RUMIYAH 2 - ARTIKEL
AGAR JELAS JALAN PARA PENDOSA
Bersamaan dengan kerasnya ujian, penyaringan terus bertambah. Kubu iman dan kubu nifak kian jelas untuk dibedakan, bahkan perpecahan antara keduanya terlihat sangat jelas bagi yang mempunyai dua mata, dan itu semua tidak lain lantaran kaum Mukminin semakin bertambah keimanan dan semakin menampakkan keimanannya sedangkan kaum munafikin dan musyrikin semakin bertambah kekufurannya dan semakin menampakkan kekafirannya.
Setelah bertahun-tahun mereka menyamarkan hubungan mereka dengan para Salibis dan Thaghut dari hadapan manusia, Allah pun menyingkap kedok murtaddin dengan bergabungnya mereka ke barisan pasukan murtad Turki. Tak cukup hanya datangnya ‘support’ udara dari pesawat Koalisi Salibis yang berkoordinasi dengan keduanya, permasalahan ini bahkan menjadi kian jelas dengan masuknya pasukan Salibis Amerika ke sejumlah daerah yang mereka kuasai, dan berdirinya pangkalanpangkalan Salibis di dalamnya. Ini adalah fenomena yang tidak mungkin bisa disamarkan dan disembunyikan dari mata manusia. Pembenaran dan ‘pengelesan’ dari fatwa-fatwa Ulama Su di majelis-majelis serta forum Dhirar (berbahaya) yang mereka dirikan tidak akan berguna baginya.
Allah telah mengaruniakan nikmat pada Daulah Islamiyah berupa manhaj yang lurus yang dibangun di atas pondasi kejujuran dan beramal dengannya. Maka, tatkala Daulah Islamiyah menghukumi sebagian faksi di Syam bahwasanya mereka sama halnya dengan jenis Shahawat di Iraq berdasarkan perbuatan para komandannya, pengakuan-pengakuannya, seruan mereka kepada Demokrasi dan hubungan mereka dengan para Salibis dan Thawaghit di daerah tersebut, berarti Daulah telah jujur dalam menghukumi dan mensifatinya. Itu semua bukan hanya sekedar dalih agar bisa memerangi mereka sebagaimana tuduhan orang-orang sesat, dimana yang paling parah dari mereka ketika menyematkan tuduhan “Khawarij” kepada para Junud Daulah dan mengeluarkan seruan untuk menumpahkan darah Muhajirin dan Ansharnya sebagai bentuk pendekatan diri kepada Allah sesuai klaim mereka, meskipun mujahidin Daulah Islamiyah waktu itu tengah dalam posisi mempertahankan diri dan kehomatan mereka dari serangan pengkhianatan faksi-faksi tersebut dalam rangka memenuhi perintah para Salibis dan Thawaghit.
Gelombang demi gelombang tuduhan miring ini bukanlah hal yang baru lagi atas Daulah Islamiyah. Ia sama halnya dengan mengulang tuduhan-tuduhan miring lama yang ditudingkan padanya di masa fitnah Shahawat Iraq yang berujung kepada hilangya faksi-faksi Shahawat secara total setelah pasukannya menampakkan kemurtadan secara terang-terangan melalui peperangan mereka terhadap Junud Daulah Islamiyah yang dengan ditemani dengan kendaraan-kendaraan lapis baja Amerika yang sebelumnya membunuhi mereka, serta didekengi dengan helikopter yang beberapa hari sebelumnya menggempur kotakota dan desa mereka. Dan tiada guna bagi mereka semua fatwa dan pembenaran yang keluar dari Ulama thaghut boneka Badan Intelijen untuk menolong proyek Shahawat yang menjadi jongos para Salibis.
Pada hari ini, murtaddin Shahawat di Syam berjalan di atas jejak para pendahulu mereka di Iraq. Tidak cukup hanya menjadi antek Salibis dengan memata-matai kaum muslimin dan membunuhi mereka sebagai bentuk pengabdiannya kepada Salibis saja, namun juga berkoordinasi dengan pesawat mereka untuk membombardir Muwahhidin. Bahkan, yang lebih parah dari itu mereka kini berperang di bawah bendera Amerika dan di bawah kepemimpinannya sebagaimana yang kita saksikan pada Shahawat “New Syrian Army” di daerah selatan Syam. Kendaraan-kendaraan lapis baja Amerika kini berputar-putar mengelilingi daerah yang mereka kontrol di utara Halab. Bahkan, kini tentara Amerika memperlihatkan dirinya bersama mereka secara terang-terangan tanpa rasa malu.
Sungguh, Daulah Islamiyah tatkala memerangi murtaddin Shahawat tiga tahun yang lalu, mereka bukanlah memerangi ‘Muwahhidin’ sebagaimana klaim orang-orang bodoh, para Juru Bicara Shahawat, dan Ulama Thawaghit. Justru mereka saat itu memerangi Musyrikin yang loyal kepada Salibis dan Thawaghit bersama dengan orang-orang lain yang loyal kepada mereka. Dan ada diantara mereka adalah (Jabhah Jaulani). Sungguh hukum bagi mereka belumlah berubah sejak mereka memperlihatkan sikap loyal mereka yang berujung pada kekafiran. Namun, yang berubah adalah pernyataan-pernyataan sebagian orang yang memperdebatkan status mereka, setelah sobekan lubang mereka semakin membesar dan membuatnya kian sulit untuk ditambal, sehingga Allah membongkar kedok Shahawat yang jelas-jelas loyal kepada Salibis dengan malu-malu di hadapan bala tentara dan pendukungnya yang murtad yang mengklaim jihad.
Dan mereka tidak mungkin menerima hal yang bertolak belakang dari apa yang mereka dengar berupa wajibnya memerangi Amerika dan harus serius memeranginya lantaran mereka adalah pentolan kekafiran, sedangkan justru mereka melihat pasukan Amerika dengan santainya berjalan-jalan di daerah yang mereka kuasai di bawah perlindungan antek-anteknya yang mengklaim jihad.
Kami katakan pada mereka yang pada hari ini mampu melihat perkara ini dengan terang setelah ashabiyah jahiliyah membutakan matanya, dan fanatik golongan, pun pengkultusan “simbol”.
Setelah hari ini, bagaimana bisa kamu membenarkan kekukuhanmu di atas kemurtadan yang melanda barisan murtaddin? Bagaimana bisa kamu membenarkan dirimu tatkala memerangi muwahhidin Junud Daulah Islamiyah dengan berkoalisi bersama Salibis? Bagaimana bisa kamu membenarkan ketaatanmu kepada masyaikh dan ulama sesat lagi menyesatkan setelah kedustaan mereka atas Daulah dan pembelaan mereka terhadap murtaddin sudah jelas?
Telah tiba saatnya bagimu untuk bertaubat kepada Allah dari jatuhnya kamu ke dalam kubang kemurtadan, dan meninggalkan barisan murtaddin serta berhijrah ke Darul Islam. Maka ketika datangnya saat itu, kamu akan berujar kepada para Muwahhid yang kamu musuhi sebelum ikrar taubatmu: “Demi Allah, sesungguhnya Allah telah melebihkan kamu atas kami, dan sesungguhnya kami adalah orangorang yang bersalah (berdosa)”. (QS Yusuf 9)
Allah telah memperlihatkan padamu kemurtadan Shahawat, dan membimbingmu untuk mengkafirkan mereka dan berlepas diri darinya. Dan kamu tebus keburukan-keburukanmu dengan kebaikan jihad di jalan Allah serta bergabung dengan Jama’atul Muslimin.
Sesungguhnya negeri Daulah Islamiyah terbuka bagi semua kaum muslimin. Tidaklah menjadi masalah meskipun sebelum taubatnya mereka telah membunuh jutaan Junud Daulah Islamiyah, dan Allah Maha Memberi Petunjuk bagi siapa saja yang Dia kehendaki kembali pada jalan yang lurus.
AGAR JELAS JALAN PARA PENDOSA
Bersamaan dengan kerasnya ujian, penyaringan terus bertambah. Kubu iman dan kubu nifak kian jelas untuk dibedakan, bahkan perpecahan antara keduanya terlihat sangat jelas bagi yang mempunyai dua mata, dan itu semua tidak lain lantaran kaum Mukminin semakin bertambah keimanan dan semakin menampakkan keimanannya sedangkan kaum munafikin dan musyrikin semakin bertambah kekufurannya dan semakin menampakkan kekafirannya.
Setelah bertahun-tahun mereka menyamarkan hubungan mereka dengan para Salibis dan Thaghut dari hadapan manusia, Allah pun menyingkap kedok murtaddin dengan bergabungnya mereka ke barisan pasukan murtad Turki. Tak cukup hanya datangnya ‘support’ udara dari pesawat Koalisi Salibis yang berkoordinasi dengan keduanya, permasalahan ini bahkan menjadi kian jelas dengan masuknya pasukan Salibis Amerika ke sejumlah daerah yang mereka kuasai, dan berdirinya pangkalanpangkalan Salibis di dalamnya. Ini adalah fenomena yang tidak mungkin bisa disamarkan dan disembunyikan dari mata manusia. Pembenaran dan ‘pengelesan’ dari fatwa-fatwa Ulama Su di majelis-majelis serta forum Dhirar (berbahaya) yang mereka dirikan tidak akan berguna baginya.
Allah telah mengaruniakan nikmat pada Daulah Islamiyah berupa manhaj yang lurus yang dibangun di atas pondasi kejujuran dan beramal dengannya. Maka, tatkala Daulah Islamiyah menghukumi sebagian faksi di Syam bahwasanya mereka sama halnya dengan jenis Shahawat di Iraq berdasarkan perbuatan para komandannya, pengakuan-pengakuannya, seruan mereka kepada Demokrasi dan hubungan mereka dengan para Salibis dan Thawaghit di daerah tersebut, berarti Daulah telah jujur dalam menghukumi dan mensifatinya. Itu semua bukan hanya sekedar dalih agar bisa memerangi mereka sebagaimana tuduhan orang-orang sesat, dimana yang paling parah dari mereka ketika menyematkan tuduhan “Khawarij” kepada para Junud Daulah dan mengeluarkan seruan untuk menumpahkan darah Muhajirin dan Ansharnya sebagai bentuk pendekatan diri kepada Allah sesuai klaim mereka, meskipun mujahidin Daulah Islamiyah waktu itu tengah dalam posisi mempertahankan diri dan kehomatan mereka dari serangan pengkhianatan faksi-faksi tersebut dalam rangka memenuhi perintah para Salibis dan Thawaghit.
Gelombang demi gelombang tuduhan miring ini bukanlah hal yang baru lagi atas Daulah Islamiyah. Ia sama halnya dengan mengulang tuduhan-tuduhan miring lama yang ditudingkan padanya di masa fitnah Shahawat Iraq yang berujung kepada hilangya faksi-faksi Shahawat secara total setelah pasukannya menampakkan kemurtadan secara terang-terangan melalui peperangan mereka terhadap Junud Daulah Islamiyah yang dengan ditemani dengan kendaraan-kendaraan lapis baja Amerika yang sebelumnya membunuhi mereka, serta didekengi dengan helikopter yang beberapa hari sebelumnya menggempur kotakota dan desa mereka. Dan tiada guna bagi mereka semua fatwa dan pembenaran yang keluar dari Ulama thaghut boneka Badan Intelijen untuk menolong proyek Shahawat yang menjadi jongos para Salibis.
Pada hari ini, murtaddin Shahawat di Syam berjalan di atas jejak para pendahulu mereka di Iraq. Tidak cukup hanya menjadi antek Salibis dengan memata-matai kaum muslimin dan membunuhi mereka sebagai bentuk pengabdiannya kepada Salibis saja, namun juga berkoordinasi dengan pesawat mereka untuk membombardir Muwahhidin. Bahkan, yang lebih parah dari itu mereka kini berperang di bawah bendera Amerika dan di bawah kepemimpinannya sebagaimana yang kita saksikan pada Shahawat “New Syrian Army” di daerah selatan Syam. Kendaraan-kendaraan lapis baja Amerika kini berputar-putar mengelilingi daerah yang mereka kontrol di utara Halab. Bahkan, kini tentara Amerika memperlihatkan dirinya bersama mereka secara terang-terangan tanpa rasa malu.
Sungguh, Daulah Islamiyah tatkala memerangi murtaddin Shahawat tiga tahun yang lalu, mereka bukanlah memerangi ‘Muwahhidin’ sebagaimana klaim orang-orang bodoh, para Juru Bicara Shahawat, dan Ulama Thawaghit. Justru mereka saat itu memerangi Musyrikin yang loyal kepada Salibis dan Thawaghit bersama dengan orang-orang lain yang loyal kepada mereka. Dan ada diantara mereka adalah (Jabhah Jaulani). Sungguh hukum bagi mereka belumlah berubah sejak mereka memperlihatkan sikap loyal mereka yang berujung pada kekafiran. Namun, yang berubah adalah pernyataan-pernyataan sebagian orang yang memperdebatkan status mereka, setelah sobekan lubang mereka semakin membesar dan membuatnya kian sulit untuk ditambal, sehingga Allah membongkar kedok Shahawat yang jelas-jelas loyal kepada Salibis dengan malu-malu di hadapan bala tentara dan pendukungnya yang murtad yang mengklaim jihad.
Dan mereka tidak mungkin menerima hal yang bertolak belakang dari apa yang mereka dengar berupa wajibnya memerangi Amerika dan harus serius memeranginya lantaran mereka adalah pentolan kekafiran, sedangkan justru mereka melihat pasukan Amerika dengan santainya berjalan-jalan di daerah yang mereka kuasai di bawah perlindungan antek-anteknya yang mengklaim jihad.
Kami katakan pada mereka yang pada hari ini mampu melihat perkara ini dengan terang setelah ashabiyah jahiliyah membutakan matanya, dan fanatik golongan, pun pengkultusan “simbol”.
Setelah hari ini, bagaimana bisa kamu membenarkan kekukuhanmu di atas kemurtadan yang melanda barisan murtaddin? Bagaimana bisa kamu membenarkan dirimu tatkala memerangi muwahhidin Junud Daulah Islamiyah dengan berkoalisi bersama Salibis? Bagaimana bisa kamu membenarkan ketaatanmu kepada masyaikh dan ulama sesat lagi menyesatkan setelah kedustaan mereka atas Daulah dan pembelaan mereka terhadap murtaddin sudah jelas?
Telah tiba saatnya bagimu untuk bertaubat kepada Allah dari jatuhnya kamu ke dalam kubang kemurtadan, dan meninggalkan barisan murtaddin serta berhijrah ke Darul Islam. Maka ketika datangnya saat itu, kamu akan berujar kepada para Muwahhid yang kamu musuhi sebelum ikrar taubatmu: “Demi Allah, sesungguhnya Allah telah melebihkan kamu atas kami, dan sesungguhnya kami adalah orangorang yang bersalah (berdosa)”. (QS Yusuf 9)
Allah telah memperlihatkan padamu kemurtadan Shahawat, dan membimbingmu untuk mengkafirkan mereka dan berlepas diri darinya. Dan kamu tebus keburukan-keburukanmu dengan kebaikan jihad di jalan Allah serta bergabung dengan Jama’atul Muslimin.
Sesungguhnya negeri Daulah Islamiyah terbuka bagi semua kaum muslimin. Tidaklah menjadi masalah meskipun sebelum taubatnya mereka telah membunuh jutaan Junud Daulah Islamiyah, dan Allah Maha Memberi Petunjuk bagi siapa saja yang Dia kehendaki kembali pada jalan yang lurus.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar