Rabu, 25 April 2018

ULTIMATUM TEGAS DARI SALAF KEPADA KAUM MURTAD

DABIQ 7 - SEJARAH

DARI LEMBARAN SEJARAH:
ULTIMATUM TEGAS DARI SALAF KEPADA KAUM MURTAD

Dari Abu Bakar, Khalifah Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam ;

Kepada siapapun yang menerima surat ini, umum maupun khusus, baik yang masih berada di atas keislaman mereka atau yang telah murtad dari Islam;

Semoga keselamatan kepada siapa saja yang mengikuti petunjuk dan tidak kembali dari petunjuk kepada penyimpangan dan kesesatan.

Sesungguhnya aku memuji Allah, tiada Rabb selain-Nya. Dan aku bersaksi bahwa tidak ada sesembahan (yang haq) kecuali Alah semata, tiada sekutu bagi-Nya. Dan aku bersaksi bahwa Muhammad adalah hamba dan utusan-Nya. Kami meyakini apa yang dia bawa, mengkafirkan orang-orang yang enggan menerimanya, dan berjihad melawan mereka. Amma ba'du...

Sesungguhnya Allah Ta'ala mengutus Muhammad dengan membawa kebenaran dari sisi-Nya kepada makhluk-Nya sebagai pembawa kabar gembira dan pemberi peringatan, penyeru ke jalan Allah dengan izin-Nya, dan untuk menjadi cahaya yang menerangi; agar memberi peringatan kepada orang-orang yang masih hidup dan supaya pasti adzab bagi orang-orang kafir.

Maka Allah memberi petunjuk kepada orang yang menjawab seruan kepada-Nya dengan kebenaran dan Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam menghukum dengan izin-Nya orang yang berpaling dari-Nya, hingga mereka masuk Islam, baik secara sukarela maupun terpaksa. Kemudian Allah mewafatkan Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam setelah melaksanakan perintah Allah, menasihati umatnya, dan telah memenuhi hal yang menjadi tanggung jawabnya. Dan Allah telah menjelaskan hal itu bagi beliau beserta para pemeluk Islam di dalam Kitab yang diturunkan-Nya.

Dia berfirman, "Sesungguhnya engkau akan mati dan sesungguhnya mereka akan mati (pula)." (Az-Zumar: 30)

Dia juga berfirman: "Kami tidak menjadikan hidup abadi bagi seorang manusia pun sebelum kamu (Muhammad), maka jikalau kamu mati, apakah mereka akan kekal?" (Al-Anbiyaa': 34)

Dia juga berfirman kepada orang-orang beriman: "Muhammad itu tidak lain hanyalah seorang rasul, sungguh telah berlalu sebelumnya beberapa orang rasul. Apakah jika dia wafat atau dibunuh kamu berbalik ke belakang (murtad)? Barangsiapa yang berbalik ke belakang, maka ia tidak dapat mendatangkan mudharat kepada Allah sedikit pun; dan Allah akan memberi balasan kepada orang-orang yang bersyukur." (Ali 'Imran: 144)

Barangsiapa yang mengibadahi Muhammad, maka sesungguhnya Muhammad telah mati. Dan barangsiapa yang mengibadahi Allah saja, tiada sekutu bagi-Nya, maka sesungguhnya Allah senantiasa mengawasinya, Dia Yang Hidup kekal lagi terus-menerus mengurus makhluk-Nya, tidak mati. Dia tidak mengantuk dan tidak tidur. Dia selalu menjaga urusan-Nya (agama-Nya), memberi balasan siksa kepada musuh-Nya.

Aku mewasiatkan kepada kalian agar bertaqwa kepada Allah, menyerahkan urusan dan nasib kepada Allah, dan apa yang dibawa oleh Nabi kalian shallallahu ‘alaihi wasallam. Dan aku mewasiati agar mengambil petunjuk petunjuknya dan berpegang erat kepada agama Allah, karena sesungguhnya setiap orang yang tidak diberi petunjuk oleh Allah adalah orang yang tersesat, setiap orang yang tidak ditetapkan kesejahteraan baginya adalah orang yang tertimpa bala', dan setiap orang tidak ditolong Allah adalah orang yang diterlantarkan.

Barangsiapa yang diberi petunjuk oleh Allah, maka dia adalah orang yang mendapat petunjuk. Dan barangsiapa yang disesatkanNya, maka dia adalah orang yang tersesat.

Allah Ta'ala berfirman, "Barangsiapa diberi petunjuk oleh Allah, maka dialah yang mendapat petunjuk; dan barangsiapa yang disesatkan-Nya, maka kamu tak akan mendapatkan seorang pemimpin pun yang dapat memberi petunjuk kepadanya." (Al-Kahfi : 17)

Dan tidak diterima darinya suatu amalan apa pun di dunia sehingga dia menerima-Nya, dan tidak diterima darinya ampunan maupun tebusan di akhirat. Telah sampai kepadaku sebagian kalian kembali ke belakang dari agamanya setelah menerima Islam. Dia beramal dengannya, terpedaya mengenai Allah, bodoh mengenai urusan-Nya, dan menjawab seruan Syaitan.

Allah Ta'ala berfirman, "Dan (ingatlah) ketika Kami berfirman kepada para malaikat, “Sujudlah kamu kepada Adam”, maka sujudlah mereka kecuali Iblis. Dia adalah dari golongan jin, maka ia mendurhakai perintah Rabbnya. Patutkah kamu mengambil dia dan turunan-turunannya sebagai pemimpin selain dari-Ku, sedang mereka adalah musuhmu? Amat buruklah Iblis itu sebagai pengganti (Allah) bagi orang-orang yang zhalim." (Al-Kahfi: 50)

Dan Dia berfirman, "Sesungguhnya Syaitan itu adalah musuh bagimu, maka anggaplah ia musuh(mu), karena sesungguhnya syaitan-syaitan itu hanya mengajak gologannya supaya mereka menjadi penghuni neraka yang menyala-nyala." (Faathir : 6)

Dan sesungguhnya aku telah mengutus kepada kalian si fulan (Khalid ibnu Al-Walid) bersama sepasukan Muhajirin, Anshar, dan para pengikut mereka yang terbaik, dan telah aku instruksikan kepadanya untuk tidak memerangi atau membunuh seorang pun (diantara kalian) sehingga dia menyeru kalian kepada Allah.

Barangsiapa menjawab seruannya, menerima kebenaran, menghentikan kejahatannya, dan melakukan kebajikan, wakilku akan menerima hal ini dari dia dan akan membantunya dalam hal ini. Jika ia menolak, aku telah menginstruksikannya untuk memerangi mereka atas hal semacam ini, agar tidak membiarkan seorang pun yang sanggup dia bunuh, membakar mereka hidup-hidup dengan api, membunuh mereka dengan sangat keras dengan cara apa pun, memperbudak wanita-wanita dan anak-anak mereka, dan tidak menerima sesuatu apa pun dari mereka kecuali Islam.

Barangsiapa yang mengikutinya, maka kebaikan itu baginya dan barangsiapa yang menolaknya, maka dia tidak akan pernah melemahkan Allah.

Dan aku telah memerintahkan utusanku untuk membacakan pesanku ini di setiap tempat berkumpulnya kalian. Tandanya adalah adzan. Jika kaum Muslimin mengumandangkan adzan, maka berhentilah dari memerangi mereka. Jika mereka tidak mengumandangkan adzan, maka bersegeralah terhadap mereka. Jika mereka mengumandangkan adzan, maka mintalah kepada mereka kewajiban mereka (zakat). Jika mereka menolak, maka bersegeralah terhadap mereka. Jika mereka setuju, maka terimalah dari mereka dan bebankanlah atas mereka apa yang menjadi kewajiban mereka. (Tarikh ath-Thabari; Al-Bidayah wan-Nihayah)

PERMOHONAN KHALAF YANG RENDAH KEPADA THAWAGHIT!
(Dari Azh-Zhawahiri kepada Thaghut Mursi)

Sebagai suratku kepada Doktor Muhammad Mursi, maka aku katakan kepadanya:

Pertama, aku memohon kepada Allah untuk meringankan penderitaanmu, menunjuki hatimu, dan memperbaiki urusan agama dan duniamu. Aku juga memohon kepada Allah untuk meneguhkan hatimu, memenuhi hatimu dengan kepastian, keyakinan, dan keteguhan, sehingga engkau bisa menolong agama-Nya dan hukum-Nya tanpa takut dan kompromi, dan agar Dia menganugerahimu dengan ketaatan kepada sabda al-Musthafa shallallahu ‘alaihi wasallam, “Jihad paling afdhal adalah mengatakan kebenaran di depan penguasa zhalim”, dan sabdanya shallallahu ‘alaihi wasallam, “Pemimpin para syuhada adalah Hamzah ibnu 'Abdul Muthalib dan seseorang yang menghadapi penguasa zhalim, menyuruhnya kepada kebaikan, dan mencegahnya dari kemungkaran, lalu penguasa itu membunuhnya.”

Dan aku berwasiat kepadamu sementara dengan tulus menujukan nasehat ini kepadamu dan mengharapkan petunjuk, kesuksesan, dan keteguhan bagimu. Maka aku katakan, engkau berurusan dengan orang-orang sekuler dan menyetujui mereka, berurusan dengan para salibis dan mengakui mereka, berurusan dengan Amerika dan memberikan mereka jaminan, berurusan dengan Israel dan mengakui risalah perjanjian dengan mereka, berurusan dengan tentara Mubarak yang dibesarkan atas bantuan Amerika dan engkau menyetujui mereka, dan berurusan dengan orang-orang dari Kementrian Dalam Negeri dan menjamin mereka. Maka apakah hasilnya?

Hari ini engkau berada dalam kesulitan besar. Antara engkau berpegang pada kebenaran tanpa bimbang dan bergeming, dan sehingga engkau menuntut penerapan hukum Syari'at dengan terang-terangan, menolak peradilan yang korup, hukum-hukum sekuler, dan konstitusi sekuler, berusaha keras membebaskan setiap jengkal negeri Islam yang terjajah, menolak untuk mengakui setiap perjanjian atau kesepakatan yang menelantarkan negeri-negeri tersebut, dan berjanji kepada Rabbmu bahwa engkau akan terang-terangan tentang kebenaran hukum-Nya yang diwajibkan atasmu, dan bahwa engkau tidak akan menelantarkannya sedikitpun.

Maka (jika demikian), aku memberimu kabar gembira bahwa engkau akan menjadi pahlawan umat ini, dan menjadi salah satu simbolnya yang terkenal dan pemimpin besar mereka. Umat akan berhimpun di Mesir dan Dunia Islam berdiri di belakangmu dalam peperangannya melawan musuh-musuh mereka. Jika Allah memanggilmu sedangkan engkau tulus dalam kondisi ini, maka kabar gembira bagimu atas akhir yang baik dan ganjaran yang besar bagimu di akhirat.

Maka takutlah kepada Allah berkaitan dengan dirimu sendiri, partaimu, masyarakat dari kalangan umat ini di Mesir dan di Dunia Islam yang memperhatikanmu, menunggu apa yang akan engkau lakukan. Maka janganlah melemah dalam menolong agamamu dan meninggikan hukum syari'at. Ingatlah pendirian Imam Ahlus Sunnah, Ahmad bin Hanbal rahimahullah ketika dia menolak untuk berpaling dari kebenaran, sehingga Allah meneguhkan umat dengannya di kemudian hari.

Dan jika engkau terus menerus di atas apa yang sekarang engkau berada, maka Allah yang paling mengetahui bagaimana kesudahan bagimu. Aku memohon kepada Allah untukku, untukmu, dan umat Muslim lainnya kejujuran di atas agama-Nya hingga kita bertemu dengan-Nya sedangkan Dia ridha kepada kita. (At-Taharrur min Da'irah al-'Abath wal-Fashal) [1]

[1] Pesan yang menyimpang ini dirilis pada Rabi'ul Awwal 1435 (Januari 2014), enam bulan setelah penahanan Mursi dan tidak lama setelah dilancarkannya serangan Shahawat di Syam. Di manakah yang disebut “hikmah” dalam mengirimkan permohonan rendah ini kepada orang murtad yang berada di dalam penjara? Bahkan yang lebih buruk, di manakah yang disebut “hikmah” dalam melabeli Islam kepada thaghut yang memerintah dengan hukum buatan manusia dan menolong pasukan salib Kristen (AMISOM) melawan mujahidin di Somalia dan tentara murtad Mesir melawan mujahidin Sinai!

Tidak ada komentar:

Posting Komentar