DABIQ 11 - SYUHADA
WASIAT ABU SINAN AN-NAJDI
(Pada hari Kamis tanggal 21 Syawal, sebuah operasi istisyhadi dilakukan oleh tentara Khilafah di wilayah Hijaz. Saudara kita Abu Sinan an-Najdi (taqabbalahullah, semoga Allah menerimanya) menargetkan Emergency Task Force Alu Salul, yang memainkan peran utama dalam menahan para muwahhidin, serta mengamankan kekuasaan Thaghut dan majikan salibis mereka. Dia berhasil menembus beberapa lapisan keamanan dan memasuki salah satu kamp pelatihan mereka di kota Abha di wilayah 'Asir di mana dia meledakkan sabuk peledak, membunuh dan melukai puluhan dari mereka. Berikut ini adalah kata-kata terakhirnya yang dirilis melalui pernyataan audio, yang berisi pesan kepada para musuh Islam, serta pesan kepada saudara-saudaranya yang berjuang di jalan Allah.)
Segala puji bagi Allah, Yang Maha Kuat lagi Maha Perkasa. Shalawat dan salam Allah semoga tercurah kepada yang telah diutus dengan pedang sebagai rahmat bagi semesta alam. Amma ba‘du.
Allah ta'ala berfirman: "Wahai orang-orang yang beriman! Perangilah orang-orang kafir yang di sekitar kamu, dan hendaklah mereka merasakan sikap tegas darimu, dan ketahuilah bahwa Allah bersama orang yang bertaqwa." (At-Taubah: 123)
Allah ta'ala juga berfirman: "Engkau (Muhammad) tidak akan mendapatkan suatu kaum yang beriman kepada Allah dan hari akhirat, saling berkasih sayang dengan orang-orang yang menentang Allah dan Rasul-Nya, sekalipun orang-orang itu bapaknya, anaknya, saudaranya atau keluarganya. Mereka itulah orang-orang yang dalam hatinya telah ditanamkan Allah keimanan dan Allah telah menguatkan mereka dengan pertolongan yang datang dari Dia. Lalu dimasukkan-Nya mereka ke dalam surga yang mengalir di bawahnya sungai-sungai, mereka mereka kekal di dalamnya. Allah ridha terhadap mereka dan mereka pun merasa puas terhadap (limpahan rahmat)-Nya. Merekalah golongan Allah. Ingatlah, sesungguhnya golongan Allah itulah yang beruntung." (Al-Mujadilah: 22)
Pesan pertamaku aku tujukan kepada Alu Salul.
Demi Allah, kami datang kepada kalian bersama putra-putra Abu 'Ubaidah. Demi Allah! Demi Allah! Kalian tidak akan menikmati keselamatan dan keamanan, dan kalian tidak akan memiliki kehidupan yang nyaman selama kalian berperang melawan Islam dan kaum Muslimin dan tetap menjadi ekor Barat, yang bisa berlaku semau mereka di sekitar kalian. Dan inilah koalisi kalian dengan Majusi dan Tentara Salib melawan Ahlus Sunnah di Irak dan Syam sebagai saksi terbesar terhadap (kekafiran) kalian.
Dan untuk kalian, hai tentara Thaghut yang bertugas mengamankan tahtanya, demi Allah, kalian tidak akan menikmati kehidupan yang menyenangkan selama kalian bertugas sebagai penjaga bagi siapa yang pesawatnya, bersama-sama dengan Barat, mengebom saudara-saudara kami, dan selama kalian menjadi antek-anteknya, memenjarakan para ikhwan dan akhwat kami, mengobarkan perang terhadap Ahlus Sunnah dan berdamai dengan Rafidhah. Maka terimalah kabar gembira dari yang akan merusak kehidupan kalian.
Demi Allah, kalian tidak akan aman, hai tentara, baik engkau di rumah atau di jalanan, kami akan berada di setiap tempat pengintaian untuk menyergap kalian, kami datang kepada kalian dengan para lelaki yang mencintai kematian sebagaimana kalian mencintai kehidupan, yang mereka bersaing satu sama lain untuk bersegera menyerang kalian sebagaimana kalian saling bersaing untuk mendapat jabatan yang lebih tinggi, hai para pengecut!
Pesanku yang kedua adalah kepada para singa pemberani.
Allah ta'ala berfirman, seperti dalam qiraah Khalaf dari Hamzah, "Sesungguhnya Allah telah membeli dari orang-orang beriman, baik diri maupun harta mereka dengan memberikan surga untuk mereka. Mereka berperang di jalan Allah, sehingga mereka membunuh atau terbunuh, (sebagai) janji yang benar dari Allah di dalam Taurat, Injil dan Al-Qur'an. Dan siapakah yang lebih menepati janjinya selain Allah? Maka bergembiralah dengan jual beli yang telah kamu lakukan itu, dan demikian itulah kemenangan yang agung." (At-Taubah: 111)
Jual lah kehidupan kalian kepada Allah Yang Maha Perkasa lagi Maha Agung. Seranglah dengan operasi istisyhadi dan sabuk peledak! Operasi istisyhadi telah membuktikan manfaatnya dan telah menghasilkan buahnya. Keuntungannya telah meluas, dan ini telah menjadi sumber bencana dan kehancuran bagi tentara salib dan pendukung jahat mereka, ini semua lebih berbahaya daripada senapan dan senjata mesin. Ini semua telah menanamkan teror di hati mereka begitu besar sehingga musuh-musuh Allah sekarang takut terhadap segala sesuatu dan menunggu kematian datang kepada mereka dari segala arah. Selain itu, bom istisyhad juga hanya menimbulkan sedikit kerugian dibanding semua metode syar'i pertempuran, sementara pada saat yang sama menjadi yang paling efektif. Ini adalah nasihat yang ingin aku sampaikan kepada saudara-saudaraku di Semenanjung Muhammad shallallahu alaihi wasallam.
WASIAT ABU SINAN AN-NAJDI
(Pada hari Kamis tanggal 21 Syawal, sebuah operasi istisyhadi dilakukan oleh tentara Khilafah di wilayah Hijaz. Saudara kita Abu Sinan an-Najdi (taqabbalahullah, semoga Allah menerimanya) menargetkan Emergency Task Force Alu Salul, yang memainkan peran utama dalam menahan para muwahhidin, serta mengamankan kekuasaan Thaghut dan majikan salibis mereka. Dia berhasil menembus beberapa lapisan keamanan dan memasuki salah satu kamp pelatihan mereka di kota Abha di wilayah 'Asir di mana dia meledakkan sabuk peledak, membunuh dan melukai puluhan dari mereka. Berikut ini adalah kata-kata terakhirnya yang dirilis melalui pernyataan audio, yang berisi pesan kepada para musuh Islam, serta pesan kepada saudara-saudaranya yang berjuang di jalan Allah.)
Segala puji bagi Allah, Yang Maha Kuat lagi Maha Perkasa. Shalawat dan salam Allah semoga tercurah kepada yang telah diutus dengan pedang sebagai rahmat bagi semesta alam. Amma ba‘du.
Allah ta'ala berfirman: "Wahai orang-orang yang beriman! Perangilah orang-orang kafir yang di sekitar kamu, dan hendaklah mereka merasakan sikap tegas darimu, dan ketahuilah bahwa Allah bersama orang yang bertaqwa." (At-Taubah: 123)
Allah ta'ala juga berfirman: "Engkau (Muhammad) tidak akan mendapatkan suatu kaum yang beriman kepada Allah dan hari akhirat, saling berkasih sayang dengan orang-orang yang menentang Allah dan Rasul-Nya, sekalipun orang-orang itu bapaknya, anaknya, saudaranya atau keluarganya. Mereka itulah orang-orang yang dalam hatinya telah ditanamkan Allah keimanan dan Allah telah menguatkan mereka dengan pertolongan yang datang dari Dia. Lalu dimasukkan-Nya mereka ke dalam surga yang mengalir di bawahnya sungai-sungai, mereka mereka kekal di dalamnya. Allah ridha terhadap mereka dan mereka pun merasa puas terhadap (limpahan rahmat)-Nya. Merekalah golongan Allah. Ingatlah, sesungguhnya golongan Allah itulah yang beruntung." (Al-Mujadilah: 22)
Pesan pertamaku aku tujukan kepada Alu Salul.
Demi Allah, kami datang kepada kalian bersama putra-putra Abu 'Ubaidah. Demi Allah! Demi Allah! Kalian tidak akan menikmati keselamatan dan keamanan, dan kalian tidak akan memiliki kehidupan yang nyaman selama kalian berperang melawan Islam dan kaum Muslimin dan tetap menjadi ekor Barat, yang bisa berlaku semau mereka di sekitar kalian. Dan inilah koalisi kalian dengan Majusi dan Tentara Salib melawan Ahlus Sunnah di Irak dan Syam sebagai saksi terbesar terhadap (kekafiran) kalian.
Dan untuk kalian, hai tentara Thaghut yang bertugas mengamankan tahtanya, demi Allah, kalian tidak akan menikmati kehidupan yang menyenangkan selama kalian bertugas sebagai penjaga bagi siapa yang pesawatnya, bersama-sama dengan Barat, mengebom saudara-saudara kami, dan selama kalian menjadi antek-anteknya, memenjarakan para ikhwan dan akhwat kami, mengobarkan perang terhadap Ahlus Sunnah dan berdamai dengan Rafidhah. Maka terimalah kabar gembira dari yang akan merusak kehidupan kalian.
Demi Allah, kalian tidak akan aman, hai tentara, baik engkau di rumah atau di jalanan, kami akan berada di setiap tempat pengintaian untuk menyergap kalian, kami datang kepada kalian dengan para lelaki yang mencintai kematian sebagaimana kalian mencintai kehidupan, yang mereka bersaing satu sama lain untuk bersegera menyerang kalian sebagaimana kalian saling bersaing untuk mendapat jabatan yang lebih tinggi, hai para pengecut!
Pesanku yang kedua adalah kepada para singa pemberani.
Allah ta'ala berfirman, seperti dalam qiraah Khalaf dari Hamzah, "Sesungguhnya Allah telah membeli dari orang-orang beriman, baik diri maupun harta mereka dengan memberikan surga untuk mereka. Mereka berperang di jalan Allah, sehingga mereka membunuh atau terbunuh, (sebagai) janji yang benar dari Allah di dalam Taurat, Injil dan Al-Qur'an. Dan siapakah yang lebih menepati janjinya selain Allah? Maka bergembiralah dengan jual beli yang telah kamu lakukan itu, dan demikian itulah kemenangan yang agung." (At-Taubah: 111)
Jual lah kehidupan kalian kepada Allah Yang Maha Perkasa lagi Maha Agung. Seranglah dengan operasi istisyhadi dan sabuk peledak! Operasi istisyhadi telah membuktikan manfaatnya dan telah menghasilkan buahnya. Keuntungannya telah meluas, dan ini telah menjadi sumber bencana dan kehancuran bagi tentara salib dan pendukung jahat mereka, ini semua lebih berbahaya daripada senapan dan senjata mesin. Ini semua telah menanamkan teror di hati mereka begitu besar sehingga musuh-musuh Allah sekarang takut terhadap segala sesuatu dan menunggu kematian datang kepada mereka dari segala arah. Selain itu, bom istisyhad juga hanya menimbulkan sedikit kerugian dibanding semua metode syar'i pertempuran, sementara pada saat yang sama menjadi yang paling efektif. Ini adalah nasihat yang ingin aku sampaikan kepada saudara-saudaraku di Semenanjung Muhammad shallallahu alaihi wasallam.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar