Selasa, 24 April 2018

KEWAJIBAN TERHADAP KHILAFAH

DABIQ 2 - PENDAHULUAN

KEWAJIBAN TERHADAP KHILAFAH

Segala puji bagi Allah Rabb semesta alam. Shalawat dan salam semoga tercurah kepada Rasul-Nya, Muhammad, kepada keluarga dan seluruh shahabatnya.

Banyak pembaca mungkin bertanya-tanya tentang kewajiban mereka sekarang terhadap Khilafah (setelah dideklarasikan), oleh karena itu tim Dabiq ingin menyampaikan posisi kepemimpinan Daulah Islam dalam materi penting ini.

Prioritas pertama adalah dengan melakukan hijrah dari mana pun engkau berada menuju Daulah Islam, dari Darul Kufur menuju Darul Islam. Bergegas untuk melakukan hal itu sebagaimana Musa (alaihis salam) bergegas menuju Rabbnya seraya mengatakan, “… Dan aku bersegera kepada-Mu, Ya Rabbku, agar Engkau ridha (kepadaku).” (Thaha: 84).

Bersegeralah ke naungan Daulah Islam bersama orang tuamu, saudara, pasangan (suami/istri), dan anak-anak. Ada rumah di sini untuk dirimu dan keluargamu. Engkau dapat menjadi kontributor utama terhadap pembebasan Makkah, Madinah, dan al-Quds. Apakah Engkau tidak suka pada Hari Kiamat nanti termasuk orang dengan predikat amal besar ini?

Kedua, jika Engkau tidak dapat melakukan hijrah karena sebuah alasan yang tidak dapat engkau tanggung (alasan syar'i), maka cobalah melakukan bai’at di lokasimu berada kepada Khalifah Ibrahim. Lalu publikasikan sebanyak mungkin. Mengumpulkan orang-orang di masjid, Islamic Center, dan organisasi Islam misalnya, lalu membuat pengumuman publik bai’at.

Cobalah untuk merekam bai'at ini dan kemudian mendistribusikannya melalui berbagai bentuk sarana media, termasuk internet. Hal ini diperlukan agar bai’at menjadi hal yang umum menyebar secara merata di kalangan kaum muslimin, dan mereka menganggap yang menarik kembali tangannya sangatlah buruk. Usaha ini, insya Allah, akan mendorong kelompok-kelompok Islam untuk meninggalkan keberpihakan mereka (sikap ashabiyah, fanatisme kelompok) dan juga mengumumkan bai’at mereka ke Khalifah Ibrahim.

Jika Engkau tinggal di sebuah negara polisi (otoriter) yang akan menangkapmu atas bai'at tersebut, maka gunakanlah nama samaran atau anonimous untuk menyampaikan bai’atmu ke seluruh dunia.

Dengan mempublikasikan bai’atmu, hal ini akan mendatangkan dua manfaat:

Pertama, adalah perwujudan loyalitas umat islam kepada muslim lainnya, sebagaimana satu tubuh.

“Dan orang-orang yang kafir, sebagian mereka melindungi sebagian yang lain. Jika kamu tidak melaksanakan apa yang telah diperintahkan Allah (saling melindungi), niscaya akan terjadi kekacauan di bumi dan kerusakan yang besar.” (Al-Anfal: 73).

Kedua, itu adalah cara untuk mengisi hati orang-orang kafir dengan penderitaan yang menyakitkan.

Maka dua alasan ini sudah cukup kiranya bagimu untuk bersegera melakukan amal kebaikan ini.

“Yang demikian itu karena mereka tidak ditimpa kehausan, kepayahan dan kelaparan di jalan Allah, dan tidak (pula) menginjak suatu tempat yang membangkitkan amarah orang-orang kafir, dan tidak menimpakan suatu bencana kepada musuh, kecuali (semua) itu dituliskan bagi mereka sebagai suatu amal kebajikan. Sungguh, Allah tidak menyia-nyiakan pahala orang-orang yang berbuat baik.” (At-Taubah: 120).

Akhirnya, jika engkau tidak dapat melakukan hal apapun di atas karena alasan yang sangat di luar kemampuanmu, Insya Allah niatmu dan keyakinanmu bahwa Daulah Islam adalah Khilafah bagi semua kaum muslimin akan cukup untuk menyelamatkanmu dari peringatan yang disebutkan dalam Hadits, "Barangsiapa mati tanpa ada ikatan bai’at di lehernya, maka dia mati dalam keadaan jahiliyah." (Shahih Muslim).

Adapun pembantaian yang terjadi di Gaza terhadap Muslim pria, wanita, dan anak-anak, maka Daulah Islam akan melakukan segala usaha semaksimal mungkin untuk terus menusuk setiap orang murtad yang berdiri sebagai hambatan jalan menuju Palestina. Bukan tabiat Daulah Islam untuk berbuat kosong, kata-kata kering, kutukan dan belasungkawa munafik seperti para thaghut Arab yang dilakukan di PBB dan Liga Arab. Sebaliknya, tindakannya berbicara lebih keras dari kata-kata, dan hanya masalah waktu dan kesabaran sebelum mencapai Palestina, memerangi Yahudi barbar dan membunuh mereka yang bersembunyi di balik pohon Gharqad.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar