DABIQ 14 - PERBINCANGAN MUSUH
DAULAH ISLAM DALAM PERBINCANGAN MUSUH
Pada "29 Januari 2016," Ban Ki-moon -thaghut dari cabang "PBB"- merilis sebuah laporan yang panjang terkait kebangkitan kembali Khilafah. Didalamnya dia mengatakan:
"Laporan ini diajukan ... untuk memberikan sebuah laporan strategis tahap awal yang menunjukkan dan mencerminkan tingkat bahaya akan ancaman terhadap perdamaian dan keamanan internasional oleh Negara Islam ..."
"Dalam waktu kurang dari dua tahun , ISIL telah menguasai sebagian besar wilayah baik di Iraq dan Suriah, dan mengelola-nya melalui sistem yang canggih dengan struktur pendapatan pajak kuasi-birokrasi yang cukup flexibel dan beragam untuk mengkompensasi penurunan pendapatan dari satu aliran pendapatan ... mereka menggunakan sumber daya keuangan untuk mendukung kampanye militer yang sedang berlangsung, mengelola wilayah dan mendanai perluasan konflik di luar Iraq dan Suriah, dan telah mengembangkan strategi komunikasi yang sangat canggih dan efektif untuk memastikan bahwa... sudut pandang dunia beresonansi dengan ... pertumbuhan jumlah akan ... individu ... "
"Meskipun upaya masyarakat internasional untuk melawan ISIL melalui operasi militer, keuangan dan pengetatan keamanan perbatasan ... ISIL tetap terus mempertahankan eksistensinya di Iraq dan Suriah. Mereka juga memperluas ruang lingkup operasinya ke daerah lain. serangan teroris yang dilakukan di bulan-bulan terakhir tahun 2015 menunjukkan bahwa mereka mampu melakukan serangan terhadap ... target diluar wilayah yang mereka kontrol. Luasnya jangkauan khususnya ditunjukkan dengan adanya bom bunuh diri di Beirut pada 12 November 2015, serangan terkoordinasi di Paris pada 13 November 2015 dan serangan di Jakarta oleh afiliasi ISIL pada 14 Januari 2016 yang sangat menyerupai dengan serangan Paris... "
"Ekspansi terbaru dari lingkup ISIL telah mencapai Afrika Barat dan Utara, Timur Tengah serta Asia Selatan dan Tenggara dimana hal ini menunjukkan kecepatan dan skala di mana tingkat ancaman telah berevolusi hanya dalam 18 bulan. Kompleksitas serangan baru-baru ini dan tingkat perencanaan, koordinasi dan kecanggihan yang kasat mata telah menambah keprihatinan tentang evolusi-nya lagi di masa depan. Selain itu, kelompok-kelompok teroris lainnya ... cukup tertarik dengan ideologi dan mendasarinya untuk berbaiat kepada apa yang mereka sebut dengan khilafah dan yang memproklamirkan dirinya sebagai Khalifah. ISIL juga mendapatkan keuntungan dari kedatangan aliran pejuang teroris asing yang terus meninggalkan komunitas mereka untuk mengisi barisanya. Kembalinya para petempur dari medan perang Iraq dan Suriah dan wilayah konflik lainnya akan menjadi perhatian utama kedepannya, karena mereka yang kembali akan memperluas kehadiran ISIL ke Negara asal mereka dan menggunakan keterampilan dan pengalaman perang mereka untuk merekrut simpatisan baru lalu membangun jaringan teroris dan melakukan aksi teroris ... "
Laporan itu kemudian melanjutkan dengan rinci bagaimana Khilafah menerapkan syariat zakat, da’wah, jihad, jizyah, hisbah, perbudakan dan hudud –namun menyebut semua hukum ini dengan kalimat pelecehan- dan bagaimana syari'at ini dapat menimbulkan ancaman terhadap "perdamaian dan keamanan internasional" alias "tatanan dunia baru." Alih-alih menyerah dengan menyadari bahwa Khilafah di sini akan tetap ada dan akan terus berkuasa dengan syari'at dan meneror musuh-musuhnya, ia malah merekomendasikan kepada thawaghit cabang "PBB" sebagai berikut:
"Resolusi konflik yang sedang berlangsung, termasuk konflik Suriah akan berdampak langsung pada kontrol kekuatan di balik perekrutan pejuang teroris asing oleh ISIL ... demi menyambut ancaman serius yang ditimbulkan oleh ISIL, termasuk masuknya teroris asing ke Iraq dan Suriah dan aktifitas pendanaan ekstensif ISIL, adalah penting untuk mengidentifikasi resolusi politik untuk konflik Suriah. Proses ini akan membutuhkan komitmen internasional yang berkelanjutan dan efektif serta implementasi dari resolusi Dewan Keamanan 2254 (2015), yang menetapkan jalan menuju negosiasi intra-Suriah secara resmi pada proses transisi politik sesuai dengan kesepakatan Genewa tahun 2012 akan gencatan senjata nasional secara paralel."
Dengan demikian, setelah Konferensi Riyadh dari thaghut Saudi, disimpulkan bahwa Nushairiyah dan sekutu ateis mereka dari Angkatan bersenjata demokratis Suriah - dengan dukungan dan persetujuan Rusia dan Amerika – di-“Blitzkrieg” di daerah yang dipegang oleh Shahawat murtadd, pengambilan banyak kota-kota besar dan kota kecil melalui "negosiasi" dengan para pemimpin Shahawat yang merupakan bagian dari konspirasi untuk mencapai "resolusi politik untuk konflik Suriah."
Bukankah ini adalah waktu yang tepat bagi tentara Shahawat naif untuk menyadari rencana jahat di mana mereka mengabdi, lalu bertobat dari kemurtadan mereka dan bergabung dengan barisan Khilafah?
DAULAH ISLAM DALAM PERBINCANGAN MUSUH
Pada "29 Januari 2016," Ban Ki-moon -thaghut dari cabang "PBB"- merilis sebuah laporan yang panjang terkait kebangkitan kembali Khilafah. Didalamnya dia mengatakan:
"Laporan ini diajukan ... untuk memberikan sebuah laporan strategis tahap awal yang menunjukkan dan mencerminkan tingkat bahaya akan ancaman terhadap perdamaian dan keamanan internasional oleh Negara Islam ..."
"Dalam waktu kurang dari dua tahun , ISIL telah menguasai sebagian besar wilayah baik di Iraq dan Suriah, dan mengelola-nya melalui sistem yang canggih dengan struktur pendapatan pajak kuasi-birokrasi yang cukup flexibel dan beragam untuk mengkompensasi penurunan pendapatan dari satu aliran pendapatan ... mereka menggunakan sumber daya keuangan untuk mendukung kampanye militer yang sedang berlangsung, mengelola wilayah dan mendanai perluasan konflik di luar Iraq dan Suriah, dan telah mengembangkan strategi komunikasi yang sangat canggih dan efektif untuk memastikan bahwa... sudut pandang dunia beresonansi dengan ... pertumbuhan jumlah akan ... individu ... "
"Meskipun upaya masyarakat internasional untuk melawan ISIL melalui operasi militer, keuangan dan pengetatan keamanan perbatasan ... ISIL tetap terus mempertahankan eksistensinya di Iraq dan Suriah. Mereka juga memperluas ruang lingkup operasinya ke daerah lain. serangan teroris yang dilakukan di bulan-bulan terakhir tahun 2015 menunjukkan bahwa mereka mampu melakukan serangan terhadap ... target diluar wilayah yang mereka kontrol. Luasnya jangkauan khususnya ditunjukkan dengan adanya bom bunuh diri di Beirut pada 12 November 2015, serangan terkoordinasi di Paris pada 13 November 2015 dan serangan di Jakarta oleh afiliasi ISIL pada 14 Januari 2016 yang sangat menyerupai dengan serangan Paris... "
"Ekspansi terbaru dari lingkup ISIL telah mencapai Afrika Barat dan Utara, Timur Tengah serta Asia Selatan dan Tenggara dimana hal ini menunjukkan kecepatan dan skala di mana tingkat ancaman telah berevolusi hanya dalam 18 bulan. Kompleksitas serangan baru-baru ini dan tingkat perencanaan, koordinasi dan kecanggihan yang kasat mata telah menambah keprihatinan tentang evolusi-nya lagi di masa depan. Selain itu, kelompok-kelompok teroris lainnya ... cukup tertarik dengan ideologi dan mendasarinya untuk berbaiat kepada apa yang mereka sebut dengan khilafah dan yang memproklamirkan dirinya sebagai Khalifah. ISIL juga mendapatkan keuntungan dari kedatangan aliran pejuang teroris asing yang terus meninggalkan komunitas mereka untuk mengisi barisanya. Kembalinya para petempur dari medan perang Iraq dan Suriah dan wilayah konflik lainnya akan menjadi perhatian utama kedepannya, karena mereka yang kembali akan memperluas kehadiran ISIL ke Negara asal mereka dan menggunakan keterampilan dan pengalaman perang mereka untuk merekrut simpatisan baru lalu membangun jaringan teroris dan melakukan aksi teroris ... "
Laporan itu kemudian melanjutkan dengan rinci bagaimana Khilafah menerapkan syariat zakat, da’wah, jihad, jizyah, hisbah, perbudakan dan hudud –namun menyebut semua hukum ini dengan kalimat pelecehan- dan bagaimana syari'at ini dapat menimbulkan ancaman terhadap "perdamaian dan keamanan internasional" alias "tatanan dunia baru." Alih-alih menyerah dengan menyadari bahwa Khilafah di sini akan tetap ada dan akan terus berkuasa dengan syari'at dan meneror musuh-musuhnya, ia malah merekomendasikan kepada thawaghit cabang "PBB" sebagai berikut:
"Resolusi konflik yang sedang berlangsung, termasuk konflik Suriah akan berdampak langsung pada kontrol kekuatan di balik perekrutan pejuang teroris asing oleh ISIL ... demi menyambut ancaman serius yang ditimbulkan oleh ISIL, termasuk masuknya teroris asing ke Iraq dan Suriah dan aktifitas pendanaan ekstensif ISIL, adalah penting untuk mengidentifikasi resolusi politik untuk konflik Suriah. Proses ini akan membutuhkan komitmen internasional yang berkelanjutan dan efektif serta implementasi dari resolusi Dewan Keamanan 2254 (2015), yang menetapkan jalan menuju negosiasi intra-Suriah secara resmi pada proses transisi politik sesuai dengan kesepakatan Genewa tahun 2012 akan gencatan senjata nasional secara paralel."
Dengan demikian, setelah Konferensi Riyadh dari thaghut Saudi, disimpulkan bahwa Nushairiyah dan sekutu ateis mereka dari Angkatan bersenjata demokratis Suriah - dengan dukungan dan persetujuan Rusia dan Amerika – di-“Blitzkrieg” di daerah yang dipegang oleh Shahawat murtadd, pengambilan banyak kota-kota besar dan kota kecil melalui "negosiasi" dengan para pemimpin Shahawat yang merupakan bagian dari konspirasi untuk mencapai "resolusi politik untuk konflik Suriah."
Bukankah ini adalah waktu yang tepat bagi tentara Shahawat naif untuk menyadari rencana jahat di mana mereka mengabdi, lalu bertobat dari kemurtadan mereka dan bergabung dengan barisan Khilafah?
Tidak ada komentar:
Posting Komentar