Rabu, 25 April 2018

DAN PERANGILAH KAUM MUSYRIKIN SELURUHNYA

RUMIYAH 8 - ARTIKEL

DAN PERANGILAH KAUM MUSYRIKIN SELURUHNYA

Bertahun-tahun setelah tegaknya Khilafah, ia menyerukan pada kaum muslimin di seluruh dunia agar berjihad memerangi musuh-musuh Allah guna meninggikan kalimat-Nya dan bergabung di bawah panji Jama’atul Muslimin. Seruan ini disambut oleh banyak kalangan mujahidin dari berbagai belahan dunia yang menyatukan barisan mereka dan berbai’at pada Amirul Mukminin. Beberapa jama’ah ini lalu menggabungkan diri satu sama lain di daerahnya masing-masing, lalu mereka bermusyawarah untuk memilih salah seorang dari mereka guna ditunjuk oleh Khalifah sebagai amir mereka.

Daulah khilafah meluas dengan cepat hingga luar daerah kontrolnya di Irak dan Syam. Keduanya adalah negeri muslimin yang diinvasi para Salibis dan dipisah-pisahkan dengan perbatasan imajiner, dijaga oleh antek-antek mereka, para Thaghut. Meluasnya wilayah Khilafah ke luar Irak dan Syam terjadi setelah menghancurkan tapal batas imajiner antara keduanya, lalu menyatukan kedua daerahnya serta menegakkan syariat di atasnya.

Darinya, terlihat jelas bahwa persatuan ummat akan terus diraih selama ummat ini menginginkan hal itu dengan landasan mentauhidkan Rabb mereka. Inilah gambaran Tauhid (yaitu memberikan hak Tauhid dan tidak menggadaikannya demi siasat politik belaka) yang Daulah Islamiyah tegak di atasnya, lalu menyeru mujahidin kepadanya, dan inilah yang selama ini ditunggu-tunggu oleh Mujahidin di seluruh dunia. Tatkala Khilafah menyampaikan seruannya, terdengarlah sambutan dari mana-mana, Sinai, Libya, Aljazair, Yaman dan Jazirah Arab.

Mujahidin pun diseru guna bersatu di atas Tauhid, yang dengannya front disatukan melawan tiap musyrikin di seluruh belahan bumi sebagaimana yang Allah perintahkan kepada mereka, “Dan perangilah kaum musyrikin itu semuanya sebagaimana merekapun memerangi kamu semuanya, dan ketahuilah bahwasanya Allah beserta orang-orang yang bertaqwa.” (QS. at-Taubah: 36).

Tatkala peperangan melawan kekafiran kian sengit, di saat yang sama kaum musyrikin bersatu untuk menghentikan ekspansi Daulah Islamiyah yang membahayakan mereka. Namun meski begitu, jama’ah-jama’ah mujahidin di seluruh penjuru dunia datang berbondong-bondong satu demi satu untuk bersatu di bawah panji Khilafah. Di Khurasan, Afrika Barat, Asia Timur, dan Mali. Fakta inipun menyebar ke seluruh negeri muslimin. Di setiap belahan bumi manapun yang terdapat bai’at di dalamnya, langsung menghadapi serangan demi serangan musuh. Mujahidin selalu membantai kuffar dimanapun mereka berada, tak membedakan antara Salibis, musyrik, atau antek murtadnya.

Demikianlah, tatkala delapan tentara In-ghimasi Junud Khilafah pada tanggal 25 Jumadal Akhir menyerbu markas pasukan Garda Nasional Rusia di desa Nawur Sakya, barat laut kota Grozny, Chechnya wilayah Kaukasus. Mereka manfaatkan cuaca yang mendung dan gelapnya malam untuk menyerbu pangkalan militer itu, berbekal senapan serbu dan pisau. Kedelapan mujahid yang telah menjalani pelatihan ekstra selama sepuluh hari ini, berjibaku melawan bala tentara Salibis di dalam pangkalan militer selama beberapa jam. Mereka bantai sedikitnya enam tentara Salibis dan melukai tiga lainnya. Enam Kesatria gugur selama berlangsungnya operasi, sementara dua lainnya berhasil pulang kembali ke markas Mujahidin dengan selamat.

Bersamaan dengan serangan berani tersebut, terdapat operasi lain yang berjarak ribuan kilometer dari Chechnya, dimana Kesatria Khilafah di Bangladesh, al-Istisyhadi Abu Muhammad al-Banghali menyerang salah satu pos keamanan Bandara Internasional kota Dhaka, meledakkan bom rompinya ke tengah sekelompok besar polisi murtad Bangladesh, membunuh sedikitnya tiga musuh dan melukai beberapa lainnya. Sehari pasca operasi ini, puluhan tentara Bangladesh tewas dan terluka dalam ledakan bom rakitan di distrik Sylhet, saat mereka berupaya menggrebek salah satu markas Mujahidin. Sementara itu, sepekan sebelumnya, salah seorang Mujahid menyerbu Kamp Militer pasukan elit Bangladesh dengan ledakan bom rompi di daerah Ashkuna, kota Dhaka.

Operasi demi operasi di Bangladesh dan Kaukasus ini telah memporak-pondakan barisan murtaddin serta Salibis. Mujahidin Bangladesh telah membuktikan kemampuan mereka dalam menghadapi dan menguras energi pasukan murtad serta menargetkan pimpinan termuka mereka. Sebagaimana yang terjadi pada operasi Sylhet, mereka berhasil membunuh seorang perwira berpangkat kapten (si murtad Abul Kalam Azad, Direktur Umum Badan Intelijen Pasukan Elit).

Mujahidin Kaukasus juga membuktikan kemampuan mereka dalam menargetkan pasukan salibis Rusia dan membantai mereka, bahkan di pangkalan militer mereka sendiri. Karenanya, operasi-operasi ini mengingatkan seluruh sekte kekafiran sekali lagi bahwa batalyon-batalyon tempur Daulah Islamiyah di seluruh dunia akan terus melancarkan misinya memberantas bala tentaranya dimana saja mereka berada, sampai kalimat Allah menjadi paling tinggi dan kalimat kekufuran yang paling rendah.

Semoga Allah menerima para Syuhada kita dan menggantikan mereka dengan sosok-sosok kesatria lain yang akan melanjutkan estafet mengemban panji Tauhid setelah mereka. Aamiin.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar