DABIQ 15 - ARTIKEL
UNTAIAN NASEHAT TULUS
DARI MUALAF AMERIKA DI DAULAH ISLAM
KEPADA MANTAN KRISTEN YANG MEMELUK ISLAM
Assalamu 'alaikum warahmatullahi wabarakatuh. Amma ba’du:
Sebagaimana tidak ada yang layak disembah selain Allah sang Maha Raja, maka tidak ada yang lebih berhak untuk menerima Pujian kami, cinta kami, dan ketaatan kami selain Dia Yang Maha Perkasa lagi Maha Bijaksana. Dia yang telah menciptakan kita, mendidik kita, dan mengantarkan kita semenjak kecil hingga dewasa, memberi kita tanggung jawab untuk memenuhi tugas kita kepada-Nya, Pencipta kita, yang kita ketahui sebagai Penguasa dan satu-satunya sumber utama yang berhak mengontrol kehidupan kita.
Diantara rahmat-Nya yang terbesar atas umat manusia adalah Dia mengutus seorang nabi kepada mereka dengan misi sederhana, dan memerintahkan semua manusia untuk mengikutinya hingga sebelum akhir masa hidupnya di dunia. Misi untuk menyebarkan ke-Esa-an Allah Subhanahu wa ta’ala dengan mengikuti ketetapan-Nya dan menyeru manusia kepada-Nya, dengan harapan bahwa beberapa manusia mungkin akan merespon seruan dan dapat diselamatkan dari api (neraka), yang bahan bakarnya dari manusia dan batu.
Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wasallam menjelaskan bahwa "Agama itu adalah nasehat untuk Allah, Kitab-Nya, Rasul-Nya, dan kepada para pemimpin Muslim serta kaum Muslimin secara umum" (Muslim).
Ini adalah untaian nasehat yang tulus dari kami kepadamu, semoga Allah merahmatimu dan membimbing setiap langkahmu.
Waspadalah terhadap para "imam" yang menyerumu ke pintu neraka. Mereka yang tampil sebagai "Muslim" dan berbicara dengan bahasa "Islam," tetapi mereka menyeru kepada perpecahan dan menjauh dari Sunnah Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wasallam. Sesungguhnya, mereka menyeru untuk menyembah Tuhan-Tuhan palsu, memuja jalan dari orang-orang yang dibenci Allah, dan meninggalkan seruan untuk berdiri pada satu parit bersama Muslim dalam melawan musuh-musuh Islam! Mereka menukar kalimat yang jelas didalam Sunnah dengan kalimat mengambang yang dikatakan oleh manusia yang bisa salah, beberapa ulama tidak mengutip dengan jujur karena sudah tua, tetapi kebanyakan bid’ah kontemporer itu karena kesesatan yang parah. Mereka akan menggodamu ke berbagai jalan Setan dan untuk menjauh dari jalan Allah yang lurus. Apakah kamu tidak membaca bahwa Allah Subhanahu wa ta’ala berfirman, "dan ini adalah jalan-Ku yang lurus, maka ikutilah dan janganlah kamu mengikuti jalan-jalan (yang lain), karena jalan-jalan itu akan mencerai beraikan kamu dari jalan-Nya." (Al-An'am: 153)
Sekarang engkau telah menemukan kebenaran akan Tuhanmu dan meninggalkan jalan Setan yang menyesatkan, waspadalah terhadap penyakit riddah (murtad) yang telah tersebar luas. Apakah sebegitu cepatnya engkau berpaling dari syukur atas bimbingan Allah dan mundur kejalan setan, dan bahkan bila itu hanya demi kedok Islam belaka?
"Sesungguhnya orang-orang yang kembali ke belakang (kepada kekafiran) sesudah petunjuk itu jelas bagi mereka, syaitan telah menjadikan mereka mudah (berbuat dosa) dan memanjangkan angan-angan mereka" (Muhammad: 25).
"Barangsiapa yang murtad di antara kamu dari agamanya, lalu dia mati dalam kekafiran, maka mereka itulah yang sia-sia amalannya di dunia dan di akhirat, dan mereka itulah penghuni neraka, mereka kekal di dalamnya" (Al-Baqarah: 217).
Ingatlah bahwa Allah tidak memerintahkan engkau untuk mentaati kelompok apapun kecuali kepada satu-satunya bangsa Muslim, dan daripada melarang engkau menyempal dan membuat atau bergabung dengan kelompok lainnya, ingatlah bahwa Dia Subhanahu wa ta’ala berfirman, "Sesungguhnya (agama tauhid) ini adalah agama kamu semua; dan Aku adalah Tuhanmu, maka sembahlah Aku" (Al-Anbiya: 92), "Dan janganlah kamu termasuk orang-orang yang mempersekutukan Allah, yaitu orang-orang yang memecah-belah agama mereka dan mereka menjadi beberapa golongan. Tiap-tiap golongan merasa bangga dengan apa yang ada pada golongan mereka” (Ar-Ruum: 32), "Dan berpeganglah kamu semuanya kepada tali (agama) Allah, dan janganlah kamu bercerai berai," (Al 'Imran: 103), dan “Dia (Allah) telah menamai kamu sekalian orang-orang muslim" (Al-Hajj: 78).
Bangsa tunggal itu adalah kelompok yang mengikuti Qur’an dan Sunnah, dengan ketaatan kepada satu pemimpin, Khalifah kaum muslimin. Dan ketika muncul para "penyeru ke pintu neraka," yaitu mereka yang berasal dari "kulit/golongan kita dan berbicara dengan bahasa kita" dan yang mengikutinya akan dilemparkan ke neraka, Nabi Shallallahu ‘alaihi wasallam memerintahkan kita untuk "memegang erat jama’ah kaum Muslimin dan pemimpin mereka “ (Al-Bukhari dan Muslim).
Ya, kelompok tunggal umat Islam dengan pemimpin tunggal mereka, dan orang yang disekitar mereka yang bersatu untuk memenuhi perintah Allah, "Hai orang-orang yang beriman, taatilah Allah dan taatilah Rasul (Nya), dan ulil amri di antara kamu" (An-Nisa: 59).
Apakah engkau tidak melihat begitu banyaknya mereka yang disebut sebagai "imam" dan "ulama" yang menyeru kepada persekutuan dengan orang-orang kafir yang memerangi Islam, yang menyeru untuk menjaga perpecahan bangsa Muslim dengan adanya perbatasan khayal, dan menolak penegakkan kembali Khilafah yang dinyatakan oleh banyak ulama terdahulu sebagai "kewajiban yang paling utama?!" Apakah para imam ini tidak "satu kuit atau satu golongan dan juga tidak berbicara dengan bahasa kita," namun mereka malah menyeru kepada sesuatu yang pasti akan menyebabkan kehancuran bagi kita? Sesungguhnya, mereka adalah penyeru ke gerbang neraka, jadi berhati-hatilah dan jangan sampai tertipu oleh mereka.
Jadi tolaklah seruan kepada perpecahan ini dan datanglah kemari. Hiduplah dalam kehidupan Islam karena engkau telah meninggalkan jalan yang bathil, dan janganlah mati dalam kematian Jahiliyah, yaitu ketika tidak ada pemersatu kaum Muslimin (khilafah) yang berbai’at kepada seorang imam tunggal dan dengan demikian ia tidak memiliki kewajiban untuk taat kepada orang yang berhak dengan sah.
Sesungguhnya, Nabi Shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda, "Barangsiapa yang mati dan dilehernya tidak terikat bai’at maka dia mati dalam kematian jahiliyah" (Muslim).
Dan dia juga bersabda, "Barangsiapa yang tidak menyukai sesuatu dalam diri pemimpinnya, maka bersabarlah. Karena sesungguhnya barangsiapa yang meninggalkan ketaatan atas pemimpinnya, bahkan hanya sejengkal (dan mati), maka ia mati dalam kematian jahiliyah" (Al-Bukhari dan Muslim).
Pada awal Ramadhan tahun 1435 H, para mujahidin yang terlibat dalam pertempuran sengit melawan salibis, sekutu mereka, dan boneka mereka di Iraq dan Syam, telah mencapai sebuah titik di mana semua syarat yang diperlukan untuk mengumumkan Khilafah telah terpenuhi. Jadi dengan sukacita yang besar, kewajiban yang hilang dihidupkan kembali dan hanya karena karunia Allah bangsa Muslim dapat sekali lagi bersatu dibawah imam tunggal, Ibrahim Ibn 'Awwad al-Badriy Hafizhahullah.
Terlepas dimanapun kamu berada, ketahuilah bahwa berjanji setia (berbai’at) adalah kewajiban atasmu, yaitu untuk mendengarkan pemimpinmu, Khalifah, dan menaati perintahnya. Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda, "Wajib atas seorang Muslim untuk mendengarkan dan taat atas apa yang dia cintai dan apa yang dia benci, kecuali dalam kemaksiatan. Jika ia memerintahkan untuk bermaksiat, maka janganlah mendengarkan atau menaatinya (dalam dosa itu)“ (Al-Bukhari dan Muslim).
Bersegeralah untuk hijrah ke negara Islam, di mana Syari’ah diterapkan secara kaffah. Hijrah adalah tanda dari kecintaan seseorang atas persatuan dan kepatuhannya kepada Sunnah Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wasallam. Dan ini juga dinyatakan lagi sebagai perintah langsung dari Amirul Muminin, dengan mengatakan, "Wahai Muslim di manapun kamu berada, barangsiapa mampu berHijrah ke Daulah Islam, maka lakukanlah, karena Hijrah ke Daulah Islam adalah wajib" (Pesan kepada Mujahidin dan umat Islam).
Tetapi jika kamu tidak mempu melakukannya, maka ketahuilah bahwa kamu telah diberkahi dengan kesempatan untuk menjalankan tujuan yang jauh lebih besar daripada tinggal di antara umat Islam dan berjihad di tepian luar tanah Islam. Sesungguhnya, kamu sedang berada di belakang garis pertahanan musuh dan dapat menyerang mereka tepat di tempat yang paling menyakitkan bagi mereka.
Berhati-hatilah agar tidak jatuh ke dalam alasan palsu yang menahanmu dari tujuan sejati dan kewajiban terbesar setelah menjadi seorang Muslim. Jangan tertipu oleh klaim "jihad yang hakiki" adalah memberikan dakwah - bukankah dakwah yang nyata itu adalah dengan mengobarkan jihad!
Sebagian besar manusia sangat menyadari akan keberadaan Islam dan bahkan ajarannya, dan sekarang adalah waktu yang tepat untuk menunjukkan kepada mereka bahwa tindakan dapat berbicara lebih keras daripada kata-kata yang terucap. Darah orang-orang kafir adalah wajib untuk ditumpahkan. Perintah ini sangatlah jelas. Bunuh orang-orang kafir, karena Allah Subhanahu wa ta’ala berfirman, "Maka bunuhlah orang-orang musyrikin itu dimana saja kamu jumpai mereka" (At-Taubah: 5).
Maka seberapa besar lagi kewajiban untuk melakukannya setelah orang-orang kafir ini membantai umat Islam di setiap tempat dimana perang salib berlangsung dalam memerangi Islam?
Dalam hal ini, juru bicara Khilafah Abu Muhammad al-'Adnaniy hafizhahullah berkata, "Jika thawaghit menutup dihadapan kalian pintu Hijrah, maka bukalah dihadapan mereka pintu jihad... Jika salah seorang dari kalian berharap dan berusaha keras untuk sampai di Daulah Islamiyah, maka kami di sini berharap bisa di tempat kalian untuk menimpakan bencana terhadap para salibis agar tidak bisa tidur siang malam, mengancam mereka, meneror mereka hingga seorang tetangga takut dengan tetangga lainnya" (Agar Mereka Hidup Dengan Bukti Nyata).
Dan jangan salah, karena "Sesungguhnya orang-orang kafir itu adalah musuh yang nyata bagimu" (An-Nisa: 101).
Musuh yang dipelopori oleh Tentara Salib dan sekutu Yahudi mereka, belum lagi boneka mereka di Teluk dan negara-negara lainnya yang dijajah oleh penguasa murtadd. Ini adalah diantara mereka yang melindungi rezim murtad, partai-partai, dan faksi-faksi di Iraq, Syam, Libya, Mesir, Yaman, Somalia, Afrika Barat, Khurasan, Chechnya, Filipina, dan sebagainya, yang berusaha semaksimal mungkin untuk menegakkan paganisme mereka dengan berperang melawan orang-orang yang hanya menerima untuk dikuasai dan diperintah oleh Pencipta mereka di bawah hukum-Nya.
Mereka adalah orang-orang dibalik berkumpulnya para "imam" murtad dari timur dan barat, dan tidak ada alasan lain kecuali untuk menjaga status quo. Ini adalah orang-orang yang mendanai dan meluncurkan serangan udara demi membunuhi Muslim setiap hari di Iraq, Syam, Libya, dan di tempat lainnya.
Dan semua musuh nyata ini didukung oleh pemberi suara Tentara Salib dan pembayar pajak di negara-negara demokrasi Barat. sesungguhnya, setiap bangsa salib yang mengaku diperintah oleh "keinginan Rakyat" telah melibatkan penduduk mereka sendiri dalam kejahatan militer yang mereka lakukan terhadap bangsa Muslim, menjadi kewajiban untuk menargetkan mereka bahkan lebih jelas bagi yang meragukannya.
Demikian juga, karena mereka dengan sembarangan telah membunuh kaum Muslimin dalam perang mereka melawan mujahidin, dan itu menjadi lebih wajib bagi kamu untuk menyerang negara-negara salib dan warga negara mereka di tanah air mereka, sebagaimana yang telah dilakukan oleh tentara Khilafah, Muhammad Youssef Abdulazeez dan Faisal mohammad taqabbalahumullah, masing-masing di Chattanooga dan Merced.
Allah Subhanahu wa ta’ala berfirman, "Oleh sebab itu barangsiapa yang menyerang kamu, maka seranglah ia, seimbang dengan serangannya terhadapmu" (Al-Baqarah: 194).
Jika akalmu terlalu bebal untuk menerima tugas yang telah dibuktikan dengan jelas kepadamu, maka setidaknya lihatlah ke hatimu yang memiliki cinta kepada Tuhanmu, yang mana kamu merasa bahagia saat mengaku sebagai seorang Kristen dan apakah akan memudar setelah kamu masuk Islam? Sesungguhnya, itu tidaklah mungkin, karena mencintai Allah adalah kondisi dimana seseorang memiliki iman yang benar dalam dirinya. Dan sama seperti semua hal dalam agama-Nya, Allah telah memberikan kita cara untuk membuktikan cinta kita kepada-Nya.
Dialah yang memerintahkan Nabi-Nya Muhammad Shallallahu ‘alaihi wasallam, dengan mengatakan kepadanya, "Katakanlah: "Jika kamu (benar-benar) mencintai Allah, ikutilah aku, niscaya Allah mengasihi dan mengampuni dosa-dosamu." (Ali Imran: 31).
Dan apa cara terbaik untuk menunjukkan cinta kamu kepada Allah dalam mengikuti Nabi Shallallahu ‘alaihi wasallam? Maka lakukanlah apa yang ia cintai untuk dirinya sendiri.
Sesungguhnya, dia Shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda, "Demi Dzat yang jiwaku berada di tangan-Nya, sungguh aku berkeinginan untuk mati berperang di jalan Allah, kemudian dihidupkan lagi, lalu terbunuh, lalu dihidupkan lagi, lalu terbunuh." (Al-Bukhari dan Muslim).
Tetapi jika kamu menolak, ketahuilah bahwa Allah berfirman, "Hai orang-orang yang beriman, barangsiapa di antara kamu murtad dari agamanya, maka kelak Allah akan mendatangkan suatu kaum yang Allah mencintai mereka dan merekapun mencintai-Nya, yang bersikap lemah lembut terhadap orang mukmin, yang bersikap keras terhadap orang-orang kafir, yang berjihad dijalan Allah, dan yang tidak takut kepada celaan orang yang suka mencela" (Al-Maidah: 54).
Selanjutnya, Ingatlah bahwa Islam adalah sebuah persaudaraan, yang menjadikan setiap orang beriman itu bersaudara dalam memikul tanggung jawab, sebagaimana Allah Subhanahu wa ta’ala berfirman, "Orang-orang beriman itu sesungguhnya bersaudara" (Al-Hujurat 10).
Dan Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda: “Tolonglah saudaramu baik yang zhalim (dengan menghentikannya) atau dizhalimi" (Al-Bukhari).
Dan dia Shallallahu ‘alaihi wasallam juga bersabda, "Seorang muslim adalah saudara bagi sesama muslim, tidak menganiyayanya dan tidak akan dibiarkan dianiaya orang lain" (Muslim).
Jika kamu tulus, kamu tidak akan pernah meninggalkan saudara Muslimmu, saudari muslimmu, dan anak-anak mereka, yang mengalami kematian, cedera, goncangan, dan kehilangan orang yang dicintainya setiap hari. Mereka tidak menginginkan lebih dari berdiri tegaknya agama Allah, agama yang kamu anut dan yang kamu klaim atasnya.
Kamu mungkin sekarang berada di kandang singa, tapi ketahuilah bahwa singa yang sesungguhnya adalah mujahid yang mengatasi semua ketakutan fana dan yang menyerang orang kafir di sekelilingnya. Allah Subhanahu wa ta’ala berfirman, "Syaitan yang menakut-nakuti (kamu) dengan sekutunya, karena itu janganlah kamu takut kepada mereka, tetapi takutlah kepadaKu, jika kamu benar-benar orang beriman" (Ali 'Imran: 175).
Sesungguhnya, kamu telah terjun langsung di tengah-tengah musuh, sebuah posisi yang menjadikan iri dan didambakan oleh mujahidin yang paling berani.
Adapun untaian kalimat terakhir dari nasihat kepadamu terkait operasimu, jangan membuat rencana yang rumit, tapi buatlah se-sederhana dan se-efektif mungkin. Jika kamu mampu memperoleh senjata, maka lakukanlah dan gunakanlah sesegera mungkin di tempat yang akan menyebabkan kerusakan dan kepanikan yang paling besar hingga mengantarkan musuh Allah pada kematian dan cedera. Sebagaimana orang-orang kafir yang menakut-nakuti umat Islam di negeri-negeri Islam, maka kamu harus kamu menakut-nakuti orang kafir di tanah air mereka sendiri. Tapi tidak seperti mereka, teror-mu harus adil, sebuah pembalasan yang setimpal atas kejahatan mereka terhadap Islam dan Kaum Muslimin.
UNTAIAN NASEHAT TULUS
DARI MUALAF AMERIKA DI DAULAH ISLAM
KEPADA MANTAN KRISTEN YANG MEMELUK ISLAM
Assalamu 'alaikum warahmatullahi wabarakatuh. Amma ba’du:
Sebagaimana tidak ada yang layak disembah selain Allah sang Maha Raja, maka tidak ada yang lebih berhak untuk menerima Pujian kami, cinta kami, dan ketaatan kami selain Dia Yang Maha Perkasa lagi Maha Bijaksana. Dia yang telah menciptakan kita, mendidik kita, dan mengantarkan kita semenjak kecil hingga dewasa, memberi kita tanggung jawab untuk memenuhi tugas kita kepada-Nya, Pencipta kita, yang kita ketahui sebagai Penguasa dan satu-satunya sumber utama yang berhak mengontrol kehidupan kita.
Diantara rahmat-Nya yang terbesar atas umat manusia adalah Dia mengutus seorang nabi kepada mereka dengan misi sederhana, dan memerintahkan semua manusia untuk mengikutinya hingga sebelum akhir masa hidupnya di dunia. Misi untuk menyebarkan ke-Esa-an Allah Subhanahu wa ta’ala dengan mengikuti ketetapan-Nya dan menyeru manusia kepada-Nya, dengan harapan bahwa beberapa manusia mungkin akan merespon seruan dan dapat diselamatkan dari api (neraka), yang bahan bakarnya dari manusia dan batu.
Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wasallam menjelaskan bahwa "Agama itu adalah nasehat untuk Allah, Kitab-Nya, Rasul-Nya, dan kepada para pemimpin Muslim serta kaum Muslimin secara umum" (Muslim).
Ini adalah untaian nasehat yang tulus dari kami kepadamu, semoga Allah merahmatimu dan membimbing setiap langkahmu.
Waspadalah terhadap para "imam" yang menyerumu ke pintu neraka. Mereka yang tampil sebagai "Muslim" dan berbicara dengan bahasa "Islam," tetapi mereka menyeru kepada perpecahan dan menjauh dari Sunnah Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wasallam. Sesungguhnya, mereka menyeru untuk menyembah Tuhan-Tuhan palsu, memuja jalan dari orang-orang yang dibenci Allah, dan meninggalkan seruan untuk berdiri pada satu parit bersama Muslim dalam melawan musuh-musuh Islam! Mereka menukar kalimat yang jelas didalam Sunnah dengan kalimat mengambang yang dikatakan oleh manusia yang bisa salah, beberapa ulama tidak mengutip dengan jujur karena sudah tua, tetapi kebanyakan bid’ah kontemporer itu karena kesesatan yang parah. Mereka akan menggodamu ke berbagai jalan Setan dan untuk menjauh dari jalan Allah yang lurus. Apakah kamu tidak membaca bahwa Allah Subhanahu wa ta’ala berfirman, "dan ini adalah jalan-Ku yang lurus, maka ikutilah dan janganlah kamu mengikuti jalan-jalan (yang lain), karena jalan-jalan itu akan mencerai beraikan kamu dari jalan-Nya." (Al-An'am: 153)
Sekarang engkau telah menemukan kebenaran akan Tuhanmu dan meninggalkan jalan Setan yang menyesatkan, waspadalah terhadap penyakit riddah (murtad) yang telah tersebar luas. Apakah sebegitu cepatnya engkau berpaling dari syukur atas bimbingan Allah dan mundur kejalan setan, dan bahkan bila itu hanya demi kedok Islam belaka?
"Sesungguhnya orang-orang yang kembali ke belakang (kepada kekafiran) sesudah petunjuk itu jelas bagi mereka, syaitan telah menjadikan mereka mudah (berbuat dosa) dan memanjangkan angan-angan mereka" (Muhammad: 25).
"Barangsiapa yang murtad di antara kamu dari agamanya, lalu dia mati dalam kekafiran, maka mereka itulah yang sia-sia amalannya di dunia dan di akhirat, dan mereka itulah penghuni neraka, mereka kekal di dalamnya" (Al-Baqarah: 217).
Ingatlah bahwa Allah tidak memerintahkan engkau untuk mentaati kelompok apapun kecuali kepada satu-satunya bangsa Muslim, dan daripada melarang engkau menyempal dan membuat atau bergabung dengan kelompok lainnya, ingatlah bahwa Dia Subhanahu wa ta’ala berfirman, "Sesungguhnya (agama tauhid) ini adalah agama kamu semua; dan Aku adalah Tuhanmu, maka sembahlah Aku" (Al-Anbiya: 92), "Dan janganlah kamu termasuk orang-orang yang mempersekutukan Allah, yaitu orang-orang yang memecah-belah agama mereka dan mereka menjadi beberapa golongan. Tiap-tiap golongan merasa bangga dengan apa yang ada pada golongan mereka” (Ar-Ruum: 32), "Dan berpeganglah kamu semuanya kepada tali (agama) Allah, dan janganlah kamu bercerai berai," (Al 'Imran: 103), dan “Dia (Allah) telah menamai kamu sekalian orang-orang muslim" (Al-Hajj: 78).
Bangsa tunggal itu adalah kelompok yang mengikuti Qur’an dan Sunnah, dengan ketaatan kepada satu pemimpin, Khalifah kaum muslimin. Dan ketika muncul para "penyeru ke pintu neraka," yaitu mereka yang berasal dari "kulit/golongan kita dan berbicara dengan bahasa kita" dan yang mengikutinya akan dilemparkan ke neraka, Nabi Shallallahu ‘alaihi wasallam memerintahkan kita untuk "memegang erat jama’ah kaum Muslimin dan pemimpin mereka “ (Al-Bukhari dan Muslim).
Ya, kelompok tunggal umat Islam dengan pemimpin tunggal mereka, dan orang yang disekitar mereka yang bersatu untuk memenuhi perintah Allah, "Hai orang-orang yang beriman, taatilah Allah dan taatilah Rasul (Nya), dan ulil amri di antara kamu" (An-Nisa: 59).
Apakah engkau tidak melihat begitu banyaknya mereka yang disebut sebagai "imam" dan "ulama" yang menyeru kepada persekutuan dengan orang-orang kafir yang memerangi Islam, yang menyeru untuk menjaga perpecahan bangsa Muslim dengan adanya perbatasan khayal, dan menolak penegakkan kembali Khilafah yang dinyatakan oleh banyak ulama terdahulu sebagai "kewajiban yang paling utama?!" Apakah para imam ini tidak "satu kuit atau satu golongan dan juga tidak berbicara dengan bahasa kita," namun mereka malah menyeru kepada sesuatu yang pasti akan menyebabkan kehancuran bagi kita? Sesungguhnya, mereka adalah penyeru ke gerbang neraka, jadi berhati-hatilah dan jangan sampai tertipu oleh mereka.
Jadi tolaklah seruan kepada perpecahan ini dan datanglah kemari. Hiduplah dalam kehidupan Islam karena engkau telah meninggalkan jalan yang bathil, dan janganlah mati dalam kematian Jahiliyah, yaitu ketika tidak ada pemersatu kaum Muslimin (khilafah) yang berbai’at kepada seorang imam tunggal dan dengan demikian ia tidak memiliki kewajiban untuk taat kepada orang yang berhak dengan sah.
Sesungguhnya, Nabi Shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda, "Barangsiapa yang mati dan dilehernya tidak terikat bai’at maka dia mati dalam kematian jahiliyah" (Muslim).
Dan dia juga bersabda, "Barangsiapa yang tidak menyukai sesuatu dalam diri pemimpinnya, maka bersabarlah. Karena sesungguhnya barangsiapa yang meninggalkan ketaatan atas pemimpinnya, bahkan hanya sejengkal (dan mati), maka ia mati dalam kematian jahiliyah" (Al-Bukhari dan Muslim).
Pada awal Ramadhan tahun 1435 H, para mujahidin yang terlibat dalam pertempuran sengit melawan salibis, sekutu mereka, dan boneka mereka di Iraq dan Syam, telah mencapai sebuah titik di mana semua syarat yang diperlukan untuk mengumumkan Khilafah telah terpenuhi. Jadi dengan sukacita yang besar, kewajiban yang hilang dihidupkan kembali dan hanya karena karunia Allah bangsa Muslim dapat sekali lagi bersatu dibawah imam tunggal, Ibrahim Ibn 'Awwad al-Badriy Hafizhahullah.
Terlepas dimanapun kamu berada, ketahuilah bahwa berjanji setia (berbai’at) adalah kewajiban atasmu, yaitu untuk mendengarkan pemimpinmu, Khalifah, dan menaati perintahnya. Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda, "Wajib atas seorang Muslim untuk mendengarkan dan taat atas apa yang dia cintai dan apa yang dia benci, kecuali dalam kemaksiatan. Jika ia memerintahkan untuk bermaksiat, maka janganlah mendengarkan atau menaatinya (dalam dosa itu)“ (Al-Bukhari dan Muslim).
Bersegeralah untuk hijrah ke negara Islam, di mana Syari’ah diterapkan secara kaffah. Hijrah adalah tanda dari kecintaan seseorang atas persatuan dan kepatuhannya kepada Sunnah Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wasallam. Dan ini juga dinyatakan lagi sebagai perintah langsung dari Amirul Muminin, dengan mengatakan, "Wahai Muslim di manapun kamu berada, barangsiapa mampu berHijrah ke Daulah Islam, maka lakukanlah, karena Hijrah ke Daulah Islam adalah wajib" (Pesan kepada Mujahidin dan umat Islam).
Tetapi jika kamu tidak mempu melakukannya, maka ketahuilah bahwa kamu telah diberkahi dengan kesempatan untuk menjalankan tujuan yang jauh lebih besar daripada tinggal di antara umat Islam dan berjihad di tepian luar tanah Islam. Sesungguhnya, kamu sedang berada di belakang garis pertahanan musuh dan dapat menyerang mereka tepat di tempat yang paling menyakitkan bagi mereka.
Berhati-hatilah agar tidak jatuh ke dalam alasan palsu yang menahanmu dari tujuan sejati dan kewajiban terbesar setelah menjadi seorang Muslim. Jangan tertipu oleh klaim "jihad yang hakiki" adalah memberikan dakwah - bukankah dakwah yang nyata itu adalah dengan mengobarkan jihad!
Sebagian besar manusia sangat menyadari akan keberadaan Islam dan bahkan ajarannya, dan sekarang adalah waktu yang tepat untuk menunjukkan kepada mereka bahwa tindakan dapat berbicara lebih keras daripada kata-kata yang terucap. Darah orang-orang kafir adalah wajib untuk ditumpahkan. Perintah ini sangatlah jelas. Bunuh orang-orang kafir, karena Allah Subhanahu wa ta’ala berfirman, "Maka bunuhlah orang-orang musyrikin itu dimana saja kamu jumpai mereka" (At-Taubah: 5).
Maka seberapa besar lagi kewajiban untuk melakukannya setelah orang-orang kafir ini membantai umat Islam di setiap tempat dimana perang salib berlangsung dalam memerangi Islam?
Dalam hal ini, juru bicara Khilafah Abu Muhammad al-'Adnaniy hafizhahullah berkata, "Jika thawaghit menutup dihadapan kalian pintu Hijrah, maka bukalah dihadapan mereka pintu jihad... Jika salah seorang dari kalian berharap dan berusaha keras untuk sampai di Daulah Islamiyah, maka kami di sini berharap bisa di tempat kalian untuk menimpakan bencana terhadap para salibis agar tidak bisa tidur siang malam, mengancam mereka, meneror mereka hingga seorang tetangga takut dengan tetangga lainnya" (Agar Mereka Hidup Dengan Bukti Nyata).
Dan jangan salah, karena "Sesungguhnya orang-orang kafir itu adalah musuh yang nyata bagimu" (An-Nisa: 101).
Musuh yang dipelopori oleh Tentara Salib dan sekutu Yahudi mereka, belum lagi boneka mereka di Teluk dan negara-negara lainnya yang dijajah oleh penguasa murtadd. Ini adalah diantara mereka yang melindungi rezim murtad, partai-partai, dan faksi-faksi di Iraq, Syam, Libya, Mesir, Yaman, Somalia, Afrika Barat, Khurasan, Chechnya, Filipina, dan sebagainya, yang berusaha semaksimal mungkin untuk menegakkan paganisme mereka dengan berperang melawan orang-orang yang hanya menerima untuk dikuasai dan diperintah oleh Pencipta mereka di bawah hukum-Nya.
Mereka adalah orang-orang dibalik berkumpulnya para "imam" murtad dari timur dan barat, dan tidak ada alasan lain kecuali untuk menjaga status quo. Ini adalah orang-orang yang mendanai dan meluncurkan serangan udara demi membunuhi Muslim setiap hari di Iraq, Syam, Libya, dan di tempat lainnya.
Dan semua musuh nyata ini didukung oleh pemberi suara Tentara Salib dan pembayar pajak di negara-negara demokrasi Barat. sesungguhnya, setiap bangsa salib yang mengaku diperintah oleh "keinginan Rakyat" telah melibatkan penduduk mereka sendiri dalam kejahatan militer yang mereka lakukan terhadap bangsa Muslim, menjadi kewajiban untuk menargetkan mereka bahkan lebih jelas bagi yang meragukannya.
Demikian juga, karena mereka dengan sembarangan telah membunuh kaum Muslimin dalam perang mereka melawan mujahidin, dan itu menjadi lebih wajib bagi kamu untuk menyerang negara-negara salib dan warga negara mereka di tanah air mereka, sebagaimana yang telah dilakukan oleh tentara Khilafah, Muhammad Youssef Abdulazeez dan Faisal mohammad taqabbalahumullah, masing-masing di Chattanooga dan Merced.
Allah Subhanahu wa ta’ala berfirman, "Oleh sebab itu barangsiapa yang menyerang kamu, maka seranglah ia, seimbang dengan serangannya terhadapmu" (Al-Baqarah: 194).
Jika akalmu terlalu bebal untuk menerima tugas yang telah dibuktikan dengan jelas kepadamu, maka setidaknya lihatlah ke hatimu yang memiliki cinta kepada Tuhanmu, yang mana kamu merasa bahagia saat mengaku sebagai seorang Kristen dan apakah akan memudar setelah kamu masuk Islam? Sesungguhnya, itu tidaklah mungkin, karena mencintai Allah adalah kondisi dimana seseorang memiliki iman yang benar dalam dirinya. Dan sama seperti semua hal dalam agama-Nya, Allah telah memberikan kita cara untuk membuktikan cinta kita kepada-Nya.
Dialah yang memerintahkan Nabi-Nya Muhammad Shallallahu ‘alaihi wasallam, dengan mengatakan kepadanya, "Katakanlah: "Jika kamu (benar-benar) mencintai Allah, ikutilah aku, niscaya Allah mengasihi dan mengampuni dosa-dosamu." (Ali Imran: 31).
Dan apa cara terbaik untuk menunjukkan cinta kamu kepada Allah dalam mengikuti Nabi Shallallahu ‘alaihi wasallam? Maka lakukanlah apa yang ia cintai untuk dirinya sendiri.
Sesungguhnya, dia Shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda, "Demi Dzat yang jiwaku berada di tangan-Nya, sungguh aku berkeinginan untuk mati berperang di jalan Allah, kemudian dihidupkan lagi, lalu terbunuh, lalu dihidupkan lagi, lalu terbunuh." (Al-Bukhari dan Muslim).
Tetapi jika kamu menolak, ketahuilah bahwa Allah berfirman, "Hai orang-orang yang beriman, barangsiapa di antara kamu murtad dari agamanya, maka kelak Allah akan mendatangkan suatu kaum yang Allah mencintai mereka dan merekapun mencintai-Nya, yang bersikap lemah lembut terhadap orang mukmin, yang bersikap keras terhadap orang-orang kafir, yang berjihad dijalan Allah, dan yang tidak takut kepada celaan orang yang suka mencela" (Al-Maidah: 54).
Selanjutnya, Ingatlah bahwa Islam adalah sebuah persaudaraan, yang menjadikan setiap orang beriman itu bersaudara dalam memikul tanggung jawab, sebagaimana Allah Subhanahu wa ta’ala berfirman, "Orang-orang beriman itu sesungguhnya bersaudara" (Al-Hujurat 10).
Dan Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda: “Tolonglah saudaramu baik yang zhalim (dengan menghentikannya) atau dizhalimi" (Al-Bukhari).
Dan dia Shallallahu ‘alaihi wasallam juga bersabda, "Seorang muslim adalah saudara bagi sesama muslim, tidak menganiyayanya dan tidak akan dibiarkan dianiaya orang lain" (Muslim).
Jika kamu tulus, kamu tidak akan pernah meninggalkan saudara Muslimmu, saudari muslimmu, dan anak-anak mereka, yang mengalami kematian, cedera, goncangan, dan kehilangan orang yang dicintainya setiap hari. Mereka tidak menginginkan lebih dari berdiri tegaknya agama Allah, agama yang kamu anut dan yang kamu klaim atasnya.
Kamu mungkin sekarang berada di kandang singa, tapi ketahuilah bahwa singa yang sesungguhnya adalah mujahid yang mengatasi semua ketakutan fana dan yang menyerang orang kafir di sekelilingnya. Allah Subhanahu wa ta’ala berfirman, "Syaitan yang menakut-nakuti (kamu) dengan sekutunya, karena itu janganlah kamu takut kepada mereka, tetapi takutlah kepadaKu, jika kamu benar-benar orang beriman" (Ali 'Imran: 175).
Sesungguhnya, kamu telah terjun langsung di tengah-tengah musuh, sebuah posisi yang menjadikan iri dan didambakan oleh mujahidin yang paling berani.
Adapun untaian kalimat terakhir dari nasihat kepadamu terkait operasimu, jangan membuat rencana yang rumit, tapi buatlah se-sederhana dan se-efektif mungkin. Jika kamu mampu memperoleh senjata, maka lakukanlah dan gunakanlah sesegera mungkin di tempat yang akan menyebabkan kerusakan dan kepanikan yang paling besar hingga mengantarkan musuh Allah pada kematian dan cedera. Sebagaimana orang-orang kafir yang menakut-nakuti umat Islam di negeri-negeri Islam, maka kamu harus kamu menakut-nakuti orang kafir di tanah air mereka sendiri. Tapi tidak seperti mereka, teror-mu harus adil, sebuah pembalasan yang setimpal atas kejahatan mereka terhadap Islam dan Kaum Muslimin.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar