DABIQ 13 - PENGANTAR
SERANGAN HEROIK PASANGAN KSATRIA KHILAFAH DI AMERIKA
Seiring dengan terus berlanjutnya peperangan pasukan Salibis pimpinan Amerika melawan Khilafah, kian banyak kaum Muslimin yang terus menunjukkan kesediaan mereka untuk mengorbankan segala hal yang berharga demi memenuhi kewajiban mereka kepada Allah. Tatkala banyak kaum Muslimin terus melakukannya dengan cara berhijrah ke Daulah Islamiyah, yang lainnya melakukannya dengan cara meneror Salibis di benteng mereka sendiri. Sebagaimana yang Syed Rizwan Farook dan istrinya Tasyfeen Malik melakukan serangan terhadap kuffar di San Bernardino, California dan berhasil membunuh 14 orang dan melukai 22 lainnya.
Ketika operasi berlangsung, Tasyfeen Malik memposting pernyataan secara online menegaskan kembali bai'at mereka untuk Amirul Mu'minin, Syaikh Abu Bakar Al-Baghdadi hafizhahullah. Dia dan suaminya kemudian terlibat baku tembak dengan aparat keamanan dan gugur, memperoleh kesyahidan di jalan Allah. Demikian penilaian kami, sedangkan Allah adalah sebaik-baik penilai. Sehingga, seruan Khilafah kepada kaum Muslimin untuk menyerang Salibis di negeri mereka sendiri telah dijawab sekali lagi, namun serangan kali ini unik. Mujahid yang terlibat tidak hanya berjalan sendiri di jalan jihad yang mulia ini. Justru, ia melakukan aksi ini bersama istrinya, sehingga keduanya saling tolong menolong dalam kebaikan dan taqwa.
Allah berfirman : "Orang-orang yang beriman, lelaki dan perempuan, sebagian mereka adalah penolong bagi sebagian lain. Mereka menyuruh kepada yang ma'ruf, mencegah dari yang munkar, mendirikan shalat, menunaikan zakat dan mereka taat kepada Allah dan RasulNya. Mereka itu akan diberi rahmat oleh Allah, sesungguhnya Allah Maha Perkasa lagi Maha Bijaksana." (At-Taubah : 71)
Nabi shallallahu 'alaihi wasallam bersabda : "Semoga Allah merahmati seorang laki-laki yang bangun di malam hari lalu shalat dan membangunkan istrinya untuk shalat, dan jika dia enggan, ia memercikan air di wajahnya. Semoga Allah merahmati seorang wanita yang bangun di malam hari dan shalat dan membangunkan suaminya untuk shalat, dan jika dia enggan, ia memercikkan air di wajahnya." (HR Abu Dawud, an-Nasa'i, dan lainnya dari sahabat Abu Hurairah).
Jika itu adalah doa Nabi shallallahu 'alaihi wasallam untuk suami istri yang tolong menolong dalam rangka bangun tidur untuk qiyamul lail, betapa jauh lebih layak dan lebih banyak rahmat Allah atas sepasang suami istri yang berbaris bersama melawan Salibis untuk membela Khilafah. Dan istri dari saudara yang diberkahi ini menemaninya meskipun berperang tidak wajib atasnya, namun ia tidak ingin kehilangan kesempatan mendapatkan kesyahidan di saat banyak "pria" umat ini berpaling dari kewajiban jihad.
Ditambah lagi, mereka tidak tertahan oleh hal duniawi dari memenuhi kewajiban mereka kepada Allah, dan membuktikan bahwa mereka siap mengorbankan apa yang paling mereka sayangi demi memenuhi panggilan Allah, karena mereka tidak hanya meninggalkan kehidupan mereka yang nyaman, namun sebelum beraksi mereka meninggalkan bayi perempuan mereka dalam perawatan orang lain, sebab mereka tahu mungkin tidak akan melihatnya lagi dalam kehidupan di dunia ini. Pengorbanan seperti ini mencerminkan penderitaan dan kesulitan yang dihadapi oleh begitu banyak muslimin yang telah menempuh jalan hijrah ke bumi jihad. Banyak dari mereka dipaksa memilih antara meninggalkan kenyamanan, kemewahan, keluarga, teman, istri, anak-anak, kekayaan dan bisnis mereka. Atau meninggalkan jihad di Jalan Allah.
Allah berfirman : "Jika bapak-bapak, anak-anak, saudara-saudara, istri-istri, keluargamu, harta kekayaan yang kamu usahakan, perdagangan yang kamu khawatirkan kerugiannya, dan tempat tinggal yang kamu sukai, lebih kamu cintai dari Allah dan Rosul-Nya, serta berjihad di jalan-Nya, maka tunggulah hingga Allah mendatangkan keputusannya. Dan Allah tidak memberi petunjuk kepada orang-orang yang fasiq. (QS. At-Taubah : 24)
Jadi, Syed Ridwan Farook dan istrinya lebih memilih Allah dan akhirat daripada dunia seperti yang dilakukan para Sahabat sebelum mereka. Bagi yang ingin mengetahui, bagaimana mungkin seseorang bisa meninggalkan anak-anak mereka di belakang untuk berperang dan terbunuh di jalan Allah, kami ingatkan akan janji Allah yang menjaga apa-apa yang ditinggalkan oleh orang-orang beriman.
Allah berfirman : "Sesungguhnya orang-orang yang mengatakan: Rabb kami ialah Allah" kemudian mereka meneguhkan pendirian mereka, maka malaikat akan turun kepada mereka (dengan mengatakan): "Janganlah kamu merasa takut dan janganlah kamu merasa sedih; dan bergembiralah kamu dengan (memperoleh) surga yang telah dijanjikan Allah kepadamu". Kami lah Pelindung-pelindungmu dalam kehidupan dunia dan di akhirat..." (QS. Fushilat : 30-31)
Imam Mujahid, seorang Tabi'in ahli tafsir yang mu'tabar, mengatakan bahwa makna "Janganlah kamu merasa takut dan janganlah kamu merasa sedih" adalah "Janganlah kamu merasa takut terhadap apa yang akan kamu hadapi di akhirat, dan janganlah kamu bersedih atas apa yang kamu tinggalkan duniamu, termasuk keluarga dan anak-anak, sebab kami akan menjaga mereka semua untukmu." (Ath-Thabari)
Jadi orang beriman yang berjual beli dengan Allah tidak akan pernah rugi, justru akan selalu beruntung.
"Hai orang-orang yang beriman, sukakah kamu Aku tunjukkan suatu perniagaan yang dapat menyelamatkan kamu dari azab yang pedih? (yaitu) kamu beriman kepada Allah dan Rasul-Nya dan berjihad di jalan Allah dengan harta dan jiwamu. Itulah yang lebih baik bagi kamu jika kamu mengetahuinya, niscaya Allah akan mengampuni dosa-dosamu dan memasukkan kamu ke dalam surga yang mengalir di bawahnya sungai-sungai, dan (memasukkan kamu) ke tempat tinggal yang baik di dalam surga Adn. Itulah keberuntungan yang besar." (QS. Ash-Shaff : 10-12)
Semoga Allah menerima pengorbanan mulia dari saudara Syed Rizwan Farook dan istrinya yang diberkahi, menggolongkan keduanya di barisan syuhada, dan menjadikan amal mereka sebagai sarana untuk membangunkan lebih banyak muslim di Amerika, Eropa dan Australia.
SERANGAN HEROIK PASANGAN KSATRIA KHILAFAH DI AMERIKA
Seiring dengan terus berlanjutnya peperangan pasukan Salibis pimpinan Amerika melawan Khilafah, kian banyak kaum Muslimin yang terus menunjukkan kesediaan mereka untuk mengorbankan segala hal yang berharga demi memenuhi kewajiban mereka kepada Allah. Tatkala banyak kaum Muslimin terus melakukannya dengan cara berhijrah ke Daulah Islamiyah, yang lainnya melakukannya dengan cara meneror Salibis di benteng mereka sendiri. Sebagaimana yang Syed Rizwan Farook dan istrinya Tasyfeen Malik melakukan serangan terhadap kuffar di San Bernardino, California dan berhasil membunuh 14 orang dan melukai 22 lainnya.
Ketika operasi berlangsung, Tasyfeen Malik memposting pernyataan secara online menegaskan kembali bai'at mereka untuk Amirul Mu'minin, Syaikh Abu Bakar Al-Baghdadi hafizhahullah. Dia dan suaminya kemudian terlibat baku tembak dengan aparat keamanan dan gugur, memperoleh kesyahidan di jalan Allah. Demikian penilaian kami, sedangkan Allah adalah sebaik-baik penilai. Sehingga, seruan Khilafah kepada kaum Muslimin untuk menyerang Salibis di negeri mereka sendiri telah dijawab sekali lagi, namun serangan kali ini unik. Mujahid yang terlibat tidak hanya berjalan sendiri di jalan jihad yang mulia ini. Justru, ia melakukan aksi ini bersama istrinya, sehingga keduanya saling tolong menolong dalam kebaikan dan taqwa.
Allah berfirman : "Orang-orang yang beriman, lelaki dan perempuan, sebagian mereka adalah penolong bagi sebagian lain. Mereka menyuruh kepada yang ma'ruf, mencegah dari yang munkar, mendirikan shalat, menunaikan zakat dan mereka taat kepada Allah dan RasulNya. Mereka itu akan diberi rahmat oleh Allah, sesungguhnya Allah Maha Perkasa lagi Maha Bijaksana." (At-Taubah : 71)
Nabi shallallahu 'alaihi wasallam bersabda : "Semoga Allah merahmati seorang laki-laki yang bangun di malam hari lalu shalat dan membangunkan istrinya untuk shalat, dan jika dia enggan, ia memercikan air di wajahnya. Semoga Allah merahmati seorang wanita yang bangun di malam hari dan shalat dan membangunkan suaminya untuk shalat, dan jika dia enggan, ia memercikkan air di wajahnya." (HR Abu Dawud, an-Nasa'i, dan lainnya dari sahabat Abu Hurairah).
Jika itu adalah doa Nabi shallallahu 'alaihi wasallam untuk suami istri yang tolong menolong dalam rangka bangun tidur untuk qiyamul lail, betapa jauh lebih layak dan lebih banyak rahmat Allah atas sepasang suami istri yang berbaris bersama melawan Salibis untuk membela Khilafah. Dan istri dari saudara yang diberkahi ini menemaninya meskipun berperang tidak wajib atasnya, namun ia tidak ingin kehilangan kesempatan mendapatkan kesyahidan di saat banyak "pria" umat ini berpaling dari kewajiban jihad.
Ditambah lagi, mereka tidak tertahan oleh hal duniawi dari memenuhi kewajiban mereka kepada Allah, dan membuktikan bahwa mereka siap mengorbankan apa yang paling mereka sayangi demi memenuhi panggilan Allah, karena mereka tidak hanya meninggalkan kehidupan mereka yang nyaman, namun sebelum beraksi mereka meninggalkan bayi perempuan mereka dalam perawatan orang lain, sebab mereka tahu mungkin tidak akan melihatnya lagi dalam kehidupan di dunia ini. Pengorbanan seperti ini mencerminkan penderitaan dan kesulitan yang dihadapi oleh begitu banyak muslimin yang telah menempuh jalan hijrah ke bumi jihad. Banyak dari mereka dipaksa memilih antara meninggalkan kenyamanan, kemewahan, keluarga, teman, istri, anak-anak, kekayaan dan bisnis mereka. Atau meninggalkan jihad di Jalan Allah.
Allah berfirman : "Jika bapak-bapak, anak-anak, saudara-saudara, istri-istri, keluargamu, harta kekayaan yang kamu usahakan, perdagangan yang kamu khawatirkan kerugiannya, dan tempat tinggal yang kamu sukai, lebih kamu cintai dari Allah dan Rosul-Nya, serta berjihad di jalan-Nya, maka tunggulah hingga Allah mendatangkan keputusannya. Dan Allah tidak memberi petunjuk kepada orang-orang yang fasiq. (QS. At-Taubah : 24)
Jadi, Syed Ridwan Farook dan istrinya lebih memilih Allah dan akhirat daripada dunia seperti yang dilakukan para Sahabat sebelum mereka. Bagi yang ingin mengetahui, bagaimana mungkin seseorang bisa meninggalkan anak-anak mereka di belakang untuk berperang dan terbunuh di jalan Allah, kami ingatkan akan janji Allah yang menjaga apa-apa yang ditinggalkan oleh orang-orang beriman.
Allah berfirman : "Sesungguhnya orang-orang yang mengatakan: Rabb kami ialah Allah" kemudian mereka meneguhkan pendirian mereka, maka malaikat akan turun kepada mereka (dengan mengatakan): "Janganlah kamu merasa takut dan janganlah kamu merasa sedih; dan bergembiralah kamu dengan (memperoleh) surga yang telah dijanjikan Allah kepadamu". Kami lah Pelindung-pelindungmu dalam kehidupan dunia dan di akhirat..." (QS. Fushilat : 30-31)
Imam Mujahid, seorang Tabi'in ahli tafsir yang mu'tabar, mengatakan bahwa makna "Janganlah kamu merasa takut dan janganlah kamu merasa sedih" adalah "Janganlah kamu merasa takut terhadap apa yang akan kamu hadapi di akhirat, dan janganlah kamu bersedih atas apa yang kamu tinggalkan duniamu, termasuk keluarga dan anak-anak, sebab kami akan menjaga mereka semua untukmu." (Ath-Thabari)
Jadi orang beriman yang berjual beli dengan Allah tidak akan pernah rugi, justru akan selalu beruntung.
"Hai orang-orang yang beriman, sukakah kamu Aku tunjukkan suatu perniagaan yang dapat menyelamatkan kamu dari azab yang pedih? (yaitu) kamu beriman kepada Allah dan Rasul-Nya dan berjihad di jalan Allah dengan harta dan jiwamu. Itulah yang lebih baik bagi kamu jika kamu mengetahuinya, niscaya Allah akan mengampuni dosa-dosamu dan memasukkan kamu ke dalam surga yang mengalir di bawahnya sungai-sungai, dan (memasukkan kamu) ke tempat tinggal yang baik di dalam surga Adn. Itulah keberuntungan yang besar." (QS. Ash-Shaff : 10-12)
Semoga Allah menerima pengorbanan mulia dari saudara Syed Rizwan Farook dan istrinya yang diberkahi, menggolongkan keduanya di barisan syuhada, dan menjadikan amal mereka sebagai sarana untuk membangunkan lebih banyak muslim di Amerika, Eropa dan Australia.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar