Rabu, 25 April 2018

AGAR ALLAH MENYARING ORANG BERIMAN DAN MEMBASMI ORANG KAFIR

RUMIYAH 7 - PENGANTAR

AGAR ALLAH MENYARING ORANG BERIMAN DAN MEMBASMI ORANG KAFIR

Bukanlah rahasia lagi bahwa tujuan bala tentara murtad “Perisai Eufrat” dari milisi Shahawat dan pasukan Turki adalah melenyapkan hukum Allah dari muka bumi, dan mengembalikan daerah-daerah yang telah dikuasainya kepada hukum jahiliyah, dengan mendirikan pengadilan-pengadilan yang di dalamnya diterapkan undang-undang buatan syirik, dengan berbagai macam nama dan undang-undang yang dijadikan landasan.

Namun, banyak manusia yang tidak mengetahui realita sebenarnya, bahwa dalam mewujudkan misi itu mereka siap menghancurkan segala sesuatu dan membantai manusia yang ada di muka bumi ini, bahkan para penduduk sipil sekalipun, yang mereka klaim bahwa memerdekakan warga sipil termasuk kewajiban agama dan penegakkan syariat. Hal ini nampak jelas melalui pengumuman mereka bahwa setiap daerah yang ingin mereka serang adalah “Zona Militer” dan didahului dengan bombardir menggunakan segala jenis persenjataan yang mereka miliki. Fakta menjadi semakin jelas, tatkala setiap desa dan kota di pinggiran utara dan timur wilayah Halab mereka bombardir secara sporadis baik dengan tembakan artileri pasukan murtad Turki maupun pesawat-pesawat tempurnya, pun halnya dengan bantuan pesawat Salibis Rusia dan Amerika, tanpa mempedulikan jumlah korban warga sipil yang terus bertambah puluhan tiap harinya.

Kebanyakan orang tidak mengetahui bahwa para murtaddin itu dalam mewujudkan misinya siap bekerjasama dengan siapapun dalam memerangi Daulah Islamiyah, sekalipun dengan rezim penjahat Nushairisi yang mereka klaim sebagai musuh mereka selama bertahun-tahun. Bahkan dengan pasukan Salibis Rusia yang masih senantiasa membombardir penduduk Syam dimana selama bertahun-tahun mereka mengklaim bahwa tujuan mereka berperang adalah untuk menolong penduduk Syam dan mengangkat kedzaliman yang menimpanya. Apatah lagi dengan Salibis Amerika yang dalam perspektif mereka –beberapa tahun lalu- merupakan setan terbesar, dan mereka laknat siapa saja yang mendukungnya. Air mata penduduk Syam telah mengucur selama bertahun-tahun akibat pembantaian pasukan Nushairi dan para sekutu-sekutunya, dari kalangan Rafidhah serta Salibis Rusia yang telah menghancurkan kota demi kota dan desa tempat tinggal mereka. Mereka terus menggembar-gemborkan seruan untuk menolong penduduk Syam, dan menghentikan penghancuran rumah-rumah tempat berlindung mereka, dan seruan itu datang dari lisan para Thawaghit dan wali-walinya dari kalangan faksi-faksi bersenjata dan partai murtad. Sejatinya hal itu hanyalah untuk memotivasi manusia agar berfokus pada satu mu- suh yaitu rezim Nushairi dan anteknya dari kalangan Rafidhah dan Rusia saja, bukan menyemangatinya untuk melawan siapa saja yang membunuhi kaum muslimin di Syam dan menghancurkan rumah-rumah pun masjid-masjid mereka di atas kepala dan anak-anak mereka.

Peperangan yang berlangsung di kota al-Bab antara wali-wali ar-Rahman yaitu pasukan Daulah Islamiyah dan wali-wali setan yaitu pasukan murtad Turki dan Nushairi, faksi-faksi Shahawat dan milisi-milisi Rafidhah yang dibekingi oleh Salibis Rusia dan Amerika, beserta wali-wali mereka dari kalangan ulama Suu’, para pengklaim jihad, partai-partai dan tandzim-tandzim ini, telah menyingkap fakta sebenarnya, sehingga bagi mereka yang memiliki dua mata mampu dengan jelas melihat tabiat para murtaddin yang menolak syariat tersebut, serta persiapan mereka untuk melakukan kejahatan melebihi apa yang dilakukan para Salibis, Rafidhah dan Nushairiyah dalam peperangan mereka melawan Islam, pun permusuhan mereka terhadap ahli tauhid serta penjunjung Syariat Islam melebihi permusuhan mereka terhadap Yahudi, Salibis, Rafidhah dan Nushairi yang mereka keluhkan telah membantai mereka dan memperkosa wanita-wanita mereka.

Kota al-Bab dan daerah-daerah lainnya yang tidak mampu diserbu oleh pasukan “Perisai Eufrat” lebih dari 100 hari, kini kondisinya hancur lebur, dan kehancurannya belum pernah disaksikan sebelumnya oleh kota-kota di Syam di tangan Rafidhah dan Nushairi. Dan ratusan warga muslimin di dalamnya meninggal akibat bombardir intensif yang disokong oleh musyrikin dan murtaddin satu sama lainnya.

Segala macam musuh Islam bersatu padu untuk menghancurkannya, padahal sebelumnya mereka saling bermusuhan satu sama lain, seperti murtaddin Shahawat dengan milisi-milisi Rafidhah, pasukan Turki dengan Nushairi, pasukan Salibis Amerika dengan Rusia. Ini fenomena gotong royong dan saling kerjasama musyrikin satu sama lainnya guna memerangi ummat Islam yang belum pernah terjadi sebelumnya.

Namun para Ulama durjana, dan para pengklaim jihad hanya bisa diam membisu tatkala mereka dapati bahwa yang membombardir al-Bab dan membantai para penduduknya adalah Thawaghit Ikhwanul Murtaddin baru, yaitu Si Erdogan, dan teman-temannya dari kalangan murtaddin Shahawat. Mereka berpura-pura tak tahu tentang partisipasi Nushairiyah, Rafidhah, dan para Salibis dalam membomardir kota al-Bab saat mereka dapati bahwa yang menghalaunya adalah Junud Daulah Islamiyah, justru malah memotivasi saudara-saudara murtaddinnya untuk ikut bergabung dalam pasukan “Perisai Eufrat” saat mereka dapati bahwa dengan itu akan mendapatkan ridha tuan-tuan mereka dari para Thawaghit dan Salibis.

Sesungguhnya, pertempuran al-Bab yang singa-singa Khilafah –atas karunia Allah- tetap teguh di dalamnya bak kokohnya gunung, tidak hanya menimpakan kerugian dari segi personil, jumlah, dan kewibaan bala tentara mereka saja, namun juga menyingkap banyak fakta dari kelompok-kelompok yang mengklaim Islam, dan gigih menjaga darah muslimin, serta berusaha menolong mereka.

Beginilah hasil keteguhan mujahidin di setiap tempat di hadapan musuh-musuh mereka, dengan izin Allah telah membongkar kedok mereka, menampakkan aib-aib mereka, maka keteguhan melawan mereka merupakan sarana terbaik untuk dakwah kepada jalan Allah, dan menelanjangi jalan para penjahat.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar