DABIQ 7 - ARTIKEL
MENJAWAB KERAGU-RAGUAN
Khalifah Ibrahim al-Qurasyi hafizhahullah ketika menjelaskan tentang beratnya urusan (kepemimpinan atas ummat), setelah kesyahidan Abu 'Umar al-Baghdadi rahimahullah, beliau berkata : “Telah datang saat terberat selama puncak dari penderitaan dan kesulitan, goncangan dan krisis paling berat, yang terdepan di antaranya adalah terbunuhnya pemimpin-pemimpin besar dan simbol-simbol jihad, mereka yang menerangi jalan untuk kita dengan amal, kontribusi, pengorbanan mereka, dengan darah, tulang belulang, dan jasad mereka … Di antara mereka adalah syahidnya Pahlawan Islam –sebagaimana kami mengira tentangnya– imam dan sayid di zamannya, Abu 'Abdillah Usamah bin Ladin, kebanggaan umat ini dan mahkota di zamannya yang baru.” (Wa Ya'ballahu illa An Yutima Nurah, Allah Tidak Menghendaki Selain Menyempurnakan Cahaya-Nya)
Juru bicara resmi Khilafah, Syaikh Abu Muhammad al-'Adnani hafizhahullah berkata, “Yakinlah, wahai tentara Daulah Islam, karena kita –dengan izin Allah– akan terus berada di atas manhaj Imam Syaikh Usamah, pemimpin istisyhadiyin Abu Mush'ab az-Zarqawi, pendiri Daulah Abu 'Umar al-Baghdadi, dan menteri perangnya Abu Hamzah al-Muhajir. Kita tidak akan merubah maupun berubah hingga kita merasakan apa yang telah mereka rasakan.” (Ini Bukanlah Manhaj Kami dan Tidak Akan Pernah)
Walaupun kalimat tersebut dengan jelas menegaskan pandangan baik yang dimiliki para pemimpin Daulah Islam kepada pembaharu zaman ini dan penghancur Amerika, lelaki yang sebanding dengan satu ummat, Syaikh Usamah bin Ladin rahimahullah, sebagian dari mereka yang telah dibutakan fanatisme golongan mensifatkan sebaliknya kepada Daulah Islam. Mereka melakukannya dengan merubah / mendistorsi artikel yang berjudul “Al-Qa'idah Waziristan, Sebuah Kesaksian dari Dalam” berdasarkan keinginan kelompoknya, walaupun penulisnya, seorang muhajid dari Waziristan, Abu Jarir asy-Syimali telah jelas dalam kritikannya kepada al-Qa'idah merujuk kepada apa yang dilakukan azh-Zhawahiri berupa pengembalian Tanzhim kepada kesalahannya terdahulu yang telah diperbaiki oleh Syaikh Usamah rahimahullah.
Oleh karena itu, azh-Zhawahiri telah meninggalkan warisan murni yang ditinggalkan oleh Syaikh Usamah rahimahullah kepada umat Muslim ketika beliau mendapat kesyahidan. Sebagai bantahan mendetail tentang hizbiyin dan distorsi yang berbelit-belit terhadap artikel yang disebutkan sebelumnya, silahkan merujuk kepada artikel yang ditulis oleh Abu Maisarah asy-Syami yang berjudul “Mubahalah terhadap Penipuan oleh Ruwaibidhah”.
MENJAWAB KERAGU-RAGUAN
Khalifah Ibrahim al-Qurasyi hafizhahullah ketika menjelaskan tentang beratnya urusan (kepemimpinan atas ummat), setelah kesyahidan Abu 'Umar al-Baghdadi rahimahullah, beliau berkata : “Telah datang saat terberat selama puncak dari penderitaan dan kesulitan, goncangan dan krisis paling berat, yang terdepan di antaranya adalah terbunuhnya pemimpin-pemimpin besar dan simbol-simbol jihad, mereka yang menerangi jalan untuk kita dengan amal, kontribusi, pengorbanan mereka, dengan darah, tulang belulang, dan jasad mereka … Di antara mereka adalah syahidnya Pahlawan Islam –sebagaimana kami mengira tentangnya– imam dan sayid di zamannya, Abu 'Abdillah Usamah bin Ladin, kebanggaan umat ini dan mahkota di zamannya yang baru.” (Wa Ya'ballahu illa An Yutima Nurah, Allah Tidak Menghendaki Selain Menyempurnakan Cahaya-Nya)
Juru bicara resmi Khilafah, Syaikh Abu Muhammad al-'Adnani hafizhahullah berkata, “Yakinlah, wahai tentara Daulah Islam, karena kita –dengan izin Allah– akan terus berada di atas manhaj Imam Syaikh Usamah, pemimpin istisyhadiyin Abu Mush'ab az-Zarqawi, pendiri Daulah Abu 'Umar al-Baghdadi, dan menteri perangnya Abu Hamzah al-Muhajir. Kita tidak akan merubah maupun berubah hingga kita merasakan apa yang telah mereka rasakan.” (Ini Bukanlah Manhaj Kami dan Tidak Akan Pernah)
Walaupun kalimat tersebut dengan jelas menegaskan pandangan baik yang dimiliki para pemimpin Daulah Islam kepada pembaharu zaman ini dan penghancur Amerika, lelaki yang sebanding dengan satu ummat, Syaikh Usamah bin Ladin rahimahullah, sebagian dari mereka yang telah dibutakan fanatisme golongan mensifatkan sebaliknya kepada Daulah Islam. Mereka melakukannya dengan merubah / mendistorsi artikel yang berjudul “Al-Qa'idah Waziristan, Sebuah Kesaksian dari Dalam” berdasarkan keinginan kelompoknya, walaupun penulisnya, seorang muhajid dari Waziristan, Abu Jarir asy-Syimali telah jelas dalam kritikannya kepada al-Qa'idah merujuk kepada apa yang dilakukan azh-Zhawahiri berupa pengembalian Tanzhim kepada kesalahannya terdahulu yang telah diperbaiki oleh Syaikh Usamah rahimahullah.
Oleh karena itu, azh-Zhawahiri telah meninggalkan warisan murni yang ditinggalkan oleh Syaikh Usamah rahimahullah kepada umat Muslim ketika beliau mendapat kesyahidan. Sebagai bantahan mendetail tentang hizbiyin dan distorsi yang berbelit-belit terhadap artikel yang disebutkan sebelumnya, silahkan merujuk kepada artikel yang ditulis oleh Abu Maisarah asy-Syami yang berjudul “Mubahalah terhadap Penipuan oleh Ruwaibidhah”.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar