Rabu, 25 April 2018

MENGAPA KAMI MEMBENCI KALIAN DAN MEMERANGI KALIAN

DABIQ 15 - ARTIKEL

MENGAPA KAMI MEMBENCI KALIAN DAN MEMERANGI KALIAN

Tidak lama setelah terjadinya serangan yang diberkahi terhadap kaum sodom di sebuah klub malam salibis oleh sang mujahid Omar Mateen, para politisi Amerika dengan cepat melompat kedalam lampu sorot dan mencela peristiwa penembakan tersebut, menyatakan bahwa itu adalah tindakan kriminal yang berlandaskan kebencian, terorisme, dan juga kekerasan yang keji. Berlandaskan kebencian?

Ya, tidak ada keraguan bahwa Kaum muslimin sangat membenci kaum sodom liberal, sebagaimana mestinya manusia yang masih memiliki fitrah (sifat manusia sejak lahir) yang utuh. Sebuah tindakan terorisme? Pasti, karena kaum muslimin telah diperintahkan untuk meneror orang kafir musuh Allah. Tetapi sebuah tindakan kekerasan yang keji?

Saat ini, seseorang mungkin berpikir bahwa rata-rata orang barat akan meninggalkan klaim yang melelahkan bahwa tindakan yang dilakukan oleh mujahidin –yang telah berulang kali menyatakan tujuan, niat, dan motivasi mereka– tidak masuk akal. Kecuali jika anda benar-benar –dan secara naif– percaya bahwa kejahatan yang dilakukan oleh barat terhadap Islam dan kaum Muslimin, baik itu menghina Nabi Shallallahu ‘Alaihi Wasallam, membakar al-Qur’an, atau mengobarkan perang melawan Khilafah, tidak akan memicu pembalasan yang dilakukan mujahidin, dan kalian tentu sangat memahami bahwa serangan yang dilakukan oleh Omar Mateen, Larossi Aballa dan yang lain sebelum dan sesudah mereka, adalah dalam rangka membalas dendam untuk Islam dan Kaum Muslimin, dan hal ini sangatlah masuk akal. Satu-satunya hal yang justru tidak masuk akal adalah apabila tidak adanya kekerasan atau tindakan pembalasan yang sengit pada urutan pertama!

Bagaimanapun juga, banyak orang barat yang sudah memahami bahwa klaim serangan yang dilakukan oleh mujahidin sebagai suatu tindakan yang keji sambil terus-menerus mempertanyakan mengapa kami harus membenci Barat dan mengapa kami harus memerangi mereka yang tidak lain hanya sekedar tindakan politik dan alat propaganda saja. Para politisi akan mengatakan hal itu tanpa mempedulikan betapa banyak pertentangan antara fakta dan akal sehat yang hanya digunakan untuk meningkatkan popularitas dalam pungutan suara dalam putaran pemilihan selanjutnya. Pengamat dan jurnalis juga akan mengatakan demikian dalam rangka menjaga diri dari menjadi target bila mengatakan sesuatu yang menurut khalayak sebagai “kesalahan politik”. Para “imam” murtadd di barat juga akan mengikuti pernyataan klise yang melelahkan tersebut demi menghindari reaksi dari komunitas kafir dimana mereka telah memutuskan untuk tinggal berdampingan dengannya. Intinya adalah, orang-orang mengetahui bahwa itu adalah sesuatu kebodohan, tapi mereka tetap mengulangi tanpa menghiraukannya karena mereka takut akan konsekuensi bila tidak sesuai naskah.

Tidak diragukan lagi, terdapat pengecualian diantara orang kafir, orang yang tanpa malu-malu mendeklarasikan bahwa jihad dan hukum syari’ah –sebagaimana hal lain yang dianggap tabu oleh kelompok “islam adalah agama damai”– yang pada faktanya mereka sangatlah islami, namun mereka cenderung menjadi manusia dengan kredibilitas rendah yang terwarnai oleh kehidupan sosial di sekitarnya, sehingga suara mereka diabaikan dan sejumlah besar orang bodoh terus mempercayai narasi salah ini. Dengan demikian, menjadi sesuatu yang penting bagi kami untuk mengklarifikasi kepada barat dalam bahasa yang terang –dan sekali lagi– mengapa kami harus membencimu dan mengapa kami harus memerangimu.

1. Pertama dan yang paling utama, Kami harus membencimu karena kalian adalah orang kafir; kalian menolak ke-Esaan Allah –baik kalian menyadarinya ataupun tidak– dengan mengadakan sekutu bagi-Nya dalam beribadah, kalian menghina dan menyekutukan-Nya, mengklaim bahwa Dia mempunyai anak, kalian menciptakan kebohongan terhadap Nabi dan Rasul-Nya, dan kalian mengikuti setiap perbuatan setan. Dan karena alasan inilah kami diperintahkan untuk secara terbuka mendeklarasikan kebencian dan permusuhan terhadap kalian. “Sesungguhnya telah ada suri tauladan yang baik bagimu pada Ibrahim dan orang–orang yang bersama dia, ketika mereka berkata kepada kaum mereka: “sesungguhnya kami berlepas diri daripada kamu dan daripada apa yang kamu sembah selain Allah, kami ingkari (kekafiran)mu dan telah nyata antara kami dan kamu permusuhan dan kebencian untuk selama–lamanya sampai kamu beriman kepada Allah saja.” (Al-Mumtahanah: 4). Selanjutnya, sebagaimana kekafiranmu menjadi alasan utama kami untuk memerangi kalian, maka kami telah diperintahkan untuk memerangi orang kafir sampai mereka tunduk pada syari’at Islam, baik itu menjadi muslim atau membayar jizyah –dan kepada mereka yang menerima pilihan ini– dapat hidup dalam kehinaan dibawah hukum Islam. Meskipun seandainya kalian berhenti memerangi kami, skenario terbaik kalian dalam kondisi perang ini adalah kami akan menunda serangan terhadap kalian –jika kami menganggap itu diperlukan– agar lebih fokus terhadap serangan dan ancaman yang lebih dekat, sebelum pada akhirnya kami melanjutkan kampanye memerangi kalian. Selain itu, terdapat juga pilihan gencatan senjata sementara, pilihan ini adalah satu-satunya skenario yang dapat kalian miliki untuk beristirahat sebentar dari serangan kami. Namun pada akhirnya kalian tidak akan mendapatkan genjatan tanpa jangka waktu dalam peperangan kami terhadap kalian. Paling tidak, kalian hanya akan bisa menundanya sementara. “Dan perangilah mereka itu, sehingga tidak ada fitnah lagi dan agama ini semata-mata hanya untuk Allah.” (Al-Baqarah: 193).

2. Kami harus membenci kalian karena masyarakat sekuler dan liberal kalian yang mengizinkan banyak hal yang telah Allah larang, dan kalian justru melarang banyak hal yang Allah perbolehkan, suatu hal yang tidak kalian pedulikan karena kalian memisahkan antara agama dan negara, yang dengannya kekuasaan tertinggi atas kalian adalah akal dan nafsu kalian lewat legislator yang kalian pilih untuk menjadi penguasa. Dengan demikian, kalian ingin merampas hak Allah untuk ditaati dan kalian merebut hak itu untuk diri kalian sendiri. “Keputusan itu hanya milik Allah” (Yusuf: 40). Liberalisme sekuler kalian telah mengarahkan kalian untuk menoleransi dan bahkan mendukung “Hak Kaum Gay”, mengizinkan alkohol, narkoba, zina, judi, dan riba hingga menjadi tersebar luas, dan menghasut manusia untuk mencemooh mereka yang mencela perbuatan dosa yang keji dan buruk ini. Oleh karena itu kami mengobarkan perang terhadap kalian untuk menghentikan langkah kalian yang menyebarkan kekafiran dan penyelewengan asusila, sekulerisme, nasionalisme kalian, nilai-nilai liberal yang rusak, kekristenan dan atheisme kalian – dan semua kebejatan serta kerusakan yang mengikutinya. Kalian telah menjadikannya sebagai misi untuk “membebaskan” masyarakat muslim; dan begitu juga kami telah menjadikannya misi untuk memerangi pengaruh kalian dan melindungi manusia dari konsep sesat dan cara hidup kalian yang menyimpang.

3. Dalam kasus kaum atheis, kami membenci kalian dan mengobarkan perang terhadap kalian karena kalian mengingkari keberadaan Tuhan dan penciptamu. Kalian telah menyaksikan betapa rumitnya proses penciptaan makhluk, dan betapa menakjubkan dan misteriusnya hukum fisika yang mampu dengan tepatnya mengatur alam semesta, namun kalian tetap bersikeras bahwa semua itu terjadi karena kebetulan acak, dan untuk yang satu ini, maka itu harus disalahkan, dicela, dihinakan dan diasingkan karena pengakuan mereka akan keagungan tanda-tanda yang kita saksikan hari demi hari adalah ciptaan yang Maha Bijaksana, pencipta yang Maha Mengetahui dan itu bukanlah hasil dari suatu kebetulan saja. “Apakah mereka diciptakan tanpa sesuatupun ataukah mereka yang menciptakan (diri mereka sendiri)?” (At-Tur: 35). Pengingkaran kalian akan pencipta kalian menggiring kalian untuk menolak adanya hari penghakiman dan mengklaim bahwa “hidup hanya sekali”. “Orang-orang yang kafir mengatakan bahwa mereka sekali-kali tidak akan dibangkitkan. Katakanlah: "Memang, demi Tuhanku, benar-benar kamu akan dibangkitkan, kemudian akan diberitakan kepadamu apa yang telah kamu kerjakan." Yang demikian itu adalah mudah bagi Allah.” (At-Taghabun: 7).

4. Kami harus membenci kalian karena kejahatan kalian terhadap Islam dan kami harus memerangi kalian untuk menghukum kalian atas perbuatan kalian yang melampaui batas terhadap agama kami. Selama kalian terus-menerus menghina keimanan kami, menghina para Nabi Allah –termasuk Nuh, Ibrahim, Musa, Isa, dan Muhammad Shallallahu Alaihi Wasallam– membakar al-Qur’an, dan secara terbuka mengejek hukum Syari’ah, kami akan terus melakukan pembalasan, tidak dengan slogan ataupun papan demonstrasi, melainkan dengan peluru dan pisau.

5. Kami harus membencimu karena kejahatan kalian terhadap umat Muslim; bom dari drone dan pesawat tempur kalian yang membunuh dan meluluh lantahkan saudara-saudara kami di seluruh penjuru dunia, dan penindasan, penyiksaan, serta pengumuman perang terhadap siapa saja yang mengusung kebenaran oleh boneka kalian yang berada di tanah yang kalian jajah. Oleh karena itu kami harus memerangi kalian untuk menghentikan kalian dari membunuhi lelaki, wanita, dan anak-anak kami, untuk membebaskan mereka yang kalian penjarakan dan kalian siksa, dan untuk membalaskan dendam kaum Muslimin yang tidak terhitung jumlahnya yang menderita akibat perbuatan kalian.

6. Kami harus membenci kalian karena kalian menginvasi tanah kami dan kami harus memerangi kalian untuk mengusir keluar kalian dari tanah kami. Selama masih ada satu inchi saja dari tanah yang harus kami bebaskan, maka jihad akan terus dilakukan sebagai suatu kewajiban individu atas setiap muslim.

Hal terpenting yang harus diketahui adalah meskipun beberapa orang akan berargumen bahwa kebijakan luar negeri kalianlah yang menimbulkan kebencian kami terhadap kalian, maka ketahuilah bahwa itu adalah alasan sekunder kami, karena itu kami menempatkannya di posisi terakhir dari daftar kami. Faktanya adalah, meskipun kalian berhenti membom kami, memenjarakan kami, menyiksa kami, memfitnah kami, menjajah tanah kami, namun kami harus terus membenci kalian karena alasan utama kami membenci kalian tidak akan pernah berhenti sampai kalian masuk Islam. Bahkan jika kalian membayar jizyah dan hidup dibawah naungan Islam dalam keadaan hina, kami harus tetap membenci kalian. Tidak diragukan lagi, kami akan berhenti memerangi kalian sebagaimana kami berhenti memerangi orang kafir manapun yang mengadakan perjanjian damai dengan kami, namun kami tidak akan pernah berhenti membenci kalian.

Dan tidak kalah penting untuk difahami adalah bahwa kami memerangi kalian itu tidak hanya untuk menghukum dan menghalangi kalian, namun juga untuk memberikan kalian kebebasan yang sebenarnya dalam kehidupan ini dan keselamatan di kehidupan akhirat, kebebasan dari menjadi budak akal dan nafsu, budak para pendeta dan pembuat undang-undang, dan keselamatan dengan menyembah Tuhan yang menciptakan kalian tanpa mempersekutukan-Nya dan mengikuti Rasul-Nya. Kami harus memerangi kalian dalam rangka mengeluarkan kalian dari kegelapan kekufuran kepada cahaya Islam, dan membebaskan kalian dari ikatan kehidupan keduniawian saja, sehingga kalian bisa menikmati keberkahan hidup di dunia dan di akhirat kelak.

Pokok dari masalah ini adalah, sesungguhnya disana terdapat irama dari tindakan terrorisme, peperangan, kekejaman, dan kebrutalan kami. Sebagaimana beberapa jurnalis liberal akan menginginkan kalian untuk percaya bahwa apa yang kami lakukan itu tidak lebih karena kami hanyalah monster tanpa logika dibalik semua tindakan kami, kenyataanya adalah kami terus mengobarkan –dan akan meningkatkan– peperangan yang telah direncanakan dimana barat mengira bahwa perang telah berakhir beberapa tahun lalu. Kami akan terus menyeret kalian jauh lebih dalam ke lumpur, dan kalian mengira kalian berhasil lari darinya padanya; padahal kalian hanya terjebak jauh lebih terperosok lagi kedalam kesuraman air lumpur itu… dan kami melakukan hal itu seraya menawarkan jalan keluar kepada kalian dengan syarat yang kami tentukan. Sehingga kalian dapat terus mempercayai bahwa para “teroris menyedihkan” itu membenci kalian karena menginginkan tanah dan hutan kalian, dan kalian akan terus menghabiskan uang dengan jumlah yang konyol untuk mencoba memenangkan peperangan yang tidak bisa dimenangkan, atau kalian dapat menerima kenyataan dan menyadari bahwa kami tidak akan berhenti membenci kalian sampai kalian menerima Islam, dan kami tidak akan berhenti memerangi kalian sampai kalian siap untuk meninggalkan lumpur peperangan dan teror kami ini dengan jalan keluar yang telah kami tentukan, jalan keluar yang ditetapkan oleh Tuhan kami bagi para ahli kitab; Islam, Jizyah, atau –sebagaimana yang kami maksudkan tentang penangguhan– yaitu gencatan senjata sementara.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar