Rabu, 25 April 2018

WAWANCARA DENGAN AMIR JUNUD KHILAFAH DI BENGAL, SYAIKH ABU IBRAHIM AL-HANIF

DABIQ 14 - WAWANCARA

WAWANCARA DENGAN AMIR JUNUD KHILAFAH DI BENGAL,
SYAIKH ABU IBRAHIM AL-HANIF

Bulan ini, Dabiq memiliki kesempatan untuk mewawancarai Syaikh Abu Ibrahim al-Hanif, Amir tentara Khilafah di Bengal. Kami sajikan pertanyaan kami dan jawabannya di sini.

Dabiq: Mengapa Anda bersama dengan tentara Anda memutuskan untuk membaiat Khilafah?

Syaikh Abu Ibrahim: Segala puji hanya bagi Allah, Semoga shalawat serta salam selalu tercurah pada Rasulullah Muhammad shallallahu ‘alaihi wasallam. Segala puji hanya bagi Allah yang telah mengembalikan Khilafah yang diberkahi diatas manhaj kenabian kepada kaum Muslimin setelah periode panjang penindasan dan kegelapan. Dan kami bersyukur kepada-Nya siang dan malam untuk menerima kami –Meskipun adanya dosa-dosa dan kelemahan kita- sebagai tentara khilafah yang diberkati, walillahil-hamd. Kami berbaiat kepada Khilafah karena berbagai alasan. Yang Pertama yaitu adalah kewajiban bagi setiap muslim untuk bersatu dibawah imam tunggal Quraisy dan untuk tidak bercerai berai. Allah berfirman,

{Dan berpeganglah kamu semuanya kepada tali (agama) Allah, dan janganlah kamu bercerai berai.} [Ali 'Imran: 103].

Hal ini telah disebutkan oleh Syaikh Muhammad Ibn 'Abdil Wahhab rahimahullah dalam bukunya "6 landasan pokok," di mana ia menyatakan bahwa prinsip kedua dan ketiga dari agama, setelah Tauhid pada prinsip pertama, adalah untuk tetap bersatu di bawah satu imam untuk mendengar dan mematuhinya. Kedua, kita telah melihat bahwa Khilafah yang dideklarasikan pimpinan Daulah Islam telah memenuhi semua syarat yang tuntut oleh para ulama Salaf dari Ummah. Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda,

"Barangsiapa mati tanpa memiliki baiat, maka ia mati Jahiliyah." [HR muslim dari Ibnu 'Umar].

Ketiga, kami melihat bahwa tentara salib, Rafidhah, atheis PKK, dan semua kelompok kafir lainya menyatukan barisan melawan Khilafah dan memanah dari satu busur. Dan dengan demikian, kami menyadari bahwa adalah kewajiban atas kami dan kaum mu’minin untuk bergabung dengan kamp Iman untuk melawan kamp kafir dan menyerang mereka dari busur yang sama seperti mereka. Allah subhanahu wa ta’ala berfirman,

{Adapun orang-orang yang kafir, sebagian mereka menjadi pelindung bagi sebagian yang lain. Jika kamu (hai para muslimin) tidak melaksanakan apa yang telah diperintahkan Allah itu, niscaya akan terjadi kekacauan di muka bumi dan kerusakan yang besar.} [Al-Anfal: 73].

Dabiq: Bagaimana reaksi di kalangan umat Islam dari Bengal terhadap operasi yang dilakukan oleh tentara Khilafah di sana?

Syaikh Abu Ibrahim: para muwahiddin di Bengal memberikan dukungan yang besar atas operasi kami terhadap orang-orang kafir, wal hamdu lillah. Mereka melihat kami berjuang melawan semua kafir dan penargetan kami atas tentara salib, Rafidhah, Qodiyaniyah, Hindu, misionaris, dan lain-lain dalam waktu singkat. Mereka melihat bahwa dengan bantuan Allah, sejumlah kecil Mujahidin dengan sarana terbatas dapat menarget dan mengintimidasi berbagai sekte kufur di setiap bagian dari wilayah tersebut meskipun semua klaim palsu atas keunggulan yang sering dikaitkan kepada pasukan thaghut dan didesain untuk meng-intimidasi kaum beriman. Hal ini membawa harapan bagi muslim di Bengal setelah kekosongan jihad yang lama di daerah tersebut. Dengan demikian, dengan karunia Allah kebangkitan jihad di Bengal melalui operasi kami telah membawa kebahagiaan bagi muslim di Bengal dan di manapun, juga membuat marah orang-orang kafir. Dan segala puji hanya bagi Allah.

Dabiq: apakah kemunculan tentara Khilafah di Bengal memiliki efek untuk mengintimidasi atau membungkam murtaddin yang menghina Nabi Shallallahu ‘alaihi wasallam dan mereka yang menyeru kepada sekularisme?

Syaikh Abu Ibrahim: al-hamdu lillah, munculnya pasukan Khilafah telah menakuti Kuffar di daerah ini secara umum dan khususnya atheis dan sekularis yang mengejek Islam serta Nabi kita tercinta shallallahu ‘alaihi wasallam. Ini terjadi ketika beberapa pemuka atheis di daerah tersebut mengaku telah menerima ancaman kematian dari tentara Khilafah di Bengal. Namun itu bukanlah metodologi tentara Khilafah hanya untuk mengirim ancaman untuk musuh-musuh Allah. Kami berbicara hanya dengan tindakan. Saat ini tentara kami sedang mengasah pisau untuk menyembelih atheis para pengejek Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam, dan setiap murtaddin lainnya di daerah tersebut, bi idznillah. Kami berkata sebagaimana perkataan Syaikh Usamah Ibnu Ladin rahimahullah, "Jika kebebasan kalian berbicara tidak ada batasannya, maka berlapang dadalah menerima kebebasan tindakan kami."

Dabiq: Beritahu kami tentang keadaan Islam secara umum dan keagamaan di Bengal.

Syaikh Abu Ibrahim: secara umum, penduduk Bengal mencintai Islam dan mencoba untuk berlatih beribadah dengan antusiasme yang besar. Namun, adanya ketidaktahuan yang mendalam akan al-Qur’an dan Sunnah di sini, mengakibatkan tumbuhnya sekte sesat dan kelompok murtadd. Wa Laa Hawla wa laa quwwata illa billah.

Dabiq: sekte sesat dan murtadd apa saja yang ada di Bengal?

Syaikh Abu Ibrahim: Sayangnya, ada banyak sekte sesat dan murtadd di Bengal. Pertama, ada sejumlah kecil Rafidhah di Bengal yang didanai dan didukung oleh pemerintah Iran. kedua, ada Qadiyaniyah dalam jumlah signifikan di Bengal. Ketiga, ada sejumlah besar murtaddin yang telah beralih dari Islam ke Kristen karena khotbah tipuan yang dilakukan oleh misionaris lokal dan asing dan upaya tak henti dari Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM) yang bekerja di Bengal. Dan akhirnya ada banyak Sufi penyembah kuburan dan "nabi" palsu yang menyeru manusia untuk berbuat syirik.

Dabiq: Dengan adanya pengkhianatan thaghut dan eksekusi beberapa Murtaddin dari kelompok yang disebut "Jamaat-e-Islami," apakah mereka mau mengambil pelajaran dan bertobat dari demokrasi?

Syaikh Abu Ibrahim: baru-baru ini, pemerintah thaghut telah memenjarakan dan mengeksekusi banyak pemimpin "Jamaat-e-Islami." Hal ini mirip dengan apa yang terjadi terhadap Shahawat di Iraq dan Ikhwan di Mesir, sebagaimana sunnatulloh yang tidak akan pernah berubah. Dia akan menghinakan dan menghukum di dunia dan akhirat siapapun yang membuang agamanya dan bersekutu dengan Kuffar. Ada beberapa pengikut rumput tingkat dasar dan pendukung dari "Jamaat-e-Islami" yang bertobat dari syirik dan bergabung dengan barisan tentara Khilafah di Bengal, wal hamdu lillah. Namun, pemimpin organisasi tetap bersikeras pada jalur kehancuran dan kehinaan dan terus bersaing dengan thaghut Pemerintah Hasina dalam hal siapa yang bisa lebih banyak melakukan kekufuran. Wa la Hawla wa la quwwata illa billah.

Dabiq: Pemerintah "Bangladesh" dikenal sebagai kontributor terbesar dari pasukan PBB untuk operasi "penjaga perdamaian", bagaimana ini bisa terjadi?

Syaikh Abu Ibrahim: Setelah akhir dari thaghut pro-India Mujibur Rahman tewas dalam sebuah kudeta militer, tentara murtadd Bengali dan intelijen militer (DGFI) didirikan oleh Dhiyaur Rahman yang pro thaghut "Pakistan" dengan meminjam strategi militernya dan juga bentuk dari militer "Pakistan" serta lembaga intelijennya (ISI). Sementara itu jenderal tentara Bengal tidak mampu mengambil dominasi penuh atas urusan negara seperti rekan "Pakstan" mereka meskipun banyak yang mencoba untuk melaksanakan kudeta militer, mereka adalah aktor paling kuat dalam mempertahankan eksistensi keuangan independen, karena mereka tidak sepenuhnya bergantung pada pemerintah sipil untuk pendanaan mereka. Sebaliknya, mereka lebih bergantung pada PBB dan misi "menjaga perdamaian"nya untuk menggaji perwira dan prajurit mereka yang serakah. Dan tidak peduli siapa yang memerintah sipil –apakah pro BNP "Pakistan" atau pro-India Liga Awami- yang memegang kekuasaan, mereka dengan senang hati akan membuat kesepakatan dengan jenderal militer bahwa tidak akan ada kudeta militer selama mereka berpolitik dengan membiarkan gaji tinggi tetap mengalir ke rekening mereka dari misionaris PBB, yang memungkinkan mereka untuk membeli rumah mewah dan menyimpan uang untuk pensiun. Dengan demikian, perkawinan kesejahteraan antara thaghut pemerintahan sipil dan jenderal militer murtadd yang menjual agama mereka untuk harga menyedihkan adalah alasan utama mengapa Pemerintah Bengali menjadi kontributor atas apa yang disebut “misi menjaga perdamaian ”. Dan Allah lebih mengetahui.

Dabiq: Apa pesan Anda kepada tentara murtadd Bengali yang melayani thaghut lokal atau penyembah berhala, sekutu murtadd, dan tentara salib internasional?

Syaikh Abu Ibrahim: Seruan kami kepada para tentara murtadd Bengali baik di kepolisian, tentara, intelijen, dll yang bekerja di bawah naungan thaghut Hasina adalah untuk menghidupkan kembali rasa malu, kedewasaan dan membebaskan diri dari menjadi budak seorang wanita kafir. Kami meminta mereka untuk bertobat dari pekerjaan kufur mereka sebelum kita menguasai, menangkap dan menyembelih mereka satu per satu, bi idznillah. Kami meminta mereka untuk mengambil pelajaran dari nasib Murtaddin di Iraq, Syam, Mesir, dan daerah lain dan melihat bagaimana Allah mempermalukan mereka di tangan orang-orang beriman. Kami memperingatkan pengecut dari tentara murtadd Bengali bahwa kami akan membalas atas setiap muslim yang mereka bunuh, mereka penjara dan mereka siksa ketika ditangkap bi idznillah, meskipun itu tidak terjadi sekarang. {Dan sungguh orang-orang yang membela diri sesudah teraniaya, tidak ada satu dosapun terhadap mereka.} [as-Syuro: 41].

Dabiq: Bagaimana Anda menjawab ruwaibidhah yang mencela Khilafah karena men-takfir apa yang mereka sebut partai "Islamis" eperti "Jamaat-e-Islami Bangladesh" atau partai lainnya yang serupa?

Syaikh Abu Ibrahim: "Jamaat-e-Islami Bangladesh" adalah Partai politik yang telah banyak melakukan kekufuran dan syirik. Pertama, mendukung dan menyeru Muslim di Bengal ke agama demokrasi, dan ini adalah syirik terang-terangan. Demokrasi adalah agama dengan keyakinan untuk memberikan kekuasaan kepada manusia untuk membuat undang-undang dan menetapkan halal dan haram, sedangkan itu merupakan hak Allah saja. Kedua, ia adalah organisasi nasionalis yang mempromosikan nasionalisme –seruan busuk jahiliyah. Dan siapa pun yang menyeru ke jahiliyah Kufri dan mati di atasnya maka ia di dalam neraka bahkan meskipun dia shalat, puasa, dan mengklaim sebagai seorang Muslim. Ketiga, selama periode ketika mereka berkuasa dari "2001" hingga "2006" mereka tidak pernah menerapkan hukum Allah, dan siapa pun yang tidak menghukumi dengan apa yang diturunkan oleh Allah adalah kafir. Keempat, selama periode mereka berkuasa, mereka tidak ragu untuk bersekutu dengan kuffar baik Timur dan Barat dalam melawan muwahhidin di Bengal yang ingin menegakkan hukum Allah dan barang siapa yang mengambil orang kafir sebagai sekutu dalam memerangi Muslim maka ia keluar dari ikatan Islam. Kelima, mereka telah secara resmi mengucapkan selamat kepada musyrikin Narendra Modi, Perdana Menteri India atas Kemenangan demokratisnya dan mereka juga mengucapkan selamat kepada masyarakat pagan Hindu penyembah sapi saat upacara syirik mereka. Ini hanya beberapa dari tindakan kufur dan Syirik yang dilakukan oleh organisasi murtadd ini. Organisasi yang "Membenarkan" semua tindakan kufur dan syirik terang-terangan di bawah dalih "mashlahat." Namun, satu-satunya yang benar-benar tertipu adalah pengikut mereka pada tingkat paling dasar yang jatuh dalam pidato manis pemimpin mereka.

Dabiq: Bagaimana rencna Anda untuk membantu Muslim yang lemah dan terintidas di wilayah itu, terutama orang-orang Burma?

Syaikh Abu Ibrahim: Muslim Burma telah ditindas oleh musyrik Buddha dalam jangka waktu yang panjang. Hati kami bersama mereka dan kami percaya bahwa adalah kewajiban bagi kami untuk membantu mereka dan mendukung mereka dengan setiap cara yang memungkinkan. Dan kami akan mulai meluncurkan operasi terhadap Burma setelah kami memiliki kemampuan untuk melakukannya bi idznillah. Bagaimanapun, kami yakin akan lebih efektif untuk memperkuat jihad di front Bengal sebelum sepenuhnya berpindah ke Burma, karena pertempuran dengan Murtaddin terdekat harus didahulukan daripada musuh jauh yang terdiri dari kaffir asli (kafir non-murtadd). Allah Subhanahu wa Ta’ala berfirman, {Hai orang-orang yang beriman, perangilah orang-orang kafir yang di sekitar kalian, dan hendaklah mereka menemui kekerasan pada diri kalian, dan ketahuilah, bahwasanya Allah bersama orang-orang yang bertaqwa.} [At-Taubah: 123]. Kafir rezim di Burma hanya bisa diperangi secara efektif setelah kami mengakhiri rezim murtadd Bengali, bi idznillah, seperti negara Yahudi yang tidak dapat diperangi secara efektif sampai rezim murtadd as-Sisi dan Basyar dimusnahkan terlebih dulu insya Allah. Ini adalah apa yang kami pelajari dari Qur’an, Sunnah, sejarah Khulafa' dan sejarah Perang Salib. dan Allah maha mengetahui yang terbaik.

Dabiq: Bagaimana dengan upaya da’wah di Bengal, terutama terkait seruan kepada Tauhid dan Khilafah?

Syaikh Abu Ibrahim: al-hamdu lillah upaya da’wah di Bengal mendapatkan beberapa momentum besar dan banyak umat Islam yang merspon seruan kami dan bergabung dengan barisan prajurit Khilafah. Dengan adanya penyebaran da’wah Tauhid dan khilafah di media sosial dalam berbagai bahasa, semakin banyak orang yang menyadari kebenaran dan bergegas mengikutinya, wal hamdu lillah.

Dabiq: Apakah kendala terbesar yang Anda hadapi dalam jihad di Bengal?

Syaikh Abu Ibrahim: Kendala terbesar yang kami hadapi dalam memperkuat front jihad di Bengal setelah dosa kami, adalah kurangnya pengetahuan Qur’an dan Sunnah dengan pemahaman yang benar dari Salaf diantara penduduk di wilayah tersebut. Ada banyak kelompok dan "ulama" menyimpang seperti "Jama'ah Tabligh" dan "Jamaat-e-Islami Bangladesh" yang mengajarkan pemahaman agama palsu yang menyebabkan kebingungan di kalangan rata-rata penduduk tentang kewajiban sebenarnya terhadap agama. Bahkan dia yang disebut gerakan "Ahli hadist" di Bengal hanya mengajarkan "Tauhid" sebagai pemanis bibir, "Tauhid" yang ramah dengan thaghut yang tidak menolak dan menentang thawaghit parlemen ataupun memerangi mereka untuk menegakkan agama, mereka terus menyembunyikan dari masyarakat prinsip tentang kekufuran kepada thaghut, wala 'dan baro', serta jihad sambil dengan licik mengaku sebagai pengikut salaf. Sebaliknya, mereka hanya berusaha untuk mengajak masyarakat kepada ajaran "Ulama" pro-Arab dari semenanjung Arab dan dengan ajaran corong lokal mereka dan "murid" yang telah belajar di bawah dukun dari universitas yang didirikan dan dijalankan oleh thawaghit Saudi. Dengan demikian, sangat sedikit orang di wilayah ini yang memiliki pemahaman yang benar tentang agama dan metodologi Ahlus Sunnah wal Jama'ah. Inilah tantangan terbesar kami saat ini di wilayah tersebut, dan Allah maha mengetahui yang terbaik.

Dabiq: Beritahu kami tentang sejarah Rafidhah di Bengal?

Syaikh Abu Ibrahim: Rafidhah telah lama tinggal di Bengal sejak zaman kaisar Mughal. Kuil Husseini Dalan di Dhaka dibangun pada "1642" pada masa pemerintahan Shajahan. Juga, banyak dari Nawabs (Penguasa semi-otonom di bawah kaisar Mughal) di Bengal adalah Rafidhah. Sulit untuk menemukan sejarah secara menyeluruh yang didokumentasikan dari Rafidhah di Bengal karena mereka terkenal dengan "Taqiyah." Mereka mampu untuk bercampur dan berbaur secara menyeluruh dalam populasi Sunni di sini. Saat ini ada sekitar 50.000 Rafidhiy Murtaddin yang tinggal di Bengal.

Dabiq: Bisakah Anda menjelaskan pentingnya Bengal bagi Khilafah dan jihad secara global?

Syaikh Abu Ibrahim: Bengal adalah wilayah yang penting bagi Khilafah dan jihad global karena Posisi geografis yang strategis. Bengal terletak di bagian timur dari sisi India, sedangkan wilayah Khurasan terletak di sebelah barat sisinya. Dengan demikian, dengan adanya dasar yang kuat akan jihad di Bengal akan memfasilitasi serangan gerilya terhadap India secara bersamaan dari kedua sisi dan menjadi faktor terciptanya kondisi tawahhusy di India bersama dengan bantuan dari mujahidin lokal di sana bi idznillah, sampai tentara konvensional Khilafah dapat masuk dan benar-benar membebaskan wilayah dari musyrikin setelah pertama-tama menyingkirkan rezim "Pakistan" dan "Afghan" insya Allah. Juga, jihad di Bengal adalah batu loncatan untuk jihad di Burma sebagaimana yang telah disebutkan.

Dabiq: Sangat menarik ketika mengetahui bahwa kewenangan Khilafah sepanjang sejarah tidak pernah mendapatkan tamkin nyata di Khurasan pada masa lalu. Bagaimana perasaan Anda ketika mengambil misi untuk membangun tamkin untuk Khilafah di Bengal?

Syaikh Abu Ibrahim: Sungguh, hal ini membawa suka cita dan kenyamanan atas kami setiap waktu ketika kita merenungkan fakta bahwa Allah telah memilih kami untuk menjadi bagian dari prajurit Khilafah dengan manhaj kenabian meskipun kelemahan kami begitu besar dan kekurangan kami juga banyak, wal hamdu lillah. Dan kami belumlah cukup dalam bersyukur kepada Allah untuk berkah ini. Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam telah berjanji kepada kita bahwa agama ini akan mencapai di mana malam dan siang dapat mencapainya. Dan ada hadits otentik yang dikumpulkan dalam Musnad Imam Ahmad dimana Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam menyebutkan berbagai tahap urutan yang akan dilewati Ummat hingga hari terakhir, dia shallallahu ‘alaihi wasallam diam setelah menyebutkan masa Khilafah pada manhaj kenabian, yang menunjukkan bahwa ini akan menjadi tahap akhir dari Ummat sebelum Hari penghakiman. Dengan demikian, kami yakin bahwa Khilafah yang diberkahi akan tetap berdiri hingga Hari terakhir dan bahwa semua wilayah di dunia, termasuk Bengal, cepat atau lambat berada di bawah naungannya dan dikuasai oleh apa yang telah Allah ungkapkan, insya Allah.

Memang, ini adalah berkah yang besar dari Allah bahwa Dia telah memilih kami untuk membawa menara cahaya ini di wilayah tersebut. Dan sekarang bahwa pohon Khilafah di Bengal telah tumbuh keluar dari bawah tanah dan menjadi terlihat, dan itu akan terus tumbuh dan berkembang hingga hari terakhir insya Allah, karena Allah yang Maha Penyayang akan melindunginya dari setan baik dari kalangan manusia dan jin yang berusaha untuk mencabutnya. Allah subhanahu wa ta’ala berfirman, {Mereka ingin memadamkan cahaya Allah dengan mulut (tipu daya) mereka, tetapi Allah (justru) menyempurnakan cahaya-Nya, walau orang-orang kafir membencinya."} [As-Shaff: 8]. Dan orang-orang beriman yang datang, menyirami tanaman ini dan mengurusnya sampai menjadi pohon dewasa seutuhnya akan diberi balasan terbaik, dan kami memohon kepada Allah untuk memberikan kami bagian dari balasan mereka sebagai shadaqah jariyah (amal yang berkesinambungan) sampai hari kiamat.

Dabiq: Apa peran India dan Hindu dalam perang melawan Islam dan Khilafah pada umumnya, dan di Bengal pada khususnya?

Syaikh Abu Ibrahim: Hindu, baik di Bengal maupun India selalu memerangi Islam dan kaum Muslimin. Satu-satunya perbedaannya adalah bahwa Hindu di India menunjukkan permusuhan mereka terhadap Islam dan Muslim secara terbuka sedangkan Hindu di Bengal melakukannya dengan tipu muslihat dan secara rahasia karena mereka adalah sebuah sekte minoritas di sini. Hindu di Bengal sangat aktif dalam menciptakan propaganda anti-Islam baik di media massa dan media sosial, dan juga menyebarkan fahisyah di kalangan umat Islam dari Bengal. Bahkan, sejumlah besar dari propagandis anti-Islam di Bengal sebenarnya mengikuti agama kotor penyembah sapi ini pada awalnya sebelum menjadi atheis secara utuh dan meniadakan "Agama". Selain itu, banyak dari posisi tinggi dalam kekuatan thaghut di badan kepolisian dan intelijen di Bengal sekarang diduduki oleh orang Hindu, seperti pemerintah murtadd sekuler Hasina melihat orang-orang kafir kotor sebagai loyalis partai garis keras. Lebih lanjut, umat Hindu di Bengal juga terkenal akan dukungnya kepada inteilijen india (RAW) dalam memerangi Muslim di Bengal sejak hari yang mereka sebut "Perang liberal Bangladesh" pada "1971". Jadi, kami yakin bahwa Syariah di Bengal tidak akan tegak sebelum Hindu lokal ditargetkan dan sampai keadaan polarisasi terbentuk di wilayah tersebut, yang akan membagi antara orang beriman dan kafir, bi idznillah. dan Allah lebih mengetahui.

Dabiq: Apakah Anda memiliki kemampuan untuk bekerja sama dengan wilayah Khurasan dan tentara lainnya dari Khilafah di wilayah terdekat?

Syaikh Abu Ibrahim: Dengan rahmat Allah, kita mampu menghubungi dan bekerja sama dengan mujahidin di berbagai wilayah dari Khilafah, termasuk ikhwah di Wilayah Khurasan, wal hamdu lillah. Memang, Jamaah kaum muslimin yang diwakili oleh Khilafah ini seperti satu tubuh di mana beberapa bagian tubuh yang lain bekerja sama dengan satu kepala. Kami memohon kepada Allah untuk menyatukan semua Mujahidin di bawah naungan Khilafah dan memperkuat persatuan Muslim. Aamiin.

Dabiq: Apakah Anda memiliki nasehat kepada umat Islam dari Bengal dan wilayah terdekat?

Syaikh Abu Ibrahim: Untuk kaum Muslimin di Bengal dan di wilayah terdekatnya, saya katakan: Wahai saudara-saudara saya, takutlah kepada Allah akan agama Anda dan tinggalkanlah semua sekte sesat yang sibuk menyesatkan manusia. Ikutilah jalan petunjuk yang dibawa oleh Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam dan diikuti oleh sahabatnya radhiyallahu ‘anhum, dan mereka yang meraih kemenangan besar baik di dunia dan akhirat adalah mereka yang telah diberkahi dengan petunjuk dari Allah, dan yang terburuk dari makhluk adalah mereka yang disesatkan Allah.

Allah berfirman, {Sesungguhnya orang-orang yang kafir yakni ahli Kitab dan orang-orang yang musyrik (akan masuk) ke neraka Jahannam; mereka kekal di dalamnya. Mereka itu adalah seburuk-buruk makhluk. Sesungguhnya orang-orang yang beriman dan mengerjakan amal shaleh, mereka itu adalah sebaik-baik makhluk.} [Al-Bayinah: 6-7].

Dia juga berfirman, {dan bahwa (yang Kami perintahkan ini) adalah jalanKu yang lurus, maka ikutilah dia, dan janganlah kamu mengikuti jalan-jalan (yang lain), karena jalan-jalan itu mencerai beraikan kamu dari jalanNya. Yang demikian itu diperintahkan Allah agar kamu bertaqwa.} [Al-An'am: 153].

Dan tetaplah berada di jalan yang Allah tetapkan sebagaimana orang-orang yang jujur dalam Qur’an.

Allah Subhanahu wa Ta’ala berfirman, {Sesungguhnya orang-orang yang beriman itu hanyalah orang-orang yang percaya (beriman) kepada Allah dan Rasul-Nya, kemudian mereka tidak ragu-ragu dan mereka berjuang (berjihad) dengan harta dan jiwa mereka pada jalan Allah. Mereka itulah orang-orang yang jujur.} [Al-Hujurat: 15].

Allah juga berfirman, {Hai orang-orang yang beriman bertakwalah kepada Allah, dan hendaklah kamu bersama orang-orang yang jujur.} [At-Taubah: 119].

Dan tidak ada keraguan bahwa mereka yang paling mendekati kejujuran di era dan masa ini adalah orang-orang yang telah Allah berkahi dengan kehormatan untuk membangun kembali Khilafah.

Allah berfirman, {Dan sungguh telah Kami tulis didalam Zabur sesudah (Kami tulis dalam) Lauh Mahfuzh, bahwasanya bumi ini dipusakai hamba-hambaKu yang shaleh.} [Al Anbiya ': 105].

Oleh karena itu, bersegeralah untuk berbaiat kepada Khalifah kaum Muslimin dan bergabung dalam barisan tentara Khilafah. Saya menasehati Anda untuk "mematuhi Jamaatul Muslim dan imam mereka." sebagaimana nasehat Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam kepada Hudzaifah radhiyallahu ‘anhu ketika ditanya tentang akhir zaman. Dan sesungguhnya kita sedang mendekati masa dimana pertempuran terakhir dari al-Malhamah telah dipersiapkan, dan tidak diragukan lagi kemenangan akhir hanya bagi orang-orang beriman, bi’idznillah.

Juga, saya menasehati Anda untuk bergabung dengan kami dan berjihad dengan harta dan jiwa Anda, karena itu merupakan kewajiban atas Muslim yang bermampuan. Tidak ada cara untuk menegakkan agama selain dari jalan qital. Jadi tinggalkanlah dunia kebelakang dan cepat-cepat bergabung dengan kami di medan perang. Dan ketahuilah bahwa kami tidak menyeru Anda untuk bergabung dengan kami karena jumlah kami yang sedikit atau kurangnya peralatan militer kami, karena sesungguhnya kami kuat dengan bantuan Allah saja, wal hamdu lillah. Dan kami yakin bahwa kita akan menang dengan dukungan Allah, cepat atau lambat insyaa' Allah.

Kami tidak khawatir dengan sedikitnya personel atau kurangnya peralatan militer, dan bagaimana kita bisa khawatir ketika Allah telah berfirman, {Berapa banyak terjadi golongan yang sedikit dapat mengalahkan golongan yang banyak dengan izin Allah.} [Al-Baqarah: 249]. Bagaimana bisa kita khawatir tentang kurangnya personel dan kekuatan militer karena ini sangat mirip dengan keadaan Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam dan sahabatnya pada masa awal sebelum Allah memberkahi mereka dengan kemenangan dan tamkin setelah periode panjang dari shobr dan Yaqin. Allah subhanahu wa ta’ala berfirman, {Dan ingatlah (hai para muhajirin) ketika kamu masih berjumlah sedikit, lagi tertindas di muka bumi (Mekah), kamu takut orang-orang (Mekah) akan menculik kamu, maka Allah memberi kamu tempat menetap (Madinah) dan dijadikan-Nya kamu kuat dengan pertolongan-Nya dan diberi-Nya kamu rezeki dari yang baik-baik agar kamu bersyukur.} [Al-Anfal: 26]. Bagaimana kita bisa khawatir tentang kurangnya personel atau kurangnya kekuatan ketika Allah subhanahu wa ta’ala berfirman, {Dan Allah menghindarkan orang-orang mu’min dari peperangan. Dan adalah Allah Maha Kuat lagi Maha Perkasa.} [Al-Ahzab: 25]. Bagaimana kita bisa khawatir tentang kurangnya personel atau kurangnya kekuatan ketika Allah subhanahu wa ta’ala berfirman, {Dan Kami selalu berkewajiban menolong orang-orang yang beriman.} [Ar-Rum: 47].

Kami yakin akan kemenangan kami baik di dunia maupun di akhirat insyaa Allah, karena Nabi kita shallallahu ‘alaihi wasallam yang terpercaya telah berjanji, "Akan senantiasa ada sekelompok orang dari kalangan umatku yang berperang berdasarkan urusan Allah yang mengalahkan musuh mereka. Orang yang menyelisihi mereka tidak membahayakan mereka sampai datang kiamat kepada mereka dan mereka tetap dalam keadaan seperti itu." [HR. Muslim dari 'Uqbah Ibn Amir].

Dia shallallahu ‘alaihi wasallam juga bersabda, "Akan senantiasa ada satu kelompok dari umatku yang meraih kemenangan (karena berada) di atas kebenaran, orang-orang yang menelantarkan mereka tidak akan mampu menimbulkan bahaya kepada mereka, sampai datangnya urusan Allah sementara keadaan mereka tetap seperti itu." [HR at-Tirmidzi dari Tsauban].

Dengan demikian, Wahai Muslim di Bengal, kami tidak meminta dukungan Anda karena kelemahan, karena kita akan menang dengan dukungan dari Allah saja baik Anda bergabung dengan kami atau tidak. Sebaliknya, kami mengundang Anda untuk memulai menuju kehidupan terhormat dengan menjawab panggilan dari Allah subhanahu wa ta’ala dan Nabi-Nya shallallahu ‘alaihi wasallam dan berjihad fii sabilillah sehingga Anda dapat menyelamatkan diri dari kehinaan dan hukuman baik di dunia dan akhirat. Allah subhanahu wa ta’ala berfirman, {Orang-orang yang beriman berperang di jalan Allah.} [An-Nisa': 76].

Dan Dia subhanahu wa ta’ala berfirman, {Sesungguhnya Allah menyukai orang yang berperang di jalan-Nya dalam barisan yang teratur seakan-akan mereka seperti suatu bangunan yang tersusun kokoh.} [Ash-Shaff: 4].

Jadi siapa pun diantara mereka yang mengaku beriman, biarkanlah dia bergabung dengan kami dan biarkan kami melawan orang kafir bersama-sama sebagaimana mereka memerangi kami bersama-sama. Kami memohon kepada Allah untuk memberikan kami semua pemahaman yang benar akan agama dan untuk menjaga keistiqomahan kami dalam memerangi orang-orang kafir. Aamiin.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar