Selasa, 24 April 2018

PESAN DARI SOTLOFF KEPADA IBUNYA, BEBERAPA HARI SEBELUM DIA DIEKSEKUSI

DABIQ 4 - SPESIAL

PESAN DARI SOTLOFF KEPADA IBUNYA,
BEBERAPA HARI SEBELUM DIA DIEKSEKUSI

Di bawah ini Anda akan membaca pesan yang dikirim oleh Steven Sotloff untuk ibunya beberapa hari sebelum eksekusi. Sekali lagi, pembunuhannya adalah konsekuensi atas arogansi AS dan pelanggaran yang semua warga AS bertanggung jawab karena mereka diwakili oleh pemerintah yang telah mereka pilih, disetujui, dan didukung melalui pemilihan suara, jajak pendapat, dan pajak.

Kasus Steven Sotloff berisi sanggahan langsung terhadap orang-orang yang menggambarkan bahwa jurnalis Barat dan pembawa misi bantuan kemanusiaan sebagai murni tidak bersalah. Untuk pria ini, dia adalah seorang Yahudi dan warga negara Yahudi. Selain bekerja untuk media Salib, termasuk TIME, National Interest, Kebijakan Luar Negeri, Christian Science Monitor, dan Long War Journal, ia juga "pekerja lepas" untuk dua publikasi Yahudi – The Jerusalem Report dan The Jerusalem Post.

Perang melawan Islam demi Taghut adalah perang media serta pertempuran militer dan intelijen. Sekarang tidak mengejutkan jika kemudian diketahui ada puluhan spesialis yang dipekerjakan untuk menyembunyikan identitas Yahudinya dari dunia sebelum dia dieksekusi. Operasi intelijen ini dilakukan dalam kerjasama dengan negara dan media Yahudi. Jadi biarkan saja orang-orang yang berhati lemah dan berpenyakit hati ini bangun sebelum membela "warga sipil yang tidak bersalah" ini.

Untuk Ibu,
Aku tidak punya banyak waktu dan mungkin tidak akan mendapatkan kesempatan ini lagi, jadi aku langsung ke titik masalahnya.

Video publikmu belum lama ini untuk memohon kepada Khilafah agar tidak membunuhku telah diterima dengan terang dan jelas oleh mereka. Namun, hal ini sendiri tidak cukup untuk menyelamatkanku. Meskipun aku telah diberitahu bahwa serangan udara di Iraq telah dihentikan, sehingga memberiku ruang untuk sejenak bernapas dan bersyukur kepada Tuhan, aku yakin bahwa itu sepertinya tidak cukup Mom karena keputusan Obama baru-baru ini untuk menerbangkan pesawat mata-mata di atas Suriah dan di wilayah udara Daulah Islam hanya semakin menjengkelkan dan membuat marah penculikku. Ini jelas karena pemerintah AS campur tangan lagi dalam urusan Daulah Islam.

Sebagaimana aku seorang jurnalis, mereka tahu ini. Aku sudah berulang kali mengatakan kepada mereka akan hal ini, tapi seperti yang mereka selalu katakan, apakah serangan udara AS membedakan antara orang-orang yang bersenjata dan orang-orang yang tidak bersenjata? Tentu saja mereka tidak. Memohon Khilafah kesempatan agar aku bisa hidup tidak akan membantu salah satu dari kita, karena semua ini ada di keputusan Obama berikutnya. Sebagaimana yang engkau dan dunia saksikan dalam video terakhir, pesannya adalah hidupku tergantung pada keputusan Obama berikutnya.

Ibu, tolong jangan biarkan Obama membunuhku. Jangan biarkan dia pergi dengan pembunuhan lagi. Apa yang tidak dimengerti pemerintah kita? Jangan terlibat dalam urusan internal dan eksternal Daulah Islam. Biarkan mereka menjalani perang mereka sendiri.

Mom, Engkau masih bisa menyelamatkan hidupku, seperti keluarga dari teman satu selku sebelumnya yang aku yakin Engkau sudah bertemu. Tekanlah pemerintah untuk tidak melibatkan diri dalam urusan orang-orang ini.

Pada saat pemerintah Obama tetap malakukannya, ini bisa sangat pasti menjadi saat yang terakhir engkau mendengar dariku. Tolong jangan biarkan hal itu terjadi. Berjuanglah untukku.

Aku mencintaimu.
(Selesai)

"SEBAGAIMANA AKU SEORANG WARTAWAN, MEREKA JUGA TAHU INI. AKU SUDAH BERULANG KALI MENGATAKAN KEPADA MEREKA AKAN HAL INI, TAPI MEREKA SELALU MENGATAKAN, APAKAH KETIKA AMERIKA MELAKUKAN SERANGAN UDARA MEREKA PERNAH MEMBEDAKAN ORANG-ORANG YANG BERSENJATA DAN YANG TIDAK? BEGITU JUGA MEREKA TIDAK."
(STEVEN SOTLOFF)

Sekitar tengah malam pada hari Ahad, "14/15 September 2014", tentara salib membuntuti rombongan kendaraan yang mengangkut keluarga (perempuan dan anak-anak) tentara Daulah Islam dari wilayah al-Barakah ke wilayah Nainawa. Para wanita dan anak-anak meninggalkan kendaraan di dekat Sinjar setelah melihat bahwa rombongan sedang diikuti oleh pesawat-pesawat tempur AS dan drone. Mereka kemudian berlindung di rumahrumah di dekatnya. Setelah beberapa kendaraan ditembak di dekat mereka, sejumlah wanita menjadi takut dan melarikan diri dari salah satu rumah.

Mereka kemudian diserang oleh jet tentara salib. Tentara salib membenarkan tindakan tersebut untuk diri mereka sendiri dengan dalih "Collateral damage" sementara mengecam orang lain dengan "terorisme." Sembilan wanita dan lima anak-anak tewas dalam kejahatan ini. Demi Allah, darah mereka tidak akan dilupakan ...

Berikut ini adalah gambar dari pembantaian AS atas keluarga muslim pada "14/15 September" sepertinya untuk melanggengkan "kepentingan" Amerika .

Sotloff dieksekusi bekenaan dengan terbunuhnya sejumlah kaum muslimin di Iraq oleh Amerika. Serangan udara Amerika juga telah membunuh beberapa keluarga muslim pada 15 September setelah kematian Sotloff.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar