DABIQ 14 - PENDAHULUAN
SERANGAN TEROR JUNUD KHILAFAH DI BELGIA
Segala puji hanya bagi Allah yang maha menciptakan. Semoga shalawat serta salam selalu tercurah pada Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam, keluarganya, sahabat dan pengikutnya. Amma ba’du:
Selama hampir dua tahun, kaum muslimin di bumi Khilafah telah menyaksikan saudara dan anak-anak-nya yang tercinta tanpa henti dibom oleh pesawat-pesawat tempur tentara salib. Adegan pembantaian, tertumpahnya darah dan tercecernya anggota badan hingga tersebar di jalan-jalan telah menjadi hal yang lumrah bagi kaum mu’minin. Benih kerinduan untuk membalas dendam telah mekar dan berkembang di hati para janda yang berduka, yatim piatu yang tertekan dan tentara yang bersungguh-sungguh; dan kini buah-buah tersebut telah siap untuk dipanen.
Salibis mengaku bahwa mereka-lah yang memikul dan memperjuangkan "kebebasan" dan "keadilan" bagi setiap bangsa yang tertindas di dunia, meskipun pada kenyataannya kekejaman mereka tidaklah mengenal batas ketika mereka menghadapi kaum Muslimin. Dan hanya masalah waktu saja sebelum kemurkaan umat ini ditimpakan kepada mereka hingga membangunkannya akan kenyataan.
Kematian seorang Muslim, tidak peduli apapun perannya dalam masyarakat, adalah lebih berat bagi seorang mu’min daripada pembantaian terhadap semua orang kafir di muka bumi. Syari’at telah menyeru untuk menginvasi seluruh tanah kafir, dan tentu saja ini dimulai dengan negara agresor sebelum bangsa-bangsa yang tidak aktif berperang melawan Khilafah. Ini adalah kenyataan yang jelas bahwa setiap kafir yang berdiri menghalangi Daulah Islam akan dibunuh, tanpa belas kasihan dan tanpa penyesalan, sampai umat Islam tidak lagi menderita dan pemerintahan sepenuhnya hanya untuk Allah.
Brussel, jantung Eropa telah diserang, Darahnya ditumpahkan ke tanah di titik vitalnya, diinjak-injak di bawah kaki para mujahidin. Api yang mereka nyalakan tahun lalu di Iraq sekarang telah menghanguskan medan pertempuran dari Belgia, dan akan segera menyebar ke seluruh Negara salib di Eropa dan Barat. Paris adalah peringatan dan Brussel adalah pengingat. Sedang apa yang akan datang akan lebih dahsyat dan lebih pahit dengan izin Allah, dan Allah berkuasa atas urusan-Nya tetapi kebanyakan manusua tidak mengetahui. Setelah mengambil pelajaran selama beberapa tahun yang dihabiskan dalam perang paling dahsyat dan keras dalam sejarah perang modern, tentara Daulah Islam menjanjikan kepada mereka perlawanan hebat dalam gelapnya hari kematian dan kehancuran di negeri mereka sendiri. Peluru dan meriam akan menusuk dan menebas siapapun yang dapat dijangkau oleh tentara Allah. Dan bagi yang selamat akan terluka baik secara fisik maupun mental, dihantui setiap kali mata mereka tertutup atau setiap kali mereka berkedip. Suara sirene akan memenuhi langit yang diawali oleh ledakan dari bom yang ditanam di semua tempat dengan tepat. Kerusakan akan menghampiri ekonomi mereka, infrastruktur mereka dan sumber-sumber pendapatan mereka, yang akan membuat hidup mereka lebih keras dan sulit dari apa yang mereka bayangkan sekarang. Dan itu tidak-lah akan berakhir sampai di situ saja, tidak akan berakhir sampai hukum Allah tegak berdiri dari timur hingga ke barat dan hingga Muslim dapat berjalan tanpa gangguan kafir najis di bawah mereka.
Dan tidaklah seperti budak setan yang menyerang dengan semua kekuatan mematikan mereka yang menakuti taqdir kehidupan mereka, hamba-hamba ar-Rahman telah mempersiapkan diri untuk menemui Tuhan-nya seraya berharap ridha-Nya. Kaum kafir yang menganggap bahwa bom mereka dan tentara perwakilan mereka akan dapat menghentikan Daulah Islam harus menyadari bahwa tentara Khilafah telah menyerahkan diri mereka kepada Allah, maha pencipta atas segala sesuatu dan Robb semesta alam. Maka dari itu tidak-lah ada kemungkinan bagi mereka untuk menyerah kepada manusia. Namun di sisi lainnya, salibis pada akhirnya tidak-lah memiliki pilihan selain menerima kekalahan. Walaupun kesombongan akan mencegah mereka pada hari ini, namun itu hanya masalah waktu saja – setelah sekian banyak operasi yang diberkahi dan karena Allah memfasilitasi tentara-Nya di tanah mereka– sebelum tentara salib kehilangan tekad dan mereka jatuh di kaki serangan para singa, meminta ampunan dan memohon untuk dapat membayar jizyah.
SERANGAN TEROR JUNUD KHILAFAH DI BELGIA
Segala puji hanya bagi Allah yang maha menciptakan. Semoga shalawat serta salam selalu tercurah pada Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam, keluarganya, sahabat dan pengikutnya. Amma ba’du:
Selama hampir dua tahun, kaum muslimin di bumi Khilafah telah menyaksikan saudara dan anak-anak-nya yang tercinta tanpa henti dibom oleh pesawat-pesawat tempur tentara salib. Adegan pembantaian, tertumpahnya darah dan tercecernya anggota badan hingga tersebar di jalan-jalan telah menjadi hal yang lumrah bagi kaum mu’minin. Benih kerinduan untuk membalas dendam telah mekar dan berkembang di hati para janda yang berduka, yatim piatu yang tertekan dan tentara yang bersungguh-sungguh; dan kini buah-buah tersebut telah siap untuk dipanen.
Salibis mengaku bahwa mereka-lah yang memikul dan memperjuangkan "kebebasan" dan "keadilan" bagi setiap bangsa yang tertindas di dunia, meskipun pada kenyataannya kekejaman mereka tidaklah mengenal batas ketika mereka menghadapi kaum Muslimin. Dan hanya masalah waktu saja sebelum kemurkaan umat ini ditimpakan kepada mereka hingga membangunkannya akan kenyataan.
Kematian seorang Muslim, tidak peduli apapun perannya dalam masyarakat, adalah lebih berat bagi seorang mu’min daripada pembantaian terhadap semua orang kafir di muka bumi. Syari’at telah menyeru untuk menginvasi seluruh tanah kafir, dan tentu saja ini dimulai dengan negara agresor sebelum bangsa-bangsa yang tidak aktif berperang melawan Khilafah. Ini adalah kenyataan yang jelas bahwa setiap kafir yang berdiri menghalangi Daulah Islam akan dibunuh, tanpa belas kasihan dan tanpa penyesalan, sampai umat Islam tidak lagi menderita dan pemerintahan sepenuhnya hanya untuk Allah.
Brussel, jantung Eropa telah diserang, Darahnya ditumpahkan ke tanah di titik vitalnya, diinjak-injak di bawah kaki para mujahidin. Api yang mereka nyalakan tahun lalu di Iraq sekarang telah menghanguskan medan pertempuran dari Belgia, dan akan segera menyebar ke seluruh Negara salib di Eropa dan Barat. Paris adalah peringatan dan Brussel adalah pengingat. Sedang apa yang akan datang akan lebih dahsyat dan lebih pahit dengan izin Allah, dan Allah berkuasa atas urusan-Nya tetapi kebanyakan manusua tidak mengetahui. Setelah mengambil pelajaran selama beberapa tahun yang dihabiskan dalam perang paling dahsyat dan keras dalam sejarah perang modern, tentara Daulah Islam menjanjikan kepada mereka perlawanan hebat dalam gelapnya hari kematian dan kehancuran di negeri mereka sendiri. Peluru dan meriam akan menusuk dan menebas siapapun yang dapat dijangkau oleh tentara Allah. Dan bagi yang selamat akan terluka baik secara fisik maupun mental, dihantui setiap kali mata mereka tertutup atau setiap kali mereka berkedip. Suara sirene akan memenuhi langit yang diawali oleh ledakan dari bom yang ditanam di semua tempat dengan tepat. Kerusakan akan menghampiri ekonomi mereka, infrastruktur mereka dan sumber-sumber pendapatan mereka, yang akan membuat hidup mereka lebih keras dan sulit dari apa yang mereka bayangkan sekarang. Dan itu tidak-lah akan berakhir sampai di situ saja, tidak akan berakhir sampai hukum Allah tegak berdiri dari timur hingga ke barat dan hingga Muslim dapat berjalan tanpa gangguan kafir najis di bawah mereka.
Dan tidaklah seperti budak setan yang menyerang dengan semua kekuatan mematikan mereka yang menakuti taqdir kehidupan mereka, hamba-hamba ar-Rahman telah mempersiapkan diri untuk menemui Tuhan-nya seraya berharap ridha-Nya. Kaum kafir yang menganggap bahwa bom mereka dan tentara perwakilan mereka akan dapat menghentikan Daulah Islam harus menyadari bahwa tentara Khilafah telah menyerahkan diri mereka kepada Allah, maha pencipta atas segala sesuatu dan Robb semesta alam. Maka dari itu tidak-lah ada kemungkinan bagi mereka untuk menyerah kepada manusia. Namun di sisi lainnya, salibis pada akhirnya tidak-lah memiliki pilihan selain menerima kekalahan. Walaupun kesombongan akan mencegah mereka pada hari ini, namun itu hanya masalah waktu saja – setelah sekian banyak operasi yang diberkahi dan karena Allah memfasilitasi tentara-Nya di tanah mereka– sebelum tentara salib kehilangan tekad dan mereka jatuh di kaki serangan para singa, meminta ampunan dan memohon untuk dapat membayar jizyah.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar