TASYABBUH (MENYERUPAI) ORANG-ORANG KAFIR
Alloh ta’ala berfirman: “Dan barang siapa menentang Rosul setelah jelas kebenaran baginya dan mengikuti selain jalan orang-orang mu’min, maka Kami biarkan dia dalam kesesatan yang telah dilakukannya itu dan akan Kami masukkan dia ke dalam neraka Jahanam, dan itu seburuk-buruk tempat kembali.” [an-Nisa’: 115]
Pemberitahuan Nabi shollallohu ‘alayhi wasallam Tentang Akan Terjadinya Hal Itu dalam Umatnya
Diriwayatkan dari Abu Sa’id al-Khudri rodhiyallohu ‘anh bahwa Nabi shollallohu ‘alaihi wa sallam bersabda: “Sungguh kalian benar-benar akan mengikuti jalan orang-orang sebelum kalian jengkal demi jengkal dan hasta demi hasta. Bahkan seandainya mereka lubang biawak, niscaya kalian akan memasukinya.” Kami berkata: “Ya Rosululloh, orang-orang Yahudi dan orang-orang Nasroni?” Beliau berkata: “Siapa lagi?” [Muttafaq ‘alaih]
Beberapa Contoh Tasyabbuh
- Menyerupai mereka dalam keyakinan mereka, seperti ghuluw (sikap berlebih-lebihan) terhadap para nabi dan orang-orang sholih.
- Menyerupai mereka dalam ibadah mereka, seperti berta’abbud dengan tidak menikah dan tidak makan daging.
- Menyerupai mereka dalam tradisi mereka, seperti libur kerja pada hari Sabtu dan Ahad.
- Menyerupai mereka dalam penampilan mereka, seperti memotong jenggot dan memelihara kumis.
- Menyerupai mereka dalam pakaian mereka, seperti memakai pakaian para raja, para rabi, dan para rahib mereka.
- Merayakan hari-hari besar mereka dan memberikan ucapan selamat kepada mereka atasnya, seperti hari tahun baru dan hari Natal.
Perintah Untuk Menyelisihi Mereka
Diriwayatkan dari Abu Huroyroh rodhiyallohu ‘anhu bahwa Rosululloh shollallohu ‘alayhi wasallam bersabda: “Rubahlah (catlah) uban dan jangan menyerupai orang-orang Yahudi.” [Diriwayatkan oleh at-Tirmidzi]
Ibnu Taimiyah rohimahulloh berkata: “[Di dalamnya terdapat] dalil bahwa menyerupai mereka bisa terjadi tanpa maksud/niat dari kita dan tanpa perbuatan, melainkan sekedar dengan tidak melakukan perubahan terhadap sesuatu yang diciptakan pada kita. Dan ini lebih dalam daripada kesesuaian (keserupaan) yang berbentuk perbuatan dan persetujuan.” [Iqtidhoo’ ash-shirooth al-Mustaqiim]
Hukum Menyerupai Mereka
Diriwayatkan dari ‘Umar rodhiyallohu ‘anhu bahwa Rosululloh shollallohu ‘alayhi wasallam bersabda: “Barang siapa menyerupai suatu kaum, maka dia merupakan bagian dari mereka.” [Diriwayatkan oleh Abu Dawud]
Ibnu Taimiyah rohimahulloh berkata: “Hadits ini bisa dibawa kepada tasyabbuh secara mutlak, bahwa ia menetapkan kekufuran, dan ini menunjukkan keharaman bagian-bagiannya. Dan bisa juga dipahami bahwa dia merupakan bagian dari mereka dalam perkara yang dia menyerupai mereka di dalamnya. Jika perkara itu adalah suatu kekufuran, atau suatu kemaksiatan, atau suatu syiar baginya, maka hukumnya begitu juga. Apa pun adanya, hadits ini menunjukkan keharaman tasyabbuh dengan ‘illah (alasan) keberadaannya sebagai tasyabbuh.” [Iqtidhoo’ ash-shirooth al-Mustaqiim]
Infografik An-Naba’
Alloh ta’ala berfirman: “Dan barang siapa menentang Rosul setelah jelas kebenaran baginya dan mengikuti selain jalan orang-orang mu’min, maka Kami biarkan dia dalam kesesatan yang telah dilakukannya itu dan akan Kami masukkan dia ke dalam neraka Jahanam, dan itu seburuk-buruk tempat kembali.” [an-Nisa’: 115]
Pemberitahuan Nabi shollallohu ‘alayhi wasallam Tentang Akan Terjadinya Hal Itu dalam Umatnya
Diriwayatkan dari Abu Sa’id al-Khudri rodhiyallohu ‘anh bahwa Nabi shollallohu ‘alaihi wa sallam bersabda: “Sungguh kalian benar-benar akan mengikuti jalan orang-orang sebelum kalian jengkal demi jengkal dan hasta demi hasta. Bahkan seandainya mereka lubang biawak, niscaya kalian akan memasukinya.” Kami berkata: “Ya Rosululloh, orang-orang Yahudi dan orang-orang Nasroni?” Beliau berkata: “Siapa lagi?” [Muttafaq ‘alaih]
Beberapa Contoh Tasyabbuh
- Menyerupai mereka dalam keyakinan mereka, seperti ghuluw (sikap berlebih-lebihan) terhadap para nabi dan orang-orang sholih.
- Menyerupai mereka dalam ibadah mereka, seperti berta’abbud dengan tidak menikah dan tidak makan daging.
- Menyerupai mereka dalam tradisi mereka, seperti libur kerja pada hari Sabtu dan Ahad.
- Menyerupai mereka dalam penampilan mereka, seperti memotong jenggot dan memelihara kumis.
- Menyerupai mereka dalam pakaian mereka, seperti memakai pakaian para raja, para rabi, dan para rahib mereka.
- Merayakan hari-hari besar mereka dan memberikan ucapan selamat kepada mereka atasnya, seperti hari tahun baru dan hari Natal.
Perintah Untuk Menyelisihi Mereka
Diriwayatkan dari Abu Huroyroh rodhiyallohu ‘anhu bahwa Rosululloh shollallohu ‘alayhi wasallam bersabda: “Rubahlah (catlah) uban dan jangan menyerupai orang-orang Yahudi.” [Diriwayatkan oleh at-Tirmidzi]
Ibnu Taimiyah rohimahulloh berkata: “[Di dalamnya terdapat] dalil bahwa menyerupai mereka bisa terjadi tanpa maksud/niat dari kita dan tanpa perbuatan, melainkan sekedar dengan tidak melakukan perubahan terhadap sesuatu yang diciptakan pada kita. Dan ini lebih dalam daripada kesesuaian (keserupaan) yang berbentuk perbuatan dan persetujuan.” [Iqtidhoo’ ash-shirooth al-Mustaqiim]
Hukum Menyerupai Mereka
Diriwayatkan dari ‘Umar rodhiyallohu ‘anhu bahwa Rosululloh shollallohu ‘alayhi wasallam bersabda: “Barang siapa menyerupai suatu kaum, maka dia merupakan bagian dari mereka.” [Diriwayatkan oleh Abu Dawud]
Ibnu Taimiyah rohimahulloh berkata: “Hadits ini bisa dibawa kepada tasyabbuh secara mutlak, bahwa ia menetapkan kekufuran, dan ini menunjukkan keharaman bagian-bagiannya. Dan bisa juga dipahami bahwa dia merupakan bagian dari mereka dalam perkara yang dia menyerupai mereka di dalamnya. Jika perkara itu adalah suatu kekufuran, atau suatu kemaksiatan, atau suatu syiar baginya, maka hukumnya begitu juga. Apa pun adanya, hadits ini menunjukkan keharaman tasyabbuh dengan ‘illah (alasan) keberadaannya sebagai tasyabbuh.” [Iqtidhoo’ ash-shirooth al-Mustaqiim]
Infografik An-Naba’
Tidak ada komentar:
Posting Komentar