DABIQ 13 - PERBINCANGAN MUSUH
DAULAH ISLAM DALAM PERBINCANGAN MUSUH
Pada sebuah edisi majalah "TIME" yang dirilis tidak lama setelah serangan Paris yang diberkahi, Michael Morell -mantan wakil direktur CIA yang juga dua kali menjabat direktur operasinya- menulis sebuah artikel berjudul "Apa Yang Akan Datang Selanjutnya, Dan Bagaimana Kita Menanganinya? ISIS Akan Menyerang Amerika."
Meskipun ada kesalahan fatal pada judul tersebut -karena kesatria Daulah Islam telah berulang kali menyerang Amerika sebelum majalah itu dirilis, termasuk serangan yang dilakukan oleh syuhada Usama Rahim, Zale Thompson, Elton Simpson, Nadir Soofi, dan lainnya, semoga Allah menerima mereka semua, kami sajikan artikel tersebut di bawah ini.
Kekhawatiran Morell segera terjawab dengan cepat oleh dua pahlawan pemberani Khilafah: suami istri yang syahid, Syed Rizwan Farook dan Tashfeen Malik, semoga Allah menerima mereka berdua.
Ya memang, Daulah Islam telah sekali lagi menyerang Amerika di negaranya sendiri.
Meskipun demikian, salibis Michael Morell menyebutkan kata-kata berikut ini dalam artikelnya:
"ISIS menjadi ancaman besar bagi Amerika Serikat dan kepentingannya di luar negeri, dan ancaman itu tumbuh setiap hari. Sifat dan makna ancaman berasal dari fakta bahwa ISIS adalah -semua pada saat yang sama- kelompok teroris, negara dan gerakan revolusi politik. Kami tidak pernah menghadapi musuh seperti ini."
"Sebagai kelompok teroris, ISIS menjadi ancaman bagi tanah air. Ancaman itu sebagian besar tidak langsung dan disebabkan kemampuan ISIS meradikalisasi pemuda Amerika untuk melakukan serangan di sini. FBI memiliki lebih dari 900 penyelidikan terbuka terhadap ekstrimis dalam negeri, sebagian besar diradikalisasi oleh ISIS, dan sejumlah besar investigasi itu tentang mereka yang mungkin merencanakan makar di sini..."
"Ada potensi jumlah serangan (dalam negeri) berjumlah besar. Banyaknya jumlah pengikut ISIS membuat jumlah pengikut al-Qaeda terlihat kecil. Seiring waktu, ancaman tidak langsung, jika tidak dikurangi secara signifikan, akan berubah menjadi ancaman langsung, yaitu ISIS akan memiliki kemampuan untuk merencanakan dan memerintahkan serangan-serangan dalam negeri ini dari basisnya di Iraq dan Suriah, seperti yang mereka lakukan di Paris."
"Serangan seperti itu harus diperhatikan secara mendalam karena mereka berpotensi menjadi jauh lebih canggih dan kompleks -sehingga lebih berbahaya- daripada serangan dari dalam negeri, sekali lagi, seperti di Paris baru-baru ini, London tahun 2005 atau bahkan 9/11. Dan tertera dalam berita, yang harus diperhatian semua orang, ISIS telah menunjukkan minat kepada senjata pemusnah massal."
"Serangan di Paris adalah wujud pertama dari upaya ISIS untuk mengumpulkan kemampuan menyerang Eropa - upaya yang dimulai kurang dari setahun yang lalu. Kepala agen keamanan domestik Inggris baru-baru ini memperingatkan bahwa ISIS sedang merencanakan serangan massal di Inggris. Kekhawatirannya cukup beralasan. Kami tidak akan jauh di belakang."
"Sebagai negara, ISIS mengancam stabilitas regional - sebuah ancaman bagi integritas wilayah negara dan bangsa saat ini, sebuah ancaman akan berkobarnya perang sektarian di seluruh wilayah..."
"Sebagai gerakan revolusi politik, ISIS mendapat sekutu- sekutu dari kelompok ekstremis di seluruh dunia. Mereka bersepakat atas apa yang menjadi tujuan ISIS: sebuah khilafah global di mana kehidupan sehari-hari diatur oleh pandangan agama yang ekstrim. Menurut ISIS, kekhalifahan global akan meluas hingga Amerika Serikat."
"Ketika mereka bergabung dengan ISIS, afiliasi/sekutu tersebut berkembang dari berfokus pada isu-isu lokal menjadi berfokus pada perluasaan kekhalifahan. Dan target mereka berubah dari lokal menjadi internasional. Ini adalah kisah pemboman maskapai Rusia oleh kelompok ISIS di Sinai Mesir."
"ISIS telah mendapatkan afiliasi lebih cepat dari yang pernah didapat al-Qaeda. Sejak kurang dari setahun yang lalu, sekarang kelompok-kelompok militan yang berbai'at kepada ISIS di hampir 20 negara. Mereka telah melakukan serangan yang membunuh orang Amerika, dan mereka berpotensi untuk merebut wilayah yang besar..."
Morell mengakhiri artikel dengan mengatakan:
"Pak Presiden, jatuhnya pesawat Rusia dan serangan di Paris membuatnya sejelas kristal bahwa strategi kita terhadap ISIS tidak bekerja."
Ya, strategi salibis tidak bekerja karena Daulah Islam akan tetap eksis. Ini adalah negara yang melakukan teror pembalasan terhadap musuh-musuhnya yang kafir, musyrik, dan murtad. Dan ia akan terus meluas sampai panjinya berkibar di atas Konstantinopel dan Roma. Sampai saat itu, biarkan tentara salib terbiasa dengan suara ledakan dan gambar dari pembantaian di tanah air mereka sendiri.
DAULAH ISLAM DALAM PERBINCANGAN MUSUH
Pada sebuah edisi majalah "TIME" yang dirilis tidak lama setelah serangan Paris yang diberkahi, Michael Morell -mantan wakil direktur CIA yang juga dua kali menjabat direktur operasinya- menulis sebuah artikel berjudul "Apa Yang Akan Datang Selanjutnya, Dan Bagaimana Kita Menanganinya? ISIS Akan Menyerang Amerika."
Meskipun ada kesalahan fatal pada judul tersebut -karena kesatria Daulah Islam telah berulang kali menyerang Amerika sebelum majalah itu dirilis, termasuk serangan yang dilakukan oleh syuhada Usama Rahim, Zale Thompson, Elton Simpson, Nadir Soofi, dan lainnya, semoga Allah menerima mereka semua, kami sajikan artikel tersebut di bawah ini.
Kekhawatiran Morell segera terjawab dengan cepat oleh dua pahlawan pemberani Khilafah: suami istri yang syahid, Syed Rizwan Farook dan Tashfeen Malik, semoga Allah menerima mereka berdua.
Ya memang, Daulah Islam telah sekali lagi menyerang Amerika di negaranya sendiri.
Meskipun demikian, salibis Michael Morell menyebutkan kata-kata berikut ini dalam artikelnya:
"ISIS menjadi ancaman besar bagi Amerika Serikat dan kepentingannya di luar negeri, dan ancaman itu tumbuh setiap hari. Sifat dan makna ancaman berasal dari fakta bahwa ISIS adalah -semua pada saat yang sama- kelompok teroris, negara dan gerakan revolusi politik. Kami tidak pernah menghadapi musuh seperti ini."
"Sebagai kelompok teroris, ISIS menjadi ancaman bagi tanah air. Ancaman itu sebagian besar tidak langsung dan disebabkan kemampuan ISIS meradikalisasi pemuda Amerika untuk melakukan serangan di sini. FBI memiliki lebih dari 900 penyelidikan terbuka terhadap ekstrimis dalam negeri, sebagian besar diradikalisasi oleh ISIS, dan sejumlah besar investigasi itu tentang mereka yang mungkin merencanakan makar di sini..."
"Ada potensi jumlah serangan (dalam negeri) berjumlah besar. Banyaknya jumlah pengikut ISIS membuat jumlah pengikut al-Qaeda terlihat kecil. Seiring waktu, ancaman tidak langsung, jika tidak dikurangi secara signifikan, akan berubah menjadi ancaman langsung, yaitu ISIS akan memiliki kemampuan untuk merencanakan dan memerintahkan serangan-serangan dalam negeri ini dari basisnya di Iraq dan Suriah, seperti yang mereka lakukan di Paris."
"Serangan seperti itu harus diperhatikan secara mendalam karena mereka berpotensi menjadi jauh lebih canggih dan kompleks -sehingga lebih berbahaya- daripada serangan dari dalam negeri, sekali lagi, seperti di Paris baru-baru ini, London tahun 2005 atau bahkan 9/11. Dan tertera dalam berita, yang harus diperhatian semua orang, ISIS telah menunjukkan minat kepada senjata pemusnah massal."
"Serangan di Paris adalah wujud pertama dari upaya ISIS untuk mengumpulkan kemampuan menyerang Eropa - upaya yang dimulai kurang dari setahun yang lalu. Kepala agen keamanan domestik Inggris baru-baru ini memperingatkan bahwa ISIS sedang merencanakan serangan massal di Inggris. Kekhawatirannya cukup beralasan. Kami tidak akan jauh di belakang."
"Sebagai negara, ISIS mengancam stabilitas regional - sebuah ancaman bagi integritas wilayah negara dan bangsa saat ini, sebuah ancaman akan berkobarnya perang sektarian di seluruh wilayah..."
"Sebagai gerakan revolusi politik, ISIS mendapat sekutu- sekutu dari kelompok ekstremis di seluruh dunia. Mereka bersepakat atas apa yang menjadi tujuan ISIS: sebuah khilafah global di mana kehidupan sehari-hari diatur oleh pandangan agama yang ekstrim. Menurut ISIS, kekhalifahan global akan meluas hingga Amerika Serikat."
"Ketika mereka bergabung dengan ISIS, afiliasi/sekutu tersebut berkembang dari berfokus pada isu-isu lokal menjadi berfokus pada perluasaan kekhalifahan. Dan target mereka berubah dari lokal menjadi internasional. Ini adalah kisah pemboman maskapai Rusia oleh kelompok ISIS di Sinai Mesir."
"ISIS telah mendapatkan afiliasi lebih cepat dari yang pernah didapat al-Qaeda. Sejak kurang dari setahun yang lalu, sekarang kelompok-kelompok militan yang berbai'at kepada ISIS di hampir 20 negara. Mereka telah melakukan serangan yang membunuh orang Amerika, dan mereka berpotensi untuk merebut wilayah yang besar..."
Morell mengakhiri artikel dengan mengatakan:
"Pak Presiden, jatuhnya pesawat Rusia dan serangan di Paris membuatnya sejelas kristal bahwa strategi kita terhadap ISIS tidak bekerja."
Ya, strategi salibis tidak bekerja karena Daulah Islam akan tetap eksis. Ini adalah negara yang melakukan teror pembalasan terhadap musuh-musuhnya yang kafir, musyrik, dan murtad. Dan ia akan terus meluas sampai panjinya berkibar di atas Konstantinopel dan Roma. Sampai saat itu, biarkan tentara salib terbiasa dengan suara ledakan dan gambar dari pembantaian di tanah air mereka sendiri.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar