Rabu, 25 April 2018

PEMBALASAN UNTUK MUSLIMAH YANG DIANIAYA OLEH SALIBIS KOPTIK MESIR

DABIQ 7 - LAPORAN

PEMBALASAN UNTUK MUSLIMAH YANG DIANIAYA OLEH SALIBIS KOPTIK MESIR

Bulan ini, tentara Khilafah wilayah Tripoli menangkap 21 salibis Koptik, hampir lima tahun setelah operasi yang diberkahi terhadap gereja Baghdad yang dilakukan sebagai pembalasan untuk Kamilia Shehata, Wafa Constantien, dan akhwat lain yang disiksa dan dibunuh oleh Geraja Koptik Mesir. Operasi itu direncanakan oleh Hudzaifah al-Battawi rahimahullah, wali wilayah Baghdad pada saat itu, bersama komandan militer senior, Abu Ibrahim az-Zaidi rahimahullah, keduanya memainkan peran penting –melalui kesabaran dan ketekunan mereka– dalam mempertahankan motivasi dari mujahidin Daulah Islam setelah kesyahidan Abu ‘Umar al-Baghdadi dan Abu Hamzah al-Muhajir rahimahumullah. Saat itu, Daulah Islam jauh dari Mesir sehingga kesulitan untuk menarget salibis Koptik di sana, tetapi para pemimpinnya tahu bahwa di balik permusuhan duniawi dan sektarian antara orang-orang kafir –sebagai kelompok maupun individu– satu sama lain, “Permusuhan antara sesama mereka adalah sangat hebat. Kamu kira mereka itu bersatu, sedang hati mereka berpecah belah. Yang demikian itu karena sesungguhnya mereka adalah kaum yang tidak mengerti” (Al-Hasyr: 14).

Orang-orang kafir yang berbeda tetap memiliki kesetiaan satu sama lain di hadapan Islam, “Adapun orang-orang yang kafir, sebagian mereka menjadi pelindung bagi sebagian yang lain. Jika kamu (hai para muslimin) tidak melaksanakan apa yang telah diperintahkan Allah itu, niscaya akan terjadi kekacauan di muka bumi dan kerusakan yang besar” (Al-Anfal: 73). “Hai orang-orang yang beriman, janganlah kamu mengambil orang-orang Yahudi dan Nasrani menjadi pemimpin-pemimpin(mu); sebagian mereka adalah pemimpin bagi sebagian yang lain” (Al-Ma’idah: 51).

Oleh karena itu, para pemimpin Daulah Islam memutuskan untuk menarget Kristen Katholik Baghdad sehingga menjadi pelajaran bagi thaghut Koptik –Shenouda– bahwa harga darah seorang seorang Muslim sangat mahal dan oleh karenanya, jika gerejanya menganiaya Muslimah di Mesir, maka dia akan secara langsung bertanggung jawab atas setiap orang Kristen yang dibunuh di manapun di dunia di mana Daulah Islam berupaya membalaskan dendamnya… Dan kematian demi kematian tidak dimulai sebelum para salibis menunjukkan keangkuhan mereka dan penolakan untuk memenuhi permintaan dari mujahidin.

Maka lebih dari seratus salibis terbunuh dan terluka hanya oleh lima orang istisyhadiyin pemberani dari Daulah Islam. Dan geraja Kristen yang berbeda-beda tidak memiliki seorangpun untuk benar-benar disalahkan atas kematian saudara-saudara mereka dalam kekafiran kecuali Shenouda …

Bukannya memberi selamat kepada Daulah Islam atas operasi yang diberkahi ini di Iraq yang dilakukan sebagai pembalasan atas saudari-saudari yang dianiaya, si hizbi ‘Azzam al-Amriki mulai memuntahkan dalam beberapa suratnya apa yang sebenarnya ada di dalam hatinya berupa dendam, dengan membela umat Katholik Eropa dalam menanggapi aksi mujahidin! Dia kemudian berusaha untuk bertindak atas dasar dendam pribadinya kepada Daulah Islam segera setelah dia menjadi pemimpin tinggi di al-Qa’idah pasca syahidnya Syaikh Usamah bin Ladin rahimahullah.

Perilaku aneh ‘Azzam al-Amriki terhadap Kristen mirip dengan yang dinyatakan oleh Aiman Azh-Zhawahiri ketika dia berkata, “Aku ingin menyatakan kembali posisi kami terhadap Kristen Koptik. Kami tidak ingin masuk ke dalam peperangan dengan mereka karena kami sibuk dengan peperangan melawan musuh terbesar dari umat [Amerika] dan karena mereka adalah partner kami dalam negara ini, partner yang mana kami berharap untuk hidup bersama dalam kedamaian dan stabilitas” [Risalah al-Amal wal Bisyr – Bagian 8].

Maka ketika Daulah Islam menarget Katholik sebagai pembalasan atas saudari-saudari yang ditahan oleh Koptik, komandan ‘Azzam al-Amriki sedang merayu pihak yang memicu perang Koptik dengan kata-kata lembut, melupakan ayat, “Muhammad itu adalah utusan Allah dan orang-orang yang bersama dengan dia adalah keras terhadap orang-orang kafir, tetapi berkasih sayang sesama mereka” (Al-Fath: 29), dan “Hai orang-orang yang beriman, barangsiapa murtad dari agamanya, maka kelak Allah akan mendatangkan suatu kaum yang Allah mencintai mereka dan merekapun mencintaiNya, yang bersikap lemah lembut terhadap orang yang mukmin, yang bersikap keras terhadap orang-orang kafir, yang berjihad dijalan Allah, dan yang tidak takut kepada celaan orang yang suka mencela” (Al-Ma’idah: 54).

Dan kemudian, lima tahun setelah operasi yang diberkahi di Iraq, Allah ta’ala menganugerahi Daulah Islam dengan ekspansinya ke Libya, Sinai, dan lainnya sehingga membuatnya mungkin untuk dengan mudah menangkap salibis Koptik –pengikut Shenouda yang telah mati dan pendukung thaghut Sisi– sebagaimana Salaf berkata, “Ganjaran dari perbuatan baik adalah perbuatan baik lainnya.” Dan karenanya, Daulah Islam melancarkan teror langsung di jantung Koptik setelah melancarkan teror kepada sekutu Katholik mereka sebelumnya, sementara orangorang yang mengklaim jihad dan hizbiyin duduk di belakang dan berpikir panjang –yang sia-sia– tentang bagaimana mereka dapat mencegah ekspansi lebih lanjut dari Khilafah…

Yang terakhir, penting bagi Muslim di manapun untuk mengetahui bahwa tidak ada keraguan di dalam pahala besar di Hari Pembalasan bagi siapa yang menumpahkan darah salibis Koptik tersebut di manapun mereka dijumpai!

Tidak ada komentar:

Posting Komentar