Selasa, 24 April 2018

PENERBITAN MATA UANG KHILAFAH

DABIQ 5 - LAPORAN

PENERBITAN MATA UANG KHILAFAH

Dalam upaya untuk memisahkan umat dari keburukan, sistem keuangan global berbasis bunga, Daulah Islam baru-baru ini mengumumkan pencetakan mata uang baru berdasarkan nilai-nilai intrinsik emas, perak, dan tembaga. Inisiatif ini merupakan langkah penting menuju pergeseran umat untuk meninggalkan penggunaan mata uang yang tidak lagi didukung oleh logam mulia, dan nilai yang terus-menerus dimanipulasi oleh bank sentral negara masing-masing.

Inisiatif ini diserukan oleh Amirul Mukminin, Khalifah Ibrāhīm Ibn 'Awwad al-Qurasyi, yang menugaskan Diwan Baitul Mal untuk mempelajari masalah ini dan mengajukan proposal yang komprehensif untuk dilaksanakan, yang kemudian disetujui oleh Dewan Syura.

Pengumuman mata uang baru ini ditampilkan dalam berbagai logam, bobot, dan denominasi, serta gambar yang akan hadir pada setiap koin dan menjelaskan makna dari setiap gambar yang ada. Gambar yang digunakan adalah perwujudan dari petunjuk umat Islam yang diambil dari Kitab Allah dan Sunnah Rasul-Nya shallallahu 'alaihi wasallam. Di antaranya adalah gambar tujuh batang gandum, melambangkan berkah shadaqah, gambar tombak dan perisai, melambangkan ketentuan seorang muslim akan jihad, dan gambar pohon kurma, melambangkan seorang muslim dengan iman yang berakar kuat, kesabaran yang membaja, dan perbuatan yang bermanfaat.

Pencetakan mata uang yang unik, yang secara khusus dilakukan kaum muslimin dan berdasarkan logam mulia terjadi pertama kali dalam era Dinasti Bani Umayah oleh khalifah 'Abdul Malik bin Marwan. Kaum Muslimin selama masa Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam, masa Khulafaur Rasyidin, dan di awal masa Daulah Umawiyah menggunakan mata uang yang diedarkan oleh kerajaan Persia dan Romawi. mereka kemudian mulai pencetakan koin versi mereka sendiri, dimana mereka merubah simbol pada koin untuk menghilangkan konotasi syirik.

'Abdul-Malik bin Marwan, bagaimanapun juga, dialah yang pertama memerintahkan pencetakan koin khusus untuk umat Islam yang tidak mengandung salah satu unsur Persia dan Roma, apakah dengan diubah atau sebaliknya. Koin ini merubah semua simbol dan tulisannya, seperti dengan tulisan kalimat syahadat atau ayat AlQur'an. Koin pertama diperkenalkan pada tahun 77 Hijriah.

Menariknya, satu set koin berisi beberapa koin awal Khilafah Umawiyah dan Eropa milik seorang kolektor dilelang satu setengah tahun yang lalu di London dengan ratusan ribu pound Inggris. Termasuk dalam set koin ini adalah koin 'Abdul-Malik bin Marwan yang disebutkan di atas.

Kita berharap kepada Allah untuk memberkahi inisiatif Daulah Islam dan membawa dinar emas, dirham perak, dan tembaga fals keluar dari ranah lelang koin langka menuju penggunaannya secara nyata dan tersebar secara luas.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar