DABIQ 1 - LAPORAN
PERTEMUAN SUKU-SUKU DI ALEPPO
Daulah Islam memiliki sejarah panjang dalam membangun hubungan dengan suku-suku di wilayahnya dalam upaya memperkuat barisan kaum muslimin, menyatukan mereka di bawah satu imam, dan bekerja sama menuju pembentukan Khilafah 'Ala Minhajin Nubuwah. Hal ini diwujudkan dengan menghadirkan forum antar suku, mengatasi kekhawatiran para pemimpin suku, dan menerima bai’at mereka. Ini merupakan pertemuan rutin dan berjalan dengan sukses.
Bulan lalu, atas undangan dari kepala bagian Hubungan Masyarakat Wilayah Halab (Aleppo), kepala Urusan Suku Wilayah Halab menghadiri pertemuan dengan perwakilan dari suku-suku berikut:
- Tetua dan pembesar suku-suku Albu Khamis
- Tetua dan pembesar suku-suku Banu Sa’id
- Tetua dan pembesar suku-suku Al-A’un
- Tetua dan pembesar suku-suku di wilayah Al Khafsah dan sekitarnya, yang terpenting dari mereka adalah suku-suku Al-Ghanim
Kepala Urusan Suku memulai pertemuan dengan kata-kata sambutan, penghormatan dan terima kasih atas undangan. Dia kemudian berbicara tentang fakta bahwa misi Daulah Islam bukanlah misi lokal maupun regional, melainkan global. Selain itu, ia mengajak mereka untuk menerapkan hukum syari'ah, menjalankan agama, dan menegakkan amar makruf nahi munkar.
Dia juga berbicara tentang kemenangan di Irak baru-baru ini, termasuk pembebasan Wilayah Nainawa, serta pembebasan tawanan Ahlus Sunnah, pembebasan bandara Mosul dan pangkalan militer Maliki, penghancuran perbatasan Sykes-Picot yang dengan demikian membuka jalan antara Iraq dan Syam, dan lain sebagainya. Dalam hal ini, ia menyatakan: "Kami mengumumkan kemenangan-kemenangan baru, pembangunan masa depan dari Daulah Islam dan perluasan wilayahnya."
Kepala Urusan Suku juga menekankan bahwa majelis ini bertujuan untuk membentuk pertemuan dengan suku-suku, membantu dan berkomunikasi dengan mereka, bekerja untuk memenuhi kebutuhan mereka, dan bekerja sama dengan mereka dalam kebaikan dan kebenaran.
Sebagai timbal baliknya, Daulah Islam (semoga Allah memenangkannya) meminta dari para tetua, suku-suku Arab, dan secara khusus suku Bani Sa'id, kerjasama mereka, dukungan, kesetiaan, saran, dan doa. Juga meminta mereka membantu Daulah Islam dengan harta mereka, anak-anak mereka, laki-laki mereka, senjata mereka, kekuatan mereka dan pendapat mereka, dan mendorong anak-anak mereka dan saudara-saudara mereka untuk bergabung ke dalam tubuh militer Daulah Islam.
Demikian juga, ia menanggapi beberapa isu yang beredar tentang Daulah Islam, seperti penarikan diri dan mundur dari daerah yang mereka kontrol, meninggalkan mereka dan menyerahkan mereka ke tangan rezim, tentang ekstrimisme, takfir, kekerasan dan pengusiran.
Selain itu, tercatat manfaat dan layanan yang akan diberikan oleh Daulah Islam, di antaranya:
-Mengembalikan hak dan properti kepada pemiliknya yang sah
- Mengalokasikan jutaan dollar untuk pelayanan kepentingan kaum muslimin
- Keamanan dan stabilitas dinikmati oleh daerah yang berada di bawah otoritas Daulah Islam
- Memastikan ketersediaan produk makanan dan komoditas di pasar, terutama roti
- Mengurangi tingkat kejahatan
- Mengembangkan hubungan antara Daulah Islam dan warganya
Selama pertemuan, ada sejumlah hal yang diminta dari pejabat suku, yang paling penting di antaranya adalah sebagai berikut:
- Mengumpulkan zakat dan menyalurkannya ke kantor zakat di seluruh wilayah ini
- Menyiapkan daftar dengan nama-nama anak yatim, janda dan yang membutuhkan sehingga zakat dan shadaqah dapat didistribusikan kepada mereka
- Mendorong pemuda untuk bergabung ke barisan Daulah Islam
- Menyerahkan senjata apapun yang diperoleh dari rezim atau FSA
- Mendesak para pasukan yang melawan Daulah Islam untuk bertobat sebelum mereka ditangkap
Pada akhir pertemuan itu, beberapa para tetua suku dan pembesar yang hadir mengumumkan bai'at mereka kepada Daulah Islam.
Belum lama ini, perwakilan dari Daulah Islam juga menghadiri pertemuan lain seperti pertemuan para pemimpin suku di Wilayah Halab, memenuhi undangan kehormatan dari tetua dan pembesar dari suku Bu Batush. Pertemuan berlangsung di Tal Fiddah di daerah Maskanah, ada sejumlah amir Daulah Islam, komandan, dan prajurit yang hadir. Pertemuan itu ditutup dengan para tetua, pembesar, dan banyak anggota suku ini memberikan bai'at untuk Daulah Islam dan berjanji untuk membela dan mendukungnya.
PERTEMUAN SUKU-SUKU DI ALEPPO
Daulah Islam memiliki sejarah panjang dalam membangun hubungan dengan suku-suku di wilayahnya dalam upaya memperkuat barisan kaum muslimin, menyatukan mereka di bawah satu imam, dan bekerja sama menuju pembentukan Khilafah 'Ala Minhajin Nubuwah. Hal ini diwujudkan dengan menghadirkan forum antar suku, mengatasi kekhawatiran para pemimpin suku, dan menerima bai’at mereka. Ini merupakan pertemuan rutin dan berjalan dengan sukses.
Bulan lalu, atas undangan dari kepala bagian Hubungan Masyarakat Wilayah Halab (Aleppo), kepala Urusan Suku Wilayah Halab menghadiri pertemuan dengan perwakilan dari suku-suku berikut:
- Tetua dan pembesar suku-suku Albu Khamis
- Tetua dan pembesar suku-suku Banu Sa’id
- Tetua dan pembesar suku-suku Al-A’un
- Tetua dan pembesar suku-suku di wilayah Al Khafsah dan sekitarnya, yang terpenting dari mereka adalah suku-suku Al-Ghanim
Kepala Urusan Suku memulai pertemuan dengan kata-kata sambutan, penghormatan dan terima kasih atas undangan. Dia kemudian berbicara tentang fakta bahwa misi Daulah Islam bukanlah misi lokal maupun regional, melainkan global. Selain itu, ia mengajak mereka untuk menerapkan hukum syari'ah, menjalankan agama, dan menegakkan amar makruf nahi munkar.
Dia juga berbicara tentang kemenangan di Irak baru-baru ini, termasuk pembebasan Wilayah Nainawa, serta pembebasan tawanan Ahlus Sunnah, pembebasan bandara Mosul dan pangkalan militer Maliki, penghancuran perbatasan Sykes-Picot yang dengan demikian membuka jalan antara Iraq dan Syam, dan lain sebagainya. Dalam hal ini, ia menyatakan: "Kami mengumumkan kemenangan-kemenangan baru, pembangunan masa depan dari Daulah Islam dan perluasan wilayahnya."
Kepala Urusan Suku juga menekankan bahwa majelis ini bertujuan untuk membentuk pertemuan dengan suku-suku, membantu dan berkomunikasi dengan mereka, bekerja untuk memenuhi kebutuhan mereka, dan bekerja sama dengan mereka dalam kebaikan dan kebenaran.
Sebagai timbal baliknya, Daulah Islam (semoga Allah memenangkannya) meminta dari para tetua, suku-suku Arab, dan secara khusus suku Bani Sa'id, kerjasama mereka, dukungan, kesetiaan, saran, dan doa. Juga meminta mereka membantu Daulah Islam dengan harta mereka, anak-anak mereka, laki-laki mereka, senjata mereka, kekuatan mereka dan pendapat mereka, dan mendorong anak-anak mereka dan saudara-saudara mereka untuk bergabung ke dalam tubuh militer Daulah Islam.
Demikian juga, ia menanggapi beberapa isu yang beredar tentang Daulah Islam, seperti penarikan diri dan mundur dari daerah yang mereka kontrol, meninggalkan mereka dan menyerahkan mereka ke tangan rezim, tentang ekstrimisme, takfir, kekerasan dan pengusiran.
Selain itu, tercatat manfaat dan layanan yang akan diberikan oleh Daulah Islam, di antaranya:
-Mengembalikan hak dan properti kepada pemiliknya yang sah
- Mengalokasikan jutaan dollar untuk pelayanan kepentingan kaum muslimin
- Keamanan dan stabilitas dinikmati oleh daerah yang berada di bawah otoritas Daulah Islam
- Memastikan ketersediaan produk makanan dan komoditas di pasar, terutama roti
- Mengurangi tingkat kejahatan
- Mengembangkan hubungan antara Daulah Islam dan warganya
Selama pertemuan, ada sejumlah hal yang diminta dari pejabat suku, yang paling penting di antaranya adalah sebagai berikut:
- Mengumpulkan zakat dan menyalurkannya ke kantor zakat di seluruh wilayah ini
- Menyiapkan daftar dengan nama-nama anak yatim, janda dan yang membutuhkan sehingga zakat dan shadaqah dapat didistribusikan kepada mereka
- Mendorong pemuda untuk bergabung ke barisan Daulah Islam
- Menyerahkan senjata apapun yang diperoleh dari rezim atau FSA
- Mendesak para pasukan yang melawan Daulah Islam untuk bertobat sebelum mereka ditangkap
Pada akhir pertemuan itu, beberapa para tetua suku dan pembesar yang hadir mengumumkan bai'at mereka kepada Daulah Islam.
Belum lama ini, perwakilan dari Daulah Islam juga menghadiri pertemuan lain seperti pertemuan para pemimpin suku di Wilayah Halab, memenuhi undangan kehormatan dari tetua dan pembesar dari suku Bu Batush. Pertemuan berlangsung di Tal Fiddah di daerah Maskanah, ada sejumlah amir Daulah Islam, komandan, dan prajurit yang hadir. Pertemuan itu ditutup dengan para tetua, pembesar, dan banyak anggota suku ini memberikan bai'at untuk Daulah Islam dan berjanji untuk membela dan mendukungnya.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar