaihi wa sallam bahwa Dia tidak akan membinasakan kalian dengan kelaparan atau menguasakan atas kalian musuh yang menghabisi kalian semua, dan Dia telah menjadikan rizki kalian di bawah payung tombak-tombak kalian, namun yang saya khawatirkan atas kalian adalah dari diri kalian; yaitu dosa kalian dan jiwa kalian.

Maka taatlah dan janganlah kalian saling bertentangan, sepakatlah dan jangan berselisih, dan bertaqwalah kalian kepada Allah dalam kondisi sendirian maupun di hadapan umum, pada dhahir kalian dan bathin kalian, jauhilah maksiat, dan keluarkanlah dari barisan-barisan kalian orang yang terang-terangan melakukan maksiat. Jauhilah sikap ujub, bangga diri dan angkuh, janganlah kalian terlena dengan sebagian kemenangan-kemenangan kalian, bersimpuhlah di hadapan Allah dan tundukkanlah diri kepada-Nya, janganlah kalian angkuh terhadap hamba-hamba Allah, dan janganlah kalian menyepelekan musuh-musuh kalian bagaimanapun banyaknya kekuatan kalian dan bertambahnya jumlah kalian.

Saya pesankan kepada kalian agar baik-baiklah kepada kaum muslimin dan suku-suku Ahlus Sunnah, begadanglah kalian dalam menjaga keamanan dan kenyamanan mereka, dan jadilah kalian orang-orang yang membantu mereka, balaslah keburukan mereka dengan kebaikan, lemah-lembutlah kepada mereka, kedepankanlah sikap pemberian ampunan dan maaf, bersabarlah, tabahlah dan ribathlah, dan ketahuilah bahwa kalian hari ini adalah penjaga dien dan pelindung barisan Islam, dan bahwa di hadapan kalian akan ada banyak pertempuran dan perang besar, dan sesungguhnya kondisi paling utama yang mana darah kalian ditumpahkan di dalamnya adalah; dalam membebaskan tawanan-tawanan kaum muslimin, di bawah benteng-benteng penjara para thaghut, maka persiapkanlah perlengkapan kalian, bekalilah diri dengan taqwa, serta selalulah kalian membaca Al Qur’an, mentadabburinya serta mengamalkannya. Inilah pesan saya buat kalian; bila kalian mengkomitmeninya, maka sungguh benar-benar kalian akan menaklukkan Roma dan kalian benar-benar akan menguasai bumi in Syaa Allah.

رَبَّنَا آمَنَّا بِمَا أَنزَلَتْ وَاتَّبَعْنَا الرَّسُولَ فَاكْتُبْنَا مَعَ الشَّاهِدِينَ

“Ya Rabb kami, kami telah beriman kepada apa yang telah Engkau turunkan dan telah kami ikuti rasul, karena itu masukkanlah kami ke dalam golongan orang-orang yang menjadi saksi (tentang keesaan Allah).” (Ali ‘Imran: 53)

رَبَّنَا لاَ تُؤَاخِذْنَا إِن نَّسِينَا أَوْ أَخْطَأْنَا رَبَّنَا وَلاَ تَحْمِلْ عَلَيْنَا إِصْرًا كَمَا حَمَلْتَهُ عَلَى الَّذِينَ مِن قَبْلِنَا رَبَّنَا وَلاَ تُحَمِّلْنَا مَا لاَ طَاقَةَ لَنَا بِهِ وَاعْفُ عَنَّا وَاغْفِرْ لَنَا وَارْحَمْنَآ أَنتَ مَوْلاَنَا فَانصُرْنَا عَلَى الْقَوْمِ الْكَافِرِينَ

“Ya Rabb kami, janganlah Engkau hukum kami jika kami lupa atau kami tersalah. Ya Rabb kami, janganlah Engkau bebankan kepada kami beban yang berat sebagaimana Engkau bebankan kepada orang-orang yang sebelum kami. Ya Rabb kami, janganlah Engkau pikulkan kepada kami apa yang tidak sanggup kami memikulnya. Beri maaflah kami; ampunilah kami; dan rahmatilah kami. Engkaulah Penolong kami, maka tolonglah kami terhadap kaum yang kafir.” (Al Baqarah: 286)

Al-Furqan Media

SEDANGKAN ALLAH MENGETAHUI DAN KALIAN TIDAK MENGETAHUI

SEDANGKAN ALLAH MENGETAHUI DAN KALIAN TIDAK MENGETAHUI
Statemen Amirul Mu’minin, Syaikh Al-Mujahid Abu Bakar Al-Husaini Al-Qurosyi Al-Baghdadi

Alih Bahasa:
Forum Islam Al-Busyro

بسم الله الرحمن الرحيم

Segala puji bagi Allah, kami memuji, memohon pertolongan dan ampunan pada-Nya. Kami berlindung pada Allah dari kejahatan jiwa kami dan dari keburukan ‘amal perbuatan kami. Siapa yang Allah beri petunjuk maka tidak ada yang dapat menyesatkannya, dan siapa yang Dia sesatkan maka tidak ada yang dapat memberikan petunjuk padanya.
   
Aku bersaksi tidak ada ilah (yang berhak disembah) selain Allah, tiada sekutu bagi-Nya. Dan saya bersaksi bahwa Muhammad adalah hamba dan utusan-Nya –semoga Allah limpahkan sholawat dan salam padanya beserta keluarga dan para shohabatnya.

Adapun kemudian;

Sesungguhnya di antara sunnah dan hikmah (kebijasanaan) Allah –tabaaroka wa ta’ala- adalah bercampurnya barisan kaum mu’minin dan mujahidin dengan orang yang bukan dari golongan mereka dan dengan golongan munafiqin. Namun Allah tidak-lah membiarkan barisan muslim (terus) bercampur dengan golongan munafiq dan tukang klaim yang bersembunyi di balik tabir Islam, juga bersembunyi di belakang da’wah Iman. Maka Allah subhaanahu wa ta’ala pun mengadakan tradisi ujian dan cobaan (sunnatul fitnah wal ibtila’).

Allah ta’ala berfirman;

مَا كَانَ اللَّهُ لِيَذَرَ الْمُؤْمِنِينَ عَلَىٰ مَا أَنْتُمْ عَلَيْهِ حَتَّىٰ يَمِيزَ الْخَبِيثَ مِنَ الطَّيِّبِ ۗ...

(Allah tidaklah membiarkan kaum mu’minin dalam keadaan kalian saat ini, hingga Dia menyisihkan yang buruk (munafiq) dari yang baik (mu’min)...” (Ali ‘Imron: 179)

Allah ta’ala berfirman;

وَلَقَدْ فَتَنَّا الَّذِينَ مِنْ قَبْلِهِمْ ۖ فَلَيَعْلَمَنَّ اللَّهُ الَّذِينَ صَدَقُوا وَلَيَعْلَمَنَّ الْكَاذِبِينَ

“Sungguh telah kami uji orang-orang sebelum kalian, maka Allah pun benar-benar mengetahui orang-orang yang jujur dan orang-orang yang berdusta.” (Al-‘Ankabut: 3)

Maka barisan ini haruslah dipanasi agar keburukan / kotoran keluar darinya, harus ditekan agar bata yang lemah tersingkir dan harus dipijarkan cahaya padanya agar tersingkap para penyusup dan pihak-pihak tak dikenal.

Demikianlah, pergelutan antara Al-haq dan Al-bathil tidaklah berhenti dan tradisi bentrokan (sunnah tadaffu’) yang jika berhenti tentulah telah dirobohkan gereja-gereja, rumah-rumah ibadah dan masjid-masjid yang di dalamnya disebut nama Allah, serta bumi pun akan rusak. Maka bentrokan dan pergulatan ini terus berlanjut, sedangkan ujian, cobaan dan penyaringan terus ada, namun kesudahan yang baik (hanya) bagi orang-orang yang bertaqwa, serta kesuksesan dan keberuntungan bagi kaum mu’minin yang jujur.

Sedangkan ujian yang terus menimpa mujahid di jalan Allah tidaklah menambahnya selain semakin bersih dan jernih, tidak pula ia menghadapi berbagai kesulitan / kepayahan selain menambah tekad dan keteguhan(nya).

Maka bersabarlah wahai mujahidin di Daulah Islam di Iraq dan Syam,

Kuatkanlah kesabaran dan siap-siagalah, serta jangan bersedih terhadap penelantaran orang dekat dan bersekongkolnya musuh. Janganlah kalian ngeri terhadap serangan yang gencar terhadap Daulah ini, karena Allah ‘azza wa jalla akan menolong pasukan-Nya dan membela orang-orang yang beriman. Janganlah kalian gemetar terhadap besarnya kedustaan dan tuduhan, serta apa saja yang disepakati oleh musuh-musuh Islam dan apa saja yang mereka perundingkan untuk melawan kalian, karena Allah ‘azza wa jalla mengetahui mana orang yang merusak dan mana orang yang membuat kebaikan, Dia mengetahui mana mujahid dan mana tukang klaim, Dia mengetahui siapa yang jujur dan siapa yang berdusta, Dia mengetahui siapa yang tulus dan siapa munafiq.

Ketahuilah, bahwa ujian yang menimpa kalian di Syam, insya Allah hanyalah kebaikan yang banyak, lalu tidak akan berlangsung lama dan akan berubah menjadi karunia yang sangat besar dengan ijin Allah.

Wahai putera-putera Daulah di Syam,

Sesungguhnya Allah mengetahui kemudian kalian pun juga mengetahui bahwa Daulah mengerahkan seluruh kemampuannya untuk menghentikan serangan yang ditimpakan padanya oleh berbagai detasemen tempur.

Lalu Allah mengetahui dan kalian pun juga mengetahui bahwa kami tidak menginginkan, tidak mengusahakan dan tidak pula merencanakan terjadinya peperangan ini, karena secara nyata dan apa yang nampak oleh kami adalah yang mendapat banyak keuntungan dari peperangan tersebut adalah Nushairiyah dan Rafidhah, namun sungguh kami terpaksa untuk menjalani peperangan ini dan untuk bertahan selama beberapa hari. Kami juga berusaha menghentikan peperangan ini meskipun benci (melihat) pengkhianatan yang jelas terhadap kami dan penganiayaan yang jelas atas kami, hingga orang-orang yang tertipu itu menyangka bahwa Daulah adalah sesuap (santapan) lezat, dan (mereka menyangka) bahwa mereka mampu mengalahkannya di belakang kepalsuan dan kebathilan media informasi. Sedangkan kami tidak memiliki pilihan lain selain memasuki peperangan ini dalam keadaan terpaksa. HasbunAllah wa ni’mal wakiil, cukuplah Allah bagi kami dan (Dia) adalah sebaik-baik pelindung.

Ketika kalian telah mengetahui hal ini wahai putera-putera Daulah, tawakkal-lah pada Allah dan berlepas dirilah kalian dari daya dan kekuatan kalian menuju daya dan kekuatan Allah, dan bertaqwalah pada Allah karena kesudahan yang baik untuk kalian jika kalian taqwa pada-Nya. Janganlah kalian zholim dan jangan ingkar janji. Kami nasehatkan kalian untuk menahan diri terhadap siapa saja yang menahan dirinya dan tidak menodongkan senjatanya dihadapan kalian dari pihak yang pernah memerangi kalian dari kalangan detasemen-detasemen itu, seberapapun kejahatannya dan seberapun besar dosanya. Pebanyaklah maaf dan pengampunan agar kalian dapat menyelesaikan musuh jahat yang mengancam semua Ahlus Sunnah (yakni kaum Syi’ah).

Lalu jika kalian telah mengerahkan seluruh kemampuan kalian untuk menghentikan peperangan ini dan (telah) menyelesaikan Nushairiyah dan Rafidhah, kemudian kalian telah lemah dan telah memiliki alasan di sisi Robb kalian, maka bertaqwalah pada Allah dan mintalah pertolongan pada-Nya karena cukuplah Dia saja bagi kalian, masuklah dalam peperangan itu karena kalian berhak menyelesaikannya dengan daya dari Allah. Yakinlah bahwa ini pasti baik bagi kalian karena hal ini (telah) diatur oleh Allah untuk kalian;

...وَاللَّهُ يَعْلَمُ وَأَنْتُمْ لَا تَعْلَمُونَ

“...Sedangkan Allah mengetahui dan kalian tidak mengetahui.” (Al-Baqarah: 216)

Jauhilah dan hindarilah sifat zholim oleh kalian. Sedangkan siapa saja yang telah berbuat zholim atau aniaya terhadap seseorang, maka hendaknya dia bersegera secepat mungkin untuk mengembalikan hak dan bertaubat karena sungguh kami mengembalikan (hak) setiap kezholiman yang terlanjur kami lakukan dan kami berlepas diri pada Allah dari setiap kezholiman yang dilakukan oleh personel Daulah.

Kami perintahkan pada setiap jundiy untuk mengembalikan (hak) setiap kezholiman yang terlanjur dia lakukan dan Allah tidaklah memberikan barokah pada setiap mujahid yang terlanjur berbuat zholim namun tidak mengembalikan (hak)nya jika ia mampu atau bisa berusaha mengangkatnya.

Perbanyaklah taubat, istighfar dan ucapan “laa hawla wa laa quwwata illaa billah (tiada daya dan kekuatan kecuali dengan ijin Allah)”.

Sedangkan (berikut) ini adalah seruan yang kami tujukan pada setiap mujaahid yang berjihad di jalan Allah dari kalangan detasemen-detasemen dan jama’ah-jama’ah di bumi Syam, sebagai qoid ataupun prajurit;

(Ketahuilah) bahwa pertempuran ini adalah pertempuran seluruh ummat dan yang menjadi target adalah seluruh mujahidin. Daulah hanyalah pintu untuk kalian, jika pintu itu telah dirusak, maka setelah pintu itu adalah lebih ringan bagi musuh kita, maka janganlah sampai datang pada kalian satu hari di mana kalian (harus) menggigit jari-jari penyesalan.

Kami katakan juga pada setiap pihak yang kakinya telah bergeser hingga memerangi kami atau terlibat bersama siapa saja dari kalangan detasemen yang memerangi Daulah,

Tinjaulah kembali perhitungan kalian dan taubatlah pada Robb kalian. Sungguh kalian telah menyerang kami ketika lengah dan kalian tikam kami dengan pengkhianatan dari belakang sedangkan (ketika itu) pasukan kami berada dalam front garis depan dan ribath, kecuali sedikit.

Kemudian hari ini kalian telah melihat sebagian dari kekuatan kami dan kalian lihat perbedaan(nya) antara hari ini dan kemarin. Sungguh kemarin sebelum kalian memerangi kami, kalian dapat berpatroli dengan aman, tidur dengan tenang. Lalu (sekarang) kalian berada dalam ketakutan dan gelisah. Kalian (harus) begadang dan berjaga-jaga dalam keadaan diawasi.

Dan inilah Daulah mengulurkan tangannya agar kalian menahan diri dari (menyerang)nya, hingga ia (juga) menahan diri dari (membalas) kalian. Agar kita dapat membereskan Nushairiyah dan Rafidhah. Jika tidak, ketahuilah bahwa dalam Daulah ada orang-orang yang tidak tidur di atas kelaliman, (telah) teruji dan dikenal oleh yang dekat dan yang jauh.

Adapun kalian wahai saudara-saudara kami di Syam,

Sungguh kalian memiliki Allah,

Semuanya menjual-belikan kalian dan semuanya menggigit kalian, (mereka) berlomba-lomba untuk menaiki pundak kalian bahkan tubuh kalian. Maka cukuplah Allah bagi kalian, cukuplah Allah bagi kalian.

Nushairiyah menumpahkan darah kalian dan mengkoyak-koyak kehormatan kalian, mereka hancurkan rumah-rumah kalian dengan dalih memerangi teroris untuk menjaga kalian.

Yahudi dan Nasrani membuat konspirasi untuk Islam serta membuat tipu daya dan memerangi mujahidin sembari berpura-pura menangisi kalian, padahal mereka menjual darah kalian dan urusan kalian.

Para thoghut dari kalangan penguasa negeri-negeri kaum muslimin membeli pelayanan, memfasilitasi antek-antek (penjajah) dan mengumpulkan para pendukung dengan dalih membantu kalian.

Para pembajak, pencuri dan perampok merampas harta dan kekayaan kalian, serta menghisap darah kalian atas nama kalian sendiri dan dengan dalih menolong, membela dan menjaga kalian.

Kalian memiliki Allah wahai saudara-saudara kami di Syam…

Alangkah beruntungnya kalian jika kalian bersabar, sungguh Allah sang pelindung telah menjamin kalian.

Adapun kami, hanya dapat menyampaikan pada kalian,

Darah dibalas dengan darah, penghancuran dibalas dengan penghancuran. Kami hanyalah berperang di jalan Allah dan mencari ridha Allah. Dalam hal ini kami tidak takut pada celaan para pencela, dalam hal ini kami tidak takut pada celaan para pencela. Kami telah bangkit untuk menolong kalian semenjak ujian kalian semakin mengeras dan kami tidaklah menyimpan kerja keras untuk itu, dan kami tidaklah menyimpan insya Allah. Kami senantiasa melakukan apa yang kami mampu insya Allah.

Maka janganlah kalian terpengaruh oleh media penipu dan insya Allah kalian tidak akan mendapati kami kecuali sebagai orang yang paling menyayangi kalian dan sebagai orang yang paling keras terhadap musuh-musuh kalian. Inilah hakekat kami.

Cukuplah bagi kami bahwa Allah mengetahuinya. Cukuplah bagi kami Allah mengetahui bahwa kami berusaha dengan segala kejujuran dan ikhlash untuk menjaga kaum muslimin, membela kehormatan mereka dan menjaga darah mereka, lalu kami dituduh di waktu malam dan di waktu dhuha-nya bahwa kami mengkafirkan saudara-saudara kami di Syam padahal kami berlindung pada Allah dari yang demikian, dan kami (dituduh) menghalalkan darah mereka padahal demi Allah tidaklah demikian.

Cukuplah bagi kami bahwa Allah mengetahui bahwa kami tidaklah memasuki sebuah desa, wilayah ataupun jalan kecuali kaum muslimin di tempat itu mendapat keamanan terhadap harta, jiwa dan kehormatan mereka, sedangkan para pencuri, perampok dan penjahat di tempat itu melarikan diri (hingga) kami pun mendapat tuduhan bahwa kami menakut-nakuti kaum muslimin dan menghalalkan kehormatan mereka.

Cukuplah bagi kami bahwa Allah mengetahui bahwa kami berbicara pada setiap orang dan kami buka tangan kami pada setiap jama’ah, kemudian kami dituduh bahwa kami hanya memandang diri kami, tidak mengakui (adanya) mujahid selain kami dan kami (dituduh) merugikan pekerjaan orang-orang (selain kami) padahal tidaklah seperti itu.

Cukuplah bagi kami bahwa Allah mengetahui bahwa kami tidak mengklaim suci (tak pernah salah) meskipun sehari atau sengaja berbuat salah atau terus-terusan (tidak mau berhenti) berbuat salah sebagaimana yang dituduhkan pada kami.
   
Cukuplah bagi kami bahwa Allah mengetahui bahwa kami tidaklah meninggalkan keluarga dan negeri kami dengan membawa nyawa kami (untuk) kami korbankan dengan murah di jalan Allah kecuali untuk menerapkan syari’ah Allah, lalu di waktu malam dan di waktu dhuha-nya kami dipersepsikan sebagai thoghut yang tidak berhukum pada syari’ah Allah, padahal kami berlindung pada Allah (dari yang demikian).

Cukuplah bagi kami bahwa Allah mengetahui bahwa kami termasuk orang yang paling keras terhadap Rafidhah dan Nushairiyah, sedangkan mereka sendiri mengetahui akan hal itu.

Cukuplah bagi kami bahwa Allah mengetahui bahwa hal itu adalah malam pengkhianatan terhadap kami dan kami ditikam di punggung kami, padahal kami memiliki pasukan di wilayah Al-Khair yang dipimpin oleh asy-Syaykh ‘Umar asy-Syisyaniy yang bertekad untuk tidak kembali hingga dapat membebaskan seluruh wilayah tersebut sedangkan beliau telah meletakkan rancangan untuk itu dan telah menjalankan rancangan tersebut. Kami juga memiliki kekuatan di Halab (Aleppo) yang menghadapi Front Barat dalam rencana untuk membebaskan seluruh Halab (Aleppo). Ada pula kekuatan lain yang aktif menyergap bandara Kuwairis dari Front Timur. Ada pula kekuatan lain yang siap menyergap barak Hananu. Ada pula detasemen yang disiapkan untuk menggempur Nushairiyah dengan sinkron di dalam wilayah-wilayah yang jatuh dalam kontrol mereka.

Dan Allah mengetahui bahwa kekuatan yang disiapkan di wilayah Idlib hanyalah menunggu keringnya bumi untuk menyergap sebelas tempat razia milik Nushairiyah dan guna membebaskan lembah adh-Dho’if dalam satu hari (saja). Sedangkan kekuatan yang berada di wilayah Hama tengah bersiap-siaga untuk menimpakan serangan terhadap Nushairiyah.

Cukuplah bagi kami bahwa Allah mengetahui semua, kemudian tentara-tentara kami pun mengetahui juga. Namun itu semua terhenti pada malam pengkhianatan terhadap kami, kemudian kami pun dituduh sebagai antek-antek Nushairiyah dan Rafidhah.

Maka cukuplah Allah bagi kami dan Dia sebaik-baik pelindung.
Cukuplah Allah bagi kami dan Dia sebaik-baik pelindung.

Maha suci Allah, tidak ada suatu apapun di bumi dan di langit yang tersembunyi bagi-Nya.

Rosululloh Shallallahu ‘alayhi wa sallam bersabda;

“Akan datang pada manusia tahun-tahun penipuan, di mana pendusta dibenarkan (ucapannya) dan orang jujur dianggap dusta (perkataannya), pengkhianat dipercaya dan orang yang amanah dianggap berkhianat.” (Diriwayatkan oleh Ahmad, Ibnu Majah dan Al-Hakim)

Adapun untuk Ahlus Sunnah di Iraq maka kami katakan,

Wahai saudara-saudara kami, inilah kalian telah melihat Rafidhah dengan sikap aslinya. Sungguh akhirnya kalian telah mengangkat senjata di hadapan mereka, dan ini adalah kesempatan bagi kalian, janganlah kalian menyia-nyiakannya. Jika tidak, setelah itu tidak akan ada lagi kalimat. Kemudian sungguh peperangan kalian melawan Rafidhah ini adalah perang ideology dan hal itu telah diteriakkan oleh Nuri si Shafawiy yang pendengki, juga sebagaimana yang dia teriakkan dengan sangat lancang seraya berkata bahwa peperangannya melawan mujahidin adalah perang suci dan peperangannya melawan Ahlus Sunnah adalah perang antara kufur dan iman. Benarlah (ucapannya) meskipun dia seorang pendusta.

Maka merapatlah kalian di sekitar putera-putera kalian yang berjihad dan umumkanlah hal itu dengan ikhlash (mengharap ridha) Allah. Sungguh hari ini kalian telah menjadi tameng bagi Ahlus Sunnah dalam melawan Rafidhah, maka jangan sampai mereka diserang dari arah kalian.

Wahai putera-putera Daulah di Iraq,

Wahai orang-orang yang telah dibersihkan dengan berbagai ujian serta dipilih dan dikilapkan dengan berbagai kondisi yang sangat sulit; alangkah mulianya kalian yang lebih teguh dari gunung. Janganlah kalian bergeser oleh berbagai syubuhat dan janganlah kalian terpengaruh oleh berbagai tuduhan. Jadilah yang terdepan dalam perang melawan Shafawiy, tetaplah kalian dalam barisan depan, berdirilah kalian di depan serangan Rafidhah ini dan bergeraklah menuju Baghdad dan Al-Janub untuk membakar orang-orang Rafidhah di pusat negeri mereka. Janganlah kalian menyerahkan keluarga dan rakyat kalian, ketahuilah bahwa Ahlus Sunnah di setiap tempat melihat kalian, dan saudara-saudara kalian di Syam menantikan kalian. BaarokaAllah fiikum, semoga Allah melimpahkan barokah atas kalian.

Terakhir, Pesan ini kami tujukan pada Amerika,

Ketahuilah wahai penjaga salib; bahwa proxy war / perang perwakilan tidaklah berguna bagi kalian di Syam, sebagaimana itu juga tidak berguna bagi kalian di Iraq. Dalam waktu dekat kalian akan berhadapan langsung, meskipun (kalian) membenci (hal ini) dengan ijin Allah. Dan sungguh putera-putera Islam telah mempersiapkan diri mereka untuk hari ini.

...فَتَرَبَّصُوا إِنَّا مَعَكُمْ مُتَرَبِّصُونَ

“...Maka tungguhlah sungguh kami (turut) menunggu bersama kalian.” (at-Taubah: 52)

...رَبَّنَا لَا تُؤَاخِذْنَا إِنْ نَسِينَا أَوْ أَخْطَأْنَا ۚ رَبَّنَا وَلَا تَحْمِلْ عَلَيْنَا إِصْرًا كَمَا حَمَلْتَهُ عَلَى الَّذِينَ مِنْ قَبْلِنَا ۚ رَبَّنَا وَلَا تُحَمِّلْنَا مَا لَا طَاقَةَ لَنَا بِهِ ۖ وَاعْفُ عَنَّا وَاغْفِرْ لَنَا وَارْحَمْنَا ۚ أَنْتَ مَوْلَانَا فَانْصُرْنَا عَلَى الْقَوْمِ الْكَافِرِينَ

“...Wahai Robb kami, janganlah Engkau hukum kami jika kami lupa atau kami bersalah (tidak disengaja). Wahai Robb kami, janganlah Engkau bebankan kepada kami beban yang berat sebagaimana Engkau telah membebankan kepada orang-orang sebelum kami. Wahai Robb kami, janganlah Engkau pikulkan kepada kami apa yang tidak sanggup kami pikul. Maafkanlah kami, ampunilah kami, dan limpahkanlah rohmah pada kami. Engkaulah Penolong kami, maka tolonglah kami terhadap kaum kafir.” (Al-Baqarah: 286)

Al-Furqan Media

DAN BERILAH KABAR GEMBIRA KEPADA KAUM MUSLIMIN (DEKLARASI DAULAH ISLAM DI IRAQ DAN SYAM)

DAN BERILAH KABAR GEMBIRA KEPADA KAUM MUSLIMIN (DEKLARASI DAULAH ISLAM DI IRAQ DAN SYAM)
Statemen Amirul Mu'minin, Syaikh Al-Mujahid Abu Bakar Al-Husaini Al-Qurasyi Al-Baghdadi

 بسم الله الرحمن الرحيم

Segala puji hanya bagi Allah. Kami memuji-Nya, memohon pertolongan-Nya, meminta petunjuk-Nya dan berserah diri kepada-Nya. Kami berlindung kepada Allah dari kejahatan jiwa kami dan dari keburukan amal perbuatan kami. Barangsiapa yang diberi petunjuk oleh Allah maka dialah orang yang mendapat petunjuk. Dan barangsiapa disesatkan oleh Allah, niscaya engkau sekali-kali tidak akan mendapatkan baginya seorang penolong yang bisa memberinya petunjuk.

Aku bersaksi bahwa tiada Ilah Yang berhak diibadahi selain Allah, tiada sekutu bagi-Nya. Dan aku bersaksi bahwa Muhammad adalah hamba Allah dan utusan-Nya. Allah telah mengutusnya dengan petunjuk dan agama yang benar agar Allah memenangkan agama-Nya di atas semua agama lainnya, sekalipun orang-orang musyrik membenci hal itu.

Allah Ta’ala berfirman:

يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا اتَّقُوا اللَّهَ حَقَّ تُقَاتِهِ وَلَا تَمُوتُنَّ إِلَّا وَأَنْتُمْ مُسْلِمُونَ (102) وَاعْتَصِمُوا بِحَبْلِ اللَّهِ جَمِيعًا وَلَا تَفَرَّقُوا وَاذْكُرُوا نِعْمَتَ اللَّهِ عَلَيْكُمْ إِذْ كُنْتُمْ أَعْدَاءً فَأَلَّفَ بَيْنَ قُلُوبِكُمْ فَأَصْبَحْتُمْ بِنِعْمَتِهِ إِخْوَانًا وَكُنْتُمْ عَلَى شَفَا حُفْرَةٍ مِنَ النَّارِ فَأَنْقَذَكُمْ مِنْهَا كَذَلِكَ يُبَيِّنُ اللَّهُ لَكُمْ آيَاتِهِ لَعَلَّكُمْ تَهْتَدُونَ (103) وَلْتَكُنْ مِنْكُمْ أُمَّةٌ يَدْعُونَ إِلَى الْخَيْرِ وَيَأْمُرُونَ بِالْمَعْرُوفِ وَيَنْهَوْنَ عَنِ الْمُنْكَرِ وَأُولَئِكَ هُمُ الْمُفْلِحُونَ (104) وَلَا تَكُونُوا كَالَّذِينَ تَفَرَّقُوا وَاخْتَلَفُوا مِنْ بَعْدِ مَا جَاءَهُمُ الْبَيِّنَاتُ وَأُولَئِكَ لَهُمْ عَذَابٌ عَظِيمٌ (105)

“Hai orang-orang yang beriman, bertaqwalah kalian kepada Allah dengan sebenar-benar taqwa dan janganlah kalian sekali-kali mati kecuali dalam keadaan muslim.
Dan berpegang teguhlah kalian semua dengan tali (agama) Allah dan janganlah kalian berpecah-belah, dan ingatlah nikmat Allah kepada kalian ketika dahulu kalian saling bermusuhan maka Allah menyatukan hati kalian sehingga kalian pun dengan nikmat Allah tersebut menjadi bersaudara. Dan adalah kalian dahulu berada di bibir jurang neraka (yaitu saat kalian masih musyrik dan kafir, edt) maka Allah menyelamatkan kalian darinya (dengan nikmat Islam dan iman, edt). Demikianlah Allah menjelaskan kepada kalian ayat-ayat-Nya supaya kalian mendapatkan petunjuk.
Dan hendaklah ada segolongan orang di antara kalian yang mengajak kepada kebaikan, memerintahkan hAl-hal yang ma’ruf dan mencegah dari hAl-hal yang mungkar. Dan mereka itulah orang-orang yang beruntung.
Dan janganlah kalian menjadi seperti orang-orang yang berpecah belah dan berselisih setelah datang kepada mereka bukti-bukti kebenaran yang nyata. Bagi mereka itu adzab yang berat.” (QS. Ali Imran : 102-104)

Amma ba’du.

Inilah kabar gembira yang kami sampaikan kepada umat Islam di tengah peristiwa-peristiwa yang kami tumbuh di tengahnya dan untuknya. Segala puji bagi Allah semata, dari-Nya semata datangnya pertolongan dan ketepatan. Maka saya katakan dengan meminta pertolongan kepada Allah semata.

Sesungguhnya peningkatan dari satu tingkatan yang lebih rendah kepada tingkatan yang lebih tinggi merupakan kemurahan Allah kepada jama’ah-jama’ah jihad. Hal itu merupakan bukti keberkahan amal mereka. Sebagaimana sikap mundur, ragu-ragu dan menarik diri merupakan bukti buruknya amal, kita berlindung kepada Allah dari hal itu.

Tingkatan-tingkatan yang tinggi hanya diraih karena keutamaan tingkatan-tingkatan sebelumnya sebagai hal yang mengantarkan dan memudahkannya. Peningkatan seperti ini hanya akan difikirkan oleh orang-orang yang dikaruniai bagian yang banyak dari pencarian terhadap tempat-tempat yang mendatangkan ridha Allah Ta’ala, sehingga ia melangkahkan kaki kepadanya. Tidak akan memikirkan peningkatan seperti ini kecuali orang-orang yang Allah karuniakan kepada mereka pandangan yang jauh dan penguasaan (wawasan) terhadap maslahat-maslahat umum serta apa (sumbangsih) yang ditunggu-tunggu oleh umat Islam dari mujahidin. Peningkatan ini tidak akan difikirkan kecuali oleh orang-orang yang diberi rizki oleh Allah berupa pencarian terhadap tempat-tempat yang membuat marah orang-orang kafir dan orang-orang murtad.

Allah Ta’ala berfirman:

وَلَا يَطَئُونَ مَوْطِئًا يَغِيظُ الْكُفَّارَ وَلَا يَنَالُونَ مِنْ عَدُوٍّ نَيْلًا إِلَّا كُتِبَ لَهُمْ بِهِ عَمَلٌ صَالِحٌ إِنَّ اللَّهَ لَا يُضِيعُ أَجْرَ الْمُحْسِنِينَ (120)

“Dan tidaklah mereka mereka menginjakkan kaki pada suatu tempat yang membangkitkan amarah orang-orang kafir dan tidak pula mereka menimpakan suatu bencana kepada musuh-musuh Allah melainkan dicatat untuk mereka sebagai amal shalih. Sesungguhnya Allah tidak akan menyia-nyiakan pahala orang-orang yang berbuat kebajikan.” (QS. At-Taubah : 120)

Adalah Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa salam antusias untuk membuat orang-orang musyrik di Makkah marah. Unta yang beliau rebut dalam perang Badar masih beliau simpan sampai tahun keenam hijrah. Beliau membawanya ke Makkah dan beliau sembelih sebagai qurban untuk Allah. Padahal unta itu dikenal luas oleh penduduk Makkah sebagai unta milik Abu Jahal.

Imam Ibnul Qayim Al-Jauziyah dalam Zadul Ma’ad fi Hadyi Khairil ‘Ibad, dalam menjelaskan faedah-faedah dari perjanjian Hudaibiyah, menulis: “Rasululullah shallallahu ‘alaihi wa salam menyembelih beberapa hewan qurban dan di antara yang beliau sembelih adalah seekor unta milik Abu Jahal yang di hidungnya terdapat seikat tali dari perak, untuk membuat marah orang-orang musyrik.” (Zadul Ma’ad fi Hadyi Khairil Ibad, 3/266)

Peningkatan dan pencapaian tingkatan yang tinggi ini menuntut kita untuk mengalahkan (menguasai sepenuhnya) perasaan dan akal kita, karena ia adalah tuntutan syariat, sedangkan syariat didahulukan atas perasaan dan akal.

Nama-nama kelompok jihad bukanlah nama yang disebutkan secara tegas dalam nash (Al-Qur’an dan As-Sunnah), juga bukan nama marga dan suku yang tidak boleh ditinggalkan, dirubah atau diganti. Ia adalah nama-nama pengenal yang kondisi darurat yang secara syariat menuntut untuk mengadakannya, dan kondisi darurat yang secara syariat lebih tinggi membolehkan untuk meniadakan dan mengganti nama-nama tersebut dengan nama-nama lain sesuai tingkat pertumbuhan dan perkembangannya.

Peningkatan ini menuntut nama baru yang membawa beban Islam dalam skala yang lebih luas, lebih jauh dan lebih menyebar luas; agar membawakan harapan kepada umat Islam untuk kembali. Nama-nama baru yang melupakan dari nama-nama lama yang telah dikenal. Demikianlah yang pernah terjadi dalam jihad di Iraq. Karena orang-orang yang teguh dari kalangan ulama-ulama kami ~semoga Allah menerima mereka~ telah ditolong oleh Allah untuk menempuh beberapa langkah dalam jihad ini:

1. Pengangkatan mujahid Syaikh Abu Mush’ab Az-Zarqawi, semoga Allah menerimanya, yang telah Allah beri pertolongan untuk memberikan pembalasan dan hukuman terhadap orang-orang kafir dan orang-orang murtad. Di samping operasi-operasi jihad yang penuh berkah tersebut, Syaikh Abu Mush’ab Az-Zarqawi bekerja dengan sungguh-sungguh untuk menyatukan orang-orang yang baik, shalih dan jujur dalam membela agama Allah. Maka beliau mengumumkan di Iraq nama Jama’ah Tauhid wal Jihad, maka hati-hati kaum muslimin melekat dengan nama itu, pandangan-pandangan mata tertuju kepada jama’ah tersebut dan operasinya, dan telinga-telinga rindu mendengarkan berita-beritanya.

2. Setelah jama’ah itu memiliki peranan penting dalam lapangan dan media massa, maka Syaikh Abu Mush’ab Az-Zarqawi meningkat kepada kedudukan yang lebih tinggi, dengan membai’at Amir mujahidin Syaikh Usamah bin Ladin, semoga Allah menerimanya.

Seseorang yang mendengar langsung dari Syaikh Abu Mush’ab Az-Zarqawi telah menceritakan kepadaku bahwa Syaikh Abu Mush’ab Az-Zarqawi berkata: “Ketika aku membai’at Syaikh Usamah, demi Allah aku tidak berada dalam kondisi membutuhkan beliau, tidak harta, tidak senjata dan tidak pula personil. Namun aku melihat beliau adalah simbol umat Islam dalam memperjuangkan agama Allah, maka aku pun menempatkan diriku dalam posisi di bawah beliau.”

Maka pembai’atan itu menjadi berkah bagi tanzhim Al-Qa’idah. Perubahan ini memiliki konskuensi-konskuensi, salah satunya adalah perubahan nama Jama’ah Tauhid wal Jihad, sebuah nama yang telah melekat kuat dengan jihad di Iraq. Kalaulah bukan karena demi mencari ridha Allah semata, melakukan peningkatan dan pencapaian derajat yang lebih tinggi, serta membuat marah musuh-musuh Allah; tentulah jiwa akan berat untuk melepaskan nama Jama’ah Tauhid wal Jihad, dari pihak para pendiri dan anggotanya. Sebab ia adalah nama yang telah dibangun oleh Syaikh Abu Mush’ab Az-Zarqawi sejak masa (i’dad dan jihad) di Afghanistan pada pertengahan tahun 90an dari abad yang lalu (abad 20 M).

Hati orang-orang yang bertautan erat dengan nama jama’ah tersebut, karena mencintai Allah dan semata-mata untuk Allah, telah menyambut panggilan perluasan yang penuh berkah tersebut, dari ruang lingkup Iraq semata menuju ruang lingkup jihad internasional. Maka sejak itu jihad di Iraq berkaitan erat dengan sebuah nama yang baru dan mulia, tanzhim Qa’idatul Jihad fi Bilad ar-Rafidain (Organisasi Jihad Al-Qa’idah di Negeri Dua Aliran Sungai; Eufrat dan Tigris).

Ketika Syaikh Abu Mush’ab Az-Zarqawi, semoga Allah menerimanya, membai’at tanzhim Al-Qa’idah, maka beliau mengetahui sepenuhnya seberapa besar beban yang harus ditanggung oleh kaum muslimin Ahlus Sunnah di Iraq, dan seberapa besar beban yang harus ditanggung oleh saudara-saudara dan putra-putra beliau, yaitu kelompok mujahidin.

Hanya saja ridha Allah berada di atas semua pertimbangan manusiawi. Maka Allah mencukupi beliau dari bantuan manusia.

Dari ibunda kita, Aisyah radhiyallahu ‘anha berkata: “Saya telah mendengar Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa salam bersabda:

مَنِ التَمَسَ رِضَاءَ اللهِ بِسَخَطِ النَّاسِ كَفَاهُ اللَّهُ مُؤْنَةَ النَّاسِ، وَمَنِ التَمَسَ رِضَاءَ النَّاسِ بِسَخَطِ اللهِ وَكَلَهُ اللَّهُ إِلَى النَّاسِ

“Barangsiapa mencari ridha Allah meski harus mendapatkan rasa benci manusia, niscaya Allah akan mencukupinya dari gangguan manusia. Dan barangsiapa mencari ridha manusia meski harus mendapatkan rasa benci Allah, niscaya Allah akan menyerahkan dirinya sepenuhnya kepada manusia.” (HR. Tirmidzi no. 2414)

3. Namun jiwa-jiwa yang selalu ingin bergerak maju, senantiasa ingin meraih peningkatan menuju tempat datangnya kecintaan Allah Ta’ala, untuk meraih ridha-Nya dan membuat marah musuh-musuh-Nya.

Maka Syaikh Abu Mush’ab az-Zarqawi mengulurkan tangannya kepada jama’ah-jama’ah yang berjihad di Iraq, yang beraqidah Ahlus Sunnah wal jama’ah, dan beliau mengajukan syarat kepada mereka agar mereka tidak mencampakkan senjata (meninggalkan jihad), apapun kondisi pemerintahan thaghut Iraq yang akan dibentuk (oleh AS dan Barat), sampai Allah memberikan kemenangan (kepada mujahidin) atau kita terbunuh di jalan ini.

Para amir jama’ah-jama’ah jihad itu menyambut ajakan Syaikh Abu Mush’ab Az-Zarqawi. Maka tercapailah kesepakatan, tekad pun diteguhkan dan terbentuklah organisasi baru, dengan nama baru: Majlis Syura Mujahidin. Jama’ah (pimpinan Syaikh Abu Mush’ab Az-Zarqawi) ini melepaskan nama tanzhim Al-Qa’idah yang telah menggentarkan musuh-musuh Allah Ta’ala, sebuah nama yang memiliki gaung mendunia dan terkait erat dengan nama Syaikh Usamah bin Ladin, semoga Allah menerimanya. Demikian pula jama’ah-jama’ah jihad lainnya di Iraq melepaskan nama-nama khas mereka, semoga Allah membalas mereka kebaikan atas kebaikan mereka kepada kaum muslimin. Barisan-barisan mujahidin pun bersatu dalam ikatan cinta karena Allah, dan di atas ikatan cinta kepada-Nya mereka berperang di jalan Allah.

4. Syaikh Abu Mush’ab Az-Zarqawi terhenti dari upaya untuk membawa jama’ah-jama’ah jihad menggapai tingkatan yang lebih tinggi di jalan Allah, ketika Allah mengaruniakan kepada beliau kematian syahid di jalan-Nya. Semangat beliau untuk selalu melakukan pendakian menuju ridha Allah telah merasuki jiwa-jiwa para amir dan komandan jama’ah-jama’ah jihad sepeninggal beliau. Maka mereka memulai langkah baru dengan melanjutkan langkah Syaikh Abu Mush’ab Az-Zarqawi. Maka Amir Syaikh Abu Umar Al-Qurasyi Al-Baghdadi dan menteri perangnya, syaikh mujahidin Abu Hamzah Al-Mishri Al-Muhajir ~semoga Allah menerima beliau berdua~ mengumumkan fase baru dan langkah yang penuh berkah, dengan dukungan saudara-saudara mereka para komandan mujahidin dan bantuan orang-orang shalih dari para pemuka suku dan tokoh masyarakat.

Hasil dari usaha itu adalah Daulah Islam Iraq, segala puji dan karunia milik Allah semata. Maka nama Majlis Syura Mujahidin pun berakhir dan tak berbekas lagi.

Jadi ini adalah pandangan para ulama senior yang bertujuan menyatukan barisan-barisan mujahidin dan menghancurkan musuh-musuh agama Islam guna menegakkan kalimat tauhid yang nyata. Begitulah orang-orang yang memiliki cita-cita yang tinggi. Mereka melebarkan luasnya wilayah Islam, untuk membuat marah musuh-musuh Allah.

Maka semoga Syaikh Abu Mush’ab Az-Zarqawi tentram di tempat peristirahatannya, karena jalan yang ia tempuh, ia pancangkan rambu-rambunya dan selalu ia arahkan, telah dilanjutkan oleh para tokoh sepeninggalnya, dan kini kami berjalan meniti jejak mereka dengan izin Allah.

Para pendahulu kami telah meninggalkan kami di atas jalan para ulama yang kami tiada pilihan selain melanjutkan jalan mereka yang penuh berkah. Para ulama pendahulu kami telah menggariskan jalan yang tidak mengakui batas-batas territorial (yang ditetapkan oleh penjajah, edt) dan mereka menuliskan untuk kita sebuah manhaj (sistem) yang tidak berdasar kebangsaan atau kesukuan yang sempit, serta tidak menghentikan perjalanan untuk mencapai derajat yang lebih tinggi.

Adapun di Iraq, maka mereka telah menyempurnakan perjalanan mendaki mereka dengan mengumumkan berdirinya Daulah Islam Iraq.

Adapun di negeri Syam, mereka telah membentuk sel-sel jihad yang baru sebatas pada operasi i’dad dan bantuan jihad, sambil menunggu-nunggu kesempatan mencapai pendakian lebih tinggi yang harus terus berjalan.

Ketika kondisi kaum muslimin di negeri Syam telah sampai pada keadaan penumpahan darah, penodaan kehormatan (oleh rezim Nushairiyah Suriah), penduduk Syam meminta bantuan mereka sementara masyarakat internasional berlepas diri dari mereka, maka tiada pilihan bagi kami kecuali bangkit untuk menolong mereka.

Maka kami mengutus (Abu Muhammad) Al-Jaulani (pemimpin tertinggi Jabhah Nushrah, edt), dan dia adalah salah seorang tentara kami dan bersamanya sejumlah orang dari putra-putra kami. Kami berangkatkan mereka dari Iraq menuju Syam untuk bertemu dengan sel-sel jihad kami di negeri Syam.

Kami merumuskan bagi mereka perencanaan-perencanaan dan kami tetapkan untuk mereka pengendalian operasi (siyasah Al-‘amal), dan kami biayai mereka dari setengah baitul mal kaum muslimin (Daulah Islam Iraq), dan kami dukung mereka dengan personil-personil yang telah matang di medan-medan jihad dari kalangan muhajirin dan anshar.

Maka mereka berjuang dengan sungguh-sungguh bersama-sama para penduduk negeri Syam yang bersemangat membela rakyat dan agamanya. Maka kekuasaan Daulah Islam Iraq semakin meluas ke negeri Syam. Pada saat itu kami tidak mengumumkannya karena faktor-faktor keamanan, dan agar rakyat bisa melihat hakekat dari Daulah (Islam Iraq), hakekat sebenarnya yang jauh dari pencitraan buruk dan kebohongan oleh media massa.

Kini telah tiba saatnya kami mengumumkan kepada penduduk negeri Syam dan seluruh masyarakat dunia bahwa Jabhah Nushrah tidak lain hanyalah perpanjangan dari Daulah Islam Iraq dan bagian darinya.

Kami telah membulatkan tekad, setelah beristikharah kepada Allah Ta’ala dan bermusyawarah dengan orang-orang yang kami percayai agama dan kebijaksanaan mereka, untuk terus melanjutkan perjalanan menanjak jama’ah ini, dan tidak mempedulikan apapun celaan yang akan ditujukan kepada kami, karena sesungguhnya ridha Allah di atas segala-galanya, apapun yang akan menimpa kami karena hal itu.

Maka dengan ini kami meniadakan nama Daulah Islam Iraq dan meniadakan nama Jabhah Nushrah, dan kami menggabungkan keduanya dalam satu nama baru: Daulah Islam di Iraq dan Syam. Demikian pula kami mengumumkan penyatuan bendera, bendera Daulah Islam, bendera Khilafah Islamiyah, insya Allah.

Allah Ta’ala berfirman:

أَلَيْسَ اللَّهُ بِكَافٍ عَبْدَهُ وَيُخَوِّفُونَكَ بِالَّذِينَ مِنْ دُونِهِ وَمَنْ يُضْلِلِ اللَّهُ فَمَا لَهُ مِنْ هَادٍ

“Bukankah Allah yang mencukupi hamba-Nya? Mereka menakut-nakutimu dengan (tuhan-tuhan palsu) yang mereka (ibadahi) selain-Nya. Dan barangsiapa yang disesatkan oleh Allah niscaya tidak ada seorang pun yang bisa memberinya petunjuk.” (QS. Az-Zumar : 36)

Dari Jabir bin Abdullah radhiyallahu ‘anhu berkata: “Aku telah mendengar Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa salam bersabda:

«لَا تَزَالُ عِصَابَةٌ مِنْ أُمَّتِي يُقَاتِلُونَ عَلَى أَمْرِ اللهِ، قَاهِرِينَ لِعَدُوِّهِمْ، لَا يَضُرُّهُمْ مَنْ خَالَفَهُمْ، حَتَّى تَأْتِيَهُمُ السَّاعَةُ وَهُمْ عَلَى ذَلِكَ»

“Akan senantiasa ada segolongan dari umatku yang berperang di atas agama Allah, mereka mengalahkan musuh-musuh mereka, dan orang-orang yang menyelisihi mereka tidak akan mampu menimpakan madharat kepada mereka, sampai datangnya hari kiamat dan mereka tetap istiqamah di atas kondisi tersebut.” (HR. Muslim no. 1924)

Dengan adanya pengumuman ini, maka nama Daulah Islam Iraq dan nama Jabhah Nushrah akan menghilang dan tidak muncul lagi dalam interaksi-interaksi kami. Keduanya akan menjadi bagian dari sejarah jihad kami yang penuh berkah, seperti nama-nama lain yang telah mendahuluinya.

Dalam kesempatan yang sama, kami mengulurkan lebar-lebar tangan kami, membuka hati dan dada kami secara lapang, kepada kelompok-kelompok jihad lainnya dan kepada suku-suku perwira (yang membela rakyat dan agamanya, edt) di negeri Syam yang tercinta, dengan syarat kalimat Allah (agama Allah) menjadi hal yang paling tinggi (berkuasa), bangsa dan negara diatur dengan syariat Allah, selain Allah tidak memiliki hak untuk menetapkan undang-undang.

Allah Ta’ala berfirman:

وَقَاتِلُوهُمْ حَتَّى لَا تَكُونَ فِتْنَةٌ وَيَكُونَ الدِّينُ كُلُّهُ لِلَّهِ

“Dan perangilah mereka sampai tidak ada lagi fitnah (kemusyrikan dan kekafiran) dan seluruh ketaatan (umat manusia) hanya ditujukan kepada Allah semata.” (QS. Al-Anfal : 39)

Maka marilah bersatu dengan orang-orang yang sepakat dengan kami untuk tidak mencampakkan senjata (meninggalkan jihad) sampai kita bisa menerapkan syariat Allah Ta’ala.

Dan sesungguhnya yang akan memegang urusan (pemerintahan) di negeri Syam dari pihak jama’ah kami adalah putra-putra kami dari kalangan rakyat Syam yang telah menjual jiwa mereka kepada Allah Ta’ala (mujahidin asli Suriah, edt). Mereka akan didampingi oleh saudara-saudara mereka, para muhajirin di jalan Allah. Kepemimpinan bukan untuk orang yang memelopori (pendahulu), namun untuk orang yang jujur berjuang di jalan Allah. Dan barang siapa memadukan dua perkara tersebut (kepeloporan dan kejujuran dalam berjuang di jalan Allah), maka ia telah meraih hal yang ideal untuk berkhidmat bagi agama Allah dan kaum muslimin.

Adapun kalian wahai rakyat kami di bumi Iraq dan Syam…

Sesungguhnya kami menyematkan di pundak kalian amanat ini dan kalian layak untuk mengembannya, agar kalian membela agama Rabb kalian, sunnah nabi kalian, kehormatan kaum muslimin, nyawa mereka dan harta mereka.

Adapun kalian wahai para ulama rabbaniyun…

Maka kami meminta bantuan kalian dalam masalah agama, kami mengajak kalian untuk bergabung dengan kami. Belumkah tiba saatnya bagi kalian untuk membuat telapak kalian berdebu di jalan Allah? Belumkah tiba saatnya bagi kalian mendengar desingan peluru di atas kepala kalian? Demi Allah, kalian akan mendapati rasa takut di jalan Allah lebih nyaman dari kasur empuk tempat kalian beristirahat.

Adapun kalian wahai rakyat kami di negeri Syam yang tercinta…

Janganlah kalian seperti anai-anai (laron) yang berlomba-lomba memasuki api, padahal telah banyak anai-anai sebelumnya yang binasa oleh api tersebut. Kalian telah merasakan pemerintahan diktator selama masa-masa kezhaliman dan kegelapan yang sangat lama.

Maka janganlah kalian beralih dari masa-masa kezhaliman diktator tersebut kepada masa-masa kezhaliman demokrasi, sementara saudara-saudara kalian penduduk Iraq telah merasakan masa kezhaliman (demokrasi) tersebut, lalu mereka menimpakan pengalaman serupa kepada saudara-saudara kalian di Mesir, Tunisia dan Libya. Perhatikanlah kondisi mereka saat ini. Janganlah kalian terperosok ke dalam lubang yang kaum muslimin di negara-negara tersebut terperosok ke dalamnya.

Dari Abu Hurairah radhiyallahu ‘anhu dari Nabi shallallahu ‘alaihi wa salam bahwasanya beliau bersabda:

«لاَ يُلْدَغُ المُؤْمِنُ مِنْ جُحْرٍ وَاحِدٍ مَرَّتَيْنِ»

“Seorang mukmin tidak terperosok ke satu lubang yang sama sebanyak dua kali.” (HR. Bukhari no. 6133 dan Muslim no. 2998)

Janganlah kalian menjadikan demokrasi sebagai harga untuk ribuan orang yang terbunuh di antara kalian. Janganlah kalian menjadikan demokrasi sebagai harga untuk anggota badan yang tercerai-berai di bawah reruntuhan bangunan kalian, yang dihancurkan (oleh bombardir rezim Nushairiyah Suriah, edt) sehingga menimpa anak-anak, wanita dan orang jompo. Janganlah kalian menjadikan demokrasi sebagai harga untuk pengusiran dari rumah-rumah dan kehidupan di tenda-tenda pengungsian. Janganlah kalian menjadikan demokrasi sebagai harga untuk anak-anak perempuan kita dan istri-istri kita yang diperkosa (oleh tentara rezim Nushairiyah Suriah, edt). Jika begitu, demi Allah, ia adalah seburuk-buruk harga dan seburuk-buruk buah yang dipetik.

Jauhilah oleh kalian, wahai rakyat kami di negeri Syam, berbuat kerusakan. Dan di antara kerusakan adalah kalian rela untuk diperintah dengan undang-undang positif, setelah kalian mempersembahkan pengorbanan yang demikian besar ini.

Syaikhul Islam Ibnu Taimiyah rahimahullah berkata dalam Majmu’ Fatawa: “Dan barangsiapa berbuat di muka bumi tanpa berlandaskan kepada kitab Allah dan sunnah rasul-Nya maka berarti ia telah bekerja untuk berbuat kerusakan di muka bumi.” (Majmu’ Fatawa, 28/470)

Maka janganlah kalian berbuat kerusakan. Karena sesungguhnya keshalihan kalian merupakan bertahannya kebaikan bagi umat Islam sebagaimana diberitakan oleh Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam, nabi yang benar dan dibenarkan, dalam sebuah hadits yang diriwayatkan oleh imam Abu Dawud Ath-Thayalisi dalam musnadnya, dari Mu’awiyah (bin Qurrah dari bapaknya radhiyallahu ‘anhuma, edt) berkata, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa salam bersabda:

إِذَا فَسَدَ أَهْلُ الشَّامِ فَلَا خَيْرَ فِيكُمْ

“Jika penduduk negeri Syam telah rusak, maka tiada kebaikan lagi pada diri kalian.” (HR. Abu Dawud Ath-Thayalisi no. 1172. Hadits ini juga diriwayatkan oleh Imam Ahmad no. 15596, Ibnu Hibban no. 7303, Ibnu Abi Syaibah no. 1172 dan lain-lain. Sanad hadits ini shahih)

Maka takutlah kepada Allah, takutlah kepada Allah, wahai penduduk negeri Syam apabila umat nabi Muhammad Shallallahu ‘alaihi wa sallam dikuasai musuh dari arah kalian. Awan tebal yang selama ini berada di atas langit negeri-negeri kita yang tercinta telah hampir tersingkap, sehingga mentari Islam bisa bersinar terang, membawa kedamaian, keamanan, kemuliaan dan kehidupan yang makmur bagi setiap muslim dan muslimah, bagi setiap anak laki-laki dan anak-anak perempuan. Karena setiap orang di antara mereka memiliki hak pada baitul mal kaum muslimin.

Wahai putra-putraku dari kalangan muhajirin dan anshar, dari putra-putra Daulah Islam…

Aku wasiatkan kepada kalian untuk berbuat baik kepada penduduk Iraq dan Syam.

Ya Allah, satukanlah hati kaum muhajirin dan anshar sebagaimana Engkau telah menyatukan hati para sahabat nabi-Mu…

Ya Allah, jadikanlah orang yang berhijrah ke Iraq dan Syam sebagai golongan orang-orang yang mengikuti generasi muhajirin dengan baik…

Ya Allah, jadikanlah penduduk Iraq dan Syam sebagai golongan orang-orang yang mengikuti generasi anshar dengan baik…

Ya Allah, terimalah orang-orang yang gugur di antara kami sebagai syuhada’ dan segerakanlah kesembuhan orang-orang yang terluka di antara kami…

Ya Allah, bebaskanlah kaum muslimin yang tertawan… ya Allah, bebaskanlah kaum muslimin yang tertawan… dan berilah tempat berlindung bagi kaum muslimin yang tercerai-berai…

Ya Allah, akhirilah kehidupan kami dengan gugur sebagai syuhada’ di jalan-Mu… Janganlah Engkau jadikan musibah kami terjadi pada urusan agama kami… Pekerjakanlah kami di jalan ketaatan kepada-Mu dan kami berlindung kepada-Mu dengan wajah-Mu yang mulia dari mengganti kami…

Ya Allah, curahkanlah kesabaran kepada kami, teguhkanlah pijakan kaki kami dan menangkanlah kami atas orang-orang kafir.

Aamiin… ya Rabbal ‘alamiin...

Shalawat dan salam senantiasa dilimpahkan kepada nabi kita Muhammad, keluarganya, sahabatnya dan istri-istrinya. Akhir dari seruan kami adalah segala puji bagi Allah Rabb seluruh alam.

Al-Furqan Media