Rabu, 25 April 2018

ABU MUHARIB AL-MUHAJIR (JIHADI JOHN)

DABIQ 13 - SYUHADA

DIANTARA ORANG-ORANG BERIMAN ADA KESATRIA:
ABU MUHARIB AL-MUHAJIR (JIHADI JOHN)

Abu Muharib al Muhajir, mujahid yang menjadi buah bibir pemberitaan di seluruh dunia sebagai "Jihadi John," berasal dari timur laut jazirah Arab, sementara ibunya berasal dari Yaman. Pada usia muda, saudara yang mulia ini pergi bersama keluarganya ke London, kota yang sangat ia benci karena kekafiran masyarakatnya, dan budaya mereka yang sangat jauh dari nilai-nilai mulia yang ia terbiasa dengannya. Semata-mata karena kasih sayang dan rahmat Allah saja, Abu Muharib memperoleh keselamatan 'aqidah dan manhaj yang benar meskipun berada di salah satu pusat kekufuran dan semakin bertambah banyaknya para penyeru ke pintu jahannam.

Pada waktu terjadinya serangan yang diberkahi mengguncang London dan sistem transportasinya di tahun "2005", bersamaan ketika jihad di Iraq berada dipuncaknya, dengan deklarasi berdirinya Daulah Islam Iraq pada tahun berikutnya, Abu Muharib mulai menapaki jalan hijrah dan jihad. Hari-harinya sibuk dengan pekerjaan yang berhubungan dengan jihad bersama dengan saudara-saudara seaqidahnya, termasuk diantaranya Bilal Al-Barjawi dan Muhammad Saqr taqabbalahumullah, keduanya kemudian gugur secara terpisah oleh serangan Drone di Somalia pada awal tahun 1433 hijriyah*.

*Catatan editor : Peristiwa ini terjadi sebelum Harakah Asy-Syabab bergabung dalam perang melawan Khilafah dibawah kepemimpinan Akhtar Manshur (Thaghut Taliban), antek intelijen murtad Pakistan.

Semua ini disadari oleh MI5 (dinas intelijen inggris), yang dengan penuh semangat mulai membidik Abu Muharib dan orang-orang yang bersamanya. Maka dimulailah operasi penyadapan, pengintaian, penggerebekan, penangkapan, dan masuk dalam daftar cekal naik pesawat, termasuk pencegahan dari segala bentuk perjalanan ke luar negeri.

Meskipun MI5 terus berusaha berupaya sekuat tenaga untuk memonitor, Abu Muharib tidak pernah berhenti untuk berusaha berhijrah di jalan Allah. Dalam usaha terakhirnya untuk meninggalkan Inggris menuju negara asalnya di Kuwait, Abu Muharib ditangkap di Bandara dan kemudian di interogasi oleh MI5. Hasilnya ia dilarang melakukan perjalanan. Selama interogasi, Abu Muharib berpura-pura seperti orang bodoh, sebagaimana metodenya ketika berhadapan dengan badan intelijen. Nabi bersabda: "Perang adalah tipu daya." (HR. Al-Bukhari dan Muslim)

Salah satu agen intelijen berkata kepadanya, "Kamu tidak akan bisa pergi kemana-mana. Kami akan mengikutimu seperti bayangan dirimu." Akhirnya ejekan itu kembali kepadanya, karena hanya berselang beberapa hari kemudian Allah membuka jalan bagi Abu Muharib untuk berhijrah ke Syam. Tepat dibawah hidung Badan Intelijen Inggris MI5, Abu Muharib bersama sahabatnya berhijrah secara hati-hati dan rahasia mengurus keberangkatan mereka, memanfaatkan setiap sarana yang mereka miliki. Bertawakkal hanya kepada Allah, Abu Muharib dan rekannya memulai perjalanan yang panjang dan berat selama sekitar dua bulan melalui pegunungan di Eropa dan lahan pertanian yang berrawa, menyelinap ke setiap perbatasan negara, dan ditahan oleh pihak berwenang di berbagai negara setidaknya dua kali. Perjalanan yang membutuhkan kesabaran dan kehati-hatian tingkat tinggi, dua hal yang Abu Muharib terkenal karenanya**.

**Catatan editor : Mungkin kami akan menceritakan kisah panjang perjalanan hijrahnya secara lengkap di edisi mendatang.

Melalui ketekunan dan kegigihan mereka, Allah karuniai mereka keselamatan hingga akhirnya sampai ke Syam di akhir tahun "2012". Setibanya disana, Abu Muharib tidak membuang waktu dan bersegera berpegang kepada Jama'ah, bergabung dengan Daulah Islamiyah sewaktu masih beroperasi dengan nama "Jabhah Nushrah", sebelum pengkhianatan Jaulani. Dia tidak tertipu oleh ratusan kelompok, atau banyaknya bendera mereka yang memuat nama-nama dan logo-logo kemunafikan. Dengan sifat dan ketegasan seperti inilah Allah memberikan Abu Muharib ketabahan di banyak cobaan yang ditemui Daulah Islamiyah, termasuk pengkhianatan Jaulani dan pembatalan bai'atnya kepada Amirul Mu'minin Abu Bakar Al-Baghdadi hafizhahullah. Abu Muharib merupakan salah satu yang menyatakan pengingkaran terhadap Jaulani dan mengatakan tentangnya, "Dia hanya akan menjadi Syaikh Syarif berikutnya", merujuk pada mantan Kepala Persatuan Pengadilan Islam Somalia (Syaikh Syarif Ahmad) yang melakukan kemurtaddan terang-terangan dengan masuk ke parlemen syirik dan mendukung Amerika Serikat dan negara-negara salibis Afrika dalam memerangi Islam dan kaum muslimin.

Ketulusan, ambisi, dan antusiasme untuk bekerja dan meletihkan dirinya untuk Allah menyebabkan Abu Muharib menonjol dan semakin dicintai lagi dihormati oleh banyak orang. Dia ikut dalam penaklukkan Bandara Taftanaz dekat Idlib dan Markas Divisi Militer ke-17 dekat Raqqah. Dia juga ikut andil dalam operasi Salqin dekat Idlib -dimana Abu Mu'awiyah Al-Mishri gugur syahid***- serta dalam banyak medan tempur lainnya. Dia juga ikut serta dalam memerangi Shahawat di Syam dan terluka dalam pekan pertama pengkhianatan Shahawat, mendapat luka tembak di punggung saat pertempuran merebut kembali Huraitan.

***Baca kisah Abu Mu’awiyah Al-Mishri dan sahabatnya Abu Qudamah Al-Mishri taqabbalahumullah di Dabiq edisi 7, halaman 46-49.

Sikap kerasnya kepada orang-orang kafir telah diwujudkan dalam bentuk perbuatan yang membuat marah semua bangsa, agama dan kelompok kafir, seluruh dunia menjadi saksi atas hal ini. Itu karena mereka tidak ditimpa rasa haus, kepayahan dan kelaparan di jalan Allah, dan tidak menginjak suatu tempat yang membangkitkan amarah orang-orang kafi¬r, dan tidak menimpakan suatu bencana kepada musuh, melainkan dituliskanlah bagi mereka dengan itu amal shaleh." [At Tawbah 120]

Sisi lain Abu Muharib yang tidak diketahui kecuali oleh mereka yang mengenalnya adalah, rasa kasih sayang, kebaikan, dan kemurahan hati terhadap orang-orang mu'min, kecemburuannya untuk Islam dan kaum muslimin, dan kasih sayangnya terhadap anak yatim.

Di antara perbuatan yang membuktikan kebaikan dan kemurahan hatinya adalah, setelah ia diberi hadiah Sabiyah (hamba sahaya) sebagai hadiah, ia tidak ragu untuk memberikannya -sebagai hadiah juga- kepada ikhwah mushob (terluka dalam perang) yang belum menikah.

Dan di antara yang membuktikan kecemburuan untuk Islam dan kaum Muslimin adalah setelah ia berdebat dengan Madkhali "Sala¬fy" pro-Saudi di salah satu "masjid" di negeri kufur, si Madkhali berkomentar mengenai kejahatan orang-orang Yahudi pendengki terhadap saudari-saudari kita di Palestina, bahwasanya wanita itu "layak mendapatkannya." Abu Muharib sampai harus dicegah dari pemukulan terhadap si Madkhali ini oleh jamaah lain di "masjid" tersebut. Ikhwah yang menyaksikan insiden itu menuturkan, "Abu Muharib mulai menangis keras. Aku melihat dia dalam shalatnya menangis saat sujud seolah-olah ia telah kehilangan orang yang dicintai."

Dan di antara perbuatan yang membuktikan kasih sayang terhadap anak yatim adalah setelah kesyahidan Bilal al-Barjawi, Abu Muharib sering mengunjungi anaknya, membawanya ke masjid dan menghiburnya dengan berjalan-jalan ke taman dan kebun binatang. Dia juga mengajarkan Qur'an untuk anak para syuhada lainnya. "Muhammad itu adalah utusan Allah dan orang-orang yang bersama dengannya amat keras terhadap orang-orang ka¬r, tetapi berkasih sayang sesama mereka. Kamu lihat mereka ruku' dan sujud mencari karunia Allah dan keridhoanNya, tanda-tanda mereka tampak pada muka mereka dari bekas sujud. Demikianlah sifat-sifat mereka dalam Taurat dan sifat-sifat mereka dalam Injil, yaitu seperti tanaman yang mengeluarkan tunasnya maka tunas itu menjadikan tanaman itu kuat lalu menjadi besarlah dia dan tegak lurus di atas pokoknya, tanaman itu menyenangkan hati penanam-penanamnya karena Allah hendak membuat jengkel hati orang-orang kafi¬r, Allah menjanjikan kepada orang-orang yang beriman dan mengerjakan amal shaleh di antara mereka ampunan dan pahala yang besar." [Al-Fath 29]

Hari Kamis, tanggal 29 Muharram 1437 H, Abu Muharib akhirnya gugur syahid di jalan Allah, kesyahidan yang telah lama ia buru, ketika mobilnya menjadi target tembakan pesawat tanpa awak di kota Raqqah, menghancurkan mobilnya dan menewaskannya seketika.

Semoga Allah menerima saudara kita di barisan para syuhada, menyelimutinya dengan rahmatNya, dan memasukkannya ke surga Firdaus al-A'la.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar