Selasa, 24 April 2018

PERTEMPURAN Di 'AIN AL-ISLAM (KOBANE)

DABIQ 5 - LAPORAN

PERTEMPURAN Di 'AIN AL-ISLAM (KOBANE)

Sebelumnya di sebut 'Ain al-'Arab, atau Kobani, kota 'Ain al-lslam adalah target serangan dari gerak maju Daulah Islam yang dimulai hampir dua bulan yang lalu. Para mujahidin dengan cepat membuat kewalahan pertahanan yang disiapkan oleh PKK / YPG dan telah mencapai pinggiran kota, bahkan pesawat tempur Amerika mulai menargetkan posisi mujahidin untuk mendukung kelompok komunis.

Dari sana, tidak lama sebelum akhirnya mujahidin berhasil menjebol pertahanan orang-orang murtad ini dan menyerang mereka di jalan-jalan kota, seperti yang disaksikan oleh para pendukung PKK dan koresponden media, mereka menyaksikan serangan gencar dari pinggir perbatasan di Turki.

Keceriaan dan kegembiraan mereka saat melihat serangan udara terhadap mujahidin berubah menjadi kesedihan dan frustrasi, saat mereka menyadari kurangnya efek yang mereka miliki untuk menghentikan gerak maju mujahidin. Di Turki, orang-orang komunis membuat kerusuhan, dan bahkan menyerang dan membunuh kaum muslimin karena marah atas jalannya peristiwa di medan perang.

Tidak lama setelah itu, media beramai-ramai mengabarkan berita bahwa Peshmerga dan FSA Murtaddin akan mengirimkan bala bantuan. Hal ini semakin menyoroti ketidakmampuan PKK dalam melawan Daulah Islam. Mereka didukung oleh koalisi yang mempersenjatai mereka, memasok mereka, memperkuat mereka, dan bahkan memberi mereka perlindungan udara hampir setiap hari, tapi mereka masih tidak bisa menghalau para mujahidin atau bahkan menghentikan gerak maju mereka. Memang, satu-satunya hal yang menakjubkan, yang tidak ditemui oleh orang-orang kafir dan lebih membingungkan dari ketidakmampuan PKK, adalah keputusan Obama untuk terus mengandalkan ketidakmampuan PKK.

Amerika mengklaim bahwa kota ini tidak menjadi perhatian utama mereka, tapi sebagian besar serangan udara mereka yang telah dilakukan di Iraq dan Syam diarahkan terhadap pertempuran mujahidin di 'Ain al-lslam, menggiring mereka untuk menghabiskan ratusan jutaan dolar untuk usaha sia-sia, sekedar menunda sesuatu yang tak terelakkan.

Terlepas dari pemboman besar-besaran dan meningkatnya jumlah syuhada, para mujahidin telah menolak untuk mundur. Mereka akan tetap terus berusaha, dengan keyakinan akan janji kemenangan dari Allah bagi mereka yang berperang di jalan-Nya.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar