Rabu, 25 April 2018

DARI JIHAD MENJADI FASAD

DABIQ 11 - SEJARAH

DARI JIHAD MENJADI FASAD

Ibrahim at-Taimi rahimahullah (Wafat 92 H) mengatakan: "Siapakah yang aman dari fitnah jika Khalilullah Ibrahim alaihissalam saja berdoa: "Wahai Rabb kami, Jagalah aku dan anak-anakku dari menyembah berhala (Ibrahim: 35)"." (Diriwayatkan oleh ath-Thabari di dalam tafsirnya)

Ummu Salamah radhiyallahu anha pernah ditanya: "Doa apakah yang paling sering diulang oleh Rasulullah shallallahu alaihi wasallam ketika beliau bersamamu?" Beliau menjawab, "Doa yang paling sering beliau ulang-ulang adalah: "Wahai Yang Maha Membolak-balikkan hati, teguhkanlah hatiku di atas agama-Mu". Beliau berkata: "Wahai Rasulullah, alangkah seringnya engkau membaca doa: "Wahai Yang Maha Membolak-balikkan hati, teguhkanlah hatiku di atas agama-Mu"? Beliau menjawab: "Wahai Ummu Salamah, tidaklah seorang Bani Adam kecuali hatinya berada di antara dua jemari Ar-Rahman. Jika Dia berkehendak maka Dia akan meluruskannya dan jika Dia berkehendak Dia akan membengkokkannya". (Hasan: diriwayatkan oleh at-Tirmidzi)

Ibnu Abi Mulaikah rahimahullah berkata: "Aku telah bertemu tiga puluh shahabat Nabi shallallahu alaihi wasallam, semua dari mereka khawatir akan kemunafikan menimpa diri mereka sendiri." (Dinukil oleh al-Bukhari di dalam Shahih-nya)

Umar radhiyallahu anhu berkata: "Kami hampir saja menjadi kufur dalam satu pagi jika saja Allah tidak menyelamatkan kami melalui Abu Bakr ash-Shiddiq radhiyallahu anhu." (Diriwayatkan oleh Ibnu Batthah di dalam Al-Ibanah al-Kubra)

Ini gerangan sikap salaf. Kemudian datanglah generasi setelahnya yang terjangkiti penyakit Irja' hingga ke titik di mana mereka berani mengklaim bahwa iman mereka adalah sama dengan imannya Jibril! Mereka tidak takut terhadap sifat kemunafikan kecil (nifaq ashghar), tidak pernah khawatir terhadap kemunafikan besar (nifaq akbar), apalagi kemurtadan terang-terangan. Mereka yakin bahwa mereka benar, dan yakin bahwa mereka tulus, sehingga merasa perbuatan mereka tentu akan diterima, dan setelah itu mereka pasti akan memiliki akhir yang baik!

Semoga Allah melindungi hati kita dan perbuatan kita dari kemunafikan dan sifat ujub.

Dan demi klarifikasi, pada kolom "Dari Lembaran Sejarah" kita akan menyajikan secara singkat daftar para militan(1) dan bahkan "Mujahidin" yang jatuh ke dalam kemurtadan secara terang-terangan entah karena mereka berpihak kepada tentara salib atau para thaghut melawan Mujahidin atau masuk ke dalam agama parlemen dan kepresidenan Thaghut. Setelah itu, janganlah terkejut jika kemudian melihat berbagai faksi di Syam atau tempat lain berpihak dengan Shahawat, para thaghut atau tentara salib, menyerang Daulah Islam.

Afghanistan

Abdul Rasul Sayaf (mantan kepala "Persatuan Islam untuk Pembebasan Afghanistan," sekarang anggota parlemen Thaghut), Burhanuddin Rabbani (mantan kepala "Masyarakat Islam Afghanistan," meninggal saat menjadi Ketua Dewan Tinggi Perdamaian Afghanistan), dan Ahmad Shah Massoud (mantan komandan militer, meninggal ketika sebagai komandan "Front Persatuan Islam"), semuanya adalah mantan para pemimpin faksi-faksi utama yang berjuang melawan komunis Rusia dan selanjutnya melawan komunis Afghanistan. Ketiganya berjuang bersama 'Abdullah 'Azzam dan sebelumnya sering dipuji olehnya di dalam pidato dan surat-suratnya. Setelah runtuhnya rezim komunis Afghanistan, mereka semua secara bersama dengan yang lain mendirikan apa yang disebut "Negara Islam Afghanistan" pada tahun 1992. "Negara" ini yang kelak membentuk "Front Persatuan Islam untuk Keselamatan Afghanistan" alias "Afghanistan Aliansi Utara" yang berjuang demi kepentingan tentara salib dan para thaghut, ini menjadi sangat nyata setelah operasi 11 September yang penuh berkah.

Tajikistan

Abdullah Nuri (mantan kepala "Partai Kebangkitan Islam Tajikistan") berperang melawan komunis Tajikistan. Amir Khaththab Chechnya rahimahullah dirinya datang ke Tajikistan untuk berjihad dan berjuang bersama berbagai kelompok di sana, termasuk yang bersekutu dengan Nuri. Kelompok Nuri kemudian menandatangani perjanjian damai dengan komunis murtad. Partai ini kemudian menjadi anggota utama parlemen Thaghut, sehingga murtad dari Islam.

Libya

Abdelhakim Belhadj (Abu 'Abdillah ash-Shadiq), Abdel Wahab Qaid (Abu Idris al-Libi), Abdel-Hakim al-Hasidi, Sami Mustafa as-Sa'idi (Abul-Mundzir as-Sa'idi), semua adalah mantan anggota "Kelompok Pejuang Islam Libya" di mana kepemimpinannya berbasis di Afghanistan sebelum 11 September dan anggota pejuangnya telah melakukan berbagai operasi di Libya melawan Thaghut Qaddafi dan rezim murtadnya. Banyak pemimpin ini pernah menyertai Syaikh Usamah Ibnu Ladin rahimahullah di Afghanistan. Setelah runtuhnya Imarah Thaliban, para pemimpin "Kelompok Pejuang Libya" ditangkap oleh tentara salib dan kemudian diserahkan kepada boneka tentara salib Qaddafi lalu dibebaskan. Para mantan pemimpin jihad ini kemudian bergabung dengan parlemen Thaghut dan mengambil bagian dalam pemilu syirik setelah bertempur dalam perang melawan Thaghut Gaddafi pada tahun "2011".

Somalia

Sheikh Ahmed Syarif adalah komandan kepala Persatuan Pengadilan Islam pada "2006". Selama waktu ini, ia berperang melawan Thaghut Transisi Federal Pemerintah Republik Somalia. Setelah jatuhnya Mogadishu ke tangan tentara salib Afrika dan murtad Somalia, ia melarikan diri, kemudian kembali ke Somalia, ikut dalam pemilu syirik, dan menjadi presiden Thaghut, DABIQ 25 Si murtad Abbud Zumar setelah itu dia mengatur dengan hukum buatan manusia sejak "2009" hingga "2012." Dia terus menjadi sekutu tentara salib Amerika.

Iraq

Ali Bapir (mantan kepala "Kelompok Islam Kurdistan"), Mahmoud al-Masyhadani (mantan syar'i(2) dan pemimpin puncak di Anshar al-Islam), Sa'dun al-Qadhi Abu Wa'il (mantan kepala syar'i dari Anshar al-Islam), Muhammad Husain al-Juburi Abu Sajjad (mantan pemimpin Anshar al-Islam), Amin as-Sab' Abu Khadijah (mantan kepala "Jaisyul Islam"), Abul-Abd al-'Amiriyah (mantan komandan "Jaisyul Islam"), Abu 'Azzam at-Tamimi (mantan pemimpin "Jaisyul Islam"), Muhammad Abu Hardan Sa'id (mantan kepala "Jaisyul Mujahidin"), dan Haqqi Ismail asy-Syurtani (mantan komandan "Jaisyul Mujahidin"). Para pemimpin ini mengambil bagian dalam jihad di Irak. Ali Bapir mengambil bagian dalam jihad melawan Thaghut Saddam dan murtadin Peshmerga sebelum invasi Amerika ke Irak. Di saat invasi Amerika dimulai, ia bekerja sama dengan Peshmerga yang didukung tentara salib guna melawan Mujahidin di Kurdistan dan kemudian bergabung dengan parlemen Thaghut. Tokoh-tokoh lainnya semua mengambil bagian dalam jihad melawan tentara salib Amerika hingga beberapa dari mereka berakhir di penjara tentara salib dan membentuk kesepakatan dengan Amerika untuk menghentikan perang melawan tentara salib dan hanya berperang melawan "Khawarij". Mereka kemudian dibebaskan dan meyakinkan berbagai kelompok mereka dan bawahan mereka untuk ikut serta dalam pengkhianatan(3). Ini adalah Shahawat Irak pertama yang terang-terangan keluar dari al-Qa'idah dan bahkan Azh-Zhawahiri sendiri memperingatkan terhadap mereka pada beberapa kesempatan sebelum Azh-Zhawahiri sendiri menjadi pion di tangan Shahawat Suriah.

Mesir

Mohamed Abu Samra, Kamal Habib, Nabil Nu'aim, Karam Zuhdi, Abbud al-Zumar, Tarek al-Zumar, Najih Ibrahim, Usamah Hafidh, 'Asim 'Abdil-Majid, 'Isam Dirbalah, 'Abdul-Akhir al-Ghunaymi, dan Usamah Rusydi semuanya adalah mantan pemimpin dari "Jama'ah Islamiyah Mesir " atau "Jama'ah Jihad Mesir". Kedua kelompok ini telah melakukan jihad terhadap Thaghut dan tentara murtad Mesir. Semua pemimpin ini meninggalkan keyakinan mereka yang dulu dan ikut ambil bagian dalam pemilu Mesir setelah jatuhnya Thaghut Mubarak dengan membentuk dan mendukung partai politik termasuk "Partai Pembangunan dan Pengembangan" yang menjadi lengan politik dari "Jama'ah Islamiyah Mesir", "Partai Islam" (Partai Perdamaian dan Pembangunan), "Partai Jihad Demokrat" serta yang lain ...

Chechnya

Akhmad Kadyrov, Ramzan Kadyrov, Akhmed Zakayev, Ilyas Akhmadov, Sulim Yamadayev, Ruslan Yamadayev, dan Dzhabrail Yamadayev semua mantan nasionalis, pemimpin militan yang berjuang dalam Perang Chechnya Pertama melawan tentara salib Rusia di mana Amir Khaththab dan Syamil Basayev rahimahumullah juga berperang. Akhmed Zakayev dan Ilyas Akhmadov kemudian didukung tentara salib Barat di dalam media melawan Mujahidin. Sedangkan yang lain semuanya secara militer adalah satu pihak dengan tentara salib Rusia melawan mujahidin pada Perang Chechnya II. Mereka pada dasarnya adalah Shahawat Chechnya.

Palestina

Berbagai pemimpin dan cabang Hamas sejak bertahun-tahun mengaku akan melakukan "jihad" melawan Yahudi. Kenyataan menyatakan sebenarnya milisi ini adalah entitas nasionalis yang aktif mengadopsi demokrasi sebagai sarana perubahan sejak tahun "2005". Ini termasuk pemerintahan, presiden, dan pemilu legislatif, ikut ambil bagian dalam undang-undang dan pelaksanaan hukum buatan manusia. Ideologi demokrasi ini telah dipropagandakan oleh para pemimpinnya bahkan sebelum tahun "2005" sejak zaman Ahmad Yassin. Ia pernah ditanya dalam sebuah wawancara, "Orang-orang Palestina menginginkan negara demokrasi. Mengapa Anda menentang ini?" Dia menjawab, "Saya juga ingin negara multi-partai demokratis di mana otoritas adalah bagi mereka yang memenangkan pemilu." Dia kemudian ditanya, "Jika partai komunis yang menjadi pemenang pemilu, bagaimana Anda menempatkan posisi Anda?" Dia menjawab, "Bahkan jika partai komunis yang memenangkan pemilu, saya akan menghormati keinginan rakyat Palestina." Dia lalu ditanya, "Jika dari pemilu menjadi jelas bahwa rakyat Palestina menginginkan negara demokratis multi-partai, bagaimana Anda menempatkan posisi Anda saat itu?" Dia menjawab,"Wallahi, kita adalah bangsa yang memiliki martabat dan hak. Jika rakyat Palestina mengekspresikan penolakan mereka terhadap negara Islam, maka saya akan menghormati dan memuliakan keinginan dan kemauan mereka." (Ahmad Yasin, azh-Zhahirah al-Mu'jizah, Ahmad Ibnu Yusuf: 116, 118).

Kesimpulan

Ini adalah sebagian kecil dari sebuah daftar panjang. Semoga Allah menjaga hati kita di atas tauhid dan terbebas dari syirik hingga kita berjumpa dengan-Nya sementara Dia ridha terhadap kita. Aamiin.

Catatan kaki :

1. Catatan: Beberapa individu dan kelompok yang akan disebutkan tidak pernah berperang di jalan Allah sejak awal – mirip dengan kondisi banyak faksi di Syam – namun sebagian orang bodoh menganggap mereka sebagai "mujahidin" hanya lantara mereka berperang melawan tentara salib, komunis, dan orang kafir lainnya untuk alasan nasionalis.

2. Istilah ini digunakan untuk menunjukkan orang yang bertanggung jawab atas fatwa, dakwah, dan pengadilan pada sebuah kelompok.

3. Anshar al-Islam menolak untuk ambil bagian dalam Shahawat ini, sehingga Sa'dun dan al-Juburi memisahkan diri dari kelompok tersebut dan membentuk kelompok mereka sendiri bernama "Ansharus Sunnah".

Tidak ada komentar:

Posting Komentar